Penggunaan media pembelajaran seperti aplikasi/platform merupakan suatu tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Hal ini juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh mitra SMA PGRI 4 Cipayung Jakarta Timur sebagai acuan bagi tim abdimas Unindra. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan baru kepada para guru SMA PGRI 4 Cipayung Jakarta Timur agar dapat menggunakan aplikasi Prezi untuk membantu menyajikan materi presentasi agar lebih menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan abdimas ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: Survei dan observasi pada mitra untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para guru terkait dengan aplikasi Prezi, kemudian tim melakukan proses Perencanaan meliputi jadwal pelatihan dan media yang digunakan dalam menyampaikan materi serta evaluasi dari penggunaan aplikasi Prezi terhadap para guru. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah para guru dapat menyajikan materi dari berbagai mata pelajaran dengan hasil presentasi yang lebih menarik berbeda dengan software Power Point yang pada umumnya sering digunakan oleh para guru.
{"title":"Pelatihan Penggunaan Aplikasi Prezi dalam Pembelajaran di Era Pandemik","authors":"Rima Novia Ulfa, Tiarma Ika Yuliana, M. Ghufron","doi":"10.60012/dc.v1i2.11","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.11","url":null,"abstract":"Penggunaan media pembelajaran seperti aplikasi/platform merupakan suatu tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Hal ini juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh mitra SMA PGRI 4 Cipayung Jakarta Timur sebagai acuan bagi tim abdimas Unindra. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan baru kepada para guru SMA PGRI 4 Cipayung Jakarta Timur agar dapat menggunakan aplikasi Prezi untuk membantu menyajikan materi presentasi agar lebih menarik. Metode yang digunakan dalam kegiatan abdimas ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: Survei dan observasi pada mitra untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para guru terkait dengan aplikasi Prezi, kemudian tim melakukan proses Perencanaan meliputi jadwal pelatihan dan media yang digunakan dalam menyampaikan materi serta evaluasi dari penggunaan aplikasi Prezi terhadap para guru. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah para guru dapat menyajikan materi dari berbagai mata pelajaran dengan hasil presentasi yang lebih menarik berbeda dengan software Power Point yang pada umumnya sering digunakan oleh para guru.","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114829266","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik. Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.
{"title":"Pelatihan Batik Tie Dye kepada Kader Dasawisma sebagai Peningkatan Kreativitas","authors":"Yayah Rukiah, Khikmah Susanti, Febrianto Saptodewo","doi":"10.60012/dc.v1i2.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.7","url":null,"abstract":"Batik yang kini telah menjadi identitas masyarakat Indonesia yang merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus terus dilestarikan. Sebagaimana seperti yang diberitakan bahwa Batik sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage, yaitu warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009. Oleh karenanya pengabdian masyarakat kali ini mengadakan pelatihan membatik, agar semua lapisan masyarakat turut membantu pelestarian batik. Pelatihan batik kali ini adalah teknik batik jumputan yang lebih dikenal dengan sebutan Tie Dye, dimana batik yang dihasilkan melalui teknik ikat celup, teknik ini tidak begitu sulit karena tidak menggunakan lilin dan canting, sehingga siapa pun bisa melakukannya. Pelatihan membatik ini ditujukan untuk ibu-ibu Kader Dasawisma. Ibu-ibu Kader Dasawisma merupakan salah satu penggerak dan keberadaannya dapat menjadikan wadah bagi para ibu rumah tangga agar dapat menjadi perempuan yang aktif dan kreatif. Sehingga menjadikan masyarakat yang produktif. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peserta. Merasa sangat senang dan antusias terhadap pelatihan batik Tie Dye ini, selain itu peserta merasa mendapat keahlian baru yang sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan keahlian untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan perekonomian. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, Kader Dasawisma memiliki peranan yang sangat penting dalam lingkungan, sehingga keberadaan nya di dalam masyarakat sangat dibutuhkan untuk penyebaran informasi, diharapkan dengan adanya pelatihan membatik ini, kreativitas peserta dapat digunakan untuk suatu hal yang positif.","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132420286","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sevilia Sujarwo Indrias Putri, Mohamad Shindy, Agung Zainal Muttakin Raden
Kegiatan ini merupakan hasil Kerja sama dengan SMAN 3 Depok, Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dalam penyelamatan lingkungan melalui kegiatan mural. Permasalahan yang timbul, di antaranya untuk menyampaikan informasi tentang pentingnya memilah/klasifikasi sampah. SMAN 3 Depok adalah salah satu pihak yang memiliki suatu terobosan untuk memberikan edukasi melalui mural tentang klasifikasi sampah. Hal tersebut dilakukan agar semakin banyak kesadaran dalam hal mengembangkan inovasi yang memanfaatkan alam sekaligus meningkatkan kreativitas dalam menyelesaikan masalah lingkungan. Mural memiliki peran penting sebagai media alternatif dalam menyampaikan informasi dan edukasi, implementasi informasi yang menyenangkan memalui media mural, diharapkan siswa mampu menambah kepekaan dan kesadaran dalam merawat lingkungan. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian kepada masyarakat mewujudkan pesan kreatif dalam bentuk mural dengan pesan klasifikasi sampah organik, anorganik, dan B3. Dengan demikian, desain mural yang dibuat dapat dengan mudah dipahami, diingat, dan dilakukan oleh setiap siswa maupun warga sekolah.
