The purpose of this paper is to explain the use of the holy book (Bible) in the healing rituals performed by the Tona'as in Minahasa, and aims for several groups of local belief adherents in Minahasa to carry out healing rituals that use the holy book and those who do not use the holy book and There are pros and cons in healing rituals. In the experience of the Minahasa people, the use of religious books in the process of carrying out healing rituals has had pros and cons, but this problematic situation has not made religious books disappear in the implementation of rituals. Religious books cannot be separated from sacred reality, because almost all religions have beliefs about the sacred and that belief grows through religious books as a foundation for understanding various religious realities. The theoretical approach that will be used as material for analysis is the theory of religious texts, ideology, culture and community and will also use the theory of rituals from Catherine Bell and some of the severe opinions of sociologists regarding rituals. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. The results of the study show that the ritual process which includes Christian religious books, namely the Bible, is a separate way for the local community to construct their beliefs by understanding that there is a sacredization in the ritual process.
{"title":"PENGGUNAAN KITAB SUCI AGAMA KRISTEN (ALKITAB) DALAM RITUAL PENGOBATAN DI MINAHASA","authors":"Ruland Supit, Theofilus Welem","doi":"10.24071/jt.v12i01.5688","DOIUrl":"https://doi.org/10.24071/jt.v12i01.5688","url":null,"abstract":"The purpose of this paper is to explain the use of the holy book (Bible) in the healing rituals performed by the Tona'as in Minahasa, and aims for several groups of local belief adherents in Minahasa to carry out healing rituals that use the holy book and those who do not use the holy book and There are pros and cons in healing rituals. In the experience of the Minahasa people, the use of religious books in the process of carrying out healing rituals has had pros and cons, but this problematic situation has not made religious books disappear in the implementation of rituals. Religious books cannot be separated from sacred reality, because almost all religions have beliefs about the sacred and that belief grows through religious books as a foundation for understanding various religious realities. The theoretical approach that will be used as material for analysis is the theory of religious texts, ideology, culture and community and will also use the theory of rituals from Catherine Bell and some of the severe opinions of sociologists regarding rituals. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. The results of the study show that the ritual process which includes Christian religious books, namely the Bible, is a separate way for the local community to construct their beliefs by understanding that there is a sacredization in the ritual process.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"70 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72659693","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Untuk melestarikan kesatuan dalam hidup berbangsa dalam kebinekaan Indonesia, peran pendidikan agama amatlah penting. Mengingat pendidikan agama merupakan pelajaran wajib di semua jenjang sekolah formal, ada kebutuhan mendesak untuk merancang sebuah model pendidikan agama yang mempunyai kontribusi secara optimal bagi pelestarian kebinekatunggalikaan Indonesia. Penelitian kualitatif dengan metode kajian pustaka ini berfokus pada upaya mengekslorasi gagasan Y. B. Mangunwijaya tentang pendidikan agama sebagai proses dialog kehidupan. Dalam pandangan Y. B. Mangunwijaya, model pendidikan agama sebagai proses komunikasi iman perlu dikembangkan dan dipraktikkan agar anak-anak bangsa bertumbuh dalam kesetiakawanan, menghargai perbedaan, dan memiliki ketrampilan hidup bersama dalam kebinekaan. Komunikasi iman merupakan model pendidikan agama yang menghargai setiap pribadi dengan segala keunikannya. Proses pembelajaran agama dengan model komunikasi iman memberi ruang bagi setiap pribadi untuk berdialog secara egaliter, saling menumbuhkan kepekaan sosial dan terbuka untuk bekerjasama dalam mewujudkan perkembangan hidup bersama. Isi pokok pembelajaran komunikasi lintas iman adalah pengalaman setiap pribadi dalam relasi dengan Tuhan, sesama dan lingkungan sekitar. Komunikasi pengalaman iman yang dikembangkan di sekolah perlu dilengkapi dengan pelaksanaan tanggungjawab orang tua dan institusi agama untuk menumbuhkan pemahaman, kesadaran, sikap dan perilaku hidup beragama setiap pribadi sesuai dengan agama yang dianut.
为了在印度尼西亚的屠杀中维护民族团结,宗教教育的作用是至关重要的。由于宗教教育是所有正规学校的必修课,迫切需要建立一种宗教教育模式,为保护印尼先天缺陷做出最佳贡献。这种文献研究方法的定性研究集中在y.b Mangunwijaya作为一种生命对话过程的宗教教育理念的感化尝试上。在Y. B. Mangunwijaya看来,宗教教育作为信仰交流过程的模式需要发展和实践,以便国家儿童在团结、重视差异和在贫困中具备共同生活技能。信仰交流是一种宗教教育的模式,它以不同的方式尊重每个人。宗教学习与信仰交流模式的过程为每个人提供了平等对话的空间,让他们相互发展,让他们在共同生活的发展中相互合作。跨信仰沟通学习的基础内容是每个人与主、同胞和环境的关系。在学校中发展的信仰交流经验需要与父母和宗教机构的责任相辅相成,培养每个人的宗教信仰生活方式、意识、态度和行为。
{"title":"PENDIDIKAN AGAMA SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI PENGALAMAN LINTAS IMAN BERDASARKAN PEMIKIRAN Y. B. MANGUNWIJAYA","authors":"C. B. Mulyatno, I. Tanureja, Agus Widodo","doi":"10.24071/jt.v12i01.6163","DOIUrl":"https://doi.org/10.24071/jt.v12i01.6163","url":null,"abstract":"Untuk melestarikan kesatuan dalam hidup berbangsa dalam kebinekaan Indonesia, peran pendidikan agama amatlah penting. Mengingat pendidikan agama merupakan pelajaran wajib di semua jenjang sekolah formal, ada kebutuhan mendesak untuk merancang sebuah model pendidikan agama yang mempunyai kontribusi secara optimal bagi pelestarian kebinekatunggalikaan Indonesia. Penelitian kualitatif dengan metode kajian pustaka ini berfokus pada upaya mengekslorasi gagasan Y. B. Mangunwijaya tentang pendidikan agama sebagai proses dialog kehidupan. Dalam pandangan Y. B. Mangunwijaya, model pendidikan agama sebagai proses komunikasi iman perlu dikembangkan dan dipraktikkan agar anak-anak bangsa bertumbuh dalam kesetiakawanan, menghargai perbedaan, dan memiliki ketrampilan hidup bersama dalam kebinekaan. Komunikasi iman merupakan model pendidikan agama yang menghargai setiap pribadi dengan segala keunikannya. Proses pembelajaran agama dengan model komunikasi iman memberi ruang bagi setiap pribadi untuk berdialog secara egaliter, saling menumbuhkan kepekaan sosial dan terbuka untuk bekerjasama dalam mewujudkan perkembangan hidup bersama. Isi pokok pembelajaran komunikasi lintas iman adalah pengalaman setiap pribadi dalam relasi dengan Tuhan, sesama dan lingkungan sekitar. Komunikasi pengalaman iman yang dikembangkan di sekolah perlu dilengkapi dengan pelaksanaan tanggungjawab orang tua dan institusi agama untuk menumbuhkan pemahaman, kesadaran, sikap dan perilaku hidup beragama setiap pribadi sesuai dengan agama yang dianut.