Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan bentuk konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate yaitu frase nomina posesif yang terbentuk dari unsur kata ganti orang, sebutan, kekerabatan, nama diri, hewan, tumbuhan, profesi yang merupakan unsur penjelas atau yang menerangkan dalam frase yang diikuti bentuk pe yang merupakan penanda milik (kepunyaan) disertai nomina. Inti frase selalu berkategori nomina yang terbentuk baik dari unsur yang berkategori nomina maupun verba    yang diulang. Adapun konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate selalu berupa frase karena terdiri dari gabungan kata yang berupa unsur yang menerangkan, penanda milik, dan unsur yang diterangkan yang berkonstruksi: (1) kata ganti persona + pe + nomina; (2) kekerabatan + pe + nomina; (3) sebutan + pe + nomina; (4) hewan (-insani) + pe + nomina; (5) tumbuhan (-insani) + pe + nomina; (6) profesi + pe + nomina; (7) nama diri + pe + nomina; (8) kata ganti persona + pe + nomina + pe + nomina; dan (9) kekerabatan , nama diri + pe + kekerabatan + pe + kekerabatan + pe + frase nomina.
本研究的目的是用描述性定性方法来描述马来语中的占有欲形式。之所以选择这种方法,是因为它符合研究的目的,即在马来语中描述占有欲建筑形式。研究表明,马来语中有占有性形式,即附格名词,由人称代词、头衔、亲属关系、专有名词、专有名词、动物、植物组成的所有权名词,这些名词构成了一种分散性或解释性的职业,在动词后面有一种分散性或指导性形式,而pe是一种标记(一种)的财产形式。短语的核心总是一个由多个名词组成的名词和一个重复的动词构成的名词。至于在马来语中所有格结构,它总是一个短语,因为它是由描述的元素、书签和解释的结构元素组合而成的:(1)人称代词+ pe + nomina;(2)亲属+ pe +名词;(3)标题+ pe +名词;(4)动物(-insani) + pe +名词;(5)植物(-insani) + pe +名词;(6)职业+ pe +名词;(7)姓名+ pe +名词;(8)人称代词+ pe + nomina + pe + nomina;(9)柏拉图,专有名词+柏拉图+柏拉图+柏拉图。
{"title":"KONSTRUKSI POSESIF DALAM BAHASA MELAYU TERNATE","authors":"Ety Duwila, Nurain Jalaluddin","doi":"10.33387/HJP.V12I1.2631","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/HJP.V12I1.2631","url":null,"abstract":"Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena berkaitan dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan bentuk konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk posesif dalam bahasa Melayu Ternate yaitu frase nomina posesif yang terbentuk dari unsur kata ganti orang, sebutan, kekerabatan, nama diri, hewan, tumbuhan, profesi yang merupakan unsur penjelas atau yang menerangkan dalam frase yang diikuti bentuk pe yang merupakan penanda milik (kepunyaan) disertai nomina. Inti frase selalu berkategori nomina yang terbentuk baik dari unsur yang berkategori nomina maupun verba    yang diulang. Adapun konstruksi posesif dalam bahasa Melayu Ternate selalu berupa frase karena terdiri dari gabungan kata yang berupa unsur yang menerangkan, penanda milik, dan unsur yang diterangkan yang berkonstruksi: (1) kata ganti persona + pe + nomina; (2) kekerabatan + pe + nomina; (3) sebutan + pe + nomina; (4) hewan (-insani) + pe + nomina; (5) tumbuhan (-insani) + pe + nomina; (6) profesi + pe + nomina; (7) nama diri + pe + nomina; (8) kata ganti persona + pe + nomina + pe + nomina; dan (9) kekerabatan , nama diri + pe + kekerabatan + pe + kekerabatan + pe + frase nomina.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127174274","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Artikel ini ingin mendiskusikan tentang cerita rakyat sebagai sumber nilai dalam pembentukan karakter. Sumber datanya pada cerita rakyat masyarakat Ternate. Cerita rakyat masyarakat Ternate masih banyak tersebar di tengah-tengah masyarakatnya. Cerita rakyat seperti mitos maupun legenda masih sering diceritakan secara turun temurun dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Ternate. Cerita rakyat  seperti Kapita Bajurante, Asal mula Mahkota Sultan Ternate, dan Tolire Gam Jaha masih diketahui sebagian masyarakat Ternate. Fokus masalah dalam artikel ini lebih ditilik pada nila-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Ternate, dan bagaimana bentuk pemertahanan dalam lingkungan kehidupan sosial budaya. Adapun tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan mengekplanasik nila-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Ternate, serta untuk mengetahui bentuk pemertahanan dalam lingkungan kehidupan sosial. Metode dalam artikel ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Di mana, informasi dideskripsikan secara teliti dan analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, perekaman, dan pencatatan, serta pengumpulan dokumen. Artikel ini menunjukkan bahwa cerita rakyat masyarakat Ternate yang terdapat dalam cerita Kapita Bajurante, Asal mula Mahkota Sultan Ternate, dan Tolire Gam Jaha banyak mengandung nilai-nilai sosial budaya dan pesan moral, sehingga dapat berfungsi sebagai pembentukan karakter.
