首页 > 最新文献

Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan最新文献

英文 中文
Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini 但以理书6:1-29中但以理公义的描述性描述,以及今天信徒的实现和逻辑思考
Pub Date : 2023-02-19 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.205
Paulus Kunto Baskoro, P. Chia
Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.
但以理是真实存在的,不是虚构的圣经人物。丹尼尔是出了名的忠诚的人,他没有欺骗。但以理成为神,宣告他的主权。与神亲密的关系、完全降服生命、虔诚的品格、委身于活出真理、委身于勤奋敬拜、正直和坚定的信心,这些都是每个信徒应该应用在生活中的原则。采用描述性文献法。然后作者会使用字典或词汇,专门的单词学习书籍和其他文献。本研究将根据《但以理书》6:1 - 29来讨论但以理的虔敬,以及当代信徒的逻辑执行,试图找到敬虔的意义。这篇文章的目的是:首先,作者试图找到虔诚的真正意义。第二,根据但以理书找到但以理虔诚的含义。第三,为今天的信徒实行敬虔的生活。摘要daniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi。Daniel dikenal sebagai orang yang setitiak danecurangan terdapat dalam dirinya。Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya。Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memoriliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memoriliki integritas, danmemoriliki iman yang teguh merupakan prinsisip yang seharusnya diiterapkan dalam kehidupan setiap orang peraya。方法阳迪古纳坎阿达拉方法论述文献。Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literature杨兰妮亚。但以理书6:1-29但以理书6:1-29但以理书6:1-29但以理书6:1-29但以理书6:1-29Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan。Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menuut kitab Daniel。Ketiga, mengimplementaskan kehidupan yang saleh bagi橙色peraya masa kini。
{"title":"Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini","authors":"Paulus Kunto Baskoro, P. Chia","doi":"10.59177/veritas.v5i1.205","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.205","url":null,"abstract":"Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91171544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11 在约翰福音1:14和腓立比书2:5-11的基础上,转世为会众牧羊人领导的发展的基础
Pub Date : 2023-02-19 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.203
Stefanus Yulli Sapto Ajie
Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus. The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context. Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart. Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus. Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  didapatka bahwa  inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia. Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba. Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.
在写这本日记时,道成肉身指的是耶稣基督存在的形象,要么是主耶稣本人,要么是主耶稣的工作。主耶稣基督道成肉身的本质是根据约翰福音1:14来理解的,主耶稣作为神的儿子降世成为人类,然后成为人类的救主,服侍、训练和塑造失去了神的形象和样式的人类,使他们再次变得与神相似和相似。采用描述性定性方法和文献研究法,根据约翰福音1:14和腓立比书2:5-11,发现道成肉身作为牧师领导发展的基础,具有耶稣道成肉身进入人类环境的最高动机、承诺、行为和行动。耶稣没有成为一个专制的领袖,而是用爱、谦卑、正直和仆人的心来领导。耶稣的领导是以事工为基础的,所以没有什么是个人的利益。[摘要]〔摘要〕中国科学院科学院期刊《中国科学院科学院学报》(inkarnasi dalam penulisjournal)。Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah。孟unakan方法,素质研究,文学didapatka bahwa inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, peraku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks手稿。Yesus tidak menjadi sesseseang pemimpin yang, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba。keep emimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehinga tidak ada hal yang bersifat menguntunkan pribadi。
{"title":"Inkarnasi Sebagai Dasar Pengembangan Kepemimpinan Gembala Sidang Berdasarkan Yohanes 1:14 Dan Filipi 2:5-11","authors":"Stefanus Yulli Sapto Ajie","doi":"10.59177/veritas.v5i1.203","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.203","url":null,"abstract":"Incarnation in writing this journal refers to the figure of the existence of Jesus Christ either personally the Lord Jesus or the work of the Lord Jesus. The essence of incarnation in the Lord Jesus Christ is understood according to John 1:14, the Lord Jesus as God the Son descended into the world to become human and then became the human savior, serving, training and forming human beings who have lost the image and likeness of God, to become similar and likeness to God again. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it is found that the incarnation as the basis for the development of pastoral leadership based on John 1:14 and Philippians 2:5-11 has the highest motive, commitment, behavior and actions of Jesus, who was incarnated into a human context. Jesus did not become an authoritarian leader, but led with love, humility, integrity and a servant's heart. Jesus' leadership is ministry-based, so nothing is personal gain.AbstrakInkarnasi dalam penulisan jurnal ini menunjuk kepada sosok kepada keberadaan Yesus Kristus baik secara pribadi Tuhan Yesus atau karya Tuhan Yesus. Hakekat inkarnasi dalam diri Tuhan Yesus Kristus dipahami menurut Yohanes 1:14, Tuhan Yesus sebagai Allah Anak turun kedunia menjadi manusia kemudian menjadi juru selamat manusia, melayani, melatih dan membentuk manusia yang kehilangan gambar dan rupa Allah, menjadi kembali serupa dan segambar dengan Allah. Mengunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  didapatka bahwa  inkarnasi sebagai dasar pengembangan kepemimpinan gembala sidang berdasarkan Yohanes 1:14 dan Filipi 2:5-11 memiliki Motif tertinggi, komitmen, perilaku dan tindakan Yesus, yang berinkarnasi ke dalam konteks manusia. Yesus tidak menjadi seseorang pemimpin yang otoriter, melainkan memimpin dengan kasih, kerendahan hati, integritas serta berhati hamba. Kepemimpinan Yesus berbasis pelayanan, sehingga tidak ada hal yang bersifat menguntungkan pribadi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81545441","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9 根据哥林多前书1:4-9,知觉感谢神的恩典
Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.197
Ayub Rusmanto, Kerin Rajagukguk, S. Sriwahyuni
Giving thanks is a positive attitude of believers who have received God's grace. This study explores the perception of giving thanks for God's grace based on the text of 1 Corinthians 1:4-9. In Paul's letter this helps strengthen, and evaluate the way of life of Christians in Corinth. Paul gave thanks based on the fact that he knew salvation came entirely from God. It is God who calls His people from spiritual death into His salvation. The method used in this research is descriptive qualitative method to explain how the text of 1 Corinthians 1:4-9 is aimed at helping to strengthen and evaluate the way of life of Corinthian Christians and Christians today. The result of the research is that Corinthian Christians have been called by God and can have confidence and know that it is God who calls for the grace that He has bestowed in Christ Jesus. Besides that, giving thanks for God's grace The congregation in Corinth is still relevant in the lives of today's believers.AbstrakMengucap syukur adalah sikap positif orang percaya yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Penelitian ini menelusuri persepsi mengucap syukur atas kasih karunia Allah berdasarkan teks 1 Korintus 1:4-9.Dalam surat Paulus ini membantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen di Korintus.  Paulus mengucap syukur didasarkan pada fakta bahwa dia tahu keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Allahlah yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif untuk memaparkan bagaimana teks 1 Korintus 1:4-9 di tujukan membantu menguatkan dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen Korintus dan orang Kristen masa kini. Hasil penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh Allah dan dapat memiliki keyakinan dan mengetahui bahwa Allahlah yang memanggil atas kasih karunia yang telah dianugerahkan-Nya dalam Kristus Yesus. Selain itu, mengucap syukur atas kasih karunia Allah Jemaat di Korintus masih relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini.
感恩是接受神恩典的信徒的积极态度。本研究以哥林多前书1:4-9为基础,探讨为神的恩典感恩的概念。在保罗的信中,这有助于加强和评估哥林多基督徒的生活方式。保罗感恩是因为他知道救恩完全是从神而来。是神呼召他的百姓脱离属灵的死亡,进入他的救恩。本研究中使用的方法是描述性定性方法来解释哥林多前书1:4-9的文本如何旨在帮助加强和评估哥林多基督徒和今天基督徒的生活方式。研究的结果是哥林多的基督徒已经被神呼召,并且可以有信心,并且知道是神在呼召他在基督耶稣里所赐的恩典。除此之外,感谢神的恩典哥林多教会对今天信徒的生活仍然有意义。【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】【摘要】神是神的神,神是神的神,神是神的神。哥林多前书1:4-9。Dalam surat Paulus ini menbantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup和Kristen di Korintus。保卢斯·蒙古卡普·苏库尔·迪达萨坎·帕达·费克塔·巴瓦·迪达尔·塔乌斯·克塞勒·马坦·巴托尔·阿达尔·安拉。安拉yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya。中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:哈希尔penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh安拉,dandapat memiliki keyakinan danmengetahui bahwa安拉,杨memanggil atas kashih karunia杨telah dianugerahkan-Nya dalam克里斯特斯耶苏斯。Selain itu, mengucap syukur, as kasih karunia Allah Jemaat di Korintus, masih相关性,dalam kehidupan or peraya masa kini。
{"title":"Persepsi Mengucap Syukur Atas Kasih Karunia Allah Berdasarkan Teks 1 Korintus 1:4-9","authors":"Ayub Rusmanto, Kerin Rajagukguk, S. Sriwahyuni","doi":"10.59177/veritas.v5i1.197","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.197","url":null,"abstract":"Giving thanks is a positive attitude of believers who have received God's grace. This study explores the perception of giving thanks for God's grace based on the text of 1 Corinthians 1:4-9. In Paul's letter this helps strengthen, and evaluate the way of life of Christians in Corinth. Paul gave thanks based on the fact that he knew salvation came entirely from God. It is God who calls His people from spiritual death into His salvation. The method used in this research is descriptive qualitative method to explain how the text of 1 Corinthians 1:4-9 is aimed at helping to strengthen and evaluate the way of life of Corinthian Christians and Christians today. The result of the research is that Corinthian Christians have been called by God and can have confidence and know that it is God who calls for the grace that He has bestowed in Christ Jesus. Besides that, giving thanks for God's grace The congregation in Corinth is still relevant in the lives of today's believers.AbstrakMengucap syukur adalah sikap positif orang percaya yang telah menerima kasih karunia Tuhan. Penelitian ini menelusuri persepsi mengucap syukur atas kasih karunia Allah berdasarkan teks 1 Korintus 1:4-9.Dalam surat Paulus ini membantu menguatkan, dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen di Korintus.  