Anastacia Patricia, Novlina Nurak, I. Krisna, G. Dewi, Kadek Goldina, Puteri, Jurnal Sosial, Humaniora Sigli
Kebijakan revitalisasi pasar tradisional di Indonesia merupakan salah satu kebijakan yang masuk dalam program prioritas Presiden Joko Widodo. Pasar Seni Sukawati sendiri mengalami perubahan yang cukup drastis semenjak menjadi salah satu pasar yang mendapat jatah revitalisasi dari pemerintah pusat. Perubahan tersebut menyangkut jenis barang yang diperdagangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk melihat perubahan sosial yang terjadi pada paguyuban pedagang di Pasar Seni Sukawati, Gianyar paska kebijakan revitalisasi pasar tradisional. Sudut pandang pedagang pasar atas perubahan sosial paska revitalisasi akan dianalisa secara kualitatif melalui teknik depth interview. Pedagang yang dipilih secara purposive akan menjadi informan utama dalam penelitian ini. Hasilnya adalah perubahan yang terjadi pada paguyuban pedagang pasar seni Sukawati dan paling terasa memberatkan adalah terjadinya perubahan tata kelola di Pasar Seni Sukawati. Perubahan tata kelola ini mencakup berubahnya jenis dagangan yang diperbolehkan untuk dijual di pasar yang selesai di revitalisasi. Pasar Seni Sukawati kini hanya menjual barang kesenian saja tanpa menjual kebutuhan upakara dan kebutuhan pokok sehari-hari. Beberapa pedagang yang mengikuti ketentuan paska revitalisasi ini memiliki beragam ketidakpuasan dan pengetahuan yang masih belum mumpuni untuk beralih jenis dagangan. Hal ini dikarenakan para pedagang belum siap secara mental dan pengetahuan untuk beralih jenis dagangan. Kemampuan manajerial seperti mencari distributor untuk barang khas oleh-oleh dan juga modal yang besar serta waktu balik modal yang lama, membuat para pedagang cukup kewalahan untuk beralih jenis dagangan dibanding jenis dagangan mereka sebelumnya.Kata kunci: Revitalisasi, Perubahan Sosial, Pedagang, Pasar Seni
{"title":"PERUBAHAN SOSIAL PADA PAGUYUBAN PEDAGANG PASKA REVITALISASI PASAR SENI SUKAWATI","authors":"Anastacia Patricia, Novlina Nurak, I. Krisna, G. Dewi, Kadek Goldina, Puteri, Jurnal Sosial, Humaniora Sigli","doi":"10.47647/jsh.v6i2.2024","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.2024","url":null,"abstract":"Kebijakan revitalisasi pasar tradisional di Indonesia merupakan salah satu kebijakan yang masuk dalam program prioritas Presiden Joko Widodo. Pasar Seni Sukawati sendiri mengalami perubahan yang cukup drastis semenjak menjadi salah satu pasar yang mendapat jatah revitalisasi dari pemerintah pusat. Perubahan tersebut menyangkut jenis barang yang diperdagangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk melihat perubahan sosial yang terjadi pada paguyuban pedagang di Pasar Seni Sukawati, Gianyar paska kebijakan revitalisasi pasar tradisional. Sudut pandang pedagang pasar atas perubahan sosial paska revitalisasi akan dianalisa secara kualitatif melalui teknik depth interview. Pedagang yang dipilih secara purposive akan menjadi informan utama dalam penelitian ini. Hasilnya adalah perubahan yang terjadi pada paguyuban pedagang pasar seni Sukawati dan paling terasa memberatkan adalah terjadinya perubahan tata kelola di Pasar Seni Sukawati. Perubahan tata kelola ini mencakup berubahnya jenis dagangan yang diperbolehkan untuk dijual di pasar yang selesai di revitalisasi. Pasar Seni Sukawati kini hanya menjual barang kesenian saja tanpa menjual kebutuhan upakara dan kebutuhan pokok sehari-hari. Beberapa pedagang yang mengikuti ketentuan paska revitalisasi ini memiliki beragam ketidakpuasan dan pengetahuan yang masih belum mumpuni untuk beralih jenis dagangan. Hal ini dikarenakan para pedagang belum siap secara mental dan pengetahuan untuk beralih jenis dagangan. Kemampuan manajerial seperti mencari distributor untuk barang khas oleh-oleh dan juga modal yang besar serta waktu balik modal yang lama, membuat para pedagang cukup kewalahan untuk beralih jenis dagangan dibanding jenis dagangan mereka sebelumnya.Kata kunci: Revitalisasi, Perubahan Sosial, Pedagang, Pasar Seni","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"67 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139187174","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Siti Rahayu Estu Ningrum, Elia Nur Fadillah, Rifdah Nurjihan Shabrina
