Program KB merupakan salah satu program pemerintah yang dianjurkan bagi masyarakat untuk menghadapi permasalahan kependudukan dan kesehatan keluarga, sehingga program ini membutuhkan Keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraannya. Penyuluh keluarga berencana sebagai pelaksana kegiatan program KB dituntut untuk mengupayakan agar masyarakat ikut serta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui program keluarga berencana dalam meningkatkan Keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB dan mengetahui peran penyuluh keluarga berencana dalam program tersebut di Kabupaten Nias Barat.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap enam orang Penyuluh Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berncana Kabupaten Nias Barat dan dua orang masyarakat, yang dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keluarga berencana yang digunakan untuk meningkatkan Keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB adalah sosialisasi, kunjungan rumah dan penggunaan media. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa peran penyuluh keluarga berencana terhadap peningkatan Keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB yaitu pengelola pelaksana program KB, penggerak Keikutsertaan masyarakat dan pemberdaya keluarga dan masyarakat.
{"title":"PERAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM MENINGKATKAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT MENGIKUTI PROGRAM KB DI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2022","authors":"Tinawati Nainggolan","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6334","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6334","url":null,"abstract":"Program KB merupakan salah satu program pemerintah yang dianjurkan bagi masyarakat untuk menghadapi permasalahan kependudukan dan kesehatan keluarga, sehingga program ini membutuhkan Keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraannya. Penyuluh keluarga berencana sebagai pelaksana kegiatan program KB dituntut untuk mengupayakan agar masyarakat ikut serta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui program keluarga berencana dalam meningkatkan Keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB dan mengetahui peran penyuluh keluarga berencana dalam program tersebut di Kabupaten Nias Barat.
 Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap enam orang Penyuluh Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berncana Kabupaten Nias Barat dan dua orang masyarakat, yang dianalisis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keluarga berencana yang digunakan untuk meningkatkan Keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB adalah sosialisasi, kunjungan rumah dan penggunaan media. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa peran penyuluh keluarga berencana terhadap peningkatan Keikutsertaan masyarakat mengikuti program KB yaitu pengelola pelaksana program KB, penggerak Keikutsertaan masyarakat dan pemberdaya keluarga dan masyarakat.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135165795","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Perilaku caring mengacu pada tindakan perawat yang berkaitan dengan fisik, mental, kesejahteraan dan kenyamanan pasien. Kecerdasan moral merupakan salah satu dimensi dari kecerdasan yang dapat memberikan kerangka kerja untuk berperilaku. Perawat dengan kecerdasan moral yang tinggi mempunyai karakteristik kejujuran, akuntabilitas, dan komitmen untuk memberikan perawatan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan moral dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sebanyak 45 perawat. Instrumen penelitian berupa kuesioner Caring Behavior Assesment Tool dan kuesioner Moral Competency Inventory Measurement Instrument. Analisis bivariat menggunakan uji statistik spearman rank. Kecerdasan moral perawat sebagian besar tinggi (86,7%). Perilaku caring responden mayoritas baik (95,6%). Adanya hubungan positif antara kecerdasan moral dengan perilaku caring sehingga dengan meningkatkan kecerdasan moral, perilaku caring perawat meningkat (r=0,42 p value=0,006). Studi ini menunjukkan bahwa kecerdasan moral yang tinggi mengarah pada perilaku profesional yang lebih baik perawat.
{"title":"KECERDASAN MORAL DAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RS PRISCILLA MEDICAL CENTER CILACAP","authors":"Tri Sumarni, None Yuli Dwi Hartanto","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6330","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6330","url":null,"abstract":"Perilaku caring mengacu pada tindakan perawat yang berkaitan dengan fisik, mental, kesejahteraan dan kenyamanan pasien. Kecerdasan moral merupakan salah satu dimensi dari kecerdasan yang dapat memberikan kerangka kerja untuk berperilaku. Perawat dengan kecerdasan moral yang tinggi mempunyai karakteristik kejujuran, akuntabilitas, dan komitmen untuk memberikan perawatan terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan moral dengan perilaku caring perawat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sebanyak 45 perawat. Instrumen penelitian berupa kuesioner Caring Behavior Assesment Tool dan kuesioner Moral Competency Inventory Measurement Instrument. Analisis bivariat menggunakan uji statistik spearman rank. Kecerdasan moral perawat sebagian besar tinggi (86,7%). Perilaku caring responden mayoritas baik (95,6%). Adanya hubungan positif antara kecerdasan moral dengan perilaku caring sehingga dengan meningkatkan kecerdasan moral, perilaku caring perawat meningkat (r=0,42 p value=0,006). Studi ini menunjukkan bahwa kecerdasan moral yang tinggi mengarah pada perilaku profesional yang lebih baik perawat.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135165797","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study aims to determine and analyze effect of economic and psychological factors on purchasing decisions on Toyota brand cars. The type of research used in this research is quantitative analysis research. Population of this research is 200 buyers of Toyota brand cars. Sample size of this research is 100 buyers. Hypothesis testing uses a multiple linear regression model. The results show that economic factor has a positive and significant effect on purchasing decisions on Toyota brand cars. Psychological factor has a positive and significant effect on purchasing decisions on Toyota brand cars.
