Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.43484
Lirista Dyah Ayu Oktafiani
Masa remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan pesat yang membutuhkan peningkatan zat gizi, namun pada masa ini juga masalah gizi seperti Kurang Energi Kronis (KEK), Anemia, Obesitas, dan Gangguan Makan terjadi. Pondok pesantren adalah salah satu tempat dimana banyak terdapat remaja menempuh pendidikan dan tinggal jauh dari tempat asal. Hal ini dapat memicu terjadinya masalah gizi karena santri belum sepenuhnya memperhatikan asupan makannya karena jauh dari pengawasan orang tua. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait pencegahan masalah gizi dan praktik dalam melakukan penilaian status gizi agar santri dapat memantau status gizinya melalui kader santrihusada. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan praktik. Penyuluhan terdiri dari pemaparan masalah gizi, pencegahan masalah gizi, jajanan sehat dan cara melakukan penilaian status gizi yang dilanjutkan dengan praktik. Selain itu, terdapat pre-test dan post-test terkait materi untuk evaluasi hasil kegiatan terkait pengetahuan santrihusada. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan para santri terkait masalah gizi, jajanan sehat, dan penilaian status gizi. Dari kegiatan ini diharapkan nantinya pada santrihusada dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat kepada santri yang lain sehingga para santri bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dalam memilih makanan yang sehat dan dapat terhindar dari masalah gizi melalui pemantauan status gizi masing – masing.
{"title":"PENGUATAN PERAN SANTRIHUSADA PESANTREN NURIS JEMBER DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN MASALAH GIZI PADA REMAJA","authors":"Lirista Dyah Ayu Oktafiani","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.43484","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.43484","url":null,"abstract":"Masa remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan pesat yang membutuhkan peningkatan zat gizi, namun pada masa ini juga masalah gizi seperti Kurang Energi Kronis (KEK), Anemia, Obesitas, dan Gangguan Makan terjadi. Pondok pesantren adalah salah satu tempat dimana banyak terdapat remaja menempuh pendidikan dan tinggal jauh dari tempat asal. Hal ini dapat memicu terjadinya masalah gizi karena santri belum sepenuhnya memperhatikan asupan makannya karena jauh dari pengawasan orang tua. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait pencegahan masalah gizi dan praktik dalam melakukan penilaian status gizi agar santri dapat memantau status gizinya melalui kader santrihusada. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan praktik. Penyuluhan terdiri dari pemaparan masalah gizi, pencegahan masalah gizi, jajanan sehat dan cara melakukan penilaian status gizi yang dilanjutkan dengan praktik. Selain itu, terdapat pre-test dan post-test terkait materi untuk evaluasi hasil kegiatan terkait pengetahuan santrihusada. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan para santri terkait masalah gizi, jajanan sehat, dan penilaian status gizi. Dari kegiatan ini diharapkan nantinya pada santrihusada dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat kepada santri yang lain sehingga para santri bisa mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dalam memilih makanan yang sehat dan dapat terhindar dari masalah gizi melalui pemantauan status gizi masing – masing.","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"10 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140508492","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.48547
Duddy Zein, Wagiati Wagiati, Nani Darmayanti
Pertukaran dan perkembangan informasi seputar covid-19 di masa pandemi menjadi hal yang sangat penting, baik bagi kalangan akademisi, peneliti, praktisi, stakeholder, dan masyarakat umum. Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat adalah agen edukasi serta perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dan warna pada masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menjadi edukator seputar pandemi yang mumpuni, informatif, dan komunikatif. Hal tersebut, salah satunya, dapat dilakukan melalui edukasi berbasis poster. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihan adalah mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan membuat poster yang komunikatif dan informatif seputar Covid-19 bagi mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.
