首页 > 最新文献

Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan最新文献

英文 中文
Kontekstualisasi menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 根据使徒行传17:16-34的上下文记载
Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.227
I. Setiawan, Reagen Petrus Banea
Pelaksanaan kontekstualisasi tidak semudah yang dibayangkan, karena manusia adalah makhluk sosial yang terdiri dari adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda-beda, maka sangatlah penting untuk mengerti dan memahami perlunya kontekstual dalam melakukan pemberitaan injil. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana kontekstualisasi dapat menolong orang percaya dalam melakukan penginjilan di tengah-tengah keberagaman budaya dan adat istiadat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi adalah suatu tindakan sebagai refleksi dari setiap orang percaya kepada Tuhan, berupaya untuk menjelaskan iman kristen dalam konteks ruang dan waktu tertentu. Menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 menjelaskan beberapa hal mengenai kontekstualisasi yang Paulus lakukan, yaitu kontekstualisasi lahir dari hati yang terbeban. Kontekstualisasi dilakukan dengan  cara bertukar pikiran, memuji budaya orang Atena dan memberitakan tentang Injil Yesus Kristus. Dan dampak dari kontekstualisasi yaitu: dampak positifnya adalah orang menjadi percaya dan dampak negatifnya adalah pemberita injil dapat mengalami penolakan.
统一的执行并不像人们想象的那么容易,因为人类是由不同文化和文化组成的社会生物,所以理解和理解传播福音的上下文需要是非常重要的。本研究的目的是看看上下文化能在文化多样性和习俗中帮助信徒传福音到什么程度。在本研究中,作者采用描述性质的研究方法。研究结果表明,语境化是对每一个相信主的人的反思,试图在特定的时间和空间中解释基督教信仰的行为。根据使徒行传17:16-34,保罗所做的一些事情,就是心里充满了包袱。语境是通过推理、赞美雅典文化和宣扬耶稣基督的福音来完成的。语境化的影响是:信徒是积极的,负面的影响是传福音的人可以经历拒绝。
{"title":"Kontekstualisasi menurut Kisah Para Rasul 17:16-34","authors":"I. Setiawan, Reagen Petrus Banea","doi":"10.51828/td.v12i2.227","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.227","url":null,"abstract":"Pelaksanaan kontekstualisasi tidak semudah yang dibayangkan, karena manusia adalah makhluk sosial yang terdiri dari adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda-beda, maka sangatlah penting untuk mengerti dan memahami perlunya kontekstual dalam melakukan pemberitaan injil. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana kontekstualisasi dapat menolong orang percaya dalam melakukan penginjilan di tengah-tengah keberagaman budaya dan adat istiadat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kontekstualisasi adalah suatu tindakan sebagai refleksi dari setiap orang percaya kepada Tuhan, berupaya untuk menjelaskan iman kristen dalam konteks ruang dan waktu tertentu. Menurut Kisah Para Rasul 17:16-34 menjelaskan beberapa hal mengenai kontekstualisasi yang Paulus lakukan, yaitu kontekstualisasi lahir dari hati yang terbeban. Kontekstualisasi dilakukan dengan  cara bertukar pikiran, memuji budaya orang Atena dan memberitakan tentang Injil Yesus Kristus. Dan dampak dari kontekstualisasi yaitu: dampak positifnya adalah orang menjadi percaya dan dampak negatifnya adalah pemberita injil dapat mengalami penolakan.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"28 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81345046","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Kota-kota perlindungan dalam kitab Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34 约书亚记20:1-9和民数记35:9-34中提到的逃城
Pub Date : 2023-06-30 DOI: 10.51828/td.v12i2.222
Aeron Frior Sihombing, Barnabas Ludji, P. Surbakti
Masalah dalam penelitian ini adalah mengenai kota-kota perlindungan dalam Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34. Topik yang sama mengenai kota perlindungan, namun memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian ini akan membandingkan persamaan dan perbedaan antara kota-kota perlindungan menurut Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34 dan memaparkan relevansinya dengan orang percaya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis kritis, melalui kritik redaksi, kritik sumber dan kritik bentuk. Kota-kota perlindungan dalam Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-35, baik dari sisi redaktur, sumber maupun sitz im leben berbeda, sehingga tujuan teologinya pun berbeda. Namun, kesamaannya ada di paradigma kota perlindungan dari kedua teks ini, yaitu untuk kemanusiaan dan kultus. Refleksi bagi penegakan hukum di Indonesia adalah penegakan hukum haruslah adil tanpa memandang status sosial dan sama rata terhadap seluruh penduduk Indonesia.