{"title":"EFFECT OF ECONOMIC AND PSYCHOLOGICAL FACTORS ON PURCHASING DECISIONS ON TOYOTA BRAND CARS","authors":"Ratnawita Ratnawita, None Ninik Churniawati, Yusnaena Yusnaena, None Yofina Mulyati, None Syamsulbahri","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6343","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6343","url":null,"abstract":"This study aims to determine and analyze effect of economic and psychological factors on purchasing decisions on Toyota brand cars. The type of research used in this research is quantitative analysis research. Population of this research is 200 buyers of Toyota brand cars. Sample size of this research is 100 buyers. Hypothesis testing uses a multiple linear regression model. The results show that economic factor has a positive and significant effect on purchasing decisions on Toyota brand cars. Psychological factor has a positive and significant effect on purchasing decisions on Toyota brand cars.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135165798","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Breastfeeding is one of the main task of mother in meeting the nutritional needs of her baby, but the success of exclusive breastfeeding in sibolga Regency was low ( 72 % ) because the failure of first breastfeeding for the babies and also because factors obstruct mother didn’t want to brasfeeding. First incessant produser campaign for milk and food replace ASI. Second, lack of cognition mother about giving food to child. Third, not care really from experts health to promote habit breasfeeding child. Forth, lack of program social welfare evident, which is conducted by several goverment agency.one of solution to help overcome it is hypnobreasfeeding. This research is study preexperiment with approach one group pretest posttes. Technique taking sample use perposive sampling in the puerperal mother with the number 30 person. This research conducted in april-june. statistic test use wilcoxon test. The results processing data with use wilcoxon test against expenditure ASI in the puerperal mother before and after intervetion, the results obtained sicnificancy p= 0,000 (p< 0,05) which mean there is influence technique hypnobreasfeeding against expenditure ASI in the puerpural mother. The conclution from this research there is influence technique hypnobreasfeeding against expenditure ASI in the puerperal mother in Pure Tapanuli Primary Midwife Clinic in the middle of 2023.
{"title":"PENGARUH TEKNIK HYPNOBREASFEEDING TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU NIFAS DI KLINIK PRATAMA BIDAN MURNI SIBULUAN KABUPATEN TAPANULI ENGAH TAHUN 2023","authors":"None Jenni Susi Sihite","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6339","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6339","url":null,"abstract":"Breastfeeding is one of the main task of mother in meeting the nutritional needs of her baby, but the success of exclusive breastfeeding in sibolga Regency was low ( 72 % ) because the failure of first breastfeeding for the babies and also because factors obstruct mother didn’t want to brasfeeding. First incessant produser campaign for milk and food replace ASI. Second, lack of cognition mother about giving food to child. Third, not care really from experts health to promote habit breasfeeding child. Forth, lack of program social welfare evident, which is conducted by several goverment agency.one of solution to help overcome it is hypnobreasfeeding. This research is study preexperiment with approach one group pretest posttes. Technique taking sample use perposive sampling in the puerperal mother with the number 30 person. This research conducted in april-june. statistic test use wilcoxon test. The results processing data with use wilcoxon test against expenditure ASI in the puerperal mother before and after intervetion, the results obtained sicnificancy p= 0,000 (p< 0,05) which mean there is influence technique hypnobreasfeeding against expenditure ASI in the puerpural mother. The conclution from this research there is influence technique hypnobreasfeeding against expenditure ASI in the puerperal mother in Pure Tapanuli Primary Midwife Clinic in the middle of 2023.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135164691","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Syech Idrus, None I Wayan Gede Antok Setiawan Jodi, Latif Latif, None Luh Komang Candra Dewi, None Syamsulbahri
This study aims to determine and analyze effect of tourism product and tourism promotion on interest in visiting tourist attractions. This research is descriptive research with a quantitative approach. Population is tourists who are or have made tourist visits in Medan City. Sampling method used in this study is a sampling method based on convenience. Sample that will be required is 100 to answer the questionnaire so that the answers obtained are more representative. This study uses multiple linear regression model. The results show that tourism product has a positive and significant effect on interest in visiting tourist attractions. Tourism promotion has a positive and significant effect on interest in visiting tourist attractions.
