ABSTRAK Latar Belakang: Faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa adalah penguasaan konsep dan keterampilan mahasiswa yang belum tercapai sesuai keinginan. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mata kuliah farmakologi mendapat nilai rata-rata terendah 2,5 dari mata kuliah lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian handout sebelum perkuliahan terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan “two group post-test only design”. Sampel berjumlah 50 mahasiswa diambil dengan teknik total populasi sampling dari mahasiswa semester III D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Tahun 2015. Instrumen yang digunakan adalah handout, power point, dan soal-soal post-test. Hasil: Analisis menggunakan SPSS 20 for Windows dengan uji statistik Mann Whitney menghasilkan signifikansi ρ = 0,000 dan α = 0,05 maka ρ < α yang berarti ada pengaruh pemberian handout sebelum perkuliahan terhadap hasil belajar mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa yang mendapat handout sebelum perkuliahan mendapat kategori nilai Baik sebanyak 15 responden (30%) lebih baik, dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mendapat handout sebelum perkuliahan yaitu sebanyak 13 responden (26%) mendapat kategori nilai Buruk. Kesimpulan: Pemberian handout sebelum perkuliahan dapat membantu mahasiswa lebih siap menerima materi di kelas karena mahasiswa dapat mempersiapkan diri sebelumnya sehingga mahasiswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. Kata Kunci : Handout, Hasil Belajar, Kebidanan ABSTRACT Introduction: The factors of the student learning difficulties are mastery of concepts and skills that have not been achieved as desired. The preliminary study showed that pharmacology subject received the lowest average score of 2.5 from other subjects. This study aims to determine the effect of giving handouts before lecturing on student learning outcomes. Methods: This study was a quasi experiment with two group post-test only design. A sample of 50 students was taken with the total population sampling technique from semester III D III Midwifery students at the University of Health Faculty in 2015. The instruments used were handouts, powerpoints, and post-test questions. Result and Discussion: The analysis using SPSS 20 for Windows with the Mann Whitney statistical test significance ρ = 0,000 and α = 0.05 then ρ <α, which means that there is an effect of giving handouts before lecturing on student learning outcomes. This shows that the learning outcomes of students who received a handout before the lecture received a Good value category of 15 respondents (30%) better, compared to students who did not get a handout before the lecture, as many as 13 respondents (26%) got the Bad value category. Conclusion: Providing handouts before lectures can help students be better prepared to receive material in class because students can prepare themselves in advance so students can improve their learning o
抽象背景:学生学习困难的原因是尚未实现的学生掌握的概念和技能。初步研究表明,药理学平均比其他学科低2.5分。本研究旨在确定大学前讲义对学生学习成绩的影响。该研究是两组后唯一设计的试验结果。2015年,Kadiri大学健康科学学院,第三学期D - 3学期,学生样本总数为50名学生。使用的工具有讲义、ppt和邮政数学。测试结果:使用SPSS分析20 for Windows和曼统计惠特尼产生ρ=万意义和α= 0。05的ρ<α就意味着有礼物讲义大学之前对学生学习结果的影响。这表明,在大学前拿到讲义的学生在15人(30%)的成绩比在大学前没有拿到讲义的学生有13人(26%)的成绩更好。总结:大学前的讲义可以帮助学生更好地准备课堂材料,因为学生可以提前准备,这样学生就可以提高他们的学习成绩。关键词:讲义、学习结果、助学学:学生学习困难的因素是构思的基石和技能,而这些技能并没有像理想那样实现。先验研究表明,接受西方平均绩点2.5分的受试者。这项研究将在学生学习结束前确定给予的效果。方法:这个研究是一种两组后唯一设计的测试。2015年美国健康学龄大学第三学期期中考试的年度最佳学生样本。过去的仪器是交、powerpoint和邮寄问题。论点和受到质疑:《曼用SPSS分析20 for Windows和惠特尼统计测试遗迹”ρ=万和α= 0。05然后ρ<α,这意味着这是一个有之前的效应给handouts lecturing在学生学习outcomes。这张照片显示,在lecture接收到15个负责任的学生之前,他们收到了一份礼物,比在lecture之前没有得到一份礼物的学生要好,比13个负责任的学生好多了。结束语:为lectures可以帮助学生在毕业前提供资金,因为学生们可以提前准备好自己的学习材料,这样学生们就可以扩大他们的学习。交接,学习来了,期中考试
