Tingginya urgensi K3 pada sektor konstruksi di Indonesia membuktikan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat menjadi acuan yang mengatur berbagai kegiatan didalamnya, serta mengelola K3 secara sistematis dan komprehensif dalam suatu sistem manajemen yang utuh sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penilaian SMK3 pada Proyek Pembangunan Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kab. Simalungun Kec. Raya bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat penerapan SMK3 yang dilaksanakan, faktor apa saja yang menjadi pengaruh terhadap pemenuhan penerapan SMK3 dan selanjutnya memberikan respon sebagai upaya melakukan tindakan perbaikan/improvement. Berdasarkan dari hasil Audit dan analisis yang terdiri dari 166 kriteria (Tingkat Lanjutan) penilaian sebagaimana tercanum dalam PP No.50 Tahun 2012 Tentang SMK3, telah diketahui jumlah kriteria terpenuhi/sesuai yaitu 149 kriteria dengan nilai persentase penerapan sebesar 89,76% dan terdapat 17 Kriteria tidak terpenuhi/tidak sesuai yaitu dengan nilai persentase sebasar 10,24% (Kategori Minor). Hasil tersbut termasuk dalam kategori tingkat penilaian penerapan (Memuasakan). Penerapan SMK3 pada proyek Pembangunan Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kab. Simalungun Kec. Raya yang dilaksanakan oleh CV. JOVITA PERDANA ini telah sesuai dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku
{"title":"ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUANG SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) KABUPATEN SIMALUNGUN KECAMATAN RAYA","authors":"Ira Modifa, Wahyu Purnomo, M. A. K. Harahap","doi":"10.36985/jsl.v3i1.527","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v3i1.527","url":null,"abstract":"Tingginya urgensi K3 pada sektor konstruksi di Indonesia membuktikan bahwa Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat menjadi acuan yang mengatur berbagai kegiatan didalamnya, serta mengelola K3 secara sistematis dan komprehensif dalam suatu sistem manajemen yang utuh sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Penilaian SMK3 pada Proyek Pembangunan Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kab. Simalungun Kec. Raya bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat penerapan SMK3 yang dilaksanakan, faktor apa saja yang menjadi pengaruh terhadap pemenuhan penerapan SMK3 dan selanjutnya memberikan respon sebagai upaya melakukan tindakan perbaikan/improvement. Berdasarkan dari hasil Audit dan analisis yang terdiri dari 166 kriteria (Tingkat Lanjutan) penilaian sebagaimana tercanum dalam PP No.50 Tahun 2012 Tentang SMK3, telah diketahui jumlah kriteria terpenuhi/sesuai yaitu 149 kriteria dengan nilai persentase penerapan sebesar 89,76% dan terdapat 17 Kriteria tidak terpenuhi/tidak sesuai yaitu dengan nilai persentase sebasar 10,24% (Kategori Minor). Hasil tersbut termasuk dalam kategori tingkat penilaian penerapan (Memuasakan). Penerapan SMK3 pada proyek Pembangunan Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kab. Simalungun Kec. Raya yang dilaksanakan oleh CV. JOVITA PERDANA ini telah sesuai dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117273301","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pembangunan yang semakin meningkat di Indonesia menyebabkan semakin meruncingnya persaingan dalam industri konstruksi. Perusahaan pengembang juga semakin selektif dalam menunjuk kontraktor. Perusahaan pengembang akan memilih kontraktor yang mampu menyelesaikan proyek pembangunan dengan mutu yang baik, waktu penyelesaian yang sesuai dengan schedule, serta cost yang ditimbulkan relatif kecil/ realistis. Salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh pengguna jasa adalah harga penawaran (cost estimate). Oleh karena itu, kontraktor dalam menentukan harga penawaran (cost estimate) harus realistis sehingga dapat sesuai dengan pengguna jasa. Kesepakatan harga antara harga yang diajukan oleh pengguna jasa dan kontraktor tersebut disebut dengan nilai kontrak. Setelah