Pub Date : 2021-05-29DOI: 10.26887/cartj.v3i1.2140
S. HASANAH N
Naskah Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang mengisahkan tentang seorang tua yang sepanjang hidupnya mencari kayu dan tali untuk membuat tiang gantungan. Menurut Orang Tua tujuan sebuah kehidupan adalah kematian. Namun keinginannya berubah setelah bertemu seorang perempuan. Pengkarya melakukan penyutradaraan yang representatif. Gaya pertunjukan post-realisme dengan genre naskah tragedi. Naskah ini beraliran surealis dan diadaptasi menggunakan pendekatan teater epik. Pertunjukan ini untuk mengkoreksi kebiasaan negatif masyarakat Indonesia seperti suatu paham dalam pemikiran politik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan (etatisme), usaha perjuangan untuk menuju kebebasan sehingga pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama (liberalisme) dan paham yang menganggap diri sendiri lebih penting dari pada orang lain (individualisme). Pengkarya menggunakan pendekatan Teater Epik Brecht dalam merancang konsep dan menyutradarai naskah Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang. Pertunjukan ini berisikan tarian, nyanyian, dialog yang dilagukan, dan perubahan dari tokoh menjadi diri aktor sendiri. Skripsi Laporan Karya ini berisikan Analisis Naskah, Konsep Penyutradaraan dan Rancangan penyutradaraan. Hasil dari eksperimen ini tidak berhasil sepenuhnya, beberapa metode yang ditawarkan oleh Breht seperti Gestus dan montage tidak mampu pengkarya hadirkan di atas panggung..
{"title":"Penyutradaraan Naskah Bulan Bujur Sangkar Karya Iwan Simatupang dengan Pendekatan Epik Brecht","authors":"S. HASANAH N","doi":"10.26887/cartj.v3i1.2140","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i1.2140","url":null,"abstract":"Naskah Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang mengisahkan tentang seorang tua yang sepanjang hidupnya mencari kayu dan tali untuk membuat tiang gantungan. Menurut Orang Tua tujuan sebuah kehidupan adalah kematian. Namun keinginannya berubah setelah bertemu seorang perempuan. Pengkarya melakukan penyutradaraan yang representatif. Gaya pertunjukan post-realisme dengan genre naskah tragedi. Naskah ini beraliran surealis dan diadaptasi menggunakan pendekatan teater epik. Pertunjukan ini untuk mengkoreksi kebiasaan negatif masyarakat Indonesia seperti suatu paham dalam pemikiran politik yang menjadikan negara sebagai pusat segala kekuasaan (etatisme), usaha perjuangan untuk menuju kebebasan sehingga pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama (liberalisme) dan paham yang menganggap diri sendiri lebih penting dari pada orang lain (individualisme). Pengkarya menggunakan pendekatan Teater Epik Brecht dalam merancang konsep dan menyutradarai naskah Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang. Pertunjukan ini berisikan tarian, nyanyian, dialog yang dilagukan, dan perubahan dari tokoh menjadi diri aktor sendiri. Skripsi Laporan Karya ini berisikan Analisis Naskah, Konsep Penyutradaraan dan Rancangan penyutradaraan. Hasil dari eksperimen ini tidak berhasil sepenuhnya, beberapa metode yang ditawarkan oleh Breht seperti Gestus dan montage tidak mampu pengkarya hadirkan di atas panggung..","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121598910","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-05-29DOI: 10.26887/cartj.v3i1.2142
A. Rachman