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN HANDOUT SEBELUM PERKULIAHAN TERHADAP HASIL BELAJAR FARMAKOLOGI KEBIDANAN PADA MAHASISWA DIII KEBIDANAN DI UNIVERSITAS KADIRI TAHUN 2015","authors":"Fitriana Sari","doi":"10.35747/JMR.V3I1.333","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/JMR.V3I1.333","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Latar Belakang: Faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa adalah penguasaan konsep dan keterampilan mahasiswa yang belum tercapai sesuai keinginan. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mata kuliah farmakologi mendapat nilai rata-rata terendah 2,5 dari mata kuliah lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian handout sebelum perkuliahan terhadap hasil belajar mahasiswa. \u0000Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan “two group post-test only design”. Sampel berjumlah 50 mahasiswa diambil dengan teknik total populasi sampling dari mahasiswa semester III D III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri Tahun 2015. Instrumen yang digunakan adalah handout, power point, dan soal-soal post-test. \u0000Hasil: Analisis menggunakan SPSS 20 for Windows dengan uji statistik Mann Whitney menghasilkan signifikansi ρ = 0,000 dan α = 0,05 maka ρ < α yang berarti ada pengaruh pemberian handout sebelum perkuliahan terhadap hasil belajar mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar mahasiswa yang mendapat handout sebelum perkuliahan mendapat kategori nilai Baik sebanyak 15 responden (30%) lebih baik, dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak mendapat handout sebelum perkuliahan yaitu sebanyak 13 responden (26%) mendapat kategori nilai Buruk. \u0000Kesimpulan: Pemberian handout sebelum perkuliahan dapat membantu mahasiswa lebih siap menerima materi di kelas karena mahasiswa dapat mempersiapkan diri sebelumnya sehingga mahasiswa dapat meningkatkan hasil belajarnya. \u0000 Kata Kunci : Handout, Hasil Belajar, Kebidanan \u0000 \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Introduction: The factors of the student learning difficulties are mastery of concepts and skills that have not been achieved as desired. The preliminary study showed that pharmacology subject received the lowest average score of 2.5 from other subjects. This study aims to determine the effect of giving handouts before lecturing on student learning outcomes. \u0000Methods: This study was a quasi experiment with two group post-test only design. A sample of 50 students was taken with the total population sampling technique from semester III D III Midwifery students at the University of Health Faculty in 2015. The instruments used were handouts, powerpoints, and post-test questions. \u0000Result and Discussion: The analysis using SPSS 20 for Windows with the Mann Whitney statistical test significance ρ = 0,000 and α = 0.05 then ρ <α, which means that there is an effect of giving handouts before lecturing on student learning outcomes. This shows that the learning outcomes of students who received a handout before the lecture received a Good value category of 15 respondents (30%) better, compared to students who did not get a handout before the lecture, as many as 13 respondents (26%) got the Bad value category. \u0000Conclusion: Providing handouts before lectures can help students be better prepared to receive material in class because students can prepare themselves in advance so students can improve their learning o","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125584669","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ASI Eksklusif merupakan salah satu program yang cukup sulit dikembangkan karena berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Pemberian ASI eksklusif pada bayi sering dikaitkan dengan motivasi ibu. Dukungan atau dorongan sangat penting untuk mendukung ibu agar berhasil menyusui dengan benar dan secara eksklusif. Salah satu ketidakberhasilan ibu menyusui anaknya, diantaranya ibu belum memahami sepenuhnya cara menyusui yang benar termasuk teknik menyusui yang benar. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 ibu yang melahirkan atau ibu postpartum. Penelitian yang didaptkan bahwa ada hubungan motivasi ibu memberikan ASI eksklusif dengan teknik menyusui yang benar dengan nilai p-value sebesar 0,001 sedangkan untuk koefisien kontingestinya sebesar 0,513 yang menyatakan tingkat hubungannya sedang antara motivasi ibu memberikan ASI eksklusif dengan teknik menyusui yang benar. Lanjutkan penelitian dengan variable lain seperti dukungan pemberian AS eksklusif terhadap praktik menyusui.