Paulus mengucap syukur didasarkan pada fakta bahwa dia tahu keselamatan sepenuhnya berasal dari Allah. Allahlah yang memanggil umat-Nya dari kematian rohani kedalam keselamatan-Nya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif deskreptif untuk memaparkan bagaimana teks 1 Korintus 1:4-9 di tujukan membantu menguatkan dan mengevaluasi cara hidup orang Kristen Korintus dan orang Kristen masa kini. Hasil penelitian bahwa orang Kristen Korintus telah dipanggil oleh Allah dan dapat memiliki keyakinan dan mengetahui bahwa Allahlah yang memanggil atas kasih karunia yang telah dianugerahkan-Nya dalam Kristus Yesus. Selain itu, mengucap syukur atas kasih karunia Allah Jemaat di Korintus masih relevan dalam kehidupan orang percaya masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"47 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80599634","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Deskriptif Jalan Sempit Dalam Matius 7:13-14: Suatu Refleksi Teologi Bagi Kekristenan 马太福音7:13-14中狭窄街道的描述性描述:基督教的神学反映
Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.195
Eko Nugroho, Vendyah Trisnaningtyas, Steven Tommy Dalekes Umboh
This article aims to explore the meaning of Refection which means “Mirror/Reflection”, provide an analysis of it and provide a description of the function of Reflection in Christian life. In writing this scientific paper, the researcher uses a qualitative descriptive method by collecting data from books, journal articles, and from the author's observations while serving the family and work community. The description in this article shows that there is power in doing Reflection on the Christian life in a real way by being doers of God's Word. The conclusion is found that it is biblically stated that reflection is exemplified by the Lord Jesus Christ himself in parables in each of his sermons and is also carried out by biblical figures in determining the choice of a way of life that is in accordance with God's Word. Reflection proves that the power of God's Word is able to bring people to introspect themselves by understanding God's will in every journey of life, so that they get results or fruit that are beyond human expectations, because it is written that what is sown is what is reaped. In other words, reflection is a part of life's reflection in doing according to the will of God's Word and living it, the Holy Spirit who enables understanding and faith that makes miracles happen when reflection is done with high self-awareness.AbstrakArtikel ini bertujuan mendalami makna dari reflection yang berarti “cermin/pantulan”, memberikan analisis terhadapnya dan memberikan deskripsi fungsi dari Reflection dalam kehidupan Kekristenan. Dalam penulisan karya ilmiah ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pegumpulan data dari buku, artikel jurnal, dan dari pengamatan penulis selama melayani komunitas keluarga dan pekerjaan. Uraian pada artikel ini menunjukkan ada kekuatan dalam melakukan reflection (cermin/pantulan) pada kehidupan Kekristenan secara nyata dengan menjadi pelaku Firman Tuhan. Hasil simpulan ditemukan bahwa secara Alkitabiah menyatakan bahwa reflection dicontohkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dalam perumpamaan dalam setiap kotbah-Nya dan dilakukan pula oleh para tokoh Alkitab dalam menetapkan pilihan jalan hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Reflection membuktikan bahwa kekuatan Firman Allah mampu membawa manusia menginstrospeksi diri dengan cara memahami kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup, sehingga memperoleh hasil atau buah yang diluar ekspektasi manusia itu sendiri, karena ada tertulis apa yang di tabur itulah yang dituai. Dengan kata lain reflection merupakan bagian cerminan hidup dalam melakukan sesuai kehendak Firman Allah dan menghidupinya, Roh Kudus yang memampukan untuk memahami dan iman yang membuat mujizat terjadi saat reflection dilakukan dengan kesadaran diri yang tinggi.
本文旨在探讨反思的意义,即“镜子/反思”,对其进行分析,并描述反思在基督徒生活中的作用。在撰写这篇科学论文时,研究人员通过从书籍,期刊文章和作者在为家庭和工作社区服务时的观察中收集数据,使用定性描述方法。这篇文章的描述表明,以一种真实的方式反思基督徒的生活,成为神话语的实行者,是有能力的。结论是,圣经中指出,主耶稣基督在每次讲道中都用比喻来说明反思,并且圣经中的人物在决定选择一种符合上帝话语的生活方式时也进行了反思。省思证明神话语的大能,能使人在人生的每一段旅程中,藉著明白神的旨意,来省察自己,使人得到超乎预期的结果或果子,因为经上记著说,种的是什么,收的就是什么。换句话说,反思是生活反思的一部分,按照神的话的旨意去做,并按照神的话去生活,圣灵使我们有理解和信心,当我们带着高度的自我意识去反思时,奇迹就会发生。摘要:artikel ini bertujuan mendalami makna dari reflection yang berarti“cermin/pantulan”,memberkan analysis terhadapnya, memberikkan deskripsi fungsi dari reflection dalam kehidupan kekristan。[3][中国科学院学报,中国科学院学报,中国科学院学报,中国科学院学报。]Uraian pada artikel ini menunjukkan ada kekuatan dalam melakukan reflection (cermin/pantulan) pada kehidupan kekristan secara nyata dengan menjadi pelaku Firman Tuhan。哈西尔simpulan ditemukan bahwa secara Alkitabiah menyatakan bahwa reflection dicontohkan oleh Tuhan Yesus us sendiri dalam perumpamaan dalam sehiap koha - nya dan dilakukan pula oleh parha alkitabam menetapkan pilihan jalan hidup yang sesuan dengan Firman Tuhan。反射membuktikan bahwa kekuatan Firman安拉·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·曼普·····Dengan型躺反射merupakan bagian cerminan hidup dalam melakukan sesuai kehendak诏书真主dan menghidupinya卢武铉捻角羚杨memampukan为她memahami丹杨伊曼membuat mujizat terjadi种子反射dilakukan Dengan kesadaran diri杨丁宜受困。