{"title":"PELATIHAN MEMBUAT POSTER BERTEMA COVID-19 BAGI MAHASISWA BILINGUAL SUNDA-INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNPAD","authors":"Duddy Zein, Wagiati Wagiati, Nani Darmayanti","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.48547","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.48547","url":null,"abstract":"Pertukaran dan perkembangan informasi seputar covid-19 di masa pandemi menjadi hal yang sangat penting, baik bagi kalangan akademisi, peneliti, praktisi, stakeholder, dan masyarakat umum. Mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat adalah agen edukasi serta perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dan warna pada masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan menjadi edukator seputar pandemi yang mumpuni, informatif, dan komunikatif. Hal tersebut, salah satunya, dapat dilakukan melalui edukasi berbasis poster. Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretis hingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik, dan brainstorming. Peserta pelatihan adalah mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan membuat poster yang komunikatif dan informatif seputar Covid-19 bagi mahasiswa bilingual Sunda-Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. ","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"41 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140506575","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.37678
S. Rachmawati, Latirah Latirah, Junie Suriawati
Sediaan antiseptik yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti sabun cuci tangan salah satunya adalah hand sanitizer, berbentuk larutan ataupun semi padat/gel. Hand sanitizer alami dapat diperoleh dengan menambahkan ekstrak tanaman. Ekstrak tanaman mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antiseptik. Daun salam (Syzygium polyantum), daun jeruk purut (Citrus hystrix DC.), dan sereh dapur (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman yang dapat dikembangkan sebagai bahan antiseptik pada pembuatan hand sanitizer. Memandang khasiat dari ekstrak tumbuhan dalam pembuatan hand sanitizer dirasa perlu untuk diinformasikan pengetahuan yang baik ini kepada para kader melalui aktifitas pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Kelurahan Jati Padang Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Tujuan PkM ialah menambah pengetahuan warga Kelurahan Jati Padang tentang pembuatan hand santizer bentuk gel dari bahan alam. Kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari pemberian pre-test, penyampaian materi (ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi), serta post-test. Kegiatan dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan 27 peserta (77%) mengalami peningkatan nilai post-test, 4 peserta (11,5%) mengalami penurunan nilai post-test, dan 4 peserta (11,5%) memiliki nilai post-test yang tetap. Kesimpulan diperoleh peningkatan pengetahuan kader terhadap pembuataan hand sanitizer dari beberapa bahan alam seperti daun salam, daun jeruk purut dan sereh di Kelurahan Jati Padang
{"title":"PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PEMBUATAN HAND SANITIZER DARI BAHAN ALAM DI KELURAHAN JATI PADANG, PASAR MINGGU","authors":"S. Rachmawati, Latirah Latirah, Junie Suriawati","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.37678","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.37678","url":null,"abstract":"Sediaan antiseptik yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai pengganti sabun cuci tangan salah satunya adalah hand sanitizer, berbentuk larutan ataupun semi padat/gel. Hand sanitizer alami dapat diperoleh dengan menambahkan ekstrak tanaman. Ekstrak tanaman mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antiseptik. Daun salam (Syzygium polyantum), daun jeruk purut (Citrus hystrix DC.), dan sereh dapur (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman yang dapat dikembangkan sebagai bahan antiseptik pada pembuatan hand sanitizer. Memandang khasiat dari ekstrak tumbuhan dalam pembuatan hand sanitizer dirasa perlu untuk diinformasikan pengetahuan yang baik ini kepada para kader melalui aktifitas pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Kelurahan Jati Padang Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Tujuan PkM ialah menambah pengetahuan warga Kelurahan Jati Padang tentang pembuatan hand santizer bentuk gel dari bahan alam. Kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari pemberian pre-test, penyampaian materi (ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi), serta post-test. Kegiatan dilakukan secara daring menggunakan zoom meeting. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan 27 peserta (77%) mengalami peningkatan nilai post-test, 4 peserta (11,5%) mengalami penurunan nilai post-test, dan 4 peserta (11,5%) memiliki nilai post-test yang tetap. Kesimpulan diperoleh peningkatan pengetahuan kader terhadap pembuataan hand sanitizer dari beberapa bahan alam seperti daun salam, daun jeruk purut dan sereh di Kelurahan Jati Padang","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"39 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140508150","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.45307
L. Indrayani, E. Firmansyah, Nani Sunarni
Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman agama dan budaya lain pada disiplin hidup di lingkungan Kasepuhan. Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi masih berpegang teguh kepada adat istiadat warisan leluhurnya, namun dalam hal ini bukan berarti mereka tetutup terhadap kemajuan teknologi, tetapi ada tradisi-tradisi tertentu yang masih mereka pertahankan. Masyarakat ini pada intinya melestarikan warisan tradisi leluhur baik yang berkaitan dengan cara bertani yang khas, seperti bersawah ataupun berladang (ngahuma) serta tradisi-tradisi lainnya yang masih dipertahankan. Walaupun demikian, sebagaimana sifat dari kebudayaan bahwa kebudayaan akan selalu berkembang dan berubah (dinamis).Solusi yang ditawarkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi para pemuda dan ibu-ibu sebagai incu putu di Kasepuhan dalam bentuk edukasi dengan materi yang mencakup perbandingan budaya Kasepuhan dengan budaya Jepang serta nilai-nilai religi dalam mempertahankan budaya dan adat istiadat.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan, ceramah dan diskusi interaktif dengan pemuda dan ibu-ibu Kasepuhan Sinar Resmi. Selama 3 bulan berjalannya kegiatan, tim PPM di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok telah melaksanakan 3 agenda utama, yaitu: 1) observasi lapangan sebagai identifikasi awal untuk menggali informasi tentang kebutuhan primer para incu putu tersebut; 2) menginventarisir kosakata budaya yang digunakan di Kasepuhan; 3) Pelatihan Sesi Pertama bagi para pemuda dan ibu-ibu pengajian.Hasil kegiatan yang dilakukan adalah kemampuan dan pemahaman agama para penyuluh agama/ guru agama sebagai fasilitator dalam kegiatan beragama di Kasepuhan, anak-anak dan ibu-ibu pengajian terhadap ritual dan adat istiadat yang dilaksanakan.
该团队开展社区服务的动机是,在卡塞普汉的生活环境中,人们对宗教和其他文化缺乏了解。Kasepuhan Sinar Resmi 社区仍然坚持其祖先遗留下来的习俗,但这并不意味着他们对技术进步闭门造车,而是他们仍然保持着某些传统。该社区基本上保留了与典型耕作方法有关的祖传传统遗产,如耕作或养殖(ngahuma)以及其他仍在保留的传统。这项活动提供的解决方案是,通过教育的形式提高卡塞普汉青年和母亲作为 incu putu 的能力,教育内容包括卡塞普汉文化与日本文化的比较以及保持文化和习俗的宗教价值观。在为期 3 个月的活动中,PPM 小组在西索洛克区 Sirna Resmi 村开展了 3 项主要议程,即1) 通过实地观察,初步了解当地居民的主要需求;2) 清点 Kasepuhan 地区使用的文化词汇;3) 对 Kasepuhan 地区使用的文化词汇进行分析;4) 对 Kasepuhan 地区使用的文化词汇进行分析;5) 对 Kasepuhan 地区使用的文化词汇进行分析。开展活动的结果是,作为 Kasepuhan 宗教活动促进者的宗教指导员/教师、诵读仪式和习俗的儿童和女士的能力和宗教理解能力。
{"title":"EDUKASI NILAI-NILAI ISLAM PADA DISIPLIN HIDUP MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI","authors":"L. Indrayani, E. Firmansyah, Nani Sunarni","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.45307","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.45307","url":null,"abstract":"Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh tim dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman agama dan budaya lain pada disiplin hidup di lingkungan Kasepuhan. Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi masih berpegang teguh kepada adat istiadat warisan leluhurnya, namun dalam hal ini bukan berarti mereka tetutup terhadap kemajuan teknologi, tetapi ada tradisi-tradisi tertentu yang masih mereka pertahankan. Masyarakat ini pada intinya melestarikan warisan tradisi leluhur baik yang berkaitan dengan cara bertani yang khas, seperti bersawah ataupun berladang (ngahuma) serta tradisi-tradisi lainnya yang masih dipertahankan. Walaupun demikian, sebagaimana sifat dari kebudayaan bahwa kebudayaan akan selalu berkembang dan berubah (dinamis).Solusi yang ditawarkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi para pemuda dan ibu-ibu sebagai incu putu di Kasepuhan dalam bentuk edukasi dengan materi yang mencakup perbandingan budaya Kasepuhan dengan budaya Jepang serta nilai-nilai religi dalam mempertahankan budaya dan adat istiadat.