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"166 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76029249","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Konsep berteologi publik apa yang sesuai dengan masyarakat kepulauan juga harus disesuaikan dengan konteks spesifik tersebut. Penelitian ini akan membangun sebuah argumen untuk sebuah teologi publik bagi masyarakat kepulauan berdasarkan pilihan model berteologi yang ada. Melalui penelitian kepustakaan, makalah memperlihatkan beberapa model berteologi dari E. Harold Breitenberg Jr. dan Eneida Jacobsen. Breitenberg berargumen bahwa teologi di ruang publik harusnya bersifat komunal, dan Jacobsen memberi beberapa model cara teologi hadir di ruang publik: disclosure (secara jelas menunjukkan bahasa teologis), universal (berbahasa yang dipahami publik, namun tidak menunjukkan secara kuat latar belakang teologisnya), dan factual (berkarya secara nyata). Melalui penelusuran konteks Gereja Masehi Injili di Timor yang berada di kepulauan provinsi Nusa Tenggara Timur, makalah ini menunjukkan bahwa model berteologi di konteks kepulauan adalah model komunal yang menampilkan teologinya secara nyata (disclosure) dan pada saat yang sama juga mengerjakan karya nyata di jemaat (factual). Gereja Masehi Injili di Timor sudah memiliki landasan teologi yang kuat dalam Pokok-pokok Eklesiologi GMIT yang mendorong mereka untuk terlibat dalam percakapan mengenai kemiskinan dan membangun percakapan lebih serius mengenai ekoteologi.
什么样的公共行为符合群岛人的概念也必须适应特定的环境。这项研究将基于现有的主题为群岛社区的公共神学构建一个论点。通过研究文献,这篇论文展示了E. Harold Breitenberg Jr.和Eneida Jacobsen的论文论文。布里特伯格认为,公共神学应该是公共的,雅各布森提供了一些神学在公共空间存在的方式的模型:disclosure(清晰地指出神学语言)、普遍性(一种公共理解的语言,但没有明确地指出其神学背景)和事实事实。通过研究东帝汶东努萨省东南方基督教会的语境,这篇论文指出,该群岛语境中的演讲模型是一种以内容为特色的公文模型,同时也在会众中进行实际工作。东帝汶共同福音教会已经在GMIT的外部神学基础上建立了强大的神学基础,鼓励他们参与与贫困的对话,并建立更严肃的神学对话。
{"title":"MEMBANGUN TEOLOGI PUBLIK DALAM KONTEKS MASYARAKAT KEPULAUAN: CONTOH KASUS GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR","authors":"Binsar Jonathan Pakpahan","doi":"10.24071/jt.v12i01.5272","DOIUrl":"https://doi.org/10.24071/jt.v12i01.5272","url":null,"abstract":"Konsep berteologi publik apa yang sesuai dengan masyarakat kepulauan juga harus disesuaikan dengan konteks spesifik tersebut. Penelitian ini akan membangun sebuah argumen untuk sebuah teologi publik bagi masyarakat kepulauan berdasarkan pilihan model berteologi yang ada. Melalui penelitian kepustakaan, makalah memperlihatkan beberapa model berteologi dari E. Harold Breitenberg Jr. dan Eneida Jacobsen. Breitenberg berargumen bahwa teologi di ruang publik harusnya bersifat komunal, dan Jacobsen memberi beberapa model cara teologi hadir di ruang publik: disclosure (secara jelas menunjukkan bahasa teologis), universal (berbahasa yang dipahami publik, namun tidak menunjukkan secara kuat latar belakang teologisnya), dan factual (berkarya secara nyata). Melalui penelusuran konteks Gereja Masehi Injili di Timor yang berada di kepulauan provinsi Nusa Tenggara Timur, makalah ini menunjukkan bahwa model berteologi di konteks kepulauan adalah model komunal yang menampilkan teologinya secara nyata (disclosure) dan pada saat yang sama juga mengerjakan karya nyata di jemaat (factual). Gereja Masehi Injili di Timor sudah memiliki landasan teologi yang kuat dalam Pokok-pokok Eklesiologi GMIT yang mendorong mereka untuk terlibat dalam percakapan mengenai kemiskinan dan membangun percakapan lebih serius mengenai ekoteologi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"22 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72464055","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-04-03DOI: 10.33856/kerusso.v8i1.272
Misdon Silalahi, R. Sagala, A. Hendriks, Janes Sinaga
Every human being is a leader, at least leading themselves. Leadership is a responsibility entrusted to them by a community or an organization. In addition to having the ability and skill, a leader is also expected to have good characteristics. This research uses qualitative methods through literature study. The purpose of this research is to encourage every leader to emulate the leadership of Jesus, which is servant leadership as described in the book of Mark 10:43-45. In Christian leadership, it is expected to have the characteristic of servant leadership, which can be exemplified through the leadership of Jesus Christ. Serving is part of the existence and purpose of human life, and since humans are created to serve God, it can be done in a life of mutual service with the aim of bringing glory to Him. ABSTRAK BAHASA INDOENSIA Setiap manusia adalah seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya melalui komunitas maupun sebuah organisasi. Selain seorang pemimpin harus memiliki kemampuan maupun kemahiran, seorang pemimpin juga diharapkan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah agar setiap pemimpin meneladani kepemimpinan Yesus, yaitu kepemimpinan yang melayani seperti yang terdapat dalam kitab Markus 10:43-45. Dalam kepemimpinan Kristen diharapkan memiliki karakteristik kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan melayani dapat dicontoh melalui keteladanan kepemimpinan Yesus Kristus. Melayani adalah bagian dari keberadaan dan tujuan hidup manusia, dan karena manusia diciptakan untuk melayani Tuhan, hal ini dapat dilakukan dalam kehidupan yang saling melayani dengan tujuan membawa kemuliaan bagi-Nya.
