Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak selama pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar.Selain itu, juga untuk mengupas apa saja yang menjadi penyebab kenaikan hasil belajar siswa yang sangat pesat dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Penulisan ini dilakukan melalui studi pustaka. Objek penelitian ini adalah hasil belajar selama pembelajaran daring. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Dasar. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mencari jurnal-jurnal dan buku dari berbagai media elektronik seperti: google scholar, google cendekia, dan garudaristekdikti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibliografi beranotasi analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama pembelajaran daring dapat berdampak pada hasil belajar siswa utamanya pada siswa Sekolah Dasar. Peran orang tua sangat diperlukan. Namun, peran ini jangan dimaknai untuk menggantikan tanggungjawab siswa. Hal ini akan menimbulkan dampak negatif seperti sifat ketergantungan, kurang percaya diri, tidak bertanggungjawab, dan tidak mandiri. Di sisi lain, peran guru sebagai penyedia platform belajar menarik memliki dampak positif seperti membentuk karakter siswa, siswa dapat mengeksplore pengetahuan, dan lebih termotivasi sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai kemampuan.
{"title":"DAMPAK PEMBELAJARAN DARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR","authors":"Novalia Yudha Aji Pamungkas, Meidawati Suswandari, Tiya Ayu Isnaini Fitrotiha, Mohamad Sapi’i","doi":"10.46229/elia.v2i2.386","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.386","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan dampak selama pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa Sekolah Dasar.Selain itu, juga untuk mengupas apa saja yang menjadi penyebab kenaikan hasil belajar siswa yang sangat pesat dalam pembelajaran daring di masa pandemi ini. Penulisan ini dilakukan melalui studi pustaka. Objek penelitian ini adalah hasil belajar selama pembelajaran daring. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Dasar. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mencari jurnal-jurnal dan buku dari berbagai media elektronik seperti: google scholar, google cendekia, dan garudaristekdikti. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibliografi beranotasi analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama pembelajaran daring dapat berdampak pada hasil belajar siswa utamanya pada siswa Sekolah Dasar. Peran orang tua sangat diperlukan. Namun, peran ini jangan dimaknai untuk menggantikan tanggungjawab siswa. Hal ini akan menimbulkan dampak negatif seperti sifat ketergantungan, kurang percaya diri, tidak bertanggungjawab, dan tidak mandiri. Di sisi lain, peran guru sebagai penyedia platform belajar menarik memliki dampak positif seperti membentuk karakter siswa, siswa dapat mengeksplore pengetahuan, dan lebih termotivasi sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai kemampuan.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125276002","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Meidawati Suswandari, Kevin William Andri Siahaan, Maharromiyati, I. M. Ratih Rosanawati, Paradika Angganing, Nabela Wahyu Mega Alfhira
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan aplikasi tiktok terhadap terhadap perilaku addicted di kalangan anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Teknik dalam mengumpulkan data penelitian berupa kuesioner. Populasi yang dipergunakan adalah siswa usia sekolah dasar di desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sampel dari riset ini sejumlah 20 siswa Sekolah Dasar yang tersebar di desa Palur. Sebanyak 20 siswa terdiri dari kelas I hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa media sosial tiktok memberikan pengaruh besar dalam kehidupan seseorang salahsatunya anak-anak di kalangan usia sekolah dasar di desa Palur sehingga mereka menjadi perilaku adiksi. Hal inilah yang menjadikan peran orangtua sangat diperlukan dalam mengkontrol dan mengawasi serta menyeleksi anak-anak mereka supaya tidak ketergantungan dengan media sosial tiktok.