{"title":"CERITA RAKYAT SEBAGAI SUMBER NILAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER: STUDI ETNOPEDAGOGI PADA CERITA RAKYAT MASYARAKAT TERNATE","authors":"Hudan Irsyadi, Sunaidin ode Mulae","doi":"10.33387/HJP.V12I1.3297","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/HJP.V12I1.3297","url":null,"abstract":"Artikel ini ingin mendiskusikan tentang cerita rakyat sebagai sumber nilai dalam pembentukan karakter. Sumber datanya pada cerita rakyat masyarakat Ternate. Cerita rakyat masyarakat Ternate masih banyak tersebar di tengah-tengah masyarakatnya. Cerita rakyat seperti mitos maupun legenda masih sering diceritakan secara turun temurun dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Ternate. Cerita rakyat  seperti Kapita Bajurante, Asal mula Mahkota Sultan Ternate, dan Tolire Gam Jaha masih diketahui sebagian masyarakat Ternate. Fokus masalah dalam artikel ini lebih ditilik pada nila-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Ternate, dan bagaimana bentuk pemertahanan dalam lingkungan kehidupan sosial budaya. Adapun tujuannya adalah untuk mendeskripsikan dan mengekplanasik nila-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Ternate, serta untuk mengetahui bentuk pemertahanan dalam lingkungan kehidupan sosial. Metode dalam artikel ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Di mana, informasi dideskripsikan secara teliti dan analitis. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, perekaman, dan pencatatan, serta pengumpulan dokumen. Artikel ini menunjukkan bahwa cerita rakyat masyarakat Ternate yang terdapat dalam cerita Kapita Bajurante, Asal mula Mahkota Sultan Ternate, dan Tolire Gam Jaha banyak mengandung nilai-nilai sosial budaya dan pesan moral, sehingga dapat berfungsi sebagai pembentukan karakter.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114466989","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari faktor internal serta peluang dan ancaman dari faktor eksternal objek wisata cengkeh Afo sebagai tujuan wisata rempah-rempah di Ternate, dan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata cengkeh Afo sebagai destinasi tujuan wisata rempah-rempah (Spices tourism). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive research) atau eksplanatory terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara (interview), dokumentasi dan kajian pustaka. Hasil yang ditemukan adalah aksesbilitas di cengkeh afo cukup baik, amenitas sangat menunjang, atraksi cukup bagus. Simpulan pada penilaian terhadap objek wisata cengkeh afo berada pada diagram batang yang menunjukan bahwa faktor internal dan ekternal pada objek wisata cengkeh afo dari penilaian 26 responden menemukan sangat variatif yaitu pda responden nomor 1 sampai 26 mempunyai penilaian terhadap objek wisata terendah 14,18% sampai pada tertinggi 89,55%, atau keseluruhan 867,22%, dalam hal ini menunjukan bahwa potensi objek wisata cengkeh afo dapat dikembang menjadi tujuan wisatawan yang cukup baik.
