Pub Date : 2024-03-02DOI: 10.24198/pjdrs.v8i1.50682
Rosihan Adhani, Muhammad Soni Fitrian, Tri Nurrahman, Galuh Dwinta Sari, I. Wardani
ABSTRAK Pendahuluan: Kasus kerusakan gigi di Kota Banjarmasin sebesar 37,62% dan angka ekstraksi gigi yaitu 9,42%. Ekstraksi gigi merupakan tindakan pencabutan gigi utuh atau akar gigi dari soketnya yang melibatkan jaringan keras dan jaringan lunak dalam rongga mulut. Salah satu faktor penting yang memengaruhi proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi yaitu kepatuhan pasien terhadap instruksi yang diberikan oleh dokter gigi. Tujuan penelitian ini menganalisis korelasi instruksi dokter gigi, pengetahuan pasien, dan pengalaman pasien terhadap tingkat kepatuhan pasien pasca ekstraksi gigi. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik non-probability sampling, purposive sampling dengan jumlah sampel 33 orang. Kriteria inklusi yaitu pasien pasca ekstraksi gigi di Poli Gigi Bedah Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman usia 18-60 tahun, maksimal ekstraksi gigi 3 bulan terakhir, pasien yang diekstraksi dengan metode intra alveolar, dan pasien tanpa penyakit sistemik. Alat penelitian adalah kuesioner dan hasil datanya dianalisis dengan menggunakan SPSS dengan metode analitik korelatif. Hasil: Instruksi yang diberikan dokter gigi sangat jelas diterima oleh 32 pasien (97%). Pengetahuan yang dimiliki pasien sangat baik sebanyak 31 pasien (93,9%), pasien mempunyai pengalaman yang sangat baik sebanyak 26 pasien (78,9%), dan tingkat kepatuhan pasien terhadap instruksi pasca ekstraksi sebanyak 33 orang (100%). Terdapat hubungan antara instruksi dokter gigi terhadap tingkat kepatuhan pasien dengan nilai korelasi 0,053 (tingkat hubungan yang kuat) dan terdapat hubungan antara pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan pasien dengan nilai korelasi 0,514 (tingkat hubungan kuat). Simpulan: Instruksi dokter gigi dan pengetahuan pasien berhubungan dengan tingkat kepatuhan pasien sedangkan pengalaman tidak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan pasien. Komplikasi dan gangguan penyembuhan luka dapat diminimalisir dengan meningkatkan efektifitas instruksi kepada pasien. KATA KUNCI: instruksi dokter gigi, pengetahuan, pengalaman, tingkat kepatuhan, komplikasi. he correlation of dentist instructions, patient’s knowledge and experience towardsthe level of compliance of patients after tooth extraction: a cross-sectional studyABSTRACTIntroduction: The incidence of tooth decay in Banjarmasin City is 37.62% and the rate of tooth extraction is 9.42%. Tooth extraction is removing the whole tooth or root from its socket which involves hard tissue and soft tissue in the oral cavity. One important factor that influences the wound healing process after tooth extraction is the patient's compliance with the instructions given by the dentist. This study aimed to analyze the correlation between dentist instructions, patient’s knowledge, and patient’s experience on the level of patient’s compliance after tooth extraction. Methods: The study used an analytical method with a cross sectional approach with a non-probabil
ABSTRAK Pendahuluan:班加罗尔马辛市的吉普赛人占 37.62%,吉普赛人占 9.42%。婴幼儿奶粉是指在当地生产的婴幼儿配方奶粉,它可以提供婴幼儿配方奶粉和婴幼儿奶粉添加剂。最有效的方法是让孩子们学会如何使用 "千兆网络",并通过 "千兆网络 "操作员的指导来提高他们的学习成绩。本报告将对全球指导员的指导方法、学生的学习方法和学生的学习方法进行分析,并将其与全球学生的学习方法结合起来。方法:通过非概率抽样、目的性抽样和 33 人抽样的横断面抽样分析方法。研究标准包括:年龄在18-60岁之间、年龄在3个月以内、采用肺泡内分析法的患者以及采用系统分析法的患者。通过使用 SPSS 软件和现代分析方法对数据进行分析。数据:有 32 人(97%)接受了培训。有 31 名儿童(93.9%)接受了培训,有 26 名儿童(78.9%)接受了培训,有 33 名儿童(100%)接受了培训。在对学生的教育指导中,有 0.053% 的学生接受了教育指导,而在对学生的教育指导中,有 0.514% 的学生接受了教育指导。简单:在国家和地方政府的支持下,国家和地方政府将在国家和地方政府的支持下,在国家和地方政府的支持下,在国家和地方政府的支持下,在国家和地方政府的支持下,在国家和地方政府的支持下,为国家和地方政府提供更多的资金和技术。通过对学生进行有效的指导,可以降低学生的学习兴趣和学习成绩。 