L. Rusman, Adrian Rahmat Nur, Ismail Saleh, Yumnawati Yumnawati, L. Agusu, Abdin Abdin, Edi Suharyadi
Nanopartikel CoZnFe2O4 dengan struktur mixed spinel yang dienkapsulasi dengan PEG-4000 telah berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Hasil analisis X-Ray diffraction (XRD) menunjukkan nanopartikel CoZnFe2O4 mempunyai karakteristik struktur spinel ferit dengan ukuran kristalit sebesar 14,4 ± 0,2 nm. Setelah dienkaspulasi dengan PEG-4000 ukuran kristalit sedikit menurun menjadi 9,7 ± 0,2 nm. Hasil analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk CoZnFe2O4 menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang sekitar 401-563 cm-1 yang merupakan ikatan vibrasi M-O. Setelah dienkapsulasi dengan dengan PEG-4000 muncul vibrasi baru khas PEG yaitu C-O (1064 cm-1). Pada saat dienkapsulasi, ikatan M-O masih tetap muncul yang menandakan keberadaan nanopartikel CoZnFe2O4. Hasil Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanopartikel tampak mengalami aglomerasi. Setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000 aglomerasi menjadi berkurang dan nanopartikel menjadi lebih terdispersi. Hasil analisis Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan nilai koersivitas CoZnFe2O4 adalah 251,9 Oe. Nilai koersivitas menurun menjadi 49,9 Oe setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000. Hal ini disebabkan karena perubahan ukuran kristalit. Magnetisasi saturasi nanopartikel CoZnFe2O4 sebelum dienkapsulasi adalah 29,0 emu/g dan menurun setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000 menjadi 19,7 emu/g. Hal ini disebabkan karena PEG bersifat paramagnetik dan nonmagnetik.
{"title":"STRUKTUR KRISTAL DAN SIFAT KEMAGNETAN NANOPARTIKEL CoZnFe2O4/PEG-4000)","authors":"L. Rusman, Adrian Rahmat Nur, Ismail Saleh, Yumnawati Yumnawati, L. Agusu, Abdin Abdin, Edi Suharyadi","doi":"10.22437/jop.v8i1.20978","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20978","url":null,"abstract":"Nanopartikel CoZnFe2O4 dengan struktur mixed spinel yang dienkapsulasi dengan PEG-4000 telah berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Hasil analisis X-Ray diffraction (XRD) menunjukkan nanopartikel CoZnFe2O4 mempunyai karakteristik struktur spinel ferit dengan ukuran kristalit sebesar 14,4 ± 0,2 nm. Setelah dienkaspulasi dengan PEG-4000 ukuran kristalit sedikit menurun menjadi 9,7 ± 0,2 nm. Hasil analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk CoZnFe2O4 menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang sekitar 401-563 cm-1 yang merupakan ikatan vibrasi M-O. Setelah dienkapsulasi dengan dengan PEG-4000 muncul vibrasi baru khas PEG yaitu C-O (1064 cm-1). Pada saat dienkapsulasi, ikatan M-O masih tetap muncul yang menandakan keberadaan nanopartikel CoZnFe2O4. Hasil Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanopartikel tampak mengalami aglomerasi. Setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000 aglomerasi menjadi berkurang dan nanopartikel menjadi lebih terdispersi. Hasil analisis Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan nilai koersivitas CoZnFe2O4 adalah 251,9 Oe. Nilai koersivitas menurun menjadi 49,9 Oe setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000. Hal ini disebabkan karena perubahan ukuran kristalit. Magnetisasi saturasi nanopartikel CoZnFe2O4 sebelum dienkapsulasi adalah 29,0 emu/g dan menurun setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000 menjadi 19,7 emu/g. Hal ini disebabkan karena PEG bersifat paramagnetik dan nonmagnetik.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128771915","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Evaluasi penyaringan dan peningkatan kontras telah dilakukan untuk meningkatkan visualisasi gambar USG perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil gabungan metode median filter dan filter Wiener menggunakan metode Histogram Equalization (HE), Contras Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE), Contras Stretching (CS) secara kuantitatif menggunakan Mean Squared Error (MSE) dan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) dan kualitatif berdasarkan hasil wawancara dengan ahli radiologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 data sekunder dari pasien USG abdomen. Penelitian dilakukan dengan mengkonversi data citra dan menerapkan 6 kombinasi metode menjadi 30 data. Hasil yang diperoleh pada studi kuantitatif kombinasi median filter dengan CS menunjukkan hasil pengolahan yang mudah diinterpretasikan berdasarkan nilai rata-rata MSE dan PSNR dengan nilai 51,537 dan 31,355 dB, dan secara kualitatif ahli radiologi menunjukkan kombinasi median dan CS memiliki hasil yang mudah.
