Patricia Mandagi, None Arthur G. Pinaria, None Jackson F. Watung, Frangky J. Paat, James B. Kaligis, Sandra E. Pakasi
Subterranean termite Coptotermes sp. is one of the important pests that pose a threat to agriculture. Coconut shell liquid smoke is the result of a pyrolysis distillation process. The content of compounds in liquid smoke includes phenolic compounds, carboxylic acids, and carbonyls. The objective of the study was to determine the effective concentration of coconut shell liquid smoke to control the subterranean termite Coptotermes sp. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, 1 treatment (control), and 4 replications. Subterranean termites used were 300 subterranean termites, each treatment filled with 15 termites (12 workers and 3 soldiers). The research data was calculated to obtain the total mortality percentage of Coptotermes sp. on the last observation. Data were analyzed using Sidik Ragam (ANOVA). If the concentration of the treatment shows a significant effect, then proceed with the 5% LSD (Least Significant Difference) test. Control of the Coptotermes sp. subterranean termite. with coconut shell liquid smoke grade 3 effect on the mortality of Coptotermes sp. subterranean termites. Treatment with a concentration of 1 ml of coconut shell liquid smoke is effective and economical to be used as an organic insecticide among other treatments in controlling Coptotermes sp. subterranean termites. Keywords: Control, Mortality, Rayap Subteran, Coconut Shell Liquid Smoke Abstrak Rayap bawah tanah Coptotermes sp. merupakan salah satu hama penting yang menjadi ancaman dalam bidang pertanian. Asap cair tempurung kelapa merupakan hasil proses destilasi pirolisis. Kandungan senyawa pada asap cair antara lain senyawa fenolik, asam karboksilat dan karbonil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang efektif untuk mengendalikan rayap tanah Coptotermes sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 1 perlakuan (kontrol) dan 4 ulangan. Rayap tanah yang digunakan sebanyak 300 ekor rayap, masing-masing perlakuan diisi 15 ekor rayap (12 pekerja dan 3 prajurit). Data penelitian dihitung untuk memperoleh persentase kematian total Coptotermes sp. pada pengamatan terakhir. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA). Apabila konsentrasi perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji LSD (Beda Nyata Terkecil) 5%. Pengendalian Coptotermes sp. rayap bawah tanah. dengan asap cair tempurung kelapa grade 3 berpengaruh terhadap mortalitas Coptotermes sp. rayap bawah tanah. Perlakuan dengan konsentrasi 1 ml asap cair tempurung kelapa efektif dan ekonomis untuk digunakan sebagai insektisida organik diantara perlakuan lain dalam mengendalikan Coptotermes sp. rayap bawah tanah. Kata Kunci: Pengendalian, Kematian, Rayap Subteran, Asap Cair Batok Kelapa
地下白蚁(Coptotermes sp.)是危害农业的重要害虫之一。椰壳液烟是热解蒸馏过程的产物。液体烟中化合物的含量包括酚类化合物、羧酸和羰基。本试验采用完全随机设计(CRD), 5个处理,1个处理(对照),4个重复,目的是确定椰壳液烟防治地下白蚁的有效浓度。使用的地下白蚁为300只,每个处理填充15只白蚁(工蚁12只,兵蚁3只)。计算研究数据,得到最后一次观测时白蚁的总死亡率。数据分析采用Sidik Ragam(方差分析)。如果处理的浓度显示出显著的效果,则继续进行5% LSD(最小显著差异)测试。地底白蚁之防治。椰壳液烟对地下白蚁的死亡率有3级影响。浓度为1毫升的椰壳液烟是一种有效和经济的处理方法,可作为防治地下白蚁的有机杀虫剂之一。关键词:防治,死亡率,椰叶蛾,椰壳液烟摘要:椰叶蛾,椰叶蛾,椰叶蛾,椰叶蛾,椰叶蛾,椰叶蛾Asap cair tempurung kelapa merupakan hasil处理desilasi piolisis。Kandungan senyawa pada asap主席antara lain senyawa fenolik, asam karboksilat dan karbonil。图juan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang efektif untuk mengendalkan rayap tanah Coptotermes sp. penelitian ini menggunakan ranchanan acak lengkap (RAL)登干5 perlakuan, 1 perlakuan(对照)和4 ulangan。Rayap tanah yang digunakan sebanyak 300 ekor Rayap, masing-masing perlakuan diisi 15 ekor Rayap (12 pekerja dan 3 prajurit)。数据分析与分析表明,我国有2个主要的气候条件。数据分析:方差分析(ANOVA)。Apabila konsentrasi perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji LSD (Beda nyata Terkecil) 5%。彭根大连白蚁登甘asap cair tempurung kelapa三级berpengaruh terhadap mortalitas Coptotermes sp. rayap bawah tanah。Perlakuan dengan konsentras1 ml asap, tempurung kelapan ekektif daneconomyuntuk digunakan sebagai insektisida有机diantara Perlakuan dalam mengendalikan Coptotermes sp. rayap bawah tanah。Kata Kunci: Pengendalian, Kematian, Rayap Subteran, Asap Cair Batok Kelapa
{"title":"CONTROL OF SUBTERRANEAN TERMITE PESTS Coptotermes sp. (Blattodea: Rhinothermitidae) USING COCONUT SHELL LIQUID SMOKE","authors":"Patricia Mandagi, None Arthur G. Pinaria, None Jackson F. Watung, Frangky J. Paat, James B. Kaligis, Sandra E. Pakasi","doi":"10.35791/jat.v4i2.50554","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.50554","url":null,"abstract":"Subterranean termite Coptotermes sp. is one of the important pests that pose a threat to agriculture. Coconut shell liquid smoke is the result of a pyrolysis distillation process. The content of compounds in liquid smoke includes phenolic compounds, carboxylic acids, and carbonyls. The objective of the study was to determine the effective concentration of coconut shell liquid smoke to control the subterranean termite Coptotermes sp. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, 1 treatment (control), and 4 replications. Subterranean termites used were 300 subterranean termites, each treatment filled with 15 termites (12 workers and 3 soldiers). The research data was calculated to obtain the total mortality percentage of Coptotermes sp. on the last observation. Data were analyzed using Sidik Ragam (ANOVA). If the concentration of the treatment shows a significant effect, then proceed with the 5% LSD (Least Significant Difference) test. Control of the Coptotermes sp. subterranean termite. with coconut shell liquid smoke grade 3 effect on the mortality of Coptotermes sp. subterranean termites. Treatment with a concentration of 1 ml of coconut shell liquid smoke is effective and economical to be used as an organic insecticide among other treatments in controlling Coptotermes sp. subterranean termites. Keywords: Control, Mortality, Rayap Subteran, Coconut Shell Liquid Smoke Abstrak Rayap bawah tanah Coptotermes sp. merupakan salah satu hama penting yang menjadi ancaman dalam bidang pertanian. Asap cair tempurung kelapa merupakan hasil proses destilasi pirolisis. Kandungan senyawa pada asap cair antara lain senyawa fenolik, asam karboksilat dan karbonil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang efektif untuk mengendalikan rayap tanah Coptotermes sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 1 perlakuan (kontrol) dan 4 ulangan. Rayap tanah yang digunakan sebanyak 300 ekor rayap, masing-masing perlakuan diisi 15 ekor rayap (12 pekerja dan 3 prajurit). Data penelitian dihitung untuk memperoleh persentase kematian total Coptotermes sp. pada pengamatan terakhir. Data dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA). Apabila konsentrasi perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji LSD (Beda Nyata Terkecil) 5%. Pengendalian Coptotermes sp. rayap bawah tanah. dengan asap cair tempurung kelapa grade 3 berpengaruh terhadap mortalitas Coptotermes sp. rayap bawah tanah. Perlakuan dengan konsentrasi 1 ml asap cair tempurung kelapa efektif dan ekonomis untuk digunakan sebagai insektisida organik diantara perlakuan lain dalam mengendalikan Coptotermes sp. rayap bawah tanah. Kata Kunci: Pengendalian, Kematian, Rayap Subteran, Asap Cair Batok Kelapa","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135358324","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Windi Lanni Timpalan, Beatrix Doodoh, Maria G. M. Polii, Jeanne M. Paulus, Meity R. Rantung, Annatje E. B. Inkiriwang
