Pub Date : 2019-12-17DOI: 10.14710/IJFST.15.2.99-104
Dinar Isyana Syah Rani, D. Wijayanto, A. Indarjo, I. Susilowati
Kegiatan pemanfaatan sumberdaya pesisir yang tidak terkontrol menyebabkan tekanan terhadap keberlangsungan ekologi. Penyelesaian masalah tersebut salah satunya dengan kemitraan semua stakeholder yaitu dengan kesadaran tentang adanya permasalahan yang terjadi dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis co-management sumberdaya pesisir di Kepuluan Karimunjawa dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait.. Data penelitian dikumpulkan pada bulan April 2018 dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan kunci dengan jumlah 140 orang yang terdiri dari terdiri atas pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat dan akademisi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan konsep co-management dengan melihat dari 11 kondisi kunci. Hasil analisis co-management menunjukan perlunya dilakukan kerjasama antara pihak akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah dengan hasil jumlah skor rata-rata 3,17 yang menunjukan bahwa keberhasilan pendekatan kemitraan sumberdaya perikanan di Kepulauan Karimunjawa dalam kondisi cukup. The activity of uncontrolled utilization of coastal resources causes pressure on ecological sustainability. One of the solutions to this problem is through the partnership of all stakeholders, with awareness the problems that occur and the responsibility for making decisions. The purpose of this study was to analyze the co-management of Coastal Resources in Karimunjawa Island by involving all relevant stakeholders. The research data was collected in April 2018 by conducting in-depth observations and interviews with key informants with 140 people consisting of according to business needs , government and society and academics. The analysis used in this study used the management concept together with looking at 11 key conditions. The results of co-management analysis indicate the need for cooperation between academics, businesses, communities and the government with the results of an average score of 3.17 indicating that it is related to partnerships in the Karimunjawa Islands in sufficient condition.
{"title":"PROSPEK PENERAPAN “CO-MANAGEMENT” UNTUK PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA, JEPARA (Implementation of “Co-management” For Coastal Resources Management In Karimunjawa Islands, Jepara)","authors":"Dinar Isyana Syah Rani, D. Wijayanto, A. Indarjo, I. Susilowati","doi":"10.14710/IJFST.15.2.99-104","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.2.99-104","url":null,"abstract":"Kegiatan pemanfaatan sumberdaya pesisir yang tidak terkontrol menyebabkan tekanan terhadap keberlangsungan ekologi. Penyelesaian masalah tersebut salah satunya dengan kemitraan semua stakeholder yaitu dengan kesadaran tentang adanya permasalahan yang terjadi dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis co-management sumberdaya pesisir di Kepuluan Karimunjawa dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait.. Data penelitian dikumpulkan pada bulan April 2018 dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan kunci dengan jumlah 140 orang yang terdiri dari terdiri atas pelaku usaha, pemerintah dan masyarakat dan akademisi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan konsep co-management dengan melihat dari 11 kondisi kunci. Hasil analisis co-management menunjukan perlunya dilakukan kerjasama antara pihak akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah dengan hasil jumlah skor rata-rata 3,17 yang menunjukan bahwa keberhasilan pendekatan kemitraan sumberdaya perikanan di Kepulauan Karimunjawa dalam kondisi cukup. The activity of uncontrolled utilization of coastal resources causes pressure on ecological sustainability. One of the solutions to this problem is through the partnership of all stakeholders, with awareness the problems that occur and the responsibility for making decisions. The purpose of this study was to analyze the co-management of Coastal Resources in Karimunjawa Island by involving all relevant stakeholders. The research data was collected in April 2018 by conducting in-depth observations and interviews with key informants with 140 people consisting of according to business needs , government and society and academics. The analysis used in this study used the management concept together with looking at 11 key conditions. The results of co-management analysis indicate the need for cooperation between academics, businesses, communities and the government with the results of an average score of 3.17 indicating that it is related to partnerships in the Karimunjawa Islands in sufficient condition.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123205212","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-17DOI: 10.14710/IJFST.15.2.134-138
G. Mahasri, P. D. Sari, Nafis Putra Laksana Cholil, Siti Hamidah
Penelitian bertujuan untuk mengetahui infestasi dan intensitas ektoparasit pada benih udang vaname dengan ukuran yang berbeda dan di pelihara pada tambak dengan dasar beton. Penelitian ini merupakan penelitian survey dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak pada lokasi dan waktu yang berbeda, jumlah sampel yang di ambil sebanyak 60 ekor benih dari masing – masing lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p 0,05). The study aimed to determine the infestation and intensity of ectoparasites on white shrimp of different sizes and maintained on concrete bases. This research is a survey research where sampling was carried out randomly at different locations and times, the number of samples taken as many as 60 shrimps from each sampling location. The results showed that there were significant differences (p 0.05).
{"title":"INFESTASI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DENGAN UKURAN BERBEDA PADA TAMBAK DENGAN DASAR BETON","authors":"G. Mahasri, P. D. Sari, Nafis Putra Laksana Cholil, Siti Hamidah","doi":"10.14710/IJFST.15.2.134-138","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.2.134-138","url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk mengetahui infestasi dan intensitas ektoparasit pada benih udang vaname dengan ukuran yang berbeda dan di pelihara pada tambak dengan dasar beton. Penelitian ini merupakan penelitian survey dimana pengambilan sampel dilakukan secara acak pada lokasi dan waktu yang berbeda, jumlah sampel yang di ambil sebanyak 60 ekor benih dari masing – masing lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata (p 0,05). The study aimed to determine the infestation and intensity of ectoparasites on white shrimp of different sizes and maintained on concrete bases. This research is a survey research where sampling was carried out randomly at different locations and times, the number of samples taken as many as 60 shrimps from each sampling location. The results showed that there were significant differences (p 0.05).","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124290977","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-17DOI: 10.14710/IJFST.15.2.86-93
Gondo Puspito, Rolando Akbar Wenang, F. Kurohman
Metode penangkapan ikan dengan penyetruman telah dilarang oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2004, meskipun masyarakat masih melakukannya secara diam-diam.. Penyebabnya adalah penyetruman dianggap membahayakan keselamatan manusia dan merusak ekosistem perairan. Penelitian mencoba mendapatkan arus listrik yang aman dan efektif untuk menangkap lele ( Clarias sp.) layak tangkap tanpa merusak lingkungan perairan. Arus listrik yang diinginkan dapat memingsankan lele layak tangkap dengan cepat, tetapi waktu siumannya lambat, sehingga memberi waktu yang cukup lama untuk penangkapannya. Jumlah lele yang diuji sebanyak 90 ekor yang dibagi atas 3 kelompok dengan panjang total tubuh antara 18,5-32,5 cm. Masing-masing terdiri atas 30 lele yang disetrum dengan arus listrik 1 mA , 2 mA , dan 3 mA . Ketiga besaran arus listrik masih dianggap aman karena belum memberikan efek negatif bagi tubuh manusia (Ouazani et al. , 2012). Hasilnya adalah penyetruman lele sebaiknya menggunakan arus listrik 2 mA , karena aman bagi manusia dan efektif untuk menyetrum lele. Waktu pingsan lele berukuran layak tangkap yang memiliki panjang tubuh ≥ 24,5 cm antara 83 – 140 detik, atau lebih cepat dibandingkan dengan 1 mA (120-309 detik), sedangkan waktu siumannya 117-225 detik atau lebih lama dari 3 mA (79-125 detik). Electrofishing currently has been banned by Indonesian Government since 2004, regardless, some of the people still do that secretly. The banning caused by the thought that electrofishing indeed harmful to human safety and aquatic ecosystem. This research aimed to obtain the electricity current that safe and effective to catch the proper size of catfish (Clarias sp.) without harming the aquatic ecosystem. Desired electricity current strength is the one that able to temporarily immobilised catfish quickly with long time to be conscious so gives longer time in harvesting activity. The amount catfish used in the experiment was 90 fishes with average body length 18.5-32.5 cm, divided in to 3 groups. Each group consists of 30 catfishes which shocked by current strength of 1 mA, 2 mA , and 3 mA. Each of the current strength still regarded as save as it has not given negative effect to human body (Ouazani et al. 2012). Result showed that the most recommended electric current is 2 mA as it is safe for human body and able to shock the catfishes effectively. Unconscious time of catfish with body length of ≥ 24.5 cm were between 83 – 140 seconds, which faster compared to 1 mA (120-309 seconds), with conscious time of 117-225 seconds which took longer than 3 mA (79-125 seconds).
