Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44902
Widya Noventari
Pendidan memiliki tujuan pembentukan watak dan karakter bangsa. Pembentukan watak dan karakter bangsa diperloleh dari pengembangan asek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dengan pandangan hiduap suatu bangsa. Ki Hajar Dewantara sebagai tooh pendidikan di Indonesia melahirkan konsep pendidian yang disebut dengan istilah sistem among. Sistem among memiliki dua prinsip utama yakni menghargai kodrat alamiah anak dan dasar kemerdekaan serta berasaskan kekeluargaan untuk menyokong tumbuh kembang anak lahir dan batin tanpa perintah dan paksaan namun dengan tuntunan. Dua prinsip sistem among inilah yang kemudian melahirkan suatu konsepsi merdeka belajar. Konsepsi merdeka belajar dalam sistem among ini memberikan anak didik kemerdekaan sebanyak mungkin, meskipun demikian tetap harus diingat bahwa anak tidak dibenarkan apabila menggunakan itu sebebas mungkin dan melakukan segala sesuai sesuai kehendaknya dan seuka hatinya. Kata kunci: merdeka belajar, sistem among, Ki Hajar Dewantara.
{"title":"Konsepsi Merdeka Belajar Dalam Sistem Among Menurut Pandangan Ki Hajar Dewantara","authors":"Widya Noventari","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44902","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44902","url":null,"abstract":"Pendidan memiliki tujuan pembentukan watak dan karakter bangsa. Pembentukan watak dan karakter bangsa diperloleh dari pengembangan asek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dengan pandangan hiduap suatu bangsa. Ki Hajar Dewantara sebagai tooh pendidikan di Indonesia melahirkan konsep pendidian yang disebut dengan istilah sistem among. Sistem among memiliki dua prinsip utama yakni menghargai kodrat alamiah anak dan dasar kemerdekaan serta berasaskan kekeluargaan untuk menyokong tumbuh kembang anak lahir dan batin tanpa perintah dan paksaan namun dengan tuntunan. Dua prinsip sistem among inilah yang kemudian melahirkan suatu konsepsi merdeka belajar. Konsepsi merdeka belajar dalam sistem among ini memberikan anak didik kemerdekaan sebanyak mungkin, meskipun demikian tetap harus diingat bahwa anak tidak dibenarkan apabila menggunakan itu sebebas mungkin dan melakukan segala sesuai sesuai kehendaknya dan seuka hatinya. Kata kunci: merdeka belajar, sistem among, Ki Hajar Dewantara.","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115067830","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44897
A. Armawi
Informasi sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi warga negara, namun fenomenanya ialah tidak semua informasi yang beredar di masyarakat ialah fakta, bisa jadi baru opini, atau bahkan suatu informasi yang tidak benar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif dan negatif di masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dan termasuk jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital di HMP Demokratia PPKn FKIP UNS, Surakarta dilakukan dengan kegiatan peningkatan literasi mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti seminar, FGD, dan kelas kebangsaan. Adapun proses mereduksi informasi hoax dilakukan dengan cara cross check information, dan pendidikan karakter yang dilakukan melalui diskusi publik dengan dewan dosen. Literasi warga negara dalam hal berkewarganegaraan umumnya di dunia nyata, khususnya di dunia maya, sangat perlu diperhatikan. Salah satu cara membangun literasi kewarganegaraan tersebut melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila baik dalam kehidupan nyata maupun kehidupan maya yang pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warganegara. Kemampuan literasi teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan masyarakat dalam rangka menghadapi kemajuan era digital saat ini. Dengan literasi saja tidak cukup, untuk itu negara perlu memperkuat dengan nilai-nilai yang sudah dibangun sejak lama yaitu nilai-nilai Pancasila. Negara perlu memastikan bahwa nilai-nilai tersebut dipraktikkan untuk mencegah hal-hal yang dapat merugikan masyarakat pada umumnya.Kata kunci: Reduksi, Informasi Hoax, Pendidikan Karakter Pancasila.
