artikel ini mengeksplorasi potensi dalam penciptaan teater wayang sayur. Suasana dan karakter pada setiap adegan digarap menggunakan konsep penciptaan dalam format pewayangan. Dalam penciptaan Wayang Sayur keindahan struktur lakon dan cerita disajikan sebagai sebuah alternative bentuk teater boneka. Di masa pandemic, keterbatasan masyarakat terutama anak-anak dalam menikmati sajian teater yang komunikatif menjadi tantangan, dalam hal ini media yang berada di lingkungan pencipta merupakan sumber garapan penciptaan yang memiliki tantangan dramaturgi. Penciptaan ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya seni Teater Wayang alternatif yang berangkat dari dari nilai estetis dan kelokalan yang dapat menghidupkan pola-pola wayang dengan cara yang inovatif; yakni dari media sayur sebagai alternative teater boneka di masa pandemic. Melalui metode yang digunakan dalam penciptaan karya teater wayang inovatif ini yaitu Adapun untuk pada tahapan pemberian materi kepada mitra dapat dirincikan sebagai berikut yang mengacu pada metode yang digagas oleh Alhaq dan Agustin. (1) Riset penggalian data awal, (2) Riset disain (3) analisis target audiens (4) Analisis Kebutuhan Media dan Teknis Petunjukan (5) Analisis Konten Identitas Lokal Indonesia (6) Analisis Cerita (7) Desain Karakter (8) Boneka Karakter (9) Desain Environment (hand prop dan sett properti).
{"title":"Wayang Sayur: Sebuah Alternatif Teater Boneka di Masa Pandemi","authors":"Saaduddin Saaduddin, Dede Pramayoza, Sherli Novalinda","doi":"10.26887/cartj.v4i1.2499","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v4i1.2499","url":null,"abstract":"artikel ini mengeksplorasi potensi dalam penciptaan teater wayang sayur. Suasana dan karakter pada setiap adegan digarap menggunakan konsep penciptaan dalam format pewayangan. Dalam penciptaan Wayang Sayur keindahan struktur lakon dan cerita disajikan sebagai sebuah alternative bentuk teater boneka. Di masa pandemic, keterbatasan masyarakat terutama anak-anak dalam menikmati sajian teater yang komunikatif menjadi tantangan, dalam hal ini media yang berada di lingkungan pencipta merupakan sumber garapan penciptaan yang memiliki tantangan dramaturgi. Penciptaan ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya seni Teater Wayang alternatif yang berangkat dari dari nilai estetis dan kelokalan yang dapat menghidupkan pola-pola wayang dengan cara yang inovatif; yakni dari media sayur sebagai alternative teater boneka di masa pandemic. Melalui metode yang digunakan dalam penciptaan karya teater wayang inovatif ini yaitu Adapun untuk pada tahapan pemberian materi kepada mitra dapat dirincikan sebagai berikut yang mengacu pada metode yang digagas oleh Alhaq dan Agustin. (1) Riset penggalian data awal, (2) Riset disain (3) analisis target audiens (4) Analisis Kebutuhan Media dan Teknis Petunjukan (5) Analisis Konten Identitas Lokal Indonesia (6) Analisis Cerita (7) Desain Karakter (8) Boneka Karakter (9) Desain Environment (hand prop dan sett properti).","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128075901","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-10-28DOI: 10.26887/cartj.v3i2.2239
Fani Dila Sari
PASUA PA (Papua, Sunda, Aceh Performing Art) is a performance art work inspired by three ethnic regions, namely Papua, Sunda and Aceh. The three regions are united in a research and creation of performing arts works that carry the indigenous of each region as a form of Indonesian multiculturalism. Aceh, which is echoed by speech theater in its performing arts, is one of the means for the abstraction of national values found in PASUA PA's works. The text that was present had the theme of locality from Papua, Sundanese and Aceh which reflected the diversity of Indonesian arts and culture. The creation of PASUA PA is a research assignment for RISTEK BRIN that focuses on qualitative research and a 4.0-based model of art creation with the aim of turning performance art into new media art content.AbstrakPASUA PA (Papua, Sunda, Aceh Performing Art) merupakan karya kreasi seni pertunjukan yang diilhami dari tiga wilayah suku bangsa yakni Papua, Sunda dan Aceh. Ketiga wilayah disatukan dalam sebuah riset dan penciptan karya seni pertunjukan yang mengusung indigenous masing-masing wilayah sebagai wujud multicultural Indonesia. Aceh yang digaungkan dengan teater tutur pada seni pertunjukannya menjadi salah satu wahana abstraksi nilai kebangsaan yang terdapat pada karya PASUA PA. Teks yang hadir bertemakan lokalitas dari Papua, Sunda dan Aceh yang mencerminkan keberagaman seni budaya bangsa Indonesia. Penciptaan PASUA PA merupakan sebuah riset penugasan RISTEK BRIN yang berfokus pada penelitian kualitatif dan model penciptaan karya seni berbasis 4.0 dengan tujuan menjadikan seni pertunjukan sebagai konten seni media baru.
