Pub Date : 2021-10-14DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4759
M. S. Baital, Kusnindar Priohutomo, Jatmika Prajayastanda, Solichin Djazuli Sa’id
This study is to investigate propulsion efficiency due to changes in draught of ship using data series and theoretical approach. A hard chain rescue boat with triplet screw was used for the study and to examine the effect of thrust deduction factor and wake fraction due to changes in draught of ship and its relevance to propulsion efficiency by observing hull and propeller interaction based on openwater test by Wageningen Data Series with cavitations analysis has been neglected. The study is done using hydrodynamics analysis for planning hull and using intersection between thrust characteristic curve with openwater test data series for fixed pitch propeller. The result indicated that the changes in ship draught are very influential on the changes in thrust deduction factor and wake fraction value which is one of the contributing factor to change the propulsion efficiency value 1% - 5%.
本文采用数据序列和理论方法研究船舶在吃水变化时的推进效率。本研究采用的是一艘三螺杆硬链救助艇,在开放水域试验的基础上,利用Wageningen Data Series进行空化分析,通过观察船体与螺旋桨的相互作用来考察船舶吃水变化对推力减阻系数和尾流分数的影响及其与推进效率的相关性,这一研究被忽略了。利用定螺距螺旋桨规划船体的水动力分析和推力特性曲线与公开水域试验数据序列的交集,对定螺距螺旋桨进行了研究。结果表明,船舶吃水的变化对推力减阻系数和尾流分数值的变化影响很大,尾流分数值是导致推进效率值变化1% ~ 5%的因素之一。
{"title":"PENGARUH THRUST DEDUCTION FACTOR DAN WAKE FRACTION TERHADAP EFISIENSI PROPULSI AKIBAT PERUBAHAN DRAFT KAPAL","authors":"M. S. Baital, Kusnindar Priohutomo, Jatmika Prajayastanda, Solichin Djazuli Sa’id","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i1.4759","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i1.4759","url":null,"abstract":"This study is to investigate propulsion efficiency due to changes in draught of ship using data series and theoretical approach. A hard chain rescue boat with triplet screw was used for the study and to examine the effect of thrust deduction factor and wake fraction due to changes in draught of ship and its relevance to propulsion efficiency by observing hull and propeller interaction based on openwater test by Wageningen Data Series with cavitations analysis has been neglected. The study is done using hydrodynamics analysis for planning hull and using intersection between thrust characteristic curve with openwater test data series for fixed pitch propeller. The result indicated that the changes in ship draught are very influential on the changes in thrust deduction factor and wake fraction value which is one of the contributing factor to change the propulsion efficiency value 1% - 5%.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"88 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115245928","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-24DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4893
N. Firdaus, Eko Budi Djatmiko, Rudi Walujo Prastianto, Muhammad Fajariansyah Ismail
Penerapan floating crane barge memiliki potensi besar untuk operasi pengangkatan struktur dalam mendukung decommissioning anjungan lepas pantai pasca operasi. Respon gerak floating crane barge dalam perairan bergelombang selama operasi pengangkatan struktur di laut menjadi faktor penting dalam menunjang operasional yang aman. Pada penelitian ini, respon gerak dinamis floating crane barge terhadap gelombang dilakukan dengan simulasi eksperimen di laboratorium maneuvering ocean basin. Model uji barge yang dilengkapi dengan struktur crane boom sederhana dibuat dengan perbandingan skala 1:28. Respon gerak model uji dievaluasi dengan kondisi gelombang reguler dan gelombang irreguler. Karakteristik gerak amplitudo dijasikan dalam grafik RAO yang mana hasilnya menunjukkan kesesuaian antara gelombang reguler dan irreguler. Respon gerak terhadap gelombang acak mengalami peningkatan secara signifikan terjadi dari kondisi gelombang Hs = 0.50 m, Tp = 4.00 s ke kondisi gelombang Hs = 1.00 m, Tp = 5.50 s untuk heave sebesar 2.8 kali, untuk roll sebesar 2.5 kali dan untuk pitch sebesar 1.5 kali.
