Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2908
M. Putri, Istinganatul Ngulwiyah, Sigit Setiawan
Penelitian ini didasarkan pada pentingnya karakter religius pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila ditinjau dari aspek karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang peneliti peroleh dilapangan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru ekstrakurikuler tahfidz, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV SDIT Bina Bangsa Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan perealisasian profil pelajar pancasila terdapat komponen pembelajaran yang dipersiapkan oleh guru yaitu: 1) memahami tujuan pembelajaran, 2) memahami isi atau materi pembelajaran, 3) penggunaan metode pembelajaran, 4) mempersiapkan media pembelajaran, 5) melakukan evaluasi. Proses pelaksaan guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila dilakukan pada 3 kegiatan, yaitu: 1) pembelajaran intrakurikuler, 2) proyek penguatan profil pelajar pancasila, 3) ekstrakurikuler. Guru juga membangun karakter religius peserta yang dididik melalui budaya positif berupa keteladanan, penguatan, dan pembiasaan. Elemen karakter religius yang terlihat dalam diri peserta didik dalam proses perealisasian profil pelajar pancasila bagian menjadi 5, yakni: 1) akhlak beragama, seperti: mengenal dan mencintai Tuhan YME, pemahaman agama atau kepercayaan, 2) akhlak pribadi, seperti: integritas, merawat diri secara fisik mental dan spiritual, 3) akhlak kepada manusia, seperti: mengutamakan orang lain dan menghargai perbedaan, 4) akhlak kepada alam, seperti: memahami keterhubungan ekosistem bumi dan menjaga lingkungan alam sekitar, 5) akhlak bernegara, seperti: melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.
本研究以学生宗教品格的重要性为基础。本研究旨在概述教师在实现潘查希拉(Pancasila)学生的宗教品格方面所起的作用。本研究采用描述性定性方法。研究人员在实地使用数据收集技术(即访谈、观察和文献)获取数据。本研究的对象是SDIT Bina Bangsa Serang市的校长、tahfidz课外教师、四年级教师和四年级学生。研究结果表明,在规划 "潘查希拉 "学习者档案的实现过程中,教师需要准备一些学习内容,即1) 理解学习目标;2) 理解学习内容或学习材料;3) 使用学习方法;4) 准备学习媒体;5) 进行评价。教师在落实潘查希拉学生概况的过程中开展了 3 项活动,即1) 课内学习,2) 加强潘查希拉学生形象的项目,3) 课外活动。教师还通过示范、强化和习惯化等形式的积极文化,培养受教育者的宗教品格。在实现 "潘查希拉 "学生形象的过程中,学生身上的宗教性格要素分为 5 个部分,即1)宗教道德,如:认识和热爱上帝、理解宗教或信仰;2)个人道德,如:正直、照顾好自己的身体、心理和精神;3)人类道德,如:优先考虑他人和尊重差异;4)自然道德,如:理解地球生态系统的相互联系和保护周围的自然环境;5)国家道德,如:履行印度尼西亚公民的权利和义务。
{"title":"PERAN GURU DALAM MEREALISASIKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DITINJAU DARI ASPEK KARAKTER RELIGIUS","authors":"M. Putri, Istinganatul Ngulwiyah, Sigit Setiawan","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.2908","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.2908","url":null,"abstract":"Penelitian ini didasarkan pada pentingnya karakter religius pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila ditinjau dari aspek karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang peneliti peroleh dilapangan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru ekstrakurikuler tahfidz, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV SDIT Bina Bangsa Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan perealisasian profil pelajar pancasila terdapat komponen pembelajaran yang dipersiapkan oleh guru yaitu: 1) memahami tujuan pembelajaran, 2) memahami isi atau materi pembelajaran, 3) penggunaan metode pembelajaran, 4) mempersiapkan media pembelajaran, 5) melakukan evaluasi. Proses pelaksaan guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila dilakukan pada 3 kegiatan, yaitu: 1) pembelajaran intrakurikuler, 2) proyek penguatan profil pelajar pancasila, 3) ekstrakurikuler. Guru juga membangun karakter religius peserta yang dididik melalui budaya positif berupa keteladanan, penguatan, dan pembiasaan. Elemen karakter religius yang terlihat dalam diri peserta didik dalam proses perealisasian profil pelajar pancasila bagian menjadi 5, yakni: 1) akhlak beragama, seperti: mengenal dan mencintai Tuhan YME, pemahaman agama atau kepercayaan, 2) akhlak pribadi, seperti: integritas, merawat diri secara fisik mental dan spiritual, 3) akhlak kepada manusia, seperti: mengutamakan orang lain dan menghargai perbedaan, 4) akhlak kepada alam, seperti: memahami keterhubungan ekosistem bumi dan menjaga lingkungan alam sekitar, 5) akhlak bernegara, seperti: melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"45 16","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139782484","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.3245
F. Jaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami persepsi guru terkait urgensi penelitian di bidang pendidikan dan dampaknya pada kualitas pembelajaran. Penggunaan metode survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dipilih untuk menggali pemahaman guru terhadap urgensi penelitian dalam bidang pendidikan di provinsi Banten dan Lampung. Sebanyak 148 guru terpilih secara acak untuk mengisi kuesioner yang melibatkan enam poin pertanyaan. Data hasil survei dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, dilakukan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan enam pendidik berkualifikasi magister. Hasil survei mencerminkan bahwa mayoritas responden (72,2%) memahami konsep penelitian pendidikan, sementara 85% menunjukkan minat tinggi terhadap kegiatan penelitian. Walaupun demikian, tingkat keterlibatan dalam kegiatan penelitian menunjukkan variasi sebesar 56,7%. FGD mengidentifikasi beberapa tantangan dalam mengintegrasikan pengetahuan riset ilmiah, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi. Evaluasi dengan berbagai mode dianggap penting untuk mengukur efektivitas integrasi hasil penelitian dalam praktik pembelajaran. Secara keseluruhan, pendekatan pembelajaran berbasis penelitian mendapatkan penerimaan positif di kalangan guru, namun tantangan praktis, seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi, perlu diatasi guna meningkatkan keterlibatan dan efektivitas integrasi pengetahuan riset ilmiah dalam praktik pengajaran
{"title":"PERSEPSI GURU TENTANG URGENSI PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA PADA KUALITAS PEMBELAJARAN","authors":"F. Jaya","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.3245","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.3245","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendalami persepsi guru terkait urgensi penelitian di bidang pendidikan dan dampaknya pada kualitas pembelajaran. Penggunaan metode survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dipilih untuk menggali pemahaman guru terhadap urgensi penelitian dalam bidang pendidikan di provinsi Banten dan Lampung. Sebanyak 148 guru terpilih secara acak untuk mengisi kuesioner yang melibatkan enam poin pertanyaan. Data hasil survei dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, dilakukan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan enam pendidik berkualifikasi magister. Hasil survei mencerminkan bahwa mayoritas responden (72,2%) memahami konsep penelitian pendidikan, sementara 85% menunjukkan minat tinggi terhadap kegiatan penelitian. Walaupun demikian, tingkat keterlibatan dalam kegiatan penelitian menunjukkan variasi sebesar 56,7%. FGD mengidentifikasi beberapa tantangan dalam mengintegrasikan pengetahuan riset ilmiah, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi. Evaluasi dengan berbagai mode dianggap penting untuk mengukur efektivitas integrasi hasil penelitian dalam praktik pembelajaran. Secara keseluruhan, pendekatan pembelajaran berbasis penelitian mendapatkan penerimaan positif di kalangan guru, namun tantangan praktis, seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi, perlu diatasi guna meningkatkan keterlibatan dan efektivitas integrasi pengetahuan riset ilmiah dalam praktik pengajaran","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"36 7","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139783277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2788
Alviyatun Endah Saputri, Siti Rochmiyati
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca pada siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pojok baca berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Desain pojok baca yang menarik dan nyaman mendorong siswa lebih sering dalam membaca. Selain itu siswa juga lebih tertarik untuk membaca karena mereka memiliki akses ke buku yang menarik dan relevan bagi mereka. Adanya kegiatan literasi di pojok baca, seperti membaca bersama dan diskusi buku juga membantu siswa lebih menikmati kegiatan membaca. Dengan demikian yang awalnya minat baca siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 terbilang rendah kini menjadi semakin meningkat atau tumbuh dengan baik karena memanfaatkan pojok baca yang ada di dalam kelas secara maksimal.