PASUA PA(巴布亚,巽他,亚齐表演艺术)是一个行为艺术作品的灵感来自三个民族地区,即巴布亚,巽他和亚齐。这三个地区联合起来研究和创作表演艺术作品,将每个地区的土著文化作为印度尼西亚多元文化的一种形式。亚齐在表演艺术中与言语剧场相呼应,是PASUA PA作品中抽象民族价值观的手段之一。现有案文的主题是来自巴布亚、巽他语和亚齐的地方,这反映了印度尼西亚艺术和文化的多样性。PASUA PA的创作是RISTEK BRIN的一项研究任务,专注于定性研究和基于4.0的艺术创作模式,旨在将行为艺术转化为新媒体艺术内容。摘要:巴布亚,巽他,亚齐表演艺术merupakan karya kreasi seni pertunjukan yang diilhami dari tiga wilayah suku bangsa yakni巴布亚,巽他,亚齐。Ketiga wilayah disatukan dalam sebuah riset dan penciptan karya seni pertunjukan yang mengusung土著masing-masing wilayah sebagai wujud多元文化印度尼西亚。亚齐,杨德昌,登根,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院,剧院。巴布亚省,巽他亚齐省,印尼。Penciptaan PASUA PA merupakan sebuah viset penugasan risstek BRIN yang berfkuus padpenelitian质量和模型pencipaan karya seniberbasis 4.0 dengan tujuan menjadikan seni pertunjukan sebagai konten seni media baru。
{"title":"Konsep Kebangsaan pada Pertunjukan Kreasi Teater Tutur Aceh Karya PASUA PA","authors":"Fani Dila Sari","doi":"10.26887/cartj.v3i2.2239","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i2.2239","url":null,"abstract":"PASUA PA (Papua, Sunda, Aceh Performing Art) is a performance art work inspired by three ethnic regions, namely Papua, Sunda and Aceh. The three regions are united in a research and creation of performing arts works that carry the indigenous of each region as a form of Indonesian multiculturalism. Aceh, which is echoed by speech theater in its performing arts, is one of the means for the abstraction of national values found in PASUA PA's works. The text that was present had the theme of locality from Papua, Sundanese and Aceh which reflected the diversity of Indonesian arts and culture. The creation of PASUA PA is a research assignment for RISTEK BRIN that focuses on qualitative research and a 4.0-based model of art creation with the aim of turning performance art into new media art content.AbstrakPASUA PA (Papua, Sunda, Aceh Performing Art) merupakan karya kreasi seni pertunjukan yang diilhami dari tiga wilayah suku bangsa yakni Papua, Sunda dan Aceh. Ketiga wilayah disatukan dalam sebuah riset dan penciptan karya seni pertunjukan yang mengusung indigenous masing-masing wilayah sebagai wujud multicultural Indonesia. Aceh yang digaungkan dengan teater tutur pada seni pertunjukannya menjadi salah satu wahana abstraksi nilai kebangsaan yang terdapat pada karya PASUA PA. Teks yang hadir bertemakan lokalitas dari Papua, Sunda dan Aceh yang mencerminkan keberagaman seni budaya bangsa Indonesia. Penciptaan PASUA PA merupakan sebuah riset penugasan RISTEK BRIN yang berfokus pada penelitian kualitatif dan model penciptaan karya seni berbasis 4.0 dengan tujuan menjadikan seni pertunjukan sebagai konten seni media baru. ","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"348 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133105029","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-10-05DOI: 10.26887/cartj.v3i2.2240