{"title":"ANALISIS RESPON GERAK FLOATING CRANE BARGE UNTUK DECOMMISSIONING STRUKTUR LEPAS PANTAI","authors":"N. Firdaus, Eko Budi Djatmiko, Rudi Walujo Prastianto, Muhammad Fajariansyah Ismail","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i1.4893","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i1.4893","url":null,"abstract":"Penerapan floating crane barge memiliki potensi besar untuk operasi pengangkatan struktur dalam mendukung decommissioning anjungan lepas pantai pasca operasi. Respon gerak floating crane barge dalam perairan bergelombang selama operasi pengangkatan struktur di laut menjadi faktor penting dalam menunjang operasional yang aman. Pada penelitian ini, respon gerak dinamis floating crane barge terhadap gelombang dilakukan dengan simulasi eksperimen di laboratorium maneuvering ocean basin. Model uji barge yang dilengkapi dengan struktur crane boom sederhana dibuat dengan perbandingan skala 1:28. Respon gerak model uji dievaluasi dengan kondisi gelombang reguler dan gelombang irreguler. Karakteristik gerak amplitudo dijasikan dalam grafik RAO yang mana hasilnya menunjukkan kesesuaian antara gelombang reguler dan irreguler. Respon gerak terhadap gelombang acak mengalami peningkatan secara signifikan terjadi dari kondisi gelombang Hs = 0.50 m, Tp = 4.00 s ke kondisi gelombang Hs = 1.00 m, Tp = 5.50 s untuk heave sebesar 2.8 kali, untuk roll sebesar 2.5 kali dan untuk pitch sebesar 1.5 kali.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125909045","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-19DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4724
Ahmad Yasim, Robertoes Koekoeh Koentjoro Wibowo, Kusnindar Priohutomo
Sinkroniasasi antara lambung, mesin utama dan propeller pada kapal perikanan 5 GT pasca reparasi perlu dikaji untuk memperoleh kecepatan dan mengotimalkan performa kapal. Penelitian diawali dengan memprediksi hambatan kapal menggunakan metode Van Oortmersen kemudian menganalisa sinkronisasi mesin dan propeller serta tahap akhir dilakukan optimasi. Hasil penelitian didapatkan sinkronisasi mesin dan propeller memenuhi kriteria dimana = = 1.98 kN, Ae/Aomin 0.44 < Ae/Aoprop 0.55, dan Faktor Load propeller 1.77 < Faktor Load mesin 2.91. Lebih lanjut, diketahui bahwa kapal memiliki kecepatan 7.3 knot yang mana telah memenuhi kecepatan desain yaitu berkisar 7-9 knot. Optimasi engine-propeller matching dilakukan dengan mengubah gearbox dari rasio 2.5 menjadi 2.2 namun hasilnya hanya menambah kecepatan sebesar 0.4 knot sehingga dinilai komposisi terbaik adalah mempertahankan mesin dan sistem penggerak kapal yang telah ada.
{"title":"KAJIAN SINKRONISASI MESIN UTAMA DAN PROPELLER PADA KAPAL PERIKANAN PASCA REPARASI (STUDI KASUS KM. NELAYAN 2017-572)","authors":"Ahmad Yasim, Robertoes Koekoeh Koentjoro Wibowo, Kusnindar Priohutomo","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i1.4724","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i1.4724","url":null,"abstract":"Sinkroniasasi antara lambung, mesin utama dan propeller pada kapal perikanan 5 GT pasca reparasi perlu dikaji untuk memperoleh kecepatan dan mengotimalkan performa kapal. Penelitian diawali dengan memprediksi hambatan kapal menggunakan metode Van Oortmersen kemudian menganalisa sinkronisasi mesin dan propeller serta tahap akhir dilakukan optimasi. Hasil penelitian didapatkan sinkronisasi mesin dan propeller memenuhi kriteria dimana = = 1.98 kN, Ae/Aomin 0.44 < Ae/Aoprop 0.55, dan Faktor Load propeller 1.77 < Faktor Load mesin 2.91. Lebih lanjut, diketahui bahwa kapal memiliki kecepatan 7.3 knot yang mana telah memenuhi kecepatan desain yaitu berkisar 7-9 knot. Optimasi engine-propeller matching dilakukan dengan mengubah gearbox dari rasio 2.5 menjadi 2.2 namun hasilnya hanya menambah kecepatan sebesar 0.4 knot sehingga dinilai komposisi terbaik adalah mempertahankan mesin dan sistem penggerak kapal yang telah ada.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"91 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126459334","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-08-18DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4719
