Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53802
D. Hidayat
Layanan Bimbingan dan konseling anak berbakat akademik, relative belum mendapat perhatian yang memadai. Fokus layanan BK di sekolah sangat berorientasi kepada anak “normal”. Tampaknya dipicu oleh tingkat kebutuhan yang tidak teridentifikasi. Secara statistic jumlah anak yang memiliki bakat akademik relative lebih sedikit dibanding dengan anak normal. Dalam Purdue three stage model for glayanan Bimbingan dan konseling anak berbakat akademik dimulai dengan mengidentifikasi keberbakatan. Artikel ini akan membahas konsep keberbakatan, instrument-instrumen yang menjadi alat identifikasi berbakat akademik pada usia anak-anak seperti Gifted Rating Scale (GRS), Gifted evaluation scale (GES), Scales for Identifying and Gifted Students (SIGS). Semua instrument tersebut memiliki dimensi pengukuran yang bervariasi, masing-masing instrument memiliki kelebihan dan kekurangan
{"title":"Analisis Alat Identifikasi Anak Berbakat Akademik Untuk Layanan Bimbingan Dan Konseling","authors":"D. Hidayat","doi":"10.26539/teraputik.53802","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53802","url":null,"abstract":"Layanan Bimbingan dan konseling anak berbakat akademik, relative belum mendapat perhatian yang memadai. Fokus layanan BK di sekolah sangat berorientasi kepada anak “normal”. Tampaknya dipicu oleh tingkat kebutuhan yang tidak teridentifikasi. Secara statistic jumlah anak yang memiliki bakat akademik relative lebih sedikit dibanding dengan anak normal. Dalam Purdue three stage model for glayanan Bimbingan dan konseling anak berbakat akademik dimulai dengan mengidentifikasi keberbakatan. Artikel ini akan membahas konsep keberbakatan, instrument-instrumen yang menjadi alat identifikasi berbakat akademik pada usia anak-anak seperti Gifted Rating Scale (GRS), Gifted evaluation scale (GES), Scales for Identifying and Gifted Students (SIGS). Semua instrument tersebut memiliki dimensi pengukuran yang bervariasi, masing-masing instrument memiliki kelebihan dan kekurangan","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47864271","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53414
Kiki Mulyani, Yeni Karneli
Individu menghadapi beberapa tantangan ketika memasuki fase kehidupan pernikahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan konseling gestalt terhadap kasus kecemasan dalam pernikahan. Informan adalah seorang wanita berinisial RM usia 28 tahun yang berada di daerah Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Tujuan wawancara dan observasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui apa yang menjadi kecemasan RM dalam pernikahannya. Jenis wawancara adalah wawancara terbuka dan bimbingan pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong, informan mampu bangkit dari kondisi KES-T menjadi kondisi KES, serta lebih siap untuk menjalani kehidupan pernikahannya. Keterampilan RM yang diperlukan terkait pencapaian tujuan tersebut yaitu RM mampu fokus dengan kondisi “here and now” dan memiliki kesadaran untuk melupakan mantan kekasihnya dan memilih tindakan memperbaiki kehidupan pernikahannya, dengan berani menyatakan perasaan yang diinginkan kepada suaminya. Klien RM berkomitmen mengurangi kecemasannya dengan fokus pada “apa” yang dihadapi saat ini, bukan berfokus pada masa lalu. Hal ini menunjukkan karakteristik konseling gestalt yaitu informan/klien mampu memiliki kesadaran pribadi, memahami kenyataan yang terjadi, dan mendapatkan insight secara penuh untuk menghilangkan kecemasannya
{"title":"Mereduksi Kecemasan dalam Pernikahan dengan Konseling Gestalt","authors":"Kiki Mulyani, Yeni Karneli","doi":"10.26539/teraputik.53414","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53414","url":null,"abstract":"Individu menghadapi beberapa tantangan ketika memasuki fase kehidupan pernikahan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan konseling gestalt terhadap kasus kecemasan dalam pernikahan. Informan adalah seorang wanita berinisial RM usia 28 tahun yang berada di daerah Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Tujuan wawancara dan observasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui apa yang menjadi kecemasan RM dalam pernikahannya. Jenis wawancara adalah wawancara terbuka dan bimbingan pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan konseling gestalt dengan teknik kursi kosong, informan mampu bangkit dari kondisi KES-T menjadi kondisi