Pub Date : 2023-06-21DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2218
SG.L.W.C. Astiti, I. K. Paramarta, I. N. Martha, Kamus Latin-Bali, Lema, Representasi Morfem
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi morfem dari grafem aksara Bali pada lema beraksara Bali dalam dalam Kamus Bali – Indonesia beraksara Latin dan Bali Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan yaitu riset kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah lema dalam kamus Bali – Indonesia beraksara latin dan Bali tahun 2016. Objek penelitian ini adalah analisis representasi unit linguistik pada tataran morfem dalam grafem aksara Bali. Metode penelitian yang digunakan, yaitu (1) rancangan penelitian, (2) subjek dan objek penelitian, (3) metode pengumpulan data, (4) instrumen penelitian, dan (5) analisis data. Hasil analisis terhadap 16.162 lema beraksara Bali menunjukkan bahwa aksara Bali (khususnya tipe aksara Wresastra) yang memenuhi kriteria grafem yang merepresentasikan unit-unit bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi grafem aksara Bali yang ditemukan pada lema kamus beraksara Bali merepresentasikan unit linguistik pada tataran morfem. Grafem aksara Bali yang merepresentasikan morfem dikaji dalam tataran morfem terikat berupa imbuhan yaitu awalan dan akhiran, dan morfem bebas atau leksem yang berupa kata dasar, yaitu kata depan atau preposisi, kata penegas, kata bilangan, kata sandang, kata seru.
{"title":"REPRESENTASI MORFEM DALAM GRAFEM AKSARA BALI PADA KAMUS BALI-INDONESIA BERAKSARA LATIN DAN BALI TAHUN 2016","authors":"SG.L.W.C. Astiti, I. K. Paramarta, I. N. Martha, Kamus Latin-Bali, Lema, Representasi Morfem","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2218","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2218","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi morfem dari grafem aksara Bali pada lema beraksara Bali dalam dalam Kamus Bali – Indonesia beraksara Latin dan Bali Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan yaitu riset kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah lema dalam kamus Bali – Indonesia beraksara latin dan Bali tahun 2016. Objek penelitian ini adalah analisis representasi unit linguistik pada tataran morfem dalam grafem aksara Bali. Metode penelitian yang digunakan, yaitu (1) rancangan penelitian, (2) subjek dan objek penelitian, (3) metode pengumpulan data, (4) instrumen penelitian, dan (5) analisis data. Hasil analisis terhadap 16.162 lema beraksara Bali menunjukkan bahwa aksara Bali (khususnya tipe aksara Wresastra) yang memenuhi kriteria grafem yang merepresentasikan unit-unit bahasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi grafem aksara Bali yang ditemukan pada lema kamus beraksara Bali merepresentasikan unit linguistik pada tataran morfem. Grafem aksara Bali yang merepresentasikan morfem dikaji dalam tataran morfem terikat berupa imbuhan yaitu awalan dan akhiran, dan morfem bebas atau leksem yang berupa kata dasar, yaitu kata depan atau preposisi, kata penegas, kata bilangan, kata sandang, kata seru.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"140 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114317001","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-21DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2215
M.F.A. Fauzi, R. Wuryaningrum, Parto
Penelitian ini membahas tentang strategi penciptaan humor pada tuturan Indra Frimawan dalam segmen Namanya Juga Orang yang merupakan bagian kanal YouTube Vindes. Tuturan humor yang disampaikan oleh Indra Frimawan memiliki keunikan apabila dibandingkan dengan komedian lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik-teknik dan fitur-fitur penciptaan humor Indra Frimawan dalam segmen Namanya Juga Orang. Data pada penelitian ini berupa tuturan Indra Frimawan yang berpotensi menimbulkan efek lucu. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik dokumentasi dan observasi digital. Data-data yang terkumpul dianalisis dalam tiga tahap: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Dalam melakukan penelitian, peneliti sebagai instrumen kunci dibantu dengan beberapa instrumen pendukung berupa tabel pemandu pengumpul data dan tabel pemandu analisis data. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini berupa lima teknik penciptaan humor, yaitu (1) humor logika dengan pelanggaran maksim relevansi, (2) humor bahasa dengan pelanggaran maksim cara, (3) humor identitas dengan pelanggaran maksim kuantitas, (4) humor identitas dengan pelanggaran maksim relevansi, dan (5) humor aksi dengan pelanggaran maksim cara. Sementara itu, fitur-fitur yang digunakan terdiri atas enam jenis, yaitu: (1) pengingkaran fungsi benda, (2) perubahan topik secara sepihak, (3) peran ganda, (4) pertanyaan irasional, (5) karya spontan, dan (6) silsilah terbalik.