自2004年以来,印尼政府一直禁止用高压捕鱼,但公众仍在秘密进行捕鱼。其原因被认为是对人类安全的威胁和对水生态系统的破坏。研究人员正试图获得一种安全有效的电流来捕捉鲶鱼,这种鲶鱼在不破坏水域环境的情况下是值得捕捉的。想要的电流可以让一条值得快速捕捉的鲶鱼安静下来,但是游泳时间很慢,所以它有足够的时间被捕获。测试鲶鱼的数量为90条,分成3组,总长度为18.5 - 32.5厘米(6 -3英寸)。每条共有30条鲶鱼,它们被1 mA、2 mA和3 mA的电流电死。电流的三种强度仍然被认为是安全的,因为它没有对人体产生任何负面影响(Ouazani et al. 2012)。其结果是,鲶鱼绝缘最好使用2 mA电流,因为它对人类是安全的,对鲶鱼是有效的。晕倒乐乐长身体的大小应该抓住时间≥24.5厘米之间83—140秒,或者更早被比作1 mA(120-309秒),而时间siumannya 117-225秒或更长的3 mA(79-125秒)。自2004年以来,印尼政府一直在秘密地起诉这些信件。班宁是由一种想法引起的,这种触电对人类安全和水生态系统是有害的。这项研究已经让人们意识到,没有对水电系统的指控,鲶鱼的大小是安全的。电力的需求是能够暂时固定长时间快速移动鲶鱼的唯一动力。在实验中使用的鲶鱼有90头鱼,长度为18.5-32.5厘米,分成3块。每组30只猫的公司由1、2、3个mA的电流所震惊。每一种水流的力量都没有对人体产生负面影响。最近指出,最令人不安的电动力是2 mA,因为它是安全的,可以震惊人类的影响。昏迷不醒文物》(≥24。5厘米的鲶鱼和车身长度正好是83—140秒之间,哪个更快compared to 1 mA(120-309秒),再用117-225秒哪种图克斯的有意识的时间比3 mA(79-125秒)。
{"title":"Electrofishing AMAN DAN SELEKTIF UNTUK PENANGKAPAN LELE (Study of Human Safe Electrofishing Which Selective to Catch Catfish)","authors":"Gondo Puspito, Rolando Akbar Wenang, F. Kurohman","doi":"10.14710/IJFST.15.2.86-93","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.2.86-93","url":null,"abstract":"Metode penangkapan ikan dengan penyetruman telah dilarang oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2004, meskipun masyarakat masih melakukannya secara diam-diam.. Penyebabnya adalah penyetruman dianggap membahayakan keselamatan manusia dan merusak ekosistem perairan. Penelitian mencoba mendapatkan arus listrik yang aman dan efektif untuk menangkap lele ( Clarias sp.) layak tangkap tanpa merusak lingkungan perairan. Arus listrik yang diinginkan dapat memingsankan lele layak tangkap dengan cepat, tetapi waktu siumannya lambat, sehingga memberi waktu yang cukup lama untuk penangkapannya. Jumlah lele yang diuji sebanyak 90 ekor yang dibagi atas 3 kelompok dengan panjang total tubuh antara 18,5-32,5 cm. Masing-masing terdiri atas 30 lele yang disetrum dengan arus listrik 1 mA , 2 mA , dan 3 mA . Ketiga besaran arus listrik masih dianggap aman karena belum memberikan efek negatif bagi tubuh manusia (Ouazani et al. , 2012). Hasilnya adalah penyetruman lele sebaiknya menggunakan arus listrik 2 mA , karena aman bagi manusia dan efektif untuk menyetrum lele. Waktu pingsan lele berukuran layak tangkap yang memiliki panjang tubuh ≥ 24,5 cm antara 83 – 140 detik, atau lebih cepat dibandingkan dengan 1 mA (120-309 detik), sedangkan waktu siumannya 117-225 detik atau lebih lama dari 3 mA (79-125 detik). Electrofishing currently has been banned by Indonesian Government since 2004, regardless, some of the people still do that secretly. The banning caused by the thought that electrofishing indeed harmful to human safety and aquatic ecosystem. This research aimed to obtain the electricity current that safe and effective to catch the proper size of catfish (Clarias sp.) without harming the aquatic ecosystem. Desired electricity current strength is the one that able to temporarily immobilised catfish quickly with long time to be conscious so gives longer time in harvesting activity. The amount catfish used in the experiment was 90 fishes with average body length 18.5-32.5 cm, divided in to 3 groups. Each group consists of 30 catfishes which shocked by current strength of 1 mA, 2 mA , and 3 mA. Each of the current strength still regarded as save as it has not given negative effect to human body (Ouazani et al. 2012). Result showed that the most recommended electric current is 2 mA as it is safe for human body and able to shock the catfishes effectively. Unconscious time of catfish with body length of ≥ 24.5 cm were between 83 – 140 seconds, which faster compared to 1 mA (120-309 seconds), with conscious time of 117-225 seconds which took longer than 3 mA (79-125 seconds).","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124484405","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-17DOI: 10.14710/IJFST.15.2.119-123
Rosi Rahayu, R. I. Wahju, Wazir Mawardi
Penelitian respons mimi terhadap cahaya light emitting diode merah dengan intensitas yang berbeda telah dilakukan pada skala laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola dan laju respons mimi terhadap lampu LED merah dengan intensitas yang berbeda serta menentukan tingkat intensitas LED merah yang tepat untuk mitigasi bycatch mimi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium dengan tiga variabel intensitas cahaya LED merah, yaitu rendah (3,68 × 10-6 W/cm2), intensitas sedang (5,47 × 10-6 W/cm2), dan intensitas tinggi (1,05 × 10-5 W/cm2). Pengujian dilakukan untuk mengamati pola dan laju respons mimi terhadap tiga intensitas cahaya lampu LED merah. Spesies mimi yang dijadikan objek penelitian adalah Tachypleus gigas . Jumlah mimi yang digunakan sebanyak 20 ekor dengan panjang total 30-38 cm. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat respons mimi menjauhi cahaya terbanyak pada LED merah intensitas rendah sebanyak 60%, sedangkan intensitas sedang dan tinggi sebanyak 35% dan 34%. Adapun waktu respons mimi yang tersingkat terdapat pada intensitas cahaya LED rendah selama 32,05 detik dan waktu respons terpanjang terdapat pada intensitas tinggi selama 59,06 detik. Berdasarkan respons penghindaran tersebut, lampu LED dengan intensitas 3,68 × 10 -6 W/cm 2 dapat digunakan sebagai alternatif dalam mitigasi bycatch mimi pada perikanan jaring insang dasar. Research on the response of horsehoe crab toward red light emitting diode lamps with different intensities were carried out on laboratory scale. The purpose of this study were to analyze the pattern and response rate of horseshoe crab against red LEDs with different intensities and determine the intensity of red LED light that is suitable for mitigation bycatch of horseshoe crab. The research method used was experimental laboratory with three viriables, namely low intensity ( 3,68 × 10-6 W/cm2 ) , moderate intensity ( 5,47 × 10-6 W/cm2 ) , and high intensity ( 1,05 × 10-5 W/cm2 ). The experiment was carried out by observing the pattern and the response rate for the red LED lights. The type of spesies used in research is Tachypleus gigas. The number of horseshoe crabs used was 20 with a total lenght of 30-38 cm. Data analysis used was deskriptive comparative method. The result showed that the intensity of the most avoided b y horseshoe crab was a low intensity of 60%, while the moderate and high intensity were 35% and 34% respectively. The shortest horseshoe crab response time is at low intensity for 32,05 seconds and the longest response time is at high intensity for 59,06 seconds. LED light with an intensity of 3,68 × 10-6 W/cm2 provide an avoidance response to horseshoe crab. Based on the avoidance response, LED lights with an intensity of 3,68 × 10-6 W/cm2 can be used as an alternative in mitigation bycatch of horseshoe crab for bottom gillnets fisheries.
