Nadia Jovanka Rombe, W. Rotinsulu, Sandra E. Pakasi
Coconut plants have many benefits for human life and also as a source of foreign exchange through exports. Sangkub District is one of the coconut-producing sub-districts in North Sulawesi Province. To see the distribution of coconut plants in Sangkub sub-district, it is necessary to do a spatial mapping using a Geographic Information System to see the condition of the plantation. The purpose of this study was to determine the area of coconut plantations and to see the distribution of plantations in Sangkub District. From the results of the spatial mapping that has been carried out, the distribution of coconut plantations in Sangkub District is spread over several villages, namely in the villages: Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, North Busisingo, Sangkub IV, East Sangkub, and Suka Makmur. For the area of distribution of coconut plantations, the largest is in the village of Sangklikang with an area of 441 hectares and the smallest is in the village of Suka Makmur with an area of 1 hectares. Keywords: Spatial Mapping; Coconut Plantation; Geographic Information System.AbstrakTanaman kelapa memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan juga sebagai sumber devisa negara melalui ekspor. Kecamatan Sangkub merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa di Provinsi Sulawesi Utara. Untuk melihat penyebaran tanaman kelapa yang ada di kecamatan Sangkub, maka perlu dilakukan pemetaan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis guna melihat kondisi dari perkebunan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas lahan perkebunan kelapa dan melihat penyebaran dari perkerkebunan di Kecamatan Sangkub. Dari hasil pemetaan spasial yang telah dilakukan, penyebaran perkebunan kelapa di Kecamatan Sangkub tersebar di beberapa desa yaitu pada desa : Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, Busisingo Utara, Sangkub IV, Sangkub Timur, dan Suka Makmur. Untuk luas penyebaran perkebunan kelapa terbesar berada di desa Sangtombolang dengan luasan 441 Ha dan yang terkecil berada di desa Suka Makmur dengan luasan 1 Ha. Sedangkan untuk desa yang tidak terdapat penyebaran perkebunan kelapa yaitu pada desa Pangkusa, Apeng Sembeka, Monompia, dan Mokusato.Kata Kunci: Pemetaan Spasial; Perkebunan Kelapa; Sistem Informasi Geografis
椰子植物对人类的生活有很多好处,也是通过出口外汇的来源。Sangkub区是北苏拉威西省的椰子生产区之一。为了了解Sangkub街道的椰子植物分布情况,有必要使用地理信息系统进行空间测绘,以了解人工林的状况。本研究的目的是确定椰子种植园的面积,并了解Sangkub地区种植园的分布情况。从已开展的空间测绘结果来看,Sangkub区的椰子种植园分布在几个村庄,即Sangtombolang、Sampiro、Sangkub I、Sangkub II、Sangkub III、Tombolango、Busisingo、Sidodadi、North Busisingo、Sangkub IV、East Sangkub和Suka Makmur村。椰子种植园的分布面积最大的是Sangklikang村,面积为441公顷,最小的是Suka Makmur村,面积为1公顷。关键词:空间制图;椰子种植园;地理信息系统。摘要:tanaman kelpa memoriliki banyak manfaat bagi kehidupan manjuga sebagai number devisa negara melaluekspor。Kecamatan Sangkub merupakan salah satu Kecamatan penghasil kelapa di province Sulawesi Utara。Untuk melihat penyebaran tanaman kelapa yang ada di kecamatan Sangkub, maka perlu dilakukan pemetaan special menggunakan system Informasi Geografis guna melihat kondisi dari perkebunan tersebut。Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas lahan perkebuan kelapa dan melihat penyebaran dari perkerkebuan di Kecamatan Sangkub。Dari hasil pemetaan special yang telah dilakukan, penyebaran perkebunan kelapa di Kecamatan Sangkub tersebar di beberapa desa yaitu pada desa: Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, Busisingo Utara, Sangkub IV, Sangkub Timur, dan Suka Makmur。Untuk luk penyebaran perkebuan kelapa terbesar berada di desa Sangtombolang dengan luasan 441 Ha, danyang terkeecil berada di desa Suka Makmur dengan luasan 1 Ha。Sedangkan untuk desa yang tidak terdapat penyebaran perkebunan kelapa yitu pada desa Pangkusa, Apeng Sembeka, monompiia, dan Mokusato。Kata Kunci: Pemetaan spial;Perkebunan Kelapa;地理信息系统
{"title":"SPATIAL MAPPING OF COCONUT (Cocos nucifera L.) PLANTATIONS IN SANGKUB DISTRICT, NORTH BOLAANG MONGONDOW REGENCY USING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS","authors":"Nadia Jovanka Rombe, W. Rotinsulu, Sandra E. Pakasi","doi":"10.35791/jat.v2i2.35334","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35334","url":null,"abstract":"Coconut plants have many benefits for human life and also as a source of foreign exchange through exports. Sangkub District is one of the coconut-producing sub-districts in North Sulawesi Province. To see the distribution of coconut plants in Sangkub sub-district, it is necessary to do a spatial mapping using a Geographic Information System to see the condition of the plantation. The purpose of this study was to determine the area of coconut plantations and to see the distribution of plantations in Sangkub District. From the results of the spatial mapping that has been carried out, the distribution of coconut plantations in Sangkub District is spread over several villages, namely in the villages: Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, North Busisingo, Sangkub IV, East Sangkub, and Suka Makmur. For the area of distribution of coconut plantations, the largest is in the village of Sangklikang with an area of 441 hectares and the smallest is in the village of Suka Makmur with an area of 1 hectares. Keywords: Spatial Mapping; Coconut Plantation; Geographic Information System.AbstrakTanaman kelapa memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan juga sebagai sumber devisa negara melalui ekspor. Kecamatan Sangkub merupakan salah satu kecamatan penghasil kelapa di Provinsi Sulawesi Utara. Untuk melihat penyebaran tanaman kelapa yang ada di kecamatan Sangkub, maka perlu dilakukan pemetaan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis guna melihat kondisi dari perkebunan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui luas lahan perkebunan kelapa dan melihat penyebaran dari perkerkebunan di Kecamatan Sangkub. Dari hasil pemetaan spasial yang telah dilakukan, penyebaran perkebunan kelapa di Kecamatan Sangkub tersebar di beberapa desa yaitu pada desa : Sangtombolang, Sampiro, Sangkub I, Sangkub II, Sangkub III, Tombolango, Busisingo, Sidodadi, Busisingo Utara, Sangkub IV, Sangkub Timur, dan Suka Makmur. Untuk luas penyebaran perkebunan kelapa terbesar berada di desa Sangtombolang dengan luasan 441 Ha dan yang terkecil berada di desa Suka Makmur dengan luasan 1 Ha. Sedangkan untuk desa yang tidak terdapat penyebaran perkebunan kelapa yaitu pada desa Pangkusa, Apeng Sembeka, Monompia, dan Mokusato.Kata Kunci: Pemetaan Spasial; Perkebunan Kelapa; Sistem Informasi Geografis","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128635333","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Willens Christano Anyo, Tommy D. Sondakh, J. Rondonuwu, Tommy B. Ogie