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan mengadakan pelatihan, ceramah dan diskusi interaktif dengan pemuda dan ibu-ibu Kasepuhan Sinar Resmi. Selama 3 bulan berjalannya kegiatan, tim PPM di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok telah melaksanakan 3 agenda utama, yaitu: 1) observasi lapangan sebagai identifikasi awal untuk menggali informasi tentang kebutuhan primer para incu putu tersebut; 2) menginventarisir kosakata budaya yang digunakan di Kasepuhan; 3) Pelatihan Sesi Pertama bagi para pemuda dan ibu-ibu pengajian.Hasil kegiatan yang dilakukan adalah kemampuan dan pemahaman agama para penyuluh agama/ guru agama sebagai fasilitator dalam kegiatan beragama di Kasepuhan, anak-anak dan ibu-ibu pengajian terhadap ritual dan adat istiadat yang dilaksanakan. ","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"11 7","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140508594","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.38532
A. R. Noviyanti
Tingginya jumlah penderita virus Covid-19 di Indonesia, menandakan potensi penularan yang relatif mudah. Kurangnya pemahaman protokol kesehatan di masa pandemi dan rendahnya target vaksinasi diduga menjadi penyebab tingginya penyebaran virus Covid-19 di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung, termasuk Kecamatan Banjaran, khususnya di Desa Banjaran. Hingga akhir tahun 2021 Pemerintah Jabar menargetkan capaian vaksinasi sebesar 70%, namun masih tercatat sebesar 60% untuk Desa Banjaran. Lansia adalah kelompok usia yang belum divaksinasi karena alasan penyakit sistemik, kehalalan vaksin dan efek samping pasca vaksinasi. Program KKN Tematik Kesehatan Masyarakat (PPM) yang diselenggarakan oleh UNPAD-UNICEF yang berlangsung pada tanggal 25 November-25 Desember 2021 melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan 3M di SMPN 1 Banjaran dan percepatan sasaran vaksinasi di Desa Banjaran yang bertujuan untuk membantu perangkat desa dan petugas kesehatan Desa Banjaran untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Kegiatan PPM dilaksanakan dengan metode hybrid, dengan tiga tahapan kegiatan yang terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap tindak lanjut. Berdasarkan hasil pos test, 77% dari 77 siswa memahami materi protokol kesehatan yang diberikan. Sementara percepatan kegiatan target vaksin tercatat meningkat menjadi sebanyak 36 orang di RW 06 dan sebanyak 67 orang di RW 07.
{"title":"PERANAN EDUKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN PERCEPATAN TARGET VAKSINASI DI DESA BANJARAN, KABUPATEN BANDUNG TERHADAP KESADARAN PENCEGAHAN VIRUS COVID-19","authors":"A. R. Noviyanti","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.38532","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.38532","url":null,"abstract":"Tingginya jumlah penderita virus Covid-19 di Indonesia, menandakan potensi penularan yang relatif mudah. Kurangnya pemahaman protokol kesehatan di masa pandemi dan rendahnya target vaksinasi diduga menjadi penyebab tingginya penyebaran virus Covid-19 di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung, termasuk Kecamatan Banjaran, khususnya di Desa Banjaran. Hingga akhir tahun 2021 Pemerintah Jabar menargetkan capaian vaksinasi sebesar 70%, namun masih tercatat sebesar 60% untuk Desa Banjaran. Lansia adalah kelompok usia yang belum divaksinasi karena alasan penyakit sistemik, kehalalan vaksin dan efek samping pasca vaksinasi. Program KKN Tematik Kesehatan Masyarakat (PPM) yang diselenggarakan oleh UNPAD-UNICEF yang berlangsung pada tanggal 25 November-25 Desember 2021 melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan 3M di SMPN 1 Banjaran dan percepatan sasaran vaksinasi di Desa Banjaran yang bertujuan untuk membantu perangkat desa dan petugas kesehatan Desa Banjaran untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Kegiatan PPM dilaksanakan dengan metode hybrid, dengan tiga tahapan kegiatan yang terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap tindak lanjut. Berdasarkan hasil pos test, 77% dari 77 siswa memahami materi protokol kesehatan yang diberikan. Sementara percepatan kegiatan target vaksin tercatat meningkat menjadi sebanyak 36 orang di RW 06 dan sebanyak 67 orang di RW 07.","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"3 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140507013","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.45624
