Tanah longsor adalah proses perpindahan massa batuan (tanah) akibat gaya berat (gravitasi) yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia dan menyebabkan kerusakan luas pada properti dan infrastruktur. Kecamatan Wonosalam memiliki tingkat tertinggi akan terjadinya bencana longsor, salah satu desa yang mengalami tanah longsor yaitu Desa Jarak. Maka dari itu diperlukan ecological awareness untuk menjaga lingkungan agar meminimalisir terjadinya tanah longsor. Ecological awareness adalah tingkat kesadaran dan pemahaman seseorang atau masyarakat terhadap isu-isu ekologis atau lingkungan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada generasi muda Desa Jarak tentang pentingnya menjaga lingkungan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kegiatan melalui pengabdian masyarakat meliputi psikoedukasi dan role play. Hasil analisis menunjukkan nilai mean dari pretest sebesar 12,00 dan nilai mean dari posttest sebesar ,00. Nilai signifikan (2-tailed) dari pretest dan posttest sebesar ,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan secara signifikan antara sesudah dan sebelum.
{"title":"GENERASI CERDAS TANGGAP TANAH LONGSOR SDN 1 DESA JARAK: PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN ECOLOGICAL AWARENESS PADA ANAK-ANAK","authors":"Varina Citra Palupi, Novarida Maulidya, Tisa Alif Karina, Nindia Pratitis","doi":"10.56670/jcs.v5i2.182","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.182","url":null,"abstract":"Tanah longsor adalah proses perpindahan massa batuan (tanah) akibat gaya berat (gravitasi) yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia dan menyebabkan kerusakan luas pada properti dan infrastruktur. Kecamatan Wonosalam memiliki tingkat tertinggi akan terjadinya bencana longsor, salah satu desa yang mengalami tanah longsor yaitu Desa Jarak. Maka dari itu diperlukan ecological awareness untuk menjaga lingkungan agar meminimalisir terjadinya tanah longsor. Ecological awareness adalah tingkat kesadaran dan pemahaman seseorang atau masyarakat terhadap isu-isu ekologis atau lingkungan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada generasi muda Desa Jarak tentang pentingnya menjaga lingkungan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kegiatan melalui pengabdian masyarakat meliputi psikoedukasi dan role play. Hasil analisis menunjukkan nilai mean dari pretest sebesar 12,00 dan nilai mean dari posttest sebesar ,00. Nilai signifikan (2-tailed) dari pretest dan posttest sebesar ,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan secara signifikan antara sesudah dan sebelum.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"142 31","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139452949","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Asyiiq Billah, Ryan Ainul aZHAR, Hetty Sari Ramadhani
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi dalam menanamkan pola pikir pertumbuhan (growth mindset) dalam pergaulan remaja di Madrasah Aliyah Anjasmoro, Jombang. Dengan melibatkan 16 siswa kelas 11 sebagai partisipan, penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan alat ukur Growth Mindset Scale yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai growth mindset setelah mendapatkan psikoedukasi. Nilai rerata pre-test sebesar 50,50 meningkat menjadi 52,87 pada post-test. Analisis uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test (Z = -2,999, p = 0,003). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya growth mindset dalam pergaulan remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pengaruh positif psikoedukasi dalam membentuk mentalitas positif pada remaja, khususnya dalam konteks pergaulan di sekolah menengah atas. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program-program pendidikan yang lebih luas guna membantu remaja menghadapi tekanan akademik dan sosial dengan lebih tangguh melalui penerapan pola pikir pertumbuhan.
