Pub Date : 2022-07-28DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3677
Havizul Havizul
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain / merancang pembelajaran online yang efektif dan efisien khususnya pada mata pelajaran IPS SMP/MTs melalui pendayagunaan layanan-layanan yang tersedia di Google Classroom. Metode penelitian yang digunakan adalah Research Development (RD) dengan model pengembangan ASSURE. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rancangan pembelajaran online berbasis google classroom untuk mata pelajaran IPS tingkat SMP/MTs. Di dalam rancangan pembelajaran tersebut tersedia berbagai rencana aktivitas kelas online yang terstruktur dan sistematis, seperti jadwal kegiatan belajar, absensi kehadiran, pemberian tugas, pengumuman, penilaian, integrasi google meet, integrasi google calender, integrasi google document, dan sebagainya. Dengan baiknya pengelolaan aktivitas kelas online, maka pembelajaran online dapat terselenggara dengan efektif dan efisien, sehingga memberikan hasil yang optimal.
{"title":"DESAIN PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS GOOGLE CLASSROOM UNTUK MATA PELAJARAN IPS SMP/MTS MENGGUNAKAN MODEL ASSURE","authors":"Havizul Havizul","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3677","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3677","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendesain / merancang pembelajaran online yang efektif dan efisien khususnya pada mata pelajaran IPS SMP/MTs melalui pendayagunaan layanan-layanan yang tersedia di Google Classroom. Metode penelitian yang digunakan adalah Research Development (RD) dengan model pengembangan ASSURE. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rancangan pembelajaran online berbasis google classroom untuk mata pelajaran IPS tingkat SMP/MTs. Di dalam rancangan pembelajaran tersebut tersedia berbagai rencana aktivitas kelas online yang terstruktur dan sistematis, seperti jadwal kegiatan belajar, absensi kehadiran, pemberian tugas, pengumuman, penilaian, integrasi google meet, integrasi google calender, integrasi google document, dan sebagainya. Dengan baiknya pengelolaan aktivitas kelas online, maka pembelajaran online dapat terselenggara dengan efektif dan efisien, sehingga memberikan hasil yang optimal.","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122839403","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-13DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3952
F. Susanti, Ajun Purwanto, Rika Angela
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan potensi yang dimiliki kota Sintang sebagai calon ibu kota Provinsi Kapuas Raya ditinjau dari aspek ketersediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah data primer sekunder. Data primer adalah hasil informasi dari informan tempat penelitian, sedangkan data sekunder berupa dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif, sedanagkan validasi data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kota Sintang strategis untuk menjadi sebuah ibukota provinsi karena memiliki posisi berada di tengah-tengah diantara beberapa kabupaten yang akan menjadi pemekaran wilayah. Potensi ketersedian fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan cukup memadai, meskipun kedepannya memang diperlukan adanya penambahan fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk
{"title":"ANALISIS REGIONAL KOTA SINTANG SEBAGAI CALON IBU KOTA PROVINSI KAPUAS RAYA","authors":"F. Susanti, Ajun Purwanto, Rika Angela","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3952","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3952","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik dan potensi yang dimiliki kota Sintang sebagai calon ibu kota Provinsi Kapuas Raya ditinjau dari aspek ketersediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah data primer sekunder. Data primer adalah hasil informasi dari informan tempat penelitian, sedangkan data sekunder berupa dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif, sedanagkan validasi data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kota Sintang strategis untuk menjadi sebuah ibukota provinsi karena memiliki posisi berada di tengah-tengah diantara beberapa kabupaten yang akan menjadi pemekaran wilayah. Potensi ketersedian fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan cukup memadai, meskipun kedepannya memang diperlukan adanya penambahan fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123905245","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3704
H. Firmansyah, Ika Rahmatika Chalimi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar Sejarah lokal berbasis e-modul dan kebutuhan materi sejarah lokal Kalimantan Barat pada SMA N Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Kualitatif deskriptif. Adapun Lokasi pada penelitian yaitu SMA di Kota Pontianak, yang dijjadikan sebagai sample terdiri dari 5 sekolah yakni: Sekolah Menengah Atas Negeri 2, Sekolah Menengah Atas Negeri 3, Sekolah Menengah Atas Negeri 6, Sekolah Menengah Atas Negeri 8 dan Sekolah Menengah Atas Negeri 10. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut 1) Bahan ajar sejarah lokal berbasis e-modul dibutuhkan oleh guru sejarah SMA N Kota Pontianak yang dapat digunakan sebagai tambahan literasi sejarah lokal yang minim serta sebagai invoasi baru dalam belajar sejarah lokal sebagaimana perkembangan teknologi pembelajaran yang dibutuh selama masa pandemic maupun pada pembelajaran tatap muka terbatas. 2) Pada analisis kebutuhan materi sejarah lokal yang dibutuhkan guru adalah materi sejarah perkembangan kerajaan-kerajan Islam di Kalimantan Barat yang terdapat pada kelas X dengan KD 3.8. yakni mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dan menunjukan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