adanya persetujuan kontrak antara kontraktor dan pengguna jasa, kontraktor menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang merupakan target cost kontraktor untuk kepentingan intern kontraktor. RAB yang disusun oleh kontraktor jumlahnya tidak melebihi nilai kontrak yang telah ditentukan sebelumnya, karena selisih antara nilai kontrak dengan RAB merupakan ekspetasi laba yang akan diterima oleh kontraktor. Untuk itu, penyusunan RAB sangat bergantung pada besarnya nilai kontrak. Untuk membuktikan bahwa besarnya nilai kontrak yang didasarkan cost estimate memiliki pengaruh terhadap besarnya Rancangan Anggaran Biaya (RAB), maka peneliti merasa perlu melakukan penelitian. Peneliti melakukan penelitian ini pada CV. ”NIRMAYANTO GROUP” yang merupakan salah satu perusahaan konstruksi di Sumatera Utara. Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi dan analisis koefisien determinasi yang telah dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa besarnya nilai kontrak yang didasari cost estimate memliki pengaruh yang signifikan terhadap besarnya Rancangan Anggaran Biaya
{"title":"PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PROYEK REKONSTRUKSI JALAN SALAON TONGATONGA-SALAON DOLOK KECAMATAN RONGGUR NIHUTA","authors":"Ira Modifa, M. A. K. Harahap, Olievia J Marpaung","doi":"10.36985/jsl.v3i1.525","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v3i1.525","url":null,"abstract":"Pembangunan yang semakin meningkat di Indonesia menyebabkan semakin meruncingnya persaingan dalam industri konstruksi. Perusahaan pengembang juga semakin selektif dalam menunjuk kontraktor. Perusahaan pengembang akan memilih kontraktor yang mampu menyelesaikan proyek pembangunan dengan mutu yang baik, waktu penyelesaian yang sesuai dengan schedule, serta cost yang ditimbulkan relatif kecil/ realistis. Salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh pengguna jasa adalah harga penawaran (cost estimate). Oleh karena itu, kontraktor dalam menentukan harga penawaran (cost estimate) harus realistis sehingga dapat sesuai dengan pengguna jasa. Kesepakatan harga antara harga yang diajukan oleh pengguna jasa dan kontraktor tersebut disebut dengan nilai kontrak. Setelah adanya persetujuan kontrak antara kontraktor dan pengguna jasa, kontraktor menyusun Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang merupakan target cost kontraktor untuk kepentingan intern kontraktor. RAB yang disusun oleh kontraktor jumlahnya tidak melebihi nilai kontrak yang telah ditentukan sebelumnya, karena selisih antara nilai kontrak dengan RAB merupakan ekspetasi laba yang akan diterima oleh kontraktor. Untuk itu, penyusunan RAB sangat bergantung pada besarnya nilai kontrak. Untuk membuktikan bahwa besarnya nilai kontrak yang didasarkan cost estimate memiliki pengaruh terhadap besarnya Rancangan Anggaran Biaya (RAB), maka peneliti merasa perlu melakukan penelitian. Peneliti melakukan penelitian ini pada CV. ”NIRMAYANTO GROUP” yang merupakan salah satu perusahaan konstruksi di Sumatera Utara. Berdasarkan hasil pengujian analisis regresi dan analisis koefisien determinasi yang telah dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa besarnya nilai kontrak yang didasari cost estimate memliki pengaruh yang signifikan terhadap besarnya Rancangan Anggaran Biaya","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124970473","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Manajemen Konstruksi merupakan salah satu ilmu yang sangat penting dan perlu menguasai dalam menjalankan suatu proyek. Salah satu bagian dari manajemen proyek itu sendiri adalah waktu pengelolaan. Sistem manajemen waktu merupakan salah satu penentu keberhasilan kontraktor dalam mengelola proyek terutama dari segi waktu. Pekerjaan yang sesuai pengaturan jadwal dapat meminimalisir kendala yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan proyek. Dalam setiap penjadwalan harus memperhatikan urutan pekerjaan masing-masing agar pengalaman terpisah diperlukan untuk perencana. Salah satu bagian penting dari manajemen waktu itu sendiri adalah pengukuran prestasi kerja. Hal ini dilakukan agar pelaksana dapat mengetahui berapa berat pekerjaan yang telah diselesaikan berdasarkan Jadwal Waktu. Diperoleh Metode Nilai Menjadi salah satu pilihan sebagai indikator dalam mengukur kemajuan pekerjaan yang dilakukan di Gedung Nurse Satation Covid-19. Penggunaan Earned Value dapat dilihat dari progres pekerjaan proyek yang dilaksanakan dan dapat diprediksi penyelesaiannya waktu proyek pembangunan 2 Gedung Nurse Station Covid – 19
