Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.9
Sandra Malin Sutan, Ruslan Wirosoedarmo, R. Riyanto, Annisa’u Choirun
Desa Gunungsari di Kota Batu menjadikan sektor pertanian dan peternakan sebagai usaha yang banyak dikembangkan oleh masyarakatnya. Produksi ternak khususnya sapi perah terus mengalami peningkatan dan memberi manfaat yang besar sebagai penyedia protein hewani. Namun, hasil samping peternakan berupa limbah kotoran ternak dalam skala besar akan menimbulkan masalah yang kompleks. Selain itu, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya proses industrialisasi. 83% masyarakat di Desa Gunungsari masih bergantung pada BBM dan Liquid Petroleum Gas (LPG) untuk memasak. Kedua sumber energi tersebut berasal dari minyak bumi yang diketahui tidak bisa terbaharukan. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatif berupa pemanfaatan kotoran ternak, khususnya kotoran sapi menjadi biogas sehingga dapat digunakan sebagai pengganti LPG dan penggerak generator. Sisa bahan organik dapat digunakan sebagai pupuk organik cair dan pakan ikan. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan Doktor Mengabdi ini dapat meningkatkan pendapatan usaha tani melalui pengoptimalan sumber daya yang ada sehingga petani atau peternak mampu menghasilkan energi mandiri untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari
{"title":"Pengembangan Desa Mandiri Energi (DME) Berbasis Energi Terbarukan (Biogas) di Desa Gunungsari Kota Batu","authors":"Sandra Malin Sutan, Ruslan Wirosoedarmo, R. Riyanto, Annisa’u Choirun","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.9","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.9","url":null,"abstract":"Desa Gunungsari di Kota Batu menjadikan sektor pertanian dan peternakan sebagai usaha yang banyak dikembangkan oleh masyarakatnya. Produksi ternak khususnya sapi perah terus mengalami peningkatan dan memberi manfaat yang besar sebagai penyedia protein hewani. Namun, hasil samping peternakan berupa limbah kotoran ternak dalam skala besar akan menimbulkan masalah yang kompleks. Selain itu, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) terus mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya proses industrialisasi. 83% masyarakat di Desa Gunungsari masih bergantung pada BBM dan Liquid Petroleum Gas (LPG) untuk memasak. Kedua sumber energi tersebut berasal dari minyak bumi yang diketahui tidak bisa terbaharukan. Oleh karena itu, diperlukan sumber energi alternatif berupa pemanfaatan kotoran ternak, khususnya kotoran sapi menjadi biogas sehingga dapat digunakan sebagai pengganti LPG dan penggerak generator. Sisa bahan organik dapat digunakan sebagai pupuk organik cair dan pakan ikan. Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan Doktor Mengabdi ini dapat meningkatkan pendapatan usaha tani melalui pengoptimalan sumber daya yang ada sehingga petani atau peternak mampu menghasilkan energi mandiri untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"18 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80873836","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Unit usaha agrokompleks Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh ini dirintis untuk pengembangan di bidang budidaya ikan air tawar, mulai dari maksimalisasi produksi bahan bakupelet hingga pemenuhan sektor pembesaran ikan air tawar (lele, nila). Potensi permintaan pasar yang lebih tinggi di Malang menjadi peluang bagi pondok pesantren untuk berpartisipasi di bagian ini. Permasalahan yang dialami oleh seluruh pembudidaya yaitu lemahnya formulasi pakan ikan yang kurang, terutama limbah dan kurangnya pengetahuan formulasi pakan serta harga pakan saat ini melambung tinggi dan mulai membebani para pembudidaya. Oleh karena itu diperlukan inovasi baru untuk gerakan pakan mandiri yang memiliki kandungan gizi yang lebih baik dengan harga yang jauh lebih terjangkau serta menghasilkan keuntungan yang nyata. Permasalahan yang dialami oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh dapat diatasi melalui penerapan Gerakan Pakan Mandiri (Gepari) dengan memanfaatkan bahan baku limbah peternakan, limbah sayuran. Hal ini dikarena kandungan nutrisi dan nutrisinya yang memenuhi konsep inovatif rampung majemuk