KES, serta lebih siap untuk menjalani kehidupan pernikahannya. Keterampilan RM yang diperlukan terkait pencapaian tujuan tersebut yaitu RM mampu fokus dengan kondisi “here and now” dan memiliki kesadaran untuk melupakan mantan kekasihnya dan memilih tindakan memperbaiki kehidupan pernikahannya, dengan berani menyatakan perasaan yang diinginkan kepada suaminya. Klien RM berkomitmen mengurangi kecemasannya dengan fokus pada “apa” yang dihadapi saat ini, bukan berfokus pada masa lalu. Hal ini menunjukkan karakteristik konseling gestalt yaitu informan/klien mampu memiliki kesadaran pribadi, memahami kenyataan yang terjadi, dan mendapatkan insight secara penuh untuk menghilangkan kecemasannya","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41515588","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53927
D. Sagita, Neviyarni Neviyarni, A. Afdal, I. Ifdil, Marjohan Marjohan
Konselor merupakan profesi yang menuntut keterampilan khusus dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling. Berbagai pendekatan dapat di gunakan untuk mencapai profesionalitas dalam Bimbingan dan konseling baik itu pendekatan psikologi Barat psikoanalis, behavioristik, humanistik yang telah terkenal di seluruh pelosok dunia maupun pendekatan yang memiliki kekhasan tersendiri. Seorang konselor harus memiliki wawasan, pengetahuan serta keterampilan dalam menangani berbagai permasalahan yang kompleks pda diri klien dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Seorang konselor harus memiliki kepribadian yang menarik dan profesional. Hamka merupakan intelektual dan cendikiawan yang juga berbicara tentang kepribadian dan manusia. Dalam pemikirannya HAMKA memaparkan 10 bentuk kepribadian Hebat yang bisa di integrasikan menjadi pribadi konselor yaitu: 1) Memiliki daya tarik, 2) Cerdik, 3) Menimbang rasa (Empati), 4) Berani, 5) Bijaksana, 6) Berpandangan baik, 7) Tahu diri, 8) Kesehatan Tubuh, 9) Bijak dalam berbicara, 10) Percaya diri
{"title":"Kepribadian Konselor Hebat Menurut Pemikiran Hamka","authors":"D. Sagita, Neviyarni Neviyarni, A. Afdal, I. Ifdil, Marjohan Marjohan","doi":"10.26539/teraputik.53927","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53927","url":null,"abstract":"Konselor merupakan profesi yang menuntut keterampilan khusus dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling. Berbagai pendekatan dapat di gunakan untuk mencapai profesionalitas dalam Bimbingan dan konseling baik itu pendekatan psikologi Barat psikoanalis, behavioristik, humanistik yang telah terkenal di seluruh pelosok dunia maupun pendekatan yang memiliki kekhasan tersendiri. Seorang konselor harus memiliki wawasan, pengetahuan serta keterampilan dalam menangani berbagai permasalahan yang kompleks pda diri klien dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Seorang konselor harus memiliki kepribadian yang menarik dan profesional. Hamka merupakan intelektual dan cendikiawan yang juga berbicara tentang kepribadian dan manusia. Dalam pemikirannya HAMKA memaparkan 10 bentuk kepribadian Hebat yang bisa di integrasikan menjadi pribadi konselor yaitu: 1) Memiliki daya tarik, 2) Cerdik, 3) Menimbang rasa (Empati), 4) Berani, 5) Bijaksana, 6) Berpandangan baik, 7) Tahu diri, 8) Kesehatan Tubuh, 9) Bijak dalam berbicara, 10) Percaya diri","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42398305","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Problematika karir siswa SMK terjadi karena adanya hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa SMK yang mengakibatkan kurang optimalnya siswa mempersiapkan karir di masa depan. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui problematika yang dialami oleh siswa SMK di bidang karir dengan menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Sumber literatur didapat dari database Google Scholar dalam jurnal di Indonesia pada tahun 2016-2021. Hasil penelitian ini, terdapat problematika karir yang dominan dialami siswa SMK antara lain, (1) perencanaan karir; (2) keputusan karir; (3) pemilihan karir; (4) kematangan karir yang rendah. Terdapat beberapa strategi dari program bimbingan dan konseling yang berjalan efektif untuk menangani problematika yang tersebut, , antara lain: (1) layanan informasi karir dengan media interaktif inovatif; (2) bimbingan kelompok dengan teknik modelling, group discussion, expressive writing dan bimbingan kelompok berbasis life skills; (3) layanan konseling dengan teknik konseling singkat berfokus solusi; (4) Pengembangan aplikasi “Kawan SMK”
