首页 > 最新文献

Tarbiya Journal of Education in Muslim Society最新文献

英文 中文
Teacher Students’ Critical Literacy in the Academic Environment 学术环境下教师学生的批判性素养
Pub Date : 2021-12-28 DOI: 10.15408/tjems.v8i2.24095
Okta Rosfiani, Tanti Sri Kuswiyanti, M. Abdultawab
AbstractIn an academic setting, critical literacy necessitates that teacher-students be critical of every text message (textbooks, videos, films, and other electronic media) that they read from courses. This study aims to illustrate the critical literacy of teacher students in an academic college environment in Jakarta, Indonesia, describing how critical literacy becomes a habit, a need, and eventually becomes a teacher-student culture. This case study employs a qualitative technique with an ethnographic design. Purposive sampling is used in this study. The research participants were a group of 14 female and two male teacher-students from the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education study program. Observation and documentation are used to collect research data. Observer becoming an insider who participates in critical literacy exercises in the classroom. Portfolios, notes on critical literacy activities, assignments, midterm exam scores, and final exam scores are among the documents gathered. According to the findings of this study, we should first put up an online platform scaffolding for critical literacy. Second, it demands significant encouragement from lecturers at the start of students' teaching preparation program, as well as commitment from lecturers and teacher students. Third, teamwork among lecturers in the study program is required. Fourth, critical discussions must be constructed using multiple narratives from scholarly papers and social media texts.AbstrakDalam lingkungan akademik, literasi kritis mengharuskan guru-siswa bersikap kritis terhadap setiap pesan teks (buku teks, video, film, dan media elektronik lainnya) yang mereka baca dari kursus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi kritis siswa guru di lingkungan akademik perguruan tinggi di Jakarta, Indonesia, menggambarkan bagaimana literasi kritis menjadi kebiasaan, kebutuhan, dan akhirnya menjadi budaya guru-siswa. Studi kasus ini menggunakan teknik kualitatif dengan desain etnografi. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah sekelompok 14 orang guru-murid laki-laki dan perempuan dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Observer menjadi orang dalam yang mengikuti latihan literasi kritis di kelas. Portofolio, catatan kegiatan literasi kritis, tugas, nilai ujian tengah semester, dan nilai ujian akhir termasuk di antara dokumen yang dikumpulkan. Menurut temuan penelitian ini, pertama-tama kita harus memasang perancah platform online untuk literasi kritis. Kedua, menuntut dorongan yang signifikan dari dosen di awal program persiapan mengajar mahasiswa, serta komitmen dosen dan mahasiswa guru. Ketiga, kerjasama antar dosen di prodi sangat diperlukan. Keempat, diskusi kritis harus dibangun dengan menggunakan narasi ganda dari karya ilmiah dan teks media sosial. How to Cite: Rosfiani, O., Kuswiyanti, T.S., Abdultawab, M. M. (2021). Teacher Stud
在学术环境中,批判性素养要求师生对他们从课程中读到的每一条文本信息(教科书、视频、电影和其他电子媒体)都持批判态度。本研究旨在说明印尼雅加达一所学术学院环境中教师学生的批判性素养,描述批判性素养如何成为一种习惯、一种需求,并最终成为一种师生文化。本案例研究采用民族志设计的定性技术。本研究采用目的性抽样。研究参与者是一组14名女教师和2名男教师,他们都是来自伊斯兰学校教师教育研究项目的学生。观察和记录是用来收集研究数据的。从旁观者变成内部人士,在课堂上参与批判性的读写能力练习。作品集、关键识字活动笔记、作业、期中考试成绩和期末考试成绩都是收集的文件。根据本研究的发现,我们应该首先搭建一个在线的批判性素养平台脚手架。其次,在学生的教学准备计划开始时,需要讲师的大力鼓励,以及讲师和教师学生的承诺。第三,在学习项目中需要讲师之间的团队合作。第四,批判性讨论必须使用来自学术论文和社交媒体文本的多种叙述来构建。[摘要]dalam lingkungan学院派,文人批评家,大师- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -印度尼西亚,雅加达,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚。蒙古纳坎技术素质登高设计民族学研究进展。目的取样研究。潘迪迪坎古茹Madrasah Ibtidaiyah,潘迪迪坎古茹Madrasah观测数据的分析与分析。观察者门加迪·奥朗·达拉姆杨·门吉·库提·拉提汗文学评论家·迪·克拉斯。作品集,catatan kegiatan literasi kritis, tugas, nilai ujian tengah学期,dan nilai ujian akhir termasuk di antara dokumen yang dikumpulkan。中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译杨Kedua, menuntut dorongan signifikan达里语身上di awal程序persiapan mengajar mahasiswa,舒达komitmen身上丹mahasiswa大师。Ketiga, kerjasama antar dosen di prodi sangat diperlukan。保持,讨论kritis harus dibangun dengan menggunakan narasi ganda dari karya ilmiah dan teks媒体社交。如何引用:Rosfiani, O., Kuswiyanti, t.s., Abdultawab, m.m.(2021)。学术环境下教师学生的批判性素养。[j] .教育学报,2008(2):179-189。doi: 10.15408 / tjems.v8i2.24095。
{"title":"Teacher Students’ Critical Literacy in the Academic Environment","authors":"Okta Rosfiani, Tanti Sri Kuswiyanti, M. Abdultawab","doi":"10.15408/tjems.v8i2.24095","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i2.24095","url":null,"abstract":"AbstractIn an academic setting, critical literacy necessitates that teacher-students be critical of every text message (textbooks, videos, films, and other electronic media) that they read from courses. This study aims to illustrate the critical literacy of teacher students in an academic college environment in Jakarta, Indonesia, describing how critical literacy becomes a habit, a need, and eventually becomes a teacher-student culture. This case study employs a qualitative technique with an ethnographic design. Purposive sampling is used in this study. The research participants were a group of 14 female and two male teacher-students from the Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education study program. Observation and documentation are used to collect research data. Observer becoming an insider who participates in critical literacy exercises in the classroom. Portfolios, notes on critical literacy activities, assignments, midterm exam scores, and final exam scores are among the documents gathered. According to the findings of this study, we should first put up an online platform scaffolding for critical literacy. Second, it demands significant encouragement from lecturers at the start of students' teaching preparation program, as well as commitment from lecturers and teacher students. Third, teamwork among lecturers in the study program is required. Fourth, critical discussions must be constructed using multiple narratives from scholarly papers and social media texts.AbstrakDalam lingkungan akademik, literasi kritis mengharuskan guru-siswa bersikap kritis terhadap setiap pesan teks (buku teks, video, film, dan media elektronik lainnya) yang mereka baca dari kursus. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan literasi kritis siswa guru di lingkungan akademik perguruan tinggi di Jakarta, Indonesia, menggambarkan bagaimana literasi kritis menjadi kebiasaan, kebutuhan, dan akhirnya menjadi budaya guru-siswa. Studi kasus ini menggunakan teknik kualitatif dengan desain etnografi. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah sekelompok 14 orang guru-murid laki-laki dan perempuan dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Observer menjadi orang dalam yang mengikuti latihan literasi kritis di kelas. Portofolio, catatan kegiatan literasi kritis, tugas, nilai ujian tengah semester, dan nilai ujian akhir termasuk di antara dokumen yang dikumpulkan. Menurut temuan penelitian ini, pertama-tama kita harus memasang perancah platform online untuk literasi kritis. Kedua, menuntut dorongan yang signifikan dari dosen di awal program persiapan mengajar mahasiswa, serta komitmen dosen dan mahasiswa guru. Ketiga, kerjasama antar dosen di prodi sangat diperlukan. Keempat, diskusi kritis harus dibangun dengan menggunakan narasi ganda dari karya ilmiah dan teks media sosial. How to Cite: Rosfiani, O., Kuswiyanti, T.S., Abdultawab, M. M. (2021). Teacher Stud","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"51 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78295169","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Islamic Religious Education Study Program at UIN Syarif Hidayatullah and UIN Sunan Gunung Djati
Pub Date : 2021-12-14 DOI: 10.15408/tjems.v8i2.26371
Jejen Musfah, Rusydy Zakaria
AbstractThis study aimed to depict the educational process in the Islamic Religious Education Study Program (IRESP) at Islamic States Universities (UIN) of Jakarta and Bandung, such as the recruitment of students, educational process, and their graduates. This study was conducted with a qualitative approach. Data collection techniques used were document study, Focus Group Discussion (FGD), in-depth interviews, and observation. The study concluded: 1) IRESP’s student recruitment system did not produce students with ample basic competences as teacher candidates such as mastering Arabic, teaching materials, and reading and writing the Koran. The recruitment system also ignored the interests and talents of being a teacher. 2) The educational process of IRESP had not been maximized and effective, such as writing papers, Field Experience Program (Program Pengalaman Lapangan/PLP) 1 and 2, and peer teaching. Teaching practice of the students was still minimal. Besides, Teacher and Teaching Staff Training Institutions (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/LPTK) did not have laboratory schools where the students can practice teaching. 3) Graduates of the Islamic Education Departments generally became honorary teachers even though they did not have teaching certificates. Public and private schools or madrasas recruited teachers without the requirement of teaching certificates. This was UIN’s reason for neither immediately designed a pre-service Teachers’ Professional Education (Pendidikan Profesi Guru/ PPG) curriculum nor carried out in-service PPG till now. 4) LPTK had already standard microteaching rooms, the lecturers of LPTK had met the minimum requirement, and learning had used an active approach.