Pub Date : 2023-07-11DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.20096
Jeki Kuswanto, Teknik Komputer, Rivan Ardiansyah, A. Claudy, F. X. Wisnu, Yudo Untoro
Rumah yang nyaman dan aman yang mampu melindungi penghuni maupun harta benda yang dimiliki dari tindak kejahatan merupakan idaman bagi setiap pemilik rumah. Pelindung yang mampu melindungi rumah itu adalah kunci pintu. Sebagai pelindung rumah, seharusnya kunci pintu dapat terhindar dari perusakan, pembobolan, ataupun penduplikasian oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Namun, pada kenyataaannya yang terjadi adalah tidak demikian. Oleh karena itu, tujuan pada makalah ini adalah membuat minimum viable product kunci pintu digital berbasis IoT yang terhubung dengan smartphone android dengan menerapkan perangkat touch sensor, keypad, dan RFID sebagai masukan data dan sebagai pengolah data masukan menggunakan mikrokontoler NodeMCU ESP8266 agar akses membuka pintu tidak melalui perusakan, pembobolan, ataupun penduplikasian kunci pintu. Untuk mencapai tujuan itu pada makalah ini metode pemecahan masalah menggunakan metode Hardware Development Life Cycle (HDLC). Hasil pengujian menunjukkan bahwa minimum viable product kunci pintu digital berbasis IoT yang dihasilkan menggunakan metode HDLC dapat bekerja dengan baik sesuai dengan harapan dalam perancangan, yaitu untuk membuka kunci pintu digital bisa menggunakan salah satu perangkat yang tersedia pada kunci pintu digital, yaitu touch sensor, keypad atau RFID. Untuk membuka kunci pintu digital menggunakan touch sensor hanya membutuhkan sentuhan tangan pada perangkat touch sensor. Sedangkan untuk membuka kunci pintu digital menggunakan perangkat keypad perlu menombol kombinasi angka pada perangkat keypad. Bila kombinasi angka masukan dari perangkat keypad sesuai dengan yang diajarkan pada kunci pintu digital maka kunci pintu digital akan membuka. Selanjutnya, untuk membuka kunci pintu digital menggunakan RFID dapat menggunakan dua jenis kartu, yaitu kartu bawaan (emergency card) atau kartu e-KTP. Kartu e-KTP yang dapat digunakan untuk membuka kunci pintu digital adalah kartu e-KTP yang sudah diajarkan pada kunci pintu digital.A comfortable and safe home that is able to protect residents and property owned from crime is a dream for every homeowner. The protector that can protect the house is the door lock. As a home protector, door locks should be able to avoid vandalism, break-ins, or duplication by irresponsible people. However, in reality, this is not the case. Therefore, the purpose of this paper is to create a minimum viable product of IoT-based digital door locks connected to Android smartphones by applying touch sensor devices, keypads, and RFID as data input and as an input data processor using the NodeMCU ESP8266 microcontroller so that access to open the door is not through vandalism, break-in, or duplication of door locks. To achieve that goal in this paper the problem solving method uses the Hardware Development Life Cycle (HDLC) method. The test results show that the minimum viable product of the IoT-based digital door lock produced using the HDLC method can work well in accordance with the exp
{"title":"Perancangan Prototipe Kunci Pintu Digital Berbasis IoT Menggunakan Metode HDLC","authors":"Jeki Kuswanto, Teknik Komputer, Rivan Ardiansyah, A. Claudy, F. X. Wisnu, Yudo Untoro","doi":"10.37905/jjeee.v5i2.20096","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.20096","url":null,"abstract":"Rumah yang nyaman dan aman yang mampu melindungi penghuni maupun harta benda yang dimiliki dari tindak kejahatan merupakan idaman bagi setiap pemilik rumah. Pelindung yang mampu melindungi rumah itu adalah kunci pintu. Sebagai pelindung rumah, seharusnya kunci pintu dapat terhindar dari perusakan, pembobolan, ataupun penduplikasian oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Namun, pada kenyataaannya yang terjadi adalah tidak demikian. Oleh karena itu, tujuan pada makalah ini adalah membuat minimum viable product kunci pintu digital berbasis IoT yang terhubung dengan smartphone android dengan menerapkan perangkat touch sensor, keypad, dan RFID sebagai masukan data dan sebagai pengolah data masukan menggunakan mikrokontoler NodeMCU ESP8266 agar akses membuka pintu tidak melalui perusakan, pembobolan, ataupun penduplikasian kunci pintu. Untuk mencapai tujuan itu pada makalah ini metode pemecahan masalah menggunakan metode Hardware Development Life Cycle (HDLC). Hasil pengujian menunjukkan bahwa minimum viable product kunci pintu digital berbasis IoT yang dihasilkan menggunakan metode HDLC dapat bekerja dengan baik sesuai dengan harapan dalam perancangan, yaitu untuk membuka kunci pintu digital bisa menggunakan salah satu perangkat yang tersedia pada kunci pintu digital, yaitu touch sensor, keypad atau RFID. Untuk membuka kunci pintu digital menggunakan touch sensor hanya membutuhkan sentuhan tangan pada perangkat touch sensor. Sedangkan untuk membuka kunci pintu digital menggunakan perangkat keypad perlu menombol kombinasi angka pada perangkat keypad. Bila kombinasi angka masukan dari perangkat keypad sesuai dengan yang diajarkan pada kunci pintu digital maka kunci pintu digital akan membuka. Selanjutnya, untuk membuka kunci pintu digital menggunakan RFID dapat menggunakan dua jenis kartu, yaitu kartu bawaan (emergency card) atau kartu e-KTP. Kartu e-KTP yang dapat digunakan untuk membuka kunci pintu digital adalah kartu e-KTP yang sudah diajarkan pada kunci pintu digital.A comfortable and safe home that is able to protect residents and property owned from crime is a dream for every homeowner. The protector that can protect the house is the door lock. As a home protector, door locks should be able to avoid vandalism, break-ins, or duplication by irresponsible people. However, in reality, this is not the case. Therefore, the purpose of this paper is to create a minimum viable product of IoT-based digital door locks connected to Android smartphones by applying touch sensor devices, keypads, and RFID as data input and as an input data processor using the NodeMCU ESP8266 microcontroller so that access to open the door is not through vandalism, break-in, or duplication of door locks. To achieve that goal in this paper the problem solving method uses the Hardware Development Life Cycle (HDLC) method. The test results show that the minimum viable product of the IoT-based digital door lock produced using the HDLC method can work well in accordance with the exp","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126498614","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sambaran petir pada sistem tenaga bisa mengganggu keandalan sistem, serta senantiasa jadi salah satu tantangan utama dalam proses desain gardu induk. Hal- hal yang butuh dicermati dalam mendesain sistem pentanahan diantaranya, peningkatan tegangan tanah (Grond Potensial Rise), keamanan tegangan langkah serta tegangan sentuh pada gardu induk, dan besarnya nilai impedansi akibat dari surja petir. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat besar arus sambaran petir yang terjadi pada gardu induk dengan variasi area zona pentanahan grid pada gardu induk. Adapun simulasinya menggunakan aplikasi ETAP memakai metode FEM (Finite Element Method) dibuat untuk menampilkan ikatan antara luas zona grid, dimensi konduktor serta peningkatan GPR akibat sambaran surja petir. Nilai kenaikan tegangan yaitu sebesar 13289V, tegangan sentuh yang didapat sebesar 490,1V pada bobot badan 50kg dan 663,4V bobot badan 70kg, sedangakan untuk tegangan langkah yaitu sebesar 1372,5V pada bobot badan 50kg dan 1857,6V bobot badan 70kg pada luas zona grid 10 x 10 m2. tegangan sentuh yang didapat sebesar 832,87V pada bobot badan 50kg dan 1127,2V bobot badan 70kg. sedangakan untuk tegangan langkah yaitu sebesar 2743,2V pada bobot badan 50kg dan 3712,8V bobot badan 70kg pada luas zona grid 50 x 50 m2. Hasil akumulasi arus gangguan akibat sirja petir dengan variasi arus injeksi dimana semakin besar arus injeksi yang diberikan maka semakin besar arus gangguan surja petir yang timbul.Lightning strikes in power systems can compromise system reliability and have always been one of the major challenges in the substation design process. Things that need to be considered in designing a grounding system include ground voltage increase (Ground Potential Rise), step voltage safety and touch voltage at the substation, and the magnitude of the impedance value due to lightning surges. The purpose of this study is to see the magnitude of the lightning strike current that occurs at the substation with variations in the area of the grid grounding zone at the substation. The simulation using the ETAP application using the FEM (Finite Element Method) method is made to display the bond between the grid zone area, conductor dimensions, and the increase in GPR due to lightning strikes. The voltage increase value is 13289V, the touch voltage obtained is 490.1V at 50kg body weight and 663.4V 70kg body weight, while the step voltage is 1372.5V at 50kg body weight and 1857.6V 70kg body weight at zone area grids 10 x 10 m2. The touch voltage obtained is 832.87V for a body weight of 50kg and 1127.2V for a body weight of 70kg. while the step voltage is 2743.2V for a body weight of 50kg and 3712.8V for a body weight of 70kg for a grid zone area of 50 x 50 m2. The accumulated fault current results from lightning surges with injection current variations where the greater the injection current, the greater the lightning surge fault current that arises.
{"title":"Analisis Pentanahan Gardu Induk Akibat Surja Petir Menggunakan Finite Elemen Method","authors":"Ayu Fitriani, Syafriwel Syafriwel, Jhoni Hidayat, J. Panjaitan, Syofyan Anwar Syahputra","doi":"10.37905/jjeee.v5i2.20732","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.20732","url":null,"abstract":"Sambaran petir pada sistem tenaga bisa mengganggu keandalan sistem, serta senantiasa jadi salah satu tantangan utama dalam proses desain gardu induk. Hal- hal yang butuh dicermati dalam mendesain sistem pentanahan diantaranya, peningkatan tegangan tanah (Grond Potensial Rise), keamanan tegangan langkah serta tegangan sentuh pada gardu induk, dan besarnya nilai impedansi akibat dari surja petir. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat besar arus sambaran petir yang terjadi pada gardu induk dengan variasi area zona pentanahan grid pada gardu induk. Adapun simulasinya menggunakan aplikasi ETAP memakai metode FEM (Finite Element Method) dibuat untuk menampilkan ikatan antara luas zona grid, dimensi konduktor serta peningkatan GPR akibat sambaran surja petir. Nilai kenaikan tegangan yaitu sebesar 13289V, tegangan sentuh yang didapat sebesar 490,1V pada bobot badan 50kg dan 663,4V bobot badan 70kg, sedangakan untuk tegangan langkah yaitu sebesar 1372,5V pada bobot badan 50kg dan 1857,6V bobot badan 70kg pada luas zona grid 10 x 10 m2. tegangan sentuh yang didapat sebesar 832,87V pada bobot badan 50kg dan 1127,2V bobot badan 70kg. sedangakan untuk tegangan langkah yaitu sebesar 2743,2V pada bobot badan 50kg dan 3712,8V bobot badan 70kg pada luas zona grid 50 x 50 m2. Hasil akumulasi arus gangguan akibat sirja petir dengan variasi arus injeksi dimana semakin besar arus injeksi yang diberikan maka semakin besar arus gangguan surja petir yang timbul.Lightning strikes in power systems can compromise system reliability and have always been one of the major challenges in the substation design process. Things that need to be considered in designing a grounding system include ground voltage increase (Ground Potential Rise), step voltage safety and touch voltage at the substation, and the magnitude of the impedance value due to lightning surges. The purpose of this study is to see the magnitude of the lightning strike current that occurs at the substation with variations in the area of the grid grounding zone at the substation. The simulation using the ETAP application using the FEM (Finite Element Method) method is made to display the bond between the grid zone area, conductor dimensions, and the increase in GPR due to lightning strikes. The voltage increase value is 13289V, the touch voltage obtained is 490.1V at 50kg body weight and 663.4V 70kg body weight, while the step voltage is 1372.5V at 50kg body weight and 1857.6V 70kg body weight at zone area grids 10 x 10 m2. The touch voltage obtained is 832.87V for a body weight of 50kg and 1127.2V for a body weight of 70kg. while the step voltage is 2743.2V for a body weight of 50kg and 3712.8V for a body weight of 70kg for a grid zone area of 50 x 50 m2. The accumulated fault current results from lightning surges with injection current variations where the greater the injection current, the greater the lightning surge fault current that arises.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"142 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132029870","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-07-11DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.19016
Reza Sarwo Widagdo, Kukuh Setyadjit, Izzah A Wardah
Electrical system power supplies always require a completely sinusoidal voltage signal. But for a variety of reasons, utilities often struggle to maintain these desired conditions. Deviations of voltage and current waveforms from a sinusoidal form are called harmonic distortions. Harmonic distortions in power networks are increasing due to the widespread use of non-linear loads. In this article we will analysis at a single-tuned passive filter and optimization using a capacitor bank. Load-current analysis determines the efficiency of the filter application by calculating the load bus voltage and total harmonic distortion (THD). To simulate the work, the Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) software was used. This system was created specifically for this simulation and does not represent a real system. This model tests the effects of injecting harmonic currents into a power grid through a variable speed drive (VFD). The filter is attenuated with a capacitor bank.
