Pub Date : 2022-08-18DOI: 10.9744/share.8.2.159-167
Bartolomeus Galih Visnhu Pradana, A. Mayasari, Yohanes Mario Pratama
Tiap masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kualitas pembelajaran tidaklah statis, melainkan dinamis dengan mendorong persyaratan hasil belajar pada kemajuan sains dan teknologi untuk membentuk pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Yogyakarta merupakan sebuah kota yang dijuluki sebagai Kota Pelajar, akan tetapi masih banyak permasalahan pendidikan yang dikeluhkan khususnya terkait hak belajar siswa. Memastikan setiap anak memperoleh hak akses pendidikan berkualitas di lingkungan yang aman masih menjadi tugas yang belum sepenuhnya selesai. Penurunan kualitas Pendidikan di Yogyakarta pun diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta di masa pandemi ini, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab berbagai pihak untuk meningkatkan sistem dan kualitas pendidikan. Pada era pendidikan 4.0, diskusi tentang literasi sangatlah mendesak, terutama di tingkat sekolah sebagai fondasi dalam mengubah kualitas pendidikan untuk membangun dan mengoptimalkan implementasi literasi baru, yaitu literasi data, teknologi, dan manusia. Implementasi literasi bermanfaat bagi pendidik untuk profesional dalam berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Para pendidik yang berkompeten akan mampu membimbing, menciptakan pengelolaan kelas, dan mendorong proses interaksi dengan situasi yang lebih efektif untuk mencapai tingkat optimal pada hasil belajar siswa. Hal ini, sejalan dengan keadaan kendala yang dialami SDN se-Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengembangan sumber daya guru dan peningkatan literasi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya, diadakan penyuluhan dan pendampingan pengembangan sumber daya manusia dan literasi untuk membantu pendidikan sekolah dasar di SDN se-Kapanewon Cangkringan dalam memperkuat kembali komitmen terhadap misi pendidikan dan membantu mengembangkan pengelolaan sumber daya manusia SDN se-Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
{"title":"PERAN LITERASI DALAM PENINGKATAN SUMBER DAYA GURU DI SDN SE-KEPANEWON CANGKRINGAN, DIY","authors":"Bartolomeus Galih Visnhu Pradana, A. Mayasari, Yohanes Mario Pratama","doi":"10.9744/share.8.2.159-167","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.2.159-167","url":null,"abstract":"Tiap masyarakat mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kualitas pembelajaran tidaklah statis, melainkan dinamis dengan mendorong persyaratan hasil belajar pada kemajuan sains dan teknologi untuk membentuk pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Yogyakarta merupakan sebuah kota yang dijuluki sebagai Kota Pelajar, akan tetapi masih banyak permasalahan pendidikan yang dikeluhkan khususnya terkait hak belajar siswa. Memastikan setiap anak memperoleh hak akses pendidikan berkualitas di lingkungan yang aman masih menjadi tugas yang belum sepenuhnya selesai. Penurunan kualitas Pendidikan di Yogyakarta pun diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta di masa pandemi ini, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab berbagai pihak untuk meningkatkan sistem dan kualitas pendidikan. Pada era pendidikan 4.0, diskusi tentang literasi sangatlah mendesak, terutama di tingkat sekolah sebagai fondasi dalam mengubah kualitas pendidikan untuk membangun dan mengoptimalkan implementasi literasi baru, yaitu literasi data, teknologi, dan manusia. Implementasi literasi bermanfaat bagi pendidik untuk profesional dalam berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Para pendidik yang berkompeten akan mampu membimbing, menciptakan pengelolaan kelas, dan mendorong proses interaksi dengan situasi yang lebih efektif untuk mencapai tingkat optimal pada hasil belajar siswa. Hal ini, sejalan dengan keadaan kendala yang dialami SDN se-Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengembangan sumber daya guru dan peningkatan literasi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya, diadakan penyuluhan dan pendampingan pengembangan sumber daya manusia dan literasi untuk membantu pendidikan sekolah dasar di SDN se-Kapanewon Cangkringan dalam memperkuat kembali komitmen terhadap misi pendidikan dan membantu mengembangkan pengelolaan sumber daya manusia SDN se-Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"75 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130783032","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-18DOI: 10.9744/share.8.2.177-185
Yosy Rahmawati, Imelda Uli Vistalina Simanjuntak
Untuk mengakomodasi kegiatan pembelajaran siswa/i di sekolah, pengelola instansi menyediakan fasilitas yang menunjang dan memperlancar kegiatan belajar mengajar, seperti perangkat komunikasi suara dengan tujuan sebagai media penyebaran informasi kepada siswa di ruang kelas dan lingkungan sekolah. SMP IP YAKIN merupakan satuan pendidikan formal jenjang SMP di wilayah Cengkareng Jakarta Barat di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan didirikan oleh Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia dengan 362 siswa aktif. Menurut informasi yang diberikan oleh manajemen SMP IP YAKIN, sejauh ini sudah ada sekitar 14 kelas yang sudah terpasang speaker pasif. Namun, sudah berhenti berfungsi dalam waktu sekitar delapan tahun yang lalu, sehingga perlu diaktifkan kembali perangkat komunikasi audio beserta prosedur perawatannya untuk mengoptimalkan fungsi dan efisiensi peralatan. Selain itu, diutamakan kepada divisi logistik yang bertanggung jawab atas pengadaan atau pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, perlu melakukan pemeliharaan preventif secara berkala untuk memastikan kehandalan peralatan dan menghilangkan potensi gagal pengoperasian. Teknis pemeliharaan preventif adalah inspeksi, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan, serta analisis. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan Sosialisasi Pemeliharaan Preventif Perangkat Komunikasi Audio Sebagai Upaya Mengoptimalkan Fungsi Peralatan dan Efisiensi. Materi yang dibahas dalam sosialisasi yaitu jenis dan bentuk-bentuk pemeliharaan, kartu laporan gangguan, pekerjaan dasar pemeliharaan preventif, manfaat pemeliharaan preventif dan tips merawat speaker pasif. Berdasarkan hasil rangkuman lembaran evaluasi kegiatan, ditemukan bahwa sosialisasi ini dirasakan sangat bermanfaat bagi peserta mengingat antusiasme dari para guru yang melihat secara langsung praktek pemeliharaan yang diperagakan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi menyadarkan para peserta akan pentingnya pemeliharaan secara preventif terhadap perangkat komunikasi audio di lingkungan sekolah dan peserta juga dapat mengetahui tujuan dan manfaat dari pemeliharaan preventif sebagai upaya mengoptimalkan fungsi peralatan dan efisiensi, khususnya di lingkungan SMP IP Yakin Cengkareng Jakarta Barat.