{"title":"ANALISIS PENGGUNAAN TIKTOK TERHADAP PERILAKU ADDICTED DI KALANGAN USIA SEKOLAH DASAR","authors":"Meidawati Suswandari, Kevin William Andri Siahaan, Maharromiyati, I. M. Ratih Rosanawati, Paradika Angganing, Nabela Wahyu Mega Alfhira","doi":"10.46229/elia.v2i2.449","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.449","url":null,"abstract":"Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan aplikasi tiktok terhadap terhadap perilaku addicted di kalangan anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Teknik dalam mengumpulkan data penelitian berupa kuesioner. Populasi yang dipergunakan adalah siswa usia sekolah dasar di desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sampel dari riset ini sejumlah 20 siswa Sekolah Dasar yang tersebar di desa Palur. Sebanyak 20 siswa terdiri dari kelas I hingga kelas VI. Teknik analisis data menggunakan analisis data kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa media sosial tiktok memberikan pengaruh besar dalam kehidupan seseorang salahsatunya anak-anak di kalangan usia sekolah dasar di desa Palur sehingga mereka menjadi perilaku adiksi. Hal inilah yang menjadikan peran orangtua sangat diperlukan dalam mengkontrol dan mengawasi serta menyeleksi anak-anak mereka supaya tidak ketergantungan dengan media sosial tiktok.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133406548","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pada pendidikan abad ke 21 mewajibkan peserta didik memiliki berbagai macam keterampilan. Salah satu keterampilan yang diukur dan sangat dipertimbangakan adalah kemampuan literasi sains. Faktanya, data hasil survei PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia termasuk kategori rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya literasi sains adalah model pembelajaran yang bersifat teacher center. Maka dari itu pendidik dituntut untuk memilih model pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat aktif selama proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang bersifat student center dan dapat meningkatkan literasi sains adalah PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMPN 3 Polokarto TA 2021/2022 materi sistem ekskresi pada pembelajaran PBL. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Pretest Postest Non-Equivalent Control Group Design Hasil penelitian menunjukkan bahwa, PBL terbukti dapat meningkatkan literasi sains peserta didik SMP Negeri 3 Polokarto dengan nilai N-gain sebesar 56,64 yang dikategorikan tinggi. PBL juga berpengaruh terhadap literasi sains dengan nilai size effect sebesar 1,94. Selain itu, sebanyak 93,18% peserta didik yang diajar dengan menggunakan model PBL tuntas dalam pemecahan masalah. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa PBL dapat berpengaruh dalam meningkatkan literasi sains peserta didik.
{"title":"KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI","authors":"Fidia Putri Utami, Endang Setyaningsih","doi":"10.46229/elia.v2i2.470","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.470","url":null,"abstract":"Pada pendidikan abad ke 21 mewajibkan peserta didik memiliki berbagai macam keterampilan. Salah satu keterampilan yang diukur dan sangat dipertimbangakan adalah kemampuan literasi sains. Faktanya, data hasil survei PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia termasuk kategori rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya literasi sains adalah model pembelajaran yang bersifat teacher center. Maka dari itu pendidik dituntut untuk memilih model pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat aktif selama proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang bersifat student center dan dapat meningkatkan literasi sains adalah PBL (Problem Based Learning). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMPN 3 Polokarto TA 2021/2022 materi sistem ekskresi pada pembelajaran PBL. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Pretest Postest Non-Equivalent Control Group Design Hasil penelitian menunjukkan bahwa, PBL terbukti dapat meningkatkan literasi sains peserta didik SMP Negeri 3 Polokarto dengan nilai N-gain sebesar 56,64 yang dikategorikan tinggi. PBL juga berpengaruh terhadap literasi sains dengan nilai size effect sebesar 1,94. Selain itu, sebanyak 93,18% peserta didik yang diajar dengan menggunakan model PBL tuntas dalam pemecahan masalah. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa PBL dapat berpengaruh dalam meningkatkan literasi sains peserta didik.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130498492","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi teknologi dengan hasil belajar kognitif siswa kelas tinggi. Hasil belajar siswa kelas tinggi kurang memuaskan, hal ini dapat dilihat dari hasil nilai raport siswa, 56% siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dan 44% siswa memperoleh nilai dibawah KKM. Penelitian termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian korelasi kausal. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi sederhana. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas tinggi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling, jumlah sampel dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas tinggi yang berjumlah 59 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan komunikasi tidak langsung, alat pengumpulan data menggunakan koesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik korelasi, dan analisis hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan uji t, diperoleh nilai bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, dengan kesimpulannya yakni terdapat hubungan yang sangat tinggi antara literasi teknologi dengan hasil belajar siswa kelas tinggi di SD Negeri 30 Bancoh.