这项研究涉及约书亚记20:1-9和民数记35:9-34中关于避难城市的问题。同样的主题是庇护城,但有很大的不同。这项研究将比较《约书亚记》20:1-9和《民数记》35:9-34中提到的避难城市与印尼信徒的关系。本研究采用的方法是批判的历史方法,通过编辑批评、来源批评和形式批评。《约书亚记》20:1-9和《民数记》35:9-35中庇护的城市,无论是来自同一编辑的来源,还是sitz im leben,都是不同的,其神学目的是不同的。然而,类似的是,这两篇文章的庇护城的范例,即人类和邪教。对印尼执法的反思是,无论其社会地位如何,对整个印尼人民都是平等的,执法都应该是公平的。
{"title":"Kota-kota perlindungan dalam kitab Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34","authors":"Aeron Frior Sihombing, Barnabas Ludji, P. Surbakti","doi":"10.51828/td.v12i2.222","DOIUrl":"https://doi.org/10.51828/td.v12i2.222","url":null,"abstract":"Masalah dalam penelitian ini adalah mengenai kota-kota perlindungan dalam Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34. Topik yang sama mengenai kota perlindungan, namun memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian ini akan membandingkan persamaan dan perbedaan antara kota-kota perlindungan menurut Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-34 dan memaparkan relevansinya dengan orang percaya di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis kritis, melalui kritik redaksi, kritik sumber dan kritik bentuk. Kota-kota perlindungan dalam Yosua 20:1-9 dan Bilangan 35:9-35, baik dari sisi redaktur, sumber maupun sitz im leben berbeda, sehingga tujuan teologinya pun berbeda. Namun, kesamaannya ada di paradigma kota perlindungan dari kedua teks ini, yaitu untuk kemanusiaan dan kultus. Refleksi bagi penegakan hukum di Indonesia adalah penegakan hukum haruslah adil tanpa memandang status sosial dan sama rata terhadap seluruh penduduk Indonesia.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89422861","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Memaknai Frasa “Menggenapkan Apa yang Kurang pada Penderitaan Kristus”: Studi Teks Kolose 1:24 邀请短语“减轻基督的痛苦”:歌罗西书1:24的文本研究
Pub Date : 2023-06-20 DOI: 10.47543/efata.v9i2.110
Paulus Kunto Baskoro, Yemima Setiasih
Paul's statement in Colossians 1:24 is interesting to analyze. The words "completing what is lacking in the afflictions of Christ" present believers with some difficulties. At first, these words reveal indirectly that there is a lack in the sufferings of Christ, that the effectiveness of our Lord's sufferings is limited, and that the purpose of redemption must be completed or accomplished through Paul's sufferings. The sufferings of Christ are perfect, sufficient to atone for the sins of mankind, and do not need to be completed. What needs to be completed or fulfilled is suffering to preach the Gospel about Christ, who died and was raised, so that many will know Him and the power of His Resurrection. This research will be studied by the descriptive qualitative method. First, this study aims to provide a theological answer to the meaning of “fulfilling what is lacking in the sufferings of Christ.” Second, it is given an essential meaning for every believer to live more and more earnestly in Christ because of the perfect atonement that Jesus made. Abstrak Pernyataan Paulus dalam Kolose 1:24 menjadi hal yang menarik untuk di analisis. Perkataan "melengkapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus” menghadapkan orang percaya pada beberapa diskusi Nas. Sepintas nampaknya perkataan ini mengungkapkan secara tidak langsung bahwa ada kekurangan dalam penderitaan Kristus, bahwa keefektifan penderitaan Kristus itu terbatas dan tujuan penebusan harus dilengkapi atau diselesaikan melalui penderitaan Paulus. Penderitaan Kristus sudah sempurna, sudah cukup untuk menebus dosa manusia dan tidak perlu digenapkan lagi. Hal yang perlu digenapkan atau dipenuhkan adalah penderitaan demi mengabarkan Injil, tentang Kristus yang berinkarnasi menjadi manusia, mati menjadi korban tebusan dan telah dibangkitkan dari antara orang mati. sehingga banyak orang akan mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya. Penelitian ini akan dikaji secara metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, memberikan jawaban teologis terhadap makna “menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus.” Kedua, memberikan makna penting bagi setiap orang percaya untuk hidup makin lebih sungguh-sungguh dalam Kristus, karena penebusan yang sempurna yang dilakukan Yesus.
