Pub Date : 2022-11-11DOI: 10.30595/jrst.v6i1.11097
Rachmat Ramadhan Nur Syamsuri, Ahmad Zainuri, Muhammad Kasim
GORR atau Gorontalo Outer Ring Road merupakan jalan nasional yang menghubungkan tiga wilayah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian tiga wilayah tersebut yang mana sejarah geologinya berada pada busur kepulauan magmatik dengan peristiwa struktural terjadi sebanyak 2 periode mengakibatan intensif rekahan yang terbentuk. Penggunaan metode GSI bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas massa batuan dengan pengambilan data menggunakan scanline mapping kemudian penilaian GSI berdasarkan paramater yang ditentukan meliputi Structure Rating dan Surface Conditon Rating. Hasil analisa mendapatkan bahwa lereng ini memiliki nilai GSI sebesar 45 yang menunjukan kualitas maasa batuan buruk-sedang. Potensi perkiraan terjadinya bahaya geoteknik diakibatkan adanya arah kemiringan lapisan yang searah dengan lereng. Oleh karena, itu perlu adanya perencanaan yang tepat ataupun perkuatan.
{"title":"Metode Geological Strength Index (GSI) untuk Perkiraan Bahaya Bencana Geoteknik pada Lereng Ruas Gorontalo Outer Ring Road Segment 1 STA 6+450","authors":"Rachmat Ramadhan Nur Syamsuri, Ahmad Zainuri, Muhammad Kasim","doi":"10.30595/jrst.v6i1.11097","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11097","url":null,"abstract":"GORR atau Gorontalo Outer Ring Road merupakan jalan nasional yang menghubungkan tiga wilayah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian tiga wilayah tersebut yang mana sejarah geologinya berada pada busur kepulauan magmatik dengan peristiwa struktural terjadi sebanyak 2 periode mengakibatan intensif rekahan yang terbentuk. Penggunaan metode GSI bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas massa batuan dengan pengambilan data menggunakan scanline mapping kemudian penilaian GSI berdasarkan paramater yang ditentukan meliputi Structure Rating dan Surface Conditon Rating. Hasil analisa mendapatkan bahwa lereng ini memiliki nilai GSI sebesar 45 yang menunjukan kualitas maasa batuan buruk-sedang. Potensi perkiraan terjadinya bahaya geoteknik diakibatkan adanya arah kemiringan lapisan yang searah dengan lereng. Oleh karena, itu perlu adanya perencanaan yang tepat ataupun perkuatan.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"18 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"86764826","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lazismu merupakan bagian penting yang mengemban tugas sebagai pengelola dan manajemen modern untuk zakat, infaq dan sedekah. Beberapa masalah yang terjadi bukan pada pengelolaannya tetapi pendistribusiannya. Di masa pandemi seperti ini perlu adanya suatu terobosan dalam rangka menyelesaikan masalah yang dimaksud. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sebuah sistem yang diberi nama Aplikasi Lazismu yang berfungsi memberikan kemudahan dalam hal informasi, pengelolaan, dan pendistribusian berbasis database dan peta digital. Manfaat dari penelitian ini agar sistem yang dibuat dapat mempermudah proses penyaluran zakat, infaq dan sedekah nantinya yang menjadi permasalahan utama dari setiap lazismu. Hasil penelitian ini dikerjakan berdasarkan roadmap penelitian secara simultan mulai dari pendataan (database) sampai dengan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah itu sendiri. Metode pengembangan yang digunakan yakni prototype, karena prototype dianggap cocok dalam rangka menemukan permintaan dan sesuai kegunaan nantinya. Dari hasil penelitian memudahkan proses penyaluran ZIS di Lazismu Gorontalo berbasis teknologi informasi. Banyak masyarakat yang terbantu dari segi informasi dan juga transparansi penyalurannya.