{"title":"Sosialisasi Klasifikasi Sampah Melalui Mural","authors":"Sevilia Sujarwo Indrias Putri, Mohamad Shindy, Agung Zainal Muttakin Raden","doi":"10.60012/dc.v1i2.16","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.16","url":null,"abstract":"Kegiatan ini merupakan hasil Kerja sama dengan SMAN 3 Depok, Jawa Barat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dalam penyelamatan lingkungan melalui kegiatan mural. Permasalahan yang timbul, di antaranya untuk menyampaikan informasi tentang pentingnya memilah/klasifikasi sampah. SMAN 3 Depok adalah salah satu pihak yang memiliki suatu terobosan untuk memberikan edukasi melalui mural tentang klasifikasi sampah. Hal tersebut dilakukan agar semakin banyak kesadaran dalam hal mengembangkan inovasi yang memanfaatkan alam sekaligus meningkatkan kreativitas dalam menyelesaikan masalah lingkungan. Mural memiliki peran penting sebagai media alternatif dalam menyampaikan informasi dan edukasi, implementasi informasi yang menyenangkan memalui media mural, diharapkan siswa mampu menambah kepekaan dan kesadaran dalam merawat lingkungan. Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian kepada masyarakat mewujudkan pesan kreatif dalam bentuk mural dengan pesan klasifikasi sampah organik, anorganik, dan B3. Dengan demikian, desain mural yang dibuat dapat dengan mudah dipahami, diingat, dan dilakukan oleh setiap siswa maupun warga sekolah.","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121151451","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan meletakkan perhatian yang besar pada pengembangan media pembelajaran. Mereka terus-menerus mengembangkan berbagai macam inovasi media untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam pembelajaran. SMAN 3 Depok sebagai salah satu penyelenggara pendidikan melakukan inovasi tersebut dengan mural sebagai alternatif media pembelajaran. Mural sendiri merupakan sebutan untuk lukisan pada dinding. Pada kesempatan ini, SMAN 3 Depok ingin mengingatkan siswa tentang pentingnya menghemat air. Dengan mural diharapkan proses penyampaian pesan tentang hal tersebut dapat lebih efektif. Untuk itu, perlu diperhatikan elemen-elemen desain yang diaplikasikan pada mural agar mudah dimengerti oleh siswa. Tulisan ini akan berisi tentang proses perancangan mural, mulai dari proses ideasi hingga aplikasi sketsa pada dinding yang ada di area SMAN 3 Depok
{"title":"Optimaslisasi Gerakan Hemat Air Melalui Mural","authors":"Darma Cendekia, Widya Nuriyanti, Nurulfatmi Amzy, Yulianto Hadiprawiro","doi":"10.60012/dc.v1i2.23","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i2.23","url":null,"abstract":"Pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan meletakkan perhatian yang besar pada pengembangan media pembelajaran. Mereka terus-menerus mengembangkan berbagai macam inovasi media untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam pembelajaran. SMAN 3 Depok sebagai salah satu penyelenggara pendidikan melakukan inovasi tersebut dengan mural sebagai alternatif media pembelajaran. Mural sendiri merupakan sebutan untuk lukisan pada dinding. Pada kesempatan ini, SMAN 3 Depok ingin mengingatkan siswa tentang pentingnya menghemat air. Dengan mural diharapkan proses penyampaian pesan tentang hal tersebut dapat lebih efektif. Untuk itu, perlu diperhatikan elemen-elemen desain yang diaplikasikan pada mural agar mudah dimengerti oleh siswa. Tulisan ini akan berisi tentang proses perancangan mural, mulai dari proses ideasi hingga aplikasi sketsa pada dinding yang ada di area SMAN 3 Depok","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130862544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat mengenal beberapa kebutuhan untuk pembelajaran digital. Metode pelaksanaan meliputi observasi, penentuan masalah, dan pelaksanaan sosialisasi. Pembelajaran berbasis digital diawali dengan pengenalan pada alat pencarian/browser. Sangat penting memahami fungsi-fungsi di dalamnya karena dari browser dimulai perjalanan untuk menemukan berbagai informasi. Setelah mengenal alat pencari maka diperlukan akun email untuk melakukan berbagai hal termasuk korespondensi. Warga masyarakat RT.02 RW.010 antusias dengan pengenalan internet (membuka Google Chrome dan membuat akun Gmail di HP. Pengetahuan tersebut bermanfaat untuk membimbing anak-anak belajar di rumah.