本研究的目的是描述桑比罗托一卡拉桑学校(SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan)利用阅读角培养二年级学生阅读兴趣的情况。本研究属于描述性定性研究。采用的数据收集技术包括观察、访谈和记录。数据分析采用的是数据还原、数据展示和结论得出。研究结果表明,阅读角的利用在培养阅读兴趣方面发挥了重要作用。阅读角设计美观、舒适,能鼓励学生经常阅读。此外,由于学生能接触到自己感兴趣和相关的书籍,他们对阅读也更感兴趣。阅读角的识字活动,如共同阅读和图书讨论,也让学生更喜欢阅读。因此,SD Negeri Sambiroto 1 学校的二年级学生最初对阅读兴趣不大,但由于他们最大限度地利用了教室里的阅读角,他们的阅读兴趣现在不断提高或发展良好。
{"title":"PEMANFAATAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR","authors":"Alviyatun Endah Saputri, Siti Rochmiyati","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.2788","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.2788","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca pada siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pojok baca berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Desain pojok baca yang menarik dan nyaman mendorong siswa lebih sering dalam membaca. Selain itu siswa juga lebih tertarik untuk membaca karena mereka memiliki akses ke buku yang menarik dan relevan bagi mereka. Adanya kegiatan literasi di pojok baca, seperti membaca bersama dan diskusi buku juga membantu siswa lebih menikmati kegiatan membaca. Dengan demikian yang awalnya minat baca siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 terbilang rendah kini menjadi semakin meningkat atau tumbuh dengan baik karena memanfaatkan pojok baca yang ada di dalam kelas secara maksimal.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"33 20","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139783359","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.3119
Welly Lucardo, Leni Parlina, Mualim, Hendrizal
Kurikulum merdeka hadir dalam rangka menyempurnakan kurikulum sebelumnya dan sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pada penerapanya kurikulum merdeka terdapat sejumlah problematika yang dihadapi guru dan peserta didik. Perlu dicarikan solusi untuk mengatasi sejumlah hambatan, kesulitan dan permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Studi Kepustakaan (literature review) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Pengumpulan data penelitian dengan melakukan review terhadap artikel penelitian yang relevan. Hasil studi diperoleh bahwa problematika implementasi kurikulum merdeka ditemukan pada guru dan peserta didik. Diantara problematika yang terjadi adalah sebagian besar guru masih kesulitan dalam mengembangkan model atau metode pembelajaran, pemanfatan teknologi pembelajaran yang belum maksimal, dan belum terciptanya pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan azas keadilan dalam pandangan Islam. Solusi atas permasalahan tersebut adalah diperlukan dukungan dari pihak sekolah dan juga stakeholder dengan bekerja sama melakukan perbaikan dan peningkatan kompetensi guru dalam implementasi kurikulum merdeka yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.
{"title":"PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENURUT PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM","authors":"Welly Lucardo, Leni Parlina, Mualim, Hendrizal","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.3119","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.3119","url":null,"abstract":"Kurikulum merdeka hadir dalam rangka menyempurnakan kurikulum sebelumnya dan sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pada penerapanya kurikulum merdeka terdapat sejumlah problematika yang dihadapi guru dan peserta didik. Perlu dicarikan solusi untuk mengatasi sejumlah hambatan, kesulitan dan permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Studi Kepustakaan (literature review) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Pengumpulan data penelitian dengan melakukan review terhadap artikel penelitian yang relevan. Hasil studi diperoleh bahwa problematika implementasi kurikulum merdeka ditemukan pada guru dan peserta didik. Diantara problematika yang terjadi adalah sebagian besar guru masih kesulitan dalam mengembangkan model atau metode pembelajaran, pemanfatan teknologi pembelajaran yang belum maksimal, dan belum terciptanya pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan azas keadilan dalam pandangan Islam. Solusi atas permasalahan tersebut adalah diperlukan dukungan dari pihak sekolah dan juga stakeholder dengan bekerja sama melakukan perbaikan dan peningkatan kompetensi guru dalam implementasi kurikulum merdeka yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"85 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139842492","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2636
Euis Rahmawati, L. Nulhakim, Sigit Setiawan, R. Pribadi
Pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan demi keberlangsungan segala makhluk hidup di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya saat ini tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masyarakat masih sangat mengkhawatirkan dan sekolah memiliki peran yang signifikan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pelaksanaan pemanfaatan lingkungan di sekolah adiwiyata, lalu mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan lingkungan di sekolah dan menganalisis implikasi penguatan karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat ukur pengumpulan data. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah Adiwiyata sebagai sarana penguatan karakter peduli menggambarkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah menciptakan landasan yang kokoh untuk pembentukan karakter peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar menjadi program Adiwiyata, pemanfaatan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi sarana implementasi nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata sehari-hari.
