Latar Belakang : Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah cara pencegahan kehamilan yang sangat efektif, aman dan reversible bagi wanita tertentu, terutama yang tidak terjangkit PMS (penyakit menular seksual) dan sudah pernah melahirkan. AKDR adalah suatu alat plastic atau logam kecil yang dimasukkan ke uterus melalui canalis servikalis. Walaupun mekanisme kerja pasti tidak diketahu, dihipotesiskan bahwa AKDR mengganggu motivasi sperma dan perjalanan ovum. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan suami tentang penggunaan AKDR diwilayah kerja Pustu pasiang tahun 2016. Metode penelitian : deskriptif yaitu suatu penelitian yang menggambarkan masalah kesehatan yang terjadi pada kasus tertentu berhubungan dengan distribusinya (Alimul, 2009). penelitian ini populasinya adalah semua suami yang istrinya menggunakan kontrasepsi yang terdata di Pustu pasiang pada bulan Maret tahun 2014 yang berjumlah 97 suami dan juga dijadikan Sampel. Penelitian ini menggunakan “Total sampling”yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan.instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian : tentang pengetahuan suami tentang pengertian menunjukkan persentase cukup 51,54(11,67%), pengetahuan suami tentang keuntungn AKDR menunjukkan persentase kurang (44,33%),pengetahuan suami tentang efek samping AKDR menunjukkan persentase dalam kategori kurang (52,6%) sedangkan Pengetahuan suami secara umum tentang penggunaan AKDR rahim menujukkan persentase dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian di wilayah kerja yang cukup , untuk meningkatka pengetahuan Suami tentang AKDR perlu dilakukan penyuluhan lebih lanjut.
{"title":"GAMBARAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI POSKESDES PASIANG KECAMATAN MATAKALI","authors":"S. Wahyuni","doi":"10.35907/bgjk.v8i2.60","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/bgjk.v8i2.60","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah cara pencegahan kehamilan yang sangat efektif, aman dan reversible bagi wanita tertentu, terutama yang tidak terjangkit PMS (penyakit menular seksual) dan sudah pernah melahirkan. AKDR adalah suatu alat plastic atau logam kecil yang dimasukkan ke uterus melalui canalis servikalis. Walaupun mekanisme kerja pasti tidak diketahu, dihipotesiskan bahwa AKDR mengganggu motivasi sperma dan perjalanan ovum. \u0000Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran pengetahuan suami tentang penggunaan AKDR diwilayah kerja Pustu pasiang tahun 2016. \u0000Metode penelitian : deskriptif yaitu suatu penelitian yang menggambarkan masalah kesehatan yang terjadi pada kasus tertentu berhubungan dengan distribusinya (Alimul, 2009). penelitian ini populasinya adalah semua suami yang istrinya menggunakan kontrasepsi yang terdata di Pustu pasiang pada bulan Maret tahun 2014 yang berjumlah 97 suami dan juga dijadikan Sampel. Penelitian ini menggunakan “Total sampling”yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan.instrumen yang digunakan adalah kuesioner. \u0000Hasil penelitian : tentang pengetahuan suami tentang pengertian menunjukkan persentase cukup 51,54(11,67%), pengetahuan suami tentang keuntungn AKDR menunjukkan persentase kurang (44,33%),pengetahuan suami tentang efek samping AKDR menunjukkan persentase dalam kategori kurang (52,6%) sedangkan Pengetahuan suami secara umum tentang penggunaan AKDR rahim menujukkan persentase dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian di wilayah kerja yang cukup , untuk meningkatka pengetahuan Suami tentang AKDR perlu dilakukan penyuluhan lebih lanjut.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130754221","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang : Bakteri memasuki tali pusat dan terjadi suatu infeksi yang disebut omfalitis. Tanda-tanda pertama adalah basahnya tali pusat, berbau, mengeluarkan sedikit cairan. Area disekitar tali pusat menjadi bengkak. Cairan yang dikeluarkan meningkat, baunya meningkat, dan lebih buruk lagi bayi mengalami demam karena infeksi meningkatkan toksik. Tanpa pengobatan, mungkin terjadi kematian dalam beberapa hari. Tujuan Penelitian : ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu neonatus dini 0-7 hari tentang omfalitis di wilayah kerja puskesmas kebunsari kecamatan wonomulyo kabupaten polewali mandar tahun. Metode Penelitian : yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, populasi yaitu semua ibu neonatus dini 0-7 hari sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 36 responden, dan Tekhnik analisis yang digunakan yaitu analisis Univariat. Hasil Penelitian : didapat tingkat Pengetahuan Ibu Neonatus Dini 0-7 Hari Tentang Penyebab Omfalitis adalah cukup sebesar 66.7%, Gejala Omfalitis adalah baik sebesar 52.8%, dan Pencegahan Omfalitis adalah cukup sebesar 58.3%. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan Gambaran Pengetahuan Ibu Neonatus Dini 0-7 Hari Tentang Omfalitis adalah sebesar 66.7% termasuk dalam kategori cukup.