{"title":"Reduksi Informasi Hoax di Era Digital Melalui Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila","authors":"A. Armawi","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44897","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44897","url":null,"abstract":"Informasi sudah menjadi suatu kebutuhan utama bagi warga negara, namun fenomenanya ialah tidak semua informasi yang beredar di masyarakat ialah fakta, bisa jadi baru opini, atau bahkan suatu informasi yang tidak benar. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif dan negatif di masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dan termasuk jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis Pancasila di era digital di HMP Demokratia PPKn FKIP UNS, Surakarta dilakukan dengan kegiatan peningkatan literasi mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti seminar, FGD, dan kelas kebangsaan. Adapun proses mereduksi informasi hoax dilakukan dengan cara cross check information, dan pendidikan karakter yang dilakukan melalui diskusi publik dengan dewan dosen. Literasi warga negara dalam hal berkewarganegaraan umumnya di dunia nyata, khususnya di dunia maya, sangat perlu diperhatikan. Salah satu cara membangun literasi kewarganegaraan tersebut melakukan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila baik dalam kehidupan nyata maupun kehidupan maya yang pada saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan warganegara. Kemampuan literasi teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan masyarakat dalam rangka menghadapi kemajuan era digital saat ini. Dengan literasi saja tidak cukup, untuk itu negara perlu memperkuat dengan nilai-nilai yang sudah dibangun sejak lama yaitu nilai-nilai Pancasila. Negara perlu memastikan bahwa nilai-nilai tersebut dipraktikkan untuk mencegah hal-hal yang dapat merugikan masyarakat pada umumnya.Kata kunci: Reduksi, Informasi Hoax, Pendidikan Karakter Pancasila.","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125195807","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44901
R. Raharjo
Di Indonesia, perkembangan kurikulum dari masa ke masa terjadi begitu dinamis. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana perkembangan kurikulum PPKn di Indonesia dari mulai rentjana pelajaran 1947 sampai dengan yang terbaru mengenai kurikulum merdeka belajar 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research. Adapun hasil penelitian memaparkan bahwa di Indonesia terjadi perkembangan kurikulum yang sangat dinamis dari mulai awal merdeka diawali dengan kurikulum rentjana pelajaran 1947, kurikulum rentjana pelajaran terurai 1952, kurikulum rentjana pendidikan 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999, kurikulum 2004, kurikulum 2006, kurikulum 2013, dan yang terakhir sampai dengan saat ini ialah terkait dengan kurikulum merdeka belajar 2020. Bagi PPKn, secara normatif terjadi perkembangan yang cukup dinamis dalam nomenklatur, dalam perkembangan kurikulum sebelum nomenklatur yang terbaru saat ini PPKn, sebelumnya dikenal dengan berbagai nomenklatur seperti Civics, Pendidikan Kewargaan Negara, Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pendidikan Kewarganegaraan, dan kemudian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Kata kunci: kurikulum, PPKn, merdeka belajar
{"title":"Analisis Perkembangan Kurikulum PPKn: Dari Rentjana Pelajaran 1947 sampai dengan Merdeka Belajar 2020","authors":"R. Raharjo","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44901","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44901","url":null,"abstract":"Di Indonesia, perkembangan kurikulum dari masa ke masa terjadi begitu dinamis. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana perkembangan kurikulum PPKn di Indonesia dari mulai rentjana pelajaran 1947 sampai dengan yang terbaru mengenai kurikulum merdeka belajar 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu library research. Adapun hasil penelitian memaparkan bahwa di Indonesia terjadi perkembangan kurikulum yang sangat dinamis dari mulai awal merdeka diawali dengan kurikulum rentjana pelajaran 1947, kurikulum rentjana pelajaran terurai 1952, kurikulum rentjana pendidikan 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999, kurikulum 2004, kurikulum 2006, kurikulum 2013, dan yang terakhir sampai dengan saat ini ialah terkait dengan kurikulum merdeka belajar 2020. Bagi PPKn, secara normatif terjadi perkembangan yang cukup dinamis dalam nomenklatur, dalam perkembangan kurikulum sebelum nomenklatur yang terbaru saat ini PPKn, sebelumnya dikenal dengan berbagai nomenklatur seperti Civics, Pendidikan Kewargaan Negara, Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Pendidikan Kewarganegaraan, dan kemudian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Kata kunci: kurikulum, PPKn, merdeka belajar","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"91 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133562222","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44900
