首页 > 最新文献

Buletin Kebun Raya最新文献

英文 中文
PHENETIC ANALYSES OF TENGKAWANG (SHOREA SPP., DIPTEROCARPACEAE) Tengkawang(娑罗双树科)的表型分析
Pub Date : 2016-01-01 DOI: 10.14203/bkr.v19i1.120
K. Yulita
Tengkawang is referred to a group of approximately 16 species of Shorea producing illipe butter from their kernels.  The name Tengkawang mostly referred to the Bornean Illipe Nut, even though they are not restrictly distributed in Borneo.  Nine of the 16 species belonging to Shorea Section Pachycarpae , two species of Section Brachypterae , three species of Section Mutica and two species of Section Shorea . Recent phylogenetic studies based on molecular markers considered Section Pachycarpae tend to form a monophyletic group.  This present study was aimed to investigate the nature of groupings within Tengkawang and their relatedness based on phenotypic traits.  Thirteen species of Shorea and one species of Hopea as an outgroup were selected to perform a phenetic analysis. An UPGMA dendrogram of Tengkawang was obtained using average taxonomic distance.  Cluster analysis indicated that genetic distance (Dist coefficient) varied from 0.92 to 0.24.  Two main groups were formed, first group contained exclusively Shorea Section Pachycarpae and second group consisted of the remaining species from various Sections  The principal Component Analysis (PCA) was also performed and showed the relative position of 13 of Tengkawang in two-dimension.  The PCA has also identified 27 morphological traits having important roles in the grouping of Shorea section Pachycarpae . A comparative phylogenetic analysis using several chloroplast genes was also in accordance to the results of phenetic analysis, and that the Bornean endemic Shorea section Pachycarpae was a monophyletic group.
Tengkawang 指的是由大约 16 种娑罗树组成的一个群体,它们的果仁可生产伊利佩黄油。 Tengkawang 这个名称主要指婆罗洲伊利培果仁,尽管它们在婆罗洲的分布并不局限。 16 个物种中有 9 个属于娑罗树科 Pachycarpae,2 个属于娑罗树科 Brachypterae,3 个属于娑罗树科 Mutica,2 个属于娑罗树科 Shorea。最近基于分子标记的系统发育研究认为娑罗树科倾向于形成一个单系群。 本研究的目的是根据表型特征调查 Tengkawang 内的分组性质及其亲缘关系。 研究选取了 13 种娑罗树和 1 种合欢树作为外群进行表型分析。利用平均分类距离得到了 Tengkawang 的 UPGMA 树枝图。 聚类分析表明,遗传距离(Dist系数)从0.92到0.24不等。 还进行了主成分分析(PCA),显示了 13 种 Tengkawang 在二维中的相对位置。 主成分分析还确定了 27 个形态特征,它们在娑罗科 Pachycarpae 的分组中发挥了重要作用。利用几种叶绿体基因进行的系统发生比较分析也与表型分析的结果一致,婆罗洲特有的娑罗树科Pachycarpae是一个单系群。
{"title":"PHENETIC ANALYSES OF TENGKAWANG (SHOREA SPP., DIPTEROCARPACEAE)","authors":"K. Yulita","doi":"10.14203/bkr.v19i1.120","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/bkr.v19i1.120","url":null,"abstract":"Tengkawang is referred to a group of approximately 16 species of Shorea producing illipe butter from their kernels.  The name Tengkawang mostly referred to the Bornean Illipe Nut, even though they are not restrictly distributed in Borneo.  Nine of the 16 species belonging to Shorea Section Pachycarpae , two species of Section Brachypterae , three species of Section Mutica and two species of Section Shorea . Recent phylogenetic studies based on molecular markers considered Section Pachycarpae tend to form a monophyletic group.  This present study was aimed to investigate the nature of groupings within Tengkawang and their relatedness based on phenotypic traits.  Thirteen species of Shorea and one species of Hopea as an outgroup were selected to perform a phenetic analysis. An UPGMA dendrogram of Tengkawang was obtained using average taxonomic distance.  Cluster analysis indicated that genetic distance (Dist coefficient) varied from 0.92 to 0.24.  Two main groups were formed, first group contained exclusively Shorea Section Pachycarpae and second group consisted of the remaining species from various Sections  The principal Component Analysis (PCA) was also performed and showed the relative position of 13 of Tengkawang in two-dimension.  The PCA has also identified 27 morphological traits having important roles in the grouping of Shorea section Pachycarpae . A comparative phylogenetic analysis using several chloroplast genes was also in accordance to the results of phenetic analysis, and that the Bornean endemic Shorea section Pachycarpae was a monophyletic group.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131224275","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
INDUKSI POLIPLOIDI MENGGUNAKAN KOLKISIN SECARA IN VIVO PADA BIBIT ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis (L.) BLUME) 诱导POLIPLOIDI在月球兰花的幼苗中采用VIVO的KOLKISIN。布鲁姆)
Pub Date : 2015-12-29 DOI: 10.14203/BKR.V18I1.156
E. M. D. Rahayu, D. Sukma, M. Syukur, S. A. Aziz, I. Irawati