{"title":"Membangun mental tangguh dan sosial remaja dengan menanamkan Growth mindset dalam pergaulan remaja","authors":"Muhammad Asyiiq Billah, Ryan Ainul aZHAR, Hetty Sari Ramadhani","doi":"10.56670/jcs.v5i2.181","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.181","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi dalam menanamkan pola pikir pertumbuhan (growth mindset) dalam pergaulan remaja di Madrasah Aliyah Anjasmoro, Jombang. Dengan melibatkan 16 siswa kelas 11 sebagai partisipan, penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan alat ukur Growth Mindset Scale yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai growth mindset setelah mendapatkan psikoedukasi. Nilai rerata pre-test sebesar 50,50 meningkat menjadi 52,87 pada post-test. Analisis uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test (Z = -2,999, p = 0,003). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya growth mindset dalam pergaulan remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pengaruh positif psikoedukasi dalam membentuk mentalitas positif pada remaja, khususnya dalam konteks pergaulan di sekolah menengah atas. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan program-program pendidikan yang lebih luas guna membantu remaja menghadapi tekanan akademik dan sosial dengan lebih tangguh melalui penerapan pola pikir pertumbuhan. \u0000 ","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"23 7","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139452361","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Program pemberdayaan pengrajin lokal melalui produksi produk las listrik merupakan inisiatif yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, industri, dan lembaga keuangan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas produk, dan dukungan lintas sektor untuk pengrajin lokal. Dalam pelaksanaannya, program ini berhasil mencapai berbagai hasil positif. Para pengrajin lokal mengalami peningkatan signifikan dalam kompetensi teknis mereka melalui pelatihan intensif dan sesi praktek lapangan. Pemberdayaan ekonomi tercapai melalui program pelatihan manajerial, dukungan finansial, dan integrasi dalam jaringan pemasaran yang lebih luas. Peningkatan kualitas produk tercermin dalam inovasi produk, desain yang lebih baik, dan standar produksi yang lebih tinggi. Kerjasama lintas sektor, yang melibatkan pemerintah daerah, industri, dan lembaga keuangan, menjadi faktor utama dalam keberhasilan program. Dukungan finansial, promosi produk, dan pelatihan lanjutan membuka jalan bagi pengrajin untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin ketat. Secara keseluruhan, program pemberdayaan ini bukan hanya memberikan dampak positif pada sektor pengrajin lokal, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi di tingkat komunitas. Hasil positif ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
{"title":"PEMBERDAYAAN PENGRAJIN LOKAL MELALUI PRODUKSI PRODUK LAS LISTRIK DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT","authors":"Muknizar, Danyl Mallisza, Risal Abu, Afdal, Zulkarnain, Jusmita Weriza, Veny Selviyanti","doi":"10.56670/jcs.v5i2.183","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.183","url":null,"abstract":"Program pemberdayaan pengrajin lokal melalui produksi produk las listrik merupakan inisiatif yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, industri, dan lembaga keuangan. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas produk, dan dukungan lintas sektor untuk pengrajin lokal. Dalam pelaksanaannya, program ini berhasil mencapai berbagai hasil positif. Para pengrajin lokal mengalami peningkatan signifikan dalam kompetensi teknis mereka melalui pelatihan intensif dan sesi praktek lapangan. Pemberdayaan ekonomi tercapai melalui program pelatihan manajerial, dukungan finansial, dan integrasi dalam jaringan pemasaran yang lebih luas. Peningkatan kualitas produk tercermin dalam inovasi produk, desain yang lebih baik, dan standar produksi yang lebih tinggi. Kerjasama lintas sektor, yang melibatkan pemerintah daerah, industri, dan lembaga keuangan, menjadi faktor utama dalam keberhasilan program. Dukungan finansial, promosi produk, dan pelatihan lanjutan membuka jalan bagi pengrajin untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin ketat. Secara keseluruhan, program pemberdayaan ini bukan hanya memberikan dampak positif pada sektor pengrajin lokal, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan inovasi di tingkat komunitas. Hasil positif ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"26 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139455216","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Salah satu sentra produksi ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan adalah Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu. Meskipun demikian, penduduk lokal masih menghadapi kendala dalam mengoptimalkan keunggulan tersebut sebagai peningkatan potensi pendapatan. Hambatan utama terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM), yang berdampak pada kurangnya optimalisasi hasil perikanan sebagai akibat dari terbatasnya penerapan teknologi. Untuk itu Program Kosabangsa hadir untuk mewujudkan kontribusi nyata insan perguruan tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan kesejahteraan dan kemanjuan bangsa dengan penerapan ilmu pengetahuan, khusunya transfer dan inovasi teknologi berbagai olahan ikan kepada masyarakat. Tujuan dan manfaat Program Kosabangsa ini yaitu; (1) peningkatan pengetahuan dan inovasi teknologi yang dimiliki kedua mitra sasaran mengenai cara pengolahan surimi dan otak-otak, (2) peningkatan pengetahuan untuk memproduksi surimi dan otak-otak yang baik dengan penerapan sanitasi dan higienis yang baik dalam proses produksi,dan (3) terciptanya peluang pasar untuk produk surimi dan otak-otak yang dihasilkan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dengan adanya transfer dan inovasi teknologi inidapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran (mitra) dalam hal pengembangan usahanya, terutama pengolahan surimi dan otak-otak. Dengan demikian, ketika terjadi periode kelangkaan atau kondisi iklim yang tidak mendukung kegiatan perikanan, komunitas tersebut tetap mempertahankan persediaan bahan baku surimi sebagai cadangan untuk pengolahan produk perikanan lainnya.
{"title":"PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SURIMI DAN OTAK-OTAK MELALUI PROGRAM KOSABANGSA DI DESA BONTOSUNGGU, KABUPATEN SELAYAR","authors":"Syamsu Rahman, Syarifuddin Baco, Sitti Fauziah Noer","doi":"10.56670/jcs.v5i2.180","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.180","url":null,"abstract":"Salah satu sentra produksi ikan di Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan adalah Desa Bontosunggu Kecamatan Bontoharu. Meskipun demikian, penduduk lokal masih menghadapi kendala dalam mengoptimalkan keunggulan tersebut sebagai peningkatan potensi pendapatan. Hambatan utama terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM), yang berdampak pada kurangnya optimalisasi hasil perikanan sebagai akibat dari terbatasnya penerapan teknologi. Untuk itu Program Kosabangsa hadir untuk mewujudkan kontribusi nyata insan perguruan tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan kesejahteraan dan kemanjuan bangsa dengan penerapan ilmu pengetahuan, khusunya transfer dan inovasi teknologi berbagai olahan ikan kepada masyarakat. Tujuan dan manfaat Program Kosabangsa ini yaitu; (1) peningkatan pengetahuan dan inovasi teknologi yang dimiliki kedua mitra sasaran mengenai cara pengolahan surimi dan otak-otak, (2) peningkatan pengetahuan untuk memproduksi surimi dan otak-otak yang baik dengan penerapan sanitasi dan higienis yang baik dalam proses produksi,dan (3) terciptanya peluang pasar untuk produk surimi dan otak-otak yang dihasilkan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Dengan adanya transfer dan inovasi teknologi inidapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran (mitra) dalam hal pengembangan usahanya, terutama pengolahan surimi dan otak-otak. Dengan demikian, ketika terjadi periode kelangkaan atau kondisi iklim yang tidak mendukung kegiatan perikanan, komunitas tersebut tetap mempertahankan persediaan bahan baku surimi sebagai cadangan untuk pengolahan produk perikanan lainnya.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":" 52","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139144931","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
One of the problems that we often encounter is durian skin waste (Durio zibethinus Murr.). To overcome this problem, innovation is needed in managing durian skin waste. One way of using durian skin is by making cosmetic preparations that can be used as commodities for MSMEs, such as liquid soap, where durian skin extract has useful ingredients such as flavonoids as antibacterials and antioxidants that can brighten the skin and rejuvenate the skin. The method of this service activity is a participatory community empowerment method with the participatory rural appraisal (PRA) model, namely a method that emphasizes community involvement in all activities carried out. The activity was carried out on July 10, 2023, at 09.000 s.d. The completion of community service activities regarding training on making liquid soap from durian skin waste (Durio zibenthinus Murr) for the PKK group in Rindu Hati Village was carried out well and received a very good response from the participants.
