Pola asuh adalah karakteristik yang dimiliki orang tua dalam pengasuhan pada anak yang dilakukan secara berkelanjutan. Ada tiga jenis pola asuh yang biasa diterapkan oleh orang tua yaitu demokratis, permisif dan otoriter (Baumrind, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tunggal pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik perekrutan partisipan secara purposive sampling. Kriteria perekrutan partisipan dalam penelitian ini adalah orangtua tunggal yang memiliki anak usia dini dan ada 60 partisipan, 9 laki-laki dan 51 perempuan, yang memenuhi kriteria tersebut. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner melalui google form kepada para partisipan tesebut selama enam bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 51,4% partisipan penelitian yang menerapkan pola asuh demokratis, 27,9% menerapkan pola asuh otoriter dan 20,7% menerapkan pola asuh permisif pada anak usia dini. Parenting is a set of characteristic that parents have in caring for their children on a sustainable manner. There are three types of parenting styles that are usually applied by parents, namely democratic, permissive and authoritarian (Baumrind, 2010). This research aims to determine the parenting styles that applied by single parents in early childhood. This research is a descriptive study using a quantitative approach and purposive sampling technique. The inclusion criteria for participants recruitment was single parent who has early age children and there were 9 male and 51 female participants who met this criteria. Data were collected by distributing questionnaires to those participants for six months. The results of this study indicate that there are 51,4% of study participants who apply democratic parenting, 27.9% apply authoritarian parenting and 20.7% apply permissive parenting in early childhood.
{"title":"IDENTIFIKASI POLA ASUH ORANG TUA TUNGGAL PADA ANAK USIA DINI","authors":"Amira Adlina Ulfah, Pujiyanti Fauziah","doi":"10.21009/jiv.1502.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/jiv.1502.7","url":null,"abstract":"Pola asuh adalah karakteristik yang dimiliki orang tua dalam pengasuhan pada anak yang dilakukan secara berkelanjutan. Ada tiga jenis pola asuh yang biasa diterapkan oleh orang tua yaitu demokratis, permisif dan otoriter (Baumrind, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh yang diterapkan oleh orang tua tunggal pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik perekrutan partisipan secara purposive sampling. Kriteria perekrutan partisipan dalam penelitian ini adalah orangtua tunggal yang memiliki anak usia dini dan ada 60 partisipan, 9 laki-laki dan 51 perempuan, yang memenuhi kriteria tersebut. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner melalui google form kepada para partisipan tesebut selama enam bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 51,4% partisipan penelitian yang menerapkan pola asuh demokratis, 27,9% menerapkan pola asuh otoriter dan 20,7% menerapkan pola asuh permisif pada anak usia dini. \u0000Parenting is a set of characteristic that parents have in caring for their children on a sustainable manner. There are three types of parenting styles that are usually applied by parents, namely democratic, permissive and authoritarian (Baumrind, 2010). This research aims to determine the parenting styles that applied by single parents in early childhood. This research is a descriptive study using a quantitative approach and purposive sampling technique. The inclusion criteria for participants recruitment was single parent who has early age children and there were 9 male and 51 female participants who met this criteria. Data were collected by distributing questionnaires to those participants for six months. The results of this study indicate that there are 51,4% of study participants who apply democratic parenting, 27.9% apply authoritarian parenting and 20.7% apply permissive parenting in early childhood.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124233612","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar pengenalan metematika dasar berbasis komputer pada Taman kanak-kanak Sekolah Alam Bintaro. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Alam Bintaro Jakarta Selatan. Metodologi penelitian dan pengembangan bahan ajar mengacu pada model pengembangan pembelajaran J. Moonen, yang berisikan 5 langkah pengembangan. Hasil evaluasi terhadap produk pengembangan bahan ajar pengenalan Matematika dasar ini di review oleh para ahli guna mendapatkan input atas kelayakan bahan ajar sebelum di ujicobakan. Adapun bahan pembelajaran di review oleh ahli materi pembelajaran Matematika dasar, kemudian ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran. Kemudian di ujicobakan kepada sasaran pengguna produk khususnya Anak-anak usia 4-6 Tahun di Taman kanak-kanak Sekolah Alam Bintaro. Evaluasi dilaksanakan hingga tahap evaluasi formatif. Hasil evaluasi formatif menyatakan bahwa pengenalan matematika dasar berbasis komputer di Taman kanak-kanak Sekolah Alam Bintaro masuk dalam kategori Baik.