为了适应学生在学校的学习活动,管理机构提供支持和促进教学活动的设施,如语音通信设备,目的是为学生在课堂和学校环境中传播信息。SMP IP认为,它是西爪哇省西皮拉通地区的正规初中教育机构,由印度尼西亚历史学院教育中心(ministry of school of education and culture)成立,由362名活跃的学生组成。根据SMP IP管理层提供的信息,到目前为止,大约有14个教室已经安装了被动语音车。然而,它在大约8年前就停止了,因此有必要重新启用音频通信设备和治疗程序,以优化设备的功能和效率。此外,鉴于负责采购或维护学校设施和基础设施的物流部门,需要定期进行预防性维护,以确保设备的可靠性,并消除潜在的经营失败。预防维修技术是检查、计划和调度、记录和分析。因此,通过社区服务(PKM),通过声音通信设备的预防性维护社会化进行,以优化设备功能和效率。在社会化方面讨论的材料,如类型和形式的维护,中断报告卡,基本的预防性维修工作,预预性维护的好处和照顾被动演讲者的建议。根据活动评估表的总结,人们发现,这种社会化对参与者来说是非常有益的,因为教师们的热情亲眼目睹了社区服务执行团队的维护实践。社会化活动让参与者意识到预防设备的重要性,参与者也可以知道预防维护的目的和好处,因为它是一种优化设备和效率的手段,特别是在初中IP相信雅加达西部的社区。
{"title":"SOSIALISASI PEMELIHARAAN PREVENTIF PERANGKAT KOMUNIKASI AUDIO SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN FUNGSI PERALATAN DAN EFISIENSI DI SMP IP YAKIN CENGKARENG-JAKARTA BARAT","authors":"Yosy Rahmawati, Imelda Uli Vistalina Simanjuntak","doi":"10.9744/share.8.2.177-185","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.2.177-185","url":null,"abstract":"Untuk mengakomodasi kegiatan pembelajaran siswa/i di sekolah, pengelola instansi menyediakan fasilitas yang menunjang dan memperlancar kegiatan belajar mengajar, seperti perangkat komunikasi suara dengan tujuan sebagai media penyebaran informasi kepada siswa di ruang kelas dan lingkungan sekolah. SMP IP YAKIN merupakan satuan pendidikan formal jenjang SMP di wilayah Cengkareng Jakarta Barat di bawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan didirikan oleh Institut Pendidikan Yayasan Kenang Indonesia dengan 362 siswa aktif. Menurut informasi yang diberikan oleh manajemen SMP IP YAKIN, sejauh ini sudah ada sekitar 14 kelas yang sudah terpasang speaker pasif. Namun, sudah berhenti berfungsi dalam waktu sekitar delapan tahun yang lalu, sehingga perlu diaktifkan kembali perangkat komunikasi audio beserta prosedur perawatannya untuk mengoptimalkan fungsi dan efisiensi peralatan. Selain itu, diutamakan kepada divisi logistik yang bertanggung jawab atas pengadaan atau pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, perlu melakukan pemeliharaan preventif secara berkala untuk memastikan kehandalan peralatan dan menghilangkan potensi gagal pengoperasian. Teknis pemeliharaan preventif adalah inspeksi, perencanaan dan penjadwalan, pencatatan, serta analisis. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan Sosialisasi Pemeliharaan Preventif Perangkat Komunikasi Audio Sebagai Upaya Mengoptimalkan Fungsi Peralatan dan Efisiensi. Materi yang dibahas dalam sosialisasi yaitu jenis dan bentuk-bentuk pemeliharaan, kartu laporan gangguan, pekerjaan dasar pemeliharaan preventif, manfaat pemeliharaan preventif dan tips merawat speaker pasif. Berdasarkan hasil rangkuman lembaran evaluasi kegiatan, ditemukan bahwa sosialisasi ini dirasakan sangat bermanfaat bagi peserta mengingat antusiasme dari para guru yang melihat secara langsung praktek pemeliharaan yang diperagakan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi menyadarkan para peserta akan pentingnya pemeliharaan secara preventif terhadap perangkat komunikasi audio di lingkungan sekolah dan peserta juga dapat mengetahui tujuan dan manfaat dari pemeliharaan preventif sebagai upaya mengoptimalkan fungsi peralatan dan efisiensi, khususnya di lingkungan SMP IP Yakin Cengkareng Jakarta Barat.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116546434","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-18DOI: 10.9744/share.8.2.196-207
Mochamad Jamil, Dewi Mutmainnah, M. Azizah
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional memiliki peran penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19, sehingga perlu adanya manajemen usaha dan manajemen keuangan yang tepat untuk memajukan suatu UMKM. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan pada mitra UMKM Bakul Kembangan Official yang kegiatan usahanya berbasis handmade, dengan varian produk flower bouquet: dry flowers, fresh flowers, framegift, hampers, macrame, money bouquet, mahar perkawinan dan lainnya yang pasarkan melalui berbagai media digital. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan pemahaman mengenai manajemen usaha agar memiliki arah, terukur dan terencana dengan baik, juga mengenai pengelolaan keuangan, agar kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dapat mendukung kegiatan dan pengembangan usaha mitra UMKM, sebagai hasil pendampingan dan pelatihan secara aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui tahapan pra kegiatan, yakni melakukan survey awal, identifikasi permasalahan, konsolidasi Tim dalam melakukan pemetaan dan distribusi tugas sesuai dengan kepakaran, penyusunan dan pengajuan porposal kegiatan. Tahap pelaksanaan yaitu diskusi dan konsultasi, paparan materi pelatihan Manajemen Usaha dan Manajemen Keuangan dengan pratikum pembukuan sederhana. Tahap evaluasi dan monitoring, yakni dengan melakukan komparasi kondisi sebelum dan setelah kegiatan program dengan pendekatan interview dan diskusi serta observasi. Tahap akhir dilakukan penyusunan laporan dengan target publikasi dan dipaparkan dalam simposium kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
