Kejadian penyakit malaria masih menduduki urutan keempat dari sepuluh penyakit infeksi di Kabupaten Jayapura. Menurut data penyakit malaria Dinkes Kota Jayapura pada tahun 2015 terdapat ibu hamil dengan malaria sebanyak 31 orang dan meningkat pada tahun 2016 sebanyak 79 orang (Depkes RI, 2016). Berdasarkan data Puskesmas Sentani (2018) tercatat jumlah ibu hamil dengan positif malaria sebanyak 56 orang.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Efek Paket MISERI” Terhadap Kemampuan Ibu Hamil Dalam Melakukan Pencegah Dini Malaria di Kabupaten Jayapura.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain QuasiEksperiment pre and post with control group. sampel yang digunakan berjumlah 70 responden yang dibagi menjadi 2 kelopok dengan masing-masing 35 responden. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan hasilkelompok intervensi sesudah diberikan “Paket MISERI” berpengaruh secara bermakna dibanding kelompok kontrol. Dimana pada kelompok intervensi mendapat hasil p value = 0,000<0,05. Saran bagi pelayanan kesehatan Perlunya membuat program promosi kesehatan yang dilakukan secara continue terhadap ibu hamil di wilayah endemis malaria menggunakan “Paket MISERI” dalam pencegahan dini malaria
疟疾的发病率仍然是贾亚普拉县10种传染病中的第四种。根据2015年贾拉普拉市疟疾病例Dinkes city Jayapura的数据,疟疾母亲的孕产期为31人,2016年增加至79人(nhs, 2016)。根据中央儿童基金会(Puskesmas Sentani, 2018)的数据,疟疾检测呈阳性的孕妇人数为56人。这项研究的目的是确定准妈妈在查亚普拉摄区预防疟疾的能力的“mi没事包”的影响。本研究是一种具有控制前和后试验设计的定量研究。使用的样本有70名受访者,分成两组,每组35人。使用paired t-test测试的数据分析表明,干预组在给出“mi系列包”后的效果比控制组更大。其中干预组得到p值= 0。05的结果。卫生保健方面的建议是,在疟疾流行地区,用“mi系列套餐”来预防疟疾,需要对孕妇进行大陆健康促进计划
{"title":"EFEK “PAKET MISERI” TERHADAP KEMAMPUAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN DINI MALARIA DI KABUPATEN JAYAPURA","authors":"Fathia Fakhri Inayati Said, Irna Nursanti, Natsir Nugroho","doi":"10.24252/join.v4i2.10453","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/join.v4i2.10453","url":null,"abstract":"Kejadian penyakit malaria masih menduduki urutan keempat dari sepuluh penyakit infeksi di Kabupaten Jayapura. Menurut data penyakit malaria Dinkes Kota Jayapura pada tahun 2015 terdapat ibu hamil dengan malaria sebanyak 31 orang dan meningkat pada tahun 2016 sebanyak 79 orang (Depkes RI, 2016). Berdasarkan data Puskesmas Sentani (2018) tercatat jumlah ibu hamil dengan positif malaria sebanyak 56 orang.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Efek Paket MISERI” Terhadap Kemampuan Ibu Hamil Dalam Melakukan Pencegah Dini Malaria di Kabupaten Jayapura.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain QuasiEksperiment pre and post with control group. sampel yang digunakan berjumlah 70 responden yang dibagi menjadi 2 kelopok dengan masing-masing 35 responden. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan hasilkelompok intervensi sesudah diberikan “Paket MISERI” berpengaruh secara bermakna dibanding kelompok kontrol. Dimana pada kelompok intervensi mendapat hasil p value = 0,000<0,05. Saran bagi pelayanan kesehatan Perlunya membuat program promosi kesehatan yang dilakukan secara continue terhadap ibu hamil di wilayah endemis malaria menggunakan “Paket MISERI” dalam pencegahan dini malaria","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"46 1","pages":"19-27"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2019-11-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90756515","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-20DOI: 10.24252/join.v4i2.10039
Muhamad Isnaini, Andi Putra, Fanny Dewi Sartika, Fitrawati Arifuddin
The ability of professional nurses to be independent in their learning process is one way to ensure continued improvement and mastery of advance competencies in professional nursing practice. Efforts are being made to improve the ability of SDL is expected to encourage the achievement of nursing competency standards, which are responsible for lifelong learning, professional development and maintain their competence. The aims of this study are to determine the students’ SDL ability during clinical education after being involved in PBL curricula, to analyze the relationship between SDL ability and students’ learning outcomes during clinical practice and to explain the description of students’ SDL process. The design of quantitative was cross sectional approach and data collection using SDLRS Fisher questionnaire. Qualitative used in-depth. The participants were 60 students of Akper Syekh Yusuf Gowa who involved in the clinical education. The average score of student’s self-directed learning ability was 154. The Pearson correlation test showed a positive relationship between the ability of SDL and the achievement of learning outcomes(r= 0.373 and p<0.05). Results of the qualitative data analysis showed who had high SDL score were able to perform all SDL according Knowles SDL process description. Students with high score have already internalizing SDL values. Students with low score only able to perform half of SDL process which was stated by Knowles (1975), students have not internalizing SDL values yet.