{"title":"PENGEMBANGAN BAHAN PEMBELAJARAN PENGENALAN MATEMATIKA DASAR BERBASIS KOMPUTER BAGI ANAK USIA DINI","authors":"Hendrayatna Hendra Prawiranegara","doi":"10.21009/JIV.1401.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.7","url":null,"abstract":"Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar pengenalan metematika dasar berbasis komputer pada Taman kanak-kanak Sekolah Alam Bintaro. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Alam Bintaro Jakarta Selatan. Metodologi penelitian dan pengembangan bahan ajar mengacu pada model pengembangan pembelajaran J. Moonen, yang berisikan 5 langkah pengembangan. Hasil evaluasi terhadap produk pengembangan bahan ajar pengenalan Matematika dasar ini di review oleh para ahli guna mendapatkan input atas kelayakan bahan ajar sebelum di ujicobakan. Adapun bahan pembelajaran di review oleh ahli materi pembelajaran Matematika dasar, kemudian ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran. Kemudian di ujicobakan kepada sasaran pengguna produk khususnya Anak-anak usia 4-6 Tahun di Taman kanak-kanak Sekolah Alam Bintaro. Evaluasi dilaksanakan hingga tahap evaluasi formatif. Hasil evaluasi formatif menyatakan bahwa pengenalan matematika dasar berbasis komputer di Taman kanak-kanak Sekolah Alam Bintaro masuk dalam kategori Baik.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115661119","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penguatan literasi budaya bagi pelaku seni budaya desa dimaksudkna untuk memberikan sikap, pengetahuan dan keterampilan kemampuan literasi budaya bagi para pelaku seni budaya dalam rangka memberdayakan masyarakat. Kemampuan literasi budaya belum dikuasai secara optimal dalam upaya mengembangkan budaya masyarakat. Peneltiian ini merupakan penelitian tindakan dengan model: pengkajian isu, perencanaan, pelaksanaan, dan mengimplementasikan tindakan dan merefleksi memperbaiki rencana tindakan (McIntyre, 2007). Wujud tindakan berupa pendidikan dan pelatihan yang dilakukan terhadap para pelaku seni budaya dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan berbasis pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penguatan memberikan kesadaran dan pemahaman kepada kelompok sasaran mengenai kemampuan literasi budaya dalam upaya memajukan budaya masyarakat. Oleh karenanya, tindakan yang berkesimbungan dan relevan perlu dilaksanakan kembali di masa depan dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
{"title":"PENGUATAN LITERASI BUDAYA BAGI PELAKU SENI BUDAYA DESA KALIREJO, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO","authors":"Entoh Tohani, Sugito Sugito","doi":"10.21009/JIV.1401.4","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.4","url":null,"abstract":"Penguatan literasi budaya bagi pelaku seni budaya desa dimaksudkna untuk memberikan sikap, pengetahuan dan keterampilan kemampuan literasi budaya bagi para pelaku seni budaya dalam rangka memberdayakan masyarakat. Kemampuan literasi budaya belum dikuasai secara optimal dalam upaya mengembangkan budaya masyarakat. Peneltiian ini merupakan penelitian tindakan dengan model: pengkajian isu, perencanaan, pelaksanaan, dan mengimplementasikan tindakan dan merefleksi memperbaiki rencana tindakan (McIntyre, 2007). Wujud tindakan berupa pendidikan dan pelatihan yang dilakukan terhadap para pelaku seni budaya dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa dan berbasis pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penguatan memberikan kesadaran dan pemahaman kepada kelompok sasaran mengenai kemampuan literasi budaya dalam upaya memajukan budaya masyarakat. Oleh karenanya, tindakan yang berkesimbungan dan relevan perlu dilaksanakan kembali di masa depan dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"308 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130294648","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak: Salah satu layanan program pendidkan kesetaraan adalah paket A setara SD. Kurikulum pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum pendidikan nasional. Pendekatan pembelajaran mencakup tematik dan konvensional. Mengamati karakteristik pembelajaran pada paket A setara SD, maka pendekatan tematik dianggap paling sesuai namun tetap harus memperhatikan gaya kognitif individu (baca: warga belajar). Untuk itu penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran (baca: tematiik versus konvensional) dan gaya kognitif terhadap hasil/prestasi belajar dan pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil/prestasi belajar warga belajar paket A setara SD kelas IV. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen semu (quasi experiment). Waktu penelitian adalah Oktober-Desember 2018 di Kejar Paket A Setara SD Kelas IV SKB Kab Sumbawa, dan PKBM Bina Bersama. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) terdapat perbedaan pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil/prestasi belajar warga belajar, (2) tidak ada perbedaan hasil/prestasi belajar warga belajar yang memiliki gaya kognitif yang berbeda dan (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil/prestasi belajar warga belajar.
