首页 > 最新文献

Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan最新文献

英文 中文
Towards an Intergenerational Worship-Based Integrative Church: The Embodiment of Reconciliative Community as the Epiphany of the Church 迈向以跨代敬拜为基础的合一教会:作为教会主显的和解社区的体现
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.582
Budianto Lim
This article presents reasons for manifesting the church as a community of reconciliation as her core identity through an intergenerational worship setting that integrates the whole body of Christ. This research is vital because chur­ches generally show internal disintegration through weekly frag­mentation in worship. Separation of generations who are sup­posedly one big family of God continues to happen based on social and psychological reasons to the extent of forgetting the universal sinfulness of humanity and their basic needs. The author elaborates on two fundamental reasons through bibli­cal-theological methods. He analyses the liturgical ecclesiology of Jean-Jacques von Allmen in the context of war and the post-war era, which influences his theological formulation about the substance of reconciliation as the epiphany of the church. Such conviction is substantiated by another biblical analysis con­cerning four terminologies used in Revelation (tribe, people, language, and nation) and literary analysis of 2 Corinthians that set reconciliation as its center. Both theological and biblical analyses provide a strong foun­da­tion for churches to integrate all of God’s people as a recon­ci­l­i­a­­tory community in the world. The author views the discussion of theological and biblical basis have not being tied to the wor­ship life of a church that needs to embrace all people through intergenerational worship. This notion would be a contribution to the Christian community in Indonesia.
本文介绍了通过整合基督全身的代际崇拜环境,将教会作为一个和解社区作为她的核心身份的原因。这项研究至关重要,因为教堂通常通过每周的礼拜分裂来显示内部的分裂。基于社会和心理原因,被视为上帝大家庭的几代人继续分离,以至于忘记了人类的普遍罪恶和他们的基本需求。作者通过圣经神学的方法阐述了两个根本原因。他在战争和战后的背景下分析了让-雅克·冯·奥尔曼的礼拜教会学,这影响了他关于作为教会顿悟的和解实质的神学表述。《启示录》中使用的四个术语(部落、人民、语言和国家)以及以和解为中心的哥林多后书的文学分析证实了这一信念。神学和圣经分析都为教会提供了强大的基础,将上帝的所有子民整合为世界上的一个社区。作者认为,对神学和圣经基础的讨论并没有与一个需要通过代际崇拜拥抱所有人的教会的世界生活联系在一起。这一理念将对印度尼西亚的基督教社区作出贡献。
{"title":"Towards an Intergenerational Worship-Based Integrative Church: The Embodiment of Reconciliative Community as the Epiphany of the Church","authors":"Budianto Lim","doi":"10.36421/veritas.v21i2.582","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.582","url":null,"abstract":"This article presents reasons for manifesting the church as a community of reconciliation as her core identity through an intergenerational worship setting that integrates the whole body of Christ. This research is vital because chur­ches generally show internal disintegration through weekly frag­mentation in worship. Separation of generations who are sup­posedly one big family of God continues to happen based on social and psychological reasons to the extent of forgetting the universal sinfulness of humanity and their basic needs. The author elaborates on two fundamental reasons through bibli­cal-theological methods. He analyses the liturgical ecclesiology of Jean-Jacques von Allmen in the context of war and the post-war era, which influences his theological formulation about the substance of reconciliation as the epiphany of the church. Such conviction is substantiated by another biblical analysis con­cerning four terminologies used in Revelation (tribe, people, language, and nation) and literary analysis of 2 Corinthians that set reconciliation as its center. Both theological and biblical analyses provide a strong foun­da­tion for churches to integrate all of God’s people as a recon­ci­l­i­a­­tory community in the world. The author views the discussion of theological and biblical basis have not being tied to the wor­ship life of a church that needs to embrace all people through intergenerational worship. This notion would be a contribution to the Christian community in Indonesia.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41862498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Transformasi Injil Dalam Ritus Ma’ dulang di Nosu Sebagai Keyakinan Bahwa Tuhan Ada dan Diresapi dalam Ciptaan-Nya 在Nosu的祈祷仪式中,福音的转变是相信上帝存在并注入了他的创造
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.38189/jtk.v2i2.331
Jumreni Tina
Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa Injil telah hadir mengubah banyak hal dalam berbagai aspek, khususnya dalam hal ritus agama. Kehadiran Injil mengubah dunia secara perlahan. Dalam beberapa kasus penginjil tiba-tiba mengubah suatu keyakinan dan ritus agama yang telah melekat dalam jiwa umat, dan menganggap bahwa ritus yang mereka lakukan sebelumnya bertentangan dengan Injil dan tidak akan memberi keselamatan bagi penganutnya, meskipun dalam perjalanannya keyakinan dan ritus tersebut sudah terbilang cukup lama. Salah satu keyakinan yang melekat dalam diri masyarakat ialah keyakinan akan Aluk to Dolo di kalangan masyarakat Nosu yang hingga saat ini masih dipegang teguh dan diwujudkan melalu sebuah ritus Ma’dulang. Penulis menggunakan metode pendekatan model sintesis yang mengkaji transformasi Injil ke dalam ritus budaya Ma’dulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritus Ma’dulang adalah konsep keliru dalam perspektif teologis, karena seharusnya manusia sadar dengan penuh bahwa Tuhan akan memberi jaminan hidup kekal dalam kerajaan surga. Injil tidak diragukan lagi kebenarannya, tidak perlu didampingi oleh ritus-ritus budaya.