{"title":"HUBUNGAN MOTIVASI IBU MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA","authors":"Wulan Wijaya","doi":"10.35747/jmr.v3i1.338","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v3i1.338","url":null,"abstract":"ASI Eksklusif merupakan salah satu program yang cukup sulit dikembangkan karena berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Pemberian ASI eksklusif pada bayi sering dikaitkan dengan motivasi ibu. Dukungan atau dorongan sangat penting untuk mendukung ibu agar berhasil menyusui dengan benar dan secara eksklusif. Salah satu ketidakberhasilan ibu menyusui anaknya, diantaranya ibu belum memahami sepenuhnya cara menyusui yang benar termasuk teknik menyusui yang benar. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 ibu yang melahirkan atau ibu postpartum. Penelitian yang didaptkan bahwa ada hubungan motivasi ibu memberikan ASI eksklusif dengan teknik menyusui yang benar dengan nilai p-value sebesar 0,001 sedangkan untuk koefisien kontingestinya sebesar \u00000,513 yang menyatakan tingkat hubungannya sedang antara motivasi ibu memberikan ASI eksklusif dengan teknik menyusui yang benar. Lanjutkan penelitian dengan variable lain seperti dukungan pemberian AS eksklusif terhadap praktik menyusui.","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129904332","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pendahuluan: World Health Organization (WHO) memperkirakan 10,7 juta perempuan telah meninggal karena melahirkan. Kematian ibu sekitar 25-50% berhubungan dengan masalah kesehatan, persalinan, dan nifas. Kematian ibu bersalin secara umum dipengaruhi tiga faktor berupa passage (jalan lahir), passanger (janin), power (kekuatan), sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya yaitu kurangnya dukungan dari keluarga, khususnya peran serta suami dalam proses kehamilan dan persalinan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan pendamping persalinan terhadap kelancaran persalinan di Puskesmas Martapura 1 tahun 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan uji chi-square. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 tahun 2019, dengan teknik Accidental Sampling. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang berjumlah 35 (60%) reponden, dengan pendamping yaitu sebanyak 21 orang dan tidak didampingi sebanyak 14 ibu bersalin, proses persalinan lancar yaitu sebanyak 24 (68,6%) ibu bersalin, dan 10 ibu bersalin dikatagorikan tidak lancar, hasil Uji chi-square menunjukkan nilai P=0,007, ada hubungan antara dukungan pendamping persalinan dengan kelancaran persalinan. Kesimpulan:.Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pasien untuk selalu didampingi orang terdekatnya selama persalinan sebagai salah satu upaya pelaksanaan asuhan sayang ibu
{"title":"HUBUNGAN DUKUNGAN PENDAMPING PERSALINAN TERHADAP KELANCARAN PERSALINAN DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS MARTAPURA 1 TAHUN 2019","authors":"Bardiati Ulfah","doi":"10.35747/JMR.V2I2.420","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/JMR.V2I2.420","url":null,"abstract":"Pendahuluan: World Health Organization (WHO) memperkirakan 10,7 juta perempuan telah meninggal karena melahirkan. Kematian ibu sekitar 25-50% berhubungan dengan masalah kesehatan, persalinan, dan nifas. Kematian ibu bersalin secara umum dipengaruhi tiga faktor berupa passage (jalan lahir), passanger (janin), power (kekuatan), sedangkan penyebab tidak langsung salah satunya yaitu kurangnya dukungan dari keluarga, khususnya peran serta suami dalam proses kehamilan dan persalinan. \u0000Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan pendamping persalinan terhadap kelancaran persalinan di Puskesmas Martapura 1 tahun 2019. \u0000Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan uji chi-square. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 tahun 2019, dengan teknik Accidental Sampling. \u0000Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang berjumlah 35 (60%) reponden, dengan pendamping yaitu sebanyak 21 orang dan tidak didampingi sebanyak 14 ibu bersalin, proses persalinan lancar yaitu sebanyak 24 (68,6%) ibu bersalin, dan 10 ibu bersalin dikatagorikan tidak lancar, hasil Uji chi-square menunjukkan nilai P=0,007, ada hubungan antara dukungan pendamping persalinan dengan kelancaran persalinan. \u0000Kesimpulan:.Petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pasien untuk selalu didampingi orang terdekatnya selama persalinan sebagai salah satu upaya pelaksanaan asuhan sayang ibu","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122963531","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pendahuluan: UNICEF pada tahun 2007 mengeluarkan protokol baru tentang ”ASI segera” sebagai tindakan ”life saving” atau untuk menyelamatkan kehidupan bayi baru lahir yang harus diketahui setiap tenaga kesehatan. Di Indonesia, hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran dan 8% ibu memberi ASI eskiusif terhadap bayinya sampai 6 bulan. Padahal, diperkirakan sekitar 30.000 kematian bayi baru lahir (usia 28 hari) dapat dicegah melalui inisiasi menyusu dini. Target nasional pemberian ASI eksklusif program pada tahun 2014 sebesar 80%, cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% dan dalam pelaksanaan perlu adanya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan data adalah purposive sampling. Adapun hasil penelitian ini adalah pengetahuan ibu yang mendukung IMD dengan kategori baik yaitu 16.6%, cukup 13.3% dan kurang 70%, dukungan keluarga terhadap IMD yaitu yang mendukung 63.3% dan yang tidak mendukung 36.7%, dorongan tenaga kesehatan yaitu yang mendukung 56.7% dan yang tidak mendukung 43.3%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan pengetahuan ibu terhadap IMD kategori baik 16,6%, dukungan keluarga 63,3% dan dukungan tenaga kesehatan 56.7%