Induksi poliploidi pada bibit Phalaenopsis amabilis telah dilakukan menggunakan kolkisin secara in vivo . Induksi poliploidi dilakukan dengan meneteskan kolkisin pada pucuk bibit P. amabilis .  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kolkisin yang efektif untuk induksi poliploidi bibit P. amabilis dan  menghasilkan bibit P. amabilis poliploid. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kolkisin. Pucuk bibit P. amabilis ditetesi 0,01 ml kolkisin (0, 1000, 2000, 3000, 4000, dan 5000 mg L -1 ). Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kolkisin dari 1000 sampai 5000 mg L -1 tidak berpengaruh nyata terhadap persentase hidup dan pertumbuhan bibit pada 24 minggu setelah perlakuan (24 MSP). Bibit P. amabilis poliploid dapat dihasilkan pada penetesan kolkisin 1000, 3000, 4000, dan 5000 mg L -1 dengan konsentrasi kolkisin paling efektif adalah 5000 mg L -1 . Bibit poliploid memiliki ukuran stomata lebih besar dari bibit diploid sebaliknya kerapatan stomatanya lebih rendah.
amabilis的芽孢杆菌的诱导波利普术已经在体内使用了kolkisin。诱导poliploidi的方法是在amabilis的树冠上滴上kolkisin。本研究的目的是获得有效的kolkisin浓度,用于诱导P. amabilis的种子和生产P. amabilis poliploid种子。实验是由一个单一的因素——kolkisin浓度——的一个完整的随机组设计而成的。amabilis测试了0.01毫升的kolkisin(0、1000、2000、3000、4000和5000 mg L -1)。试验结果显示,kolkisin浓度的增加从1000到5000毫克L -1,对治疗后24周的生活水平和种子生长没有真正影响。肌球菌种子可在kolkisin 1000、3000、4000和5000毫克的kolkisin浓度最有效的是5000毫克L -1。聚碳酸酯种子的结节比外交种子的结节更大,而结节种子的密度更低。
{"title":"INDUKSI POLIPLOIDI MENGGUNAKAN KOLKISIN SECARA IN VIVO PADA BIBIT ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis (L.) BLUME)","authors":"E. M. D. Rahayu, D. Sukma, M. Syukur, S. A. Aziz, I. Irawati","doi":"10.14203/BKR.V18I1.156","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I1.156","url":null,"abstract":"Induksi poliploidi pada bibit Phalaenopsis amabilis telah dilakukan menggunakan kolkisin secara in vivo . Induksi poliploidi dilakukan dengan meneteskan kolkisin pada pucuk bibit P. amabilis .  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kolkisin yang efektif untuk induksi poliploidi bibit P. amabilis dan  menghasilkan bibit P. amabilis poliploid. Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan satu faktor, yaitu konsentrasi kolkisin. Pucuk bibit P. amabilis ditetesi 0,01 ml kolkisin (0, 1000, 2000, 3000, 4000, dan 5000 mg L -1 ). Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi kolkisin dari 1000 sampai 5000 mg L -1 tidak berpengaruh nyata terhadap persentase hidup dan pertumbuhan bibit pada 24 minggu setelah perlakuan (24 MSP). Bibit P. amabilis poliploid dapat dihasilkan pada penetesan kolkisin 1000, 3000, 4000, dan 5000 mg L -1 dengan konsentrasi kolkisin paling efektif adalah 5000 mg L -1 . Bibit poliploid memiliki ukuran stomata lebih besar dari bibit diploid sebaliknya kerapatan stomatanya lebih rendah.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114134744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 8
KRITERIA PENENTUAN SPESIES PRIORITAS Rhododendron spp. TERANCAM KEPUNAHAN UNTUK DIKONSERVASI SECARA EX SITU DI INDONESIA 该物种优先级的标准是spp.曾在印尼保护过濒临灭绝的物种
Pub Date : 2015-12-29 DOI: 10.14203/BKR.V18I1.155
W. Rahman
Proses pencapaian tujuan konservasi selalu dibatasi oleh berbagai hal, seperti waktu, dana, SDM, maupun kebijakan. Hal ini terjadi juga pada usaha konservasi tumbuhan secara ex situ . Proses menentukan jenis tumbuhan dan lokasi pengoleksian yang tepat selalu menjadi permasalahan yang dihadapi sebelum kegiatan pengoleksian dilaksanakan. Hal ini karena penentuan keputusan perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti status konservasi, ketersediaan dana, ketersediaan informasi, waktu,  dan resiko keberhasilan tumbuh. Dalam tulisan ini akan dijelaskan kerangka pengambilan keputusan untuk  menentukan prioritas spesies tumbuhan yang akan dijadikan koleksi ex situ . Tiga puluh spesies Rhododendron asli Indonesia yang terancam punah digunakan sebagai contoh. Metode yang digunakan adalah skoring terhadap 11 kriteria. Kriteria tersebut mencakup status spesies (meliputi: status konservasi, status keberhasilan introduksi ex situ , representasi kelompok taksa unik); status lokasi (status dalam area Biodiversity Hotspot dan Global 200 ecoregion, serta perlindungan legal habitat); kemudahan propagasi (meliputi: bentuk hidup, ketinggian habitat, dan jarak antara lokasi dan lembaga ex situ ); efektivitas (jumlah spesies kongenerik simpatrik yang terancam kepunahan); dan biaya pengoleksian. Interpretasi hasil skoring dilakukan dengan sistem peringkat. Berdasarkan hasil penilaian terhada jenis Rhododendron Indonesia, maka yang menempati peringkat teratas untuk diprioritaskan dikoleksi di Kebun Raya Cibodas adalah R. longiflorum var . bancanum, R. wilhelminae, dan R. album.