{"title":"Analysis and Mitigation of Harmonics Distortion with Optimization Capacitor Banks and Single-Tuned Passive Filters","authors":"Reza Sarwo Widagdo, Kukuh Setyadjit, Izzah A Wardah","doi":"10.37905/jjeee.v5i2.19016","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.19016","url":null,"abstract":"Electrical system power supplies always require a completely sinusoidal voltage signal. But for a variety of reasons, utilities often struggle to maintain these desired conditions. Deviations of voltage and current waveforms from a sinusoidal form are called harmonic distortions. Harmonic distortions in power networks are increasing due to the widespread use of non-linear loads. In this article we will analysis at a single-tuned passive filter and optimization using a capacitor bank. Load-current analysis determines the efficiency of the filter application by calculating the load bus voltage and total harmonic distortion (THD). To simulate the work, the Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) software was used. This system was created specifically for this simulation and does not represent a real system. This model tests the effects of injecting harmonic currents into a power grid through a variable speed drive (VFD). The filter is attenuated with a capacitor bank.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123537664","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-07-11DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.18145
Igo Pratama, Yasin Mohammad, T. I. Yusuf
PT. PLN (Persero) ULP Toili berperan sebagai pelayanan pelanggan dan pemeliharaan jaringan distribusi dalam ruang lingkup kawasan yang lebih kecil di bawah UP3 Luwuk. ULP Toili melayani sebagian wilayah dari Batui, Moilong, Toili, Tolisu, Rata sampai dengan Baturube berkedudukan sebagai wilayah Industri, pusat pangan dan pertanian bagi wilayah Kab. Banggai. Tentunya hal ini menuntut suplai kelistrikan dengan keandalan yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menghitung Lama Padam Rata-Rata (LPR) dan Frekuensi Padam Rata–Rata (FPR) ialah dengan menggunakan rumus SAIDI dan SAIFI, yaitu menghitung dengan berdasarkan data gangguan atau pemadaman dan jumlah konsumen. Data yang diperoleh dari PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk digunakan untuk menghitung SAIDI dan SAIFI pada jaringan distribusi 20kV yang dilayani oleh ULP Toili. Hasil perhitungan menunjukan bahwa SAIDI dan SAIFI sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Toili pada periode tahun 2021 dan tahun 2022 (Januari–September) yaitu Nilai SAIDI periode tahun 2021 6,86 Jam/Pelanggan/Tahun. SAIDI tahun tahun 2022 (Januari-September) 12,42 Jam/Pelanggan/Tahun. Sedangkan untuk nilai SAIFI periode tahun 2021 6,65 Kali/Pelanggan/Tahun. SAIFI tahun 2022 (Januari–September) 9,09 kali/Pelanggan/Tahun. Nilai SAIDI sistem distribusi 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili pada tahun 2021 dan tahun 2022 termasuk masih dalam kategori standar karena belum melewati SPLN 68-2: 1986 yaitu SAIDI sebesar 21 Jam/Pelanggan/ Tahun. Sedangkan nilai SAIFI sistem distribusi 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili pada tahun 2021 dan tahun 2022 kategori belum andal karena melewati SPLN yaitu SAIFI sebesar 3,2 Kali/Pelanggan/Tahun.PT. PLN (Persero) ULP Toili plays the role of customer service and distribution network maintenance within the scope of a smaller area under UP3 Luwuk. ULP Toili serves parts of the area from Batui, Moilong, Toili, Tolisu, Rata to Baturube which is located as an industrial area, food and agriculture center for the Kab. proud. Ofcourse this requires a power supply with high reliability. The method used to calculate the Average Long Outages (LPR) and the Average Outage Frequency (FPR) is to use the SAIDI and SAIFI formulas, which are calculated based on data on interruptions or blackouts and the number of consumers. Data obtained from PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk is used to calculate SAIDI and SAIFI on the 20kV distribution network served by ULP Toili. The calculation results show that SAIDI and SAIFI distribution system of PT. PLN (Persero) ULP Toili in the 2021 and 2022 periods (January–September), namely the SAIDI Value for the 2021 period 6.86 Hours/Customer/Year. SAIDI in 2022 (January-September) 12.42 Hours/Customer/Year. Meanwhile, the SAIFI value for the 2021 period is 6.65 Times/Customer/Year. SAIFI in 2022 (January–September) 9.09 times/Customer/Year. SAIDI value distribution system 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili in 2021 and 2022 is still in the standard category because it has not passed SPLN 68-2: 1986, name