{"title":"A TRAINING IN MAKING LIQUID SOAP FROM DURIAN SKIN (Durio zibenthinus Murr) FOR THE PKK GROUP OF RINDU HATI HEART VILLAGE","authors":"Riana Versita","doi":"10.56670/jcs.v5i2.153","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.153","url":null,"abstract":"One of the problems that we often encounter is durian skin waste (Durio zibethinus Murr.). To overcome this problem, innovation is needed in managing durian skin waste. One way of using durian skin is by making cosmetic preparations that can be used as commodities for MSMEs, such as liquid soap, where durian skin extract has useful ingredients such as flavonoids as antibacterials and antioxidants that can brighten the skin and rejuvenate the skin. The method of this service activity is a participatory community empowerment method with the participatory rural appraisal (PRA) model, namely a method that emphasizes community involvement in all activities carried out. The activity was carried out on July 10, 2023, at 09.000 s.d. The completion of community service activities regarding training on making liquid soap from durian skin waste (Durio zibenthinus Murr) for the PKK group in Rindu Hati Village was carried out well and received a very good response from the participants.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"324 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139148914","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul "Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan dalam Tantangan Efek Rumah Kaca" yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti di SMPN 22 Padang bertujuan untuk membentuk kesadaran, pengetahuan, dan aksi positif generasi muda terkait dampak efek rumah kaca. Melalui program edukasi, workshop, dan proyek aksi, kegiatan ini mengintegrasikan pemahaman lingkungan ke dalam kurikulum sekolah, memfasilitasi partisipasi siswa dalam proyek aksi lingkungan, dan membangun kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran siswa tentang efek rumah kaca, dengan partisipasi aktif dalam proyek aksi yang memberikan dampak nyata. Dukungan masyarakat dan pihak sekolah menjadi kunci keberhasilan, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya program PKM ini. Tantangan seperti skala proyek dan keberlanjutan menjadi fokus evaluasi, mengarah pada saran untuk memperluas materi edukasi, memperkuat kerjasama dengan pihak eksternal, dan meningkatkan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Saran ini diharapkan dapat memperkuat dan mengembangkan program serupa di masa mendatang, menciptakan generasi muda yang tidak hanya paham tentang tantangan efek rumah kaca tetapi juga bertindak sebagai agen perubahan yang berkelanjutan.
{"title":"GENERASI MUDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN DALAM TANTANGAN EFEK RUMAH KACA","authors":"Irmayani, Nazili, Hary Fandeli, Mufrida Meri, Rozzalinda, Isna Juwita, Melda Fajra","doi":"10.56670/jcs.v5i2.179","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.179","url":null,"abstract":"Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul \"Generasi Muda Sebagai Agen Perubahan dalam Tantangan Efek Rumah Kaca\" yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti di SMPN 22 Padang bertujuan untuk membentuk kesadaran, pengetahuan, dan aksi positif generasi muda terkait dampak efek rumah kaca. Melalui program edukasi, workshop, dan proyek aksi, kegiatan ini mengintegrasikan pemahaman lingkungan ke dalam kurikulum sekolah, memfasilitasi partisipasi siswa dalam proyek aksi lingkungan, dan membangun kolaborasi erat antara dunia pendidikan dan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran siswa tentang efek rumah kaca, dengan partisipasi aktif dalam proyek aksi yang memberikan dampak nyata. Dukungan masyarakat dan pihak sekolah menjadi kunci keberhasilan, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya program PKM ini. Tantangan seperti skala proyek dan keberlanjutan menjadi fokus evaluasi, mengarah pada saran untuk memperluas materi edukasi, memperkuat kerjasama dengan pihak eksternal, dan meningkatkan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Saran ini diharapkan dapat memperkuat dan mengembangkan program serupa di masa mendatang, menciptakan generasi muda yang tidak hanya paham tentang tantangan efek rumah kaca tetapi juga bertindak sebagai agen perubahan yang berkelanjutan.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"222 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139152869","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abdy Ihdalumam, Al Amin Ibnu Fajar, D. Puspitasari