我们进行了过滤评估和增加的对比来增强腹部超声波图片的可视化。本研究旨在根据与放射学家的访谈结果,用直方图测定和筛选的分析方法(HE)、对角线测定、直方图测定(CLAHE)、对心链式分析(CS)定量使用平均震中误差(MSE)和峰值signato - noise Ratio (PSNR)和定性方法对结果进行评估。本研究使用的数据是腹部超声波患者的30次级数据。该研究通过将图像数据转换成图像并将6种方法组合成30种数据来实现。从测定中通过与CS的次位测定研究中获得的结果显示,根据MSE和PSNR的平均值为51,537和3355 dB的平均分析结果,该放射科医生在定性中指出了中位和CS的简单结果。
{"title":"PENGOLAHAN FILTERING DAN CONTRAST ENHANCEMENT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS RESOLUSI CITRA ULTRASONOGRAFI ABDOMEN","authors":"Aulia Firma, Sri Oktamuliani","doi":"10.22437/jop.v8i1.20607","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20607","url":null,"abstract":"Evaluasi penyaringan dan peningkatan kontras telah dilakukan untuk meningkatkan visualisasi gambar USG perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil gabungan metode median filter dan filter Wiener menggunakan metode Histogram Equalization (HE), Contras Limited Adaptive Histogram Equalization (CLAHE), Contras Stretching (CS) secara kuantitatif menggunakan Mean Squared Error (MSE) dan Peak Signal-to-Noise Ratio (PSNR) dan kualitatif berdasarkan hasil wawancara dengan ahli radiologi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 data sekunder dari pasien USG abdomen. Penelitian dilakukan dengan mengkonversi data citra dan menerapkan 6 kombinasi metode menjadi 30 data. Hasil yang diperoleh pada studi kuantitatif kombinasi median filter dengan CS menunjukkan hasil pengolahan yang mudah diinterpretasikan berdasarkan nilai rata-rata MSE dan PSNR dengan nilai 51,537 dan 31,355 dB, dan secara kualitatif ahli radiologi menunjukkan kombinasi median dan CS memiliki hasil yang mudah.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"106 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128065640","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rustan Rustan, Fajar Dwi Ramadhan, M. F. Afrianto, Linda Handayani, Ardiyaningsih Puji Lestari, Fahmida Manin
Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari penguraian sampah organik seperti daun, jerami, rumput, dedak padi, kotoran hewan, dan bahan organik lain. Pupuk kompos dapat dibuat dengan cara memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah material organik seperti kotoran ternak, sampah, daun, sayuran menjadi kompos. Kandungan unsur hara didalam kompos cukup lengkap, meliputi unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S), dan unsur hara mikro (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B) yang sangat diperlukan tanaman. Namun kandungan unsur hara tersebut tidak bisa diukur pasti oleh para petani, pengukuran kandungan unsur hara saat ini banyak dilakukan dengan cara uji laboratorium yang memerlukan waktu relatif lama sehingga dibutuhkan suatu rancangan sistem yang dapat mengukur nilai kandungan unsur hara didalam pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukur nilai kadar unsur hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) didalam pupuk kompos. Pada penelitian ini digunakan arduino MEGA 2560, Lcd tft 2.4 dan sensor NPK untuk mendeteksi unsur hara NPK yang ada didalam pupuk kompos secara cepat. Sensor NPK berfungsi mengukur kadar Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K) dalam kombinasi. Sensor NPK yang digunakan terdiri dari rangkaian PCB dengan probe berukuran panjang 85 mm dan merupakan sensor digital.Dalam penelitian ini penggunaan sensor NPK sangat penting untuk dapat mendeteksi nilai kandungan unsur hara NPK dalam pupuk kompos. Penelitian ini juga menggunakan lcd TFT untuk menampilkan hasil pembacaan dari sensor NPK, Untuk mengolah sensor dan lcd TFT digunakan arduino MEGA 2560 sebagai mikrokontroler.