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis proses pendidikan di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Negeri Islam Jakarta (UIN) Jakarta dan Bandung, seperti perekrutan mahasiswa, proses pendidikan, dan lulusan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi. Studi ini menyimpulkan: 1) sistem rekrutmen mahasiswa PAI tidak menghasilkan mahasiswa dengan kompetensi dasar yang cukup sebagai kandidat guru seperti menguasai bahasa Arab, bahan ajar, dan membaca dan menulis Alquran. Sistem rekrutmen juga mengabaikan minat dan bakat menjadi seorang guru. 2) Proses pendidikan PAI belum maksimal dan efektif, seperti menulis makalah, Program Pengalaman Lapangan (PLP) 1 dan 2, dan peer teaching. Praktik mengajar mahasiswa masih minim. Selain itu, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tidak memiliki sekolah laboratorium tempat mahasiswa dapat berlatih mengajar. 3) Lulusan PAI umumnya menjadi guru meskipun mereka tidak memiliki sertifikat mengajar. Sekolah atau madrasah negeri dan swasta merekrut guru tanpa persyaratan sertifikat mengajar. Ini adalah alasan UIN tidak segera merancang kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PP
摘要本研究旨在描述雅加达和万隆伊斯兰国立大学(un)伊斯兰宗教教育研究计划(IRESP)的教育过程,包括招收学生、教育过程和毕业生。本研究采用定性方法进行。采用文献研究、焦点小组讨论(FGD)、深度访谈和观察等数据收集技术。该研究得出结论:1)IRESP的招生系统没有培养出足够的基本能力作为教师候选人的学生,如掌握阿拉伯语,教学材料,阅读和写作古兰经。招聘制度也忽视了教师的兴趣和才能。2) IRESP的教育过程没有最大化和有效,如撰写论文,实地体验计划(Program Pengalaman Lapangan/PLP) 1和2,同伴教学。学生的教学实践仍然很少。此外,教师和教学人员培训机构(Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/LPTK)没有学生可以实践教学的实验学校。3)伊斯兰教育部门的毕业生一般成为荣誉教师,即使他们没有教师证书。公立和私立学校或伊斯兰学校不需要教师证书就可以聘用教师。这也是unin至今没有立即设计职前教师专业教育(Pendidikan Profesi Guru/ PPG)课程,也没有开展在职教师专业教育的原因。4) LPTK已经有了标准的微型教学室,LPTK的讲师达到了最低要求,学习采用了积极的方法。摘要:penelitian ini bertujuan menganalis proses pendidikan di Prodi pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Negeri islami Jakarta (UIN)雅加达丹万隆,seperti perekrutan mahasiswa, proses pendidikan, dan lulusan。Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitati。技术人口统计数据,焦点小组讨论(FGD), wankara mendalam, dan observasi。研究menmenpulkan: 1)系统学习mahasiswa PAI tidak menghasilkan mahasiswa dengan kompetensi dasar yang cuup sebagai候选人guru seperti menguasai bahasa arabic, bahan ajar, danmenbaca danmenulis Alquran。系统崩溃juga mengabaikan minat dan menjadi seorang guru。(2)撰写了专业英语教学、专业英语教学、专业英语教学、专业英语教学、专业英语教学、专业英语教学、专业英语教学、专业英语教学等。Praktik mengajar mahasiswa masih minim。Selain itu, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tidak memiliki sekolah laboratorium tempat mahasiswa dapat berlatih mengajar。3) Lulusan PAI umumnya menjadi guru meskipun mereka tidak memiliki sertifikat mengajar。Sekolah atau madrasah negeri dan swasta merekrut guru tanpa persyaratan sertifikatmengajar。Ini adalah alasan un tidak segera merancang kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG) pra-jabatan Guru atau melaksanakan PPG dalam jabatan sampai sekarang。4) LPTK记忆学微教学标准,LPTK记忆学微教学标准,LPTK记忆学微教学标准,LPTK记忆学微教学标准。
{"title":"Islamic Religious Education Study Program at UIN Syarif Hidayatullah and UIN Sunan Gunung Djati","authors":"Jejen Musfah, Rusydy Zakaria","doi":"10.15408/tjems.v8i2.26371","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i2.26371","url":null,"abstract":"AbstractThis study aimed to depict the educational process in the Islamic Religious Education Study Program (IRESP) at Islamic States Universities (UIN) of Jakarta and Bandung, such as the recruitment of students, educational process, and their graduates. This study was conducted with a qualitative approach. Data collection techniques used were document study, Focus Group Discussion (FGD), in-depth interviews, and observation. The study concluded: 1) IRESP’s student recruitment system did not produce students with ample basic competences as teacher candidates such as mastering Arabic, teaching materials, and reading and writing the Koran. The recruitment system also ignored the interests and talents of being a teacher. 2) The educational process of IRESP had not been maximized and effective, such as writing papers, Field Experience Program (Program Pengalaman Lapangan/PLP) 1 and 2, and peer teaching. Teaching practice of the students was still minimal. Besides, Teacher and Teaching Staff Training Institutions (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan/LPTK) did not have laboratory schools where the students can practice teaching. 3) Graduates of the Islamic Education Departments generally became honorary teachers even though they did not have teaching certificates. Public and private schools or madrasas recruited teachers without the requirement of teaching certificates. This was UIN’s reason for neither immediately designed a pre-service Teachers’ Professional Education (Pendidikan Profesi Guru/ PPG) curriculum nor carried out in-service PPG till now. 4) LPTK had already standard microteaching rooms, the lecturers of LPTK had met the minimum requirement, and learning had used an active approach.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis proses pendidikan di Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Negeri Islam Jakarta (UIN) Jakarta dan Bandung, seperti perekrutan mahasiswa, proses pendidikan, dan lulusan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi. Studi ini menyimpulkan: 1) sistem rekrutmen mahasiswa PAI tidak menghasilkan mahasiswa dengan kompetensi dasar yang cukup sebagai kandidat guru seperti menguasai bahasa Arab, bahan ajar, dan membaca dan menulis Alquran. Sistem rekrutmen juga mengabaikan minat dan bakat menjadi seorang guru. 2) Proses pendidikan PAI belum maksimal dan efektif, seperti menulis makalah, Program Pengalaman Lapangan (PLP) 1 dan 2, dan peer teaching. Praktik mengajar mahasiswa masih minim. Selain itu, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tidak memiliki sekolah laboratorium tempat mahasiswa dapat berlatih mengajar. 3) Lulusan PAI umumnya menjadi guru meskipun mereka tidak memiliki sertifikat mengajar. Sekolah atau madrasah negeri dan swasta merekrut guru tanpa persyaratan sertifikat mengajar. Ini adalah alasan UIN tidak segera merancang kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PP","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"131 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82706498","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Development of E-Learning with Web Enhanced Course Model in Arabic Language Learning at UIN Syarif Hidayatullah 联合国大学阿拉伯语学习电子学习网络强化课程模式的发展
Pub Date : 2021-12-07 DOI: 10.15408/tjems.v8i2.26372
Z. Muttaqin, Yazid Hady, Toto Edidarmo
AbstractThe aim of this study was to develop the design of the e-learning concept through web-enhanced model for students at the Department of Arabic Education at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Research and Development (R&D) by using a 4-D model. The 4-D development model consists of four main stages, namely: Define, Design, Develop and Disseminate. Data were collected through interview and distribution of questionnaire. After that, data analysis process was conducted in the form of both qualitative and quantitative data analysis. The results of the study showed that the development of e-Learning in Arabic learning gave students a new experience / nuance in learning Arabic for 63.5%. In terms of human resources, there is still an assumption that the conventional learning model through face-to-face is still an easy means and at the same time pays attention to the emotional bond between educators and students. This study concludes that the use of e-Learning media is still new to learning Arabic, and therefore, literacy in digital media needs to be developed to make them more accustomed to using it. Moreover, there are still many shortcomings and complaints by students in using e-Learning media in Arabic learning, and therefore, it required lecturers to be more intensive in guiding them.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk pengembangan desain konsep e-learning dengan Model Web Enhanced pembelajaran bahasa Arab pada generasi Z yaitu Mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu dengan mengacu pada research and development (R&D) by using a 4-D model. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Dan teknik pengumpulan data yang diterapkan dengan wawancara dan kuesioner. Adapuun Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat bahwa pengembangan e-learning dalam pembelajaran bahasa arab memberikan mahasiswa pengalaman/nuansa baru dalam pembelajaran bahasa arab yakni sebesar 63.5%. Dari sisi sumber daya manusianya sendiri masih ada anggapan bahwa model pembelajaran konvensional melalui tatap muka masih menjadi sarana yang mudah dan sekaligus memperhatikan ikatan emosional antara pendidik dengan peserta didik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan media e-learning ini masih baru pada pembelajaran Bahasa Arab, tentunya literasi pada media digital perlu dikembangkan sehingga mahasiswa lebih terbiasa dalam menggunakannya. Masih banyak kekurangan dan keluhan oleh mahasiswa dalam menggunakan media e-learning dalam pembelajaran, sehingga mengharuskan dosen harus lebih intens lagi dalam membimbing mereka.