H. Hasan, Hersa Marlia
Olah tubuh sebagai komponen dalam pelatihan keaktoran teater perlu diberikan sebagai modal pembentukan keaktoran. Olah tubuh di dalam seni teater memerlukan beberapa tawaran metode dalam pelatihannya. Artikel ini memuat tentang pembelajaran olah tubuh dasar teater mengunakan metode tutor sebaya pada ekstrakurikuler di MAN 2 Palembang. Data akan dianalisis dengan metode analisis data interaktif yang mencakup 4 data komponen pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan.Adapun sumber data yang diperoleh melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran olah tubuh dasar teater menggunakan metode tutor sebaya pada kegiatan ekstrakurikuler di MAN 2 Palembang berjalan dengan baik. Implementasi metode yang digunakan dalam pembelajaran olah tubuh dasar teater adalah metode Tutor Sebaya.
{"title":"Pembelajaran Olah Tubuh Teater Menggunakan Metode Tutor Sebaya pada Ekstrakurikuler MAN 2 Palembang","authors":"H. Hasan, Hersa Marlia","doi":"10.26887/cartj.v3i2.2240","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i2.2240","url":null,"abstract":"Olah tubuh sebagai komponen dalam pelatihan keaktoran teater perlu diberikan sebagai modal pembentukan keaktoran. Olah tubuh di dalam seni teater memerlukan beberapa tawaran metode dalam pelatihannya. Artikel ini memuat tentang pembelajaran olah tubuh dasar teater mengunakan metode tutor sebaya pada ekstrakurikuler di MAN 2 Palembang. Data akan dianalisis dengan metode analisis data interaktif yang mencakup 4 data komponen pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan.Adapun sumber data yang diperoleh melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran olah tubuh dasar teater menggunakan metode tutor sebaya pada kegiatan ekstrakurikuler di MAN 2 Palembang berjalan dengan baik. Implementasi metode yang digunakan dalam pembelajaran olah tubuh dasar teater adalah metode Tutor Sebaya.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131251166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-09-17DOI: 10.26887/cartj.v3i2.2204
Zulhijasri Zulhijasri, Yusril Yusril
Penyutradaraan naskah Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek karya Danarto merupakan upaya untuk mementaskan naskah ke atas panggung. Upaya ini diawali dengan menganalisa struktur dramatik lakon dan melakukan kajian atas kemungkinan-kemungkinan untuk pementasan, baik yang terkait dengan penyutradaraan, pemeranan tokoh, dan unsur lainnya. Naskah ini disutradarai dengan gaya realisme sosial dan genre komedi satir menggunakan konsep Alienasi Brecht melalui spirit teater tradisional. Naskah Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek karya Danarto bercerita tentang perjalanan cinta segitiga antara Sumirah, Kusningtyas dan Tommy.