{"title":"Problematika Bimbingan dan Konseling Bidang Karir Siswa SMK: A Systematic Literature Review (SLR)","authors":"Tasya Hamidah, Octavia Firdausi Putri, Tofik Kurniawan, E. Puspitasari, Khusnul Khotimah, Citra Tectona Suryawati","doi":"10.26539/teraputik.53852","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53852","url":null,"abstract":"Problematika karir siswa SMK terjadi karena adanya hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa SMK yang mengakibatkan kurang optimalnya siswa mempersiapkan karir di masa depan. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui problematika yang dialami oleh siswa SMK di bidang karir dengan menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Sumber literatur didapat dari database Google Scholar dalam jurnal di Indonesia pada tahun 2016-2021. Hasil penelitian ini, terdapat problematika karir yang dominan dialami siswa SMK antara lain, (1) perencanaan karir; (2) keputusan karir; (3) pemilihan karir; (4) kematangan karir yang rendah. Terdapat beberapa strategi dari program bimbingan dan konseling yang berjalan efektif untuk menangani problematika yang tersebut, , antara lain: (1) layanan informasi karir dengan media interaktif inovatif; (2) bimbingan kelompok dengan teknik modelling, group discussion, expressive writing dan bimbingan kelompok berbasis life skills; (3) layanan konseling dengan teknik konseling singkat berfokus solusi; (4) Pengembangan aplikasi “Kawan SMK”","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42225699","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53872
Wildan Muhammad Haidar, Eni Rindi Antika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecanduan bermain game online mobile legends yang dialami oleh siswa SMA. Kecanduan game online mobile legends adalah hal yang negatif, karena jika seseorang kecanduan game maka akan sulit untuk melepaskan diri dari bermain game tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan bermain game khususnya game online mobile legends dengan prestasi akaemik siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditemukan 152 dari 273 siswa yang kecanduan bermain game online mobile legends. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dan random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologis (Skala Kecanduan Game) dan dokumentasi (rapor siswa). Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecanduan bermain game online mobile legends dengan prestasi akademik siswa. Saran yang diberikan kepada guru BK atau konselor sekolah dapat memberikan layanan bimbingan kelompok atau jika memungkinkan dapat diadakan peer konseling agar dapat mengurangi perilaku adiktif dalam bermain game online mobile legends, belajar mengatur agar prestasi akademik meningkat
{"title":"Prestasi Akademik Siswa Ditinjau Dari Kecanduan Bermain Game Online Mobile Legends","authors":"Wildan Muhammad Haidar, Eni Rindi Antika","doi":"10.26539/teraputik.53872","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53872","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecanduan bermain game online mobile legends yang dialami oleh siswa SMA. Kecanduan game online mobile legends adalah hal yang negatif, karena jika seseorang kecanduan game maka akan sulit untuk melepaskan diri dari bermain game tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan bermain game khususnya game online mobile legends dengan prestasi akaemik siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditemukan 152 dari 273 siswa yang kecanduan bermain game online mobile legends. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling dan random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologis (Skala Kecanduan Game) dan dokumentasi (rapor siswa). Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecanduan bermain game online mobile legends dengan prestasi akademik siswa. Saran yang diberikan kepada guru BK atau konselor sekolah dapat memberikan layanan bimbingan kelompok atau jika memungkinkan dapat diadakan peer konseling agar dapat mengurangi perilaku adiktif dalam bermain game online mobile legends, belajar mengatur agar prestasi akademik meningkat","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46561535","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53854
Ruly Ningsih, Eka Aryani, Palasara Brahmani Laras, A. Hadi