专业护士在学习过程中的独立能力是确保在专业护理实践中持续改进和掌握高级能力的一种方式。正在努力提高SDL的能力,以鼓励实现护理能力标准,这些标准负责终身学习,专业发展和保持其能力。本研究的目的是确定参与PBL课程的学生在临床教育中的SDL能力,分析临床实践中SDL能力与学生学习成果的关系,解释学生SDL过程的描述。定量设计采用横截面法,数据收集采用SDLRS Fisher问卷。定性使用深入。参与者是Akper Syekh Yusuf Gowa医院参与临床教育的60名学生。学生自主学习能力平均分为154分。Pearson相关检验显示SDL能力与学习成果的达成呈正相关(r= 0.373, p<0.05)。定性数据分析结果显示,SDL评分高的患者能够按照Knowles SDL过程描述完成所有SDL。高分学生已经将SDL价值观内化。得分低的学生只能完成Knowles(1975)所说的SDL过程的一半,学生还没有内化SDL价值观。
{"title":"KEMAMPUAN SELF DIRECTED LEARNING DAN PENCAPAIAN HASIL BELAJAR: Studi Cross Sectional","authors":"Muhamad Isnaini, Andi Putra, Fanny Dewi Sartika, Fitrawati Arifuddin","doi":"10.24252/join.v4i2.10039","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/join.v4i2.10039","url":null,"abstract":"The ability of professional nurses to be independent in their learning process is one way to ensure continued improvement and mastery of advance competencies in professional nursing practice. Efforts are being made to improve the ability of SDL is expected to encourage the achievement of nursing competency standards, which are responsible for lifelong learning, professional development and maintain their competence. The aims of this study are to determine the students’ SDL ability during clinical education after being involved in PBL curricula, to analyze the relationship between SDL ability and students’ learning outcomes during clinical practice and to explain the description of students’ SDL process. The design of quantitative was cross sectional approach and data collection using SDLRS Fisher questionnaire. Qualitative used in-depth. The participants were 60 students of Akper Syekh Yusuf Gowa who involved in the clinical education. The average score of student’s self-directed learning ability was 154. The Pearson correlation test showed a positive relationship between the ability of SDL and the achievement of learning outcomes(r= 0.373 and p<0.05). Results of the qualitative data analysis showed who had high SDL score were able to perform all SDL according Knowles SDL process description. Students with high score have already internalizing SDL values. Students with low score only able to perform half of SDL process which was stated by Knowles (1975), students have not internalizing SDL values yet.","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"4 1","pages":"68-76"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2019-11-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78643145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-20DOI: 10.24252/join.v4i2.10025
Ismi Nur Jamila, Santi Herlina
Hemodialisis (HD) dan Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) adalah terapi pengganti ginjal yang perannya sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis. Kualitas hidup dapat dianggap sebagai indikator keberhasilan suatu terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui studi perbandingan kualitas hidup antara pasien yang diberikan hemodialisis dan CAPD. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling dengan menghasilkan sampel 25 pasien hemodialisis dan 25 pasien CAPD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis dengan pasien yang menjalani terapi CAPD dengan nilai P=0,000. Ditinjau dari kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, perbedaan lingkungan antara pasien hemodialisis dengan CAPD (P=0,000; 0,008; 0,000;0,002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien CAPD memiliki kualitas hidup yang secara signifikan lebih baik bila dibandingkan dengan pasien hemodialisis . Kata Kunci : Kualitas hidup; Gagal ginjal kronik; Hemodialisis; Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)