A critical period in an individual's development, adolescence is distinguished by cognitive, physical, and environmental transformations. This study examines the significance of adolescent self-esteem, particularly in rural regions where mental health services and educational opportunities are scarce. In order to foster students' self-esteem awareness, community service was organised in MA Anjasmoro, Jarak Village, Jombang Regency. Eleven MA Anjasmoro students participated in the implementation of psychoeducational training; the results indicated a significant increase in self-esteem following the training. The statistical significance of the difference between the pretest and posttest was confirmed by the Wilcoxon test. In addition to enhancing students' knowledge, the training facilitated the growth of their social and emotional competencies. The findings of the research indicated that the implementation of psychoeducation at MA Anjasmoro effectively enhanced the self-esteem of adolescent students. Students gained new insights regarding character, positive mentality, and positive behaviours as a result of these findings. Psychoeducation has surfaced as a viable substitute for enhancing the self-esteem of adolescents, particularly within the educational landscape of rural regions.
{"title":"PELATIHAN PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI PADA REMAJA","authors":"Abdy Ihdalumam, Al Amin Ibnu Fajar, D. Puspitasari","doi":"10.56670/jcs.v5i2.178","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.178","url":null,"abstract":"A critical period in an individual's development, adolescence is distinguished by cognitive, physical, and environmental transformations. This study examines the significance of adolescent self-esteem, particularly in rural regions where mental health services and educational opportunities are scarce. In order to foster students' self-esteem awareness, community service was organised in MA Anjasmoro, Jarak Village, Jombang Regency. Eleven MA Anjasmoro students participated in the implementation of psychoeducational training; the results indicated a significant increase in self-esteem following the training. The statistical significance of the difference between the pretest and posttest was confirmed by the Wilcoxon test. In addition to enhancing students' knowledge, the training facilitated the growth of their social and emotional competencies. The findings of the research indicated that the implementation of psychoeducation at MA Anjasmoro effectively enhanced the self-esteem of adolescent students. Students gained new insights regarding character, positive mentality, and positive behaviours as a result of these findings. Psychoeducation has surfaced as a viable substitute for enhancing the self-esteem of adolescents, particularly within the educational landscape of rural regions.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"32 12","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139153337","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pengabdian Kepada Masyarakat Pembuatan Gapura Pintu Masuk di Jalan Handayani RW 14 Kota Padang adalah inisiatif kolaboratif antara Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, serta pemangku kepentingan terkait. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan lokal. Prose ini melibatkan identifikasi kebutuhan masyarakat, survei lapangan, dan konsultasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi teknis. Proses perancangan gapura pintu masuk dilakukan secara partisipatif, melibatkan masyarakat dalam diskusi terbuka dan presentasi desain. Konstruksi dilaksanakan sesuai rencana, dengan melibatkan masyarakat dalam gotong-royong dan pelatihan terkait pemeliharaan. Hasil pelaksanaan proyek mencakup pembangunan gapura sesuai desain yang disepakati, partisipasi aktif masyarakat, dan peningkatan kapasitas mereka dalam pengelolaan infrastruktur. Dukungan penuh dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman membuktikan kolaborasi yang berhasil, mengintegrasikan aspek regulasi dengan kebutuhan masyarakat. Dampak sosial terlihat dalam peningkatan identitas wilayah, estetika lingkungan, dan penguatan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, serta saran untuk pemeliharaan berkelanjutan, pengembangan keterampilan masyarakat, dan kolaborasi yang lebih erat dengan pemangku kepentingan, diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan proyek ini dan memberikan inspirasi bagi upaya serupa di masa mendatang.
