Pub Date : 2024-07-01DOI: 10.55558/alihda.v18i2.140
Anita Pronika, Rahma Ardhania
Kesenjangan gender dan tantangan yang dihadapi wanita Muslim merupakan isu kompleks yang melibatkan faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Berbagai kajian telah menyelidiki aspek-aspek ini, membuka jendela pemahaman terhadap ketidaksetaraan dan rintangan yang mungkin dihadapi wanita Muslim di berbagai bagian dunia. Kontribusi wanita dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan serta tantangan yang dihadapi di era kontemporer dapat membantu merancang program-program yang mendukung perkembangan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Studi mencakup penelitian tentang kesenjangan gender di berbagai sektor di dunia Islam dapat memberikan wawasan penting untuk merumuskan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan. Juga untuk memahami bagaimana media memengaruhi persepsi wanita Muslim. Analisis tentang representasi wanita Muslim dalam media dapat membantu merancang strategi untuk mempromosikan citra yang lebih akurat dan positif. Penelitian tentang pendidikan dan kesetaraan gender dapat membawa pemahaman lebih mendalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi wanita dalam mengejar pendidikan lebih lanjut.Serta pengaruh agama dan interpretasi keagamaan terhadap peran wanita dapat membantu merancang pendekatan yang inklusif dan mendukung pemberdayaan wanita di masyarakat Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis untuk memajukan kesetaraan dan pemberdayaan wanita di masa depan.
{"title":"PERAN WANITA DALAM PEMBENTUKAN PERADABAN ISLAM: PERSPEKTIF SEJARAH","authors":"Anita Pronika, Rahma Ardhania","doi":"10.55558/alihda.v18i2.140","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v18i2.140","url":null,"abstract":"Kesenjangan gender dan tantangan yang dihadapi wanita Muslim merupakan isu kompleks yang melibatkan faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Berbagai kajian telah menyelidiki aspek-aspek ini, membuka jendela pemahaman terhadap ketidaksetaraan dan rintangan yang mungkin dihadapi wanita Muslim di berbagai bagian dunia. Kontribusi wanita dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan serta tantangan yang dihadapi di era kontemporer dapat membantu merancang program-program yang mendukung perkembangan sosial dan kesejahteraan masyarakat. \u0000Studi mencakup penelitian tentang kesenjangan gender di berbagai sektor di dunia Islam dapat memberikan wawasan penting untuk merumuskan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan. Juga untuk memahami bagaimana media memengaruhi persepsi wanita Muslim. Analisis tentang representasi wanita Muslim dalam media dapat membantu merancang strategi untuk mempromosikan citra yang lebih akurat dan positif. \u0000Penelitian tentang pendidikan dan kesetaraan gender dapat membawa pemahaman lebih mendalam tentang tantangan dan peluang yang dihadapi wanita dalam mengejar pendidikan lebih lanjut.Serta pengaruh agama dan interpretasi keagamaan terhadap peran wanita dapat membantu merancang pendekatan yang inklusif dan mendukung pemberdayaan wanita di masyarakat Islam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis untuk memajukan kesetaraan dan pemberdayaan wanita di masa depan.","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141851310","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-07-01DOI: 10.55558/alihda.v17i1.143
Mariatul Hikmah, Nindy Sugesti
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang lebih menekankan pada kualitas Pendidikan materi yang dilaksanakan secara esensial. Pembeajaran yang ada pada kurikulum Merdeka harus dapat terlaksana secara maksimal. Pembelajaran yang efektif tidak hanya membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun bagaimana bisa menerapkan apa-apa yang sudah dipelajari di lingkungan nyata. Implementasi pada kurikulum Merdeka yang lebih menggunakan pendekatan diferensiasi, yang mana ciri khususnya adalah adanya pengelompokan capaian pembelajaran siswa pada fase pertumbuhan anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dianggap paling cocok digunakan, dikarenakan penelitian ini menggali pengalaman guru-guru madrasah yang ada dalam memahami dan mengamalkan kurikulum Merdeka. Adapun sabjek dalam kajian ini ialah guru-guru madrasah dan juga siswa yang sedang melaksanakan aktivitas pembelajaran. Dengan menerapkan perspektif pedagogi Kurikulum Merdeka berbasis komunitas, madrasah di Indragiri Hulu diharapkan dapat menjadi lembaga pendidikan yang relevan, responsif terhadap kebutuhan lokal, serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan sosial, keterampilan praktis, dan komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan komunitas dan bangsa.