KATA KUNCI: instruksi dokter gigi, pengetahuan, pengalaman, tingkat kepatuhan, komplikasi. He correlation of dentist instructions, patient's knowledge and experience towardsthe level of compliance of patients after tooth extraction: a cross-sectional studyABSTRACTIntroduction:班贾马辛市的蛀牙发病率为 37.62%,拔牙率为 9.42%。拔牙是将整颗牙齿或牙根从牙槽窝中拔出,涉及口腔中的硬组织和软组织。影响拔牙后伤口愈合过程的一个重要因素是患者是否遵守牙医的指示。本研究旨在分析牙医指导、患者知识和患者经验对拔牙后患者遵从程度的相关性。研究方法本研究采用横断面分析方法,采用非概率抽样技术、目的性抽样,样本总数为 33 人。纳入标准为:古斯提-哈桑-阿曼牙科和口腔医院口腔外科牙科诊所的拔牙后患者,年龄在 18-60 岁之间,最近 3 个月内最多拔牙一次,采用牙槽内法拔牙的患者,无全身性疾病的患者。采用问卷调查的方式,并使用 SPSS 和相关分析方法对数据结果进行分析。结果32名患者(97%)对牙医的指导非常清楚;31名患者(93.9%)对牙医的指导非常了解;26名患者(78.9%)对牙医的指导非常有经验;33名患者(100%)对拔牙后的指导非常遵从。牙医指导与患者依从性之间存在相关性,相关值为 0.053(强相关水平);患者知识与患者依从性之间存在相关性,相关值为 0.514(强相关水平)。结论牙医的指导和患者的知识与患者的依从性有关,而经验与患者的依从性无关。通过提高对患者指导的有效性,可以最大限度地减少并发症和伤口愈合障碍。关键字:牙医指导、知识、经验、依从性水平、并发症。
{"title":"Hubungan instruksi dokter gigi, pengetahuan dan pengalaman pasien terhadap tingkat kepatuhan pasien pasca ekstraksi gigi : cross-sectional study","authors":"Rosihan Adhani, Muhammad Soni Fitrian, Tri Nurrahman, Galuh Dwinta Sari, I. Wardani","doi":"10.24198/pjdrs.v8i1.50682","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v8i1.50682","url":null,"abstract":"ABSTRAK Pendahuluan: Kasus kerusakan gigi di Kota Banjarmasin sebesar 37,62% dan angka ekstraksi gigi yaitu 9,42%. Ekstraksi gigi merupakan tindakan pencabutan gigi utuh atau akar gigi dari soketnya yang melibatkan jaringan keras dan jaringan lunak dalam rongga mulut. Salah satu faktor penting yang memengaruhi proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi yaitu kepatuhan pasien terhadap instruksi yang diberikan oleh dokter gigi. Tujuan penelitian ini menganalisis korelasi instruksi dokter gigi, pengetahuan pasien, dan pengalaman pasien terhadap tingkat kepatuhan pasien pasca ekstraksi gigi. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional dengan teknik non-probability sampling, purposive sampling dengan jumlah sampel 33 orang. Kriteria inklusi yaitu pasien pasca ekstraksi gigi di Poli Gigi Bedah Mulut Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman usia 18-60 tahun, maksimal ekstraksi gigi 3 bulan terakhir, pasien yang diekstraksi dengan metode intra alveolar, dan pasien tanpa penyakit sistemik. Alat penelitian adalah kuesioner dan hasil datanya dianalisis dengan menggunakan SPSS dengan metode analitik korelatif. Hasil: Instruksi yang diberikan dokter gigi sangat jelas diterima oleh 32 pasien (97%). Pengetahuan yang dimiliki pasien sangat baik sebanyak 31 pasien (93,9%), pasien mempunyai pengalaman yang sangat baik sebanyak 26 pasien (78,9%), dan tingkat kepatuhan pasien terhadap instruksi pasca ekstraksi sebanyak 33 orang (100%). Terdapat hubungan antara instruksi dokter gigi terhadap tingkat kepatuhan pasien dengan nilai korelasi 0,053 (tingkat hubungan yang kuat) dan terdapat hubungan antara pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan pasien dengan nilai korelasi 0,514 (tingkat hubungan kuat). Simpulan: Instruksi dokter gigi dan pengetahuan pasien berhubungan dengan tingkat kepatuhan pasien sedangkan pengalaman tidak memiliki hubungan dengan tingkat kepatuhan pasien. Komplikasi dan gangguan penyembuhan luka dapat diminimalisir dengan meningkatkan efektifitas instruksi kepada pasien. KATA KUNCI: instruksi dokter gigi, pengetahuan, pengalaman, tingkat kepatuhan, komplikasi. he correlation of dentist instructions, patient’s knowledge and experience towardsthe level of compliance of patients after tooth extraction: a cross-sectional studyABSTRACTIntroduction: The incidence of tooth decay in Banjarmasin City is 37.62% and the rate of tooth extraction is 9.42%. Tooth extraction is removing the whole tooth or root from its socket which involves hard