This study aims to determine the effect of kirinyuh organic fertilizer and phonska fertilizer on changes in the properties of tailings soil and the growth and production of upland rice. Land tailings are taken from the location of the wilayah pertambangan rakyat (WPR) in Tatelu Village, Dimembe District, North Minahasa Regency. And the research was carried out at the Green House, Faculty of Agriculture, Sam Ratulangi University. This study was designed using a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern consisting of two factors, namely: Factor I is kirinyuh organic fertilizer (A) which consists of 4 (four) levels: A0 = 0g / polybag, A1 = 300g / polybag, A2 = 600g / polybag, A3 = 900g / polybag and Factor II which is Phonska Fertilizer (B) consisting of three levels: B0 = 0g / polybag, B1 = 1,5g / polybag, and B2 = 3g / polybag. Each poly bag is filled with soil up to 20 kg.Keywords: Kirinyuh; Phonska; Land of Tailings.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pupuk organik kirinyuh dan pupuk phonska terhadap perubahan sifat kimia tanah tailing dan pertumbuhan serta produksi padi ladang. Pengambilan Tanah Tailing diambil dari lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara. Dan Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I yakni pupuk organik kirinyuh (A) yang terdiri dari 4 (empat) taraf : A0 = 0g / polybag, A1 = 300g / polybag, A2 = 600g / polybag, A3 = 900g / polybag dan Faktor II yakni Pupuk Phonska (B) yang terdiri dari tiga taraf : B0 = 0g / polybag, B1 = 1,5g / polybag, dan B2 = 3g / polybag. Setiap polybag diisi tanah sampai seberat 20 kg.Kata Kunci: Kirinyuh; Phonska; Tanah Tailing.
本研究旨在确定基林柳有机肥和丰斯卡肥对尾矿土性质变化和旱稻生长生产的影响。土地尾矿取自北米纳哈沙摄政Dimembe区Tatelu村的wilayah pertambangan rakyat (WPR)所在地。这项研究是在Sam Ratulangi大学农业学院的温室进行的。本研究采用完全随机设计(CRD),因子模式由2个因子组成:因子1为kirinyuh有机肥(a),由A0 = 0g /塑料袋、A1 = 300g /塑料袋、A2 = 600g /塑料袋、A3 = 900g /塑料袋4个水平组成;因子2为Phonska有机肥(B),由B0 = 0g /塑料袋、B1 = 1、5g /塑料袋、B2 = 3g /塑料袋3个水平组成。每个塑料袋可装20公斤的土壤。关键词:Kirinyuh;Phonska;尾矿之地。摘要:penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pupuk organik kirinyuh danpupuk phonska terhadap perubahan sifat kimia tanah tailan pertumbuhan serta producksi padi ladang。Pengambilan Tanah ting diambil dari lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara。Dan Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi。Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap(、)dengan普拉faktorial杨terdiri达里语dua faktor yaitu: faktor我yakni pupuk organik kirinyuh (A)杨terdiri达里语4 (empat) taraf日报:A0 = 0 g /胶袋,A1 = 300克/胶袋,A2 = 600克/胶袋,A3 = 900克/胶袋丹faktor II yakni pupuk Phonska (B)杨terdiri达里语tiga taraf日报:B0 = 0 g /胶袋,B1 = 1, 5 g /胶袋,丹B2 = 3 g /胶袋。设置塑料袋diisi tanah sampai seber20公斤。Kata Kunci: Kirinyuh;Phonska;共有尾矿。
{"title":"THE EFFECT OF ORGANIC FERTILIZING KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) AND PHONSKA FERTILIZER AGAINST CHEMICAL PROPERTIES OF PLANTED TAILINGS SOIL RICE FIELD","authors":"Willens Christano Anyo, Tommy D. Sondakh, J. Rondonuwu, Tommy B. Ogie","doi":"10.35791/jat.v2i2.35302","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35302","url":null,"abstract":"This study aims to determine the effect of kirinyuh organic fertilizer and phonska fertilizer on changes in the properties of tailings soil and the growth and production of upland rice. Land tailings are taken from the location of the wilayah pertambangan rakyat (WPR) in Tatelu Village, Dimembe District, North Minahasa Regency. And the research was carried out at the Green House, Faculty of Agriculture, Sam Ratulangi University. This study was designed using a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern consisting of two factors, namely: Factor I is kirinyuh organic fertilizer (A) which consists of 4 (four) levels: A0 = 0g / polybag, A1 = 300g / polybag, A2 = 600g / polybag, A3 = 900g / polybag and Factor II which is Phonska Fertilizer (B) consisting of three levels: B0 = 0g / polybag, B1 = 1,5g / polybag, and B2 = 3g / polybag. Each poly bag is filled with soil up to 20 kg.Keywords: Kirinyuh; Phonska; Land of Tailings.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pupuk organik kirinyuh dan pupuk phonska terhadap perubahan sifat kimia tanah tailing dan pertumbuhan serta produksi padi ladang. Pengambilan Tanah Tailing diambil dari lokasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara. Dan Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I yakni pupuk organik kirinyuh (A) yang terdiri dari 4 (empat) taraf : A0 = 0g / polybag, A1 = 300g / polybag, A2 = 600g / polybag, A3 = 900g / polybag dan Faktor II yakni Pupuk Phonska (B) yang terdiri dari tiga taraf : B0 = 0g / polybag, B1 = 1,5g / polybag, dan B2 = 3g / polybag. Setiap polybag diisi tanah sampai seberat 20 kg.Kata Kunci: Kirinyuh; Phonska; Tanah Tailing.","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115206226","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Martha Fera Dellastrada Garing, A. Lumingkewas, Selvie Tumbelaka