{"title":"KARAKTERISTIK KEBUTUHAN BAHAN AJAR SEJARAH LOKAL BERBASIS E-MODUL UNTUK SMAN KOTA PONTIANAK","authors":"H. Firmansyah, Ika Rahmatika Chalimi","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3704","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3704","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan bahan ajar Sejarah lokal berbasis e-modul dan kebutuhan materi sejarah lokal Kalimantan Barat pada SMA N Kota Pontianak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Kualitatif deskriptif. Adapun Lokasi pada penelitian yaitu SMA di Kota Pontianak, yang dijjadikan sebagai sample terdiri dari 5 sekolah yakni: Sekolah Menengah Atas Negeri 2, Sekolah Menengah Atas Negeri 3, Sekolah Menengah Atas Negeri 6, Sekolah Menengah Atas Negeri 8 dan Sekolah Menengah Atas Negeri 10. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut 1) Bahan ajar sejarah lokal berbasis e-modul dibutuhkan oleh guru sejarah SMA N Kota Pontianak yang dapat digunakan sebagai tambahan literasi sejarah lokal yang minim serta sebagai invoasi baru dalam belajar sejarah lokal sebagaimana perkembangan teknologi pembelajaran yang dibutuh selama masa pandemic maupun pada pembelajaran tatap muka terbatas. 2) Pada analisis kebutuhan materi sejarah lokal yang dibutuhkan guru adalah materi sejarah perkembangan kerajaan-kerajan Islam di Kalimantan Barat yang terdapat pada kelas X dengan KD 3.8. yakni mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dan menunjukan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123881161","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3699
Yenni Rizal, Modestus Deovany, A. Andini
AbstrakProjek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan salah satunya untuk mengetahui kepercayaan diri pada diri siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepercayaan diri yang dimodifikasi dari konsep Lauster. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan responden sebanyak 138 yang terdiri dari 2 sekolah dengan karakteristik sekolah yang terdaftar pada program sekolah penggerak di kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, adapun sekolah penggerak yang dilibatkan pada penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Fityan dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kuala Mandor B. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa secara umum berada pada katagori“percaya diri”, kedua sekolah menunjukkan hasil penelitian yang berbeda, untuk SMPTI AL-Fityan berada pada kategori “percaya diri”, sedangkan SMPN I Kuala Mandor B hanya berada pada katagori“cukup percaya diri”.
{"title":"KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA","authors":"Yenni Rizal, Modestus Deovany, A. Andini","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3699","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3699","url":null,"abstract":"AbstrakProjek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan salah satunya untuk mengetahui kepercayaan diri pada diri siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepercayaan diri yang dimodifikasi dari konsep Lauster. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan responden sebanyak 138 yang terdiri dari 2 sekolah dengan karakteristik sekolah yang terdaftar pada program sekolah penggerak di kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, adapun sekolah penggerak yang dilibatkan pada penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al-Fityan dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kuala Mandor B. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa secara umum berada pada katagori“percaya diri”, kedua sekolah menunjukkan hasil penelitian yang berbeda, untuk SMPTI AL-Fityan berada pada kategori “percaya diri”, sedangkan SMPN I Kuala Mandor B hanya berada pada katagori“cukup percaya diri”. ","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127692602","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3395
Muhamad Abi Fadila, Suswandari Suswandari
Dalam masa pandemi Covid-19, sektor ekonomi informal salah satunya pedagang kaki lima, sangat kesulitan dengan kebijakan pemerintah dalam rangka menahan laju virus Covid-19. Mulai dari penurunan daya beli masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku ekonomi informal. Maka, pedagang Kerak Telor di Kemayoran, sebagai pelaku ekonomi informal, artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi pedagang Kerak Telor di Kemayoran dalam menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19. Artikel ilmiah ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan dalam penelusuran sejarah Betawi, Kemayoran dan Kerak Telor dapat diketahui bahwa kuliner Kerak Telor merupakan warisan kearifan lokal masyarakat Betawi. Selama pandemi Covid-19, tantangan pedagang Kerak Telor di Kemayoran tidak jauh berbeda dengan pedagang kaki lima lainnya, secara terpaksa tetap berdagang walau terdapat himbauan dan teguran dari aparat setempat. Dengan begitu perlu diperhatikan sebagaimana mereka sebagai warisan budaya, perlu adanya optimalisasi ekowisata kuliner tradisional Betawi di Kemayoran, yang sesuai di masa pandemi Covid-19.
