Pub Date : 2023-06-27DOI: 10.19109/wardah.v24i1.17591
Rina Darojatun
Amerika Serikat memanfaatkan Hollywood sebagai kiblat industri hiburan dunia untuk menanamkan ideologinya dalam menguasai dan mengontrol negara lain melalui film. Artikel ini membahas tentang film yang merupakan produk sebuah struktur sosial politik dan budaya, salah satu film yang berjudul Independence Day:Resurgence disisipi praktik hegemoni dengan menanamkan ideologi kepada khalayak yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hegemoni Amerika Serikat di dunia melalui pendekatan analisis isi yang ditinjau dengan teori depedensi media dan teori media Marxist, Teknik pengumpulan data dengan melihat teks dalan film dan konteks yang melatarinya. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori dependensi media menganalisis pengaruh media dalam menciptakan kognisi baru bagi reputasi masyarakat dan negara sehingga dengan mudah menanamkan pengaruh, doktrin dan hegemoninya secara global. Hal ini dibuktikan dengan tema film yakni hari bersejarah “hari kemerdekaan” Amerika Serikat. Disinilah momentum yang hendak dimanfaatkan sebagai ajang “pembuktian” mereka atau Self Assertion negara besar. Melalui pendekatan teori media Marxist, Amerika Serikat hendak menunjukan wajahnya yang bersahabat kepada semua negara bersamaan dengan mempertahankan image sebagai negara penguasa dan polisi dunia. Amerika Serikat secara sadar menerapkan kemapanan status quo sebagai negara adidaya. Kondisi ekonomi-politik yang berkembang di suatu negara, mempunyai hubungan yang saling menentukan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi-politik global.
{"title":"Hegemoni Amerika Dalam Film Independence Day: Resurgence","authors":"Rina Darojatun","doi":"10.19109/wardah.v24i1.17591","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v24i1.17591","url":null,"abstract":"Amerika Serikat memanfaatkan Hollywood sebagai kiblat industri hiburan dunia untuk menanamkan ideologinya dalam menguasai dan mengontrol negara lain melalui film. Artikel ini membahas tentang film yang merupakan produk sebuah struktur sosial politik dan budaya, salah satu film yang berjudul Independence Day:Resurgence disisipi praktik hegemoni dengan menanamkan ideologi kepada khalayak yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana hegemoni Amerika Serikat di dunia melalui pendekatan analisis isi yang ditinjau dengan teori depedensi media dan teori media Marxist, Teknik pengumpulan data dengan melihat teks dalan film dan konteks yang melatarinya. Hasil penelitian menyatakan bahwa teori dependensi media menganalisis pengaruh media dalam menciptakan kognisi baru bagi reputasi masyarakat dan negara sehingga dengan mudah menanamkan pengaruh, doktrin dan hegemoninya secara global. Hal ini dibuktikan dengan tema film yakni hari bersejarah “hari kemerdekaan” Amerika Serikat. Disinilah momentum yang hendak dimanfaatkan sebagai ajang “pembuktian” mereka atau Self Assertion negara besar. Melalui pendekatan teori media Marxist, Amerika Serikat hendak menunjukan wajahnya yang bersahabat kepada semua negara bersamaan dengan mempertahankan image sebagai negara penguasa dan polisi dunia. Amerika Serikat secara sadar menerapkan kemapanan status quo sebagai negara adidaya. Kondisi ekonomi-politik yang berkembang di suatu negara, mempunyai hubungan yang saling menentukan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi-politik global.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42179460","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-06-27DOI: 10.19109/wardah.v24i1.17559
M. Yakub, Melisya Febi Damayanti, Indah Fadhilla
Islam mengajarkan manusia untuk memuliakan seorang ibu. Dalam menjalani peran sebagai seorang Ibu, perempuan menghadapi berbagai tantangan. Perjuangan seorang Ibu untuk menjadi ibu yang ideal terlihat dalam scene-scene yang ada di dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens. Representasi peran ibu dilihat dengan menggunakan teori representasi melalui pemaknaan terhadap scene-scene yang menyoroti tokoh Ibu. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall. Adapun dari segi teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan makna dari peran ibu dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens adalah sebagai pendidik, sebagai sahabat, sebagai pelindung, dan sebagai panutan. Penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan karena film merupakan salah satu media dakwah. Meskipun film ini bukan merupakan film dengan tema religius, tetapi film ini memiliki makna yang sangat tajam dalam merepresentasikan peran Ibu yang ideal dalam Islam.