A. Alam, Rodlian Jamal Ikhwani, Taufik Hidayat, Suardi
Penggunaan baja untuk menggantikan kayu Bitti sebagai bahan konstruksi gading kapal kayu dinilai tidak praktis karena melalui proses pembentukan dan pemeliharaan, sehingga penggunaan bahan lain seperti FRP sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan bentuk penampang bahan FRP yang sesuai sebagai pengganti gading kayu ditinjau dari segi kekuatan. Metode yang digunakan yaitu elemen hingga (FEM) dan dianalisis menggunakan metode eksperimen numerik pada software. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengoptimalkan bahan FRP dengan bentuk penampang I beam, I beam+flange, box of hole beam, T beam, dan U beam+flange sebagai pengganti bahan kayu Bitti. Hasil penelitian menunjukkan gading kayu Bitti memiliki elastisitas (E) = 9534.02 MPa dan momen inersia penampang (I) = 2197x104 mm4 terjadi tegangan maksimum (?k) = 7.682 N/mm2 dan lendutan maksimum (?) = 0.1 mm, untuk faktor keamanan gading kayu Bitti (Sf) = 1.28, sedangkan bahan FRP pengganti gading kayu dengan nilai (E) = 69000 MPa dapat digunakan penampang I beam dengan nilai I = 316x104 mm4, I beam+flange dengan nilai I = 288x104 mm4, box of hole beam dengan nilai I = 317x104 mm4, T Beam dengan nilai I = 478 x104 mm4, serta U beam+flange dengan nilai I = 375x104 mm4, terjadi tegangan maksimum (?k) = 52.00 N/mm2 dengan lendutan maksimum (?) < 0.082 mm dan faktor keamanan (Sf) = 1.28. Bahan FRP pengganti kayu gading membutuhkan momen inersia penampang sebesar 1/7~1/5 kali lebih kecil dari momen inersia penampang kayu gading dengan elastisitas tujuh kali lebih besar dari kayu gading. Nilai ini dapat dijadikan patokan untuk ukuran kapal di atas ataupun di bawah 70 GT ketika akan menggunakan bahan FRP sebagai pengganti gading kayu.
{"title":"KEKUATAN FIBERGLASS REINFORCED PLASTIC (FRP) SEBAGAI BAHAN GADING KAPAL KAYU","authors":"A. Alam, Rodlian Jamal Ikhwani, Taufik Hidayat, Suardi","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i1.4719","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i1.4719","url":null,"abstract":"Penggunaan baja untuk menggantikan kayu Bitti sebagai bahan konstruksi gading kapal kayu dinilai tidak praktis karena melalui proses pembentukan dan pemeliharaan, sehingga penggunaan bahan lain seperti FRP sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan bentuk penampang bahan FRP yang sesuai sebagai pengganti gading kayu ditinjau dari segi kekuatan. Metode yang digunakan yaitu elemen hingga (FEM) dan dianalisis menggunakan metode eksperimen numerik pada software. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengoptimalkan bahan FRP dengan bentuk penampang I beam, I beam+flange, box of hole beam, T beam, dan U beam+flange sebagai pengganti bahan kayu Bitti. Hasil penelitian menunjukkan gading kayu Bitti memiliki elastisitas (E) = 9534.02 MPa dan momen inersia penampang (I) = 2197x104 mm4 terjadi tegangan maksimum (?k) = 7.682 N/mm2 dan lendutan maksimum (?) = 0.1 mm, untuk faktor keamanan gading kayu Bitti (Sf) = 1.28, sedangkan bahan FRP pengganti gading kayu dengan nilai (E) = 69000 MPa dapat digunakan penampang I beam dengan nilai I = 316x104 mm4, I beam+flange dengan nilai I = 288x104 mm4, box of hole beam dengan nilai I = 317x104 