很少有人认为福音书的存在会改变许多方面,尤其是宗教仪式方面。福音的存在慢慢地改变了世界。在某些情况下,传福音者突然改变了人们灵魂中固有的宗教信仰和仪式,认为他们以前的仪式与福音相冲突,不会给信徒带来救赎,尽管在信仰和仪式的过程中已经有一段时间了。社会中存在一种根深蒂固的信仰,就是对Nosu社区中的Aluk Dolo的信仰。作者使用合成模型的方法,研究福音在马杜朗文化仪式中的转变。研究结果显示,从神学角度来看,马杜朗的仪式是一个错误的概念,因为人们应该充分认识到,主会保证永远活在天国里。福音无疑是真实的,不需要伴随着文化仪式。
{"title":"Transformasi Injil Dalam Ritus Ma’ dulang di Nosu Sebagai Keyakinan Bahwa Tuhan Ada dan Diresapi dalam Ciptaan-Nya","authors":"Jumreni Tina","doi":"10.38189/jtk.v2i2.331","DOIUrl":"https://doi.org/10.38189/jtk.v2i2.331","url":null,"abstract":"Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa Injil telah hadir mengubah banyak hal dalam berbagai aspek, khususnya dalam hal ritus agama. Kehadiran Injil mengubah dunia secara perlahan. Dalam beberapa kasus penginjil tiba-tiba mengubah suatu keyakinan dan ritus agama yang telah melekat dalam jiwa umat, dan menganggap bahwa ritus yang mereka lakukan sebelumnya bertentangan dengan Injil dan tidak akan memberi keselamatan bagi penganutnya, meskipun dalam perjalanannya keyakinan dan ritus tersebut sudah terbilang cukup lama. Salah satu keyakinan yang melekat dalam diri masyarakat ialah keyakinan akan Aluk to Dolo di kalangan masyarakat Nosu yang hingga saat ini masih dipegang teguh dan diwujudkan melalu sebuah ritus Ma’dulang. Penulis menggunakan metode pendekatan model sintesis yang mengkaji transformasi Injil ke dalam ritus budaya Ma’dulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ritus Ma’dulang adalah konsep keliru dalam perspektif teologis, karena seharusnya manusia sadar dengan penuh bahwa Tuhan akan memberi jaminan hidup kekal dalam kerajaan surga. Injil tidak diragukan lagi kebenarannya, tidak perlu didampingi oleh ritus-ritus budaya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87908128","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kajian Pandangan Martin Luther tentang Sinergi antara Gereja, Sekolah dan Keluarga dalam Pendidikan iman Anak di masa Pascapandemi 回顾马丁·路德关于教会、学校和家庭在后期儿童信仰教育方面的协同作用的观点
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.638
Y. Setia
Pendidikan iman bagi anak sangat penting. Berbagai upaya telah dilakukan oleh gereja, sekolah Kristen, dan rumah atau keluarga untuk memberikan pendidikan iman kepada anak. Namun, di masa pandemi banyak hal yang berubah, termasuk bagaimana pendidikan iman bagi anak dilakukan oleh setiap lembaga tersebut. Dalam artikel ini, penulis ingin mengkaji pandangan Martin Luther, khusunya mengenai sinergi antara gereja, sekolah dan keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan iman. Semasa hidupnya, Luther juga mengalami pandemi yang sering dikenal dengan Black Death, yang menyebar di Eropa pada abad ke-14 hingga ke-17. Luther melihat kondisi pendidikan iman bagi anak-anak sangat jauh dari ideal. Kondisi gereja, sekolah dan keluarga ternyata sangat memprihatinkan terlihat dari rendahnya kualitas iman jemaat. Pada akhirnya, Luther banyak memberikan pandangannya melalui khotbah, surat, dan tulisan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang akan memaparkan dan menelaah pandangan Luther mengenai peran gereja, sekolah dan keluarga, serta sinergi yang harus dilakukan. Setelah itu penulis akan mengkontekstualisasikan hasil penelitian ini pada konteks pascapandemi dan memberikan saran konstruktif apa yang bisa dilakukan oleh ketiga lembaga tersebut dalam mendidik iman anak. Kesimpulannya, sinergi antara gereja, sekolah dan keluarga untuk mendidik iman anak sangatlah penting. Anak mendapatkan pendidikan iman yang holistik jika ketiga lembaga pendidikan tersebut bekerja sama dalam menjalankan perannya.