{"title":"ANALISIS MANAJEMEN WAKTU KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN 2 GEDUNG NURSE STATION COVID-19","authors":"N. Sianturi, Ira Modifa, Krisna Deavid","doi":"10.36985/jsl.v3i1.529","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v3i1.529","url":null,"abstract":"Manajemen Konstruksi merupakan salah satu ilmu yang sangat penting dan perlu menguasai dalam menjalankan suatu proyek. Salah satu bagian dari manajemen proyek itu sendiri adalah waktu pengelolaan. Sistem manajemen waktu merupakan salah satu penentu keberhasilan kontraktor dalam mengelola proyek terutama dari segi waktu. Pekerjaan yang sesuai pengaturan jadwal dapat meminimalisir kendala yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan proyek. Dalam setiap penjadwalan harus memperhatikan urutan pekerjaan masing-masing agar pengalaman terpisah diperlukan untuk perencana. Salah satu bagian penting dari manajemen waktu itu sendiri adalah pengukuran prestasi kerja. Hal ini dilakukan agar pelaksana dapat mengetahui berapa berat pekerjaan yang telah diselesaikan berdasarkan Jadwal Waktu. Diperoleh Metode Nilai Menjadi salah satu pilihan sebagai indikator dalam mengukur kemajuan pekerjaan yang dilakukan di Gedung Nurse Satation Covid-19. Penggunaan Earned Value dapat dilihat dari progres pekerjaan proyek yang dilaksanakan dan dapat diprediksi penyelesaiannya waktu proyek pembangunan 2 Gedung Nurse Station Covid – 19","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126074333","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Keadaan ini diperlukan manajemen waktu agar membantu menyelesaikan proyek dengan tepat waktu, mencapai produktivitas dan efisisensi yang lebih besar dan memiliki reputasi professional baik. Semuanya itu dilakukan untuk mencapai kesuksesan dan memenuhi kriteria waktu, biaya dan mutu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Penerapan manajemen waktu, proses dan hasil evaluasi, Untuk mengetahui tindak lanjut hasil Evaluasi. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode observasi lapangan, dan survey. Sumber data yaitu data sekunder dan data primer. Teknik pengumpulan data yaitu: Wawancara, Observasi lapangan dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan yaitu Penerapan manajemen waktu yang dilakukan CV. DIAN FRITS pada proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SMP Negeri 2 jalan Radjamin Purba. Proses dan hasil penerapan manajemen waktu yaitu dengan melakukan evaluasi setelah proyek mulai berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan (Time Schedule) dan pada saat evaluasi dilapangan CV. DIAN FRITS mencatat hasil kerja, pemakaian sumber daya dan kualitas hasil kerja. Pencatatan dilakukan mulai dari harian, mingguan, bulanan. Tindak lanjut hasil evaluasi penerapan Manajemen Waktu CV. DIAN FRITS tidak Memperbaharui jadwal (Update Schedule), karena sudah memiliki jadwal yang telah direncanakan