{"title":"STUDY COMPARATIF KUALITAS HIDUP ANTARA PASIEN HEMODIALISIS DENGAN PASIEN CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (CAPD)","authors":"Ismi Nur Jamila, Santi Herlina","doi":"10.24252/join.v4i2.10025","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/join.v4i2.10025","url":null,"abstract":"Hemodialisis (HD) dan Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) adalah terapi pengganti ginjal yang perannya sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien dengan penyakit ginjal kronis. Kualitas hidup dapat dianggap sebagai indikator keberhasilan suatu terapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui studi perbandingan kualitas hidup antara pasien yang diberikan hemodialisis dan CAPD. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling dengan menghasilkan sampel 25 pasien hemodialisis dan 25 pasien CAPD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis dengan pasien yang menjalani terapi CAPD dengan nilai P=0,000. Ditinjau dari kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, perbedaan lingkungan antara pasien hemodialisis dengan CAPD (P=0,000; 0,008; 0,000;0,002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien CAPD memiliki kualitas hidup yang secara signifikan lebih baik bila dibandingkan dengan pasien hemodialisis . Kata Kunci : Kualitas hidup; Gagal ginjal kronik; Hemodialisis; Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD)","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"3 1","pages":"54-59"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2019-11-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90546726","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-11-20DOI: 10.24252/join.v4i2.10190
Indra Junsen Asri, Rosnia Rosnia, R. Hidayat, E. L. Sjattar, Titi Iswanti Afelya
Screening of Dysphagia is one of the applications of Evidence Based Nursing (EBN) to reduce complications. From the results of the study found that Screening Dysphagia can be effectively carried out by nurses and cause a decrease in the level of pneumonia (Palli et al., 2017). Screening of Dysphagia also reduces the level of bronchoaspiration in acute stroke patients (Cocho et al., 2015). Many instruments that can be used in Screening of Dysphagia. The best instruments are used with top sensitivity and specificity and evaluation of the results of methodological quality evaluations with a 12 steps criterion adapted from (Jaeschke et al) Namely the Standarized Swallowing Assessment (SSA) instrument. The purpose of this EBN is to assess the effective, efficient and safe use of SSA instruments and the prevalence of dysphagia in dysphagia screening in the lontara neuro treatment room 3 floors 1 behind RSUP Dr. Wahidin SudirohusodoMakassar. In implementing this EBN, it was found that Dysphagia Screening using SSA instruments was effective, efficient and safe to use. Of the 19 patients, 6 were found to have dysphagia.