保罗在歌罗西书1章24节的陈述分析起来很有趣。“补上基督苦难所缺少的”这句话给信徒带来了一些困难。首先,这些话间接地表明基督的苦难是缺乏的,我们主的苦难的功效是有限的,救赎的目的必须通过保罗的苦难来完成或完成。基督所受的苦难是完全的,足以赎人的罪,不需要再成全。惟有受苦,传基督死而复活的福音,才能成全,叫许多人认识他,也知道他复活的大能。本研究将采用描述性定性方法进行研究。首先,本研究旨在为“补上基督苦难所欠缺的”的意义提供神学上的回答。其次,由于耶稣所作的完美的赎罪,它赋予每个信徒在基督里越来越认真地生活的重要意义。【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】“melengkapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus”,“menghadapkan orang peraya pada beberapa diskusi Nas”。9月9日,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前,我的女儿在我的女儿面前。彭德丽塔·克里斯塔斯·苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳,苏达森普纳。Hal yang perlu digenapkan atau dipenuhkan adalah penderitaan demi mengabarkan Injil, tentanstus yang berinkarnasi menjadi manusia, mati menjadi korban tebusan dantelah dibangkitkan dari antara orang mati。这是一种菩提树,是一种橙色的树,是一种红色的树。Penelitian的翻译结果:Penelitian的翻译结果:Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama,成员jawaban地质学家terhadap makna“menggenapkan apa yang kurang padpenderitaan Kristus”。Kedua,成员makna penting bagi seap orang peraya untuk hidup makin lebih sungguh sungguh dalam Kristus, karena penebusan yang sempurna yang dilakukan Yesus。
{"title":"Memaknai Frasa “Menggenapkan Apa yang Kurang pada Penderitaan Kristus”: Studi Teks Kolose 1:24","authors":"Paulus Kunto Baskoro, Yemima Setiasih","doi":"10.47543/efata.v9i2.110","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i2.110","url":null,"abstract":"Paul's statement in Colossians 1:24 is interesting to analyze. The words \"completing what is lacking in the afflictions of Christ\" present believers with some difficulties. At first, these words reveal indirectly that there is a lack in the sufferings of Christ, that the effectiveness of our Lord's sufferings is limited, and that the purpose of redemption must be completed or accomplished through Paul's sufferings. The sufferings of Christ are perfect, sufficient to atone for the sins of mankind, and do not need to be completed. What needs to be completed or fulfilled is suffering to preach the Gospel about Christ, who died and was raised, so that many will know Him and the power of His Resurrection. This research will be studied by the descriptive qualitative method. First, this study aims to provide a theological answer to the meaning of “fulfilling what is lacking in the sufferings of Christ.” Second, it is given an essential meaning for every believer to live more and more earnestly in Christ because of the perfect atonement that Jesus made. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstrak \u0000Pernyataan Paulus dalam Kolose 1:24 menjadi hal yang menarik untuk di analisis. Perkataan \"melengkapkan apa yang kurang dalam penderitaan Kristus” menghadapkan orang percaya pada beberapa diskusi Nas. Sepintas nampaknya perkataan ini mengungkapkan secara tidak langsung bahwa ada kekurangan dalam penderitaan Kristus, bahwa keefektifan penderitaan Kristus itu terbatas dan tujuan penebusan harus dilengkapi atau diselesaikan melalui penderitaan Paulus. Penderitaan Kristus sudah sempurna, sudah cukup untuk menebus dosa manusia dan tidak perlu digenapkan lagi. Hal yang perlu digenapkan atau dipenuhkan adalah penderitaan demi mengabarkan Injil, tentang Kristus yang berinkarnasi menjadi manusia, mati menjadi korban tebusan dan telah dibangkitkan dari antara orang mati. sehingga banyak orang akan mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya. Penelitian ini akan dikaji secara metode kualitatif deskritif. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, memberikan jawaban teologis terhadap makna “menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus.” Kedua, memberikan makna penting bagi setiap orang percaya untuk hidup makin lebih sungguh-sungguh dalam Kristus, karena penebusan yang sempurna yang dilakukan Yesus.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85697103","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Towards an Incarnational, Relational, and Missional Post-Pandemic Church: Dietrich Bonhoeffer’s Ecclesiology in Dialogue with the Concept of Faithful Presence from James Davison Hunter 走向一个道成肉身的、关系的和宣教的大流行后教会:迪特里希·邦霍费尔的教会学与詹姆斯·戴维森·亨特忠实临在概念的对话
Pub Date : 2023-06-11 DOI: 10.36421/veritas.v22i1.569
Meitha Sartika
The COVID-19 pandemic has become a major event that affects many aspects of life, including church life. The church needs to adapt itself to the changes that occur while responding to various situations around it. This situation brings two questions for the church to reflect on, namely whether the church has been paying attention to the concrete issues around it and whether the church has truly been present for others. This paper aims to show that the post-pandemic church needs to be a church that is faithfully present for others. For that, I will discuss the impact of the pandemic on the church. Then, I will explore Dietrich Bonhoeffer’s view of the church for others and James Davison Hunter’s ideas about faithful presence. Both of them are trying to show a church that wants to be present in the midst of society with various dynamics of life. Finally, I discuss these two views to construct an incarnational, relational, and missional post-pandemic ecclesiology.