摘要本研究的目的是开发电子学习概念的设计,通过网络增强模型的学生在阿拉伯语教育系的雅加达叙利亚大学希达亚图拉。研发(R&D)使用4-D模型。4d开发模式包括四个主要阶段,即:定义、设计、开发和传播。通过访谈和发放问卷的方式收集数据。之后,以定性和定量数据分析的形式进行数据分析过程。研究结果显示,63.5%的学生认为电子学习在阿拉伯语学习中的发展给他们的阿拉伯语学习带来了新的体验/细微差别。在人力资源方面,仍然假设传统的面对面学习模式仍然是一种简单的手段,同时注重教育者与学生之间的情感纽带。这项研究的结论是,使用电子学习媒体对学习阿拉伯语来说仍然是新的,因此,需要培养数字媒体的素养,使他们更习惯于使用数字媒体。此外,学生在阿拉伯语学习中使用e-Learning媒体还存在许多不足和抱怨,因此需要讲师更加强化对学生的指导。摘要/ abstract摘要:peneltian ini bertujuan untuk pengembangan设计konsep e-learning dengan模型Web增强了penbelajajan arabic padgeneris zyitu Mahasiswa padusan Pendidikan arabic di uis Syarif Hidayatullah Jakarta。Jenis peneltian yang digunakan yitu denacan mengacu pada研究与开发(R&D)利用4-D模型。模型pengembangan 4D terdiri数据4 tahap utama yitu:定义(Pendefinisian),设计(Perancangan),发展(pengembangan)和传播(Penyebaran)。Dan teknik pengumpulan数据yang diterapkan dengan wawancara Dan kuesioner。Adapuun分析数据yang diterapapkan dalam penelitian数据分析数据定性和分析数据定量。Hasil penelitian yang didapat bawa pengembangan e-learning dalam pembelajaran bahasa arab memberikan mahasiswa pengalaman/ nansa baru dalam pembelajaran bahasa arab yakni sebesar 63.5%。达里西西数字达里西西数字达里西西数字达里西西数字达里西西数字达里数字达里西西数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字达里数字在网上学习的同时,还可以在网上学习阿拉伯语,在网上学习阿拉伯语,在网上学习阿拉伯语。Masih banyak kekurangan dan keluhan oleh mahasiswa dalam menggunakan媒体电子学习dalam pembelajaran,将mengharuskan dosen的harus lebih加强了lagi dalam成员的学习。
{"title":"Development of E-Learning with Web Enhanced Course Model in Arabic Language Learning at UIN Syarif Hidayatullah","authors":"Z. Muttaqin, Yazid Hady, Toto Edidarmo","doi":"10.15408/tjems.v8i2.26372","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i2.26372","url":null,"abstract":"AbstractThe aim of this study was to develop the design of the e-learning concept through web-enhanced model for students at the Department of Arabic Education at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Research and Development (R&D) by using a 4-D model. The 4-D development model consists of four main stages, namely: Define, Design, Develop and Disseminate. Data were collected through interview and distribution of questionnaire. After that, data analysis process was conducted in the form of both qualitative and quantitative data analysis. The results of the study showed that the development of e-Learning in Arabic learning gave students a new experience / nuance in learning Arabic for 63.5%. In terms of human resources, there is still an assumption that the conventional learning model through face-to-face is still an easy means and at the same time pays attention to the emotional bond between educators and students. This study concludes that the use of e-Learning media is still new to learning Arabic, and therefore, literacy in digital media needs to be developed to make them more accustomed to using it. Moreover, there are still many shortcomings and complaints by students in using e-Learning media in Arabic learning, and therefore, it required lecturers to be more intensive in guiding them.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk pengembangan desain konsep e-learning dengan Model Web Enhanced pembelajaran bahasa Arab pada generasi Z yaitu Mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan yaitu dengan mengacu pada research and development (R&D) by using a 4-D model. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Dan teknik pengumpulan data yang diterapkan dengan wawancara dan kuesioner. Adapuun Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang didapat bahwa pengembangan e-learning dalam pembelajaran bahasa arab memberikan mahasiswa pengalaman/nuansa baru dalam pembelajaran bahasa arab yakni sebesar 63.5%. Dari sisi sumber daya manusianya sendiri masih ada anggapan bahwa model pembelajaran konvensional melalui tatap muka masih menjadi sarana yang mudah dan sekaligus memperhatikan ikatan emosional antara pendidik dengan peserta didik. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penggunaan media e-learning ini masih baru pada pembelajaran Bahasa Arab, tentunya literasi pada media digital perlu dikembangkan sehingga mahasiswa lebih terbiasa dalam menggunakannya. Masih banyak kekurangan dan keluhan oleh mahasiswa dalam menggunakan media e-learning dalam pembelajaran, sehingga mengharuskan dosen harus lebih intens lagi dalam membimbing mereka.","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"35 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85418562","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Strengthening Children's Religious Education Impact of the Covid-19 Pandemic Through Family Empowerment 通过家庭赋权加强Covid-19大流行对儿童宗教教育的影响
Pub Date : 2021-11-16 DOI: 10.15408/tjems.v8i2.25099
Arifuddin Uksan
AbstractThe purpose of this study is to analyze the extent to which the family has an important role in instilling and growing character values that exist in society through strengthening religion in children as a result of the Covid -19 pandemic. The research method used is a qualitative method with a religious approach. Data collection techniques using documentation techniques in the form of scientific journals and books written by competent authors. The study of data analysis used content analysis techniques. The findings of this study are the strategic position of the family, if properly prepared, will become a vital place for human development, especially in preparing human resources who have noble character qualities. On the contrary, it will be a source of disaster when religion in the family is ignored or does not get an adequate portion. This study contradicts the reinforcement theory of motivation proposed by B. F. Skinner but supports the theory of moral strengthening of Imam Al-Gazali. The conclusion of the study is that family empowerment can strengthen the practice of religion in children as a result of the  Covid-19 pandemic which is very strategic because it essentially aims to change individual behavior, knowledge, attitudes and values and skills.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai karakter yang ada di masyarakat melalui penguatan agama pada anak akibat pandemi Covid -19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan religi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa jurnal ilmiah dan buku-buku yang ditulis oleh penulis yang berkompeten. Kajian analisis data menggunakan teknik analisis isi. Temuan penelitian ini adalah posisi strategis keluarga, jika dipersiapkan dengan baik, akan menjadi tempat vital bagi pembangunan manusia, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas akhlak mulia. Sebaliknya, akan menjadi sumber malapetaka ketika agama dalam keluarga diabaikan atau tidak mendapat porsi yang memadai. Penelitian ini bertentangan dengan teori penguatan motivasi yang dikemukakan oleh B. F. Skinner tetapi mendukung teori penguatan moral Imam Al-Gazali. Kesimpulan penelitian adalah pemberdayaan keluarga dapat memperkuat pengamalan agama pada anak akibat pandemi Covid-19 yang sangat strategis karena pada hakikatnya bertujuan untuk mengubah perilaku individu, pengetahuan, sikap dan nilai serta keterampilan. How to Cite: Uksan, A. (2021). Strengthening Children's Religious Education Impact of the Covid-19 Pandemic Through Family Empowerment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 212-2281. doi:10.15408/tjems.v8i2.25099.