吞咽困难的筛查是循证护理(EBN)减少并发症的应用之一。从研究结果中发现,护士可以有效地进行筛查吞咽困难,并导致肺炎水平的降低(Palli et al., 2017)。吞咽困难的筛查也降低了急性卒中患者的支气管吸入水平(Cocho等,2015)。许多仪器可用于筛查吞咽困难。使用灵敏度和特异性最高的最佳器械,并采用(Jaeschke等)改编的12步标准(即标准化吞咽评估(SSA)器械)对方法学质量评价结果进行评价。本EBN的目的是评估SSA仪器的有效、高效和安全使用,以及在RSUP Dr. Wahidin SudirohusodoMakassar后面3楼lontara神经治疗室吞咽困难筛查中吞咽困难的患病率。在实施EBN的过程中,发现使用SSA仪器进行吞咽困难筛查是有效、高效和安全的。19例患者中有6例出现吞咽困难。
{"title":"SCREENING DISFAGIA DENGAN INSTRUMENT STANDARDIZED SWALLOWING ASSESSMENT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN NEUROLOGI DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO","authors":"Indra Junsen Asri, Rosnia Rosnia, R. Hidayat, E. L. Sjattar, Titi Iswanti Afelya","doi":"10.24252/join.v4i2.10190","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/join.v4i2.10190","url":null,"abstract":"Screening of Dysphagia is one of the applications of Evidence Based Nursing (EBN) to reduce complications. From the results of the study found that Screening Dysphagia can be effectively carried out by nurses and cause a decrease in the level of pneumonia (Palli et al., 2017). Screening of Dysphagia also reduces the level of bronchoaspiration in acute stroke patients (Cocho et al., 2015). Many instruments that can be used in Screening of Dysphagia. The best instruments are used with top sensitivity and specificity and evaluation of the results of methodological quality evaluations with a 12 steps criterion adapted from (Jaeschke et al) Namely the Standarized Swallowing Assessment (SSA) instrument. The purpose of this EBN is to assess the effective, efficient and safe use of SSA instruments and the prevalence of dysphagia in dysphagia screening in the lontara neuro treatment room 3 floors 1 behind RSUP Dr. Wahidin SudirohusodoMakassar. In implementing this EBN, it was found that Dysphagia Screening using SSA instruments was effective, efficient and safe to use. Of the 19 patients, 6 were found to have dysphagia.","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"43 1","pages":"39-43"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2019-11-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86232856","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pengenalan wajah secara otomatis merupakan sebuah kebutuhan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Pada dasarnya masalah pengenalan wajah dapat di pecahkan dengan menggunakan algoritma atau metode klasifikas, salah satunya adalah Support Vector Machine (SVM). Walaupun sangat baik dalam menyelesaikan permasalahan klasifikasi, SVM hanya dapat digunakan pada data yang bersifat linear saja, sehingga untuk dapat digunakan pada data non-linear maka SVM dimodifikasi dengan menggunakan fungsi kernel. Sulitnya menemukan fungsi kernel yang sesuai dengan karakteristik data yang dipakai membuat para peneliti melakukan pengembangan dengan menggunakan kombinasi dari beberapa kernel atau disebut Multi kernel. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem pengenalan wajah yang berbasis SVM multi kernel dengan metode pembelajaran yang bertambah, artinya apabila terjadi penambahan data atau informasi baru tidak harus menghapus pengetahuan yang lalu dan mengulang pembelajarannya dari awal. Sehingga pembelajaran sistem yang dibangun lebih dinamis. Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat mengenali wajah manusia dengan baik, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata keseluruhan akurasi yang mencapai 89%, kemudian nilai precision 41.67% serta nilai recall sebesar 47.67%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dengan metode pembelajaran yang bertambah, sistem hanya membutuhkan waktu selama 6.4853 detik secara rata-rata pada keseluruhan uji coba.
{"title":"Pengenalan Wajah Menggunakan SVM Multi Kernel dengan Pembelajaran yang Bertambah","authors":"Muhammad Athoillah","doi":"10.15575/JOIN.V2I2.109","DOIUrl":"https://doi.org/10.15575/JOIN.V2I2.109","url":null,"abstract":"Pengenalan wajah secara otomatis merupakan sebuah kebutuhan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Pada dasarnya masalah pengenalan wajah dapat di pecahkan dengan menggunakan algoritma atau metode klasifikas, salah satunya adalah Support Vector Machine (SVM). Walaupun sangat baik dalam menyelesaikan permasalahan klasifikasi, SVM hanya dapat digunakan pada data yang bersifat linear saja, sehingga untuk dapat digunakan pada data non-linear maka SVM dimodifikasi dengan menggunakan fungsi kernel. Sulitnya menemukan fungsi kernel yang sesuai dengan karakteristik data yang dipakai membuat para peneliti melakukan pengembangan dengan menggunakan kombinasi dari beberapa kernel atau disebut Multi kernel. Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem pengenalan wajah yang berbasis SVM multi kernel dengan metode pembelajaran yang bertambah, artinya apabila terjadi penambahan data atau informasi baru tidak harus menghapus pengetahuan yang lalu dan mengulang pembelajarannya dari awal. Sehingga pembelajaran sistem yang dibangun lebih dinamis. Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dapat mengenali wajah manusia dengan baik, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata keseluruhan akurasi yang mencapai 89%, kemudian nilai precision 41.67% serta nilai recall sebesar 47.67%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dengan metode pembelajaran yang bertambah, sistem hanya membutuhkan waktu selama 6.4853 detik secara rata-rata pada keseluruhan uji coba.","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"18 1","pages":"84-91"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2018-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84663995","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penghitungan usia kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun hasil evaluasi kompetensi penghitungan usia kehamilan, taksiran persalinan di prodi kebidanan unsika pada tahun 2016 masih rendah yaitu baru mencapai 20%. Kelemahan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi usia kehamilan juga didapatkan berdasarkan laporan dari lahan praktik mahasiswa prodi Kebidanan Unsika. Melihat data dan laporan tersebut penulis melakukan penelitian dengan membuat aplikasi berisi kalender kahamilan pada smartphone OS Android. Aplikasi kalendar kehamilan tersebut dirancang untuk mempermudah tenaga kesehatan dan calon tenaga kesehatan pemberi pelayanan kehamilan dalam menghitung usia kehamilan, taksiran kehamilan, dan juga membantu ibu hamil untuk mengontrol kehamilannya
{"title":"Aplikasi Kalender Kehamilan (Smart Pregnancy) Berbasis Android","authors":"C. Carudin, Nelly Apriningrum","doi":"10.15575/JOIN.V2I2.125","DOIUrl":"https://doi.org/10.15575/JOIN.V2I2.125","url":null,"abstract":"Penghitungan usia kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun hasil evaluasi kompetensi penghitungan usia kehamilan, taksiran persalinan di prodi kebidanan unsika pada tahun 2016 masih rendah yaitu baru mencapai 20%. Kelemahan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi usia kehamilan juga didapatkan berdasarkan laporan dari lahan praktik mahasiswa prodi Kebidanan Unsika. Melihat data dan laporan tersebut penulis melakukan penelitian dengan membuat aplikasi berisi kalender kahamilan pada smartphone OS Android. Aplikasi kalendar kehamilan tersebut dirancang untuk mempermudah tenaga kesehatan dan calon tenaga kesehatan pemberi pelayanan kehamilan dalam menghitung usia kehamilan, taksiran kehamilan, dan juga membantu ibu hamil untuk mengontrol kehamilannya","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"6 1","pages":"116-120"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2018-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74349594","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pungky Hermayanti, Arif Budimansyah, U. T. Lenggana
Ilmu tasawuf merupakan bagian dari syariat islam. Syariat dalam makna umum adalah keseluruhan ajaran islam. Tidak hanya ilmu tauhid dan ilmu fiqih yang harus dipelajari, tetapi ilmu tasawuf ini merupakan ilmu yang tidak dapat terpisahkan dari ilmu fiqih dan ilmu tauhid. Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara mensucikan jiwa. Ilmu tasawuf didalam pembelajarannya berbeda dengan kedua displin ilmu tersebut, karena ilmu tasawuf bukan ilmu yang sekedar menghapal, tetapi juga ilmu yang harus diimplementasikan sehingga meresap ke dalam keruhanian seorang muslim dengan bimbingan seorang guru mursyid. Dalam pelaksanaannya, umat muslim membutuhkan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung ataupun baik lahiriah maupun batiniah. Bimbingan secara lahiriah ini akan dapat diterapkan secara praktis dan bersifat mobile dengan menggunakan media android sebagai jembatan memahami ilmu tasawuf. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah diimplementasikan menggunakan metode scoring system sebagai parameter dalam memahami kajian ilmu tasawuf berbasis android. Yang dilengkapi dengan latihan kemampuan pemahaman kajian mengenai ilmu tasawuf. Tujuannya adalah mampu meningkatkan kualitas keimanan seseorang dan mampu meningkatkan pemahaman kajian tasawuf, yang Sistem penilaiannya menggunakan metode pengukuran, yaitu metode scoring system. Metode scoring system adalah metode yang memberikan evaluasi terhadap kelayakan subjek tes dalam bentuk nilai.