保护目标实现的过程总是受到时间、资金、人力资源或政策等因素的限制。这也是前农业保护区的情况。确定植物的类型和适当的混合地点的过程一直是在进行混合活动之前所面临的问题。这是因为决策需要考虑到保护状态、资金可用性、信息可用性、时间和成功风险等因素。在这篇文章中,我们将概述一个确定植物物种优先事项的决策框架。印度尼西亚本土30种濒临灭绝的杜鹃花就是一个例子。使用的方法是对11个标准的排序。该标准包括物种状态(包括:保护状态、前自省成功状态、独特的taksa群组表现);位置状态(热点和全球200 ecoregion生物多样性地区的状态,以及法定栖息地保护);传播简易性(包括:生命形式、栖息地高度以及前任机构和地点之间的距离);有效性(濒临灭绝的同性同类的数量);和处理费用。评分系统的解释。根据对印尼菱形杜鹃的评估结果,Cibodas植物园的藏品排名第一,即R. longiflorum var。bancanum, wilhelminae和R. album。
{"title":"KRITERIA PENENTUAN SPESIES PRIORITAS Rhododendron spp. TERANCAM KEPUNAHAN UNTUK DIKONSERVASI SECARA EX SITU DI INDONESIA","authors":"W. Rahman","doi":"10.14203/BKR.V18I1.155","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I1.155","url":null,"abstract":"Proses pencapaian tujuan konservasi selalu dibatasi oleh berbagai hal, seperti waktu, dana, SDM, maupun kebijakan. Hal ini terjadi juga pada usaha konservasi tumbuhan secara ex situ . Proses menentukan jenis tumbuhan dan lokasi pengoleksian yang tepat selalu menjadi permasalahan yang dihadapi sebelum kegiatan pengoleksian dilaksanakan. Hal ini karena penentuan keputusan perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti status konservasi, ketersediaan dana, ketersediaan informasi, waktu,  dan resiko keberhasilan tumbuh. Dalam tulisan ini akan dijelaskan kerangka pengambilan keputusan untuk  menentukan prioritas spesies tumbuhan yang akan dijadikan koleksi ex situ . Tiga puluh spesies Rhododendron asli Indonesia yang terancam punah digunakan sebagai contoh. Metode yang digunakan adalah skoring terhadap 11 kriteria. Kriteria tersebut mencakup status spesies (meliputi: status konservasi, status keberhasilan introduksi ex situ , representasi kelompok taksa unik); status lokasi (status dalam area Biodiversity Hotspot dan Global 200 ecoregion, serta perlindungan legal habitat); kemudahan propagasi (meliputi: bentuk hidup, ketinggian habitat, dan jarak antara lokasi dan lembaga ex situ ); efektivitas (jumlah spesies kongenerik simpatrik yang terancam kepunahan); dan biaya pengoleksian. Interpretasi hasil skoring dilakukan dengan sistem peringkat. Berdasarkan hasil penilaian terhada jenis Rhododendron Indonesia, maka yang menempati peringkat teratas untuk diprioritaskan dikoleksi di Kebun Raya Cibodas adalah R. longiflorum var . bancanum, R. wilhelminae, dan R. album.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"74 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116422022","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
FLUSHING PADA Amherstia nobilis Wall. DAN Brownea capitella Jacq. DI KEBUN RAYA BOGOR
Pub Date : 2015-12-14 DOI: 10.14203/BKR.V18I2.163
Siti Suraehah Tul Azhari, Sulistijorini Sulistijorini, I. Fijridiyanto
Fenologi adalah telaah penampakan periodisitas pada tumbuhan dalam hubungannya dengan iklim, seperti waktu pembungaan dan f lushing. Flushing yaitu pertumbuhan tunas/ flush secara serempak. Tujuan penelitian ini adalah mengamati pertumbuhan tunas daun dalam merespon intensitas cahaya dengan posisi tumbuh berbeda dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan purposive sampling, flush dibedakan posisi tumbuhnya yaitu terminal dan aksilar dalam kondisi terpapar dan ternaungi. Laju tumbuh Amherstia nobilis Wall. dan Brownea capitella Jacq. di daerah terpapar cahaya lebih cepat dibandingkan daerah ternaungi. Laju pertumbuhan diiringi dengan perubahan warna. Perubahan warna pada daun  A. nobilis berlangsung selama dua bulan lebih cepat dari B. capitella . Intensitas cahaya dan posisi tumbuh (terminal dan aksilar) berpengaruh pada pertumbuhan kedua spesies.