{"title":"STRATEGI PENILAIAN OBJEK WISATA CENGKEH AFO SEBAGAI UPAYA PENGUATAN SEKTOR PARIWISATA DI TERNATE","authors":"Sunaidin ode Mulae, Rusli M Said","doi":"10.33387/hjp.v10i1.1344","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v10i1.1344","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari faktor internal serta peluang dan ancaman dari faktor eksternal objek wisata cengkeh Afo sebagai tujuan wisata rempah-rempah di Ternate, dan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata cengkeh Afo sebagai destinasi tujuan wisata rempah-rempah (Spices tourism). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive research) atau eksplanatory terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode observasi (pengamatan), wawancara (interview), dokumentasi dan kajian pustaka. Hasil yang ditemukan adalah aksesbilitas di cengkeh afo cukup baik, amenitas sangat menunjang, atraksi cukup bagus. Simpulan pada penilaian terhadap objek wisata cengkeh afo berada pada diagram batang yang menunjukan bahwa faktor internal dan ekternal pada objek wisata cengkeh afo dari penilaian 26 responden menemukan sangat variatif yaitu pda responden nomor 1 sampai 26 mempunyai penilaian terhadap objek wisata terendah 14,18% sampai pada tertinggi 89,55%, atau keseluruhan 867,22%, dalam hal ini menunjukan bahwa potensi objek wisata cengkeh afo dapat dikembang menjadi tujuan wisatawan yang cukup baik.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128243217","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana lesson study berbasis sekolah di SMK Pembangunan mampu menjadi komunitas belajar guru pada abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian deskriptif dengan metode study kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka, sementara observasi dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Berdasarkan hasil wawancara, LSBS ini memberi kontribusi podsitif bagi seluruh guru model. Hasil pengamatan menunjukkan: kemampuan guru model dalam mendesain perencanaan pembelajaran (lesson design) sebesar 89% dan kemampuan guru model dalam menerapkan pembelajaran (open class) sebesar 90%. Sedang hasil pengamatan kemampuan guru merefleksi pembelajaran menjadi lebih variative
{"title":"Lesson study berbasis sekolah sebagai komunitas belajar guru abad 21","authors":"I. Abdullah, Eva Marthinu, E. Purwati","doi":"10.33387/hjp.v10i1.1413","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v10i1.1413","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana lesson study berbasis sekolah di SMK Pembangunan mampu menjadi komunitas belajar guru pada abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian deskriptif dengan metode study kasus (case study). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara tatap muka, sementara observasi dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Berdasarkan hasil wawancara, LSBS ini memberi kontribusi podsitif bagi seluruh guru model. Hasil pengamatan menunjukkan: kemampuan guru model dalam mendesain perencanaan pembelajaran (lesson design) sebesar 89% dan kemampuan guru model dalam menerapkan pembelajaran (open class) sebesar 90%. Sedang hasil pengamatan kemampuan guru merefleksi pembelajaran menjadi lebih variative","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"63 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127570461","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Banyak masyarakat Kota Ternate menjadi korban tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan modus investasi disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor ekonomi dimana masyarakat ingin mendapatkan keuntungan yang berlipat tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi dikemudian hari, faktor lingkungan dimana masyarakat hanya melihat para nasabah lain disekitar mereka adalah orang-orang yang memiliki strata pekerjaan dan pendidikan yang baik sehingga masyaraat lainnya ikut yakin dengan kegiatan penghimpunan dana ilegal tersebut dan faktor penerapan hukum terhadap pelaku yang selama ini belum maksimal dan belum dapat memberikan efek jera bari para pelaku lainnya dengan beranggapa bahwa jika ia melakukan tindak pidana tersebut hanya dihukum beberapa tahun dan setelah bebas masih dapat menikmati hasil dari kejahatannya. Disisi lain penegakan hukum tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan modus investasi di Kota Ternate belum bejalan secara efektif. hal mana pada proses penyidikan masih terdapat banyak pelaku lain yang belum di proses hingga saat ini, selain itu pada tahap penuntutan dan putusan pengadilan, nampak jelas belaum adanya keseriusan oleh para penuntut umum maupun hakim untuk menerapkan hukuman maksimal bagi para pelaku agar dapat meberikan rasa keadilan bagi para nasabah yang menjadi korban serta dapat menjadi pelajaran bagi pelaku lain sehingga takut dan jera untuk melakukan tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan modus investasi.