{"title":"STRATEGI PENCIPTAAN HUMOR INDRA FRIMAWAN DALAM SEGMEN NAMANYA JUGA ORANG PADA KANAL YOUTUBE VINDES","authors":"M.F.A. Fauzi, R. Wuryaningrum, Parto","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2215","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2215","url":null,"abstract":"Penelitian ini membahas tentang strategi penciptaan humor pada tuturan Indra Frimawan dalam segmen Namanya Juga Orang yang merupakan bagian kanal YouTube Vindes. Tuturan humor yang disampaikan oleh Indra Frimawan memiliki keunikan apabila dibandingkan dengan komedian lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik-teknik dan fitur-fitur penciptaan humor Indra Frimawan dalam segmen Namanya Juga Orang. Data pada penelitian ini berupa tuturan Indra Frimawan yang berpotensi menimbulkan efek lucu. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik dokumentasi dan observasi digital. Data-data yang terkumpul dianalisis dalam tiga tahap: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Dalam melakukan penelitian, peneliti sebagai instrumen kunci dibantu dengan beberapa instrumen pendukung berupa tabel pemandu pengumpul data dan tabel pemandu analisis data. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini berupa lima teknik penciptaan humor, yaitu (1) humor logika dengan pelanggaran maksim relevansi, (2) humor bahasa dengan pelanggaran maksim cara, (3) humor identitas dengan pelanggaran maksim kuantitas, (4) humor identitas dengan pelanggaran maksim relevansi, dan (5) humor aksi dengan pelanggaran maksim cara. Sementara itu, fitur-fitur yang digunakan terdiri atas enam jenis, yaitu: (1) pengingkaran fungsi benda, (2) perubahan topik secara sepihak, (3) peran ganda, (4) pertanyaan irasional, (5) karya spontan, dan (6) silsilah terbalik.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"131 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126906514","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-21DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2276
A.S. Vianti, E.C. Prawoto
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi antar individu dalam lingkungan sosial. Sejak lahir manusia dibekali otak yang dapat mengembangkan pemerolehan bahasa. Pemerolehan bahasa merupakan proses mendapatkan bahasa dan mengembangkan bahasa dalam berbagai kalimat. Begitupula anak kecil, anak kecil memiliki kecenderungan dalam memproses pemerolehan bahasa. Hal ini dapat dilihat melalui Adinda Zakiya Ramadhina (AZ) anak dari bapak Taufik dan ibu Dita, usia 3 tahun tinggal di desa Tawangsari Rt.03 Rw.01 kecamatan Sepanjang Taman kabupaten Sidoarjo. AZ memiliki pemerolehan bahasa dalam berbagai macam kalimat, antara lain kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan interjektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan kalimat bahasa Indonesia pada anak usia 3 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah menganalisis dan menyimpulkan. Hasil pada penelitian ini adalah AZ dapat menguasai kalimat bahasa Indonesia yang terkait dengan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan interjektif, penguasaan kalimat tersebut dapat terpengaruh dengan lingkungan, lingkungan yang baik maka akan membuat pemerolehan bahasa yang baik.