堆肥是一种有机肥料,它来自树叶、稻草、草、米糠、动物粪便和其他有机物质的分解。堆肥可以利用微生物将有机材料,如牛粪、垃圾、树叶、蔬菜转化为堆肥来制造。堆肥中含有足够的养分,包括植物赖以生存的物质(N, P, K, Ca, Mg, S)和微量的养分(Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B)。但是,农民无法确定营养素的含量,如今许多营养素含量的测量都是通过实验室测试进行的,这些测试需要相当长的时间,因此需要一种系统设计来测量肥料中营养成分的含量。本研究旨在设计堆肥中含氮、磷和钾的含量计。在这项研究中,arduino MEGA 2560、液晶tft 2.4和NPK传感器可以检测堆肥中存在的NPK元素。NPK传感器的功能是测量氮(N)、磷(P)和钾(K)的水平。NPK传感器由一个85毫米长的探头和一个数字传感器组成。在本研究中,NPK审查审查对于检测堆肥中NPK元素的含量是至关重要的。该研究还使用TFT液晶显示NPK传感器的读数,处理传感器和液晶TFT采用arduino MEGA 2560作为微控制器。
{"title":"PERANCANGAN ALAT PENGUKUR KADAR UNSUR HARA NPK PUPUK KOMPOS","authors":"Rustan Rustan, Fajar Dwi Ramadhan, M. F. Afrianto, Linda Handayani, Ardiyaningsih Puji Lestari, Fahmida Manin","doi":"10.22437/jop.v8i1.20838","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20838","url":null,"abstract":"Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang berasal dari penguraian sampah organik seperti daun, jerami, rumput, dedak padi, kotoran hewan, dan bahan organik lain. Pupuk kompos dapat dibuat dengan cara memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah material organik seperti kotoran ternak, sampah, daun, sayuran menjadi kompos. Kandungan unsur hara didalam kompos cukup lengkap, meliputi unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S), dan unsur hara mikro (Fe, Cu, Mn, Mo, Zn, Cl, B) yang sangat diperlukan tanaman. Namun kandungan unsur hara tersebut tidak bisa diukur pasti oleh para petani, pengukuran kandungan unsur hara saat ini banyak dilakukan dengan cara uji laboratorium yang memerlukan waktu relatif lama sehingga dibutuhkan suatu rancangan sistem yang dapat mengukur nilai kandungan unsur hara didalam pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukur nilai kadar unsur hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) didalam pupuk kompos. Pada penelitian ini digunakan arduino MEGA 2560, Lcd tft 2.4 dan sensor NPK untuk mendeteksi unsur hara NPK yang ada didalam pupuk kompos secara cepat. Sensor NPK berfungsi mengukur kadar Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K) dalam kombinasi. Sensor NPK yang digunakan terdiri dari rangkaian PCB dengan probe berukuran panjang 85 mm dan merupakan sensor digital.Dalam penelitian ini penggunaan sensor NPK sangat penting untuk dapat mendeteksi nilai kandungan unsur hara NPK dalam pupuk kompos. Penelitian ini juga menggunakan lcd TFT untuk menampilkan hasil pembacaan dari sensor NPK, Untuk mengolah sensor dan lcd TFT digunakan arduino MEGA 2560 sebagai mikrokontroler.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"455 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115959178","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Prasepvianto Estu Broto, Nidya Lena Fitriah Laksana, M. L, Hernawati Hernawati, Sefrilita Sefrilita, Sefrilita Risqi Adikaning Rani
The purpose of this study was to determine the potential for seismic hazard based on the peak ground acceleration value in the North Konawe office area. This study uses the HVSR method to obtain the dominant frequency, amplification factor, dominant period, seismic vulnerability index and Peak Ground Acceleration. The results obtained from the microzonation of the distribution of the dominant frequency value with a high category were found at 5 measurement points, the amplification factor with a low category was found at 1 measurement point, the dominant period with a low category was found at 6 measurement points and the seismic vulnerability index with a low category was found at 5 points. measurement. Overall the research area is included in the level of seismic hazard risk, not high potential but in the low category. While the microzonation of the distribution of PGA values obtained values ranging from 23,2381-23,3231 gal which belong to the low seismic hazard risk level. Where it can be described in this area the earthquake that occurred can be felt by many people but caused damage. The light objects that were hung swayed and the windows shook. So it can be concluded that this research area is included in the category of low seismic hazard level
{"title":"MICRO-ZONATION STUDY OF POTENTIAL SEISMIC HAZARDS BASED ON PEAK GROUND ACCELERATION (PGA) VALUE IN THE NORTH KONAWE OFFICE AREA","authors":"Prasepvianto Estu Broto, Nidya Lena Fitriah Laksana, M. L, Hernawati Hernawati, Sefrilita Sefrilita, Sefrilita Risqi Adikaning Rani","doi":"10.22437/jop.v8i1.20232","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20232","url":null,"abstract":"The purpose of this study was to determine the potential for seismic hazard based on the peak ground acceleration value in the North Konawe office area. This study uses the HVSR method to obtain the dominant frequency, amplification factor, dominant period, seismic vulnerability index and Peak Ground Acceleration. The results obtained from the microzonation of the distribution of the dominant frequency value with a high category were found at 5 measurement points, the amplification factor with a low category was found at 1 measurement point, the dominant period with a low category was found at 6 measurement points and the seismic vulnerability index with a low category was found at 5 points. measurement. Overall