它是关于植物在气候方面的周期性现象的研究,如开花时间和f lushing。Flushing是芽/冲水的共同生长。本研究的目的是观察新芽的生长,以应对其不同的生长位置和影响其环境因素。使用的方法是描述性的,通过采样采样,冲洗区分出它的生长位置,即在暴露和暴露条件下的终端和机动性。阿赫斯蒂亚诺比利斯墙越来越快。还有卡皮托拉蛋糕。光照射区域的速度比覆盖区域快。快速的生长伴随着颜色的变化。叶A. nobilis的变色持续比B. capitella早两个月。光的强度和生长位置(终端和轴心)影响了两种物种的生长。
{"title":"FLUSHING PADA Amherstia nobilis Wall. DAN Brownea capitella Jacq. DI KEBUN RAYA BOGOR","authors":"Siti Suraehah Tul Azhari, Sulistijorini Sulistijorini, I. Fijridiyanto","doi":"10.14203/BKR.V18I2.163","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I2.163","url":null,"abstract":"Fenologi adalah telaah penampakan periodisitas pada tumbuhan dalam hubungannya dengan iklim, seperti waktu pembungaan dan f lushing. Flushing yaitu pertumbuhan tunas/ flush secara serempak. Tujuan penelitian ini adalah mengamati pertumbuhan tunas daun dalam merespon intensitas cahaya dengan posisi tumbuh berbeda dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengambilan purposive sampling, flush dibedakan posisi tumbuhnya yaitu terminal dan aksilar dalam kondisi terpapar dan ternaungi. Laju tumbuh Amherstia nobilis Wall. dan Brownea capitella Jacq. di daerah terpapar cahaya lebih cepat dibandingkan daerah ternaungi. Laju pertumbuhan diiringi dengan perubahan warna. Perubahan warna pada daun  A. nobilis berlangsung selama dua bulan lebih cepat dari B. capitella . Intensitas cahaya dan posisi tumbuh (terminal dan aksilar) berpengaruh pada pertumbuhan kedua spesies.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"130 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115249693","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENGEMBANGAN KOLEKSI TUMBUHAN KEBUN RAYA DAERAH DALAM KERANGKA STRATEGI KONSERVASI TUMBUHAN DI INDONESIA
Pub Date : 2015-12-14 DOI: 10.14203/BKR.V18I2.99
D. W. Purnomo, Mahat Magandhi, Farid Kuswantoro, Rosniati Apriani Risna, J. Witono
Sebagai bagian dari kebun raya dunia, Kebun Raya Indonesia (KRI) memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan upaya konservasi tumbuhan yang ada di Indonesia. Hingga tahun 2010, empat kebun raya yang dikelola oleh LIPI hanya mampu mengkonservasi sekitar 21% dari seluruh tumbuhan terancam Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Kebun Raya Daerah (KRD) untuk mengkonservasi tumbuhan pada tiap daerah di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk untuk mengetahui capaian KRD dalam konservasi tumbuhan dan menentukan strategi pengelolaan koleksi tumbuhan tiap daerah. Pada akhir 2012, KRI yang didukung KRD telah berhasil mengoleksi 24% dari tumbuhan terancam Indonesia versi IUCN Red List 2013 , dan berhasil membudidayakan 25% termasuk koleksi pembibitan. Beberapa strategi untuk pengembangan koleksi KRD antara lain: penguatan sistem data base koleksi; pengembangan koleksi tumbuhan di setiap KRD dengan mengacu pada IUCN Red List ; dan penentuan spesies prioritas untuk konservasi terkait dengan kebijakan dan kondisi alam di Indonesia. Kata kunci: koleksi, kebun raya daerah, IUCN Red List