{"title":"PENGUASAAN KALIMAT BAHASA INDONESIA PADA ANAK USIA 3 TAHUN","authors":"A.S. Vianti, E.C. Prawoto","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2276","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2276","url":null,"abstract":"Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk melakukan komunikasi antar individu dalam lingkungan sosial. Sejak lahir manusia dibekali otak yang dapat mengembangkan pemerolehan bahasa. Pemerolehan bahasa merupakan proses mendapatkan bahasa dan mengembangkan bahasa dalam berbagai kalimat. Begitupula anak kecil, anak kecil memiliki kecenderungan dalam memproses pemerolehan bahasa. Hal ini dapat dilihat melalui Adinda Zakiya Ramadhina (AZ) anak dari bapak Taufik dan ibu Dita, usia 3 tahun tinggal di desa Tawangsari Rt.03 Rw.01 kecamatan Sepanjang Taman kabupaten Sidoarjo. AZ memiliki pemerolehan bahasa dalam berbagai macam kalimat, antara lain kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan interjektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan kalimat bahasa Indonesia pada anak usia 3 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah menganalisis dan menyimpulkan. Hasil pada penelitian ini adalah AZ dapat menguasai kalimat bahasa Indonesia yang terkait dengan kalimat deklaratif, interogatif, imperatif dan interjektif, penguasaan kalimat tersebut dapat terpengaruh dengan lingkungan, lingkungan yang baik maka akan membuat pemerolehan bahasa yang baik.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126473008","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-19DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2086
A. Madani, N.W. Sartini, D. Mayangsari, P.K. Hadi
Penelitian ini merupakan kajian etnolinguistik yang bertujuan untuk menganalisis makna Kidung Singgah-Singgah yang terdapat dalam ritual Bedhol Pusaka Satu Suro di Ponorogo. Ritual Bedhol Pusaka merupakan bentuk napak tilas atau mengenang terbentuknya Ponorogo. Ritual ini dilakukan dengan mengambil tiga pusaka Bathoro Katong, pendiri sekaligus adipati pertama Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan teknik catat. Sumber data instrumen penelitian berupa data lisan dan tulisan yang diperoleh melalui informan yang terlibat dalam penelitian, yaitu pelaku ritual tersebut. Data lisan berupa Kidung Singgah-Singgah yang dituturkan dalam ritual tersebut. Analisis data menggunakan metode kontekstual melalui konteks turunan penutur dengan lawan tutur. Penelitian ini mengkaji Kidung Singgah-singgah yang dilantunkan oleh pelaku ritual tersebut dengan memfokuskan pada aspek makna. Adapun metode penyajian hasil menggunakan metode deskriptif, formal, dan informal. Teori yang digunakan adalah makna konseptual dan asosiatif Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kidung Singgah-Singgah menggunakan tiga bahasa yakni bahasa Jawa, Jawa Kuno, dan Arab. Adapun jenis makna yang ditemukan dalam Kidung Singgah-Singgah terdapat makna asosiatif, yaitu makna konotatif, afektif, kolokatif, dan reflektif. Namun jenis makna yang mendominasi adalah makna konotatif dan afektif yang terdapat pada keempat bait kidung. Secara keseluruhan, makna Kidung Singgah-Singgah tersebut yaitu sebagai upaya tolak bala dan mengingatkan manusia untuk selalu mengingat dan menyembah Tuhannya.
{"title":"MAKNA KIDUNG SINGGAH-SINGGAH PADA RITUAL BEDHOL PUSAKA SATU SURO DI PONOROGO","authors":"A. Madani, N.W. Sartini, D. Mayangsari, P.K. Hadi","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2086","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2086","url":null,"abstract":"Penelitian ini merupakan kajian etnolinguistik yang bertujuan untuk menganalisis makna Kidung Singgah-Singgah yang terdapat dalam ritual Bedhol Pusaka Satu Suro di Ponorogo. Ritual Bedhol Pusaka merupakan bentuk napak tilas atau mengenang terbentuknya Ponorogo. Ritual ini dilakukan dengan mengambil tiga pusaka Bathoro Katong, pendiri sekaligus adipati pertama Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan teknik catat. Sumber data instrumen penelitian berupa data lisan dan tulisan yang diperoleh melalui informan yang terlibat dalam penelitian, yaitu pelaku ritual tersebut. Data lisan berupa Kidung Singgah-Singgah yang dituturkan dalam ritual tersebut. Analisis data menggunakan metode kontekstual melalui konteks turunan penutur dengan lawan tutur. Penelitian ini mengkaji Kidung Singgah-singgah yang dilantunkan oleh pelaku ritual tersebut dengan memfokuskan pada aspek makna. Adapun metode penyajian hasil menggunakan metode deskriptif, formal, dan informal. Teori yang digunakan adalah makna konseptual dan asosiatif Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kidung Singgah-Singgah menggunakan tiga bahasa yakni bahasa Jawa, Jawa Kuno, dan Arab. Adapun jenis makna yang ditemukan dalam Kidung Singgah-Singgah terdapat makna asosiatif, yaitu makna konotatif, afektif, kolokatif, dan reflektif. Namun jenis makna yang mendominasi adalah makna konotatif dan afektif yang terdapat pada keempat bait kidung. Secara keseluruhan, makna Kidung Singgah-Singgah tersebut yaitu sebagai upaya tolak bala dan mengingatkan manusia untuk selalu mengingat dan menyembah Tuhannya.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128806683","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-19DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2216