{"title":"Implementasi Metode Scoring System Sebagai Paramater dalam Memahami Kajian Ilmu Tasawuf Berbasis Android","authors":"Pungky Hermayanti, Arif Budimansyah, U. T. Lenggana","doi":"10.15575/JOIN.V2I2.110","DOIUrl":"https://doi.org/10.15575/JOIN.V2I2.110","url":null,"abstract":"Ilmu tasawuf merupakan bagian dari syariat islam. Syariat dalam makna umum adalah keseluruhan ajaran islam. Tidak hanya ilmu tauhid dan ilmu fiqih yang harus dipelajari, tetapi ilmu tasawuf ini merupakan ilmu yang tidak dapat terpisahkan dari ilmu fiqih dan ilmu tauhid. Ilmu tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara mensucikan jiwa. Ilmu tasawuf didalam pembelajarannya berbeda dengan kedua displin ilmu tersebut, karena ilmu tasawuf bukan ilmu yang sekedar menghapal, tetapi juga ilmu yang harus diimplementasikan sehingga meresap ke dalam keruhanian seorang muslim dengan bimbingan seorang guru mursyid. Dalam pelaksanaannya, umat muslim membutuhkan bimbingan baik secara langsung maupun tidak langsung ataupun baik lahiriah maupun batiniah. Bimbingan secara lahiriah ini akan dapat diterapkan secara praktis dan bersifat mobile dengan menggunakan media android sebagai jembatan memahami ilmu tasawuf. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah diimplementasikan menggunakan metode scoring system sebagai parameter dalam memahami kajian ilmu tasawuf berbasis android. Yang dilengkapi dengan latihan kemampuan pemahaman kajian mengenai ilmu tasawuf. Tujuannya adalah mampu meningkatkan kualitas keimanan seseorang dan mampu meningkatkan pemahaman kajian tasawuf, yang Sistem penilaiannya menggunakan metode pengukuran, yaitu metode scoring system. Metode scoring system adalah metode yang memberikan evaluasi terhadap kelayakan subjek tes dalam bentuk nilai.","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"8 1","pages":"92-101"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2018-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82658692","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dalam membangun sebuah sistem yang terkomputerisasi khususnya sistem pakar, sangat dibutuhkan sebuah inovasi-inovasi demi mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam kasus ini membahas tentang penerapan algoritma nearest neighbor dan metode Case -Based Reasoning (CBR) , dimana algoritma nearest neighbor berfungsi untuk mengklasifikasikan masalah yang ada sedangkan CBR berfungsi sebagai alat untuk penyelesaian masalah yang sudah diklasifikasikan dengan algoritma nearest neighbor . CBR merupakan metode yang memiliki cara kerja yang unik, yaitu penalaran berbasis kasus, dimana hasil dari kasus yang sudah di analisa didapatkan dari kasus yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Dalam artian, metode ini merupakan metode yang dapat mengambil kesimpulan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Dalam kasus ini membahas tentang perilaku seksual yang menyimpang pada kaum LGBT khususnya kaum laki-laki, dimana hasil dari penelitian ini didapatkan berupa jenis-jenis penyimpangan dan tingkat penyimpangan yang dilakukan oleh komunitas LGBT, sistem pakar ini dapat membantu psikolog untuk mencari dan menganalisa kasus yang ada serta memberikan saran dan masukan kepada penderita yang memiliki penyimpangan perilaku seksual.