作为世界植物园的一部分,印度尼西亚植物园(KRI)有责任开展保护印尼现有植物的工作。截至2010年,LIPI管理的4个植物园只保护了21%的受到威胁的印尼植物。因此,需要开发一个区域植物园(KRD)来保护印尼每个地区的植被。本论文的目标是确定KRD在植被保护中的进展,并制定管理每个区域植物集合的战略。2012年底,KRD支持的KRI收集了2013年世界自然保护联盟红名单中24%受威胁的印尼植物,并成功种植了25%的苗圃。一些开发KRD集合的策略包括:强化集合数据库系统;根据世界自然保护联盟的红色名单,在每个KRD中建立植物集合;确定保护物种的优先顺序与印尼的自然政策和条件有关。关键词:收藏,县植物园,IUCN红名单
{"title":"PENGEMBANGAN KOLEKSI TUMBUHAN KEBUN RAYA DAERAH DALAM KERANGKA STRATEGI KONSERVASI TUMBUHAN DI INDONESIA","authors":"D. W. Purnomo, Mahat Magandhi, Farid Kuswantoro, Rosniati Apriani Risna, J. Witono","doi":"10.14203/BKR.V18I2.99","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I2.99","url":null,"abstract":"Sebagai bagian dari kebun raya dunia, Kebun Raya Indonesia (KRI) memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan upaya konservasi tumbuhan yang ada di Indonesia. Hingga tahun 2010, empat kebun raya yang dikelola oleh LIPI hanya mampu mengkonservasi sekitar 21% dari seluruh tumbuhan terancam Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Kebun Raya Daerah (KRD) untuk mengkonservasi tumbuhan pada tiap daerah di Indonesia. Makalah ini bertujuan untuk untuk mengetahui capaian KRD dalam konservasi tumbuhan dan menentukan strategi pengelolaan koleksi tumbuhan tiap daerah. Pada akhir 2012, KRI yang didukung KRD telah berhasil mengoleksi 24% dari tumbuhan terancam Indonesia versi IUCN Red List 2013 , dan berhasil membudidayakan 25% termasuk koleksi pembibitan. Beberapa strategi untuk pengembangan koleksi KRD antara lain: penguatan sistem data base koleksi; pengembangan koleksi tumbuhan di setiap KRD dengan mengacu pada IUCN Red List ; dan penentuan spesies prioritas untuk konservasi terkait dengan kebijakan dan kondisi alam di Indonesia. Kata kunci: koleksi, kebun raya daerah, IUCN Red List","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129669991","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 16
KERAGAMAN GENETIK DRINGO (Acorus calamus L.) YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TUMBUHAN OBAT PADA BEBERAPA ETNIS DI INDONESIA BERDASARKAN INTER-SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR) d林戈的基因变异。在印度尼西亚的一些民族中,它们被用作药用植物,基于内部简单的重复顺序(ISSR)
Pub Date : 2015-12-06 DOI: 10.14203/BKR.V18I2.101
Dyah Subositi, R. Mujahid, Y. Widiyastuti
Dringo (Acorus calamus L.) used as medicinal plant in Indonesian ethnic groups. Those information based on Ristoja 2012 research. The objective of Ristoja was to provide a database of local ethnomedicine knowledge, herbal formula and medicinal plant in Indonesia. Inter Simple Sequence Repeats (ISSR) markers were used to assess the genetic diversity of Dringo from 20 selected ethnic groups in Indonesia. Ten selected ISSR primers generated 82 amplified fragments with 51,2% were polymorphic. Dice coefficient was used to calculate similarity index and UPGMA was used to construct a dendogram. The genetic similarity index among accessions ranged from 76,7-100 % thus indicating that low level of genetic diversity in dringo. Genetic diversity database can be useful for medicinal plant mapping and conservation especially for in situ conservation .