{"title":"PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2017","authors":"S. Fatimah","doi":"10.35747/jmr.v2i2.419","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v2i2.419","url":null,"abstract":"Pendahuluan: UNICEF pada tahun 2007 mengeluarkan protokol baru tentang ”ASI segera” sebagai tindakan ”life saving” atau untuk menyelamatkan kehidupan bayi baru lahir yang harus diketahui setiap tenaga kesehatan. Di Indonesia, hanya 4% bayi disusui ibunya dalam waktu 1 jam pertama setelah kelahiran dan 8% ibu memberi ASI eskiusif terhadap bayinya sampai 6 bulan. Padahal, diperkirakan sekitar 30.000 kematian bayi baru lahir (usia 28 hari) dapat dicegah melalui inisiasi menyusu dini. Target nasional pemberian ASI eksklusif program pada tahun 2014 sebesar 80%, cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 52,3% dan dalam pelaksanaan perlu adanya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan teknik pengambilan data adalah purposive sampling. Adapun hasil penelitian ini adalah pengetahuan ibu yang mendukung IMD dengan kategori baik yaitu 16.6%, cukup 13.3% dan kurang 70%, dukungan keluarga terhadap IMD yaitu yang mendukung 63.3% dan yang tidak mendukung 36.7%, dorongan tenaga kesehatan yaitu yang mendukung 56.7% dan yang tidak mendukung 43.3%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan pengetahuan ibu terhadap IMD kategori baik 16,6%, dukungan keluarga 63,3% dan dukungan tenaga kesehatan 56.7%","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115999195","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi. Kesehatan reproduksi di kalangan wanita merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan. Masalah kesehatan organ reproduksi pada remaja perlu mendapat perhatian yang serius, karena masalah tersebut paling sering muncul pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Sering kali remaja mengabaikan pentingnya berperilaku sehat terutama dalam menjaga organ vagina agar terhindar dari berbagai penyakit yang sering dijumpai pada kesehatan organ vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan dengan metode peer group terhadap pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimen (eksperimen semu) dengan pre-post with control group designSampel dalam penelitian ini didapatkan pada bulan Juni berjumlah 30 orang siswi yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin dan dibagi menjadi 2 kelompok, terdapat 15 orang responden masuk kelompok intervensi dan 15 orang masuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji “Wilcoxon Signed Rank Test” yaitu untuk mengetahui perbedaan (komparasi) antara sebelum dan sesudah dengan menggunakan skala data ordinal. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan personal hygiene pada remaja putri dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan metode Peer Group Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Remaja Putri dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai pengetahuan personal hygiene antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode peer group pada kelompok intervensi
生殖健康是一种完全健康的身体、精神和社会状态,而不仅仅是与生殖系统、功能和过程相关的疾病或残疾。妇女的生殖健康是一个值得注意的问题。青少年的生殖器官健康问题需要认真对待,因为这一问题最常出现在包括印度尼西亚在内的发展中国家。通常,青少年忽视了良好行为的重要性,尤其是在保护阴道器官以避免经常出现在阴道器官健康中的疾病方面。本研究旨在探讨团体医疗教育对年轻女性个人卫生知识的影响。这种研究使用定量研究与实验准实验设计(虚幻)和控制集团designSampel pre-post在本研究中获得6月穆罕默德的30名学生在初中1日Banjarmasin分为两组,有15人受访者进入干预小组,15人进入对照组。数据分析使用Wilcoxon Signed Rank Test检测,即使用序数数据规模,检测前后(比较)之间的差异。研究结果证明有影响的年轻女性对健康教育知识personal hygieneρ价值= 0.001。这项研究得出的结论是,Peer Group的健康教育对年轻女性的个人卫生知识的影响,可以从之前和之后的健康教育与Peer Group干预小组方法之间的差异来证明
{"title":"PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE PEER GROUP TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE","authors":"Domas Nurchandra Pramudyanti","doi":"10.35747/jmr.v2i2.423","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v2i2.423","url":null,"abstract":"Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi. Kesehatan reproduksi di kalangan wanita merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan. Masalah kesehatan organ reproduksi pada remaja perlu mendapat perhatian yang serius, karena masalah tersebut paling sering muncul pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Sering kali remaja mengabaikan pentingnya berperilaku sehat terutama dalam menjaga organ vagina agar terhindar dari berbagai penyakit yang sering dijumpai pada kesehatan organ vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan dengan metode peer group terhadap pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Quasi Eksperimen (eksperimen semu) dengan pre-post with control group designSampel dalam penelitian ini didapatkan pada bulan Juni berjumlah 30 orang siswi yang ada di SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin dan dibagi menjadi 2 kelompok, terdapat 15 orang responden masuk kelompok intervensi dan 15 orang masuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji “Wilcoxon Signed Rank Test” yaitu untuk mengetahui perbedaan (komparasi) antara sebelum dan sesudah dengan menggunakan skala data ordinal. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan personal hygiene pada remaja putri dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan metode Peer Group Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Remaja Putri dibuktikan dengan adanya perbedaan nilai pengetahuan personal hygiene antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode peer group pada kelompok intervensi","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"95 22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129169180","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang: Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014 beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Saharan 179.000 jiwa, Asia Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa (WHO, 2015). Indikator ini tidak hanya mampu menilai program kesehatan ibu, terlebih lagi mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan, baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas. AKI di Indonesia menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup meningkat dibandingkan hasil SDKI tahun 2007 yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2015). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional . Baik variabel bebas maupun variabel terikat diukur menurut keadaan atau statusnya pada waktu diobservasi. Penelitian cross-sectional ini merupakan salah satu studi observasional, dimana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. Hasil: Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh terbanyak adalah kejadian ketuban pecah dini pada usia kehamilan aterm. Dan kejadiannya mayoritas terjadi pada ibu hamil aterm dengan penyulit lain. Faktor kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh yang paling tinggi kekuatan hubungannya adalah komplikasi KPD dengan penyulit lain. Kesimpulan: Pelayanan kesehatan dapat mengupayakan upaya preventif kejadian KPD dengan deteksi dini komplikasi kehamilan di pelayanan primer. Bagi penanggung jawab RSUD M. Ansari Saleh diharapkan dapat meningkatkan upaya penanganan komplikasi khususnya KPD. Bagi institusi pendidikan di harapkan terus melakukan penelitian terkait untuk pengembangan upaya pencegahan komplikasi maternal. Kata kunci : Ketuban, Pecah, Dini
{"title":"DETERMINAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD M. ANSARI SALEH BANJARMASIN","authors":"Darmayanti Wulandatika","doi":"10.35747/JMR.V2I1.319","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/JMR.V2I1.319","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014 beberapa negara memiliki AKI cukup tinggi seperti Afrika Sub-Saharan 179.000 jiwa, Asia Selatan 69.000 jiwa, dan Asia Tenggara 16.000 jiwa (WHO, 2015). Indikator ini tidak hanya mampu menilai program kesehatan ibu, terlebih lagi mampu menilai derajat kesehatan masyarakat, karena sensitifitasnya terhadap perbaikan pelayanan kesehatan, baik dari sisi aksesibilitas maupun kualitas. AKI di Indonesia menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup meningkat dibandingkan hasil SDKI tahun 2007 yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2015). \u0000Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional . Baik variabel bebas maupun variabel terikat diukur menurut keadaan atau statusnya pada waktu diobservasi. Penelitian cross-sectional ini merupakan salah satu studi observasional, dimana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. \u0000Hasil: Kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh terbanyak adalah kejadian ketuban pecah dini pada usia kehamilan aterm. Dan kejadiannya mayoritas terjadi pada ibu hamil aterm dengan penyulit lain. Faktor kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD M. Ansari Saleh yang paling tinggi kekuatan hubungannya adalah komplikasi KPD dengan penyulit lain. \u0000Kesimpulan: Pelayanan kesehatan dapat mengupayakan upaya preventif kejadian KPD dengan deteksi dini komplikasi kehamilan di pelayanan primer. Bagi penanggung jawab RSUD M. Ansari Saleh diharapkan dapat meningkatkan upaya penanganan komplikasi khususnya KPD. Bagi institusi pendidikan di harapkan terus melakukan penelitian terkait untuk pengembangan upaya pencegahan komplikasi maternal. \u0000Kata kunci : Ketuban, Pecah, Dini","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131356512","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang: Postpartum blues adalah nama yang diberikan untuk perubahan perasaan/mood sacara cepat yang terjadi sekitar 50-70 % dari semua ibu selama seminggu atau segera setelah melahirkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, jumlah persalinan normal di Puskesmas Kalikotes adalah 574 orang (95,64 %), jumlah kasus postpartum blues/ depresi postpartum adalah 12 orang dan 55% diderita oleh ibu yang berusia kurang dari 20 tahun (Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, 2017). Menurut data dari Badan Pusat Statistik pernikahan usia muda di Kabupaten Klaten adalah sebanyak 20.000 orang dan di Kecamatan Kalikotes pernikahan usia muda sebanyak 2500 orang/ 12,5% . Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian studi survey analitik dan rancangan penelitian adalah korelasional. Metode pendekatan dengan menggunakan cross-sectional yang dilakukan pada 48 ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikotes, Klaten. Analisis data menggunakan chi square untuk menguji hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi square membuktikan adanya hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes.