This study aims to examine the interaction between the composition of the preservative solution and the cut angle of the flower stalk in maintaining the shelf life of cut chrysanthemum flowers and to examine the effect of the composition of the preservative solution in maintaining the shelf life of cut chrysanthemum flowers and to examine the effect of the angle of cut flower stalks in maintaining the shelf life of cut chrysanthemum flowers. This research was conducted from January 2023 to February 2023 at the Genetics and Plant Breeding Laboratory. This study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 2 factors, namely Factor A consisting of 3 levels with treatment A0: Water, A1: Sugar 25 g/L + Citric Acid 0.15 g/L + Bleach 1 mL /L, and A2: 25 g/L Sugar + 0.4 mL/L Vinegar + 1 mL/L Bleach and Factor B consists of 3 levels with treatment B1: Flat Cut (0˚), B2: Slanted Cut (30 ˚), and B3: Bevel Cut (45˚). So that there were 9 treatment combinations and each treatment was repeated 3 times, so 27 experimental units were obtained. Each experimental unit has 2 samples, so that the total number of experimental units is 54 samples. Research data were analyzed using analysis of variance 2 factor ANOVA method with repetition and if it has an effect then it will be continued with the BNT test at the 5% level. The results showed that there was no interaction between the composition of the preservative solution and the cut angle of the flower stalks for all the observed variables. The composition of the preservative solution treatment A2: Sugar 25 g/L + Vinegar 0.4 mL/L + Bleach 1 mL/L had a single significant effect on maintaining the shelf life of cut flowers of chrysanthemum var. Kulo for 16.28 days. The cutting angle of the flower stalk had no significant effect on maintaining the shelf life of the cut chrysanthemum var. Kulo. Keywords: Preservative Solution, Cut Flowers, Chrysanthemum Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara komposisi larutan pengawet dengan sudut potong tangkai bunga dalam mempertahankan masa pajang bunga potong krisan dan mengkaji pengaruh komposisi larutan pengawet dalam mempertahankan masa pajang bunga potong krisan serta mengkaji pengaruh sudut potong tangkai bunga dalam mempertahankan masa pajang bunga potong krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 sampai Februari 2023 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu Faktor A terdiri dari 3 taraf dengan perlakuan A0: Air, A1: Gula Pasir 25 g/L + Asam Sitrat 0,15 g/L + Pemutih 1 mL/L, dan A2: Gula Pasir 25 g/L + Cuka 0,4 mL/L + Pemutih 1 mL/L dan Faktor B terdiri dari 3 taraf dengan perlakuan B1: Potongan Datar (0˚), B2: Potongan Miring (30˚), dan B3: Potongan Miring (45˚). Sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka didapatkan 27 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan t
本研究旨在考察保鲜液的组成与花柄的切开角度对维持切花保质期的相互作用,考察保鲜液的组成对维持切花保质期的影响,考察切花的切开角度对维持切花保质期的影响。这项研究于2023年1月至2023年2月在遗传和植物育种实验室进行。本研究采用完全随机设计(CRD) 2因素析因模式,其中因子a为3个水平,处理A0:水,A1:糖25 g/L +柠檬酸0.15 g/L +漂白剂1ml /L, A2:糖25 g/L + 0.4 mL/L醋+ 1ml /L漂白剂,因子B为3个水平,处理B1:平切(0˚),B2:斜切(30˚),B3:斜切(45˚)。共9个治疗组合,每个治疗重复3次,共27个实验单位。每个实验单元有2个样本,实验单元总数为54个样本。研究数据使用重复的方差分析2因子方差分析方法进行分析,如果有效果,则将在5%水平上继续进行BNT测试。结果表明,在所有观察变量中,保鲜液的组成与花茎的切割角度之间没有交互作用。A2保鲜液处理的组成:糖25 g/L +醋0.4 mL/L +漂白剂1 mL/L,对库洛菊花切花的保鲜期有显著影响,保鲜期为16.28 d。切茎角度对库洛切花保鲜期无显著影响。关键词:防腐剂的解决方案、鲜切花、菊花Abstrak Penelitian ini bertujuan为她mengkaji interaksi安塔拉komposisi larutan pengawet dengan sudut potong tangkai bunga dalam mempertahankan玛莎pajang bunga potong krisan丹mengkaji pengaruh komposisi larutan pengawet dalam mempertahankan玛莎pajang bunga potong krisan舒达mengkaji pengaruh sudut potong tangkai bunga dalam mempertahankan玛莎pajang bunga potong krisan。Penelitian ini dilaksanakan pada bulan january 2023 sampai february 2023 di Laboratorium Genetika dan pemulian Tanaman。Penelitian ini menggunakan方法ranancan Acak Lengkap (RAL) pola - factorfactor2, yitu - factora - terdiri - dari 3 tartardengan perlakan A0: Air, A1: Gula - Pasir 25g /L + Asam - Sitrat 0,15 g/L + Pemutih 1ml /L, dan A2: Gula - Pasir 25g /L + Cuka 0,4 mL/L + Pemutih 1ml /L, dan faktor B - terdiri - dari 3 tartardengan perlakan B1:波东干数据(0˚),B2:波东干采矿(30˚),dan B3:波东干采矿(45˚)。seingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka didapatkan 27 satuan percobaan。设置土星双氧水2个样品,设置土星双氧水54个样品。数据统计分析(dengan), dengan, menggunakan,分析方法方差分析(ANOVA) 2, dengan, pengangan, dan apabila, berpengaruh, maka, akan, dilanjutkan, dengan, uji, BNT, patada, 5%。Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara komposisi larutan pengawet dengan sudut potong tangkai bunga terhadap semua variable pengamatan。Komposisi larutan pengawet perlakuan A2: Gula Pasir 25 g/L + Cuka 0,4 mL/L + Pemutih 1 mL/L berpengaruh nyata secara tunggal dalam成员pertahankan masa pajang bunga potong krisan, Kulo selama 16,28 hari。我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿。Kata Kunci: Larutan Pengawet, Bunga Potong, Krisan
{"title":"Effect of Preservative Solution Composition and Stalk Cut Angle in Maintaining the Shelf Life of Cut Flowers Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium R.) var. Kulo","authors":"Windi Lanni Timpalan, Beatrix Doodoh, Maria G. M. Polii, Jeanne M. Paulus, Meity R. Rantung, Annatje E. B. Inkiriwang","doi":"10.35791/jat.v4i2.49126","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.49126","url":null,"abstract":"This study aims to examine the interaction between the composition of the preservative solution and the cut angle of the flower stalk in maintaining the shelf life of cut chrysanthemum flowers and to examine the effect of the composition of the preservative solution in maintaining the shelf life of cut chrysanthemum flowers and to examine the effect of the angle of cut flower stalks in maintaining the shelf life of cut chrysanthemum flowers. This research was conducted from January 2023 to February 2023 at the Genetics and Plant Breeding Laboratory. This study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern with 2 factors, namely Factor A consisting of 3 levels with treatment A0: Water, A1: Sugar 25 g/L + Citric Acid 0.15 g/L + Bleach 1 mL /L, and A2: 25 g/L Sugar + 0.4 mL/L Vinegar + 1 mL/L Bleach and Factor B consists of 3 levels with treatment B1: Flat Cut (0˚), B2: Slanted Cut (30 ˚), and B3: Bevel Cut (45˚). So that there were 9 treatment combinations and each treatment was repeated 3 times, so 27 experimental units were obtained. Each experimental unit has 2 samples, so that the total number of experimental units is 54 samples. Research data were analyzed using analysis of variance 2 factor ANOVA method with repetition and if it has an effect then it will be continued with the BNT test at the 5% level. The results showed that there was no interaction between the composition of the preservative solution and the cut angle of the flower stalks for all the observed variables. The composition of the preservative solution treatment A2: Sugar 25 g/L + Vinegar 0.4 mL/L + Bleach 1 mL/L had a single significant effect on maintaining the shelf life of cut flowers of chrysanthemum var. Kulo for 16.28 days. The cutting angle of the flower stalk had no significant effect on maintaining the shelf life of the cut chrysanthemum var. Kulo. Keywords: Preservative Solution, Cut Flowers, Chrysanthemum Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara komposisi larutan pengawet dengan sudut potong tangkai bunga dalam mempertahankan masa pajang bunga potong krisan dan mengkaji pengaruh komposisi larutan pengawet dalam mempertahankan masa pajang bunga potong krisan serta mengkaji pengaruh sudut potong tangkai bunga dalam mempertahankan masa pajang bunga potong krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2023 sampai Februari 2023 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu Faktor A terdiri dari 3 taraf dengan perlakuan A0: Air, A1: Gula Pasir 25 g/L + Asam Sitrat 0,15 g/L + Pemutih 1 mL/L, dan A2: Gula Pasir 25 g/L + Cuka 0,4 mL/L + Pemutih 1 mL/L dan Faktor B terdiri dari 3 taraf dengan perlakuan B1: Potongan Datar (0˚), B2: Potongan Miring (30˚), dan B3: Potongan Miring (45˚). Sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, maka didapatkan 27 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan t","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"143 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135358325","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Varyanti Magdalena Turang, Wenny Tilaar, Jantje Pongoh, Semuel David Runtunuwu, Stella Maria Theresia Tulung, Yefta Pamandungan