咪咪对紫光照射的不同强度的研究在实验室尺度上进行了。本研究旨在确定咪咪对红色LED灯的不同强度的模式和反应速度,并确定红色LED的适当强度水平,以缓解副渔咪咪的缓解。实验室使用的研究方法是实验规模和三个红色的LED灯,即低强度变量(3.68×10-6 W / cm2),在强度(5.47×10-6 W / cm2),高强度(1.05×比分W / cm2)。测试是为了观察mimi对三种红色LED光强度的模式和反应速度。研究对象咪咪的一种是速子虫。咪咪的数量多达20只,总长度为30-38厘米(11英寸)。数据分析是比较描述性的方法。研究结果显示,咪咪对光的反应较低60%,而强度为温和,最高可达35%和34%。至于最短的响应时间,LED灯的低强度为32。05秒,最长的响应时间为59.06秒。根据这些回避反应,LED灯照亮3.68强度×10 - 6 W /厘米2可以用作替代渔业副渔获减排咪咪上基本的刺网。对马蹄蟹反应的研究与其他强烈的二极管融合在一起的研究结果被搁置在实验室的天平上。这项研究的目的是分析马蹄蟹对红色LEDs的模式和反应,用不同的强度和确定性来加强它们的强度,从而消除马蹄蟹的平衡。研究方法以前是实验和三个viriables实验室,namely,低强度(3.68×10-6 W / cm2),温和派都会强度(5.47×10-6 W / cm2),和高强度(1.05×比分W / cm2)。观察到他的模式和他对红色LED灯的反应令人担忧。研究中使用的物种的类型是速子虫。马用的螃蟹的数量是20只,总长度是30厘米。所使用的数据分析是描述相互比较的方法。最新的品种表明,大多数动物的平均身高是60%,而中度和高强度是35%和34%的尊重。短角蟹反应时间为32。05秒,最长的反应时间为59.06秒。LED的光的强度3.68×10-6 W / cm2躲避反应到马蹄蟹的。。改编自之躲避反应,LED灯的强度3.68×10-6 W / cm2可以成为另类的过去美国在mitigation副渔获的马蹄蟹为底gillnets fisheries。
{"title":"RESPONS MIMI (LIMULIDAE, 1819 LEACH) TERHADAP CAHAYA LAMPU LED MERAH DENGAN INTENSITAS YANG BERBEDA UNTUK MITIGASI BYCATCH JARING INSANG DASAR","authors":"Rosi Rahayu, R. I. Wahju, Wazir Mawardi","doi":"10.14710/IJFST.15.2.119-123","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.2.119-123","url":null,"abstract":"Penelitian respons mimi terhadap cahaya light emitting diode merah dengan intensitas yang berbeda telah dilakukan pada skala laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola dan laju respons mimi terhadap lampu LED merah dengan intensitas yang berbeda serta menentukan tingkat intensitas LED merah yang tepat untuk mitigasi bycatch mimi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium dengan tiga variabel intensitas cahaya LED merah, yaitu rendah (3,68 × 10-6 W/cm2), intensitas sedang (5,47 × 10-6 W/cm2), dan intensitas tinggi (1,05 × 10-5 W/cm2). Pengujian dilakukan untuk mengamati pola dan laju respons mimi terhadap tiga intensitas cahaya lampu LED merah. Spesies mimi yang dijadikan objek penelitian adalah Tachypleus gigas . Jumlah mimi yang digunakan sebanyak 20 ekor dengan panjang total 30-38 cm. Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat respons mimi menjauhi cahaya terbanyak pada LED merah intensitas rendah sebanyak 60%, sedangkan intensitas sedang dan tinggi sebanyak 35% dan 34%. Adapun waktu respons mimi yang tersingkat terdapat pada intensitas cahaya LED rendah selama 32,05 detik dan waktu respons terpanjang terdapat pada intensitas tinggi selama 59,06 detik. Berdasarkan respons penghindaran tersebut, lampu LED dengan intensitas 3,68 × 10 -6 W/cm 2 dapat digunakan sebagai alternatif dalam mitigasi bycatch mimi pada perikanan jaring insang dasar. Research on the response of horsehoe crab toward red light emitting diode lamps with different intensities were carried out on laboratory scale. The purpose of this study were to analyze the pattern and response rate of horseshoe crab against red LEDs with different intensities and determine the intensity of red LED light that is suitable for mitigation bycatch of horseshoe crab. The research method used was experimental laboratory with three viriables, namely low intensity ( 3,68 × 10-6 W/cm2 ) , moderate intensity ( 5,47 × 10-6 W/cm2 ) , and high intensity ( 1,05 × 10-5 W/cm2 ). The experiment was carried out by observing the pattern and the response rate for the red LED lights. The type of spesies used in research is Tachypleus gigas. The number of horseshoe crabs used was 20 with a total lenght of 30-38 cm. Data analysis used was deskriptive comparative method. The result showed that the intensity of the most avoided b y horseshoe crab was a low intensity of 60%, while the moderate and high intensity were 35% and 34% respectively. The shortest horseshoe crab response time is at low intensity for 32,05 seconds and the longest response time is at high intensity for 59,06 seconds. LED light with an intensity of 3,68 × 10-6 W/cm2 provide an avoidance response to horseshoe crab. Based on the avoidance response, LED lights with an intensity of 3,68 × 10-6 W/cm2 can be used as an alternative in mitigation bycatch of horseshoe crab for bottom gillnets fisheries.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"51 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130135235","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-17DOI: 10.14710/IJFST.15.2.129-133
Kurniawan Kurniawan, Monischa br Sebayang, E. Utami
Informasi tentang pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan mutlak diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan di Kabupeten Bangka Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi lestari, upaya optimum dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2018. Data primer diambil menggunakan metode kuesioner dengan mengambil jumlah responden sebanyak 98 orang dengan menggunakan rumus slovin. Data sekunder diambil dari Dinas Perikanan Bangka Tengah dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan model surplus produksi dengan metode Schaefer. Hasil penelitian menunjukan nilai MSY ikan pelagis kecil sebesar 6.798,2 ton/tahun, pelagis besar (5.682,34 ton/tahun) dan dan demersal (7.296,288 ton/tahun). Nila upaya penangkapan ikan pelagis kecil sebesar 135.738 trip/tahun, pelagis besar (141.895 trip/tahun), demersal (49.720) trip/tahun. Rata- rata tingkat pemanfaatan tahun 2012-2016, ikan pelagis kecil sebesar 89,561 %, ikan pelagis besar sebesar 63,469 % dan ikan demersal sebesar 102,417%. Data tersebut menunjukan berarti tingkat pemanfaatan sumberdaya sudah pada titik optimal. Information on estimating the potential and level of utilization of fish resources is absolutely necessary in the management of sustainable fisheries resources in Central Bangka Regency. This study aims to analyze the sustainable potential, optimum effort and level of utilization of fish resources. The study was conducted in August to December 2018. Primary data were taken using a questionnaire method with 98 respondents obtained using the Slovin formula. Secondary data were taken from the Central Bangka Fisheries Service and the Bangka Belitung Islands Province Fisheries Marine Service. The research method used is descriptive method with quantitative analysis through a surplus production model approach with the Schaefer method. The results showed the MSY value of small pelagic fish of 6,798.2 tons / year, large pelagic fish (5,682.34 tons / year) and demersal (7,296,288 tons / year). The value of small pelagic fishing effort is 135,738 trip / year, large pelagic (141,895 trip / year), demersal (49,720) trip / year. The average level of utilization in 2012-2016, small pelagic fish was 89.561%, large pelagic fish was 63.469% and demersal fish was 102.417%. The data shows the level of utilization of small and demersal pelagic fish is at an optimal point, while large pelagic fish are still below the optimal point.