Tradisi Seblang merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini. Seblang Olehsari adalah salah satu kebudayaan yang memiliki maksud dan tujuan yang mengandung kebiasaan ataupun nilai kehidupan yang sudah tertanam sejak dahulu. Terdapat cerita yang melatarbelakangi sebuah tradisi Seblang yang dimaksudkan dalam hal kebaikan ataupun tuntunan. Seblang lebih identik dengan tarian yang menjadi daya tarik masyarakat sehingga diminati banyak orang karena keunikannya. Namun, masyarakat sekarang tidak melihat nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah tradisi yang sakral hanya sebagai tontonan yang unik. Seperti halnya dalam konteks Tradisi Seblang di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan perspektif Teori Representasi Media oleh Stuart Hall. Menurutnya, bagaimana “media” melihat atau menggambarkan suatu objek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai moral yang terkandung dalam tradisi Seblang Olehsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah riset kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak sekali nilai-nilai moral yang dapat diambil dan diimplementasikan oleh masyarakat luar yang sekedar hanya menonton tradisi.
{"title":"Kajian Nilai Moral dalam Tradisi Seblang Olehsari","authors":"Siti Rahayu Estu Ningrum, Elia Nur Fadillah, Rifdah Nurjihan Shabrina","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1966","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1966","url":null,"abstract":"Tradisi Seblang merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang masih dilestarikan hingga saat ini. Seblang Olehsari adalah salah satu kebudayaan yang memiliki maksud dan tujuan yang mengandung kebiasaan ataupun nilai kehidupan yang sudah tertanam sejak dahulu. Terdapat cerita yang melatarbelakangi sebuah tradisi Seblang yang dimaksudkan dalam hal kebaikan ataupun tuntunan. Seblang lebih identik dengan tarian yang menjadi daya tarik masyarakat sehingga diminati banyak orang karena keunikannya. Namun, masyarakat sekarang tidak melihat nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah tradisi yang sakral hanya sebagai tontonan yang unik. Seperti halnya dalam konteks Tradisi Seblang di Desa Olehsari, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan perspektif Teori Representasi Media oleh Stuart Hall. Menurutnya, bagaimana “media” melihat atau menggambarkan suatu objek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai moral yang terkandung dalam tradisi Seblang Olehsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah riset kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa banyak sekali nilai-nilai moral yang dapat diambil dan diimplementasikan oleh masyarakat luar yang sekedar hanya menonton tradisi.","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"138623913","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penyandang disabilitas termasuk ke dalam Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) karena keterbatasan yang dimilikinya menimbulkan masalah sosial sehingga penyandang disabilitas tidak dapat melaksanakan fungsi dan pengalaman sosial kesulitan dalam memenuhi hidup harian. Rehabilitasi sosial sendiri merupakan suatu proses yang ditujukan kepada seseorang yang tidak cacat fisik dan mental, tetapi juga orang dengan fungsi mental yang terbatas. Karena keadaan sosial, karena kepuasan atau kebutuhan, mereka terkait satu sama lain dalam komunitas tertentu. Rehabilitasi sosial sering disebut sebagai psikolog rehabilitasi yang dimana fungsi dan tujuannya sama yaitu perkembangan psikologi yang memberikan layanan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan kembali normal untuk perkembangan sosial dan dukungan advokasi di tengah tengah masyarakat saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dalam menunjang keberhasilan program rehabilitasi sosial bagi penyandnag disabilitas. Karena di Kota Sidoarjo ini masih tinggi penyandang disabilitas yang memperlukan bantuan atau pun rehabilitasi sosial, maka dengan itu beberapa upaya yang di lakukan Dinas Sosial kabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk memberikan bantuan dan pembinaan dengan program rehabilitasi sosial agar para penyandang disabilitas tidak merasa takut akan hal yang tidak bisa mereka lakukan sehari hari karena keterbatasan fisik yang dimiliki, adapun bantuan yang memang di prioritaskan bagi penyandang disabilitas yang benar benar membutuhkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mendapatkan sumber data melalui wawancara dan dokumentasi.Kata Kunci : Upaya , Rehabilitasi sosial, Penyandang disabilitas