{"title":"GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NEONATUS DINI 0-7 HARI TENTANG OMFALITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUNSARI KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2015","authors":"Niar Biges","doi":"10.35907/JKSBG.V7I2.53","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/JKSBG.V7I2.53","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Bakteri memasuki tali pusat dan terjadi suatu infeksi yang disebut omfalitis. Tanda-tanda pertama adalah basahnya tali pusat, berbau, mengeluarkan sedikit cairan. Area disekitar tali pusat menjadi bengkak. Cairan yang dikeluarkan meningkat, baunya meningkat, dan lebih buruk lagi bayi mengalami demam karena infeksi meningkatkan toksik. Tanpa pengobatan, mungkin terjadi kematian dalam beberapa hari. \u0000Tujuan Penelitian : ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu neonatus dini 0-7 hari tentang omfalitis di wilayah kerja puskesmas kebunsari kecamatan wonomulyo kabupaten polewali mandar tahun. \u0000Metode Penelitian : yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, populasi yaitu semua ibu neonatus dini 0-7 hari sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 36 responden, dan Tekhnik analisis yang digunakan yaitu analisis Univariat. \u0000Hasil Penelitian : didapat tingkat Pengetahuan Ibu Neonatus Dini 0-7 Hari Tentang Penyebab Omfalitis adalah cukup sebesar 66.7%, Gejala Omfalitis adalah baik sebesar 52.8%, dan Pencegahan Omfalitis adalah cukup sebesar 58.3%. \u0000Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan Gambaran Pengetahuan Ibu Neonatus Dini 0-7 Hari Tentang Omfalitis adalah sebesar 66.7% termasuk dalam kategori cukup.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"18 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132193603","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dismenore adalah nama medis untuk menstruasi yang disertai dengan kram dan rasa sakit yang berlebihan. Relaksasi genggam jari adalah sebuah tekhnik relaksasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun yang berhubungan dengan jari tangan serta aliran energi di dalam tubuh kita. Tekhnik genggam jari disebut juga finger hold. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Disminore Pada Mahasiswi Stikes Bina Generasi PolewaliMandar. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan desain penelitian adalah quasy experiment dengan rancangan pre dan post test. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian adalah Consecutive Sampling dengan subjek penelitian sebanyak 12 responden. Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan lembar observasi, Analisis data menggunakan uji Mc.Nemar Test untuk melihat pengaruh pada satu variabel pengukuran dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan analisa data dengan uji McNemar yang menunjukkan ada pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri disminore pada mahasiswi STIKES BinaGenerasi dengan tingkat signifikan p=0,04.
{"title":"PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI DISMINORE PADA MAHASISWI STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR","authors":"Ummu Kalsum","doi":"10.35907/jksbg.v9i2.68","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/jksbg.v9i2.68","url":null,"abstract":"Dismenore adalah nama medis untuk menstruasi yang disertai dengan kram dan rasa sakit yang berlebihan. Relaksasi genggam jari adalah sebuah tekhnik relaksasi yang sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun yang berhubungan dengan jari tangan serta aliran energi di dalam tubuh kita. Tekhnik genggam jari disebut juga finger hold. \u0000Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Disminore Pada Mahasiswi Stikes Bina Generasi PolewaliMandar. \u0000Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan desain penelitian adalah quasy experiment dengan rancangan pre dan post test. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian adalah Consecutive Sampling dengan subjek penelitian sebanyak 12 responden. Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan lembar observasi, Analisis data menggunakan uji Mc.Nemar Test untuk melihat pengaruh pada satu variabel pengukuran dengan tingkat kemaknaan α=0,05. \u0000Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan analisa data dengan uji McNemar yang menunjukkan ada pengaruh teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri disminore pada mahasiswi STIKES BinaGenerasi dengan tingkat signifikan p=0,04.