Dalam melaksanakan tugas teritorial prajurit TNI-AD tidak hanya di tugaskan di daerah yang medan nya dapat di jangkau oleh kendaraan pada umumnya dijalan raya, seperti halnya di daerah pedalaman yang akses jalan aspalnya masih terbatas dan jalan lintas tersebut rusak berlumpur. Tugas-tugas prajurit TNI-AD teritorial di pedalaman ini diperlukan solusi untuk mempermudah pergerakan atau mobilitas prajurit dalam melaksanakan tugasnya dalam memenuhi kebutuhan dan keamanan dalam lingkungan teritorial. Maka dari itu adapun tujuan penulisan jurnal yang berjudul “Rancang Bangun Chassis Amphibious Motorcycle” yaitu agar prajurit efisien dalam melaksanakan tugasnya, oleh karena itu di perlukannya sebuah kendaraan yang mampu menempuh medan makadam (rusak) yang dimana di lewati kendaraan pada umumnya. Dari hasil perhitungan dan pembahasan pada chassis ini, dapat disimpulkan bahwa chassis ini memenuhi syarat dalam perancangannya yang berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan. Adapun hasil perhitungan yang telah disimpulkan yaitu beban total yang di terima chassis adalah 1,765,8 N, dihadapkannya dengan beban dari komponen motor sehingga memiliki momen lentur chassis 353,160 Nmm, tegangan lentur chassis yaitu 177,68 N/mm2 dan bending pada chassis yaitu 0,636634 mm, pada alat yang digunakan ini menggunakan jenis bahan besi hollow 40 mm x 40 mm x 20 mm (baja karbon S40C) Hasil yang tepat akan memberikan keamanan dan kekokohan dalam menahan beban pada chassis yang diciptakan. Sehingga pada perancangan motor ini, bahan chassis yang dirancang bisa memenuhi kebutuhan dalam motor karena merupakan salah satu strukutur utama pada suatu rangkaiannya. Dalam penulisan ini kami selaku tim menggunakan metode penulisan dengan metode jenis kuantitatif dan kolaboratif.
{"title":"Rancang Bangun Chassis Amphibious Motorcycle","authors":"Muhammad Hasmi, Ardiyanto Darmanto, Rizal Hasbi","doi":"10.54317/oto.v2imei.156","DOIUrl":"https://doi.org/10.54317/oto.v2imei.156","url":null,"abstract":"Dalam melaksanakan tugas teritorial prajurit TNI-AD tidak hanya di tugaskan di daerah yang medan nya dapat di jangkau oleh kendaraan pada umumnya dijalan raya, seperti halnya di daerah pedalaman yang akses jalan aspalnya masih terbatas dan jalan lintas tersebut rusak berlumpur. Tugas-tugas prajurit TNI-AD teritorial di pedalaman ini diperlukan solusi untuk mempermudah pergerakan atau mobilitas prajurit dalam melaksanakan tugasnya dalam memenuhi kebutuhan dan keamanan dalam lingkungan teritorial. Maka dari itu adapun tujuan penulisan jurnal yang berjudul “Rancang Bangun Chassis Amphibious Motorcycle” yaitu agar prajurit efisien dalam melaksanakan tugasnya, oleh karena itu di perlukannya sebuah kendaraan yang mampu menempuh medan makadam (rusak) yang dimana di lewati kendaraan pada umumnya. Dari hasil perhitungan dan pembahasan pada chassis ini, dapat disimpulkan bahwa chassis ini memenuhi syarat dalam perancangannya yang berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan. Adapun hasil perhitungan yang telah disimpulkan yaitu beban total yang di terima chassis adalah 1,765,8 N, dihadapkannya dengan beban dari komponen motor sehingga memiliki momen lentur chassis 353,160 Nmm, tegangan lentur chassis yaitu 177,68 N/mm2 dan bending pada chassis yaitu 0,636634 mm, pada alat yang digunakan ini menggunakan jenis bahan besi hollow 40 mm x 40 mm x 20 mm (baja karbon S40C) Hasil yang tepat akan memberikan keamanan dan kekokohan dalam menahan beban pada chassis yang diciptakan. Sehingga pada perancangan motor ini, bahan chassis yang dirancang bisa memenuhi kebutuhan dalam motor karena merupakan salah satu strukutur utama pada suatu rangkaiannya. Dalam penulisan ini kami selaku tim menggunakan metode penulisan dengan metode jenis kuantitatif dan kolaboratif.","PeriodicalId":285927,"journal":{"name":"Jurnal Otoranpur","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121421284","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sistem keamanan pada kotak munisi pada zaman sekarang masih menggunkan kunci biasa yang dapat diakses oleh semua orang, dan dari kunci biasa yang mampu diakses oleh banyak orang akan menimbulkan masalah yang sangat serius bagi satuan TNI AD. Pada akhir-akhir ini sering terjadi penjual beli munisi secara illegal yang dilakukan oleh oknum personil TNI – POLRI ke kelompok KKB dan teroris sehingga menimbulkan terjadinya korban baik dari TNI-POLRI dan masyarakat sipil. Dihadapkan dengan adanya penyelewengan tanggung jawab maka perlu adanya sebuah sistem keamanan pada kotak munisi kaliber 5,56 mm dengan menggunakan sensor fingerprint. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dan analisa, dengan hasil pada saat pengujian ID yang ditempelkan pada modul sidik jari harus sesuai dengan program agar kotak munisi dapat terbuka dan kecepatan yang didapat untuk adalah untuk membuka 1,05 detik dan untuk menutup 1 detik.