{"title":"HUBUNGAN LITERASI TEKNOLOGI DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR NEGERI 30 BANCOH","authors":"Ursula Nova Yanti, Nelly Wedyawati, Yasinta Lisa","doi":"10.46229/elia.v2i2.367","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.367","url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi teknologi dengan hasil belajar kognitif siswa kelas tinggi. Hasil belajar siswa kelas tinggi kurang memuaskan, hal ini dapat dilihat dari hasil nilai raport siswa, 56% siswa yang memperoleh nilai diatas KKM dan 44% siswa memperoleh nilai dibawah KKM. Penelitian termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian korelasi kausal. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis regresi sederhana. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas tinggi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Probability Sampling, jumlah sampel dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas tinggi yang berjumlah 59 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan komunikasi tidak langsung, alat pengumpulan data menggunakan koesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik korelasi, dan analisis hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan uji t, diperoleh nilai bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, dengan kesimpulannya yakni terdapat hubungan yang sangat tinggi antara literasi teknologi dengan hasil belajar siswa kelas tinggi di SD Negeri 30 Bancoh. \u0000 ","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128777506","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ork Sreylak, F. Sampouw, Totok Victor Didik Saputro, Winda Lidia Lumbantobing
The purpose of this study was to describe the trend and development of research about the mathematics concept in elementary schools in Indonesia. This study was a literature review research using bibliometric analysis. The exploration process of the articles’ published results was taken through an open-access website such as google scholar database for the last ten years. The exploration of articles published results used Harzing’s Publish or Perish software with the keywords “Konsep Dasar Matematika Sekolah Dasar” and “Mathematics Concept in Elementary School”. The results of the exploration process were analyzed by using VOSviewer software for visualization and relationship for all of the research results. This study’s results showed there were 1185 articles had been published based on articles exploration criteria. After reducing the data, there were 37 articles with the relevant criteria. The bibliometric analysis results of the relevant articles were the understanding of student mathematics concepts in elementary school, the pre-service students and teacher knowledge about the mathematics concept in elementary school, and the solution for improving students’ understanding of mathematics concepts in elementary school
本研究的目的是描述印尼小学数学概念研究的趋势和发展。本研究采用文献计量学分析方法进行文献综述研究。文章发表结果的探索过程是通过开放获取的网站如google scholar数据库进行的。论文发表结果的挖掘使用Harzing的Publish or Perish软件,关键词为Konsep Dasar Matematika Sekolah Dasar和“小学数学概念”。利用VOSviewer软件对勘探过程的结果进行分析,对所有研究结果进行可视化和关联。本研究结果显示,根据文章探索标准,共发表了1185篇文章。数据缩减后,符合相关标准的文献有37篇。相关文章的文献计量分析结果为小学生对数学概念的理解情况、职前学生和教师对小学数学概念的了解情况以及提高小学生对数学概念理解的解决方案
{"title":"MATHEMATICS CONCEPT IN ELEMENTARY SCHOOL: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS","authors":"Ork Sreylak, F. Sampouw, Totok Victor Didik Saputro, Winda Lidia Lumbantobing","doi":"10.46229/elia.v2i2.512","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.512","url":null,"abstract":"The purpose of this study was to describe the trend and development of research about the mathematics concept in elementary schools in Indonesia. This study was a literature review research using bibliometric analysis. The exploration process of the articles’ published results was taken through an open-access website such as google scholar database for the last ten years. The exploration of articles published results used Harzing’s Publish or Perish software with the keywords “Konsep Dasar Matematika Sekolah Dasar” and “Mathematics Concept in Elementary School”. The results of the exploration process were analyzed by using VOSviewer software for visualization and relationship for all of the research results. This study’s results showed there were 1185 articles had been published based on articles exploration criteria. After reducing the data, there were 37 articles with the relevant criteria. The bibliometric analysis results of the relevant articles were the understanding of student mathematics concepts in elementary school, the pre-service students and teacher knowledge about the mathematics concept in elementary school, and the solution for improving students’ understanding of mathematics concepts in elementary school","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126540828","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Intan Putri Hapsari, Totok Victor Didik Saputro, Y. Damas Sadewo
Mathematical literacy becomed one of skills that had to be mastered by the students in this era. Mathematical literacy could start to be learned in elementary level. This study aimed to describe the research trends of mathematical literacy profile for elementary school students in Indonesia. This study used scoping review research with 5 steps including 1) identifying the initial research questions; 2) identifying relevant studies; 3) study selection; 4) charting and collating the data; and 5) summarizing and reporting the results. The data exploration process was taken through open-access websites such as Google Scholar, ERIC, and Springer using keywords “Literasi Matematika Siswa Sekolah Dasar”, “Mathematical Literacy of Elementary School Students in Indonesia”. The exploration process was also limited publication for 5 last years. The data reduction process was analyzed using the Preferred Reporting of Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). The study results were classified to the 3 components such as 1) research methodologies trends, 2) mathematical literacy development, and 3) student’s achievement based on mathematical literacy.