{"title":"Analisis Keandalan Jaringan Distribusi 20kV Pada ULP Toili Berdasarkan SAIDI dan SAIFI","authors":"Igo Pratama, Yasin Mohammad, T. I. Yusuf","doi":"10.37905/jjeee.v5i2.18145","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.18145","url":null,"abstract":"PT. PLN (Persero) ULP Toili berperan sebagai pelayanan pelanggan dan pemeliharaan jaringan distribusi dalam ruang lingkup kawasan yang lebih kecil di bawah UP3 Luwuk. ULP Toili melayani sebagian wilayah dari Batui, Moilong, Toili, Tolisu, Rata sampai dengan Baturube berkedudukan sebagai wilayah Industri, pusat pangan dan pertanian bagi wilayah Kab. Banggai. Tentunya hal ini menuntut suplai kelistrikan dengan keandalan yang tinggi. Metode yang digunakan untuk menghitung Lama Padam Rata-Rata (LPR) dan Frekuensi Padam Rata–Rata (FPR) ialah dengan menggunakan rumus SAIDI dan SAIFI, yaitu menghitung dengan berdasarkan data gangguan atau pemadaman dan jumlah konsumen. Data yang diperoleh dari PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk digunakan untuk menghitung SAIDI dan SAIFI pada jaringan distribusi 20kV yang dilayani oleh ULP Toili. Hasil perhitungan menunjukan bahwa SAIDI dan SAIFI sistem distribusi PT. PLN (Persero) ULP Toili pada periode tahun 2021 dan tahun 2022 (Januari–September) yaitu Nilai SAIDI periode tahun 2021 6,86 Jam/Pelanggan/Tahun. SAIDI tahun tahun 2022 (Januari-September) 12,42 Jam/Pelanggan/Tahun. Sedangkan untuk nilai SAIFI periode tahun 2021 6,65 Kali/Pelanggan/Tahun. SAIFI tahun 2022 (Januari–September) 9,09 kali/Pelanggan/Tahun. Nilai SAIDI sistem distribusi 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili pada tahun 2021 dan tahun 2022 termasuk masih dalam kategori standar karena belum melewati SPLN 68-2: 1986 yaitu SAIDI sebesar 21 Jam/Pelanggan/ Tahun. Sedangkan nilai SAIFI sistem distribusi 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili pada tahun 2021 dan tahun 2022 kategori belum andal karena melewati SPLN yaitu SAIFI sebesar 3,2 Kali/Pelanggan/Tahun.PT. PLN (Persero) ULP Toili plays the role of customer service and distribution network maintenance within the scope of a smaller area under UP3 Luwuk. ULP Toili serves parts of the area from Batui, Moilong, Toili, Tolisu, Rata to Baturube which is located as an industrial area, food and agriculture center for the Kab. proud. Ofcourse this requires a power supply with high reliability. The method used to calculate the Average Long Outages (LPR) and the Average Outage Frequency (FPR) is to use the SAIDI and SAIFI formulas, which are calculated based on data on interruptions or blackouts and the number of consumers. Data obtained from PT. PLN (Persero) UP3 Luwuk is used to calculate SAIDI and SAIFI on the 20kV distribution network served by ULP Toili. The calculation results show that SAIDI and SAIFI distribution system of PT. PLN (Persero) ULP Toili in the 2021 and 2022 periods (January–September), namely the SAIDI Value for the 2021 period 6.86 Hours/Customer/Year. SAIDI in 2022 (January-September) 12.42 Hours/Customer/Year. Meanwhile, the SAIFI value for the 2021 period is 6.65 Times/Customer/Year. SAIFI in 2022 (January–September) 9.09 times/Customer/Year. SAIDI value distribution system 20kV PT. PLN (Persero) ULP Toili in 2021 and 2022 is still in the standard category because it has not passed SPLN 68-2: 1986, name","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125286131","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-07-11DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.18397
Ikhsan Hidayat, Ade irawaty Tolago, R. D. R. Dako, Jumiati Ilham
Data mentah yang belum di olah akan memperlambat proses penyampaian data, dengan menggunakan eksplorasi data analisis data yang akan di sampaikan akan lebih jelas dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca. Data yang digunakan adalah data capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 Fakultas Teknik UNG Tahun 2021. IKU 3 terkait data dosen berkegiatan di luar kampus. Data IKU 3 FT UNG diperoleh dari capaian IKU 3 UNG yang telah diverifikasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021. Data tersebut kemudian dilakukan Exploratory Data Analysis (EDA), sehingga didapatkan insight (wawasan) terhadap data tersebut. Proses yang terjadi adalah proses pengenalan masalah, pengumpulan data, pembersihan data dan kemudian analisis data eksplorasi. dari data yang didapatkan setelah melakukan EDA adalah untuk meningkatkan capaian IKU 3 Fakultas teknik UNG adalah dengan melakukan pengembangan terhadap dosen baru dan juga dosen yang belum pernah melakukan kegiatan di luar kampus. Dari data itu didapatkan pula data prodi yang paling banyak menyumbang dosen berkontribusi yaitu sebanyak 83%, dan juga prodi yang menyumbang paling rendah sekitar 18%. Dengan didapatkannya hasil ini, penentu kebijakan dapat mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan capaian IKU 3 Fakultas Teknik UNG. Raw data that has not been processed will slow down the process of conveying data, by using data exploration data analysis that will be conveyed will be clearer and can be easily understood by readers. The data used is the Main Performance Indicator (IKU) 3 achievement data for the Faculty of Engineering UNG in 2021. IKU 3 is related to lecturer data on activities outside the campus. The IKU 3 FT UNG data was obtained from the achievements of the IKU 3 UNG which have been verified by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology in 2021. The data was then carried out by Exploratory Data Analysis (EDA), so that insight was obtained from the data. The process that occurs is the process of problem identification, data collection, data cleaning and then exploratory data analysis. from the data obtained after carrying out the EDA is to improve the achievement of IKU 3 UNG Faculty of engineering is to develop new lecturers and also lecturers who have never carried out activities outside the campus. From the data, it was also obtained that the study programs that contributed the most were lecturers, namely 83%, and also the study programs that contributed the lowest, around 18%. By obtaining these results, policy makers can make decisions to do things that can improve IKU 3 achievements at the UNG Faculty of Engineering.