{"title":"UPAYA DINAS SOSIAL KABUPATEN SIDOARJO DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN PROGRAM REHABILITASI SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS","authors":"Idyawati Terru, B. Kurniawan, I. Ismail","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1639","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1639","url":null,"abstract":"Penyandang disabilitas termasuk ke dalam Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) karena keterbatasan yang dimilikinya menimbulkan masalah sosial sehingga penyandang disabilitas tidak dapat melaksanakan fungsi dan pengalaman sosial kesulitan dalam memenuhi hidup harian. Rehabilitasi sosial sendiri merupakan suatu proses yang ditujukan kepada seseorang yang tidak cacat fisik dan mental, tetapi juga orang dengan fungsi mental yang terbatas. Karena keadaan sosial, karena kepuasan atau kebutuhan, mereka terkait satu sama lain dalam komunitas tertentu. Rehabilitasi sosial sering disebut sebagai psikolog rehabilitasi yang dimana fungsi dan tujuannya sama yaitu perkembangan psikologi yang memberikan layanan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan kembali normal untuk perkembangan sosial dan dukungan advokasi di tengah tengah masyarakat saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo dalam menunjang keberhasilan program rehabilitasi sosial bagi penyandnag disabilitas. Karena di Kota Sidoarjo ini masih tinggi penyandang disabilitas yang memperlukan bantuan atau pun rehabilitasi sosial, maka dengan itu beberapa upaya yang di lakukan Dinas Sosial kabupaten Sidoarjo yang bertujuan untuk memberikan bantuan dan pembinaan dengan program rehabilitasi sosial agar para penyandang disabilitas tidak merasa takut akan hal yang tidak bisa mereka lakukan sehari hari karena keterbatasan fisik yang dimiliki, adapun bantuan yang memang di prioritaskan bagi penyandang disabilitas yang benar benar membutuhkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mendapatkan sumber data melalui wawancara dan dokumentasi.Kata Kunci : Upaya , Rehabilitasi sosial, Penyandang disabilitas","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"48 28","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139203777","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Monumen Pers Nasional (MPN) merupakan monumen dan museum tentang pers nasional di Indonesia, didirikan pada tahun 1978 yang terletak di Surakarta, Jawa Tengah . Untuk mendukung terbentuknya museum yang modern pemerintah melakukan revitalisasi fisik pada MPN dimulai pada tahun 2018. Revitalisasi museum merupakan sebuah pembaruan untuk meningkatkan kualitas museum sesuai dengan fungsinya dan dapat menjadi tujuan yang dirasakan sebagai kebutuhan untuk dikunjungi oleh masyarakat. Salah satu bentuk revitalisasi museum adalah dengan mulai menggunaan teknologi digital yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi. Perkembangan industri yang berada pada revolusi industri 4.0 mendorong masyarakat untuk menggunakan platform digital. Salah satu bentuk revitalisasi yang dilakukan MPN yakni memanfaatkan platform digital Instagram sebagai wadah penyaluran informasi dan media branding MPN. Situasional Theory of Public (STP) merupakan teori yang mengidentifikasi publik sesuai dengan kategorinya. Teori STP membantu peneliti dalam mengidentifikasi publik sehingga membantu MPN dalam menentukan target marketnya agar pengelolaan media sosial berjalan optimal. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa sosial media Instagram @monumenpers berjalan optimal, namun ada faktor hambatan yang perlu di perbaiki agar pengelolaan Instagram MPN tetap stabil.