摘要本研究的目的是分析在2019冠状病毒病(Covid -19)大流行后,家庭通过加强儿童的宗教信仰,在灌输和培养社会中存在的品格价值观方面发挥了多大的重要作用。使用的研究方法是一种带有宗教色彩的定性方法。数据收集技术使用文献技术的形式的科学期刊和书籍由合格的作者。数据分析的研究使用了内容分析技术。这项研究的结果是,家庭的战略地位,如果准备得当,将成为人类发展的重要场所,特别是在培养具有高尚品格品质的人力资源方面。相反,当宗教在家庭中被忽视或没有得到足够的部分时,它将成为灾难的根源。本研究否定了斯金纳的动机强化理论,但支持了加扎利的道德强化理论。该研究的结论是,由于Covid-19大流行,家庭赋权可以加强儿童的宗教实践,这是非常具有战略意义的,因为它的本质目的是改变个人行为、知识、态度、价值观和技能。[摘要]在2019冠状病毒病大流行期间,企鹅的数量和数量都在不断增加,企鹅数量也在不断增加。方法penelitian yang digunakan adalah方法qualititan pendekatan religi。人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据,人口普查数据。卡建分析数据,蒙古纳坎技术分析。【翻译】:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:土语的翻译是:我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。Penelitian ini bertentangan dengan teori penguatan motivasi yang dikemukakan oleh B. F. Skinner tetapi mendukung teororpenguatan moral Imam Al-Gazali。我想让我的朋友们知道我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们,我的朋友们。如何引用:Uksan, A.(2021)。通过家庭赋权加强Covid-19大流行对儿童宗教教育的影响。[j] .教育学报,2008(2):1212 - 1221。doi: 10.15408 / tjems.v8i2.25099。
{"title":"Strengthening Children's Religious Education Impact of the Covid-19 Pandemic Through Family Empowerment","authors":"Arifuddin Uksan","doi":"10.15408/tjems.v8i2.25099","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i2.25099","url":null,"abstract":"AbstractThe purpose of this study is to analyze the extent to which the family has an important role in instilling and growing character values that exist in society through strengthening religion in children as a result of the Covid -19 pandemic. The research method used is a qualitative method with a religious approach. Data collection techniques using documentation techniques in the form of scientific journals and books written by competent authors. The study of data analysis used content analysis techniques. The findings of this study are the strategic position of the family, if properly prepared, will become a vital place for human development, especially in preparing human resources who have noble character qualities. On the contrary, it will be a source of disaster when religion in the family is ignored or does not get an adequate portion. This study contradicts the reinforcement theory of motivation proposed by B. F. Skinner but supports the theory of moral strengthening of Imam Al-Gazali. The conclusion of the study is that family empowerment can strengthen the practice of religion in children as a result of the  Covid-19 pandemic which is very strategic because it essentially aims to change individual behavior, knowledge, attitudes and values and skills.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai karakter yang ada di masyarakat melalui penguatan agama pada anak akibat pandemi Covid -19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan religi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa jurnal ilmiah dan buku-buku yang ditulis oleh penulis yang berkompeten. Kajian analisis data menggunakan teknik analisis isi. Temuan penelitian ini adalah posisi strategis keluarga, jika dipersiapkan dengan baik, akan menjadi tempat vital bagi pembangunan manusia, terutama dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas akhlak mulia. Sebaliknya, akan menjadi sumber malapetaka ketika agama dalam keluarga diabaikan atau tidak mendapat porsi yang memadai. Penelitian ini bertentangan dengan teori penguatan motivasi yang dikemukakan oleh B. F. Skinner tetapi mendukung teori penguatan moral Imam Al-Gazali. Kesimpulan penelitian adalah pemberdayaan keluarga dapat memperkuat pengamalan agama pada anak akibat pandemi Covid-19 yang sangat strategis karena pada hakikatnya bertujuan untuk mengubah perilaku individu, pengetahuan, sikap dan nilai serta keterampilan. How to Cite: Uksan, A. (2021). Strengthening Children's Religious Education Impact of the Covid-19 Pandemic Through Family Empowerment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(2), 212-2281. doi:10.15408/tjems.v8i2.25099.","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"41 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81433901","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context 在伊斯兰背景下测量21世纪技能的数学科学工具的框架和原型开发
Pub Date : 2021-11-02 DOI: 10.15408/tjems.v8i1.22120
Z. Zulfiani*, I. P. Suwarna, A. Muin
AbstractThe development of competency assessments that measure 21st century competencies is critical for improving the quality of education. The purpose of this research is to describe a framework and prototype for assessing Math and Science or Math-Sci competency skills in the twenty-first century. The method of development research employed in this study is based on the Akker framework, which entails preliminary research, prototyping, design, and development in a paper and pencil test format. The equipment of the investigation included observation sheets, questionnaires, and tests. This study results in a conceptual framework for the instrument and a verified prototype of the Math-Sci competence evaluation. The Math-Sci competence evaluation is conceptualized around thematic, interdisciplinary questions that integrate three (three) subjects, namely Science (Biology-Physics) and Mathematics, in an Islamic context. Math-Sci, using the ladder analogy (monodisciplinary, interdisciplinary 1, and interdisciplinary 2) to rank students' competency, relates to the thought process of Bloom's taxonomy, the context, and the complexity of the topic. The instrument created was deemed valid and practicable based on the results of expert validation. The development of the Math-Sci competence assessment instrument was the first step toward strengthening assessment for learning and assisting in the improvement of learning through the presentation of integrated contextual problems. AbstrakPengembangan asesmen kompetensi yang membekalkan kecakapan abad 21 sangat urgent untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan framework dan prototype asesmen kompetensi Math-Sci untuk mengukur keterampilan abad 21. Metode penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada framework Akker yang meliputi penelitian pendahuluan, prototipe yang meliputi desain, dan pengembangan dalam format paper and pencil test. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh kerangka konseptual instrumen dan prototipe asesmen kompetensi Math-Sci yang telah divalidasi melalui expert judgment. Kerangka konseptual asesmen kompetensi Math-Sci berupa soal-soal tematik, interdisipliner yang memadukan 3 (tiga) disiplin ilmu yakni IPA (Biologi-Fisika) dan Matematika pada konteks keIslaman. Math-Sci dengan analogi titian anak tangga (monodisiplin, interdisiplin 1, dan  interdisiplin 2) yang mengukur kompetensi peserta didik secara hierarki mengacu pada proses berpikir taksonomi Bloom, konteks dan kompleksitas masalah. Hasil validasi pakar diperoleh instrumen soal yang dikembangkan valid dan layak. Pengembangan instrumen asesmen kompetensi Math-Sci merupakan langkah awal upaya menguatkan asesmen for learning, membantu memperbaiki pembelajaran, bersifat inovatif dengan menghadirkan permasalahan kontekstual integratif.  How to Cite: Zulfiani, Suwarna, I.P., Suwarna, Muin, A. (2021). Framework and Prototyp
摘要发展能够衡量21世纪能力的能力评估对于提高教育质量至关重要。本研究的目的是描述一个评估21世纪数学与科学或数学-科学能力技能的框架和原型。本研究中采用的开发研究方法基于Akker框架,该框架包括初步研究、原型设计、设计和纸笔测试格式的开发。调查的设备包括观察表、问卷和测试。本研究的结果为仪器的概念框架和数学科学能力评估的验证原型。数学-科学能力评估是围绕主题的、跨学科的问题进行概念化的,这些问题在伊斯兰背景下整合了三(三)门学科,即科学(生物-物理)和数学。数学科学,用阶梯类比(单学科、跨学科和跨学科)来给学生的能力排序,与布鲁姆分类法的思维过程、背景和主题的复杂性有关。根据专家验证的结果,认为所创建的仪器是有效和可行的。数学-科学能力评估工具的开发是加强学习评估和通过提出综合情境问题来帮助改善学习的第一步。[摘要]彭彭邦评估委员会(kompetensi yang)成员bekalkan kecakapan和21 sangat urgent untuk成员perbaiki提出彭彭邦评估委员会(pembelajaran di sekolah)。[21][参考译文]:图里桑的框架和原型的评估,数学与科学,数学与科学。方法penelitian penembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu patada框架Akker yang meliputi penelitian pendahulan,原型yang meliputi设计,dan pengembangan dalam格式纸笔测试。仪器:测量、观测、测量、测量。数学与科学领域的专家判断的双重有效性。Kerangka konsepal asesmen kompetensi数学-科学berupa社会-社会关系,跨学科的yang memadukan 3 (tiga) disiplin ilmu yakni IPA(生物学- fisiska)和Matematika paada konteks keIslaman。数学与科学的类比研究:单因子,间因子1,和间因子2。杨孟库尔,数学与科学的类比研究:单因子1,间因子1,和间因子2。Hasil - validasi - pakar - diperoli - instrumesal - yang dikembangkan - valid dan layak。彭彭邦仪器评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学-科学评估数学如何引用:Zulfiani, Suwarna, i.p., Suwarna, Muin, A.(2021)。在伊斯兰背景下测量21世纪技能的数学科学工具的框架和原型开发。[j] .教育学报,2008(1),96-107。doi: 10.15408 / tjems.v8i1.22120。
{"title":"Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context","authors":"Z. Zulfiani*, I. P. Suwarna, A. Muin","doi":"10.15408/tjems.v8i1.22120","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i1.22120","url":null,"abstract":"AbstractThe development of competency assessments that measure 21st century competencies is critical for improving the quality of education. The purpose of this research is to describe a framework and prototype for assessing Math and Science or Math-Sci competency skills in the twenty-first century. The method of development research employed in this study is based on the Akker framework, which entails preliminary research, prototyping, design, and development in a paper and pencil test format. The equipment of the investigation included observation sheets, questionnaires, and tests. This study results in a conceptual framework for the instrument and a verified prototype of the Math-Sci competence evaluation. The Math-Sci competence evaluation is conceptualized around thematic, interdisciplinary questions that integrate three (three) subjects, namely Science (Biology-Physics) and Mathematics, in an Islamic context. Math-Sci, using the ladder analogy (monodisciplinary, interdisciplinary 1, and interdisciplinary 2) to rank students' competency, relates to the thought process of Bloom's taxonomy, the context, and the complexity of the topic. The instrument created was deemed valid and practicable based on the results of expert validation. The development of the Math-Sci competence assessment instrument was the first step toward strengthening assessment for learning and assisting in the improvement of learning through the presentation of integrated contextual problems. AbstrakPengembangan asesmen kompetensi yang membekalkan kecakapan abad 21 sangat urgent untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan framework dan prototype asesmen kompetensi Math-Sci untuk mengukur keterampilan abad 21. Metode penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada framework Akker yang meliputi penelitian pendahuluan, prototipe yang meliputi desain, dan pengembangan dalam format paper and pencil test. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh kerangka konseptual instrumen dan prototipe asesmen kompetensi Math-Sci yang telah divalidasi melalui expert judgment. Kerangka konseptual asesmen kompetensi Math-Sci berupa soal-soal tematik, interdisipliner yang memadukan 3 (tiga) disiplin ilmu yakni IPA (Biologi-Fisika) dan Matematika pada konteks keIslaman. Math-Sci dengan analogi titian anak tangga (monodisiplin, interdisiplin 1, dan  interdisiplin 2) yang mengukur kompetensi peserta didik secara hierarki mengacu pada proses berpikir taksonomi Bloom, konteks dan kompleksitas masalah. Hasil validasi pakar diperoleh instrumen soal yang dikembangkan valid dan layak. Pengembangan instrumen asesmen kompetensi Math-Sci merupakan langkah awal upaya menguatkan asesmen for learning, membantu memperbaiki pembelajaran, bersifat inovatif dengan menghadirkan permasalahan kontekstual integratif.  How to Cite: Zulfiani, Suwarna, I.P., Suwarna, Muin, A. (2021). Framework and Prototyp","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"61 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84884875","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Enculturated Education for Strengthening Character Education in Preventing Intolerance and Radicalism 文化教育加强个性教育,防止偏狭和极端主义
Pub Date : 2021-09-20 DOI: 10.15408/tjems.v8i1.20359
Pamela Cardinale, M. Rofi'i, P. L. Samputra, Ramadhani Achdiawa
AbstractIntolerance and extremism have recently increased in the academic atmosphere or among students. The purpose of this study was to discover the origins of intolerance and radicalism among students, identify the core cause of educational problems, and examine the role of cultural education in building the character of Indonesian students. The Delphi approach was used to assess data gathered from a variety of expert informants. The study's findings revealed four significant causes of intolerance and radicalization: personal factors, education, economic-social-political-cultural issues, and a lack of religious comprehension. The study also found that religious education is less in-depth, with less reading, weak persuasive logic, and a focus on binary truth. Cultural education begins with establishing superior national identity through the Pancasila character ("gotong-royong" or cooperation, empathy, and good critical-thinking abilities); fosters the habit of reading texts critically and comprehensively. Both serve as the foundation for pupils' capacity to solve complex challenges. This study makes recommendations for promoting pupils' religious belief in God and tolerance values. Intoleransi dan ekstremisme akhir-akhir ini meningkat di lingkungan akademik atau di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asal mula intoleransi dan radikalisme di kalangan siswa, mengidentifikasi inti penyebab masalah pendidikan, dan mengkaji peran pendidikan budaya dalam membangun karakter siswa Indonesia. Pendekatan Delphi digunakan untuk menilai data yang dikumpulkan dari berbagai informan ahli. Temuan penelitian mengungkapkan empat penyebab signifikan intoleransi dan radikalisasi: faktor pribadi, pendidikan, masalah ekonomi-sosial-politik-budaya, dan kurangnya pemahaman agama. Studi tersebut juga menemukan bahwa pendidikan agama kurang mendalam, dengan bacaan yang kurang, logika persuasif yang lemah, dan fokus pada kebenaran biner. Pendidikan budaya diawali dengan pembentukan jati diri bangsa yang unggul melalui karakter Pancasila (“gotong-royong” atau kerjasama, empati, dan kemampuan berpikir kritis yang baik); menumbuhkan kebiasaan membaca teks secara kritis dan komprehensif. Keduanya berfungsi sebagai dasar bagi kapasitas siswa untuk memecahkan tantangan yang kompleks. Kajian ini memberikan rekomendasi untuk mempromosikan keyakinan agama siswa kepada Tuhan dan nilai-nilai toleransi.How to Cite: Cardinale, P., Rofi’I, M. S., Samputra, P. L., Achdiawan,  R. (2021). Enculturated Education for Strengthening Character Education in Preventing Intolerance and Radicalism. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 20-43. doi:10.15408/tjems.v8i1.20359.