菖蒲(Acorus calamus L.)是印度尼西亚少数民族的药用植物。这些信息基于Ristoja 2012年的研究。Ristoja的目标是提供印度尼西亚当地民族医学知识、草药配方和药用植物的数据库。采用ISSR (Inter Simple Sequence Repeats)标记对印度尼西亚20个民族的Dringo进行遗传多样性评价。10条ISSR引物共扩增出82个片段,多态性率为51.2%。采用骰子系数计算相似度指数,采用UPGMA构建树状图。遗传相似指数在76,7 ~ 100%之间,表明遗传多样性水平较低。遗传多样性数据库可用于药用植物的定位和保护,特别是就地保护。
{"title":"KERAGAMAN GENETIK DRINGO (Acorus calamus L.) YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TUMBUHAN OBAT PADA BEBERAPA ETNIS DI INDONESIA BERDASARKAN INTER-SIMPLE SEQUENCE REPEATS (ISSR)","authors":"Dyah Subositi, R. Mujahid, Y. Widiyastuti","doi":"10.14203/BKR.V18I2.101","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I2.101","url":null,"abstract":"Dringo (Acorus calamus L.) used as medicinal plant in Indonesian ethnic groups. Those information based on Ristoja 2012 research. The objective of Ristoja was to provide a database of local ethnomedicine knowledge, herbal formula and medicinal plant in Indonesia. Inter Simple Sequence Repeats (ISSR) markers were used to assess the genetic diversity of Dringo from 20 selected ethnic groups in Indonesia. Ten selected ISSR primers generated 82 amplified fragments with 51,2% were polymorphic. Dice coefficient was used to calculate similarity index and UPGMA was used to construct a dendogram. The genetic similarity index among accessions ranged from 76,7-100 % thus indicating that low level of genetic diversity in dringo. Genetic diversity database can be useful for medicinal plant mapping and conservation especially for in situ conservation .","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-12-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122631560","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Preface 18 (2) 序言18 (2)
Pub Date : 2015-07-31 DOI: 10.14203/BKR.V18I2.170
Preface
{"title":"Preface 18 (2)","authors":"Preface","doi":"10.14203/BKR.V18I2.170","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I2.170","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114504928","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENINGKATAN PRODUKSI DAN PERBAIKAN UKURAN UMBI KENTANG HITAM (Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng) MELALUI TEKNIK BUDIDAYA SEBAGAI UPAYA KONSERVASI 黑土豆块茎(Plectranthus rotundifolius,波兰)产量和规模的改进。Spreng)通过养殖技术作为一种保护努力
Pub Date : 2015-07-05 DOI: 10.14203/BKR.V18I2.160
Peni Lestari, N. W. Utami, Ninik Setyowati
Penurunan peranan suatu spesies dalam budaya masyarakat dapat menyebabkan kelangkaan bahkan kepunahan spesies tersebut. Seiring dengan program pemerintah untuk melakukan diversifikasi pangan, tanaman minor yang potensial sebagai sumber karbohidrat dapat dipopulerkan kembali dengan tujuan sebagai upaya konservasi tanaman tersebut. Terkait hal tersebut, kentang hitam ( Plectranthus rotundifolius ) dapat menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat yang menempati daerah kering. Kentang hitam tidak hanya berperan sebagai sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah, tetapi juga kaya vitamin dan sejumlah mineral penting. Informasi mengenai teknik budidaya menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan dalam rangka pengembangannya. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai teknik budidaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil panen kentang hitam di pasaran. Penelitian dirancang berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu aksesi dan teknik budidaya. Empat aksesi kentang hitam yang digunakan: Nganjuk, Sangian, klon 6G dan O3; dan empat jenis teknik budidaya: bumbun, pangkas, jerami, and pengangkatan tajuk) Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan, dengan tiga tanaman/ulangan. Pengamatan dilakukan pada parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian  menunjukkan aksesi kentang hitam yang berbeda memerlukan teknik budidaya berbeda untuk meningkatkan hasil dan ukuran umbi. Penggunaan mulsa jerami padi pada budidaya kentang hitam dapat meningkatkan ukuran umbi kentang hitam di musim hujan.