每个人都是领导者,至少可以领导自己。领导是社区或组织赋予他们的一种责任。除了要有能力和技巧,一个领导者还应该有良好的品质。本研究采用文献研究的定性方法。这项研究的目的是鼓励每个领导者效仿耶稣的领导,这是在马可福音10:43-45中描述的仆人式领导。在基督教的领导中,人们期望它具有仆人式领导的特点,这可以通过耶稣基督的领导来体现。服事是人类生命存在和目的的一部分,既然人类被造是为了服事神,我们就可以在互相服事的生活中服事神,把荣耀归给神。【摘要】印尼语:在印尼语的基础上,建立了对印尼语的研究。我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Selain seorang pemimpin harus memiliki kemampuan maupun kemahiran, seorang pemimpin juga diharapkan memiliki karakteristik yang baik。Penelitian ini mongunakan方法的定性研究文献。Tujuan penelitian ini adalah agar setap pemimpin meneladani kepemimpinan Yesus, yitu kepemimpinan yang melayani seperti yang terdapat dalam kitab Markus 10:43-45。Dalam kepemimpinan Kristen diharapkan memoriliki karakteristik kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan melayani dapat dicontoh melalui keteladanan kepemimpinan Yesus Kristus。Melayani adalan bagian dari keberadaan dan tujuan hidup manusia, dankarena manusia diciptakan untuk Melayani Tuhan, halini dapat dilakukan dalam kehidupan yang saling Melayani denan tujuan membawa kemulia bagi-Nya。
{"title":"Karakteristik Kepemimpinan Kristen Melalui Keteladanan Yesus Dalam Melayani Berdasarkan Markus 10: 43-45","authors":"Misdon Silalahi, R. Sagala, A. Hendriks, Janes Sinaga","doi":"10.33856/kerusso.v8i1.272","DOIUrl":"https://doi.org/10.33856/kerusso.v8i1.272","url":null,"abstract":"Every human being is a leader, at least leading themselves. Leadership is a responsibility entrusted to them by a community or an organization. In addition to having the ability and skill, a leader is also expected to have good characteristics. This research uses qualitative methods through literature study. The purpose of this research is to encourage every leader to emulate the leadership of Jesus, which is servant leadership as described in the book of Mark 10:43-45. In Christian leadership, it is expected to have the characteristic of servant leadership, which can be exemplified through the leadership of Jesus Christ. Serving is part of the existence and purpose of human life, and since humans are created to serve God, it can be done in a life of mutual service with the aim of bringing glory to Him. \u0000ABSTRAK BAHASA INDOENSIA \u0000Setiap manusia adalah seorang pemimpin, minimal memimpin dirinya sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya melalui komunitas maupun sebuah organisasi. Selain seorang pemimpin harus memiliki kemampuan maupun kemahiran, seorang pemimpin juga diharapkan memiliki karakteristik yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur. Tujuan penelitian ini adalah agar setiap pemimpin meneladani kepemimpinan Yesus, yaitu kepemimpinan yang melayani seperti yang terdapat dalam kitab Markus 10:43-45. Dalam kepemimpinan Kristen diharapkan memiliki karakteristik kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan melayani dapat dicontoh melalui keteladanan kepemimpinan Yesus Kristus. Melayani adalah bagian dari keberadaan dan tujuan hidup manusia, dan karena manusia diciptakan untuk melayani Tuhan, hal ini dapat dilakukan dalam kehidupan yang saling melayani dengan tujuan membawa kemuliaan bagi-Nya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"48 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73728058","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-03-14DOI: 10.59177/veritas.v5i1.207
Paulina Bura Kaka, Dina Kristiani
The Demographic Bonus is a phenomenon that will occur in Indonesia in2030-2045 and will have an impact on all people’s lives. This phenomenon requiresthe role of all levels of society, including teachers. This article aims toprovide an understanding of the teacher’s role in students’ readiness to facedemographic bonuses in Indonesia. The liberation in this paper uses a qualitativeapproach with literary review writing techniques or library studies. The results of thestudy show that teachers must play a role in dealing with demographicbonuses through the pillars or functions of teachers/teaching sir. Teachers can carryout various concrete actions that are holistic which can be useful in all aspects ofstudent and community life. In this case, the teacher must be the guardianof the student who warns the student of all life’s problems, not only spiritualproblems. This research has a contribution for students to play an active role in thewhole life of the participants. Teachers do not only focus on teaching in schools butmust be able to touch all aspects of the lives of students and society.AbstrakBonus demografi adalah fenomena yang akan terjadi di indonesia pada tahun 2030-2045 dan akan berdampak pada seluruh kehidupan masyarakat. Fenomena ini membutuhkan peran seluruh lapiran masyarakat termasuk guru. artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran guru terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi bonus demografi di indonesia. Pembahasan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penulisan literature review atau studi pustaka. hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pak harus berperan dalam menghadapi bonus demografi melalui pilar atau fungsi guru/pengajar pak. guru dapat melakukan berbagai aksi nyata yang bersifat holistik yang dapat berguna dalam seluruh aspek kehidupan siswa dan masyarakat.dalam hal ini, guru harus menjadi penjaga siswa yang memperingatkan siswa atas seluruh permasalah kehidupan tidak hanya masalah rohani. penelitian ini memiliki kontribusi bagi peserta didik untuk berperan aktif dalam seluruh kehidupan peserta. guru tidak hanya berfokus pada pengajaran di sekolah tetapi harus dapat menyentuh seluruh aspek kehidupan peserta didik dan masyarakat.