{"title":"Analisis Data Eksploratif Capaian Indikator Kinerja Utama 3 Fakultas Teknik","authors":"Ikhsan Hidayat, Ade irawaty Tolago, R. D. R. Dako, Jumiati Ilham","doi":"10.37905/jjeee.v5i2.18397","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.18397","url":null,"abstract":"Data mentah yang belum di olah akan memperlambat proses penyampaian data, dengan menggunakan eksplorasi data analisis data yang akan di sampaikan akan lebih jelas dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca. Data yang digunakan adalah data capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 3 Fakultas Teknik UNG Tahun 2021. IKU 3 terkait data dosen berkegiatan di luar kampus. Data IKU 3 FT UNG diperoleh dari capaian IKU 3 UNG yang telah diverifikasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2021. Data tersebut kemudian dilakukan Exploratory Data Analysis (EDA), sehingga didapatkan insight (wawasan) terhadap data tersebut. Proses yang terjadi adalah proses pengenalan masalah, pengumpulan data, pembersihan data dan kemudian analisis data eksplorasi. dari data yang didapatkan setelah melakukan EDA adalah untuk meningkatkan capaian IKU 3 Fakultas teknik UNG adalah dengan melakukan pengembangan terhadap dosen baru dan juga dosen yang belum pernah melakukan kegiatan di luar kampus. Dari data itu didapatkan pula data prodi yang paling banyak menyumbang dosen berkontribusi yaitu sebanyak 83%, dan juga prodi yang menyumbang paling rendah sekitar 18%. Dengan didapatkannya hasil ini, penentu kebijakan dapat mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan capaian IKU 3 Fakultas Teknik UNG. Raw data that has not been processed will slow down the process of conveying data, by using data exploration data analysis that will be conveyed will be clearer and can be easily understood by readers. The data used is the Main Performance Indicator (IKU) 3 achievement data for the Faculty of Engineering UNG in 2021. IKU 3 is related to lecturer data on activities outside the campus. The IKU 3 FT UNG data was obtained from the achievements of the IKU 3 UNG which have been verified by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology in 2021. The data was then carried out by Exploratory Data Analysis (EDA), so that insight was obtained from the data. The process that occurs is the process of problem identification, data collection, data cleaning and then exploratory data analysis. from the data obtained after carrying out the EDA is to improve the achievement of IKU 3 UNG Faculty of engineering is to develop new lecturers and also lecturers who have never carried out activities outside the campus. From the data, it was also obtained that the study programs that contributed the most were lecturers, namely 83%, and also the study programs that contributed the lowest, around 18%. By obtaining these results, policy makers can make decisions to do things that can improve IKU 3 achievements at the UNG Faculty of Engineering.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130861665","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-07-11DOI: 10.37905/jjeee.v5i2.19181
Dedi Suarna, Z. Zainuddin, Hazriani -
Di zaman saat ini semua aktifitas yang dikerjakan manusia tidak perna lepas dari asupan tenaga listrik yang terus mejadikan hal tersebut ketergantungan dan menggeser sumber-sumber kebutuhan tenaga lain utama dalam membantu manusia dalam melakukan aktifitasnya. Namun penggunaan listrik yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan pemborosan listrik. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki kosumsi listrik yang besar yakni Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat dapat dilihat dari jumlah tagihan listrik yang di bayar setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk memonitoring dan mengontrol komsumsi listrik untuk meminimalisir penggunaan energi listrik yang berlebih dengan memanfaatkan mikrokontroller dan sensor. Penelitian in dilakukan dengan tahapan pengujian pada tiga ruangan kerja yakni ruangan kepegawaian, ruangan persuratan dan ruangan Urdal. Peralatan elektronik yang dimonitoring dan dikontrol seperti lampu yang dihubungkan pada arus listrik (stopkontak) pada alat yang dirancang. Hasilnya adalah sudut jangkauan sesor gerak pir sebesar 110 derajat dan 7 meter maksimal jarak jangkauan membutuhkan minimal 2 sensor untuk masing-masing ruangan dan penghematan konsumsi energi peralatan listrik di tiga ruangan sebesar 49% Kesimpulan dalam Penelitian ini adalah sistem yang dirancang memberikan dampak yang baik dalam pengehematan konsumsi peralatan alat elektronik.In this day and age, all activities carried out by humans are inseparable from the intake of electric power which continues to make it dependent and shift other sources of energy needs in helping humans carry out their activities. However, the use of unburned electricity can result in wastage of electricity. One of the Regional Apparatus Organizations that has a large electricity consumption, namely the General Bureau of the Regional Secretariat of West Sulawesi Province, can be seen from the number of electricity bills paid each month. This study aims to monitor and control electricity consumption to minimize excessive use of electrical energy by utilizing microcontrollers and sensors. The research was carried out by testing stages in three work rooms, namely the personnel room, the mail room and the Urdal room. Electronic equipment that is monitored and controlled such as lights that are connected to an electric current (socket) on the designed device. The result is a pear motion sensor with a range of 110 degrees and a maximum range of 7 meters requiring a minimum of 2 sensors for each room and saving the energy consumption of electrical equipment in three rooms by 49%. saving consumption of electronic equipment.
在这些日子里,人类所做的所有活动都离不开持续的电力摄入量,这种摄入量使这种依赖成为一种依赖,并将帮助人类开展活动的其他主要能源的需求转移到其他能源上。但是不受控制的电力使用会导致电力消耗。西苏拉威西省总秘书处的一个拥有大量电力的区域设备组织,可以从每月的电费来看。本研究的目的是监控和控制电流供应,以通过使用微控制器和传感器来减少多余的电力使用。这项研究是通过对三间工作区员工宿舍、零售房和乌尔达尔大厅的测试阶段进行的。电子设备被监控和控制,就像连接在设计设备电插座上的灯。结果是运动sesor梨110度范围的角度传感器和7米,最大射程距离至少需要2个房间,每人节省能源消费电器,房间在三个高达49%的系统研究中得出的结论是设计给擅长pengehematan消费电子设备的影响。在这一天和时代,所有的活动都与人类分开,因为人类不断地破坏电力供应,这不断地使电力消耗和其他资源需要帮助人类承担责任。悬停,未被烧毁的电力使用可以在没有电力的水槽中再现。西苏拉威西省区域秘书总局(namely the General office of the West Sulawesi county)的一个区域军事机构组织,可以从星号账单的支付中看到。这项研究是对监视器和控制电气的限制,超越了微控制器和传感器的电能。这项研究是由三间工作房间的测试人员列出的,namely人员室、邮件室和Urdal室。在指定的设备上,电子设备受到监视和控制。结果是一个梨级运动传感器,距离110度,最高可达7米节省电子设备的消耗。