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"95 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116043142","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Membentuk ikatan batin dengan bayi adalah : proses dimana hasil dari suatu interaksi terus –menerus antara bayi dan orang tua (bayi dan anggota keluarga lain) dengan kedua pihak memainkan peran aktif, suatu hubungan yang bersifat saling mencintai dan mantap tercipta dan memberikan keduanya pemenuhan emosional, rasa percaya diri, stabilitas, hubungan yang bersifat saling membutuhkan (meskipun nantinya menjadi kemampuan untuk mandiri / independent dan kapasitas untuk meyadari potensi mereka dalam kehidupan). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari Hubungan Pelaksanaan Boinding dan Attachment pada ibu primipara terhadap Reaksi Ibu dan Bayi di Kamar Bersalin RSUD Polewali Mandar. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tehnik sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan metode Aksidental Sampling. Jumlah sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 25 orang. Variabel independen adalah pelaksanaan bonding dan attachment, dan variabel dependen adalah reaksi ibu dan bayi. Data diolah secara univariat, dan bivariat dengan menggunakan Uji chi-square dengan tingkat kemaknaan ? =0,5 yang diolah dengan menggunakan softwere komputer. Hasil penelitian ini didapatkan dengan menggunakan analisis fisher’s exact test by chi square di dapatkan nilai p = 0.012 < ?, artinya H0 ditolak yang berarti bahwa ada hubungan antara pelaksanaan bonding dan attachment dengan reaksi ibu dan bayi di Kamar Bersalin RSUD Polewali. Kesimpulan: Dari penelitian ini adalah ada pengaruh Bonding dan Atachment terhadap reaksi ibu dan bayi . sehingga perlu disarankan kepada petugas di kamar bersalin untuk selalu menerapkan tehnik Bonding dan Attachment
{"title":"HUBUNGAN PELAKSANAAN BONDING DAN ATTACHMENT PADA IBU PRIMIPARA DENGAN REAKSI IBU DAN BAYI DI KAMAR BERSALIN RSUD POLEWALI MANDAR","authors":"Lina Fitriani","doi":"10.35907/bgjk.v8i2.62","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/bgjk.v8i2.62","url":null,"abstract":"Membentuk ikatan batin dengan bayi adalah : proses dimana hasil dari suatu interaksi terus –menerus antara bayi dan orang tua (bayi dan anggota keluarga lain) dengan kedua pihak memainkan peran aktif, suatu hubungan yang bersifat saling mencintai dan mantap tercipta dan memberikan keduanya pemenuhan emosional, rasa percaya diri, stabilitas, hubungan yang bersifat saling membutuhkan (meskipun nantinya menjadi kemampuan untuk mandiri / independent dan kapasitas untuk meyadari potensi mereka dalam kehidupan). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari Hubungan Pelaksanaan Boinding dan Attachment pada ibu primipara terhadap Reaksi Ibu dan Bayi di Kamar Bersalin RSUD Polewali Mandar. \u0000 \u0000Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Tehnik sampel yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan metode Aksidental Sampling. Jumlah sampel yang didapatkan pada penelitian ini berjumlah 25 orang. Variabel independen adalah pelaksanaan bonding dan attachment, dan variabel dependen adalah reaksi ibu dan bayi. Data diolah secara univariat, dan bivariat dengan menggunakan Uji chi-square dengan tingkat kemaknaan ? =0,5 yang diolah dengan menggunakan softwere komputer. \u0000 \u0000Hasil penelitian ini didapatkan dengan menggunakan analisis fisher’s exact test by chi square di dapatkan nilai p = 0.012 < ?, artinya H0 ditolak yang berarti bahwa ada hubungan antara pelaksanaan bonding dan attachment dengan reaksi ibu dan bayi di Kamar Bersalin RSUD Polewali. \u0000 \u0000Kesimpulan: Dari penelitian ini adalah ada pengaruh Bonding dan Atachment terhadap reaksi ibu dan bayi . sehingga perlu disarankan kepada petugas di kamar bersalin untuk selalu menerapkan tehnik Bonding dan Attachment","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"77 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114697567","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang : Berbagai upaya pemberantasan DHF telah banyak dilakukan, namun dalam beberapa tahun terakhir daerah endemis DHF bertambah luas, hal ini disebabkan salah satunya karena terjadinya krisis ekonomi. Peran Kepala Keluarga merupakan salah satu faktor penentu dalam menjaga kesehatan lingkungan dan anggota keluarganya, dimana kepala keluarga merupakan dalam rumah tangga adalah pengambil keputusan dalam segala hal meskipun nantinya hasil musyawarah anggota keluarga lainnya. Friedman, dikutip dalam Setiadi Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan perilaku kepala keluarga terhadap kejadian DHF. Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif yang menggunakan Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dengan metode secara Proposive Sampling maka di peroleh sampel sebanyak 100 sampel. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistika dengan menggunakan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan = 0,05.