tissue and soft tissue in the oral cavity. One important factor that influences the wound healing process after tooth extraction is the patient's compliance with the instructions given by the dentist. This study aimed to analyze the correlation between dentist instructions, patient’s knowledge, and patient’s experience on the level of patient’s compliance after tooth extraction. Methods: The study used an analytical method with a cross sectional approach with a non-probabil","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"49 23","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140082653","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-02DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.50334
Afifah Fitri Amalia, Harfindo Nismal, Desy Purnama Sari
{"title":"Pola sidik bibir suku Batak Mandailing dan Sunda di Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia berdasarkan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi: studi cross-sectional","authors":"Afifah Fitri Amalia, Harfindo Nismal, Desy Purnama Sari","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.50334","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.50334","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"47 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139290302","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-02DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.48109
Rindu Wulandari Bachtiar, W. Soewondo, Risti Saptarini Primarti
{"title":"Tingkat pengetahuan orang tua terhadap terapi myofungsional pada Down syndrome: studi cross-sectional","authors":"Rindu Wulandari Bachtiar, W. Soewondo, Risti Saptarini Primarti","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.48109","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.48109","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"68 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139291095","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perbandingan sudut antegonial dan kedalaman antegonial pada radiograf panoramik antara pria dan Wanita: Studi Observasional","authors":"Theresia Alfi Purba, Rini Widyaningrum, Munakhir Mudjosemedi, Ryna Dwi Yanuaryska","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.48028","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.48028","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"12 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139291119","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-02DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.49745
Adam Eka Darmawan, Rini Widyaningrum, B. Priyono, Lisdrianto Hanindriyo
{"title":"Hubungan antara kualitas pelayanan radiografi panoramik dengan tingkat kepuasan pasien: studi cross-sectional","authors":"Adam Eka Darmawan, Rini Widyaningrum, B. Priyono, Lisdrianto Hanindriyo","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.49745","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.49745","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"45 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139290681","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRAK Pendahuluan: Kondilus mandibula merupakan salah satu bagian dari sistem stomatognatik yang morfologinya dapat berubah akibat adaptasi dari daya fungsional. Dalam kondisi tertentu, kondilus dapat memiliki perbedaan di tiap sisinya, seperti pada pasien tidak bergigi maupun bergigi sebagian. Beberapa faktor seperti bruxism, menopang dagu, tidur satu sisi dan mengunyah satu sisi pada pasien bergigi lengkap, menimbulkan hiperaktivitas otot pengunyahan sehingga dapat menyebabkan nyeri di sekitar temporomandibular joint (TMJ). Hal tersebut dapat menjadi penyebab terjadinya perbedaan morfologi antara kedua