ABSTRAKPemeranan tokoh Paijah dalam naskah Malam Jahanam karya Motinggo Boesje merupakan bentuk penciptaan yang dilakukan oleh pemeran. Perwujudan pemeranan tokoh Paijah dimulai dengan menganalisis naskah Malam Jahanam dan melakukan identifikasi tokoh serta mengkaitkan hubungan tokoh dengan tema dan alur. Perwujudan dan pencapaian tokoh Paijah dalam naskah Malam Jahanam diwujudkan dengan menggunakan metode akting Stanislavsky. Perwujudan tokoh Paijah juga menggunakan metode meliputi; observasi, mengidentifikasi tokoh, menubuhkan tokoh, menjiwai tokoh, mengontrol emosi tokoh, dan mendandani tokoh. Melalui pertunjukan naskah Malam Jahanam karya Motinggo Boesje, pemeran ingin memperlihatkan bahwa sebuah penyesalan selalu datang di akhir. Hal ini dapat dilihat melalui tokoh Paijah, yang pada akhirnya menyesal karena berselingkuh dengan Soleman, sahabat suaminya sendiri. Naskah Malam Jahanam mengangkat realitas kehidupan yang umum terjadi. Jika Mat Kontan tidak sibuk dengan burung-burung peliharaannya dan bermain judi, mungkin Paijah tidak akan selingkuh. Kesepian dan keinginan untuk mendapatkan seorang anak menjadi alasan Paijah melakukan perselingkuhan
{"title":"Pemeranan Tokoh Paijah dalam Naskah Malam Jahanam Karya Motinggo Boesje dengan Metode Akting Stanislavsky","authors":"A. Rachman","doi":"10.26887/cartj.v3i1.2142","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i1.2142","url":null,"abstract":"ABSTRAKPemeranan tokoh Paijah dalam naskah Malam Jahanam karya Motinggo Boesje merupakan bentuk penciptaan yang dilakukan oleh pemeran. Perwujudan pemeranan tokoh Paijah dimulai dengan menganalisis naskah Malam Jahanam dan melakukan identifikasi tokoh serta mengkaitkan hubungan tokoh dengan tema dan alur. Perwujudan dan pencapaian tokoh Paijah dalam naskah Malam Jahanam diwujudkan dengan menggunakan metode akting Stanislavsky. Perwujudan tokoh Paijah juga menggunakan metode meliputi; observasi, mengidentifikasi tokoh, menubuhkan tokoh, menjiwai tokoh, mengontrol emosi tokoh, dan mendandani tokoh. Melalui pertunjukan naskah Malam Jahanam karya Motinggo Boesje, pemeran ingin memperlihatkan bahwa sebuah penyesalan selalu datang di akhir. Hal ini dapat dilihat melalui tokoh Paijah, yang pada akhirnya menyesal karena berselingkuh dengan Soleman, sahabat suaminya sendiri. Naskah Malam Jahanam mengangkat realitas kehidupan yang umum terjadi. Jika Mat Kontan tidak sibuk dengan burung-burung peliharaannya dan bermain judi, mungkin Paijah tidak akan selingkuh. Kesepian dan keinginan untuk mendapatkan seorang anak menjadi alasan Paijah melakukan perselingkuhan","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"68 8","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120869491","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2021-05-28DOI: 10.26887/cartj.v3i1.2153
Rini Oktavia Sari
Penelitian ini merupakan sebuah studi Resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto”. Dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana struktur dan tekstur pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki bandung Sriyanto 2). Bagaimana resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Penelitian ini menggunakan teori resepsi sastra, yaitu bagaimana penerimaan penonton terhadap apa yang ditontonnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atas struktur dan tekstur pertunjukan dan resepsi penonton terhadap pertunjukan. Data yang dikumpulkan berupa, video, dan wawancara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penonton Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto merupakan penonton pasif. Artinya, penonton tidak menciptakan karya baru yang ide penciptaanya berasal dari apa tontonannya. Pemaknaan yang ditangkap hanya digunakan sebagai pengalaman dan pemahaman pribadi. Dari 10 (sepuluh) penonton ada 6 (enam) yang menangkap struktur dan 8 (delapan) penonton menangkap tektur pertunjukan. Maka penonton lebih dominan menangkap unsur tekstural dibanding unsur struktural. Peneliti juga menemukan horison penerimaan penonton yang pro dan kontra terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Ada penonton yang merasa puas atas apa yang ia tonton dan ada yang tidak puas atas pertunjukan tersebut. Semua itu dipengaruhi oleh pengetahuan penonton terhadap pertunjukan Wayang Purwa.