COVID-19大流行已成为影响生活许多方面的重大事件,包括教会生活。教堂需要适应周围各种情况下发生的变化。这种情况给教会带来了两个问题,一是教会是否一直在关注周围的具体问题,二是教会是否真正为他人而存在。本文旨在表明,大流行后的教会需要成为一个忠实地呈现给他人的教会。为此,我将讨论疫情对教会的影响。然后,我将探讨迪特里希·邦霍费尔对他人教会的看法以及詹姆斯·戴维森·亨特关于忠实存在的观点。他们都试图展示一个教会想要出现在充满各种生活动态的社会中间。最后,我将讨论这两种观点,以构建一个道成肉身的、关系的和宣教的大流行后教会。
{"title":"Towards an Incarnational, Relational, and Missional Post-Pandemic Church: Dietrich Bonhoeffer’s Ecclesiology in Dialogue with the Concept of Faithful Presence from James Davison Hunter","authors":"Meitha Sartika","doi":"10.36421/veritas.v22i1.569","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.569","url":null,"abstract":"The COVID-19 pandemic has become a major event that affects many aspects of life, including church life. The church needs to adapt itself to the changes that occur while responding to various situations around it. This situation brings two questions for the church to reflect on, namely whether the church has been paying attention to the concrete issues around it and whether the church has truly been present for others. This paper aims to show that the post-pandemic church needs to be a church that is faithfully present for others. For that, I will discuss the impact of the pandemic on the church. Then, I will explore Dietrich Bonhoeffer’s view of the church for others and James Davison Hunter’s ideas about faithful presence. Both of them are trying to show a church that wants to be present in the midst of society with various dynamics of life. Finally, I discuss these two views to construct an incarnational, relational, and missional post-pandemic ecclesiology.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"349 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135005917","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
When God Closes the Megachurch: Penutupan Bait Allah Salomo dan Penyebaran Gereja ke Masyarakat Luas 当上帝关闭大型教会所罗门圣殿的关闭与教会向更广泛社区的扩展
Pub Date : 2023-06-09 DOI: 10.36421/veritas.v22i1.634
Dwi Maria Handayani
Penutupan gereja sebagai dampak pandemi COVID-19 pada awalnya merupakan hal yang tak terduga dan sulit diterima oleh banyak orang percaya. Banyak pertanyaan yang muncul ketika itu: mengapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi? Orang percaya mencari makna dan maksud Tuhan melalui peristiwa ini. Bertolak dari kondisi seperti ini, penulis memakai narasi penu¬tu¬pan Bait Allah Salomo untuk menjadi pijakan dalam mencari makna teologis dari peristiwa tersebut. Penulis juga menggali hal-hal apa saja yang menjadi penyebab penutupan Bait Allah dan efek apa saja yang ditimbulkan. Akhirnya, penulis menarik beberapa pelajaran yang relevan bagi gereja-gereja pascapandemi. Penulis mengusulkan bahwa sebagaimana Allah tidak kembali memerintahkan bangsa Israel yang dibuang di Babel untuk membangun Bait Allah di sana, gereja-gereja masa kini pun tidak lagi harus terfokus untuk merestorasi apa yang sebelumnya mereka lakukan, tetapi berfokus untuk melihat keluar akan kesempatan-kesempatan yang terbuka di masyarakat luar yang sebelumnya kita anggap sekuler atau duniawi.
随着COVID-19大流行的影响而关闭教会,起初是一件意想不到的事情,许多信徒难以接受。当时出现了许多问题:为什么上帝允许这样的事情发生?信徒通过这些事件来寻求神的意义和目的。离开这种情况下,穿那个penuins¬¬叙述作者潘所罗门圣殿里成为一个立足点,寻找事件的神学意义。作者还研究了关闭圣殿的原因以及它产生的影响。最后,作者从后藤上选取了一些与教会相关的课程。作者建议,正如神没有命令扔在巴比伦的以色列人重建圣殿教堂在那里,如今也不再需要为了修复他们以前做了什么,而是聚焦往外看的重点会暴露在社会的机会,以前我们认为世俗或世俗的审查。
{"title":"When God Closes the Megachurch: Penutupan Bait Allah Salomo dan Penyebaran Gereja ke Masyarakat Luas","authors":"Dwi Maria Handayani","doi":"10.36421/veritas.v22i1.634","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.634","url":null,"abstract":"Penutupan gereja sebagai dampak pandemi COVID-19 pada awalnya merupakan hal yang tak terduga dan sulit diterima oleh banyak orang percaya. Banyak pertanyaan yang muncul ketika itu: mengapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi? Orang percaya mencari makna dan maksud Tuhan melalui peristiwa ini. Bertolak dari kondisi seperti ini, penulis memakai narasi penu¬tu¬pan Bait Allah Salomo untuk menjadi pijakan dalam mencari makna teologis dari peristiwa tersebut. Penulis juga menggali hal-hal apa saja yang menjadi penyebab penutupan Bait Allah dan efek apa saja yang ditimbulkan. Akhirnya, penulis menarik beberapa pelajaran yang relevan bagi gereja-gereja pascapandemi. Penulis mengusulkan bahwa sebagaimana Allah tidak kembali memerintahkan bangsa Israel yang dibuang di Babel untuk membangun Bait Allah di sana, gereja-gereja masa kini pun tidak lagi harus terfokus untuk merestorasi apa yang sebelumnya mereka lakukan, tetapi berfokus untuk melihat keluar akan kesempatan-kesempatan yang terbuka di masyarakat luar yang sebelumnya kita anggap sekuler atau duniawi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135215071","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