{"title":"HUBUNGAN STRATEGI PEMBELAJARAN DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR WARGA BELAJAR KELAS IV PAKET A SETARA SD","authors":"Agus Sadid","doi":"10.21009/JIV.1401.5","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.5","url":null,"abstract":"Abstrak: Salah satu layanan program pendidkan kesetaraan adalah paket A setara SD. Kurikulum pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum pendidikan nasional. Pendekatan pembelajaran mencakup tematik dan konvensional. Mengamati karakteristik pembelajaran pada paket A setara SD, maka pendekatan tematik dianggap paling sesuai namun tetap harus memperhatikan gaya kognitif individu (baca: warga belajar). Untuk itu penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran (baca: tematiik versus konvensional) dan gaya kognitif terhadap hasil/prestasi belajar dan pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil/prestasi belajar warga belajar paket A setara SD kelas IV. \u0000 \u0000Desain penelitian ini adalah desain eksperimen semu (quasi experiment). Waktu penelitian adalah Oktober-Desember 2018 di Kejar Paket A Setara SD Kelas IV SKB Kab Sumbawa, dan PKBM Bina Bersama. Hasil penelitian menemukan bahwa (1) terdapat perbedaan pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil/prestasi belajar warga belajar, (2) tidak ada perbedaan hasil/prestasi belajar warga belajar yang memiliki gaya kognitif yang berbeda dan (3) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil/prestasi belajar warga belajar. \u0000 ","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"105 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131123443","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah permainan untuk meningkatkan kesiapan belajar berhitung permulaan anak usia dini, yakni Permainan Smart Adventure. Permainan ini dapat membantu anak untuk belajar kemampuan berhitung permulaan dengan metode yang menyenangkan (bermain) dan sesuai dengan karakteristik serta tahapan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method) dengan model penelitian dan pengembangan "Borg and Gall". Pelaksanaan uji coba kelompok kecil berdasarkan teori Wilcoxon “signed-rank test†dan Uji keefektivitasan permainan Smart Adventure menggunakan Paired- Simple T-Test. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak kelompok B dua Lembaga Taman Kanak-kanak di Kota Kediri, tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan Juni 2017 – Agustus 2018. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan Calistung permulaan yaitu pada kelompok kontrol dan exsperimen sig. 0,0001. Kesimpulanya bahwa permainan Smart Adventure dinyatakan sebagai permainan yang efektif dan bermanfaat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan belajar berhitung anak usia dini.