巴东市 Jalan Handayani RW 14 号入口拱门建设社区服务项目是 Ekasakti 大学工程与规划学院、住房与安置区机构以及相关利益攸关方之间的合作项目。该项目旨在提高社区质量,加强社区对地方发展的参与。项目过程包括确定社区需求、实地调查以及与住房和安置区管理局协商,以确保符合技术规定。入口大门的设计过程以参与式方式进行,让社区参与公开讨论和设计展示。施工按计划进行,社区参与了施工和维护培训。项目实施的成果包括按照商定的设计建造了大门,社区积极参与,并提高了他们在基础设施管理方面的能力。事实证明,住房和安置区办公室的全力支持是一次成功的合作,将监管方面与社区需求相结合。该项目对社会的影响体现在提高了地区认同感、改善了社区美感,并加强了大学、政府和社区之间的关系。对所有参与方的感谢,以及对持续维护、社区技能发展和与利益相关者更紧密合作的建议,有望加强该项目的可持续性,并为未来类似的努力提供灵感。
{"title":"PKM PENDAMPINGAN PEMBUATAN GAPURA PINTU MASUK DI JALAN HANDAYANI RW 14 KOTA PADANG","authors":"Dian Wahyoni, Adrian Fadhli, Danyl Mallisza, Melda Fajra, Robby Hotter, Nazili, Elly Marni","doi":"10.56670/jcs.v5i2.177","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.177","url":null,"abstract":"Pengabdian Kepada Masyarakat Pembuatan Gapura Pintu Masuk di Jalan Handayani RW 14 Kota Padang adalah inisiatif kolaboratif antara Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Ekasakti, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, serta pemangku kepentingan terkait. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan lokal. Prose ini melibatkan identifikasi kebutuhan masyarakat, survei lapangan, dan konsultasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi teknis. Proses perancangan gapura pintu masuk dilakukan secara partisipatif, melibatkan masyarakat dalam diskusi terbuka dan presentasi desain. Konstruksi dilaksanakan sesuai rencana, dengan melibatkan masyarakat dalam gotong-royong dan pelatihan terkait pemeliharaan. Hasil pelaksanaan proyek mencakup pembangunan gapura sesuai desain yang disepakati, partisipasi aktif masyarakat, dan peningkatan kapasitas mereka dalam pengelolaan infrastruktur. Dukungan penuh dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman membuktikan kolaborasi yang berhasil, mengintegrasikan aspek regulasi dengan kebutuhan masyarakat. Dampak sosial terlihat dalam peningkatan identitas wilayah, estetika lingkungan, dan penguatan hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, serta saran untuk pemeliharaan berkelanjutan, pengembangan keterampilan masyarakat, dan kolaborasi yang lebih erat dengan pemangku kepentingan, diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan proyek ini dan memberikan inspirasi bagi upaya serupa di masa mendatang.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"47 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139160021","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pengabdian kepada masyarakat dengan tema Peningkatan Kompetensi Baca Alqur'an Mahasiswa UNP melalui Pendekatan Program Tahsin telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa UNP yang memiliki kompetensi baca Alqur'an yang kurang baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 8 kali pertemuan, dengan durasi masing-masing pertemuan 2 jam. Pada pertemuan pertama, tim pengabdian menyampaikan materi dasar tentang ilmu tajwid, seperti makhorijul huruf, sifat huruf, dan hukum bacaan. Pada pertemuan selanjutnya, tim pengabdian memberikan latihan membaca Alqur'an kepada peserta, dengan menerapkan metode tahsin. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan simulasi. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi dasar tentang ilmu tajwid. Metode diskusi digunakan untuk menggali pemahaman peserta tentang materi yang telah disampaikan. Metode tanya jawab digunakan untuk menjawab pertanyaan peserta. Metode simulasi digunakan untuk memberikan latihan kepada peserta dalam membaca Alqur'an. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan berhasil. Hal ini terlihat dari hasil penilaian peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Peserta menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka, karena dapat meningkatkan kompetensi baca Alqur'an mereka.