{"title":"REVITALISASI MONUMEN PERS NASIONAL SURAKARTA MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL","authors":"Rahmadivya Ersa Putri, Zahrotus Sa’idah","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1524","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1524","url":null,"abstract":"Monumen Pers Nasional (MPN) merupakan monumen dan museum tentang pers nasional di Indonesia, didirikan pada tahun 1978 yang terletak di Surakarta, Jawa Tengah . Untuk mendukung terbentuknya museum yang modern pemerintah melakukan revitalisasi fisik pada MPN dimulai pada tahun 2018. Revitalisasi museum merupakan sebuah pembaruan untuk meningkatkan kualitas museum sesuai dengan fungsinya dan dapat menjadi tujuan yang dirasakan sebagai kebutuhan untuk dikunjungi oleh masyarakat. Salah satu bentuk revitalisasi museum adalah dengan mulai menggunaan teknologi digital yang didukung oleh perkembangan teknologi informasi. Perkembangan industri yang berada pada revolusi industri 4.0 mendorong masyarakat untuk menggunakan platform digital. Salah satu bentuk revitalisasi yang dilakukan MPN yakni memanfaatkan platform digital Instagram sebagai wadah penyaluran informasi dan media branding MPN. Situasional Theory of Public (STP) merupakan teori yang mengidentifikasi publik sesuai dengan kategorinya. Teori STP membantu peneliti dalam mengidentifikasi publik sehingga membantu MPN dalam menentukan target marketnya agar pengelolaan media sosial berjalan optimal. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa sosial media Instagram @monumenpers berjalan optimal, namun ada faktor hambatan yang perlu di perbaiki agar pengelolaan Instagram MPN tetap stabil.","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139199119","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sisilia Nur Hikmah Anggraeni, Vivi Sholehatennafiah, Nurul Yunda Nanik Purwanti, Emma Berliana Pujiningtyas, D. Mahartika, S. Sudarti, S. Subiki
Literasi sains kemampuan menggunakan pengetahuan sains untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah dengan menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains dan kemampuan memecahkan permasalahan sains mahasiswa Pendidikan fisika pada konsep energi terbarukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis korelasi menggunakan kuisioner berupa google form yang disana nantinya akan mengetahui hubungan kedua variabel yang dibuktikan dengan aplikasi SPSS dan penelitian secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa antara kemampuan literasi sains (X) terhadap kemampuan memecahkan masalah (Y) terdapat hubungan yang positif dengan tingkat korelasi sempurna. Hal tersebut tampak pada nilai koefisien korelasi Pearson di atas adalah 0,847 dimana nilai korelasinya bernilai positif sehingga hubungan antara Literasi Sains terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah tentang Energi Terbarukan. Temuan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana literasi sains tentang energi terbarukan yang sudah diterapkan oleh mahasiswa pendidikan Fisika.
{"title":"ANALISIS KORELASI KEMAMPUAN LITERASI SAINS DENGAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN PERMASALAHAN KONSEP ENERGI TERBARUKAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA","authors":"Sisilia Nur Hikmah Anggraeni, Vivi Sholehatennafiah, Nurul Yunda Nanik Purwanti, Emma Berliana Pujiningtyas, D. Mahartika, S. Sudarti, S. Subiki","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1514","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1514","url":null,"abstract":"Literasi sains kemampuan menggunakan pengetahuan sains untuk mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah dengan menyimpulkan berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains dan kemampuan memecahkan permasalahan sains mahasiswa Pendidikan fisika pada konsep energi terbarukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis korelasi menggunakan kuisioner berupa google form yang disana nantinya akan mengetahui hubungan kedua variabel yang dibuktikan dengan aplikasi SPSS dan penelitian secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa antara kemampuan literasi sains (X) terhadap kemampuan memecahkan masalah (Y) terdapat hubungan yang positif dengan tingkat korelasi sempurna. Hal tersebut tampak pada nilai koefisien korelasi Pearson di atas adalah 0,847 dimana nilai korelasinya bernilai positif sehingga hubungan antara Literasi Sains terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah tentang Energi Terbarukan. Temuan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi sejauh mana literasi sains tentang energi terbarukan yang sudah diterapkan oleh mahasiswa pendidikan Fisika.","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139206615","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak undang-undang korupsi dan penyalahgunaan dana perpajakan di Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh undang-undang ini terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, kepercayaan investor, kesejahteraan masyarakat, dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga akan mengulas adanya hubungan antara tingkat korupsi dan penyalahgunaan dana perpajakan dengan ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini akan melihat upaya pencegahan dan penanggulangan korupsi serta penyalahgunaan dana perpajakan yang telah dilakukan di Indonesia dan sejauh mana efektivitasnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak undang-undang korupsi dan penyalahgunaan dana perpajakan dan merekomendasikan langkah-langkah untuk memperbaiki situasi ini di Indonesia.Kata kunci : Korupsi, Ekonomi , pajak , undang – undang.