K.N. Widyatnyana, I.W. Rasna, I.B. Putrayasa
Ujaran kebencian merupakan perihal urgen yang saat ini sedang marak di media sosial. Oleh karena itu, penelitian ujaran kebencian sangat penting dilakukan guna mengetahui niat di balik ujaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis ujaran kebencian dan (2) makna pragmatik ujaran kebencian di dalam media sosial Twitter. Metode pengumpulan yang digunakan pada peneliian ini dokumentasi dengan teknik catat. Langkah analisis pada penelitian ini adalah pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini ditinjau melalui perspektif cyberpragmatics. Jenis ujaran yang ditemukan di dalam penelitian ini adalah penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, hoaks, dan menghasut/memprovokasi. Ditemukan enam makna pragmatik ujaran kebencian yaitu, makna menyindir, makna menggambarkan sosok pemimpin, makna membual, makna mempertanyakan, makna kekecewaan, dan makna mengajak. Dari penelitian ini diharapkan pengguna media sosial dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk memahami ujaran kebencian.
{"title":"ANALISIS JENIS DAN MAKNA PRAGMATIK UJARAN KEBENCIAN DI DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER","authors":"K.N. Widyatnyana, I.W. Rasna, I.B. Putrayasa","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2216","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2216","url":null,"abstract":"Ujaran kebencian merupakan perihal urgen yang saat ini sedang marak di media sosial. Oleh karena itu, penelitian ujaran kebencian sangat penting dilakukan guna mengetahui niat di balik ujaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis ujaran kebencian dan (2) makna pragmatik ujaran kebencian di dalam media sosial Twitter. Metode pengumpulan yang digunakan pada peneliian ini dokumentasi dengan teknik catat. Langkah analisis pada penelitian ini adalah pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini ditinjau melalui perspektif cyberpragmatics. Jenis ujaran yang ditemukan di dalam penelitian ini adalah penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, hoaks, dan menghasut/memprovokasi. Ditemukan enam makna pragmatik ujaran kebencian yaitu, makna menyindir, makna menggambarkan sosok pemimpin, makna membual, makna mempertanyakan, makna kekecewaan, dan makna mengajak. Dari penelitian ini diharapkan pengguna media sosial dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk memahami ujaran kebencian.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"245 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121478041","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-16DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2220
N.K. Widiastini, I.M.Sutama, I.N.Sudiana
Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mendeskripsikan penerapan merdeka belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Sukasada dan (b) mendeskripsikan kendala–kendala yang dialami dalam penerapan merdeka belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Sukasada. Data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terkait dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia akan dianalisis terlebih dahulu. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan analisis didapati bahwa (a) guru bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Sukasada telah melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, materi esensial, dan pembelajaran berdiferensiasi serta (b) terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh guru dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek, yakni (1) kurangnya alokasi waktu, (2) peserta didik enggan mengeksplorasi, dan (3) hanya sebagian peserta didik yang bekerja; kendala dalam materi esensial, yakni (1) tidak adanya pertanyaan mendasar terkait materi, (2) sukarnya pemberian fakta kepada peserta didik, (3) sering kali materi tidak berkaitan dengan materi sebelumnya, (4) penyampaian materi masih dengan metode monoton, dan (5) peserta didik belum siap mengikuti pembelajaran; kendala dalam pembelajaran berdiferensiasi, yakni (1) kesulitan dalam pemetaan kebutuhan peserta didik, (2) kesulitan dalam pengaksesan dunia digital, dan (3) belum mampu menciptakan modul ajar yang baik.