最近,在学术氛围或学生中,宽容和极端主义有所增加。本研究的目的是发现学生中不宽容和激进主义的根源,找出教育问题的核心原因,并研究文化教育在塑造印尼学生性格方面的作用。德尔菲法用于评估从各种专家举报人收集的数据。研究结果揭示了导致不宽容和激进化的四个重要原因:个人因素、教育、经济-社会-政治-文化问题以及缺乏对宗教的理解。该研究还发现,宗教教育的深度较低,阅读较少,有说服力的逻辑较弱,并且关注二元真理。文化教育始于通过Pancasila性格(“goong -royong”或合作、同理心和良好的批判性思维能力)建立优越的民族认同;培养学生批判性、全面性阅读的习惯。两者都是学生解决复杂挑战能力的基础。本研究对促进小学生对上帝的宗教信仰和宽容价值观提出了建议。不宽容是极端主义的一种表现。Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asal mula intolerisi dan radickalisme di kalangan siswa, mengidentifikasi inti penyebab masalah pendidikan, dan mengkaji peran pendidikan budaya dalam membangun karakter siswa印度尼西亚。Pendekatan Delphi digunakan untuk menilai数据yang dikumpulkan dari berbagai informan ahli。Temuan penelitian mengungkapkan empat penyebab signifikan intolerance - danradikalisasi:因素pribadi, pendidikan, masalah经济-社会-政治-budaya, dankurangnya pemahaman agama。研究tersebut juga menemukan bahwa pendidikan agama kurang mendalam, dengan bacaan yang kurang, logika劝说yang lemah, dan焦点pada kebenaran biner。Pendidikan budaya diawali dengan pembentukan jati diri bangsa yang unggul melalui karakter Pancasila(“goong -royong”atau kerjasama, empati, dan kemampuan berpikir kritis yang baik);Menumbuhkan kebiasaan menbaca teks是一种特殊的文化。Keduanya berfunsi sebagai dasar bagi kapasitas siswa untuk memecahkan tantangan yang kompleks。卡吉尼成员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员推荐卡吉尼会员如何引用:Cardinale, P., Rofi 'I, M. S., Samputra, P. L., Achdiawan, R.(2021)。文化教育加强个性教育,防止偏狭和极端主义。《穆斯林社会的教育》,8(1),20-43。doi: 10.15408 / tjems.v8i1.20359。
{"title":"Enculturated Education for Strengthening Character Education in Preventing Intolerance and Radicalism","authors":"Pamela Cardinale, M. Rofi'i, P. L. Samputra, Ramadhani Achdiawa","doi":"10.15408/tjems.v8i1.20359","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i1.20359","url":null,"abstract":"AbstractIntolerance and extremism have recently increased in the academic atmosphere or among students. The purpose of this study was to discover the origins of intolerance and radicalism among students, identify the core cause of educational problems, and examine the role of cultural education in building the character of Indonesian students. The Delphi approach was used to assess data gathered from a variety of expert informants. The study's findings revealed four significant causes of intolerance and radicalization: personal factors, education, economic-social-political-cultural issues, and a lack of religious comprehension. The study also found that religious education is less in-depth, with less reading, weak persuasive logic, and a focus on binary truth. Cultural education begins with establishing superior national identity through the Pancasila character (\"gotong-royong\" or cooperation, empathy, and good critical-thinking abilities); fosters the habit of reading texts critically and comprehensively. Both serve as the foundation for pupils' capacity to solve complex challenges. This study makes recommendations for promoting pupils' religious belief in God and tolerance values. Intoleransi dan ekstremisme akhir-akhir ini meningkat di lingkungan akademik atau di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui asal mula intoleransi dan radikalisme di kalangan siswa, mengidentifikasi inti penyebab masalah pendidikan, dan mengkaji peran pendidikan budaya dalam membangun karakter siswa Indonesia. Pendekatan Delphi digunakan untuk menilai data yang dikumpulkan dari berbagai informan ahli. Temuan penelitian mengungkapkan empat penyebab signifikan intoleransi dan radikalisasi: faktor pribadi, pendidikan, masalah ekonomi-sosial-politik-budaya, dan kurangnya pemahaman agama. Studi tersebut juga menemukan bahwa pendidikan agama kurang mendalam, dengan bacaan yang kurang, logika persuasif yang lemah, dan fokus pada kebenaran biner. Pendidikan budaya diawali dengan pembentukan jati diri bangsa yang unggul melalui karakter Pancasila (“gotong-royong” atau kerjasama, empati, dan kemampuan berpikir kritis yang baik); menumbuhkan kebiasaan membaca teks secara kritis dan komprehensif. Keduanya berfungsi sebagai dasar bagi kapasitas siswa untuk memecahkan tantangan yang kompleks. Kajian ini memberikan rekomendasi untuk mempromosikan keyakinan agama siswa kepada Tuhan dan nilai-nilai toleransi.How to Cite: Cardinale, P., Rofi’I, M. S., Samputra, P. L., Achdiawan,  R. (2021). Enculturated Education for Strengthening Character Education in Preventing Intolerance and Radicalism. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 20-43. doi:10.15408/tjems.v8i1.20359.","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"67146819","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Inclusive Education at Islamic and General Universities: An Analysis of Policies, Teaching Strategies, and Curriculum Implementation 伊斯兰大学和普通大学的全纳教育:政策、教学策略和课程实施分析
Pub Date : 2021-09-20 DOI: 10.15408/TJEMS.V8I1.18992
Zulkipli Lessy, Abdurachman Assegaf, Sangkot Sirait
AbstractThis study recruited participants from UIN Sunan Kalijaga and Universitas Sanata Dharma in Yogyakarta and the University of Sydney, and the University of Western Sydney in Australia and aimed at investigating whether policies are implemented as a bridge to accommodate disabled students for admission and academic pursuits. In this combined policy research and case study, individual, group, and policymaker interviews were conducted. The findings indicate that, while university policymakers admit students with special needs, a lack of academic advocates among faculty has hampered understanding of pertinent policies. As a result, some lecturers do not pay attention to inclusiveness. There are environmental impediments, a dearth of services throughout the enrollment process, a lack of faculty competencies, and a paucity of information in syllabi indicating where impaired students can access resources. In Australia, colleges are more forthright about accommodating students with special needs during the enrolling process and during class time. Both campuses have disability assessment clinics. However, some are more physically and centrally positioned to facilitate impaired students who self-refer for services. The purpose of this paper is to argue that genuinely inclusive education is not segregated schooling that separates 'normal' pupils from those with special needs. For authentic inclusion, disabled populations require considerate, if not extraordinary, care and services.  AbstrakPenelitian ini merekrut partisipan  di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta serta University of Sydney dan University of Western Sydney di Australia dan bertujuan untuk investigasi apakah kebijakan sebagai sarana untuk mengakomodasi mahasiswa difabel pada proses pendaftaran dan pencapaian akademik. Penelitian kebijakan dan studi kasus ini dilakukan melalui serangkaian interview dengan individu, kelompok, pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pengambil kebijakan menjamin penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan khusus, lemahnya dukungan para pengajar telah mengurangi perhatian penerapan kebijakan yang relevan. Akibatnya, beberapa pengajar kurang menaruh perhatian pada inklusivitas. Terdapat halangan lingkungan, kurangnya layanan selama proses pendaftaran dan kompetensi para pengajar, serta kurangnya petunjuk dalam silabus menjelaskan dimana mahasiswa difabel mengakses sumber-sumber yang diperlukan. Kampus-kampus di Sydney lebih transparan dalam memfasilitasi mahasiswa difabel selama proses pendaftaran dan kuliah. Terdapat banyak pusat layanan, beberapa secara struktural terpusat di kampus untuk diakses. Artikel ini berargumentasi bahwa pendidikan inklusif itu bukan sistem kelas yang memisahkan mahasiswa ‘normal’ dari yang berkebutuhan khusus. Untuk inklusi, mahasiswa difabel perlu digandeng dan mendapatkan pengajaran dan layanan yang memadai.How to Cite: Lessy, Z., Assegaf, A. R., Sirait, S. (2021). Inclusive Educa