{"title":"PENGEMBANGAN PERMAINAN SMART ADVENTURE UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN BELAJAR BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA DINI","authors":"Linda Dwiyanti","doi":"10.21009/JIV.1401.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.6","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah permainan untuk meningkatkan kesiapan belajar berhitung permulaan anak usia dini, yakni Permainan Smart Adventure. Permainan ini dapat membantu anak untuk belajar kemampuan berhitung permulaan dengan metode yang menyenangkan (bermain) dan sesuai dengan karakteristik serta tahapan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mix method) dengan model penelitian dan pengembangan \"Borg and Gall\". Pelaksanaan uji coba kelompok kecil berdasarkan teori Wilcoxon “signed-rank test†dan Uji keefektivitasan permainan Smart Adventure menggunakan Paired- Simple T-Test. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak kelompok B dua Lembaga Taman Kanak-kanak di Kota Kediri, tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan Juni 2017 – Agustus 2018. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan Calistung permulaan yaitu pada kelompok kontrol dan exsperimen sig. 0,0001. Kesimpulanya bahwa permainan Smart Adventure dinyatakan sebagai permainan yang efektif dan bermanfaat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan belajar berhitung anak usia dini.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125661526","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Anak autis biasanya mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi semenjak masih balita. Kesulitan dalam berkomunikasi pada anak autis dapat membuat anak menjadi sedih, marah, atau frustasi ketika tidak dapat mengkomunikasikan keinginan atau kebutuhannya. Untuk itu, perlu mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga anak autis dapat berkomunikasi seperti anak pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media gambar dalam mengembangkan penguasaan kosakata pada anak autis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi. Subjek penelitian adalah seorang anak berinisial AZH berusia 4 tahun 10 bulan. Adapun instruktur dalam melakukan treatment adalah peneliti dan ibu dari AZH. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 1 – 27 Februari 2019 dengan frekuensi treatment sebanyak 20 kali yang bertempat di rumah orangtua AZH di Kota Depok - Jawa Barat. Simpulan hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan penguasaan kosakata pada anak autis. Hal ini dapat ditunjukan dari kemampuan AZH dalam menguasai seluruh kosakata (26 kosakata) yang diberikan dengan waktu 27 hari. Saran dalam penelitian ini yakni pemberian treatment untuk mengembangkan penguasaan kosakata pada anak autis melalui media gambar sebaiknya kosakata yang diberikan pertama kali yakni kata benda dengan dua suku kata dan empat huruf. Selain itu, usahakan anak tersebut diperlihatkan benda aslinya sesuai dengan gambar yang ditunjukan.
{"title":"PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENGEMBANGKAN PENGUASAAN KOSAKATA PADA ANAK AUTIS USIA DINI","authors":"Ikhyak Ulumudin","doi":"10.21009/JIV.1401.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.8","url":null,"abstract":"Anak autis biasanya mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi semenjak masih balita. Kesulitan dalam berkomunikasi pada anak autis dapat membuat anak menjadi sedih, marah, atau frustasi ketika tidak dapat mengkomunikasikan keinginan atau kebutuhannya. Untuk itu, perlu mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga anak autis dapat berkomunikasi seperti anak pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media gambar dalam mengembangkan penguasaan kosakata pada anak autis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi. Subjek penelitian adalah seorang anak berinisial AZH berusia 4 tahun 10 bulan. Adapun instruktur dalam melakukan treatment adalah peneliti dan ibu dari AZH. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 1 – 27 Februari 2019 dengan frekuensi treatment sebanyak 20 kali yang bertempat di rumah orangtua AZH di Kota Depok - Jawa Barat. Simpulan hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan penguasaan kosakata pada anak autis. Hal ini dapat ditunjukan dari kemampuan AZH dalam menguasai seluruh kosakata (26 kosakata) yang diberikan dengan waktu 27 hari. Saran dalam penelitian ini yakni pemberian treatment untuk mengembangkan penguasaan kosakata pada anak autis melalui media gambar sebaiknya kosakata yang diberikan pertama kali yakni kata benda dengan dua suku kata dan empat huruf. Selain itu, usahakan anak tersebut diperlihatkan benda aslinya sesuai dengan gambar yang ditunjukan.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"100 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122421604","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu terapan yang mengalami perubahan definisi dari waktu ke waktu membuat kawasan kajian dan kontribusi teknologi pendidikan dalam sistem pendidikan di Indonesia turut berubah. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan kawasan teknologi pendidikan yang telah dilakukan di lembaga pendidikan nonformal yang ada di DKI Jakarta, sehingga dapat memperluas cakupan hasil penelitian mengenai penerapan disiplin ilmu teknologi pendidikan di lembaga pendidikan dan agar di kemudian hari para peneliti di Strata Satu (S1) bisa melakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan survai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kawasan teknologi pendidikan yang ada di lembaga pendidikan nonformal yang terdiri dari kawasan penciptaan, penggunaan, pengelolaan dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan di LPBB Solusi Kayumanis dan PKBM Negeri 23 Jakarta pada bulan Juni sampai Oktober 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket, pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian, secara kuantitatif, seluruh kawasan teknologi pendidikan telah diterapkan di kedua lembaga pendidikan nonformal. Pada kawasan penciptaan dan pengelolaan kedua lembaga mendapatkan predikat baik, pada kawasan penggunaan kedua lembaga mendapatkan predikat sangat baik, sedangkan untuk kawasan evaluasi, LPBB Solusi Kayumanis mendapat predikat sangat baik dan PKBM Negeri 23 Jakarta mendapat predikat baik. Secara analisis deskriptif, beberapa indikator pada keempat kawasan sudah diterapkan dengan sangat baik karena lembaga telah memiliki aturan dan regulasi yang baik dalam melakukan penerapan. Ada juga beberapa indikator yang sudah diterapkan dengan baik, namun penerapannya masih sederhana dan terbatas, namun ada juga beberapa indikator yang belum diterapkan. Berdasarkan hal tersebut, maka teknologi pendidikan sebagai suatu bidang studi, kajian dan profesi perlu memperkenalkan diri lebih dalam ke lembaga pendidikan nonformal, agar dapat membantu lembaga didalam menciptakan, menggunakan, mengevaluasi dan mengelola produk-produk teknologi pendidikan yang dapat memfasilitasi belajar peserta didik.