{"title":"Inovasi Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infaq dan Sedekah Lazismu Gorontalo","authors":"Mohamad Ilyas Abas, Irawan Ibrahim, Salahudin Pakaya","doi":"10.30595/jrst.v6i1.11939","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11939","url":null,"abstract":"Lazismu merupakan bagian penting yang mengemban tugas sebagai pengelola dan manajemen modern untuk zakat, infaq dan sedekah. Beberapa masalah yang terjadi bukan pada pengelolaannya tetapi pendistribusiannya. Di masa pandemi seperti ini perlu adanya suatu terobosan dalam rangka menyelesaikan masalah yang dimaksud. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat sebuah sistem yang diberi nama Aplikasi Lazismu yang berfungsi memberikan kemudahan dalam hal informasi, pengelolaan, dan pendistribusian berbasis database dan peta digital. Manfaat dari penelitian ini agar sistem yang dibuat dapat mempermudah proses penyaluran zakat, infaq dan sedekah nantinya yang menjadi permasalahan utama dari setiap lazismu. Hasil penelitian ini dikerjakan berdasarkan roadmap penelitian secara simultan mulai dari pendataan (database) sampai dengan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah itu sendiri. Metode pengembangan yang digunakan yakni prototype, karena prototype dianggap cocok dalam rangka menemukan permintaan dan sesuai kegunaan nantinya. Dari hasil penelitian memudahkan proses penyaluran ZIS di Lazismu Gorontalo berbasis teknologi informasi. Banyak masyarakat yang terbantu dari segi informasi dan juga transparansi penyalurannya.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"92 6 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87751198","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-11DOI: 10.30595/jrst.v6i1.11544
Mohamad Dio Pangulu, Muhammad Kasim, Ronal Hutagalung
Daerah penelitian terdapat di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, secara astronomis daerah penelitian terdapat pada koordinat 0º19ˈ22.8ˈˈ- 0º23ˈ2.4ˈˈLintang Utara dan 123º12ˈ14.4ˈˈ- 123º16ˈ22.8ˈˈ Bujur Timur. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan berupa pemetaan geologi yang dilakukan secara detail dengan pengambilan sampel dan di sertai dengan analisis laboratorium. Secara regional daerah kecamatan bulawa terdapat pada formasi gunung api Pinogu dan formasi gunung api Bilungala yang berumur 1.45+ 0.13 Juta tahun dan batuan gunung api bilungala yang berumur 5.23 + 0.31 juta tahun dan 5.40 + 0.69 juta tahun lalu. Pada daerah penelitian sendiri terdapat satuan tuff lapili yang terbagi menjadi tiga bagian yakni; tuf lapili Tihu, tuf lapili Batu Hijau dan tuf lapili Kaidundu yang tersebar di hampir seluruh lokasi peneltian yang dicirikan dengan warna putih, bergradasi, bantuk butir membulat sampai menyudut dengan ukuran 1/16-2 mm, serta di tiap batuan memiliki ciri yang tersendiri berdasarkan struktur dan tektur yang terdapat pada batuan. batuan ini merupakan hasil dari endapan jatuhan piroklastik yang di amati dari tektur maupun struktur batuan di sertai dengan pengamatan petrografi.