{"title":"EKSISTENSI PEDAGANG KERAK TELOR ETNIK BETAWI KEMAYORAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19","authors":"Muhamad Abi Fadila, Suswandari Suswandari","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3395","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3395","url":null,"abstract":"Dalam masa pandemi Covid-19, sektor ekonomi informal salah satunya pedagang kaki lima, sangat kesulitan dengan kebijakan pemerintah dalam rangka menahan laju virus Covid-19. Mulai dari penurunan daya beli masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku ekonomi informal. Maka, pedagang Kerak Telor di Kemayoran, sebagai pelaku ekonomi informal, artikel ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi pedagang Kerak Telor di Kemayoran dalam menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19. Artikel ilmiah ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil menunjukkan dalam penelusuran sejarah Betawi, Kemayoran dan Kerak Telor dapat diketahui bahwa kuliner Kerak Telor merupakan warisan kearifan lokal masyarakat Betawi. Selama pandemi Covid-19, tantangan pedagang Kerak Telor di Kemayoran tidak jauh berbeda dengan pedagang kaki lima lainnya, secara terpaksa tetap berdagang walau terdapat himbauan dan teguran dari aparat setempat. Dengan begitu perlu diperhatikan sebagaimana mereka sebagai warisan budaya, perlu adanya optimalisasi ekowisata kuliner tradisional Betawi di Kemayoran, yang sesuai di masa pandemi Covid-19.","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122338207","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3636
Siti Pauziah
Advances in information technology, especially gadgets, have now entered all aspects of human life, if you pay attention at this time almost all walks of life have used gadgets, especially teenagers because they are considered to be able to affect the interaction patterns of users. The purpose of this research is to find out how the interaction patterns formed by students using gadgets are within the scope of student interactions in the school environment. This research method uses a qualitative case study approach. carried out at MAN 2 Bogor City from January to April 2022, the primary sources are students, data collection by observation and observasi and interviews is validated by triangulation of sources, analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study indicate the interaction pattern of students using gadgets in MAN 2 Bogor city; interaction through media that is used as a tool to exchange information, focus on each gadget, individual interaction between groups, interactions that occur through online games, cooperation between friends through whatsapp groups, being alone (individual).
{"title":"POLA INTERAKSI SISWA PENGGUNA GADGET DI MAN 2 KOTA BOGOR","authors":"Siti Pauziah","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3636","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3636","url":null,"abstract":"Advances in information technology, especially gadgets, have now entered all aspects of human life, if you pay attention at this time almost all walks of life have used gadgets, especially teenagers because they are considered to be able to affect the interaction patterns of users. The purpose of this research is to find out how the interaction patterns formed by students using gadgets are within the scope of student interactions in the school environment. This research method uses a qualitative case study approach. carried out at MAN 2 Bogor City from January to April 2022, the primary sources are students, data collection by observation and observasi and interviews is validated by triangulation of sources, analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study indicate the interaction pattern of students using gadgets in MAN 2 Bogor city; interaction through media that is used as a tool to exchange information, focus on each gadget, individual interaction between groups, interactions that occur through online games, cooperation between friends through whatsapp groups, being alone (individual).","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130082804","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.1799
Ahmad Ansyari Siregar, Ika Chastanti
Corruption is an extraordinary crime (Eradication of corruption is not enough to be overcome by relying only on the process of law enforcement but preventive measures need to be taken by instilling anti-corruption values in schools. The purpose of this study was to determine the implementation of anti-corruption education in schools, the learning strategies used by teachers in the learning process, and the obstacles experienced by schools in their implementation. This research is a qualitative research with a descriptive delivery. Data is collected by In-depth Interview of the school principal, teacher, and students. Data analysis techniques were performed using the Miles and Huberman Models. The results show that the implementation of anti-corruption education has not been done in schools where teachers have not integrated anti-corruption behavior in the learning process. Teachers have not been able to set an example for students and teachers have not been able to implement learning strategies to increase student interest and motivation to reduce corrupt behavior.