{"title":"PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH ADIWIYATA SEBAGAI SARANA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN","authors":"Euis Rahmawati, L. Nulhakim, Sigit Setiawan, R. Pribadi","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.2636","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.2636","url":null,"abstract":"Pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan demi keberlangsungan segala makhluk hidup di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya saat ini tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masyarakat masih sangat mengkhawatirkan dan sekolah memiliki peran yang signifikan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pelaksanaan pemanfaatan lingkungan di sekolah adiwiyata, lalu mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan lingkungan di sekolah dan menganalisis implikasi penguatan karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat ukur pengumpulan data. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah Adiwiyata sebagai sarana penguatan karakter peduli menggambarkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah menciptakan landasan yang kokoh untuk pembentukan karakter peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar menjadi program Adiwiyata, pemanfaatan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi sarana implementasi nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata sehari-hari.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"62 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139783745","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.3119
Welly Lucardo, Leni Parlina, Mualim, Hendrizal
Kurikulum merdeka hadir dalam rangka menyempurnakan kurikulum sebelumnya dan sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pada penerapanya kurikulum merdeka terdapat sejumlah problematika yang dihadapi guru dan peserta didik. Perlu dicarikan solusi untuk mengatasi sejumlah hambatan, kesulitan dan permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Studi Kepustakaan (literature review) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Pengumpulan data penelitian dengan melakukan review terhadap artikel penelitian yang relevan. Hasil studi diperoleh bahwa problematika implementasi kurikulum merdeka ditemukan pada guru dan peserta didik. Diantara problematika yang terjadi adalah sebagian besar guru masih kesulitan dalam mengembangkan model atau metode pembelajaran, pemanfatan teknologi pembelajaran yang belum maksimal, dan belum terciptanya pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan azas keadilan dalam pandangan Islam. Solusi atas permasalahan tersebut adalah diperlukan dukungan dari pihak sekolah dan juga stakeholder dengan bekerja sama melakukan perbaikan dan peningkatan kompetensi guru dalam implementasi kurikulum merdeka yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.
{"title":"PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH MENURUT PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM","authors":"Welly Lucardo, Leni Parlina, Mualim, Hendrizal","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.3119","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.3119","url":null,"abstract":"Kurikulum merdeka hadir dalam rangka menyempurnakan kurikulum sebelumnya dan sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, pada penerapanya kurikulum merdeka terdapat sejumlah problematika yang dihadapi guru dan peserta didik. Perlu dicarikan solusi untuk mengatasi sejumlah hambatan, kesulitan dan permasalahan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Studi Kepustakaan (literature review) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Pengumpulan data penelitian dengan melakukan review terhadap artikel penelitian yang relevan. Hasil studi diperoleh bahwa problematika implementasi kurikulum merdeka ditemukan pada guru dan peserta didik. Diantara problematika yang terjadi adalah sebagian besar guru masih kesulitan dalam mengembangkan model atau metode pembelajaran, pemanfatan teknologi pembelajaran yang belum maksimal, dan belum terciptanya pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan azas keadilan dalam pandangan Islam. Solusi atas permasalahan tersebut adalah diperlukan dukungan dari pihak sekolah dan juga stakeholder dengan bekerja sama melakukan perbaikan dan peningkatan kompetensi guru dalam implementasi kurikulum merdeka yang sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"40 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139782561","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2908