{"title":"PENDAMPINGAN MANAJEMEN USAHA DAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA UMKM BAKUL KEMBANG OFFICIAL KELURAHAN KEDURUS KECAMATAN KARANG PILANG KOTA SURABAYA","authors":"Mochamad Jamil, Dewi Mutmainnah, M. Azizah","doi":"10.9744/share.8.2.196-207","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.2.196-207","url":null,"abstract":"Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional memiliki peran penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia sebagai dampak pandemi Covid-19, sehingga perlu adanya manajemen usaha dan manajemen keuangan yang tepat untuk memajukan suatu UMKM. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan pada mitra UMKM Bakul Kembangan Official yang kegiatan usahanya berbasis handmade, dengan varian produk flower bouquet: dry flowers, fresh flowers, framegift, hampers, macrame, money bouquet, mahar perkawinan dan lainnya yang pasarkan melalui berbagai media digital. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan pemahaman mengenai manajemen usaha agar memiliki arah, terukur dan terencana dengan baik, juga mengenai pengelolaan keuangan, agar kegiatan perencanaan, pengelolaan, penyimpanan, serta pengendalian dana dapat mendukung kegiatan dan pengembangan usaha mitra UMKM, sebagai hasil pendampingan dan pelatihan secara aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan ini melalui tahapan pra kegiatan, yakni melakukan survey awal, identifikasi permasalahan, konsolidasi Tim dalam melakukan pemetaan dan distribusi tugas sesuai dengan kepakaran, penyusunan dan pengajuan porposal kegiatan. Tahap pelaksanaan yaitu diskusi dan konsultasi, paparan materi pelatihan Manajemen Usaha dan Manajemen Keuangan dengan pratikum pembukuan sederhana. Tahap evaluasi dan monitoring, yakni dengan melakukan komparasi kondisi sebelum dan setelah kegiatan program dengan pendekatan interview dan diskusi serta observasi. Tahap akhir dilakukan penyusunan laporan dengan target publikasi dan dipaparkan dalam simposium kegiatan pengabdian kepada masyarakat.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132938736","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-18DOI: 10.9744/share.8.2.150-158
Juster Donal Sinaga, Ag. Krisna Indah Marheni, B. E. T. Anggadewi
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bentuk Preschool, Daycare, dan Taman Kanak-Kanak (TK) berbasis masyarakat semakin banyak. Namun, kehadiran mereka tidak didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan terampil. Oleh karena itu, univeristas-universitas perlu hadir melalui pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di lembaga-lembaga tersebut seperti pelatihan peningkatan kompetensi kepengasuhan berbasis pembelajaran eksperiensial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepengasuhan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku dengan pelatihan berbasis experiential learning. Tujuan khusus pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku tentang (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling anak; dan (3) parenting. Sasaran kegiatan ini adalah para pengasuh Preschool dan Daycare Pelangiku yang berjumlah 10 orang, dan orang tua siswa sejumlah 20 orang. Kegiatan dilakukan di Preschool dan Daycare Pelangiku Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut metode kegiatan yang dipilih adalah pelatihan berbasis experiential learning. Ketercapaian tujuan kegiatan diukur menggunakan pre-post tes dan evaluasi. Data pre-post tes dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan peningkatan pengetahuan pengasuhan berbasis experiential learning dapat meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua anak Praschool dan Daycare Pelangiku tentang: (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling untuk anak; dan (3) parenting setelah mendapatkan materi kegiatan pengabdian. Karena kegiatan pengabdian ini dipandang berhasil maka diperlukan pelatihan tingkat lanjutan untuk meningkatkan keterampilan parenting.