Konseli memiliki perkembangan yang multidimensional. Untuk dapat memahami konseli secara menyeluruh, maka calon konselor perlu dipersiapkan agar memiliki kepekaan budaya. Sehubungan dengan kompleksnya upaya memahami konseli tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengembangan sensitivitas budaya calon konselor melalui photovoice diri. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan yang mana dilakukan dengan dalam setting kelompok dengan teknik photovoice kemudian calon konselor akan melaporkan hasil perubahan dalam dirinya di akhir sesi. Hasil studi menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memiliki pemahaman mengenai aspek-aspek yang ada dalam dirinya pribadi sebagai calon konselor, dan aspek dalam diri oranglain sebagai konseli. Implikasi dari hasil ini yaitu agar sensitivitas budaya calon konselor dapat dikembangkan dengan memperhatikan aspek sosial-kultural khususnya dalam konteks konseling di Indonesia yang majemuk
{"title":"Pengembangan Kompetensi Multikultural Calon Konselor","authors":"Ruly Ningsih, Eka Aryani, Palasara Brahmani Laras, A. Hadi","doi":"10.26539/teraputik.53854","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53854","url":null,"abstract":"Konseli memiliki perkembangan yang multidimensional. Untuk dapat memahami konseli secara menyeluruh, maka calon konselor perlu dipersiapkan agar memiliki kepekaan budaya. Sehubungan dengan kompleksnya upaya memahami konseli tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengembangan sensitivitas budaya calon konselor melalui photovoice diri. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan yang mana dilakukan dengan dalam setting kelompok dengan teknik photovoice kemudian calon konselor akan melaporkan hasil perubahan dalam dirinya di akhir sesi. Hasil studi menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memiliki pemahaman mengenai aspek-aspek yang ada dalam dirinya pribadi sebagai calon konselor, dan aspek dalam diri oranglain sebagai konseli. Implikasi dari hasil ini yaitu agar sensitivitas budaya calon konselor dapat dikembangkan dengan memperhatikan aspek sosial-kultural khususnya dalam konteks konseling di Indonesia yang majemuk","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"69461143","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53798
Mulawarman Mulawarman, Eni Rindi Antika, S. Hariyadi, Shania Dea Menany Soputan, Nurshafilla Rizka Saputri, Fristya Qusnul Saputri
Kesejahteraan psikologis berdampak pada kesehatan mental pada mahasiswa, layanan konseling yang memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi seperti konseling online dapat digunakan untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa . Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan sikap mahasiswa terhadap konseling online untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan desain survey, peneliti menggunakan sampel sebanyak 254 mahasiswa yang mewakili populasi yaitu mahasiswa Unnes untuk mengisi instrumen penelitian yaitu E-therapy Attitude Scale dan Ryff’s well Being Scale. Hasil penelitian diperoleh menggunakan analisis statistik deskriptif sehingga diketahui kesejahteraan psikologis mahasiswa berada dalam kategori sedang (M = 118,45 ; SD = 13,29) dan sikap mahasiswa terhadap konseling online pada kategori sedang (M = 44,46 ; SD = 5,41). Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa kedua aspek tersebut tidak berada pada kategori tinggi, sehingga diperlukan adanya layanan konseling online untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa UNNES
{"title":"Konseling Online Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis","authors":"Mulawarman Mulawarman, Eni Rindi Antika, S. Hariyadi, Shania Dea Menany Soputan, Nurshafilla Rizka Saputri, Fristya Qusnul Saputri","doi":"10.26539/teraputik.53798","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53798","url":null,"abstract":"Kesejahteraan psikologis berdampak pada kesehatan mental pada mahasiswa, layanan konseling yang memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi seperti konseling online dapat digunakan untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa . Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan sikap mahasiswa terhadap konseling online untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan desain survey, peneliti menggunakan sampel sebanyak 254 mahasiswa yang mewakili populasi yaitu mahasiswa Unnes untuk mengisi instrumen penelitian yaitu E-therapy Attitude Scale dan Ryff’s well Being Scale. Hasil penelitian diperoleh menggunakan analisis statistik deskriptif sehingga diketahui kesejahteraan psikologis mahasiswa berada dalam kategori sedang (M = 118,45 ; SD = 13,29) dan sikap mahasiswa terhadap konseling online pada kategori sedang (M = 44,46 ; SD = 5,41). Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa kedua aspek tersebut tidak berada pada kategori tinggi, sehingga diperlukan adanya layanan konseling online untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa UNNES","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45526406","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53903