{"title":"Rancang Bangun Pengontrolan Alat Elektronik Berbasis Internet of Things","authors":"Dedi Suarna, Z. Zainuddin, Hazriani -","doi":"10.37905/jjeee.v5i2.19181","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i2.19181","url":null,"abstract":"Di zaman saat ini semua aktifitas yang dikerjakan manusia tidak perna lepas dari asupan tenaga listrik yang terus mejadikan hal tersebut ketergantungan dan menggeser sumber-sumber kebutuhan tenaga lain utama dalam membantu manusia dalam melakukan aktifitasnya. Namun penggunaan listrik yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan pemborosan listrik. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki kosumsi listrik yang besar yakni Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat dapat dilihat dari jumlah tagihan listrik yang di bayar setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk memonitoring dan mengontrol komsumsi listrik untuk meminimalisir penggunaan energi listrik yang berlebih dengan memanfaatkan mikrokontroller dan sensor. Penelitian in dilakukan dengan tahapan pengujian pada tiga ruangan kerja yakni ruangan kepegawaian, ruangan persuratan dan ruangan Urdal. Peralatan elektronik yang dimonitoring dan dikontrol seperti lampu yang dihubungkan pada arus listrik (stopkontak) pada alat yang dirancang. Hasilnya adalah sudut jangkauan sesor gerak pir sebesar 110 derajat dan 7 meter maksimal jarak jangkauan membutuhkan minimal 2 sensor untuk masing-masing ruangan dan penghematan konsumsi energi peralatan listrik di tiga ruangan sebesar 49% Kesimpulan dalam Penelitian ini adalah sistem yang dirancang memberikan dampak yang baik dalam pengehematan konsumsi peralatan alat elektronik.In this day and age, all activities carried out by humans are inseparable from the intake of electric power which continues to make it dependent and shift other sources of energy needs in helping humans carry out their activities. However, the use of unburned electricity can result in wastage of electricity. One of the Regional Apparatus Organizations that has a large electricity consumption, namely the General Bureau of the Regional Secretariat of West Sulawesi Province, can be seen from the number of electricity bills paid each month. This study aims to monitor and control electricity consumption to minimize excessive use of electrical energy by utilizing microcontrollers and sensors. The research was carried out by testing stages in three work rooms, namely the personnel room, the mail room and the Urdal room. Electronic equipment that is monitored and controlled such as lights that are connected to an electric current (socket) on the designed device. The result is a pear motion sensor with a range of 110 degrees and a maximum range of 7 meters requiring a minimum of 2 sensors for each room and saving the energy consumption of electrical equipment in three rooms by 49%. saving consumption of electronic equipment.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127050775","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-01-28DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.17073
Idham Halid Lahay, H. Hasanuddin, Jamal Darusalam Giu, Malfrin G. Bawole
Penentuan kualitas kopra merupakan proses penting dalam industri perkebunan kelapa yang bertujuan untuk menentukan kualitas kopra yang dihasilkan. Namun, proses ini seringkali sulit dilakukan secara manual karena dipengaruhi oleh subyektivitas dari petugas yang melakukan pengamatan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang objektif untuk membantu proses tersebut, salah satunya adalah logika fuzzy. Logika fuzzy dapat digunakan untuk mengelola informasi tidak jelas dengan menggunakan aturan-aturan matematis dimulai dengan definisi himpunan fuzzy, definisi aturan fuzzy, proses fuzzyfikasi dan terakhir defuzzyfikasi. Studi ini bertujuan guna membangun sistem yang bisa menolong dalam penentuan mutu kopra di PT Multi Nabati Sulawesi dengan memanfaatkan logika fuzzy. Hasil dari riset ini menampilkan kalau sistem yang dibentuk bisa menentukan kualitas kopra dengan akurasi sebesar 95% dan memberikan rekomendasi kualitas yang sesuai dengan kondisi sampel yang diuji.Determining the quality of copra is an important process in the coconut farming industry that aims to determine the quality of copra produced. However, this process is often difficult to perform manually due to the subjectivity of the officers performing the observation. Therefore, an objective method is required to assist in this process, one of which is fuzzy logic. Fuzzy logic can be used to manage unclear information using mathematical rules, starting with the definition of fuzzy sets, definition of fuzzy rules, fuzzyfication process, and lastly defuzzification process. This research aims to develop a system that can assist in determining the quality of copra in PT Multi Nabati Sulawesi using fuzzy logic. The results of this research show that the system developed can determine the quality of copra with an accuracy of 95% and provide appropriate quality recommendations based on the conditions of the samples tested
{"title":"Penentuan Grade Kopra Dengan Penerapan Metode Logika Fuzzy","authors":"Idham Halid Lahay, H. Hasanuddin, Jamal Darusalam Giu, Malfrin G. Bawole","doi":"10.37905/jjeee.v5i1.17073","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i1.17073","url":null,"abstract":"Penentuan kualitas kopra merupakan proses penting dalam industri perkebunan kelapa yang bertujuan untuk menentukan kualitas kopra yang dihasilkan. Namun, proses ini seringkali sulit dilakukan secara manual karena dipengaruhi oleh subyektivitas dari petugas yang melakukan pengamatan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang objektif untuk membantu proses tersebut, salah satunya adalah logika fuzzy. Logika fuzzy dapat digunakan untuk mengelola informasi tidak jelas dengan menggunakan aturan-aturan matematis dimulai dengan definisi himpunan fuzzy, definisi aturan fuzzy, proses fuzzyfikasi dan terakhir defuzzyfikasi. Studi ini bertujuan guna membangun sistem yang bisa menolong dalam penentuan mutu kopra di PT Multi Nabati Sulawesi dengan memanfaatkan logika fuzzy. Hasil dari riset ini menampilkan kalau sistem yang dibentuk bisa menentukan kualitas kopra dengan akurasi sebesar 95% dan memberikan rekomendasi kualitas yang sesuai dengan kondisi sampel yang diuji.Determining the quality of copra is an important process in the coconut farming industry that aims to determine the quality of copra produced. However, this process is often difficult to perform manually due to the subjectivity of the officers performing the observation. Therefore, an objective method is required to assist in this process, one of which is fuzzy logic. Fuzzy logic can be used to manage unclear information using mathematical rules, starting with the definition of fuzzy sets, definition of fuzzy rules, fuzzyfication process, and lastly defuzzification process. This research aims to develop a system that can assist in determining the quality of copra in PT Multi Nabati Sulawesi using fuzzy logic. The results of this research show that the system developed can determine the quality of copra with an accuracy of 95% and provide appropriate quality recommendations based on the conditions of the samples tested","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"288 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133976394","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-01-19DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.17204