儿童的信仰教育至关重要。教会、基督教学校、家庭或家庭为教育儿童提供信仰教育作出了努力。然而,在大流行期间,许多事情都发生了变化,包括每个机构对儿童的信仰教育是如何进行的。在这篇文章中,作者想要回顾马丁路德的观点,他主要是关于教会、学校和家庭在进行信仰教育方面的协同作用。路德在世时也经历了臭名昭著的黑死病大流行,这种病在14世纪至17世纪在欧洲蔓延。路德认为儿童的信仰教育条件远非理想。教会、学校和家庭的状况可以从教会信仰的质量低下中看出来,这是令人担忧的。最后,路德通过布道、信件和其他著作发表了很多观点。本研究采用图书馆研究方法,阐明和研究路德对教会、学校和家庭角色以及协同作用的看法。之后,作者将将这项研究的结果与后期的背景相关联,并就这三个机构在培养儿童信仰方面所能做的事情提出建设性的建议。最后,教会、学校和家庭为教育孩子的信仰而进行的协同作用是至关重要的。如果这三个机构共同努力,孩子就能获得全面的信仰教育。
{"title":"Kajian Pandangan Martin Luther tentang Sinergi antara Gereja, Sekolah dan Keluarga dalam Pendidikan iman Anak di masa Pascapandemi","authors":"Y. Setia","doi":"10.36421/veritas.v21i2.638","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.638","url":null,"abstract":"Pendidikan iman bagi anak sangat penting. Berbagai upaya telah dilakukan oleh gereja, sekolah Kristen, dan rumah atau keluarga untuk memberikan pendidikan iman kepada anak. Namun, di masa pandemi banyak hal yang berubah, termasuk bagaimana pendidikan iman bagi anak dilakukan oleh setiap lembaga tersebut. Dalam artikel ini, penulis ingin mengkaji pandangan Martin Luther, khusunya mengenai sinergi antara gereja, sekolah dan keluarga dalam menyelenggarakan pendidikan iman. Semasa hidupnya, Luther juga mengalami pandemi yang sering dikenal dengan Black Death, yang menyebar di Eropa pada abad ke-14 hingga ke-17. Luther melihat kondisi pendidikan iman bagi anak-anak sangat jauh dari ideal. Kondisi gereja, sekolah dan keluarga ternyata sangat memprihatinkan terlihat dari rendahnya kualitas iman jemaat. Pada akhirnya, Luther banyak memberikan pandangannya melalui khotbah, surat, dan tulisan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang akan memaparkan dan menelaah pandangan Luther mengenai peran gereja, sekolah dan keluarga, serta sinergi yang harus dilakukan. Setelah itu penulis akan mengkontekstualisasikan hasil penelitian ini pada konteks pascapandemi dan memberikan saran konstruktif apa yang bisa dilakukan oleh ketiga lembaga tersebut dalam mendidik iman anak. Kesimpulannya, sinergi antara gereja, sekolah dan keluarga untuk mendidik iman anak sangatlah penting. Anak mendapatkan pendidikan iman yang holistik jika ketiga lembaga pendidikan tersebut bekerja sama dalam menjalankan perannya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46616868","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Gereja Cyber-Net: Sebuah Usulan Gagasan terhadap Natur Gereja pada Revolusi Industri 4.0 dan Pascapandemi COVID-19 Cyber-Net Church:对教会性质对工业革命4.0和Passcapandemi新冠肺炎的影响
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.628
Adrianus Yosia
Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama dua tahun belakangan ini membawa perubahan signifikan di dalam masyarakat. Perubahan besar ini adalah pembiasaan digi­talisasi dan penggunaan teknologi daring di dalam kehidupan. Dengan demikian, peng­gunaan gawai ataupun teknologi lainnya menjadi semakin meningkat. Gereja, sebagai kum­pulan umat Allah, tentu tidak lepas dari konteks tersebut, sebab Ia sudah berkomunitas dalam jaringan sekaligus terbiasa dalam penggunaan gawai di dalam kesehariannya. Maka, penelitian ini mengusulkan gagasan Gereja Cyber-Net sebagai sebuah realitas ontologis dari komunitas umat Allah yang bergumul terkhusus dalam konteks Indonesia. Melalui pendekatan teologi kons­truktif, penelitian ini menggabungkan ide-ide dari teologi jaringan (ala Heidi Campbell dan Stephen Garner) dan teologi cyborg (ala Ilia Delio) sebagai partner dialog guna men­jelaskan realitas tersebut. Ada tiga gagasan utama dari tulisan ini: (1) gereja Cyber-Net sebagai suatu ruang ketiga yang dapat melampaui natur gereja analog-digital; (2) gereja Cyber-Net sebagai bagian dari konteks­tualisasi gereja pada masa kini; dan (3) gereja Cyber-Net sebagai suatu ruang perantara untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menyambut realitas virtual yang diantisipasi berikutnya.