{"title":"POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN MENGGUNAKAN METODE SURLPUS PRODUKSI DIPERAIRAN KABUPATEN BANGKA TENGAH (Potential And Level Utilization Of Fish Resources Use The Production Surplus Method In The Waters Of Center Bangka Regency)","authors":"Kurniawan Kurniawan, Monischa br Sebayang, E. Utami","doi":"10.14710/IJFST.15.2.129-133","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.2.129-133","url":null,"abstract":"Informasi tentang pendugaan potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan mutlak diperlukan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan berkelanjutan di Kabupeten Bangka Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi lestari, upaya optimum dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2018. Data primer diambil menggunakan metode kuesioner dengan mengambil jumlah responden sebanyak 98 orang dengan menggunakan rumus slovin. Data sekunder diambil dari Dinas Perikanan Bangka Tengah dan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kuantitatif dengan pendekatan model surplus produksi dengan metode Schaefer. Hasil penelitian menunjukan nilai MSY ikan pelagis kecil sebesar 6.798,2 ton/tahun, pelagis besar (5.682,34 ton/tahun) dan dan demersal (7.296,288 ton/tahun). Nila upaya penangkapan ikan pelagis kecil sebesar 135.738 trip/tahun, pelagis besar (141.895 trip/tahun), demersal (49.720) trip/tahun. Rata- rata tingkat pemanfaatan tahun 2012-2016, ikan pelagis kecil sebesar 89,561 %, ikan pelagis besar sebesar 63,469 % dan ikan demersal sebesar 102,417%. Data tersebut menunjukan berarti tingkat pemanfaatan sumberdaya sudah pada titik optimal. Information on estimating the potential and level of utilization of fish resources is absolutely necessary in the management of sustainable fisheries resources in Central Bangka Regency. This study aims to analyze the sustainable potential, optimum effort and level of utilization of fish resources. The study was conducted in August to December 2018. Primary data were taken using a questionnaire method with 98 respondents obtained using the Slovin formula. Secondary data were taken from the Central Bangka Fisheries Service and the Bangka Belitung Islands Province Fisheries Marine Service. The research method used is descriptive method with quantitative analysis through a surplus production model approach with the Schaefer method. The results showed the MSY value of small pelagic fish of 6,798.2 tons / year, large pelagic fish (5,682.34 tons / year) and demersal (7,296,288 tons / year). The value of small pelagic fishing effort is 135,738 trip / year, large pelagic (141,895 trip / year), demersal (49,720) trip / year. The average level of utilization in 2012-2016, small pelagic fish was 89.561%, large pelagic fish was 63.469% and demersal fish was 102.417%. The data shows the level of utilization of small and demersal pelagic fish is at an optimal point, while large pelagic fish are still below the optimal point.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"125 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121538856","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-12-17DOI: 10.14710/IJFST.15.2.124-128
Nur Kharimah, M. R. Muskananfola, O. Jati
Kawasan pesisir merupakan daerah yang rawan terkena erosi. Mangrove menjadi ekosistem pesisir yang berpengaruh terhadap laju sedimentasi. Keberadaan hutan mangrove dapat membantu menangani erosi di wilayah pesisir. Adanya bentuk perakaran mangrove yang bervariasi dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap laju sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju sedimentasi antara mangrove jenis Rhizophora sp. dengan Avicennia sp., serta untuk mengetahui pengaruh perbedaan bentuk akar mangrove terhadap laju sedimentasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 April – 30 Juli 2018 di kawasan Hutan Mangrove Bedono, Demak. Kegiatan penelitian meliputi penentuan lokasi sampling melalui metode survei, pengukuran laju sedimentasi menggunakan sediment trap , pengukuran parameter fisika kimia dan analisis tekstur sedimen. Lokasi terdiri dari tiga stasiun, masing – masing stasiun terdapat enam titik. Tiga sediment trap diletakkan pada mangrove jenis Rhizophora sp. dan tiga lainnya pada mangrove jenis Avicennia sp. sehingga terdapat delapan belas titik. Laju sedimentasi Rhizophora sp. sebesar 13,01 mg//hari lebih rendah dari pada Avicennia sp. yaitu sebesar 16,78 mg/cm²/hari. Jenis substrat yang diperoleh berupa liat. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa nilai p value = 0,015 . Kesimpulan yang diperoleh adalah bentuk akar tidak mempengaruhi jenis sedimen yang ditangkap dan jumlah hasil tangkapan sedimen Coastal areas were disturbed by abration. Mangrove influence the sedimentation rate and prevent abration coastal. The varied forms of mangrove root caused different effects with the sedimentation rate. The purpose of this research were to find out ratio and effect of the mangrove root differences of Rhizophora sp. and Avicennia sp. to sedimentation rate. The study was conducted in April 7th - July 30th, 2018 in Bedono. The methods of the research were sampling, measuring the sedimentation rate sediment trap, measuring temperature, pH, salinity, and current velocity, and analyzing sediment texture. There were 3 stations with its station had 6 points. Three sediment traps were placed on Rhizophora sp. and the others 3 are in the Avicennia sp. Sedimentation rate of Rhizophora sp. amounting to 13,01 mg / / day lower than Avicennia sp. that is equal to 16,78 mg / / day. ANOVA test showed that p value = 0,015. The type of substrate obtained is clay. The conclusion said that root shape does not affect the type of sediment obtained and amount of sediment catched .