数学素养成为这个时代学生必须掌握的技能之一。数学素养可以在小学阶段开始学习。本研究旨在描述印尼小学生数学素养概况的研究趋势。本研究采用了5个步骤,包括:1)确定最初的研究问题;2)识别相关研究;3)研究选择;4)绘制和整理数据;5)总结和报告结果。数据挖掘过程是通过开放获取网站,如Google Scholar、ERIC和Springer,使用关键词“Literasi Matematika Siswa Sekolah Dasar”、“印度尼西亚小学生的数学素养”进行的。这一探索过程在过去5年中也被限制出版。使用系统评价和荟萃分析首选项目报告(PRISMA)分析数据缩减过程。研究结果分为3个组成部分:1)研究方法趋势;2)数学素养发展;3)基于数学素养的学生成绩。
{"title":"MATHEMATICAL LITERACY PROFILE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN INDONESIA: A SCOPING REVIEW","authors":"Intan Putri Hapsari, Totok Victor Didik Saputro, Y. Damas Sadewo","doi":"10.46229/elia.v2i2.513","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.513","url":null,"abstract":"Mathematical literacy becomed one of skills that had to be mastered by the students in this era. Mathematical literacy could start to be learned in elementary level. This study aimed to describe the research trends of mathematical literacy profile for elementary school students in Indonesia. This study used scoping review research with 5 steps including 1) identifying the initial research questions; 2) identifying relevant studies; 3) study selection; 4) charting and collating the data; and 5) summarizing and reporting the results. The data exploration process was taken through open-access websites such as Google Scholar, ERIC, and Springer using keywords “Literasi Matematika Siswa Sekolah Dasar”, “Mathematical Literacy of Elementary School Students in Indonesia”. The exploration process was also limited publication for 5 last years. The data reduction process was analyzed using the Preferred Reporting of Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). The study results were classified to the 3 components such as 1) research methodologies trends, 2) mathematical literacy development, and 3) student’s achievement based on mathematical literacy.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134163743","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhamad Caesar Januar, Ujang Ujang, Wika Hardika Legiani
Era digital ditandai dengan semua aspek di dalam kehidupan termasuk proses pembelajaran menggunakan perangkat digital untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan pembelajaran. dalam usaha mencapai penggunaan digital yang efektif diperlukan kemampuan literasi digital. Untuk mendukung terciptanya kemampuan literasi digital dibutuhkan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis android-komputer yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama bernama Aplikasi AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia). penelitian dilakukan pada kelas IX di SMP Negeri 7 Kota Serang dengan menggunakan metode Korelasional, pendekatan kuantitatif di mana pengambilan sampel memakai teknik proportional random sampling. Peneliti menggunakan angket dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang diperlukan kepada 73 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh positif aplikasi AKSI terhadap kemampuan literasi digital peserta didik sebagai warga digital di SMP Negeri 7 Kota Serang. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi AKSI mampu meningkatkan nilai variabel kemampuan literasi digital sebesar 72,4%. Adapun sisanya 27,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar regresi. Abstract. The digital era is marked by all aspects of life, including the learning process using digital devices to facilitate the implementation of learning activities. To achieve effective digital use, digital literacy skill are needed. So, to support the creation of digital literacy skills, inovative learning media are needed. This research aims to find out how the influence of android and computer based learning applications developed by Balitbang-Kemdikbudristek as ministry of education an effort to emprove digital literacy skills for students namely AKSI (Assessment Competancy of Indonesian Students). The research was conducted at 7 Junior High School in Serang City using correlational methods with quantitative approaches and sampling adopting by proportional random sampling techniques. The data collect needed in this study, the researchers used questionnaires and documentation to 73 respondens in class IX who had been determined to be research samples. And the result obtained with the use of AKSI application on the digital literacy ability of students showed a significant influence with the lavel of influence based on the significance value of 0,00<0,05 with the summary model coeffesient table obtained a result of 0,851 and and the tcount value = 13,664>ttable =1,666 which can be concluded that H0 was rejected, H1 was accepted. Which mean that there is a significant influence between the AKSI application (X) on digital literacy of students as digital citizens (Y).