摘要本研究招募了来自日惹Sunan Kalijaga大学、圣法大学(Universitas Sanata Dharma in Yogyakarta)、悉尼大学(University of Sydney)和澳大利亚西悉尼大学(University of Western Sydney)的参与者,旨在调查政策的实施是否为残疾学生的入学和学业提供了便利。在这一结合了政策研究和案例研究的研究中,对个人、团体和决策者进行了访谈。研究结果表明,虽然大学政策制定者承认有特殊需求的学生,但教师中缺乏学术倡导者阻碍了对相关政策的理解。因此,一些讲师不注重包容性。环境障碍、整个招生过程中服务的缺乏、教师能力的缺乏,以及教学大纲中缺乏表明残疾学生可以从哪里获得资源的信息。在澳大利亚,大学在招生过程中和上课期间会更加坦率地照顾有特殊需要的学生。两个校区都有残疾评估诊所。然而,有些学校的地理位置更靠近中心,方便残障学生自行咨询服务。本文的目的是论证真正的全纳教育不是将“正常”学生与有特殊需要的学生分开的隔离学校教育。要实现真正的包容,残疾人需要周到的照顾和服务,如果不是特别的照顾和服务的话。摘要:penelitian ini merekrut partisipan di un Sunan Kalijaga University Sanata Dharma di Yogyakarta、悉尼大学、西悉尼大学、澳大利亚dan bertujuan untuk investigasi apakah kebijakan sebagai sarana untuk mengakomodasi mahasiswa difabel pada proses pendaftaran an pencapaian akademik。Penelitian kebijakan dan研究kasus ini dilakukan melalui serangkaian访谈邓根个人,kelompok, penbuat kebijakan。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。秋叶,秋叶,秋叶,秋叶,秋叶,秋叶,秋叶,秋叶。这句话的意思是:“我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说,我是说。”校园-校园悉尼lebih透明的dalam memfasilitasi mahasiswa difabel selama proses pendaftaran dan kuliah。老虎老虎老虎,老虎老虎,老虎老虎,老虎老虎,老虎老虎,老虎老虎,老虎老虎。Artikel ini berargumentasi bahwa pendidikan inklusif it bukan system kelas yang memisahkan mahasiswa ' normal ' dari yang berkebutuhan khusus。Untuk inklusi, mahasiswa difabel perlu digandeng dan mendapatkan pengajaran dan layanan yang memadai。引用方法:李志强,陈志强,陈志强(2013)。信仰与非信仰大学的全纳教育:政策、教学与课程分析。[j] .教育学报,2008(1):1-15。doi: 10.15408 / tjems.v8i1.18992。
{"title":"Inclusive Education at Islamic and General Universities: An Analysis of Policies, Teaching Strategies, and Curriculum Implementation","authors":"Zulkipli Lessy, Abdurachman Assegaf, Sangkot Sirait","doi":"10.15408/TJEMS.V8I1.18992","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/TJEMS.V8I1.18992","url":null,"abstract":"AbstractThis study recruited participants from UIN Sunan Kalijaga and Universitas Sanata Dharma in Yogyakarta and the University of Sydney, and the University of Western Sydney in Australia and aimed at investigating whether policies are implemented as a bridge to accommodate disabled students for admission and academic pursuits. In this combined policy research and case study, individual, group, and policymaker interviews were conducted. The findings indicate that, while university policymakers admit students with special needs, a lack of academic advocates among faculty has hampered understanding of pertinent policies. As a result, some lecturers do not pay attention to inclusiveness. There are environmental impediments, a dearth of services throughout the enrollment process, a lack of faculty competencies, and a paucity of information in syllabi indicating where impaired students can access resources. In Australia, colleges are more forthright about accommodating students with special needs during the enrolling process and during class time. Both campuses have disability assessment clinics. However, some are more physically and centrally positioned to facilitate impaired students who self-refer for services. The purpose of this paper is to argue that genuinely inclusive education is not segregated schooling that separates 'normal' pupils from those with special needs. For authentic inclusion, disabled populations require considerate, if not extraordinary, care and services.  AbstrakPenelitian ini merekrut partisipan  di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta serta University of Sydney dan University of Western Sydney di Australia dan bertujuan untuk investigasi apakah kebijakan sebagai sarana untuk mengakomodasi mahasiswa difabel pada proses pendaftaran dan pencapaian akademik. Penelitian kebijakan dan studi kasus ini dilakukan melalui serangkaian interview dengan individu, kelompok, pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pengambil kebijakan menjamin penerimaan mahasiswa dengan kebutuhan khusus, lemahnya dukungan para pengajar telah mengurangi perhatian penerapan kebijakan yang relevan. Akibatnya, beberapa pengajar kurang menaruh perhatian pada inklusivitas. Terdapat halangan lingkungan, kurangnya layanan selama proses pendaftaran dan kompetensi para pengajar, serta kurangnya petunjuk dalam silabus menjelaskan dimana mahasiswa difabel mengakses sumber-sumber yang diperlukan. Kampus-kampus di Sydney lebih transparan dalam memfasilitasi mahasiswa difabel selama proses pendaftaran dan kuliah. Terdapat banyak pusat layanan, beberapa secara struktural terpusat di kampus untuk diakses. Artikel ini berargumentasi bahwa pendidikan inklusif itu bukan sistem kelas yang memisahkan mahasiswa ‘normal’ dari yang berkebutuhan khusus. Untuk inklusi, mahasiswa difabel perlu digandeng dan mendapatkan pengajaran dan layanan yang memadai.How to Cite: Lessy, Z., Assegaf, A. R., Sirait, S. (2021). Inclusive Educa","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"68 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88062809","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Teachers' Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina 普里什蒂纳一所小学教师对有效教学方法和策略的看法与实践
Pub Date : 2021-06-28 DOI: 10.15408/TJEMS.V8I1.20451
Edona Jahiu
AbstractThis study examined and analyzed nine teachers' teaching practices with children in the sixth to seventh grades of primary school.   Effective teaching was discovered in this study to be dependent on three components of a classroom: 1) introduction – linking prior experience to the new issue; 2) sharing/discussing the primary topic; and 3) reflection/summarizing the lesson learned and new terms acquired. The findings indicated that students' learning and comprehension appeared to be contingent on the teacher's strategies for collaborating with students and constantly focusing their attention on the lesson (particularly on crucial features), which facilitated students' willingness to volunteer for discussion participation through open questions, constructive feedback, and so forth. Additionally, it provided teachers with insight on how to handle unforeseen classroom circumstances. For instance, numerous "attention-seeking" conflicts may arise, preventing the achievement of the objectives when time is spent on them. When reprimands and punishments are utilized, learners are reluctant to seek assistance or express their thoughts. Teachers must demonstrate their managerial competence by refraining to single out specific students in this situationAbstrakStudi ini meneliti dan menganalisis praktik mengajar sembilan guru dengan anak-anak di kelas enam hingga tujuh sekolah dasar. Pengajaran yang efektif ditemukan dalam penelitian ini bergantung pada tiga komponen ruang kelas: 1) pengantar – menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan masalah baru; 2) berbagi/membahas topik utama; dan 3) refleksi/meringkas pembelajaran dan istilah-istilah baru yang diperoleh. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pemahaman siswa tampaknya bergantung pada strategi guru untuk berkolaborasi dengan siswa dan terus-menerus memusatkan perhatian mereka pada pelajaran (terutama pada fitur-fitur penting), yang memfasilitasi kesediaan siswa untuk secara sukarela berpartisipasi dalam diskusi melalui pertanyaan terbuka, umpan balik yang membangun, dan sebagainya. Selain itu, ini memberi para guru wawasan tentang bagaimana menangani keadaan kelas yang tidak terduga. Misalnya, banyak konflik "mencari perhatian" mungkin muncul, mencegah pencapaian tujuan ketika waktu dihabiskan untuk itu. Ketika teguran dan hukuman digunakan, peserta didik enggan untuk mencari bantuan atau mengungkapkan pikiran mereka. Guru harus menunjukkan kompetensi manajerial mereka dengan menahan diri untuk memilih siswa tertentu dalam situasi ini.How to Cite: Jaihu, E. (2021). Teachers' Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 82-95. doi:10.15408/tjems.v8i1.20451.