Anis Suryaningsih
Pandemi COVID-19 membuat berbagai sektor dalam negeri mengalami kesulitan. Satu permasalahan nyata yaitu maraknya hoax seputar kasus-kasus COVID-19 yang meresahkan warga masyarakat. Maraknya hoax yang menyebar luas membuat masyarakat luas mengalami panik dan cemas berlebihan, yang berujung pada permasalahan menurunnya tingkat kesehatan dan meningkatnya tingkat kriminal. Bertolak dari permasalahan tersebut dipandang perlu meningkatkan civic literacy bagi warga agar berwawasan Pancasila dalam menyikapi kasus hoax yang semakin banyak merebak. Civic literacy atau ‘melek kewarganegaran’ merupakan pengetahuan dan kemampuan untuk berpatisipasi secara efektif dalam hidup berkewarganegaraan seperti mengetahui bagaimana untuk tetap selalu update dalam menerima informasi, memahami pemerintahan serta mengetahui bagaimana menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat baik pada tingkat lokal, provinsi, nasional dan bahkan global. Civic literacy bagi warga Negara Indonesia yaitu paham dan sadar bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Warga yang paham dan mampu mengamalkan sila-sila dalam Pancasila membuat mereka bersikap lebih mawas diri dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Kata Kunci: civic literacy, Pancasila, COVID-19
{"title":"Strategi Penguatan Civic Literasi dalam Upaya Penanggulangan Hoax pada Masa Pendemi Covid-19","authors":"Anis Suryaningsih","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44900","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44900","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 membuat berbagai sektor dalam negeri mengalami kesulitan. Satu permasalahan nyata yaitu maraknya hoax seputar kasus-kasus COVID-19 yang meresahkan warga masyarakat. Maraknya hoax yang menyebar luas membuat masyarakat luas mengalami panik dan cemas berlebihan, yang berujung pada permasalahan menurunnya tingkat kesehatan dan meningkatnya tingkat kriminal. Bertolak dari permasalahan tersebut dipandang perlu meningkatkan civic literacy bagi warga agar berwawasan Pancasila dalam menyikapi kasus hoax yang semakin banyak merebak. Civic literacy atau ‘melek kewarganegaran’ merupakan pengetahuan dan kemampuan untuk berpatisipasi secara efektif dalam hidup berkewarganegaraan seperti mengetahui bagaimana untuk tetap selalu update dalam menerima informasi, memahami pemerintahan serta mengetahui bagaimana menggunakan hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat baik pada tingkat lokal, provinsi, nasional dan bahkan global. Civic literacy bagi warga Negara Indonesia yaitu paham dan sadar bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Warga yang paham dan mampu mengamalkan sila-sila dalam Pancasila membuat mereka bersikap lebih mawas diri dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Kata Kunci: civic literacy, Pancasila, COVID-19","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129493257","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44899
Erna Gesti Fadrusiana
Komunitas Jaga Sesama adalah salah satu komunitas agama di Surakarta yang memiliki visi misi untuk menciptakan wadah bagi pemuda yang kesulitan mencari guru ngaji untuk dapat belajar agama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran komunitas Jaga Sesama melalui kegiatan-kegiatannya terhadap penguatan sikap toleransi sehingga dapat mewujudkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan enam subjek penelitian yaitu anggota komunitas Jaga Sesama. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Jaga Sesama melalui kegiatan Jaga Sesama (Belajar Mengaji Setiap Selasa Malam) dan Mbois (Membahas Obrolan Islami) memiliki peran terhadap penguatan sikap toleransi pemuda yang dibuktikan dari sikap mau menerima perbedaan latar belakang anggota, membantu anggota dalam belajar membaca al qur’an serta sholat, mau menerima perbedaan pendapat maupun perbedaan keyakinan dengan orang lain sehingga dapat mewujudkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Kata kunci: peran, komunitas, sikap, toleransi, Ketuhanan Yang Maha Esa
{"title":"Peran Komunitas Jaga Sesama Terhadap Penguatan Sikap Toleransi Sebagai Perwujudan Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa","authors":"Erna Gesti Fadrusiana","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44899","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44899","url":null,"abstract":"Komunitas Jaga Sesama adalah salah satu komunitas agama di Surakarta yang memiliki visi misi untuk menciptakan wadah bagi pemuda yang kesulitan mencari guru ngaji untuk dapat belajar agama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran komunitas Jaga Sesama melalui kegiatan-kegiatannya terhadap penguatan sikap toleransi sehingga dapat mewujudkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan enam subjek penelitian yaitu anggota komunitas