首页 > 最新文献

JURNAL AL-IJTIMAIYYAH最新文献

英文 中文
PENDAMPINGAN ANAK KORBAN PERUNDUNGAN PERSPEKTIF TAFSIR Al-QUR’AN SURAT AL-HUJURAT AYAT 11 DAN HAK ASASI MANUSIA 儿童权利裁减虐待儿童的儿童翻译古兰经第11节和人权
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10766
A. Haris, Mufidah Cholil, Isroqunnajah Isroqunnajah
Abstract: This article is related to guaranteeing the rights of every child from rampant bullying cases that occur in society. Children are very difficult to speak out against what they receive, because they are limited in terms of knowledge of the law and moreover they are in the grip of adults. Children who are victims of acts of violence will become perpetrators of violence themselves when they are adults if they are not accompanied or handled optimally. Although prohibition of bullying or violence has been explained and affirmed in the Qur'an or Human Rights Act, in reality there are still many cases of Peru or violence. This article aims as additional knowledge for the community to provide more assistance to children and can avoid bullying. In Surah Al-Hujurat verse 11, it is clearly explained that Allah Swt expressly forbids his actions to do wrong to others by criticizing or obliging his dignity. Human rights analysis Bullying against children is a disgraceful act that can eliminate a person's rights, because in Article 28b paragraph (2) of the 1945 Constitution, it is emphasized that every child has the right to live, grow and develop and is entitled to protection from violence and discrimination.Keywords:  Accompaniment; Child Victim of Bullying; Interpretation; Human Rights.Abstrak: Artikel ini mendiskusikan terkait dengan jaminan atas hak-hak setiap anak dari maraknya kasus perundungan yang terjadi di masyarakat. Anak-anak sangat susah untuk bersuara menggugat apa yang mereka terima, hal tersebut dikarenakan mereka terbatas dalam hal pengetahuan terhadap hukum dan mereka berada dalam cengkraman orang dewasa. Anak yang menjadi korban tindak kekerasan akan menjadi pelaku kekerasan itu sendiri ketika sudah dewasa jika tanpa ada pendampingan atau penanganan secara maksimal. Meski larangan perundungan atau kekerasan telah banyak dijelaskan dan ditegaskan dalam Al-Qur’an ataupun dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia, namun dalam realitanya kasus perundungan atau kekerasan masih banyak terjadi. Artikel ini bertujuan sebagai tambahan pengetahuan bagi masyarakat agar memberikan pendampingan lebih kepada anak dan bisa menghindari sikap perundungan kepada anak. Pada surat Al-Hujurat ayat 11 dengan tegas dijelaskan bahwa Allah Swt secara tegas melarang makhluknya untuk berbuat dzolim kepada yang lain dengan mencela maupun merendahkan harkat dan martabatnya. Berdasarkan analisis HAM perundungan terhadap anak merupakan perbuatan tercela yang dapat menghilangkan hak-hak seseorang, karena dalam pasal 28b ayat (2) UUD 1945, ditegaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi.Kata Kunci: Pendampingan; Anak Korban Perundungan; Tafsir; Hak Asasi Manusia.
摘要:本文涉及到保障每一个儿童在社会上猖獗的欺凌案件中的权利。孩子们很难站出来反对他们所接受的东西,因为他们对法律的了解有限,而且他们还在成年人的控制之下。作为暴力行为受害者的儿童,如果没有得到适当的陪伴或处理,成年后也会成为施暴者。虽然《古兰经》或《人权法》都对禁止欺凌或暴力作出了解释和肯定,但在现实中,秘鲁仍有许多暴力案件。这篇文章的目的是为社会提供额外的知识,为儿童提供更多的帮助,避免欺凌。在古兰经Al-Hujurat第11节中,它清楚地解释了安拉明确禁止他通过批评或损害他的尊严来伤害他人的行为。对儿童的欺凌是一种可以消除个人权利的可耻行为,因为1945年《宪法》第28b条第(2)款强调,每个儿童都有生存、成长和发展的权利,并有权受到保护,不受暴力和歧视。关键词:伴奏;受欺凌的儿童;解释;人权。摘要:Artikel ini mendiskusikan terkait dengan jaminan atas hak-hak setiap anak dari maraknya kasus perundungan yang terjadi di masyarakat。Anak-anak sangat susah untuk bersua menggugat apa yang mereka terima, hal tersebut dikarenakan mereka terbatas dalam hal pengetahuan terhadap hukum dan mereka berada dalam cengkraman orang dewasa。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。在《古兰经》中,我们可以这样说:“我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。”Artikel ini bertujuan sebagai tambahan pengetahuan bagi masyarakat agar成员kan pendampingan和lebih kepaada anak和bisa menghindari sikapperundungan kepaada anak。11月11日,我的女儿在我的房间里,我的女儿在我的房间里,我的女儿在我的房间里,我的女儿在我的房间里,我的女儿在我的房间里。Berdasarkan分析HAM perundungan terhadap anak merupakan perbuatan tercela yang dapat menghilangkan hak-hak seseorang, karena dalam pasal 28b ayat (2) UUD 1945, ditegaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi。Kata Kunci: Pendampingan;Anak Korban Perundungan;Tafsir;啊哈,啊哈。
{"title":"PENDAMPINGAN ANAK KORBAN PERUNDUNGAN PERSPEKTIF TAFSIR Al-QUR’AN SURAT AL-HUJURAT AYAT 11 DAN HAK ASASI MANUSIA","authors":"A. Haris, Mufidah Cholil, Isroqunnajah Isroqunnajah","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10766","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10766","url":null,"abstract":"Abstract: This article is related to guaranteeing the rights of every child from rampant bullying cases that occur in society. Children are very difficult to speak out against what they receive, because they are limited in terms of knowledge of the law and moreover they are in the grip of adults. Children who are victims of acts of violence will become perpetrators of violence themselves when they are adults if they are not accompanied or handled optimally. Although prohibition of bullying or violence has been explained and affirmed in the Qur'an or Human Rights Act, in reality there are still many cases of Peru or violence. This article aims as additional knowledge for the community to provide more assistance to children and can avoid bullying. In Surah Al-Hujurat verse 11, it is clearly explained that Allah Swt expressly forbids his actions to do wrong to others by criticizing or obliging his dignity. Human rights analysis Bullying against children is a disgraceful act that can eliminate a person's rights, because in Article 28b paragraph (2) of the 1945 Constitution, it is emphasized that every child has the right to live, grow and develop and is entitled to protection from violence and discrimination.Keywords:  Accompaniment; Child Victim of Bullying; Interpretation; Human Rights.Abstrak: Artikel ini mendiskusikan terkait dengan jaminan atas hak-hak setiap anak dari maraknya kasus perundungan yang terjadi di masyarakat. Anak-anak sangat susah untuk bersuara menggugat apa yang mereka terima, hal tersebut dikarenakan mereka terbatas dalam hal pengetahuan terhadap hukum dan mereka berada dalam cengkraman orang dewasa. Anak yang menjadi korban tindak kekerasan akan menjadi pelaku kekerasan itu sendiri ketika sudah dewasa jika tanpa ada pendampingan atau penanganan secara maksimal. Meski larangan perundungan atau kekerasan telah banyak dijelaskan dan ditegaskan dalam Al-Qur’an ataupun dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia, namun dalam realitanya kasus perundungan atau kekerasan masih banyak terjadi. Artikel ini bertujuan sebagai tambahan pengetahuan bagi masyarakat agar memberikan pendampingan lebih kepada anak dan bisa menghindari sikap perundungan kepada anak. Pada surat Al-Hujurat ayat 11 dengan tegas dijelaskan bahwa Allah Swt secara tegas melarang makhluknya untuk berbuat dzolim kepada yang lain dengan mencela maupun merendahkan harkat dan martabatnya. Berdasarkan analisis HAM perundungan terhadap anak merupakan perbuatan tercela yang dapat menghilangkan hak-hak seseorang, karena dalam pasal 28b ayat (2) UUD 1945, ditegaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang dan berhak atas perlindungan dari kekerasan maupun diskriminasi.Kata Kunci: Pendampingan; Anak Korban Perundungan; Tafsir; Hak Asasi Manusia.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116742346","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
HUBUNGAN SOSIAL MAYORITAS ISLAM DENGAN MINORITAS AGAMA-AGAMA LAIN DI KOTA BANDA ACEH-INDONESIA 伊斯兰教占多数的社会关系与班达aceh -印度尼西亚其他宗教少数派的社会关系
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.11521
Hasan Basri M. Nur, Syed Sultan Bee Packeer Mohamed, Nor Azlah Sham Rambely