默迪卡课程是一种强调物质教育质量的课程,本质上是一种物质教育。默迪卡课程的教学必须优化进行。有效的学习不仅能帮助学生实现学习目标,更重要的是如何在真实环境中学以致用。实施默迪卡课程,采用的是分层教学法,其特点是将学生在儿童成长阶段的学习成绩进行分组。本研究采用的研究方法是现象学的定性方法。 这种研究方法被认为是最适合使用的,因为本研究探讨了现有伊斯兰学校教师在理解和实践默迪卡课程方面的经验。研究对象是伊斯兰学校的教师和正在开展学习活动的学生。通过应用以社区为基础的默迪卡课程的教学视角,Indragiri Hulu 的伊斯兰学校有望成为相关的教育机构,对当地的需求做出回应,并能够培养出具有社会敏感性、实践技能以及致力于为社区和国家建设做出贡献的毕业生。
{"title":"PERSPEKTIF PEDAGOGI KURIKULUM MERDEKA BERBASIS KOMUNITAS PADA MADRASAH YANG ADA DI INDRAGIRI HULU","authors":"Mariatul Hikmah, Nindy Sugesti","doi":"10.55558/alihda.v17i1.143","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v17i1.143","url":null,"abstract":"Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang lebih menekankan pada kualitas Pendidikan materi yang dilaksanakan secara esensial. Pembeajaran yang ada pada kurikulum Merdeka harus dapat terlaksana secara maksimal. \u0000Pembelajaran yang efektif tidak hanya membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun bagaimana bisa menerapkan apa-apa yang sudah dipelajari di lingkungan nyata. Implementasi pada kurikulum Merdeka yang lebih menggunakan pendekatan diferensiasi, yang mana ciri khususnya adalah adanya pengelompokan capaian pembelajaran siswa pada fase pertumbuhan anak. \u0000Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dianggap paling cocok digunakan, dikarenakan penelitian ini menggali pengalaman guru-guru madrasah yang ada dalam memahami dan mengamalkan kurikulum Merdeka. Adapun sabjek dalam kajian ini ialah guru-guru madrasah dan juga siswa yang sedang melaksanakan aktivitas pembelajaran. \u0000Dengan menerapkan perspektif pedagogi Kurikulum Merdeka berbasis komunitas, madrasah di Indragiri Hulu diharapkan dapat menjadi lembaga pendidikan yang relevan, responsif terhadap kebutuhan lokal, serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan sosial, keterampilan praktis, dan komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan komunitas dan bangsa.","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"99 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141842751","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-07-01DOI: 10.55558/alihda.v18i2.142
Yusrizal, Annisa Fajriani, Aditya Prayoga
Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan aspek kritis dalam membentuk karakter dan moralitas siswa. Pembentukan nilai-nilai keagamaan pada tingkat ini memainkan peran sentral dalam membantu siswa menginternalisasi ajaran Islam. Seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat, perubahan dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia juga menjadi semakin nyata. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program pendidikan Agama Islam di SMA guna memastikan pencapaian tujuan pendidikan agama secara optimal. Dengan melakukan studi kasus di beberapa SMA, diharapkan evaluasi ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang keberhasilan dan tantangan program pendidikan Agama Islam. Informasi yang ditemukan diharapkan dapat menjadi dasar untuk peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di SMA, sehingga dapat lebih efektif dan relevan dalam membentuk karakter serta moral siswa di tengah perubahan zaman. Penelitian memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam di SMA Kabupaten Indragiri Hulu, membantu pihak sekolah dan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif. Dengan memahami faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta melibatkan partisipasi siswa dan orang tua dalam evaluasi, hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi konkrit untuk perbaikan dan pengembangan program pendidikan agama Islam di tingkat SMA Kabupaten Indragiri Hulu.