Generative propagation of orchids is difficult because orchid seeds do not have endosperm for growth and development, so propagation can be done by in vitro. The growth and development of orchids in vitro can be faster and more efficient compared to conventional methods when combined with the addition of growth regulators into the growing medium of in vitro cultures. MS media is a medium that is often used in in vitro propagation because it has the most complete macro and micro nutrients for plant growth and development, but because the price is fairly expensive, the use of 50% MS media can be a solution to this problem. This study aims to determine the interaction of the use of MS media composition with ZPT BAP, see the effect of MS media composition on the growth and development of orchid buds, and see the effect of ZPT BAP on the growth and development of orchid buds. This research was conducted at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Sam Ratulangi University Manado from March to May 2023. This study used a factorial experiment in a completely randomized design (CRD) with 3 replicates consisting of two factors.. The first factor is MS media composition; MS 100% (A1) and MS 50% (A2) and the second factor is BAP concentration; BAP 0.5 ppm (B1), BAP 1.5 ppm (B2), BAP 2 ppm (B3), and BAP 3 ppm (B4). Data were analyzed by ANOVA and if the effect was significant then continued with 5% BNT test. The variables observed were: Shoot height (cm), number of leaves (strands), number of shoots (units), number of roots (units), and wet weight (g). The results showed that there was an interaction between the treatment of MS media composition and growth regulators on the number of shoots, but there was no interaction on the variable shoot height, number of leaves, number of roots, and wet weight of Dendrobium mirbelianum Gaudich orchid shoots. Keywords: Orchid, Dendrobium mirbelianum, MS media, ZPT BAP, In vitro. Abstrak Perbanyakan anggrek secara generatif sulit dilakukan karena biji anggrek tidak memiliki endosperm untuk pertumbuhan dan perkembangannya, maka dari itu dapat dilakukan perbanyakan dengan cara in vitro. Pertumbuhan dan perkembangan anggrek secara in vitro bisa lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan cara konvensional jika dikombinasikan dengan penambahan zat pengatur tumbuh ke dalam media tanam kultur in vitro. Media MS adalah media yang sering digunakan dalam perbanyakan in vitro karena memiliki unsur hara makro dan mikro yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tetapi karena harganya yang terbilang mahal maka penggunaan media MS 50% dapat menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penggunaan komposisi media MS dengan ZPT BAP dan mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tunas anggrek. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi Manado dari bu
由于兰花种子没有胚乳来进行生长发育,因此兰花的生殖繁殖是困难的,因此可以通过体外繁殖来实现。与传统方法相比,在体外培养培养基中加入生长调节剂可以使兰花的体外生长和发育更快、更有效。MS培养基是一种经常用于离体繁殖的培养基,因为它具有最完整的植物生长发育的宏、微营养成分,但由于价格相当昂贵,使用50%的MS培养基可以解决这一问题。本研究旨在确定MS培养基组成与ZPT BAP使用的相互作用,了解MS培养基组成对兰芽生长发育的影响,以及ZPT BAP对兰芽生长发育的影响。这项研究于2023年3月至5月在万纳多Sam Ratulangi大学农学院生物技术实验室进行。本研究采用完全随机设计(CRD), 3个重复,每重复2个因素。第一个因素是MS介质组成;MS 100% (A1)和MS 50% (A2),第二个因素是BAP浓度;BAP 0.5 ppm (B1), BAP 1.5 ppm (B2), BAP 2ppm (B3)和BAP 3ppm (B4)。数据进行方差分析,如果效果显著,则继续进行5% BNT检验。观察到的变量为:茎高(cm)、叶数(束)、芽数(单位)、根数(单位)和湿重(g)。结果表明,MS培养基组成与生长调节剂处理对紫石斛芽高、叶数、根数和湿重的变化有交互作用,但对紫石斛芽高、叶数、根数和湿重没有交互作用。关键词:兰花,紫石斛,MS培养基,ZPT - BAP,体外培养【摘要】Perbanyakan Perbanyakan Perbanyakan dengan cara的离体研究。Pertumbuhan dan perkembangan anggreksecara在体外培养,在体外培养,在体外培养,在体外培养。媒体MS adalah Media yang sering digunakan dalam perbanakan in vitro karena memiliki unsur hara makro dan mikro yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tetapi karena harganya yang terbilang mahal maka penggunaan Media MS 50% dapat menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut。penpentitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penggunaan komposisi media MS dengan ZPT BAP danmenapatkan kombinasperlakuan yang palpaly bakhadap pertumbuhan dan perkembangan tuna anggreks。马来西亚国立大学生物技术实验室,国立国立大学,马来西亚国立国立大学,20123。Penelitian ini menggunakan percobaan factory dalam ranganan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan yang terdii dari dua factor。紫花苜蓿复合培养基;MS 100% (A1)和MS 50% (A2),但因子kedua konsentrasi BAP;BAP 0.5 ppm (B1), BAP 1.5 ppm (B2), BAP 2ppm (B3),和BAP 3ppm (B4)。数据分析和方差分析dan jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%。变量yang diamati adalah: Tinggi tunas (cm), jumlah daun (helai), jumlah tunas(单位),jumlah akar(单位),dan berat basah (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan komposisi media MS danzat pengatur tumbuh terhadap jumlah tunas, tetapi tidak terdapat interaksi pada Variabel Tinggi tunas, jumlah daun, jumlah akar, dan berat basah tunas anggrek mirbelbium Gaudich。卡塔昆慈:黄芪,蓝石斛,培养基质谱,ZPT BAP,体外
{"title":"Effect Of Combination Of Ms Media And Growth Regulator Bap On Growth And Development Of Dendrobium mirbelianum Gaudich. Orchid Shoots In Vitro","authors":"Varyanti Magdalena Turang, Wenny Tilaar, Jantje Pongoh, Semuel David Runtunuwu, Stella Maria Theresia Tulung, Yefta Pamandungan","doi":"10.35791/jat.v4i2.49386","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.49386","url":null,"abstract":"Generative propagation of orchids is difficult because orchid seeds do not have endosperm for growth and development, so propagation can be done by in vitro. The growth and development of orchids in vitro can be faster and more efficient compared to conventional methods when combined with the addition of growth regulators into the growing medium of in vitro cultures. MS media is a medium that is often used in in vitro propagation because it has the most complete macro and micro nutrients for plant growth and development, but because the price is fairly expensive, the use of 50% MS media can be a solution to this problem. This study aims to determine the interaction of the use of MS media composition with ZPT BAP, see the effect of MS media composition on the growth and development of orchid buds, and see the effect of ZPT BAP on the growth and development of orchid buds. This research was conducted at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Sam Ratulangi University Manado from March to May 2023. This study used a factorial experiment in a completely randomized design (CRD) with 3 replicates consisting of two factors.. The first factor is MS media composition; MS 100% (A1) and MS 50% (A2) and the second factor is BAP concentration; BAP 0.5 ppm (B1), BAP 1.5 ppm (B2), BAP 2 ppm (B3), and BAP 3 ppm (B4). Data were analyzed by ANOVA and if the effect was significant then continued with 5% BNT test. The variables observed were: Shoot height (cm), number of leaves (strands), number of shoots (units), number of roots (units), and wet weight (g). The results showed that there was an interaction between the treatment of MS media composition and growth regulators on the number of shoots, but there was no interaction on the variable shoot height, number of leaves, number of roots, and wet weight of Dendrobium mirbelianum Gaudich orchid shoots. Keywords: Orchid, Dendrobium mirbelianum, MS media, ZPT BAP, In vitro. Abstrak Perbanyakan anggrek secara generatif sulit dilakukan karena biji anggrek tidak memiliki endosperm untuk pertumbuhan dan perkembangannya, maka dari itu dapat dilakukan perbanyakan dengan cara in vitro. Pertumbuhan dan perkembangan anggrek secara in vitro bisa lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan cara konvensional jika dikombinasikan dengan penambahan zat pengatur tumbuh ke dalam media tanam kultur in vitro. Media MS adalah media yang sering digunakan dalam perbanyakan in vitro karena memiliki unsur hara makro dan mikro yang paling lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, tetapi karena harganya yang terbilang mahal maka penggunaan media MS 50% dapat menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penggunaan komposisi media MS dengan ZPT BAP dan mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tunas anggrek. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi Manado dari bu","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135357901","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Antje Grace Tulungen, Maria G. M. Polii, Jelie Viekson Porong, Stanley A. F. Walingkas, Beatrix Doodoh, Jeane S. M. Raintung, Stella M. Th. Tulung, Rinny Mamarimbing, Tommy Djoice Sondakh
Tofu liquid organic fertilizer (POC limbah cair tahu) and Kirinyuh liquid organic fertilizer (POC Kirinyuh) will complement each other's nutrient needs and increase rice yields. The study aims to 1) study the effect of adding POC limbah cair tahu to POC Kirinyuh to increase the number of rice plant tillers, 2) obtain the dose of POC limbah cair tahu and POC Kirinyuh in increasing the number of productive tillers of rice plants. The study used a factorial pattern Complete Randomized Design. The treatment consists of 3 treatments repeated 5 times. The treatment is: A = 50 ml POC limbah cair tahu/liter water, B = 50 ml POC Kirinyuh/ 1 liter water+50 ml POC limbah cair tahu /liter water, C = 100 ml POC Kirinyuh/ 1 liter water+50 ml POC limbah cair tahu /liter water. The variables observed were the total number of tillers and the number of productive tillers. The data were analyzed using ANOVA and if there was an effect of treatment, it was continued with the Smallest Real Difference Test (BNT) at the test level of 5%. The results showed that POC limbah cair tahu added to POC Kirinyuh increased the number of rice plant tillers. The concentration of 50 ml of POC limbah cair tahu / 1 liter of water added to 100 ml of POC Kirinyuh / 1 liter of water gives the total number of tillers and the highest number of productive tillers at 65.50 and 