{"title":"EVALUASI PENGENDALIAN WAKTU PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS SMP NEGERI 2 JALAN RADJAMIN PURBA","authors":"V. E. Purba, N. Sianturi, Goklas D Panjaitan","doi":"10.36985/jsl.v3i1.530","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v3i1.530","url":null,"abstract":"Keadaan ini diperlukan manajemen waktu agar membantu menyelesaikan proyek dengan tepat waktu, mencapai produktivitas dan efisisensi yang lebih besar dan memiliki reputasi professional baik. Semuanya itu dilakukan untuk mencapai kesuksesan dan memenuhi kriteria waktu, biaya dan mutu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Penerapan manajemen waktu, proses dan hasil evaluasi, Untuk mengetahui tindak lanjut hasil Evaluasi. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode observasi lapangan, dan survey. Sumber data yaitu data sekunder dan data primer. Teknik pengumpulan data yaitu: Wawancara, Observasi lapangan dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan yaitu Penerapan manajemen waktu yang dilakukan CV. DIAN FRITS pada proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SMP Negeri 2 jalan Radjamin Purba. Proses dan hasil penerapan manajemen waktu yaitu dengan melakukan evaluasi setelah proyek mulai berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan (Time Schedule) dan pada saat evaluasi dilapangan CV. DIAN FRITS mencatat hasil kerja, pemakaian sumber daya dan kualitas hasil kerja. Pencatatan dilakukan mulai dari harian, mingguan, bulanan. Tindak lanjut hasil evaluasi penerapan Manajemen Waktu CV. DIAN FRITS tidak Memperbaharui jadwal (Update Schedule), karena sudah memiliki jadwal yang telah direncanakan","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"47 4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114111117","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sering pesatnya laju perkembangan pembangunan Jembatan di Indonesia maka peranan resiko kecelakaan kerja di rasakan semakin penting. Teknik analisis data dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan analisis data yang dilakukan yang termasuk kategori manajemen resiko kerja pada pelaksanaan pembangunan jembatan dengan menentukan interval. Faktor resiko sebagai dampak tidak diterapkannya sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Mengetahui Manajemen Resiko Kerja dan tingkat keberhasilan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2). Mengetahui manajemen resiko kerja pada proyek ini. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan kajian pustaka dari berbagai sumber yang berkaitan. Data yang di dapatkan berasal dari pengisian kuisioner oleh narasumber yang bergerak di bidang kontruksi yaitu berdasarkan sudut pandang kontraktor dan konsultan
{"title":"Manajemen Resiko Pada Pembangunan Jembatan ONAN GODANG Pada Ruas Jalan Provinsi Gonting – Janji Raja Kabupaten Samosir","authors":"Jimson A Simbolon, Ira Modifa, Asril Nizar","doi":"10.36985/jsl.v2i2.544","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v2i2.544","url":null,"abstract":"Sering pesatnya laju perkembangan pembangunan Jembatan di Indonesia maka peranan resiko kecelakaan kerja di rasakan semakin penting. Teknik analisis data dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan analisis data yang dilakukan yang termasuk kategori manajemen resiko kerja pada pelaksanaan pembangunan jembatan dengan menentukan interval. Faktor resiko sebagai dampak tidak diterapkannya sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, Penelitian ini bertujuan untuk : (1). Mengetahui Manajemen Resiko Kerja dan tingkat keberhasilan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2). Mengetahui manajemen resiko kerja pada proyek ini. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan kajian pustaka dari berbagai sumber yang berkaitan. Data yang di dapatkan berasal dari pengisian kuisioner oleh narasumber yang bergerak di bidang kontruksi yaitu berdasarkan sudut pandang kontraktor dan konsultan","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128377173","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
M. A. K. Harahap, Ira Modifa, Sandytia F Situmorang