{"title":"EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: STUDI KASUS DI BEBERAPA SEKOLAH","authors":"Yusrizal, Annisa Fajriani, Aditya Prayoga","doi":"10.55558/alihda.v18i2.142","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v18i2.142","url":null,"abstract":"Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan aspek kritis dalam membentuk karakter dan moralitas siswa. Pembentukan nilai-nilai keagamaan pada tingkat ini memainkan peran sentral dalam membantu siswa menginternalisasi ajaran Islam. Seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika masyarakat, perubahan dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia juga menjadi semakin nyata. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program pendidikan Agama Islam di SMA guna memastikan pencapaian tujuan pendidikan agama secara optimal. \u0000Dengan melakukan studi kasus di beberapa SMA, diharapkan evaluasi ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang keberhasilan dan tantangan program pendidikan Agama Islam. Informasi yang ditemukan diharapkan dapat menjadi dasar untuk peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di SMA, sehingga dapat lebih efektif dan relevan dalam membentuk karakter serta moral siswa di tengah perubahan zaman. \u0000Penelitian memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Islam di SMA Kabupaten Indragiri Hulu, membantu pihak sekolah dan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif. Dengan memahami faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta melibatkan partisipasi siswa dan orang tua dalam evaluasi, hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi konkrit untuk perbaikan dan pengembangan program pendidikan agama Islam di tingkat SMA Kabupaten Indragiri Hulu.","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"18 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141844712","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i2.53
Yarno Eko Saputro
Penerjemahan menurut bahasa adalah penafsiran. Sedangkan menurut istilah penerjemahan adalah proses pemindahan/penyalinan gagasan, ide, pikiran, pesan/informasi lainnya dalam suatu bahasa lain, Penerjemahan merupakan hakikat kentalan dikotomi atau kentalan dwibelah yakni, proses dan hasil atau analisis dan sintesis. Penerjemahan sebagai proses kegiatan manusia di bidang bahasa disebut analisis yang hasilnya merupakan teks terjemahan disebut sintesis. Analisis dan sintesis tak terpisahkan satu sama lain, karena kehadiran sintesis dalam proses penerjemahan dipicu oleh adanya analisis
{"title":"HAKIKAT PENERJEMAHAN","authors":"Yarno Eko Saputro","doi":"10.55558/alihda.v16i2.53","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i2.53","url":null,"abstract":"Penerjemahan menurut bahasa adalah penafsiran. Sedangkan menurut istilah penerjemahan adalah proses pemindahan/penyalinan gagasan, ide, pikiran, pesan/informasi lainnya dalam suatu bahasa lain, Penerjemahan merupakan hakikat kentalan dikotomi atau kentalan dwibelah yakni, proses dan hasil atau analisis dan sintesis. Penerjemahan sebagai proses kegiatan manusia di bidang bahasa disebut analisis yang hasilnya merupakan teks terjemahan disebut sintesis. Analisis dan sintesis tak terpisahkan satu sama lain, karena kehadiran sintesis dalam proses penerjemahan dipicu oleh adanya analisis","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117126714","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i1.49
Yarno Eko Saputro
akikat adalah suatu lafas yang digunakan menurut asalnya untuk maksud tertentu.Sedangkan Majaz adalah suatu lafad yang digunakan untuk menjelaskan suatu lafad padaselain makna yang tersurat di dalam nash atau teks, karena adanya persamaan atauketerkaitan baik antara makna yang tersurat di dalam teks maupun maksud yangterkandung di dalam teks tersebut Keterkaitan-keterkaitan yang menjadi syaratpenggunaan Hakikat dan Majaz seperti: Adanya keserupaan, menamakan atau memaknaisuatu lafad sesuai, menamakan sesuatu sesuai dengan takwil, menamakan atau memaknaisesuatu sesuai dengan kekuatan, menjelaskan maksud suatu keadaan denganmenyebutkan tempatnya, dan menyebutkan sebab dari suatu hal