{"title":"HUBUNGAN PERILAKU KEPALA KELUARGA DENGAN KEJADIAN DENGUE HIGH FEVER (DHF) PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TAKATIDUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR","authors":"M. Irwan","doi":"10.35907/bgjk.v8i2.30","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/bgjk.v8i2.30","url":null,"abstract":"Latar belakang : Berbagai upaya pemberantasan DHF telah banyak dilakukan, namun dalam beberapa tahun terakhir daerah endemis DHF bertambah luas, hal ini disebabkan salah satunya karena terjadinya krisis ekonomi. Peran Kepala Keluarga merupakan salah satu faktor penentu dalam menjaga kesehatan lingkungan dan anggota keluarganya, dimana kepala keluarga merupakan dalam rumah tangga adalah pengambil keputusan dalam segala hal meskipun nantinya hasil musyawarah anggota keluarga lainnya. Friedman, dikutip dalam Setiadi \u0000Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan perilaku kepala keluarga terhadap kejadian DHF. \u0000Metode Penelitian : Deskriptif Kuantitatif yang menggunakan Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian ini dengan metode secara Proposive Sampling maka di peroleh sampel sebanyak 100 sampel. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistika dengan menggunakan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan = 0,05.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"239 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114754297","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang: Menurut World Health Oganisation (WHO) tahun 2012 diperkirakan bahwa 90% dari anak sekolah di dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies gigi. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan karena hal tersebut dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit rongga mulut. Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat gigi, hal ini terlihat bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90 % penduduk Indonesia. Tercatat bahwa anak usia 9-11 tahun masih belum terlalu memperhatikan kebersihan mulut mereka dengan tidak memperhatikan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan (Penkes) gigi dan mulut terhadap praktik menyikat gigi pada anak usia sekolah di SDN 018 Bonra Kec. Luyo Kab. Polewali Mandar. Desain penelitian: Penelitiaan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain penelitian The One Group Pre-Test and Post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari sampai mei 2017 denagnjumlah sampel sebanyak 42 responden.
{"title":"PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN (PENKES) GIGI DAN MULUT TERHADAP PRAKTIK MENYIKAT GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 018 BONRA KECAMATAN LUYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR","authors":"Rasdiyanah Rahim","doi":"10.35907/jksbg.v9i2.45","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/jksbg.v9i2.45","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Menurut World Health Oganisation (WHO) tahun 2012 diperkirakan bahwa 90% dari anak sekolah di dunia dan sebagian besar orang dewasa pernah menderita karies gigi. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan karena hal tersebut dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit rongga mulut. Kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat gigi, hal ini terlihat bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90 % penduduk Indonesia. Tercatat bahwa anak usia 9-11 tahun masih belum terlalu memperhatikan kebersihan mulut mereka dengan tidak memperhatikan cara menggosok gigi yang baik dan benar. \u0000Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan (Penkes) gigi dan mulut terhadap praktik menyikat gigi pada anak usia sekolah di SDN 018 Bonra Kec. Luyo Kab. Polewali Mandar. \u0000Desain penelitian: Penelitiaan ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain penelitian The One Group Pre-Test and Post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan februari sampai mei 2017 denagnjumlah sampel sebanyak 42 responden.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"111 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116576778","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk anopheles. Malaria ditularkan oleh nyamuk dan dalam perkembangannya, nyamuk memerlukan tempat perindukan. Nyamuk mempunyai empat stadium dalam perkembangannya, yaitu telur, larva, pupa dan dewas, stadium larva dan pupa berada di dalam air. Hingga saat ini penyakit Malaria masih menjadi masalah kesehatan bagi negara kita Indonesia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ini, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal termasuk kesehatan lingkungan yang belum memenuhi syarat kesehatan, kebersihan individu, persediaan air bersih yang belum memadai. Faktor internal meliputi menurunnya sistem kekebalan tubuh penderita. Di Sulawesi Barat, Malaria merupakan salah satu dari penyakit menular yang berupa infeksi akut dan kronis. Penyakit ini endemic di seluruh daerah di provinsi dan merupakan penyakit infeksi terbanyak keempat yang dilaporkan dari seluruh 24 kabupaten, dengan insiden rate 2500 per 100.000 penduduk dan untuk tahun 2011 penyakit ini termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Polewali Mandar. Dari data yang ada di Puskesmas Bulo pada tahun 2011 jumlah penderita Malaria berjumlah 58 orang, dan bulan Januari sampai bulan Oktober tahun 2011 jumlah penderita malaria sebanyak 168 orang. Dan penemuan penderita terbanyak terdapat didaerah Desa Lenggo sebanyak 66 orang penderita malaria positif dengan jumlah penduduk yang beresiko sebanyak 709 orang dan di daerah Pulliwa terdapat 39 penderita malaria dengan penduduk yang beresiko 2147 orang sedangkan daerah desa Patambanua hanya terdapat 27 penderita malaria dengan penduduk yang beresiko 757 orang. Dengan total penduduk daerah Kecamatan Bulo sebanyak 8635 orang.(Data Rekamedik Puskesmas Bulo tahun 2011). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian Malaria di Puskesmas Bulo Kabupaten Polewali Mandar dengan jenis penelitian menggunakan studi cross sectional Populasi penelitian ini adalah kepala kelaurga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bulo kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah 168 yang menderita malaria. Penarikan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling sebanyak 99 responden.