Padatnya jumlah penduduk bersamaan dengan banyaknya pengguna kendaraan di jalan raya mengakibatkan ruas jalan sering mengalami kerusakan. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus, sehingga perlu adanya perbaikan dengan cara perancangan dan modifikasi untuk kelancaraan dan keamanan berlalu-lintas. Ruas Jalan Lumban Pande – Tanjungan merupakan salah satu contoh ruas jalan yang memerlukan perhatian. Berkategori kelas jalan kolektor IIIA, pembangunan ruas jalan ini menggunakan jenis perkerasan flexibale pavement dengan bentang jalan 3m Dengan adanya perencanaan yang matang dari segi teknis dapat membantu merealisasikan pembangunan jalan tersebut, salah satunya adalah perencanaan anggaran biaya. Dalam merencanakan anggaran biaya perlu adanya analisis yang tepat, sehingga tidak terjadi over budget pada saat pelaksanaan. Analisis dilakukan dengan mengurai beberapa aspek sehingga dapat menemukan harga yang sesuai baik itu harga bahan, upah tenaga, peralatan dan overhead yang digunakan pada saat pekerjaan konstruksi dilaksanakan. Selain itu dalam pelaksanaannya kegiatan lelang pekerjaan juga berperan penting sehingga pada saat proses lelang selesai mendapatkan kontraktor yang mumpuni baik dari segi kualitas pekerjaan maupun finansial. Data penelitian didapatkan dari hasil survey pada lokasi tersebut dan dari kontraktor pelaksana pekerjaan juga dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir. Dalam pelaksanaan proses lelang pekerjaan ini berpedoman pada Perpres no.16 tahun 2018 pasal 44 ayat 2. Tanggal dimulainya lelang ini sejak 20 September 2021 hingga penandatanganan kontrak pada tanggal 21 November 2021 dan yang ditunjuk sebagai pemenang adalah CV. TRUST dengan harga penawaran sebesar Rp. 791.451.000,00.-
{"title":"RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) REKONSTRUKSI JALAN LUMBAN PANDE-TANJUNGAN KECAMATAN PALIPI (DID)","authors":"M. A. K. Harahap, Ira Modifa, Sandytia F Situmorang","doi":"10.36985/jsl.v3i1.526","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v3i1.526","url":null,"abstract":"Padatnya jumlah penduduk bersamaan dengan banyaknya pengguna kendaraan di jalan raya mengakibatkan ruas jalan sering mengalami kerusakan. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus, sehingga perlu adanya perbaikan dengan cara perancangan dan modifikasi untuk kelancaraan dan keamanan berlalu-lintas. Ruas Jalan Lumban Pande – Tanjungan merupakan salah satu contoh ruas jalan yang memerlukan perhatian. Berkategori kelas jalan kolektor IIIA, pembangunan ruas jalan ini menggunakan jenis perkerasan flexibale pavement dengan bentang jalan 3m Dengan adanya perencanaan yang matang dari segi teknis dapat membantu merealisasikan pembangunan jalan tersebut, salah satunya adalah perencanaan anggaran biaya. Dalam merencanakan anggaran biaya perlu adanya analisis yang tepat, sehingga tidak terjadi over budget pada saat pelaksanaan. Analisis dilakukan dengan mengurai beberapa aspek sehingga dapat menemukan harga yang sesuai baik itu harga bahan, upah tenaga, peralatan dan overhead yang digunakan pada saat pekerjaan konstruksi dilaksanakan. Selain itu dalam pelaksanaannya kegiatan lelang pekerjaan juga berperan penting sehingga pada saat proses lelang selesai mendapatkan kontraktor yang mumpuni baik dari segi kualitas pekerjaan maupun finansial. Data penelitian didapatkan dari hasil survey pada lokasi tersebut dan dari kontraktor pelaksana pekerjaan juga dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir. Dalam pelaksanaan proses lelang pekerjaan ini berpedoman pada Perpres no.16 tahun 2018 pasal 44 ayat 2. Tanggal dimulainya lelang ini sejak 20 September 2021 hingga penandatanganan kontrak pada tanggal 21 November 2021 dan yang ditunjuk sebagai pemenang adalah CV. TRUST dengan harga penawaran sebesar Rp. 791.451.000,00.-","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"88 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123965177","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ruas Jalan Parsoburan-Bts Labuhan Batu Utara merupakan bagian dari sistem transportasi sebagai pelayanan sarana infrastruktur bagi dampak pertumbuhan jumlah penduduk. Guna memenuhi kebutuhan tersebut perencanaan perkerasan baru diperlukan untuk melayani kebutuhan lalu lintas di masa yang akan datang. Perkerasan kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan dimana sebagai lapisan atas dipergunakan pelat beton, yang terletak di atas pondasi atau langsung diatas tanah dasar (Bina Marga, 2003). Konsep dari perencanaan perkerasan kaku (beton semen) cara Bina Marga direncanakan terhadap konfigurasi beban sumbu yang mengakibatkan tegangan terbesar pada pelat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan, dan mengetahui biaya pembangunan perkerasan kaku pasa ruas jalan provinsi parsoburan – bts labuhan batu utara kaupaten Toba. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui survey data lalu lintas harian pada jalur terseut dan nilai CBR dari Kementrian Pekerjaan Umum. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung tebal perkerasan kaku dengan Metode Bina Marga 2003 adalah 24 cm dengan biaya Rp. 22.225.770.000,- dan tulangan berdiamet 16 mm dengan jarak 500 mm
{"title":"PENINGKATAN JALAN MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN PROVINSI PARSOBURAN – BTS. LABUHAN BATU UTARA KAB. TOBA","authors":"D. S. Saragih, V. E. Purba, Raidon Sipayung","doi":"10.36985/jsl.v3i1.528","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v3i1.528","url":null,"abstract":"Ruas Jalan Parsoburan-Bts Labuhan Batu Utara merupakan bagian dari sistem transportasi sebagai pelayanan sarana infrastruktur bagi dampak pertumbuhan jumlah penduduk. Guna memenuhi kebutuhan tersebut perencanaan perkerasan baru diperlukan untuk melayani kebutuhan lalu lintas di masa yang akan datang. Perkerasan kaku adalah suatu susunan konstruksi perkerasan dimana sebagai lapisan atas dipergunakan pelat beton, yang terletak di atas pondasi atau langsung diatas tanah dasar (Bina Marga, 2003). Konsep dari perencanaan perkerasan kaku (beton semen) cara Bina Marga direncanakan terhadap konfigurasi beban sumbu yang mengakibatkan tegangan terbesar pada pelat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan, dan mengetahui biaya pembangunan perkerasan kaku pasa ruas jalan provinsi parsoburan – bts labuhan batu utara kaupaten Toba. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui survey data lalu lintas harian pada jalur terseut dan nilai CBR dari Kementrian Pekerjaan Umum. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung tebal perkerasan kaku dengan Metode Bina Marga 2003 adalah 24 cm dengan biaya Rp. 22.225.770.000,- dan tulangan berdiamet 16 mm dengan jarak 500 mm","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133812426","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Perkembangan suatu kota sangat berhubungan dengan perkembangan jaringan jalan pada Negara tersebut. Jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan nasional merupakan prioritas pertama dan utama dalam perkembangan suatu negara dan juga merupakan prasarana bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas. Pematang siantar adalah kota yang berkembang, telah banyak mengalami peningkatan yang pesat dalam intesitas aktifitasi sosial ekonomi seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi. Aktifitasi masyarakat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat di suatu wilayah merupakan faktor utama pembangkit kebutahan perjalanan sehingga pada akhirnya perlu adanya tingkat efisiensi, keamanan, serta kenyamanan dalam perjalanan. Peningkatan jumlah pergerekan yang terjadi juga akan menuntut kualitas maupun kuantitas prasarana yang harus seimbang. Meningkatnya jumlah penduduk disertai dengan meningkatnya arus lalu-lintas atau pergerakan manusia dalam peningkatan jumlah kendaraan dapat meningkatkan pertumbuhan jalan baru termasuk juga pembukaan jalan lingkar luar (ring road). Ruas jalan ring road Pematangsiantar adalah jalan lingkar luar yang sangat diperlukan untuk mengurangi kemacetan di jalan raya medan pematangsiantar. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan jalan lingkar luar (ring road) Pematangsiantar dari segi kepadatan lalu lintas. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi pemangku kebijakan dalam pengelolaan jalan lingkar luar ( ring road ) di Pematangsiantar.