{"title":"Deskriptif Jalan Sempit Dalam Matius 7:13-14: Suatu Refleksi Teologi Bagi Kekristenan","authors":"Eko Nugroho, Vendyah Trisnaningtyas, Steven Tommy Dalekes Umboh","doi":"10.59177/veritas.v5i1.195","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.195","url":null,"abstract":"This article aims to explore the meaning of Refection which means “Mirror/Reflection”, provide an analysis of it and provide a description of the function of Reflection in Christian life. In writing this scientific paper, the researcher uses a qualitative descriptive method by collecting data from books, journal articles, and from the author's observations while serving the family and work community. The description in this article shows that there is power in doing Reflection on the Christian life in a real way by being doers of God's Word. The conclusion is found that it is biblically stated that reflection is exemplified by the Lord Jesus Christ himself in parables in each of his sermons and is also carried out by biblical figures in determining the choice of a way of life that is in accordance with God's Word. Reflection proves that the power of God's Word is able to bring people to introspect themselves by understanding God's will in every journey of life, so that they get results or fruit that are beyond human expectations, because it is written that what is sown is what is reaped. In other words, reflection is a part of life's reflection in doing according to the will of God's Word and living it, the Holy Spirit who enables understanding and faith that makes miracles happen when reflection is done with high self-awareness.AbstrakArtikel ini bertujuan mendalami makna dari reflection yang berarti “cermin/pantulan”, memberikan analisis terhadapnya dan memberikan deskripsi fungsi dari Reflection dalam kehidupan Kekristenan. Dalam penulisan karya ilmiah ini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pegumpulan data dari buku, artikel jurnal, dan dari pengamatan penulis selama melayani komunitas keluarga dan pekerjaan. Uraian pada artikel ini menunjukkan ada kekuatan dalam melakukan reflection (cermin/pantulan) pada kehidupan Kekristenan secara nyata dengan menjadi pelaku Firman Tuhan. Hasil simpulan ditemukan bahwa secara Alkitabiah menyatakan bahwa reflection dicontohkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dalam perumpamaan dalam setiap kotbah-Nya dan dilakukan pula oleh para tokoh Alkitab dalam menetapkan pilihan jalan hidup yang sesuai dengan Firman Tuhan. Reflection membuktikan bahwa kekuatan Firman Allah mampu membawa manusia menginstrospeksi diri dengan cara memahami kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup, sehingga memperoleh hasil atau buah yang diluar ekspektasi manusia itu sendiri, karena ada tertulis apa yang di tabur itulah yang dituai. Dengan kata lain reflection merupakan bagian cerminan hidup dalam melakukan sesuai kehendak Firman Allah dan menghidupinya, Roh Kudus yang memampukan untuk memahami dan iman yang membuat mujizat terjadi saat reflection dilakukan dengan kesadaran diri yang tinggi.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"37 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88008772","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Deskripsi Mazmur 127:1-5 dan Implementasinya pada Kehidupan Keluarga Masa Kini 诗篇127:1-5的描述和应用到今天的家庭生活
Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.202
H. Subagyo
There are still many Christian families today who are unhappy because they do not understand how to manage a Biblical family. Psalm 127 gives guidance to today's families on how to manage a happy family life according to God's will. Family life without involving God in it will not experience happiness. The method used in this study is a qualitative descriptive method. In conclusion, everything that does not involve God will end in vain. God is the ultimate authority in the lives of His people. A family that involves God's authority is a happy family because God is also working in it and He will act to bring joy to the family.AbstrakMasih banyak dijumpai kehidupan keluarga kristen masa kini yang tidak bahagia karena mereka belum paham bagaimana mengelola sebuah keluarga yang Alkitabiah.Mazmur 127 memberi petujuk pada keluarga masa kini bagaimana cara mengelola kehidupan keluarga bahagia menurut kehendak Tuhan. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Tuhan didalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kualitatif. Kesimpulan, segala sesuatu yang tidak melibatkan Tuhan akan berakhir dengan sia-sia. Tuhan adalah otoritas tertinggi dalam kehidupan umat-Nya. Keluarga yang melibatkan otoritas  Allah adalah keluarga bahagia karena Allah turut bekerja di dalamnya dan Dia akan bertindak untuk  mendatangkan sukacita dalam keluarga.