the research area is included in the level of seismic hazard risk, not high potential but in the low category. While the microzonation of the distribution of PGA values obtained values ranging from 23,2381-23,3231 gal which belong to the low seismic hazard risk level. Where it can be described in this area the earthquake that occurred can be felt by many people but caused damage. The light objects that were hung swayed and the windows shook. So it can be concluded that this research area is included in the category of low seismic hazard level","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130385364","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan untuk bahan bakar boiler kemudian sisanya ditimbun sebgai buangan. Ampas tebu mempunyai kandungan karbon cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk bahan dasar karbon aktif. Dilakukan penelitian tentang pembuatan karbon aktif ampas tebu dengan menggunakan aktivator H3PO4. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode eksperimen secara kuantitatif. Untuk mengetahui mutu karbon aktif dilakukan pengujian meliputi uji kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat. Serta diukur luas permukaannya dengan metode methylene blue serta karakterisasi dengan SEM dan FTIR. Luas permukaan terbesar diperoleh pada sampel yang teraktivasi H3PO4 5% yaitu 11,0893 m2/g. Hasil analisis SEM menunjukkan karbon aktif ampas tebu yang teraktivasi H3PO4 5% memiliki pori-pori lebih banyak dibandingkan karbon aktif yang teraktvasi H3PO4 0% dan 15%. Hasil penelitian FTIR menunjukkan terdapatnya gugus fungsi OH, N-H, C=C, C-H alkana, C-O, OH, C-H. Vaiasi karakteristik yang optimum pada karbon aktif ampas tebu terdapat pada sampel B yang memilki nilai kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat memenuhi SNI No 06-3730-1995 mengenai karbon aktif. Kata Kunci: Karbon aktif, Ampas Tebu, H3PO4 , SEM, FTIR
{"title":"PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU","authors":"Hayatul Hasanah, Ratni Sirait, Ridwan Yusuf Lubis","doi":"10.22437/jop.v8i1.20265","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20265","url":null,"abstract":"Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan untuk bahan bakar boiler kemudian sisanya ditimbun sebgai buangan. Ampas tebu mempunyai kandungan karbon cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk bahan dasar karbon aktif. Dilakukan penelitian tentang pembuatan karbon aktif ampas tebu dengan menggunakan aktivator H3PO4. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode eksperimen secara kuantitatif. Untuk mengetahui mutu karbon aktif dilakukan pengujian meliputi uji kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat. Serta diukur luas permukaannya dengan metode methylene blue serta karakterisasi dengan SEM dan FTIR. Luas permukaan terbesar diperoleh pada sampel yang teraktivasi H3PO4 5% yaitu 11,0893 m2/g. Hasil analisis SEM menunjukkan karbon aktif ampas tebu yang teraktivasi H3PO4 5% memiliki pori-pori lebih banyak dibandingkan karbon aktif yang teraktvasi H3PO4 0% dan 15%. Hasil penelitian FTIR menunjukkan terdapatnya gugus fungsi OH, N-H, C=C, C-H alkana, C-O, OH, C-H. Vaiasi karakteristik yang optimum pada karbon aktif ampas tebu terdapat pada sampel B yang memilki nilai kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat memenuhi SNI No 06-3730-1995 mengenai karbon aktif. \u0000Kata Kunci: Karbon aktif, Ampas Tebu, H3PO4 , SEM, FTIR","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133846123","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lisa Astari, Abdul Halim Daulay, Ridwan Yusuf Lubis
Tempurung buah nipah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karbon aktif setelah melakukan proses aktivasi secara fisika dan kimia hal ini terlihat dari mayoritas hasil pengujian yang telah memenuhi standar arang aktif teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang paling optimum. Metode yang dapat digunakan ialah metode eksperimental dengan pendekatan secara kuantitatif. Proses karbonisasi dilakukan menggunakan oven dengan suhu 500 ºC dalam waktu 1 jam. Proses aktivasi karbon dilakukan yaitu dengan menggunakan furnace pada suhu 105 ºC selama 2 jam. Aktivasi kimia dilakukan menggunakan larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 0, 4, 6, dan 8 M, diaduk menggunakan magnetic strirrer. Analisis yang dilakukan yaitu uji kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, dan kadar karbon.Metode karakterisasi yang digunakan adalah Scanning Electron Microscopy (SEM) dan UV-Vis (ultra violet visible). Hasil pengukuran kadar air adalah sebesar 5,47 – 7,72%, kadar zat mudah menguap sebesar 24,62 – 36,10%, kadar abu sebesar 8,79 – 26,45%, dan kadar karbon sebesar 37,45 – 66,59%. Seiring dengan peningkatan konsentrasi aktivasi maka cenderung terjadi penurunan pada nilai kadar air, kadar zat mudah menguap, dan kadar abu. Serta terjadi kenaikan pada nilai kadar terikat. Mikrostruktur permukaan karbon aktif tempurung buah nipah menunjukkan terbentuknya pori-pori seiring dengan bertambahnya konsentrasi aktivasi. Karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang optimum dihasilkan pada konsentrasi aktivasi 8 M.