过去两年席卷印尼的COVID-19大流行给社区带来了重大变化。这些巨大的变化是数字化化和网络技术在生活中的使用。因此,对天然气或其他技术的滥用正在增加。教会,作为上帝的子民的库姆,当然不会脱离这种情况,因为它已经成为一个社区,已经习惯了日常使用栅栏。因此,这项研究提出了网络网络教会的想法,认为它是上帝挣扎的子民群体在印度尼西亚的具体情况下的一个本体性现实。通过一致性神学的方法,这项研究将网络神学(海蒂·坎贝尔和斯蒂芬·加纳)和半机械人神学(阿拉亚·德利罗)的想法结合起来,作为对话伙伴来解释现实。这篇文章有三个主要的思想:(1)网络教会是第三个房间,可以超越教会的数字字谜游戏规则;(2)网络教会是现代教会的一部分;以及(3)网络教会作为一个中间空间,为印尼人民准备迎接虚拟现实的下一个预期。
{"title":"Gereja Cyber-Net: Sebuah Usulan Gagasan terhadap Natur Gereja pada Revolusi Industri 4.0 dan Pascapandemi COVID-19","authors":"Adrianus Yosia","doi":"10.36421/veritas.v21i2.628","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.628","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama dua tahun belakangan ini membawa perubahan signifikan di dalam masyarakat. Perubahan besar ini adalah pembiasaan digi­talisasi dan penggunaan teknologi daring di dalam kehidupan. Dengan demikian, peng­gunaan gawai ataupun teknologi lainnya menjadi semakin meningkat. Gereja, sebagai kum­pulan umat Allah, tentu tidak lepas dari konteks tersebut, sebab Ia sudah berkomunitas dalam jaringan sekaligus terbiasa dalam penggunaan gawai di dalam kesehariannya. Maka, penelitian ini mengusulkan gagasan Gereja Cyber-Net sebagai sebuah realitas ontologis dari komunitas umat Allah yang bergumul terkhusus dalam konteks Indonesia. Melalui pendekatan teologi kons­truktif, penelitian ini menggabungkan ide-ide dari teologi jaringan (ala Heidi Campbell dan Stephen Garner) dan teologi cyborg (ala Ilia Delio) sebagai partner dialog guna men­jelaskan realitas tersebut. Ada tiga gagasan utama dari tulisan ini: (1) gereja Cyber-Net sebagai suatu ruang ketiga yang dapat melampaui natur gereja analog-digital; (2) gereja Cyber-Net sebagai bagian dari konteks­tualisasi gereja pada masa kini; dan (3) gereja Cyber-Net sebagai suatu ruang perantara untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menyambut realitas virtual yang diantisipasi berikutnya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47508611","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Aging Church: An Ecclesiological Construction Based on the Theology of Aging 老龄化教会:基于老龄化神学的教会建构
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.570
Eunike Alvonciani
This article proposes the concept of an aging church as an ecclesiological construction that is based on the theology of aging. It begins with a concern about the tendency of the church to measure its “success” through its productivity, hence forgetting to reflect upon its dependence on God. Using lit­er­ature analysis and constructive methods, this article combines the aging theology from Autumn Ridenour, Kevin Barnard, and several other theologians with the ecclesiology of John Zizioulas and Michael Jinkins. Analysis of aging theology and ecclesiology are used as the basis for constructing the “aging church”. The thesis of this article is that the church that is aware of its aging also realizes its relational identity in God which can be lived through appreciation of its passive agency in balance with its active agency, as it should be in an aging individual person. The aging church does not specifically refer to the age of the church, but to the relationship with God which invites the church to embrace the past through re­pen­tance, realize its relational identity in the present, and renew itself with an eschatological orientation toward the future. Finally, eschatological hope in the passive role of the church of this kind helps the church to see its movements during a pandemic, even a post-pandemic stage so that they are not trapped in non-essential productivity.
本文提出了老龄化教会的概念,这是一种基于老龄化神学的教会建构。它首先关注的是教会倾向于通过它的生产力来衡量它的“成功”,从而忘记了它对上帝的依赖。本文采用自然分析和建设性的方法,将Autumn Ridenour, Kevin Barnard和其他几位神学家的老化神学与John Zizioulas和Michael Jinkins的教会学结合起来。对老龄化神学和教会学的分析是构建“老龄化教会”的依据。这篇文章的论点是,教会意识到它的衰老,也意识到它在上帝中的关系身份,这可以通过欣赏它的被动代理与主动代理的平衡来实现,就像它应该在一个衰老的个人身上一样。老化的教会并不是特别指教会的年龄,而是指与神的关系,它邀请教会通过悔改来拥抱过去,实现其在现在的关系身份,并以末世的方向来更新自己。最后,教会在这种被动角色中的末世论希望有助于教会在大流行期间,甚至在大流行后阶段看到自己的运动,这样他们就不会被非必要的生产力所困。
{"title":"The Aging Church: An Ecclesiological Construction Based on the Theology of Aging","authors":"Eunike Alvonciani","doi":"10.36421/veritas.v21i2.570","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.570","url":null,"abstract":"This article proposes the concept of an aging church as an ecclesiological construction that is based on the theology of aging. It begins with a concern about the tendency of the church to measure its “success” through its productivity, hence forgetting to reflect upon its dependence on God. Using lit­er­ature analysis and constructive methods, this article combines the aging theology from Autumn Ridenour, Kevin Barnard, and several other theologians with the ecclesiology of John Zizioulas and Michael Jinkins. Analysis of aging theology and ecclesiology are used as the basis for constructing the “aging church”. The thesis of this article is that the church that is aware of its aging also realizes its relational identity in God which can be lived through appreciation of its passive agency in balance with its active agency, as it should be in an aging individual person. The aging church does not specifically refer to the age of the church, but to the relationship with God which invites the church to embrace the past through re­pen­tance, realize its relational identity in the present, and renew itself with an eschatological orientation toward the future. Finally, eschatological hope in the passive role of the church of this kind helps the church to see its movements during a pandemic, even a post-pandemic stage so that they are not trapped in non-essential productivity.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43710712","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Studi Eksegesis Amanat Agung dalam Matius 28:19-20 研究马太福音28:19-20中伟大使命的注释