{"title":"Deskripsi Mazmur 127:1-5 dan Implementasinya pada Kehidupan Keluarga Masa Kini","authors":"H. Subagyo","doi":"10.59177/veritas.v5i1.202","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.202","url":null,"abstract":"There are still many Christian families today who are unhappy because they do not understand how to manage a Biblical family. Psalm 127 gives guidance to today's families on how to manage a happy family life according to God's will. Family life without involving God in it will not experience happiness. The method used in this study is a qualitative descriptive method. In conclusion, everything that does not involve God will end in vain. God is the ultimate authority in the lives of His people. A family that involves God's authority is a happy family because God is also working in it and He will act to bring joy to the family.AbstrakMasih banyak dijumpai kehidupan keluarga kristen masa kini yang tidak bahagia karena mereka belum paham bagaimana mengelola sebuah keluarga yang Alkitabiah.Mazmur 127 memberi petujuk pada keluarga masa kini bagaimana cara mengelola kehidupan keluarga bahagia menurut kehendak Tuhan. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Tuhan didalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kualitatif. Kesimpulan, segala sesuatu yang tidak melibatkan Tuhan akan berakhir dengan sia-sia. Tuhan adalah otoritas tertinggi dalam kehidupan umat-Nya. Keluarga yang melibatkan otoritas  Allah adalah keluarga bahagia karena Allah turut bekerja di dalamnya dan Dia akan bertindak untuk  mendatangkan sukacita dalam keluarga.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74749998","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pandangan Gereja Tentang Perceraian Hidup dan Poligami di Tengah Berbagai Pandangan Etika Kristen 教会对生活离婚和一夫多妻制的看法存在于各种基督教伦理观点中
Pub Date : 2023-02-15 DOI: 10.59177/veritas.v5i1.193
Zakaria Zakaria, Urbanus Urbanus
The Church's View on Divorce and Polygamy Amidst Various Views of Christian Ethics must be a serious concern so that Divorce and Polygamy can be understood properly and no problems occur in the future. The emergence of various Christian ethical views on divorce and polygamy has advanced Christians to be able to make wise decisions regarding divorce and polygamy that often occur among Christians. The method used in this study is a qualitative method, which means the author analyzes data from books or other literature. The results or conclusions of this research are First, Christian marriage is once for a lifetime, second, the Church's Teachings Should be Realistic and Biblical, specifically on Divorce and Polygamy, third, the longevity of marriage is a big and new challenge for all couples, and fourth, Marriage in Christian teachings is a Christian ceremony that must be respected because God has united and blessed them.AbstrakPadangan Gereja tentang perceraian hidup dan Poligami ditengah berbagai pandangan Etika Kristen harus menjadi perhatian yang serius supaya Perceraian hidup dan Poligami dapat dipahami dengan baik serta tidak terjadi masalah dikemudian hari. Munculnya berbagai pandangan etika Kristen tentang perceraian dan poligami memaju orang Kristen untuk dapat mengambil keputusan yang bijak terhadap perceraian hidup dan Poligami yang sering terjadi di kalangan orang Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yang artinya penulis menganalisis data dari buku atau kepustakaan lainya. Sebagai hasil atau kesimpulan dari Penelitian ini adalah pertama, Perkawinan Kristen adalah sekali untuk seumur hidup, kedua, Ajaran Gereja Semestinya Realistis dan Alkitabiah secara khusus terhadap Perceraian dan Poligami, ketiga, lama keberlangsungan penikahan merupakan tantangan besar dan baru untuk semua pasangan, dan keempat, Pernikahan dalam ajaran Kristen merupakan upacara Masehi yang harus dihormati karena Allah yang telah mempersatukan serta memberkatinya.
在基督教伦理的各种观点中,教会对离婚和一夫多妻制的看法必须得到认真的关注,这样离婚和一夫多妻制才能得到正确的理解,将来不会出现问题。关于离婚和一夫多妻制的各种基督教伦理观点的出现,使基督徒能够对经常发生在基督徒中的离婚和一夫多妻制做出明智的决定。本研究使用的方法是定性方法,即作者从书籍或其他文献中分析数据。本研究的结果或结论是:第一,基督徒的婚姻是一生一次;第二,教会的教导应该是现实的和符合圣经的,特别是关于离婚和一夫多妻制;第三,婚姻的长寿对所有夫妇来说都是一个巨大的新挑战;第四,基督教教义中的婚姻是一个必须受到尊重的基督教仪式,因为上帝已经联合并祝福了他们。摘要:padangan gerejan tentenan perperup dan Poligami ditengah berbagai pandangan Etika Kristen harus menjadi perhatian yang serius supaya perangan hidup dan Poligami dapat dipahami dengan baik serta tiak terjadi masalah dikemudian hari。Munculnya berbagai pandangan etika Kristen tentang perian dan poligami memaju orang Kristen untuk dapat mengambil keputusan yang bijak perchup danpoligami yang sering terjadi di kalangan orangang Kristen。方法杨迪库纳肯的dalam penelitian ini adalah方法定性,杨迪库纳肯的penelitian分析数据dari buku atau kepustakaan lainya。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是我的意思。