{"title":"PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI KEPENGASUHAN BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING BAGI PENGASUH DAN ORANG TUA SISWA PRA SEKOLAH DAN DAY CARE","authors":"Juster Donal Sinaga, Ag. Krisna Indah Marheni, B. E. T. Anggadewi","doi":"10.9744/share.8.2.150-158","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.2.150-158","url":null,"abstract":"Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam bentuk Preschool, Daycare, dan Taman Kanak-Kanak (TK) berbasis masyarakat semakin banyak. Namun, kehadiran mereka tidak didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan terampil. Oleh karena itu, univeristas-universitas perlu hadir melalui pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia di lembaga-lembaga tersebut seperti pelatihan peningkatan kompetensi kepengasuhan berbasis pembelajaran eksperiensial. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepengasuhan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku dengan pelatihan berbasis experiential learning. Tujuan khusus pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua siswa Preschool dan Daycare Pelangiku tentang (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling anak; dan (3) parenting. Sasaran kegiatan ini adalah para pengasuh Preschool dan Daycare Pelangiku yang berjumlah 10 orang, dan orang tua siswa sejumlah 20 orang. Kegiatan dilakukan di Preschool dan Daycare Pelangiku Yogyakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut metode kegiatan yang dipilih adalah pelatihan berbasis experiential learning. Ketercapaian tujuan kegiatan diukur menggunakan pre-post tes dan evaluasi. Data pre-post tes dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan peningkatan pengetahuan pengasuhan berbasis experiential learning dapat meningkatkan pengetahuan para pengasuh dan orang tua anak Praschool dan Daycare Pelangiku tentang: (1) psikologi anak; (2) komunikasi pengasuhan dan konseling untuk anak; dan (3) parenting setelah mendapatkan materi kegiatan pengabdian. Karena kegiatan pengabdian ini dipandang berhasil maka diperlukan pelatihan tingkat lanjutan untuk meningkatkan keterampilan parenting.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127940120","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Keterampilan bina diri memanglah tampak sederhana, kegiatan yang biasa dilakukan ini ialah komponen dasar yang penting dan wajib dimiliki oleh tiap orang supaya mandiri. Tetapi, tidak tiap orang bisa terampil dalam melaksanakan kegiatan bina diri tersebut. Salah satunya ialah kanak-kanak yang hadapi intellectual developmental disorder. Pada anak dengan kendala pertumbuhan intelektual, keahlian bantu diri tidaklah perihal yang bisa dengan segera mereka kuasai. Pada anak dengan gangguan perkembangan intelektual yang sudah beranjak remaja kemampuan bantu diri menjadi hal yang sangat penting. Salah satu kemampuan bantu diri yang hendaknya harus segera dikuasai anak yang beranjak remaja adalah kemampuan dalam memakai BH. Hal itu dikarenakan pada usianya yang sudah beranjak remaja anak masih memerlukan bantuan untuk memakai BH. Padahal anak sudah mengalami pertumbuhan alat kelamin sekunder. Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk mitra adalah memberikan modifikasi perilaku teknik chaining untuk dapat meningkatkan kemampuan anak memakai BH serta memberikan psikoedukasi keluarga sehingga wawasan orang tua akan ‘keistimewaan’ anaknya meningkat serta pembuatan modul intervensi “Backward Chaining untuk Melatih Memakai BH Anak Gangguan Perkembangan Intelektual. Secara teknis kegiatan ABDIMAS ini akan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yakni: persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Dengan terselenggarakannya kegiatan ABDIMAS ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bantu diri anak dengan gangguan perkembangan intelektual sehingga tidak terlalu bergantung pada orang lain. Hasil pelaksanaan kegiatan ABDIMAS ini adalah meningkatnya kemampuan bantu diri anak KK dalam memakai BH secara mandiri.