Jaga Sesama. Pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Jaga Sesama melalui kegiatan Jaga Sesama (Belajar Mengaji Setiap Selasa Malam) dan Mbois (Membahas Obrolan Islami) memiliki peran terhadap penguatan sikap toleransi pemuda yang dibuktikan dari sikap mau menerima perbedaan latar belakang anggota, membantu anggota dalam belajar membaca al qur’an serta sholat, mau menerima perbedaan pendapat maupun perbedaan keyakinan dengan orang lain sehingga dapat mewujudkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Kata kunci: peran, komunitas, sikap, toleransi, Ketuhanan Yang Maha Esa","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"87 1 Suppl 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128458805","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44898
Dikdik Baehaqi Arif
Secara tegas, di antara tujuan awal penyelenggaraan pendidikan nasional selain membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah membentuk manusia berakhlak mulia. Dalam konteks demikian, pendidikan kebangsaan yang dititipkan melalui pembelajaran PPKn dapat diselenggarakan dengan bersandar pada nilai-nilai budi/akhlak/ kebajikan utama warga negara. Hal itu sebagai ikhtiar untuk menjaga dan merawat rajutan kebangsaan Indonesia yang bersatu di atas dasar falsafah Pancasila dan dasar konstitusional UUD 1945. Menjadikan adab sebagai basis penguatan wawasan kebangsaan memerlukan komitmen dari seluruh komunitas akademik PPKn. Diperlukan kajian-kajian akademis pedagogis untuk praxis penyelenggaraan pendidikan kebangsaan yang berkemajuan agar misi pendidikan kebangsaan melalui PPKn menjadi bidang kajian yang kuat dan berkontribusi besar bagi penguatan akhlak utama warga negara demi terwujudnya cita-cita dan tujuan Indonesia berkemajuan. Kata kunci: pendidikan kebangsaan, PPKn, Indonesia berkemajuan, adab, akhlak, ta’dib, tarbiyah, ta’lim
{"title":"Reorientasi Pendidikan Kebangsaan Berbasis Adab: Konsep dan Problematiknya","authors":"Dikdik Baehaqi Arif","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44898","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44898","url":null,"abstract":"Secara tegas, di antara tujuan awal penyelenggaraan pendidikan nasional selain membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah membentuk manusia berakhlak mulia. Dalam konteks demikian, pendidikan kebangsaan yang dititipkan melalui pembelajaran PPKn dapat diselenggarakan dengan bersandar pada nilai-nilai budi/akhlak/ kebajikan utama warga negara. Hal itu sebagai ikhtiar untuk menjaga dan merawat rajutan kebangsaan Indonesia yang bersatu di atas dasar falsafah Pancasila dan dasar konstitusional UUD 1945. Menjadikan adab sebagai basis penguatan wawasan kebangsaan memerlukan komitmen dari seluruh komunitas akademik PPKn. Diperlukan kajian-kajian akademis pedagogis untuk praxis penyelenggaraan pendidikan kebangsaan yang berkemajuan agar misi pendidikan kebangsaan melalui PPKn menjadi bidang kajian yang kuat dan berkontribusi besar bagi penguatan akhlak utama warga negara demi terwujudnya cita-cita dan tujuan Indonesia berkemajuan. Kata kunci: pendidikan kebangsaan, PPKn, Indonesia berkemajuan, adab, akhlak, ta’dib, tarbiyah, ta’lim ","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132502098","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-06-01DOI: 10.20961/PKNP.V15I1.44903
Dewi Gunawati
Tulisan ini beranjak dari pencermatan destruksi lingkungan yang berbentuk kekeringan, banjir, penurunan muka air tanah yang terus mengalami peningkatan, kualitas penurunan air tanah, kebutuhan air yang meningkat, kebakaran hutan yang terus berlangsung. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan seluruh makluk hidup. Krisis air memaksa manusia untuk meredefinisi ulang implementasi konsep keadilan antar generasi dalam pemanfaatan sumber daya alam. Krisis air memaksa munculnya sebuah gerakan masyarakat secara ” pentahelijk” untuk menemukan alternatif sumber air bagi kebutuhan hidup. Gerakan itu disebut dengan Gerakan Memanen Hujan yang sudah eksis dan berkembang diberbagai daerah di Indonesia. Tujuan tulisan : Membangun sense of belonging masyarakat melalui pemanenan air hujan dalam telaah ecologi citizenship. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelusuran data kepustakaan , yang didukung dengan dokumentasi, wawancara dan observasi. Sumber data adalah Pendiri dan pengurus Komunitas Pemanenan Air Hujan ”Banyu Bening” di Sleman. Pembahasan : Gerakan memanen air hujan merupakan kegiatan untuk menampung air hujan, memanfaatakan secara maksimal,meresapkan kedalam tanah dan mengalirkannya kembali. Kegiatan ini merupakan salah satu alternatif dalam mitigasi lingkungan, dalam telaah Ecological Citizenship diistilahkan dengan “memikirkan kewarganegaraan dengan cara-cara agak baru” yang dikaitkan dengan hak dan kewajiban warga negara dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat. Kata kunci: rekonstruksi, air hujan, ecologi.