{"title":"Pandangan Gereja Tentang Perceraian Hidup dan Poligami di Tengah Berbagai Pandangan Etika Kristen","authors":"Zakaria Zakaria, Urbanus Urbanus","doi":"10.59177/veritas.v5i1.193","DOIUrl":"https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.193","url":null,"abstract":"The Church's View on Divorce and Polygamy Amidst Various Views of Christian Ethics must be a serious concern so that Divorce and Polygamy can be understood properly and no problems occur in the future. The emergence of various Christian ethical views on divorce and polygamy has advanced Christians to be able to make wise decisions regarding divorce and polygamy that often occur among Christians. The method used in this study is a qualitative method, which means the author analyzes data from books or other literature. The results or conclusions of this research are First, Christian marriage is once for a lifetime, second, the Church's Teachings Should be Realistic and Biblical, specifically on Divorce and Polygamy, third, the longevity of marriage is a big and new challenge for all couples, and fourth, Marriage in Christian teachings is a Christian ceremony that must be respected because God has united and blessed them.AbstrakPadangan Gereja tentang perceraian hidup dan Poligami ditengah berbagai pandangan Etika Kristen harus menjadi perhatian yang serius supaya Perceraian hidup dan Poligami dapat dipahami dengan baik serta tidak terjadi masalah dikemudian hari. Munculnya berbagai pandangan etika Kristen tentang perceraian dan poligami memaju orang Kristen untuk dapat mengambil keputusan yang bijak terhadap perceraian hidup dan Poligami yang sering terjadi di kalangan orang Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yang artinya penulis menganalisis data dari buku atau kepustakaan lainya. Sebagai hasil atau kesimpulan dari Penelitian ini adalah pertama, Perkawinan Kristen adalah sekali untuk seumur hidup, kedua, Ajaran Gereja Semestinya Realistis dan Alkitabiah secara khusus terhadap Perceraian dan Poligami, ketiga, lama keberlangsungan penikahan merupakan tantangan besar dan baru untuk semua pasangan, dan keempat, Pernikahan dalam ajaran Kristen merupakan upacara Masehi yang harus dihormati karena Allah yang telah mempersatukan serta memberkatinya.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"44 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83082382","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Makna kata “sepadan” dalam Kejadian 2:18 sebagai Pedoman bagi Relasi Suami-Istri dalam Keluarga Kristen 《创世纪》第2章18节中“对应”一词的意思是在基督教家庭中为夫妻关系提供指导
Pub Date : 2023-01-02 DOI: 10.47543/efata.v9i1.81
Agustina Pasang
Penting untuk memahami arti kata sepadan karena persoalan di seputar laki-laki dan perempuan, suami dan isteri bukanlah sesuatu yang baru karena telah terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa sebagaimana dijelaskan dalam Kejadian 3. tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan makna kata "sepadan" dalam Kejadian 2:18 sebagai pedoman bagi relasi suami-isteri dalam keluarga kristen. Dalam mengkaji topik ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan eksegese teks Kejadian 2:18. Kesimpulan: menjadi "sepadan" tidak hanya bergantung pada satu pribadi tertentu saja melainkan memerlukan peranan dari semua aspek yang ada di dalamnya baik sebagai seorang suami (laki-laki), perempuan (isteri), dan anak-anak sehingga menjadi satu keluarga yang utuh secara khusus dalam konteks sebagai keluarga kristen.
重要的是要理解“相应”这个词的含义,因为在男人和女人之间的问题,丈夫和妻子并不新鲜,因为自从人类在罪恶中堕落以来,就像《创世纪》第3章所描述的那样。这项研究的目的是在《创世纪》2:18中找到“相应”一词的含义,作为基督教家庭中夫妻关系的指导方针。在研究这个主题时,采用的研究方法是一种定性研究方法,其研究方法与《创世纪》2:18的文本研究和注释。结论:“相称”不仅取决于一个特定的人,还需要作为丈夫(男人)、女人(妻子)和孩子在所有方面的作用,从而成为一个真正的基督徒家庭。
{"title":"Makna kata “sepadan” dalam Kejadian 2:18 sebagai Pedoman bagi Relasi Suami-Istri dalam Keluarga Kristen","authors":"Agustina Pasang","doi":"10.47543/efata.v9i1.81","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.81","url":null,"abstract":"Penting untuk memahami arti kata sepadan karena persoalan di seputar laki-laki dan perempuan, suami dan isteri bukanlah sesuatu yang baru karena telah terjadi sejak kejatuhan manusia dalam dosa sebagaimana dijelaskan dalam Kejadian 3. tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan makna kata \"sepadan\" dalam Kejadian 2:18 sebagai pedoman bagi relasi suami-isteri dalam keluarga kristen. Dalam mengkaji topik ini metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan eksegese teks Kejadian 2:18. Kesimpulan: menjadi \"sepadan\" tidak hanya bergantung pada satu pribadi tertentu saja melainkan memerlukan peranan dari semua aspek yang ada di dalamnya baik sebagai seorang suami (laki-laki), perempuan (isteri), dan anak-anak sehingga menjadi satu keluarga yang utuh secara khusus dalam konteks sebagai keluarga kristen.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"94 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75957961","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Ekopedagogi sebagai Fungsi Praksis Imago Dei dalam Menjaga dan Merawat Lingkungan 生态教育学作为Imago Dei在维护和维护环境方面的实践功能
Pub Date : 2023-01-02 DOI: 10.47543/efata.v9i1.82
Agustin Soewitomo Putri
Dunia ada dalam kondisi krisis lingkungan, bencana dan berbagai problematika yang menyentuh kepada kepentingan hidup orang banyak. Dalam hal ini Alkitab menguak tentang keserupaan dengan Allah menjadi wujud tanggungjawab untuk persoalan tersebut. Di dalam keserupaan dengan Allah, dijumpai sebuah mandate tanggungjawab pemeliharaan alam kepada keturunan berikutnya dan salah satu pelaksanaan yang dapat dilaksanakan adalah melalui ecopedagogy. Era society menarik maju manusia dalam sebuah perkembangan tehnologi yang tidak dapat dihindarkan, dan pelestarian terhadap lingkungan menjadi tugas pendidikan generasi yang mempengaruhi kenyamanan “rumah”dimana kita tinggal. Dengan metode penelitian kepustakaan, artikel ini memaparkan ecopedagogy sebagai pelaksanaan tugas keserupaan dengan Allah yang mampu menjadi sebagian jawaban terhadap permasalah ekologi masa kini.