M. Putri, Istinganatul Ngulwiyah, Sigit Setiawan
Penelitian ini didasarkan pada pentingnya karakter religius pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila ditinjau dari aspek karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang peneliti peroleh dilapangan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru ekstrakurikuler tahfidz, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV SDIT Bina Bangsa Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan perealisasian profil pelajar pancasila terdapat komponen pembelajaran yang dipersiapkan oleh guru yaitu: 1) memahami tujuan pembelajaran, 2) memahami isi atau materi pembelajaran, 3) penggunaan metode pembelajaran, 4) mempersiapkan media pembelajaran, 5) melakukan evaluasi. Proses pelaksaan guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila dilakukan pada 3 kegiatan, yaitu: 1) pembelajaran intrakurikuler, 2) proyek penguatan profil pelajar pancasila, 3) ekstrakurikuler. Guru juga membangun karakter religius peserta yang dididik melalui budaya positif berupa keteladanan, penguatan, dan pembiasaan. Elemen karakter religius yang terlihat dalam diri peserta didik dalam proses perealisasian profil pelajar pancasila bagian menjadi 5, yakni: 1) akhlak beragama, seperti: mengenal dan mencintai Tuhan YME, pemahaman agama atau kepercayaan, 2) akhlak pribadi, seperti: integritas, merawat diri secara fisik mental dan spiritual, 3) akhlak kepada manusia, seperti: mengutamakan orang lain dan menghargai perbedaan, 4) akhlak kepada alam, seperti: memahami keterhubungan ekosistem bumi dan menjaga lingkungan alam sekitar, 5) akhlak bernegara, seperti: melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.
本研究以学生宗教品格的重要性为基础。本研究旨在概述教师在实现潘查希拉(Pancasila)学生的宗教品格方面所起的作用。本研究采用描述性定性方法。研究人员在实地使用数据收集技术(即访谈、观察和文献)获取数据。本研究的对象是SDIT Bina Bangsa Serang市的校长、tahfidz课外教师、四年级教师和四年级学生。研究结果表明,在规划 "潘查希拉 "学习者档案的实现过程中,教师需要准备一些学习内容,即1) 理解学习目标;2) 理解学习内容或学习材料;3) 使用学习方法;4) 准备学习媒体;5) 进行评价。教师在落实潘查希拉学生概况的过程中开展了 3 项活动,即1) 课内学习,2) 加强潘查希拉学生形象的项目,3) 课外活动。教师还通过示范、强化和习惯化等形式的积极文化,培养受教育者的宗教品格。在实现 "潘查希拉 "学生形象的过程中,学生身上的宗教性格要素分为 5 个部分,即1)宗教道德,如:认识和热爱上帝、理解宗教或信仰;2)个人道德,如:正直、照顾好自己的身体、心理和精神;3)人类道德,如:优先考虑他人和尊重差异;4)自然道德,如:理解地球生态系统的相互联系和保护周围的自然环境;5)国家道德,如:履行印度尼西亚公民的权利和义务。
{"title":"PERAN GURU DALAM MEREALISASIKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DITINJAU DARI ASPEK KARAKTER RELIGIUS","authors":"M. Putri, Istinganatul Ngulwiyah, Sigit Setiawan","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.2908","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.2908","url":null,"abstract":"Penelitian ini didasarkan pada pentingnya karakter religius pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila ditinjau dari aspek karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang peneliti peroleh dilapangan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru ekstrakurikuler tahfidz, guru kelas IV, dan peserta didik kelas IV SDIT Bina Bangsa Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perencanaan perealisasian profil pelajar pancasila terdapat komponen pembelajaran yang dipersiapkan oleh guru yaitu: 1) memahami tujuan pembelajaran, 2) memahami isi atau materi pembelajaran, 3) penggunaan metode pembelajaran, 4) mempersiapkan media pembelajaran, 5) melakukan evaluasi. Proses pelaksaan guru dalam merealisasikan profil pelajar pancasila dilakukan pada 3 kegiatan, yaitu: 1) pembelajaran intrakurikuler, 2) proyek penguatan profil pelajar pancasila, 3) ekstrakurikuler. Guru juga membangun karakter religius peserta yang dididik melalui budaya positif berupa keteladanan, penguatan, dan pembiasaan. Elemen karakter religius yang terlihat dalam diri peserta didik dalam proses perealisasian profil pelajar pancasila bagian menjadi 5, yakni: 1) akhlak beragama, seperti: mengenal dan mencintai Tuhan YME, pemahaman agama atau kepercayaan, 2) akhlak pribadi, seperti: integritas, merawat diri secara fisik mental dan spiritual, 3) akhlak kepada manusia, seperti: mengutamakan orang lain dan menghargai perbedaan, 4) akhlak kepada alam, seperti: memahami keterhubungan ekosistem bumi dan menjaga lingkungan alam sekitar, 5) akhlak bernegara, seperti: melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"152 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139842345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.3245
F. Jaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami persepsi guru terkait urgensi penelitian di bidang pendidikan dan dampaknya pada kualitas pembelajaran. Penggunaan metode survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dipilih untuk menggali pemahaman guru terhadap urgensi penelitian dalam bidang pendidikan di provinsi Banten dan Lampung. Sebanyak 148 guru terpilih secara acak untuk mengisi kuesioner yang melibatkan enam poin pertanyaan. Data hasil survei dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, dilakukan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan enam pendidik berkualifikasi magister. Hasil survei mencerminkan bahwa mayoritas responden (72,2%) memahami konsep penelitian pendidikan, sementara 85% menunjukkan minat tinggi terhadap kegiatan penelitian. Walaupun demikian, tingkat keterlibatan dalam kegiatan penelitian menunjukkan variasi sebesar 56,7%. FGD mengidentifikasi beberapa tantangan dalam mengintegrasikan pengetahuan riset ilmiah, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi. Evaluasi dengan berbagai mode dianggap penting untuk mengukur efektivitas integrasi hasil penelitian dalam praktik pembelajaran. Secara keseluruhan, pendekatan pembelajaran berbasis penelitian mendapatkan penerimaan positif di kalangan guru, namun tantangan praktis, seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi, perlu diatasi guna meningkatkan keterlibatan dan efektivitas integrasi pengetahuan riset ilmiah dalam praktik pengajaran
{"title":"PERSEPSI GURU TENTANG URGENSI PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA PADA KUALITAS PEMBELAJARAN","authors":"F. Jaya","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.3245","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.3245","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendalami persepsi guru terkait urgensi penelitian di bidang pendidikan dan dampaknya pada kualitas pembelajaran. Penggunaan metode survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dipilih untuk menggali pemahaman guru terhadap urgensi penelitian dalam bidang pendidikan di provinsi Banten dan Lampung. Sebanyak 148 guru terpilih secara acak untuk mengisi kuesioner yang melibatkan enam poin pertanyaan. Data hasil survei dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, dilakukan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan enam pendidik berkualifikasi magister. Hasil survei mencerminkan bahwa mayoritas responden (72,2%) memahami konsep penelitian pendidikan, sementara 85% menunjukkan minat tinggi terhadap kegiatan penelitian. Walaupun demikian, tingkat keterlibatan dalam kegiatan penelitian menunjukkan variasi sebesar 56,7%. FGD mengidentifikasi beberapa tantangan dalam mengintegrasikan pengetahuan riset ilmiah, termasuk keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi. Evaluasi dengan berbagai mode dianggap penting untuk mengukur efektivitas integrasi hasil penelitian dalam praktik pembelajaran. Secara keseluruhan, pendekatan pembelajaran berbasis penelitian mendapatkan penerimaan positif di kalangan guru, namun tantangan praktis, seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap inovasi, perlu diatasi guna meningkatkan keterlibatan dan efektivitas integrasi pengetahuan riset ilmiah dalam praktik pengajaran","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"101 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139843366","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2636
Euis Rahmawati, L. Nulhakim, Sigit Setiawan, R. Pribadi
Pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan demi keberlangsungan segala makhluk hidup di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya saat ini tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masyarakat masih sangat mengkhawatirkan dan sekolah memiliki peran yang signifikan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pelaksanaan pemanfaatan lingkungan di sekolah adiwiyata, lalu mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan lingkungan di sekolah dan menganalisis implikasi penguatan karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat ukur pengumpulan data. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah Adiwiyata sebagai sarana penguatan karakter peduli menggambarkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah menciptakan landasan yang kokoh untuk pembentukan karakter peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar menjadi program Adiwiyata, pemanfaatan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi sarana implementasi nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata sehari-hari.