Chrysanthemum kulo plant is a variety native to The City of Tomohon which has a high aesthetic and economic value. Good quality chrysanthemum plant seeds can be obtained through vegetative multiplication techniques. One of the vegetative multiplication techniques is cuttings. The problem with the propagation of cuttings is that the rooting is less dense, so it can not hold the plant to grow upright. One source of natural growing regulators that can support the formation of roots is shallot bark. Shallot bark contains ABA, IAA, GA, Cytokinin. The purpose of this study was to study the interaction between concentration and length of soaking of shallot bark solution against the formation of cuttings root chrysanthemum shoots. This research was conducted in March 2021 until May 2021 at Screen House, Nursery, And Agrowidya Seeding Center of Tomohon City Tourism, Agriculture and Fisheries Office of Tomohon City. The design used is a Complete Randomized Design (RAL) Factorial with two factors, namely the first factor of concentration of shallot bark solution (K) consisting of 5 levels of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% and the second factor soaking the shallot bark solution (T) consisting of 3 levels of 10 minutes, 20 minutes, 30 minutes. The variables measured are the percentage of root formation (%), the number of roots, and the length of the root (cm). Keywords: Chrysanthemum plants; Cuttings; Roots; Concentration, Shallot Bark.AbstrakTanaman krisan kulo merupakan varietas asli dari Kota Tomohon yang memiliki nilai estetika dan ekonomis yang tinggi. Bibit tanaman krisan yang berkualitas baik dapat diperoleh melalui teknik perbanyakan secara vegetatif. Salah satu teknik perbanyakan secara vegetatif ialah stek. Masalah pada perbanyakan stek yaitu perakaran yang kurang lebat, sehingga tidak dapat menahan tanaman untuk tumbuh dengan tegak. Salah satu sumber zat pengatur tumbuh alami yang dapat mendukung pembentukan akar adalah kulit bawang merah. Kulit bawang merah mengandung ABA, IAA, GA, Sitokinin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman larutan kulit bawang merah terhadap pembentukan akar stek pucuk tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai bulan Mei 2021 di Screen House, Balai Perbenihan Pembibitan dan Agrowidya Wisata Kota Tomohon, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu pertama faktor konsentrasi larutan kulit bawang merah (K) yang terdiri dari 5 taraf 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan faktor yang kedua lama perendaman larutan kulit bawang merah (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 menit, 20 menit, 30 menit. Variabel yang diukur adalah persentase pembentukan akar (%), jumlah akar, dan panjang akar (cm).Kata Kunci: Tanaman krisan; Stek; Akar; Konsentrasi; Kulit Bawang Merah.
菊花kulo植物是Tomohon市的一个品种,具有很高的美学和经济价值。通过无性繁殖技术可以获得优质的菊花种子。扦插是无性繁殖技术之一。插条繁殖的问题是根部不太密,所以它不能支撑植物直立生长。可以支持根形成的自然生长调节剂的一个来源是葱皮。葱皮含有ABA、IAA、GA、细胞分裂素。本试验旨在研究葱皮浸泡液浓度和浸泡时间对菊花扦插生根形成的影响。该研究于2021年3月至2021年5月在托莫洪市观光、农水产厅的Screen House、苗圃、Agrowidya播种中心进行。采用完全随机设计(RAL)析因法设计两因子,第一因子为葱皮溶液浓度(K),分为0%、25%、50%、75%、100% 5个水平;第二因子为浸泡葱皮溶液(T),分为10分钟、20分钟、30分钟3个水平。测量的变量是根形成的百分比(%)、根的数量和根的长度(cm)。关键词:菊花;岩屑;根;浓缩,葱皮。【摘要】tanaman krisan kulo merupakan varietas asli dari Kota Tomohon yang memoriliki nilai estetika and economics yang tinggi。Bibit tanaman krisan yang berkualitas baik dapat diperoleh melalui teknik perbanyakan secara vegetation . .Salah satu teknik perbanyakan secara vegeatialah牛排。马萨拉帕达perbanyakan牛排yitu perakaran yang kurang lebat, sehinga tidak dapat menahan tanaman untuk tumh dengan tegak。Salah satu sumu zat pengatur tumbuh alami yang dapat mendukung pembentukan akar adalah kulit bawang merah。Kulit bawang merah mengandung ABA, IAA, GA, Sitokinin。图胡安达里penelitian ini adalah untuk mempelajaji interaksi antara konsentrasi danlama perendaman larutan kulit bawang merhada penpenelitian akar stek puchuk tanaman krisan。Penelitian ini dilaksanakan pada bulan market 2021 sampai bulan Mei 2021 di Screen House, Balai Perbenihan Pembibitan dan Agrowidya Wisata Kota Tomohon, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon。ranganan yang digunakan adalah ranganan Acak Lengkap (RAL)农业生产,dancian dua factor for yitu perama factor for konsentrasi larutan kulit baang merah (K) yang terdiri dari 5%, 25%, 50%, 75%, 100%, dancian yang kedua lama perendaman larutan kulit baang merah (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 menit, 20 menit, 30 menit。变量yang diukur adalah代表pembentukan akar (%), jumlah akar, dan panjang akar (cm)。Kata Kunci: Tanaman krisan;Stek;Akar;Konsentrasi;Kulit Bawang Merah。
{"title":"THE EFFECT OF CONCENTRATION AND DURATION OF SOAKING SHALLOT BARK SOLUTION ON ROOT FORMATION OF CUTTINGS OF CHRYSANTHEMUM KULO (Chryshanthemum sp.) IN TOMOHON CITY","authors":"Martha Fera Dellastrada Garing, A. Lumingkewas, Selvie Tumbelaka","doi":"10.35791/jat.v2i2.35295","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35295","url":null,"abstract":"Chrysanthemum kulo plant is a variety native to The City of Tomohon which has a high aesthetic and economic value. Good quality chrysanthemum plant seeds can be obtained through vegetative multiplication techniques. One of the vegetative multiplication techniques is cuttings. The problem with the propagation of cuttings is that the rooting is less dense, so it can not hold the plant to grow upright. One source of natural growing regulators that can support the formation of roots is shallot bark. Shallot bark contains ABA, IAA, GA, Cytokinin. The purpose of this study was to study the interaction between concentration and length of soaking of shallot bark solution against the formation of cuttings root chrysanthemum shoots. This research was conducted in March 2021 until May 2021 at Screen House, Nursery, And Agrowidya Seeding Center of Tomohon City Tourism, Agriculture and Fisheries Office of Tomohon City. The design used is a Complete Randomized Design (RAL) Factorial with two factors, namely the first factor of concentration of shallot bark solution (K) consisting of 5 levels of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% and the second factor soaking the shallot bark solution (T) consisting of 3 levels of 10 minutes, 20 minutes, 30 minutes. The variables measured are the percentage of root formation (%), the number of roots, and the length of the root (cm). Keywords: Chrysanthemum plants; Cuttings; Roots; Concentration, Shallot