Lili Anriani Harahap, Ratni Sirait, Ridwan Yusuf Lubis
Efektivitas Biji Kelor pada Proses Koagulasi Untuk Penurunan Kekeruhan, Logam (Fe), dan Zat Organik (KMnO4) Pada Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji kelor (Moringa oleifera) yang digunakan sebagai koagulan untuk penjernihan air. Penjernihan air dilakukan menggunakan air sungai yang tidak memenuhi standar kualitas air bersih pada parameter kekeruhan, kandungan logam (Fe), dan zat organik (KMnO4). Bahan penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan zeolit. Aliran dibuat kontiniu pada aquarium dilengkapi dengan kran yang dihubungkan dengan filter sehingga air mengalir secara gravitasi. Prosedur penelitian diawali dengan preparasi biji kelor kemudian penjernihan dilakukan dengan dua tahapan yaitu koagulasi dan filtrasi. Berdasarkan hasil penelitian penjernihan air dengan biji kelor didapatkan hasil optimum pada sampel dengan serbuk biji kelor sebanyak 0,4 g/L menghasilkan nilai kekeruhan 3 NTU, logam Fe 0,301 g/L dan Zat Organik 4,07 g/L hasil ini telah memenuhi standar kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017.
{"title":"EFEKTIVITAS BIJI KELOR PADA PROSES KOAGULASI UNTUK PENURUNAN KEKERUHAN, LOGAM (Fe), DAN ZAT ORGANIK (KMnO4) PADA AIR","authors":"Lili Anriani Harahap, Ratni Sirait, Ridwan Yusuf Lubis","doi":"10.22437/jop.v8i2.20970","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.20970","url":null,"abstract":"Efektivitas Biji Kelor pada Proses Koagulasi Untuk Penurunan Kekeruhan, Logam (Fe), dan Zat Organik (KMnO4) Pada Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji kelor (Moringa oleifera) yang digunakan sebagai koagulan untuk penjernihan air. Penjernihan air dilakukan menggunakan air sungai yang tidak memenuhi standar kualitas air bersih pada parameter kekeruhan, kandungan logam (Fe), dan zat organik (KMnO4). Bahan penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan zeolit. Aliran dibuat kontiniu pada aquarium dilengkapi dengan kran yang dihubungkan dengan filter sehingga air mengalir secara gravitasi. Prosedur penelitian diawali dengan preparasi biji kelor kemudian penjernihan dilakukan dengan dua tahapan yaitu koagulasi dan filtrasi. Berdasarkan hasil penelitian penjernihan air dengan biji kelor didapatkan hasil optimum pada sampel dengan serbuk biji kelor sebanyak 0,4 g/L menghasilkan nilai kekeruhan 3 NTU, logam Fe 0,301 g/L dan Zat Organik 4,07 g/L hasil ini telah memenuhi standar kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017. ","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132695054","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Studi ini menggunakan salahsatu metode geofisika, geolistrik, yang memberikan informasi bawah permukaan secara spasial berdasarkan sebaran nilai resistivitas. Pengukuran vertical electrical sounding (konfigurasi schlumberger) dilakukan pada 5 titik di Desa Sungai Buluh Kecamatan Bulian Kabupaten Batanghari untuk mendapatkan nilai resistivitas. Model bawah permukaan didapatkan melalui inversi data resistivitas 1-D yang kemudian dikorelasikan dengan data coring yang tersedia di dekat titik pengukuran terkait litologi. Berdasarkan model yang didapat, sebaran nilai resistivitas berada pada rentang nilai 42,5 ohm.m – 1421 ohm.m dengan kedalaman target rata-rata 30,94 m. Resistivitas tinggi (154 ohm.m – 297 ohm.m) diidentifikasi sebagai batubara sub bituminous. Berdasarkan identifikasi lapisan, ditemukan 2 seam batubara dimana seam 1 teridentifikasi pada seluruh titik pengukuran dengan rata-rata ketebalan 1,74 m dan dan kedalaman 13,50 m sedangkan seam 2 hanya terdapat 4 titik pengukuran dengan rata-rata ketebalan 3,325 m dan kedalaman 25,10 m. Disimpulkan bahwa metode geolistrik cocok digunakan dalam identifikasi lapisan batubara dengan resolusi dan akurasi yang baik.