mm4, T Beam dengan nilai I = 478 x104 mm4, serta U beam+flange dengan nilai I = 375x104 mm4, terjadi tegangan maksimum (?k) = 52.00 N/mm2 dengan lendutan maksimum (?) < 0.082 mm dan faktor keamanan (Sf) = 1.28. Bahan FRP pengganti kayu gading membutuhkan momen inersia penampang sebesar 1/7~1/5 kali lebih kecil dari momen inersia penampang kayu gading dengan elastisitas tujuh kali lebih besar dari kayu gading. Nilai ini dapat dijadikan patokan untuk ukuran kapal di atas ataupun di bawah 70 GT ketika akan menggunakan bahan FRP sebagai pengganti gading kayu.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"113 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115022648","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-12-18DOI: 10.29122/jurnalwave.v14i2.4030
Randy Hedva Rakasiwa Rumbawa, Ali Azhar, Kusnindar Priohutomo
Kapal pengangkut ikan hidup merupakan salah satu alat transportasi yang digunakan selama proses ekspor maupun domestik dan bertujuan untuk mempertahankan ikan dalam keadaan tetap hidup. Muatan utama kapal pengangkut ikan hidup (KPIH) adalah air dan ikan yang berenang bebas didalamnya dan muatan cair dalam ruang muat dapat bergerak bebas, sehingga terjadi free surface effect (FSE). Paper ini bertujuan untuk menghitung dan mensimulasikan stabilitas kapal pengangkut ikan hidup dan muatan berupa cairan, sehingga dapat diketahui stabilitas kapal berdasarkan muatannya. Analisa stabilitas berdasarkan variasi muatan menggunakan software Maxsurf. Hasil dari analisa stabilitas berdasarkan variasi muatan pada ruang muat 0%, 25%, 50%, 75%, 95% dengan variasi volume FOT dan FWT 25%, 50%, 75%, 100% adalah stabilitas kapal tidak layak untuk FOT dan FWT <75 % menurut kriteria IMO.
{"title":"PENGARUH VOLUME AIR DI RUANG MUAT TERHADAP STABILITAS KAPAL PENGANGKUT IKAN HIDUP","authors":"Randy Hedva Rakasiwa Rumbawa, Ali Azhar, Kusnindar Priohutomo","doi":"10.29122/jurnalwave.v14i2.4030","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v14i2.4030","url":null,"abstract":"Kapal pengangkut ikan hidup merupakan salah satu alat transportasi yang digunakan selama proses ekspor maupun domestik dan bertujuan untuk mempertahankan ikan dalam keadaan tetap hidup. Muatan utama kapal pengangkut ikan hidup (KPIH) adalah air dan ikan yang berenang bebas didalamnya dan muatan cair dalam ruang muat dapat bergerak bebas, sehingga terjadi free surface effect (FSE). Paper ini bertujuan untuk menghitung dan mensimulasikan stabilitas kapal pengangkut ikan hidup dan muatan berupa cairan, sehingga dapat diketahui stabilitas kapal berdasarkan muatannya. Analisa stabilitas berdasarkan variasi muatan menggunakan software Maxsurf. Hasil dari analisa stabilitas berdasarkan variasi muatan pada ruang muat 0%, 25%, 50%, 75%, 95% dengan variasi volume FOT dan FWT 25%, 50%, 75%, 100% adalah stabilitas kapal tidak layak untuk FOT dan FWT <75 % menurut kriteria IMO.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122952443","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-29DOI: 10.29122/jurnalwave.v14i1.3952
A. N. Hasmi, S. Nurcholik
The paper discusses the significance of different types of skegs in a barge toward the pressure, fluid velocity and the ship’s total resistance. There are three kinds of skeg configurations: barge without skegs, skegs without deflection, and skegs with deflection. The barge was towed with forward speed were ranging across 3 knots – 9 knots. The simulations were conducted using an open-source RANS (Reynold Averaged Numerical Simulation) CFD code Open-FOAM. The simulations show that the skegs raise the barge’s resistance. The skegs with deflection have a bigger resistance amplification compared to skegs without deflection.