Achmad Tito Rusady, Anisatu Thoyyibah
Surat Al Fatihah merupakan salah satu rukun dalam ibadah shalat, yang jika seseorang meninggalkannya dan atau membacanya dengan kesalahan yang fatal, akan berakibat pada keabsahan shalatnya, seperti yang ditemukan di beberapa pemuda di Masjid Ihayul Qulub perum Tirtasani Royal Resort Kabupaten Malang. Maka untuk menghindari dan atau memperbaiki kesalahan tersebut, dibutuhkan adanya pelatihan tahsin, yakni memperbaiki, memperbagus, dan memperindah, yang berbasis ilmu tajwid dan ilmu ashwat. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan talqin (peniruan). Hasil pelatihan Tahsin Surat Al Fatihah Berbasis Ilmul Ashwat dan Ilmu Tajwid ini berupa handout materi yang mencakup surat al Fatihah, kesalahan ringan dan kesalahan fatal, pandangan para ulama tentang keabsahan shalat orang yang salah dalam membaca surat Al Fatihah, berikut video penjelasan agar sewaktu-waktu bisa diakses di luar pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 8 orang pemuda yang aktif shalat di masjid, serta beberapa lansia yang ikut mendengarkan. Setelah pelatihan diadakan para peserta telah bebas dari kesalahan fatal dalam membaca surat Al Fatihah.
法提哈》(Surah Al Fatihah)经文是祈祷中的支柱之一,如果有人在念诵《法提哈》经文时出现严重错误,就会导致其祈祷无效,马朗地区伊哈由勒古鲁布清真寺(Ihayul Qulub Mosque perum Tirtasani Royal Resort Malang Regency)的一些年轻人就出现了这种情况。因此,为了避免或纠正这些错误,需要进行塔赫辛(tahsin)培训,即在塔赫威德(tajweed)和阿什瓦特(ashwat)科学的基础上进行改进、提高和美化。这种培训采用讲授和模仿(talqin)的方法。根据塔吉惕(tajweed)和灰瓦特(ashwat)科学对《法提哈经》进行的塔赫辛(Tahsin)培训的成果以材料讲义的形式呈现,其中包括《法提哈经》、轻微错误和致命错误、学者们对读错《法提哈经》的人的祈祷是否有效的看法,以及视频讲解,以便在培训之外的任何时间都可以查阅。参加培训的有 8 位在清真寺积极祈祷的年轻人,还有几位聆听培训的老人。培训结束后,学员们在背诵《法提哈经》时不再出现致命错误。
{"title":"PELATIHAN TAHSIN SURAT AL FATIHAH BERBASIS ILMUL ASHWAT DAN ILMU TAJWID UNTUK PEMUDA MASJID IHYAUL QULUB, KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG.","authors":"Achmad Tito Rusady, Anisatu Thoyyibah","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.45624","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.45624","url":null,"abstract":"Surat Al Fatihah merupakan salah satu rukun dalam ibadah shalat, yang jika seseorang meninggalkannya dan atau membacanya dengan kesalahan yang fatal, akan berakibat pada keabsahan shalatnya, seperti yang ditemukan di beberapa pemuda di Masjid Ihayul Qulub perum Tirtasani Royal Resort Kabupaten Malang. Maka untuk menghindari dan atau memperbaiki kesalahan tersebut, dibutuhkan adanya pelatihan tahsin, yakni memperbaiki, memperbagus, dan memperindah, yang berbasis ilmu tajwid dan ilmu ashwat. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan talqin (peniruan). Hasil pelatihan Tahsin Surat Al Fatihah Berbasis Ilmul Ashwat dan Ilmu Tajwid ini berupa handout materi yang mencakup surat al Fatihah, kesalahan ringan dan kesalahan fatal, pandangan para ulama tentang keabsahan shalat orang yang salah dalam membaca surat Al Fatihah, berikut video penjelasan agar sewaktu-waktu bisa diakses di luar pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 8 orang pemuda yang aktif shalat di masjid, serta beberapa lansia yang ikut mendengarkan. Setelah pelatihan diadakan para peserta telah bebas dari kesalahan fatal dalam membaca surat Al Fatihah.","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"4 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140507741","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.32479
Irmaleny Irmaleny