sisi kondilus, salah satunya adalah ketinggian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketinggian kondilus pada pasien bergigi lengkap dengan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan mengunyah dan gejala temporomandibular disorder. Metode: Penelitian ini mengambil sampel dari data radiograf panoramik pasien bergigi lengkap yang datang ke Instalasi Radiologi RSGM Unpad dan sudah diberikan kuesioner mengenai kebiasaan mengunyah dan TMD-DI pada periode bulan Maret-Mei 2023. Ketinggian kondilus pada hasil foto radiograf panoramik diukur menggunakan fitur measure pada software ImageJ, kemudian dihitung dengan menggunakan rumus indeks asimetri Habets. Hasil pengukuran dan kuesioner digunakan untuk pengelompokan sampel. Hasil: Didapatkan sebanyak 46 sampel bergigi lengkap. Hasil perhitungan data penelitian menunjukkan sampel dengan perbedaan ketinggian kondilus lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki dan pada kelompok usia 19-29 tahun. Perbedaan kondilus juga lebih banyak ditemukan pada sampel yang mengunyah menggunakan 1 sisi dan sampel dengan hasil TMD-DI negatif. Simpulan: Terdapat banyak pasien bergigi lengkap yang memiliki perbedaan gambaran ketinggian kondilus. KATA KUNCI: Ketinggian kondilus, TMJ, TMD, radiograf panoramik, indeks asimetri habetsCondylar height in complete dentition patient seen through panoramic radiograph: observational study ABSTRACT Introduction: The mandibular condyle is a part of the stomatognathic system whose morphology can change due to adaptation of functional power. Under certain conditions, the condyles may differ on each side, such as in edentulous or partially edentulous patients. In complete dentition, however, there should be less discrepancy in the condyles. Several factors such as bruxism, propping up the chin, sleeping on one side and chewing on one side cause hyperactivity of the masticatory muscles which can cause pain around the temporomandibular joint (TMJ). This can be the cause of morphological differences between the two sides of the condyle, such as the height. The purpose of this study was to describe the height of the condyle in complete dentition patients using questionnaire about chewing habits and TMD symptoms. Methods: This study took samples from panoramic radiograph data of complete dentition patients who came to the radiology installation of RSGM Unpad and were
ABSTRAK Pendahuluan:下颌骨是口腔系统中最重要的器官,它在形态学上能够适应日常活动。从目前的情况来看,在不同的年龄段和不同的生活方式下,口腔黏膜都会发生变化。 颞下颌关节(TMJ)的病因包括磨牙症、颞下颌关节畸形、颞下颌关节的长期畸形和颞下颌关节的慢性畸形。颞下颌关节的颞下颌关节病理学研究,主要集中在颞下颌关节的病理学研究。本研究的目的在于帮助长期患有颞下颌关节紊乱症的患者了解颞下颌关节的病理变化。方法:本研究从RSGM Unpad放射研究所获得的颞下颌关节全景数据中提取样本,并在2023年3月至5月期间对颞下颌关节紊乱症和颞下颌关节功能障碍进行研究。通过 ImageJ 软件对放射全景照片进行测量,并通过 Habets 软件对测量结果进行分析。通过对样本进行分析,可以获得测量数据和数据源。孩童:共采集了 46 个长样本。在 19-29 岁的青少年和中学生中,有大量的数据显示,有大量的人在学习和工作中使用了采样器。在 1 个病例和 TMD-DI 阴性的病例中,也会有大量的软骨病患者。简单:有大量的长寿者,他们都有一个共同的目标,那就是成为一个健康的人。 KATA KUNCI: Ketinggian kondilus, TMJ, TMD, radiograf panoramik, indeks asimetri habetsCondylar height in complete dentition patient seen through panoramic radiograph: observational study ABSTRACT Introduction:下颌髁状突是口颌系统的一部分,其形态可因功能力量的适应而发生变化。在某些情况下,两侧的髁突可能会有所不同,例如无牙或部分无牙的患者。但在全口牙列中,髁突的差异应该较小。磨牙症、托腮、一侧睡觉和一侧咀嚼等因素会导致咀嚼肌过度活跃,从而引起颞下颌关节(TMJ)周围疼痛。这可能是造成两侧髁突形态差异(如高度)的原因。本研究的目的是通过有关咀嚼习惯和 TMD 症状的问卷调查来描述全口义齿患者髁突的高度。研究方法本研究从全口牙患者的全景X光片数据中提取样本,这些患者于2023年3月至5月期间来到RSGM Unpad放射科,并接受了有关咀嚼习惯和TMD-DI的问卷调查。使用 ImageJ 软件的测量功能测量全景照片上的髁突高度,然后使用 Habets 不对称指数公式进行计算。测量结果和调查问卷用于对样本进行分组。结果共有 46 个牙齿完整的样本。研究数据的计算结果显示,髁突高度存在差异的样本多见于男性患者和 19-29 岁年龄组。在单侧咀嚼的样本和 TMD-DI 结果为阴性的样本中,髁突的差异也更大。结论:关键字:髁突高度;颞下颌关节;TMD;全景X光片;哈贝茨不对称指数