Abstract: Assumption from outsiders that Aceh is intolerant is truly disadvantage for Aceh which its majority is Muslims and implement Syria law. Looking on religious perspectives, the composition of Banda Aceh inhabitant is: Islam (97,96%), Buddha (1,13%), Christian (0,70%), Catholic (0,20), and Hindu (0,01). This research to find out how is social relationship between Muslim majority and other religious minority believers in Band Aceh. Social relationship framed in five aspects are religious, social, education, politic, economy and culture. This research used qualitative descriptive approach with observational data collection techniques, interview, and literature review. The finding of research showed that social relationship between believers in Banda Aceh runs in peace and interrelated. The existence of Muslims as great majority and Syria law implementation in Aceh has not been an obstacle in social activities of the minority. Muslims play roles as protectors and back shield for minority. Otherwise, the minorities are capable to adjust themselves and respect the existence of Islam showed on their attitudes, such as doing their formal prayer in designed places, their children wear polite dresses at schools even though not wearing hijab, participate in national and national election, close shops on Friday prayer, Muslim holidays, and mutual sending invitations to wedding party, involve in social work, and other activities.Keywords:  Social; Religion; Majority; Minority; Banda Aceh.Abstrak: Anggapan orang di luar bahwa Aceh tidak toleran sangat merugikan Aceh yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam dan menerapkan Syariat Islam. Komposisi penduduk Banda Aceh berdasarkan agama adalah: Islam (97,96%), Buddha (1,13%), Kristen (0,70%), Katolik (0,20), dan Hindu (0,01). Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana hubungan sosial antara mayoritas penduduk Islam dengan minoritas agama-agama lain di Banda Aceh. Hubungan sosial dibatasi dalam lima aspek, yaitu sosial agama, pendidikan, politik, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, interview, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial antar agama di Banda Aceh berlangsung damai dan saling mengisi. Keberadaan umat Islam sebagai mayoritas mutlak dan pemberlakuan Syariat Islam di Aceh tidak menjadi penghambat dalam aktivitas sosial umat minoritas. Umat Islam mampu memainkan peran sebagai pengayom dan pelindung bagi umat minoritas. Sebaliknya umat minoritas mampu menyesuaikan diri dan menghormati keberadaan Islam yang terlihat dari beberapa perilaku mereka, seperti beribadah di tempat-tempat resmi yang telah disediakan, anak-anak mereka mengenakan pakaian sopan di sekolah walau tak memakai jilbab, berpartisipasi dalam setiap momen Pemilu/Pilkada, menutup toko menjelang pelaksanaan shalat Jumat, hari raya Islam, serta saling mengundang/menghadiri pada pesta perkawinan, gotong royong da
摘要:外界对亚齐不宽容的假设对亚齐来说确实是不利的,因为亚齐以穆斯林为主,实行叙利亚法律。从宗教的角度来看,班达亚齐居民的组成是:伊斯兰教(97,96%),佛教(1,13%),基督教(0,70%),天主教(0,20%)和印度教(0,01)。本研究旨在了解亚齐省穆斯林多数派与其他宗教少数派信徒之间的社会关系。社会关系是由宗教、社会、教育、政治、经济和文化五个方面构成的。本研究采用定性描述方法,结合观察性数据收集技术、访谈和文献综述。研究结果表明,班达亚齐信徒之间的社会关系是和平的,相互关联的。穆斯林占多数的存在和叙利亚法律在亚齐的执行并没有成为少数人社会活动的障碍。穆斯林扮演了少数民族的保护者和盾牌的角色。否则,少数民族有能力调整自己,尊重伊斯兰教的存在,表现在他们的态度上,例如在指定的地方进行正式的祈祷,他们的孩子在学校穿着礼貌的衣服,即使不戴头巾,参加国家和国家选举,星期五祈祷,穆斯林节日关闭商店,相互发送婚礼邀请,参与社会工作等活动。关键词:社会;宗教;多数;少数民族;班达亚齐。摘要:Anggapan orang di luar bahwa Aceh tidak toleran sangat merugikan Aceh yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam和menerapkan伊斯兰教。Komposisi penduduk Banda Aceh berdasarkan agama adalah:伊斯兰教(97,96%),佛教(1,13%),克里斯汀(0,70%),卡托利克(0,20),丹印度教(0,01)。在班达亚齐,班达亚齐人在班达亚齐人在班达亚齐人在班达亚齐人在班达亚齐。呼朋干社会讲学,呼朋干社会讲学,呼朋干社会讲学,呼朋干政治讲学,呼朋干经济讲学。彭丽君,彭丽君,彭丽君,彭丽君,彭丽君,彭丽君,彭丽君,彭丽君,彭丽君。哈西尔penelitian menunjukkan bahwa hubungan社会antar agama di班达亚齐berlangsung damai dan saling mengisi。Keberadaan umat Islam sebagai mayoritas mutlak dan pemberlakuan syariariislam di Aceh menjadi penghambat dalam aktivitas社会umat少数民族。Umat Islam mampu memainkan peran sebagai pengayom dan pelindung为Umat少数民族。在少数民族中,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族,只有少数民族。Kata Kunci:社交;蜥蜴;Mayoritas;Minoritas;班达亚齐。
{"title":"HUBUNGAN SOSIAL MAYORITAS ISLAM DENGAN MINORITAS AGAMA-AGAMA LAIN DI KOTA BANDA ACEH-INDONESIA","authors":"Hasan Basri M. Nur, Syed Sultan Bee Packeer Mohamed, Nor Azlah Sham Rambely","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.11521","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.11521","url":null,"abstract":"Abstract: Assumption from outsiders that Aceh is intolerant is truly disadvantage for Aceh which its majority is Muslims and implement Syria law. Looking on religious perspectives, the composition of Banda Aceh inhabitant is: Islam (97,96%), Buddha (1,13%), Christian (0,70%), Catholic (0,20), and Hindu (0,01). This research to find out how is social relationship between Muslim majority and other religious minority believers in Band Aceh. Social relationship framed in five aspects are religious, social, education, politic, economy and culture. This research used qualitative descriptive approach with observational data collection techniques, interview, and literature review. The finding of research showed that social relationship between believers in Banda Aceh runs in peace and interrelated. The existence of Muslims as great majority and Syria law implementation in Aceh has not been an obstacle in social activities of the minority. Muslims play roles as protectors and back shield for minority. Otherwise, the minorities are capable to adjust themselves and respect the existence of Islam showed on their attitudes, such as doing their formal prayer in designed places, their children wear polite dresses at schools even though not wearing hijab, participate in national and national election, close shops on Friday prayer, Muslim holidays, and mutual sending invitations to wedding party, involve in social work, and other activities.Keywords:  Social; Religion; Majority; Minority; Banda Aceh.Abstrak: Anggapan orang di luar bahwa Aceh tidak toleran sangat merugikan Aceh yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam dan menerapkan Syariat Islam. Komposisi penduduk Banda Aceh berdasarkan agama adalah: Islam (97,96%), Buddha (1,13%), Kristen (0,70%), Katolik (0,20), dan Hindu (0,01). Penelitian ini hendak mengetahui bagaimana hubungan sosial antara mayoritas penduduk Islam dengan minoritas agama-agama lain di Banda Aceh. Hubungan sosial dibatasi dalam lima aspek, yaitu sosial agama, pendidikan, politik, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, interview, dan kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial antar agama di Banda Aceh berlangsung damai dan saling mengisi. Keberadaan umat Islam sebagai mayoritas mutlak dan pemberlakuan Syariat Islam di Aceh tidak menjadi penghambat dalam aktivitas sosial umat minoritas. Umat Islam mampu memainkan peran sebagai pengayom dan pelindung bagi umat minoritas. Sebaliknya umat minoritas mampu menyesuaikan diri dan menghormati keberadaan Islam yang terlihat dari beberapa perilaku mereka, seperti beribadah di tempat-tempat resmi yang telah disediakan, anak-anak mereka mengenakan pakaian sopan di sekolah walau tak memakai jilbab, berpartisipasi dalam setiap momen Pemilu/Pilkada, menutup toko menjelang pelaksanaan shalat Jumat, hari raya Islam, serta saling mengundang/menghadiri pada pesta perkawinan, gotong royong da","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126925788","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
STUDI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN DALAM UPAYA PEMANFAATAN BERKELANJUTAN TERHADAP KONSERVASI LAUT DI KAWASAN LAMPULO KOTA BANDA ACEH 当地渔民社区的智慧研究,以继续在班达亚齐市光洛地区的海洋保护工作
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10124
Furqan Furqan, Y. Khairani, Erdi Surya, Armi Armi, M. Ridhwan, Anita Noviyanti, Lukmanul Hakim, M. Muchsin
Abstract: Fisheries sector, where in Aceh is a considerable amount of natural resource, has become a significant economic contributor for fishermen in particular and people of the province of Aceh. More than 55% of Aceh’s population depends on it both directly and indirectly. Therefore, it should be a priority for development in the province of Aceh and develop a positive impact on the widespread economic development in the region. While recognizing its economic values, research on how lokal fishermen’s communities use marine conservation in TPI Lampulo Banda Aceh to improve their awareness of marine conservation and its use sustainably is still largely lacking. This study, hence, aims to shed lights what sort of lokal wisdom is employed by the community. The approach in the study was the whole fishing community at the surrounding of TPI Lampulo along with five seas and two village sets. The sample in this study was 20 people, 14 people were fishermen, 2 seamen, 1 sea marshal, 1 village secretary and 1 village chief. Data are gathered through interviews and observations. Research suggest that the lokal wisdom of the fishing community in TPI Lampulo on ocean conservation is among other things: firstly, Taking care of the coastal environment like the mangrove forest use. Next, Fishing techniques that do not damage the ecosystems around the ocean coast, and than, Rules enforcement. Finally, and customary witnesses for breaking those rules have been in place for a long time. All of those remains maintained by the people especially the fishing community in TPI Lampulo.Keywords: Lokal Culture; Sustainable Utilization; Marine Conservation.Abstrak: Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang cukup besar terutama disektor perikanan. Sumber daya perikanan telah menjadi salah satu sektor andalan bagi nelayan dan masyarakat di provinsi Aceh. Lebih dari 55% penduduk Aceh tergantung pada sector ini baik langsung maupun tidak langsung, pengembangan sektor perikanan harus menjadi salah satu prioritas pembangunan di provinsi Aceh sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi secara luas di kawasan ini. Permasalahan dasar dalam penelitian adalah’ bagaimana kearifan lokal masyarakat nelayan dalam upaya pemanfaatan konservasi laut di TPI Lampulo Banda Aceh dalam rangka meningkatkan bentuk kesadaran masyarakat nelayan terhadap menjaga konservasi laut dan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kearifan lokal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Yaitu dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap responden, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo beserta panglima laot dan dua perangkap Desa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yaitu 14 orang masyarakat nelayan, 2 orang pawang laut, 1 orang panglima laot, 1 orang sekretaris desa dan s