{"title":"THE SIMULATION OF SKEG EFFECT TO BARGE RESISTANCE CALCULATION USING CFD-RANS OPENFOAM","authors":"A. N. Hasmi, S. Nurcholik","doi":"10.29122/jurnalwave.v14i1.3952","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v14i1.3952","url":null,"abstract":"The paper discusses the significance of different types of skegs in a barge toward the pressure, fluid velocity and the ship’s total resistance. There are three kinds of skeg configurations: barge without skegs, skegs without deflection, and skegs with deflection. The barge was towed with forward speed were ranging across 3 knots – 9 knots. The simulations were conducted using an open-source RANS (Reynold Averaged Numerical Simulation) CFD code Open-FOAM. The simulations show that the skegs raise the barge’s resistance. The skegs with deflection have a bigger resistance amplification compared to skegs without deflection.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"56 45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127757317","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-01-28DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4782
Cindy Lionita Agusty
Tegangan dan regangan merupakan suatu hal yang krusial pada kekuatan kapal, hal ini menjadi sangat penting untuk mengetahui beban maksimal yang bisa diterima oleh kapal karena antara kedua hal tersebut saling berkaitan, alasan keselematan juga menjadi satu hal mengapa tegangan regangan patut untuk diketahui. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tegangan regangan maksimum kapal dengan variasi ketebalan pelat 100%, 90%, 80% dan 60%, menggunakan metode yakni Finite Element Method. Hasil penelitian didapatkan nilai tegangan maximum pada ketebalan 100% yaitu 312.539 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,48 x 10-3. , untuk ketebalan 90% dihasilkan tegangan maximum sebesar 353.47 N/mm2 dan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,68 x 10-3. , keteblan 80% tegangan maximum yang dihasilkan sebesar 617.78 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 0,29 x 10-3., ketebalan 60% tegangan maximum yang dikeluarkan sebesar 820.03 N/mm2 dengan regangan maximum yang dikeluarkan yaitu 0.39 x 10-3 . Untuk pelat 100% dan 90% tidak melebihi tegangan izin, sedangkan untuk pelat 80% dan 60% melebihi tegangan izin.
{"title":"ANALISIS TEGANGAN REGANGAN PADA PELAT DECK DAN BOTTOM KAPAL FERRY RO-RO MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD","authors":"Cindy Lionita Agusty","doi":"10.29122/jurnalwave.v15i1.4782","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v15i1.4782","url":null,"abstract":"Tegangan dan regangan merupakan suatu hal yang krusial pada kekuatan kapal, hal ini menjadi sangat penting untuk mengetahui beban maksimal yang bisa diterima oleh kapal karena antara kedua hal tersebut saling berkaitan, alasan keselematan juga menjadi satu hal mengapa tegangan regangan patut untuk diketahui. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tegangan regangan maksimum kapal dengan variasi ketebalan pelat 100%, 90%, 80% dan 60%, menggunakan metode yakni Finite Element Method. Hasil penelitian didapatkan nilai tegangan maximum pada ketebalan 100% yaitu 312.539 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,48 x 10-3. , untuk ketebalan 90% dihasilkan tegangan maximum sebesar 353.47 N/mm2 dan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,68 x 10-3. , keteblan 80% tegangan maximum yang dihasilkan sebesar 617.78 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 0,29 x 10-3., ketebalan 60% tegangan maximum yang dikeluarkan sebesar 820.03 N/mm2 dengan regangan maximum yang dikeluarkan yaitu 0.39 x 10-3 . Untuk pelat 100% dan 90% tidak melebihi tegangan izin, sedangkan untuk pelat 80% dan 60% melebihi tegangan izin. \u0000 ","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"110 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132837895","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-29DOI: 10.29122/jurnalwave.v13i2.3883
Ponco Siwindarto, F. N. Eritha, M. Aswin
Maneuvering kapal merupakan karakteristik dari sebuah kapal. Uji manever kapal sangat penting dan salah satu pengujiannya adalah zigzag. Jurnal ini menyodorkan salah satu sistem kontrol pada maneuvering kapal menggunakan NI SB-RIO yang memiliki dimensi kecil dan terkategori ringan dibandingkan pendahulunya. Perancangan sistem autopilot ini divalidasi melalui simulasi uji zigzag model kapal dan dari hasil validasi ini didapatkan bahwa sistem kontrol ini berfungsi dan mampu melakukan lintasan zig-zag sesuai yang diharapkan.