{"title":"IDENTIFIKASI LAPISAN BATUBARA MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI LAPANGAN X KECAMATAN BULIAN KABUPATEN BATANGHARI","authors":"Ichy Lucya Resta, Riski Novrianti","doi":"10.22437/jop.v8i2.23979","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.23979","url":null,"abstract":"Studi ini menggunakan salahsatu metode geofisika, geolistrik, yang memberikan informasi bawah permukaan secara spasial berdasarkan sebaran nilai resistivitas. Pengukuran vertical electrical sounding (konfigurasi schlumberger) dilakukan pada 5 titik di Desa Sungai Buluh Kecamatan Bulian Kabupaten Batanghari untuk mendapatkan nilai resistivitas. Model bawah permukaan didapatkan melalui inversi data resistivitas 1-D yang kemudian dikorelasikan dengan data coring yang tersedia di dekat titik pengukuran terkait litologi. Berdasarkan model yang didapat, sebaran nilai resistivitas berada pada rentang nilai 42,5 ohm.m – 1421 ohm.m dengan kedalaman target rata-rata 30,94 m. Resistivitas tinggi (154 ohm.m – 297 ohm.m) diidentifikasi sebagai batubara sub bituminous. Berdasarkan identifikasi lapisan, ditemukan 2 seam batubara dimana seam 1 teridentifikasi pada seluruh titik pengukuran dengan rata-rata ketebalan 1,74 m dan dan kedalaman 13,50 m sedangkan seam 2 hanya terdapat 4 titik pengukuran dengan rata-rata ketebalan 3,325 m dan kedalaman 25,10 m. Disimpulkan bahwa metode geolistrik cocok digunakan dalam identifikasi lapisan batubara dengan resolusi dan akurasi yang baik.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"124 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132525559","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
In maintaining the sovereignty of a country, especially in border regions was needed defense tools that had the latest technology, such as stealth technology. Stealth technology was applied to military ships or aircraft so that they could not be detected by Radio Detection and Ranging. Stealth technology in this research was realized by coating the ship's or aircraft's body using RAM (Radar Absorbing Material). RAM could be composed of dielectric materials, such as activated carbon. The activated carbon was synthesized from Dendrocalamus Asper. This research aimed to analyze the proper of composition the composite and thickness of the RAM for the X-band wave range. The methods were carbonization, activation by KOH and HCl solutions, and characterization. The characterizations were by XRD, FTIR, and SEM to identify the active carbon phase, and VNA to determine the value of reflection loss. The variations in this research were composite composition (7:3, 9:1) and thickness (1mm, 3mm). And obtained that it has been formed a composite of activated carbon of petung bamboo and latex of rubber tree, which is indicated by the formation of two broad peaks in the diffraction pattern, the presence of band groups C=C, C-C, C-H, C-O, O-H, and morphology with a porous structure. In addition, the highest reflection loss is obtained for the 9:1 composite and thickness of 3 mm, which reached -17.25 dB at a frequency of 9.32 GHz.
{"title":"ANALYSIS OF ACTIVATED CARBON (PETUNG BAMBOO)/LATEX COMPOSITE AS X-BAND WAVE-ABSORBING MATERIAL","authors":"Khoirotun Nadiyyah, Dwi Wahyu Hardiyanto, Dwi Irma Aprilia, Rizky Firmansyah, Nurul Amaliya Triyuliana, M. Zainuri","doi":"10.22437/jop.v8i2.23851","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.23851","url":null,"abstract":"In maintaining the sovereignty of a country, especially in border regions was needed defense tools that had the latest technology, such as stealth technology. Stealth technology was applied to military ships or aircraft so that they could not be detected by Radio Detection and Ranging. Stealth technology in this research was realized by coating the ship's or aircraft's body using RAM (Radar Absorbing Material). RAM could be composed of dielectric materials, such as activated carbon. The activated carbon was synthesized from Dendrocalamus Asper. This research aimed to analyze the proper of composition the composite and thickness of the RAM for the X-band wave range. The methods were carbonization, activation by KOH and HCl solutions, and characterization. The characterizations were by XRD, FTIR, and SEM to identify the active carbon phase, and VNA to determine the value of reflection loss. The variations in this research were composite composition (7:3, 9:1) and thickness (1mm, 3mm). And obtained that it has been formed a composite of activated carbon of petung bamboo and latex of rubber tree, which is indicated by the formation of two broad peaks in the diffraction pattern, the presence of band groups C=C, C-C, C-H, C-O, O-H, and morphology with a porous structure. In addition, the highest reflection loss is obtained for the 9:1 composite and thickness of 3 mm, which reached -17.25 dB at a frequency of 9.32 GHz.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114144511","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Benedika Ferdian Hutabarat, Mardian Peslinof, M. F. Afrianto, Yoza Fendriani