摘要:渔业部门是亚齐省的重要自然资源,已成为亚齐省渔民和人民的重要经济贡献者。亚齐超过55%的人口直接或间接依赖于它。因此,它应该是亚齐省发展的优先事项,并对该地区广泛的经济发展产生积极影响。在认识到其经济价值的同时,关于TPI Lampulo Banda Aceh当地渔民社区如何利用海洋保护来提高他们对海洋保护及其可持续利用的认识的研究在很大程度上仍然缺乏。因此,这项研究旨在揭示社区采用的是哪种当地智慧。研究的方法是在TPI兰普罗周围的整个渔业社区,以及五个海洋和两个村庄。本研究样本为20人,其中渔民14人,海员2人,海警1人,村支书1人,村长1人。数据是通过访谈和观察收集的。研究表明,TPI Lampulo当地渔业社区在海洋保护方面的智慧包括:首先,照顾沿海环境,如红树林的使用。其次,不破坏海洋沿岸生态系统的捕鱼技术,然后是法规的执行。最后,违反这些规则的惯例证人已经存在很长时间了。所有这些都被人们保留了下来,尤其是TPI Lampulo的渔业社区。关键词:本土文化;可持续利用;海洋保护。摘要:亚齐省梅鲁帕坎省的salah satu省yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang cuup besar terutama disektor perkanan。亚齐省,亚齐省,亚齐省,亚齐省,亚齐省。亚齐省的经济部门是由经济部门管理的,亚齐省是由经济部门管理的,亚齐省是由经济部门管理的,亚齐省是由经济部门管理的。在班达亚齐省,当地的警察局长,警察局长,警察局长,警察局长,警察局长,警察局长,警察局长,警察局长。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kearifan local。Pendekatan dalam penelitian ini adalah Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriff。Yaitu dengan menggunakan metode observasi丹wawancara terhadap responden,而populasi dalam penelitian ini adalah seluruh步伐nelayan杨berada di TPI Lampulo beserta panglima laot丹dua perangkap Desa。20个柑桔,14个柑桔,2个柑桔,1个柑桔,1个柑桔,1个柑桔,1个柑桔。数据来源:中国气象局。Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kearifan,当地masyarakat nelayan, TPI Lampulo,这是一种对antara lain的保护。Pertama, mengatur berbagai hal seperti pmanfatan hutan红树林,selanjutnya, penangkapan ikan yang tidak boleh menganggu ekosystem, berikutnya, aturan-aturan yang boleh dikerjakan danada aturan yang tidak boleh dikerjakan。丹·特拉克·桑西·阿达·阿达·杨·梅兰格,阿达·阿达·阿达·阿达·特拉克,阿达·阿达·特拉克喇嘛。dan hinga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat khususnya masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo。Kata Kunci: Kearifan local;Pemanfaatan Berkelanjutan;Konservasi Laut。
{"title":"STUDI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NELAYAN DALAM UPAYA PEMANFAATAN BERKELANJUTAN TERHADAP KONSERVASI LAUT DI KAWASAN LAMPULO KOTA BANDA ACEH","authors":"Furqan Furqan, Y. Khairani, Erdi Surya, Armi Armi, M. Ridhwan, Anita Noviyanti, Lukmanul Hakim, M. Muchsin","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10124","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10124","url":null,"abstract":"Abstract: Fisheries sector, where in Aceh is a considerable amount of natural resource, has become a significant economic contributor for fishermen in particular and people of the province of Aceh. More than 55% of Aceh’s population depends on it both directly and indirectly. Therefore, it should be a priority for development in the province of Aceh and develop a positive impact on the widespread economic development in the region. While recognizing its economic values, research on how lokal fishermen’s communities use marine conservation in TPI Lampulo Banda Aceh to improve their awareness of marine conservation and its use sustainably is still largely lacking. This study, hence, aims to shed lights what sort of lokal wisdom is employed by the community. The approach in the study was the whole fishing community at the surrounding of TPI Lampulo along with five seas and two village sets. The sample in this study was 20 people, 14 people were fishermen, 2 seamen, 1 sea marshal, 1 village secretary and 1 village chief. Data are gathered through interviews and observations. Research suggest that the lokal wisdom of the fishing community in TPI Lampulo on ocean conservation is among other things: firstly, Taking care of the coastal environment like the mangrove forest use. Next, Fishing techniques that do not damage the ecosystems around the ocean coast, and than, Rules enforcement. Finally, and customary witnesses for breaking those rules have been in place for a long time. All of those remains maintained by the people especially the fishing community in TPI Lampulo.Keywords: Lokal Culture; Sustainable Utilization; Marine Conservation.Abstrak: Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang cukup besar terutama disektor perikanan. Sumber daya perikanan telah menjadi salah satu sektor andalan bagi nelayan dan masyarakat di provinsi Aceh. Lebih dari 55% penduduk Aceh tergantung pada sector ini baik langsung maupun tidak langsung, pengembangan sektor perikanan harus menjadi salah satu prioritas pembangunan di provinsi Aceh sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi secara luas di kawasan ini. Permasalahan dasar dalam penelitian adalah’ bagaimana kearifan lokal masyarakat nelayan dalam upaya pemanfaatan konservasi laut di TPI Lampulo Banda Aceh dalam rangka meningkatkan bentuk kesadaran masyarakat nelayan terhadap menjaga konservasi laut dan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kearifan lokal. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif. Yaitu dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap responden, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang berada di TPI Lampulo beserta panglima laot dan dua perangkap Desa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang yaitu 14 orang masyarakat nelayan, 2 orang pawang laut, 1 orang panglima laot, 1 orang sekretaris desa dan s","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115749733","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
STRATEGI PEMBINAAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI RELIGIUS PADA MUALAF ETNIS TIONGHOA DI ORGANISASI PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) SURABAYA
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10534
Dedi Hidayatulloh
Abstract: This research is based on religious phenomena that occur in Indonesia, especially regarding religious conversion. The religious conversion is dominated by other religions who want to embrace Islam, where the majority of religious conversions occur in the ethnic Chinese environment. The Indonesian Chinese Islamic Association (PITI) in Surabaya is one of the institutions that oversees the development of converts to Islam and has a special strategy in fostering converts, especially the Chinese. This research is a qualitative research with a case study approach to determine the strategy of converting converts in the Indonesian Chinese Islamic Association Organization (PITI) Surabaya. Collecting data in this research is observation, interview and documentation. This study aims to answer, describe and analyze the problem of general description regarding the strategy of fostering ethnic Chinese converts at the Indonesian Chinese Islamic Association (PITI) Surabaya. The results showed that the general description of the strategies applied in instilling religious values in fostering ethnic Chinese converts to the Chinese Indonesian Islamic Association Organization (PITI) Surabaya included: 1) teaching; 2) habituation; 3) exemplary; 4) motivation; and 5) regulations.Keywords: Development Strategy; Chinese Ethnic Converts; PITI Surabaya.Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada fenomena agama yang terjadi di Indonesia terkhusus perihal konversi agama. Konversi agama tersebut didominasi oleh agama lain yang ingin memeluk agama Islam, di mana perpindahan agama tersebut mayoritas terjadi di lingkungan etnis Tionghoa. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya merupakan salah satu lembaga yang menaungi pembinaan mualaf dan memiliki strategi khusus dalam membina mualaf terkhusus etnis Tionghoa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui strategi pembinaan mualaf di Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab, mendeskripsikan serta menganalisis permasalahan gambaran umum mengenai strategi pembinaan mualaf etnis Tionghoa di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa gambaran umum mengenai strategi yang diterapkan dalam menanamkan nilai-nilai religius membina mualaf etnis Tionghoa di Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya meliputi: 1) pengajaran; 2) pembiasaan; 3) keteladanan; 4) motivasi; dan 5) peraturan.Kata Kunci: Strategi Pembinaan; Mualaf Etnis Tionghoa; PITI Surabaya.