人口红利是一种将在2030-2045年发生在印度尼西亚的现象,将对所有人的生活产生影响。这种现象需要社会各阶层的作用,包括教师。本文旨在了解教师在印度尼西亚学生准备面对人口红利方面的作用。本文采用了文学评论写作技巧或图书馆研究的定性方法。研究结果表明,教师必须通过教师/教学先生的支柱或职能在处理人口红利方面发挥作用。教师可以开展各种整体的具体行动,这些行动可以在学生和社区生活的各个方面发挥作用。在这种情况下,老师必须是学生的监护人,警告学生注意生活中的所有问题,而不仅仅是精神上的问题。本研究对学生在参与者的一生中发挥积极作用有一定的贡献。教师不仅关注学校的教学,还必须能够触及学生和社会生活的各个方面。[摘要]人口统计学上的红利现象:印度尼西亚人口统计学上的红利现象:2030-2045年人口统计学上的红利。这是一种现象。Artikel ini bertujuan untuk成员、印尼国家统计局(pemahaman)、印尼国家统计局(peran guru)、印尼国家统计局(siwa dalam menghadapi)。penbahasan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan质量评定,dengan技术,pendekatan文献综述。Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pak harus berperan dalam menghadapi奖金人口统计学melalui支柱atau真菌guru/pengajar pak。上师达帕特·密拉库甘·贝巴加·阿克西·尼亚塔·杨·达帕特·贝古纳·达姆·塞鲁鲁·杨·达帕特·贝古纳·达姆·西瓦·丹·马萨拉卡。Dalam Hal ini, guru harus menjadi penjaga siswa Yang成员,atkan siswa natas seluruh permasalah kehidupan tidak hanya masalah rohani。Penelitian ini memiliki kontribusi bagi peserta didik untuk berperan aktif dalam seluruh kehidupan peserta。Guru tidak hanya berfkus pada pengajaran di sekolah tetapi harus datajaran menuur askehidupan peserta didik Dan masyarakat。
{"title":"Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Kesiapan Siswa dalam Menghadapi Bonus Demografi","authors":"Paulina Bura Kaka, Dina Kristiani","doi":"10.59177/veritas.v5i1.207","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.207","url":null,"abstract":"The Demographic Bonus is a phenomenon that will occur in Indonesia in2030-2045 and will have an impact on all people’s lives. This phenomenon requiresthe role of all levels of society, including teachers. This article aims toprovide an understanding of the teacher’s role in students’ readiness to facedemographic bonuses in Indonesia. The liberation in this paper uses a qualitativeapproach with literary review writing techniques or library studies. The results of thestudy show that teachers must play a role in dealing with demographicbonuses through the pillars or functions of teachers/teaching sir. Teachers can carryout various concrete actions that are holistic which can be useful in all aspects ofstudent and community life. In this case, the teacher must be the guardianof the student who warns the student of all life’s problems, not only spiritualproblems. This research has a contribution for students to play an active role in thewhole life of the participants. Teachers do not only focus on teaching in schools butmust be able to touch all aspects of the lives of students and society.AbstrakBonus demografi adalah fenomena yang akan terjadi di indonesia pada tahun 2030-2045 dan akan berdampak pada seluruh kehidupan masyarakat. Fenomena ini membutuhkan peran seluruh lapiran masyarakat termasuk guru. artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran guru terhadap kesiapan siswa dalam menghadapi bonus demografi di indonesia. Pembahasan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penulisan literature review atau studi pustaka. hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pak harus berperan dalam menghadapi bonus demografi melalui pilar atau fungsi guru/pengajar pak. guru dapat melakukan berbagai aksi nyata yang bersifat holistik yang dapat berguna dalam seluruh aspek kehidupan siswa dan masyarakat.dalam hal ini, guru harus menjadi penjaga siswa yang memperingatkan siswa atas seluruh permasalah kehidupan tidak hanya masalah rohani. penelitian ini memiliki kontribusi bagi peserta didik untuk berperan aktif dalam seluruh kehidupan peserta. guru tidak hanya berfokus pada pengajaran di sekolah tetapi harus dapat menyentuh seluruh aspek kehidupan peserta didik dan masyarakat.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82034412","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-03-08DOI: 10.59177/veritas.v5i1.169
Boy Harefa
God is a fortress city is one of the titles that people give to God. However, there are still many Christians who doubt it. It is evident that there are still people who have known God and even born into Christian families but still do not believe in God, even though God's power is real for that person, he still does not recognize God. Therefore, it is very important to understand the meaning of God is a fortress city, especially when experiencing suffering from enemies. Psalm 59:17-18 is a psalm that calls out to God for help. In this verse the psalmist calls God a fortress city. This study aims to discuss the theological overview of Psalm 59:17-18 about God being called a fortress city. The writing method used in writing this article is the Exposition method or text analysis in the book of Psalm 59: 17-18 as well as literature review of various literature sources related to the topic under study. The result of this research is that God is a fortress city, meaning that God's people are treated very special, because God is a refuge and a source of strength, especially when experiencing suffering from enemies. In Psalm 59:17-18, the psalmist expresses his trust in God and that he will find refuge in Him. The Lord will be his stronghold and his savior.AbstrakAllah adalah kota benteng merupakan salah satu sebutan yang manusia tujukan kepada Allah. Akan tetapi masih banyak orang Kristen yang meragukannya. Hal ini terbukti masih ada orang yang sudah kenal Tuhan dan bahkan lahir dari