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.38189/jtk.v2i2.157
Victorius Wau
Amanat Agung merupakan pesan terakhir yang Yesus berikan kepada para murid sebelum kenaikan-Nya ke sorga. Amanat Agung adalah perintah yang bersifat mutlak harus dikerjakan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Amanat Agung (The Great Commission) menjadi landasan untuk kegiatan pekabaran Injil. Tujuan dari kegiatan Amanat Agung adalah mengabarkan bahwa keselamatan telah disediakan di dalam Yesus sehingga keselamatan yang merupakan anugerah kasih Bapa dapat dirasakan oleh semua orang yang memberi respon dan menjadi percaya.  Penelitian ini menggunakan metode eksegesis untuk menemukan arti teks berdasarkan pengggalian bahasa asli sehingga dapat dimengerti dengan benar dan mampu menarik kesimpulkan berdasarkan kebenaran. Tujuan utama dari Amanat Agung adalah “menjadikan semua bangsa murid Kristus”. Proses menjadikan murid dimulai dengan pengutusan, diikuti dengan baptisan dan pengajaran. Frasa “menjadikan semua bangsa murid” memiliki arti menjadikan semua orang non-Yahudi atau orang-orang yang belum mengenal Allah, orang kafir atau orang di luar Israel, menjadi pengikut Kristus. Tuhan Allah menghendaki supaya semua bangsa menjadi murid-Nya. Pemuridan membutuhkan suatu ketaatan sehingga menghasilkan pelipatgandaan atau terjadi multiplikasi murid-murid yang taat pula. Gereja atau setiap orang percaya harus menyadari tugas ini (marturia) sebagai tugas utama yang harus dikerjakan. Gereja tidak boleh menjadikan penginjilan hanya sebatas tema khotbah atau retorika belaka, bukan hanya sekedar ditulis di kotak persembahan atau bahkan hanya sekedar dipelajari melalui seminar atau bahan diskusi.  Penginjilan harus dilakukan segera dan menjadi gaya hidup orang percaya. Artinya, penginjilan harus dikerjakan setiap saat, dimana pun dan kapan pun. Ketika orang percaya tidak menginjil, maka itu membuktikan bahwa orang percaya tidak peduli akan keselamatan orang lain.  Ketika tidak peduli dengan keselamatan orang lain maka dalam hal ini gereja berdosa, berdosa karena tidak taat terhadap perintah Tuhan.
这一崇高的使命是耶稣在升天之前给门徒的最后的信息。大使命是绝对的命令,每一个相信基督的人都必须执行。大委员会成为福音扩展活动的基础。这项光荣使命的目的是要宣告,耶稣已经在他里面预备了救恩,使所有响应并相信的人都能感受到父的爱的救恩。本研究采用注释方法,根据原文的学习方法,找出原文的意思,使其能够正确理解,并能够在真理的基础上得出结论。这一重大使命的最终目的是“使所有国家成为基督的门徒”。使门徒的过程从任务开始,然后是洗礼和教导。“使万民作门徒”一词的意思是使所有不认识神、外邦人或外邦人成为基督的信徒。主耶和华的旨意是叫万民作他的门徒。门徒必须服从命令,才能使服从的门徒多结果倍或多结果倍。教会或每一个信徒都必须意识到这个任务(marturia)是一个主要的任务。教会不应将传福音仅仅局限于讲道或修辞的主题,而不仅仅是写在供品框上,甚至仅仅是通过研讨会或讨论材料来学习。传福音必须迅速成为信徒的生活方式。这意味着传福音必须在任何时候、任何地点、任何时间进行。当信徒不传福音的时候,这就证明信徒不关心别人的救恩。教会若不顾别人的救恩,就犯了罪,就是违背耶和华诫命的罪。
{"title":"Studi Eksegesis Amanat Agung dalam Matius 28:19-20","authors":"Victorius Wau","doi":"10.38189/jtk.v2i2.157","DOIUrl":"https://doi.org/10.38189/jtk.v2i2.157","url":null,"abstract":"Amanat Agung merupakan pesan terakhir yang Yesus berikan kepada para murid sebelum kenaikan-Nya ke sorga. Amanat Agung adalah perintah yang bersifat mutlak harus dikerjakan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Amanat Agung (The Great Commission) menjadi landasan untuk kegiatan pekabaran Injil. Tujuan dari kegiatan Amanat Agung adalah mengabarkan bahwa keselamatan telah disediakan di dalam Yesus sehingga keselamatan yang merupakan anugerah kasih Bapa dapat dirasakan oleh semua orang yang memberi respon dan menjadi percaya.  Penelitian ini menggunakan metode eksegesis untuk menemukan arti teks berdasarkan pengggalian bahasa asli sehingga dapat dimengerti dengan benar dan mampu menarik kesimpulkan berdasarkan kebenaran. Tujuan utama dari Amanat Agung adalah “menjadikan semua bangsa murid Kristus”. Proses menjadikan murid dimulai dengan pengutusan, diikuti dengan baptisan dan pengajaran. Frasa “menjadikan semua bangsa murid” memiliki arti menjadikan semua orang non-Yahudi atau orang-orang yang belum mengenal Allah, orang kafir atau orang di luar Israel, menjadi pengikut Kristus. Tuhan Allah menghendaki supaya semua bangsa menjadi murid-Nya. Pemuridan membutuhkan suatu ketaatan sehingga menghasilkan pelipatgandaan atau terjadi multiplikasi murid-murid yang taat pula. Gereja atau setiap orang percaya harus menyadari tugas ini (marturia) sebagai tugas utama yang harus dikerjakan. Gereja tidak boleh menjadikan penginjilan hanya sebatas tema khotbah atau retorika belaka, bukan hanya sekedar ditulis di kotak persembahan atau bahkan hanya sekedar dipelajari melalui seminar atau bahan diskusi.  Penginjilan harus dilakukan segera dan menjadi gaya hidup orang percaya. Artinya, penginjilan harus dikerjakan setiap saat, dimana pun dan kapan pun. Ketika orang percaya tidak menginjil, maka itu membuktikan bahwa orang percaya tidak peduli akan keselamatan orang lain.  Ketika tidak peduli dengan keselamatan orang lain maka dalam hal ini gereja berdosa, berdosa karena tidak taat terhadap perintah Tuhan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"76 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76037166","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