Bark.AbstrakTanaman krisan kulo merupakan varietas asli dari Kota Tomohon yang memiliki nilai estetika dan ekonomis yang tinggi. Bibit tanaman krisan yang berkualitas baik dapat diperoleh melalui teknik perbanyakan secara vegetatif. Salah satu teknik perbanyakan secara vegetatif ialah stek. Masalah pada perbanyakan stek yaitu perakaran yang kurang lebat, sehingga tidak dapat menahan tanaman untuk tumbuh dengan tegak. Salah satu sumber zat pengatur tumbuh alami yang dapat mendukung pembentukan akar adalah kulit bawang merah. Kulit bawang merah mengandung ABA, IAA, GA, Sitokinin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman larutan kulit bawang merah terhadap pembentukan akar stek pucuk tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai bulan Mei 2021 di Screen House, Balai Perbenihan Pembibitan dan Agrowidya Wisata Kota Tomohon, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu pertama faktor konsentrasi larutan kulit bawang merah (K) yang terdiri dari 5 taraf 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan faktor yang kedua lama perendaman larutan kulit bawang merah (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 menit, 20 menit, 30 menit. Variabel yang diukur adalah persentase pembentukan akar (%), jumlah akar, dan panjang akar (cm).Kata Kunci: Tanaman krisan; Stek; Akar; Konsentrasi; Kulit Bawang Merah.","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117168611","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Marsela Maria Manopo, C. S. Rante, Reity Engka, Tommy B. Ogie
Insects are one part of the biodiversity that exists on this earth. Insect species and populations have a very important impact on stability in the lowland rice ecosystem. The sedated insects are placed on white paper and then counted in numbers and put in a collection bottle containing alcohol and labeled on the bottle. The things that were observed were the type and population of insect pests. The results of observations of the types and populations of insect pests found in the village of Mogoyunggung District Dumoga Bolaang Mongondow district found 6 (six) types of insect pests. In the vegetative phase found 5 (five) types of insects namely Scotinophara coartata, Paraeucosmetus pallicornis, Sogatela furcifera, Oxya sp. and Scirpophaga innotata, while the generative phase of the insect species found were Leptocorisa oratorius, S. coartata, P. pallicornis, S. furcifera, and Oxya sp. Keywords: Diversity; insect; pests; Oryza sativa L AbstrakSerangga merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman hayati yang ada dimuka bumi ini. Jenis dan populasi serangga memiliki dampak yang sangat penting bagi kestabilan di dalam ekosistem padi sawah. Indeks keanekaragaman dapat digunakan untuk menyatakan hubungan kelimpahan spesies dalam suatu komunitas. Penelitian bertujuan mengetahui jenis, populasi dan keanekaragaman serangga hama pada tanaman padi di Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow. Serangga yang telah terbius diletakkan pada kertas putih kemudian dihitung jumlahnya dan dimasukkan dalam botol koleksi yang berisi alkohol dan diberi label pada botol tersebut. Hal-hal yang diamati yakni jenis dan populasi serangga hama yang terjaring dalam net serangga. Hasil pengamatan jenis serangga hama di Desa Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow ditemukan 6 (enam) jenis serangga hama. Pada fase vegetatif ditemukan 5 (lima) jenis serangga yakni Scotinophara coartata (kepinding tanah), Paraeucosmetus pallicornis (kepik hitam), Sogatela furcifera (wereng punggung putih), Oxya sp. (belalang) dan Scirpophaga innotata (penggerek batang putih), sedangkan fase generatif jenis serangga yang ditemukan yaitu Leptocorisa oratorius (walang sangit), S. coartata (kepinding tanah), P. pallicornis (kepik hitam), S. furcifera (wereng punggung putih), dan Oxya sp. (belalang).Kata Kunci: Keanekaragaman; serangga; hama; Oryza sativa L.
昆虫是地球上生物多样性的一部分。昆虫的种类和种群对低地水稻生态系统的稳定性有着重要的影响。注射了镇静剂的昆虫被放在白纸上,然后清点数量,放入一个装有酒精的收集瓶中,并在瓶子上贴上标签。观察到的是害虫的种类和数量。对莫高云宫区dummoga Bolaang Mongondow村发现的害虫种类和种群进行了观察,共发现6(6)种害虫。在营养期发现了5种昆虫,分别是Scotinophara cottata、Paraeucosmetus pallicornis、Sogatela furcifera、Oxya sp.和Scirpophaga innotata,在生殖期发现了Leptocorisa oratorius、S. cottata、P. pallicornis、S. furcifera和Oxya sp.。关键词:多样性;昆虫;害虫;[摘要]水稻是一种天然的植物,它是一种天然的植物,它是一种天然的植物。我的意思是,我的人民,我的人民,我的人民,我的人民,我的人民,我的人民,我的人民,我的人民。索引keanekaragaman dapat digunakan untuk menyatakan hubungan kelimpahan种dalam suatu komunitas。Penelitian bertujuan mengetahui jenis, populasi dan keanekaragaman serangga hama pada tanaman padi di Desa mogoyonggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow。Serangga yang telah terbius diletakkan paada kertas putih与kemudian dihitung jumlahnya dandimasukkan dalam botol koleksi yang berisi酒精和diberi标签paada botol tersebut。halhal yang diamati yakni jenis dan populasi serangga hama yang terjaring dalam net serangga。Hasil pengamatan jenis serangga hama di Desa mogoyungung Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow ditemukan 6 (enam) jenis serangga hama。Pada fase ditemukan 5 (lima) jenis serangga yakni Scotinophara coartata (kepinding tanah), Paraeucosmetus pallicornis (kepik hitam), Sogatela furcifera (wereng pungung putih), Oxya sp. (belalang)和Scirpophaga innotata (penggerek batang putih), sedangkan fase generatif jenis serangga yang ditemukan yaitu Leptocorisa oratorius (walang sangit), S. coartata (kepinding tanah), P. pallicornis (kepik hitam), S. furcifera (wereng pungung putih), dan Oxya sp. (belalang)。卡塔·昆奇:基恩卡拉加曼;serangga;哈马;Oryza sativa L。