本文从pencermatan destruksi干旱、洪水的环境,减少地下水的脸继续增长,地下水质量下降,水的需求增加,持续的森林火灾。水是所有生物赖以生存的自然资源之一。实施水资源危机迫使人类重新meredefinisi概念中两代人之间公平利用自然资源。水资源危机迫使pentahelijk”出现一场社会运动为生活必需品找到替代水源。这叫做运动运动收获的雨已经存在和发展了印尼地区。写作目的:建立了sense of belonging通过社会学习中收获雨水ecologi citizenship。所使用的数据收集方法是通过文件、采访和观察支持的数据跟踪。数据来源是斯莱曼“透明班尤”雨水收集社区的创始人和管理人员。讨论:雨水收获运动是为了收集雨水,memanfaatakan活动最多,meresapkan进土地,它直接回去。这种活动是环境减轻的替代方案之一,在生态公民协会的例子中,它被称为“以一种全新的方式看待公民身份”,这种公民在实现清洁和健康环境方面的权利和义务。关键词:重建,雨水,生态系统。
{"title":"Membangun Sense Of Belonging Masyarakat Melalui Pemanenan Air Hujan Dalam Telaah Ecology Citizenship","authors":"Dewi Gunawati","doi":"10.20961/PKNP.V15I1.44903","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/PKNP.V15I1.44903","url":null,"abstract":"Tulisan ini beranjak dari pencermatan destruksi lingkungan yang berbentuk kekeringan, banjir, penurunan muka air tanah yang terus mengalami peningkatan, kualitas penurunan air tanah, kebutuhan air yang meningkat, kebakaran hutan yang terus berlangsung. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat dibutuhkan seluruh makluk hidup. Krisis air memaksa manusia untuk meredefinisi ulang implementasi konsep keadilan antar generasi dalam pemanfaatan sumber daya alam. Krisis air memaksa munculnya sebuah gerakan masyarakat secara ” pentahelijk” untuk menemukan alternatif sumber air bagi kebutuhan hidup. Gerakan itu disebut dengan Gerakan Memanen Hujan yang sudah eksis dan berkembang diberbagai daerah di Indonesia. Tujuan tulisan : Membangun sense of belonging masyarakat melalui pemanenan air hujan dalam telaah ecologi citizenship. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelusuran data kepustakaan , yang didukung dengan dokumentasi, wawancara dan observasi. Sumber data adalah Pendiri dan pengurus Komunitas Pemanenan Air Hujan ”Banyu Bening” di Sleman. Pembahasan : Gerakan memanen air hujan merupakan kegiatan untuk menampung air hujan, memanfaatakan secara maksimal,meresapkan kedalam tanah dan mengalirkannya kembali. Kegiatan ini merupakan salah satu alternatif dalam mitigasi lingkungan, dalam telaah Ecological Citizenship diistilahkan dengan “memikirkan kewarganegaraan dengan cara-cara agak baru” yang dikaitkan dengan hak dan kewajiban warga negara dalam mencapai lingkungan yang bersih dan sehat. Kata kunci: rekonstruksi, air hujan, ecologi.","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115143238","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-01DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42445
Maulia Pangestu Putri, T. Triyanto, Rima Vien Permata Hartanto
The purpose of this research is to (1) Find out the fulfillment of accessibility of political rights for persons with disabilities in Sidoharjo District Wonogiri Regency during the regional elections of Governor and Deputy Governor of central Java 2018 and (2)find out what are the supporting and inhibiting factors in fulfilling the accessibility of political rights for persons with disabilities in Sidoharjo District Wonogiri Regency during the regional elections of the Governor and Deputy Governor of Central Java 2018. This research uses a descriptive qualitative method which tends towards the ex-post facto. The sampling technique used in this research is purposive sampling with data collection techniques are interview and document analysis. The validity of the data obtained by data triangulation techniques and triangulation methods. Analysis of the data used in this study is the interactive analysis of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of the research showed that (1) fulfilling the accessibility of political rights for persons with disabilities in the 2018 regional elections was seen from the aspect of procedures, facilities, and assistive devices that were adjusted to UU No 8 of 2016 Concerning Persons with Disabilities Clause 77 point c, (2) There is a supportive and obstructive factors which are from PPK as organizer of regional elections activities and persons with disabilities. Factors supporting that come from PPK is PPK has paid attention to the accessibility of political rights for persons with disabilities in accordance with the guidelines for the June 27 2018 regional elections guidebook issued by the KPUD Wonogiri, then supporting factors that come from persons with disabilities are having their own awareness to participate in a series of regional elections activities. The obstructive factors derived from PPK is lack of understanding by the organizing committee on disability issues has caused unevenness accessibility of political rights for persons with disabilities in each TPS, then obstructive factor of persons with disabilities is the self-confidence that is embedded in oneself so that it inhibits persons with disabilities from participating in the 2018 regional elections. Keywords: accessibility, political rights, persons with disabilities