{"title":"ANALISIS LAJU SEDIMENTASI PADA MANGROVE JENIS Rhizophora sp. DAN Avicennia sp. DI PERAIRAN BEDONO, DEMAK(Sedimentation Rate Analysis of Mangrove Rhizophora sp. and Avicennia sp. at Bedono, Demak)","authors":"Nur Kharimah, M. R. Muskananfola, O. Jati","doi":"10.14710/IJFST.15.2.124-128","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.2.124-128","url":null,"abstract":"Kawasan pesisir merupakan daerah yang rawan terkena erosi. Mangrove menjadi ekosistem pesisir yang berpengaruh terhadap laju sedimentasi. Keberadaan hutan mangrove dapat membantu menangani erosi di wilayah pesisir. Adanya bentuk perakaran mangrove yang bervariasi dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap laju sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju sedimentasi antara mangrove jenis Rhizophora sp. dengan Avicennia sp., serta untuk mengetahui pengaruh perbedaan bentuk akar mangrove terhadap laju sedimentasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 7 April – 30 Juli 2018 di kawasan Hutan Mangrove Bedono, Demak. Kegiatan penelitian meliputi penentuan lokasi sampling melalui metode survei, pengukuran laju sedimentasi menggunakan sediment trap , pengukuran parameter fisika kimia dan analisis tekstur sedimen. Lokasi terdiri dari tiga stasiun, masing – masing stasiun terdapat enam titik. Tiga sediment trap diletakkan pada mangrove jenis Rhizophora sp. dan tiga lainnya pada mangrove jenis Avicennia sp. sehingga terdapat delapan belas titik. Laju sedimentasi Rhizophora sp. sebesar 13,01 mg//hari lebih rendah dari pada Avicennia sp. yaitu sebesar 16,78 mg/cm²/hari. Jenis substrat yang diperoleh berupa liat. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa nilai p value = 0,015 . Kesimpulan yang diperoleh adalah bentuk akar tidak mempengaruhi jenis sedimen yang ditangkap dan jumlah hasil tangkapan sedimen Coastal areas were disturbed by abration. Mangrove influence the sedimentation rate and prevent abration coastal. The varied forms of mangrove root caused different effects with the sedimentation rate. The purpose of this research were to find out ratio and effect of the mangrove root differences of Rhizophora sp. and Avicennia sp. to sedimentation rate. The study was conducted in April 7th - July 30th, 2018 in Bedono. The methods of the research were sampling, measuring the sedimentation rate sediment trap, measuring temperature, pH, salinity, and current velocity, and analyzing sediment texture. There were 3 stations with its station had 6 points. Three sediment traps were placed on Rhizophora sp. and the others 3 are in the Avicennia sp. Sedimentation rate of Rhizophora sp. amounting to 13,01 mg / / day lower than Avicennia sp. that is equal to 16,78 mg / / day. ANOVA test showed that p value = 0,015. The type of substrate obtained is clay. The conclusion said that root shape does not affect the type of sediment obtained and amount of sediment catched .","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131372883","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-28DOI: 10.14710/IJFST.15.1.66-72
M. F. Purnama, Haslianti Haslianti, S. Salwiyah, Alfi Kusuma Admaja
Esensi dari penelitian ini dilakukan adalah sebagai referensi mutakhir bagi penelitian terkait dan rekomendasi ilmiah dalam upaya pengelolaan secara lestari dan berkelanjutan sumberdaya kerang kijing ( Anodonta woodiana ) khususnya di Kabupaten Konawe - Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumberdaya kerang kijing ( A. woodiana ) berdasarkan perspektif kelimpahan populasi dan hubungannya dengan parameter kualitas air di Desa Lahotutu Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 – Februari 2019 di SUB DAS anak Sungai Lahombuti, Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling . Pengambilan sampel kerang kijing ( A. woodiana ) dilakukan di lokasi yang memiliki kelimpahan terbesar kerang kijing yaitu di SUB DAS anak sungai Lahombuti, pada “Saluran Irigasi Utama Persawaan” (Diameter : ± 1,75 m, Panjang : ± 4500 m (4,5 km), Kedalaman : ± 110 cm). Sehingga pengambilan sampel kerang kijing ditetapkan pada stasiun yang sama dengan titik sampling yang berbeda. Pengambilan sampel kerang kijing dilakukan dengan metode transek kuadrat yang berukuran 1x1 m 2 sebanyak 3 plot yang ditetapkan secara acak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan kerang kijing tertinggi diperoleh pada bulan Februari sebesar 106,67 ind/m 2 , selanjunya di bulan Januari dengan kelimpahan sebesar 81,33 ind/m 2 , kemudian bulan November sebesar 55,67 ind/m 2 dan besaran kelimpahan terendah terdapat pada bulan Desember sebesar 53 ind/m 2 . Data kelimpahan populasi tersebut pada dasarnya berada pada kategori kelimpahan yang sangat tinggi. Terlebih lagi pengambilan sampel kerang tersebut dilakukan di dalam transek dengan luasan yang sangat kecil (1 x 1 m 2 ). Secara ilmiah hal ini membuktikan bahwa Desa Lahotutu Kecamatan Wonggeduku Barat Kabupaten Konawe memiliki potensi sumberdaya kerang kijing ( A. woodiana ) yang sangat besar The essence of this research is carried out as the latest reference for related research and scientific recommendations in an effort to sustainably manage kijing (Anodonta woodiana) resources, especially in Konawe Regency - Southeast Sulawesi. This study aims to determine the potential of shellfish (A. woodiana) based on the perspective of population abundance and its relationship with water quality parameters in Lahotutu Village, Konawe Regency. This research was conducted in November 2018 - February 2019 in the Sub-watershed of the Lahombuti River in Lahotutu Village, Wonggeduku Barat District, Konawe Regency. The sampling location was determined using the Purposive Random Sampling method. Sampling of Kalambodo mussel (A. woodiana) was carried out at the location with the greatest abundance of mussels, in the Sub-watershed of the Lahombuti tributary of Lahotutu Village, on the "Main Rice Field Irrigation Channel" (diameter: ± 1,75 m, length: ± 4500 m, depth: ± 110 cm). Sampling of mussel was carri
这项研究的本质是,特别是在苏拉威西东南部的科纳威-苏拉威西摄政时期,作为相关研究和科学建议的最新参考。这项研究的目的是从人口过剩的角度以及它与科纳瓦省奥拉图村水质参数的关系来了解kijing贝类的潜力。这项研究于2018年11月至2019年2月在奥拉西布图村奥巴马提河支流的支流下进行。采样方法是用随机抽样方法进行的。抽样kijing蛤(A . woodiana)是在有丰富的地点进行潜艇最大的贝类kijing即在小溪Lahombuti河流域,主要在“灌溉渠Persawaan”(直径:±1.75米,长度:±4500英尺(4.5公里),深度:±110厘米)。因此,kijing蜗牛的样本选取站与不同的抽样点相同。kijing蜗牛的样本是用一x1米(2英尺)宽2米(3米)的随机块方法进行的。这项研究的结果表明,最高的kijing蜗牛数量是2月份106.67个ind/m 2,上升到1月份81.33个ind/m 2,然后11月是55.67个ind/m 2,最低数量是12月53个ind/m 2。人口丰富性数据基本上属于高水平的丰富性类别。更重要的是,提取贻贝的样本是在一个很小的凹槽中进行的(1×1米;2英尺)。科学这就证明Lahotutu村街道Wonggeduku县西方贝壳kijing Konawe有潜力的自然资源(A . woodiana精华》)巨大的这个研究美国carried out是最新的参考相关研究和科学及recommendations in an努力来说sustainably怎么办kijing (Anodonta woodiana)资源,尤其是在Konawe丽晶-东南苏拉威西。这项研究旨在确定shellfish的潜在影响,它是基于对水质污染的影响,以及它与水品质的关系。这项研究是在2018年11月- 2019年2月在旺格图村奥拉邦提河的分水岭进行的。抽样地点用的是随机抽样方法进行了确定。抽样的Kalambodo贻贝(A . woodiana)是有史以来最大的abundance》carried out at the位置与mussels Sub-watershed》,在Lahombuti tributary Lahotutu之村,在“玩Rice Field Irrigation频道”(直径:±1.75米,长度正好±4500米,深度:±110厘米)。贻贝的样本被放置在不同的位置的抽样点上。Kalambodo mussel样本采用了在3个randomly assigned plots上的1x1 m 2 sized transmission method。《最高results of this study indicate that abundance of kijing贝类是获得在二月at 106。67 ind / m 2,《一月with an abundance of The next 81。33 ind / m 2,然后在11月在55。67 ind / m 2 and The lowest abundance in at 12点53分ind / m 2。基本上,种群形成的数据被浓缩在非常高的杂质中。此外,shellfish的样本被埋在一个很小的区域的转移中。《奥巴马村》的科学证明,西翁格库区,科纳威区有非常大的贻贝shellfish潜力。