(Re) imagining the Problem of Racism: An Evangelical Response to Racism 《想象种族主义问题:福音派对种族主义的回应
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.600
Hendra Winarjo
This article aims to re-imagine and offer an evan­ge­lical response to the problem of racism that is not di­choto­mous, but holistic, where racism is understood both as an individual and structural sin, leading to a balance between racial reconciliation and racial justice that needs to be con­sistent­ly practiced. This research indicates that evangelicals generally do not yet have a holistic imagination to understand racism. Hence efforts to fight this persisting problem are still one-sidedly inclined toward racial reconciliation. For this purpose, this article begins by analyzing the common yet problematic understanding and response by some evangelicals who emphasize racism as only an individual sin and racial reconciliation as a solution. The next step is to describe the importance of imagination, namely the capacity to con­cept­u­al­ize the problem of racism in its entirety by involving sensitivity to racist situations, interpretation of Scripture with virtues, and introspection of our position toward racism—all of which are used to understand the dual nature of racism and response against it. In the end, as I demonstrate that racism is both an individual and structural sin, evangelical churches thus need to strike a balance between racial reconciliation and racial justice if they want to handle the problem of racism well.
这篇文章旨在重新想象并提供一种对种族主义问题的即时回应,这种回应不是单方面的,而是全面的,种族主义被理解为一种个人和结构性的罪恶,从而在种族和解和种族正义之间取得平衡,这需要持续实践。这项研究表明,福音派教徒通常还没有全面的想象力来理解种族主义。因此,解决这一持续存在的问题的努力仍然片面地倾向于种族和解。为此,本文首先分析了一些福音派教徒的共同但有问题的理解和反应,他们强调种族主义只是个人的罪过,种族和解是一种解决方案。下一步是描述想象力的重要性,即通过对种族主义情况的敏感性、对《圣经》的美德解读以及对我们对种族主义立场的反思来理解种族主义问题的整体能力——所有这些都被用来理解种族主义的双重性和对种族主义的回应,正如我所证明的那样,种族主义既是一种个人的罪恶,也是一种结构性的罪恶,因此,如果福音派教会想很好地处理种族主义问题,就需要在种族和解和种族正义之间取得平衡。
{"title":"(Re) imagining the Problem of Racism: An Evangelical Response to Racism","authors":"Hendra Winarjo","doi":"10.36421/veritas.v21i2.600","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.600","url":null,"abstract":"This article aims to re-imagine and offer an evan­ge­lical response to the problem of racism that is not di­choto­mous, but holistic, where racism is understood both as an individual and structural sin, leading to a balance between racial reconciliation and racial justice that needs to be con­sistent­ly practiced. This research indicates that evangelicals generally do not yet have a holistic imagination to understand racism. Hence efforts to fight this persisting problem are still one-sidedly inclined toward racial reconciliation. For this purpose, this article begins by analyzing the common yet problematic understanding and response by some evangelicals who emphasize racism as only an individual sin and racial reconciliation as a solution. The next step is to describe the importance of imagination, namely the capacity to con­cept­u­al­ize the problem of racism in its entirety by involving sensitivity to racist situations, interpretation of Scripture with virtues, and introspection of our position toward racism—all of which are used to understand the dual nature of racism and response against it. In the end, as I demonstrate that racism is both an individual and structural sin, evangelical churches thus need to strike a balance between racial reconciliation and racial justice if they want to handle the problem of racism well.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41996244","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Implementasi Doktrin Sola Gratia dalam Menuntaskan Amanat Agung 索拉·格拉蒂亚学说的实施完成了光荣的使命
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.47543/efata.v9i1.94
Andreas Sese Sunarko
Amanat Agung adalah perintah yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid-muridNya sebelum DIA naik ke sorga dan sekarang menjadi tugas orang- orang percaya. Amanat Agung ini merupakan hal yang urgent untuk dilakukan karena menyangkut keselamatan manusia.  Essensi dari Amanat Agung adalah menyampaikan berita keselamatan yang bersumber pada Anugerah Allah (Sola Gratia), hal inilah yang menjadi pembeda dari sumber keselamatan lainnya.  Melalui artikel ini penulis ingin menyampaikan implementasi doktrin Sola Gratia dalam menuntaskan Amanat Agung. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library riset  yang menggunakan berbagai sumber -sumber diantaranya  buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan artikel ini.  Penulis akhirnya menemukan kesimpulan bahwa cara yang efektif untuk menuntaskan Amanat Agung itu adalah menyampaikan Injil yang merupakan anugerah Allah (Sola Grattia)  bagi  manusia yang di berikan lewat korban penebusan Tuhan Yesus Kristus, bukan karena usaha manusia semata.
