Kindriari Nurma Wahyusi, J. Jariyah, Rachmad Ramadhan Yogaswara
Desa Parerejo yang merupakan desa binaan Fakultas Teknik UPN Veteran Jawa Timur sejak tahun 2017 dan terletak di Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu sentra perajin tempe di Pasuruan. Jumlah pembuat tempe di desa setempat mencapai 107 kepala keluarga (KK), yang tersebar di tiga dusun yaitu dusun Belimbing, Ngaglik, dan Paretinep. Tempe yang dihasilkan merupakan produk unggulan di desa setempat selain pertanian serta memiliki rasa yang enak dan gurih. Di sisi lain keberadaan perajin tempe di desa tersebut menjadikan desa Parerejo dikenal luas sebagai “Kampung Tempe”. Perkembangan aneka olahan pangan membuat perajin tempe melakukan inovasi dari sekedar membuat dan menjual tempe mentah menjadi membuat olahan tempe seperti keripik tempe. Namun demikian, produksi keripik tempe di desa tersebut masih rendah karena terkendala peralatan yang dimiliki sehingga menghambat produktivitas. Berdasarkan hasil survei lapangan, proses pembuatan keripik tempe ini sangat sederhana, manual, dan membutuhkan waktu yang lama. Suatu alat pemotong keripik tempe otomatis telah dirancang dan difabrikasi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan produksi. Alat tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan menghemat waktu kerja. Lebih dari itu, alat pemotong keripik tempe otomatis tersebut juga dapat mereduksi kebutuhan akan tenaga kerja sehingga dapat menurunkan biaya produksi.
{"title":"PENGEMBANGAN PRODUK KERIPIK TEMPE UNTUK PERAJIN TEMPE DI DESA PAREREJO KABUPATEN PASURUAN","authors":"Kindriari Nurma Wahyusi, J. Jariyah, Rachmad Ramadhan Yogaswara","doi":"10.33005/jatekk.v1i1.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.33005/jatekk.v1i1.3","url":null,"abstract":"Desa Parerejo yang merupakan desa binaan Fakultas Teknik UPN Veteran Jawa Timur sejak tahun 2017 dan terletak di Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu sentra perajin tempe di Pasuruan. Jumlah pembuat tempe di desa setempat mencapai 107 kepala keluarga (KK), yang tersebar di tiga dusun yaitu dusun Belimbing, Ngaglik, dan Paretinep. Tempe yang dihasilkan merupakan produk unggulan di desa setempat selain pertanian serta memiliki rasa yang enak dan gurih. Di sisi lain keberadaan perajin tempe di desa tersebut menjadikan desa Parerejo dikenal luas sebagai “Kampung Tempe”. Perkembangan aneka olahan pangan membuat perajin tempe melakukan inovasi dari sekedar membuat dan menjual tempe mentah menjadi membuat olahan tempe seperti keripik tempe. Namun demikian, produksi keripik tempe di desa tersebut masih rendah karena terkendala peralatan yang dimiliki sehingga menghambat produktivitas. Berdasarkan hasil survei lapangan, proses pembuatan keripik tempe ini sangat sederhana, manual, dan membutuhkan waktu yang lama. Suatu alat pemotong keripik tempe otomatis telah dirancang dan difabrikasi untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan produksi. Alat tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan menghemat waktu kerja. Lebih dari itu, alat pemotong keripik tempe otomatis tersebut juga dapat mereduksi kebutuhan akan tenaga kerja sehingga dapat menurunkan biaya produksi.","PeriodicalId":302508,"journal":{"name":"Jurnal Abdimas Teknik Kimia","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123782063","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Luluk Edahwati, S. Sutiyono, Muhammad Khadik Asrori
Ikan merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani yang banyak disukai dan dikonsumsi masyarakat. Salah satunya adalah ikan lele disamping karena relatif murah harganya dan mudah mendapatkannya serta nilai gizinya yang cukup tinggi yang dapat menjaga stabilitas dan kesehatan tubuh, juga dapat meningkatkan kecerdasan otak pada anak. Akan tetapi ikan sangat cepat sekali mengalami proses kemunduran mutu yang mengarah kepada pembusukan. Oleh karena itu pengawetan dan pengolahan ikan yang baik sangat diperlukan. Pengolahan ikan merupakan suatu cara pengawetan ikan yang sudah sangat lama dikenal dan dilakukan oleh masyarakat. Abon merupakan makanan tradisional yang biasanya digunakan untuk lauk karena rasanya yang gurih. Abon ikan lele diolah dari daging ikan lele yang berukuran besar (>1 kg) agar serat abon yang diperoleh mempunyai serat seperti abon dari daging sapi. Usaha pengolahan ikan lele menjadi abon diharapkan akan meningkatkan nilai ekonomis juga mempunyai prospek yang besar karena daging ikan lele yang mudah didapat dan orang mulai bergeser mengkonsumsi ikan dari pada daging merah seperti sapi. Pengolahan ikan lele ini disampaikan pada ibu-ibu rumah tangga disamping untuk meningkatkan kegiatan yang bersifat positif, kemampuan berwirausaha dalam menciptakan suatu produk dengan menggunakan metode yang sederhana serta bahan baku yang murah.
{"title":"USAHA PENINGKATAN NILAI JUAL IKAN LELE (Clarias gariepinus) MENJADI ABON","authors":"Luluk Edahwati, S. Sutiyono, Muhammad Khadik Asrori","doi":"10.33005/jatekk.v1i1.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.33005/jatekk.v1i1.4","url":null,"abstract":"Ikan merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani yang banyak disukai dan dikonsumsi masyarakat. Salah satunya adalah ikan lele disamping karena relatif murah harganya dan mudah mendapatkannya serta nilai gizinya yang cukup tinggi yang dapat menjaga stabilitas dan kesehatan tubuh, juga dapat meningkatkan kecerdasan otak pada anak. Akan tetapi ikan sangat cepat sekali mengalami proses kemunduran mutu yang mengarah kepada pembusukan. Oleh karena itu pengawetan dan pengolahan ikan yang baik sangat diperlukan. Pengolahan ikan merupakan suatu cara pengawetan ikan yang sudah sangat lama dikenal dan dilakukan oleh masyarakat. Abon merupakan makanan tradisional yang biasanya digunakan untuk lauk karena rasanya yang gurih. Abon ikan lele diolah dari daging ikan lele yang berukuran besar (>1 kg) agar serat abon yang diperoleh mempunyai serat seperti abon dari daging sapi. Usaha pengolahan ikan lele menjadi abon diharapkan akan meningkatkan nilai ekonomis juga mempunyai prospek yang besar karena daging ikan lele yang mudah didapat dan orang mulai bergeser mengkonsumsi ikan dari pada daging merah seperti sapi. Pengolahan ikan lele ini disampaikan pada ibu-ibu rumah tangga disamping untuk meningkatkan kegiatan yang bersifat positif, kemampuan berwirausaha dalam menciptakan suatu produk dengan menggunakan metode yang sederhana serta bahan baku yang murah.","PeriodicalId":302508,"journal":{"name":"Jurnal Abdimas Teknik Kimia","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"1970-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125180218","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}