{"title":"PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH ADIWIYATA SEBAGAI SARANA PENGUATAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN","authors":"Euis Rahmawati, L. Nulhakim, Sigit Setiawan, R. Pribadi","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.2636","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.2636","url":null,"abstract":"Pendidikan karakter peduli lingkungan perlu ditanamkan demi keberlangsungan segala makhluk hidup di masa yang akan datang. Namun pada kenyataannya saat ini tingkat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masyarakat masih sangat mengkhawatirkan dan sekolah memiliki peran yang signifikan untuk mengembangkan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pelaksanaan pemanfaatan lingkungan di sekolah adiwiyata, lalu mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pemanfaatan lingkungan di sekolah dan menganalisis implikasi penguatan karakter peduli lingkungan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai alat ukur pengumpulan data. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah Adiwiyata sebagai sarana penguatan karakter peduli menggambarkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan sekolah menciptakan landasan yang kokoh untuk pembentukan karakter peserta didik yang lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar menjadi program Adiwiyata, pemanfaatan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi sarana implementasi nilai-nilai peduli lingkungan dalam tindakan nyata sehari-hari.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"83 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139843953","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-02-12DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2788
Alviyatun Endah Saputri, Siti Rochmiyati
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca pada siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pojok baca berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Desain pojok baca yang menarik dan nyaman mendorong siswa lebih sering dalam membaca. Selain itu siswa juga lebih tertarik untuk membaca karena mereka memiliki akses ke buku yang menarik dan relevan bagi mereka. Adanya kegiatan literasi di pojok baca, seperti membaca bersama dan diskusi buku juga membantu siswa lebih menikmati kegiatan membaca. Dengan demikian yang awalnya minat baca siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 terbilang rendah kini menjadi semakin meningkat atau tumbuh dengan baik karena memanfaatkan pojok baca yang ada di dalam kelas secara maksimal.
本研究的目的是描述桑比罗托一卡拉桑学校(SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan)利用阅读角培养二年级学生阅读兴趣的情况。本研究属于描述性定性研究。采用的数据收集技术包括观察、访谈和记录。数据分析采用的是数据还原、数据展示和结论得出。研究结果表明,阅读角的利用在培养阅读兴趣方面发挥了重要作用。阅读角设计美观、舒适,能鼓励学生经常阅读。此外,由于学生能接触到自己感兴趣和相关的书籍,他们对阅读也更感兴趣。阅读角的识字活动,如共同阅读和图书讨论,也让学生更喜欢阅读。因此,SD Negeri Sambiroto 1 学校的二年级学生最初对阅读兴趣不大,但由于他们最大限度地利用了教室里的阅读角,他们的阅读兴趣现在不断提高或发展良好。
{"title":"PEMANFAATAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SEKOLAH DASAR","authors":"Alviyatun Endah Saputri, Siti Rochmiyati","doi":"10.38048/jipcb.v11i1.2788","DOIUrl":"https://doi.org/10.38048/jipcb.v11i1.2788","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca pada siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pojok baca berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Desain pojok baca yang menarik dan nyaman mendorong siswa lebih sering dalam membaca. Selain itu siswa juga lebih tertarik untuk membaca karena mereka memiliki akses ke buku yang menarik dan relevan bagi mereka. Adanya kegiatan literasi di pojok baca, seperti membaca bersama dan diskusi buku juga membantu siswa lebih menikmati kegiatan membaca. Dengan demikian yang awalnya minat baca siswa kelas II di SD Negeri Sambiroto 1 terbilang rendah kini menjadi semakin meningkat atau tumbuh dengan baik karena memanfaatkan pojok baca yang ada di dalam kelas secara maksimal.","PeriodicalId":476933,"journal":{"name":"Jurnal ilmiah pendidikan citra bakti","volume":"66 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139843190","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}