{"title":"PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI AKSI TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK SEBAGAI WARGA DIGITAL","authors":"Muhamad Caesar Januar, Ujang Ujang, Wika Hardika Legiani","doi":"10.46229/elia.v2i2.425","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i2.425","url":null,"abstract":"Era digital ditandai dengan semua aspek di dalam kehidupan termasuk proses pembelajaran menggunakan perangkat digital untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan pembelajaran. dalam usaha mencapai penggunaan digital yang efektif diperlukan kemampuan literasi digital. Untuk mendukung terciptanya kemampuan literasi digital dibutuhkan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis android-komputer yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama bernama Aplikasi AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia). penelitian dilakukan pada kelas IX di SMP Negeri 7 Kota Serang dengan menggunakan metode Korelasional, pendekatan kuantitatif di mana pengambilan sampel memakai teknik proportional random sampling. Peneliti menggunakan angket dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang diperlukan kepada 73 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh positif aplikasi AKSI terhadap kemampuan literasi digital peserta didik sebagai warga digital di SMP Negeri 7 Kota Serang. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi AKSI mampu meningkatkan nilai variabel kemampuan literasi digital sebesar 72,4%. Adapun sisanya 27,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar regresi. \u0000Abstract. The digital era is marked by all aspects of life, including the learning process using digital devices to facilitate the implementation of learning activities. To achieve effective digital use, digital literacy skill are needed. So, to support the creation of digital literacy skills, inovative learning media are needed. This research aims to find out how the influence of android and computer based learning applications developed by Balitbang-Kemdikbudristek as ministry of education an effort to emprove digital literacy skills for students namely AKSI (Assessment Competancy of Indonesian Students). The research was conducted at 7 Junior High School in Serang City using correlational methods with quantitative approaches and sampling adopting by proportional random sampling techniques. The data collect needed in this study, the researchers used questionnaires and documentation to 73 respondens in class IX who had been determined to be research samples. And the result obtained with the use of AKSI application on the digital literacy ability of students showed a significant influence with the lavel of influence based on the significance value of 0,00<0,05 with the summary model coeffesient table obtained a result of 0,851 and and the tcount value = 13,664>ttable =1,666 which can be concluded that H0 was rejected, H1 was accepted. Which mean that there is a significant influence between the AKSI application (X) on digital literacy of students as digital citizens (Y).","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121486246","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
O. Sijabat, M. Manao, Asima Rohana Situmorang, A. Hutauruk, S. Panjaitan
Artikel ini membahas tentang meningkatkan kualitas guru melalui program guru penggerak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui kajian telaah pustaka, penggunaan buku dan jurnal yang berkaitan dengan artikel ini, sehingga melalui artikel ini diharapkan dapat menumbuhkan minat guru untuk mengikuti program guru penggerak. Di era Industri 4.0, guru harus mampu berkembang dengan mengembangkan keterampilan pendidikan sehingga dapat mengajar dan mengajar siswa untuk memanfaatkan keterampilan berpikir mereka dengan lebih baik. Empat Standar kompetensi guru penggerak adalah; (1) Kompetensi pedagogik; (2) Kompetensi kepribadian; (3) Kompetensi profesional; (4) Kompetensi sosial. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mampu menerapkan kemerdekaan dalam belajar dan ikut serta menggerakkan ekosistem dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada peserta didikMelalui program guru penggerak, dibekali berbagai pelatihan dan lokarya yang tentunya akan dapat meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Dengan demikian guru dapat menerapkan merdeka belajar yang dapat menciptakan pembejaran yang perpusat pada peserta didik, sehingga dapat menghasilkan siswa yang tidak hanya lulusan yang cerdas-cerdas secara akademik tetapi juga akan memiliki karakter yang luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