伊斯兰教教导人们荣耀母亲。在扮演母亲的过程中,女性面临着许多挑战。在《阿里和女王女王》(Ali and queen - Queens)电影中的场景中,母亲为成为理想母亲而进行的斗争是显而易见的。母亲的表现是通过融入突出母亲角色的场景来观察表现理论的。本研究采用的方法是定性的,采用斯图亚特·霍尔的表现理论。使用观测和文档收集数据的技术。从这项研究中,我们可以推断出母亲在电影《阿里女王》和《皇后区女王》中所扮演的角色的意义,他们是教育家、朋友、保护者和榜样。这项研究变得非常重要,因为电影是一种媒体媒介。虽然这部电影不是宗教主题的电影,但它在代表伊斯兰教的理想角色方面具有深刻的意义。
{"title":"Representasi Peran Ibu Ideal Dalam Islam Pada Film Ali Dan Ratu-Ratu Queens","authors":"M. Yakub, Melisya Febi Damayanti, Indah Fadhilla","doi":"10.19109/wardah.v24i1.17559","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v24i1.17559","url":null,"abstract":"Islam mengajarkan manusia untuk memuliakan seorang ibu. Dalam menjalani peran sebagai seorang Ibu, perempuan menghadapi berbagai tantangan. Perjuangan seorang Ibu untuk menjadi ibu yang ideal terlihat dalam scene-scene yang ada di dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens. Representasi peran ibu dilihat dengan menggunakan teori representasi melalui pemaknaan terhadap scene-scene yang menyoroti tokoh Ibu. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall. Adapun dari segi teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan makna dari peran ibu dalam film Ali dan Ratu-Ratu Queens adalah sebagai pendidik, sebagai sahabat, sebagai pelindung, dan sebagai panutan. Penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan karena film merupakan salah satu media dakwah. Meskipun film ini bukan merupakan film dengan tema religius, tetapi film ini memiliki makna yang sangat tajam dalam merepresentasikan peran Ibu yang ideal dalam Islam.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44653993","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.14748
Hafniati Abdul Hadi
Ustadz Abdul Somad is one of the preachers who uses social media (youtube) in delivering his da'wah. Da'i as a sign. Da'wah message as a marker. Ustadz Abdul Somad as a marker. Ustadz Abdul Somad appeared in a koko shirt and a cap. He lectured with easy-to-reach and humorous language and rhetoric. Ustadz Abdul Somad delivered his da'wah using words, signs and symbols on YouTube. He uses sentence structures with a distinctive style. Language style based on structure with a Malay accent. The material presented contains a deep meaning that can be reached by denotation and connotation. The theory used is meaning and media, namely the theory of meaning which explains in detail and detail an object with semiotic analysis, structuralism, as well as denotation and connotation. Semiotics is the study of signs in human social life, influenced by the system (or law) that applies in it. Structuralism is a semiotic explanation of the insistence that signs are fully understood only by reference to differences from other signs in a particular system or code of representation. Denotation is the actual meaning, or a phenomenon that appears with the five senses, or it can also be called a basic description. Connotations are cultural meanings that arise or can also be called meanings that arise due to cultural construction so that there is a shift, but remains attached to the symbol or sign.