{"title":"EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT SECARA ILEGAL DENGAN MODUS INVESTASI DI KOTA TERNATE","authors":"Tri Syafari, Basto Daeng Robo","doi":"10.33387/hjp.v10i1.1386","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v10i1.1386","url":null,"abstract":"Banyak masyarakat Kota Ternate menjadi korban tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan modus investasi disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor ekonomi dimana masyarakat ingin mendapatkan keuntungan yang berlipat tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi dikemudian hari, faktor lingkungan dimana masyarakat hanya melihat para nasabah lain disekitar mereka adalah orang-orang yang memiliki strata pekerjaan dan pendidikan yang baik sehingga masyaraat lainnya ikut yakin dengan kegiatan penghimpunan dana ilegal tersebut dan faktor penerapan hukum terhadap pelaku yang selama ini belum maksimal dan belum dapat memberikan efek jera bari para pelaku lainnya dengan beranggapa bahwa jika ia melakukan tindak pidana tersebut hanya dihukum beberapa tahun dan setelah bebas masih dapat menikmati hasil dari kejahatannya. Disisi lain penegakan hukum tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan modus investasi di Kota Ternate belum bejalan secara efektif. hal mana pada proses penyidikan masih terdapat banyak pelaku lain yang belum di proses hingga saat ini, selain itu pada tahap penuntutan dan putusan pengadilan, nampak jelas belaum adanya keseriusan oleh para penuntut umum maupun hakim untuk menerapkan hukuman maksimal bagi para pelaku agar dapat meberikan rasa keadilan bagi para nasabah yang menjadi korban serta dapat menjadi pelajaran bagi pelaku lain sehingga takut dan jera untuk melakukan tindak pidana penghimpunan dana masyarakat secara ilegal dengan modus investasi.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117238660","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Facebook merupakan jejaring sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluargaRuang halusinatif (Cyberspace pada satu titik dimaknai sebagai ruang halusinatif yang dibentuk melalui media digital berupa bit-bit) informasi dalam database komputer, yang akan menghasilkan pengalaman-pengalaman halusinatif yang hidup di sekeliling kabel telepon, kabel-fiber-optik dan gelombang elektromagnetik ini dihuni oleh berbagai macam pengetahuan,pada dasarnya ini telah menjadi sebuah dunia optik yang menjadi alternatif bagi dunia nyata tempat kita hidup. Dengan fungsinya sebagai media komunikasi, Facebook tentu juga bertanggungjawab pada perubahan pola perilaku subjek yang menggunakannya, dan salah satunya dari segi kebahasaan.
{"title":"Pengaruh Media Sosial (Facebook) Terhadap Pola Kebahasaan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun","authors":"Ikmal Muhammad","doi":"10.33387/hjp.v9i2.908","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v9i2.908","url":null,"abstract":"Facebook merupakan jejaring sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluargaRuang halusinatif (Cyberspace pada satu titik dimaknai sebagai ruang halusinatif yang dibentuk melalui media digital berupa bit-bit) informasi dalam database komputer, yang akan menghasilkan pengalaman-pengalaman halusinatif yang hidup di sekeliling kabel telepon, kabel-fiber-optik dan gelombang elektromagnetik ini dihuni oleh berbagai macam pengetahuan,pada dasarnya ini telah menjadi sebuah dunia optik yang menjadi alternatif bagi dunia nyata tempat kita hidup. Dengan fungsinya sebagai media komunikasi, Facebook tentu juga bertanggungjawab pada perubahan pola perilaku subjek yang menggunakannya, dan salah satunya dari segi kebahasaan.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"518 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116243488","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian yang berjudul “Alih Kode dan Campur Kode pada Pola Komunikasi Dosen UNIKOM di Aplikasi Kuliah Online Unikom: Kajian Sosiolinguistik” ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, bentuk, serta tujuan digunakannya alih kode dan campur kode pada ujaran yang dikemukakan oleh dosen-dosen UNIKOM di aplikasi Kuliah Online. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan oleh dosen-dosen UNIKOM di aplikasi Kuliah Online tersebut, sedangkan objeknya adalah alih kode dan campur kode pada ujaran yang diungkapkan dosen-dosen tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling; yakni mengumpulkan sampel data yang berisikan kasus-kasus alih kode dan campur kode dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik jenis, bentuk, dan tujuan pemakaian alih kode dan campur kode, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan 44 kasus terjadinya alih kode dan campur kode atau persentase penggunaan jenis ini mencapai 86,3% atau setara dengan 38 kasus. Sebaliknya, jenis alih kode yang paling sedikit terjadi adalah alih kode tag; persentase penggunaannya hanya 2,3% atau setara dengan 1 kasus. Sedangkan, jenis alih kode antarkalimat atau klausa mencapai persentase 11,4% atau setara dengan 5 kasus. Di sisi lain penggunaan bentuk alih dan campur kode yang ditemukan adalah 11,4% penggunaan bentuk alih dan campur kode intern atau setara dengan 5 kasus. Sedangkan, bentuk ekstern mencapai 88,6% atau setara dengan 39 kasus. Dari aspek tujuan penggunaan alih dan campur kode, dari total 26 data terjadinya alih dan campur kode, hanya empat tujuan alih dan campur kode yang ditemukan, yakni memperhalus permintaan sebanyak 3 kasus atau setara 11,6%, memberikan penekanan dari ungkapan sebanyak 1 kasus atau setara 3,8%, menunjukkan hubungan yang informal atau kedekatan sebanyak 4 kasus atau setara 15,4%, dan kebutuhan leksikal sebanyak 18 kasus atau setara 69,2%.
{"title":"ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA POLA KOMUNIKASI DOSEN UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA (UNIKOM) DI APLIKASI KULIAH ONLINE UNIKOM: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK","authors":"M. R. Bustam","doi":"10.33387/hjp.v9i2.926","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v9i2.926","url":null,"abstract":"Penelitian yang berjudul “Alih Kode dan Campur Kode pada Pola Komunikasi Dosen UNIKOM di Aplikasi Kuliah Online Unikom: Kajian Sosiolinguistik” ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, bentuk, serta tujuan digunakannya alih kode dan campur kode pada ujaran yang dikemukakan oleh dosen-dosen UNIKOM di aplikasi Kuliah Online. Adapun yang menjadi subjek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan oleh dosen-dosen UNIKOM di aplikasi Kuliah Online tersebut, sedangkan objeknya adalah alih kode dan campur kode pada ujaran yang diungkapkan dosen-dosen tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling; yakni mengumpulkan sampel data yang berisikan kasus-kasus alih kode dan campur kode dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik jenis, bentuk, dan tujuan pemakaian alih kode dan campur kode, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif sesuai dengan konteksnya. Hasil penelitian menunjukkan 44 kasus terjadinya alih kode dan campur kode atau persentase penggunaan jenis ini mencapai 86,3% atau setara dengan 38 kasus. Sebaliknya, jenis alih kode yang paling sedikit terjadi adalah alih kode tag; persentase penggunaannya hanya 2,3% atau setara dengan 1 kasus. Sedangkan, jenis alih kode antarkalimat atau klausa mencapai persentase 11,4% atau setara dengan 5 kasus. Di sisi lain penggunaan bentuk alih dan campur kode yang ditemukan adalah 11,4% penggunaan bentuk alih dan campur kode intern atau setara dengan 5 kasus. Sedangkan, bentuk ekstern mencapai 88,6% atau setara dengan 39 kasus. Dari aspek tujuan penggunaan alih dan campur kode, dari total 26 data terjadinya alih dan campur kode, hanya empat tujuan alih dan campur kode yang ditemukan, yakni memperhalus permintaan sebanyak 3 kasus atau setara 11,6%, memberikan penekanan dari ungkapan sebanyak 1 kasus atau setara 3,8%, menunjukkan hubungan yang informal atau kedekatan sebanyak 4 kasus atau setara 15,4%, dan kebutuhan leksikal sebanyak 18 kasus atau setara 69,2%.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131453389","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi untuk mengembangkan wilayah perbatasan Pulau Morotai dalam hal pembangunan ekonomi. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi arahan yang lebih spesifik terhadap pengembangan potensi ekonomi Morotai dalam perumusan strategi yang mendukung kebijakan pemerintah. Implikasi dari pengembangan daerah perbatasan juga ditinjau dari pendekatan terhadap elemen praktik terbaik dan studi teoritis dalam konteks pengembangan wilayah perbatasan, yang kemudian menjadi input untuk perumusan strategi. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian yang disintesis dari literatur mengenai pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Triangulasi serentak digunakan untuk melengkapi hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif pada analisis antar dan intraregional. Analisis dalam penelitian ini adalah spasial, struktur ekonomi, serta analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif). Temuan penelitian ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai memiliki peluang dalam mengembangkan daerah perbatasan karena wilayah ini memiliki modal dasar yang penting dalam pengembangan wilayah perbatasan, yaitu unsur budaya, kerangka kerja kelembagaan, kepentingan sektor swasta, infrastruktur, kebijakan, dan pendekatan investasi . Kendala pada pengembangan perbatasan dalam perspektif ekonomi ini adalah peran kebijakan dan infrastruktur yang belum mendukung pengembangan wilayah perbatasan. Strategi pembangunan perbatasan termasuk mendorong peraturan yang kondusif dan operasional untuk menawar pembangunan ekonomi di daerah perbatasan, meningkatkan peran sektor-sektor utama dan mendorong sektor-sektor lain dalam pertumbuhan, meningkatkan perhatian pada keberlanjutan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.