{"title":"Gerakan Pakan Mandiri (Gepari) : Teknologi Pelet Ikan Solusi Pemberdayaan Kewirausahaan Santri (Santripreneur) di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang","authors":"Maftuch Maftuch, Arning Wilujeng Ekawati, Yahya Yahya, Denny Widya W, Vian Dedi Pratama, Febi Nadhila Nurin, Andhang Sebastian","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.2","url":null,"abstract":"Unit usaha agrokompleks Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh ini dirintis untuk pengembangan di bidang budidaya ikan air tawar, mulai dari maksimalisasi produksi bahan bakupelet hingga pemenuhan sektor pembesaran ikan air tawar (lele, nila). Potensi permintaan pasar yang lebih tinggi di Malang menjadi peluang bagi pondok pesantren untuk berpartisipasi di bagian ini. Permasalahan yang dialami oleh seluruh pembudidaya yaitu lemahnya formulasi pakan ikan yang kurang, terutama limbah dan kurangnya pengetahuan formulasi pakan serta harga pakan saat ini melambung tinggi dan mulai membebani para pembudidaya. Oleh karena itu diperlukan inovasi baru untuk gerakan pakan mandiri yang memiliki kandungan gizi yang lebih baik dengan harga yang jauh lebih terjangkau serta menghasilkan keuntungan yang nyata. Permasalahan yang dialami oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh dapat diatasi melalui penerapan Gerakan Pakan Mandiri (Gepari) dengan memanfaatkan bahan baku limbah peternakan, limbah sayuran. Hal ini dikarena kandungan nutrisi dan nutrisinya yang memenuhi konsep inovatif rampung majemuk","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"76 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88009124","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.14
H. Kartikaningsih, Lina Asmara Wati, Mimit Primyastanto, S. Supriyadi, Rhytia Ayu Christianty Putri
UMKM Anugrah Mina Lestari berkecimpung dalam usaha bandeng asap dan otak-otak bandeng milenial, yang berasa gurih dan disukai terutama anak-anak serta remaja. Permasalahan yang dialami mitra adalah bentuk dan berat setiap kemasan otak-otak bandeng tidak sama, dikemas tidak menggunakan pengemas vakum dan mencampur bahan baku ikan bandeng dan produk dalam satu freezer. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan bantuan freezer, sausage stuffer dan vacuum sealer. Adanya bantuan peralatan ini mitra UMKM Anugrah Mina Lestari bisa memperbanyak produk, waktu pengolahan lebih singkat serta produk lebih awet
UMKM mercy Mina Lestari参与了一种烟熏和千禧bandeng脑的尝试,这种想法很美味,尤其是儿童和青少年。合作伙伴面临的问题是,每个脑包的形状和重量都不一样,包装不使用真空吸尘器,混合了bandeng的原料和产品在一个冰箱里。解决这个问题的方法是提供冰箱、软膏和真空吸尘器的帮助。这些设备的帮助,UMKM mitra Mina Lestari礼物可以增加产品,更短的处理时间和更持久的产品
{"title":"Otak Otak Bandeng Milenial, Diversifikasi Produk Bandeng Cabut Duri Untuk Segala Umur Dari Cv Anugrah Mitra Lestari","authors":"H. Kartikaningsih, Lina Asmara Wati, Mimit Primyastanto, S. Supriyadi, Rhytia Ayu Christianty Putri","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.14","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.14","url":null,"abstract":"UMKM Anugrah Mina Lestari berkecimpung dalam usaha bandeng asap dan otak-otak bandeng milenial, yang berasa gurih dan disukai terutama anak-anak serta remaja. Permasalahan yang dialami mitra adalah bentuk dan berat setiap kemasan otak-otak bandeng tidak sama, dikemas tidak menggunakan pengemas vakum dan mencampur bahan baku ikan bandeng dan produk dalam satu freezer. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan bantuan freezer, sausage stuffer dan vacuum sealer. Adanya bantuan peralatan ini mitra UMKM Anugrah Mina Lestari bisa memperbanyak produk, waktu pengolahan lebih singkat serta produk lebih awet","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"88 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86513216","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.10