] This research aims to develop an Internet of Things (IoT)-based water parameter monitoring database system using the Thingspeak platform. This system is designed to monitor real-time water parameters such as temperature, water pH, and water turbidity. Sensors for monitoring these water parameters are installed on a Raspberry Pi microprocessor connected to the internet network. The data generated by the sensors and processed by the Raspberry Pi are then sent to the Thingspeak server. The database system developed in this research utilizes the features provided by the Thingspeak platform, such as data processing, visualization, and integration with other software. The data stored in the database can be accessed online through the dashboard provided by Thingspeak. The test results show that the IoT-based water parameter monitoring database system with the Thingspeak platform can function properly and provide accurate information on the monitored water conditions. The sensors installed on the water successfully sent data periodically to the Thingspeak platform every 10 seconds. The test results showed a deviation value of 0.9996 for the accuracy of the temperature parameter, where the accuracy value of the temperature varied from 96.30% to 100%. The average accuracy of the temperature measurement was 98.74%, and the average system error was 1.26%. The system accuracy test results range from 0.95 to 0.99. The testing was conducted on a laboratory scale, and in the future, this system can be developed for real-time water parameter monitoring over a longer period of time
{"title":"SISTEM BASIS DATA PEMANTAUAN PARAMETER AIR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) DENGAN PLATFORM THINGSPEAK","authors":"Benedika Ferdian Hutabarat, Mardian Peslinof, M. F. Afrianto, Yoza Fendriani","doi":"10.22437/jop.v8i2.24365","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.24365","url":null,"abstract":"] This research aims to develop an Internet of Things (IoT)-based water parameter monitoring database system using the Thingspeak platform. This system is designed to monitor real-time water parameters such as temperature, water pH, and water turbidity. Sensors for monitoring these water parameters are installed on a Raspberry Pi microprocessor connected to the internet network. The data generated by the sensors and processed by the Raspberry Pi are then sent to the Thingspeak server. The database system developed in this research utilizes the features provided by the Thingspeak platform, such as data processing, visualization, and integration with other software. The data stored in the database can be accessed online through the dashboard provided by Thingspeak. The test results show that the IoT-based water parameter monitoring database system with the Thingspeak platform can function properly and provide accurate information on the monitored water conditions. The sensors installed on the water successfully sent data periodically to the Thingspeak platform every 10 seconds. The test results showed a deviation value of 0.9996 for the accuracy of the temperature parameter, where the accuracy value of the temperature varied from 96.30% to 100%. The average accuracy of the temperature measurement was 98.74%, and the average system error was 1.26%. The system accuracy test results range from 0.95 to 0.99. The testing was conducted on a laboratory scale, and in the future, this system can be developed for real-time water parameter monitoring over a longer period of time","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128284417","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sabut kelapa merupakan limbah perkebunan yang kurang dimanfaatkan . Dalam bagian sabut kelapa memiliki kandungan lignin dan selulosa yang menjadi dasar bahwa sabut kelapa bisa dijadikan karbon aktif. Tahapan yang dilakukan pada pembuatan karbon aktif meliputi proses preparasi sampel, karbonisasi, pengayakan dan aktivasi menggunakan asam fosfat, kemudian proses uji yang terdiri dari uji sifat fisis, karakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM dan uji Adsorpsi. Variasi asam fosfat yang dilakukan yaitu 0%, 8%, 10% dan 12%. Hasil terbaik diperoleh pada variasi konsentrasi 12% dengan nilai kadar air 6,92%, kadar zat mudah menguap 16,11%, kadar abu sebesar 7,47%, dan kadar karbon murni 76,42%. Untuk uji karaterisasi FTIR menghasilkan gugus fungsi O-H asam karboksilat, N-H amina, C=C cincin aromatik, C=C alkena, C-H alkana, C-O asam karboksilat, dan C-H cincin aromatik. XRD menunjukkan fasa kristal yang berbentuk kubik, dan uji SEM menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam fosfat menjadikan karbon aktif memiliki pori-pori yang lebih banyak. Hasil adsorpsi menunjukkan beberapa parameter telah memenuhi standar PERMENKES Tahun 2017 tentang air bersih diantaranya warna dan Besi (Fe) dengan persentase penurunan warna sebesar 97,5% dan Besi (Fe) sebesar 86,21%.