Pokok Permasalahan. Pandemi covid-19 yang mewabah di Indonesia bahkan ke seluruh dunia mengharuskan masyarakat tetap berada di dalam rumah serta membatasi kegiatan keluar rumah yang salah satunya pergi ke dokter gigi. Keterbatasan pelayanan kesehatan gigi yang diberikan di masa pandemi ini menuntut masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya sehingga dapat mencegah penyakit dan kerusakan gigi lebih lanjut. Tujuan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi untuk mencegah kunjungan ke dokter gigi yang dapat mengurangi risiko penyebaran covid-19. Metode. Dilakukan survei kondisi gigi dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut secara online terhadap 1.006 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia melalui aplikasi google form. Responden diedukasi tentang perawatan gigi berlubang di masa pandemi melalui kegiatan webinar dengan mendatangkan narasumber di bidang Kesehatan gigi. Selain itu, dilakukan talk show tentang perawatan gigi di media Televisi dengan sesi tanya jawab dan konsultasi singkat. Hasil. Berdasarkan pengisian kuisioner, tanyajawab dan konsultasi singkat yang dilakukan, terlihat kurangnya pemahaman pengunaan fluor, waktu dan teknik menyikat gigi yang baik, dan penanganan yang kurang tepat saat sakit gigi di masa pandemi. Webinar dengan 357 pendaftar yang antusias telah mendapatkan edukasi kesehatan gigi. Talkshow menjadikan kegiatan edukasi lebih interaktif dan menarik minat masyarakat. Kesimpulan. Edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut perlu diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi.
{"title":"PENTINGNYA MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT DI MASA PANDEMI","authors":"Irmaleny Irmaleny","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.32479","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.32479","url":null,"abstract":"Pokok Permasalahan. Pandemi covid-19 yang mewabah di Indonesia bahkan ke seluruh dunia mengharuskan masyarakat tetap berada di dalam rumah serta membatasi kegiatan keluar rumah yang salah satunya pergi ke dokter gigi. Keterbatasan pelayanan kesehatan gigi yang diberikan di masa pandemi ini menuntut masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya sehingga dapat mencegah penyakit dan kerusakan gigi lebih lanjut. Tujuan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi untuk mencegah kunjungan ke dokter gigi yang dapat mengurangi risiko penyebaran covid-19. Metode. Dilakukan survei kondisi gigi dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut secara online terhadap 1.006 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun yang tersebar di seluruh Indonesia melalui aplikasi google form. Responden diedukasi tentang perawatan gigi berlubang di masa pandemi melalui kegiatan webinar dengan mendatangkan narasumber di bidang Kesehatan gigi. Selain itu, dilakukan talk show tentang perawatan gigi di media Televisi dengan sesi tanya jawab dan konsultasi singkat. Hasil. Berdasarkan pengisian kuisioner, tanyajawab dan konsultasi singkat yang dilakukan, terlihat kurangnya pemahaman pengunaan fluor, waktu dan teknik menyikat gigi yang baik, dan penanganan yang kurang tepat saat sakit gigi di masa pandemi. Webinar dengan 357 pendaftar yang antusias telah mendapatkan edukasi kesehatan gigi. Talkshow menjadikan kegiatan edukasi lebih interaktif dan menarik minat masyarakat. Kesimpulan. Edukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut perlu diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi.","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":" 36","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139640597","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Setiap anak warga negara indonesia berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali anak- anak kurang mampu, anak jalanan ataupun anak terlantar. Lembaga pendidkan pada umumnya tentu ada biaya operasional sehingga menyulitkan bagi mereka yang mau bersekolah dengan hambatan faktor biaya disinilah peran pemerintah mempasilitasi pendidkan bagi anak- anak dibawah garis kemiskinan agar bisa mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) adalah salah satu sekolah di kawasan Jakarta yang khusus untuk anak tidak mampu, disitulah tempat kami melakukan penelitian untuk memberikan “Penerapan Pembelajaran Aquascape Untuk Meningkatkan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA).” sebagai penerapan pembelajaran yang baru bagi anak-anak di sekolah SAAJA tersebut. Dengan metode penelitian secara terjun langsung memberikan pembelajaran kepada anak-anak SAAJA, memberikan pengarahan kepada guru-guru mengenai pembelajaran yang berpusat pada anak serta mengadakan workshop untuk orang tua serta masyarakat di sekitar SAAJA. Dengan hasil anak-anak memanfaatkan barang bekas bisa berkreativitas membuat Aquascape sendiri dan menjadi suatu nilai yang berharga dan menyenangkan.