45.25 per pot. Keywords: number of rice plant tillers, POC tofu liquid waste, POC Kirinyuh Abstrak POC limbah cair tahu dan POC Kirinyuh akan saling melengkapi kebutuhan hara dan meningkatkan hasil tanaman padi. Penelitian bertujuan untuk 1) mempelajari pengaruh penambahan POC limbah cair tahu pada POC Kirinyuh untuk meningkatkan jumlah anakan tanaman padi, 2) Memperoleh dosis POC limbah cair tahu dan POC Kirinyuh dalam meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Perlakuan terdiri dari 3 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan tersebut adalah: A = 50 ml POC limbah cair tahu/liter air, B = 50 ml POC Kirinyuh/ 1 liter air+50 ml POC limbah cair tahu/liter air, C = 100 ml POC kirinyuh/ 1 liter air+50 ml POC limbah cair tahu/liter air. Variabel yang diamati adalah jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif. Data dianalisis menggunakan Anova dan jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf uji 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC limbah cair tahu yang ditambahkan pada POC Kirinyuh meningkatkan jumlah anakan tanaman padi. Konsentrasi 50 ml POC limbah cair tahu/1 liter air ditambahkan pada 100 ml POC kirinyuh/1 liter air memberikan jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif paling banyak yaitu 65,50 dan 45,25 per pot. Kata kunci : jumlah anakan padi, POC limbah cair tahu , POC Kirinyuh
豆腐液体有机肥(POC limbah cair tahu)和Kirinyuh液体有机肥(POC Kirinyuh)可以相互补充养分需求,提高水稻产量。本研究旨在1)研究在POC Kirinyuh中添加POC limbah cair tahu对水稻植株分蘖数的增加效果,2)获得POC limbah cair tahu和POC Kirinyuh对水稻植株有效分蘖数的增加剂量。本研究采用完全随机设计的因子模式。治疗共3次,重复5次。处理为:A = 50ml POC林巴cair tahu/升水,B = 50ml POC Kirinyuh/ 1升水+ 50ml POC林巴cair tahu/升水,C = 100ml POC Kirinyuh/ 1升水+ 50ml POC林巴cair tahu/升水。观察到的变量是分蘖总数和有效分蘖数。使用方差分析分析数据,如果治疗有效果,则在5%的检验水平上使用最小真实差异检验(BNT)继续治疗。结果表明,在基林柳中添加林巴、塔胡等有机肥可增加水稻分蘖数。以50 ml的POC林巴cair tahu / 1升水加入100 ml的POC Kirinyuh / 1升水中,分蘖总数和最高有效分蘖数分别为65.50和45.25个/盆。关键词:水稻植株分蘖数,POC林巴cair tahu, POC Kirinyuh Abstrak, POC林巴cair tahu dan, POC Kirinyuh akan saling melengkapi kebutuhan hara dan meningkatkan hasil tanaman padi。Penelitian bertujuan untuk 1) mempelajari pengaruh penambahan POC limbah cair tahu pada POC Kirinyuh untuk meningkatkan jumlah anakan tanaman padi, 2) Memperoleh dosis POC limbah cair tahu dan POC Kirinyuh dalam meningkatkan jumlah anakan producktif tanaman padi。peneletian menggunakan ranchanan Acak Lengkap pola工厂。Perlakuan terdiri dari 3 Perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali。Perlakuan tersebut adalah: A = 50毫升POC limbah cair tahu/升空气,B = 50毫升POC Kirinyuh/ 1升空气+50毫升POC limbah cair tahu/升空气,C = 100毫升POC Kirinyuh/ 1升空气+50毫升POC limbah cair tahu/升空气。变量yang diamati adalah jumlah anakan total dan jumlah anakan product。数据分析menggunakan Anova dan jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) paada taraf Uji 5%。Hasil penelitian menunjukan bahwa POC limbah cair tahu yang ditambahkan pada Kirinyuh meningkatkan jumlah anakan tanaman padi。Konsentrasi 50 ml POC limbaah cair tahu/1升air ditambahkan pada 100 ml POC kirinyuh/1升air memberikan jumlah anakan total dan jumlah anakan产品,paling banyak yitu 65,50 dan 45,25 per pot. Kata kunci: jumlah anakan padi, POC limbaah cair tahu, POC kirinyuh
{"title":"Effect of Addition of Liquid Organic Fertilizer (POC) to Tofu Liquid Waste on POC Kirinyuh to Increase the Number of Tillers of Rice (Oryza sativa L.)","authors":"Antje Grace Tulungen, Maria G. M. Polii, Jelie Viekson Porong, Stanley A. F. Walingkas, Beatrix Doodoh, Jeane S. M. Raintung, Stella M. Th. Tulung, Rinny Mamarimbing, Tommy Djoice Sondakh","doi":"10.35791/jat.v4i2.49395","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.49395","url":null,"abstract":"Tofu liquid organic fertilizer (POC limbah cair tahu) and Kirinyuh liquid organic fertilizer (POC Kirinyuh) will complement each other's nutrient needs and increase rice yields. The study aims to 1) study the effect of adding POC limbah cair tahu to POC Kirinyuh to increase the number of rice plant tillers, 2) obtain the dose of POC limbah cair tahu and POC Kirinyuh in increasing the number of productive tillers of rice plants. The study used a factorial pattern Complete Randomized Design. The treatment consists of 3 treatments repeated 5 times. The treatment is: A = 50 ml POC limbah cair tahu/liter water, B = 50 ml POC Kirinyuh/ 1 liter water+50 ml POC limbah cair tahu /liter water, C = 100 ml POC Kirinyuh/ 1 liter water+50 ml POC limbah cair tahu /liter water. The variables observed were the total number of tillers and the number of productive tillers. The data were analyzed using ANOVA and if there was an effect of treatment, it was continued with the Smallest Real Difference Test (BNT) at the test level of 5%. The results showed that POC limbah cair tahu added to POC Kirinyuh increased the number of rice plant tillers. The concentration of 50 ml of POC limbah cair tahu / 1 liter of water added to 100 ml of POC Kirinyuh / 1 liter of water gives the total number of tillers and the highest number of productive tillers at 65.50 and 45.25 per pot. Keywords: number of rice plant tillers, POC tofu liquid waste, POC Kirinyuh Abstrak POC limbah cair tahu dan POC Kirinyuh akan saling melengkapi kebutuhan hara dan meningkatkan hasil tanaman padi. Penelitian bertujuan untuk 1) mempelajari pengaruh penambahan POC limbah cair tahu pada POC Kirinyuh untuk meningkatkan jumlah anakan tanaman padi, 2) Memperoleh dosis POC limbah cair tahu dan POC Kirinyuh dalam meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Perlakuan terdiri dari 3 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan tersebut adalah: A = 50 ml POC limbah cair tahu/liter air, B = 50 ml POC Kirinyuh/ 1 liter air+50 ml POC limbah cair tahu/liter air, C = 100 ml POC kirinyuh/ 1 liter air+50 ml POC limbah cair tahu/liter air. Variabel yang diamati adalah jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif. Data dianalisis menggunakan Anova dan jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf uji 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC limbah cair tahu yang ditambahkan pada POC Kirinyuh meningkatkan jumlah anakan tanaman padi. Konsentrasi 50 ml POC limbah cair tahu/1 liter air ditambahkan pada 100 ml POC kirinyuh/1 liter air memberikan jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif paling banyak yaitu 65,50 dan 45,25 per pot. Kata kunci : jumlah anakan padi, POC limbah cair tahu , POC Kirinyuh","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135357910","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
None Reski Bengkal, Jeanne M. Paulus, Paula C. H. Supit, Sesilia A. Wanget, Meity R. Rantung, Yefta Pamandungan
This study aims to examine the effect of liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of organically cultivated soybeans and to obtain the best concentration to increase the growth and yield of organically cultivated soybeans. This research was conducted in Sendangan Village, Sonder District, Minahasa Regency. The research design used a randomized block design (RBD) consisting of 5 treatments and 4 replications so that there were 20 plots, namely 0 ml/liter of water (P0), 50 ml/liter of water (P1), 100 ml/liter of water (P2) treatment. , 150 ml/liter of water (P3), 200 ml/liter of water (P4). Variables observed: plant height, number of branches, number of pods, number of root nodules, and production per plot. The results showed that POC had an effect on the number of branches aged 34 and 44 days after planting, the number of root nodules and production per plot. The best POC concentration is achieved at 200 ml/liter of water with the highest value of 225.40 g or the equivalent of 2.25 tonnes.ha -1 Keywords : Soya bean, Liquid Organic Fertilizer, Concentration. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai yang dibudidayakan secara organik dan mendapatkan konsentrasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang dibudidayakan secara organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sendangan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga berjumlah 20 petak yaitu perlakuan 0 ml/liter air (P0), 50 ml/liter air (P1), 100 ml/liter air (P2), 150 ml/liter air (P3), 200 ml/liter air (P4). Variabel yang diamati : tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah bintil akar, dan produksi per petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC berpengaruh terhadap jumlah cabang umur 34 hst, 44 hst, jumlah bintil akar dan produksi per petak. Konsentrasi POC terbaik dicapai pada 200 ml/liter air dengan nilai tertinggi tertinggi yaitu 225,40 g atau setara dengan 2,25 ton.ha -1 Kata kunci : Kedelai, Pupuk Organik Cair, konsentrasi.