{"title":"DAMPAK UNDANG – UNDANG KORUPSI DAN PENYALAHGUNAAN DANA PERPAJAKAN DIINDONESIA","authors":"Ela Suryani Hutabarat, Rasji Rasji","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1962","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1962","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak undang-undang korupsi dan penyalahgunaan dana perpajakan di Indonesia. Penelitian ini akan menganalisis pengaruh undang-undang ini terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, kepercayaan investor, kesejahteraan masyarakat, dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga akan mengulas adanya hubungan antara tingkat korupsi dan penyalahgunaan dana perpajakan dengan ketimpangan sosial dan kesenjangan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini akan melihat upaya pencegahan dan penanggulangan korupsi serta penyalahgunaan dana perpajakan yang telah dilakukan di Indonesia dan sejauh mana efektivitasnya. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak undang-undang korupsi dan penyalahgunaan dana perpajakan dan merekomendasikan langkah-langkah untuk memperbaiki situasi ini di Indonesia.Kata kunci : Korupsi, Ekonomi , pajak , undang – undang.","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"64 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139198403","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Novelia Nafiha Andini, Neti Budiwati, Neli Siti Aisah
Bepikir kritis adalah upaya untuk mengumpulkan, menginterpretasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dengan tujuan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat diandalkan dan sah. Dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) di kelas X.3 SMAN 8 Bandung tahun ajaran 2022/2023, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tentang materi ekonomi. Penelitian Tindakan Kelas adalah jenis penelitian ini. Siswa kelas X.3 SMAN 8 Bandung tahun pelajaran 2022/2023, total 36 siswa, adalah subjek penelitian ini. (a) Perencanaan, (b) Tindakan, (c) Observasi, dan (d) Refleksi adalah langkah-langkah dalam proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran berbasis masalah (PBL). Hal ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang diukur dengan indikator pra siklus 30%, siklus I 70,%, dan siklus II 89,%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir siswa kelas X.3 semester genap mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Bandung pada materi Sistem Pembayaran dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah.Kata kunci: PBL, Kemampuan Berpikir Kritis, Sistem Pembayaran
{"title":"UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X.3 MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SISTEM PEMBAYARAN DI SMAN 8 BANDUNG","authors":"Novelia Nafiha Andini, Neti Budiwati, Neli Siti Aisah","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1501","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1501","url":null,"abstract":"Bepikir kritis adalah upaya untuk mengumpulkan, menginterpretasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dengan tujuan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat diandalkan dan sah. Dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) di kelas X.3 SMAN 8 Bandung tahun ajaran 2022/2023, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa tentang materi ekonomi. Penelitian Tindakan Kelas adalah jenis penelitian ini. Siswa kelas X.3 SMAN 8 Bandung tahun pelajaran 2022/2023, total 36 siswa, adalah subjek penelitian ini. (a) Perencanaan, (b) Tindakan, (c) Observasi, dan (d) Refleksi adalah langkah-langkah dalam proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran berbasis masalah (PBL). Hal ini menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang diukur dengan indikator pra siklus 30%, siklus I 70,%, dan siklus II 89,%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir siswa kelas X.3 semester genap mata pelajaran Ekonomi di SMAN 8 Bandung pada materi Sistem Pembayaran dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah.Kata kunci: PBL, Kemampuan Berpikir Kritis, Sistem Pembayaran","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"20 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139206076","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Peraturan mendikbudristek 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, menimbulkan pro dan kontra di media massa, khususnya di harian Republika