世界正处于环境危机、灾难和影响大众生活利益的问题之中。在这种情况下,圣经揭示了上帝与上帝的相似之处。在与上帝的相似之处,有一个自然的照顾责任给下一个后代,其中一个可以执行的行为是通过生态学。社会时代将人类推向了一个不可避免的技术发展,保护环境成为影响我们“家庭”舒适的一代教育任务。通过研究文献的方法,这篇文章将生态教学描述为对上帝的一种类似任务的研究,这可能是现代生态问题的部分答案。
{"title":"Ekopedagogi sebagai Fungsi Praksis Imago Dei dalam Menjaga dan Merawat Lingkungan","authors":"Agustin Soewitomo Putri","doi":"10.47543/efata.v9i1.82","DOIUrl":"https://doi.org/10.47543/efata.v9i1.82","url":null,"abstract":"Dunia ada dalam kondisi krisis lingkungan, bencana dan berbagai problematika yang menyentuh kepada kepentingan hidup orang banyak. Dalam hal ini Alkitab menguak tentang keserupaan dengan Allah menjadi wujud tanggungjawab untuk persoalan tersebut. Di dalam keserupaan dengan Allah, dijumpai sebuah mandate tanggungjawab pemeliharaan alam kepada keturunan berikutnya dan salah satu pelaksanaan yang dapat dilaksanakan adalah melalui ecopedagogy. Era society menarik maju manusia dalam sebuah perkembangan tehnologi yang tidak dapat dihindarkan, dan pelestarian terhadap lingkungan menjadi tugas pendidikan generasi yang mempengaruhi kenyamanan “rumah”dimana kita tinggal. Dengan metode penelitian kepustakaan, artikel ini memaparkan ecopedagogy sebagai pelaksanaan tugas keserupaan dengan Allah yang mampu menjadi sebagian jawaban terhadap permasalah ekologi masa kini.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":"75 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90653169","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Resistant Apocalyptic: Comparing Moltmann and Žižek and Its Relevance during the Pandemic 抵抗启示录:比较Moltmann和žižek及其在大流行病期间的相关性
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.577
J. Simon
How to understand apocalyptic in the current COVID-19 pandemic? This is the question as well as the sig­ni­ficance of the problem to be answered. Is it based on Jürgen Moltmann’s theological opinion through his “adventus” and emphasizes divine transcendence, or based on Slavoj Žižek’s opinion, which is “Christian materialism,” which rejects divine trans­cendence? By using a comparative-analytical me­thod and qualitative research, this paper aims to find meaning that is found through the encounter between Moltmann’s idea of adventus and Zižek’s suggestion to build a new community through “resistance.” The result is that the COVID-19 pan­de­mic is a resistant apocalyptic narrative about “What is to Come” as an adventus that exceeds the normal and surprising, as well as resistance to finding a new cosmic community model in an effort to live a new life in the new normal era. The order of discussion is as follows. First, Moltmann's apocalyptic thinking will be presented. Second, Žižek’s apocalyptic thinking will be presented. Third, the meeting points and relevance for apo­ca­lyptic resistance will be presented in the context of the current pandemic.