Ustadz Abdul Somad是一位使用社交媒体(youtube)传递da'wah的传教士。Da'i是一个标志。Da'wa信息是一个标记。乌斯塔兹·阿卜杜勒·索马德作为标记。乌斯塔兹·阿卜杜勒·索马德身穿koko衬衫,头戴鸭舌帽。他用通俗易懂、幽默风趣的语言和修辞进行演讲。Ustadz Abdul Somad在YouTube上用文字、符号和符号表达了他的da'wah。他使用风格独特的句子结构。基于马来口音结构的语言风格。所呈现的材料包含着深刻的含义,可以通过外延和内涵来达到。所使用的理论是意义和媒介,即用符号学分析、结构主义以及外延和内涵详细解释对象的意义理论。符号学是对人类社会生活中的符号的研究,受其适用的系统(或法律)的影响。结构主义是一种符号学解释,坚持认为只有参考特定系统或表示代码中与其他符号的差异才能完全理解符号。指称是一种实际意义,或是一种伴随着五种感官而出现的现象,也可以称之为基本描述。内涵是指由于文化建设而产生的文化意义,也可以称为意义,使其发生变化,但仍然附着在符号或符号上。
{"title":"Ustadz Abdul Somad's Da'wah message on Youtube Meanings and Media Perspective","authors":"Hafniati Abdul Hadi","doi":"10.19109/wardah.v23i2.14748","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.14748","url":null,"abstract":"Ustadz Abdul Somad is one of the preachers who uses social media (youtube) in delivering his da'wah. Da'i as a sign. Da'wah message as a marker. Ustadz Abdul Somad as a marker. Ustadz Abdul Somad appeared in a koko shirt and a cap. He lectured with easy-to-reach and humorous language and rhetoric. Ustadz Abdul Somad delivered his da'wah using words, signs and symbols on YouTube. He uses sentence structures with a distinctive style. Language style based on structure with a Malay accent. The material presented contains a deep meaning that can be reached by denotation and connotation. The theory used is meaning and media, namely the theory of meaning which explains in detail and detail an object with semiotic analysis, structuralism, as well as denotation and connotation. Semiotics is the study of signs in human social life, influenced by the system (or law) that applies in it. Structuralism is a semiotic explanation of the insistence that signs are fully understood only by reference to differences from other signs in a particular system or code of representation. Denotation is the actual meaning, or a phenomenon that appears with the five senses, or it can also be called a basic description. Connotations are cultural meanings that arise or can also be called meanings that arise due to cultural construction so that there is a shift, but remains attached to the symbol or sign.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43313054","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Perkembangan teknologi membuat berita terus berkembang sehingga kita dapat dengan mudah menemukan berita. Namun dalam menghasilkan berita yang sesuai dengan kaidah, diperlukan kompetensi dalam menulis. Penelitian ini membahas pemanfaatan literasi media digital dalam upaya peningkatan kompetensi menulis berita bagi mahasiswa jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi media digital dengan keterampilan menulis berita. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan hubungan antar variabel. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penulisan berita. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Populasi penelitian terdiri dari 240 siswa dengan sampel sebanyak 118 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Instrumen kuantitatif menggunakan angket literasi media dan penulisan berita, instrumen kualitatif menggunakan wawancara. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan regresi linier sederhana dan kualitatif menggunakan penyajian data, reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi media digital siswa berada pada kategori sedang sedangkan pemahaman menulis berita berada pada kategori sedang sebesar 59%. dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara variabel literasi media digital dengan kompetensi menulis berita.