{"title":"TYPES AND POPULATIONS OF INSECT PESTS IN RICE FIELDS (Oryza Sativa L.) IN MOGOYUNGGUNG VILLAGE, DUMOGA TIMUR DISTRICT, BOLAANG MONGONDOW REGENCY.","authors":"Marsela Maria Manopo, C. S. Rante, Reity Engka, Tommy B. Ogie","doi":"10.35791/jat.v2i2.35313","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35313","url":null,"abstract":" Insects are one part of the biodiversity that exists on this earth. Insect species and populations have a very important impact on stability in the lowland rice ecosystem. The sedated insects are placed on white paper and then counted in numbers and put in a collection bottle containing alcohol and labeled on the bottle. The things that were observed were the type and population of insect pests. The results of observations of the types and populations of insect pests found in the village of Mogoyunggung District Dumoga Bolaang Mongondow district found 6 (six) types of insect pests. In the vegetative phase found 5 (five) types of insects namely Scotinophara coartata, Paraeucosmetus pallicornis, Sogatela furcifera, Oxya sp. and Scirpophaga innotata, while the generative phase of the insect species found were Leptocorisa oratorius, S. coartata, P. pallicornis, S. furcifera, and Oxya sp. Keywords: Diversity; insect; pests; Oryza sativa L AbstrakSerangga merupakan salah satu bagian dari keanekaragaman hayati yang ada dimuka bumi ini. Jenis dan populasi serangga memiliki dampak yang sangat penting bagi kestabilan di dalam ekosistem padi sawah. Indeks keanekaragaman dapat digunakan untuk menyatakan hubungan kelimpahan spesies dalam suatu komunitas. Penelitian bertujuan mengetahui jenis, populasi dan keanekaragaman serangga hama pada tanaman padi di Desa Mogoyunggung, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow. Serangga yang telah terbius diletakkan pada kertas putih kemudian dihitung jumlahnya dan dimasukkan dalam botol koleksi yang berisi alkohol dan diberi label pada botol tersebut. Hal-hal yang diamati yakni jenis dan populasi serangga hama yang terjaring dalam net serangga. Hasil pengamatan jenis serangga hama di Desa Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow ditemukan 6 (enam) jenis serangga hama. Pada fase vegetatif ditemukan 5 (lima) jenis serangga yakni Scotinophara coartata (kepinding tanah), Paraeucosmetus pallicornis (kepik hitam), Sogatela furcifera (wereng punggung putih), Oxya sp. (belalang) dan Scirpophaga innotata (penggerek batang putih), sedangkan fase generatif jenis serangga yang ditemukan yaitu Leptocorisa oratorius (walang sangit), S. coartata (kepinding tanah), P. pallicornis (kepik hitam), S. furcifera (wereng punggung putih), dan Oxya sp. (belalang).Kata Kunci: Keanekaragaman; serangga; hama; Oryza sativa L.","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"361 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134440119","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Stella Priscilia Manguande, M. Ratulangi, V. Montong, Selvie Tumbelaka
This study aims to determine the effect of M. rileyi F. fungus with various concentrations on the mortality of C. pavonana F. pests on cabbage plants in the laboratory and to find out how the effect of M. rileyi F. fungus on C. pavonana F. pests. This research was conducted from September to November 2020, at the BPTPH Laboratory (Center for the Protection of Food Crops and Horticulture) and the method used in this study was a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of five treatments namely Control (A), 109 ( B), 108 (C), 107 (D), and 106 (E) and each treatment was repeated three times. The collection of C. pavonana F. larvae was carried out on cabbage plantations in Tomohon City. The larvae used as research test materials are third instar larvae. The results of the data obtained in the study were analyzed using analysis of variance and if the treatment showed a significant effect, it would be continued with the Least Significant Difference (BNT) test. The results of the study, M. rileyi F. proved effective to kill C. pavonana F. larvae from several treatments with different concentrations found the average with the highest value at treatment concentration of 109 was 54.28%. While the lower values, respectively, were found in the treatment concentrations of 108 , 107 , and 106 with values of 35.23%, 27.61%, 21.90% respectively. Keywords: Control; Fungus; Cabbage Plant; Pest; Metarhizium rileyiAbstrakPenelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2020, bertempat di Laboratorium BPTPH (Balai Perlindugan Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari lima perlakuan yakni Kontrol (A), 109 (B), 108 (C), 107 (D), dan 106 (E). dan masing-masing perlakuan diulangi sebanyak tiga kali. Pengambilan larva C. pavonana F. dilakukan pada lahan pertanaman kubis di Kota Tomohon. Larva yang digunakan sebagai bahan uji penelitian merupakan larva instar tiga. Hasil dari data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil dari penelitian, jamur M. rileyi F. terbukti efektif untuk membunuh larva C. pavonana F. dari beberapa perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda ditemukan rataan dengan nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi 109 sebesar 54,28%. Sedangkan nilai yang lebih rendah secara berurutan terdapat pada perlakuan konsentrasi 108 , 107 , dan 106 yakni dengan nilai masing – masing sebesar 35,23%, 27,61%, 21,90%.Kata Kunci: Pengendalian; Jamur; Tanaman Kubis; Hama; Metarhizium rileyi
本研究的目的是在室内测定不同浓度的真菌对白菜病虫害的死亡率的影响,并了解真菌对白菜病虫害的影响。本研究于2020年9月至11月在BPTPH实验室(粮食作物保护和园艺中心)进行,研究方法为完全随机设计(CRD),包括5个处理,即对照(a)、109 (B)、108 (C)、107 (D)和106 (E),每个处理重复3次。在Tomohon市的菜地进行了pavonana F.幼虫的采集。作为研究试验材料的幼虫为三龄幼虫。本研究获得的数据结果采用方差分析进行分析,如果治疗效果显著,则采用最小显著差异(Least significant Difference, BNT)检验继续治疗。研究结果表明,不同浓度处理对黄颡鱼幼虫均有较好的杀伤效果,处理浓度为109时,平均杀伤率最高,为54.28%。而108、107和106处理浓度较低,分别为35.23%、27.61%和21.90%。关键词:控制;真菌;卷心菜植物;害虫;摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract 2020年11月,bertempat di Laboratorium BPTPH (Balai Perlindugan Tanaman Pangan dan Hortikultura) / metotode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ranangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari lima perlakuan yakni control (A), 109 (B), 108 (C), 107 (D), 106 (E). / masing-masing perlakuan diulangi sebanyak tiga kali。彭甘比兰幼体C. pavonana F. dilakukan pada lahan pertanaman kubis di Kota Tomohon。幼虫yang digunakan sebagai bahan uji penelitian merupakan幼虫幼虫tiga。Hasil - dari数据,yang diperoleh dalam penelitian dianalan分析,mongunakan分析,sidik ragam dan apabila perlakan menunjukkan pengaruh, yang nyata akan dilanjuutkan dengan, Beda nyata Terkecil (BNT)。哈西达·潘里特,贾木·m·利利伊·F. terbukti efektif untuk膜的幼虫C. pavonana F. dari beberapa perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda ditemukan rataand dengan nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi 109 sebesar 54,28%。Sedangkan nilai yang lebih rendah secara berurutan terdapat pada perlakuan konsentrasi 108,107, dan 106 yakni dengan nilai masing - masing sebesar 35,23%, 27,61%, 21,90%。卡塔昆慈:彭根大连;Jamur;Tanaman库比斯;哈马;绿僵菌属rileyi
