Pub Date : 2018-04-19DOI: 10.26418/jurnalkpk.v1i2.25270
Seselia Seli
Abstrak Legenda Dayak Kanayatn mencerminkan berbagai ragam peristiwa kehidupan masyarakatnya yang berkaitan dengan word view, ajaran moral, dan berbagai bentuk kearifan lokal yang sangat bermanfaat untuk membentuk perilaku dan pemikiran generasi muda. Sayangnya semakin sedikit generasi muda Dayak Kanayatn yang mewarisi legendanya. Kenyataan ini mendorong peneliti untuk melestarikan legenda Dayak Kanayatn dengan cara mengkaji secara mendalam legenda yang sudah didokumentasikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis simbol-simbol spiritual dari kearifan lokal dalam legenda Dayak Kanayatn. Teori-teori yang digunakan adalah hermeneutika, simbol, legenda, dan kearifan lokal. Peneliti ini menggunakan metode deskriptif yang berbentuk kualitatif dan pendekatan hermeneutika. Sumber data adalah cerita Ne’ Baruakng Kulup dan Ria Sinir. Data dalam penyelidikan ini adalah simbol-simbol spiritual dari kearifan lokal yang tercermin melalui kata, frasa, dan kalimat-kalimat yang terdapat dalam cerita Ne’ Baruakng Kulup dan Ria Sinir. Hasil analisis terhadap data penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima belas buah simbol spiritual yang dikategorikan sebagai: (1) tradisi-tradisi (berkhitan, mengayau, notokng, baliatn, perkawinan, perceraian); (2) kepercayaan (Jubata, nyangahatn, kekuatan gaib, tariu); dan (3) nilai-nilai lokal (musyawarah, solidaritas, patuh pada aturan adat, persahabatan, dan kekerabatan). Kelima belas simbol spiritual tersebut ditafsirkan dan diperoleh 44 makna. Keempat puluh empat makna tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu: (1) makna yang berkaitan dengan kepercayaan warisan, (2) makna yang berkaitan dengan tradisi dan adat istiadat, (3) makna yang berkaitan dengan alam sekitar, (4) makna yang berkaitan dengan perilaku hidup bermasyarakat, dan (5) makna yang berkaitan dengan musyawarah. Kata kunci: legenda, kearifan lokal, hermeneutika, Dayak Kanayatn.
{"title":"KEARIFAN LOKAL DALAM LEGENDA DAYAK KANAYATN","authors":"Seselia Seli","doi":"10.26418/jurnalkpk.v1i2.25270","DOIUrl":"https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v1i2.25270","url":null,"abstract":"Abstrak Legenda Dayak Kanayatn mencerminkan berbagai ragam peristiwa kehidupan masyarakatnya yang berkaitan dengan word view, ajaran moral, dan berbagai bentuk kearifan lokal yang sangat bermanfaat untuk membentuk perilaku dan pemikiran generasi muda. Sayangnya semakin sedikit generasi muda Dayak Kanayatn yang mewarisi legendanya. Kenyataan ini mendorong peneliti untuk melestarikan legenda Dayak Kanayatn dengan cara mengkaji secara mendalam legenda yang sudah didokumentasikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis simbol-simbol spiritual dari kearifan lokal dalam legenda Dayak Kanayatn. Teori-teori yang digunakan adalah hermeneutika, simbol, legenda, dan kearifan lokal. Peneliti ini menggunakan metode deskriptif yang berbentuk kualitatif dan pendekatan hermeneutika. Sumber data adalah cerita Ne’ Baruakng Kulup dan Ria Sinir. Data dalam penyelidikan ini adalah simbol-simbol spiritual dari kearifan lokal yang tercermin melalui kata, frasa, dan kalimat-kalimat yang terdapat dalam cerita Ne’ Baruakng Kulup dan Ria Sinir. Hasil analisis terhadap data penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima belas buah simbol spiritual yang dikategorikan sebagai: (1) tradisi-tradisi (berkhitan, mengayau, notokng, baliatn, perkawinan, perceraian); (2) kepercayaan (Jubata, nyangahatn, kekuatan gaib, tariu); dan (3) nilai-nilai lokal (musyawarah, solidaritas, patuh pada aturan adat, persahabatan, dan kekerabatan). Kelima belas simbol spiritual tersebut ditafsirkan dan diperoleh 44 makna. Keempat puluh empat makna tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu: (1) makna yang berkaitan dengan kepercayaan warisan, (2) makna yang berkaitan dengan tradisi dan adat istiadat, (3) makna yang berkaitan dengan alam sekitar, (4) makna yang berkaitan dengan perilaku hidup bermasyarakat, dan (5) makna yang berkaitan dengan musyawarah. Kata kunci: legenda, kearifan lokal, hermeneutika, Dayak Kanayatn.","PeriodicalId":423575,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan","volume":"87 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-04-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116675122","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2016-10-22DOI: 10.26418/jurnalkpk.v2i2.38316
Udzaenah
AbstractThis research was aimed to increase student’s achievement of XII MIA 3 students of SMA Negeri 2 Pontianak on magnetic induction materials. This research consist of 2 (two) cycles with each meeting takes time 3x45 minutes. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and analysis section.To know class management, teacher and student;s observation sheet was used.The results showed that application of cooperative learning model Team Assisted Individualization can improve student’s achievement in class XII MIA 3 SMA Negeri 2 Pontianak on magnetic induction material. It can be seen from the increase in average grade from 67.9 to 76.32 and the percentage of students who pass the tes rosefrom 52.63% in the first cycle becomes 76.32% in the second cycle. Kata kunci: Induksi Magnet, Hasil Belajar, Team Assisted Individualization
摘要本研究旨在提高SMA Negeri 2 Pontianak的XII MIA 3学生在磁感应材料方面的成绩。本研究由2(2)个周期组成,每次会议时间为3x45分钟。每个周期由计划、实施、观察和分析部分组成。为了解班级管理,采用师生观察表。结果表明,运用团队辅助个性化合作学习模式可以提高学生在磁感应材料方面的成绩。从平均成绩从67.9上升到76.32可以看出,考试通过率从第一个周期的52.63%上升到第二个周期的76.32%。Kata kunci: Induksi Magnet, Hasil Belajar,团队辅助个性化
{"title":"PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI INDUKSI MAGNET MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION PADA SISWA KELAS XII MIA 3 SMAN 2 PONTIANAK","authors":"Udzaenah","doi":"10.26418/jurnalkpk.v2i2.38316","DOIUrl":"https://doi.org/10.26418/jurnalkpk.v2i2.38316","url":null,"abstract":"AbstractThis research was aimed to increase student’s achievement of XII MIA 3 students of SMA Negeri 2 Pontianak on magnetic induction materials. This research consist of 2 (two) cycles with each meeting takes time 3x45 minutes. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and analysis section.To know class management, teacher and student;s observation sheet was used.The results showed that application of cooperative learning model Team Assisted Individualization can improve student’s achievement in class XII MIA 3 SMA Negeri 2 Pontianak on magnetic induction material. It can be seen from the increase in average grade from 67.9 to 76.32 and the percentage of students who pass the tes rosefrom 52.63% in the first cycle becomes 76.32% in the second cycle. Kata kunci: Induksi Magnet, Hasil Belajar, Team Assisted Individualization ","PeriodicalId":423575,"journal":{"name":"Jurnal Kajian Pembelajaran dan Keilmuan","volume":"396 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-10-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123261899","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}