{"title":"POTENSI SUMBERDAYA KIJING (Anodonta woodiana) DI SUB DAS ANAK SUNGAI LAHOMBUTI KABUPATEN KONAWE - SULAWESI TENGGARA (Potency Of Kijing Resources (Anodonta woodiana) In The Subwatershed Of Lahombuti River Konawe Regency - Southeast Sulawesi)","authors":"M. F. Purnama, Haslianti Haslianti, S. Salwiyah, Alfi Kusuma Admaja","doi":"10.14710/IJFST.15.1.66-72","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.1.66-72","url":null,"abstract":"Esensi dari penelitian ini dilakukan adalah sebagai referensi mutakhir bagi penelitian terkait dan rekomendasi ilmiah dalam upaya pengelolaan secara lestari dan berkelanjutan sumberdaya kerang kijing ( Anodonta woodiana ) khususnya di Kabupaten Konawe - Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumberdaya kerang kijing ( A. woodiana ) berdasarkan perspektif kelimpahan populasi dan hubungannya dengan parameter kualitas air di Desa Lahotutu Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 – Februari 2019 di SUB DAS anak Sungai Lahombuti, Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Random Sampling . Pengambilan sampel kerang kijing ( A. woodiana ) dilakukan di lokasi yang memiliki kelimpahan terbesar kerang kijing yaitu di SUB DAS anak sungai Lahombuti, pada “Saluran Irigasi Utama Persawaan” (Diameter : ± 1,75 m, Panjang : ± 4500 m (4,5 km), Kedalaman : ± 110 cm). Sehingga pengambilan sampel kerang kijing ditetapkan pada stasiun yang sama dengan titik sampling yang berbeda. Pengambilan sampel kerang kijing dilakukan dengan metode transek kuadrat yang berukuran 1x1 m 2 sebanyak 3 plot yang ditetapkan secara acak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan kerang kijing tertinggi diperoleh pada bulan Februari sebesar 106,67 ind/m 2 , selanjunya di bulan Januari dengan kelimpahan sebesar 81,33 ind/m 2 , kemudian bulan November sebesar 55,67 ind/m 2 dan besaran kelimpahan terendah terdapat pada bulan Desember sebesar 53 ind/m 2 . Data kelimpahan populasi tersebut pada dasarnya berada pada kategori kelimpahan yang sangat tinggi. Terlebih lagi pengambilan sampel kerang tersebut dilakukan di dalam transek dengan luasan yang sangat kecil (1 x 1 m 2 ). Secara ilmiah hal ini membuktikan bahwa Desa Lahotutu Kecamatan Wonggeduku Barat Kabupaten Konawe memiliki potensi sumberdaya kerang kijing ( A. woodiana ) yang sangat besar The essence of this research is carried out as the latest reference for related research and scientific recommendations in an effort to sustainably manage kijing (Anodonta woodiana) resources, especially in Konawe Regency - Southeast Sulawesi. This study aims to determine the potential of shellfish (A. woodiana) based on the perspective of population abundance and its relationship with water quality parameters in Lahotutu Village, Konawe Regency. This research was conducted in November 2018 - February 2019 in the Sub-watershed of the Lahombuti River in Lahotutu Village, Wonggeduku Barat District, Konawe Regency. The sampling location was determined using the Purposive Random Sampling method. Sampling of Kalambodo mussel (A. woodiana) was carried out at the location with the greatest abundance of mussels, in the Sub-watershed of the Lahombuti tributary of Lahotutu Village, on the \"Main Rice Field Irrigation Channel\" (diameter: ± 1,75 m, length: ± 4500 m, depth: ± 110 cm). Sampling of mussel was carri","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131155011","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-28DOI: 10.14710/IJFST.15.1.73-79
S. Arsad, Nur Aliya Nabila Zsalzsabil, F. Prasetiya, I. Safitri, D. K. Saputra, M. Musa
Mikroalga merupakan salah satu komponen penyusun perifiton yang hidupnya melekat pada substrat, baik substrat alami maupun substrat buatan. Perifiton memiliki peran salah satunya sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunitas mikroalga perifiton pada substrat berbeda yaitu substrat alami (batu) dan substrat buatan (kaca objek glass) serta untuk menganalisis status mutu perairan berdasarkan pendekatan perifiton. Lokasi penelitian yaitu perairan Ranu Pakis Lumajang dengan 3 stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling . Metode penelitian adalah survei dan dilakukan pada musim barat tahun 2019 dengan waktu pengambilan sampel setiap dua minggu sekali selama enam minggu. Parameter yang dianalisis meliputi identifikasi mikroalga perifiton, penghitungan kelimpahan, indeks biologi, dan pengukuran kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan one way ANOVA dan regresi linear berganda menggunakan Ms. Excel dan SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga perifiton yang ditemukan berasal dari empat divisi yaitu Chrysophyta (47%), Chlorophyta (27%), Cyanophyta (26%), dan Pyrrophyta (0,2%). Secara keseluruhan kelimpahan yang diperoleh berkisar antara 5.567-34.841 sel/cm 2 (substrat alami) dan 14.367-42.563 sel/cm 2 (substrat buatan). Indeks keanekaragaman di perairan Ranu Pakis tergolong tinggi sehingga perairan tergolong bersih (stabil), kecuali pada stasiun 3 tergolong tercemar ringan (kurang stabil). Akan tetapi, tidak ada dominansi pada seluruh stasiun tersebut. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukkan bahwa secara umum nilai kualitas air masih berada di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah PP No.82 Tahun 2001 untuk kegiatan perikanan kelas III. Komponen kualitas air seperti karbondioksida, kecerahan, nitrat, orthofosfat, dan suhu secara simultan berpengaruh terhadap kelimpahan mikroalga sebesar 39,7%. Periphyton microalgae live by attaching to the substrate, both natural and artificial substrate. Perifiton plays role as an aquatic environment bioindicator. This study aimed to analyze periphyton microalgae community in different substrate, natural substrate (stone) and artificial substrate (objeck glass). Furthermore, the microalgae periphyton are used to analyze the environmental status quality. Survey method was used and sampling location is in three site of the Ranu Pakis environment by purposive sampling. Research was carried out in 2019 every two week during six weeks on west season. Identification of periphyton microalgae, density counting, biological indexes, and water quality measurements was taken during the research. All data was analyzed statistically by using one way ANOVA and multiple linear regression by using Ms. Excel and SPSS 23.0. The results depict periphyton microalgae consists of Chrysophyta (47%), Chlorophyta (27%), Cyanophyta (26%), and Pyrrophyta (0,2%). The density of microalgae periphyton was ranging from 5.567 to 34.841 sel.