本研究旨在研究液体有机肥(POC)对有机栽培大豆生长和产量的影响,以获得促进有机栽培大豆生长和产量的最佳施用浓度。本研究在Minahasa县Sonder区sendanan村进行。研究设计采用随机区组设计(RBD),共5个处理,4个重复,共20个地块,分别为0 ml/l水(P0)、50 ml/l水(P1)、100 ml/l水(P2)处理。, 150毫升/升水(P3), 200毫升/升水(P4)。观察变量:株高、分枝数、豆荚数、根瘤数和亩产量。结果表明,POC对种植后34、44 d枝条数、根瘤数和亩产均有影响。最佳POC浓度为每升水200毫升,最高值为225.40克或相当于2.25吨。关键词:大豆;液体有机肥;浓缩;中文摘要:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk organik (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai yang dibudidayakan secara organik (POC), pertumbuhan dan hasil kedelai yang dibudidayakan secara organik。Penelitian ini dilaksanakan di Desa sendanan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa。5 perancan penelitian ini menggunakan rancan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga berjumlah 20 peancan yaitu perlakuan 0毫升/升空气(P0), 50毫升/升空气(P1), 100毫升/升空气(P2), 150毫升/升空气(P3), 200毫升/升空气(P4)。变种羊:tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah bintil akar, dan produksi per petak。Hasil penelitian menunjukan bahwa POC berpengaruh terhadap jumlah cabang umur 34 hst, 44 hst, jumlah bintil akar dan producksi per petak。Konsentrasi POC terbaik dicapada 200毫升/升空气登干nilai登干225,40克,空气登干225,25吨。[1] Kata kunci: Kedelai, Pupuk Organik Cair, konsentrasi。
{"title":"Application Of Liquid Organic Fertilizer (Poc) To The Growth And Yield Of Organically Cultivated Glycine max (L.) Soybeans","authors":"None Reski Bengkal, Jeanne M. Paulus, Paula C. H. Supit, Sesilia A. Wanget, Meity R. Rantung, Yefta Pamandungan","doi":"10.35791/jat.v4i2.46826","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.46826","url":null,"abstract":"This study aims to examine the effect of liquid organic fertilizer (POC) on the growth and yield of organically cultivated soybeans and to obtain the best concentration to increase the growth and yield of organically cultivated soybeans. This research was conducted in Sendangan Village, Sonder District, Minahasa Regency. The research design used a randomized block design (RBD) consisting of 5 treatments and 4 replications so that there were 20 plots, namely 0 ml/liter of water (P0), 50 ml/liter of water (P1), 100 ml/liter of water (P2) treatment. , 150 ml/liter of water (P3), 200 ml/liter of water (P4). Variables observed: plant height, number of branches, number of pods, number of root nodules, and production per plot. The results showed that POC had an effect on the number of branches aged 34 and 44 days after planting, the number of root nodules and production per plot. The best POC concentration is achieved at 200 ml/liter of water with the highest value of 225.40 g or the equivalent of 2.25 tonnes.ha -1 Keywords : Soya bean, Liquid Organic Fertilizer, Concentration. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai yang dibudidayakan secara organik dan mendapatkan konsentrasi terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai yang dibudidayakan secara organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sendangan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga berjumlah 20 petak yaitu perlakuan 0 ml/liter air (P0), 50 ml/liter air (P1), 100 ml/liter air (P2), 150 ml/liter air (P3), 200 ml/liter air (P4). Variabel yang diamati : tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah bintil akar, dan produksi per petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa POC berpengaruh terhadap jumlah cabang umur 34 hst, 44 hst, jumlah bintil akar dan produksi per petak. Konsentrasi POC terbaik dicapai pada 200 ml/liter air dengan nilai tertinggi tertinggi yaitu 225,40 g atau setara dengan 2,25 ton.ha -1 Kata kunci : Kedelai, Pupuk Organik Cair, konsentrasi.","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135357903","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study aims to measure drying temperature, relative humidity (RH), moisture content, and drying rate versus time in small-scale dome-type dryers. The results of research on drying corn using a small-scale dome-type dryer The average air temperature on the first day of the experiment was 43.7⁰C, and on the second day was 42.8⁰C. First 2 days experiment 34⁰C, the second day 37.4⁰C third day 42.1⁰C. The average air humidity on the first 1-day experiment was 38%, and the second day was 41%. On the first 2 days of the experiment, the average air humidity was 38%, on the second day was 38%, and on the third day was 36%. The water content during the drying process of corn without husks and corn husks in experiment 1 averaged the initial moisture content of corn without husks at 22.7% and corn husks at 22.5%. Experiment 2 averaged the initial moisture content of corn without husks at 29.7% and corn husks at 30.5%. Experiment 1 with a drying time of 16 hours and experiment 2 20 hours with an average final content of 13-14%. The average drying rate in experiment 1 of corn without husk was 1.46%/hour, corn with husk was 1.15%/hour, and in the second experiment the average drying rate of corn without husk was 1.08%/hour, corn with husk was 1.00%/hour. Keywords: Corn Drying, Small Scale Dome. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur suhu pengeringan, kelembaban relative (RH), kadar air, serta laju pengeringan terhadap waktu pada alat pengering tipe dome skala kecil. Hasil dari penelitian pengeringan jagung menggunakan alat pengering tipe dome skala kecil Suhu udara alat rata-rata pada percobaan 1 hari pertama 43,7⁰C, hari kedua 42,8⁰C. Percobaan 2 hari pertama 34⁰C, hari kedua 37,4⁰C hari ketiga 42,1⁰C. Kelembaban udara rata-rata pada percobaan 1 hari pertama 38%, hari kedua 41%. Percobaan 2 hari pertama kelembaban udara rata-rata 38%, hari kedua 38%, dan hari ketiga 36%. Kadar air selama proses pengeringan jagung tanpa klobot dan jagung klobot percobaan 1 rata-rata kadar air awal jagung tanpa klobot 22,7% dan jagung klobot 22.5%. Percobaan 2 rata-rata kadar air awal jagung tanpa klobot 29,7% dan jagung klobot 30,5%. Percobaan 1 dengan lama pengeringan 16 jam dan percobaan 2 20 jam dengan rata-rata kadar akhir 13-14%. Laju pengeringan rata-rata pada percobaan 1 jagung tanpa klobot sebesar 1,46%/jam, jagung klobot 1,15%/jam, dan percobaan kedua rata-rata laju pengeringan jagung tanpa klobot yaitu 1,08%/jam, jagung klobot yaitu 1,00%/jam. Kata Kunci : Pengeringan Jagung, Dome Skala Kecil
本研究旨在测量小型圆顶型烘干机的烘干温度、相对湿度 (RH)、含水量和烘干速率与时间的关系。使用小型圆顶干燥机干燥玉米的研究结果 实验第一天的平均气温为 43.7⁰C,第二天为 42.8⁰C。实验前 2 天为 34⁰C,第二天为 37.4⁰C,第三天为 42.1⁰C。第一天实验的平均空气湿度为 38%,第二天为 41%。实验的前两天,平均空气湿度为 38%,第二天为 38%,第三天为 36%。实验 1 中无壳玉米和有壳玉米干燥过程中的含水量平均为:无壳玉米的初始含水量为 22.7%,有壳玉米的初始含水量为 22.5%。实验 2 中,不带皮玉米的初始含水量平均为 29.7%,带皮玉米的初始含水量平均为 30.5%。实验 1 的干燥时间为 16 小时,实验 2 为 20 小时,最终平均含水量为 13-14%。实验 1 中,无外皮玉米的平均干燥速率为 1.46%/小时,有外皮玉米的平均干燥速率为 1.15%/小时;实验 2 中,无外皮玉米的平均干燥速率为 1.08%/小时,有外皮玉米的平均干燥速率为 1.00%/小时。关键词 玉米干燥、小型圆顶。Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur suhu pengeringan, kelembaban relative (RH), kadar air, serta laju pengeringan terhadap waktu pada alat pengering tipe dome skala kecil.在温度为 43.7° C 和 42.8° C 的情况下,1 天的平均温度为 43.7°C,2 天的平均温度为 42.8°C。第 2 天的平均温度为 34⁰C,平均温度为 37.4⁰C,平均温度为 42.1⁰C。1 天的平均温度为 38%,平均温度为 41%。第 2 季度的按比例分配率为 38%,按性别分配率为 38%,按年龄分配率为 36%。第 1 季度的空气污染指数为空气污染指数 22.7%,空气污染指数 22.5%。按比例计算的第 2 级空气流量为 29.7%,而第 3 级空气流量为 30.5%。第 1 组的平均气温为 16 摄氏度,第 2 组的平均气温为 20 摄氏度,按比例计算的空气湿度为 13-14%。第 1 组的按比例计费率为 1.46%/小时,按比例计费率为 1.15%/小时,而第 2 组的按比例计费率为 1.08%/小时,按比例计费率为 1.00%/小时。 相关信息 :乒乓球,乒乓球桌
{"title":"Characteristics Of Corn Drying Using Small Scale Dome Type Dryer","authors":"Meylan Kowimbin, I. A. Longdong, D. Tooy","doi":"10.35791/jat.v4i2.47341","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.47341","url":null,"abstract":"This study aims to measure drying temperature, relative humidity (RH), moisture content, and drying rate versus time in small-scale dome-type dryers. The results of research on drying corn using a small-scale dome-type dryer The average air temperature on the first day of the experiment was 43.7⁰C, and on the second day was 42.8⁰C. First 2 days experiment 34⁰C, the second day 37.4⁰C third day 42.1⁰C. The average air humidity on the first 1-day experiment was 38%, and the second day was 41%. On the first 2 days of the experiment, the average air humidity was 38%, on the second day was 38%, and on the third day was 36%. The water content during the drying process of corn without husks and corn husks in experiment 1 averaged the initial moisture content of corn without husks at 22.7% and corn husks at 22.5%. Experiment 2 averaged the initial moisture content of corn without husks at 29.7% and corn husks at 30.5%. Experiment 1 with a drying time of 16 hours and experiment 2 20 hours with an average final content of 13-14%. The average drying rate in experiment 1 of corn without husk was 1.46%/hour, corn with husk was 1.15%/hour, and in the second experiment the average drying rate of corn without husk was 1.08%/hour, corn with husk was 1.00%/hour. Keywords: Corn Drying, Small Scale Dome. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur suhu pengeringan, kelembaban relative (RH), kadar air, serta laju pengeringan terhadap waktu pada alat pengering tipe dome skala kecil. Hasil dari penelitian pengeringan jagung menggunakan alat pengering tipe dome skala kecil Suhu udara alat rata-rata pada percobaan 1 hari pertama 43,7⁰C, hari kedua 42,8⁰C. Percobaan 2 hari pertama 34⁰C, hari kedua 37,4⁰C hari ketiga 42,1⁰C. Kelembaban udara rata-rata pada percobaan 1 hari pertama 38%, hari kedua 41%. Percobaan 2 hari pertama kelembaban udara rata-rata 38%, hari kedua 38%, dan hari ketiga 36%. Kadar air selama proses pengeringan jagung tanpa klobot dan jagung klobot percobaan 1 rata-rata kadar air awal jagung tanpa klobot 22,7% dan jagung klobot 22.5%. Percobaan 2 rata-rata kadar air awal jagung tanpa klobot 29,7% dan jagung klobot 30,5%. Percobaan 1 dengan lama pengeringan 16 jam dan percobaan 2 20 jam dengan rata-rata kadar akhir 13-14%. Laju pengeringan rata-rata pada percobaan 1 jagung tanpa klobot sebesar 1,46%/jam, jagung klobot 1,15%/jam, dan percobaan kedua rata-rata laju pengeringan jagung tanpa klobot yaitu 1,08%/jam, jagung klobot yaitu 1,00%/jam. Kata Kunci : Pengeringan Jagung, Dome Skala Kecil","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139357922","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Liza Kolondam, G. S. Djarkasi, Jein R. Leke, Christine F. Mamuaja, J. Pongoh