{"title":"Penyutradaraan Naskah Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek Karya Danarto dengan Konsep Alienasi Brecht Melalui Spirit Teater Tradisional","authors":"Zulhijasri Zulhijasri, Yusril Yusril","doi":"10.26887/cartj.v3i2.2204","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i2.2204","url":null,"abstract":"Penyutradaraan naskah Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek karya Danarto merupakan upaya untuk mementaskan naskah ke atas panggung. Upaya ini diawali dengan menganalisa struktur dramatik lakon dan melakukan kajian atas kemungkinan-kemungkinan untuk pementasan, baik yang terkait dengan penyutradaraan, pemeranan tokoh, dan unsur lainnya. Naskah ini disutradarai dengan gaya realisme sosial dan genre komedi satir menggunakan konsep Alienasi Brecht melalui spirit teater tradisional. Naskah Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek karya Danarto bercerita tentang perjalanan cinta segitiga antara Sumirah, Kusningtyas dan Tommy.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131151835","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-09-16DOI: 10.26887/cartj.v3i2.2238
Rini Oktavia Sari
Penelitian ini merupakan penelitian terhadap objek penelitian “Resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto”. Dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana struktur dan tekstur pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki bandung Sriyanto 2). Bagaimana resepsi penonton terhadap pertunjukanWayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Penelitian ini menggunakan teori resepsi sastra untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Teori resepsi, yaitu bagaimana penonton memberikan makna terhadap apa yang ditontonnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atas struktur dan tekstur pertunjukan dan resepsi penonton terhadap pertunjukan. Data yang dikumpulkan berupa, video, dan wawancara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penonton Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto merupakan penonton pasif. Artinya, penonton tidak menciptakan karya baru yang ide penciptaanya berasal dari apa tontonannya. Pemaknaan yang ditangkap hanya digunakan sebagai pengalaman dan pemahaman pribadi. Dari 10 (sepuluh) penonton ada 6 (enam) yang menangkap struktur dan 8 (delapan) penonton menangkap tektur pertunjukan. Maka penonton lebih dominan menangkap unsur tekstural dibanding unsur struktural. Peneliti juga menemukan horison penerimaan penonton yang pro dan kontra terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Ada penonton yang merasa puas atas apa yang ia tonton dan ada yang tidak puas atas pertunjukan tersebut. Semua itu dipengaruhi oleh pengetahuan penonton terhadap pertunjukan Wayang Purwa.
{"title":"Kajian Resepsi Penonton Terhadap Pertunjukan Wayang Mbah Soero, Dalang Ki Bandung Sriyanto di Kota Sawahlunto","authors":"Rini Oktavia Sari","doi":"10.26887/cartj.v3i2.2238","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i2.2238","url":null,"abstract":"Penelitian ini merupakan penelitian terhadap objek penelitian “Resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto”. Dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana struktur dan tekstur pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki bandung Sriyanto 2). Bagaimana resepsi penonton terhadap pertunjukanWayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Penelitian ini menggunakan teori resepsi sastra untuk menjawab dua pertanyaan di atas. Teori resepsi, yaitu bagaimana penonton memberikan makna terhadap apa yang ditontonnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atas struktur dan tekstur pertunjukan dan resepsi penonton terhadap pertunjukan. Data yang dikumpulkan berupa, video, dan wawancara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penonton Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto merupakan penonton pasif. Artinya, penonton tidak menciptakan karya baru yang ide penciptaanya berasal dari apa tontonannya. Pemaknaan yang ditangkap hanya digunakan sebagai pengalaman dan pemahaman pribadi. Dari 10 (sepuluh) penonton ada 6 (enam) yang menangkap struktur dan 8 (delapan) penonton menangkap tektur pertunjukan. Maka penonton lebih dominan menangkap unsur tekstural dibanding unsur struktural. Peneliti juga menemukan horison penerimaan penonton yang pro dan kontra terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Ada penonton yang merasa puas atas apa yang ia tonton dan ada yang tidak puas atas pertunjukan tersebut. Semua itu dipengaruhi oleh pengetahuan penonton terhadap pertunjukan Wayang Purwa.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130716393","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-09-15DOI: 10.26887/cartj.v3i2.2203
Variza Oktavia, Herwanfakhrizal Herwanfakhrizal, A. H
ABSTRAK Rabab Pasisia (pesisir) adalah seni tutur yang berkembang pada masyarakat Pesisir Selatan Sumatera Barat. Dalam pertunjukannya menggabungkan kaba atau cerita dengan iringan rabab yang didendangkan oleh tukang kaba. Kaba merupakan genre sastra tradisional Minangkabau berupa prosa. Kaba ini dapat dibaca atau didendangkan/dilagukan, kaba juga berfungsi untuk menyampaikan cerita atau amanat. Salah satu Kaba dalam sastra tradisional Minangkabau adalah kaba Nan Gombang Patuanan berasal dari Pesisir Selatan. Kaba Nan Gombang Patuanan sebagai objek material pengkarya dengan bertujuan mengalih wahanakan kaba Nan Gombang Patunan ke bentuk naskah randai dengan menggunakan kerangka penciptaan Alih Wahana yang dikembangkan oleh Sapardi Djoko Damono. Dalam bentuk membuat proses alih wahana dari kaba Nan Gombang Patuanan didudukkan ke dalam bentuk naskah randai.