{"title":"KONSEPSI SISTEM KEAMANAN KOTAK MUNISI KALIBER 5,56 MM MENGGUNAKAN SENSOR FINGERPRINT","authors":"Lulus Totok Rochbiyanto1, Ardiyanto Darmanto, Dedi Nurdiansyah","doi":"10.54317/oto.v2imei.153","DOIUrl":"https://doi.org/10.54317/oto.v2imei.153","url":null,"abstract":"Sistem keamanan pada kotak munisi pada zaman sekarang masih menggunkan kunci biasa yang dapat diakses oleh semua orang, dan dari kunci biasa yang mampu diakses oleh banyak orang akan menimbulkan masalah yang sangat serius bagi satuan TNI AD. Pada akhir-akhir ini sering terjadi penjual beli munisi secara illegal yang dilakukan oleh oknum personil TNI – POLRI ke kelompok KKB dan teroris sehingga menimbulkan terjadinya korban baik dari TNI-POLRI dan masyarakat sipil. Dihadapkan dengan adanya penyelewengan tanggung jawab maka perlu adanya sebuah sistem keamanan pada kotak munisi kaliber 5,56 mm dengan menggunakan sensor fingerprint. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dan analisa, dengan hasil pada saat pengujian ID yang ditempelkan pada modul sidik jari harus sesuai dengan program agar kotak munisi dapat terbuka dan kecepatan yang didapat untuk adalah untuk membuka 1,05 detik dan untuk menutup 1 detik.","PeriodicalId":285927,"journal":{"name":"Jurnal Otoranpur","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121566413","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-10-25DOI: 10.54317/oto.v2ioktober.169
Nur Maryanto, Fajar Apit, Ismanto Setyabudi
The Army has a combat vehicle Panser ANOA 6x6 which is produced by PT. Pindad. The Panzer model combat vehicle has a number of 6 large wheels with a diameter of 1300 mm and a weight of 250 Kg on each wheel. A large number of vehicles are not supported by 'Special tool' or equipment that has a function to facilitate heavy work that has a high risk of work accidents. Therefore, a Panser wheel release and installer are made with a Roller buttress as a lift pad and the Panser wheel player is quite operated by one personnel. The method used in this study is an experimental method to find out the results of analysis on roller and wheel installer Panser ANOA 6x6. The loading received at roller construction is 1226.25 N, the bending pressure of the shaft is 546.18 N/mm2, the bending moment of the shaft is 429.19 Nm, the shaft mass is 1.7 Kg. The Roller tube flexing pressure is 879.05 N/mm2, the bending moment is 416.93 Nm and the Roller tube mass is 2.84 Kg. Welding Pressure Roller is 0.325 N/mm2. Faced with the modulus value of ST40 steel elasticity, roller construction is very capable of receiving panzer Anoa 6x6 wheel load. Keywords: Construction, Roller, Pressure, Moment
{"title":"The DESIGN OF ROLLER ON WHEELS REMOVAL AND INSTALLER AIDS ON ANOA PANSER COMBAT VEHICLE","authors":"Nur Maryanto, Fajar Apit, Ismanto Setyabudi","doi":"10.54317/oto.v2ioktober.169","DOIUrl":"https://doi.org/10.54317/oto.v2ioktober.169","url":null,"abstract":"The Army has a combat vehicle Panser ANOA 6x6 which is produced by PT. Pindad. The Panzer model combat vehicle has a number of 6 large wheels with a diameter of 1300 mm and a weight of 250 Kg on each wheel. A large number of vehicles are not supported by 'Special tool' or equipment that has a function to facilitate heavy work that has a high risk of work accidents. Therefore, a Panser wheel release and installer are made with a Roller buttress as a lift pad and the Panser wheel player is quite operated by one personnel. The method used in this study is an experimental method to find out the results of analysis on roller and wheel installer Panser ANOA 6x6. The loading received at roller construction is 1226.25 N, the bending pressure of the shaft is 546.18 N/mm2, the bending moment of the shaft is 429.19 Nm, the shaft mass is 1.7 Kg. The Roller tube flexing pressure is 879.05 N/mm2, the bending moment is 416.93 Nm and the Roller tube mass is 2.84 Kg. Welding Pressure Roller is 0.325 N/mm2. Faced with the modulus value of ST40 steel elasticity, roller construction is very capable of receiving panzer Anoa 6x6 wheel load. \u0000 \u0000 Keywords: Construction, Roller, Pressure, Moment","PeriodicalId":285927,"journal":{"name":"Jurnal Otoranpur","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133085548","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}