{"title":"KARBON AKTIF TEMPURUNG BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) MENGGUNAKAN AKTIVATOR NACL","authors":"Lisa Astari, Abdul Halim Daulay, Ridwan Yusuf Lubis","doi":"10.22437/jop.v8i1.20292","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.20292","url":null,"abstract":"Tempurung buah nipah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karbon aktif setelah melakukan proses aktivasi secara fisika dan kimia hal ini terlihat dari mayoritas hasil pengujian yang telah memenuhi standar arang aktif teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang paling optimum. Metode yang dapat digunakan ialah metode eksperimental dengan pendekatan secara kuantitatif. Proses karbonisasi dilakukan menggunakan oven dengan suhu 500 ºC dalam waktu 1 jam. Proses aktivasi karbon dilakukan yaitu dengan menggunakan furnace pada suhu 105 ºC selama 2 jam. Aktivasi kimia dilakukan menggunakan larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 0, 4, 6, dan 8 M, diaduk menggunakan magnetic strirrer. Analisis yang dilakukan yaitu uji kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, dan kadar karbon.Metode karakterisasi yang digunakan adalah Scanning Electron Microscopy (SEM) dan UV-Vis (ultra violet visible). Hasil pengukuran kadar air adalah sebesar 5,47 – 7,72%, kadar zat mudah menguap sebesar 24,62 – 36,10%, kadar abu sebesar 8,79 – 26,45%, dan kadar karbon sebesar 37,45 – 66,59%. Seiring dengan peningkatan konsentrasi aktivasi maka cenderung terjadi penurunan pada nilai kadar air, kadar zat mudah menguap, dan kadar abu. Serta terjadi kenaikan pada nilai kadar terikat. Mikrostruktur permukaan karbon aktif tempurung buah nipah menunjukkan terbentuknya pori-pori seiring dengan bertambahnya konsentrasi aktivasi. Karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang optimum dihasilkan pada konsentrasi aktivasi 8 M.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"1 5","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"113961662","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Leonardus Riski Nainggolan, S. R. Ibmar, Sumi Komala, V. A. Rosandi, L. Umar
Nowadays, people's lifestyles have undergone significant changes, such as decreased physical activity and increased sedentary behavior, as well as an increase in nutritionally unbalanced diets, especially in vitamin B1 (thiamine) intake. Deficiency and excess of thiamine can cause various diseases. Based on this, it is important to know the level of thiamine intake in dietary supplements and medicines. This study used a biosensor with amperometric principles to determine the effect of thiamine on the yeast Saccharomyces cerevisiae as a cell model. Measurements were made by adding controlled vitamins to cell metabolic activity using an amperometric biosensor based on Pt/Ag electrodes. An amperometric biosensor will measure the current from a reduction and oxidation reaction with a constant potential. The effect of adding vitamins to yeast cells was observed in the form of cellular respiration, which was expressed as a parameter of dissolved oxygen level (DO). Vitamins used as samples were given various concentrations of 30 mM, 45 mM, and 60 mM. The addition of thiamine causes an increase in the potential value for each increase in concentration, indicating that DO levels in the cell environment have decreased due to yeast cells consuming O2 during the respiration process. The results of this study indicate that yeast cell-based biosensors can detect variations in the concentration of thiamine for further health applications.