Ruhmi Sulaehani, Bahrin Bahrin
RTP2S merupakan program pencanangan Rumah Tangga Pelopor Pencegahan Stunting, pendekatanya diimplementasikan melalui model pilot RTP2S yang didasarkan desa lokus stunting dan desa bermasalah sanitasi dan air bersih. Permaslahan yang terjadi yaitu pemerintah tidak ada data langsung dari masyarakat untuk mengetahui berhasil tidaknya pemerintah atau puas tidaknya masyarajkat dengan adanya program RTP2S yang telah dijalankan. Klasifikasi keberasilan pemerintah dinilai dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap program RTP2S. Data yang digunakan yaitu berupa data hasil wawancara terhadap masyarakat yang berupa kuesioner. Pertanyaan kuesioner yang dibuat terdiri dari 16 pertanyaan yang disimbolkan P1-P16. Hasil kuesioner diinput menggunakan Microsoft Excel, data yang didapatkan sebanyak 50 record. Tahap preprocessing yang dilakukan yaitu pertama data selection dimana dilakukan pemilihan data sebelum tahap pemodelan, yang kedua tahap cleaning diterapkan untuk menghapus data kosong dan merubah data yang tidak konsisten, dan ketiga data reduction dalam dataset mungkin terjadi inkonsisten data dan duplikat data atau terdapat data yang sama akan dijadikan satu tupel. Untuk tahap eksperimen, peneliti menggunakan tool RapidMiner untuk pemodelan klasifikasi. Dari hasil penelitian bahwa dengan menggunakan seleksi fitur sangat berpengaruh terhadap peningkatan akurasi, karna atribut yang tidak signifikan dari model akan dieliminasi, dari hasil eliminasi menggunakan backward elimination, atribut yang digunakan hanya 5 atribut. Akurasi yang didapatkan dengan menggunakan Metode Support Vector Machine yaitu 54.00% sedangkan Support Vector Machine berbasis Backward Elimination yaitu 62.00%. Klasifikasi Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Program RTP2S yang di proporsi jumlah data bernilai benar yang berhasil diklasifikasi secara tepat yaitu 62% yaitu data Puas diklasifikasi Puas. Hasil yang didapatkan merupakan tingkat keberhasilan pemerintah dimana 62% masyarakat penerima bantuan RTP2S merasa Puas terhadap program RTP2S.
{"title":"Klasifikasi Tingkat Kepuasan Masyarakat Program RTP2S Menggunakan Metode SVM Berbasis Backward Elimination","authors":"Ruhmi Sulaehani, Bahrin Bahrin","doi":"10.37905/jjeee.v5i1.17204","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i1.17204","url":null,"abstract":"RTP2S merupakan program pencanangan Rumah Tangga Pelopor Pencegahan Stunting, pendekatanya diimplementasikan melalui model pilot RTP2S yang didasarkan desa lokus stunting dan desa bermasalah sanitasi dan air bersih. Permaslahan yang terjadi yaitu pemerintah tidak ada data langsung dari masyarakat untuk mengetahui berhasil tidaknya pemerintah atau puas tidaknya masyarajkat dengan adanya program RTP2S yang telah dijalankan. Klasifikasi keberasilan pemerintah dinilai dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap program RTP2S. Data yang digunakan yaitu berupa data hasil wawancara terhadap masyarakat yang berupa kuesioner. Pertanyaan kuesioner yang dibuat terdiri dari 16 pertanyaan yang disimbolkan P1-P16. Hasil kuesioner diinput menggunakan Microsoft Excel, data yang didapatkan sebanyak 50 record. Tahap preprocessing yang dilakukan yaitu pertama data selection dimana dilakukan pemilihan data sebelum tahap pemodelan, yang kedua tahap cleaning diterapkan untuk menghapus data kosong dan merubah data yang tidak konsisten, dan ketiga data reduction dalam dataset mungkin terjadi inkonsisten data dan duplikat data atau terdapat data yang sama akan dijadikan satu tupel. Untuk tahap eksperimen, peneliti menggunakan tool RapidMiner untuk pemodelan klasifikasi. Dari hasil penelitian bahwa dengan menggunakan seleksi fitur sangat berpengaruh terhadap peningkatan akurasi, karna atribut yang tidak signifikan dari model akan dieliminasi, dari hasil eliminasi menggunakan backward elimination, atribut yang digunakan hanya 5 atribut. Akurasi yang didapatkan dengan menggunakan Metode Support Vector Machine yaitu 54.00% sedangkan Support Vector Machine berbasis Backward Elimination yaitu 62.00%. Klasifikasi Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Program RTP2S yang di proporsi jumlah data bernilai benar yang berhasil diklasifikasi secara tepat yaitu 62% yaitu data Puas diklasifikasi Puas. Hasil yang didapatkan merupakan tingkat keberhasilan pemerintah dimana 62% masyarakat penerima bantuan RTP2S merasa Puas terhadap program RTP2S.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125268133","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-01-14DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.17152
A. Dako, Yowan Tamu, I. Z. Nasibu, T. I. Yusuf
Provinsi Gorontalo memiliki banyak pilihan destinasi wisata misalnya wisata budaya, wisata alam, gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata lainnya. Dari sekian banyaknya pilihan event gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata, salah satu pertanyaan mendasar dari calon wisatawan adalah kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Gorontalo, jika mereka ingin mengunjungi lokasi wisata tertentu yang lebih spesifik?, misalnya wisata bahari dan destinasi wisata alam lainnya di Provinsi Gorontalo. Upaya menyebarluaskan informasi waktu terbaik untuk berkunjung ke Gorontalo kepada calon wisatawan kiranya menjadi sangat penting dilakukan untuk mendukung pemerintah provinsi Gorontalo dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata daerah. Upaya yang telah dilakukan antara lain adalah membuat prototipe sistem informasi destinasi wisata budaya berbasis kalender musim masyarakat Gorontalo. Hasil studi kelayakan atas prototipe dimaksud merekomendasikan adanya pengembangan dan peningkatan perluasan sajian informasi untuk potensi wisata lainnya yang ada di Gorontalo. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan kajian rekayasa perangkat lunak komputer terhadap hasil penelitian sebelumnya berupa kalender musim Gorontalo, merancang algoritma dan mengembangkan modul web yang dapat merekomendasikan waktu dan lokasi tujuan wisata bahari di Provinsi Gorontalo. Metode Research and Development (RD) yang digunakan pada penelitian ini telah menghasilkan modul web yang memuat rekomendasi waktu dan lokasi kunjungan wisata bahari di daerah Gorontalo dan telah diintegrasikan pada sistem informasi destinasi wisata yang telah dibuat sebelumnya. Modul web yang telah dibuat selanjutnya diuji pada 200 responden sesuai ISO/IEC 2510 menunjukkan bahwa aspek Portability telah terpenuhi dan modul ini kompatibel dengan berbagai browser dan perangkat pengakses yang berbeda, uji aspek performance Efficiency menghasilkan durasi page load kurang dari 10 detik dan dikategorikan baik, serta menghasilkan nilai x=1 yang termasuk kategori baik pada pengujian aspek Functional Suitability.