{"title":"OPTIMASI KONTROL PADA MANEUVERING KAPAL MENGGUNAKAN NI SB-RIO","authors":"Ponco Siwindarto, F. N. Eritha, M. Aswin","doi":"10.29122/jurnalwave.v13i2.3883","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v13i2.3883","url":null,"abstract":"Maneuvering kapal merupakan karakteristik dari sebuah kapal. Uji manever kapal sangat penting dan salah satu pengujiannya adalah zigzag. Jurnal ini menyodorkan salah satu sistem kontrol pada maneuvering kapal menggunakan NI SB-RIO yang memiliki dimensi kecil dan terkategori ringan dibandingkan pendahulunya. Perancangan sistem autopilot ini divalidasi melalui simulasi uji zigzag model kapal dan dari hasil validasi ini didapatkan bahwa sistem kontrol ini berfungsi dan mampu melakukan lintasan zig-zag sesuai yang diharapkan.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133766014","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-09-04DOI: 10.29122/jurnalwave.v13i1.3513
Luh Putri Adnyani, Raka Whibiseno
Pekerjaan reparasi kapal memiliki item pekerjaan yang harus diselesaikan, yang ditulis di dalam work order. Jumlah uang yang dibayarkan berdasar pada item pekerjaan yang telah diselesaikan dalam bentuk persentase. Galangan di Indonesia umumnya menggunakan metode konvensional yang dapat menimbulkan perbedaan pendapat antara pihak owner dan galangan. Divisi PPIC PT. Meranti Nusa Bahari merancang metode untuk menghitung persentase pekerjaan dengan hasil yang transparan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan metode yang memiliki hasil transparan dan berbentuk sederhana dengan menggabungkan metode konvensional dengan metode PPIC PT. Meranti Nusa Bahari. Perancangan metode perhitungan persentase pekerjaan ini dilakukan pada studi kasus pekerjaan reparasi BG. Merry. Metode ini dirancang dengan menulis program sesuai dengan perhitungan persentase yang dirancang oleh divisi PPIC PT. Meranti Nusa Bahari dan disusun secara sederhana seperti metode konvensional dengan menggunakan fuzzy logic. Fuzzy logic merupakan metode pemrograman untuk melakukan analisa pada suatu data dengan memproses data atau nilai-nilai yang rumit dan mengubahnya menjadi kesimpulan atau output yang mudah diterima dan ditafsirkan manusia. Simulasi perhitungan persentase pekerjaan dilakukan pada nilai 25%. Hasil perbandingan persentase pekerjaan metode rancangan PPIC PT. Meranti Nusa Bahari, metode konvensional dan metode fuzzy logic adalah: 25,32%, 28,10% dan 25,54%. Dari penelitian didapatkan bahwa metode perhitungan persentase yang dirancang menggunakan fuzzy logic dapat menghasilkan nilai persentase yang transparan dan berbentuk sederhana.
修理工作有一个工作项目要完成,写在工作订单中。根据工作项目以百分比形式支付的数额。印尼的造船厂通常使用传统的方法,这可能会在所有者和造船厂之间产生矛盾。PPIC PT. meroti Nusa Bahari部门设计了一种方法来计算工作中透明结果的百分比。本研究采用了一种既透明又简单的设计方法,将传统方法与PPIC PT.莫兰蒂Nusa Bahari方法结合起来。这项工作的百分比计算方法是在BG修理个案研究中进行的。梅里。该方法是根据PPIC PPIC . maniti Nusa Bahari部门设计的百分比计算编写程序,并采用模糊逻辑简单地编写传统方法。模糊逻辑是一种通过处理复杂的数据或价值并将其转化为可接受和可解释的结论或输出来分析数据的编程方法。作业百分比模拟以25%的成绩进行。传统方法和富奇性物化方法比较结果为:2532%、28%和2554%。研究发现,采用模糊逻辑计算方法的百分比计算方法可以产生一个透明的、简单的百分比值。
{"title":"Perancangan Perhitungan Persentase Pekerjaan Reparasi Kapal Berdasarkan Metode PPIC PT. Meranti Nusa Bahari Dengan Menggunakan Fuzzy Logic","authors":"Luh Putri Adnyani, Raka Whibiseno","doi":"10.29122/jurnalwave.v13i1.3513","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v13i1.3513","url":null,"abstract":"Pekerjaan reparasi kapal memiliki item pekerjaan yang harus diselesaikan, yang ditulis di dalam work order. Jumlah uang yang dibayarkan berdasar pada item pekerjaan yang telah diselesaikan dalam bentuk persentase. Galangan di Indonesia umumnya menggunakan metode konvensional yang dapat menimbulkan perbedaan pendapat antara pihak owner dan galangan. Divisi PPIC PT. Meranti Nusa Bahari merancang metode untuk menghitung persentase pekerjaan