B. Susilo, Kiki Fibrianto, S. Sunaryo, Gatot Ciptadi, M. Arwani, Asma Naili Salsabila
Sumber daya alam yang dimiliki Kecamatan Pinogu pada sektor pertanian sangat menarik untuk dikembangkan. Terutama pada komoditas Kopi Pinogu yang memiliki kekhasan sendiri dan telah mendapat status resmi sebagi produk unggulan daerah. Namun dalam proses pengembangan Kopi Pinogu, masih didapati beberapa masalah yang menjadi penghambat. Pengolahan kopi yang masih menggunakan peralatan sederhana menjadi permasalahan yang dihadapi oleh petani Kopi Pinogu saat ini. Selain itu dilihat dari proses perawatan pertanian di Pinogu yang belum maksimal, juga turut andil untuk menghambat proses pengembangan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain dengan adanya pengenalan dan pelatihan teknologi tepat guna dalam pengolahan Kopi Pinogu. Selanjutnya untuk mendukung solusi pertama, dilaksanakan pemetaan diberbagai sektor untuk mencari akar masalah secara komperhensif. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang teridentifikasi dari proses Pengembangan Kopi Pinogu
{"title":"Upaya Pengembangan Agroindustri Kopi Pinogu Melalui Introduksi Alat Pengolahan Kopi","authors":"B. Susilo, Kiki Fibrianto, S. Sunaryo, Gatot Ciptadi, M. Arwani, Asma Naili Salsabila","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.10","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.10","url":null,"abstract":"Sumber daya alam yang dimiliki Kecamatan Pinogu pada sektor pertanian sangat menarik untuk dikembangkan. Terutama pada komoditas Kopi Pinogu yang memiliki kekhasan sendiri dan telah mendapat status resmi sebagi produk unggulan daerah. Namun dalam proses pengembangan Kopi Pinogu, masih didapati beberapa masalah yang menjadi penghambat. Pengolahan kopi yang masih menggunakan peralatan sederhana menjadi permasalahan yang dihadapi oleh petani Kopi Pinogu saat ini. Selain itu dilihat dari proses perawatan pertanian di Pinogu yang belum maksimal, juga turut andil untuk menghambat proses pengembangan. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut antara lain dengan adanya pengenalan dan pelatihan teknologi tepat guna dalam pengolahan Kopi Pinogu. Selanjutnya untuk mendukung solusi pertama, dilaksanakan pemetaan diberbagai sektor untuk mencari akar masalah secara komperhensif. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang teridentifikasi dari proses Pengembangan Kopi Pinogu","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"116 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91349055","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.1
K. L. Tri Wijaya N., Debrina Puspita Andriani, Dwi Hadi Sulistyarini
Pada era globalisasi, pelayanan kesehatan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, sebagai badan pelaksana merupakan badan hukum publik yang dibentuk telah menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi rakyat Indonesia selama 5 tahun terakhir. Hingga saat ini, BPJS Kesehatan khususnya cabang Malang baru meng-cover sekitar 75% masyarakat di 3 daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu (BPJS, 2019), yang total kepesertaannya ada lebih dari 2 juta jiwa. Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan (2019), ada beberapa permasalahan dalam implementasi sistem BPJS, antara lain klasifikasi data kepesertaan yang harus dibersihkan dan masuk dalam kelompok yang betul-betul miskin, kategorisasi di rumah sakit yang harus sesuai, hingga sistem klaim manajemen dana bantuan BPJS. Selain itu sistem rujukan pasien selama ini masih mengalami beberapa kendala. Hal tersebut diselenggarakan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara bermutu sehingga tujuan pelayanan tercapai tanpa harus menggunakan biaya mahal. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan pemetaan data stakeholder dari sistem BPJS serta merekomendasikan kerangka kerja Big Data Analytics untuk sistem rujukan BPJS Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dapat dikembangkan lagi dengan observasi dan interview stakeholder terkait.