{"title":"Kajian Resepsi Penonton Terhadap Pertunjukan Wayang Mbah Soero Oleh Ki Bandung Sriyanto di Kota Sawahlunto","authors":"Rini Oktavia Sari","doi":"10.26887/cartj.v3i1.2153","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/cartj.v3i1.2153","url":null,"abstract":"Penelitian ini merupakan sebuah studi Resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto”. Dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana struktur dan tekstur pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki bandung Sriyanto 2). Bagaimana resepsi penonton terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Penelitian ini menggunakan teori resepsi sastra, yaitu bagaimana penerimaan penonton terhadap apa yang ditontonnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atas struktur dan tekstur pertunjukan dan resepsi penonton terhadap pertunjukan. Data yang dikumpulkan berupa, video, dan wawancara. Penelitian ini berkesimpulan bahwa penonton Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto merupakan penonton pasif. Artinya, penonton tidak menciptakan karya baru yang ide penciptaanya berasal dari apa tontonannya. Pemaknaan yang ditangkap hanya digunakan sebagai pengalaman dan pemahaman pribadi. Dari 10 (sepuluh) penonton ada 6 (enam) yang menangkap struktur dan 8 (delapan) penonton menangkap tektur pertunjukan. Maka penonton lebih dominan menangkap unsur tekstural dibanding unsur struktural. Peneliti juga menemukan horison penerimaan penonton yang pro dan kontra terhadap pertunjukan Wayang Mbah Soero oleh Ki Bandung Sriyanto. Ada penonton yang merasa puas atas apa yang ia tonton dan ada yang tidak puas atas pertunjukan tersebut. Semua itu dipengaruhi oleh pengetahuan penonton terhadap pertunjukan Wayang Purwa.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-05-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131193848","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-11-06DOI: 10.26887/CARTJ.V2I2.1712
N. Susanti
Tulisan ini merupakan laporan perancangan peran tokoh Pelayan II dalam naskah Pelayan karya Jean Genet, terjemahan Asrul Sani. Pendekatan pemeran yang digunakan adalah pendekatan presentasi, yaitu sebuah pendekatan yang menekankan identifikasi tokoh dengan diri pemeran. Tujuan dari penulisan ini adalah menjabarkan analisis struktur lakon, yang menjadi landasan bagi proses identifikasi karakter tokoh. Selanjutnya, dijabarkan batasan-batasan penokohan yang meliputi identifikasi fisik, identitas sosial dan identitas kejiwaan.
{"title":"Penyajian Pemeranan Tokoh Pelayan II dalam Lakon Pelayan Karya Jean Genet Terjemahan Asrul Sani","authors":"N. Susanti","doi":"10.26887/CARTJ.V2I2.1712","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I2.1712","url":null,"abstract":"Tulisan ini merupakan laporan perancangan peran tokoh Pelayan II dalam naskah Pelayan karya Jean Genet, terjemahan Asrul Sani. Pendekatan pemeran yang digunakan adalah pendekatan presentasi, yaitu sebuah pendekatan yang menekankan identifikasi tokoh dengan diri pemeran. Tujuan dari penulisan ini adalah menjabarkan analisis struktur lakon, yang menjadi landasan bagi proses identifikasi karakter tokoh. Selanjutnya, dijabarkan batasan-batasan penokohan yang meliputi identifikasi fisik, identitas sosial dan identitas kejiwaan.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"283 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-11-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127717931","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-11-03DOI: 10.26887/CARTJ.V2I2.1460
Ilham Rifandi
Naskah lakon Pintu Tertutup karya Jean Paul Sartre terjemahan Asrul Sani merupakan sebuah lakon yang beraliran absurd. Naskah lakon ini bermuatan filsafat eksistensialis yang digagas oleh Jean Paul Sartre. Sartre mengemukakan bahwa neraka yang sebenarnya adalah orang lain dan siksaan sebenarnya bukan dari alat-alat siksa melainkan pandangan orang lain yang berupa penilaian negatif dan hal itu menjadikan manusia eksistensialis yang berusaha mengobjekan diri orang lain. Sehingga permasalahan yang terjadi di dalam naskah lakon Pintu Tertutup ini adalah pertentangan antara para tokoh dalam mempertahankan keberadaan dirinya dan usaha untuk mengobjekan diri orang lain. Pergejolakan yang terjadi antara para tokoh menjadikan tokoh tersebut menarik untuk diperankan.Dalam memerankan tokoh Garcin, pemeran menggunakan pendekatan akting presentasi. Akting presentasi merupakan usaha untuk menampilkan tingkah laku manusia ke dalam diri pemeran.