From the Church, With the Church, and For the Church: Another Look at the Significance of Parachurch for Church Growth 从教会出发,与教会一起,为教会:再看降落伞教会对教会成长的意义
Pub Date : 2023-06-09 DOI: 10.36421/veritas.v22i1.603
Tommy Indarto
This article discusses parachurch (hereinafter referred to as the Organisasi Pendamping Gereja / OPG). According to Jerry White, a parachurch is all forms of spiritual ministry whose organizational structure is not under the control of the church. Reflecting on this definition, in reality, the relationship between the church and the OPG is not always harmonious, and there is often tension between the two. One of the negative issues that arise is regarding the existence of OPG. There are some churches who question the existence of the OPG and see the OPG as their rival. This article provides a perspective on the existence and important role of OPG for church growth. For this reason, this article uses a qualitative method through a literature review and is supported by the results of interviews that the author conducted. The contribution of this research is to erode the negative views held by the church regarding OPG and to encourage the church to collaborate with OPG in carrying out God's mission. From the OPG side, this article can show that the OPG should not and cannot be separated from the church.
本文讨论了伞兵教会(以下简称OPG)。根据杰里·怀特的说法,降落伞教会是各种形式的精神事工,其组织结构不受教会的控制。反思这一定义,在现实中,教会与OPG的关系并不总是和谐的,两者之间经常存在紧张关系。出现的一个负面问题是关于OPG的存在。有些教会质疑OPG的存在,认为OPG是他们的对手。本文对OPG的存在及其在教会成长中的重要作用进行了展望。因此,本文通过文献综述,采用定性的方法,并以笔者进行的访谈结果为支撑。本研究的贡献在于削弱教会对OPG的负面看法,并鼓励教会与OPG合作执行上帝的使命。从OPG的角度,本文可以说明OPG不应该也不能脱离教会。
{"title":"From the Church, With the Church, and For the Church: Another Look at the Significance of Parachurch for Church Growth","authors":"Tommy Indarto","doi":"10.36421/veritas.v22i1.603","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.603","url":null,"abstract":"This article discusses parachurch (hereinafter referred to as the Organisasi Pendamping Gereja / OPG). According to Jerry White, a parachurch is all forms of spiritual ministry whose organizational structure is not under the control of the church. Reflecting on this definition, in reality, the relationship between the church and the OPG is not always harmonious, and there is often tension between the two. One of the negative issues that arise is regarding the existence of OPG. There are some churches who question the existence of the OPG and see the OPG as their rival. This article provides a perspective on the existence and important role of OPG for church growth. For this reason, this article uses a qualitative method through a literature review and is supported by the results of interviews that the author conducted. The contribution of this research is to erode the negative views held by the church regarding OPG and to encourage the church to collaborate with OPG in carrying out God's mission. From the OPG side, this article can show that the OPG should not and cannot be separated from the church.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135215405","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Family Involvement: Sebuah Usaha Sinergi Orang Tua Dengan Gereja dalam Pelayanan Kaum Muda Di Era Pasca-Pandemi 家庭参与:在大流行后的青年服务中,父母与教会协同合作的努力
Pub Date : 2023-06-09 DOI: 10.36421/veritas.v22i1.617
Tomo Andreias
Orang tua memiliki panggilan untuk membina iman anak-anak mereka. Meskipun demikian, ada sebuah ironi di mana tidak sedikit orang tua yang hanya sekadar menyerahkan tanggung jawab pembinaan iman hanya kepada gereja. Realita ini pada akhirnya diperhadapkan dengan pandemi yang mengondisikan orang tua kembali ke rumah dan membawa gereja menyadari keterbatasannya untuk tetap berinteraksi dengan jemaatnya. Kondisi ini kemudian dilihat oleh penulis sebagai kesempatan untuk mengerjakan pelayanan kaum muda dengan strategi family involvement yang mengarah pada sebuah sinergi antara orang tua dengan gereja yang menjalankan perannya dengan tepat. Itulah sebabnya melalui makalah ini, penulis melakukan studi pustaka dan menggunakan metode deskriptif analitis untuk memberikan tinjauan kritis terhadap pola pembinaan iman kaum muda yang selama ini dilakukan dan memberikan gambaran tentang dampak pandemik terhadap pola tersebut. Setelah itu, eksposisi terhadap Ulangan 6:4-21 akan dilakukan untuk mendapatkan dasar alkitabiah atas family involvement di mana orang tua terlibat secara aktif untuk membina anak-anak mereka. Terakhir, penulis akan memberikan beberapa langkah praktis strategi family involvement supaya di masa pasca-pandemi pelayanan kaum muda memiliki alternatif strategi yang efektif untuk membawa anak-anak muda mengenal dan memuliakan Allah.