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGGINYA KEJADIAN PENYAKIT MALARIA DI PUSKESMAS BULO KABUPATEN POLEWALI MANDAR","authors":"M. Syikir","doi":"10.35907/bgjk.v8i2.32","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/bgjk.v8i2.32","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk anopheles. Malaria ditularkan oleh nyamuk dan dalam perkembangannya, nyamuk memerlukan tempat perindukan. Nyamuk mempunyai empat stadium dalam perkembangannya, yaitu telur, larva, pupa dan dewas, stadium larva dan pupa berada di dalam air. Hingga saat ini penyakit Malaria masih menjadi masalah kesehatan bagi negara kita Indonesia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ini, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal termasuk kesehatan lingkungan yang belum memenuhi syarat kesehatan, kebersihan individu, persediaan air bersih yang belum memadai. Faktor internal meliputi menurunnya sistem kekebalan tubuh penderita. Di Sulawesi Barat, Malaria merupakan salah satu dari penyakit menular yang berupa infeksi akut dan kronis. Penyakit ini endemic di seluruh daerah di provinsi dan merupakan penyakit infeksi terbanyak keempat yang dilaporkan dari seluruh 24 kabupaten, dengan insiden rate 2500 per 100.000 penduduk dan untuk tahun 2011 penyakit ini termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Polewali Mandar. Dari data yang ada di Puskesmas Bulo pada tahun 2011 jumlah penderita Malaria berjumlah 58 orang, dan bulan Januari sampai bulan Oktober tahun 2011 jumlah penderita malaria sebanyak 168 orang. Dan penemuan penderita terbanyak terdapat didaerah Desa Lenggo sebanyak 66 orang penderita malaria positif dengan jumlah penduduk yang beresiko sebanyak 709 orang dan di daerah Pulliwa terdapat 39 penderita malaria dengan penduduk yang beresiko 2147 orang sedangkan daerah desa Patambanua hanya terdapat 27 penderita malaria dengan penduduk yang beresiko 757 orang. Dengan total penduduk daerah Kecamatan Bulo sebanyak 8635 orang.(Data Rekamedik Puskesmas Bulo tahun 2011). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian Malaria di Puskesmas Bulo Kabupaten Polewali Mandar dengan jenis penelitian menggunakan studi cross sectional Populasi penelitian ini adalah kepala kelaurga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bulo kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah 168 yang menderita malaria. Penarikan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling sebanyak 99 responden.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127278779","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekwensi pemeriksaan ANC yang tidak teratur. Salah satu hal untuk mengatasi adalah dengan kegiatan ANC. Apabila seorang ibu hamil memiliki pengetahuan yang lebih tentang resiko tinggi kehamilan maka kemungkinan besar ibu akan berpikir untuk menentukan sikap, berperilaku untuk mencegah, menghindari atau mengatasi masalah resiko kehamilan tersebut sehingga ibu memiliki kesadaran untuk melakukan kunjungan antenatal atau memeriksakan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC. Desain yang digunakan adalah korelasi, dimana populasinya adalah Seluruh ibu primigravida di Wilayah Puskesmas Mapilli Kabupaten Polewali Mandar dalam bulan Maret-Mei (2014) yaitu sejumlah 187 responden. Besar sampel adalah 65 responden dengan teknik pengambilan menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu angket atau kuesioner berupa closed ended tentang pengetahuan dan kepatuhan melaksanakan ANC. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan ? 0,05. Dari analisa yang diperoleh didapatkan sebagian besar (41.5 %) atau 27 ibu primigravida pengetahuannya baik, hampir setengahnya (36.9 %) atau 24 ibu primigravida berpengetahuan cukup. Dan untuk sebagian kecil seluruhnya (16.9 %) atau 11 responden tidak patuh dan hampir setengahnya (83.1%) atau 54 responden patuh. Sedangkan hasil uji statistik didapatkan p: 0,002 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan melaksanakan ANC. Melihat hasil penelitian tersebut sebaiknya Puskesmas selalu memotivasi ibu hamil untuk terus melaksanakan ANC dan peneliti selanjutnya dapat melakukan observasi secara langsung untuk melihat kepatuhan.