{"title":"Literasi Media Digital Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Penulisan Berita","authors":"Aliasan Aliasan, Amin Sihabuddin, Neni Noviza, Manah Rasmanah","doi":"10.19109/wardah.v23i2.15205","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15205","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi membuat berita terus berkembang sehingga kita dapat dengan mudah menemukan berita. Namun dalam menghasilkan berita yang sesuai dengan kaidah, diperlukan kompetensi dalam menulis. Penelitian ini membahas pemanfaatan literasi media digital dalam upaya peningkatan kompetensi menulis berita bagi mahasiswa jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi media digital dengan keterampilan menulis berita. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan hubungan antar variabel. Sedangkan penelitian kualitatif digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penulisan berita. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Populasi penelitian terdiri dari 240 siswa dengan sampel sebanyak 118 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Instrumen kuantitatif menggunakan angket literasi media dan penulisan berita, instrumen kualitatif menggunakan wawancara. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan regresi linier sederhana dan kualitatif menggunakan penyajian data, reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi media digital siswa berada pada kategori sedang sedangkan pemahaman menulis berita berada pada kategori sedang sebesar 59%. dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara variabel literasi media digital dengan kompetensi menulis berita.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49573448","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.15093
U. Salsabila, A. Ariyanto, Ahmad Alim Wijaya, Hafidh Fadillah Aziz, Ardiyan Muhammad Syafii Ma'arif
Kemajuan teknologi di era globalisasi ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat baik di Indonesia maupun di global. Berbagai informasi dari segala penjuru dunia mudah kita dapatkan karena berkembang pesatnya dunia teknologi informasi di era globalisasi saat ini. Hal ini berhubungan dengan tujuan penelitian, yaitu menemukan pengaruh teknologi terhadap pendidikan Islam di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan datanya dikumpulkan melalui studi pustaka dari buku dn artikel ilmiah yang relevan.Dengan pendekatan ini penulis dapat menemukan bagaimana pengaruh teknologi terhadap pendidikan di era globalisasi. Pengaruh yang diteliti dalam penelitian ini antara lain perkembangan budaya masyarakat, masyarakat yang memiliki sikap hidup yang materialistik, privatisasi pendidikan, dan ketergantungan terhadap teknologi. Terdapat berbagai masalah dan tantangan yang di hadapi dunia pendidikan di era globalisasi. Pengaruh dan tantangan tersebut membawa bermacam dampak positif dan negatif. Akan tetapi, hal itu menjadikan pendidikan Islam lebih berkembang dengan adanya kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan ajaran Islam.
{"title":"Implikasi Teknologi Terhadap Pendidikan Islam di Era Globalisasi","authors":"U. Salsabila, A. Ariyanto, Ahmad Alim Wijaya, Hafidh Fadillah Aziz, Ardiyan Muhammad Syafii Ma'arif","doi":"10.19109/wardah.v23i2.15093","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15093","url":null,"abstract":"Kemajuan teknologi di era globalisasi ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat baik di Indonesia maupun di global. Berbagai informasi dari segala penjuru dunia mudah kita dapatkan karena berkembang pesatnya dunia teknologi informasi di era globalisasi saat ini. Hal ini berhubungan dengan tujuan penelitian, yaitu menemukan pengaruh teknologi terhadap pendidikan Islam di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan datanya dikumpulkan melalui studi pustaka dari buku dn artikel ilmiah yang relevan.Dengan pendekatan ini penulis dapat menemukan bagaimana pengaruh teknologi terhadap pendidikan di era globalisasi. Pengaruh yang diteliti dalam penelitian ini antara lain perkembangan budaya masyarakat, masyarakat yang memiliki sikap hidup yang materialistik, privatisasi pendidikan, dan ketergantungan terhadap teknologi. Terdapat berbagai masalah dan tantangan yang di hadapi dunia pendidikan di era globalisasi. Pengaruh dan tantangan tersebut membawa bermacam dampak positif dan negatif. Akan tetapi, hal itu menjadikan pendidikan Islam lebih berkembang dengan adanya kreativitas dan inovasi yang sesuai dengan ajaran Islam.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45972835","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.15670
Chairunnisah Putri Ayu Ningsih, Emi Puspita Dewi
Tujuan penelitian ini untuk melihat komunikasi interpersonal yang dapat mempengaruhi peningkatan motivasi belajar mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian regresi linier sederhana dengan populasi sebanyak 2759 mahasiswa dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin diperoleh 350 mahasiswa. Hasil penelitian terlihat persamaan Y = 43.361+0.341 dengan demikian komunikasi interpersonal nilainya positif sebesar 43.361. maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0.341 dalam kegiatan pembelajaran. Serta kontribusi variabel komunikasi interpersonal yakni 97% terhadap motivasi belajar mahasiswa, dengan demikian sangat penting dosen membangun hubungan interpersonal dengan mahasiswa agar motivasi dalam belajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari Perguruan Tinggi.