摘要:本研究以印度尼西亚的宗教现象为研究对象,特别是宗教皈依方面。改信伊斯兰教的主要是其他宗教的人,其中改信伊斯兰教的大多数发生在华人环境中。位于泗水的印尼华人伊斯兰教协会(Indonesian Chinese Islamic Association, PITI)是监督皈依伊斯兰教人士发展的机构之一,并在培养皈依者,尤其是中国人方面制定了特殊战略。本研究是一项定性研究,以个案研究的方法来确定印尼华人伊斯兰教协会组织(PITI)泗水的皈依策略。本研究采用观察法、访谈法和文献法收集资料。本研究旨在回答、描述和分析印尼华人伊斯兰教协会(PITI)泗水培养华人皈依者策略的一般性描述问题。结果表明,泗水华人皈依印尼华人伊斯兰教协会组织(PITI)的策略主要包括:1)教学;2)习惯化;3)模范;4)动机;5)规章制度。关键词:发展战略;中国少数民族皈依者;他泗水。摘要:Penelitian ini didasarkan pagada现象(agama yang terjadi di Indonesia) terkhusus perihal konversi agama。Konversi agama tersebut didominasi oleh agama lain yang in memeluk agama Islam, dimana perpindahan agama tersebut mayoritas terjadi di lingkungan etnis Tionghoa。印尼中华市(PITI)泗水市,印尼中华市,印尼中华市,印尼中华市,印尼中华市。印尼(PITI)泗水,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼,印尼。彭普兰的观测数据,以及相关的文献资料。印度尼西亚(PITI)泗水,印度尼西亚(PITI)印度尼西亚(PITI),印度尼西亚(PITI)。Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa gambaran umum mengenai strategi yang diiterapkan dalam menanamkan nilai-nilai religius memaletis Tionghoa di Organisasi peratuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya meliputi: 1) pengajaran;2) pembiasaan;3) keteladanan;4) motivasi;丹·佩图兰。卡塔·昆奇:战略;中国大陆;他泗水。
{"title":"STRATEGI PEMBINAAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI RELIGIUS PADA MUALAF ETNIS TIONGHOA DI ORGANISASI PERSATUAN ISLAM TIONGHOA INDONESIA (PITI) SURABAYA","authors":"Dedi Hidayatulloh","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10534","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10534","url":null,"abstract":"Abstract: This research is based on religious phenomena that occur in Indonesia, especially regarding religious conversion. The religious conversion is dominated by other religions who want to embrace Islam, where the majority of religious conversions occur in the ethnic Chinese environment. The Indonesian Chinese Islamic Association (PITI) in Surabaya is one of the institutions that oversees the development of converts to Islam and has a special strategy in fostering converts, especially the Chinese. This research is a qualitative research with a case study approach to determine the strategy of converting converts in the Indonesian Chinese Islamic Association Organization (PITI) Surabaya. Collecting data in this research is observation, interview and documentation. This study aims to answer, describe and analyze the problem of general description regarding the strategy of fostering ethnic Chinese converts at the Indonesian Chinese Islamic Association (PITI) Surabaya. The results showed that the general description of the strategies applied in instilling religious values in fostering ethnic Chinese converts to the Chinese Indonesian Islamic Association Organization (PITI) Surabaya included: 1) teaching; 2) habituation; 3) exemplary; 4) motivation; and 5) regulations.Keywords: Development Strategy; Chinese Ethnic Converts; PITI Surabaya.Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada fenomena agama yang terjadi di Indonesia terkhusus perihal konversi agama. Konversi agama tersebut didominasi oleh agama lain yang ingin memeluk agama Islam, di mana perpindahan agama tersebut mayoritas terjadi di lingkungan etnis Tionghoa. Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya merupakan salah satu lembaga yang menaungi pembinaan mualaf dan memiliki strategi khusus dalam membina mualaf terkhusus etnis Tionghoa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui strategi pembinaan mualaf di Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab, mendeskripsikan serta menganalisis permasalahan gambaran umum mengenai strategi pembinaan mualaf etnis Tionghoa di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa gambaran umum mengenai strategi yang diterapkan dalam menanamkan nilai-nilai religius membina mualaf etnis Tionghoa di Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya meliputi: 1) pengajaran; 2) pembiasaan; 3) keteladanan; 4) motivasi; dan 5) peraturan.Kata Kunci: Strategi Pembinaan; Mualaf Etnis Tionghoa; PITI Surabaya.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116948011","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
POLA ASUH ORANG TUA PENGGUNA NARKOBA (STUDI TERHADAP REMAJA DALAM KONTEKS ACEH) 吸毒父母的教养(亚齐语对青少年的研究)
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10434
Ismiati Ismiati, Zarina Mat Saad, Jamaludin Mustaffa
Abstract: This study aims to determine the relationship between parenting and drug abuse among adolescents. The study used a cross sectional survey, which involved 181 adolescent drug users who underwent rehabilitation programs at rehabilitation centers in Aceh. Their ages ranged from 12 to 22 years. The instrument used in this study was the Parental Authority Questionnaire (PAQ) from Buri (1991) which was used to measure parenting patterns from adolescents' perceptions. The data collected was analyzed using the computer application program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 23.0. The results showed that there was a significant relationship between parenting and drug abuse behavior. Authoritative parenting has a significant negative effect on drug abuse, while authoritarian and permissive parenting has a significant positive effect on drug abuse. This study generally informs that parenting patterns can influence the behavior of adolescents involved in drug abuse. Therefore, this research has implications for families and educational institutions.Keywords: Parenting Style; Drug Users; Adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan narkoba dalam kalangan remaja. Penelitian dilakukan dengan menggunakan survei cross sectional, yang melibatkan 181 orang remaja pengguna narkoba yang menjalani program rehabilitasi pada pusat-pusat rehabilitasi narkoba di Aceh. Usia mereka berkisar antara 12 sampai dengan 22 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ) dari Buri (1991) yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua dari persepsi remaja. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan bantuan aplikasi komputer program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku penyalahgunaan narkoba. Pola asuh demokratis mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba, sementara pola asuh otoriter dan permisif mempunyai pengruh positif yang signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini secara umum menginformasikan bahwa pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perilaku remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan implikasi bagi keluarga dan lembaga-lembaga pendidikan serta pusat rehabilitasi narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua; Pengguna Narkoba; Remaja.
摘要:本研究旨在探讨父母教养与青少年药物滥用的关系。这项研究采用了一项横断面调查,涉及181名在亚齐康复中心接受康复计划的青少年吸毒者。他们的年龄从12岁到22岁不等。本研究使用的工具是Buri(1991)的父母权威问卷(PAQ),用于从青少年的感知来衡量父母教养方式。使用SPSS 23.0版计算机应用程序对收集的数据进行分析。结果表明,父母教养与吸毒行为之间存在显著的相关关系。权威型父母对吸毒有显著的负向影响,而权威型和宽容型父母对吸毒有显著的正向影响。这项研究大体上告诉我们,父母教养方式可以影响吸毒青少年的行为。因此,本研究对家庭和教育机构具有启示意义。关键词:父母教养方式;吸毒者;青春期。摘要:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan narkoba dalam kalangan remaja。Penelitian dilakukan dengan menggunakan调查横截面,yang melibatkan 181猩猩remaja pengguna narkoba yang menjalani项目康复计划。Usia mereka berkisar antara 12 sampai dengan 22 tahun。父母权威调查问卷(PAQ)(1991)。应用计算机程序SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 23.0进行数据分析。Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signfikan antara polasuh orang tudengan peraku penyahgunaan narkoba。普拉asuh demokratis mempunyai pengaruh负数杨signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba, sementara普拉asuh otoriter丹permisif mempunyai pengruh伴唱键盘杨signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba。Penelitian ini secara umum menginformasasikan bahwa pola asha orang tuapat mempengaruhi peraku remaja terlibatdalam penyalahgunaan narkoba。Oleh karenitu, penelitian ini成员,kan implikasi bagi keluarga dan lembaga-lembaga pendidikan serta pusat rehabilititasi narkoba。Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua;Pengguna Narkoba;Remaja。
{"title":"POLA ASUH ORANG TUA PENGGUNA NARKOBA (STUDI TERHADAP REMAJA DALAM KONTEKS ACEH)","authors":"Ismiati Ismiati, Zarina Mat Saad, Jamaludin Mustaffa","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10434","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10434","url":null,"abstract":"Abstract: This study aims to determine the relationship between parenting and drug abuse among adolescents. The study used a cross sectional survey, which involved 181 adolescent drug users who underwent rehabilitation programs at rehabilitation centers in Aceh. Their ages ranged from 12 to 22 years. The instrument used in this study was the Parental Authority Questionnaire (PAQ) from Buri (1991) which was used to measure parenting patterns from adolescents' perceptions. The data collected was analyzed using the computer application program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 23.0. The results showed that there was a significant relationship between parenting and drug abuse behavior. Authoritative parenting has a significant negative effect on drug abuse, while authoritarian and permissive parenting has a significant positive effect on drug abuse. This study generally informs that parenting patterns can influence the behavior of adolescents involved in drug abuse. Therefore, this research has implications for families and educational institutions.Keywords: Parenting Style; Drug Users; Adolescence.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan penyalahgunaan narkoba dalam kalangan remaja. Penelitian dilakukan dengan menggunakan survei cross sectional, yang melibatkan 181 orang remaja pengguna narkoba yang menjalani program rehabilitasi pada pusat-pusat rehabilitasi narkoba di Aceh. Usia mereka berkisar antara 12 sampai dengan 22 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ) dari Buri (1991) yang digunakan untuk mengukur pola asuh orang tua dari persepsi remaja. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan bantuan aplikasi komputer program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku penyalahgunaan narkoba. Pola asuh demokratis mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba, sementara pola asuh otoriter dan permisif mempunyai pengruh positif yang signifikan terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini secara umum menginformasikan bahwa pola asuh orang tua dapat mempengaruhi perilaku remaja terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan implikasi bagi keluarga dan lembaga-lembaga pendidikan serta pusat rehabilitasi narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua; Pengguna Narkoba; Remaja.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"99 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130161118","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