{"title":"PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SABUT KELAPA DENGAN AKTIVASI MENGGUNAKAN H3PO4 UNTUK ADSORPSI AIR GAMBUT","authors":"Fahmijal Lb, Ridwan Yusuf Lubis, Ratni Sirait","doi":"10.22437/jop.v8i2.20677","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.20677","url":null,"abstract":"Sabut kelapa merupakan limbah perkebunan yang kurang dimanfaatkan . Dalam bagian sabut kelapa memiliki kandungan lignin dan selulosa yang menjadi dasar bahwa sabut kelapa bisa dijadikan karbon aktif. Tahapan yang dilakukan pada pembuatan karbon aktif meliputi proses preparasi sampel, karbonisasi, pengayakan dan aktivasi menggunakan asam fosfat, kemudian proses uji yang terdiri dari uji sifat fisis, karakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM dan uji Adsorpsi. Variasi asam fosfat yang dilakukan yaitu 0%, 8%, 10% dan 12%. Hasil terbaik diperoleh pada variasi konsentrasi 12% dengan nilai kadar air 6,92%, kadar zat mudah menguap 16,11%, kadar abu sebesar 7,47%, dan kadar karbon murni 76,42%. Untuk uji karaterisasi FTIR menghasilkan gugus fungsi O-H asam karboksilat, N-H amina, C=C cincin aromatik, C=C alkena, C-H alkana, C-O asam karboksilat, dan C-H cincin aromatik. XRD menunjukkan fasa kristal yang berbentuk kubik, dan uji SEM menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam fosfat menjadikan karbon aktif memiliki pori-pori yang lebih banyak. Hasil adsorpsi menunjukkan beberapa parameter telah memenuhi standar PERMENKES Tahun 2017 tentang air bersih diantaranya warna dan Besi (Fe) dengan persentase penurunan warna sebesar 97,5% dan Besi (Fe) sebesar 86,21%.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"204 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125734504","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sumatera Utara merupakan wilayah yang rentan akan bencana gempa bumi, karena berada pada zona subduksi antar lempeng Indo-Australia yang menunjam miring ke dalam lempeng Eurasia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai percepatan gerakan tanah maksimum dan untuk mengetahui pemetaan percepatan gerakan tanah maksimum agar dapat mengetahui daerah yang rawan akan kerusakan akibat gempa bumi di wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan dua rumusan empiris dengan metode Mc.Guirre R.K dan metode Campbell untuk mencari nilai percepatan gerakan tanah maksimum di wilayah Sumatera Utara. Hasil dari nilai percepatan gerakan tanah maksimum yang tertinggi untuk metode Mc.Guirre R.K sebesar 127,8771116 gal, dan hasil percepatan gerakan tanah maksimum yang tertinggi menggunakan metode Campbell sebesar 112,573716 gal. Dari hasil percepatan gerakan tanah maksimum dari kedua metode menghasilkan posisi percepatan gerakan tanah maksimum yang sama, yaitu di kota Sibolga yang terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang Pantai Barat Sumatera Utara dengan kekuatan 5,796666667 Ms dan kedalaman gempa 19,3 Km.
{"title":"ANALISIS PEAK GROUND ACCELARATION WILAYAH SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE MC.GUIRRE R.K DAN METODE CAMPBELL","authors":"Saza Amiroh, Lailatul Husna Lubis, Ratni Sirait","doi":"10.22437/jop.v8i2.20384","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.20384","url":null,"abstract":"Sumatera Utara merupakan wilayah yang rentan akan bencana gempa bumi, karena berada pada zona subduksi antar lempeng Indo-Australia yang menunjam miring ke dalam lempeng Eurasia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai percepatan gerakan tanah maksimum dan untuk mengetahui pemetaan percepatan gerakan tanah maksimum agar dapat mengetahui daerah yang rawan akan kerusakan akibat gempa bumi di wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan dua rumusan empiris dengan metode Mc.Guirre R.K dan metode Campbell untuk mencari nilai percepatan gerakan tanah maksimum di wilayah Sumatera Utara. Hasil dari nilai percepatan gerakan tanah maksimum yang tertinggi untuk metode Mc.Guirre R.K sebesar 127,8771116 gal, dan hasil percepatan gerakan tanah maksimum yang tertinggi menggunakan metode Campbell sebesar 112,573716 gal. Dari hasil percepatan gerakan tanah maksimum dari kedua metode menghasilkan posisi percepatan gerakan tanah maksimum yang sama, yaitu di kota Sibolga yang terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan yang membentang di sepanjang Pantai Barat Sumatera Utara dengan kekuatan 5,796666667 Ms dan kedalaman gempa 19,3 Km.