在全球化时代,卫生保健正以惊人的速度增长。印尼政府通过社会健康保障机构,作为执行机构,成立了一个公共法律实体,在过去5年里为印尼人民制定了健康保险计划。到目前为止,BPJS尤其是新的、不幸的分支机构在三个地区覆盖了大约75%的人口,即马朗市、马郡和石城(BPJS, 2019),占总人口超过200万。根据财政部(2019)的报告,BPJS系统的实施出现了一些问题,其中包括对非常贫穷的群体进行分类,对医院中最贫困的群体进行分类。此外,到目前为止,病人的转诊系统还存在一些障碍。它的目的是提供高质量的医疗服务,这样服务的目标就可以在不花费昂贵成本的情况下实现。本研究的目的是禁用BPJS系统stakeholder数据映射,并为马郎市卫生设施的BPJS转诊系统推荐Big data Analytics框架。本研究是描述性定性和定量性的结合研究。数据来源是通过采样技术确定的,可以通过相关观景台观察和采访重新开发。
{"title":"Analisis Perancangan “Big Data Framework” untuk Sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Studi Kasus BPJS Kesehatan Kota Malang)","authors":"K. L. Tri Wijaya N., Debrina Puspita Andriani, Dwi Hadi Sulistyarini","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.1","url":null,"abstract":"Pada era globalisasi, pelayanan kesehatan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, sebagai badan pelaksana merupakan badan hukum publik yang dibentuk telah menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi rakyat Indonesia selama 5 tahun terakhir. Hingga saat ini, BPJS Kesehatan khususnya cabang Malang baru meng-cover sekitar 75% masyarakat di 3 daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu (BPJS, 2019), yang total kepesertaannya ada lebih dari 2 juta jiwa. Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan (2019), ada beberapa permasalahan dalam implementasi sistem BPJS, antara lain klasifikasi data kepesertaan yang harus dibersihkan dan masuk dalam kelompok yang betul-betul miskin, kategorisasi di rumah sakit yang harus sesuai, hingga sistem klaim manajemen dana bantuan BPJS. Selain itu sistem rujukan pasien selama ini masih mengalami beberapa kendala. Hal tersebut diselenggarakan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara bermutu sehingga tujuan pelayanan tercapai tanpa harus menggunakan biaya mahal. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan pemetaan data stakeholder dari sistem BPJS serta merekomendasikan kerangka kerja Big Data Analytics untuk sistem rujukan BPJS Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dapat dikembangkan lagi dengan observasi dan interview stakeholder terkait.","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"32 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74995966","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.3
Eko Sulkhani Y, Izha Pandu Prapto, Mihrobi Khalwatu Rihmi, M. Arif Rahman, S. Sukandar, Dewa Gedhe Raka Wiadnya, Ali Muntaha, S. Sunardi
Bubu merupakan alat tangkappaling memungkinkan untuk penangkapan ikan hias karang, selain itu alat tangkap inimempunyyai kelebihan selektif untuk spesies dan ukuran, hasil tangkapan berkualitas dan hidup, dampak terhadap lingkungan kecil, mudah dalam penyediaan bahan baku, serta murah. Namun diisisi lain sering terjadikegagalan saat pengoperasian, sebagai akibat hempasan arus dasar laut yang menyebabkan posisi bubu terbalik. Melalui rekayasa bubu lipat multifunnel, diharapkan menjadi solusi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini. Tujuan penelitian ini adalah merekayasa bubu lipat multifunnel,menghitung nilai hidrostatis serta uji coba penangkapan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan ekperimental fishing. Bagian bubu lipat terdiri dari rangka besi, badan jaring, mulut bubu, tempat umpan serta pintu hasil tangkapan. Bubu didesain mempunyai enam mulut pada bagian sisi samping, bagian rangka hanya terdapat pada sisi atas dan bawahnya saja. Proses terbukanya bubu ketika dalam air karena adanya gaya apung pada rangka atas yang lebih besar dibandingkan gaya tenggelam pada rangka bawah, dan perbandingan gaya total antara rangka atas dan bawah lebih besargaya tenggelam. Besar gaya pada rangka atas -0,2344 kgf, rangka bawah 2,2753 kgf dan gaya total bubu sebesar 2,0409 kgf. Uji coba penangkapan memperoleh ikan kerapu, ikan kakatua dan morai.