抽象的帕西亚(沿海)是苏门答腊南部沿海社区繁荣的语言艺术。在他们的表演中,将kaba或故事与kaba唱的伴奏结合起来。Kaba是Minangkabau的传统文学流派散文。它可以阅读或唱歌,也可以传递故事或委托。传统文献《南印度报》(Minangkabau)的Kaba Nan Gombang Patuanan来自南部海岸。Kaba Nan Gombang Patuanan作为一个材料对象,目的是利用Sapardi Djoko Damono开发的工具框架,将Kaba Nan Gombang pat南风变成randai脚本。以创造一个由kaba Nan Gombang paanan制作的过程为randai手稿配音。
{"title":"Alih Wahana Kaba Nan Gombang Patuanan Karya Pirin Asmara ke Dalam Bentuk Naskah Randai","authors":"Variza Oktavia, Herwanfakhrizal Herwanfakhrizal, A. H","doi":"10.26887/cartj.v3i2.2203","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i2.2203","url":null,"abstract":"ABSTRAK Rabab Pasisia (pesisir) adalah seni tutur yang berkembang pada masyarakat Pesisir Selatan Sumatera Barat. Dalam pertunjukannya menggabungkan kaba atau cerita dengan iringan rabab yang didendangkan oleh tukang kaba. Kaba merupakan genre sastra tradisional Minangkabau berupa prosa. Kaba ini dapat dibaca atau didendangkan/dilagukan, kaba juga berfungsi untuk menyampaikan cerita atau amanat. Salah satu Kaba dalam sastra tradisional Minangkabau adalah kaba Nan Gombang Patuanan berasal dari Pesisir Selatan. Kaba Nan Gombang Patuanan sebagai objek material pengkarya dengan bertujuan mengalih wahanakan kaba Nan Gombang Patunan ke bentuk naskah randai dengan menggunakan kerangka penciptaan Alih Wahana yang dikembangkan oleh Sapardi Djoko Damono. Dalam bentuk membuat proses alih wahana dari kaba Nan Gombang Patuanan didudukkan ke dalam bentuk naskah randai.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131598894","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-09-05DOI: 10.26887/cartj.v3i2.2211
Deni Saputra
Proses penciptaan pemeranan dalam naskah Perempuan Salah Langkah karya Wisran Hadi penulis lakukan dengan pilihan tokoh Ilau. Dalam penciptaan pemeranan dilakukan analisis penokohan yang terdiri dari segi psikologis, sosiologis dan fisiologis. Hubungan tokoh dengan; tokoh, tema, alur/plot dan latar/setting.Pada proses pencipataan pemeranan menggunakan metode akting stanislavky. Dalam proses perwujudan tokoh Ilau, beberapa metode stanislavsky yang digunakan diantaranya; obsevasi, imajinasi, ingatan emosi, menubuhkan tokoh, mengekang dan mengendalikan. Tahapan-tahapan kerja dari metode digunakan, penulis lakukan secara intens dari proses latihan hingga pertunjukan dengan memadukan unsur-unsur artistik yang mendukung penuh wujud dalam pementasan secara maksimal
{"title":"Pemeranan Tokoh Ilau dalam Naskah Perempuan Salah Langkah Karya Wisran Hadi Menggunakan Metode Akting Stanislavsky","authors":"Deni Saputra","doi":"10.26887/cartj.v3i2.2211","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i2.2211","url":null,"abstract":"Proses penciptaan pemeranan dalam naskah Perempuan Salah Langkah karya Wisran Hadi penulis lakukan dengan pilihan tokoh Ilau. Dalam penciptaan pemeranan dilakukan analisis penokohan yang terdiri dari segi psikologis, sosiologis dan fisiologis. Hubungan tokoh dengan; tokoh, tema, alur/plot dan latar/setting.Pada proses pencipataan pemeranan menggunakan metode akting stanislavky. Dalam proses