DAMPAK NIKAH SIRI TERHADAP ISTRI DAN ANAK PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH AL-SYATHIBI (STUDI DESA BANGSALSARI KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER)
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.9726
Sauqi Noer Firdaus, Fadil Sj, Moh. Thoriquddin
Abstract: Bangsalsari Village is the village with the most cases of unregistered marriage among other villages in the Jember Regency area. Among the problems that occur there are men and women who want to get married, perform the sacred contract in front of an ustaz or community leader as a penghulu by fulfilling the pillars and conditions according to religion, but do not report and register their marriage at the Office of Religious Affairs. This is influenced by the culture and beliefs of the local community. The approach and type of research used in this research is qualitative-empirical. Collecting data by means of interviews and documentation, then processed by the stages of Editing, Classifying and Verifying. Based on the results of the study, the negative effects received by the wife and children from the absence of marriage registration such as not being able to go to school, not being able to sue for divorce from their husbands when experiencing and not being able to inherit from their husbands in Bangsalsari Village, Bangsalsari District, Jember Regency. The maqashid al-Syari'ah Al-Syathibi perspective, namely marriage registration is included in the Dlaruriyat aspect, as well as sakinah, mawaddah and rahmah which are also the most important components in household life in Bangsalsari Village.Keywords: Marriage Siri; Impact on Wife and Children; Maqashid Sharia.Abstrak: Desa Bangsalsari merupakan merupakan desa terbanyak terjadinya kasus nikah siri di antara desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Jember. Di antara permasalahan yang terjadi di sana yaitu laki-laki dan perempuan yang ingin melangsungkan pernikahan, melakukan akad sakral tersebut dihadapan seorang ustaz atau tokoh masyarakat sebagai penghulu dengan terpenuhi rukun dan syaratnya menurut agama, akan tetapi tidak melaporkan dan mencatatkan pernikahan mereka di Kantor Urusan Agama, hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif-empiris. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi, kemudian diolah denga tahapan Editing, Classifying dan Verifying. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh negatif yang diterima oleh istri dan anak dari tidak adanya pencatatan nikah seperti tidak dapat bersekolah, tidak dapat menggugat cerai suami ketika mengalami dan tidak dapat jatah waris dari suami di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Perspektif maqashid al-Syari’ah Al-Syathibi, yaitu pencatatan nikah termasuk dalam aspek Dlaruriyat, sama halnya dengan sakinah, mawaddah dan rahmah yang juga menjadi komponen paling penting dalam kehidupan rumah tangga di Desa Bangsalsari.Kata Kunci: Nikah Siri; Dampak Terhadap Istri dan Anak; Maqashid Al-Syari’ah.
摘要:Bangsalsari村是Jember Regency地区其他村庄中未登记婚姻案件最多的村庄。在发生的问题中,有男女想结婚,在乌斯塔兹或社区领导人面前履行神圣的合同,按照宗教规定履行支柱和条件,但不向宗教事务办公室报告和登记他们的婚姻。这受到当地社区文化和信仰的影响。本研究使用的方法和研究类型是定性实证。通过访谈和文献收集资料,然后经过编辑、分类和验证阶段进行处理。根据研究结果,在Jember Regency邦萨尔萨里区邦萨尔萨里村,由于没有结婚登记,妻子和孩子受到的负面影响,例如不能上学,在经历离婚时不能起诉丈夫,不能从丈夫那里继承财产。maqashid al-Syari'ah Al-Syathibi的观点,即婚姻登记包括在Dlaruriyat方面,以及sakinah, mawaddah和rahmah,它们也是Bangsalsari村家庭生活中最重要的组成部分。关键词:婚姻Siri;对妻儿的影响;Maqashid伊斯兰教法。摘要:Desa Bangsalsari merupakan merupakan Desa terbanyak terjadinya kasus nikah siri di antara Desa - Desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Jember。diantara permasalahan yang terjadi Di sana yitu laki-laki dan perempuan yang ingin melangsungkan pernikahan, melakukan akad sakal tersesebut dihadapan seorang ustaz atau tokoh masyarakat sebagai penghulu dengan terpenuhi rukun dansyaratya menurut agama, akan tetapi tidak melaporkan danmencatatkan pernikahan mereka Di Kantor Urusan agama, hal ini dipengaruhi oleh budaya dan keperkayaan masyarakat setempat。Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah quality - imperiis。彭彭岛数据登高、登高、登高、登高、登高、编辑、分类、验证。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来,展望未来。Kata Kunci: Nikah Siri;丹pak Terhadap isstri dan Anak;Maqashid Al-Syari 'ah。
{"title":"DAMPAK NIKAH SIRI TERHADAP ISTRI DAN ANAK PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARI’AH AL-SYATHIBI (STUDI DESA BANGSALSARI KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER)","authors":"Sauqi Noer Firdaus, Fadil Sj, Moh. Thoriquddin","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.9726","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.9726","url":null,"abstract":"Abstract: Bangsalsari Village is the village with the most cases of unregistered marriage among other villages in the Jember Regency area. Among the problems that occur there are men and women who want to get married, perform the sacred contract in front of an ustaz or community leader as a penghulu by fulfilling the pillars and conditions according to religion, but do not report and register their marriage at the Office of Religious Affairs. This is influenced by the culture and beliefs of the local community. The approach and type of research used in this research is qualitative-empirical. Collecting data by means of interviews and documentation, then processed by the stages of Editing, Classifying and Verifying. Based on the results of the study, the negative effects received by the wife and children from the absence of marriage registration such as not being able to go to school, not being able to sue for divorce from their husbands when experiencing and not being able to inherit from their husbands in Bangsalsari Village, Bangsalsari District, Jember Regency. The maqashid al-Syari'ah Al-Syathibi perspective, namely marriage registration is included in the Dlaruriyat aspect, as well as sakinah, mawaddah and rahmah which are also the most important components in household life in Bangsalsari Village.Keywords: Marriage Siri; Impact on Wife and Children; Maqashid Sharia.Abstrak: Desa Bangsalsari merupakan merupakan desa terbanyak terjadinya kasus nikah siri di antara desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Jember. Di antara permasalahan yang terjadi di sana yaitu laki-laki dan perempuan yang ingin melangsungkan pernikahan, melakukan akad sakral tersebut dihadapan seorang ustaz atau tokoh masyarakat sebagai penghulu dengan terpenuhi rukun dan syaratnya menurut agama, akan tetapi tidak melaporkan dan mencatatkan pernikahan mereka di Kantor Urusan Agama, hal ini dipengaruhi oleh budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif-empiris. Pengumpulan data dengan cara wawancara dan dokumentasi, kemudian diolah denga tahapan Editing, Classifying dan Verifying. Berdasarkan hasil penelitian, pengaruh negatif yang diterima oleh istri dan anak dari tidak adanya pencatatan nikah seperti tidak dapat bersekolah, tidak dapat menggugat cerai suami ketika mengalami dan tidak dapat jatah waris dari suami di Desa Bangsalsari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Perspektif maqashid al-Syari’ah Al-Syathibi, yaitu pencatatan nikah termasuk dalam aspek Dlaruriyat, sama halnya dengan sakinah, mawaddah dan rahmah yang juga menjadi komponen paling penting dalam kehidupan rumah tangga di Desa Bangsalsari.Kata Kunci: Nikah Siri; Dampak Terhadap Istri dan Anak; Maqashid Al-Syari’ah.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114348910","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF (SUBJECTIVE WELL-BEING) DITINJAU DARI SOSIO-DEMOGRAFIS DI KALANGAN REMAJA YATIM YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN/PESANTREN YATIM 寄养家庭/寄养家庭的孤儿的社会人口
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10907
Fatimah Ibda, Noor Azniza Ishak, Mohd Azrin Bin Mohd Nasir