{"title":"STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN PULAU MOROTAI DALAM MEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI MALUKU UTARA","authors":"muhammad hasnin","doi":"10.33387/hjp.v9i2.929","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v9i2.929","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi untuk mengembangkan wilayah perbatasan Pulau Morotai dalam hal pembangunan ekonomi. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi arahan yang lebih spesifik terhadap pengembangan potensi ekonomi Morotai dalam perumusan strategi yang mendukung kebijakan pemerintah. Implikasi dari pengembangan daerah perbatasan juga ditinjau dari pendekatan terhadap elemen praktik terbaik dan studi teoritis dalam konteks pengembangan wilayah perbatasan, yang kemudian menjadi input untuk perumusan strategi. Pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian yang disintesis dari literatur mengenai pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan. Triangulasi serentak digunakan untuk melengkapi hasil penelitian secara kualitatif dan kuantitatif pada analisis antar dan intraregional. Analisis dalam penelitian ini adalah spasial, struktur ekonomi, serta analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif). Temuan penelitian ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Pulau Morotai memiliki peluang dalam mengembangkan daerah perbatasan karena wilayah ini memiliki modal dasar yang penting dalam pengembangan wilayah perbatasan, yaitu unsur budaya, kerangka kerja kelembagaan, kepentingan sektor swasta, infrastruktur, kebijakan, dan pendekatan investasi . Kendala pada pengembangan perbatasan dalam perspektif ekonomi ini adalah peran kebijakan dan infrastruktur yang belum mendukung pengembangan wilayah perbatasan. Strategi pembangunan perbatasan termasuk mendorong peraturan yang kondusif dan operasional untuk menawar pembangunan ekonomi di daerah perbatasan, meningkatkan peran sektor-sektor utama dan mendorong sektor-sektor lain dalam pertumbuhan, meningkatkan perhatian pada keberlanjutan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128684133","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study aims to: (1), Knowing the share of expenditure, the progress of prices of staple food and people's income in Central Halmahera Regency, (2), Analyzing the level of people's purchasing power with an indicator of the ratio of income to prices of staple foods in Central Halmahera Regency, and (3), Analyze the level of people's purchasing power with an indicator of the ratio of income to the index of staple food prices in Central Halmahera Regency. The results of the analysis show that the expenditure of community households in Central Halmahera Regency is specifically allocated to fulfill the consumption of fresh rice and fish, followed by consumption of flour, sugar and cooking oil. While the allocation of expenditures for consumption of staple-sourced staple foods includes chicken, milk, eggs and beef is still very low. The price of staple food in Central Halmahera Regency during the observation period of 2009 until 2018 in January - March, tends to increase in the range of 2% - 12%. Whereas on the other hand, the level of income of the community only changes in the range of 5% - 7%, with the highest income enjoyed by employees and entrepreneurs and conversely the lowest income is felt by farmers. The purchasing power of people in Central Halmahera Regency with an indicator of the ratio of income to each of the staple food prices tends to fluctuate but has experienced significant improvements in 2018 compared to 2009, except for the purchasing power measured as equal to beef consumption. The purchasing power equivalent to beef consumption has decreased to 22.32% because the percentage increase in income is less able to compensate for the increase in beef prices. Measured by the income ratio indicator on the basic food price index, people's purchasing power also showed an improvement in 2018 compared to 2009, but that only happened to farmers, construction workers, and civil servants groups I / II. When compared to 2017, public purchasing power in 2018 as a whole decreased by 12.38%. The purchasing power level of people in Central Halmahera Regency from the lowest ranking in sequence is felt by groups of farmers, followed by construction workers, civil servants groups I / II, entrepreneurs and employees.