{"title":"EFFECT OF TOURISM PRODUCT AND TOURISM PROMOTION ON INTEREST IN VISITING TOURIST ATTRACTIONS","authors":"Syech Idrus, None I Wayan Gede Antok Setiawan Jodi, Latif Latif, None Luh Komang Candra Dewi, None Syamsulbahri","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6342","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6342","url":null,"abstract":"This study aims to determine and analyze effect of tourism product and tourism promotion on interest in visiting tourist attractions. This research is descriptive research with a quantitative approach. Population is tourists who are or have made tourist visits in Medan City. Sampling method used in this study is a sampling method based on convenience. Sample that will be required is 100 to answer the questionnaire so that the answers obtained are more representative. This study uses multiple linear regression model. The results show that tourism product has a positive and significant effect on interest in visiting tourist attractions. Tourism promotion has a positive and significant effect on interest in visiting tourist attractions.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135165801","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Bayi ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi termasuk kelompok umur 0-12 bulan yang rawan gizi dan penyakit, kelompok yang jumlahnya paling besar mengalami masalah gizi (Kartika, 2014). Pelayanan kesehatan bayi ini dapat dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, polindes terutama di posyandu. Efektifitas posyandu erat sekali kaitannya dengan partisipasi ibu. Salah satu penyebab tingginya gizi buruk adalah kurang sadarnya masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan terutama anak balitanya. Dari pencatatan bulan penimbangan puskesmas Mandrehe bulan Januari dan Mei 2022 terjadi penurunan jumlah kunjungan ke posyandu yaitu pada bulan Januari sebanyak 66% jumlah bayi yang datang dan pada bulan Mei sebanyak 61%. Tingkat kehadiran posyandu berperan penting terhadap status gizi anak bayi. Menurut Handayani (2017), penting bagi ibu untuk aktif berkunjung ke posyandu untuk memantau kesehatan dan gizi anaknya, sehingga apabila terjadi masalah gizi seperti gizi kurang maka ibu dapat melakukan pencegahan agar keadaan tersebut tidak semakin buruk. Langkah puskesmas dalam menanggulangi masalah gizi yaitu dengan diadakannya penimbangan balita rutin setiap sekali dalam seminggu yang diselenggarakan di puskesmas Ketapang, dan setiap dua minggu sekali di berikan makanan tambahan seperti: susu, bubur, dan biskuit. Untuk itu diperlukan keaktifan ibu dalam melakukan penimbangan rutin di Posyandu.
{"title":"HUBUNGAN KEAKTIFAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BAYI 0-12 BULAN DI PUSKESMAS MANDEREHE KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2022","authors":"Herlina Herlina, None Benri Situmorang","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6336","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6336","url":null,"abstract":"Bayi ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi termasuk kelompok umur 0-12 bulan yang rawan gizi dan penyakit, kelompok yang jumlahnya paling besar mengalami masalah gizi (Kartika, 2014). Pelayanan kesehatan bayi ini dapat dilakukan di puskesmas, puskesmas pembantu, polindes terutama di posyandu. Efektifitas posyandu erat sekali kaitannya dengan partisipasi ibu. Salah satu penyebab tingginya gizi buruk adalah kurang sadarnya masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan terutama anak balitanya. Dari pencatatan bulan penimbangan puskesmas Mandrehe bulan Januari dan Mei 2022 terjadi penurunan jumlah kunjungan ke posyandu yaitu pada bulan Januari sebanyak 66% jumlah bayi yang datang dan pada bulan Mei sebanyak 61%. Tingkat kehadiran posyandu berperan penting terhadap status gizi anak bayi. Menurut Handayani (2017), penting bagi ibu untuk aktif berkunjung ke posyandu untuk memantau kesehatan dan gizi anaknya, sehingga apabila terjadi masalah gizi seperti gizi kurang maka ibu dapat melakukan pencegahan agar keadaan tersebut tidak semakin buruk. Langkah puskesmas dalam menanggulangi masalah gizi yaitu dengan diadakannya penimbangan balita rutin setiap sekali dalam seminggu yang diselenggarakan di puskesmas Ketapang, dan setiap dua minggu sekali di berikan makanan tambahan seperti: susu, bubur, dan biskuit. Untuk itu diperlukan keaktifan ibu dalam melakukan penimbangan rutin di Posyandu.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135165803","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Supervisi klinis merupakan bagian dari supervisi akademis yang berkaitan erat dengan pembelajaran yang berkualitas. Proses pembelajaran yang berkualitas memerlukan guru yang professional. Guru yang profesional dapat dibentuk melalui supervisi oleh kepala sekolah dalam pembelajaran secara efektif sehingga hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan pada bulan September dan Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan pembinaan terhadap capaian mutu guru melalui supervisi klinis dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket terhadap 23 guru mata pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi klinis untuk meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus, dan hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Pencapaian peningkatan mutu guru dalam pembelajaran sebesar 64,95 % pada siklus I, meningkat menjadi 79,56 % pada siklus II, dan sebesar 91,39 % pada siklus ke III. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembinaan oleh kepala sekolah melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan ketuntasan mencapai 100 %.