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN ANTENATAL CARE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS MAPILLI KABUPATEN POLEWALI MANDAR","authors":"Faika Dwiyanti","doi":"10.35907/bgjk.v7i2.20","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/bgjk.v7i2.20","url":null,"abstract":" Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekwensi pemeriksaan ANC yang tidak teratur. Salah satu hal untuk mengatasi adalah dengan kegiatan ANC. Apabila seorang ibu hamil memiliki pengetahuan yang lebih tentang resiko tinggi kehamilan maka kemungkinan besar ibu akan berpikir untuk menentukan sikap, berperilaku untuk mencegah, menghindari atau mengatasi masalah resiko kehamilan tersebut sehingga ibu memiliki kesadaran untuk melakukan kunjungan antenatal atau memeriksakan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC. Desain yang digunakan adalah korelasi, dimana populasinya adalah Seluruh ibu primigravida di Wilayah Puskesmas Mapilli Kabupaten Polewali Mandar dalam bulan Maret-Mei (2014) yaitu sejumlah 187 responden. Besar sampel adalah 65 responden dengan teknik pengambilan menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu angket atau kuesioner berupa closed ended tentang pengetahuan dan kepatuhan melaksanakan ANC. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan ? 0,05. Dari analisa yang diperoleh didapatkan sebagian besar (41.5 %) atau 27 ibu primigravida pengetahuannya baik, hampir setengahnya (36.9 %) atau 24 ibu primigravida berpengetahuan cukup. Dan untuk sebagian kecil seluruhnya (16.9 %) atau 11 responden tidak patuh dan hampir setengahnya (83.1%) atau 54 responden patuh. Sedangkan hasil uji statistik didapatkan p: 0,002 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan melaksanakan ANC. Melihat hasil penelitian tersebut sebaiknya Puskesmas selalu memotivasi ibu hamil untuk terus melaksanakan ANC dan peneliti selanjutnya dapat melakukan observasi secara langsung untuk melihat kepatuhan.","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131230703","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar belakang : 4 Terlalu adalah Faktor yang dapat mengakibatkan persalinan berisiko tinggi. Diantaranya terlalu muda (usia di bawah 16 tahun), terlalu tua (usia diatas 35 tahun), terlalu sering (eprbedaan usia antar anak sangat dekat) dan terlalu banyak (memiliki lebih dari empat orang anak) tingginya angka kematian ibu juga tidak terlepas dari resiko 4 terlalu tersebut, yaitu (terlalu banyak anak, terlalu muda, terlalu tua, dan terlalu dekat jarak kehamilan). Yang sangat membahayakan bagi kesehatan ibu. Ada sebesar 22,4 % wanita dengan resiko 4 terlalu telah meninggal, dengan rincian hamil terlalu muda (<18 thn), sebesar 4,1 % hamil terlalu tua (>34 thn), sebesar 3,8 %, jarak terlalu dekat (<2 thn) sebesar 5,2 %, dan jumlah anak terlalu banyak (> 3 orang) sebesar 9, 4 % . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasangan usia subur tentang resiko 4 terlalu (terlalu muda,terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak) dipustu tonyaman. Metode penelitian adalah deskriptif jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 347 pasangan usia subur di pustu tonyaman wilayah kerja puskesmas polewali dan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 pasangan, sesuai dengan populasi penentuan sampel mengunakan teknik Random sampling data di peroleh dengan instrument analisis data univariat kuisioner. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang pengertian resiko 4 terlalu tertinggi, dalam kategori cukup untuk istri yaitu 30 responden atau (28.20%), suami 31 responden atau (39.74%)kategori baik, tentang manfaat mengetahui resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori kurang untuk istri yaitu 45 responden atau (57.69%), suami tertinggi kategori kurang yaitu 37 atau (47.43) tentang bahaya resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori cukup untuk istri yaitu 41 responden atau (52.56%), untuk suami 32 responden atau (41.02%),tentang mencegah resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori cukup untuk istri 32 atau (41%), dan kategori suami 31 atau (39.74)diperoleh kategori kurang. Kesimpulan : pengetahuan pasangan usia subur tentang resiko 4 Terlalu secara keseluruhan berada dalam kategori cukup untuk istri yaitu 38 responden (48.71%), dan suami pengetahuan kurang dengan hasil 33 atau (42.30%) namun tetap diharapkan perlu adanya penigkatan dalam hal pengetahuan pasangan usia subur .