{"title":"BIOSENSOR FOR THIAMINE DETECTION USING YEAST SACCHAROMYCES CEREVISIAE","authors":"Leonardus Riski Nainggolan, S. R. Ibmar, Sumi Komala, V. A. Rosandi, L. Umar","doi":"10.22437/jop.v8i1.21411","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.21411","url":null,"abstract":"Nowadays, people's lifestyles have undergone significant changes, such as decreased physical activity and increased sedentary behavior, as well as an increase in nutritionally unbalanced diets, especially in vitamin B1 (thiamine) intake. Deficiency and excess of thiamine can cause various diseases. Based on this, it is important to know the level of thiamine intake in dietary supplements and medicines. This study used a biosensor with amperometric principles to determine the effect of thiamine on the yeast Saccharomyces cerevisiae as a cell model. Measurements were made by adding controlled vitamins to cell metabolic activity using an amperometric biosensor based on Pt/Ag electrodes. An amperometric biosensor will measure the current from a reduction and oxidation reaction with a constant potential. The effect of adding vitamins to yeast cells was observed in the form of cellular respiration, which was expressed as a parameter of dissolved oxygen level (DO). Vitamins used as samples were given various concentrations of 30 mM, 45 mM, and 60 mM. The addition of thiamine causes an increase in the potential value for each increase in concentration, indicating that DO levels in the cell environment have decreased due to yeast cells consuming O2 during the respiration process. The results of this study indicate that yeast cell-based biosensors can detect variations in the concentration of thiamine for further health applications.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134463962","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
TiO2/Karbon aktif dari ampas kopi telah berhasil dilakukan. Sampel karbon aktif diuji kualitasnya dengan melakukan uji kadar air, kadar abu dan daya serap Iod yang selanjutnya dibandingkan dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) 06-3730-1995. Uji kadar air karbon aktif ampas kopi adalah 13,8 % (SNI: maks 15%), kadar abu adalah 9,7% (SNI: maks 10%), dan daya serap Iod adalah 1.173,8 mg/g (SNI: min 750 mg/g). Ketiga uji menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif sudah sesuai dengan SNI. Selanjutnya, TiO2/Karbon aktif dikarakterisasi dengan spektrofotometer UV-Vis untuk menentukan nilai energi gapnya dan menunjukkan hasil nilai energi gap sebesar 3 eV. Hasil FTIR (Fourier Transform Infra Red) untuk sampel karbon aktif ampas kopi menunjukkan puncak serapan C-H (2934,16 cm-1), C=C (1581,75 cm-1), C-O (1236,37 cm-1) dan C-C (580,91 cm-1) yang merupakan khas ikatan vibrasi karbon aktif. Keberadaan air juga masih dapat dilihat dengan adanya puncak serapan O-H (3674,95 cm-1). Pada sampel TiO2 murni terdapat puncak serapan milik Ti-O-Ti (600,94 cm-1 dan 493,10 cm-1) yang menunjukkan keberadaan TiO2 pada sampel. Pada sampel TiO2/Karbon aktif juga terdapat puncak serapan Ti-O-Ti (600,94 cm-1 dan 524,64 cm-1) yang menunjukkan keberadaan TiO2 didalam sampel. Lalu terdapat juga puncak serapan Ti-O-C (1505,63 cm-1) yang merupakan serapan khas dari TiO2 yang telah berikatan dengan karbon aktif. Pada hasil uji adsorpsi menunjukkan persentase degradasi yang relatif rendah yaitu untuk variasai waktu 4, 5, dan 6 jam berturut-turut adalah 28,5%, 2,71% dan 28,84%.
咖啡渣的活性成分/碳已被成功制成。活碳样本通过对水水平、灰烬和水吸收能力的测试测试后的质量对SNI(印度尼西亚国家标准)06-3730-1995进行了测试。咖啡渣的活性碳含量测试为13.8 % (SNI: max 15%),火山灰浓度为9.7% (SNI: max 10%),而Iod吸收率为1173.8 mg/g (SNI: min 750 mg/g)。三次试验都表明活跃的碳质量已经符合SNI。接下来,用uv - vite光谱仪对TiO2/碳进行定义,并显示能源部3个eV的能量值结果。f提尔(Fourier Transform红外线)提取活化碳样本的结果显示,C=C (1581.75 cm-1)、C=C (1236.37 cm1)、C- o (1236.37 cm1)和C-C (580.91 cm1)的吸收峰值,这是典型的活化碳振动键。水的存在也可以通过O-H吸收峰值(3674.95 cm-1)看到。纯TiO2样本显示了Ti-O-Ti吸收的峰值(600.94 cm1和493.10 cm1),显示了样本中TiO2的存在。在TiO2/碳样本中,我们还发现了Ti-O-Ti吸收峰值(600.94 cm-1和524.64 cm-1),这表明样本中存在TiO2。提奥- c吸收峰值(1505.63 cm1)是与活性炭结合的TiO2的典型吸收层。adsorpsi测试结果显示,连续4、5和6小时的下降率相对较低,即28%、271%和2884%。