父母有责任培养孩子的信心。然而,讽刺的是,很少有父母仅仅把建立信仰的责任交给教会。这一现实最终与一场大流行相吻合,这场大流行让父母回到家,让教会认识到他们与教会保持联系的局限性。这一情况后来被作者视为一个机会,以家庭参与战略为年轻人服务,这将导致父母与教会之间的协同作用,教会将发挥其适当的作用。这就是为什么在这篇论文中,作者采用了文献研究和分析性描述性方法,对年轻人建立信仰的模式进行了批判性回顾,并概述了这种模式的流行影响。之后,将进行《申命记》6:4-21的论述,以发现父母积极参与家庭干预的圣经基础。最后,作者将提出一些实际的家庭参与策略的步骤,以便在青年服务后的时代,有一个有效的替代策略,使年轻人了解和荣耀上帝。
{"title":"Family Involvement: Sebuah Usaha Sinergi Orang Tua Dengan Gereja dalam Pelayanan Kaum Muda Di Era Pasca-Pandemi","authors":"Tomo Andreias","doi":"10.36421/veritas.v22i1.617","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.617","url":null,"abstract":"Orang tua memiliki panggilan untuk membina iman anak-anak mereka. Meskipun demikian, ada sebuah ironi di mana tidak sedikit orang tua yang hanya sekadar menyerahkan tanggung jawab pembinaan iman hanya kepada gereja. Realita ini pada akhirnya diperhadapkan dengan pandemi yang mengondisikan orang tua kembali ke rumah dan membawa gereja menyadari keterbatasannya untuk tetap berinteraksi dengan jemaatnya. Kondisi ini kemudian dilihat oleh penulis sebagai kesempatan untuk mengerjakan pelayanan kaum muda dengan strategi family involvement yang mengarah pada sebuah sinergi antara orang tua dengan gereja yang menjalankan perannya dengan tepat. Itulah sebabnya melalui makalah ini, penulis melakukan studi pustaka dan menggunakan metode deskriptif analitis untuk memberikan tinjauan kritis terhadap pola pembinaan iman kaum muda yang selama ini dilakukan dan memberikan gambaran tentang dampak pandemik terhadap pola tersebut. Setelah itu, eksposisi terhadap Ulangan 6:4-21 akan dilakukan untuk mendapatkan dasar alkitabiah atas family involvement di mana orang tua terlibat secara aktif untuk membina anak-anak mereka. Terakhir, penulis akan memberikan beberapa langkah praktis strategi family involvement supaya di masa pasca-pandemi pelayanan kaum muda memiliki alternatif strategi yang efektif untuk membawa anak-anak muda mengenal dan memuliakan Allah.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135215414","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Relevansi Benedictine Hospitality Bagi Praktik Hospitality Gereja Metaverse 本笃会好客与好客实践的相关性元宇宙教会
Pub Date : 2023-06-04 DOI: 10.36421/veritas.v22i1.637
Daniel Winardi
Artikel ini mengeksplorasi kemungkinan bagaimana ibadah metaverse dapat menjadi salah satu sarana penting bagi gereja untuk mengako­mo­dasi kegiatan beribadah di tengah situasi pandemi Covid-19 dan selanjutnya. Kemajuan teknologi ini mem­ung­kinkan penggunanya untuk hadir di dalam dunia maya dengan avatar masing-masing yang terintegrasi dengan berbagai konteks kehidupan, seperti sekolah, berbelanja, hiburan, dan aga­ma. Metaverse sendiri sebenar­nya sudah mulai berkembang sejak tahun 2016 dan sudah mu­lai digunakan untuk berbagai kegia­tan gereja. Dengan perkembangan yang cukup pesat ini, gereja perlu memikirkan berbagai hal mengenai berbagai aspek teologis dari ibadah metaverse, teru­ta­ma me­nge­nai prak­tik hospitality di dalam gereja. Dalam praktiknya, gereja dapat belajar dari tradisi Benedictine untuk dapat menguatkan serta melengkapi bagian-bagian yang kurang. Di tengah pertentangan pro dan kontra terhadap praktik hospitality dalam ibadah metaverse, penu­lis berargumen bahwa ibadah metaverse mem­ang bukanlah sebuah ibadah yang ideal dalam hal hospitality, tetapi orang Kristen dapat membi­ar­kan gereja yang ingin atau sudah melaksanakan ibadah metaverse untuk menemukan pola pra­k­tik hospitality mereka sendiri seiring berjalannya waktu.