{"title":"Ketinggian kondilus, kebiasaan mengunyah dan gejala temporomandibular disorder pada pasien bergigi lengkap pada berbagai kelompok usia: studi observasional","authors":"Sekar Kinanti Dania Putri, Belly Sam, Merry Anissa Damayanti","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.48115","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.48115","url":null,"abstract":"ABSTRAK Pendahuluan: Kondilus mandibula merupakan salah satu bagian dari sistem stomatognatik yang morfologinya dapat berubah akibat adaptasi dari daya fungsional. Dalam kondisi tertentu, kondilus dapat memiliki perbedaan di tiap sisinya, seperti pada pasien tidak bergigi maupun bergigi sebagian. Beberapa faktor seperti bruxism, menopang dagu, tidur satu sisi dan mengunyah satu sisi pada pasien bergigi lengkap, menimbulkan hiperaktivitas otot pengunyahan sehingga dapat menyebabkan nyeri di sekitar temporomandibular joint (TMJ). Hal tersebut dapat menjadi penyebab terjadinya perbedaan morfologi antara kedua sisi kondilus, salah satunya adalah ketinggian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran ketinggian kondilus pada pasien bergigi lengkap dengan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan mengunyah dan gejala temporomandibular disorder. Metode: Penelitian ini mengambil sampel dari data radiograf panoramik pasien bergigi lengkap yang datang ke Instalasi Radiologi RSGM Unpad dan sudah diberikan kuesioner mengenai kebiasaan mengunyah dan TMD-DI pada periode bulan Maret-Mei 2023. Ketinggian kondilus pada hasil foto radiograf panoramik diukur menggunakan fitur measure pada software ImageJ, kemudian dihitung dengan menggunakan rumus indeks asimetri Habets. Hasil pengukuran dan kuesioner digunakan untuk pengelompokan sampel. Hasil: Didapatkan sebanyak 46 sampel bergigi lengkap. Hasil perhitungan data penelitian menunjukkan sampel dengan perbedaan ketinggian kondilus lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki dan pada kelompok usia 19-29 tahun. Perbedaan kondilus juga lebih banyak ditemukan pada sampel yang mengunyah menggunakan 1 sisi dan sampel dengan hasil TMD-DI negatif. Simpulan: Terdapat banyak pasien bergigi lengkap yang memiliki perbedaan gambaran ketinggian kondilus. KATA KUNCI: Ketinggian kondilus, TMJ, TMD, radiograf panoramik, indeks asimetri habetsCondylar height in complete dentition patient seen through panoramic radiograph: observational study ABSTRACT Introduction: The mandibular condyle is a part of the stomatognathic system whose morphology can change due to adaptation of functional power. Under certain conditions, the condyles may differ on each side, such as in edentulous or partially edentulous patients. In complete dentition, however, there should be less discrepancy in the condyles. Several factors such as bruxism, propping up the chin, sleeping on one side and chewing on one side cause hyperactivity of the masticatory muscles which can cause pain around the temporomandibular joint (TMJ). This can be the cause of morphological differences between the two sides of the condyle, such as the height. The purpose of this study was to describe the height of the condyle in complete dentition patients using questionnaire about chewing habits and TMD symptoms. Methods: This study took samples from panoramic radiograph data of complete dentition patients who came to the radiology installation of RSGM Unpad and were ","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139290530","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-02DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.50224
Rega Mahesa Nugraha, Anne Agustina Suwargiani, Dudi Aripin