该研究具有描述性质的性质。本研究旨在(a)描述SMK Negeri 1 Sukasada的印度尼西亚语学习中的免费应用,(b)描述障碍——在SMK Negeri 1 Sukasada的nhi应用中的免费学习的障碍。从学习印尼语的免费课程的观察和采访中获得的数据将首先分析。通过描述性分析方法分析数据。根据分析发现(a)老师学习印尼语SMK 1 Sukasada已执行国家基于项目、基本材料和学习的分化,以及(b)中所面临的一些障碍老师应用基于项目的学习,即(1)学习者缺乏分配时间,(2)不愿意探索,以及(3)只是一部分学习者的工作;基本材料中存在的障碍,包括(1)缺乏与材料相关的基本问题,(2)向学习者呈现事实,(3)通常与以前的材料无关,(4)处理材料仍然采用单调的方法,(5)学习者还没有准备好跟随学习;分化学习中的障碍:(1)学习者对地图需求的理解困难,(2)数字世界的访问困难,以及(3)无法创建好的教学模块。
{"title":"PENERAPAN MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA","authors":"N.K. Widiastini, I.M.Sutama, I.N.Sudiana","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2220","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2220","url":null,"abstract":"Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mendeskripsikan penerapan merdeka belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Sukasada dan (b) mendeskripsikan kendala–kendala yang dialami dalam penerapan merdeka belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Sukasada. Data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terkait dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia akan dianalisis terlebih dahulu. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan analisis didapati bahwa (a) guru bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Sukasada telah melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, materi esensial, dan pembelajaran berdiferensiasi serta (b) terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh guru dalam penerapan pembelajaran berbasis proyek, yakni (1) kurangnya alokasi waktu, (2) peserta didik enggan mengeksplorasi, dan (3) hanya sebagian peserta didik yang bekerja; kendala dalam materi esensial, yakni (1) tidak adanya pertanyaan mendasar terkait materi, (2) sukarnya pemberian fakta kepada peserta didik, (3) sering kali materi tidak berkaitan dengan materi sebelumnya, (4) penyampaian materi masih dengan metode monoton, dan (5) peserta didik belum siap mengikuti pembelajaran; kendala dalam pembelajaran berdiferensiasi, yakni (1) kesulitan dalam pemetaan kebutuhan peserta didik, (2) kesulitan dalam pengaksesan dunia digital, dan (3) belum mampu menciptakan modul ajar yang baik.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"193 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116146333","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-16DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.1963
G. S. Artajaya, K. Yarsama, N. Astawan, Program Studi, Pendidikan Profesi, Guru
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan media video. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 4 Nabire semester ganjil tahun pembelajaran 2022/2023 yang berjumlah 18 orang. Data langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan media video dikumpulkan dengan observasi, data hasil menulis teks eksplanasi oleh siswa dikumpulkan dengan teknik tes, dan data respons siswa terhadap pembelajaran dikumpulkan dengan angket. Data langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan respons siswa terhadap pembelajaran dianalisis dengan teknik tdeskriptif kualitatif. Data hasil menulis teks eksplanasi oleh siswa dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil observasi langkah-langkah pembelajaran yang ada di RPP dilaksanakan oleh peneliti secara sistematis dan siswa senang dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan berbantuan video. Selanjutnya, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa mengalami peningkatan terlihat dari nilai rata-rata pada siklus I sebesar 71,72 naik menjadi 84,8 pada siklus II. Respons siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori sangat baik, yakni 89% siswa mengganggap positif pada siklus I dan 85% siswa mengganggap positif pada siklus II. Berdasarkan hasil perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam menulis teks eksplanasi akan lebih baik jika menerapkan model pembelajaran dipadukan dengan media pembelajaran.