Jean Paul Sartre翻译Asrul Sani的《幕后戏剧》是一部荒谬的戏剧。这出戏讲的是让·保罗·萨特(Jean Paul Sartre)创作的存在主义哲学。萨特指出,真正的地狱是一个人,而不是折磨人的工具,而是另一个人的负面判断观点,这使得存在主义者试图对他人进行批评。因此,《封门剧》中发生的问题是人物之间存在的矛盾,以及他们试图诋毁他人。角色之间的相互冲突使角色具有吸引力。在表演Garcin的过程中,它使用表演演示的方法。表演表演是一种向角色展示人类行为的尝试。
{"title":"Pemeranan Tokoh Joseph Garcin Naskah Lakon Pintu Tertutup","authors":"Ilham Rifandi","doi":"10.26887/CARTJ.V2I2.1460","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I2.1460","url":null,"abstract":"Naskah lakon Pintu Tertutup karya Jean Paul Sartre terjemahan Asrul Sani merupakan sebuah lakon yang beraliran absurd. Naskah lakon ini bermuatan filsafat eksistensialis yang digagas oleh Jean Paul Sartre. Sartre mengemukakan bahwa neraka yang sebenarnya adalah orang lain dan siksaan sebenarnya bukan dari alat-alat siksa melainkan pandangan orang lain yang berupa penilaian negatif dan hal itu menjadikan manusia eksistensialis yang berusaha mengobjekan diri orang lain. Sehingga permasalahan yang terjadi di dalam naskah lakon Pintu Tertutup ini adalah pertentangan antara para tokoh dalam mempertahankan keberadaan dirinya dan usaha untuk mengobjekan diri orang lain. Pergejolakan yang terjadi antara para tokoh menjadikan tokoh tersebut menarik untuk diperankan.Dalam memerankan tokoh Garcin, pemeran menggunakan pendekatan akting presentasi. Akting presentasi merupakan usaha untuk menampilkan tingkah laku manusia ke dalam diri pemeran.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-11-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128847374","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-11-02DOI: 10.26887/CARTJ.V2I2.1461
Putri Arjulita
Randai Puti Mayang Taurai merupakan salah satu kelompok randai yang ada di Kenagarian Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, yang terus menunjukan eksistensinya dalam berkesenian. Sebagai sebuah produk budaya kesenian yang dihasilkan masyarakat nagari Andaleh Baruah Bukik yang terlahir dari fenomena kehidupan sosial masyarakat setempat, diangkat ke dalam sebuah bentuk drama. Drama ini, mengisahkan tentang pengingkaran janji sumpah setia Puti Mayang Taurai diucapkan kepada Sutan Rajo Gagah kekasihnya. Janji sumpah setia atas nama Tuhan yang mereka ikrarkan dilakukan sebelum Sutan Rajo Gagah yang akan pergi merantau ke tanah Jambi. Bagi yang melanggar mengakibatkan Mayang Taurai akan menjadi pohon anau (aren), sedangkan Sutan Rajo Gagah akan menjadi pohon sampia (batang pohon yang mirip dengan pohon aren). Mayang Taurai menjadi pohon anau karena tidak bisa menempati janji sumpah setia pada Sutan Rajo Gagah, disebabkan dia dipaksa menikah oleh bapaknya dengan anak pamannya bernama Sutan Pemuncak Alam, dalam perkawinan di Minangkabau disebut “Pulang Ka Bako”. Penelitian ini memakai teori struktur dan tekstur drama oleh Kernodle. Teori yang dikemukakan Kernodle adalah sebuah nilai dramatik, sebagai langkah dalam menganalisis drama. Analisis terdiri dari plot, karakter, tema, dialog, musik dan spektakel.