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134227763","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abstrak Penelitian ini bertujuan memetakan wilayah dengan risiko nilai percepatan tanah maksimum dan menganalisis kecocokan nilai metode perhitungan empiris dan data accelerograph pada kasus gempa di Mamuju 14 Januari 2021. Data yang digunakan adalah data kasus gempa di Mamuju 14 Januari 2021 magnitudo 5,9 yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika Gowa. Parameternya terdiri dari data waktu, lintang, longitudinal dan kedalaman, magnitudo dan percepatan tanah (gal). Perhitungan nilai percepatan tanah dilakukan dengan menggunakan persamaan metode Donovan, sedangkan untuk menghitung kecocokan nilai digunakan persamaan nilai persen error. Hasil dari perhitungan percepatan tanah diperoleh nilai percepatan tanah maksimum tertinggi diperoleh pada wilayah kecamatan Tapalang, Tapalang Barat, Simboro dan Mamuju, dengan nilai berkisar 196,50-261,66 gal. Sedangkan nilai percepatan tanah terendah diperoleh pada wilayah kecamatan Kalukku, Bonehau, Kalumpang, Papalang, Sampaga dan Tommo dengan nilai 41,76- 122,67 gal. Persentase nilai error terhadap data nilai percepatan tanah pada accelerograph bernilai 6%, hal ini menandakan bahwa metode ini dapat digunakan dalam menghitung nilai percepatan tanah maksimum dengan meninjau magnitude gempa ≥ 5 M. Kata Kunci: Data accelerograph, Donovan, earthquake, magnitudo, PGA. Abstract [Title: Analysis of the Fitness of PGA Value of The Donovant Method to Accelerograph Data (Case Study of the Mamuju Earthquake, 14 January 2021)] This study aims to map the area with the risk of the maximum ground acceleration value and analyze the suitability of the value of the empirical calculation method and accelerograph data in the earthquake case in Mamuju on January 14 2021. The data used is earthquake case data in Mamuju on January 14, 2021 with a magnitude of 5.9 obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency of the Gowa Geophysics Station. The parameters consist of time, latitude, longitudinal and depth data, magnitude and ground acceleration (gal). The calculation of the ground acceleration value is carried out using the Donovan method equation, while to calculate the value match the percent error value equation is used. The results of the calculation of ground acceleration obtained the highest maximum ground acceleration values obtained in the sub-districts of Tapalang, West Tapalang, Simboro and Mamuju, with values ranging from 196.50 to 261.66 gal. While the lowest ground acceleration values were obtained in the sub-districts of Kalukku, Bonehau, Kalumpang, Papalang, Sampaga and Tommo with a value of 41.76-122.67 gal. The percentage of error values for the ground acceleration value data on the accelerograph is 6%, this indicates that this method can be used in calculating the maximum ground acceleration value by considering the magnitude of the earthquake ≥ 5 M. Keywords: Accelerograph data, Donovan, earthquake, magnitude, PGA.
本研究旨在绘制土地速度风险最大的地区图,并分析在2021年1月14日Mamuju地震病例中,经验计算方法和加速器数据是否相符。使用的数据是由气象局、气候学家和地球物理站Gowa拍摄的Mamuju 2021 magnitudo 5.9级地震病例。参数包括时间、纬度、纵向和深度、重度和加速度。利用多诺万方法方程来计算加速度值,而计算值使用了百分比值方程。土壤价值获得加速度最大加速度计算的结果获得了最高到街道Tapalang地区,西方Tapalang Simboro Mamuju,价值196,50-261,66加不等。而加速度地在街道Kalukku地区,获得最低Bonehau Kalumpang、Papalang Sampaga和汤姆41.76 - 122.67加价值。对数据加速土地价值的百分比值错误accelerograph值6%,这种表示方法可以用于计算最大限度地涵盖了大小地震加速度M≥5。关键词:星等,PGA accelerograph, Donovan地震数据。抽象(片名:《Donovant PGA的健身价值的分析方法对Accelerograph (Case Study of the Mamuju地震数据,2021年1月14日)这个研究aims区域地图》《风险》最高地面acceleration价值和价值》之suitability analyze empirical calculation方法与数据Accelerograph》《2021 Mamuju在1月14日地震案例。2014年1月14日,2011年1月14日,马克居的居民数据在Mamuju,由5.9的流星学、气候学和地理机构提供。parameters考虑到时间、纬度、长度和深度数据、加速度和地面加速度(gal)。使用多诺万的方法方程来计算价值,同时计算价值从196年到261年,在196年到26年,在西塔克、西塔克、西布戈罗和马穆朱的次级分配中被发现,而失去的土地契约则被分配到我的kaluhau、Kalumpang、pa红十字会,Sampaga》和41 Tommo with a价值67加76-122。《错误价值观for The percentage地面acceleration价值accelerograph》是6%,这个数据indicates这个方法可以成为过去在计算《maximum地面acceleration价值大小》:考虑到地震≥5 M .安装:accelerograph,多诺万级地震,地震数据,PGA。