{"title":"PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN BANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPLANASI","authors":"G. S. Artajaya, K. Yarsama, N. Astawan, Program Studi, Pendidikan Profesi, Guru","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.1963","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.1963","url":null,"abstract":"Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan media video. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 4 Nabire semester ganjil tahun pembelajaran 2022/2023 yang berjumlah 18 orang. Data langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan media video dikumpulkan dengan observasi, data hasil menulis teks eksplanasi oleh siswa dikumpulkan dengan teknik tes, dan data respons siswa terhadap pembelajaran dikumpulkan dengan angket. Data langkah-langkah penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan respons siswa terhadap pembelajaran dianalisis dengan teknik tdeskriptif kualitatif. Data hasil menulis teks eksplanasi oleh siswa dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil peneltian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil observasi langkah-langkah pembelajaran yang ada di RPP dilaksanakan oleh peneliti secara sistematis dan siswa senang dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan berbantuan video. Selanjutnya, keterampilan menulis teks eksplanasi siswa mengalami peningkatan terlihat dari nilai rata-rata pada siklus I sebesar 71,72 naik menjadi 84,8 pada siklus II. Respons siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori sangat baik, yakni 89% siswa mengganggap positif pada siklus I dan 85% siswa mengganggap positif pada siklus II. Berdasarkan hasil perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dalam menulis teks eksplanasi akan lebih baik jika menerapkan model pembelajaran dipadukan dengan media pembelajaran.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"118 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124770674","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-16DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2137
P. Pembelajaran, Peserta Didik, Di Sekolah, Dan Perguruan, tinggi di dunia, F. I. Gama
Beberapa sekolah dan perguruan tinggi di dunia telah berhasil menerapkan project-based learning dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program menarik yang telah mereka lakukan dalam penerapan project-based learning dan dampak program-program tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Data berupa buku dan artikel ilmiah berasal dari berbagai jurnal internasional yang didapatkan secara online melalui berbagai database akademik. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan program-program menarik yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah di dunia yang berasal dari negara Tiongkok, Australia, Finlandia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris adalah program creative language learning, membuat film pendek, menulis buku, dan presentasi, membuat film dokumenter berbahasa Spanyol, the Graffiti project, language experience approach, dan the newspaper project. Program-program menarik yang telah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di dunia berasal dari negara Finlandia, Vietnam, Australia, dan Singapura adalah program membuat aplikasi web, English for specific purposes, e-language learning, dan language tandem. Dampak program pada peserta didik yakni meningkatkan kemampuan berbahasa, penggunaan teknologi, dan semangat serta keaktifan dalam belajar, memperluas wawasan budaya daerah atau budaya negara lain, serta mengembangkan minat mempelajari bahasa, sikap kerjasama, sikap toleransi, dan keterampilan kreatif.
{"title":"KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROJECT-BASED LEARNING DALAM BIDANG BAHASA: PROGRAM DAN DAMPAKNYA PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DAN PERGURUAN TINGGI DI DUNIA","authors":"P. Pembelajaran, Peserta Didik, Di Sekolah, Dan Perguruan, tinggi di dunia, F. I. Gama","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2137","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2137","url":null,"abstract":"Beberapa sekolah dan perguruan tinggi di dunia telah berhasil menerapkan project-based learning dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program-program menarik yang telah mereka lakukan dalam penerapan project-based learning dan dampak program-program tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Data berupa buku dan artikel ilmiah berasal dari berbagai jurnal internasional yang didapatkan secara online melalui berbagai database akademik. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan program-program menarik yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah di dunia yang berasal dari negara Tiongkok, Australia, Finlandia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris adalah program creative language learning, membuat film pendek, menulis buku, dan presentasi, membuat film dokumenter berbahasa Spanyol, the Graffiti project, language experience approach, dan the newspaper project. Program-program menarik yang telah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di dunia berasal dari negara Finlandia, Vietnam, Australia, dan Singapura adalah program membuat aplikasi web, English for specific purposes, e-language learning, dan language tandem. Dampak program pada peserta didik yakni meningkatkan kemampuan berbahasa, penggunaan teknologi, dan semangat serta keaktifan dalam belajar, memperluas wawasan budaya daerah atau budaya negara lain, serta mengembangkan minat mempelajari bahasa, sikap kerjasama, sikap toleransi, dan keterampilan kreatif.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126588330","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-19DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v11i2.773
A.A.S. Darmawanti
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Webtoon sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah aplikasi Webtoon. Objek penelitian ini adalah pemanfaatan aplikasi Webtoon sebagai media pembelajaran membaca di SMA Negeri 1 Payangan. Data-data itu dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari Berdasarkan uraian dapat disimpulkan bahwa dari kesepuluh siswa itu, dua orang siswa membaca lima buah cerita pendek yang berbeda, tiga orang siswa membaca empat buah cerita pendek yang berbeda, dan lima orang siswa membaca tiga cerita pendek yang berbeda. Total terdapat 37 cerita pendek yang dibaca oleh kesepuluh siswa itu sebagai tanda bahwa aplikasi Webtoon memiliki beberapa kelebihan, yakni mudah diakses dan memiliki ragam cerita yang dapat diakses secara gratis. Siswa lebih aktif dalam membaca karena cerita dalam Webtoon tidak monoton. Cerita yang sampaikan sangat menarik bagi siswa karena sesuai dengan perkembangan siswa. Namun, aplikasi ini tidak serta-merta dapat dijadikan sebagai media pembelajaran utama berdasarkan kekurangan-kekurangan di atas. Selain itu, peran guru dalam mengontrol bacaan yang layak dituangkan ke dalam pembelajaran juga harus dilakukan dengan baik.