{"title":"PENINGKATAN KEMAMPUAN BANTU DIRI PADA ANAK GANGGUAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL DI DESA KEDUNG PUTRI","authors":"Robik Anwar Dani, Marcella Mariska Aryono, Herdina Tyas Leylasari","doi":"10.9744/share.8.1.9-16","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.9-16","url":null,"abstract":"Keterampilan bina diri memanglah tampak sederhana, kegiatan yang biasa dilakukan ini ialah komponen dasar yang penting dan wajib dimiliki oleh tiap orang supaya mandiri. Tetapi, tidak tiap orang bisa terampil dalam melaksanakan kegiatan bina diri tersebut. Salah satunya ialah kanak-kanak yang hadapi intellectual developmental disorder. Pada anak dengan kendala pertumbuhan intelektual, keahlian bantu diri tidaklah perihal yang bisa dengan segera mereka kuasai. Pada anak dengan gangguan perkembangan intelektual yang sudah beranjak remaja kemampuan bantu diri menjadi hal yang sangat penting. Salah satu kemampuan bantu diri yang hendaknya harus segera dikuasai anak yang beranjak remaja adalah kemampuan dalam memakai BH. Hal itu dikarenakan pada usianya yang sudah beranjak remaja anak masih memerlukan bantuan untuk memakai BH. Padahal anak sudah mengalami pertumbuhan alat kelamin sekunder. Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk mitra adalah memberikan modifikasi perilaku teknik chaining untuk dapat meningkatkan kemampuan anak memakai BH serta memberikan psikoedukasi keluarga sehingga wawasan orang tua akan ‘keistimewaan’ anaknya meningkat serta pembuatan modul intervensi “Backward Chaining untuk Melatih Memakai BH Anak Gangguan Perkembangan Intelektual. Secara teknis kegiatan ABDIMAS ini akan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yakni: persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Dengan terselenggarakannya kegiatan ABDIMAS ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bantu diri anak dengan gangguan perkembangan intelektual sehingga tidak terlalu bergantung pada orang lain. Hasil pelaksanaan kegiatan ABDIMAS ini adalah meningkatnya kemampuan bantu diri anak KK dalam memakai BH secara mandiri.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"96 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115542099","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Inter Studi, yang tergabung antara dosen dan mahasiswa khususnya Mahasiswa Konsentrasi Public Relations angkatan 2018, pada mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) and Ethic, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan online ini bertemakan “Re-Set Our Mental Health In New Normal“, dengan Judul, “Menjaga Kesehatan Mental di Kenormalan Baru Pada Masa Pandemi covid-19.” Secara umum pandemik Covid-19, telah menimbulkan tingkat kecemasan yang tinggi di antara banyak penduduk dunia dan sebagian masyarakat Indonesia, yang juga tak luput dari rasa kecemasan ini. Karena rasa cemas ataupun takut (Phobia) yang berlebihan ini dapat mengganggu aktifitas dan kesehatan mental. Saat ini kita hidup di era “New Normal” atau hidup di masa kenormalan baru, akan tetapi pengaruh pandemi ini masih mempengaruhi kondisi mental sebagian masyarakat. Dikarenakan masa pandemi ini menyebabkan adanya “social distancing” keterbatasan jarak yang tidak memungkinkan adanya melakukan kegiatan secara langsung atau secara offline dengan jumlah banyak orang, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan secara online. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menjaga kembali kesehatan mental di masa pandemi Covid-19 baik secara teoritis dan praktiknya dengan melakukan olah pernafasan dalam yoga yang dapat memberikan rasa tenang dan nyaman untuk mengurangi stress. Hasil dari kegiatan ini sangat positif dan pikiran menjadi fresh dan tenang setelah para peserta melakukan yoga. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 73 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan umum.
{"title":"MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI KENORMALAN BARU PADA MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Susi Andrini, Rahayu Surasmi","doi":"10.9744/share.8.1.55-64","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.55-64","url":null,"abstract":"Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Inter Studi, yang tergabung antara dosen dan mahasiswa khususnya Mahasiswa Konsentrasi Public Relations angkatan 2018, pada mata kuliah Corporate Social Responsibility (CSR) and Ethic, mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan online ini bertemakan “Re-Set Our Mental Health In New Normal“, dengan Judul, “Menjaga Kesehatan Mental di Kenormalan Baru Pada Masa Pandemi covid-19.” Secara umum pandemik Covid-19, telah menimbulkan tingkat kecemasan yang tinggi di antara banyak penduduk dunia dan sebagian masyarakat Indonesia, yang juga tak luput dari rasa kecemasan ini. Karena rasa cemas ataupun takut (Phobia) yang berlebihan ini dapat mengganggu aktifitas dan kesehatan mental. Saat ini kita hidup di era “New Normal” atau hidup di masa kenormalan baru, akan tetapi pengaruh pandemi ini masih mempengaruhi kondisi mental sebagian masyarakat. Dikarenakan masa pandemi ini menyebabkan adanya “social distancing” keterbatasan jarak yang tidak memungkinkan adanya melakukan kegiatan secara langsung atau secara offline dengan jumlah banyak orang, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan secara online. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat agar dapat menjaga kembali kesehatan mental di masa pandemi Covid-19 baik secara teoritis dan praktiknya dengan melakukan olah pernafasan dalam yoga yang dapat memberikan rasa tenang dan nyaman untuk mengurangi stress. Hasil dari kegiatan ini sangat positif dan pikiran menjadi fresh dan tenang setelah para peserta melakukan yoga. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Juli 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 73 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan umum.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130314015","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
E. Mayasari, B. E. T. Anggadewi, Laurensia Aptik Evanjeli, Puji Purnomo, Antonia Morita Iswari Saktiawati
Pandemi Covid-19 yang terjadi ini menuntut orang tua, guru dan masyarakat untuk bekerjasama dan memperhatikan anak secara psikologis. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat mengatasi masalah emosi dan perilaku dengan baik. Para guru yang berkomunikasi dengan anak setiap hari membutuhkan pendampingan untuk mengasah kemampuan tersebut. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, nampak bahwa guru membutuhkan pendampingan mengenai: 1) Pendidikan Anak, 2) ICT dalam pembelajaran, 3) Kesehatan Mental Anak, dan 4) Kesehatan Medis Anak. Metode pendampingan yang digunakan adalah penyuluhan sebanyak enam sesi, yaitu 1) Pendampingan anak selama belajar daring, 2) Penggunaan ICT dalam pembelajaran daring, 3) Mengenal emosi anak, 4) Kesehatan mental anak selama pandemic, 5) Kesehatan fisik anak selama pandemic dan 6) Pencegahan dan diagnosis infeksi pada anak. Hasil dari pendampingan ini adalah sebanyak 100% guru mendapatkan pemahaman dalam mendampingi anak belajar daring; sebanyak 99,3% guru mendapatkan motivasi dan semangat kembali dalam mendampingi anak belajar daring; ebanyak 99,3% guru mampu membedakan kondisi mental yang sehat dan yang membutuhkan bantuan; sebanyak 100% guru merasa perlu memberikan perhatian kepada kesehatan mental anak selama pembelajaran jarak jauh; sebanyak 99,3% guru merasa mampu mengenali dan 98,6% guru merasa dapat mengatur emosi anak; sebanyak 99,9% guru mengetahui dampak pandemi pada fisik anak; sebanyak 99% guru mengetahui cara pencegahan infeksi covid-19 pada anak; sebanyak 99,7% guru mendapatkan ide dalam merancang pembelajarang daring menggunakan ICT dan sebanyak 100% guru bersemangat menggunakan ICT dalam pembelajaran daring.