{"title":"IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH","authors":"Ahmad Ansyari Siregar, Ika Chastanti","doi":"10.31571/sosial.v9i1.1799","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.1799","url":null,"abstract":"Corruption is an extraordinary crime (Eradication of corruption is not enough to be overcome by relying only on the process of law enforcement but preventive measures need to be taken by instilling anti-corruption values in schools. The purpose of this study was to determine the implementation of anti-corruption education in schools, the learning strategies used by teachers in the learning process, and the obstacles experienced by schools in their implementation. This research is a qualitative research with a descriptive delivery. Data is collected by In-depth Interview of the school principal, teacher, and students. Data analysis techniques were performed using the Miles and Huberman Models. The results show that the implementation of anti-corruption education has not been done in schools where teachers have not integrated anti-corruption behavior in the learning process. Teachers have not been able to set an example for students and teachers have not been able to implement learning strategies to increase student interest and motivation to reduce corrupt behavior.","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"278 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115225675","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3100
Suherdiyanto Suherdiyanto, Adhitya Prihadi
Media merupakan alat yang dapat digunakan dalam proses mempermudah dalam melakukan sesuatu, tak terlepas dari dunia pendidikan. Media sangat membantu dalam penjelasan suatu materi agar lebih mudah dipahami, lebih ringkas dan lebih menarik. Penggunaan media pembelajaran mobile learning berbasis android dipilih karena keberadaan smartphone di perguruan tinggi tersedia dan dibutuhkan, sehingga menarik untuk teliti. Tujuan Penelitian Penyanyi Adalah 1) Untuk mengetahui Tingkat Kelayakan Ahli materi media yang PADA PEMBELAJARAN mobile learning Berbasis android, 2) Untuk mengetahui Kelayakan Ahli Media PADA Media Pembelajaran mobile learningberbasis android. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development approach (RD) dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap. Hasil penelitian: 1) Secara keseluruhan, rata-rata menunjukkan aspek materi oleh para ahli materi yang diperoleh nilai 81,25. Hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25 skor ≤100% dengan kategori sangat layak, 2) Secara keseluruhan, rata-rata penilaian oleh ahli media diperoleh nilai 86,67, hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25 skor 100% dengan kategori sangat layak.
{"title":"KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID","authors":"Suherdiyanto Suherdiyanto, Adhitya Prihadi","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3100","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3100","url":null,"abstract":"Media merupakan alat yang dapat digunakan dalam proses mempermudah dalam melakukan sesuatu, tak terlepas dari dunia pendidikan. Media sangat membantu dalam penjelasan suatu materi agar lebih mudah dipahami, lebih ringkas dan lebih menarik. Penggunaan media pembelajaran mobile learning berbasis android dipilih karena keberadaan smartphone di perguruan tinggi tersedia dan dibutuhkan, sehingga menarik untuk teliti. Tujuan Penelitian Penyanyi Adalah 1) Untuk mengetahui Tingkat Kelayakan Ahli materi media yang PADA PEMBELAJARAN mobile learning Berbasis android, 2) Untuk mengetahui Kelayakan Ahli Media PADA Media Pembelajaran mobile learningberbasis android. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development approach (RD) dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap. Hasil penelitian: 1) Secara keseluruhan, rata-rata menunjukkan aspek materi oleh para ahli materi yang diperoleh nilai 81,25. Hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25 skor ≤100% dengan kategori sangat layak, 2) Secara keseluruhan, rata-rata penilaian oleh ahli media diperoleh nilai 86,67, hasil penilaian tersebut masuk dalam rentang nilai 81,25 skor 100% dengan kategori sangat layak.","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128597709","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-06-25DOI: 10.31571/sosial.v9i1.3176
Rina Rina, Rika Anggela