{"title":"MENGATUR KUALITAS GURU MELALUI PROGRAM GURU PENGGERAK","authors":"O. Sijabat, M. Manao, Asima Rohana Situmorang, A. Hutauruk, S. Panjaitan","doi":"10.46229/elia.v2i1.404","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i1.404","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas tentang meningkatkan kualitas guru melalui program guru penggerak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui kajian telaah pustaka, penggunaan buku dan jurnal yang berkaitan dengan artikel ini, sehingga melalui artikel ini diharapkan dapat menumbuhkan minat guru untuk mengikuti program guru penggerak. Di era Industri 4.0, guru harus mampu berkembang dengan mengembangkan keterampilan pendidikan sehingga dapat mengajar dan mengajar siswa untuk memanfaatkan keterampilan berpikir mereka dengan lebih baik. Empat Standar kompetensi guru penggerak adalah; (1) Kompetensi pedagogik; (2) Kompetensi kepribadian; (3) Kompetensi profesional; (4) Kompetensi sosial. Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mampu menerapkan kemerdekaan dalam belajar dan ikut serta menggerakkan ekosistem dunia pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada peserta didikMelalui program guru penggerak, dibekali berbagai pelatihan dan lokarya yang tentunya akan dapat meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Dengan demikian guru dapat menerapkan merdeka belajar yang dapat menciptakan pembejaran yang perpusat pada peserta didik, sehingga dapat menghasilkan siswa yang tidak hanya lulusan yang cerdas-cerdas secara akademik tetapi juga akan memiliki karakter yang luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116804527","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pada abad ke 21 bermacam-macam teknologi yang inovatif diperkenalkan untuk mengajarkan berbicara bahasa Inggris didalam kelas.Google Apps for Education adalah salah satu aplikasi bagus yang dapat menolong guru dan siswa berkomunikasi didalam kelas.Penelitian ini mencoba memecahkan dua permasalahan dengan focus pada penelitian ekperimental dengan menjawab dua pertanyaan: (1) Apakah dengan penggunaan Google Apps for Education dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris pada siswa tahun kedua SMA Negeri 1 Parepare?, (2) Bagaimana ketertarikan siswa pada tahun kedua SMA Negeri 1 Negeri Parepare menggunakan Google Apps for Education dalam berbicara bahasa Inggris?. Untuk mencapai tujuan ini,peneliti mengaplikasikan penelitian quasi eksperimental yang didesain dengan menggunakan desain pre-test,post-test control group. Populasi penelitian pada siswa tahun kedua SMA Negeri 1 Parepare yaitu kelas XI sains 1 dan XI sains 2 .Data dibagi menjadi bagian analisa mean score,dan nilai dari uji t. Berdasarkan hasil analisa data,peneliti menemukan, (1) Kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa pada tahun kedua SMA Negeri 1 Parepare meningkat signifikan,hal ini dibuktikan dengan nilai uji t lebih kecil dari pada nilai t table,nilai uji t (0.000<0.05) nilai t table.Hal ini berarti H1 diterima dan Ho ditolak.Itulah perbedaan antara siswa yang belajar berbicara bahasa Inggris menggunakan Google Apps for Education dan siswa yang tidak belajar menggunakan Google Apps for Education. (2) Pengaplikasian Google Apps for Education juga dapat meningkatkan ketertarikan siswa SMA Negeri 1 Parepare pada tahun kedua dalam belajar berbicara menggunakan bahasa Inggris. Tingkat minatnya sangat tinggi dan dibuktikan dengan hasilnya 100% untuk kategori yang sangat tertarik.