{"title":"THE USE OF THE FUNGUS Metarhizium rileyi F. IN THE CONTROL OF Crocidolomia pavonana F. ON CABBAGE (Brassica oleracea L.)","authors":"Stella Priscilia Manguande, M. Ratulangi, V. Montong, Selvie Tumbelaka","doi":"10.35791/jat.v2i2.35298","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35298","url":null,"abstract":"This study aims to determine the effect of M. rileyi F. fungus with various concentrations on the mortality of C. pavonana F. pests on cabbage plants in the laboratory and to find out how the effect of M. rileyi F. fungus on C. pavonana F. pests. This research was conducted from September to November 2020, at the BPTPH Laboratory (Center for the Protection of Food Crops and Horticulture) and the method used in this study was a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of five treatments namely Control (A), 109 ( B), 108 (C), 107 (D), and 106 (E) and each treatment was repeated three times. The collection of C. pavonana F. larvae was carried out on cabbage plantations in Tomohon City. The larvae used as research test materials are third instar larvae. The results of the data obtained in the study were analyzed using analysis of variance and if the treatment showed a significant effect, it would be continued with the Least Significant Difference (BNT) test. The results of the study, M. rileyi F. proved effective to kill C. pavonana F. larvae from several treatments with different concentrations found the average with the highest value at treatment concentration of 109 was 54.28%. While the lower values, respectively, were found in the treatment concentrations of 108 , 107 , and 106 with values of 35.23%, 27.61%, 21.90% respectively. Keywords: Control; Fungus; Cabbage Plant; Pest; Metarhizium rileyiAbstrakPenelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2020, bertempat di Laboratorium BPTPH (Balai Perlindugan Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari lima perlakuan yakni Kontrol (A), 109 (B), 108 (C), 107 (D), dan 106 (E). dan masing-masing perlakuan diulangi sebanyak tiga kali. Pengambilan larva C. pavonana F. dilakukan pada lahan pertanaman kubis di Kota Tomohon. Larva yang digunakan sebagai bahan uji penelitian merupakan larva instar tiga. Hasil dari data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan apabila perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil dari penelitian, jamur M. rileyi F. terbukti efektif untuk membunuh larva C. pavonana F. dari beberapa perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda ditemukan rataan dengan nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi 109 sebesar 54,28%. Sedangkan nilai yang lebih rendah secara berurutan terdapat pada perlakuan konsentrasi 108 , 107 , dan 106 yakni dengan nilai masing – masing sebesar 35,23%, 27,61%, 21,90%.Kata Kunci: Pengendalian; Jamur; Tanaman Kubis; Hama; Metarhizium rileyi","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132590621","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This study aims to obtain the results of the growth and production of pak choi plants. The level of nutrient concentration of ®AB Mix in this treatment is the independent variable, while the dependent variable is the pak choi plant. This study was arranged in a Randomized Block Design with 4 treatments and 3 replications, the factors studied were the concentration of AB mix nutrients with the following treatments: (P0) (Control), (P1) 900ppm, (P2) 1100 ppm and (P3) 1300 ppm. The results showed that the best plant height was produced at the nutrient concentration level of ®AB Mix in the treatment of 1100 ppm (P2) with an average of 15.35 ppm and 1300 ppm (P3) 16.23 cm. The growth parameters on the longest plant roots were produced at the level of nutrient concentration ®AB Mix 1100 ppm (P2) with an average of 25.536 cm and 1300 ppm (P3) with an average of 26,097 (P3) cm. The best fresh weight of plants was produced at the level of nutrient concentration ®AB Mix in the treatment of 1100 ppm (P2) 196.67 gr and 1300 ppm (P3) with an average of 236.67 gr (P3). Environmental variables with an average morning temperature of 28°C, 32°C during the day, 26°C at night, 60% humidity in the morning, 30% humidity during the day and 89% humidity at night for 42 days after planting.Keywoards: Hydroponic; Agroecotechnology; Pak Choi. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi tanaman pak choi. Taraf konsentrasi nutrisi ®AB Mix pada perlakuan ini sebagai variabel bebas (independent variable) sedangkan variabel terikat (dependent variable) adalah tanaman pak choi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, faktor yang diteliti adalah konsentrasi nutrisi AB mix dengan perlakuan : (P0) (Kontrol), (P1) 900ppm, (P2) 1100 ppm dan (P3) 1300 ppm. Hasil penelitian didapatkan bahwa tinggi tanaman terbaik dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi ®AB Mix pada perlakuan 1100 ppm (P2) dengan rataan 15,35 ppm dan 1300 ppm (P3) 16,23 cm. Parameter pertumbuhan pada akar tanaman terpanjang dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi ®AB Mix 1100 ppm (P2) dengan rataan 25,536 cm dan 1300 ppm (P3) dengan rataan 26,097 (P3) cm. Bobot segar tanaman terbaik dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi®AB Mix pada perlakuan 1100 ppm (P2) 196,67 gr dan 1300 ppm (P3) dengan rataan 236,67 gr (P3). Variabel lingkungan dengan rataan suhu pagi hari 28°C, Siang hari 32°C, malam hari 26°C, rataan kelembaban 60% pada pagi hari, kelembaban 30% pada siang hari dan kelembaban 89% pada malam hari selama 42 hari setelah tanam.Kata kunci: Hidroponik; Agroekoteknologi; Pak Choi.