{"title":"KAJIAN PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR LUAR (RINGROAD) DARI SEGI KEPADATAN LALU LINTAS DI KOTA PEMATANGSIANTAR","authors":"Ade Kurnia Harahap, Ira Modifa","doi":"10.36985/jsl.v1i1.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v1i1.7","url":null,"abstract":"Perkembangan suatu kota sangat berhubungan dengan perkembangan jaringan jalan pada Negara tersebut. Jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan nasional merupakan prioritas pertama dan utama dalam perkembangan suatu negara dan juga merupakan prasarana bagi masyarakat dalam melakukan aktifitas. \u0000Pematang siantar adalah kota yang berkembang, telah banyak mengalami peningkatan yang pesat dalam intesitas aktifitasi sosial ekonomi seiring dengan kemajuan ekonomi yang telah terjadi. Aktifitasi masyarakat seiring dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat di suatu wilayah merupakan faktor utama pembangkit kebutahan perjalanan sehingga pada akhirnya perlu adanya tingkat efisiensi, keamanan, serta kenyamanan dalam perjalanan. Peningkatan jumlah pergerekan yang terjadi juga akan menuntut kualitas maupun kuantitas prasarana yang harus seimbang. \u0000Meningkatnya jumlah penduduk disertai dengan meningkatnya arus lalu-lintas atau pergerakan manusia dalam peningkatan jumlah kendaraan dapat meningkatkan pertumbuhan jalan baru termasuk juga pembukaan jalan lingkar luar (ring road). Ruas jalan ring road Pematangsiantar adalah jalan lingkar luar yang sangat diperlukan untuk mengurangi kemacetan di jalan raya medan pematangsiantar. \u0000Tugas akhir ini bertujuan untuk mengkaji pembangunan jalan lingkar luar (ring road) Pematangsiantar dari segi kepadatan lalu lintas. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi suatu masukan bagi pemangku kebijakan dalam pengelolaan jalan lingkar luar ( ring road ) di Pematangsiantar.","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123805913","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Karena meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahun, mengakibatkan umur jalan pun akan semakin berkurang dan akan semakin diperlukan konstruksi jalan yang kuat, aman, nyaman dan bermanfaat bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat, dimana salah satunya yaitu kualitas konstruksi jalan harus selalu ditingkatkan. Maka Program Pemeliharaan jalan pun harus dilakukan pada setiap ruas jalan secara rutin dan terpadu mulai dari perencanaan perkerasan jalan, pelaksanaan pembangunan jalan, pengawasan pelaksanaan pembangunan jalan, pengawasan masa layan, sampai dengan pemeliharaan perbaikan jalan sesudah selesai umur manfaat jalan. Kondisi jalan dapat digolongkan menjadi dua yaitu: kondisi fungsional ( kondisi jalan sesuai fungsinya ) dan kondisi struktural ( kondisi konstruksi tiap lapisan perkerasan jalan + kondisi konstruksi total lapisan perkerasan jalan ). Pada saat ini baik evaluasi kondisi fungsional maupun kondisi struktural pada tingkat ruas jalan maupun jaringan jalan belum dilakukan secara konsisten dan terpadu. Hal ini berdampak pada tidak optimalnya program pemeliharaan jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti Mengkaji kerusakan jalan dengan metode Rigid Pavement, menghitung Data LHR dan Perkerasan jalan. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan evaluasi pemeliharaan jalan yang bagus, sistemik, dan terpadu dan dapat digunakan oleh stakeholder jalan di Indonesia.