{"title":"PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL","authors":"Fathia Fairuza Hanum","doi":"10.21009/JIV.1401.1","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.1","url":null,"abstract":"Teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu terapan yang mengalami perubahan definisi dari waktu ke waktu membuat kawasan kajian dan kontribusi teknologi pendidikan dalam sistem pendidikan di Indonesia turut berubah. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi penerapan kawasan teknologi pendidikan yang telah dilakukan di lembaga pendidikan nonformal yang ada di DKI Jakarta, sehingga dapat memperluas cakupan hasil penelitian mengenai penerapan disiplin ilmu teknologi pendidikan di lembaga pendidikan dan agar di kemudian hari para peneliti di Strata Satu (S1) bisa melakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan survai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan kawasan teknologi pendidikan yang ada di lembaga pendidikan nonformal yang terdiri dari kawasan penciptaan, penggunaan, pengelolaan dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan di LPBB Solusi Kayumanis dan PKBM Negeri 23 Jakarta pada bulan Juni sampai Oktober 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket, pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian, secara kuantitatif, seluruh kawasan teknologi pendidikan telah diterapkan di kedua lembaga pendidikan nonformal. Pada kawasan penciptaan dan pengelolaan kedua lembaga mendapatkan predikat baik, pada kawasan penggunaan kedua lembaga mendapatkan predikat sangat baik, sedangkan untuk kawasan evaluasi, LPBB Solusi Kayumanis mendapat predikat sangat baik dan PKBM Negeri 23 Jakarta mendapat predikat baik. Secara analisis deskriptif, beberapa indikator pada keempat kawasan sudah diterapkan dengan sangat baik karena lembaga telah memiliki aturan dan regulasi yang baik dalam melakukan penerapan. Ada juga beberapa indikator yang sudah diterapkan dengan baik, namun penerapannya masih sederhana dan terbatas, namun ada juga beberapa indikator yang belum diterapkan. Berdasarkan hal tersebut, maka teknologi pendidikan sebagai suatu bidang studi, kajian dan profesi perlu memperkenalkan diri lebih dalam ke lembaga pendidikan nonformal, agar dapat membantu lembaga didalam menciptakan, menggunakan, mengevaluasi dan mengelola produk-produk teknologi pendidikan yang dapat memfasilitasi belajar peserta didik.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"146 6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129821321","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk berupa paket modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di BKKBN. Paket modul ini dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan kader BKB tentang program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Adapun latar belakang dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah untuk mengatasi tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO Indonesia berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R & D). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan produk dari Rowntree, yang terdiri dari tiga tahap yaitu 1) tahap perencanaan, 2) tahap persiapan penulisan, 3) tahap penulisan dan penyuntingan. Produk yang dihasilkan terdiri dari empat buah modul dan satu buku petunjuk penggunaan bagi instrukstur/widyaiswara. Responden dalam penelitian ini adalah kader BKB dan beberapa ahli. Untuk melihat kelayakan modul, peneliti melakukan validasi/telaah ahli, ujicoba face to face, dan ujicoba lapangan/field trials. Hasil validasi dari ahli materi, ahli desain instruksional, dan ahli bahasa menyatakan bahwa modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dinilai sangat baik. Hasil ujicoba face to face dan field trials terhadap modul 1000 Hari Pertama Kehidupan, menunjukkan bahwa modul layak digunakan. Hasil uji-t menunjukkan terdapat terdapat perbedaan yang signifikan sehingga modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar peserta pelatihan.