本研究旨在获得小白菜植物生长和生产的结果。本处理中,®AB Mix的营养浓度水平为自变量,因变量为小白菜植株。本试验采用随机区组设计,设4个处理,3个重复,研究因子为AB混合营养物浓度,处理为(P0)(对照)、(P1) 900ppm、(P2) 1100ppm和(P3) 1300ppm。结果表明,在1100 ppm (P2)、平均15.35 ppm和1300 ppm (P3)的营养浓度水平下,®AB Mix的株高最高,为16.23 cm。在营养浓度1100 ppm (P2)和1300 ppm (P3)水平下,植物最长根系的生长参数平均为25.536 cm和26,097 (P3) cm。在1100 ppm (P2)、196.67 g和1300 ppm (P3)的营养浓度水平下,植株鲜重最好,平均为236.67 g (P3)。环境变量:种植后42天,平均早晨温度28℃,白天温度32℃,晚上温度26℃,早晨湿度60%,白天湿度30%,夜晚湿度89%。Keywoards:水培;Agroecotechnology;Pak崔。摘要:penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan producduksi tanaman pak choi。Taraf konsentrasi nutrisi®AB混合pada perlakuan ini sebagai variabel bebas(自变量)sedangkan variabel terikat(因变量)adalah tanaman pak choi。Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, faktor yang diteliti adalah konsentrasi nutrisi AB混合dengan perlakuan:(P0)(对照),(P1) 900ppm, (P2) 1100ppm, (P3) 1300ppm。Hasil penelitian didapatkan bahwa tinggi tanaman terbaik dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi®AB混合pada perlakuan 1100 ppm (P2) dengan rataan 15,35 ppm和1300 ppm (P3) 16,23 cm。参数pertumbuhan pada akar tanaman terpanjang dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi®AB Mix 1100 ppm (P2) dengan rataan 25,536 cm和1300 ppm (P3) dengan rataan 26,097 (P3) cm。Bobot segar tanaman terbaik dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi®AB混合pada perlakuan 1100ppm (P2) 196,67 g / 1300ppm (P3) dengan rata236,67 g / (P3)。Variabel lingkungan dengan rataan suhu pagi hari 28°C, Siang hari 32°C, malam hari 26°C, rataan kelembaban 60% pada pagi hari, kelembaban 30% pada Siang hari dan kelembaban 89% pada malam hari selama 42 hari setelah tanam。Kata kunci: Hidroponik;Agroekoteknologi;Pak崔。
{"title":"TEST THE POTENTIAL GROWTH AND YIELD OF PLANTS PAK CHOI (Brassica rapa Subsp. chinensis (L.) Hanelt Var. Green) THROUGH HYDROPONICS SYSTEM-NUTRIENT FILM TECHNIQUE AT THE LEVEL OF THE CONCENTRATION OF NUTRIENTS ®AB MIX","authors":"Frisky Fernando Rembet, F. Paat, Jemmy C. Najoan","doi":"10.35791/jat.v2i2.35335","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35335","url":null,"abstract":"This study aims to obtain the results of the growth and production of pak choi plants. The level of nutrient concentration of ®AB Mix in this treatment is the independent variable, while the dependent variable is the pak choi plant. This study was arranged in a Randomized Block Design with 4 treatments and 3 replications, the factors studied were the concentration of AB mix nutrients with the following treatments: (P0) (Control), (P1) 900ppm, (P2) 1100 ppm and (P3) 1300 ppm. The results showed that the best plant height was produced at the nutrient concentration level of ®AB Mix in the treatment of 1100 ppm (P2) with an average of 15.35 ppm and 1300 ppm (P3) 16.23 cm. The growth parameters on the longest plant roots were produced at the level of nutrient concentration ®AB Mix 1100 ppm (P2) with an average of 25.536 cm and 1300 ppm (P3) with an average of 26,097 (P3) cm. The best fresh weight of plants was produced at the level of nutrient concentration ®AB Mix in the treatment of 1100 ppm (P2) 196.67 gr and 1300 ppm (P3) with an average of 236.67 gr (P3). Environmental variables with an average morning temperature of 28°C, 32°C during the day, 26°C at night, 60% humidity in the morning, 30% humidity during the day and 89% humidity at night for 42 days after planting.Keywoards: Hydroponic; Agroecotechnology; Pak Choi. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi tanaman pak choi. Taraf konsentrasi nutrisi ®AB Mix pada perlakuan ini sebagai variabel bebas (independent variable) sedangkan variabel terikat (dependent variable) adalah tanaman pak choi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, faktor yang diteliti adalah konsentrasi nutrisi AB mix dengan perlakuan : (P0) (Kontrol), (P1) 900ppm, (P2) 1100 ppm dan (P3) 1300 ppm. Hasil penelitian didapatkan bahwa tinggi tanaman terbaik dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi ®AB Mix pada perlakuan 1100 ppm (P2) dengan rataan 15,35 ppm dan 1300 ppm (P3) 16,23 cm. Parameter pertumbuhan pada akar tanaman terpanjang dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi ®AB Mix 1100 ppm (P2) dengan rataan 25,536 cm dan 1300 ppm (P3) dengan rataan 26,097 (P3) cm. Bobot segar tanaman terbaik dihasilkan pada taraf konsentrasi nutrisi®AB Mix pada perlakuan 1100 ppm (P2) 196,67 gr dan 1300 ppm (P3) dengan rataan 236,67 gr (P3). Variabel lingkungan dengan rataan suhu pagi hari 28°C, Siang hari 32°C, malam hari 26°C, rataan kelembaban 60% pada pagi hari, kelembaban 30% pada siang hari dan kelembaban 89% pada malam hari selama 42 hari setelah tanam.Kata kunci: Hidroponik; Agroekoteknologi; Pak Choi.","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114758755","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Albertin Indriani, Bobby J. V. Polii, Tommy B. Ogie
This research is a survey study that aims to determine the lead (Pb) content in the leaves of trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) in Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard, and Tugu Boboca, and to see the relationship between traffic density and lead (Pb) content. on the leaves of trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) in the National Unity Park, Jalan Boulevard, and Tugu Boboca. The results showed that the heavy metal content of lead (Pb) in Manado City, in several places such as Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard, and around Tugu Bobocca ranged from 0.59 to 0.84 Ppm. Based on the quality standard of Pb in the air according to PP No. 41 of 1999 of 2 g/Nm3 Pb content in the city of Manado is still below the threshold for Pb quality standards in the air. However, when compared with environmental quality standards for Pb parameters in the air according to WHO, the maximum permissible limit is 0.5 g/Nm3. Pb content has exceeded the threshold for Pb contamination in the air according to WHO standards. The relationship between traffic density and lead (Pb) content in trembesi leaves shows that there is a relationship between the number of motorized vehicles and the Pb content in trembesi leaves, but the relationship between the number of motorized vehicles and the Pb content is moderate. The high and low Pb content in the leaves is not only influenced by the large number of vehicles that pass on the road, but there are other factors, namely wind direction and speed, and the distance of the tree from the pollutant source.Keywords: Trembesi leaf; Lead (Pb); Motor vehicle.