{"title":"GAMBARAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG RISIKO 4 TERLALU (TERLALU MUDA, TERLALU TUA, TERLALU DEKAT, TERLALU BANYAK) DI PUSTU TONYAMAN KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR","authors":"Rosdiana Biges","doi":"10.35907/bgjk.v8i2.61","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/bgjk.v8i2.61","url":null,"abstract":"Latar belakang : 4 Terlalu adalah Faktor yang dapat mengakibatkan persalinan berisiko tinggi. Diantaranya terlalu muda (usia di bawah 16 tahun), terlalu tua (usia diatas 35 tahun), terlalu sering (eprbedaan usia antar anak sangat dekat) dan terlalu banyak (memiliki lebih dari empat orang anak) tingginya angka kematian ibu juga tidak terlepas dari resiko 4 terlalu tersebut, yaitu (terlalu banyak anak, terlalu muda, terlalu tua, dan terlalu dekat jarak kehamilan). Yang sangat membahayakan bagi kesehatan ibu. Ada sebesar 22,4 % wanita dengan resiko 4 terlalu telah meninggal, dengan rincian hamil terlalu muda (<18 thn), sebesar 4,1 % hamil terlalu tua (>34 thn), sebesar 3,8 %, jarak terlalu dekat (<2 thn) sebesar 5,2 %, dan jumlah anak terlalu banyak (> 3 orang) sebesar 9, 4 % . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasangan usia subur tentang resiko 4 terlalu (terlalu muda,terlalu tua, terlalu dekat, terlalu banyak) dipustu tonyaman. \u0000Metode penelitian adalah deskriptif jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 347 pasangan usia subur di pustu tonyaman wilayah kerja puskesmas polewali dan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 78 pasangan, sesuai dengan populasi penentuan sampel mengunakan teknik Random sampling data di peroleh dengan instrument analisis data univariat kuisioner. \u0000Hasil penelitian di dapatkan bahwa tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang pengertian resiko 4 terlalu tertinggi, dalam kategori cukup untuk istri yaitu 30 responden atau (28.20%), suami 31 responden atau (39.74%)kategori baik, tentang manfaat mengetahui resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori kurang untuk istri yaitu 45 responden atau (57.69%), suami tertinggi kategori kurang yaitu 37 atau (47.43) tentang bahaya resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori cukup untuk istri yaitu 41 responden atau (52.56%), untuk suami 32 responden atau (41.02%),tentang mencegah resiko 4 terlalu tertinggi dalam kategori cukup untuk istri 32 atau (41%), dan kategori suami 31 atau (39.74)diperoleh kategori kurang. \u0000Kesimpulan : pengetahuan pasangan usia subur tentang resiko 4 Terlalu secara keseluruhan berada dalam kategori cukup untuk istri yaitu 38 responden (48.71%), dan suami pengetahuan kurang dengan hasil 33 atau (42.30%) namun tetap diharapkan perlu adanya penigkatan dalam hal pengetahuan pasangan usia subur .","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133914407","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Latar Belakang : Pemberian ASI secara dini memberi kemungkinan delapan kali lebih besar dalam memberikan ASI eksklusif. Inisiasi menyusu dini (IMD) akan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI ekslusif enam bulan. Kontak dini ibu dan bayi akan meningkatkan waktu menyusu menjadi dua kali lebih lama dibandingkan kontak yang lambat (Ertem,2001; Giugliani , 2004; Vaidya, K. Et al, 2005; Februhartanty, 2008). Berdasarkan studi pendahuluan di Bidan Praktek Swasta (BPS) “S” Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar pada 10 orang ibu hamil dengan metode wawancara didapatkan hasil 6 orang (60%) dari 10 ibu hamil mempunyai pengetahuan kurang tentang IMD, 1 orang (10 %) dari10 ibu hamil mempunyai pengetahuan cukup tentang IMD dan 2 orang (20%) dari 10 ibu hamil mengetahui tentang IMD. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui secara umum Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini Di Wilayah Kerja BPS “S” Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di BPS “S” Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, periode Januari sampai Maret 2014, dimana jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 120 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 55 ibu hamil yang mendukung dan bisa membaca serta menulis; penentuan jumlah sampel dalam penelitian yang digunakan adalah Simple random sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam dalam anggota populasi. Hasil : rata-rata responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang pengertian inisiasi menyusu dini yaitu sebanyak 22 orang (44%), kriteria pengetahuan baik 23 orang (46%) dan kriteria pengetahuan kurang 5 orang (10%) dari 55 responden. responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang manfaat inisiasi menyusu dini. Dimana tabel tersebut dapat dilihat bahwa ibu dengan tingkat pengetahuan cukup 14 orang (28%), pengetahuan kurang 20 orang (40%) dan pengetahuan baik terdapat 16 orang (32%) dari 55 responden. Responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang hal yang harus diperhatikan saat proses inisiasi menyusu dini yaitu sebanyak 19 responden atau (38%), dan yang memperoleh kriteria baik sebanyak 12 responden atau (24%). Simpulan dan saran : Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan masih sangat diperlukan khususnya dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan tentang inisiasi menyusu dini. Proses pendidikan hendaknya lebih memberikan wawasan dan juga ilmu yang lebih mendalam tentang inisiasi menyusu dini sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh peserta didik dapat diaplikasikan di masyarakat.