{"title":"Rancang Bangun dan Uji Hidrostatis Bubu MultifunnelUntuk Penangkapan Ikan Karang","authors":"Eko Sulkhani Y, Izha Pandu Prapto, Mihrobi Khalwatu Rihmi, M. Arif Rahman, S. Sukandar, Dewa Gedhe Raka Wiadnya, Ali Muntaha, S. Sunardi","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.3","url":null,"abstract":"Bubu merupakan alat tangkappaling memungkinkan untuk penangkapan ikan hias karang, selain itu alat tangkap inimempunyyai kelebihan selektif untuk spesies dan ukuran, hasil tangkapan berkualitas dan hidup, dampak terhadap lingkungan kecil, mudah dalam penyediaan bahan baku, serta murah. Namun diisisi lain sering terjadikegagalan saat pengoperasian, sebagai akibat hempasan arus dasar laut yang menyebabkan posisi bubu terbalik. Melalui rekayasa bubu lipat multifunnel, diharapkan menjadi solusi permasalahan-permasalahan yang ada saat ini. Tujuan penelitian ini adalah merekayasa bubu lipat multifunnel,menghitung nilai hidrostatis serta uji coba penangkapan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan ekperimental fishing. Bagian bubu lipat terdiri dari rangka besi, badan jaring, mulut bubu, tempat umpan serta pintu hasil tangkapan. Bubu didesain mempunyai enam mulut pada bagian sisi samping, bagian rangka hanya terdapat pada sisi atas dan bawahnya saja. Proses terbukanya bubu ketika dalam air karena adanya gaya apung pada rangka atas yang lebih besar dibandingkan gaya tenggelam pada rangka bawah, dan perbandingan gaya total antara rangka atas dan bawah lebih besargaya tenggelam. Besar gaya pada rangka atas -0,2344 kgf, rangka bawah 2,2753 kgf dan gaya total bubu sebesar 2,0409 kgf. Uji coba penangkapan memperoleh ikan kerapu, ikan kakatua dan morai.","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75162721","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.11
C. Cahyani, Herwinda Brahmanti, Luthfi Kurnia Dewi, Vivi Nurhadianty
A laboratory study was conducted to investigate the possibility of producing a hypoallergenic massage oil using local essential oil. The main concept behind the study was the application of massage oil formula which is in contact with skin need to be allergen free. This study used four types of local essential oil, i.e. cananga, clove, citronella and a fraction of citronella oil. Two types of carrier oils were used, i.e. extra virgin olive oil and grape seed oil. The study searches the concentration of essential oil which issafe to be used in the formula, not giving an allergy reaction. The concentration of essential oil studied were one and two percent respectively, and an allergy test will also be conducted to the carrier oil themselves. The allergy test was conducted toward 30 respondents. After a formula was proved to be safe for using in the massage oil, a further research will be done for the relaxation effect.
{"title":"The Formulation of Hypoallergenic Massage oil using Local Essential Oil of Indonesia","authors":"C. Cahyani, Herwinda Brahmanti, Luthfi Kurnia Dewi, Vivi Nurhadianty","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.11","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.11","url":null,"abstract":"A laboratory study was conducted to investigate the possibility of producing a hypoallergenic massage oil using local essential oil. The main concept behind the study was the application of massage oil formula which is in contact with skin need to be allergen free. This study used four types of local essential oil, i.e. cananga, clove, citronella and a fraction of citronella oil. Two types of carrier oils were used, i.e. extra virgin olive oil and grape seed oil. The study searches the concentration of essential oil which issafe to be used in the formula, not giving an allergy reaction. The concentration of essential oil studied were one and two percent respectively, and an allergy test will also be conducted to the carrier oil themselves. The allergy test was conducted toward 30 respondents. After a formula was proved to be safe for using in the massage oil, a further research will be done for the relaxation effect.","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"42 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72514245","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijaupada berbagai jenis pelarut terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakanmetode refluks dengantiga jenis pelarut yaitu etanol yang bersifat polar, etil asetat bersifat semi polar, dan n-heksana yang bersifat non polar. Uji antibakteriterhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Rendemen ekstrak daun sirih hijau tertinggi terdapat pada variabel pelarut etanol yaitu sebesar 4,083%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa semua hasil ekstrak positif mengandung tannin dan menunjukkan hasil negatif pada senyawa saponin. Diameter zona hambat tertinggi didapatkan pada variabel pelarut etanol pada aktivitas bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu sebesar 23,13 mm. Kadar fenol tertinggi terdapat pada variabel pelarut n-heksana yaitu sebesar 6,85%.
{"title":"Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Daya Antibakteri Hasil Ekstraksi Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) pada Aktivitas Staphylococcus Epidermidis","authors":"Luthfi Kurnia Dewi, Aji Hendra Sarosa, Christina Wahyu, Nurul Hayati, Risang Parasu, Ersa Amalia","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.6","url":null,"abstract":"Ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijaupada berbagai jenis pelarut terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakanmetode refluks dengantiga jenis pelarut yaitu etanol yang bersifat polar, etil asetat bersifat semi polar, dan n-heksana yang bersifat non polar. Uji antibakteriterhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Rendemen ekstrak daun sirih hijau tertinggi terdapat pada variabel pelarut etanol yaitu sebesar 4,083%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa semua hasil ekstrak positif mengandung tannin dan menunjukkan hasil negatif pada senyawa saponin. Diameter zona hambat tertinggi didapatkan pada variabel pelarut etanol pada aktivitas bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu sebesar 23,13 mm. Kadar fenol tertinggi terdapat pada variabel pelarut n-heksana yaitu sebesar 6,85%.","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"65 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79744408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-07-15DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.8
Sri Palupi Prabandari, Aprilianti Catur Putri, S. Suhartini, Khusnul Ashar, Claudia Gadizza Perdani
Tujuan kegiatan KKN-DM ini adalah memajukan Nilai historis budaya dalam motif kain Batik dan Pengolahan agroindustri dalam Kuliner Khas daerah serta memberikan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Dusun Sumberwangi merupakan lokasi yang akan saya gunakan sebagai tempat KKN Doktor Mengabdi karena Dusun Sumberwangi sangat cocok karena mempunyai potensi daerah yang dapat dikembangkan. Masyarakat Dusun Sumberwangi akan terus dibina dan didampingi hingga terbentuk UMKM yang mandiri dengann produk-produk olahan batik dan kuliner nya agar dapat menjadi ciri khas dan oleh-oleh khas Malang Raya.