{"title":"HAKIKAT DAN MAJAZ","authors":"Yarno Eko Saputro","doi":"10.55558/alihda.v16i1.49","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i1.49","url":null,"abstract":"akikat adalah suatu lafas yang digunakan menurut asalnya untuk maksud tertentu.Sedangkan Majaz adalah suatu lafad yang digunakan untuk menjelaskan suatu lafad padaselain makna yang tersurat di dalam nash atau teks, karena adanya persamaan atauketerkaitan baik antara makna yang tersurat di dalam teks maupun maksud yangterkandung di dalam teks tersebut Keterkaitan-keterkaitan yang menjadi syaratpenggunaan Hakikat dan Majaz seperti: Adanya keserupaan, menamakan atau memaknaisuatu lafad sesuai, menamakan sesuatu sesuai dengan takwil, menamakan atau memaknaisesuatu sesuai dengan kekuatan, menjelaskan maksud suatu keadaan denganmenyebutkan tempatnya, dan menyebutkan sebab dari suatu hal","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133043917","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i1.51
Arfah
Pengelolaan dan pemasaran usaha santan kelapa murni di pasar Sri Gading Airmolek hampir semua sistem pengelolaan dan pemasaranya sudah memenuhi standar kesehatan dan kebenaran. Tidak ada pencampuran zat atau bahan kimia berbahaya yang di lakukan oleh para pengusaha terhadap santan yang telah hasilkan, tapi masih ada sebagian ditemukan pencampuran air terkadang berlebihan. Dalam melakukan transaksi penjulan kepada konsumen tetap mengedepankan prilauku etika yang sebenarnya. Berdasarkan perspektif ekonomi syari’ah yakni tidak adanya kecurangan dalam melakukan timbangan dalam transaki jual beli kepada konsumen dan selalu menjaga kebersihan sebagai salah satu faktor untuk menjaga kualitas santannya agar tidak merugikan konsumen
{"title":"SISTEM PENGELOLAAN DAN PEMASARAN SANTAN KELAPA MURNI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARI’AH","authors":"Arfah","doi":"10.55558/alihda.v16i1.51","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i1.51","url":null,"abstract":"Pengelolaan dan pemasaran usaha santan kelapa murni di pasar Sri Gading Airmolek hampir semua sistem pengelolaan dan pemasaranya sudah memenuhi standar kesehatan dan kebenaran. Tidak ada pencampuran zat atau bahan kimia berbahaya yang di lakukan oleh para pengusaha terhadap santan yang telah hasilkan, tapi masih ada sebagian ditemukan pencampuran air terkadang berlebihan. Dalam melakukan transaksi penjulan kepada konsumen tetap mengedepankan prilauku etika yang sebenarnya. Berdasarkan perspektif ekonomi syari’ah yakni tidak adanya kecurangan dalam melakukan timbangan dalam transaki jual beli kepada konsumen dan selalu menjaga kebersihan sebagai salah satu faktor untuk menjaga kualitas santannya agar tidak merugikan konsumen","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124946082","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i2.56
Hijriadi Askodrina
Era reformasi telah banyak melahirkan perubahan-perubahan signifikan yang terjadi dalam kehidupan sosial ekonomi, politik bahkan termasuk dalam dunia pendidikan. Pancasila mulai tergeser saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan di hampir semua bidang kehidupan. Nilai-nilai pancasila yang perlu diestafetkan dari generasi ke generasi tersebut dapat melalui pendidikan tentang pancasila di masyarakat serta perguruan tinggi. Pendidikan pancasila merupakan salah satu cara untuk menanamkan pribadi yang bermoral dan berwawasan luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah penguatan kecerdasan Ideologi yuridis solusi untuk menguatkan kembali Ideologi Pancasila di kalangan masyarakat serta mahasiswa
{"title":"PENGUATAN KECERDASAN IDIOLOGIS DAN YURIDIS (TEOLOGIS –HISTORISITASI)","authors":"Hijriadi Askodrina","doi":"10.55558/alihda.v16i2.56","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i2.56","url":null,"abstract":"Era reformasi telah banyak melahirkan perubahan-perubahan signifikan yang terjadi dalam kehidupan sosial ekonomi, politik bahkan termasuk dalam dunia pendidikan. Pancasila mulai tergeser saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan di hampir semua bidang kehidupan. Nilai-nilai pancasila yang perlu diestafetkan dari generasi ke generasi tersebut dapat melalui pendidikan tentang pancasila di masyarakat serta perguruan tinggi. Pendidikan pancasila merupakan salah satu cara untuk menanamkan pribadi yang bermoral dan berwawasan luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah penguatan kecerdasan Ideologi yuridis solusi untuk menguatkan kembali Ideologi Pancasila di kalangan masyarakat serta mahasiswa","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"649 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123347784","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i1.48
Leni Fitrianti