{"title":"Analisis Pertunjukan Randai Puti Mayangtaurai Di Nagari Andaleh Baruah Bukik","authors":"Putri Arjulita","doi":"10.26887/CARTJ.V2I2.1461","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I2.1461","url":null,"abstract":"Randai Puti Mayang Taurai merupakan salah satu kelompok randai yang ada di Kenagarian Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, yang terus menunjukan eksistensinya dalam berkesenian. Sebagai sebuah produk budaya kesenian yang dihasilkan masyarakat nagari Andaleh Baruah Bukik yang terlahir dari fenomena kehidupan sosial masyarakat setempat, diangkat ke dalam sebuah bentuk drama. Drama ini, mengisahkan tentang pengingkaran janji sumpah setia Puti Mayang Taurai diucapkan kepada Sutan Rajo Gagah kekasihnya. Janji sumpah setia atas nama Tuhan yang mereka ikrarkan dilakukan sebelum Sutan Rajo Gagah yang akan pergi merantau ke tanah Jambi. Bagi yang melanggar mengakibatkan Mayang Taurai akan menjadi pohon anau (aren), sedangkan Sutan Rajo Gagah akan menjadi pohon sampia (batang pohon yang mirip dengan pohon aren). Mayang Taurai menjadi pohon anau karena tidak bisa menempati janji sumpah setia pada Sutan Rajo Gagah, disebabkan dia dipaksa menikah oleh bapaknya dengan anak pamannya bernama Sutan Pemuncak Alam, dalam perkawinan di Minangkabau disebut “Pulang Ka Bako”. Penelitian ini memakai teori struktur dan tekstur drama oleh Kernodle. Teori yang dikemukakan Kernodle adalah sebuah nilai dramatik, sebagai langkah dalam menganalisis drama. Analisis terdiri dari plot, karakter, tema, dialog, musik dan spektakel.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131183975","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data di lapangan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis secara interaktif dan berlansung secara terus pada tahap penelitian hingga sampai tuntas. Aktifitas dalam analisis data reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana eksistensi kesenian Gondang Oguang yang ada di Desa Lubuk Bendahara, bagaimana fungsi Gondang Oguang di Desa Lubuk Bendahara, serta untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Lubuk Bendahara tentang kesenian Gondang Oguang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Gondang Oguang di Desa Lubuk Bedahara masih tetap eksis sampai sekarang. Eksistensi Gondang Oguang yang ada di Desa Lubuk Bendahara disebabkan oleh kehadiran Gondang Oguang tidak dapat digantikan oleh kesenian lain dalam upacara adat yang ada di Desa Lubuk Bendahara. Dalam sebuah perhelatan, bagi masyarakat pribumi Desa Lubuk Bendahara jika tidak ditampilkan Gondang Oguang, perhelatan tersebut dianggap tidak meriah.