本研究旨在在BKKBN上开发一个1000天的打印模块包(HPK),用于对幼儿家族Kader Bina (BKB)的培训。这个模块包是为了增加BKB kader对最初1000天计划的了解而开发的。至于这个为期1000天的计划的背景,是克服印尼特技的高度。根据世界卫生组织(world health agency)的数据,印尼是世界上排名第五的发育不良儿童。使用的研究方法是研究开发方法(R & D),开发模型是Rowntree的产品开发模型,它包括三个阶段的计划阶段,2的写作准备阶段,3的写作和编辑阶段。生产产品包括四个模块和一个手册的使用手册。本研究的受访者是BKB的kader和多名专家。为了了解模块的可行性,研究人员进行专家验证、面对面测试和现场测试试验。材料专家、教学设计专家和语言学家证明,最初1000天的印刷模块受到高度评价。面对面和现场测试对模块1000天的测试结果表明,该模块值得使用。uj -t的结果显示出了显著的差异,印刷模块据说可以有效地提高学员的学习成绩。
{"title":"PENGEMBANGAN MODUL CETAK 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN UNTUK PELATIHAN KADER BINA KELUARGA BALITA DI BKKBN","authors":"Yayat Nurhayati","doi":"10.21009/JIV.1401.3","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.3","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk berupa paket modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pelatihan Kader Bina Keluarga Balita (BKB) di BKKBN. Paket modul ini dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan kader BKB tentang program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Adapun latar belakang dari program 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah untuk mengatasi tingginya angka stunting di Indonesia. Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO Indonesia berada di urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R & D). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan produk dari Rowntree, yang terdiri dari tiga tahap yaitu 1) tahap perencanaan, 2) tahap persiapan penulisan, 3) tahap penulisan dan penyuntingan. Produk yang dihasilkan terdiri dari empat buah modul dan satu buku petunjuk penggunaan bagi instrukstur/widyaiswara. Responden dalam penelitian ini adalah kader BKB dan beberapa ahli. Untuk melihat kelayakan modul, peneliti melakukan validasi/telaah ahli, ujicoba face to face, dan ujicoba lapangan/field trials. Hasil validasi dari ahli materi, ahli desain instruksional, dan ahli bahasa menyatakan bahwa modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dinilai sangat baik. Hasil ujicoba face to face dan field trials terhadap modul 1000 Hari Pertama Kehidupan, menunjukkan bahwa modul layak digunakan. Hasil uji-t menunjukkan terdapat terdapat perbedaan yang signifikan sehingga modul cetak 1000 Hari Pertama Kehidupan dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar peserta pelatihan.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"153 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115687908","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam pengembangan karakter dan konsep pengembangan karakter dengan pendekatan holistik. Penelitian dilakukan pada Taman Kanak-kanak Bali Q-Ta Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pengembangan karakter anak adalah sebagai teladan, fasilitator, dan motivator. Sedangkan konsep pengembangan karakter pada kelompok B Taman Kanak-kanak Bali Q-Ta yang dilakukan dengan pendekatan holistik terlihat dari berbagai nilai karakter seperti kewajiban, hemat, hormat dan santun, taat, toleransi, sabar, empati, mandiri, serta berani. Pengembangan karakter anak dilakukan berdasarkan atas karakteristik yang dimiliki anak dengan melakukan kegiatan pembiasaan, mendongeng, meditasi, bermain peran, dan yoga.