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapat informasi secara terperinci mengenai Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan pada masa pandemi covid 19 di Sekolah Dasar 34 Pontianak Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskripstif Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru, siswa dan Kepala Sekolah di SD Negeri 34 Pontianak kota. Alat pengumpulan datanya yaitu lembar observasi, Wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif dengan Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pelaksanaan program Adiwiyata mandiri, SD 34 Pontianak Kota mengembangkan program Adiwiyata dan memasukan konsep lingkungan kedalam Visi dan Misi sekolah. Implemetasi program Adiwiyata mandiri dalam menanamkan karakter peduli lingkungan siswa SD 34 Pontianak Kota terdapat pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) setiap mata pelajaran dengan penerapan teori maupun praktek
{"title":"INTEGRASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM MEMBENTUK KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA MASA COVID 19 DI SEKOLAH DASAR","authors":"Rina Rina, Rika Anggela","doi":"10.31571/sosial.v9i1.3176","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3176","url":null,"abstract":" Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapat informasi secara terperinci mengenai Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan pada masa pandemi covid 19 di Sekolah Dasar 34 Pontianak Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Deskripstif Kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru, siswa dan Kepala Sekolah di SD Negeri 34 Pontianak kota. Alat pengumpulan datanya yaitu lembar observasi, Wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif dengan Teknik keabsahan data yaitu triangulasi sumber.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Pelaksanaan program Adiwiyata mandiri, SD 34 Pontianak Kota mengembangkan program Adiwiyata dan memasukan konsep lingkungan kedalam Visi dan Misi sekolah. Implemetasi program Adiwiyata mandiri dalam menanamkan karakter peduli lingkungan siswa SD 34 Pontianak Kota terdapat pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) setiap mata pelajaran dengan penerapan teori maupun praktek ","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126542755","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-18DOI: 10.31571/sosial.v8i2.3083
Ivan Veriansyah, Ihsan Nurhakim
Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir yang sangat penting dalam cabang ilmu geografi. Pada dasarnya dalam menyelesaikan permasalahan geografi mahasiswa di tuntut untuk berpikir, oleh itu kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan, jelaskan pada makna kemampuan berpikir kritis sendiri, yakni berpikir kritis merupakan kemampuan pikiran untuk menganalisis, mengidentifikasi, menemukan serta mengambil keputusan untuk menarik kesimpulan terhadap apa yang di yakini. Kemampuan berpikir penting dalam menyelesaikan soal geografi dalam bentuk HOTS, karena geografi dalam bentuk Hots ini memiliki tingkat C4 kemampuan untuk berpikir kritis, sangat diperlukan dalam menyelesaikan soal ini karena sifatnya memancing agar mahasiswa bepikir lebih berkembang dalam menyelesaikan soal. Kemamampuan berpikir setiap individu tentunya berbeda-beda baik individu dengan individu lainnya, sehingga harus ada perhatian khusus untuk membantu mahasiswa mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa laki-laki dalam menyelesaikan soal SDA materi pembahasan yang ditinjau dari perbedaan gender kelas A Pagi semester VI Prodi geografi, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal materi SDA yang ditinjau dari perbedaan gender A Pagi semester VI Prodi geografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi Penelitian Prodi Geografi IKIP PGRI Pontianak dengan Obyek Penelitian Kelas A Pagi semester VI. Data yang diperoleh berupa data dari observasi, tes tulis dan wawancara. Data dari hasil tes yang diperoleh dari hasil analisis pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal SDA materi pencemaran yang dikemukakan oleh Ennis yaitu memberikan penjelasan sederhana, membuat penjelasan lanjut, menentukan strategi dan menyelesaikan masalah, dan membuat simpulan.inferensi (menyimpulkan) yang masing-masing mendapat skor 61%.(2) Mahasiswa perempuan yang memiliki presentase paling tinggi terdapat pada indikator yang memberikan penjelasan sederhana dan penjelasan lebih lanjut yaitu memperoleh skor 85%, sedangkan jumlah mahasiswa perempuan yang memiliki presentase baik dan jelas. baik terdapat pada indikator strategi dan taktik memperoleh skor 80% dan menyimpulkan masing-masing hanya memperoleh skor 73%.