{"title":"PEMENUHAN AKSESIBILITAS HAK POLITIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA SAAT PEMILIHAN KEPALA DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH TAHUN 2018 DI KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN WONOGIRI","authors":"Maulia Pangestu Putri, T. Triyanto, Rima Vien Permata Hartanto","doi":"10.20961/pknp.v14i2.42445","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/pknp.v14i2.42445","url":null,"abstract":"The purpose of this research is to (1) Find out the fulfillment of accessibility of political rights for persons with disabilities in Sidoharjo District Wonogiri Regency during the regional elections of Governor and Deputy Governor of central Java 2018 and (2)find out what are the supporting and inhibiting factors in fulfilling the accessibility of political rights for persons with disabilities in Sidoharjo District Wonogiri Regency during the regional elections of the Governor and Deputy Governor of Central Java 2018. This research uses a descriptive qualitative method which tends towards the ex-post facto. The sampling technique used in this research is purposive sampling with data collection techniques are interview and document analysis. The validity of the data obtained by data triangulation techniques and triangulation methods. Analysis of the data used in this study is the interactive analysis of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of the research showed that (1) fulfilling the accessibility of political rights for persons with disabilities in the 2018 regional elections was seen from the aspect of procedures, facilities, and assistive devices that were adjusted to UU No 8 of 2016 Concerning Persons with Disabilities Clause 77 point c, (2) There is a supportive and obstructive factors which are from PPK as organizer of regional elections activities and persons with disabilities. Factors supporting that come from PPK is PPK has paid attention to the accessibility of political rights for persons with disabilities in accordance with the guidelines for the June 27 2018 regional elections guidebook issued by the KPUD Wonogiri, then supporting factors that come from persons with disabilities are having their own awareness to participate in a series of regional elections activities. The obstructive factors derived from PPK is lack of understanding by the organizing committee on disability issues has caused unevenness accessibility of political rights for persons with disabilities in each TPS, then obstructive factor of persons with disabilities is the self-confidence that is embedded in oneself so that it inhibits persons with disabilities from participating in the 2018 regional elections. Keywords: accessibility, political rights, persons with disabilities","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114616890","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-01DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42443
Catur Wulandari, E. Yuliandari, Triana Rejekningsih
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) strategi penanaman nilai-nilai kedisiplinan peserta didik melalui organisasi kepramukaan untuk membentuk karakter kewarganegaraan di SMP Negeri 8 Surakarta. (2) nilai-nilai kedisiplinan pesert didik setelah mengikuti kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 8 Surakarta. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui organisasi kepramukaan untuk membentuk karakter kewarganegaraan di SMP Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan berupa informan, dokumen dan arsip serta tempat dan peristiwa.Teknik Pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan teknik pengamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan analisis data model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Strategi yang digunakan diantaranya strategi keteladanan dan pembiasaan, strategi dinamika kelompok, adanya kontrak pembelajaran di awal kegiatan pramuka, memberikan pengumuman kepada peserta didik supaya mempersiapkan kegiatan pramuka