{"title":"IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK USIA DINI DENGAN PENDEKATAN HOLISTIK","authors":"P. A. Antara","doi":"10.21009/JIV.1401.2","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/JIV.1401.2","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam pengembangan karakter dan konsep pengembangan karakter dengan pendekatan holistik. Penelitian dilakukan pada Taman Kanak-kanak Bali Q-Ta Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pengembangan karakter anak adalah sebagai teladan, fasilitator, dan motivator. Sedangkan konsep pengembangan karakter pada kelompok B Taman Kanak-kanak Bali Q-Ta yang dilakukan dengan pendekatan holistik terlihat dari berbagai nilai karakter seperti kewajiban, hemat, hormat dan santun, taat, toleransi, sabar, empati, mandiri, serta berani. Pengembangan karakter anak dilakukan berdasarkan atas karakteristik yang dimiliki anak dengan melakukan kegiatan pembiasaan, mendongeng, meditasi, bermain peran, dan yoga.","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"216 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120830348","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
The learning instruments that consisted of the teaching materials, syllabuses, lesson plans (RPP), learning guides, and evaluation guides of basic literacy educational learning at the remote indigenous community of Dayak Meratus tribe were composed for the completion of the basic literacy educational learning instruments in order to achieve course learning outcome of the basic literacy education in accordance to the regulation of the minister of education and culture no.86 2014. The research and development method was employed in developing the learning instruments. The tryouts in this research and development were conducted in PKBM Belimbing of Hulu Sungai Selatan (as the experiment group) and SPNF SKB Balangan (as the control group) from August to October 2017. The basic literacy educational learning instruments conceptual product validity test was obtained with the mean calculation of 82.8% which meant that validity level was very high. The attractiveness and conceptual literacy test was obtained with the mean calculation of 76,4% which meant that the attractiveness level was in the high category. The effect of the learning instruments’ implementation was intended that the learners could get the literacy in all aspects of their life. References Arsyad, A. (2003). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo. Badan Pusat Statistik. (2016). Survei sosial ekonomi nasional tahun 2016. Diakses dari https://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php/catalog/SUSENAS Borg, W. R., & Gall, M.D. (1979). Educational research, an Introduction 3 ed. New York: Longman. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (2013). Data kependudukan. Diakses dari http://dukcatpil.hulusungaiselatankab.go.id/ Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan. (2017). Data buta aksara tahun 2017. Diakses dari http://www.balangankab.go.id/?set=viewBk&flag_template2=1&flag=1&page=1&id=473 Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (2016). Data buta aksara tahun 2016. Diakses dari http://disdik.hulusungaiselatankab.go.id/ Ella, Y. (2016). Tahun 2030 seluruh anak peroleh akses pendidikan pra-SD. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/02/tahun-2030-seluruh-anak-peroleh-aksespendidikan-prasd Faidi, A. (2015). Suku dayak suku terbesar dan tertua di Kalimantan. Makassar: Arus Timur. Kalimantan Pos. (2016). Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan pada Hari Aksara Internasional tahun 2016. Diakses dari http://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/index.php/berita-bp-paudni/496-upacaraperingatan-hari-aksara-internasional-provinsikalimantan-selatan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 86 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman Fasilitasi Ormas Bidang Budaya, Keraton dan Lemadat Subdit Pendidikan Keaksaraan. (2005). Bahan ajar keaksaraan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat. Syahriansyah, dkk. (2011). Upacara adat dayak d