{"title":"KARAKTERISASI TiO2/KARBON AKTIF DARI AMPAS KOPI DAN UJI ADSORPSI-NYA TERHADAP LIMBAH TETRASIKLIN (C22H24N2O8)","authors":"Frastica Deswardani, Damris Muhammad, Poni Dwi Manda","doi":"10.22437/jop.v8i1.21083","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v8i1.21083","url":null,"abstract":"TiO2/Karbon aktif dari ampas kopi telah berhasil dilakukan. Sampel karbon aktif diuji kualitasnya dengan melakukan uji kadar air, kadar abu dan daya serap Iod yang selanjutnya dibandingkan dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) 06-3730-1995. Uji kadar air karbon aktif ampas kopi adalah 13,8 % (SNI: maks 15%), kadar abu adalah 9,7% (SNI: maks 10%), dan daya serap Iod adalah 1.173,8 mg/g (SNI: min 750 mg/g). Ketiga uji menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif sudah sesuai dengan SNI. Selanjutnya, TiO2/Karbon aktif dikarakterisasi dengan spektrofotometer UV-Vis untuk menentukan nilai energi gapnya dan menunjukkan hasil nilai energi gap sebesar 3 eV. Hasil FTIR (Fourier Transform Infra Red) untuk sampel karbon aktif ampas kopi menunjukkan puncak serapan C-H (2934,16 cm-1), C=C (1581,75 cm-1), C-O (1236,37 cm-1) dan C-C (580,91 cm-1) yang merupakan khas ikatan vibrasi karbon aktif. Keberadaan air juga masih dapat dilihat dengan adanya puncak serapan O-H (3674,95 cm-1). Pada sampel TiO2 murni terdapat puncak serapan milik Ti-O-Ti (600,94 cm-1 dan 493,10 cm-1) yang menunjukkan keberadaan TiO2 pada sampel. Pada sampel TiO2/Karbon aktif juga terdapat puncak serapan Ti-O-Ti (600,94 cm-1 dan 524,64 cm-1) yang menunjukkan keberadaan TiO2 didalam sampel. Lalu terdapat juga puncak serapan Ti-O-C (1505,63 cm-1) yang merupakan serapan khas dari TiO2 yang telah berikatan dengan karbon aktif. Pada hasil uji adsorpsi menunjukkan persentase degradasi yang relatif rendah yaitu untuk variasai waktu 4, 5, dan 6 jam berturut-turut adalah 28,5%, 2,71% dan 28,84%.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130205692","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurhidayah Nurhidayah, Linda Handayani, Samsidar Samsidar, Yoza Fendriani, Rustan Rustan
Limbah cair batik merupakan limbah cair yang berasal dari aktivitasi industri batik dan perlu diolah sebelum dibuang ke badan air agar tidak mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instalasi pengolah limbah untuk limbah cair batik. Metode yang digunakan adalah metode elektrokoagulasi. Sampel limbah cair diperoleh dari rumah pengrajin batik Jambi di kawasan Seberang Kota Jambi. Parameter fisis yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah pH dan TDS. Kegiatan uji coba dilakukan dengan jarak elektroda 5 cm. Variabel waktu yang digunakan adalah 45 menit, 75 menit, dan 110 menit sedangkan tegangan listrik yang digunakan adalah 20V, 25V, dan 30V. Sistem pengolahan limbah dilengkapi dengan perangkat water level motoring berbasis IoT yang terdiri dari sebuah modul Esp8266 dan sensor ultasonik HC-SR04 yang digunakan untuk memonitoring ketinggian limbah dalam reaktor. Hasil yang diperoleh menunjukkan untuk limbah cair batik sebanyak 10 liter, variabel yang paling baik untuk digunakan adalah dengan menggunakan 30 volt, jarak elektroda 5 cm, dan lama proses 70 menit, menyebakan penurunan TDS sebanyak 64,39% dan perubahan nilai pH dari 3 menjadi 6. Hal ini menunjukkan hasil pengolahan menghasilkan keluaran limbah yang sesuai baku mutu yang berlaku.
{"title":"PENGEMBANGAN INSTALASI PENGOLAH LIMBAH (IPAL) DIGITAL PORTABEL UNTUK LIMBAH CAIR BATIK BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS)","authors":"Nurhidayah Nurhidayah, Linda Handayani, Samsidar Samsidar, Yoza Fendriani, Rustan Rustan","doi":"10.22437/jop.v7i2.18189","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v7i2.18189","url":null,"abstract":"Limbah cair batik merupakan limbah cair yang berasal dari aktivitasi industri batik dan perlu diolah sebelum dibuang ke badan air agar tidak mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instalasi pengolah limbah untuk limbah cair batik. Metode yang digunakan adalah metode elektrokoagulasi. Sampel limbah cair diperoleh dari rumah pengrajin batik Jambi di kawasan Seberang Kota Jambi. Parameter fisis yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah pH dan TDS. Kegiatan uji coba dilakukan dengan jarak elektroda 5 cm. Variabel waktu yang digunakan adalah 45 menit, 75 menit, dan 110 menit sedangkan tegangan listrik yang digunakan adalah 20V, 25V, dan 30V. Sistem pengolahan limbah dilengkapi dengan perangkat water level motoring berbasis IoT yang terdiri dari sebuah modul Esp8266 dan sensor ultasonik HC-SR04 yang digunakan untuk memonitoring ketinggian limbah dalam reaktor. Hasil yang diperoleh menunjukkan untuk limbah cair batik sebanyak 10 liter, variabel yang paling baik untuk digunakan adalah dengan menggunakan 30 volt, jarak elektroda 5 cm, dan lama proses 70 menit, menyebakan penurunan TDS sebanyak 64,39% dan perubahan nilai pH dari 3 menjadi 6. Hal ini menunjukkan hasil pengolahan menghasilkan keluaran limbah yang sesuai baku mutu yang berlaku.