摘要本研究对九位小学六至七年级教师的教学实践进行了考察和分析。本研究发现,有效的教学依赖于课堂的三个组成部分:1)介绍-将先前的经验与新问题联系起来;2)分享/讨论主要话题;3)反思/总结吸取的教训和学到的新术语。研究结果表明,学生的学习和理解似乎取决于教师与学生合作的策略,并不断将他们的注意力集中在课程上(特别是关键特征上),这促进了学生通过开放式问题、建设性反馈等自愿参与讨论的意愿。此外,它还为教师提供了如何处理不可预见的课堂环境的洞察力。例如,可能会出现许多“寻求注意力”的冲突,当时间花在目标上时,就会阻碍目标的实现。当使用训斥和惩罚时,学习者不愿意寻求帮助或表达自己的想法。在这种情况下,教师必须通过避免挑选特定的学生来展示他们的管理能力。[摘要]彭加兰yang efektif ditemukan dalam penelitian ini bergantong padtiga komponen ruang kelas: 1)彭加兰- menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan masalah baru;2) berbagi/ memberbahas topik utama;丹3)refleksi/meringkas pembelajaran丹istilah-istilah baru Yang diperoleh。Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pemahaman siswa tampaknya bergantung pada strategi guru untuk berkolaboran dengan siswa dan -menerus memusatkan perhatian mereka padajaran (terutama padar -fitur penting), yang memfasilitasi kesediaan siswa untuk secara sukarea berpartisipasi dalam diskusi melalui pertanyaan terbuka, umpan balik yang membangun, dan sebagainya。Selain itu, ini成员,para guru wawasan tentang bagaimana menangani keadaan kelas yang tidak terduga。Misalnya, banyak konflik " menencari perhatian" mungkin muncul, menegah penapaian tujuan ketika waktu dihabiskan untuk itu。在这里,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是,我想说的是。大师harus menunjukkan kompetensi manajerial mereka dengan menahan diri为她memilih siswa tertentu dalam situasi ini。引用方式:Jaihu, E.(2021)。普里什蒂纳一所小学教师对有效教学方法和策略的看法与实践[j] .教育学报,2008(1),82-95。doi: 10.15408 / tjems.v8i1.20451。
{"title":"Teachers' Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina","authors":"Edona Jahiu","doi":"10.15408/TJEMS.V8I1.20451","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/TJEMS.V8I1.20451","url":null,"abstract":"AbstractThis study examined and analyzed nine teachers' teaching practices with children in the sixth to seventh grades of primary school.   Effective teaching was discovered in this study to be dependent on three components of a classroom: 1) introduction – linking prior experience to the new issue; 2) sharing/discussing the primary topic; and 3) reflection/summarizing the lesson learned and new terms acquired. The findings indicated that students' learning and comprehension appeared to be contingent on the teacher's strategies for collaborating with students and constantly focusing their attention on the lesson (particularly on crucial features), which facilitated students' willingness to volunteer for discussion participation through open questions, constructive feedback, and so forth. Additionally, it provided teachers with insight on how to handle unforeseen classroom circumstances. For instance, numerous \"attention-seeking\" conflicts may arise, preventing the achievement of the objectives when time is spent on them. When reprimands and punishments are utilized, learners are reluctant to seek assistance or express their thoughts. Teachers must demonstrate their managerial competence by refraining to single out specific students in this situationAbstrakStudi ini meneliti dan menganalisis praktik mengajar sembilan guru dengan anak-anak di kelas enam hingga tujuh sekolah dasar. Pengajaran yang efektif ditemukan dalam penelitian ini bergantung pada tiga komponen ruang kelas: 1) pengantar – menghubungkan pengalaman sebelumnya dengan masalah baru; 2) berbagi/membahas topik utama; dan 3) refleksi/meringkas pembelajaran dan istilah-istilah baru yang diperoleh. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran dan pemahaman siswa tampaknya bergantung pada strategi guru untuk berkolaborasi dengan siswa dan terus-menerus memusatkan perhatian mereka pada pelajaran (terutama pada fitur-fitur penting), yang memfasilitasi kesediaan siswa untuk secara sukarela berpartisipasi dalam diskusi melalui pertanyaan terbuka, umpan balik yang membangun, dan sebagainya. Selain itu, ini memberi para guru wawasan tentang bagaimana menangani keadaan kelas yang tidak terduga. Misalnya, banyak konflik \"mencari perhatian\" mungkin muncul, mencegah pencapaian tujuan ketika waktu dihabiskan untuk itu. Ketika teguran dan hukuman digunakan, peserta didik enggan untuk mencari bantuan atau mengungkapkan pikiran mereka. Guru harus menunjukkan kompetensi manajerial mereka dengan menahan diri untuk memilih siswa tertentu dalam situasi ini.How to Cite: Jaihu, E. (2021). Teachers' Perspectives and Practices on Effective Teaching Methods and Strategies at a Primary School in Prishtina. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 82-95. doi:10.15408/tjems.v8i1.20451.","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"143 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77839493","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Student Mathematical Literacy Skill of Madrasah in Indonesia with Islamic Context 印尼伊斯兰教背景下的伊斯兰学校学生数学读写能力
Pub Date : 2021-06-28 DOI: 10.15408/tjems.v8i1.3184
L. Kurniawati, Ramdani Miftah, K. Kadir, A. Muin
AbstractMathematical literacy (ML) skill is important because the activities of everyday life are related to mathematics and require prompt and in-depth understanding. Therefore, this study aims to examine the ML skill of madrasah students in Indonesia both as a whole and based on the level of madrasah (MI, MTs, and MA). The sampling technique was then adopted Random Assignment, which obtained a total of 3,285 students from 26 regions in Indonesia. Furthermore, a qualitative descriptive method with a survey technique was used. The instrument used for the was the PISA design with an Islamic context in the form of a description. The results showed the ML skill of madrasah students in Indonesia has an average of 17.23%, with Madrasah Ibtidaiyah (MI) having 6.39%, Madrasah Tsanawiyah (MTs) with 20.01%, and Madrasah Aliyah (MA) with 25.29%. The low ML skill is because most of the students do not understand the context in the questions. The context in the assessment of this skill is important because it helps students to remember what they have learned, relate them to the problems, and offer a solution that fits the given context. Another cause is the lack of using problems that have the characters of PISA questions in the learning process. Therefore, the students are less trained in working on contextual questions and require high-level thinking.AbstrakKemampuan literasi matematis sangat penting karena kegiatan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang berkaitan dengan matematika dan memerlukan pemahaman literasi dalam penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia baik secara keseluruhan maupun berdasarkan tingkat madrasah (MI, MTs, dan MA). Penelitian ini dilaksanakan di 26 wilayah yang ada di Indonesia dengan teknik sampling yang digunakan adalah Random Assignment dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 3285 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik survey.  Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes kemampuan literasi matematis menggunakan desain PISA dengan konteks keislaman yang berbentuk uraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia memiliki rata-rata 17, 23%. Kemampuan literasi matematis untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar 6,39%, untuk siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar 20,01% dan untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) sebesar 25,29%. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia dikarenakan kebanyakan siswa tidak memahami konteks dalam soal. Konteks dalam penilaian literasi matematis merupakan hal yang sangat penting, sebab konteks membawa pola pikir siswa untuk mengingat ulang konsep-konsep yang telah dipelajarinya, menghubungkan dengan permasalahan yang ada dalam konteks, kemudian memformulasikan suatu solusi yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Penyebab
摘要数学素养(ML)技能很重要,因为日常生活中的活动都与数学有关,需要迅速而深入的理解。因此,本研究旨在从整体上考察印尼伊斯兰学校学生的机器学习技能,并基于伊斯兰学校(MI、mt和MA)的水平。然后采用随机分配的抽样方法,从印度尼西亚26个地区共获得3285名学生。此外,定性描述方法与调查技术被使用。所使用的工具是PISA设计,以描述的形式带有伊斯兰背景。结果显示,印度尼西亚伊斯兰学校学生的ML技能平均为17.23%,其中Ibtidaiyah (MI)为6.39%,Tsanawiyah (MTs)为20.01%,Aliyah (MA)为25.29%。ML技能低是因为大多数学生不理解问题中的上下文。在评估这一技能时,情境是很重要的,因为它可以帮助学生记住他们所学的知识,将它们与问题联系起来,并提供适合给定情境的解决方案。另一个原因是在学习过程中没有使用具有PISA问题特征的问题。因此,学生在处理上下文问题方面的训练较少,需要高层次的思维。中文摘要:kemampuan literasi matematis sangat penting karena kegiatan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang berkaitan dengan matematika dan memerlukan pemahaman literasi dalam penyelesaiannya。印尼语:印尼语:印尼语:印尼语:印尼语:印尼语:印尼语:印尼语:伊斯兰教Penelitian ini dilaksanakan di 26 wilayah yang ada di印度尼西亚denganteknik抽样yang digunakan adalah随机分配dan diperoleh样本Penelitian sebanyak 3285 siswa。方法penelitian yang diunakan adalah方法描述质量登干技术调查。仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表仪表Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia memoriliki rata-rata 17,23%。Kemampuan literasi matmatatis untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar 6,39%, untuk siswa Madrasah Tsanawiyah (mt) sebesar 20,01%, untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) sebesar 25,29%。Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi matmatatis siswa madrasah di Indonesia(印尼语)。Konteks dalam penilaii literasi matematis merupakan hal yang sangat penting, sebab Konteks membawa pola pikir siswa untuk mengingat ulang konsep-konsep yang telah dipelajarinya, menghubungkan dengan permasalahan yang ada dalam Konteks, kemudian memformulasikan suatu solusi yang sesuai dengan Konteks yang diberikan。Penyebab lain adalah kurangnya penggunaan masalah yang memiliki karakki perkti soli PISA dalam proses penbelajaran seingga siswa kurang terlatih dalam mengerjakan solan kontekstual dan menuntuk berpikir tingkat tinggi。如何引用:Kurniawati, L. Miftah, R., Kadir, Muin, A.(2021)。印尼伊斯兰教背景下的伊斯兰学校学生数学读写能力。[j] .教育学报,2008(1):108-118。doi: 10.15408 / tjems.v8i1.3184。