{"title":"EKSISTENSI GONDANG OGUANG DI DESA LUBUK BENDAHARA KECAMATAN ROKAN IV KOTO KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU","authors":"Refrianto Refrianto, Desmawardi Desmawardi, Yurisman Yurisman","doi":"10.26887/CARTJ.V2I1.511","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I1.511","url":null,"abstract":"Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data di lapangan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis secara interaktif dan berlansung secara terus pada tahap penelitian hingga sampai tuntas. Aktifitas dalam analisis data reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana eksistensi kesenian Gondang Oguang yang ada di Desa Lubuk Bendahara, bagaimana fungsi Gondang Oguang di Desa Lubuk Bendahara, serta untuk mengetahui pandangan masyarakat Desa Lubuk Bendahara tentang kesenian Gondang Oguang. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Gondang Oguang di Desa Lubuk Bedahara masih tetap eksis sampai sekarang. Eksistensi Gondang Oguang yang ada di Desa Lubuk Bendahara disebabkan oleh kehadiran Gondang Oguang tidak dapat digantikan oleh kesenian lain dalam upacara adat yang ada di Desa Lubuk Bendahara. Dalam sebuah perhelatan, bagi masyarakat pribumi Desa Lubuk Bendahara jika tidak ditampilkan Gondang Oguang, perhelatan tersebut dianggap tidak meriah. ","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126227327","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-10DOI: 10.26887/CARTJ.V2I1.1371
H. Hasan
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data di lapangan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis secara deksriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana eksistensi Sanggar Harapan Jaya dalam melestarikan teater tradisional di Abdulmuluk atau juga dikenal sebagai Dulmuluk. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran dari Sanggar Harapan Jaya terhadap kehidupan teater tradisional tersebut memiliki gaya tersendiri dengan memberi sentuhan pada bentuk hari ini agar dapat dinikmati oleh masyarakat.
{"title":"Eksistensi Sanggar Harapan Jaya dalam Melestarikan Teater Tradisional Abdulmuluk","authors":"H. Hasan","doi":"10.26887/CARTJ.V2I1.1371","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I1.1371","url":null,"abstract":"Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data di lapangan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis secara deksriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana eksistensi Sanggar Harapan Jaya dalam melestarikan teater tradisional di Abdulmuluk atau juga dikenal sebagai Dulmuluk. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran dari Sanggar Harapan Jaya terhadap kehidupan teater tradisional tersebut memiliki gaya tersendiri dengan memberi sentuhan pada bentuk hari ini agar dapat dinikmati oleh masyarakat.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114770744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-08DOI: 10.26887/CARTJ.V2I1.1370
Fauzia Laili
Pertunjukan Tiga Perempuan menceritakan tentang seorang perempuan Minangkabau yang hidup sebagai seorang padendang. Tokoh Marlena, juga selalu berganti pasangan jika ia merasa tidak bahagia dengan laki-laki tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan karakter perempuan Minangkabau berdasarkan adat Minangkabau. Sisitem adat Matrilineal Minangkabau memberikan posisi atau kedudukan yang lebih tinggi bagi kaum perempuan Minang. Metode yang digunakan dalam menganalisis karakter perempuan dalam pertunjukan Tiga Perempuan naskah karya Fia Suswati sutradara Tya Setiawati adalah metode deskriptif analisis. Perbedaan karakter perempuan Minangkabau berdasarkan adat Minangkabau dengan yang tampak dalam pertunjukan Tiga Perempuan, dapat dilihat dengan menggunakan teori sosiologi. Setelah dilakukan penelitian terhadap pertunjukan Tiga Perempuan naskah karya Fia Suswati sutradara Tya Setiawati, maka dapat diketahui bagaimana perbandingan karakter perempuan Minangkabau berdasarkan adat Minangkabau dan karakter perempuan Minangkabau dalam Pertunjukan, serta penyebab perubahan karakter perempuan Minangkabau dalam pertunjukan Tiga Perempuan.