Kentos is the fruit of a coconut seed that germinates or sprouts as a result of a biochemical process. This research will look at the potential antioxidant activity of coconut kentos flour (Cocos nucifera, L) and its application to biscuits. This study aims to determine the bioactive components of kentos, to determine the antioxidant activity of kentos flour biscuits and to determine the level of preference of panelists for kentos flour biscuits. The research method for the organoleptic test was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The results obtained were that the best antioxidant activity was found at 30 days of age 31.21%, 56.95%, 77.22%, 89.94% and 92.90% with an IC50 of 3.6 mg/g. The highest total phenol analysis was found at the age of 15 days 0.092 mg GAE/g. The P4 treatment was the best result received by the panelists in organoleptic testing with an average color, aroma, taste and texture test, namely 132, 132.66, 132.33 and 131.66. Kentos flour biscuit antioxidant activity aged 30 days was 91.30%, 91.04%, 90.92%, 90.81% and 90.54% with IC50 236.31%. Total phenol of kentos flour biscuits was 0.045 mg GAE/g. Keywords: Kentos, Coconut Germination, Antioxidant Activity, Organoleptic Test Abstrak Kentos adalah buah dari biji kelapa yang berkecambah atau bertunas akibat proses biokimia. Penelitian ini akan melihat potensi aktivitas antioksidan tepung kentos kelapa (Cocos nucifera, L) dan aplikasinya pada biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen bioaktif pada kentos, mengetahui aktivitas antioksidan pada biskuit tepung kentos dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap biskuit tepung kentos. Metode penelitian pada uji organoleptik yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil yang diperoleh adalah aktivitas antioksidan terbaik terdapat pada umur 30 hari 31,21%, 56,95%, 77,22%, 89,94% dan 92,90% dengan IC50 3,6 mg/g. Analisis total fenol tertinggi terdapat pada umur 15 hari 0,092 mg GAE/g. Perlakuan P4 merupakan hasil terbaik yang diterima oleh panelis pada pengujian organoleptik dengan rata-rata pada pengujian warna, aroma, rasa dan tekstur yaitu 132, 132,66, 132,33 dan 131,66. Aktivitas antioksidan biskuit tepung kentos umur 30 hari 91,30%, 91,04%, 90,92%, 90,81% dan 90,54% dengan IC50 236,31%. Total fenol biskuit tepung kentos 0,045 mg GAE/g. Kata Kunci: Kentos, Germinasi Kelapa, Aktivitas Antioksidan, Uji Organoleptik
肯托斯是椰子种子的果实,通过生化过程发芽或萌发。本研究将探讨椰子肯托斯粉(Cocos nucifera,L)的潜在抗氧化活性及其在饼干中的应用。本研究旨在确定椰子粉的生物活性成分,确定椰子粉饼干的抗氧化活性,并确定小组成员对椰子粉饼干的偏好程度。感官测试的研究方法是完全随机设计(CRD),有 5 个处理和 3 次重复。结果发现,30 天龄的抗氧化活性最好,分别为 31.21%、56.95%、77.22%、89.94% 和 92.90%,IC50 为 3.6 毫克/克。总酚分析在 15 天龄时发现最高,为 0.092 毫克 GAE/克。在感官测试中,P4 处理的结果最好,色泽、香气、味道和口感测试的平均值分别为 132、132.66、132.33 和 131.66。腌制 30 天的肯特罗面粉饼干抗氧化活性分别为 91.30%、91.04%、90.92%、90.81% 和 90.54%,IC50 为 236.31%。肯托斯面粉饼干的总酚含量为 0.045 mg GAE/g。 关键词肯特罗;椰子发芽;抗氧化活性;感官测试 肯特罗是一种具有生物活性的饼干。该项目可提高对椰子树(Cocos nucifera,L)和茎干的抗病能力。该研究的目的是为了提高对椰子树生物特性的认识,提高椰子树抗病虫能力,以及提高椰子树抗病虫能力。对有机物的检测方法包括 5 个周期和 3 个阶段的 Rancangan Acak Lengkap (RAL)。在 30 天内,其抗菌活性分别为 31.21%、56.95%、77.22%、89.94% 和 92.90%,IC50 为 3.6 毫克/克。15 天后的总酚类分析结果为 0.092 毫克 GAE/克。P4 Perlakuan Merupakan hasil terbaik yang diterima oleh panelis pengujian organoleptik dengan rata-rata pengujian warna, aroma, rasa and tekstur yaitu 132, 132,66, 132,33 and 131,66。30 天内的抗菌活性分别为 91.30%、91.04%、90.92%、90.81% 和 90.54%,IC50 为 236.31%。酚的总含量为 0.045 毫克 GAE/克。 相关数据:酚类化合物、杀菌剂、抗菌剂、有机物
{"title":"Potential Antioxidant Activity Of Coconut Kentos Flour (Cocos nucifera L.) And Application In Biscuits","authors":"Liza Kolondam, G. S. Djarkasi, Jein R. Leke, Christine F. Mamuaja, J. Pongoh","doi":"10.35791/jat.v4i2.49330","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.49330","url":null,"abstract":"Kentos is the fruit of a coconut seed that germinates or sprouts as a result of a biochemical process. This research will look at the potential antioxidant activity of coconut kentos flour (Cocos nucifera, L) and its application to biscuits. This study aims to determine the bioactive components of kentos, to determine the antioxidant activity of kentos flour biscuits and to determine the level of preference of panelists for kentos flour biscuits. The research method for the organoleptic test was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. The results obtained were that the best antioxidant activity was found at 30 days of age 31.21%, 56.95%, 77.22%, 89.94% and 92.90% with an IC50 of 3.6 mg/g. The highest total phenol analysis was found at the age of 15 days 0.092 mg GAE/g. The P4 treatment was the best result received by the panelists in organoleptic testing with an average color, aroma, taste and texture test, namely 132, 132.66, 132.33 and 131.66. Kentos flour biscuit antioxidant activity aged 30 days was 91.30%, 91.04%, 90.92%, 90.81% and 90.54% with IC50 236.31%. Total phenol of kentos flour biscuits was 0.045 mg GAE/g. Keywords: Kentos, Coconut Germination, Antioxidant Activity, Organoleptic Test Abstrak Kentos adalah buah dari biji kelapa yang berkecambah atau bertunas akibat proses biokimia. Penelitian ini akan melihat potensi aktivitas antioksidan tepung kentos kelapa (Cocos nucifera, L) dan aplikasinya pada biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen bioaktif pada kentos, mengetahui aktivitas antioksidan pada biskuit tepung kentos dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap biskuit tepung kentos. Metode penelitian pada uji organoleptik yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil yang diperoleh adalah aktivitas antioksidan terbaik terdapat pada umur 30 hari 31,21%, 56,95%, 77,22%, 89,94% dan 92,90% dengan IC50 3,6 mg/g. Analisis total fenol tertinggi terdapat pada umur 15 hari 0,092 mg GAE/g. Perlakuan P4 merupakan hasil terbaik yang diterima oleh panelis pada pengujian organoleptik dengan rata-rata pada pengujian warna, aroma, rasa dan tekstur yaitu 132, 132,66, 132,33 dan 131,66. Aktivitas antioksidan biskuit tepung kentos umur 30 hari 91,30%, 91,04%, 90,92%, 90,81% dan 90,54% dengan IC50 236,31%. Total fenol biskuit tepung kentos 0,045 mg GAE/g. Kata Kunci: Kentos, Germinasi Kelapa, Aktivitas Antioksidan, Uji Organoleptik","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139357999","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Chintya Gita Sartika Modeong, J. E. Rogi, Sofia Wantasen
The research carried out in Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency for 5 (five) months from November 2022 to April 2023 aims to calculate the discharge and distribution of irrigation water discharge flowing to paddy fields in Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency and to form a map of the distribution of irrigation water discharge. The data used are primary data and secondary data. Primary data, namely data on the depth of irrigation water, water flow velocity, and water discharge by measuring using a current meter every week for six weeks in the morning with three repetitions in the primary irrigation channel 8 (eight) sample points with distance between sample points 500 m, secondary irrigation channels 5 (five) sample points, and tertiary irrigation channels 4 (four) sample points. Furthermore, the data obtained was added to the spatial data to form a spatial map of the distribution of Buyat irrigation water discharge, Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency. The results showed that the average irrigation water discharge for primary irrigation channels was 0.24 m3/second, secondary irrigation channels were 0.08 m3/second, and tertiary irrigation channels were 0.03 m3/second and the distribution of Buyat irrigation water discharge was uneven so that it affected adequacy, timeliness of meeting the water needs of paddy fields, Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency. Keywords: Irrigation, water discharge, spatial mapping, rice fields, Kotabunan Abstrak Penelitian yang dilaksanakan di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur selama 5 (lima) bulan mulai bulan November 2022 sampai April 2023 bertujuan untuk menghitung debit dan sebaran debit air irigasi yang dialirkan pada lahan sawah Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan terbentuknya peta sebaran debit air irigasi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data kedalaman air irigasi, kecepatan aliran air, serta debit air dengan cara mengukur dengan menggunakan alat current meter setiap minggu selama enam minggu pada pagi hari dengan tiga kali ulangan di saluran irigasi primer 8 (delapan) titik sampel dengan jarak antar titik sampel 500 m, saluran irigasi sekunder 5 (lima) titik sampel, dan saluran irigasi tersier 4 (empat) titik sampel. Selanjutnya data yang diperoleh ditambah dengan data spasial dibut peta spasial sebaran debit air irigasi Buyat Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata debit air irigasi saluran irigasi primer adalah 0,24 m3/detik, saluran irigassi sekunder 0,08 m3/detik dan saluran irigasi tersier 0,03 m3/detik serta sebaran debit air irigasi Buyat penyebarannya tidak merata sehingga mempengaruhi kecukupan, ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan air lahan sawah Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Keywords : Irigasi, debit air, pemetaan spasial, sawah, Kotabunan