Peningkatan kualitas dan mutu pendidikan nasional menjadi salah satu prioritas yangmendapat perhatian serius dari pemerintah RI. Keseriusan itu diwujudkan dengandisahkan dan diberlakukannya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan pasal 42 yang menyebutkan bahwa sekolah wajib memiliki Perpustakaan.Perpustakaan sebagai organisasi publik memiliki peranan strategis turut mendukungmencerdaskan kehidupan bangsa. Pada hakikatnya dalam mengelola sebuah organisasitidak terkecuali perpustakaan diperlukan suatu serangkaian kegiatan manajemen.Sehingga perpustakaan perlu dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yangdibutuhkan oleh perpustakaan sekolah. Dan juga mampu menerapkan Peraturan KepalaPerpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang StandarNasional Perpustakaan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanapenerapan standar manajemen perpustakaan di Perpustakaan Madrasah Aliyah SwastaNurul Falah Airmolek dan kendala yang ditemui. Data akan dihimpun dengan carawawancara mendalam dan dokumentasi. Lalu dianalisis dengan teknik analisis data yangdikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, danconclusion drawing/ verification. Dan hasil penelitian tentang penerapan standarmanajemen perpustakaan di Madrasah Aliyah Swasta Nurul Falah Airmolek sudahmenerapkan beberapa indikator dari keenam standar nasional perpustakaan yang ada,yaitu standar koleksi, standar sarana dan prasarana, standar layanan, standarpenyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Dan standar yang belum diterapkan yaitustandar tenaga perpustakaan. Sedangkan kendalanya adalah minimya sumber dana danterbatasnya jumlah tenaga perpustakaan sehingga menghambat kegiatan perpustakaanyang harusnya dilakukan.
提高国家教育的质量和质量是RI政府关注的首要任务之一。这一问题的严重性是通过2003年第20年国家教育制度法案的合法化和2005年政府第19条关于国家教育标准第42条的规定来实现的。图书馆作为一个公共组织的战略作用有助于促进国家的生活。其本质上是管理一个组织,除非图书馆需要一系列的管理活动。因此,图书馆需要按照学校图书馆所需的管理原则进行管理。并将2017年印尼共和国国家图书馆法规第12号学校标准图书馆进行实施。这项研究的目的是确定伊斯兰学校阿布利亚·斯斯坦鲁鲁尔(Aliyah swastanru l Falah Airmolek)和挑战的标准管理水平。数据将以深刻的采访和文档来收集。然后用迈尔斯和胡伯曼提出的数据分析技术分析——数据还原、数据显示、结论起草/验证。该研究对私立伊斯兰学校urul Falah Airmolek采用标准管理标准的研究已经应用了现有国家图书馆标准的六个指标:收藏标准、工具和基础设施标准、服务标准、规范标准和管理标准。以及图书馆力量尚未实现的标准。然而,主要的障碍是剥夺图书馆的资金和资源,从而限制了图书馆的活动。
{"title":"PENERAPAN STANDAR MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DI MADRASAH ALIYAH SWASTA NURUL FALAH AIRMOLEK KECAMATAN PASIR PENYU KABUPATEN INDRAGIRI HULU","authors":"Leni Fitrianti","doi":"10.55558/alihda.v16i1.48","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i1.48","url":null,"abstract":"Peningkatan kualitas dan mutu pendidikan nasional menjadi salah satu prioritas yangmendapat perhatian serius dari pemerintah RI. Keseriusan itu diwujudkan dengandisahkan dan diberlakukannya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan pasal 42 yang menyebutkan bahwa sekolah wajib memiliki Perpustakaan.Perpustakaan sebagai organisasi publik memiliki peranan strategis turut mendukungmencerdaskan kehidupan bangsa. Pada hakikatnya dalam mengelola sebuah organisasitidak terkecuali perpustakaan diperlukan suatu serangkaian kegiatan manajemen.Sehingga perpustakaan perlu dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yangdibutuhkan oleh perpustakaan sekolah. Dan juga mampu menerapkan Peraturan KepalaPerpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang StandarNasional Perpustakaan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanapenerapan standar manajemen perpustakaan di Perpustakaan Madrasah Aliyah SwastaNurul Falah Airmolek dan kendala yang ditemui. Data akan dihimpun dengan carawawancara mendalam dan dokumentasi. Lalu dianalisis dengan teknik analisis data yangdikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, danconclusion drawing/ verification. Dan hasil penelitian tentang penerapan standarmanajemen perpustakaan di Madrasah Aliyah Swasta Nurul Falah Airmolek sudahmenerapkan beberapa indikator dari keenam standar nasional perpustakaan yang ada,yaitu standar koleksi, standar sarana dan prasarana, standar layanan, standarpenyelenggaraan, dan standar pengelolaan. Dan standar yang belum diterapkan yaitustandar tenaga perpustakaan. Sedangkan kendalanya adalah minimya sumber dana danterbatasnya jumlah tenaga perpustakaan sehingga menghambat kegiatan perpustakaanyang harusnya dilakukan.","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114596265","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i1.50
Risvan Akhir Roswandi