{"title":"UPAYA MENINGKATAN MUTU GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PENERAPAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DI SMA NEGERI BIKOMI UTARA TAHUN PELAJARAN 2021/2022","authors":"Ewalde Usnaat","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6341","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6341","url":null,"abstract":"Supervisi klinis merupakan bagian dari supervisi akademis yang berkaitan erat dengan pembelajaran yang berkualitas. Proses pembelajaran yang berkualitas memerlukan guru yang professional. Guru yang profesional dapat dibentuk melalui supervisi oleh kepala sekolah dalam pembelajaran secara efektif sehingga hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Penelitian ini dilakukan pada bulan September dan Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan pembinaan terhadap capaian mutu guru melalui supervisi klinis dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket terhadap 23 guru mata pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi klinis untuk meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus, dan hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Pencapaian peningkatan mutu guru dalam pembelajaran sebesar 64,95 % pada siklus I, meningkat menjadi 79,56 % pada siklus II, dan sebesar 91,39 % pada siklus ke III. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembinaan oleh kepala sekolah melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan ketuntasan mencapai 100 %.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135164694","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Diabetes melitus adalah gangguan hormonal kronik yang menyebabkan glukosa dalam darah berlebih disertai dengan berbagai kelainan metabolik. Indonesia masuk dalam negara urutan ke tujuh dengan jumlah pasien tertinggi di dunia, yaitu sebanyak 10,7 juta jiwa dan akan terus bertambah hingga pada tahun 2045 diperkirakan mencapai 16,6 juta jiwa. Prevalensi kejadian ulkus diabetik di Indonesia sebesar 15% dari penderita diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka modern dressing terhadap percepatan penyembuhan luka ulkus diabetik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan pre dan post test control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, instrument penelitian yang digunakan lembar observasi Betes-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata selisih skor perkembangan perbaikan penyembuhan luka yang signifikan. Pada perawatan luka modern dressing mempunyai pengaruh perkembangan perbaikan luka yang lebih baik dibandingkan dengan perawatan luka konvensional. Modern dressing sangat berpengaruh untuk mempercepat fase penyembuhan luka ulkus diabetik. Kepada petugas kesehatan yang melakukan perawatan luka harus lebih memahami dan mengetahui konsep perawatan luka dengan menggunakan teknik modern dressing tepat guna
{"title":"PENGARUH PERAWATAN LUKA MODERN DRESSING TERHADAP PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK DI PRAKTEK KEPERAWATAN MANDIRI KECAMATAN SARUDIK TAHUN 2022","authors":"None Devi Kristina Hutagalung, None Meiyati Simatupang, None Rini Simatupang","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6338","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6338","url":null,"abstract":"Diabetes melitus adalah gangguan hormonal kronik yang menyebabkan glukosa dalam darah berlebih disertai dengan berbagai kelainan metabolik. Indonesia masuk dalam negara urutan ke tujuh dengan jumlah pasien tertinggi di dunia, yaitu sebanyak 10,7 juta jiwa dan akan terus bertambah hingga pada tahun 2045 diperkirakan mencapai 16,6 juta jiwa. Prevalensi kejadian ulkus diabetik di Indonesia sebesar 15% dari penderita diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka modern dressing terhadap percepatan penyembuhan luka ulkus diabetik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen dengan rancangan pre dan post test control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, instrument penelitian yang digunakan lembar observasi Betes-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata selisih skor perkembangan perbaikan penyembuhan luka yang signifikan. Pada perawatan luka modern dressing mempunyai pengaruh perkembangan perbaikan luka yang lebih baik dibandingkan dengan perawatan luka konvensional. Modern dressing sangat berpengaruh untuk mempercepat fase penyembuhan luka ulkus diabetik. Kepada petugas kesehatan yang melakukan perawatan luka harus lebih memahami dan mengetahui konsep perawatan luka dengan menggunakan teknik modern dressing tepat guna","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135164690","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sistem pengendalian internal akan membantu perusahaan dalam meminimalisir risiko yang timbul dari penjualan kredit seperti adanya piutang tak tertagih, keterlambatan pembayaran dan segala bentuk penyimpangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sistem pengendalian internal atas penjualan kredit pada UD. Surya Agung Di Surabaya dan mengevaluasi berdasarkan teori COSO. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang di dapat dari hasil wawancara dengan narasumber, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa UD. Surya Agung belum menunjukan pengendalian internal yang memadai karena belum adanya pembagian tugas yang jelas dan tidak tertulis baik dari SOP maupun job description dan masih terdapat perangkapan tugas antar karyawan, tidak lengkapnya dokumen terkait penjualan kredit serta kurangnya adanya pemantauan terhadap keamanan perusahaan seperti pemasangan CCTV agar dapat meminimalisir risiko kecurangan.