perwujudan tokoh Ilau, beberapa metode stanislavsky yang digunakan diantaranya; obsevasi, imajinasi, ingatan emosi, menubuhkan tokoh, mengekang dan mengendalikan. Tahapan-tahapan kerja dari metode digunakan, penulis lakukan secara intens dari proses latihan hingga pertunjukan dengan memadukan unsur-unsur artistik yang mendukung penuh wujud dalam pementasan secara maksimal","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123209246","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-05-30DOI: 10.26887/cartj.v3i1.2136
M. Haikal, Sulaiman Sulaiman, Saaduddin Saaduddin
PABSTRAKemeran tokoh Comol dalam naskah Lautan Bernyanyi karya Putu Wijaya merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Comol oleh pemeran pada sebuah pertunjukan seni teater, perwujudan tokoh dimulai dengan menganalisis struktur dan tekstur tokoh Comol dalam naskah Lautan Bernyanyi. Penciptaan tokoh Comol menggunakan metode The system yang digagas oleh Stanislavsky dengan meliputi beberapa aspek seperti psikologi, fisiologi dan sosiologi. Hasil dari analisi tekstur dan struktur menjadi pedoman bagi pemeran untuk mewujudkan tokoh Comol dalam naskah Lautan Bernyanyi karya Putu Wijaya. ABSTRACTThe role of the Comol character in Putu Wijaya's Lautan Bernyanyi script is the creation of a role-playing art to embody the Comol character by performing theatrical art performances, and the realization begins by analyzing the structure and texture of the Comol character in the Lautan Bernyanyi script. The creator of the Comol character uses The system method, which Stanislavsky initiated by covering several aspects such as psychology, physiology, and sociology. The texture and structure analysis results serve as guidelines for the cast to embody the Comol character in Putu Wijaya's Lautan Bernyanyi script.
普图-维贾亚(Putu Wijaya)在《劳坦-贝尼扬伊》剧本中塑造的科莫尔这一角色,是演员在戏剧艺术表演中为体现科莫尔这一角色而进行的角色艺术创作,角色的体现首先要分析《劳坦-贝尼扬伊》剧本中科莫尔这一角色的结构和质地。科莫尔角色的塑造采用了斯坦尼斯拉夫斯基提出的系统方法,涵盖了心理学、生理学和社会学等多个方面。对质地和结构的分析结果成为演员们在 Putu Wijaya 的《Lautan Bernyanyi》中塑造 Comol 角色的指导方针。ABSTRACTThe role of the Comol character in Putu Wijaya's Lautan Bernyanyi script is the creation of a role-playing art to embbody the Comol character by performing theatrical art performances, and the realisation begins by analysing the structure and texture of the Comol character in the Lautan Bernyanyi script.科莫尔角色的创作者采用了斯坦尼斯拉夫斯基首创的系统方法,涵盖了心理学、生理学和社会学等多个方面。质地和结构分析结果为演员在 Putu Wijaya 的 Lautan Bernyanyi 剧本中体现 Comol 角色提供了指导。
{"title":"Pemeranan Tokoh Comol dalam Naskah Lautan Bernyanyi Karya Putu Wijaya dengan Metode Akting The System Stanislavsky","authors":"M. Haikal, Sulaiman Sulaiman, Saaduddin Saaduddin","doi":"10.26887/cartj.v3i1.2136","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i1.2136","url":null,"abstract":"PABSTRAKemeran tokoh Comol dalam naskah Lautan Bernyanyi karya Putu Wijaya merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Comol oleh pemeran pada sebuah pertunjukan seni teater, perwujudan tokoh dimulai dengan menganalisis struktur dan tekstur tokoh Comol dalam naskah Lautan