keluarga Kristen tetapi tetap saja tidak percaya kepada Tuhan, sekalipun kuasa Tuhan nyata bagi orang tersebut, tetap saja ia tidak mengakui Tuhan. Oleh sebab itu sangat penting pemahaman mengenai arti Allah adalah kota benteng, terlebih saat mengalami penderitaan karena musuh. Mazmur 59:17-18, merupakan mazmur seruan untuk meminta tolong kepada Allah. Dalam ayat ini pemazmur memanggil Allah sebagai kota benteng. Penelitian ini bertujuan membahas tentang tinjauan teologis dari Mazmur 59:17-18 tentang Allah yang disebut sebagai kota benteng. Metode penulisan yang digunakan dalam menulis artikel ini adalah metode Eksposisi atau analisis teks di dalam kitab Mazmur 59:17-18 serta kajian literatur terhadap berbagai sumber pustaka terkait topik yang diteliti. Hasil penelitian ini yakni Allah adalah kota benteng artinya umat Allah diperlakukan sangat istimewa, karena Allah adalah tempat perlindungan dan sumber kekuatan khususnya saat mengalami penderitaan karena musuh. Dalam Mazmur 59:17-18, pemazmur menyatakan kepercayaannya kepada Allah dan ia akan mendapatkan perlindungan di dalam-Nya. Tuhan akan menjadi kubu pertahanannya dan penyelamatnya.
上帝是一座堡垒,城市是人们给上帝的称号之一。然而,仍有许多基督徒对此表示怀疑。很明显,仍然有人认识神,甚至出生在基督徒家庭,但仍然不相信神,即使神的能力对那个人来说是真实的,他仍然不认识神。因此,理解“上帝是堡垒之城”的含义是非常重要的,尤其是在经历敌人的苦难时。诗篇59:17-18是一首呼求神帮助的诗篇。在这节诗中,诗人称上帝为堡垒之城。本研究旨在讨论诗篇59:17-18关于神被称为坚固城的神学概述。在写作这篇文章时,使用的写作方法是诗篇59篇17-18中的论述法或文本分析,以及与研究主题相关的各种文献来源的文献综述。这项研究的结果是,上帝是一座堡垒城,这意味着上帝的子民受到非常特殊的对待,因为上帝是一个避难所和力量的源泉,尤其是在经历敌人的苦难时。在诗篇59:17-18中,诗人表达了他对上帝的信任,他将在他那里找到避难所。耶和华必作他的保障,作他的救主。【摘要】安拉,阿达拉,阿达拉,阿达拉,阿达拉,阿达拉,阿达拉,阿达拉。Akan tetapi masih banyak橙Kristen yang meragukannya。Hal ini terbukti masih ada orang yang sudah kenal Tuhan dan bahkan lahir dari keluarga Kristen tetapi tetap saja teja tiak percaya kepada Tuhan, sekalipun kuasa Tuhan nyata bagi orang tersebut, tetap saja ja tiak mengakui Tuhan。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。Mazmur 59:17-18, merupakan Mazmur seruan untuk meminta tolong kepaada Allah。祝你好运,祝你好运。Penelitian ini bertujuan membahas tentang tinjauan tecologii Mazmur 59:17-18 tenang Allah yang disebut sebagai kota benteng。Metode penulisan yang digunakan dalam menulis artikel ini adalah Metode Eksposisi atau分析teks di dalam kita Mazmur 59:17-18 serta kajian literature terhadap berbagai sumber pustaka terkait topik yang diteliti。这句话的意思是:“我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。”Dalam Mazmur 59:17-18, pazmur menyatakan kepercayaannya kepada Allah dan ia akan mendapatkan perlindungan di Dalam - nya。Tuhan akan menjadi kubu pertahanannya dan penyelamatnya。
{"title":"Makna Allah Sebagai Kota Benteng Berdasarkan Mazmur 59:17-18","authors":"Boy Harefa","doi":"10.59177/veritas.v5i1.169","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.169","url":null,"abstract":"God is a fortress city is one of the titles that people give to God. However, there are still many Christians who doubt it. It is evident that there are still people who have known God and even born into Christian families but still do not believe in God, even though God's power is real for that person, he still does not recognize God. Therefore, it is very important to understand the meaning of God is a fortress city, especially when experiencing suffering from enemies. Psalm 59:17-18 is a psalm that calls out to God for help. In this verse the psalmist calls God a fortress city. This study aims to discuss the theological overview of Psalm 59:17-18 about God being called a fortress city. The writing method used in writing this article is the Exposition method or text analysis in the book of Psalm 59: 17-18 as well as literature review of various literature sources related to the topic under study. The result of this research is that God is a fortress city, meaning that God's people are treated very special, because God is a refuge and a source of strength, especially when experiencing suffering from enemies. In Psalm 59:17-18, the psalmist expresses his trust in God and that he will find refuge in Him. The Lord will be his stronghold and his savior.AbstrakAllah adalah kota benteng merupakan salah satu sebutan yang manusia tujukan kepada Allah. Akan tetapi masih banyak orang Kristen yang meragukannya. Hal ini terbukti masih ada orang yang sudah kenal Tuhan dan bahkan lahir dari keluarga Kristen tetapi tetap saja tidak percaya kepada Tuhan, sekalipun kuasa Tuhan nyata bagi orang tersebut, tetap saja ia tidak mengakui Tuhan. Oleh sebab itu sangat penting pemahaman mengenai arti Allah adalah kota benteng, terlebih saat mengalami penderitaan karena musuh. Mazmur 59:17-18, merupakan mazmur seruan untuk meminta tolong kepada Allah. Dalam ayat ini pemazmur memanggil Allah sebagai kota benteng. Penelitian ini bertujuan membahas tentang tinjauan teologis dari Mazmur 59:17-18 tentang Allah yang disebut sebagai kota benteng. Metode penulisan yang digunakan dalam menulis artikel ini adalah metode Eksposisi atau analisis teks di dalam kitab Mazmur 59:17-18 serta kajian literatur terhadap berbagai sumber pustaka terkait topik yang diteliti. Hasil penelitian ini yakni Allah adalah kota benteng artinya umat Allah diperlakukan sangat istimewa, karena Allah adalah tempat perlindungan dan sumber kekuatan khususnya saat mengalami penderitaan karena musuh. Dalam Mazmur 59:17-18, pemazmur menyatakan kepercayaannya kepada Allah dan ia akan mendapatkan perlindungan di dalam-Nya. Tuhan akan menjadi kubu pertahanannya dan penyelamatnya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"39 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85677247","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-03-03DOI: 10.59177/veritas.v5i1.206