{"title":"Spatial Mapping of the Distribution of Irrigation Water Discharge on Paddy Fields in Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency","authors":"Chintya Gita Sartika Modeong, J. E. Rogi, Sofia Wantasen","doi":"10.35791/jat.v4i2.49159","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.49159","url":null,"abstract":"The research carried out in Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency for 5 (five) months from November 2022 to April 2023 aims to calculate the discharge and distribution of irrigation water discharge flowing to paddy fields in Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency and to form a map of the distribution of irrigation water discharge. The data used are primary data and secondary data. Primary data, namely data on the depth of irrigation water, water flow velocity, and water discharge by measuring using a current meter every week for six weeks in the morning with three repetitions in the primary irrigation channel 8 (eight) sample points with distance between sample points 500 m, secondary irrigation channels 5 (five) sample points, and tertiary irrigation channels 4 (four) sample points. Furthermore, the data obtained was added to the spatial data to form a spatial map of the distribution of Buyat irrigation water discharge, Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency. The results showed that the average irrigation water discharge for primary irrigation channels was 0.24 m3/second, secondary irrigation channels were 0.08 m3/second, and tertiary irrigation channels were 0.03 m3/second and the distribution of Buyat irrigation water discharge was uneven so that it affected adequacy, timeliness of meeting the water needs of paddy fields, Kotabunan District, East Bolaang Mongondow Regency. Keywords: Irrigation, water discharge, spatial mapping, rice fields, Kotabunan Abstrak Penelitian yang dilaksanakan di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur selama 5 (lima) bulan mulai bulan November 2022 sampai April 2023 bertujuan untuk menghitung debit dan sebaran debit air irigasi yang dialirkan pada lahan sawah Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan terbentuknya peta sebaran debit air irigasi. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data kedalaman air irigasi, kecepatan aliran air, serta debit air dengan cara mengukur dengan menggunakan alat current meter setiap minggu selama enam minggu pada pagi hari dengan tiga kali ulangan di saluran irigasi primer 8 (delapan) titik sampel dengan jarak antar titik sampel 500 m, saluran irigasi sekunder 5 (lima) titik sampel, dan saluran irigasi tersier 4 (empat) titik sampel. Selanjutnya data yang diperoleh ditambah dengan data spasial dibut peta spasial sebaran debit air irigasi Buyat Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata debit air irigasi saluran irigasi primer adalah 0,24 m3/detik, saluran irigassi sekunder 0,08 m3/detik dan saluran irigasi tersier 0,03 m3/detik serta sebaran debit air irigasi Buyat penyebarannya tidak merata sehingga mempengaruhi kecukupan, ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan air lahan sawah Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Keywords : Irigasi, debit air, pemetaan spasial, sawah, Kotabunan","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139361003","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
New superior varieties and high-yielding maize lines are one of the main components of the technology for increasing maize production. This study aims to determine the larval population and pest attack of S. frugiperda on two varieties and eight lines of hybrid maize implemented in Talawaan Village. It is hoped that from this study information on larval populations and pest attacks of S. frugiperda on two varieties and eight lines of hybrid maize implemented in Talawaan Village will be obtained. This study used a randomized block design with 10 treatments, consisting of two varieties and eight lines, each treatment was repeated 3 times, so that 30 experimental units were obtained. As treatments were two maize varieties, namely ADV 777 (A) and JH 37 (J) and eight lines namely HLN 01 (B), HLN 02 (C), HLN 03 (D), HLN 04 (E), HLN 05 ( F), HLN 06 (G), HLN 07 (H), HLN 08 (I). Observations were made at intervals of 1 week starting at 15 ADP, 22 ADP, 29 ADP and 36 ADP. The things that were observed were attack symptoms, larval populations and the percentage of S. frugiperda in the treatments being tested. The results showed that the highest average population of S. frugiperda larvae was found in the 36 ADP observations, namely treatment I (HLN 08) namely 165.33 individuals and the lowest in treatment A (ADV 777) of 18.33 individuals. The highest percentage of attacks was observed at 36 ADP, namely treatment I (HLN 08) of 46.00% and the lowest in treatment A (ADV 777) of 11.00%. Keywords: varieties, lines, S. frugiperda, corn hybrid Abstrak Varietas unggul baru dan galur tanaman jagung yang berdaya hasil tinggi merupakan salah satu komponen utama teknologi peningkatan produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi larva dan serangan hama S. frugiperda pada dua varietas dan delapan galur jagung hibrida yang dilaksanakan di Desa Talawaan. Diharapkan dari penelitian ini dapat diperoleh informasi populasi larva dan serangan hama S. frugiperda pada dua varietas dan delapan galur jagung hibrida yang dilaksanakan di Desa Talawaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan, yang terdiri dari dua varietas dan delapan galur, masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 30 satuan percobaan. Sebagai perlakuan adalah dua varietas jagung, yakni ADV 777 (A) dan JH 37 (J) dan delapan galur yaitu HLN 01 (B), HLN 02 (C), HLN 03 (D), HLN 04 (E), HLN 05 (F), HLN 06 (G), HLN 07 (H), HLN 08 (I). Pengamatan dilakukan selang periode 1 minggu yang dimulai pada 15 HST, 22 HST, 29 HST dan 36 HST. Hal-hal yang diamati adalah gejala serangan, populasi larva dan persentase serangan S. frugiperda pada perlakuan yang diujicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan populasi larva S. frugiperda tertinggi dijumpai pada pengamatan 36 HST yaitu perlakuan I (HLN 08) yakni 165.33 ekor dan terendah pada perlakuan A (ADV 777) sebanyak 18.33 ekor. Persentase serangan tertinggi pada pengamatan 36 HST yakni perlakuan
{"title":"Armyworm (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) Attack And Pest Population On Several Hybrid Corn Varieties And Strains In Talawaan Village, Talawaan District","authors":"Threis Umboh, Christina L. Salaki, Dantje Tarore","doi":"10.35791/jat.v4i2.49086","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.49086","url":null,"abstract":"New superior varieties and high-yielding maize lines are one of the main components of the technology for increasing maize production. This study aims to determine the larval population and pest attack of S. frugiperda on two varieties and eight lines of hybrid maize implemented in Talawaan Village. It is hoped that from this study information on larval populations and pest attacks of S. frugiperda on two varieties and eight lines of hybrid maize implemented in Talawaan Village will be obtained. This study used a randomized block design with 10 treatments, consisting of two varieties and eight lines, each treatment was repeated 3 times, so that 30 experimental units were obtained. As treatments were two maize varieties, namely ADV 777 (A) and JH 37 (J) and eight lines namely HLN 01 (B), HLN 02 (C), HLN 03 (D), HLN 04 (E), HLN 05 ( F), HLN 06 (G), HLN 07 (H), HLN 08 (I). Observations were made at intervals of 1 week starting at 15 ADP, 22 ADP, 29 ADP and 36 ADP. The things that were observed were attack symptoms, larval populations and the percentage of S. frugiperda in the treatments being tested. The results showed that the highest average population of S. frugiperda larvae was found in the 36 ADP observations, namely treatment I (HLN 08) namely 165.33 individuals and the lowest in treatment A (ADV 777) of 18.33 individuals. The highest percentage of attacks was observed at 36 ADP, namely treatment I (HLN 08) of 46.00% and the lowest in treatment A (ADV 777) of 11.00%. Keywords: varieties, lines, S. frugiperda, corn hybrid Abstrak Varietas unggul baru dan galur tanaman jagung yang berdaya hasil tinggi merupakan salah satu komponen utama teknologi peningkatan produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi larva dan serangan hama S. frugiperda pada dua varietas dan delapan galur jagung hibrida yang dilaksanakan di Desa Talawaan. Diharapkan dari penelitian ini dapat diperoleh informasi populasi larva dan serangan hama S. frugiperda pada dua varietas dan delapan galur jagung hibrida yang dilaksanakan di Desa Talawaan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 10 perlakuan, yang terdiri dari dua varietas dan delapan galur, masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 30 satuan percobaan. Sebagai perlakuan adalah dua varietas jagung, yakni ADV 777 (A) dan JH 37 (J) dan delapan galur yaitu HLN 01 (B), HLN 02 (C), HLN 03 (D), HLN 04 (E), HLN 05 (F), HLN 06 (G), HLN 07 (H), HLN 08 (I). Pengamatan dilakukan selang periode 1 minggu yang dimulai pada 15 HST, 22 HST, 29 HST dan 36 HST. Hal-hal yang diamati adalah gejala serangan, populasi larva dan persentase serangan S. frugiperda pada perlakuan yang diujicobakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan populasi larva S. frugiperda tertinggi dijumpai pada pengamatan 36 HST yaitu perlakuan I (HLN 08) yakni 165.33 ekor dan terendah pada perlakuan A (ADV 777) sebanyak 18.33 ekor. Persentase serangan tertinggi pada pengamatan 36 HST yakni perlakuan","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"51 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139360941","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Reza Hasan, Zetly E. Tamod, Jeanne Sh. Polii - Mandang
This study aims to determine the production of biogas every day, the start of the biogas burning until the formation of the best flame, the character of the color, flame, and temperature of the flame, and the weight of the biogas produced from the fermentation process of organic waste rice straw, banana stems and water spinach plants. This research was conducted in Tababo Village, Belang District, Southeast Minahasa Regency. The research time was three months from July to September 2021. This research used a quantitative method where the three organic wastes were mixed with the contents of the rumen of cows and water into the biodigester and fermented for one month. Data collection was done by measuring the height of the biodigester cylinder, conducting a fuel test, measuring the temperature, and weighing the weight of the biogas. Data from measurement and testing results were compared with data on a mixture of fermented cow rumen contents and water. The results of measurements of the addition of biodigester height showed that the highest organic waste on the first day was 5 cm with an average weekly biogas productivity of 24.1 cm. Whereas in the rumen contents of cows, methane gas burned on the seventh day and the best burning was on the fourteenth day. Biogas in cow rumen contents burns faster than biogas in organic waste. The color of the resulting fire is bluish. The weight of the biogas produced is 1.8 kilograms. Keywords: Biogas, biodigester, organic waste, alternative energy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas setiap hari, awal terbakarnya biogas sampai pada terbentuknya nyala api terbaik, karakter warna, kobaran dan suhu pada nyala api dan berat biogas yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik Jerami padi, batang pisang dan tanaman kangkung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tababo Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Waktu penelitian selama tiga bulan sejak juli sampai September tahu 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana ketiga limbah organik dicampur dengan isi rumen sapi dan air ke dalam biodigester dan difermentasi selama satu bulan. Pengambilan data dengan mengukur penambahan tinggi tabung biodigester, melakukan uji bakar, mengukur temperatur dan menimbang berat biogas. Data hasil pengukuran dan pengujian dibandingkan dengan data pada campuran fermentasi isi rumen sapi dan air. Hasil pengukuran penambahan tinggi biodiogester menunjukkan pada limbah organik tertinggi pada hari pertama yakni 5 cm dengan rata - rata produktivitas biogas dalam sepekan yakni 24,1 cm. Sedangkan pada isi rumen sapi gas methana yang terbakar pada hari ke tujuh dan pembakaran terbaik pada hari ke empat belas. Biogas pada isi rumen sapi lebih cepat terbakar daripada biogas pada limbah organik. Warna api yang dihasilkan kebiruan. Berat biogas yang dihasilkan sebesar 1,8 kilogram. Kata kunci : Biogas, biodigester, limbah organik, energi alternatif
本研究旨在确定每天沼气的产量,沼气从燃烧开始到形成最佳火焰,火焰的颜色、火焰和温度的特征,以及有机废稻秆、香蕉茎和水菠菜植物发酵过程中产生的沼气的重量。本研究在米纳哈沙县东南部Belang区Tababo村进行。研究时间为3个月,从2021年7月到9月。本研究采用定量方法,将3种有机废物与奶牛瘤胃内容物及水混合,放入生物消化池发酵1个月。数据收集是通过测量沼气池缸的高度、进行燃料测试、测量温度和称重沼气的重量来完成的。将测量数据和试验结果与发酵牛瘤胃内容物与水混合物的数据进行了比较。沼气池高度添加量测定结果表明,第一天有机废弃物最高为5 cm,平均每周沼气产量为24.1 cm。而奶牛瘤胃内容物中,甲烷气体在第7天燃烧,第14天燃烧效果最好。奶牛瘤胃内容物中的沼气比有机废物中的沼气燃烧更快。由此产生的火焰呈蓝色。产生的沼气重量为1.8公斤。关键词:沼气,沼气池,有机废物,替代能源摘要:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui产品duksi沼气设置hari, awal terbakarya沼气sampai pada terbentuknya nyala api terbaik, karakter warna, kobaran dan suhu pada nyala api api沼气yang dihasilkan dari工艺发酵,limbah organik Jerami padi, batang pisang dan tanaman kangkung。Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tababo Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara。Waktu penelitian selama tiga bulan sejak juli sampai September tahu 2021。Penelitian, ini menggunakan方法,定量分析,dimana ketiga limba,有机dicampur dengan,瘤胃sapi,空气,dalam生物消化器,差异,selama satu bulan。彭甘比兰数据登干孟古汗penambahan tinggi tabung沼气池,melakukan uji bakar,孟古汗温度丹孟古汗沼气。数据收集:企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅、企鹅。Hasil pengukuran penambahan tinggi biodiogester menunjukkan pada limbah organik tertinggi pada hari pertamama yakni 5 cm dengan rata - rata producktivitas biogas dalam sepekan yakni 24.1 cm。Sedangkan pada isi rumen sapi gas甲烷yang terbakar pada hari ke tujuh和pembakaran terbaik pada hari ke empat belas。沼气池是瘤胃,瘤胃,瘤胃,瘤胃,瘤胃,瘤胃。瓦尔纳·阿皮杨·迪哈斯坎·克比鲁。贝拉特沼气阳迪哈斯坎赛贝萨尔1.8公斤。Kata kunci:沼气,沼气池,林巴有机,能源替代品
{"title":"Characteristics Of Biogas From Agricultural Organic Waste","authors":"Reza Hasan, Zetly E. Tamod, Jeanne Sh. Polii - Mandang","doi":"10.35791/jat.v4i2.48905","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v4i2.48905","url":null,"abstract":"This study aims to determine the production of biogas every day, the start of the biogas burning until the formation of the best flame, the character of the color, flame, and temperature of the flame, and the weight of the biogas produced from the fermentation process of organic waste rice straw, banana stems and water spinach plants. This research was conducted in Tababo Village, Belang District, Southeast Minahasa Regency. The research time was three months from July to September 2021. This research used a quantitative method where the three organic wastes were mixed with the contents of the rumen of cows and water into the biodigester and fermented for one month. Data collection was done by measuring the height of the biodigester cylinder, conducting a fuel test, measuring the temperature, and weighing the weight of the biogas. Data from measurement and testing results were compared with data on a mixture of fermented cow rumen contents and water. The results of measurements of the addition of biodigester height showed that the highest organic waste on the first day was 5 cm with an average weekly biogas productivity of 24.1 cm. Whereas in the rumen contents of cows, methane gas burned on the seventh day and the best burning was on the fourteenth day. Biogas in cow rumen contents burns faster than biogas in organic waste. The color of the resulting fire is bluish. The weight of the biogas produced is 1.8 kilograms. Keywords: Biogas, biodigester, organic waste, alternative energy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biogas setiap hari, awal terbakarnya biogas sampai pada terbentuknya nyala api terbaik, karakter warna, kobaran dan suhu pada nyala api dan berat biogas yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik Jerami padi, batang pisang dan tanaman kangkung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tababo Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Waktu penelitian selama tiga bulan sejak juli sampai September tahu 2021. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana ketiga limbah organik dicampur dengan isi rumen sapi dan air ke dalam biodigester dan difermentasi selama satu bulan. Pengambilan data dengan mengukur penambahan tinggi tabung biodigester, melakukan uji bakar, mengukur temperatur dan menimbang berat biogas. Data hasil pengukuran dan pengujian dibandingkan dengan data pada campuran fermentasi isi rumen sapi dan air. Hasil pengukuran penambahan tinggi biodiogester menunjukkan pada limbah organik tertinggi pada hari pertama yakni 5 cm dengan rata - rata produktivitas biogas dalam sepekan yakni 24,1 cm. Sedangkan pada isi rumen sapi gas methana yang terbakar pada hari ke tujuh dan pembakaran terbaik pada hari ke empat belas. Biogas pada isi rumen sapi lebih cepat terbakar daripada biogas pada limbah organik. Warna api yang dihasilkan kebiruan. Berat biogas yang dihasilkan sebesar 1,8 kilogram. Kata kunci : Biogas, biodigester, limbah organik, energi alternatif","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136369361","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}