M. Oktasari, Riska Andriani, H. Stevani
Academic burnout merupakan kejenuhan yang dialami individu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran/akademik. Tingginya tingkat academic burnout dapat menyebabkan rendahnya pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan academic burnout siswa laki-laki dan perempuan di sekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang berjumlah 281 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala academic burnout . Teknik analisis yang digunakan adalah independent sample t test dengan bantuan software JASP. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara academic burnout siswa laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan bahan bagi guru untuk menentukan metode pembelajaran sehingga dapat mengurangi tingkat academic burnout pada siswa
{"title":"Academic Burnout Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19 Ditinjau Dari Jenis Kelamin","authors":"M. Oktasari, Riska Andriani, H. Stevani","doi":"10.26539/teraputik.53903","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53903","url":null,"abstract":"Academic burnout merupakan kejenuhan yang dialami individu dalam mengikuti kegiatan pembelajaran/akademik. Tingginya tingkat academic burnout dapat menyebabkan rendahnya pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan academic burnout siswa laki-laki dan perempuan di sekolah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas yang berjumlah 281 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala academic burnout . Teknik analisis yang digunakan adalah independent sample t test dengan bantuan software JASP. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara academic burnout siswa laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan bahan bagi guru untuk menentukan metode pembelajaran sehingga dapat mengurangi tingkat academic burnout pada siswa","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42085002","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53913
Julhadi Julhadi
Konseling keluarga sebagai bantuan yang diberikan oleh psikolog dalam memahami, memecahkan, mengentaskan masalah dan mengebangkan potensi anggota keluarga, sehingga dapat melihat kesejahteraan dan kebahagian secara menyeluruh dalam keluarga pada pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan konseling keluarga baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut dan pelaporan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga orang responden yang terdiri dari satu orang psikolog dan dua orang pelaksana harian pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah pelaksanaan konseling keluarga yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah Psikolog kemudian ditambah dengan dokument-dokument pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan selama 2-3 bulan.Hasil dari penelitian ini antara lain: pelaksanaan konseling keluarga bersifat interaktif dengan melibatkan anggota keluarga, dalam rangka memahami, memecahkan, mengentaskan masalah dan mengembangkan potensi anggota keluarga, sehingga tercipta keseimbangan dalam keluarga. Kasus dominan yang mendapatkan layanan konseling keluarga pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual berupa pencabulan, sodomi dan pemerkosaan, kekerasan fisik berupa penganiayaan, perceraian, rujuk dan perebutan hak asuh anak