如何理解当前新冠肺炎大流行的启示?这是一个问题,也是需要回答的问题的重要性。它是基于于尔根·莫特曼(Jürgen Moltmann)通过其“冒险论”强调神圣超越的神学观点,还是基于斯拉沃吉泽克(Slavojžižek)的“基督教唯物主义”观点,即拒绝神圣超越?本文采用比较分析法和定性研究相结合的方法,试图从莫尔特曼的冒险思想与齐克关于通过“抵抗”建立新社区的建议之间的相遇中找到意义。“结果是,新冠肺炎疫情是一种具有抵抗力的世界末日叙事,将《未来》描述为一种超越正常和令人惊讶的冒险,以及对寻找新的宇宙社区模式以努力在新常态时代过上新生活的抵抗。讨论顺序如下。首先,介绍莫尔特曼的启示录思想。其次,将介绍日耶克的启示录思想。第三,将在当前疫情的背景下介绍抗寄生虫病的要点和相关性。
{"title":"Resistant Apocalyptic: Comparing Moltmann and Žižek and Its Relevance during the Pandemic","authors":"J. Simon","doi":"10.36421/veritas.v21i2.577","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.577","url":null,"abstract":"How to understand apocalyptic in the current COVID-19 pandemic? This is the question as well as the sig­ni­ficance of the problem to be answered. Is it based on Jürgen Moltmann’s theological opinion through his “adventus” and emphasizes divine transcendence, or based on Slavoj Žižek’s opinion, which is “Christian materialism,” which rejects divine trans­cendence? By using a comparative-analytical me­thod and qualitative research, this paper aims to find meaning that is found through the encounter between Moltmann’s idea of adventus and Zižek’s suggestion to build a new community through “resistance.” The result is that the COVID-19 pan­de­mic is a resistant apocalyptic narrative about “What is to Come” as an adventus that exceeds the normal and surprising, as well as resistance to finding a new cosmic community model in an effort to live a new life in the new normal era. The order of discussion is as follows. First, Moltmann's apocalyptic thinking will be presented. Second, Žižek’s apocalyptic thinking will be presented. Third, the meeting points and relevance for apo­ca­lyptic resistance will be presented in the context of the current pandemic.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48740471","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Blue Sapphire of the Mind: Notes for a Contemplative Ecology 心灵的蓝宝石:沉思生态学笔记
Pub Date : 2022-12-31 DOI: 10.36421/veritas.v21i2.654
H. Thoreau, Aldo Leopold, Czeslaw Milosz, Denise Levertov, Gary Snyder, N. S. Momaday, Mary Oliver, Robert Hass, Louise Glück, Leslie Marmon
Douglas Christie is among many scholars who attempt to make the “ecological turn” to the recent growing interest in ecology. While acknowledging contemporary conversations across various disciplines, Christie approaches this issue differently through a contemplative lens. More specifically, as indicated in the title of the book, Christie draws from the well of early Christian monasticism—something which he is already worked through in his book, The Word in the Desert: Scripture and the Quest for Holiness In Early Christian Monasticism (1993). In this book, Christie aims to reimagine the nexus of the self and the natural world through a retrieval of the spiritual sense of wholeness amidst a fragmented world (4). Christie’s method and style in writing this book are worth noting. He was inspired by David Tracy’s “critical correlation” method, that is, a “meaningful religious reflection ... [that] involves an effort to correlate classic spiritual texts and common human experience” (16). He does this by arranging his book chapters based on classic themes that include tears (penthos), place (topos), attention (prosoche), word (logos), desire (eros), self-emptying (kenosis), and paradise (telos) in the early monastic tradition and reinterprets them in conversation with various sources such as his personal testimonies, classic poet and writings, and even Charles Darwin.
道格拉斯·克里斯蒂(Douglas Christie)是众多学者中的一员,他们试图对近来人们对生态学日益浓厚的兴趣进行“生态转向”。在承认当代不同学科的对话的同时,克里斯蒂通过沉思的视角以不同的方式处理这个问题。更具体地说,正如书的标题所示,克里斯蒂从早期基督教修道主义中汲取了一些他已经在他的书《沙漠中的话语:早期基督教修道主义中的圣经和对圣洁的追求》(1993)中研究过的东西。在这本书中,克里斯蒂试图通过在支离破碎的世界中找回精神上的整体性来重新想象自我与自然世界的联系(4)。克里斯蒂写作这本书的方法和风格值得注意。他的灵感来自大卫·特雷西的“关键关联”方法,即“有意义的宗教反思……[这]涉及到将经典的精神文本和人类的共同经历联系起来的努力”(16)。他根据早期修道传统中的经典主题,包括眼泪(penthos)、地点(topos)、注意力(prosoche)、话语(logos)、欲望(eros)、自我空虚(kenosis)和天堂(telos),来安排他的书的章节,并在与各种来源的对话中重新解释这些主题,例如他的个人证词、经典诗人和著作,甚至查尔斯·达尔文。
{"title":"The Blue Sapphire of the Mind: Notes for a Contemplative Ecology","authors":"H. Thoreau, Aldo Leopold, Czeslaw Milosz, Denise Levertov, Gary Snyder, N. S. Momaday, Mary Oliver, Robert Hass, Louise Glück, Leslie Marmon","doi":"10.36421/veritas.v21i2.654","DOIUrl":"https://doi.org/10.36421/veritas.v21i2.654","url":null,"abstract":"Douglas Christie is among many scholars who attempt to make the “ecological turn” to the recent growing interest in ecology. While acknowledging contemporary conversations across various disciplines, Christie approaches this issue differently through a contemplative lens. More specifically, as indicated in the title of the book, Christie draws from the well of early Christian monasticism—something which he is already worked through in his book, The Word in the Desert: Scripture and the Quest for Holiness In Early Christian Monasticism (1993). In this book, Christie aims to reimagine the nexus of the self and the natural world through a retrieval of the spiritual sense of wholeness amidst a fragmented world (4). Christie’s method and style in writing this book are worth noting. He was inspired by David Tracy’s “critical correlation” method, that is, a “meaningful religious reflection ... [that] involves an effort to correlate classic spiritual texts and common human experience” (16). He does this by arranging his book chapters based on classic themes that include tears (penthos), place (topos), attention (prosoche), word (logos), desire (eros), self-emptying (kenosis), and paradise (telos) in the early monastic tradition and reinterprets them in conversation with various sources such as his personal testimonies, classic poet and writings, and even Charles Darwin.","PeriodicalId":33647,"journal":{"name":"Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47577859","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
期刊
Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1