Yakub Hendrawan Perangin Angin, Paulus Kunto Baskoro, Tri Astuti Yeniretnowati
It is undeniable the importance of understanding team management for everyone, including believers in Christ and the Church as a group of Christians as well as various organizations, both profit and non-profit, and even religious service organizations, including Christian service organizations, are closely related to the team in all aspects of their lives. A person is never separated from the needs and life of the organization, this starts from the smallest organizational unit, namely the family which continues to expand to the church community, community, work, social and state environment. So that someone's success in his environment wherever he is in a community or organization must understand the meaning of being part of a team and how to build his life as a good team player. The method used in this research is library research which aims to describe the meaning and understanding of the concept of team management which includes types, structure, characteristics and principles so that it can have major implications for every believer who understands the meaning of team management comprehensively. The results of this study show how an understanding of the meaning of team management that is correct and intact can bring progress to every believer and Christian organization, namely: First, Having a holy ambition to become the person that every team wants. Second, implementing team management in life and ministry. Third, Principles for Christian leaders: Servants who lead through the team.AbstrakTidak dapat dipungkiri pentingnya pemahamaman manajemen tim bagi setiap orang termasuk tidak terkecuali orang percaya kepada Kristus dan Gereja sebagai kumpulan orang Kristen serta berbagai organisasi baik profit maupun non profit bahkan juga organisasi pelayanan keagamaan termasuk organisasi pelayanan Kristen sangat terkait dengan tim di dalam seluruh aspek kehidupannya. Seseorang tidak pernah lepas dari kebutuhan dan kehidupan organisasi hal ini dimulai dari unit terkecil organisasi yaitu keluarga yang terus meluas kepada lingkungan komunitas gereja, masyarakat, pekerjaan, sosial dan bernegara. Sehingga kesuksesan seseorang dalam lingkungannya di manapun tergabung dalam komunitas atau organisasi haruslah memahami makna sebagai bagian dari tim dan bagaimana membangun kehidupannya sebagai pemain tim yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pustaka yang bertujuan untuk mendeskrispiskan pengertian dan pemahaman konsep manajemen tim yang mencakup jenis, struktur, karakteristik dan prinsip agar dapat berimplikasi besar bagi setiap orang percaya yang memahami makna manajemen tim dengan komprehensip. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pemahaman makna manajemen tim yang benar dan utuh dapat membawa kemajuan bagi setiap orang percaya dan organisasi Kristen, yaitu: Pertama, Memiliki ambisi kudus untuk menjadi pribadi yang diinginkan setiap tim. Kedua, Menerapkan manajemen tim dalam kehidupan dan pelayanan. Ketiga, Prinsip bagi pemim
理解团队管理对每个人的重要性是不可否认的,包括基督信徒和作为基督徒群体的教会,以及各种营利性和非营利性的组织,甚至包括基督教服务组织在内的宗教服务组织,在他们生活的各个方面都与团队密切相关。一个人从来没有脱离过组织的需要和生活,这是从最小的组织单位开始的,即家庭,它不断扩展到教会社区、社区、工作、社会和国家环境。因此,无论一个人在社区或组织中,他在他的环境中取得成功,都必须理解成为团队一员的意义,以及如何将他的生活建立为一个好的团队成员。本研究使用的方法是图书馆研究法,旨在描述团队管理概念的含义和理解,包括团队管理的类型、结构、特征和原则,以便对每一个全面理解团队管理含义的信徒都有重大的启示。本研究的结果表明,正确完整地理解团队管理的意义,可以为每个信徒和基督教组织带来进步,即:第一,有一个神圣的抱负,成为每个团队想要的人。第二,在生活和事工上实行团队管理。第三,基督徒领袖的原则:带领团队的仆人。[摘要]tidaak dapat dipungkiri pentingnya pemahamaman管理人员tim bagi setap orang termasuk tidak terkecuali orang peraya kepaja Kristus dan Gereja sebagai kumpulan orang serta berbagai organisasi baik profit maupun非营利bakan juga organisasi pelayanan keagamaan termasukorganisasi pelayanan sanat terkait dengan timdi dalam seluruh askehidupannya。Seseorang tidak pernah lepas dari kebutuhan dan kehidupan organisasi hal ini mulai dari unit terkecil organisasi yitu keluarga yang terus melwas kepaas lingkungan komunitas gereja, masyarakat, pekerjaan, social dan bernegara。我的意思是说,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset yang bertujuan untuk mendeskkan pengertian dan pemahaman konsep管理人员tim yang menacup jenis,结构,karakteristik dan prinsip, parakteristik dan prinsip, apakteristik berimpikasi besar bagi seap orya yang memahami makna管理人员tim dengan综合。Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pemahaman makna managementemen tim yang benar dan utuh与dapat membawa kemajuan bagi setiap和peraya dan organisi Kristen, yitu: Pertama, Memiliki ambisi kudus untuk menjadi pribadi yang diinginkan setiap tim。Kedua, Menerapkan管理人员tim dalam kehidupan dan pelayanan。凯蒂加,普林西普·巴吉·佩林·克里斯汀:佩拉扬·杨·佩林·梅拉利·蒂姆。