{"title":"Konseling Keluarga Pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A)","authors":"Julhadi Julhadi","doi":"10.26539/teraputik.53913","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53913","url":null,"abstract":"Konseling keluarga sebagai bantuan yang diberikan oleh psikolog dalam memahami, memecahkan, mengentaskan masalah dan mengebangkan potensi anggota keluarga, sehingga dapat melihat kesejahteraan dan kebahagian secara menyeluruh dalam keluarga pada pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan konseling keluarga baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, tindak lanjut dan pelaporan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga orang responden yang terdiri dari satu orang psikolog dan dua orang pelaksana harian pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah pelaksanaan konseling keluarga yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah Psikolog kemudian ditambah dengan dokument-dokument pendukung. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan selama 2-3 bulan.Hasil dari penelitian ini antara lain: pelaksanaan konseling keluarga bersifat interaktif dengan melibatkan anggota keluarga, dalam rangka memahami, memecahkan, mengentaskan masalah dan mengembangkan potensi anggota keluarga, sehingga tercipta keseimbangan dalam keluarga. Kasus dominan yang mendapatkan layanan konseling keluarga pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luhak Nan Tuo Tanah Datar adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual berupa pencabulan, sodomi dan pemerkosaan, kekerasan fisik berupa penganiayaan, perceraian, rujuk dan perebutan hak asuh anak","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41637946","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-22DOI: 10.26539/teraputik.53873
Yuti Munica, Eem Munawaroh
Penelitian ini berujuan untuk: (1) mengetahui gambaran tingkat temperance pada siswa SMK, (2) mengetahui tingkat coping stress, (3) mengetahui gambaran pengaruh virtue temperance dan coping stress pada siswa SMK di Purwokerto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala psikologi dengan instrument Subjective Well-Being yang mengadaptasi dari Flourishing Scale (FS), Scale Positif and Negative Experience (SPANE) dengan jumlah butir pernyataan 14 item, skala temperance sebanyak 17 item, dan coping stress sebanyak 12 item. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Purwokerto, siswa SMK Negeri 2 Purwokerto, dan siswa SMK Negeri 3 Purwokerto dengan jumlah sampel sebanyak 289 yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggambarkan tingkat virtue temperance, coping stress dan subjective well-being. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear ganda untuk mengetahui pengaruh virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Implikasi penelitian ini terhadap Bimbingan dan Konseling yaitu menjadi rujukan dalam mengembangkan kelimuan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya yang berkaitan dengan subjective well-being serta sebagai rujukan dalam Menyusun layanan bimbingan dan konseling guna meningkatkan subjective well-being maupun karakter positif siswa
{"title":"Subjective Well-Being Siswa Ditinjau dari Virtue Temperance dan Coping Stress","authors":"Yuti Munica, Eem Munawaroh","doi":"10.26539/teraputik.53873","DOIUrl":"https://doi.org/10.26539/teraputik.53873","url":null,"abstract":"Penelitian ini berujuan untuk: (1) mengetahui gambaran tingkat temperance pada siswa SMK, (2) mengetahui tingkat coping stress, (3) mengetahui gambaran pengaruh virtue temperance dan coping stress pada siswa SMK di Purwokerto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala psikologi dengan instrument Subjective Well-Being yang mengadaptasi dari Flourishing Scale (FS), Scale Positif and Negative Experience (SPANE) dengan jumlah butir pernyataan 14 item, skala temperance sebanyak 17 item, dan coping stress sebanyak 12 item. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Purwokerto, siswa SMK Negeri 2 Purwokerto, dan siswa SMK Negeri 3 Purwokerto dengan jumlah sampel sebanyak 289 yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggambarkan tingkat virtue temperance, coping stress dan subjective well-being. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear ganda untuk mengetahui pengaruh virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Implikasi penelitian ini terhadap Bimbingan dan Konseling yaitu menjadi rujukan dalam mengembangkan kelimuan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya yang berkaitan dengan subjective well-being serta sebagai rujukan dalam Menyusun layanan bimbingan dan konseling guna meningkatkan subjective well-being maupun karakter positif siswa","PeriodicalId":32066,"journal":{"name":"Teraputik Jurnal Bimbingan dan Konseling","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48964663","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}