{"title":"MERAWAT KESEHATAN MENTAL ANAK","authors":"E. Mayasari, B. E. T. Anggadewi, Laurensia Aptik Evanjeli, Puji Purnomo, Antonia Morita Iswari Saktiawati","doi":"10.9744/share.8.1.1-8","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.1-8","url":null,"abstract":"Pandemi Covid-19 yang terjadi ini menuntut orang tua, guru dan masyarakat untuk bekerjasama dan memperhatikan anak secara psikologis. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat mengatasi masalah emosi dan perilaku dengan baik. Para guru yang berkomunikasi dengan anak setiap hari membutuhkan pendampingan untuk mengasah kemampuan tersebut. Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan, nampak bahwa guru membutuhkan pendampingan mengenai: 1) Pendidikan Anak, 2) ICT dalam pembelajaran, 3) Kesehatan Mental Anak, dan 4) Kesehatan Medis Anak. Metode pendampingan yang digunakan adalah penyuluhan sebanyak enam sesi, yaitu 1) Pendampingan anak selama belajar daring, 2) Penggunaan ICT dalam pembelajaran daring, 3) Mengenal emosi anak, 4) Kesehatan mental anak selama pandemic, 5) Kesehatan fisik anak selama pandemic dan 6) Pencegahan dan diagnosis infeksi pada anak. Hasil dari pendampingan ini adalah sebanyak 100% guru mendapatkan pemahaman dalam mendampingi anak belajar daring; sebanyak 99,3% guru mendapatkan motivasi dan semangat kembali dalam mendampingi anak belajar daring; ebanyak 99,3% guru mampu membedakan kondisi mental yang sehat dan yang membutuhkan bantuan; sebanyak 100% guru merasa perlu memberikan perhatian kepada kesehatan mental anak selama pembelajaran jarak jauh; sebanyak 99,3% guru merasa mampu mengenali dan 98,6% guru merasa dapat mengatur emosi anak; sebanyak 99,9% guru mengetahui dampak pandemi pada fisik anak; sebanyak 99% guru mengetahui cara pencegahan infeksi covid-19 pada anak; sebanyak 99,7% guru mendapatkan ide dalam merancang pembelajarang daring menggunakan ICT dan sebanyak 100% guru bersemangat menggunakan ICT dalam pembelajaran daring.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117118102","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurul Laily, Ikhsan Budi Riharja, R. Sidharta, Widhi Aristianti R
Pandemi mengajarkan banyak hal baru pada semua aspek kehidupan termasuk di dalamnya kegiatan bisnis. Pada saat sebelum pandemi kegiatan bisnis kerajinan dalam pemasarannya lebih banyak dilakukan secara konvensional yaitu bertemu langsung antara pelaku UMKM dengan konsumen. Pada awal sampai pertengahan pandemi pelaku UMKM masih belum terbiasa melakukan kegiatan bisnis secara online sehingga usaha yang dijalankan mengalami penurunan omset penjualan. Salah satu cara untuk mempertahankan bisnis melalui inovasi pemasaran produk dengan menggunakan sosial media yang dilengkapi dengan informasi produk yang singkat, padat, jelas dan menarik. Para pelaku UMKM merasa belum terbiasa dan kurang memahami cara pemasaran online yang tepat. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan pemasaran online dan pendampingan pembuatan media sosial sebagai sarana promosi yang baru. Kegiatan pendampingan ini dilakukan denga memanfaatkan media sosial seperti whatsapp, facebook, dan Instagram. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring para pelaku merasa lebih nyaman menggunakan whatsapp status dalam memasarkan produknya di-bandingkan dengan menggunakan facebook dan Instagram. Menurut pelaku UMKM menggunakan whatsapp status jauh lebih mudah, efektif dan efisien karena dengan hanya membuka whatsapp pelaku UMKM dapat langsung berkomunikasi dengan calon pembeli maupun dengan pihak lainnya. Satu aplikasi semua kegiatan dapat dilakukan sehingga dirasa lebih efektif dan efisien dari sisi waktu.