Abstract: Although there was a little interest in investigating the well-being issues of orphaned adolescents. This study is preliminary research of subjective well-being and socio-demographic correlation among orphanaged adolescents. The main aim of this study was to assessed the relationship between subjective well-being and socio-demographic (gender, length of stay orphanage, source of funds orphanage, education level of orphan, location and model of orphanage). Participants were a total 285 orphanage youth (age range of 11-20 years) from 5 orphanage in Banda Aceh and Aceh Besar District, Aceh Province, Indonesia. Data were collected using the Multidimensional Student Life Satisfaction Scale and socio-demographic profiles. The data were analyzed by using chi-square  analysis. The results showed that, there was a significant correlation between subjective well-being and socio-demographic (gender and location of the orphanage). While subjective well-being and socio-demograhic (length of stay orphanage, source of fund orphanage, education level of orphan and orphanage model) was no significant correlation. Further research is needed to gain comprehensive understanding for subjective well-being of socio-demografic factors among orphanaged adolescents. Recommendations for further research in this context are discussed.Keywords:  Subjective Well-Being; Socio-Demographic; Orphan Adolescents; Orphanages.Abstrak: Meskipun minat dalam penyelidikan isu kesejahteraan subjektif remaja yatim masih sangat sedikit, penelitian ini merupakan studi awal untuk menyelidiki kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis di kalangan remaja yatim. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (jenis kelamin, lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, lokasi panti asuhan/pesantren yatim, dan model panti asuhan/pesantren yatim) remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim. Partisipan berjumlah 285 remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim (usia 11-20 tahun) dari 5 panti asuhan/pesantren yatim yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale dan profil sosio-demografis. Analisis data menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (jenis kelamin dan lokasi panti asuhan/pesantren yatim). Sedang kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, model panti asuhan/pesantren yatim) memiliki hubungan yang tidak signifikan. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman lebih luas dan menyeluruh terkait domain spesifik sosio-demografis dari kesejahteraan subjektif remaja yatim. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan dalam konteks ini didiskusikan.Kata Kunci: Kesejahteraan Subjektif; Sosio-Demografis; Remaja Yatim; Panti Asuhan/Pesa
摘要:虽然对孤儿青少年的幸福感问题的调查兴趣不大。本研究是对孤儿青少年主观幸福感与社会人口学相关性的初步研究。本研究的主要目的是评估主观幸福感与社会人口学(性别、孤儿院停留时间、孤儿院资金来源、孤儿教育程度、孤儿院所在地和孤儿院模式)之间的关系。参与者是来自印度尼西亚亚齐省班达亚齐和亚齐Besar区的5所孤儿院的285名孤儿院青年(年龄在11-20岁之间)。使用多维学生生活满意度量表和社会人口统计资料收集数据。资料采用卡方分析。结果显示,主观幸福感与社会人口学(性别、孤儿院所在地)有显著相关。而主观幸福感与社会人口学因素(孤儿院的停留时间、孤儿院的资金来源、孤儿的受教育程度和孤儿院模式)无显著相关。需要进一步的研究来全面了解孤儿青少年的主观幸福感的社会人口因素。讨论了在这方面进一步研究的建议。关键词:主观幸福感;Socio-Demographic;孤儿的青少年;孤儿院。摘要:Meskipun minat dalam penyelidikan isu kesejahteraan subject jektif remaja yatim masih sangat sedikit, penelitian ini merupakan study awal untuk menyelidiki kesejahteraan subject jektif dan social -demografis di kalangan remaja yatim。Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kesejahteraan subject subject - dansosio -demografis (jenis kelamin, lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, lokasi panti asuhan/pesantren yatim, dan model panti asuhan/pesantren yatim) remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim。党派berjumlah 285 remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim (usia 11-20 tahun) dari 5 panti asuhan/pesantren yatim yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh省长,印度尼西亚亚齐省。数据:大学生多维生活满意度量表及社会人口特征。分析数据采用卡方分析。Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan hubungan yang signfikan antara kesjahteraan subject subject dansosio -demografis (jenis kelamin dan lokasi panti asuhan/pesantren yatim)。seang kesjahteraan subject - dan social -demografis (lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, model panti asuhan/pesantren yatim) memiliki hubungan yang tidak signfikan。Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman lebih luas dan menyeluruh terkit domain specifik社会人口统计学dari kesejahteraan subject remaja yatim。Rekomendasi untuk penelitian lanjutan dalam konteks ini didiskusikan。Kata Kunci: Kesejahteraan subject;Sosio-Demografis;Remaja•;Panti Asuhan/Pesantren Yatim。
{"title":"KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF (SUBJECTIVE WELL-BEING) DITINJAU DARI SOSIO-DEMOGRAFIS DI KALANGAN REMAJA YATIM YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN/PESANTREN YATIM","authors":"Fatimah Ibda, Noor Azniza Ishak, Mohd Azrin Bin Mohd Nasir","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10907","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10907","url":null,"abstract":"Abstract: Although there was a little interest in investigating the well-being issues of orphaned adolescents. This study is preliminary research of subjective well-being and socio-demographic correlation among orphanaged adolescents. The main aim of this study was to assessed the relationship between subjective well-being and socio-demographic (gender, length of stay orphanage, source of funds orphanage, education level of orphan, location and model of orphanage). Participants were a total 285 orphanage youth (age range of 11-20 years) from 5 orphanage in Banda Aceh and Aceh Besar District, Aceh Province, Indonesia. Data were collected using the Multidimensional Student Life Satisfaction Scale and socio-demographic profiles. The data were analyzed by using chi-square  analysis. The results showed that, there was a significant correlation between subjective well-being and socio-demographic (gender and location of the orphanage). While subjective well-being and socio-demograhic (length of stay orphanage, source of fund orphanage, education level of orphan and orphanage model) was no significant correlation. Further research is needed to gain comprehensive understanding for subjective well-being of socio-demografic factors among orphanaged adolescents. Recommendations for further research in this context are discussed.Keywords:  Subjective Well-Being; Socio-Demographic; Orphan Adolescents; Orphanages.Abstrak: Meskipun minat dalam penyelidikan isu kesejahteraan subjektif remaja yatim masih sangat sedikit, penelitian ini merupakan studi awal untuk menyelidiki kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis di kalangan remaja yatim. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (jenis kelamin, lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, lokasi panti asuhan/pesantren yatim, dan model panti asuhan/pesantren yatim) remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim. Partisipan berjumlah 285 remaja yatim yang tinggal di panti asuhan/pesantren yatim (usia 11-20 tahun) dari 5 panti asuhan/pesantren yatim yang ada di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale dan profil sosio-demografis. Analisis data menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan hubungan yang signifikan antara kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (jenis kelamin dan lokasi panti asuhan/pesantren yatim). Sedang kesejahteraan subjektif dan sosio-demografis (lama tinggal, sumber dana, tingkat pendidikan, model panti asuhan/pesantren yatim) memiliki hubungan yang tidak signifikan. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mendapatkan pemahaman lebih luas dan menyeluruh terkait domain spesifik sosio-demografis dari kesejahteraan subjektif remaja yatim. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan dalam konteks ini didiskusikan.Kata Kunci: Kesejahteraan Subjektif; Sosio-Demografis; Remaja Yatim; Panti Asuhan/Pesa","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130167150","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH BERKAH JAYA PLASTINDO OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT 西科塔瓦林地区环保局通过祝福贾亚塑性废料库增强社区能力
Pub Date : 2021-12-31 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10199
Mustafirin Mustafirin, Agus Riyadi, Jihan Irwana Saputri
Abstract: This study aims to determine the empowerment process and the impact of the Induk Berkah Jaya Plastindo Waste Bank. The method used in this research is descriptive qualitative with a sociological approach where the researcher focuses and describes a variable related to the problem under study. Data collection techniques in the study used observation, interviews, and documentation, then data validity and data analysis were carried out. The results of this study are the community empowerment process carried out by the Berkah Jaya Plastindo Waste Bank as the main waste bank that can be seen through three stages, namely the awareness stage and the behavior formation stage, the knowledge transformation stage, the intellectual ability improvement stage and the impact of community empowerment through the Waste Bank. Parent Berkah Jaya Plastindo is able to increase the community's economic income, a clean and healthy environment, the emergence of high solidarity, and being able to become an inspiration for other waste banks.Keywords: Community Empowerment, Jaya Plastindo Berkah Waste Bank, Environmental Service.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan dan dampak dari Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis di mana peneliti fokus dan menggambarkan suatu variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi selanjutnya dilakukan validitas data, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo sebagai bank sampah induk dapat dilihat melalui tiga tahap yaitu tahap penyadaran dan tahap pembentukan perilaku, tahap transformasi pengetahuan, tahap peningkatan kemampuan intelektual dan dampak dari pemberdayaan masyarakat melalui Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo yakni mampu menambah pendapatan ekonomi masyarakat, lingkungan yang bersih dan sehat, timbulnya solidaritas yang tinggi, dan mampu menjadi inspirasi bank sampah lainnya.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo, Dinas Lingkungan Hidup.