物种在社会文化中的作用下降会导致物种的灭绝。在政府计划使粮食多样化的同时,作为碳水化合物来源的潜在小植物也可以重新普及,其目的是保护它们。在这方面,黑土豆(Plectranthus rotundifolius)可以成为干旱地区人民的另一种食物来源。黑土豆不仅是低糖质指数的碳水化合物来源,而且富含维生素和许多重要矿物质。关于培养技术的信息已经成为开发过程中需要准备的重要信息。这项研究是为了回答有关提高土豆在市场上产量的耕作技巧的问题。研究是由两种因素组成的,即处理和培养技术。使用四种黑土豆:分解,桑吉安,克隆6G和O3;一种栽培技术有四种:种植、修剪、稻草和标题)每种方法包括四种重复,三种重复。观察是根据增长和结果参数进行的。研究表明,黑土豆的不同培养需要不同的栽培技术来增加果实和块茎的大小。在黑土豆作物中使用稻草根可以增加雨季黑土豆块茎的大小。
{"title":"PENINGKATAN PRODUKSI DAN PERBAIKAN UKURAN UMBI KENTANG HITAM (Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng) MELALUI TEKNIK BUDIDAYA SEBAGAI UPAYA KONSERVASI","authors":"Peni Lestari, N. W. Utami, Ninik Setyowati","doi":"10.14203/BKR.V18I2.160","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I2.160","url":null,"abstract":"Penurunan peranan suatu spesies dalam budaya masyarakat dapat menyebabkan kelangkaan bahkan kepunahan spesies tersebut. Seiring dengan program pemerintah untuk melakukan diversifikasi pangan, tanaman minor yang potensial sebagai sumber karbohidrat dapat dipopulerkan kembali dengan tujuan sebagai upaya konservasi tanaman tersebut. Terkait hal tersebut, kentang hitam ( Plectranthus rotundifolius ) dapat menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat yang menempati daerah kering. Kentang hitam tidak hanya berperan sebagai sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah, tetapi juga kaya vitamin dan sejumlah mineral penting. Informasi mengenai teknik budidaya menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan dalam rangka pengembangannya. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai teknik budidaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hasil panen kentang hitam di pasaran. Penelitian dirancang berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu aksesi dan teknik budidaya. Empat aksesi kentang hitam yang digunakan: Nganjuk, Sangian, klon 6G dan O3; dan empat jenis teknik budidaya: bumbun, pangkas, jerami, and pengangkatan tajuk) Setiap perlakuan terdiri dari empat ulangan, dengan tiga tanaman/ulangan. Pengamatan dilakukan pada parameter pertumbuhan dan hasil. Hasil penelitian  menunjukkan aksesi kentang hitam yang berbeda memerlukan teknik budidaya berbeda untuk meningkatkan hasil dan ukuran umbi. Penggunaan mulsa jerami padi pada budidaya kentang hitam dapat meningkatkan ukuran umbi kentang hitam di musim hujan.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-07-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125241126","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
INVENTARISASI PALEM DI HUTAN BODOGOL, TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO 盘点棕榈白痴森林,彭兰戈山国家公园
Pub Date : 2015-07-03 DOI: 10.14203/BKR.V18I2.164
Imay M Alandana, Himmah Rustiami, P. Widodo
Pada kegiatan inventarisasi palem di Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) telah menemukan sebanyak 19 jenis palem yang terdiri atas sembilan marga. Kesembilan belas jenis tersebut adalah dua jenis Arenga , tiga jenis Calamus , dua jenis Caryota , lima jenis Daemonorops , satu jenis Korthalsia , satu jenis Nenga , dua jenis Pinanga , satu jenis Plectocomia dan dua jenis Salacca , dimana satu jenis salak masih belum dapat diidentifikasi. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui status taksonominya. Kunci identifikasi, sinopsis tiap jenis dan peta persebarannya di Hutan Bodogol disajikan dalam naskah ini.  Adapun status konservasi disertakan dalam tiap jenis.
在蠢货森林的棕榈森林盘点活动中,葛格兰戈山国家公园(TNGP)发现了多达19种不同类型的棕榈树,由9个氏族组成。19 Arenga这种犯罪是两种,三种菖蒲,两种Caryota五种Daemonorops、一种Korthalsia Pinanga一种Nenga,两种,一种Salacca Plectocomia和两种类型,一种萨拉克在哪儿还能被识别。需要进一步的研究来确定taksonmi的状态。身份钥匙、每一种类型的概要和它在愚蠢的森林中的映射都在这些文本中提供。至于保护状态包括在每种类型中。
{"title":"INVENTARISASI PALEM DI HUTAN BODOGOL, TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO","authors":"Imay M Alandana, Himmah Rustiami, P. Widodo","doi":"10.14203/BKR.V18I2.164","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/BKR.V18I2.164","url":null,"abstract":"Pada kegiatan inventarisasi palem di Hutan Bodogol, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) telah menemukan sebanyak 19 jenis palem yang terdiri atas sembilan marga. Kesembilan belas jenis tersebut adalah dua jenis Arenga , tiga jenis Calamus , dua jenis Caryota , lima jenis Daemonorops , satu jenis Korthalsia , satu jenis Nenga , dua jenis Pinanga , satu jenis Plectocomia dan dua jenis Salacca , dimana satu jenis salak masih belum dapat diidentifikasi. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui status taksonominya. Kunci identifikasi, sinopsis tiap jenis dan peta persebarannya di Hutan Bodogol disajikan dalam naskah ini.  Adapun status konservasi disertakan dalam tiap jenis.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-07-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132527941","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