{"title":"Sosialisasi Pembelajaran Berbasis Digital pada Masyarakat","authors":"T. Anita, Febrianto Wisnu Nugraha","doi":"10.60012/dc.v1i1.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i1.5","url":null,"abstract":"Tujuan dari kegiatan ini adalah masyarakat mengenal beberapa kebutuhan untuk pembelajaran digital. Metode pelaksanaan meliputi observasi, penentuan masalah, dan pelaksanaan sosialisasi. Pembelajaran berbasis digital diawali dengan pengenalan pada alat pencarian/browser. Sangat penting memahami fungsi-fungsi di dalamnya karena dari browser dimulai perjalanan untuk menemukan berbagai informasi. Setelah mengenal alat pencari maka diperlukan akun email untuk melakukan berbagai hal termasuk korespondensi. Warga masyarakat RT.02 RW.010 antusias dengan pengenalan internet (membuka Google Chrome dan membuat akun Gmail di HP. Pengetahuan tersebut bermanfaat untuk membimbing anak-anak belajar di rumah.","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"110 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124514530","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merancang media yang akan digunakan dalam sosialisasi klasifikasi sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu Survei dan observasi pada mitra untuk mengidentifikasi perilaku warga RT 004/005 Lenteng Agung, merumuskan masalah yang timbul dengan skala prioritas (edukasi tentang klasifikasi sampah), menentukan media yang akan digunakan. Proses perancangan konsep desain. Pencetakan produk PKM. Evaluasi program PKM dilihat dari perubahan sikap warga terhadap klasifikasi sampah. Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah poster dengan konten klasifikasi sampah. Spesifikasi luaran adalah poster dengan ukuran A2 cetak maupun digital dengan menggunakan elemen warna, tipografi, dan bentuk. Warna yang digunakan, yaitu merah, kuning, dan hijau. Tipografi yang digunakan adalah arial black, Calibri bold italic, dan Blue Highway Reguler
{"title":"Sosialisasi Klasifikasi Sampah Berdasarkan Perda DKI Jakarta No. 3 Tahun 2013 Melalui Poster","authors":"Puji Anto, Mohamad Shindy","doi":"10.60012/dc.v1i1.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i1.2","url":null,"abstract":"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merancang media yang akan digunakan dalam sosialisasi klasifikasi sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu Survei dan observasi pada mitra untuk mengidentifikasi perilaku warga RT 004/005 Lenteng Agung, merumuskan masalah yang timbul dengan skala prioritas (edukasi tentang klasifikasi sampah), menentukan media yang akan digunakan. Proses perancangan konsep desain. Pencetakan produk PKM. Evaluasi program PKM dilihat dari perubahan sikap warga terhadap klasifikasi sampah. Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah poster dengan konten klasifikasi sampah. Spesifikasi luaran adalah poster dengan ukuran A2 cetak maupun digital dengan menggunakan elemen warna, tipografi, dan bentuk. Warna yang digunakan, yaitu merah, kuning, dan hijau. Tipografi yang digunakan adalah arial black, Calibri bold italic, dan Blue Highway Reguler","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125879463","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan tentang pendidikan karakter pada masyarakat. Pendidikan karakter sejak dini sangat diperlukan untuk ditanamkan kepada para generasi penerus bangsa ini agar menjadi manusia yang berbudi luhur memiliki kepribadian yang unggul. Terutama pada keadaan yang sulit seperti ini, Covid-19 belum juga berlalu dari bumi Indonesia tercinta ini dan banyak hal yang terdampak, termasuk pada karakter anak. Dengan keadaan seperti ini tentu sebagai orang tua harus tetap mendidik anak-anak mereka karakter yang kuat, khususnya kemandirian, kerja keras, dan gemar membaca. Tim hanya memberikan penyuluhan 3 karakter dari 18 karakter. Hal ini perlahan akan menjadi program kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya. Kemandirian sangat penting bagi anak-anak agar tidak selalu bergantung kepada orang lain dalam hal ini orang tua. Kerja keras sifat yang harus dikembangkan oleh anak dalam menjalani tugas- tugasnya sebagai anak agar tidak berleha-leha dan menyebabkan rasa malas, serta sifat gemar membaca juga harus dikembangkan agar anak-anak memiliki wawasan yang baik tentang pengetahuan yang ada di dunia ini. Kegiatan penyuluhan ini kami berikan kepada orang tua di lingkungan RT.01/RW.03 Kampung Raden Kaum Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi
{"title":"Penyuluhan Pendidikan Karakter pada Masyarakat untuk Memaksimalkan Pengasuhan secara Informal","authors":"M. Sulhan, Geni Despriani","doi":"10.60012/dc.v1i1.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i1.6","url":null,"abstract":"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan tentang pendidikan karakter pada masyarakat. Pendidikan karakter sejak dini sangat diperlukan untuk ditanamkan kepada para generasi penerus bangsa ini agar menjadi manusia yang berbudi luhur memiliki kepribadian yang unggul. Terutama pada keadaan yang sulit seperti ini, Covid-19 belum juga berlalu dari bumi Indonesia tercinta ini dan banyak hal yang terdampak, termasuk pada karakter anak. Dengan keadaan seperti ini tentu sebagai orang tua harus tetap mendidik anak-anak mereka karakter yang kuat, khususnya kemandirian, kerja keras, dan gemar membaca. Tim hanya memberikan penyuluhan 3 karakter dari 18 karakter. Hal ini perlahan akan menjadi program kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya. Kemandirian sangat penting bagi anak-anak agar tidak selalu bergantung kepada orang lain dalam hal ini orang tua. Kerja keras sifat yang harus dikembangkan oleh anak dalam menjalani tugas- tugasnya sebagai anak agar tidak berleha-leha dan menyebabkan rasa malas, serta sifat gemar membaca juga harus dikembangkan agar anak-anak memiliki wawasan yang baik tentang pengetahuan yang ada di dunia ini. Kegiatan penyuluhan ini kami berikan kepada orang tua di lingkungan RT.01/RW.03 Kampung Raden Kaum Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122336352","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Darma Cendekia, T. Akbar, M. S. Andrijanto, M. Sjafei, Andrijanto Poster, Tiga Bahasa, Meningkatkan Motivasi, Belajar-Mengajar Bagi
Tujuan kegiatan abdimas adalah membuat poster menggunakan 3 bahasa untuk sarana memotivasi proses belajar-mengajar bagi guru. Metode pelaksanaan melalui beberapa kegiatan, di antaranya survei dan observasi, menentukan konten poster, pembuatan poster, dan penempatan media. Hasil dari kegiatan abdimas adalah 3 poster yang didesain dengan menggunakan 2 software desain yang berbeda fungsi, pertama adalah software Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop. Software adobe ilustrator digunakan untuk membuat desain penunjang, yang berbasis vektor, sedangkan adobe photoshop digunakan untuk mengatur tata letak ilustrasi dan tipografi yang diterapkan pada desain poster tersebut. Bahasa yang dipakai dalam poster adalah dilihat dari kepragmatisan sebuah bahasa. Bahasa poster lebih mengutamakan fungsi daripada struktur gramatikalnya. Hal itu sesuai dengan prinsip bahasa dalam poster adalah singkat, padat, jelas, dan mudah diingat. Hasil poster adalah kertas dengan ukuran A3 (30x40cm) dan (40x60cm). Menggunakan ilustrasi yang menggambarkan betapa pentingnya memahami ayat-ayat dalam Al-Quran ditunjukkan dengan memunculkan ilustrasi bulan sabit. Bulan sabit, dalam agama Islam dimaknai penghargaan dengan waktu. Warna hijau daun pisang, dipilih sesuai filosofi warna yang memvisualkan warna kehidupan, keteduhan, yang disesuaikan dengan konsep yang diusung pada poster edukasi tiga bahasa yang membahas tentang anjuran kebaikan dalam bersosialisasi pada keseharian di lingkungan sekolah bagi para santri SDIT Nurul Yaqien
{"title":"Poster Tiga Bahasa untuk Meningkatkan Motivasi Belajar-Mengajar","authors":"Darma Cendekia, T. Akbar, M. S. Andrijanto, M. Sjafei, Andrijanto Poster, Tiga Bahasa, Meningkatkan Motivasi, Belajar-Mengajar Bagi","doi":"10.60012/dc.v1i1.