最大的使命是主耶稣在升天前给他的门徒的命令,现在是信徒的责任。这项崇高的使命是一项紧急的任务,因为它涉及到人类的安全。大使命的散文是把救恩的信息传达给神的恩典(索拉·格拉蒂亚),这就把救恩的信息从其他拯救来源区分开来。通过这篇文章,作者希望传达索拉·格拉蒂亚的教义的执行,以完成这一伟大使命。作者使用的方法是一种定性的描述性的方法,这种方法使用了与本文相关的书籍和期刊文章之间的各种资源。作者最终得出的结论是,完成这一伟大使命的有效方法是将上帝的礼物(索拉·格拉蒂亚)传给人类,这是通过主耶稣基督的救赎牺牲所给予的人,而不是仅仅通过人类的努力。
{"title":"Implementasi Doktrin Sola Gratia dalam Menuntaskan Amanat Agung","authors":"Andreas Sese Sunarko","doi":"10.47543/efata.v9i1.94","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.94","url":null,"abstract":"Amanat Agung adalah perintah yang diberikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid-muridNya sebelum DIA naik ke sorga dan sekarang menjadi tugas orang- orang percaya. Amanat Agung ini merupakan hal yang urgent untuk dilakukan karena menyangkut keselamatan manusia.  Essensi dari Amanat Agung adalah menyampaikan berita keselamatan yang bersumber pada Anugerah Allah (Sola Gratia), hal inilah yang menjadi pembeda dari sumber keselamatan lainnya.  Melalui artikel ini penulis ingin menyampaikan implementasi doktrin Sola Gratia dalam menuntaskan Amanat Agung. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library riset  yang menggunakan berbagai sumber -sumber diantaranya  buku-buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan artikel ini.  Penulis akhirnya menemukan kesimpulan bahwa cara yang efektif untuk menuntaskan Amanat Agung itu adalah menyampaikan Injil yang merupakan anugerah Allah (Sola Grattia)  bagi  manusia yang di berikan lewat korban penebusan Tuhan Yesus Kristus, bukan karena usaha manusia semata.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86545616","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Surviving Church: Kairos and Eschatology in Paul Tillich and Raimon Panikkar and Postpandemic Ecclesiology 幸存的教会:保罗·蒂利希和雷蒙·帕尼克卡尔的凯洛斯和末世论以及大流行后的教会学
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.609
Nindyo Sasongko
This research investigates the relationship between the biblical notion of kairos, eschatology, and ecclesiology amid the struggle for survival in the postpandemic life. Drawing upon Paul Tillich and Raimon Panikkar, this article sketches a postpandemic ecclesiology called “kairotic ecclesiology.” The church must understand that it exists as a community that participates in, loves, and transforms life. Because of its indissoluble relation to history and reality, a kairotic community loves and defends life. This kairotic ecclesiology is an ontological search for the church to say “Yes” to life and “No” to death. Firstly, this article sketches kairos in Tillich and Panikkar. Then, this article sketches what I call the ecclesiology of survival, an ecclesiology characterized by resilience, interrelation, and irruption. Finally, I shall draw ethical implications for postpandemic churches.