{"title":"MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENJUALAN UMKM KERAJINAN DI GRESIK","authors":"Nurul Laily, Ikhsan Budi Riharja, R. Sidharta, Widhi Aristianti R","doi":"10.9744/share.8.1.43-48","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.43-48","url":null,"abstract":"Pandemi mengajarkan banyak hal baru pada semua aspek kehidupan termasuk di dalamnya kegiatan bisnis. Pada saat sebelum pandemi kegiatan bisnis kerajinan dalam pemasarannya lebih banyak dilakukan secara konvensional yaitu bertemu langsung antara pelaku UMKM dengan konsumen. Pada awal sampai pertengahan pandemi pelaku UMKM masih belum terbiasa melakukan kegiatan bisnis secara online sehingga usaha yang dijalankan mengalami penurunan omset penjualan. Salah satu cara untuk mempertahankan bisnis melalui inovasi pemasaran produk dengan menggunakan sosial media yang dilengkapi dengan informasi produk yang singkat, padat, jelas dan menarik. Para pelaku UMKM merasa belum terbiasa dan kurang memahami cara pemasaran online yang tepat. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan pemasaran online dan pendampingan pembuatan media sosial sebagai sarana promosi yang baru. Kegiatan pendampingan ini dilakukan denga memanfaatkan media sosial seperti whatsapp, facebook, dan Instagram. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring para pelaku merasa lebih nyaman menggunakan whatsapp status dalam memasarkan produknya di-bandingkan dengan menggunakan facebook dan Instagram. Menurut pelaku UMKM menggunakan whatsapp status jauh lebih mudah, efektif dan efisien karena dengan hanya membuka whatsapp pelaku UMKM dapat langsung berkomunikasi dengan calon pembeli maupun dengan pihak lainnya. Satu aplikasi semua kegiatan dapat dilakukan sehingga dirasa lebih efektif dan efisien dari sisi waktu.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121955396","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ery ' Safrianti, Dian Yayan Sukama, E. Susilo, Feranita Feranita, Linna Oktaviana Sari
Kondisi saat ini dengan adanya wabah penyakit pandemi Covid 19 telah menimbulkan permasalah baru dalam penyelenggaraan pendidikan secara konvensional. Pertemuan tatap muka langsung antara guru dan siswa belum diizinkan untuk diselenggarakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pembelajaran daring melalui jaringan internet. Metode Pembelajaran ini juga dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN 2) Rumbio. Namun ada keterbatasan sarana fisik seperti jaringan internet dan perangkat komputer. Disamping itu juga keterbatasan kemampuan penguasaaan teknologi yang mendukung pembelajaran daring. Sambungan internet dilakukan melalui perangkat handphone dan belum ada koneksi internet yang baik. Lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota menyebabkan sulitnya mendapatkan akses internet melalui jaringan kabel. Salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan akses internet adalah dengan memanfaatkan jaringan seluler. Untuk mendapatkan koneksi internet jaringan seluler diperlukan perangkat modem GSM. Koneksi internet yang telah diperoleh bisa dibagikan kepada beberapa komputer melalui jaringan baik secara wired maupun wireless. Selanjutnya perlu dilakukan pelatihan bagi para guru agar memiliki pengetahuan tambahan mengenai model pembelajaran daring. Fasilitas perangkat lunak yang banyak tersedia seperti Google Suite for education perlu dikuasai oleh guru, sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal demi kepentingan para siswa. Program pengadaan dan optimalisasi jaringan internet sekolah untuk pembelajaran daring dalam masa pandemi covid 19 di SMAN 2 Rumbio Jaya sudah berhasil dilaksanakan dengan baik. Melalui penambahan perangkat jaringan dan modem internet, sarana akses jaringan internet untuk pembelajaran dapat lebih meningkat. Pelatihan pembelajaran daring dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para guru setelah dilakukan pemetaan melalui survey awal secara online. Hasil survey awal menunjukkan kemampuan yang masih terbatas dalam pengelolaan kelas dan pemanfaatan fasilitas yang disediakan google suite for education untuk pembelajaran daring, seperti pembuatan soal ujian online melalui penggunaan google form.