ABSTRAK Pendahuluan: Ibu hamil merupakan satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, dikarenakan adanya perubahan fisik, biologis, dan hormon. Letak geografis dan administratif juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut berdasarkan kemudahan akan akses pelayanan kesehatan yang terbagi menjadi wilayah rural dan urban. Penelitian ini bertujuan menganalisis self assessment kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di daerah rural dan urban. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, yaitu analitik komparatif, dengan desain pengumpulan data cross sectional, dilakukan pada ibu hamil di daerah rural dan urban. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan self assessment yaitu “Oral Health Questionnaire for Adults” dari WHO yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Analisis data penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 159 ibu hamil yang berasal dari daerah rural dan urban dengan usia rata-rata ibu hamil adalah 27.19 tahun. Hasil self assessment memperlihatkan perbedaan pendidikan ibu hamil di daerah urban lebih tinggi dari daerah rural. Mayoritas ibu hamil menilai bahwa kondisi gigi dan gusinya dalam kriteria sedang; self assessment membersihkan rongga mulut dan mengunjungi dokter gigi ibu hamil di daerah urban lebih baik daripada ibu hamil di daerah rural; tetapi ibu hamil di daerah urban lebih cenderung mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Hasil uji statistik yang menunjukkan perbandingan memiliki nilai signifikan dengan nilai p<0.05. Simpulan: Terdapat perbedaan nilai self assessment praktik kebersihan gigi, frekuensi kunjungan ke dokter gigi, dan tingkat pendidikan di antara ibu hamil di daerah rural dan urban dan tidak ada perbedaan nilai self assessment kondisi gigi dan gusi, penggunaan gigi tiruan, dan pengalaman masalah gigi dan gusi diantara ibu hamil.KATA KUNCI: ibu hamil, kesehatan gigi dan mulut, rural-urban, Self assessmentComparison of oral health self-assessment results in pregnant women in rural and urban areas: quantitative studyABSTRACTIntroduction: Pregnant women are a group of people who are vulnerable to oral health problems due to physical, biological, and hormonal changes. Geographical and administrative location also affects oral health based on the ease of access to health services, which are divided into rural and urban areas. This study aims to analyze the oral health self-assessment of pregnant women in rural and urban areas. Methods: This study employed a quantitative comparative analytical approach with a cross-sectional data collection design, focusing on pregnant women residing in both rural and urban areas. A self-assessment tool, namely the "oral health questionnaire for adults" developed by WHO, was used and already translated into Indonesian. The data were analyzed using the chi-square test. Results: This study included 159 pregnant women from both rural and urban areas, with an average age of 27.19 years. The results of the self-a
{"title":"Perbandingan self assessment kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di daerah rural dan urban: studi cross sectional","authors":"Rega Mahesa Nugraha, Anne Agustina Suwargiani, Dudi Aripin","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.50224","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.50224","url":null,"abstract":"ABSTRAK Pendahuluan: Ibu hamil merupakan satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, dikarenakan adanya perubahan fisik, biologis, dan hormon. Letak geografis dan administratif juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut berdasarkan kemudahan akan akses pelayanan kesehatan yang terbagi menjadi wilayah rural dan urban. Penelitian ini bertujuan menganalisis self assessment kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di daerah rural dan urban. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, yaitu analitik komparatif, dengan desain pengumpulan data cross sectional, dilakukan pada ibu hamil di daerah rural dan urban. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan self assessment yaitu “Oral Health Questionnaire for Adults” dari WHO yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Analisis data penelitian menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini diikuti oleh 159 ibu hamil yang berasal dari daerah rural dan urban dengan usia rata-rata ibu hamil adalah 27.19 tahun. Hasil self assessment memperlihatkan perbedaan pendidikan ibu hamil di daerah urban lebih tinggi dari daerah rural. Mayoritas ibu hamil menilai bahwa kondisi gigi dan gusinya dalam kriteria sedang; self assessment membersihkan rongga mulut dan mengunjungi dokter gigi ibu hamil di daerah urban lebih baik daripada ibu hamil di daerah rural; tetapi ibu hamil di daerah urban lebih cenderung mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Hasil uji statistik yang menunjukkan perbandingan memiliki nilai signifikan dengan nilai p<0.05. Simpulan: Terdapat perbedaan nilai self assessment praktik kebersihan gigi, frekuensi kunjungan ke dokter gigi, dan tingkat pendidikan di antara ibu hamil di daerah rural dan urban dan tidak ada perbedaan nilai self assessment kondisi gigi dan gusi, penggunaan gigi tiruan, dan pengalaman masalah gigi dan gusi diantara ibu hamil.KATA KUNCI: ibu hamil, kesehatan gigi dan mulut, rural-urban, Self assessmentComparison of oral health self-assessment results in pregnant women in rural and urban areas: quantitative studyABSTRACTIntroduction: Pregnant women are a group of people who are vulnerable to oral health problems due to physical, biological, and hormonal changes. Geographical and administrative location also affects oral health based on the ease of access to health services, which are divided into rural and urban areas. This study aims to analyze the oral health self-assessment of pregnant women in rural and urban areas. Methods: This study employed a quantitative comparative analytical approach with a cross-sectional data collection design, focusing on pregnant women residing in both rural and urban areas. A self-assessment tool, namely the \"oral health questionnaire for adults\" developed by WHO, was used and already translated into Indonesian. The data were analyzed using the chi-square test. Results: This study included 159 pregnant women from both rural and urban areas, with an average age of 27.19 years. The results of the self-a","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"1174 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139290777","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-02DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.48118
Rauzanya Amara, Belly Sam, Yurika Ambar Lita
{"title":"Asimetri ketinggian kondilus dan gejala temporomandibular disorder pada pasien edentulous: studi observasional","authors":"Rauzanya Amara, Belly Sam, Yurika Ambar Lita","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.48118","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.48118","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"23 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139290225","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-11-02DOI: 10.24198/pjdrs.v7i3.48089
Nabila Dara Lathifah, W. Soewondo, Winny Yohana
{"title":"Possible bruksisme dan probable bruksisme pada penyandang sindrom down di Yayasan Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS): studi cross-sectional","authors":"Nabila Dara Lathifah, W. Soewondo, Winny Yohana","doi":"10.24198/pjdrs.v7i3.48089","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v7i3.48089","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139290986","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}