{"title":"Komunikasi Interpersonal dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa","authors":"Chairunnisah Putri Ayu Ningsih, Emi Puspita Dewi","doi":"10.19109/wardah.v23i2.15670","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15670","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini untuk melihat komunikasi interpersonal yang dapat mempengaruhi peningkatan motivasi belajar mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian regresi linier sederhana dengan populasi sebanyak 2759 mahasiswa dengan pengambilan sampel menggunakan rumus slovin diperoleh 350 mahasiswa. Hasil penelitian terlihat persamaan Y = 43.361+0.341 dengan demikian komunikasi interpersonal nilainya positif sebesar 43.361. maka motivasi belajar akan meningkat sebesar 0.341 dalam kegiatan pembelajaran. Serta kontribusi variabel komunikasi interpersonal yakni 97% terhadap motivasi belajar mahasiswa, dengan demikian sangat penting dosen membangun hubungan interpersonal dengan mahasiswa agar motivasi dalam belajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dari Perguruan Tinggi.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45541422","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.15690
C. Choiriyah
Kemas Azharai al-Palimbani selain sebagai seorang Ulama dan penulis, ia juga seorang Penyair. Syair syair yang ditulisnya biasanya dicantumkan pada bagian awal atau akhir dari kitab yang dikarangnya, seperti yang terdapat pada kitab Badi’ al-Zaman Fi Bayan A’qaid al-Iman.Dalam persfektif dakwah syair syair yang ia tulis pada kitab tersebut mengandung beberapa tujuan dari tujuan tujuan dakwah yaitu : tujuan hakiki dakwah, tujuan khusus dan tujuan umum dakwah.
{"title":"Syair-Syair Kemas Azhari al-Palimbani Dalam Kitabnya Badi’ al-Zaman Fi Bayan A’qaid al-Iman: Analisis Tentang Tujuan Dakwah","authors":"C. Choiriyah","doi":"10.19109/wardah.v23i2.15690","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15690","url":null,"abstract":"Kemas Azharai al-Palimbani selain sebagai seorang Ulama dan penulis, ia juga seorang Penyair. Syair syair yang ditulisnya biasanya dicantumkan pada bagian awal atau akhir dari kitab yang dikarangnya, seperti yang terdapat pada kitab Badi’ al-Zaman Fi Bayan A’qaid al-Iman.Dalam persfektif dakwah syair syair yang ia tulis pada kitab tersebut mengandung beberapa tujuan dari tujuan tujuan dakwah yaitu : tujuan hakiki dakwah, tujuan khusus dan tujuan umum dakwah.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44633938","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.7536
AR Miftah Al Farouqy, M. F. Ridla
Komunikasi menjadi kebutuhan bagi umat manusia. Perkembangan teknologi informatika juga menuntun manusia untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi dalam ranah media sosial. platform jejaring sosial sebagai media komunikasi bukan hal yang asing di era ini. Perkembangan ini menimbulkan beragam masalah dan polemik baru. Meskipun merupakan media, esensi nilai dari etika komunikasi tidak dapat dikesampingkan dalam praktiknya. Islam juga memiliki perhatian besar dalam masalah etika komunikasi. Dengan pendekatan living sunnah, hadis-hadis seputar tema komunikasi dipaparkan dan pemahaman maknanya dikontekstualkan sehingga dapat diaplikasikan dalam praktiknya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pustaka, pengumpulan data dilakukan penulis dari sumber dari kitab-kitab hadis ternama. Hadis yang digunakan, diteliti secara kritis dari jalur sanadnya dengan metode jarh wa ta’dil, kemudian peneliti juga menyebutkan hadis serupa yang dikeluarkan dari sumber yang lain. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa di antara etika komunikasi media sosial dalam perspektif hadis adalah pertama, berkata baik atau berusaha membuat konten dan komentar positif dan jika tidak mampu lebih baik menahan diri atau diam; Kedua, tidak berkata buruk atau yang mengandung unsur negatif, bullying dan pencemaran nama baik; ketiga selalu selektif dalam memilah informasi maupun bertransaksi jual beli daring dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas agar tidak terlibat dalam penyebaran hoax.