Perjuangan kemerdekaan Indonesia telah menempatkan Islam sebagai ruh pergerakannya. Melalui ajaran jihad, semangat membela agama bersatu padu dengankecintaan mendalam kepada tanah air. Perpaduan ini kemudian melahirkan patriotismebernafaskan Islam. Yaitu kecintaan kepada negara yang berlandaskan ketaatan padaperintah sang pencipta. Rasa cinta itu pada akhirnya mampu mengantarkan bangsa inimenjadi bangsa yang merdeka. Sehingga bangsa ini menempatkan agama sebagailandasan utama dalam mempertahankan dan mengisi setiap sendi kemerdekaannya. Sayangnya, semangat keislaman yang melandasi patriotisme kerapdipertentangkan dengan ajaran Islam oleh beberapa pihak. Tidak jarang kita mendengarkasus-kasus kekerasan dan terorisme yang mengatasnamakan agama sebagai landasanpergerakannya. Mulai dari kasus bom Bali, JW Marriot dan Bom Thamrin. Maka mengatasi masalah diatas Negara dalam menjalankan tugasnya tidak bolehmenjauhi agama. Karena agama itu akan mempermudah negara dalam memenuhi janjikonstitusi. Di samping itu agama dan negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkanapalagi dibenturkan. Namun negara dan agama harus bersinergi dan saling mengisi untukkebaikan rakyat di dunia dan akhirat.
{"title":"MENAKAR KESELARASAN ISLAM DAN PATRIOTISME","authors":"Risvan Akhir Roswandi","doi":"10.55558/alihda.v16i1.50","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i1.50","url":null,"abstract":"Perjuangan kemerdekaan Indonesia telah menempatkan Islam sebagai ruh pergerakannya. Melalui ajaran jihad, semangat membela agama bersatu padu dengankecintaan mendalam kepada tanah air. Perpaduan ini kemudian melahirkan patriotismebernafaskan Islam. Yaitu kecintaan kepada negara yang berlandaskan ketaatan padaperintah sang pencipta. Rasa cinta itu pada akhirnya mampu mengantarkan bangsa inimenjadi bangsa yang merdeka. Sehingga bangsa ini menempatkan agama sebagailandasan utama dalam mempertahankan dan mengisi setiap sendi kemerdekaannya. Sayangnya, semangat keislaman yang melandasi patriotisme kerapdipertentangkan dengan ajaran Islam oleh beberapa pihak. Tidak jarang kita mendengarkasus-kasus kekerasan dan terorisme yang mengatasnamakan agama sebagai landasanpergerakannya. Mulai dari kasus bom Bali, JW Marriot dan Bom Thamrin. Maka mengatasi masalah diatas Negara dalam menjalankan tugasnya tidak bolehmenjauhi agama. Karena agama itu akan mempermudah negara dalam memenuhi janjikonstitusi. Di samping itu agama dan negara adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkanapalagi dibenturkan. Namun negara dan agama harus bersinergi dan saling mengisi untukkebaikan rakyat di dunia dan akhirat.","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126904458","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-02-23DOI: 10.55558/alihda.v16i2.55
Leni Fitrianti
Manajemen peserta didik adalah proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa disuatu sekolah mulai dari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama siswa berada di sekolah, sampai siswa menamatkan pendidikannya melalui penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Nurul Falah Airmolek Kabupaten Indragiri Hulu dan kendala yang ditemui. Data akan dihimpun dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, data display, conclusion/verification. Dan hasil penelitian tentang manajemen peserta didik di MAS Nurul Falah Airmolek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu sudah bisa dikatakan baik, hal ini dibuktikan dengan beberapa indikator terkait dengan manajemen peserta didik yang telah dilaksanakan MAS Nurul Falah. Pertama, merencakan penerimaan peserta didik baru dengan menentukan jumlah dan kriteria peserta didik yang akan diterima, membuat prosedur dalam penerimaan peserta didik baru, melaksanakan seleksi. Kedua, melaksanakan kegiatan orientasi terhadap peserta didik baru. Ketiga, mengelompokkan peserta didik berdasarkan bidang studi dan minat siswa. Keempat, kegiatan pengaturan kehadiran dan tidak hadir peserta didik yang dibuat dalam bentuk presensi. Kelima, kegiatan pembinaan terhadap peserta didik yang dilaksanakan dalam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Keenam, kegiatan pencatatan dan pelaporan peserta didik. Ketujuh, kegiatan pengaturan evaluasi hasil belajar peserta didik. Kedelapan, proses administrasi untuk kelulusan dan alumni. Sedangkan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Nurul Falah yaitu masalah ekonomi, dan ketidakdisiplinan peserta didik.