批判性思维是地理学中至关重要的一种思维能力。基本上,在解决学生地理问题时,学生必须思考,因此,批判性思维能力是必不可少的,它解释了批判性思维能力的含义,即批判性思维是分析、识别、发现和决定对信仰作出结论的思维能力。思考能力在以霍茨的形式解决地理问题方面是必不可少的,因为这种霍茨人的地理水平具有c - 4的批判性思维能力,因此在解决这个问题方面是必不可少的,因为它鼓励学生在解决问题方面更加进步。每个人的思维能力当然因人而异,因此必须特别注意帮助学生在学习上取得成功。对照研究中,目的是:(1)描述学生批判性思维能力最好的男人完成关于SDA (united nations high commissioner for refugees)表示物质的讨论性别差异A类早上VI Prodi地理上学期,(2)描述了批判性思维能力(united nations high commissioner for refugees)表示物质SDA的学生在完成性别差异A早上好学期VI Prodi地理。本研究采用描述性研究类型的方法。关于地理问题IKIP PGRI PGRI研究对象的研究地点,从观察、写作测试和采访中获得的数据。从分析学生解决Ennis提出的关于SDA问题的工作中获得的测试数据,即给出简单的解释、进一步的解释、制定战略和解决问题以及得出结论。推论的结果是61%的分数。(2)拥有最比例数据的女学生,其指标提供了一个简单的、甚至更多的解释,即85%的分数,而有经验的女学生的比例又高又好。好在于战略和战术指标获得80%的分数,得出每个人只有分数获得了73%。
{"title":"ANALISIS SOAL HOTS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER","authors":"Ivan Veriansyah, Ihsan Nurhakim","doi":"10.31571/sosial.v8i2.3083","DOIUrl":"https://doi.org/10.31571/sosial.v8i2.3083","url":null,"abstract":"Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir yang sangat penting dalam cabang ilmu geografi. Pada dasarnya dalam menyelesaikan permasalahan geografi mahasiswa di tuntut untuk berpikir, oleh itu kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan, jelaskan pada makna kemampuan berpikir kritis sendiri, yakni berpikir kritis merupakan kemampuan pikiran untuk menganalisis, mengidentifikasi, menemukan serta mengambil keputusan untuk menarik kesimpulan terhadap apa yang di yakini. Kemampuan berpikir penting dalam menyelesaikan soal geografi dalam bentuk HOTS, karena geografi dalam bentuk Hots ini memiliki tingkat C4 kemampuan untuk berpikir kritis, sangat diperlukan dalam menyelesaikan soal ini karena sifatnya memancing agar mahasiswa bepikir lebih berkembang dalam menyelesaikan soal. Kemamampuan berpikir setiap individu tentunya berbeda-beda baik individu dengan individu lainnya, sehingga harus ada perhatian khusus untuk membantu mahasiswa mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa laki-laki dalam menyelesaikan soal SDA materi pembahasan yang ditinjau dari perbedaan gender kelas A Pagi semester VI Prodi geografi, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal materi SDA yang ditinjau dari perbedaan gender A Pagi semester VI Prodi geografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi Penelitian Prodi Geografi IKIP PGRI Pontianak dengan Obyek Penelitian Kelas A Pagi semester VI. Data yang diperoleh berupa data dari observasi, tes tulis dan wawancara. Data dari hasil tes yang diperoleh dari hasil analisis pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal SDA materi pencemaran yang dikemukakan oleh Ennis yaitu memberikan penjelasan sederhana, membuat penjelasan lanjut, menentukan strategi dan menyelesaikan masalah, dan membuat simpulan.inferensi (menyimpulkan) yang masing-masing mendapat skor 61%.(2) Mahasiswa perempuan yang memiliki presentase paling tinggi terdapat pada indikator yang memberikan penjelasan sederhana dan penjelasan lebih lanjut yaitu memperoleh skor 85%, sedangkan jumlah mahasiswa perempuan yang memiliki presentase baik dan jelas. baik terdapat pada indikator strategi dan taktik memperoleh skor 80% dan menyimpulkan masing-masing hanya memperoleh skor 73%.","PeriodicalId":248970,"journal":{"name":"Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132674875","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}