Bernyanyi. Penciptaan tokoh Comol menggunakan metode The system yang digagas oleh Stanislavsky dengan meliputi beberapa aspek seperti psikologi, fisiologi dan sosiologi. Hasil dari analisi tekstur dan struktur menjadi pedoman bagi pemeran untuk mewujudkan tokoh Comol dalam naskah Lautan Bernyanyi karya Putu Wijaya. ABSTRACTThe role of the Comol character in Putu Wijaya's Lautan Bernyanyi script is the creation of a role-playing art to embody the Comol character by performing theatrical art performances, and the realization begins by analyzing the structure and texture of the Comol character in the Lautan Bernyanyi script. The creator of the Comol character uses The system method, which Stanislavsky initiated by covering several aspects such as psychology, physiology, and sociology. The texture and structure analysis results serve as guidelines for the cast to embody the Comol character in Putu Wijaya's Lautan Bernyanyi script.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"128 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133972582","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRAKPemeran tokoh Gareng dalam naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Gareng pada sebuah pertunjukan diatas panggung. Penciptaan pemeran tersebut diawali dengan analisis naskah sesuai dengan tokoh yang akan di perankan. Bagian dari analisis tokoh Gareng meliputi aspek Psikologi, Fsiologi, Sosiologi. Hasil dari analisis tersebut menjadi pedoman bagi pemeran untuk mewujudkan tokoh Gareng, dengan menggunakan metode Akting Stanislavsky. Disini pemeran menggunakan Magic If atau Pengandaiaan yang berguna bagi pemeran untuk membangun bentuk keaktoran dan menyatukan karakter pemeran dengan karakter tokoh yang diperankan.
{"title":"Pemeranan Tokoh Gareng dalam Naskah Penjual Bendera Karya Wisran Hadi dengan Metode Stanislavsky","authors":"Muhammad Fajar","doi":"10.26887/LG.V7I2.2083","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/LG.V7I2.2083","url":null,"abstract":"ABSTRAKPemeran tokoh Gareng dalam naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Gareng pada sebuah pertunjukan diatas panggung. Penciptaan pemeran tersebut diawali dengan analisis naskah sesuai dengan tokoh yang akan di perankan. Bagian dari analisis tokoh Gareng meliputi aspek Psikologi, Fsiologi, Sosiologi. Hasil dari analisis tersebut menjadi pedoman bagi pemeran untuk mewujudkan tokoh Gareng, dengan menggunakan metode Akting Stanislavsky. Disini pemeran menggunakan Magic If atau Pengandaiaan yang berguna bagi pemeran untuk membangun bentuk keaktoran dan menyatukan karakter pemeran dengan karakter tokoh yang diperankan.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116353017","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-05-29DOI: 10.26887/cartj.v3i1.2141
Sri Rahayu