{"title":"KAJIAN KERUSAKAN PADA PENANGANAN RUAS JALAN (STUDI KASUS DI JALAN PARAPAT KM. 4,5 PEMATAGSIANTAR, SUMATERA UTARA)","authors":"N. Sianturi, V. E. Purba, Sampe Rufius","doi":"10.36985/jsl.v1i2.16","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v1i2.16","url":null,"abstract":"Karena meningkatnya jumlah kendaraan setiap tahun, mengakibatkan umur jalan pun akan semakin berkurang dan akan semakin diperlukan konstruksi jalan yang kuat, aman, nyaman dan bermanfaat bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat, dimana salah satunya yaitu kualitas konstruksi jalan harus selalu ditingkatkan. Maka Program Pemeliharaan jalan pun harus dilakukan pada setiap ruas jalan secara rutin dan terpadu mulai dari perencanaan perkerasan jalan, pelaksanaan pembangunan jalan, pengawasan pelaksanaan pembangunan jalan, pengawasan masa layan, sampai dengan pemeliharaan perbaikan jalan sesudah selesai umur manfaat jalan. Kondisi jalan dapat digolongkan menjadi dua yaitu: kondisi fungsional ( kondisi jalan sesuai fungsinya ) dan kondisi struktural ( kondisi konstruksi tiap lapisan perkerasan jalan + kondisi konstruksi total lapisan perkerasan jalan ). Pada saat ini baik evaluasi kondisi fungsional maupun kondisi struktural pada tingkat ruas jalan maupun jaringan jalan belum dilakukan secara konsisten dan terpadu. Hal ini berdampak pada tidak optimalnya program pemeliharaan jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti Mengkaji kerusakan jalan dengan metode Rigid Pavement, menghitung Data LHR dan Perkerasan jalan. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan evaluasi pemeliharaan jalan yang bagus, sistemik, dan terpadu dan dapat digunakan oleh stakeholder jalan di Indonesia.","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114472865","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Drainase juga berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air permukaan dan bawah permukaan tanah) atau bangunan resapan Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh air tersebut. Debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang mampu lewat pada suatu tempat atau yang mampu di tampung dalam suatu tempat setiap satu satuan waktu. Debit aliran adalah jumlah air yang mengalir pada satuan volume per waktu. Debit air adalah komponen yang penting dalam pengelolaan suatu DAS. Studi pendahuluan dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan studi pustaka yang berasal dari buku, jurnal dan catatan kuliah dijadikan dasar dalam penelitian, pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, kemudian data sekunder berupa data yang didapay dari instansi yang berkait yaitu, data curah hujan selama 10 tahun. Profil saluran drainase yang diteliti berbentuk segiempat. Pemilihan bentuk segiempat ini didasarkan pada fleksibilitasnya seperti ketersediaan lahan yang kecil, dikarenakan ruang antara badan jalan dengan batas pekarangan yang sempit. karakteristik saluran diperkeras dengan menggunakan pasangan batu baik itu untuk bagian dinding maupun dasar saluran.
{"title":"EVALUASI PEMBANGUNAN DRAINASE RINGROAD PANGURURAN – TOMOK STA 32+000 SAMPAI DENGAN STA 38+000 DI KABUPATEN SAMOSIR","authors":"N. Sianturi, D. S. Saragih","doi":"10.36985/jsl.v1i1.9","DOIUrl":"https://doi.org/10.36985/jsl.v1i1.9","url":null,"abstract":"Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Drainase juga berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air permukaan dan bawah permukaan tanah) atau bangunan resapan Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh air tersebut. \u0000Debit air merupakan ukuran banyaknya volume air yang mampu lewat pada suatu tempat atau yang mampu di tampung dalam suatu tempat setiap satu satuan waktu. Debit aliran adalah jumlah air yang mengalir pada satuan volume per waktu. Debit air adalah komponen yang penting dalam pengelolaan suatu DAS. Studi pendahuluan dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan studi pustaka yang berasal dari buku, jurnal dan catatan kuliah dijadikan dasar dalam penelitian, pengumpulan data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, kemudian data sekunder berupa data yang didapay dari instansi yang berkait yaitu, data curah hujan selama 10 tahun. \u0000Profil saluran drainase yang diteliti berbentuk segiempat. Pemilihan bentuk segiempat ini didasarkan pada fleksibilitasnya seperti ketersediaan lahan yang kecil, dikarenakan ruang antara badan jalan dengan batas pekarangan yang sempit. karakteristik saluran diperkeras dengan menggunakan pasangan batu baik itu untuk bagian dinding maupun dasar saluran.","PeriodicalId":186021,"journal":{"name":"Jurnal Santeksipil","volume":"83 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131362015","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}