{"title":"HUBUNGAN ANTARA USIA IBU NIFAS DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES","authors":"Domas Nurchandra P","doi":"10.35747/jmr.v2i1.320","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v2i1.320","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Postpartum blues adalah nama yang diberikan untuk perubahan perasaan/mood sacara cepat yang terjadi sekitar 50-70 % dari semua ibu selama seminggu atau segera setelah melahirkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, jumlah persalinan normal di Puskesmas Kalikotes adalah 574 orang (95,64 %), jumlah kasus postpartum blues/ depresi postpartum adalah 12 orang dan 55% diderita oleh ibu yang berusia kurang dari 20 tahun (Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, 2017). Menurut data dari Badan Pusat Statistik pernikahan usia muda di Kabupaten Klaten adalah sebanyak 20.000 orang dan di Kecamatan Kalikotes pernikahan usia muda sebanyak 2500 orang/ 12,5% . \u0000Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. \u0000Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian studi survey analitik dan rancangan penelitian adalah korelasional. Metode pendekatan dengan menggunakan cross-sectional yang dilakukan pada 48 ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikotes, Klaten. Analisis data menggunakan chi square untuk menguji hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. \u0000Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi square membuktikan adanya hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes.","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124778687","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Long-term contraception method (MKJP) is a type of contraception that is very effective for avoiding births, regulating birth intervals and not affecting sexual relations that can last for 3 years to a lifetime such as IUD, Implants, MOW and MOP. Long-term contraceptive methods (MKJP) have proven to be the most effective way to reduce pregnancy rates, but until now MKJP has not yet become the choice of the majority of couples of reproductive age in Indonesia. Kabupaten Banjar, Martapura are still included in the regions where the coverage of MKJP KB is low, it can be seen in the achievement figures which show a significant decrease in 2015 reached 6.6%, in year 2016 reached 7.0% and in year 2017, only 2.3%. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population and sample are mothers with criteria for women of childbearing age (WUS) as family planning acceptors who visit and seek treatment at Puskesmas Paramasan Kabupaten Banjar. A large sample of 60respondents. Data was collected by interview using a structured questionnaire, the results of data collection were analyzed using univariate and bivariate statistics with a chi square test using a computer program with a significance value (α)≤0.05. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents did not use MKJP KB, most of the respondents had sufficient knowledge and most respondents' attitudes were sufficient. Bivariate analysis showed that there was a correlation between knowledge of the use of MKJP KB (p-value =0.001) and there was a relationship between attitudes towards the use of MKJP KB (p-value =0.000).It is recommended for agencies to be concerned about the need for cross-sector cooperation in an effort to increase respondents' knowledge and attitudes about the advantages and disadvantages of using MKJP KB.It is expected that with the increased knowledge held by respondents about MKJP KB, then the attitude of respondents in contraceptive use for KB MKJP is expected to be better.And will affect the increase in the number of MKJP KB use.