本研究调查了在疫情后的生存斗争中,圣经中的凯罗斯、末世论和教会学之间的关系。这篇文章借鉴了Paul Tillich和Raimon Panikkar的观点,描绘了一种被称为“kairocic教会学”的疫情后教会学。教会必须明白,它是作为一个参与、热爱和改变生活的社区而存在的。由于其与历史和现实的不可分割的关系,一个爱生命、捍卫生命的群体。这种开元教会学是对教会对生说“是”,对死说“否”的本体论探索。本文首先对提利希和帕尼卡尔的凯罗斯进行了勾勒。然后,这篇文章概述了我所说的生存教会学,一种以韧性、相互关系和爆发为特征的教会学。最后,我将对新冠疫情后的教会提出伦理启示。
{"title":"The Surviving Church: Kairos and Eschatology in Paul Tillich and Raimon Panikkar and Postpandemic Ecclesiology","authors":"Nindyo Sasongko","doi":"10.36421/veritas.v21i2.609","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.609","url":null,"abstract":"This research investigates the relationship between the biblical notion of kairos, eschatology, and ecclesiology amid the struggle for survival in the postpandemic life. Drawing upon Paul Tillich and Raimon Panikkar, this article sketches a postpandemic ecclesiology called “kairotic ecclesiology.” The church must understand that it exists as a community that participates in, loves, and transforms life. Because of its indissoluble relation to history and reality, a kairotic community loves and defends life. This kairotic ecclesiology is an ontological search for the church to say “Yes” to life and “No” to death. Firstly, this article sketches kairos in Tillich and Panikkar. Then, this article sketches what I call the ecclesiology of survival, an ecclesiology characterized by resilience, interrelation, and irruption. Finally, I shall draw ethical implications for postpandemic churches.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46721620","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Analytic Ecclesiology: The Paradox of the Unity of the Church 分析教会学:教会合一的悖论
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.575
Devina Benlin Oswan
Analytic Ecclesiology is a new branch within the enter­prise of Analytic Theology. The “analytic” part of the name refers to the analytic method employed to explicate the core claims of Christian theology using the tools of analytic philosophy. In the case of Eccle­siology, the concept of ecclesiastical unity demands cla­rification. The question is not why or how a collection of indi­viduals is united but in what sense they are one. The Scriptural answer to the former is that Christ is the head of the Church. It is the latter that Analytic Ecclesiology is committed to answering. Joshua Cockayne’s work, which focuses on the social ontology and group agency of the Church, has shed some light on the issue. He invites philosophers and theologians in the analytic tradition to think about Ecclesiology analytically. That is my aim in this paper. I hope to expand the discussion on Analytic Ecclesiology, not by building on Cockayne’s work, but rather by taking a step back and arguing that the issue of the unity of the Church must be discussed from the perspective of identity rather than, contra Cockayne, from the perspective of group agency. To achieve this, I shall first assess Cockayne’s account and offer my criticism. Then, drawing insights from Peter Unger’s article “Problem of the Many,” I dis­cuss the paradox of the unity of the Church and conclude that relative identity theory best solves the paradox of the unity of the Church.
分析教会学是分析神学事业中的一个新分支。名称中的“分析”部分是指使用分析哲学的工具来解释基督教神学的核心主张的分析方法。在教会生物学的情况下,教会统一的概念需要分类。问题不在于一群人为什么或如何团结起来,而是在什么意义上他们是一体的。圣经对前者的回答是,基督是教会的元首。分析教会学致力于回答的正是后者。乔舒亚·科凯恩(Joshua Cockayne)的研究重点是教会的社会本体论和群体代理,他的研究对这个问题提供了一些启示。他邀请分析传统的哲学家和神学家分析性地思考教会学。这就是我写这篇论文的目的。我希望扩大对分析教会学的讨论,不是建立在柯凯因的作品上,而是退一步,论证教会的统一问题必须从身份的角度来讨论,而不是从群体代理的角度来讨论,这与柯凯因的观点相反。要做到这一点,我将首先评估考凯恩的描述并提出我的批评。然后,从彼得·昂格尔的文章“许多人的问题”中汲取见解,我讨论了教会统一的悖论,并得出结论,相对认同理论最好地解决了教会统一的悖论。
{"title":"Analytic Ecclesiology: The Paradox of the Unity of the Church","authors":"Devina Benlin Oswan","doi":"10.36421/veritas.v21i2.575","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.575","url":null,"abstract":"Analytic Ecclesiology is a new branch within the enter­prise of Analytic Theology. The “analytic” part of the name refers to the analytic method employed to explicate the core claims of Christian theology using the tools of analytic philosophy. In the case of Eccle­siology, the concept of ecclesiastical unity demands cla­rification. The question is not why or how a collection of indi­viduals is united but in what sense they are one. The Scriptural answer to the former is that Christ is the head of the Church. It is the latter that Analytic Ecclesiology is committed to answering. Joshua Cockayne’s work, which focuses on the social ontology and group agency of the Church, has shed some light on the issue. He invites philosophers and theologians in the analytic tradition to think about Ecclesiology analytically. That is my aim in this paper. I hope to expand the discussion on Analytic Ecclesiology, not by building on Cockayne’s work, but rather by taking a step back and arguing that the issue of the unity of the Church must be discussed from the perspective of identity rather than, contra Cockayne, from the perspective of group agency. To achieve this, I shall first assess Cockayne’s account and offer my criticism. Then, drawing insights from Peter Unger’s article “Problem of the Many,” I dis­cuss the paradox of the unity of the Church and conclude that relative identity theory best solves the paradox of the unity of the Church.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42825872","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1