dengan hasil yang transparan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan metode yang memiliki hasil transparan dan berbentuk sederhana dengan menggabungkan metode konvensional dengan metode PPIC PT. Meranti Nusa Bahari. Perancangan metode perhitungan persentase pekerjaan ini dilakukan pada studi kasus pekerjaan reparasi BG. Merry. Metode ini dirancang dengan menulis program sesuai dengan perhitungan persentase yang dirancang oleh divisi PPIC PT. Meranti Nusa Bahari dan disusun secara sederhana seperti metode konvensional dengan menggunakan fuzzy logic. Fuzzy logic merupakan metode pemrograman untuk melakukan analisa pada suatu data dengan memproses data atau nilai-nilai yang rumit dan mengubahnya menjadi kesimpulan atau output yang mudah diterima dan ditafsirkan manusia. Simulasi perhitungan persentase pekerjaan dilakukan pada nilai 25%. Hasil perbandingan persentase pekerjaan metode rancangan PPIC PT. Meranti Nusa Bahari, metode konvensional dan metode fuzzy logic adalah: 25,32%, 28,10% dan 25,54%. Dari penelitian didapatkan bahwa metode perhitungan persentase yang dirancang menggunakan fuzzy logic dapat menghasilkan nilai persentase yang transparan dan berbentuk sederhana.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122173699","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-28DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i2.3461
A. Mujahid, Kusnindar Priohutomo
Feasibility study menjadi salah satu langkah penting diawal perencanaan pembangunan kapal. Karena dengan melakukan feasibility study maka akan didapatkan perhiutngan awal gaya-gaya yang akan bekerja pada badan kapal. Pada paper ini feasibility study dilakukan pada kapal jenis Bore Hole Mining (BHM). Kapal BHM ini diharapkan mampu beroperasi pada kedalaman 60 m. Pada paper ini feasibility study yang dibahas adalah analisa stabilitas kapal BHM dan tegangan geser yang dialami kapal BHM kondisi Loadcase Departure, Loadcase Full Load, Loadcase Half Load dan Loadcase Arrival. Dari hasil dari feasibility study yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan kapal BHM tidak memenuhi standart yang ditetapkan dalam hal stabilitas pada berbagai kondisi loadcase dimana Angle of Minimum GZ kurang dari yang disyaratkan IMO pada 25 deg. Sedangkan untuk shear stress pada berbagai kondisi loadcase masih memenuhi kreteria yang ditetapkan BKI yaitu kurang dari 100MPa.
{"title":"Studi Kelayakan Desain Kapal Hisap Tambang","authors":"A. Mujahid, Kusnindar Priohutomo","doi":"10.29122/jurnalwave.v12i2.3461","DOIUrl":"https://doi.org/10.29122/jurnalwave.v12i2.3461","url":null,"abstract":"Feasibility study menjadi salah satu langkah penting diawal perencanaan pembangunan kapal. Karena dengan melakukan feasibility study maka akan didapatkan perhiutngan awal gaya-gaya yang akan bekerja pada badan kapal. Pada paper ini feasibility study dilakukan pada kapal jenis Bore Hole Mining (BHM). Kapal BHM ini diharapkan mampu beroperasi pada kedalaman 60 m. Pada paper ini feasibility study yang dibahas adalah analisa stabilitas kapal BHM dan tegangan geser yang dialami kapal BHM kondisi Loadcase Departure, Loadcase Full Load, Loadcase Half Load dan Loadcase Arrival. Dari hasil dari feasibility study yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan kapal BHM tidak memenuhi standart yang ditetapkan dalam hal stabilitas pada berbagai kondisi loadcase dimana Angle of Minimum GZ kurang dari yang disyaratkan IMO pada 25 deg. Sedangkan untuk shear stress pada berbagai kondisi loadcase masih memenuhi kreteria yang ditetapkan BKI yaitu kurang dari 100MPa.","PeriodicalId":263381,"journal":{"name":"Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim","volume":"86 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131592803","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}