长期避孕法(MKJP)是指宫内节育器(IUD)、植入物(Implants)、MOW、MOP等避孕方法,是一种对避免生育、调节生育间隔、不影响性关系非常有效的避孕方法,可以持续3年至一生。长期避孕方法(MKJP)已被证明是降低怀孕率最有效的方法,但直到现在MKJP还没有成为印度尼西亚大多数育龄夫妇的选择。Kabupaten Banjar, Martapura仍然包括在MKJP KB覆盖率较低的地区,这可以从成就数据中看出,2015年显着下降,达到6.6%,2016年达到7.0%,2017年仅为2.3%。本研究采用横断面方法进行定量研究。人口和样本是育龄妇女作为计划生育接受者的标准母亲,她们到Puskesmas Paramasan Kabupaten Banjar就诊并寻求治疗。60名受访者的大样本。采用结构化问卷访谈法收集数据,数据收集结果采用卡方检验进行单变量和双变量统计分析,采用计算机程序进行卡方检验,显著性值(α)≤0.05。单变量分析结果显示,大部分被调查者没有使用MKJP知识库,大部分被调查者知识充足,大部分被调查者态度充分。双变量分析表明,MKJP知识库使用知识与态度之间存在相关性(p值=0.001),对MKJP知识库使用态度之间存在相关性(p值=0.000)。建议各机构关注跨部门合作的必要性,以努力提高答复者对使用MKJP知识库的利弊的认识和态度。预计随着被调查者对MKJP知识掌握程度的提高,被调查者对KB MKJP避孕药具使用的态度将会有所改善。并且会影响MKJP KB使用数量的增加。
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PENGGUNAANKB METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARAMASAN KABUPATEN BANJAR, MARTAPURA","authors":"Ari Widyarni","doi":"10.35747/jmr.v2i1.322","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v2i1.322","url":null,"abstract":"Long-term contraception method (MKJP) is a type of contraception that is very effective for avoiding births, regulating birth intervals and not affecting sexual relations that can last for 3 years to a lifetime such as IUD, Implants, MOW and MOP. Long-term contraceptive methods (MKJP) have proven to be the most effective way to reduce pregnancy rates, but until now MKJP has not yet become the choice of the majority of couples of reproductive age in Indonesia. Kabupaten Banjar, Martapura are still included in the regions where the coverage of MKJP KB is low, it can be seen in the achievement figures which show a significant decrease in 2015 reached 6.6%, in year 2016 reached 7.0% and in year 2017, only 2.3%. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population and sample are mothers with criteria for women of childbearing age (WUS) as family planning acceptors who visit and seek treatment at Puskesmas Paramasan Kabupaten Banjar. A large sample of 60respondents. Data was collected by interview using a structured questionnaire, the results of data collection were analyzed using univariate and bivariate statistics with a chi square test using a computer program with a significance value (α)≤0.05. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents did not use MKJP KB, most of the respondents had sufficient knowledge and most respondents' attitudes were sufficient. Bivariate analysis showed that there was a correlation between knowledge of the use of MKJP KB (p-value =0.001) and there was a relationship between attitudes towards the use of MKJP KB (p-value =0.000).It is recommended for agencies to be concerned about the need for cross-sector cooperation in an effort to increase respondents' knowledge and attitudes about the advantages and disadvantages of using MKJP KB.It is expected that with the increased knowledge held by respondents about MKJP KB, then the attitude of respondents in contraceptive use for KB MKJP is expected to be better.And will affect the increase in the number of MKJP KB use.","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129822970","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jumlah akseptor kontrasepsi MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP. Rendahnya angka pengguna MKJP ini dinilai menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya angka kegagalan penundaan atau penjarangan memiliki anak.Pemilihan metode kontrasepsi ini tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.Tujuan penelitian ini adalah menentukan determinan yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB di PMB Tuti Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan desain penelitian analitik.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB di PMB Tuti Gambut. Penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling dan didapatkan sampel yang diambil adalah sejumlah 75 orang.Tehnik pengambilan data menggunakan data sekunder, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ini yaitu dari segi usia akseptor KB yang ada di PMB Tuti terbanyak adalah pada usia tidak berisiko (usia reproduktif) yaitu usia 20 sampai 35 tahun. Akseptor dengan paritas yang tidak berisiko lebih banyak dari pada akseptor yang memiliki paritas yang berisiko (paritas lebih dari 3), sedangkan akseptor yang berpendidikan tinggi lebih sedikit dari pada akseptor yang memiliki pendidikan rendah.Akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang lebih sedikit dibandingkan dengan akseptor yang menggunakan kontrasepsi non MKJP. Faktor determinan yang berhubungan dalam pemilihan kontrasepsi MKJP adalah usia, sedangkan faktor paritas dan pendidikan tidak berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP.