{"title":"PKM PENINGKATAN KOMPETENSI BACA ALQUR'AN MAHASISWA UNP MELALUI PENDEKATAN PROGRAM TAHSIN","authors":"Ikhwan Rahman, Martin Kustati, Gusmirawati","doi":"10.56670/jcs.v5i2.176","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.176","url":null,"abstract":"Pengabdian kepada masyarakat dengan tema Peningkatan Kompetensi Baca Alqur'an Mahasiswa UNP melalui Pendekatan Program Tahsin telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa UNP yang memiliki kompetensi baca Alqur'an yang kurang baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 8 kali pertemuan, dengan durasi masing-masing pertemuan 2 jam. Pada pertemuan pertama, tim pengabdian menyampaikan materi dasar tentang ilmu tajwid, seperti makhorijul huruf, sifat huruf, dan hukum bacaan. Pada pertemuan selanjutnya, tim pengabdian memberikan latihan membaca Alqur'an kepada peserta, dengan menerapkan metode tahsin. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan simulasi. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi dasar tentang ilmu tajwid. Metode diskusi digunakan untuk menggali pemahaman peserta tentang materi yang telah disampaikan. Metode tanya jawab digunakan untuk menjawab pertanyaan peserta. Metode simulasi digunakan untuk memberikan latihan kepada peserta dalam membaca Alqur'an. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pengabdian ini dapat dikatakan berhasil. Hal ini terlihat dari hasil penilaian peserta terhadap kegiatan pengabdian ini. Peserta menyatakan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka, karena dapat meningkatkan kompetensi baca Alqur'an mereka.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"29 27","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139166127","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karena salah satu fondasi negara adalah pengembangan sumber daya manusia, maka sektor ini juga sangat strategis. Siswa harus menerima pendidikan mereka dengan cara yang aman, representatif, dan emansipatoris. Namun, kekerasan terkadang terjadi di lingkungan pendidikan. Dalam berbagai kasus, kekerasan sering kali terjadi dalam bentuk perundungan, kekerasan fisik, pelecehan seksual, diskriminasi, dan bentuk kekerasan lainnya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah siswa menjadi korban atau pelaku kekerasan di lingkungan pendidikan. Aktivitas pengabdian masyarakat diisi dengan aktivitas memperkenalkan para peserta didik pada kriteria kekerasan di lingkungan pendidikan, meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka tentang pencegahan kekerasan, serta diskusi memperkuat rasa tanggung jawab mereka sebagai insan yang terdidik.
{"title":"UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN: SOSIALISASI DI PONDOK PESANTREN IBNU SHOLEH BANGKALAN MADURA","authors":"Prihandono wibowo, Muchammad Chasif Ascha","doi":"10.56670/jcs.v5i2.148","DOIUrl":"https://doi.org/10.56670/jcs.v5i2.148","url":null,"abstract":"Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Karena salah satu fondasi negara adalah pengembangan sumber daya manusia, maka sektor ini juga sangat strategis. Siswa harus menerima pendidikan mereka dengan cara yang aman, representatif, dan emansipatoris. Namun, kekerasan terkadang terjadi di lingkungan pendidikan. Dalam berbagai kasus, kekerasan sering kali terjadi dalam bentuk perundungan, kekerasan fisik, pelecehan seksual, diskriminasi, dan bentuk kekerasan lainnya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah siswa menjadi korban atau pelaku kekerasan di lingkungan pendidikan. Aktivitas pengabdian masyarakat diisi dengan aktivitas memperkenalkan para peserta didik pada kriteria kekerasan di lingkungan pendidikan, meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka tentang pencegahan kekerasan, serta diskusi memperkuat rasa tanggung jawab mereka sebagai insan yang terdidik.","PeriodicalId":508441,"journal":{"name":"Journal of Community Service","volume":"287 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139171357","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}