{"title":"ANALISIS KECOCOKAN NILAI PGA METODE DONOVAN TERHADAP DATA ACCELEROGRAPH (STUDI KASUS GEMPA MAMUJU, 14 JANUARI 2021)","authors":"M. L., Almubdy Siraj Ramadhan, Amirin Kusmiran, Ramadhan Priadi, Alamsyah Alamsyah","doi":"10.22437/jop.v8i2.21884","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.21884","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Penelitian ini bertujuan memetakan wilayah dengan risiko nilai percepatan tanah maksimum dan menganalisis kecocokan nilai metode perhitungan empiris dan data accelerograph pada kasus gempa di Mamuju 14 Januari 2021. Data yang digunakan adalah data kasus gempa di Mamuju 14 Januari 2021 magnitudo 5,9 yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Geofisika Gowa. Parameternya terdiri dari data waktu, lintang, longitudinal dan kedalaman, magnitudo dan percepatan tanah (gal). Perhitungan nilai percepatan tanah dilakukan dengan menggunakan persamaan metode Donovan, sedangkan untuk menghitung kecocokan nilai digunakan persamaan nilai persen error. Hasil dari perhitungan percepatan tanah diperoleh nilai percepatan tanah maksimum tertinggi diperoleh pada wilayah kecamatan Tapalang, Tapalang Barat, Simboro dan Mamuju, dengan nilai berkisar 196,50-261,66 gal. Sedangkan nilai percepatan tanah terendah diperoleh pada wilayah kecamatan Kalukku, Bonehau, Kalumpang, Papalang, Sampaga dan Tommo dengan nilai 41,76- 122,67 gal. Persentase nilai error terhadap data nilai percepatan tanah pada accelerograph bernilai 6%, hal ini menandakan bahwa metode ini dapat digunakan dalam menghitung nilai percepatan tanah maksimum dengan meninjau magnitude gempa ≥ 5 M. \u0000Kata Kunci: Data accelerograph, Donovan, earthquake, magnitudo, PGA. \u0000Abstract \u0000[Title: Analysis of the Fitness of PGA Value of The Donovant Method to Accelerograph Data (Case Study of the Mamuju Earthquake, 14 January 2021)] This study aims to map the area with the risk of the maximum ground acceleration value and analyze the suitability of the value of the empirical calculation method and accelerograph data in the earthquake case in Mamuju on January 14 2021. The data used is earthquake case data in Mamuju on January 14, 2021 with a magnitude of 5.9 obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency of the Gowa Geophysics Station. The parameters consist of time, latitude, longitudinal and depth data, magnitude and ground acceleration (gal). The calculation of the ground acceleration value is carried out using the Donovan method equation, while to calculate the value match the percent error value equation is used. The results of the calculation of ground acceleration obtained the highest maximum ground acceleration values obtained in the sub-districts of Tapalang, West Tapalang, Simboro and Mamuju, with values ranging from 196.50 to 261.66 gal. While the lowest ground acceleration values were obtained in the sub-districts of Kalukku, Bonehau, Kalumpang, Papalang, Sampaga and Tommo with a value of 41.76-122.67 gal. The percentage of error values for the ground acceleration value data on the accelerograph is 6%, this indicates that this method can be used in calculating the maximum ground acceleration value by considering the magnitude of the earthquake ≥ 5 M. \u0000Keywords: Accelerograph data, Donovan, earthquake, magnitude, PGA.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122715670","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rahmi Putri Wirman, Vandri Ahmad Isnaini, R. Kartika, Shabri Putra Wirman
Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun alat ukur modulus elastisitas material. Modulus elastisitas merupakan parameter fisis atau sifat mekanik dari suatu material untuk acuan klasifikasi material atau penentuan mutu dari material. Alat yang dibuat ini menggunakan sensor force gauge untuk mengukur besar gaya tarik dan kamera sebagai pengamat perubahan panjang sampel (regangan) terhadap gaya tarik yang diberikan. Pola regangan terhadap gaya tarik ini dianalisis menggunakan software Tracker di komputer. Kemudian hasil analisis dan variabel terukur dihitung dengan hasil akhir berupa nilai modulus elastisitas material. Sampel yang digunakan pada eksperimen adalah lembaran silicon yang dibuat dengan 10 variasi ukuran. Pada eksperimen, alat bekerja dengan baik dan dapat mengukur nilai gaya tarik, perubahan panjang sampel, grafik komparasi regangan terhadap waktu atau perubahan gaya, dan nilai modulus elastisitas material. Rata-rata nilai modulus elastisitas yang didapat oleh alat dalam mengukur sampel ini adalah 57669,73 Kg/m2. Persen deviasi data pengukuran pada eksperimen ini sebesar 5,08 %. Sebagai acuan ketidakpastian pengukuran, sampel juga diukur dengan alat universal testing machine yang telah terkalibrasi, nilai modulus elastisitas sampel bernilai 60822.56 Kg/m2. Sehingga persen ketidakpastian pada alat yang dirancang ini adalah sebesar 5.21%. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa alat ini bekerja dengan baik serta memiliki akurasi yang cukup baik.