{"title":"Pemahaman Makna Manajemen Tim dan Implikasinya dalam Kehidupan Orang Kristen","authors":"Yakub Hendrawan Perangin Angin, Paulus Kunto Baskoro, Tri Astuti Yeniretnowati","doi":"10.59177/veritas.v5i1.206","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.206","url":null,"abstract":"It is undeniable the importance of understanding team management for everyone, including believers in Christ and the Church as a group of Christians as well as various organizations, both profit and non-profit, and even religious service organizations, including Christian service organizations, are closely related to the team in all aspects of their lives. A person is never separated from the needs and life of the organization, this starts from the smallest organizational unit, namely the family which continues to expand to the church community, community, work, social and state environment. So that someone's success in his environment wherever he is in a community or organization must understand the meaning of being part of a team and how to build his life as a good team player. The method used in this research is library research which aims to describe the meaning and understanding of the concept of team management which includes types, structure, characteristics and principles so that it can have major implications for every believer who understands the meaning of team management comprehensively. The results of this study show how an understanding of the meaning of team management that is correct and intact can bring progress to every believer and Christian organization, namely: First, Having a holy ambition to become the person that every team wants. Second, implementing team management in life and ministry. Third, Principles for Christian leaders: Servants who lead through the team.AbstrakTidak dapat dipungkiri pentingnya pemahamaman manajemen tim bagi setiap orang termasuk tidak terkecuali orang percaya kepada Kristus dan Gereja sebagai kumpulan orang Kristen serta berbagai organisasi baik profit maupun non profit bahkan juga organisasi pelayanan keagamaan termasuk organisasi pelayanan Kristen sangat terkait dengan tim di dalam seluruh aspek kehidupannya. Seseorang tidak pernah lepas dari kebutuhan dan kehidupan organisasi hal ini dimulai dari unit terkecil organisasi yaitu keluarga yang terus meluas kepada lingkungan komunitas gereja, masyarakat, pekerjaan, sosial dan bernegara. Sehingga kesuksesan seseorang dalam lingkungannya di manapun tergabung dalam komunitas atau organisasi haruslah memahami makna sebagai bagian dari tim dan bagaimana membangun kehidupannya sebagai pemain tim yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pustaka yang bertujuan untuk mendeskrispiskan pengertian dan pemahaman konsep manajemen tim yang mencakup jenis, struktur, karakteristik dan prinsip agar dapat berimplikasi besar bagi setiap orang percaya yang memahami makna manajemen tim dengan komprehensip. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pemahaman makna manajemen tim yang benar dan utuh dapat membawa kemajuan bagi setiap orang percaya dan organisasi Kristen, yaitu: Pertama, Memiliki ambisi kudus untuk menjadi pribadi yang diinginkan setiap tim. Kedua, Menerapkan manajemen tim dalam kehidupan dan pelayanan. Ketiga, Prinsip bagi pemim","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"37 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84391048","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-19DOI: 10.59177/veritas.v5i1.205
Paulus Kunto Baskoro, P. Chia
Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.
但以理是真实存在的,不是虚构的圣经人物。丹尼尔是出了名的忠诚的人,他没有欺骗。但以理成为神,宣告他的主权。与神亲密的关系、完全降服生命、虔诚的品格、委身于活出真理、委身于勤奋敬拜、正直和坚定的信心,这些都是每个信徒应该应用在生活中的原则。采用描述性文献法。然后作者会使用字典或词汇,专门的单词学习书籍和其他文献。本研究将根据《但以理书》6:1 - 29来讨论但以理的虔敬,以及当代信徒的逻辑执行,试图找到敬虔的意义。这篇文章的目的是:首先,作者试图找到虔诚的真正意义。第二,根据但以理书找到但以理虔诚的含义。第三,为今天的信徒实行敬虔的生活。摘要daniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi。Daniel dikenal sebagai orang yang setitiak danecurangan terdapat dalam dirinya。Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya。Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memoriliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memoriliki integritas, danmemoriliki iman yang teguh merupakan prinsisip yang seharusnya diiterapkan dalam kehidupan setiap orang peraya。方法阳迪古纳坎阿达拉方法论述文献。Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literature杨兰妮亚。但以理书6:1-29但以理书6:1-29但以理书6:1-29但以理书6:1-29但以理书6:1-29Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan。Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menuut kitab Daniel。Ketiga, mengimplementaskan kehidupan yang saleh bagi橙色peraya masa kini。
{"title":"Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini","authors":"Paulus Kunto Baskoro, P. Chia","doi":"10.59177/veritas.v5i1.205","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.205","url":null,"abstract":"Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91171544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-19DOI: 10.59177/veritas.v5i1.203
Stefanus Yulli Sapto Ajie
Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus. The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context. Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart. Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus. Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature didapatka bahwa inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia. Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba. Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.