{"title":"PROGRAM PENGADAAN DAN OPTIMALISASI JARINGAN INTERNET SEKOLAH UNTUK PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA PANDEMI COVID 19 DI SMAN 2 RUMBIO","authors":"Ery ' Safrianti, Dian Yayan Sukama, E. Susilo, Feranita Feranita, Linna Oktaviana Sari","doi":"10.9744/share.8.1.33-42","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.33-42","url":null,"abstract":"Kondisi saat ini dengan adanya wabah penyakit pandemi Covid 19 telah menimbulkan permasalah baru dalam penyelenggaraan pendidikan secara konvensional. Pertemuan tatap muka langsung antara guru dan siswa belum diizinkan untuk diselenggarakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pembelajaran daring melalui jaringan internet. Metode Pembelajaran ini juga dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN 2) Rumbio. Namun ada keterbatasan sarana fisik seperti jaringan internet dan perangkat komputer. Disamping itu juga keterbatasan kemampuan penguasaaan teknologi yang mendukung pembelajaran daring. Sambungan internet dilakukan melalui perangkat handphone dan belum ada koneksi internet yang baik. Lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota menyebabkan sulitnya mendapatkan akses internet melalui jaringan kabel. Salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan akses internet adalah dengan memanfaatkan jaringan seluler. Untuk mendapatkan koneksi internet jaringan seluler diperlukan perangkat modem GSM. Koneksi internet yang telah diperoleh bisa dibagikan kepada beberapa komputer melalui jaringan baik secara wired maupun wireless. Selanjutnya perlu dilakukan pelatihan bagi para guru agar memiliki pengetahuan tambahan mengenai model pembelajaran daring. Fasilitas perangkat lunak yang banyak tersedia seperti Google Suite for education perlu dikuasai oleh guru, sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal demi kepentingan para siswa. Program pengadaan dan optimalisasi jaringan internet sekolah untuk pembelajaran daring dalam masa pandemi covid 19 di SMAN 2 Rumbio Jaya sudah berhasil dilaksanakan dengan baik. Melalui penambahan perangkat jaringan dan modem internet, sarana akses jaringan internet untuk pembelajaran dapat lebih meningkat. Pelatihan pembelajaran daring dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para guru setelah dilakukan pemetaan melalui survey awal secara online. Hasil survey awal menunjukkan kemampuan yang masih terbatas dalam pengelolaan kelas dan pemanfaatan fasilitas yang disediakan google suite for education untuk pembelajaran daring, seperti pembuatan soal ujian online melalui penggunaan google form.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129584956","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
H. Murdiana, D. Kristanti, Amirul Mustofa, Yose V Parindungan Sagala
Sistem Online single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) merupakan sistem perizinan berbasis teknologi yang penggunaan datanya terintegrasi di pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Tujuan pemerintah mengubah system perizinan menjadi terintegrasi dan secara online adalah memotong rantai birokrasi dan mempermudah pengusaha untuk melakukan pendaftaran izin baru maupun perpanjangan dengan waktu terukur dan dapat termonitor dengan jelas. Anggota IAI Kabupaten Bantul sebagian besar merupakan apoteker yang berpraktek di apotek dan banyak apoteker yang memiliki apotek sendiri, sehingga sangat membutuhkan pemahaman tentang sistem OSS RBA dan teknis tatacara proses perizinan sarana Kesehatan baik perizinan baru maupun perpanjangan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi pemahaman kepada anggota IAI Bantul khusunya apoteker pemilik sarana apotek tentang sistem OSS RBA dan teknis tata cara proses perizinan yang mudah dan terukur prosesnya. Pelaksanaan pengabdian berupa seminar yang meliputi ceramah dari 2 narasumber ahli, diskusi dan simulasi tata cara perizinan, kemudian dilanjutkan implementasi pendaftaran perizinan dari laman masing masing peserta. Hasil dari pengabdian yang dilakukan sangat terukur dan dapat terlihat dari seberapa banyak peserta yang bertanya saat diskusi dan aktifnya grup WhatApp peserta yang sengaja dibuat untuk memfasilitasi pertanyaan peserta, banyaknya peserta online yang menyaksikan tayangan youtube dan antusias peserta untuk melakukan pendampingan pasca sosialisasi. Ada 52,3% dari peserta seminar yang berhasil melakukan perpanjangan perijinan melalui sistem OSS RBA. Kegiatan pengabdian IAI PC Bantul dalam mensosialisasikan sistem OSS RBA sangat berhasil.
{"title":"IAI BANTUL MENGABDI : SOSIALISASI ONLINE SINGGLE SUBMISSION RISK BASED APPROACH (OSS RBA) UNTUK PENYELENGGARAAN APOTEK","authors":"H. Murdiana, D. Kristanti, Amirul Mustofa, Yose V Parindungan Sagala","doi":"10.9744/share.8.1.73-77","DOIUrl":"https://doi.org/10.9744/share.8.1.73-77","url":null,"abstract":"Sistem Online single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) merupakan sistem perizinan berbasis teknologi yang penggunaan datanya terintegrasi di pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Tujuan pemerintah mengubah system perizinan menjadi terintegrasi dan secara online adalah memotong rantai birokrasi dan mempermudah pengusaha untuk melakukan pendaftaran izin baru maupun perpanjangan dengan waktu terukur dan dapat termonitor dengan jelas. Anggota IAI Kabupaten Bantul sebagian besar merupakan apoteker yang berpraktek di apotek dan banyak apoteker yang memiliki apotek sendiri, sehingga sangat membutuhkan pemahaman tentang sistem OSS RBA dan teknis tatacara proses perizinan sarana Kesehatan baik perizinan baru maupun perpanjangan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberi pemahaman kepada anggota IAI Bantul khusunya apoteker pemilik sarana apotek tentang sistem OSS RBA dan teknis tata cara proses perizinan yang mudah dan terukur prosesnya. Pelaksanaan pengabdian berupa seminar yang meliputi ceramah dari 2 narasumber ahli, diskusi dan simulasi tata cara perizinan, kemudian dilanjutkan implementasi pendaftaran perizinan dari laman masing masing peserta. Hasil dari pengabdian yang dilakukan sangat terukur dan dapat terlihat dari seberapa banyak peserta yang bertanya saat diskusi dan aktifnya grup WhatApp peserta yang sengaja dibuat untuk memfasilitasi pertanyaan peserta, banyaknya peserta online yang menyaksikan tayangan youtube dan antusias peserta untuk melakukan pendampingan pasca sosialisasi. Ada 52,3% dari peserta seminar yang berhasil melakukan perpanjangan perijinan melalui sistem OSS RBA. Kegiatan pengabdian IAI PC Bantul dalam mensosialisasikan sistem OSS RBA sangat berhasil.","PeriodicalId":338284,"journal":{"name":"SHARE \"SHaring - Action - REflection\"","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133819732","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}