{"title":"RANCANG BANGUN ALAT UKUR MODULUS ELASTISITAS MATERIAL DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR FORCE GAUGE DAN VIDEO TRACKER","authors":"Rahmi Putri Wirman, Vandri Ahmad Isnaini, R. Kartika, Shabri Putra Wirman","doi":"10.22437/jop.v8i2.21118","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i2.21118","url":null,"abstract":"Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun alat ukur modulus elastisitas material. Modulus elastisitas merupakan parameter fisis atau sifat mekanik dari suatu material untuk acuan klasifikasi material atau penentuan mutu dari material. Alat yang dibuat ini menggunakan sensor force gauge untuk mengukur besar gaya tarik dan kamera sebagai pengamat perubahan panjang sampel (regangan) terhadap gaya tarik yang diberikan. Pola regangan terhadap gaya tarik ini dianalisis menggunakan software Tracker di komputer. Kemudian hasil analisis dan variabel terukur dihitung dengan hasil akhir berupa nilai modulus elastisitas material. Sampel yang digunakan pada eksperimen adalah lembaran silicon yang dibuat dengan 10 variasi ukuran. Pada eksperimen, alat bekerja dengan baik dan dapat mengukur nilai gaya tarik, perubahan panjang sampel, grafik komparasi regangan terhadap waktu atau perubahan gaya, dan nilai modulus elastisitas material. Rata-rata nilai modulus elastisitas yang didapat oleh alat dalam mengukur sampel ini adalah 57669,73 Kg/m2. Persen deviasi data pengukuran pada eksperimen ini sebesar 5,08 %. Sebagai acuan ketidakpastian pengukuran, sampel juga diukur dengan alat universal testing machine yang telah terkalibrasi, nilai modulus elastisitas sampel bernilai 60822.56 Kg/m2. Sehingga persen ketidakpastian pada alat yang dirancang ini adalah sebesar 5.21%. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa alat ini bekerja dengan baik serta memiliki akurasi yang cukup baik.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"104 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128201399","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maison Maison, Samsidar Samsidar, Rista Mutia Angraini, M. F. Afrianto, Mardian Peslinof, Linda Handayani, Rustan Rustan, Nurhidayah Nurhidayah, Ardiyaningsih Puji Lestari
Telah dilakukan pengujian nilai konduktivitas dengan menggunakan alat Impedansi Analizer, dimana nilai impedansi dijadikan sebagai parameter penentuan perubahan konduktivitas akibat penambahan pupuk NPK (tambahan unsur hara tanah). Sampel yang digunakan adalah jenis tanah inseptisol dengan 5 variasi jenis tanah, sampel diambil dari 5 titit berebeda pada lahan perkebunan daerah kampus Universitas Jambi.Tahap awal pengujian dilakukan pengukuran nilai impedansi pada H-1 (hari pertama) dengan penambahan pupuk NPK sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7% terhadap masing-masing sampel, untuk memastikan nilai konduktivitas hanya dipengaruhi unsur hara NPK maka kelembaban di berikan konstant pada kisaran 40%-45%. Setelah pengambilan data tahap awal sampel dibiarkan dan ditutup dalam pelastik agar terjadi penguraian pupuk pada tanah, penguraian dilakukan secara Anaerobdengan estimasi penguraian 12 hari, setelah hari ke- 12 dilakukan kembali pengujian nilai impedansi terhadap masing-masing sampel. Hasil pengukuran nilai konduktivitas mengalami kenaikan terhadap penambahan pupuk dan setelah terjadi penguraian, hal ini dapat dilihat dengan berkurangnya nilai impedansi. Secara kuantitatif semua jenis sampel tanah mempunya hubungan linier dengan nilai regresi >99% terhadap penambahan pupuk dan penguraian unsur hara, untuk itu penelitian ini akan menjadi dasar pemodelan alat kesuburan tanah dengan parameter nilai konduktivitas.