{"title":"Student Mathematical Literacy Skill of Madrasah in Indonesia with Islamic Context","authors":"L. Kurniawati, Ramdani Miftah, K. Kadir, A. Muin","doi":"10.15408/tjems.v8i1.3184","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/tjems.v8i1.3184","url":null,"abstract":"AbstractMathematical literacy (ML) skill is important because the activities of everyday life are related to mathematics and require prompt and in-depth understanding. Therefore, this study aims to examine the ML skill of madrasah students in Indonesia both as a whole and based on the level of madrasah (MI, MTs, and MA). The sampling technique was then adopted Random Assignment, which obtained a total of 3,285 students from 26 regions in Indonesia. Furthermore, a qualitative descriptive method with a survey technique was used. The instrument used for the was the PISA design with an Islamic context in the form of a description. The results showed the ML skill of madrasah students in Indonesia has an average of 17.23%, with Madrasah Ibtidaiyah (MI) having 6.39%, Madrasah Tsanawiyah (MTs) with 20.01%, and Madrasah Aliyah (MA) with 25.29%. The low ML skill is because most of the students do not understand the context in the questions. The context in the assessment of this skill is important because it helps students to remember what they have learned, relate them to the problems, and offer a solution that fits the given context. Another cause is the lack of using problems that have the characters of PISA questions in the learning process. Therefore, the students are less trained in working on contextual questions and require high-level thinking.AbstrakKemampuan literasi matematis sangat penting karena kegiatan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali yang berkaitan dengan matematika dan memerlukan pemahaman literasi dalam penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia baik secara keseluruhan maupun berdasarkan tingkat madrasah (MI, MTs, dan MA). Penelitian ini dilaksanakan di 26 wilayah yang ada di Indonesia dengan teknik sampling yang digunakan adalah Random Assignment dan diperoleh sampel penelitian sebanyak 3285 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik survey.  Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes kemampuan literasi matematis menggunakan desain PISA dengan konteks keislaman yang berbentuk uraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia memiliki rata-rata 17, 23%. Kemampuan literasi matematis untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebesar 6,39%, untuk siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebesar 20,01% dan untuk siswa Madrasah Aliyah (MA) sebesar 25,29%. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi matematis siswa madrasah di Indonesia dikarenakan kebanyakan siswa tidak memahami konteks dalam soal. Konteks dalam penilaian literasi matematis merupakan hal yang sangat penting, sebab konteks membawa pola pikir siswa untuk mengingat ulang konsep-konsep yang telah dipelajarinya, menghubungkan dengan permasalahan yang ada dalam konteks, kemudian memformulasikan suatu solusi yang sesuai dengan konteks yang diberikan. Penyebab","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"89 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90736307","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic 2019冠状病毒病大流行期间,学生对改编在线《古兰经》学习的反应
Pub Date : 2021-06-25 DOI: 10.15408/TJEMS.V8I1.21715
Rifda Shabrina, U. Chaeruman, I. Tarjiah
AbstractTahsin Quran is a method of learning to read the Quran that strives to increase the reader's ability to adhere to the guidelines established (tajwid). In tahsin Quran learning, teachers must pay close attention to students' letter pronunciation in the Quran, ideally face-to-face or in sync. However, the COVID-19 pandemic has necessitated online learning, requiring some alterations to its application. The purpose of this study was to determine how students respond to online Quran learning conducted virtually in one of South Tangerang's Quran learning facilities. Students are given questionnaires about instructor competencies, the substance of learning materials, and the efficiency of tahsin online learning, which are reinforced by an interview with one of the teachers, an institution member, and students. The results indicated that, based on student answers, the institution's implementation of tahsin Quran online learning has been highly successful, with some notes and inputs to consider to improve the quality of Quran online learning in the future.AbstrakTahsin Al-Qur’an merupakan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang bertujuan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah (tajwid) yang ditetapkan. Dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an, guru atau instruktur perlu memperhatikan ketepatan tiap siswanya dalam melafalkan huruf dalam Al-Qur’an sehingga pembelajaran idealnya dilakukan secara tatap muka atau sinkron. Namun pandemi COVID-19 mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring sehingga membutuhkan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan secara virtual di salah satu lembaga pembelajaran Al-Qur’an di Tangerang Selatan. Kuesioner mengenai kemampuan guru, isi materi pembelajaran, dan efektifitas pembelajaran tahsin yang dilaksanakan secara online diberikan kepada siswa yang kemudian hasilnya dilengkapi dengan hasil wawancara kepada salah satu guru, pihak lembaga, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan di lembaga tersebut telah berjalan sangat baik dengan beberapa catatan dan masukan yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran tahsin Al-Qur’an daring yang akan datang.How to Cite: Shabrina, R., Chaeruman, U. A., Tarjiah, I. (2021). Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v8i1.21715.
诵读《古兰经》是一种学习阅读《古兰经》的方法,旨在提高读者遵守既定指导原则的能力。在诵读《古兰经》时,教师必须密切关注学生在《古兰经》中的字母发音,最好是面对面或同步诵读。然而,COVID-19大流行使得在线学习成为必要,需要对其应用进行一些修改。本研究的目的是确定学生对在南坦格朗的古兰经学习设施中进行的在线古兰经学习的反应。学生将获得关于讲师能力、学习材料的内容和在线学习效率的问卷,并通过与一位教师、一名机构成员和学生的访谈来加强这些问卷。结果表明,根据学生的回答,该机构在实施塔新古兰经在线学习方面取得了很大的成功,并提出了一些注意事项和建议,以提高未来古兰经在线学习的质量。摘要:tajwid (tajwid): tajwid (tajwid): tajwid (tajwid)。在《古兰经》中,有一位大师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师,他的导师。Namun大流行COVID-19 mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara大胆地将其命名为“menbutuhkan beberapa penyesaian dalam pelaksanaannya”。Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana响应siswa pembelajaran tahsin《古兰经》在线yang dilaksanakan secara虚拟di salah satu lembaga penbelajaran《古兰经》在Tangerang Selatan。Kuesioner mengenai kemampuan guru, isi materi pembelajan, dan efektifitas pembelajan tahsin yang dilaksanakan secara online diberikan kepaada siswa yang kemudian hasilya dilengkapi dengan hasil wawancara kepaada salah satu guru, pihak lembaga, dan siswa。Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan响应siswa penbelajaran tahsin《古兰经》在线yang dilaksanakan di lembaga tersebut telah berjalan sangat baik dengan beberajan catatan dan masukan yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas penbelajaran tahsin《古兰经》敢yang akan datang。引用方法:夏布丽娜,R., Chaeruman, U., Tarjiah .(2021)。2019冠状病毒病大流行期间,学生对改编在线《古兰经》学习的反应[j] .教育学报,2008(1),57-65。doi: 10.15408 / tjems.v8i1.21715。
{"title":"Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic","authors":"Rifda Shabrina, U. Chaeruman, I. Tarjiah","doi":"10.15408/TJEMS.V8I1.21715","DOIUrl":"https://doi.org/10.15408/TJEMS.V8I1.21715","url":null,"abstract":"AbstractTahsin Quran is a method of learning to read the Quran that strives to increase the reader's ability to adhere to the guidelines established (tajwid). In tahsin Quran learning, teachers must pay close attention to students' letter pronunciation in the Quran, ideally face-to-face or in sync. However, the COVID-19 pandemic has necessitated online learning, requiring some alterations to its application. The purpose of this study was to determine how students respond to online Quran learning conducted virtually in one of South Tangerang's Quran learning facilities. Students are given questionnaires about instructor competencies, the substance of learning materials, and the efficiency of tahsin online learning, which are reinforced by an interview with one of the teachers, an institution member, and students. The results indicated that, based on student answers, the institution's implementation of tahsin Quran online learning has been highly successful, with some notes and inputs to consider to improve the quality of Quran online learning in the future.AbstrakTahsin Al-Qur’an merupakan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang bertujuan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an agar sesuai dengan kaidah (tajwid) yang ditetapkan. Dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an, guru atau instruktur perlu memperhatikan ketepatan tiap siswanya dalam melafalkan huruf dalam Al-Qur’an sehingga pembelajaran idealnya dilakukan secara tatap muka atau sinkron. Namun pandemi COVID-19 mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring sehingga membutuhkan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan secara virtual di salah satu lembaga pembelajaran Al-Qur’an di Tangerang Selatan. Kuesioner mengenai kemampuan guru, isi materi pembelajaran, dan efektifitas pembelajaran tahsin yang dilaksanakan secara online diberikan kepada siswa yang kemudian hasilnya dilengkapi dengan hasil wawancara kepada salah satu guru, pihak lembaga, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan respon siswa pembelajaran tahsin Al-Qur’an online yang dilaksanakan di lembaga tersebut telah berjalan sangat baik dengan beberapa catatan dan masukan yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas pembelajaran tahsin Al-Qur’an daring yang akan datang.How to Cite: Shabrina, R., Chaeruman, U. A., Tarjiah, I. (2021). Students’ Responses to Adapted Online Tahsin Quran Learning during the COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v8i1.21715.","PeriodicalId":31139,"journal":{"name":"Tarbiya Journal of Education in Muslim Society","volume":"115 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72828243","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
期刊
Tarbiya Journal of Education in Muslim Society
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1