{"title":"DAYA BELI MASYARAKAT TERHADAP BAHAN PANGAN POKOK DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH","authors":"Muhammad Zais M. Samiun","doi":"10.33387/HJP.V9I2.907","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/HJP.V9I2.907","url":null,"abstract":"This study aims to: (1), Knowing the share of expenditure, the progress of prices of staple food and people's income in Central Halmahera Regency, (2), Analyzing the level of people's purchasing power with an indicator of the ratio of income to prices of staple foods in Central Halmahera Regency, and (3), Analyze the level of people's purchasing power with an indicator of the ratio of income to the index of staple food prices in Central Halmahera Regency. The results of the analysis show that the expenditure of community households in Central Halmahera Regency is specifically allocated to fulfill the consumption of fresh rice and fish, followed by consumption of flour, sugar and cooking oil. While the allocation of expenditures for consumption of staple-sourced staple foods includes chicken, milk, eggs and beef is still very low. The price of staple food in Central Halmahera Regency during the observation period of 2009 until 2018 in January - March, tends to increase in the range of 2% - 12%. Whereas on the other hand, the level of income of the community only changes in the range of 5% - 7%, with the highest income enjoyed by employees and entrepreneurs and conversely the lowest income is felt by farmers. The purchasing power of people in Central Halmahera Regency with an indicator of the ratio of income to each of the staple food prices tends to fluctuate but has experienced significant improvements in 2018 compared to 2009, except for the purchasing power measured as equal to beef consumption. The purchasing power equivalent to beef consumption has decreased to 22.32% because the percentage increase in income is less able to compensate for the increase in beef prices. Measured by the income ratio indicator on the basic food price index, people's purchasing power also showed an improvement in 2018 compared to 2009, but that only happened to farmers, construction workers, and civil servants groups I / II. When compared to 2017, public purchasing power in 2018 as a whole decreased by 12.38%. The purchasing power level of people in Central Halmahera Regency from the lowest ranking in sequence is felt by groups of farmers, followed by construction workers, civil servants groups I / II, entrepreneurs and employees. ","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116772585","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2016 adalah 21 perusahaan dengan periode penelitian selama lima tahun, sehingga penelitian ini memperoleh 105 sampel. Metode analisis penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengungkapan CSR tidak mempengaruhi agresivitas pajak (2) Ukuran Perusahaan mempengaruhi agresivitas pajak (3) Profitabilitas tidak berpengaruh pada agresivitas pajak (4) kepemilikan mayoritas tidak mempengaruhi agresivitas pajak.
{"title":"ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AGRESIVITAS PAJAK (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012-2016)","authors":"Suriana Armahdi","doi":"10.33387/hjp.v9i2.928","DOIUrl":"https://doi.org/10.33387/hjp.v9i2.928","url":null,"abstract":"Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012-2016 adalah 21 perusahaan dengan periode penelitian selama lima tahun, sehingga penelitian ini memperoleh 105 sampel. Metode analisis penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengungkapan CSR tidak mempengaruhi agresivitas pajak (2) Ukuran Perusahaan mempengaruhi agresivitas pajak (3) Profitabilitas tidak berpengaruh pada agresivitas pajak (4) kepemilikan mayoritas tidak mempengaruhi agresivitas pajak.","PeriodicalId":132582,"journal":{"name":"Humano: Jurnal Penelitian","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126695535","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}