{"title":"ANALISIS NILAI KONDUKTIVITAS TERHADAP PERUBAHAN UNSUR HARA PADA TANAH INSEPTISOL","authors":"Maison Maison, Samsidar Samsidar, Rista Mutia Angraini, M. F. Afrianto, Mardian Peslinof, Linda Handayani, Rustan Rustan, Nurhidayah Nurhidayah, Ardiyaningsih Puji Lestari","doi":"10.22437/jop.v8i1.21089","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.21089","url":null,"abstract":"Telah dilakukan pengujian nilai konduktivitas dengan menggunakan alat Impedansi Analizer, dimana nilai impedansi dijadikan sebagai parameter penentuan perubahan konduktivitas akibat penambahan pupuk NPK (tambahan unsur hara tanah). Sampel yang digunakan adalah jenis tanah inseptisol dengan 5 variasi jenis tanah, sampel diambil dari 5 titit berebeda pada lahan perkebunan daerah kampus Universitas Jambi.Tahap awal pengujian dilakukan pengukuran nilai impedansi pada H-1 (hari pertama) dengan penambahan pupuk NPK sebesar 0%, 1%, 3%, 5% dan 7% terhadap masing-masing sampel, untuk memastikan nilai konduktivitas hanya dipengaruhi unsur hara NPK maka kelembaban di berikan konstant pada kisaran 40%-45%. Setelah pengambilan data tahap awal sampel dibiarkan dan ditutup dalam pelastik agar terjadi penguraian pupuk pada tanah, penguraian dilakukan secara Anaerobdengan estimasi penguraian 12 hari, setelah hari ke- 12 dilakukan kembali pengujian nilai impedansi terhadap masing-masing sampel. Hasil pengukuran nilai konduktivitas mengalami kenaikan terhadap penambahan pupuk dan setelah terjadi penguraian, hal ini dapat dilihat dengan berkurangnya nilai impedansi. Secara kuantitatif semua jenis sampel tanah mempunya hubungan linier dengan nilai regresi >99% terhadap penambahan pupuk dan penguraian unsur hara, untuk itu penelitian ini akan menjadi dasar pemodelan alat kesuburan tanah dengan parameter nilai konduktivitas.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122642587","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
[Title: Neutronic Analysis of the criticality level of the nuscale reactor core with fuel using the openMC software] This study analyzed the design of the NuScale reactor, which aims to determine the level of criticality by modeling the shape of the cell pin, assembly, and core with nuclear fuel in the form of uranium dioxide, which will be varied by changing the percentage of uranium-235 content as much as 0% to 7% by using monte carlo methods in OpenMC program code. This study was conducted to obtain the design of nuclear reactors as well as the calculation of the effective multiplication factor, fission reaction rate, and neutron flux distribution for two years of the combustion process (Burn-up). The result of the calculation for the effective multiplication factor and reaction rate states that the greater the percentage of enrichment in uranium-235, the greater the value of the resulting in both parameters. While the distribution of neutron flux produces the most significant value in the middle region or center of the fuel and is seen from the average value produced, and the smallest value is at the edge of the cell. The analysis of this NuScale reactor can later be used as a reference in preparing a safe and efficient reactor core.
{"title":"ANALISIS NEUTRONIK KEKRITISAN TERAS REAKTOR NUSCALE BERBAHAN BAKAR DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE OPENMC","authors":"Cantia Putri, Fiber Monado, Menik Ariani","doi":"10.22437/jop.v8i1.20812","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20812","url":null,"abstract":"[Title: Neutronic Analysis of the criticality level of the nuscale reactor core with fuel using the openMC software] This study analyzed the design of the NuScale reactor, which aims to determine the level of criticality by modeling the shape of the cell pin, assembly, and core with nuclear fuel in the form of uranium dioxide, which will be varied by changing the percentage of uranium-235 content as much as 0% to 7% by using monte carlo methods in OpenMC program code. This study was conducted to obtain the design of nuclear reactors as well as the calculation of the effective multiplication factor, fission reaction rate, and neutron flux distribution for two years of the combustion process (Burn-up). The result of the calculation for the effective multiplication factor and reaction rate states that the greater the percentage of enrichment in uranium-235, the greater the value of the resulting in both parameters. While the distribution of neutron flux produces the most significant value in the middle region or center of the fuel and is seen from the average value produced, and the smallest value is at the edge of the cell. The analysis of this NuScale reactor can later be used as a reference in preparing a safe and efficient reactor core. \u0000 ","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"57 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133962855","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}