{"title":"PENERAPAN PEMBELAJARAN AQUASCAPE UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA ANAK USIA DINI","authors":"Cut Rosmawati, Nikem Kurnia Ningsih, Faridayani Faridayani","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.44178","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.44178","url":null,"abstract":"Setiap anak warga negara indonesia berhak mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali anak- anak kurang mampu, anak jalanan ataupun anak terlantar. Lembaga pendidkan pada umumnya tentu ada biaya operasional sehingga menyulitkan bagi mereka yang mau bersekolah dengan hambatan faktor biaya disinilah peran pemerintah mempasilitasi pendidkan bagi anak- anak dibawah garis kemiskinan agar bisa mengikuti pembelajaran sebagaimana mestinya. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) adalah salah satu sekolah di kawasan Jakarta yang khusus untuk anak tidak mampu, disitulah tempat kami melakukan penelitian untuk memberikan “Penerapan Pembelajaran Aquascape Untuk Meningkatkan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA).” sebagai penerapan pembelajaran yang baru bagi anak-anak di sekolah SAAJA tersebut. Dengan metode penelitian secara terjun langsung memberikan pembelajaran kepada anak-anak SAAJA, memberikan pengarahan kepada guru-guru mengenai pembelajaran yang berpusat pada anak serta mengadakan workshop untuk orang tua serta masyarakat di sekitar SAAJA. Dengan hasil anak-anak memanfaatkan barang bekas bisa berkreativitas membuat Aquascape sendiri dan menjadi suatu nilai yang berharga dan menyenangkan.","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"15 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140507398","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.45982
Inne Suherna Sasmita, S. Susilawati, Lisda Damayanti, Anne Agustina Suwargiani, A. S. Setiawan
Autisme merupakan salah satu gangguan yang disebut Gangguan Spektrum Autisme (GSA). GSA sendiri adalah suatu gangguan pada perkembangan sistem saraf pusat yang sifatnya heterogen dan diturunkan secara polygenik atau melibatkan banyak gen yang berbeda. Gangguan ini akan terus ada seumur hidup penderita, umumnya penderita akan didiagnosis pada usia sekitar 2 tahun, sehingga banyak dari penderita yang memerlukan “bantuan” sepanjang hidupnya. Dalam menghadapi kondisi dan perilaku anak dengan GSA, orang tua, guru, pengasuh membutuhkan banyak waktu, upaya dan kesabaran. Konseling dapat bergerak di bidang mana saja, baik di sekolah maupun di masyarakat yang lebih luas, termasuk lingkungan keluarga. Kerjasama antara keluarga dan sekolah dalam membantu anak autisme mengoptimalkan kemampuannya sangatlah penting.