在写这本日记时,道成肉身指的是耶稣基督存在的形象,要么是主耶稣本人,要么是主耶稣的工作。主耶稣基督道成肉身的本质是根据约翰福音1:14来理解的,主耶稣作为神的儿子降世成为人类,然后成为人类的救主,服侍、训练和塑造失去了神的形象和样式的人类,使他们再次变得与神相似和相似。采用描述性定性方法和文献研究法,根据约翰福音1:14和腓立比书2:5-11,发现道成肉身作为牧师领导发展的基础,具有耶稣道成肉身进入人类环境的最高动机、承诺、行为和行动。耶稣没有成为一个专制的领袖,而是用爱、谦卑、正直和仆人的心来领导。耶稣的领导是以事工为基础的,所以没有什么是个人的利益。[摘要]〔摘要〕中国科学院科学院期刊《中国科学院科学院学报》(inkarnasi dalam penulisjournal)。Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah。孟unakan方法,素质研究,文学didapatka bahwa inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, peraku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks手稿。Yesus tidak menjadi sesseseang pemimpin yang, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba。keep emimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehinga tidak ada hal yang bersifat menguntunkan pribadi。
{"title":"Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11","authors":"Stefanus Yulli Sapto Ajie","doi":"10.59177/veritas.v5i1.203","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.203","url":null,"abstract":"Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus. The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context. Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart. Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus. Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature didapatka bahwa inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia. Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba. Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81545441","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-15DOI: 10.59177/veritas.v5i1.197
Ayub Rusmanto, Kerin Rajagukguk, S. Sriwahyuni
Giving thanks is a positive attitude of believers who have received God's grace. This study explores the perception of giving thanks for God's grace based on the text of 1 Corinthians 1:4-9. In Paul's letter this helps strengthen, and evaluate the way of life of Christians in Corinth. Paul gave thanks based on the fact that he knew salvation came entirely from God. It is God who calls His people from spiritual death into His salvation. The method used in this research is descriptive qualitative method to explain how the text of 1 Corinthians 1:4-9 is aimed at helping to strengthen and evaluate the way of life of Corinthian Christians and Christians today. The result of the research is that Corinthian Christians have been called by God and can have confidence and know that it is God who calls for the grace that He has bestowed in Christ Jesus. Besides that, giving thanks for God's grace The congregation in Corinth is still relevant in the lives of today's believers.AbstrakMengucap syukur adalah sikap positif orang percaya yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Penelitian ini menelusuri persepsi mengucap syukur atas kasih karunia Allah berdasarkan teks 1 Korintus 1:4-9.Dalam surat Paulus ini membantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen di Korintus. Paulus mengucap syukur didasarkan pada fakta bahwa dia tahu keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Allahlah yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif untuk memaparkan bagaimana teks 1 Korintus 1:4-9 di tujukan membantu menguatkan dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen Korintus dan orang Kristen masa kini. Hasil penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh Allah dan dapat memiliki keyakinan dan mengetahui bahwa Allahlah yang memanggil atas kasih karunia yang telah dianugerahkan-Nya dalam Kristus Yesus. Selain itu, mengucap syukur atas kasih karunia Allah Jemaat di Korintus masih relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini.
感恩是接受神恩典的信徒的积极态度。本研究以哥林多前书1:4-9为基础,探讨为神的恩典感恩的概念。在保罗的信中,这有助于加强和评估哥林多基督徒的生活方式。保罗感恩是因为他知道救恩完全是从神而来。是神呼召他的百姓脱离属灵的死亡,进入他的救恩。本研究中使用的方法是描述性定性方法来解释哥林多前书1:4-9的文本如何旨在帮助加强和评估哥林多基督徒和今天基督徒的生活方式。研究的结果是哥林多的基督徒已经被神呼召,并且可以有信心,并且知道是神在呼召他在基督耶稣里所赐的恩典。除此之外,感谢神的恩典哥林多教会对今天信徒的生活仍然有意义。【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】神是神的神,神是神的神,神是神的神。哥林多前书1:4-9。Dalam surat Paulus ini menbantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup和Kristen di Korintus。保卢斯·蒙古卡普·苏库尔·迪达萨坎·帕达·费克塔·巴瓦·迪达尔·塔乌斯·克塞勒·马坦·巴托尔·阿达尔·安拉。安拉yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya。中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:哈希尔penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh安拉,dandapat memiliki keyakinan danmengetahui bahwa安拉,杨memanggil atas kashih karunia杨telah dianugerahkan-Nya dalam克里斯特斯耶苏斯。Selain itu, mengucap syukur, as kasih karunia Allah Jemaat di Korintus, masih相关性,dalam kehidupan or peraya masa kini。
{"title":"Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9","authors":"Ayub Rusmanto, Kerin Rajagukguk, S. Sriwahyuni","doi":"10.59177/veritas.v5i1.197","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.197","url":null,"abstract":"Giving thanks is a positive attitude of believers who have received God's grace. This study explores the perception of giving thanks for God's grace based on the text of 1 Corinthians 1:4-9. In Paul's letter this helps strengthen, and evaluate the way of life of Christians in Corinth. Paul gave thanks based on the fact that he knew salvation came entirely from God. It is God who calls His people from spiritual death into His salvation. The method used in this research is descriptive qualitative method to explain how the text of 1 Corinthians 1:4-9 is aimed at helping to strengthen and evaluate the way of life of Corinthian Christians and Christians today. The result of the research is that Corinthian Christians have been called by God and can have confidence and know that it is God who calls for the grace that He has bestowed in Christ Jesus. Besides that, giving thanks for God's grace The congregation in Corinth is still relevant in the lives of today's believers.AbstrakMengucap syukur adalah sikap positif orang percaya yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Penelitian ini menelusuri persepsi mengucap syukur atas kasih karunia Allah berdasarkan teks 1 Korintus 1:4-9.Dalam surat Paulus ini membantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen di Korintus. Paulus mengucap syukur didasarkan pada fakta bahwa dia tahu keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Allahlah yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif untuk memaparkan bagaimana teks 1 Korintus 1:4-9 di tujukan membantu menguatkan dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen Korintus dan orang Kristen masa kini. Hasil penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh Allah dan dapat memiliki keyakinan dan mengetahui bahwa Allahlah yang memanggil atas kasih karunia yang telah dianugerahkan-Nya dalam Kristus Yesus. Selain itu, mengucap syukur atas kasih karunia Allah Jemaat di Korintus masih relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"47 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80599634","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}