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125957316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Instalasi radiologi adalah penunjang pelayan medik di rumah sakit yang memanfaatkan sinar-X untuk keperluan diagnosis terutama organ paru pada pasien thoraks. Paparan sinar-X dapat merusak jaringan dan sel, namun dalam paparan yang sesuai dengan prinsip as low as reasonably achievably (ALARA) dapat memberikan manfaat yang dapat membatasi pasien dari bahaya efek akibat pemakaian sumber radiasi pengion. Penelitian ini bertujuan menghitung dosis efektif pada organ paru yang diterima oleh pasien menggunakan dosimeter pasif berjenis optically stimulated luminescence dosimeter (OSLD) di salah satu rumah sakit di kota Padang. Pengambilan data dilakukan terhadap 20 pasien dewasa usia 20-50 tahun dengan mengukur massa dan tinggi pasien dan OSLD nanoDots dipasangkan pada area thoraks untuk menghitung dosis serap oleh pasien. Data demografi pasien menunjukan bahwa terdapat 50% pasien yang memiliki indek massa tubuh (IMT) normal, 15% pasien dengan IMT gemuk tingkat ringan, 30% IMT gemuk tingkat berat, dan 5% IMT kurus. Dosis yang terbaca pada OSLD nanoDots adalah dosis serap. Dosis efektif yang diterima oleh pasien dihitung dari besarnya dosis serap yang diterima pasien dikalikan dengan faktor bobot radiasi dan organ. Pasien dengan pemberian tegangan 58,5 kVp dan 6,30 mAs menerima dosis efektif tertinggi pada organ paru sebesar 0,027 mSv dan pasien dengan pemberian tegangan 125 kVp dan 1,33 mAs. Hal ini menunjukkan bahwa pasien dengan waktu papar lebih lama, akan menerima dosis yang lebih tinggi walaupun diberikan energi radiasi yang besar kepada pasien.
{"title":"ANALISIS DOSIS EFEKTIF TERHADAP CITRA ORGAN PARU PASIEN THORAX MENGGUNAKAN OPTICALLY STIMULATED LUMINESCENCE DOSIMETER (OSLD)","authors":"Sri Oktamuliani, Rinnesa Apria Ernando, Hasnel Sofyan, Vanessa Illona Giovanni, Fitra Ramadana","doi":"10.22437/jop.v7i2.18294","DOIUrl":"https://doi.org/10.22437/jop.v7i2.18294","url":null,"abstract":"Instalasi radiologi adalah penunjang pelayan medik di rumah sakit yang memanfaatkan sinar-X untuk keperluan diagnosis terutama organ paru pada pasien thoraks. Paparan sinar-X dapat merusak jaringan dan sel, namun dalam paparan yang sesuai dengan prinsip as low as reasonably achievably (ALARA) dapat memberikan manfaat yang dapat membatasi pasien dari bahaya efek akibat pemakaian sumber radiasi pengion. Penelitian ini bertujuan menghitung dosis efektif pada organ paru yang diterima oleh pasien menggunakan dosimeter pasif berjenis optically stimulated luminescence dosimeter (OSLD) di salah satu rumah sakit di kota Padang. Pengambilan data dilakukan terhadap 20 pasien dewasa usia 20-50 tahun dengan mengukur massa dan tinggi pasien dan OSLD nanoDots dipasangkan pada area thoraks untuk menghitung dosis serap oleh pasien. Data demografi pasien menunjukan bahwa terdapat 50% pasien yang memiliki indek massa tubuh (IMT) normal, 15% pasien dengan IMT gemuk tingkat ringan, 30% IMT gemuk tingkat berat, dan 5% IMT kurus. Dosis yang terbaca pada OSLD nanoDots adalah dosis serap. Dosis efektif yang diterima oleh pasien dihitung dari besarnya dosis serap yang diterima pasien dikalikan dengan faktor bobot radiasi dan organ. Pasien dengan pemberian tegangan 58,5 kVp dan 6,30 mAs menerima dosis efektif tertinggi pada organ paru sebesar 0,027 mSv dan pasien dengan pemberian tegangan 125 kVp dan 1,33 mAs. Hal ini menunjukkan bahwa pasien dengan waktu papar lebih lama, akan menerima dosis yang lebih tinggi walaupun diberikan energi radiasi yang besar kepada pasien.","PeriodicalId":415382,"journal":{"name":"JOURNAL ONLINE OF PHYSICS","volume":"83 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123616487","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}