{"title":"KONSELING ORANG TUA TERHADAP KUALITAS HIDUP ANAK DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME (GSA)","authors":"Inne Suherna Sasmita, S. Susilawati, Lisda Damayanti, Anne Agustina Suwargiani, A. S. Setiawan","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.45982","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.45982","url":null,"abstract":"Autisme merupakan salah satu gangguan yang disebut Gangguan Spektrum Autisme (GSA). GSA sendiri adalah suatu gangguan pada perkembangan sistem saraf pusat yang sifatnya heterogen dan diturunkan secara polygenik atau melibatkan banyak gen yang berbeda. Gangguan ini akan terus ada seumur hidup penderita, umumnya penderita akan didiagnosis pada usia sekitar 2 tahun, sehingga banyak dari penderita yang memerlukan “bantuan” sepanjang hidupnya. Dalam menghadapi kondisi dan perilaku anak dengan GSA, orang tua, guru, pengasuh membutuhkan banyak waktu, upaya dan kesabaran. Konseling dapat bergerak di bidang mana saja, baik di sekolah maupun di masyarakat yang lebih luas, termasuk lingkungan keluarga. Kerjasama antara keluarga dan sekolah dalam membantu anak autisme mengoptimalkan kemampuannya sangatlah penting.","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":"5 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140508610","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2024-01-15DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i4.37687
Didah Didah
Abstrak Pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan sangat penting dalam menurunkan prevalensi stunting karena kader berperan penting dalam penggerak posyandu. Peran kader di setiap wilayah desa nya sangat berpengaruh karena kader haruslah mampu berperan aktif dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Kader menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas di ranah promotif dan preventif, yang fungsinya adalah sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi dini dan intervensi stunting sebagai upaya pengentasan prevalensi stunting di Desa Sayang Kecamatan jatinangor Kabupaten Sumedang. Sasaran kegiatan ini adalah kader yang berada di desa sayang dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Kegiatan refresing kader menggunakan metode ceramah tanya jawab online di lanjutkan dengan sesi tanya jawab serta diskusi. Hasil PKM ini di dapat kan peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan setelah di berikan intervensi. Sebelum mengikuti kelas refreshing pengetahuan kader sebagian besar masih dalam kategori kurang yaitu sebesar 58% dan setelah dilakukan kelas refreshing kader pengetahuan kader meningkat menjadi kategori baik yaitu sebesar 77%. Hal ini membuktikan bahwa kelas refreshing kader berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader. Diharapkan kader dapat melakukan deteksi dini dan intervensi pengentasan stunting di wilayah nya sehingga prevalensi stunting akan menurun. Kata Kunci: Pengetahuan, Kader, Stunting
{"title":"REFRESING KADER DETEKSI DINI & INTERVENSI STUNTING SEBAGAI UPAYA PENURUNAN PREVALENSI STUNTING DI DESA SAYANG KEC. JATINANGOR KAB. SUMEDANG","authors":"Didah Didah","doi":"10.24198/dharmakarya.v12i4.37687","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i4.37687","url":null,"abstract":"Abstrak Pemberdayaan masyarakat melalui kader kesehatan sangat penting dalam menurunkan prevalensi stunting karena kader berperan penting dalam penggerak posyandu. Peran kader di setiap wilayah desa nya sangat berpengaruh karena kader haruslah mampu berperan aktif dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Kader menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas di ranah promotif dan preventif, yang fungsinya adalah sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang deteksi dini dan intervensi stunting sebagai upaya pengentasan prevalensi stunting di Desa Sayang Kecamatan jatinangor Kabupaten Sumedang. Sasaran kegiatan ini adalah kader yang berada di desa sayang dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang. Kegiatan refresing kader menggunakan metode ceramah tanya jawab online di lanjutkan dengan sesi tanya jawab serta diskusi. Hasil PKM ini di dapat kan peningkatan pengetahuan yang signifikan sebelum dan setelah di berikan intervensi. Sebelum mengikuti kelas refreshing pengetahuan kader sebagian besar masih dalam kategori kurang yaitu sebesar 58% dan setelah dilakukan kelas refreshing kader pengetahuan kader meningkat menjadi kategori baik yaitu sebesar 77%. Hal ini membuktikan bahwa kelas refreshing kader berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan kader. Diharapkan kader dapat melakukan deteksi dini dan intervensi pengentasan stunting di wilayah nya sehingga prevalensi stunting akan menurun. Kata Kunci: Pengetahuan, Kader, Stunting","PeriodicalId":516641,"journal":{"name":"Dharmakarya","volume":" 33","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139640591","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}