学习者管理是一个管理学生的过程,从学生入学计划、学生在学校期间的培训到学生通过创造一个有利于有效教学过程的环境来完成学业。本研究的目的是了解私立伊斯兰学校的学生管理情况。数据将以深度访谈和文档的方式收集。然后用数据还原技术、数据显示、结论/验证进行分析。在MAS Nurul Falah Airmolek jalan ja海龟区的研究已经得到很好的证明,这一点的一些指标与MAS Nurul Falah的学习者管理有关。首先,通过确定接受的学习者的数量和标准来评估新学习者的接受,创建新学习者接受过程,进行选择。第二,对新学习者进行培训活动。第三,根据学生的学习和兴趣对学习者进行分组。第四,出席和不出席会议的学习者的活动。第五,在课外活动和课外活动中进行的针对学习者的活动。第六,学习者的记录和报告活动。第七,对学习者学习结果的安排评估活动。第八,毕业和校友的行政程序。而在私立伊斯兰学校努鲁·费拉(Nurul Falah)进行管理的障碍是经济问题和学生纪律问题。
{"title":"MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH SWASTA NURUL FALAH AIRMOLEK KECAMATAN PASIR PENYU KABUPATEN INDRAGIRI HULU","authors":"Leni Fitrianti","doi":"10.55558/alihda.v16i2.55","DOIUrl":"https://doi.org/10.55558/alihda.v16i2.55","url":null,"abstract":"Manajemen peserta didik adalah proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa disuatu sekolah mulai dari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama siswa berada di sekolah, sampai siswa menamatkan pendidikannya melalui penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Nurul Falah Airmolek Kabupaten Indragiri Hulu dan kendala yang ditemui. Data akan dihimpun dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, data display, conclusion/verification. Dan hasil penelitian tentang manajemen peserta didik di MAS Nurul Falah Airmolek Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu sudah bisa dikatakan baik, hal ini dibuktikan dengan beberapa indikator terkait dengan manajemen peserta didik yang telah dilaksanakan MAS Nurul Falah. Pertama, merencakan penerimaan peserta didik baru dengan menentukan jumlah dan kriteria peserta didik yang akan diterima, membuat prosedur dalam penerimaan peserta didik baru, melaksanakan seleksi. Kedua, melaksanakan kegiatan orientasi terhadap peserta didik baru. Ketiga, mengelompokkan peserta didik berdasarkan bidang studi dan minat siswa. Keempat, kegiatan pengaturan kehadiran dan tidak hadir peserta didik yang dibuat dalam bentuk presensi. Kelima, kegiatan pembinaan terhadap peserta didik yang dilaksanakan dalam kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Keenam, kegiatan pencatatan dan pelaporan peserta didik. Ketujuh, kegiatan pengaturan evaluasi hasil belajar peserta didik. Kedelapan, proses administrasi untuk kelulusan dan alumni. Sedangkan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan manajemen peserta didik di Madrasah Aliyah Swasta Nurul Falah yaitu masalah ekonomi, dan ketidakdisiplinan peserta didik.","PeriodicalId":347000,"journal":{"name":"Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114404557","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}