{"title":"Penguatan Keterampilan Kelompok Batik Sumberwangi Dengan Introduksi Teknologi Konveksi Dan Penguatan Kuliner Khas Sumberwangi","authors":"Sri Palupi Prabandari, Aprilianti Catur Putri, S. Suhartini, Khusnul Ashar, Claudia Gadizza Perdani","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.8","url":null,"abstract":"Tujuan kegiatan KKN-DM ini adalah memajukan Nilai historis budaya dalam motif kain Batik dan Pengolahan agroindustri dalam Kuliner Khas daerah serta memberikan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Dusun Sumberwangi merupakan lokasi yang akan saya gunakan sebagai tempat KKN Doktor Mengabdi karena Dusun Sumberwangi sangat cocok karena mempunyai potensi daerah yang dapat dikembangkan. Masyarakat Dusun Sumberwangi akan terus dibina dan didampingi hingga terbentuk UMKM yang mandiri dengann produk-produk olahan batik dan kuliner nya agar dapat menjadi ciri khas dan oleh-oleh khas Malang Raya.","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"205 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82822508","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kegagalan produksi akan selalu ada dalam proses produksi nata de coco. Faktor kegagalan adalah suhu, kualitas air kelapa, kualitas bakteri Acetobacter xylinium, serta penggunaan cara manual dalam memantau proses produksi nata de coco. Faktor-faktor tersebut menyebabkan kualitas dan kuantitas nata de coco tidak optimal. Ditawarkan teknologi Moto-Coco yang bertujuan membantu produsen mengoptimalkan proses produksi nata de coco melalui monitoring produksi mulai dari bahan baku hingga proses produksi, dan menerapkan konsep Internet of Things. Teknologi tersebut menggunakan metode absorbansi serat optik melalui gelombang evanescent berbasis Internet of Things.
生产失败一直存在于生产过程中。失败的因素包括温度、椰子汁的质量、二甲酸杆菌的质量,以及使用手工方法监控可可的生产过程。这些因素导致nata de coco的质量和数量是不理想的。提供Moto-Coco技术,旨在帮助制造商优化从原料到生产监督的生产过程,并应用事物互联网的概念。该技术使用光纤吸收方法通过基于东西的互联网。
{"title":"Optimalisasi Proses Produksi Nata de Coco Melalui Monitoring dengan Metode Absorbansi Serat Optik Berbasis Internet Of Things","authors":"Ananda Thalia, Artha Hadinata Siregar, Yulisa Aviani Nurwinda, Aviani Nurwinda","doi":"10.21776/ub.jiat.2021.007.01.12","DOIUrl":"https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.12","url":null,"abstract":"Kegagalan produksi akan selalu ada dalam proses produksi nata de coco. Faktor kegagalan adalah suhu, kualitas air kelapa, kualitas bakteri Acetobacter xylinium, serta penggunaan cara manual dalam memantau proses produksi nata de coco. Faktor-faktor tersebut menyebabkan kualitas dan kuantitas nata de coco tidak optimal. Ditawarkan teknologi Moto-Coco yang bertujuan membantu produsen mengoptimalkan proses produksi nata de coco melalui monitoring produksi mulai dari bahan baku hingga proses produksi, dan menerapkan konsep Internet of Things. Teknologi tersebut menggunakan metode absorbansi serat optik melalui gelombang evanescent berbasis Internet of Things.","PeriodicalId":52955,"journal":{"name":"Journal of Innovation and Applied Technology","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82897386","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}