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i1.4","url":null,"abstract":"Tujuan kegiatan abdimas adalah membuat poster menggunakan 3 bahasa untuk sarana memotivasi proses belajar-mengajar bagi guru. Metode pelaksanaan melalui beberapa kegiatan, di antaranya survei dan observasi, menentukan konten poster, pembuatan poster, dan penempatan media. Hasil dari kegiatan abdimas adalah 3 poster yang didesain dengan menggunakan 2 software desain yang berbeda fungsi, pertama adalah software Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop. Software adobe ilustrator digunakan untuk membuat desain penunjang, yang berbasis vektor, sedangkan adobe photoshop digunakan untuk mengatur tata letak ilustrasi dan tipografi yang diterapkan pada desain poster tersebut. Bahasa yang dipakai dalam poster adalah dilihat dari kepragmatisan sebuah bahasa. Bahasa poster lebih mengutamakan fungsi daripada struktur gramatikalnya. Hal itu sesuai dengan prinsip bahasa dalam poster adalah singkat, padat, jelas, dan mudah diingat. Hasil poster adalah kertas dengan ukuran A3 (30x40cm) dan (40x60cm). Menggunakan ilustrasi yang menggambarkan betapa pentingnya memahami ayat-ayat dalam Al-Quran ditunjukkan dengan memunculkan ilustrasi bulan sabit. Bulan sabit, dalam agama Islam dimaknai penghargaan dengan waktu. Warna hijau daun pisang, dipilih sesuai filosofi warna yang memvisualkan warna kehidupan, keteduhan, yang disesuaikan dengan konsep yang diusung pada poster edukasi tiga bahasa yang membahas tentang anjuran kebaikan dalam bersosialisasi pada keseharian di lingkungan sekolah bagi para santri SDIT Nurul Yaqien","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129191722","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
SMAN 1 Serang Baru terletak di kompleks perumahan Kota Serang Baru Blok E, Kelurahan Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada dasarnya menyampaikan pesan dalam suatu kegiatan tidak selalu tersurat, tetapi bisa juga tersirat. Pendekatan yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah menyampaikan pesan secara tersirat. Dalam satu kesatuan kegiatan “AKSARA” diperlukan sebuah tempat untuk berfoto. Pertimbangannya adalah kebutuhan masyarakat dalam media sosial. Tidak bisa dipungkiri saat ini setiap aktivitas selalu didokumentasikan lalu diunggah di media sosial. Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk menyediakan photo booth. Konsep photo booth mempunyai pesan semangat untuk maju atau terbang yang tinggi dalam menggapai cita-cita atau kehendak yang mulia. Sudah menjadi suatu keniscayaan bahwasanya Lembaga Pendidikan harus mampu memotivasi masyarakat untuk selalu memberikan yang terbaik. Konsep photo booth dilambangkan dengan sayap dan warna emas. Sayap bermakna sanggup terbang untuk menggapai sesuatu. Warna emas bermakna sesuatu yang baik dan berharga. Jadi, pesan secara keseluruhan adalah masyarakat atau peserta didik harus mampu terbang atau mengejar yang menjadi kehendaknya dalam hal kebaikan atau sesuatu yang positif
{"title":"Desain Photo Booth sebagai Media Penanaman Nilai Kerja Keras untuk Mengejar Cita-Cita","authors":"Yayah Rukiah, Syaifullah Anwar","doi":"10.60012/dc.v1i1.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.60012/dc.v1i1.3","url":null,"abstract":"SMAN 1 Serang Baru terletak di kompleks perumahan Kota Serang Baru Blok E, Kelurahan Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pada dasarnya menyampaikan pesan dalam suatu kegiatan tidak selalu tersurat, tetapi bisa juga tersirat. Pendekatan yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah menyampaikan pesan secara tersirat. Dalam satu kesatuan kegiatan “AKSARA” diperlukan sebuah tempat untuk berfoto. Pertimbangannya adalah kebutuhan masyarakat dalam media sosial. Tidak bisa dipungkiri saat ini setiap aktivitas selalu didokumentasikan lalu diunggah di media sosial. Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk menyediakan photo booth. Konsep photo booth mempunyai pesan semangat untuk maju atau terbang yang tinggi dalam menggapai cita-cita atau kehendak yang mulia. Sudah menjadi suatu keniscayaan bahwasanya Lembaga Pendidikan harus mampu memotivasi masyarakat untuk selalu memberikan yang terbaik. Konsep photo booth dilambangkan dengan sayap dan warna emas. Sayap bermakna sanggup terbang untuk menggapai sesuatu. Warna emas bermakna sesuatu yang baik dan berharga. Jadi, pesan secara keseluruhan adalah masyarakat atau peserta didik harus mampu terbang atau mengejar yang menjadi kehendaknya dalam hal kebaikan atau sesuatu yang positif","PeriodicalId":272823,"journal":{"name":"Darma Cendekia","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127555744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}