Pemeranan tokoh Rose dalam naskah Perangkap karya Eugene O’Neill terjemahan Faried W Abe merupakan bentuk penciptaan yang dilakukan oleh pemeran untuk mewujudkan tokoh Rose yang akan dipertunjukan di atas panggung, proses penciptaan tokoh Rose dimulai dari analisis naskah, kemudian analisis tokoh berdasarkan sosiologi, psikologi, dan fisikologi. Melalui pertunjukan naskah Perangkap karya Eugene O’neill memberi gambaran bahwa kehidupan yang diinginkan tidak selalu sesuai dengan Ekspektasi. Rose seorang pelacur jalanan, berusia 22 tahun namun tampak seperti 30 tahun-an. Wajahnya begitu kusam karena mengidap penyakit TBC, Rose menganggap hidupnya tidak berarti sedari kecil, ia menganggap kehidupan adalah sebuah kutukan yang harus ia jalani. Maka dari itu metode yang pemeran gunakan untuk mewujukan tokoh Rose dalam naskah Perangkap karya Eugene O’neill terjemahan Faried W Abe yaitu metode akting Stanislavsky dalam bentuk karakteristik tokoh yang harus dicapai pemeran dengan menggunakan ‘menjadi’ (to be),yaitu lakuan dikemas dengan bersandar pada ‘penghadiran’ tokoh dalam batin pemeran, beberapa tahapan yang pemeran gunakan antara lain, mengidentifikasi tokoh Rose, menubuhkan tokoh Rose, menjiwai tokoh Rose, mengontrol emosi tokoh Rose, mendandani tokoh Rose
尤金·奥尼尔的法瑞德·W·亚伯(Eugene O 'Neill)的《陷害玫瑰》(royiny)是一种特殊的创造形式,角色角色的创作过程从文本分析开始,然后是社会学、心理学和生理学分析。尤金·奥尼尔(Eugene O 'neill)的陷阱剧本说明,预期的生活并不总是符合我们的期望。罗斯是个妓女,22岁,30多岁。罗丝饱受肺结核的折磨,变得面色苍白,她认为自己的生命只是个孩子,认为生活是一种诅咒。因此主角使用的方法从mewujukan罗斯陷阱(Eugene O 'neill作品翻译文本中人物Faried W Abe形式即Stanislavsky表演方法必须用”成为主角的人物特征”(to be),即吧那总是挤满了依靠演员penghadiran’人物内心,其他演员之间使用的阶段,识别人物罗斯,罗斯menubuhkan罗斯,对人物角色,控制情绪
{"title":"Pemeranan Tokoh Rose dalam Naskah Perangkap Karya Eugene O’neill Terjemahan Faried W Abe dengan Metode Akting Stanislavky","authors":"Sri Rahayu","doi":"10.26887/cartj.v3i1.2141","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i1.2141","url":null,"abstract":"Pemeranan tokoh Rose dalam naskah Perangkap karya Eugene O’Neill terjemahan Faried W Abe merupakan bentuk penciptaan yang dilakukan oleh pemeran untuk mewujudkan tokoh Rose yang akan dipertunjukan di atas panggung, proses penciptaan tokoh Rose dimulai dari analisis naskah, kemudian analisis tokoh berdasarkan sosiologi, psikologi, dan fisikologi. Melalui pertunjukan naskah Perangkap karya Eugene O’neill memberi gambaran bahwa kehidupan yang diinginkan tidak selalu sesuai dengan Ekspektasi. Rose seorang pelacur jalanan, berusia 22 tahun namun tampak seperti 30 tahun-an. Wajahnya begitu kusam karena mengidap penyakit TBC, Rose menganggap hidupnya tidak berarti sedari kecil, ia menganggap kehidupan adalah sebuah kutukan yang harus ia jalani. Maka dari itu metode yang pemeran gunakan untuk mewujukan tokoh Rose dalam naskah Perangkap karya Eugene O’neill terjemahan Faried W Abe yaitu metode akting Stanislavsky dalam bentuk karakteristik tokoh yang harus dicapai pemeran dengan menggunakan ‘menjadi’ (to be),yaitu lakuan dikemas dengan bersandar pada ‘penghadiran’ tokoh dalam batin pemeran, beberapa tahapan yang pemeran gunakan antara lain, mengidentifikasi tokoh Rose, menubuhkan tokoh Rose, menjiwai tokoh Rose, mengontrol emosi tokoh Rose, mendandani tokoh Rose","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114362494","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}