本文探讨了在新冠肺炎大流行等情况下,元宇宙礼拜如何成为教会协调礼拜活动的重要方式之一。这项技术使其用户能够出现在虚拟世界中,每个化身都与各种生活环境相结合,如学校、购物、娱乐和伽马。元宇宙本身实际上从2016年开始发展,并被用于各种教会活动。随着这一相当快速的发展,教会需要思考元宇宙崇拜的各个神学方面,尤其是在教会中的好客实践。在实践中,教会可以学习本笃会的传统,以加强和完成较少的。在元宇宙崇拜中支持和反对好客的做法中,作家们认为元宇宙崇拜不是好客的理想崇拜,但基督徒可以谈论那些希望或已经进行元宇宙崇拜的教会,以在他们的时代找到自己的好客做法。
{"title":"Relevansi Benedictine Hospitality Bagi Praktik Hospitality Gereja Metaverse","authors":"Daniel Winardi","doi":"10.36421/veritas.v22i1.637","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.637","url":null,"abstract":"Artikel ini mengeksplorasi kemungkinan bagaimana ibadah metaverse dapat menjadi salah satu sarana penting bagi gereja untuk mengako­mo­dasi kegiatan beribadah di tengah situasi pandemi Covid-19 dan selanjutnya. Kemajuan teknologi ini mem­ung­kinkan penggunanya untuk hadir di dalam dunia maya dengan avatar masing-masing yang terintegrasi dengan berbagai konteks kehidupan, seperti sekolah, berbelanja, hiburan, dan aga­ma. Metaverse sendiri sebenar­nya sudah mulai berkembang sejak tahun 2016 dan sudah mu­lai digunakan untuk berbagai kegia­tan gereja. Dengan perkembangan yang cukup pesat ini, gereja perlu memikirkan berbagai hal mengenai berbagai aspek teologis dari ibadah metaverse, teru­ta­ma me­nge­nai prak­tik hospitality di dalam gereja. Dalam praktiknya, gereja dapat belajar dari tradisi Benedictine untuk dapat menguatkan serta melengkapi bagian-bagian yang kurang. Di tengah pertentangan pro dan kontra terhadap praktik hospitality dalam ibadah metaverse, penu­lis berargumen bahwa ibadah metaverse mem­ang bukanlah sebuah ibadah yang ideal dalam hal hospitality, tetapi orang Kristen dapat membi­ar­kan gereja yang ingin atau sudah melaksanakan ibadah metaverse untuk menemukan pola pra­k­tik hospitality mereka sendiri seiring berjalannya waktu.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48674429","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Re-envisioning the Church through the "Eyes" of the Woman Clothed with the Sun and the Bride in John’s Apocalypse 通过约翰启示录中穿太阳衣服的女人和新娘的“眼睛”重新设想教会
Pub Date : 2023-06-02 DOI: 10.36421/veritas.v22i1.613
Chakrita M. Saulina
The book of Revelation is dominated by many enig­ma­tic images and symbols that spark a variety of interpretations and speculations. Among these puzzling images, the feminine symbols in the second half of the book are worth noting: the wo­man clothed with the sun in Revelation 12, the whore in Rev­e­lation 17, and the bride in Revelation 21. Their meanings are often debated. Some feminist scholars argue that these images evoke violence towards women and are full of androcentric lan­g­uage. Others, however, by underlining the metaphoric nature of these female symbols, refute this claim. This study aims to pro­vide a fresh interpretation of this debate by looking more closely at the web of John’s metaphors and narrative system and utilizing both historical-critical and narrative approaches. This work argues that these female figures convey positive images of women and inclusivity in the Lamb’s Church. Moreover, the wo­man clothed with the sun and the bride have a vital role in John’s apocalypse. The link between these two metaphors—the transformation of the woman and becoming the bride—offers an important message to contemporary churches, including church­es in Indonesia, in navigating the world and overcoming cris­es.