摘要:本研究旨在确定indk Berkah Jaya Plastindo废物银行的授权过程及其影响。在本研究中使用的方法是描述性定性与社会学的方法,其中研究人员的重点和描述的变量与所研究的问题。本研究采用观察法、访谈法和文献法收集资料,然后进行数据效度和数据分析。本研究的结果是由Berkah Jaya Plastindo Waste Bank作为主要的废物银行所进行的社区赋权过程,可以通过三个阶段来看待,即意识阶段和行为形成阶段、知识转化阶段、智力提升阶段以及废物银行对社区赋权的影响。家长Berkah Jaya Plastindo能够增加社区的经济收入,清洁和健康的环境,高度团结的出现,并能够成为其他废物银行的灵感。关键词:社区赋权,Jaya Plastindo Berkah垃圾银行,环境服务摘要:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui提出pemberdayaan dan dampak dari Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo。Metode yang digunakan dalam penelian ini adalah质量描述,dengan penelian生理描述,dmananpeneliti聚焦,dan menggambarkan suatu变量yang berkenaan dengan masalah yang diteliti。Teknik ppumpulan数据dalam penelitian menggunakan观测站,wanancara, dandokumentasi selanjutnya dilakukan有效性数据,dananjutnya分析数据。Hasil dari penpentitian ini yytu提出pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh银行sampaduk Induk Jaya Plastindo sebagai银行sampaduk djaja didija didija melalai银行sampaduk penyadaran an penbentukan perakaku, tahap transformaspengetahuan, tahappeningkatan kemampuan知识分子dandanpak dari pemberdayaan masyarakat melalui银行sampaduk Berkah Jaya Plastindo yakni mampu menambah pendapatan economi masyarakat, lingkungan yang bersih dansehat,廷布尼亚团结杨廷吉,丹曼普曼贾迪鼓舞银行桑巴兰尼亚。Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo, Dinas Lingkungan Hidup。
{"title":"PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH BERKAH JAYA PLASTINDO OLEH DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT","authors":"Mustafirin Mustafirin, Agus Riyadi, Jihan Irwana Saputri","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10199","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i2.10199","url":null,"abstract":"Abstract: This study aims to determine the empowerment process and the impact of the Induk Berkah Jaya Plastindo Waste Bank. The method used in this research is descriptive qualitative with a sociological approach where the researcher focuses and describes a variable related to the problem under study. Data collection techniques in the study used observation, interviews, and documentation, then data validity and data analysis were carried out. The results of this study are the community empowerment process carried out by the Berkah Jaya Plastindo Waste Bank as the main waste bank that can be seen through three stages, namely the awareness stage and the behavior formation stage, the knowledge transformation stage, the intellectual ability improvement stage and the impact of community empowerment through the Waste Bank. Parent Berkah Jaya Plastindo is able to increase the community's economic income, a clean and healthy environment, the emergence of high solidarity, and being able to become an inspiration for other waste banks.Keywords: Community Empowerment, Jaya Plastindo Berkah Waste Bank, Environmental Service.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan dan dampak dari Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis di mana peneliti fokus dan menggambarkan suatu variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi selanjutnya dilakukan validitas data, dan analisis data. Hasil dari penelitian ini yaitu proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo sebagai bank sampah induk dapat dilihat melalui tiga tahap yaitu tahap penyadaran dan tahap pembentukan perilaku, tahap transformasi pengetahuan, tahap peningkatan kemampuan intelektual dan dampak dari pemberdayaan masyarakat melalui Bank Sampah Induk Berkah Jaya Plastindo yakni mampu menambah pendapatan ekonomi masyarakat, lingkungan yang bersih dan sehat, timbulnya solidaritas yang tinggi, dan mampu menjadi inspirasi bank sampah lainnya.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo, Dinas Lingkungan Hidup.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133881383","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
PERAN DINAS SOSIAL SAROLANGUN DALAM PEMBERDAYAAN SUKU ANAK DALAM (SAD) UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PRIMER SAROLANGUN社会服务在儿童部落赋权(SAD)中的作用,以满足基本需求
Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.8883
Syahrowi Syahrowi, Awis Karni, Irta Sulastri
Abstract: SAD is one of the groups that lives alternately in the forest, living in simple huts, wearing traditional clothes, and consuming forest products to survive. This has made the Sarolangun Social Service Office become concerned about SAD's less prosperous life. For this reason, the Sarolangun Social Service provides empowerment programs for SAD to improve their lives, especially in terms of meeting primary needs. This study aims to analyze the role of the Sarolangun Regional Government in empowering the primary needs of SAD in Lubuk Jering Village through several empowerment programs. This study has used a qualitative approach by interviewing 6 informants who can provide correct and clear information related to the focus of the research being carried out. The research findings have shown that the Sarolangun Social Service carries out an empowerment program through three stages, namely the stages of awareness, capacity building, and empowerment. The role of the Social Service in the awareness stage is to provide knowledge about the importance of wearing modern clothes, knowledge that they cannot depend on the forest forever, and insight into the importance of living permanently. The role of the Social Service at the capacitating stage is to provide training in farming and managing fish ponds, as well as mental development. The role of the Social Service in the empowerment stage is to provide assistance in the form of basic necessities and jadup, land for farming, fish ponds, wooden houses on stilts, and other supporting facilities.Keywords: Sarolangun Social Services; Empowerment; SAD; Primary Needs.Abstrak: SAD merupakan salah satu kelompok yang hidup secara berpindah-pindah dalam hutan, dengan tinggal di pondok sederhana, menggunakan pakaian adat, dan mengkonsumsi hasil hutan untuk bertahan hidup. Hal tersebut membuat Dinas Sosial Sarolangun menjadi prihatin dengan kehidupan SAD yang kurang sejahtera. Untuk itu Dinas Sosial Sarolangun memberikan program pemberdayaan kepada SAD untuk meningkatkan kehidupannya terutama dalam hal memenuhi kebutuhan primer.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Daerah Sarolangun dalam memberdayakan kebutuhan primer SAD di Desa Lubuk Jering melalui beberapa program pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada 6 informan yang bisa memberikan informasi dengan benar dan jelas berhubungan dengan fokus penelitian yang dilakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Sarolangun melakukan program pemberdayaan melalui tiga tahapan yaitu tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Peran Dinas Sosial pada tahapan penyadaran adalah memberikan pengetahuan tentang pentingnya memakai pakaian modern, pengetahuan bahwa mereka tidak bisa selamanya bergantung pada hutan, dan wawasan tentang pentingnya hidup menetap. Peran Dinas Sosial pada tahapan pengkapasitasan adalah memberikan pelatihan bercocok tanam dan mengelola kolam ikan, serta
摘要:SAD是一个在森林中交替生活的群体,他们居住在简单的棚屋里,穿着传统的服装,以森林产品为生。这使得Sarolangun社会服务办公室开始关注SAD不太富裕的生活。出于这个原因,Sarolangun社会服务中心为残疾人提供赋权项目,以改善他们的生活,特别是在满足基本需求方面。本研究旨在分析Sarolangun地区政府在通过几个赋权项目为Lubuk Jering村的SAD提供基本需求方面的作用。本研究采用了定性方法,采访了6名能够提供与正在进行的研究重点相关的正确和清晰信息的举报人。研究结果表明,Sarolangun社会服务通过三个阶段,即意识阶段、能力建设阶段和赋权阶段来实施赋权计划。社会服务在意识阶段的作用是提供关于穿着现代服装的重要性的知识,他们不能永远依赖森林的知识,以及对永久生活重要性的洞察。社会服务处在培养能力阶段的作用是提供养殖和管理鱼塘方面的培训,以及智力发展。社会服务处在赋权阶段的作用是提供基本必需品和用品、耕作用地、鱼塘、木桩房屋和其他配套设施。关键词:萨洛朗县社会服务;赋权;悲伤的;主要需求。摘要:SAD merupakan salah satu kelompok yang hidup secara berpinda -pindah dalam hutan, dengan tinggal di pondok sederhana, menggunakan pakaiat, dan mengkonsumsi hasil hutan untuk bertahan hidup。他说:“我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们。Untuk itu Dinas social Sarolangun成员计划pemberdayaan kepada Untuk meningkatkan kehidupannya terutama dalam hal memenuhi kebutuhan primer。Penelitian ini bertujuan untuk menganalis peran permerintah Daerah Sarolangun dalam成员,kebutuhan primer, sadi Desa Lubuk Jering melalui beberapa program, pemberdayaan。Penelitian ini menggunakan pendekatan质量、质量、方法、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量、质量。Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dinas social sarolanguan melakukan program pemberdayaan melalui tiga tahapan yitu tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan。Peran Dinas社会padadhapan penyadaran adalah成员kan pengetahuan tentang pentingnya memakai pakaian modern, pengetahuan bahwa mereka tidak bisa selamanya bergantung padhutan, danwawasan tentang pentingnya hidup menetap。Peran Dinas社会团体成员:penhapan pengkapasitasan adalah成员:pelatihan bercocok tanam dan mengelola kolam ikan, serta penbinaan mental。Peran砂石Sosial篇tahapan pendayaan adalah memberikan bantuan berupa sembako dan jadup lahan为她bertani, kolam鱼,名叫panggung kayu模型,丹fasilitas pendukung lainnya。Kata Kunci: Dinas social Sarolangun;规划;悲伤的;Kebutuhan底漆。