{"title":"ANALISIS DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI OLEH AKSEPTOR KB DI PMB TUTI GAMBUT KABUPATEN BANJARKALIMANTAN SELATAN","authors":"Mirawati Mirawati","doi":"10.35747/jmr.v2i1.321","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v2i1.321","url":null,"abstract":"Jumlah akseptor kontrasepsi MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP. Rendahnya angka pengguna MKJP ini dinilai menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya angka kegagalan penundaan atau penjarangan memiliki anak.Pemilihan metode kontrasepsi ini tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.Tujuan penelitian ini adalah menentukan determinan yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi pada akseptor KB di PMB Tuti Gambut Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan desain penelitian analitik.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB di PMB Tuti Gambut. Penelitian ini menggunakan tehnik simple random sampling dan didapatkan sampel yang diambil adalah sejumlah 75 orang.Tehnik pengambilan data menggunakan data sekunder, analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ini yaitu dari segi usia akseptor KB yang ada di PMB Tuti terbanyak adalah pada usia tidak berisiko (usia reproduktif) yaitu usia 20 sampai 35 tahun. Akseptor dengan paritas yang tidak berisiko lebih banyak dari pada akseptor yang memiliki paritas yang berisiko (paritas lebih dari 3), sedangkan akseptor yang berpendidikan tinggi lebih sedikit dari pada akseptor yang memiliki pendidikan rendah.Akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang lebih sedikit dibandingkan dengan akseptor yang menggunakan kontrasepsi non MKJP. Faktor determinan yang berhubungan dalam pemilihan kontrasepsi MKJP adalah usia, sedangkan faktor paritas dan pendidikan tidak berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi MKJP.","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"1972 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129979289","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang: World Health Organization menyatakan bahwa penyebab kematian pada neonatal pada usia 0-27 hari adalah prematuritas dan BBLR sebanyak 16%. BBLR yang menjalani metode Kangaroo Mother Care (KMC) akan mempunyai pengalaman psikologis dan emosional lebih baik karena dengan metode KMC selain memperoleh kehangatan bayi akan lebih dekat kepada ibu sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Metode KMC merupakan bagian dari prosedur perawatan bayi berat lahir rendah di RSUD Ulin Banjarmasin Tujuan: Menganalisis Pengaruh Penerapan KMC terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ulin Banjarmasin Metode: penelitian kuantitatif menggunakan model Pre-eksperimental dan rancangan One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sample adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer, menggunakan analisis uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Ada Pengaruh Penerapan KMC terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ulin Banjarmasin Simpulan: terdapat pengaruh yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah mendapatkan KMC
背景:世界卫生组织(World Health Organization)指出,在27天内的新生儿死亡率为16%,BBLR为16%。接受袋鼠妈妈护理方法的BBLR将会有更好的心理和情感体验,因为KMC的方法比获得婴儿的温暖更接近母亲,从而提高婴儿的生活质量。KMC方法是u素RSUD ujarmasin中级低出生婴儿护理程序的一部分:分析KMC对低出生婴儿体重增加的影响:一组前试验模型和一组前测试设计的定量研究。采样技术是采样过程。数据收集使用次要数据和主要数据,使用95%的诚信测试分析。结果:KMC对出生体重较低的婴儿体重增加的影响如下:在获得KMC之前和之后的体重都有很大的影响
{"title":"PENGARUH PENERAPAN KANGAROO MOTHER CARE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD ULIN BANJARMASIN","authors":"S. Fatimah","doi":"10.35747/jmr.v2i1.318","DOIUrl":"https://doi.org/10.35747/jmr.v2i1.318","url":null,"abstract":"Latar Belakang: World Health Organization menyatakan bahwa penyebab kematian pada neonatal pada usia 0-27 hari adalah prematuritas dan BBLR sebanyak 16%. BBLR yang menjalani metode Kangaroo Mother Care (KMC) akan mempunyai pengalaman psikologis dan emosional lebih baik karena dengan metode KMC selain memperoleh kehangatan bayi akan lebih dekat kepada ibu sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Metode KMC merupakan bagian dari prosedur perawatan bayi berat lahir rendah di RSUD Ulin Banjarmasin \u0000Tujuan: Menganalisis Pengaruh Penerapan KMC terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ulin Banjarmasin \u0000Metode: penelitian kuantitatif menggunakan model Pre-eksperimental dan rancangan One Group Pretest Posttest. Teknik pengambilan sample adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer, menggunakan analisis uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. \u0000Hasil: Ada Pengaruh Penerapan KMC terhadap Peningkatan Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Ulin Banjarmasin \u0000Simpulan: terdapat pengaruh yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah mendapatkan KMC","PeriodicalId":104387,"journal":{"name":"Journal of Midwifery and Reproduction","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133595060","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}