dan Media Indonesia. Republika khawatir jika Permendikbudristek 30/2021, akan melegalkan seks bebas. Sementara Media Indonesia, menuntut agar peraturan itu segera diimplementasikan. Republika yang merepresentasikan pembaca Islam menganggap bahwa jika peraturan tersebut disahkan, maka hubungan seksual di luar pernikahan akan dilegalkan asal berdasarkan kesepakatan. Sementara Media Indonesia yang pemiliknya tergabung dalam koalisi pemerintah, menganggap bahwa peraturan tersebut penting untuk diimplementasikan agar para korban pelecehan seksual di kampus segera bisa mendapatkan perlindungan. Penelitian ini mencari bagaimana pembingkaian (framing) kedua media ini dalam memberitakan isu Permendikbudristek 30/2021. Dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, yang berfokus pada empat struktur (sintaksis, skrip, tematik, retoris), ditemukan bahwa: Republika memprioritaskan pendapat-pendapat yang kontra terhadap dalam menyusun berita. Sementara sebaliknya, Media Indonesia menonjolkan pendapat-pendapat dari pihak yang pro peraturan.Kata kunci: Permendikbudristek 30/2021, Analisis Framing, Republika, Media Indonesia
{"title":"ANALISIS FRAMING HARIAN REPUBLIKA DAN MEDIA INDONESIA PADA ISU PERMENDIKBUDRISTEK 30/2021 09-11 NOVEMBER 2021","authors":"Noveri Faikar Urfan, Andika Bagus Setyawan","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1579","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1579","url":null,"abstract":"Peraturan mendikbudristek 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, menimbulkan pro dan kontra di media massa, khususnya di harian Republika dan Media Indonesia. Republika khawatir jika Permendikbudristek 30/2021, akan melegalkan seks bebas. Sementara Media Indonesia, menuntut agar peraturan itu segera diimplementasikan. Republika yang merepresentasikan pembaca Islam menganggap bahwa jika peraturan tersebut disahkan, maka hubungan seksual di luar pernikahan akan dilegalkan asal berdasarkan kesepakatan. Sementara Media Indonesia yang pemiliknya tergabung dalam koalisi pemerintah, menganggap bahwa peraturan tersebut penting untuk diimplementasikan agar para korban pelecehan seksual di kampus segera bisa mendapatkan perlindungan. Penelitian ini mencari bagaimana pembingkaian (framing) kedua media ini dalam memberitakan isu Permendikbudristek 30/2021. Dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, yang berfokus pada empat struktur (sintaksis, skrip, tematik, retoris), ditemukan bahwa: Republika memprioritaskan pendapat-pendapat yang kontra terhadap dalam menyusun berita. Sementara sebaliknya, Media Indonesia menonjolkan pendapat-pendapat dari pihak yang pro peraturan.Kata kunci: Permendikbudristek 30/2021, Analisis Framing, Republika, Media Indonesia","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":" 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139197425","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sheren Agapena Hosaya Liunda, Ela Suryani Hutabarat, Rasji Rasji
Pada Tahun 2024 seluruh wilayah indonesia akan melaksanakan pemilu. Pemilu termasuk salah satu kewajiban yang akan dijalankan oleh seluruh rakyat indonesia akan dijalankan setiap 5 tahun sekali. Pada Tahun 2024 ada wacana mengenai adanya penundaan pemilu di indonesia yang akan ditunda dengan alasan - alasan yang masih kurang jelas, jika dalam Hal penundaan pemilu terjadi, penundaan pemilu pada tahun 2024 akan mengalami kontra terhadap masyarakat indonesia karena sudah melanggar peraturan undang - undang yang mengatur tentang pemilu No 7 Tahun 2017 dan tidak sesuai dengan hak demokrasi di indonesia untuk Pemilu. Dalam hal ini ,bahwa berita mengenai isu penundaan pemilu tahun 2024 jika secara positif dan terus mengarah terhadap penundaan pemilu yang cenderung dari sisi pemerintah, pengamat politik dan lembaga yang berwenang terhadap usulan penundaan pemilu. jika dalam pelaksanaan penundaan pemilu Tahun 2024 , terjadinya penundaan pemilu Tahun 2024 maka penundaan pemilu di indonesia akan dijalankan menjadi 2 cara yakni secara konstitusional dan secara non - konstitusional. Dalam hal diatas jika terjadinya penundaan pemilu di wilayah indonesia yang berpendapat terhadap hak demokrasi konstitusional, perlu adanya formulasi normal dalam menjalankan penundaan pemilu secara konstitusi agar tidak bertentangan dengan asas demokrasi yang ada di wilayah indonesia.Kata kunci: Pemilu, Wilayah, Konstitusional, Nonkonstutional, Undang-Undang.