selanjutnya. (2) Nilai-nilai kedisiplinan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pramuka berupa disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian lengkap, disiplin dalam berbahasa dan disiplin dalam tata tertib. (3) Faktor penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan diantaranya memiliki rasa minder untuk melakukan hal yang berkaitan dengan disiplin, tidak memiliki kemauan untuk disiplin, kurangnya partisipasi dari guru lain, mayoritas dewan galang putri, susahnya mengatur peserta didik putra dan lingkungan pergaulan yang salah. Sedangkan faktor pendukungnya, yaitu adanya dukungan penuh dari orang tua untuk melakukan kegiatan pramuka, adanya tata tertib yang harus dipatuhi peserta didik, adanya pembentukan sikap dan keterampilan,sarana dan prasarana yang mendukung, adanya seleksi pramuka garuda, pihak pembina dari luar ikut berpartisipasi pada saat kegiatan berlangsungKata Kunci: Penanaman, Nilai-Nilai Kedisiplinan, Karakter Kewarganegaraan
{"title":"STRATEGI PENANAMAN NILAI-NILAI KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK MELALUI ORGANISASI KEPRAMUKAAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER KEWARGANEGARAAN (STUDI DI SMP NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019)","authors":"Catur Wulandari, E. Yuliandari, Triana Rejekningsih","doi":"10.20961/pknp.v14i2.42443","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/pknp.v14i2.42443","url":null,"abstract":"Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) strategi penanaman nilai-nilai kedisiplinan peserta didik melalui organisasi kepramukaan untuk membentuk karakter kewarganegaraan di SMP Negeri 8 Surakarta. (2) nilai-nilai kedisiplinan pesert didik setelah mengikuti kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 8 Surakarta. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui organisasi kepramukaan untuk membentuk karakter kewarganegaraan di SMP Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan berupa informan, dokumen dan arsip serta tempat dan peristiwa.Teknik Pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan teknik pengamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan analisis data model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Strategi yang digunakan diantaranya strategi keteladanan dan pembiasaan, strategi dinamika kelompok, adanya kontrak pembelajaran di awal kegiatan pramuka, memberikan pengumuman kepada peserta didik supaya mempersiapkan kegiatan pramuka selanjutnya. (2) Nilai-nilai kedisiplinan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pramuka berupa disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian lengkap, disiplin dalam berbahasa dan disiplin dalam tata tertib. (3) Faktor penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan diantaranya memiliki rasa minder untuk melakukan hal yang berkaitan dengan disiplin, tidak memiliki kemauan untuk disiplin, kurangnya partisipasi dari guru lain, mayoritas dewan galang putri, susahnya mengatur peserta didik putra dan lingkungan pergaulan yang salah. Sedangkan faktor pendukungnya, yaitu adanya dukungan penuh dari orang tua untuk melakukan kegiatan pramuka, adanya tata tertib yang harus dipatuhi peserta didik, adanya pembentukan sikap dan keterampilan,sarana dan prasarana yang mendukung, adanya seleksi pramuka garuda, pihak pembina dari luar ikut berpartisipasi pada saat kegiatan berlangsungKata Kunci: Penanaman, Nilai-Nilai Kedisiplinan, Karakter Kewarganegaraan ","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"36 16","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114100981","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-01DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42446
Suyahman Suyahman
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan mutu pembelajaran PPPKn melalui pendekatan pembelajaran Aktif, , Bahagia, Asyik, Humanis, Kreatif dan Unik (ABAHKU). Subjek penelitian ini adalah guru PPPKn Kelas VIIII dan siswa Kelas VIIII Di SMP Negeri 1 Boyolali, dan objeknya Mutu Pembelajaran PPPKn dan Pendekatan Pembelajaran ABAHKU. Penelitian ini adalah penelitian kuaitatif, dengan menggunakan pendekatan kasus. Metode pengumpulan datanya: observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui kevalidian data digunakan triangulasi data dan metode. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif mengalir yang terdiri dari dari tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dari guru maupun siswa ditemukan hal-hal sebagai berikut; sebelum guru menggunakan pendekatan pembelajaran ABAHKU proses pembelajaran PPPKn terkesan tegang. Pembelajaran lebih didominasi guru, siswa kurang bergairah, pembelajaran berkesan monoton, siswa kurang berpartisipasi. Daya serap siswa kurang maksimal hal ini dibuktikan hasil tes formatif dari 35 siswa yang memenuhi KKM hanya 12 siswa dengan KKM 8,0 dengan nilai rata-rata kelas 7,85. Setelah guru menerapkan pendekatan pembelajaran ABAHKU terjadi perubahan yang signifikan baik kegiatan guru maupun siswa serta daya serap siswa. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang peneliti lakukan ditemukan hal-hal sebagai berikut: proses pembelajaran PPPKn menarik dan menyenangkan, partisipasi siswa sangat aktif, keberanian siswa menyampaikan pendapat cukup tinggi, kegairahan belajar siswa tinggi dan daya serap siswa tinggi hal ini dibuktikan dengan hasil tes formatif dari 35 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM ada 33 siswa dengan nilai rata-rata kelas 8,3. Kesimpulannya pendekatan pembelajaran ABAHKU dapat meningkatkan mutu pembelajaran PPPKn siswa Kelas VIIIIB SMP Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2017-2018 Kata-Kata Kunci: Pembelajaran PPPKn dan Pendekatan Pembelajaran ABAHKU
本研究旨在通过积极的、快乐的、有趣的、人道主义的、有创造力的、独特的、独特的学习方法来描述PPPKn学习质量的提高。本研究的主题是VIIII ppkn的ppkn教师和SMP Negeri 1 Boyolali的VIIII班的学生,以及我的PPPKn学习质量和学习方法的对象。这项研究是基于案例方法进行的试验性研究。数据收集方法:观察、采访和文件。用于确定数据有效性,数据和方法三角测量。他的数据分析技术使用了一个由数据还原、数据显示和数据验证三个阶段组成的交互流动分析技术。研究表明,根据老师和学生的观察和采访,可以找到以下内容:在老师使用我的a学习方法之前,PPPKn的学习过程似乎很紧张。教师主导的学习更多,学生不那么热情,单调乏味的学习,学生参与更少。35名学生的升力测试证明了这一点,他们只满足了12公里的8.0学生,平均绩点为7.85。在老师应用了我的a学习方法后,教师和学生的活动以及学生的吸收能力发生了显著变化。从观察和访谈的结果,研究人员发现做如下事情:PPPKn有趣有趣,学生参与学习过程非常活跃,学生发表意见的勇气也很高,学生学习的热情和学生的渗透性高这与测试结果证明35 m上成绩的学生中有33个班级的学生成绩平均8.3。结论,我的亚文化学习方法可以提高公立小学一年级学生PPPKn学习质量2013 -2018学年关键字:PPPKn学习和我的亚文化学习方法
{"title":"PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN PPPKn MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF, BAHAGIA, ASYIK, HUMANIS, KREATIF DAN UNIK (ABAHKU) BAGI SISWA SMP NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2017-2018","authors":"Suyahman Suyahman","doi":"10.20961/pknp.v14i2.42446","DOIUrl":"https://doi.org/10.20961/pknp.v14i2.42446","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan mutu pembelajaran PPPKn melalui pendekatan pembelajaran Aktif, , Bahagia, Asyik, Humanis, Kreatif dan Unik (ABAHKU). Subjek penelitian ini adalah guru PPPKn Kelas VIIII dan siswa Kelas VIIII Di SMP Negeri 1 Boyolali, dan objeknya Mutu Pembelajaran PPPKn dan Pendekatan Pembelajaran ABAHKU. Penelitian ini adalah penelitian kuaitatif, dengan menggunakan pendekatan kasus. Metode pengumpulan datanya: observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui kevalidian data digunakan triangulasi data dan metode. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif mengalir yang terdiri dari dari tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dari guru maupun siswa ditemukan hal-hal sebagai berikut; sebelum guru menggunakan pendekatan pembelajaran ABAHKU proses pembelajaran PPPKn terkesan tegang. Pembelajaran lebih didominasi guru, siswa kurang bergairah, pembelajaran berkesan monoton, siswa kurang berpartisipasi. Daya serap siswa kurang maksimal hal ini dibuktikan hasil tes formatif dari 35 siswa yang memenuhi KKM hanya 12 siswa dengan KKM 8,0 dengan nilai rata-rata kelas 7,85. Setelah guru menerapkan pendekatan pembelajaran ABAHKU terjadi perubahan yang signifikan baik kegiatan guru maupun siswa serta daya serap siswa. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang peneliti lakukan ditemukan hal-hal sebagai berikut: proses pembelajaran PPPKn menarik dan menyenangkan, partisipasi siswa sangat aktif, keberanian siswa menyampaikan pendapat cukup tinggi, kegairahan belajar siswa tinggi dan daya serap siswa tinggi hal ini dibuktikan dengan hasil tes formatif dari 35 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM ada 33 siswa dengan nilai rata-rata kelas 8,3. Kesimpulannya pendekatan pembelajaran ABAHKU dapat meningkatkan mutu pembelajaran PPPKn siswa Kelas VIIIIB SMP Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2017-2018 Kata-Kata Kunci: Pembelajaran PPPKn dan Pendekatan Pembelajaran ABAHKU ","PeriodicalId":287611,"journal":{"name":"PKn Progresif: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122395353","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}