{"title":"Pengembangan Modul Web Rekomendasi Waktu Kunjungan Wisata Bahari Berbasis Kalender Musim Gorontalo","authors":"A. Dako, Yowan Tamu, I. Z. Nasibu, T. I. Yusuf","doi":"10.37905/jjeee.v5i1.17152","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i1.17152","url":null,"abstract":"Provinsi Gorontalo memiliki banyak pilihan destinasi wisata misalnya wisata budaya, wisata alam, gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata lainnya. Dari sekian banyaknya pilihan event gelaran kebudayaan maupun destinasi wisata, salah satu pertanyaan mendasar dari calon wisatawan adalah kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Gorontalo, jika mereka ingin mengunjungi lokasi wisata tertentu yang lebih spesifik?, misalnya wisata bahari dan destinasi wisata alam lainnya di Provinsi Gorontalo. Upaya menyebarluaskan informasi waktu terbaik untuk berkunjung ke Gorontalo kepada calon wisatawan kiranya menjadi sangat penting dilakukan untuk mendukung pemerintah provinsi Gorontalo dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata daerah. Upaya yang telah dilakukan antara lain adalah membuat prototipe sistem informasi destinasi wisata budaya berbasis kalender musim masyarakat Gorontalo. Hasil studi kelayakan atas prototipe dimaksud merekomendasikan adanya pengembangan dan peningkatan perluasan sajian informasi untuk potensi wisata lainnya yang ada di Gorontalo. Penelitian ini ditujukan untuk melakukan kajian rekayasa perangkat lunak komputer terhadap hasil penelitian sebelumnya berupa kalender musim Gorontalo, merancang algoritma dan mengembangkan modul web yang dapat merekomendasikan waktu dan lokasi tujuan wisata bahari di Provinsi Gorontalo. Metode Research and Development (RD) yang digunakan pada penelitian ini telah menghasilkan modul web yang memuat rekomendasi waktu dan lokasi kunjungan wisata bahari di daerah Gorontalo dan telah diintegrasikan pada sistem informasi destinasi wisata yang telah dibuat sebelumnya. Modul web yang telah dibuat selanjutnya diuji pada 200 responden sesuai ISO/IEC 2510 menunjukkan bahwa aspek Portability telah terpenuhi dan modul ini kompatibel dengan berbagai browser dan perangkat pengakses yang berbeda, uji aspek performance Efficiency menghasilkan durasi page load kurang dari 10 detik dan dikategorikan baik, serta menghasilkan nilai x=1 yang termasuk kategori baik pada pengujian aspek Functional Suitability. ","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116899944","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-01-09DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.12987
Frengki Eka Putra Surusa, Steven Humena, Maulidin Latif
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kWh yang hilang, jumlah rupiah tagihan susulan akibat Penerangan Jalan Umum (PJU) Illegal serta menyiapkan data data pada aplikasi Basecamp untuk mengetahui titik PJU dan mempermudah survei kembali untuk agenda tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian energi yang tidak terukur pada PJU illegal atau PJU yang tidak termeterisasi adalah sebesar 42.712,5 kWh. Total kerugian energi tersebut apabila dikonversi kedalam bentuk rupiah adalah sebesar Rp.61.706.748,75. Penggunaan Aplikasi Basecamp dan aplikasi pada android MAPinr dapat memberikan kemudahan dalam mengetahui keberadaan PJU serta dapat memetakan susut non teknis untuk dilakukan evaluasi berikutnya.This study aims to calculate the lost kWh, the number of rupiah additional bills due to Illegal Public Street Lighting (PJU) and prepare datas on the Basecamp App to find out the PJU points and make it easier to return to the survey for the annual agenda. The results showed that the unmeasured energy consumption of illegal PJU or unmetered PJU was 42.712,5 kWh. The total energy loss when converted into rupiah is Rp. 61.706.748,75. The use of the Basecamp App and the application on the MAPinr android can provide convenience in knowing the existence of PJU and can map non-technical losses for subsequent evaluation.
{"title":"Analisa Rugi Energi Listrik Non Teknis Pada Penerangan Jalan Umum di ULP Limboto","authors":"Frengki Eka Putra Surusa, Steven Humena, Maulidin Latif","doi":"10.37905/jjeee.v5i1.12987","DOIUrl":"https://doi.org/10.37905/jjeee.v5i1.12987","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kWh yang hilang, jumlah rupiah tagihan susulan akibat Penerangan Jalan Umum (PJU) Illegal serta menyiapkan data data pada aplikasi Basecamp untuk mengetahui titik PJU dan mempermudah survei kembali untuk agenda tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian energi yang tidak terukur pada PJU illegal atau PJU yang tidak termeterisasi adalah sebesar 42.712,5 kWh. Total kerugian energi tersebut apabila dikonversi kedalam bentuk rupiah adalah sebesar Rp.61.706.748,75. Penggunaan Aplikasi Basecamp dan aplikasi pada android MAPinr dapat memberikan kemudahan dalam mengetahui keberadaan PJU serta dapat memetakan susut non teknis untuk dilakukan evaluasi berikutnya.This study aims to calculate the lost kWh, the number of rupiah additional bills due to Illegal Public Street Lighting (PJU) and prepare datas on the Basecamp App to find out the PJU points and make it easier to return to the survey for the annual agenda. The results showed that the unmeasured energy consumption of illegal PJU or unmetered PJU was 42.712,5 kWh. The total energy loss when converted into rupiah is Rp. 61.706.748,75. The use of the Basecamp App and the application on the MAPinr android can provide convenience in knowing the existence of PJU and can map non-technical losses for subsequent evaluation.","PeriodicalId":292481,"journal":{"name":"Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121130516","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}