背景:早期母乳喂养的几率是母乳独家喂养的8倍。提前开始母乳喂养将增加6个月的成功。早母婴接触会使母乳喂养时间比慢接触时间增加一倍(Ertem,2001;朱格利亚尼,2004年;Vaidya, K. Et al, 2005年;Februhartanty, 2008)。根据私人执业助产士(BPS)的初步研究" S " Manding街道Polewali Polewali县10个孕妇的鸡腿方法获得面试结果6人(60%)的10名孕妇有IMD缺乏知识,1人(10%)dari10 IMD的准妈妈有足够的知识和2人(20%)的10名孕妇了解IMD。研究目的:了解孕妇在BPS“S”工作区域开始母乳喂养的一般知识。研究方法:本研究采用描述性研究方法。这项研究的总体人口是BPS“S”中的孕妇,在2014年1月至3月期间,Polewali Mandar区的polewali Mandar,该研究的总人数为120人。本研究的样本为55名孕妇提供支持,她们能读能写;在使用的研究中确定样本的数量是简单的随机抽样,即随机抽样,而不考虑群体成员的内部结构。结果:平均接受母乳喂养的人数为22人(44%),良好的知识标准为23人(46%),55人小于5人(10%)。受访者对早期母乳喂养的好处知之甚少。在这张图表中,可以看到拥有足够的14人(28%)、20人缺乏知识(40%)和55名受访者中有16人(32%)。受访者对早期母乳喂养的过程有足够的了解,其中19人或(38%)应该注意,他们的标准是12人或(24%)。结论和建议:研究表明,卫生工作者在提供早期母乳喂养的服务和教育方面仍然是不可或缺的。教育过程应该更深入地了解早期母乳喂养的开始,这样学习者获得的知识就可以应用于社区。
{"title":"GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA BPS SALSA MANDING KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR","authors":"Sekarwuni Manfaati","doi":"10.35907/jksbg.v7i2.49","DOIUrl":"https://doi.org/10.35907/jksbg.v7i2.49","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Pemberian ASI secara dini memberi kemungkinan delapan kali lebih besar dalam memberikan ASI eksklusif. Inisiasi menyusu dini (IMD) akan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI ekslusif enam bulan. Kontak dini ibu dan bayi akan meningkatkan waktu menyusu menjadi dua kali lebih lama dibandingkan kontak yang lambat (Ertem,2001; Giugliani , 2004; Vaidya, K. Et al, 2005; Februhartanty, 2008). Berdasarkan studi pendahuluan di Bidan Praktek Swasta (BPS) “S” Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar pada 10 orang ibu hamil dengan metode wawancara didapatkan hasil 6 orang (60%) dari 10 ibu hamil mempunyai pengetahuan kurang tentang IMD, 1 orang (10 %) dari10 ibu hamil mempunyai pengetahuan cukup tentang IMD dan 2 orang (20%) dari 10 ibu hamil mengetahui tentang IMD. \u0000Tujuan penelitian : Untuk mengetahui secara umum Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini Di Wilayah Kerja BPS “S” Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. \u0000Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di BPS “S” Manding Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, periode Januari sampai Maret 2014, dimana jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 120 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 55 ibu hamil yang mendukung dan bisa membaca serta menulis; penentuan jumlah sampel dalam penelitian yang digunakan adalah Simple random sampling yaitu pengambilan sampel dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam dalam anggota populasi. \u0000Hasil : rata-rata responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang pengertian inisiasi menyusu dini yaitu sebanyak 22 orang (44%), kriteria pengetahuan baik 23 orang (46%) dan kriteria pengetahuan kurang 5 orang (10%) dari 55 responden. responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang manfaat inisiasi menyusu dini. Dimana tabel tersebut dapat dilihat bahwa ibu dengan tingkat pengetahuan cukup 14 orang (28%), pengetahuan kurang 20 orang (40%) dan pengetahuan baik terdapat 16 orang (32%) dari 55 responden. Responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang hal yang harus diperhatikan saat proses inisiasi menyusu dini yaitu sebanyak 19 responden atau (38%), dan yang memperoleh kriteria baik sebanyak 12 responden atau (24%). \u0000Simpulan dan saran : Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tenaga kesehatan masih sangat diperlukan khususnya dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan tentang inisiasi menyusu dini. Proses pendidikan hendaknya lebih memberikan wawasan dan juga ilmu yang lebih mendalam tentang inisiasi menyusu dini sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh peserta didik dapat diaplikasikan di masyarakat. \u0000 ","PeriodicalId":189670,"journal":{"name":"Bina Generasi : Jurnal Kesehatan","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123423891","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}