{"title":"PENUNDAAN PEMILU 2024: QUO VADIS HAK KONSTITUSIONAL RAKYAT DALAM DEMOKRASI INDONESIA","authors":"Sheren Agapena Hosaya Liunda, Ela Suryani Hutabarat, Rasji Rasji","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1517","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1517","url":null,"abstract":"Pada Tahun 2024 seluruh wilayah indonesia akan melaksanakan pemilu. Pemilu termasuk salah satu kewajiban yang akan dijalankan oleh seluruh rakyat indonesia akan dijalankan setiap 5 tahun sekali. Pada Tahun 2024 ada wacana mengenai adanya penundaan pemilu di indonesia yang akan ditunda dengan alasan - alasan yang masih kurang jelas, jika dalam Hal penundaan pemilu terjadi, penundaan pemilu pada tahun 2024 akan mengalami kontra terhadap masyarakat indonesia karena sudah melanggar peraturan undang - undang yang mengatur tentang pemilu No 7 Tahun 2017 dan tidak sesuai dengan hak demokrasi di indonesia untuk Pemilu. Dalam hal ini ,bahwa berita mengenai isu penundaan pemilu tahun 2024 jika secara positif dan terus mengarah terhadap penundaan pemilu yang cenderung dari sisi pemerintah, pengamat politik dan lembaga yang berwenang terhadap usulan penundaan pemilu. jika dalam pelaksanaan penundaan pemilu Tahun 2024 , terjadinya penundaan pemilu Tahun 2024 maka penundaan pemilu di indonesia akan dijalankan menjadi 2 cara yakni secara konstitusional dan secara non - konstitusional. Dalam hal diatas jika terjadinya penundaan pemilu di wilayah indonesia yang berpendapat terhadap hak demokrasi konstitusional, perlu adanya formulasi normal dalam menjalankan penundaan pemilu secara konstitusi agar tidak bertentangan dengan asas demokrasi yang ada di wilayah indonesia.Kata kunci: Pemilu, Wilayah, Konstitusional, Nonkonstutional, Undang-Undang.","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":" 36","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139197776","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Aisyah Ayu Nur Azizah Maharani, Amallia Rizky, Silvina Amanda, S. Sudarti, S. Subiki
Tujuan dan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan literasi sains mahasiswa pendidikan fisika terhadap kemampuan hasil praktikum pada materi Gaya Lorentz. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa kelas B pendidikan fisika angkatan 2022 Universitas Jember yang terdiri dari 41 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik kuesioner dan juga tes tulis dalam pengumpulan data. Tes kuesioner terdiri dari 5 butir soal dengan 3 indikator, variabel dalam penelitian ini terdiri dari minat terhadap sains teknologi, keterbacaan, dan penguasaan konsep sains. Pengujian data menggunakan metode analisis regresi sederhana. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima H0 ditolak yang menunjukkan adanya signifikan yang berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains mahasiswa dengan kemampuan hasil praktikum pada materi gaya lorentz. Nilai signifikan dibuktikan dengan hasil uji regresi sederhana 0.486, nilai deviasi 0.349, dan nilai korelasi 0.751 yang ketiganya memiliki nilai 0.05.Kata kunci: Literasi Sains, Hasil Praktikum, Fisika
{"title":"Pengaruh Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika terhadap Kemampuan Praktikum pada Materi Gaya Lorentz","authors":"Aisyah Ayu Nur Azizah Maharani, Amallia Rizky, Silvina Amanda, S. Sudarti, S. Subiki","doi":"10.47647/jsh.v6i2.1554","DOIUrl":"https://doi.org/10.47647/jsh.v6i2.1554","url":null,"abstract":"Tujuan dan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan literasi sains mahasiswa pendidikan fisika terhadap kemampuan hasil praktikum pada materi Gaya Lorentz. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa kelas B pendidikan fisika angkatan 2022 Universitas Jember yang terdiri dari 41 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik kuesioner dan juga tes tulis dalam pengumpulan data. Tes kuesioner terdiri dari 5 butir soal dengan 3 indikator, variabel dalam penelitian ini terdiri dari minat terhadap sains teknologi, keterbacaan, dan penguasaan konsep sains. Pengujian data menggunakan metode analisis regresi sederhana. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa hipotesis H1 diterima H0 ditolak yang menunjukkan adanya signifikan yang berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains mahasiswa dengan kemampuan hasil praktikum pada materi gaya lorentz. Nilai signifikan dibuktikan dengan hasil uji regresi sederhana 0.486, nilai deviasi 0.349, dan nilai korelasi 0.751 yang ketiganya memiliki nilai 0.05.Kata kunci: Literasi Sains, Hasil Praktikum, Fisika","PeriodicalId":154714,"journal":{"name":"Jurnal Sosial Humaniora Sigli","volume":"50 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139198720","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}