本研究旨在描述Webtoon应用程序作为印尼语学习媒体的使用。该研究具有描述性质的性质。本研究的主题是网络应用。本研究的目的是利用网络漫画应用作为SMA Negeri 1的阅读媒体。这些数据是用文件方法收集的。数据分析方法进行描述性分析技术的研究结果表明,根据那十个学生的描述可以看出,两个学生阅读不同的五个短篇故事,三个人不同的学生阅读四个短篇小说,五个学生阅读三个不同的短篇小说。这10名学生总共阅读了37个短篇故事,以此表明网络漫画应用有一些优点,即易于访问和可免费访问的故事。学生们更积极地阅读,因为网络上的故事并不单调。这个故事对学生很有吸引力,因为它符合学生的发展。然而,基于上述缺陷,本应用程序不能仅仅作为主要的学习媒介。此外,教师在控制有价值的阅读融入学习方面的作用也必须做好。
{"title":"APLIKASI WEBTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MEMBACA","authors":"A.A.S. Darmawanti","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v11i2.773","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v11i2.773","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Webtoon sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah aplikasi Webtoon. Objek penelitian ini adalah pemanfaatan aplikasi Webtoon sebagai media pembelajaran membaca di SMA Negeri 1 Payangan. Data-data itu dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Metode analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif Hasil penelitian menunjukan bahwa, dari Berdasarkan uraian dapat disimpulkan bahwa dari kesepuluh siswa itu, dua orang siswa membaca lima buah cerita pendek yang berbeda, tiga orang siswa membaca empat buah cerita pendek yang berbeda, dan lima orang siswa membaca tiga cerita pendek yang berbeda. Total terdapat 37 cerita pendek yang dibaca oleh kesepuluh siswa itu sebagai tanda bahwa aplikasi Webtoon memiliki beberapa kelebihan, yakni mudah diakses dan memiliki ragam cerita yang dapat diakses secara gratis. Siswa lebih aktif dalam membaca karena cerita dalam Webtoon tidak monoton. Cerita yang sampaikan sangat menarik bagi siswa karena sesuai dengan perkembangan siswa. Namun, aplikasi ini tidak serta-merta dapat dijadikan sebagai media pembelajaran utama berdasarkan kekurangan-kekurangan di atas. Selain itu, peran guru dalam mengontrol bacaan yang layak dituangkan ke dalam pembelajaran juga harus dilakukan dengan baik.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125515148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-13DOI: 10.23887/jurnal_bahasa.v11i2.1454
Harinaliza
Dari permasalahan yang ditemui, banyak siswa yang belum memahami cara menulis terutama menulis puisi rakyat. Masalah menulis puisi rakyat tersebut dikarenakan; (1) Nilai rata-rata siswa belum mencapai nilai minimun atau KKM yaitu 75 ; (2) Belum maksimalnya siswa dalam menerima materi yang diajarkan oleh guru. Dengan demikikian perlu diadakan suatu penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 31 orang siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 2 Pasaman yang memiliki empat tahapan , yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kontekstual dengan langkah, 1) tahap invitasi 2) tahap eksplorasi 3) tahap penjelasan dan solusi 4) Tahap pengambilan tindakan . Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus penelitian. Pada siklus pertama, siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 2 Pasaman pada keterampilan menulis puisi rakyat nilai rata-rata 62,58. Hasil tersebut terdiri atas keterampilan siswa pada skala nilai sangat baik yang dicapai 1 siswa , nilai baik dicapai 10 siswa, nilai cukup dicapai 13 siswa, lebih lanjut nilai kurang dicapai 6 siswa dan nilai sangat kurang dicapai 1 siswa. Pada siklus ke II didapatkan 4 siswa dengan kategori nilai sangat baik, 17 siswa dengan kategori nilai baik , kemudian 10 siswa dengan kategori nilai cukup dan untuk kategori kurang dan sangat kurang tidak dicapai oleh siswa atau 0%. Artinya terjadi peningkatan dari ketuntasan hasil belajar siswa dengan rata-rata kemampuan siswa pada keterampilan menulis puisi rakyat sudah pada kategori cukup yaitu 76,13. Pada siklus kedua, sudah diperoleh 100% ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan keterampilan menulis Puisi Rakyat siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 2 Pasaman.