{"title":"ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL ATAS PENJUALAN KREDIT PADA UD. SURYA AGUNG DI SURABAYA","authors":"Felensia Chandra, None A An Arief Jusuf","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6331","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6331","url":null,"abstract":"Sistem pengendalian internal akan membantu perusahaan dalam meminimalisir risiko yang timbul dari penjualan kredit seperti adanya piutang tak tertagih, keterlambatan pembayaran dan segala bentuk penyimpangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sistem pengendalian internal atas penjualan kredit pada UD. Surya Agung Di Surabaya dan mengevaluasi berdasarkan teori COSO. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yang di dapat dari hasil wawancara dengan narasumber, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa UD. Surya Agung belum menunjukan pengendalian internal yang memadai karena belum adanya pembagian tugas yang jelas dan tidak tertulis baik dari SOP maupun job description dan masih terdapat perangkapan tugas antar karyawan, tidak lengkapnya dokumen terkait penjualan kredit serta kurangnya adanya pemantauan terhadap keamanan perusahaan seperti pemasangan CCTV agar dapat meminimalisir risiko kecurangan.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"84 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135164692","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Banyak responden yang tidak melakukan pencegahan luka kaki, seperti tidak memakai sandal, mencuci kaki tidak menggunakan sabun, jarang mengeringkan kaki, dan kurangnya pengetahuan responden terhadap perawatan kaki yang lain. Tujuan penelitian ini melihat pengaruh edukasi terhadap perilaku perawatan kaki penderita diabetes mellitus.
Desain penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian yaitu penderita diabetes mellitus di Puskesmas Bawomataluo. Teknik sampel menggunakan Probability Sampling dengan pendekatan Simple Random Sampling. Instrumen menggunakan wawancara terstruktur, leaflet, dan kuesioner FCBS. Data dianalisa dengan SPSS menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan responden maka semakin rendah resiko perilaku merusak. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh edukasi terhadap perilaku perawatan kaki penderita diabetes mellitus didapatkan P=0,000 (0,000 <0,05).
Berdasarkan hasil penelitian, dengan responden meningkatkan pengetahuan maka perilaku dalam melakukan perawatan kaki semakin baik sehingga resiko terjadinya luka kaki akan semakin kecil.
{"title":"PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERILAKU PERAWATAN KAKI PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS BAWOMATALUO-NIAS SELATAN","authors":"None Piuskosmas Fau","doi":"10.53625/jirk.v3i3.6337","DOIUrl":"https://doi.org/10.53625/jirk.v3i3.6337","url":null,"abstract":"Banyak responden yang tidak melakukan pencegahan luka kaki, seperti tidak memakai sandal, mencuci kaki tidak menggunakan sabun, jarang mengeringkan kaki, dan kurangnya pengetahuan responden terhadap perawatan kaki yang lain. Tujuan penelitian ini melihat pengaruh edukasi terhadap perilaku perawatan kaki penderita diabetes mellitus.
 Desain penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian yaitu penderita diabetes mellitus di Puskesmas Bawomataluo. Teknik sampel menggunakan Probability Sampling dengan pendekatan Simple Random Sampling. Instrumen menggunakan wawancara terstruktur, leaflet, dan kuesioner FCBS. Data dianalisa dengan SPSS menggunakan Uji Wilcoxon.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan responden maka semakin rendah resiko perilaku merusak. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh edukasi terhadap perilaku perawatan kaki penderita diabetes mellitus didapatkan P=0,000 (0,000 <0,05).
 Berdasarkan hasil penelitian, dengan responden meningkatkan pengetahuan maka perilaku dalam melakukan perawatan kaki semakin baik sehingga resiko terjadinya luka kaki akan semakin kecil.","PeriodicalId":496401,"journal":{"name":"Journal of Innovation Research and Knowledge","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135165790","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}