CHARACTERIZATION OF A NEW BIOTYPE Moringa OF SAUDI ARABIA USING RAPD AND ISSR MARKERS 沙特阿拉伯辣木新生物型的RAPD和ISSR标记鉴定
Pub Date : 2015-07-01 DOI: 10.14203/bkr.v18i2.100
I. Robiansyah, A. Ramadan, M. A. Al-kordy, Ahmad S. Ghushash, A. Hajar
Moringa peregrina and M. oleifera are the only Moringa species found in Saudi Arabia. Both species are drought resistant and have very high nutritional and medicinal properties. Detection of genetic diversity is of great value for the improvement of nutritional and medicinal value of these plants. The aim of the present study was to characterize a new biotype Moringa observed in Al Bahah Region, Saudi Arabia. We used 11 RAPD and 15 ISSR primers to characterize and compare the new biotype with M. peregrina and M. oleifera . Level of polymorphism generated by each marker was calculated. We also calculate Nei and Li’s coefficient to measure the genetic distance between the studied species. Level of polymorphism generated by RAPD and ISSR was 46% and 57%, respectively. RAPD and ISSR primers revealed that the new biotype shared 55 amplicons (45.08%) with both M. peregrina and M. oleifera , 28 amplicons with M. peregrina (22.95%), 21 amplicons (17.21%) with M. oleifera , and displayed 18 unshared amplicons (14.75%). Based on RAPD data, genetic distance between M. oleifera and M. peregrina was 0.32, whereas genetic distance between the new biotype and M. oleifera and M. peregrina was 0.21 and 0.29, respectively. For ISSR data, genetic distance between M. oleifera and M. peregrina was 0.5, whereas genetic distance between the new biotype and M. oleifera and M. peregrina was 0.36 and 0.34, respectively. Based on these results we suggested that the new biotype is a hybrid crossbred between M. peregrina and M. oleifera.
辣木和M. oleifera是在沙特阿拉伯发现的唯一的辣木品种。这两个品种都是抗旱的,具有很高的营养和药用价值。遗传多样性的检测对提高这些植物的营养和药用价值具有重要意义。本研究的目的是表征在沙特阿拉伯Al Bahah地区观察到的一种新的辣木生物型。利用11条RAPD引物和15条ISSR引物对新生物型进行了表征和比较。计算每个标记产生的多态性水平。我们还计算了Nei和Li系数来衡量所研究物种之间的遗传距离。RAPD和ISSR的多态性水平分别为46%和57%。RAPD和ISSR引物分析结果显示,新生物型与黄颡鱼和油油鱼共有55条扩增子(45.08%),与黄颡鱼共有28条扩增子(22.95%),与油油鱼共有21条扩增子(17.21%),与油油鱼共有18条扩增子(14.75%)。RAPD结果表明,油油树与粗粗树的遗传距离为0.32,新生物型与油油树和粗粗树的遗传距离分别为0.21和0.29。在ISSR数据上,油油树与油油树的遗传距离为0.5,而新生物型与油油树和油油树的遗传距离分别为0.36和0.34。基于这些结果,我们认为该新生物型可能是白麻与油麻的杂交后代。
{"title":"CHARACTERIZATION OF A NEW BIOTYPE Moringa OF SAUDI ARABIA USING RAPD AND ISSR MARKERS","authors":"I. Robiansyah, A. Ramadan, M. A. Al-kordy, Ahmad S. Ghushash, A. Hajar","doi":"10.14203/bkr.v18i2.100","DOIUrl":"https://doi.org/10.14203/bkr.v18i2.100","url":null,"abstract":"Moringa peregrina and M. oleifera are the only Moringa species found in Saudi Arabia. Both species are drought resistant and have very high nutritional and medicinal properties. Detection of genetic diversity is of great value for the improvement of nutritional and medicinal value of these plants. The aim of the present study was to characterize a new biotype Moringa observed in Al Bahah Region, Saudi Arabia. We used 11 RAPD and 15 ISSR primers to characterize and compare the new biotype with M. peregrina and M. oleifera . Level of polymorphism generated by each marker was calculated. We also calculate Nei and Li’s coefficient to measure the genetic distance between the studied species. Level of polymorphism generated by RAPD and ISSR was 46% and 57%, respectively. RAPD and ISSR primers revealed that the new biotype shared 55 amplicons (45.08%) with both M. peregrina and M. oleifera , 28 amplicons with M. peregrina (22.95%), 21 amplicons (17.21%) with M. oleifera , and displayed 18 unshared amplicons (14.75%). Based on RAPD data, genetic distance between M. oleifera and M. peregrina was 0.32, whereas genetic distance between the new biotype and M. oleifera and M. peregrina was 0.21 and 0.29, respectively. For ISSR data, genetic distance between M. oleifera and M. peregrina was 0.5, whereas genetic distance between the new biotype and M. oleifera and M. peregrina was 0.36 and 0.34, respectively. Based on these results we suggested that the new biotype is a hybrid crossbred between M. peregrina and M. oleifera.","PeriodicalId":274763,"journal":{"name":"Buletin Kebun Raya","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2015-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126905771","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
期刊
Buletin Kebun Raya
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1