从他们遇到的问题来看,许多还不知道如何写作的学生,尤其是写民诗的学生。写民诗的问题在于;(1)学生的平均成绩还没有达到最小值或公里75分;(2)学生在接受老师教授的材料方面并没有达到最大限度。因此需要进行研究。这项研究是一项课堂行动研究,涉及31个学期的SMP Negeri 2 chapman的7个学期的学生有四个阶段:计划、行动、观察和反思的阶段。本研究采用语境学方法第一步(1)感染阶段2)探索阶段3)解释阶段和解决方案4)采取行动。这项研究是在两个研究周期中进行的。在第一个周期中,公立诗歌写作能力上的七学期第二学期的学生平均得分为62.58分。成绩包括1个学生的优秀成绩,10个学生的好成绩,13个学生的好成绩,6个学生的成绩更差,1个学生的成绩更差。在第二次周期中,获得4名优秀成绩类别的学生,17名优秀成绩类别的学生,然后10名成绩成绩优异的学生,较少的学生,相对较少的学生,零的学生。这意味着,平均水平的学生写作能力的学生基础英语水平的学生基础英语学习能力增加了76.13分。到第二次周期,学生的基础已经100%完成了。研究结果表明,使用上下文学方法可以提高中学生在国中第2学期7学期2章的诗歌写作能力。
{"title":"PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI RAKYAT DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL","authors":"Harinaliza","doi":"10.23887/jurnal_bahasa.v11i2.1454","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v11i2.1454","url":null,"abstract":"Dari permasalahan yang ditemui, banyak siswa yang belum memahami cara menulis terutama menulis puisi rakyat. Masalah menulis puisi rakyat tersebut dikarenakan; (1) Nilai rata-rata siswa belum mencapai nilai minimun atau KKM yaitu 75 ; (2) Belum maksimalnya siswa dalam menerima materi yang diajarkan oleh guru. Dengan demikikian perlu diadakan suatu penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan 31 orang siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 2 Pasaman yang memiliki empat tahapan , yaitu : tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kontekstual dengan langkah, 1) tahap invitasi 2) tahap eksplorasi 3) tahap penjelasan dan solusi 4) Tahap pengambilan tindakan . Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus penelitian. Pada siklus pertama, siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 2 Pasaman pada keterampilan menulis puisi rakyat nilai rata-rata 62,58. Hasil tersebut terdiri atas keterampilan siswa pada skala nilai sangat baik yang dicapai 1 siswa , nilai baik dicapai 10 siswa, nilai cukup dicapai 13 siswa, lebih lanjut nilai kurang dicapai 6 siswa dan nilai sangat kurang dicapai 1 siswa. Pada siklus ke II didapatkan 4 siswa dengan kategori nilai sangat baik, 17 siswa dengan kategori nilai baik , kemudian 10 siswa dengan kategori nilai cukup dan untuk kategori kurang dan sangat kurang tidak dicapai oleh siswa atau 0%. Artinya terjadi peningkatan dari ketuntasan hasil belajar siswa dengan rata-rata kemampuan siswa pada keterampilan menulis puisi rakyat sudah pada kategori cukup yaitu 76,13. Pada siklus kedua, sudah diperoleh 100% ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan pendekatan Kontekstual dapat meningkatkan keterampilan menulis Puisi Rakyat siswa kelas VII semester 2 SMP Negeri 2 Pasaman.","PeriodicalId":299663,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115890764","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}