《启示录》以许多神秘的图像和符号为主,这些图像和符号引发了各种解释和猜测。在这些令人困惑的图像中,本书后半部分的女性象征值得注意:启示录12中穿着太阳衣服的女人,启示录17中的妓女,以及启示录21中的新娘。它们的含义经常被争论。一些女权主义学者认为,这些图像唤起了对女性的暴力,充满了以男性为中心的语言。然而,其他人则通过强调这些女性符号的隐喻性质来反驳这一说法。本研究旨在通过更密切地观察约翰的隐喻和叙事系统,并利用历史批判和叙事方法,为这场辩论提供新的解释。这部作品认为,这些女性形象传达了女性的积极形象和羔羊教会的包容性。此外,披着太阳外衣的男人和新娘在约翰的启示录中扮演着至关重要的角色。这两个隐喻之间的联系——女性的转变和成为新娘——为当代教会,包括印尼的教会,提供了一个重要的信息,让他们能够驾驭世界,克服危机。
{"title":"Re-envisioning the Church through the \"Eyes\" of the Woman Clothed with the Sun and the Bride in John’s Apocalypse","authors":"Chakrita M. Saulina","doi":"10.36421/veritas.v22i1.613","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v22i1.613","url":null,"abstract":"The book of Revelation is dominated by many enig­ma­tic images and symbols that spark a variety of interpretations and speculations. Among these puzzling images, the feminine symbols in the second half of the book are worth noting: the wo­man clothed with the sun in Revelation 12, the whore in Rev­e­lation 17, and the bride in Revelation 21. Their meanings are often debated. Some feminist scholars argue that these images evoke violence towards women and are full of androcentric lan­g­uage. Others, however, by underlining the metaphoric nature of these female symbols, refute this claim. This study aims to pro­vide a fresh interpretation of this debate by looking more closely at the web of John’s metaphors and narrative system and utilizing both historical-critical and narrative approaches. This work argues that these female figures convey positive images of women and inclusivity in the Lamb’s Church. Moreover, the wo­man clothed with the sun and the bride have a vital role in John’s apocalypse. The link between these two metaphors—the transformation of the woman and becoming the bride—offers an important message to contemporary churches, including church­es in Indonesia, in navigating the world and overcoming cris­es.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45727233","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
RE-IMAGINING MODEL GEREJA KONTEKSTUAL YANG LIBERATIF DI ASIA DENGAN INSPIRASI TEOLOGIS DARI CHOAN-SENG SONG DAN AHN BYUNG-MU 重新想象亚洲的、自由的语境教会模式,以您的choan - sun和AHN byungs的神学灵感
Pub Date : 2023-05-01 DOI: 10.24071/jt.v12i01.4653
Harris Kristanto
At the same time as the sense of solidarity among Asian Churches is growing through Federation of Asian Bishop Conference (FABC), the effort to understand what it means to be a Church in Asia becomes more profound. We can mention several theological approaches which trying to reconstruct a distinctive face of the Asian Church, for example Choan-Seng Song who develops contextual theology with a transpositional mode. Starting from his critical position against the tendency of Western-centered nature of Christian theology, Song raised four important elements in a reorientation towards contextual theological exploration, namely vision, community, passion, and "imagi-nation". Besides him, it is also appropriate for us to review the efforts of South Korean theologians, especially Ahn Byung-Mu, in proposing Minjung Theology. For Ahn, a contextual theology should also be liberative. The two theological ideas of contextual-liberative Church above are prompting us to continuously imagine and strive for an Asian ecclesiology, especially in Indonesia.
与此同时,随着亚洲教会之间的团结意识通过亚洲主教会议联合会(FABC)不断增强,了解亚洲教会的意义的努力变得更加深刻。我们可以提到一些试图重建亚洲教会独特面貌的神学方法,例如宋choan - seng Song,他用一种换位模式发展了上下文神学。宋从他对基督教神学的西方中心主义倾向的批判立场出发,提出了重新定位语境神学探索的四个重要要素,即视野、共同体、激情和“想象-民族”。除了他之外,我们也应该回顾一下韩国神学家,特别是安秉武在提出民正神学方面所做的努力。对安哲秀来说,语境神学也应该是解放的。上述两种情境解放教会的神学理念,促使我们不断地想像和努力建立一个亚洲教会,尤其是在印尼。
{"title":"RE-IMAGINING MODEL GEREJA KONTEKSTUAL YANG LIBERATIF DI ASIA DENGAN INSPIRASI TEOLOGIS DARI CHOAN-SENG SONG DAN AHN BYUNG-MU","authors":"Harris Kristanto","doi":"10.24071/jt.v12i01.4653","DOIUrl":"https://doi.org/10.24071/jt.v12i01.4653","url":null,"abstract":"At the same time as the sense of solidarity among Asian Churches is growing through Federation of Asian Bishop Conference (FABC), the effort to understand what it means to be a Church in Asia becomes more profound. We can mention several theological approaches which trying to reconstruct a distinctive face of the Asian Church, for example Choan-Seng Song who develops contextual theology with a transpositional mode. Starting from his critical position against the tendency of Western-centered nature of Christian theology, Song raised four important elements in a reorientation towards contextual theological exploration, namely vision, community, passion, and \"imagi-nation\". Besides him, it is also appropriate for us to review the efforts of South Korean theologians, especially Ahn Byung-Mu, in proposing Minjung Theology. For Ahn, a contextual theology should also be liberative. The two theological ideas of contextual-liberative Church above are prompting us to continuously imagine and strive for an Asian ecclesiology, especially in Indonesia.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"25 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83527679","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1