{"title":"KOMUNITAS MIKROALGA PERIFITON PADA SUBSTRAT BERBEDA DAN PERANNYA SEBAGAI BIONDIKATOR PERAIRAN (Microalga Peryphyton Community on Different Substrates and Its Role as Aquatic Environmental Bioindicator)","authors":"S. Arsad, Nur Aliya Nabila Zsalzsabil, F. Prasetiya, I. Safitri, D. K. Saputra, M. Musa","doi":"10.14710/IJFST.15.1.73-79","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.1.73-79","url":null,"abstract":"Mikroalga merupakan salah satu komponen penyusun perifiton yang hidupnya melekat pada substrat, baik substrat alami maupun substrat buatan. Perifiton memiliki peran salah satunya sebagai bioindikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunitas mikroalga perifiton pada substrat berbeda yaitu substrat alami (batu) dan substrat buatan (kaca objek glass) serta untuk menganalisis status mutu perairan berdasarkan pendekatan perifiton. Lokasi penelitian yaitu perairan Ranu Pakis Lumajang dengan 3 stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling . Metode penelitian adalah survei dan dilakukan pada musim barat tahun 2019 dengan waktu pengambilan sampel setiap dua minggu sekali selama enam minggu. Parameter yang dianalisis meliputi identifikasi mikroalga perifiton, penghitungan kelimpahan, indeks biologi, dan pengukuran kualitas air. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan one way ANOVA dan regresi linear berganda menggunakan Ms. Excel dan SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga perifiton yang ditemukan berasal dari empat divisi yaitu Chrysophyta (47%), Chlorophyta (27%), Cyanophyta (26%), dan Pyrrophyta (0,2%). Secara keseluruhan kelimpahan yang diperoleh berkisar antara 5.567-34.841 sel/cm 2 (substrat alami) dan 14.367-42.563 sel/cm 2 (substrat buatan). Indeks keanekaragaman di perairan Ranu Pakis tergolong tinggi sehingga perairan tergolong bersih (stabil), kecuali pada stasiun 3 tergolong tercemar ringan (kurang stabil). Akan tetapi, tidak ada dominansi pada seluruh stasiun tersebut. Hasil pengukuran parameter kualitas air menunjukkan bahwa secara umum nilai kualitas air masih berada di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah PP No.82 Tahun 2001 untuk kegiatan perikanan kelas III. Komponen kualitas air seperti karbondioksida, kecerahan, nitrat, orthofosfat, dan suhu secara simultan berpengaruh terhadap kelimpahan mikroalga sebesar 39,7%. Periphyton microalgae live by attaching to the substrate, both natural and artificial substrate. Perifiton plays role as an aquatic environment bioindicator. This study aimed to analyze periphyton microalgae community in different substrate, natural substrate (stone) and artificial substrate (objeck glass). Furthermore, the microalgae periphyton are used to analyze the environmental status quality. Survey method was used and sampling location is in three site of the Ranu Pakis environment by purposive sampling. Research was carried out in 2019 every two week during six weeks on west season. Identification of periphyton microalgae, density counting, biological indexes, and water quality measurements was taken during the research. All data was analyzed statistically by using one way ANOVA and multiple linear regression by using Ms. Excel and SPSS 23.0. The results depict periphyton microalgae consists of Chrysophyta (47%), Chlorophyta (27%), Cyanophyta (26%), and Pyrrophyta (0,2%). The density of microalgae periphyton was ranging from 5.567 to 34.841 sel.","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"86 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128578602","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-08-28DOI: 10.14710/IJFST.15.1.80-85
Feri Setiawan, U. Yanuhar, A. Kurniawan
Koi merupakan ikan hias favorit di pasar nasional dan internasional. Proses budidaya untuk menghasilkan koi dengan kualitas terbaik masih menjadi kendala, salah satunya adanya infeksi parasit Myxobolus sp. yang dapat menyebabkan kematian massal dalam waktu singkat. Myxobolus yang menyerang jaringan ikan dapat menyebabkan kerusakan prah pada jaringan. Banyak cara dilakukan oleh pembudidaya Ikan Koi untuk menghindari infeksi Myxobolus , yaitu dengan pengobatan secara alami dan menggunakan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hematologi dan respon imun pada Ikan Koi yang terinfeksi parasit Myxobolus dengan pengobatan dimilin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perlakuan kontrol ikan sehat (A), Ikan koi yang terinfeksi oleh Myxobolus sp. tanpa perlakuan dimilin (B), ikan koi terinfeksi Myxobolus sp dengan perlakuan dimilin 0,02 mg (C), dan ikan yang terinfeksi Myxobolus sp dengan perlakuan dimilin 0,01 mg (D). Pengambilan darah ikan dilakukan dengan metode punksi pembuluh darah bagian caudal dan dilakukan pengamatan hematologi, serta dilakukan pengamatan imunohistokima dengan melihat persentase Diaminobenzidine (DAB) pada ikan. Hasil rata-rata pada perhitungan hematologi leukosit dan eritrosit tertinggi ditemukan pada ikan yang terinfeksi Myxobolus sp tanpa perlakuan dimilin (B), dengan eritrosit 2.913.334 sel / mm 3 dan leukosit 197.184 sel / mm 3 . Hasil respon imun berdasarkan pengamatan imunohistokimia didapatkan nilai DAB perlakuan A adalah 16%, nilai DAB perlakuan B 42,7%, nilai DAB perlakuan C 25,6%, dan nilai DAB perlakuan D 31,4%. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian dimilin dapat mempengaruhi respon hematologi dan dapat mempengaruhi respon imun pada ikan yang dapat ditunjukkan dengan Interleukin-6 pada ikan dengan hasil DAB immunoratio. Koi is a favorite ornamental fish in the national and international markets. Cultivation process to produce koi with the best quality is still have problem, one of the problem is parasitic infection of Myxobolus sp. which can cause mass death in a short time. Myxobolus attacks fish tissue can cause severe damage to tissue. Many ways were used by koi fish farmers to avoid Myxobolus infection which with natural treatment and using chemicals drug. This study aims to determine the hematological effects and immune respons in the koi fish infected with the Myxobolus and treated with dimilin. Experimental method was used in this research with control treatment of healthy fish (A), koi fish infected by Myxobolus sp. without treatment (B), koi fish infected by Myxobolus sp with dimilin treatment 0.02 mg (C), and koi fish infected by Myxobolus sp with dimilin treatment 0.01 mg (D). fish Blood samples were collected with puncture of caudal vessel method and then haematological observations to blood samples, and immunohistokima observations by looking percentage of Diaminobenzidine (DAB) in fish. Highest hematological Results of leukocytes and erythrocytes were found
{"title":"STATUS HEMATOLOGI DAN RESPON IMUN IKAN KOI (Cyprinus carpio) YANG TERINFEKSI Myxobolus sp. DENGAN TREATMENT DIMILIN (Hematological Status and Immune Response of Koi Fish (Cyprinus carpio) Infected by Myxobolus sp. With Treatment of Dimilin)","authors":"Feri Setiawan, U. Yanuhar, A. Kurniawan","doi":"10.14710/IJFST.15.1.80-85","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.1.80-85","url":null,"abstract":"Koi merupakan ikan hias favorit di pasar nasional dan internasional. Proses budidaya untuk menghasilkan koi dengan kualitas terbaik masih menjadi kendala, salah satunya adanya infeksi parasit Myxobolus sp. yang dapat menyebabkan kematian massal dalam waktu singkat. Myxobolus yang menyerang jaringan ikan dapat menyebabkan kerusakan prah pada jaringan. Banyak cara dilakukan oleh pembudidaya Ikan Koi untuk menghindari infeksi Myxobolus , yaitu dengan pengobatan secara alami dan menggunakan bahan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hematologi dan respon imun pada Ikan Koi yang terinfeksi parasit Myxobolus dengan pengobatan dimilin. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan perlakuan kontrol ikan sehat (A), Ikan koi yang terinfeksi oleh Myxobolus sp. tanpa perlakuan dimilin (B), ikan koi terinfeksi Myxobolus sp dengan perlakuan dimilin 0,02 mg (C), dan ikan yang terinfeksi Myxobolus sp dengan perlakuan dimilin 0,01 mg (D). Pengambilan darah ikan dilakukan dengan metode punksi pembuluh darah bagian caudal dan dilakukan pengamatan hematologi, serta dilakukan pengamatan imunohistokima dengan melihat persentase Diaminobenzidine (DAB) pada ikan. Hasil rata-rata pada perhitungan hematologi leukosit dan eritrosit tertinggi ditemukan pada ikan yang terinfeksi Myxobolus sp tanpa perlakuan dimilin (B), dengan eritrosit 2.913.334 sel / mm 3 dan leukosit 197.184 sel / mm 3 . Hasil respon imun berdasarkan pengamatan imunohistokimia didapatkan nilai DAB perlakuan A adalah 16%, nilai DAB perlakuan B 42,7%, nilai DAB perlakuan C 25,6%, dan nilai DAB perlakuan D 31,4%. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian dimilin dapat mempengaruhi respon hematologi dan dapat mempengaruhi respon imun pada ikan yang dapat ditunjukkan dengan Interleukin-6 pada ikan dengan hasil DAB immunoratio. Koi is a favorite ornamental fish in the national and international markets. Cultivation process to produce koi with the best quality is still have problem, one of the problem is parasitic infection of Myxobolus sp. which can cause mass death in a short time. Myxobolus attacks fish tissue can cause severe damage to tissue. Many ways were used by koi fish farmers to avoid Myxobolus infection which with natural treatment and using chemicals drug. This study aims to determine the hematological effects and immune respons in the koi fish infected with the Myxobolus and treated with dimilin. Experimental method was used in this research with control treatment of healthy fish (A), koi fish infected by Myxobolus sp. without treatment (B), koi fish infected by Myxobolus sp with dimilin treatment 0.02 mg (C), and koi fish infected by Myxobolus sp with dimilin treatment 0.01 mg (D). fish Blood samples were collected with puncture of caudal vessel method and then haematological observations to blood samples, and immunohistokima observations by looking percentage of Diaminobenzidine (DAB) in fish. Highest hematological Results of leukocytes and erythrocytes were found ","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"142 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123293435","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2019-07-27DOI: 10.14710/IJFST.15.1.60-65
N. Caesar, U. Yanuhar, M. Musa
Myxobolus merupakan ektoparasit yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian hingga 80%. Dalam praktek akuakultur, probiotik telah digunakan dalam beberapa tahun terakhir probiotik menjadi bagian integral dari praktik budaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian probiotik terhadap hematologi dan respon imun ikan koi yang terserang Myxobolus sp. yakni eritrosit dan leukosit serta ekspresi Nuclear Factor-kappa Beta (NF-kB). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Dalam penelitian ini dibagi ke dalam 4 perlakuan yaitu, perlakuan (A) Kontrol, (B) ikan koi terinfeksi Myxobolus sp., (C) ikan koi terinfeksi Myxobolus sp. dengan pemberian probiotik dosis 0,55 ml dan (D) ikan koi terinfeksi Myxobolus sp. dengan pemberian probiotik dosis 1,1 ml. Metode pemberian perlakuan dengan menambahkan probiotik pada 30 liter air pada bak pemeliharaan. Kemudian dilakukan pengamatan eritrosit dan leukosit. Serta dilakukan Imunohistokimia menggunakan antibodi NF-kB pada jaringan insang. Berdasarkan hasil pengamatan eritrosit diperoleh nilai rata – rata pada perlakuan A sebesar 1.666.667 sel/mm 3 , perlakuan B sebesar 1.940.000 sel/mm 3 , perlakuan C sebesar 1.776.667 sel/mm 3 dan perlakuan D sebesar 1.836.667 sel/mm 3 . Hasil pengamatan leukosit diperoleh nilai rata – rata pada perlakuan A sebesar 119.800 sel/mm 3 , perlakuan B sebesar 492.800 sel/mm 3 , perlakuan C sebesar 308.533 sel/mm 3 dan perlakuan D sebesar 318.400 sel/mm 3 . Selanjutnya, berdasarkan hasil Imunohistokimia didapatkan hasil pada perlakuan A nilai DAB sebesar 15,1%, perlakuan B nilai DAB sebesar 31,7%, perlakuan C nilai DAB sebesar 53,5% dan pada perlakuan D nilai DAB sebesar 47,5 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh terhadap eritrosit dan leukosit serta dapat meningkatkan ekspresi NF-KB sebagai respon imun pada ikan koi ( Cyprinus carpio ) yang terinfeksi Myxobolus sp. Dosis optimal pemberian probiotik yaitu pada dosis 0,55 ml. Myxobolus is a dangerous parasite that can kill up to 80% on koi carp pond.. Probiotic intake has been proven to change the composition of the microbiota, and therefore helps in the recovery of microbiota that are disrupted (by antibiotics or other risk factors) into favorable or normal compositions. The purpose of this study was to determine the effect of probiotic administration on hematology and the immune response of koi fish attacked by Myxobolus sp. namely erythrocytes and leukocytes and expression of Nuclear Factor-kappa Beta (NF-kB). The method used was an experimental by providing probiotics to fish that promoted Myxobolus sp. In this study it was divided into 4 treatments namely, (A) Control, (B) koi carp infected by Myxobolus sp., (C) koi carp infected by Myxobolus sp. with probiotic doses of 0.55 ml and (D) koi fish infected by Myxobolus sp. by administering a probiotic dose of 1.1 ml. The treatment methods were the fish immersed into
{"title":"EFEK PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP IKAN KOI (Cyprinus carpio) YANG TERINFEKSI Myxobolus sp. (Effect of Probiotics Treatment on Koi Carp (Cyprinus carpio) Infected With Myxobolus sp.)","authors":"N. Caesar, U. Yanuhar, M. Musa","doi":"10.14710/IJFST.15.1.60-65","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/IJFST.15.1.60-65","url":null,"abstract":"Myxobolus merupakan ektoparasit yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian hingga 80%. Dalam praktek akuakultur, probiotik telah digunakan dalam beberapa tahun terakhir probiotik menjadi bagian integral dari praktik budaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap penyakit. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian probiotik terhadap hematologi dan respon imun ikan koi yang terserang Myxobolus sp. yakni eritrosit dan leukosit serta ekspresi Nuclear Factor-kappa Beta (NF-kB). Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Dalam penelitian ini dibagi ke dalam 4 perlakuan yaitu, perlakuan (A) Kontrol, (B) ikan koi terinfeksi Myxobolus sp., (C) ikan koi terinfeksi Myxobolus sp. dengan pemberian probiotik dosis 0,55 ml dan (D) ikan koi terinfeksi Myxobolus sp. dengan pemberian probiotik dosis 1,1 ml. Metode pemberian perlakuan dengan menambahkan probiotik pada 30 liter air pada bak pemeliharaan. Kemudian dilakukan pengamatan eritrosit dan leukosit. Serta dilakukan Imunohistokimia menggunakan antibodi NF-kB pada jaringan insang. Berdasarkan hasil pengamatan eritrosit diperoleh nilai rata – rata pada perlakuan A sebesar 1.666.667 sel/mm 3 , perlakuan B sebesar 1.940.000 sel/mm 3 , perlakuan C sebesar 1.776.667 sel/mm 3 dan perlakuan D sebesar 1.836.667 sel/mm 3 . Hasil pengamatan leukosit diperoleh nilai rata – rata pada perlakuan A sebesar 119.800 sel/mm 3 , perlakuan B sebesar 492.800 sel/mm 3 , perlakuan C sebesar 308.533 sel/mm 3 dan perlakuan D sebesar 318.400 sel/mm 3 . Selanjutnya, berdasarkan hasil Imunohistokimia didapatkan hasil pada perlakuan A nilai DAB sebesar 15,1%, perlakuan B nilai DAB sebesar 31,7%, perlakuan C nilai DAB sebesar 53,5% dan pada perlakuan D nilai DAB sebesar 47,5 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian probiotik berpengaruh terhadap eritrosit dan leukosit serta dapat meningkatkan ekspresi NF-KB sebagai respon imun pada ikan koi ( Cyprinus carpio ) yang terinfeksi Myxobolus sp. Dosis optimal pemberian probiotik yaitu pada dosis 0,55 ml. Myxobolus is a dangerous parasite that can kill up to 80% on koi carp pond.. Probiotic intake has been proven to change the composition of the microbiota, and therefore helps in the recovery of microbiota that are disrupted (by antibiotics or other risk factors) into favorable or normal compositions. The purpose of this study was to determine the effect of probiotic administration on hematology and the immune response of koi fish attacked by Myxobolus sp. namely erythrocytes and leukocytes and expression of Nuclear Factor-kappa Beta (NF-kB). The method used was an experimental by providing probiotics to fish that promoted Myxobolus sp. In this study it was divided into 4 treatments namely, (A) Control, (B) koi carp infected by Myxobolus sp., (C) koi carp infected by Myxobolus sp. with probiotic doses of 0.55 ml and (D) koi fish infected by Myxobolus sp. by administering a probiotic dose of 1.1 ml. The treatment methods were the fish immersed into","PeriodicalId":193095,"journal":{"name":"SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123794583","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}