为实现基础扫盲教育的课程学习成果,根据第1号教育和文化部长的规定,为完成基本扫盲教育的学习工具,编写了由Dayak Meratus部落偏远土著社区基础扫盲教育学习的教材、教学大纲、教案(RPP)、学习指南和评价指南组成的学习工具。86年2014年。学习仪器的开发采用了研究开发的方法。本研发试验于2017年8 - 10月在Hulu Sungai Selatan的PKBM Belimbing(实验组)和SPNF SKB Balangan(对照组)进行。基础识字教育学习工具概念产品效度测试均值计算为82.8%,效度水平非常高。吸引力和概念素养测试的平均计算为76.4%,这意味着吸引力水平处于高类别。实施该学习工具的目的是使学习者在生活的各个方面都能获得素养。Arsyad, A.(2003)。媒体pembelajaran。雅加达:Raja Grafindo。巴丹普萨特统计。(2016)。2016年全国社会经济调查。Diakses dari https://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php/catalog/SUSENAS Borg, W. R., & Gall, M.D.(1979)。《教育研究导论》第3版。纽约:朗曼出版社。Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Selatan。(2013)。kependudukan数据。Diakses dari http://dukcatpil.hulusungaiselatankab.go.id/ Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan。(2017)。数据,但在2017年。Diakses dari http://www.balangankab.go.id/?set=viewBk&flag_template2=1&flag=1&page=1&id=473 Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan。(2016)。数据来自于2016年的aksara。Diakses dari http://disdik.hulusungaiselatankab.go.id/ Ella, Y.(2016)。Tahun 2030 seluruh - anak perolle - akses - pendidikan - sd。Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/02/tahun-2030-seluruh-anak-peroleh-aksespendidikan-prasd Faidi, A.(2015)。Suku dayak Suku terbesar dan tertua di Kalimantan。望加锡:阿勒斯·帖木儿。加里曼丹邮政(2016)。Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan pada Hari Aksara international, 2016。Diakses dari http://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/index.php/berita-bp-paudni/496-upacaraperingatan-hari-aksara-internasional-provinsikalimantan-selatan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan共和国印度尼西亚noor 86 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 tahun 2007 tentang Pedoman Fasilitasi Ormas Bidang Budaya, Keraton dan Lemadat subdpendidikan Keaksaraan。(2005)。Bahan ajar keaksaraan。雅加达:Pendidikan Masyarakat局长。Syahriansyah消退。(2011)。Upacara adat dayak dan banjar Kalimantan Selatan。Banjarmasin: Antasari出版社。
{"title":"PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) SUKU DAYAK MERATUS","authors":"Nunung Nurazizah","doi":"10.21009/jiv.1302.6","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/jiv.1302.6","url":null,"abstract":"The learning instruments that consisted of the teaching materials, syllabuses, lesson plans (RPP), learning guides, and evaluation guides of basic literacy educational learning at the remote indigenous community of Dayak Meratus tribe were composed for the completion of the basic literacy educational learning instruments in order to achieve course learning outcome of the basic literacy education in accordance to the regulation of the minister of education and culture no.86 2014. The research and development method was employed in developing the learning instruments. The tryouts in this research and development were conducted in PKBM Belimbing of Hulu Sungai Selatan (as the experiment group) and SPNF SKB Balangan (as the control group) from August to October 2017. The basic literacy educational learning instruments conceptual product validity test was obtained with the mean calculation of 82.8% which meant that validity level was very high. The attractiveness and conceptual literacy test was obtained with the mean calculation of 76,4% which meant that the attractiveness level was in the high category. The effect of the learning instruments’ implementation was intended that the learners could get the literacy in all aspects of their life. \u0000 \u0000References \u0000Arsyad, A. (2003). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo. \u0000Badan Pusat Statistik. (2016). Survei sosial ekonomi nasional tahun 2016. Diakses dari https://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php/catalog/SUSENAS \u0000Borg, W. R., & Gall, M.D. (1979). Educational research, an Introduction 3 ed. New York: Longman. \u0000Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (2013). Data kependudukan. Diakses dari http://dukcatpil.hulusungaiselatankab.go.id/ \u0000Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan. (2017). Data buta aksara tahun 2017. Diakses dari http://www.balangankab.go.id/?set=viewBk&flag_template2=1&flag=1&page=1&id=473 \u0000Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (2016). Data buta aksara tahun 2016. Diakses dari http://disdik.hulusungaiselatankab.go.id/ \u0000Ella, Y. (2016). Tahun 2030 seluruh anak peroleh akses pendidikan pra-SD. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/02/tahun-2030-seluruh-anak-peroleh-aksespendidikan-prasd \u0000Faidi, A. (2015). Suku dayak suku terbesar dan tertua di Kalimantan. Makassar: Arus Timur. \u0000Kalimantan Pos. (2016). Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan pada Hari Aksara Internasional tahun 2016. Diakses dari http://pauddikmaskalsel.kemdikbud.go.id/index.php/berita-bp-paudni/496-upacaraperingatan-hari-aksara-internasional-provinsikalimantan-selatan \u0000Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 86 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar \u0000Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman Fasilitasi Ormas Bidang Budaya, Keraton dan Lemadat \u0000Subdit Pendidikan Keaksaraan. (2005). Bahan ajar keaksaraan. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat. \u0000Syahriansyah, dkk. (2011). Upacara adat dayak d","PeriodicalId":234954,"journal":{"name":"JIV-Jurnal Ilmiah Visi","volume":"71 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124616549","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}