{"title":"MENGATUR KELAS DENGAN MENGGUNAKAN “GOOGLE APLICATION FOR EDUCATION” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS","authors":"Fairus Suryani Munir","doi":"10.46229/elia.v2i1.400","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i1.400","url":null,"abstract":"Pada abad ke 21 bermacam-macam teknologi yang inovatif diperkenalkan untuk mengajarkan berbicara bahasa Inggris didalam kelas.Google Apps for Education adalah salah satu aplikasi bagus yang dapat menolong guru dan siswa berkomunikasi didalam kelas.Penelitian ini mencoba memecahkan dua permasalahan dengan focus pada penelitian ekperimental dengan menjawab dua pertanyaan: (1) Apakah dengan penggunaan Google Apps for Education dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris pada siswa tahun kedua SMA Negeri 1 Parepare?, (2) Bagaimana ketertarikan siswa pada tahun kedua SMA Negeri 1 Negeri Parepare menggunakan Google Apps for Education dalam berbicara bahasa Inggris?. Untuk mencapai tujuan ini,peneliti mengaplikasikan penelitian quasi eksperimental yang didesain dengan menggunakan desain pre-test,post-test control group. Populasi penelitian pada siswa tahun kedua SMA Negeri 1 Parepare yaitu kelas XI sains 1 dan XI sains 2 .Data dibagi menjadi bagian analisa mean score,dan nilai dari uji t. Berdasarkan hasil analisa data,peneliti menemukan, (1) Kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa pada tahun kedua SMA Negeri 1 Parepare meningkat signifikan,hal ini dibuktikan dengan nilai uji t lebih kecil dari pada nilai t table,nilai uji t (0.000<0.05) nilai t table.Hal ini berarti H1 diterima dan Ho ditolak.Itulah perbedaan antara siswa yang belajar berbicara bahasa Inggris menggunakan Google Apps for Education dan siswa yang tidak belajar menggunakan Google Apps for Education. (2) Pengaplikasian Google Apps for Education juga dapat meningkatkan ketertarikan siswa SMA Negeri 1 Parepare pada tahun kedua dalam belajar berbicara menggunakan bahasa Inggris. Tingkat minatnya sangat tinggi dan dibuktikan dengan hasilnya 100% untuk kategori yang sangat tertarik.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"106 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123096281","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi dunia pendidikan. Perubahan sistem pembelajaran akan mempengaruhi proses pembelajaran. Pendidik di SDN PENELEH 1 SURABAYA merasakan kendala fasilitas penunjang pembelajaran online. Di masa pandemi COVID-19, keterbatasan internet dan alat komunikasi menjadi persoalan tersendiri dalam pendidikan anak negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengajaran, metode, hambatan dan solusi untuk memecahkan masalah selama pandemi covid19. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dan melibatkan tiga guru sekolah dasar. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan pencatatan. Menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data Subyek penelitian adalah tiga orang pendidik dari SDN PENELEH 1 SURABAYA. Analisis data Miles & Huberman mencakup tiga aliran aktivitas simultan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasannya adalah kurangnya jangkauan jaringan smartphone, internet, TV dan radio, keterbatasan bahan ajar, jarak dari rumah siswa, disiplin siswa, keterbatasan dan keterbatasan waktu bagi orang tua untuk menemani anaknya belajar. Strategi pemecahan masalah guru meliputi penerapan blended learning, membuat kelompok belajar, mengunjungi siswa secara teratur, bekerja sama dengan orang tua, menyesuaikan rencana pembelajaran, mengoptimalkan media elektronik, dan menggunakan media kreatif. Oleh karena itu, kemampuan memecahkan masalah sangat penting bagi pendidik.
{"title":"TANTANGAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM ADAPTASI PANDEMI COVID-19","authors":"Dra. Widanarti","doi":"10.46229/elia.v2i1.303","DOIUrl":"https://doi.org/10.46229/elia.v2i1.303","url":null,"abstract":"Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi dunia pendidikan. Perubahan sistem pembelajaran akan mempengaruhi proses pembelajaran. Pendidik di SDN PENELEH 1 SURABAYA merasakan kendala fasilitas penunjang pembelajaran online. Di masa pandemi COVID-19, keterbatasan internet dan alat komunikasi menjadi persoalan tersendiri dalam pendidikan anak negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengajaran, metode, hambatan dan solusi untuk memecahkan masalah selama pandemi covid19. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dan melibatkan tiga guru sekolah dasar. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan pencatatan. Menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data Subyek penelitian adalah tiga orang pendidik dari SDN PENELEH 1 SURABAYA. Analisis data Miles & Huberman mencakup tiga aliran aktivitas simultan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasannya adalah kurangnya jangkauan jaringan smartphone, internet, TV dan radio, keterbatasan bahan ajar, jarak dari rumah siswa, disiplin siswa, keterbatasan dan keterbatasan waktu bagi orang tua untuk menemani anaknya belajar. Strategi pemecahan masalah guru meliputi penerapan blended learning, membuat kelompok belajar, mengunjungi siswa secara teratur, bekerja sama dengan orang tua, menyesuaikan rencana pembelajaran, mengoptimalkan media elektronik, dan menggunakan media kreatif. Oleh karena itu, kemampuan memecahkan masalah sangat penting bagi pendidik.","PeriodicalId":304975,"journal":{"name":"Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128494796","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}