{"title":"Etika Komunikasi Media Sosial Perspektif Hadis (Kajian Living Sunnah)","authors":"AR Miftah Al Farouqy, M. F. Ridla","doi":"10.19109/wardah.v23i2.7536","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.7536","url":null,"abstract":"Komunikasi menjadi kebutuhan bagi umat manusia. Perkembangan teknologi informatika juga menuntun manusia untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi dalam ranah media sosial. platform jejaring sosial sebagai media komunikasi bukan hal yang asing di era ini. Perkembangan ini menimbulkan beragam masalah dan polemik baru. Meskipun merupakan media, esensi nilai dari etika komunikasi tidak dapat dikesampingkan dalam praktiknya. Islam juga memiliki perhatian besar dalam masalah etika komunikasi. Dengan pendekatan living sunnah, hadis-hadis seputar tema komunikasi dipaparkan dan pemahaman maknanya dikontekstualkan sehingga dapat diaplikasikan dalam praktiknya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pustaka, pengumpulan data dilakukan penulis dari sumber dari kitab-kitab hadis ternama. Hadis yang digunakan, diteliti secara kritis dari jalur sanadnya dengan metode jarh wa ta’dil, kemudian peneliti juga menyebutkan hadis serupa yang dikeluarkan dari sumber yang lain. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa di antara etika komunikasi media sosial dalam perspektif hadis adalah pertama, berkata baik atau berusaha membuat konten dan komentar positif dan jika tidak mampu lebih baik menahan diri atau diam; Kedua, tidak berkata buruk atau yang mengandung unsur negatif, bullying dan pencemaran nama baik; ketiga selalu selektif dalam memilah informasi maupun bertransaksi jual beli daring dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas agar tidak terlibat dalam penyebaran hoax.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49265458","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.15078
Januwika Ramdhani, Iskandar Iskandar, Sitti Aminah
Komunikasi Pemasaran merupakan hal yang harus dilakukkan perusahaan ataupun pengusaha, sama halnya dengan produk Ruang Selaras. Komunikasi pemasaran ruang selaras menggunakan beberapa cara yakni Advertising, Direct Marketing, dan Sales Promotion. Selain itu Ruang Selaras juga melakukan komunikasi dari yang paling dekat lewat keluarga, teman-teman, relasi yang lebih luas lainnya. Dalam komunikasi pemasaran Ruang Selaras juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan karya atau produk yang dihasilkan, hingga menemukan konsumen lewat postingan-postingan Tim Ruang Selaras di berbagai media sosial mereka. Ruang Selaras membangun Brand Image di Kota Parepare dengan mengedapankan kualitas produk yang terjaga, harga yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, serta masa produksi yang terbilang cepat untuk sebuah project yang dipercayakan kepada mereka.