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan Untuk mengetahui kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan Tugu Boboca, serta melihat hubungan kepadatan lalu lintas dengan kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan Tugu Boboca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan logam berat timbal (Pb) yang ada di Kota Manado, dibeberapa tempat seperti di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan sekitar Tugu Bobocca berkisar antara 0,59 – 0,84 Ppm. Berdasarkan baku mutu Pb di udara menurut PP No. 41 Tahun 1999 sebesar 2 µg/Nm3 Kandungan Pb di kota Manado masih dibawah ambang batas baku mutu Pb di udara. Namun jika dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk parameter Pb di udara menurut WHO, dengan batas syarat maksimal yang diperbolehkan adalah sebesar 0,5 µg/Nm3 Kandungan Pb telah melebihi ambang batas cemaran Pb di udara menurut standar WHO. Hubungan kepadatan lalu lintas dengan kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara jumlah kendaraan bermotor dengan kandungan Pb pada daun trembesi , akan tetapi hubungan yang terjadi antara jumlah kendaraan bermotor dengan kandungan Pb ini lemah. Tinggi rendahnya kandungan Pb pada daun tidak hanya di pengaruhi oleh banyaknya jumlah ken
本研究是一项调查研究,旨在测定银杏叶中铅(Pb)的含量。Merr.)在Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard和Tugu Boboca,并查看交通密度与铅(Pb)含量之间的关系。在金合欢(Albizia saman)的叶子上在国家统一公园,Jalan大道和Tugu Boboca。结果表明,万鸦老市、Taman Kesatuan Bangsa、Jalan Boulevard、Tugu Bobocca周边等地的重金属铅(Pb)含量在0.59 ~ 0.84 Ppm之间。根据1999年PP第41号的空气中铅质量标准,2 g/Nm3的铅含量在万纳多市仍低于空气中铅质量标准的阈值。但与世界卫生组织制定的空气中铅参数环境质量标准相比,最大允许限值为0.5 g/Nm3。根据世界卫生组织的标准,铅含量已超过空气中铅污染的阈值。交通密度与龙柏叶中铅含量的关系表明,机动车数量与龙柏叶中铅含量之间存在一定的关系,但机动车数量与Pb含量之间的关系较为温和。叶片中Pb含量的高低不仅受道路上通行车辆较多的影响,还受风向、风速、树木与污染源的距离等因素的影响。关键词:银耳;铅(Pb);机动车。penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan Untuk mengetahui kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi (Albizia saman (Jacq.))Merr. di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan Tugu Boboca, serta melihat hubungan kepadatan lalu lintas dengan kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi (Albizia saman) (Jacq)。mr . di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan Tugu Boboca。Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan logam berat timbal (Pb) yang ada di Kota Manado, dibeberapa tempat seperti di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan sekitar Tugu Bobocca berkisar antara 0,59 - 0,84 Ppm。Berdasarkan baku mutu Pb di udara menurut PP No. 41 Tahun 1999 sebesar 2µg/Nm3 Kandungan Pb di kota Manado masih dibawah ambang batas baku mutu Pb di udara。Namun jika dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk参数Pb di udara menuut WHO, dengan batas syarat maksimal yang diperbolehkan adalah sebesar 0.5µg/Nm3 Kandungan Pb telah melebihi ambang batas cemaran Pb di udara menuut标准WHO。Hubungan kepadatan lalu lintas dengan kandungan铜鼓(Pb) pada daum trembesi menunjukkan bahwa adanya Hubungan antara jumlah kendaraan bermotor dengan kandungan Pb padan daum trembesi, akan tetapi Hubungan yang terjadi antara jumlah kendaraan bermotor denan kandungan Pb ini lemah。Tinggi rendahnya kandungan Pb - daddak hanya di pengaruhi oleh banyaknya jumlah kendaraan yang melintas dijalan, tetpi - ada因子为layitu - arah dankeepatanangin, serta jarak pohon dengan sumememar。Kata Kunci: dawn trembesi;铜鼓(Pb);Kendaraan bermotor。
{"title":"POTENTIAL LEAVES OF TREMBESI (Albizia saman (Jacq.) Merr.) AS BIOACCUMULATORS FOR HEAVY METAL (PB) IN MANADO CITY","authors":"Albertin Indriani, Bobby J. V. Polii, Tommy B. Ogie","doi":"10.35791/jat.v2i2.35293","DOIUrl":"https://doi.org/10.35791/jat.v2i2.35293","url":null,"abstract":"This research is a survey study that aims to determine the lead (Pb) content in the leaves of trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) in Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard, and Tugu Boboca, and to see the relationship between traffic density and lead (Pb) content. on the leaves of trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) in the National Unity Park, Jalan Boulevard, and Tugu Boboca. The results showed that the heavy metal content of lead (Pb) in Manado City, in several places such as Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard, and around Tugu Bobocca ranged from 0.59 to 0.84 Ppm. Based on the quality standard of Pb in the air according to PP No. 41 of 1999 of 2 g/Nm3 Pb content in the city of Manado is still below the threshold for Pb quality standards in the air. However, when compared with environmental quality standards for Pb parameters in the air according to WHO, the maximum permissible limit is 0.5 g/Nm3. Pb content has exceeded the threshold for Pb contamination in the air according to WHO standards. The relationship between traffic density and lead (Pb) content in trembesi leaves shows that there is a relationship between the number of motorized vehicles and the Pb content in trembesi leaves, but the relationship between the number of motorized vehicles and the Pb content is moderate. The high and low Pb content in the leaves is not only influenced by the large number of vehicles that pass on the road, but there are other factors, namely wind direction and speed, and the distance of the tree from the pollutant source.Keywords: Trembesi leaf; Lead (Pb); Motor vehicle.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan Untuk mengetahui kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan Tugu Boboca, serta melihat hubungan kepadatan lalu lintas dengan kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr.) di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan Tugu Boboca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandungan logam berat timbal (Pb) yang ada di Kota Manado, dibeberapa tempat seperti di Taman Kesatuan Bangsa, Jalan Boulevard dan sekitar Tugu Bobocca berkisar antara 0,59 – 0,84 Ppm. Berdasarkan baku mutu Pb di udara menurut PP No. 41 Tahun 1999 sebesar 2 µg/Nm3 Kandungan Pb di kota Manado masih dibawah ambang batas baku mutu Pb di udara. Namun jika dibandingkan dengan baku mutu lingkungan untuk parameter Pb di udara menurut WHO, dengan batas syarat maksimal yang diperbolehkan adalah sebesar 0,5 µg/Nm3 Kandungan Pb telah melebihi ambang batas cemaran Pb di udara menurut standar WHO. Hubungan kepadatan lalu lintas dengan kandungan timbal (Pb) pada daun trembesi menunjukkan bahwa adanya hubungan antara jumlah kendaraan bermotor dengan kandungan Pb pada daun trembesi , akan tetapi hubungan yang terjadi antara jumlah kendaraan bermotor dengan kandungan Pb ini lemah. Tinggi rendahnya kandungan Pb pada daun tidak hanya di pengaruhi oleh banyaknya jumlah ken","PeriodicalId":408479,"journal":{"name":"Jurnal Agroekoteknologi Terapan","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133770389","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}