{"title":"Penerapan Algoritma Nearest Neighbor dan CBR pada Expert System Penyimpangan Perilaku Seksual","authors":"Salamun Salamun","doi":"10.15575/JOIN.V2I2.97","DOIUrl":"https://doi.org/10.15575/JOIN.V2I2.97","url":null,"abstract":"Dalam membangun sebuah sistem yang terkomputerisasi khususnya sistem pakar, sangat dibutuhkan sebuah inovasi-inovasi demi mendapatkan hasil yang lebih baik. Dalam kasus ini membahas tentang penerapan algoritma nearest neighbor dan metode Case -Based Reasoning (CBR) , dimana algoritma nearest neighbor berfungsi untuk mengklasifikasikan masalah yang ada sedangkan CBR berfungsi sebagai alat untuk penyelesaian masalah yang sudah diklasifikasikan dengan algoritma nearest neighbor . CBR merupakan metode yang memiliki cara kerja yang unik, yaitu penalaran berbasis kasus, dimana hasil dari kasus yang sudah di analisa didapatkan dari kasus yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Dalam artian, metode ini merupakan metode yang dapat mengambil kesimpulan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Dalam kasus ini membahas tentang perilaku seksual yang menyimpang pada kaum LGBT khususnya kaum laki-laki, dimana hasil dari penelitian ini didapatkan berupa jenis-jenis penyimpangan dan tingkat penyimpangan yang dilakukan oleh komunitas LGBT, sistem pakar ini dapat membantu psikolog untuk mencari dan menganalisa kasus yang ada serta memberikan saran dan masukan kepada penderita yang memiliki penyimpangan perilaku seksual.","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"53 1","pages":"63-70"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2018-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81028165","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Bahasa adalah alat komunikasi yang paling penting bagi manusia, karena bahasa berfungsi sebagai alat penyampai pesan dari seseorang kepada orang lain. Salah satu bahasa yang popular di kalangan masyarakat Indonesia adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Pembelajaran bahasa dengan cara konvensional biasanya dilakukan dengan cara tatap muka langsung dengan guru di sekolah atau di majelis ilmu. Adanya teknologi berbasis mobile saat ini yang sedang populer yaitu Android dapat membantu proses pembelajaran bahasa, sehingga pembelajaran bahasa inggris dan arab dapat dituangkan pada bentuk digital. Pada penelitian ini akan membuat aplikasi pengenalan bahasa Inggris dan Arab dengan menuangkan multimedia menurut konsep Luther-Sutopo, sehingga diharapkan pembelajaran bisa lebih praktis dan menarik. Metode Luther-Sutopo digunakan untuk rekayasa multimedia, dengan tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution . Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi multimedia pengenalan bahasa berbasis Android yang telah diuji, berdasarkan pengujian alpha didapat bahwa secara fungsional sudah sesuai dengan fungsinya dan dari pengujian beta didapat nilai 87%, yang artinya aplikasi di interpretasi sangat baik oleh pengguna.
{"title":"Aplikasi Pengenalan Bahasa Arab dan Inggris untuk Anak-Anak Berbasis Android","authors":"Hilman Septian, E. Hidayat, Alam Rahmatulloh","doi":"10.15575/JOIN.V2I2.100","DOIUrl":"https://doi.org/10.15575/JOIN.V2I2.100","url":null,"abstract":"Bahasa adalah alat komunikasi yang paling penting bagi manusia, karena bahasa berfungsi sebagai alat penyampai pesan dari seseorang kepada orang lain. Salah satu bahasa yang popular di kalangan masyarakat Indonesia adalah bahasa Inggris dan bahasa Arab. Pembelajaran bahasa dengan cara konvensional biasanya dilakukan dengan cara tatap muka langsung dengan guru di sekolah atau di majelis ilmu. Adanya teknologi berbasis mobile saat ini yang sedang populer yaitu Android dapat membantu proses pembelajaran bahasa, sehingga pembelajaran bahasa inggris dan arab dapat dituangkan pada bentuk digital. Pada penelitian ini akan membuat aplikasi pengenalan bahasa Inggris dan Arab dengan menuangkan multimedia menurut konsep Luther-Sutopo, sehingga diharapkan pembelajaran bisa lebih praktis dan menarik. Metode Luther-Sutopo digunakan untuk rekayasa multimedia, dengan tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing dan distribution . Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi multimedia pengenalan bahasa berbasis Android yang telah diuji, berdasarkan pengujian alpha didapat bahwa secara fungsional sudah sesuai dengan fungsinya dan dari pengujian beta didapat nilai 87%, yang artinya aplikasi di interpretasi sangat baik oleh pengguna.","PeriodicalId":53990,"journal":{"name":"JOURNAL OF INTERCONNECTION NETWORKS","volume":"55 1","pages":"71-78"},"PeriodicalIF":0.7,"publicationDate":"2018-01-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86521819","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}