{"title":"PERAN DINAS SOSIAL SAROLANGUN DALAM PEMBERDAYAAN SUKU ANAK DALAM (SAD) UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PRIMER","authors":"Syahrowi Syahrowi, Awis Karni, Irta Sulastri","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.8883","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.8883","url":null,"abstract":"Abstract: SAD is one of the groups that lives alternately in the forest, living in simple huts, wearing traditional clothes, and consuming forest products to survive. This has made the Sarolangun Social Service Office become concerned about SAD's less prosperous life. For this reason, the Sarolangun Social Service provides empowerment programs for SAD to improve their lives, especially in terms of meeting primary needs. This study aims to analyze the role of the Sarolangun Regional Government in empowering the primary needs of SAD in Lubuk Jering Village through several empowerment programs. This study has used a qualitative approach by interviewing 6 informants who can provide correct and clear information related to the focus of the research being carried out. The research findings have shown that the Sarolangun Social Service carries out an empowerment program through three stages, namely the stages of awareness, capacity building, and empowerment. The role of the Social Service in the awareness stage is to provide knowledge about the importance of wearing modern clothes, knowledge that they cannot depend on the forest forever, and insight into the importance of living permanently. The role of the Social Service at the capacitating stage is to provide training in farming and managing fish ponds, as well as mental development. The role of the Social Service in the empowerment stage is to provide assistance in the form of basic necessities and jadup, land for farming, fish ponds, wooden houses on stilts, and other supporting facilities.Keywords: Sarolangun Social Services; Empowerment; SAD; Primary Needs.Abstrak: SAD merupakan salah satu kelompok yang hidup secara berpindah-pindah dalam hutan, dengan tinggal di pondok sederhana, menggunakan pakaian adat, dan mengkonsumsi hasil hutan untuk bertahan hidup. Hal tersebut membuat Dinas Sosial Sarolangun menjadi prihatin dengan kehidupan SAD yang kurang sejahtera. Untuk itu Dinas Sosial Sarolangun memberikan program pemberdayaan kepada SAD untuk meningkatkan kehidupannya terutama dalam hal memenuhi kebutuhan primer.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Daerah Sarolangun dalam memberdayakan kebutuhan primer SAD di Desa Lubuk Jering melalui beberapa program pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara kepada 6 informan yang bisa memberikan informasi dengan benar dan jelas berhubungan dengan fokus penelitian yang dilakukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Sarolangun melakukan program pemberdayaan melalui tiga tahapan yaitu tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Peran Dinas Sosial pada tahapan penyadaran adalah memberikan pengetahuan tentang pentingnya memakai pakaian modern, pengetahuan bahwa mereka tidak bisa selamanya bergantung pada hutan, dan wawasan tentang pentingnya hidup menetap. Peran Dinas Sosial pada tahapan pengkapasitasan adalah memberikan pelatihan bercocok tanam dan mengelola kolam ikan, serta ","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121770151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENALARAN ISTISLAHI TERHADAP PENCATATAN PERKAWINAN ISTISLAHI对婚姻登记处的推理
Pub Date : 2021-06-30 DOI: 10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9337
Ahlun Nazi Siregar, Abbas Arfan, Noer Yasin
Abstract: Marriage is a sacred worship (holy) which is very influential on human survival. Therefore, authentic evidence is needed, namely a marriage certificate issued by a special authority, the Office of Religious Affairs (KUA). The aim is as a form of legal protection for married husband and wife. Thus, security, justice, and welfare can be realized in the household. In fact, marriage registration is not one of the pillars and conditions of marriage in Islam, so it is considered not important for brides who want to get married. When viewed from an Islamic point of view, marriage is a form of worship that is considered to bring great mashlahah to every ummah. The purpose of this study was to determine the urgency of marriage registration based on istislahi reasoning. The method used in this research is normative juridical and with a social law research approach. In istislahi reasoning, marriage registration is considered to bring benefits to husbands, wives, and children. Therefore, marriage registration is mandatory for every bride and groom who wants to get married.Keywords: Marriage Registration; Marriage Law; Mashlahah.Abstrak: Perkawinan merupakan ibadah sakral (suci) yang sangat berdampak pada keberlangsungan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, perlu adanya bukti yang autentik telah terjadinya suatu perkawinan yaitu akta nikah (marriage book) yang diberikan oleh lembaga khusus yang berwenang, Kantor Urusan Agama (KUA). Adapun tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap pasangan suami isteri yang telah menikah. Sehingga dapat terealisasinya keamanan, keadilan serta kesejahteraan di dalam rumah tangga. Akan tetapi pencatatan perkawinan bukanlah termasuk salah satu rukun dan syarat suatu terjadinya perkawinan dalam Islam, sehingga hal ini menjadi salah satu peluang bagi calon pengantin yang akan menikah lalu menghiraukan pencatatan perkawinan tersebut. Jika dilihat dari sudut pandang Islam, perkawinan merupakan salah satu ibadah yang dianggap dapat mendatangkan mashlahah yang besar bagi semua pihak. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui urgensi dari pencatatan perkawinan berdasarkan penalaran istislahi. Metode penelitian adalah yuridis normative dengan pendekatan social legal reseach. Dalam penalaran istislahi bahwa pencatatan perkawinan akan mendatangkan kemaslahtan bagi suami dan isteri beserta anak-anaknya. Oleh sebab itu, pencatatan suatu perkawinan menjadi sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan bagi setiap calon pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.Kata Kunci: Pencatatan Perkawinan; Undang-Undang Perkawinan; Mashlahah.
摘要:婚姻是一种神圣的崇拜(神圣),对人类的生存有很大的影响。因此,需要真实的证据,即宗教事务局(KUA)这一专门机构签发的结婚证。其目的是作为对已婚夫妇的一种法律保护形式。因此,安全、公正和福利可以在家庭中实现。事实上,在伊斯兰教中,结婚登记并不是婚姻的支柱和条件之一,因此对于想要结婚的新娘来说,它被认为并不重要。从伊斯兰的观点来看,婚姻是一种崇拜形式,被认为能给每个乌玛带来巨大的幸福。本研究的目的是基于istislahi推理来确定婚姻登记的紧迫性。在本研究中使用的方法是规范的法律和社会法律的研究方法。在伊斯兰教的推理中,结婚登记被认为是给丈夫、妻子和孩子带来好处。因此,每一个想结婚的新娘和新郎都必须登记结婚。关键词:婚姻登记;婚姻法;Mashlahah。摘要:Perkawinan merupakan ibadah sakral (sui) yang sangat berdampak padkeberlangsungan kehidupan manusia。Oleh sebab itu, perlu adanya bukti yang autentik telah terjadinya suatu perkawinan yaitu akta nikah(婚姻书)yang diberikan Oleh lembaga khusus yang berwenang, Kantor Urusan Agama (KUA)。Adapun tujuannya adalah untuk成员kan perlindungan hukum terhadap pasangan suami isteri yang telah menikah。seingga dapat terealisasinya keamanan, keadilan serta kesejahteraan and di dalam rumah tangga。我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿。Jika dilihat dari sudut pandang Islam, perkawinan merupakan salah, ibadah yang dianggap dapat mendatangkan mashlahah yang besar bagi semua pihak。[翻译]:Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui紧急情况,dari penatatan perkawinan berdasarkan penalanistilahi。社会法学研究的基本原则是社会法学研究的基本原则。Dalam penalaran istislahi bahwa penatatan perkawinan akan mendatangan kemaslahtan bagi suami dani beseria anakakya。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。Kata Kunci: Pencatatan Perkawinan;Undang-Undang Perkawinan;Mashlahah。
{"title":"PENALARAN ISTISLAHI TERHADAP PENCATATAN PERKAWINAN","authors":"Ahlun Nazi Siregar, Abbas Arfan, Noer Yasin","doi":"10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9337","DOIUrl":"https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v7i1.9337","url":null,"abstract":"Abstract: Marriage is a sacred worship (holy) which is very influential on human survival. Therefore, authentic evidence is needed, namely a marriage certificate issued by a special authority, the Office of Religious Affairs (KUA). The aim is as a form of legal protection for married husband and wife. Thus, security, justice, and welfare can be realized in the household. In fact, marriage registration is not one of the pillars and conditions of marriage in Islam, so it is considered not important for brides who want to get married. When viewed from an Islamic point of view, marriage is a form of worship that is considered to bring great mashlahah to every ummah. The purpose of this study was to determine the urgency of marriage registration based on istislahi reasoning. The method used in this research is normative juridical and with a social law research approach. In istislahi reasoning, marriage registration is considered to bring benefits to husbands, wives, and children. Therefore, marriage registration is mandatory for every bride and groom who wants to get married.Keywords: Marriage Registration; Marriage Law; Mashlahah.Abstrak: Perkawinan merupakan ibadah sakral (suci) yang sangat berdampak pada keberlangsungan kehidupan manusia. Oleh sebab itu, perlu adanya bukti yang autentik telah terjadinya suatu perkawinan yaitu akta nikah (marriage book) yang diberikan oleh lembaga khusus yang berwenang, Kantor Urusan Agama (KUA). Adapun tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap pasangan suami isteri yang telah menikah. Sehingga dapat terealisasinya keamanan, keadilan serta kesejahteraan di dalam rumah tangga. Akan tetapi pencatatan perkawinan bukanlah termasuk salah satu rukun dan syarat suatu terjadinya perkawinan dalam Islam, sehingga hal ini menjadi salah satu peluang bagi calon pengantin yang akan menikah lalu menghiraukan pencatatan perkawinan tersebut. Jika dilihat dari sudut pandang Islam, perkawinan merupakan salah satu ibadah yang dianggap dapat mendatangkan mashlahah yang besar bagi semua pihak. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui urgensi dari pencatatan perkawinan berdasarkan penalaran istislahi. Metode penelitian adalah yuridis normative dengan pendekatan social legal reseach. Dalam penalaran istislahi bahwa pencatatan perkawinan akan mendatangkan kemaslahtan bagi suami dan isteri beserta anak-anaknya. Oleh sebab itu, pencatatan suatu perkawinan menjadi sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan bagi setiap calon pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.Kata Kunci: Pencatatan Perkawinan; Undang-Undang Perkawinan; Mashlahah.","PeriodicalId":377305,"journal":{"name":"JURNAL AL-IJTIMAIYYAH","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126716225","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
JURNAL AL-IJTIMAIYYAH
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1