{"title":"Komunikasi Pemasaran “Ruang Selaras” Dalam Membangun Brand Image Di ERA 5.0","authors":"Januwika Ramdhani, Iskandar Iskandar, Sitti Aminah","doi":"10.19109/wardah.v23i2.15078","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15078","url":null,"abstract":"Komunikasi Pemasaran merupakan hal yang harus dilakukkan perusahaan ataupun pengusaha, sama halnya dengan produk Ruang Selaras. Komunikasi pemasaran ruang selaras menggunakan beberapa cara yakni Advertising, Direct Marketing, dan Sales Promotion. Selain itu Ruang Selaras juga melakukan komunikasi dari yang paling dekat lewat keluarga, teman-teman, relasi yang lebih luas lainnya. Dalam komunikasi pemasaran Ruang Selaras juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkenalkan karya atau produk yang dihasilkan, hingga menemukan konsumen lewat postingan-postingan Tim Ruang Selaras di berbagai media sosial mereka. Ruang Selaras membangun Brand Image di Kota Parepare dengan mengedapankan kualitas produk yang terjaga, harga yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, serta masa produksi yang terbilang cepat untuk sebuah project yang dipercayakan kepada mereka.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41342931","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-12-31DOI: 10.19109/wardah.v23i2.15671
Sri Hertimi, H. Hamidah
Perkembangan informasi dan komunikasi yang berjalan sangat pesat di era globalisasi tehnologi telah mempengaruhi bidang komunikasi penyiaran islam, sedangkan pada saat ini komunikasi penyiaran islam dihadapkan pada tantangan yang harus dihadapi yaitu munculnya Society 5.0. Society 5.0 merupakan gerakan nyata terhadap perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih. Kemajuan tersebut menjadi tantangan tersediri bagi komunikasi penyiaran islam dan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan-terobosan yang paten untuk menghadapi Society 5.0. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Teknik analisis informasi/data menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan secara deduktif. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka cara atau strategi penerapan dari komunikasi penyiaran islam dalam era Society 5.0, pertama yaitu Melihat Sasaran yang harus dituju dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu, pendekatan media massa yang berbasis agama, pendekatan kelompok agama, dan pendekatan individu bisa melalui komunikasi tatap muka atau komunikasi langsung. Kedua menggunakan social media. Dalam pendekatan ini ada 2 (dua) strategi yang dapat dilakukan yaitu, Metode ceramah dan diskusi. Kata Kunci: Society 5.0; komunikasi penyiaran islam; strategi penerapan.
{"title":"Strategi Penerapan Komunikasi Penyiaran Islam di Era Society 5.0","authors":"Sri Hertimi, H. Hamidah","doi":"10.19109/wardah.v23i2.15671","DOIUrl":"https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15671","url":null,"abstract":"Perkembangan informasi dan komunikasi yang berjalan sangat pesat di era globalisasi tehnologi telah mempengaruhi bidang komunikasi penyiaran islam, sedangkan pada saat ini komunikasi penyiaran islam dihadapkan pada tantangan yang harus dihadapi yaitu munculnya Society 5.0. Society 5.0 merupakan gerakan nyata terhadap perkembangan informasi dan teknologi yang semakin canggih. Kemajuan tersebut menjadi tantangan tersediri bagi komunikasi penyiaran islam dan seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan-terobosan yang paten untuk menghadapi Society 5.0. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Teknik analisis informasi/data menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan secara deduktif. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka cara atau strategi penerapan dari komunikasi penyiaran islam dalam era Society 5.0, pertama yaitu Melihat Sasaran yang harus dituju dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu, pendekatan media massa yang berbasis agama, pendekatan kelompok agama, dan pendekatan individu bisa melalui komunikasi tatap muka atau komunikasi langsung. Kedua menggunakan social media. Dalam pendekatan ini ada 2 (dua) strategi yang dapat dilakukan yaitu, Metode ceramah dan diskusi. \u0000Kata Kunci: Society 5.0; komunikasi penyiaran islam; strategi penerapan.","PeriodicalId":31958,"journal":{"name":"Wardah","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41472049","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}