{"title":"Karakter Perempuan Minangkabau dalam Pertunjukan Teater Tiga Perempuan Naskah Karya Fia Suswati Sutradara Tya Setiawati","authors":"Fauzia Laili","doi":"10.26887/CARTJ.V2I1.1370","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I1.1370","url":null,"abstract":"Pertunjukan Tiga Perempuan menceritakan tentang seorang perempuan Minangkabau yang hidup sebagai seorang padendang. Tokoh Marlena, juga selalu berganti pasangan jika ia merasa tidak bahagia dengan laki-laki tersebut. Hal ini bertolak belakang dengan karakter perempuan Minangkabau berdasarkan adat Minangkabau. Sisitem adat Matrilineal Minangkabau memberikan posisi atau kedudukan yang lebih tinggi bagi kaum perempuan Minang. Metode yang digunakan dalam menganalisis karakter perempuan dalam pertunjukan Tiga Perempuan naskah karya Fia Suswati sutradara Tya Setiawati adalah metode deskriptif analisis. Perbedaan karakter perempuan Minangkabau berdasarkan adat Minangkabau dengan yang tampak dalam pertunjukan Tiga Perempuan, dapat dilihat dengan menggunakan teori sosiologi. Setelah dilakukan penelitian terhadap pertunjukan Tiga Perempuan naskah karya Fia Suswati sutradara Tya Setiawati, maka dapat diketahui bagaimana perbandingan karakter perempuan Minangkabau berdasarkan adat Minangkabau dan karakter perempuan Minangkabau dalam Pertunjukan, serta penyebab perubahan karakter perempuan Minangkabau dalam pertunjukan Tiga Perempuan. ","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130384498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2020-05-02DOI: 10.26887/CARTJ.V2I1.1373
Yesi Syafitri
Penelitian Randai Intan Payung Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan upaya untuk menggali semiotika terhadap pertunjukan ini. penelitian terhadap semiotika dalam pertunjukan tersebut diawali dengan melakukan kajian analisis struktur dan tekstur pertunjukan Randai Intan Payung Jorong dan melakukan penelitian lapangan terhadap pertunjukan Randai Intan Payung. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan kajian atas semiotika, dan diwujudkan dalam penelitian semiotika terhadap pertunjukan Randai Intan Payung Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada ketetapan pertunjukan Randai Intan Payung Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian merupakan suatu ciri khas keberadaan Randai Intan Payung Jorong yaitu adanya gerak aktor dengan silat langkah tiga seluk.
50个城市帕雅库布区的Jorong Bukik伞ranong bueh Taeh bueh研究了Randai Intan的研究。该节目的符形学研究首先对Jorong umbrella的结构和纹理进行分析,并对其演示进行实地研究。这项研究随后对次足类研究的结果体现在次足类研究中,是对50个城市地区帕雅库布区(Payakumbuh city street)的Jorong Bukik雨伞秀。这项研究是根据墨西哥50个城市帕雅库布区(Payakumbuh village street)的Jorong Bukik雨伞的法规定例来进行的。研究结果是Jorong jaong所谓的伞形钻石的存在的一个标志,即演员的三步运动。
{"title":"Pertunjukan Randai Intan Payuong Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota Melalui Kajian Semiotika.","authors":"Yesi Syafitri","doi":"10.26887/CARTJ.V2I1.1373","DOIUrl":"https://doi.org/10.26887/CARTJ.V2I1.1373","url":null,"abstract":"Penelitian Randai Intan Payung Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan upaya untuk menggali semiotika terhadap pertunjukan ini. penelitian terhadap semiotika dalam pertunjukan tersebut diawali dengan melakukan kajian analisis struktur dan tekstur pertunjukan Randai Intan Payung Jorong dan melakukan penelitian lapangan terhadap pertunjukan Randai Intan Payung. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan kajian atas semiotika, dan diwujudkan dalam penelitian semiotika terhadap pertunjukan Randai Intan Payung Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada ketetapan pertunjukan Randai Intan Payung Jorong Bukik Topung Nagari Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian merupakan suatu ciri khas keberadaan Randai Intan Payung Jorong yaitu adanya gerak aktor dengan silat langkah tiga seluk.","PeriodicalId":197568,"journal":{"name":"Creativity And Research Theatre Journal","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116784985","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}