{"title":"Karakteristik Batuan Tuff Lapili Daerah Kecamatan Buawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo","authors":"Mohamad Dio Pangulu, Muhammad Kasim, Ronal Hutagalung","doi":"10.30595/jrst.v6i1.11544","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11544","url":null,"abstract":"Daerah penelitian terdapat di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, secara astronomis daerah penelitian terdapat pada koordinat 0º19ˈ22.8ˈˈ- 0º23ˈ2.4ˈˈLintang Utara dan 123º12ˈ14.4ˈˈ- 123º16ˈ22.8ˈˈ Bujur Timur. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan berupa pemetaan geologi yang dilakukan secara detail dengan pengambilan sampel dan di sertai dengan analisis laboratorium. Secara regional daerah kecamatan bulawa terdapat pada formasi gunung api Pinogu dan formasi gunung api Bilungala yang berumur 1.45+ 0.13 Juta tahun dan batuan gunung api bilungala yang berumur 5.23 + 0.31 juta tahun dan 5.40 + 0.69 juta tahun lalu. Pada daerah penelitian sendiri terdapat satuan tuff lapili yang terbagi menjadi tiga bagian yakni; tuf lapili Tihu, tuf lapili Batu Hijau dan tuf lapili Kaidundu yang tersebar di hampir seluruh lokasi peneltian yang dicirikan dengan warna putih, bergradasi, bantuk butir membulat sampai menyudut dengan ukuran 1/16-2 mm, serta di tiap batuan memiliki ciri yang tersendiri berdasarkan struktur dan tektur yang terdapat pada batuan. batuan ini merupakan hasil dari endapan jatuhan piroklastik yang di amati dari tektur maupun struktur batuan di sertai dengan pengamatan petrografi.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"45 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87721069","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Farkhan Hariyadi Berbudi Bowoleksono, D. Kusumawardani, M. Fathoni
Perguruan tinggi merupakan lembaga penyelenggara pendidikan di tingkat tinggi yang memiliki beberapa fungsi dan bermacam-macam jurusan. Calon mahasiswa baru harus tepat dalam memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minat bakat agar tidak mengalami kesulitan. Kesulitan dalam memilih jurusan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain asal jurusan di sekolah sebelumnya, minat bakat, nilai rapot dan ujian serta adanya paksaan dari orang tua. Bagian Pemasaran Perguruan Tinggi Swasta telah mengantisipasi permasalahan kesulitan memilih jurusan dengan mengarahkan calon mahasiswa baru untuk mengikuti tes minat bakat melalui aplikasi PakBudi. Selama aplikasi dibuat dan digunakan, belum dilakukan pengukuran fungsi aplikasi terhadap harapan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja aplikasi PakBudi terhadap minat pendaftaran calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja aplikasi PakBudi adalah End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode EUCS memiliki 5 (lima) dimensi indikator, diantaranya Content, Accuracy, Format, Ease of Use dan Timeliness. Kelebihan dari metode EUCS yaitu lebih menekankan kepada tingkat kepuasan (satisfaction) pengguna dengan melakukan evaluasi pada sistem meliputi isi, keakuratan, tampilan atau format, kemudahan pengguna dan ketepatan waktu. Hasil penelitian yaitu aplikasi PakBudi memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna dan memiliki kemudahan dalam penggunaan dengan hasil sebesar 85%.
这所大学是一个高级教育组织者机构,其职能和专业各不相同。未来的大一新生应该能够根据人才的能力和兴趣选择专业,以免遇到困难。选择专业的困难受到几个因素的影响,包括前学校的专业背景、才能感、分数和考试成绩以及父母的强迫。私立大学的市场营销部门已经预测了选择专业的困难,通过引导未来的大一新生通过PakBudi app参加人才兴趣测试。只要应用程序被创建和使用,就没有测量应用程序的功能与用户的期望。本研究旨在评估巴基斯坦大学生入学兴趣的表现。用于评估PakBudi应用程序性能的方法是End User gravity (EUCS)。EUCS方法有5个(5)指标维度,其中包括EUCS方法的优点是通过对系统进行评估来强调用户满意度,包括内容、准确性、外观或格式、用户可行性和守时。PakBudi应用程序为用户提供了有益的信息,并且能够在85%的回报下有效使用。
{"title":"Evaluasi Kinerja Aplikasi PakBudi Terhadap Minat Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru Menggunakan Metode End User Computing Satisfaction (EUCS) pada Perguruan Tinggi Swasta","authors":"Farkhan Hariyadi Berbudi Bowoleksono, D. Kusumawardani, M. Fathoni","doi":"10.30595/jrst.v6i1.9916","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.9916","url":null,"abstract":"Perguruan tinggi merupakan lembaga penyelenggara pendidikan di tingkat tinggi yang memiliki beberapa fungsi dan bermacam-macam jurusan. Calon mahasiswa baru harus tepat dalam memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan minat bakat agar tidak mengalami kesulitan. Kesulitan dalam memilih jurusan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain asal jurusan di sekolah sebelumnya, minat bakat, nilai rapot dan ujian serta adanya paksaan dari orang tua. Bagian Pemasaran Perguruan Tinggi Swasta telah mengantisipasi permasalahan kesulitan memilih jurusan dengan mengarahkan calon mahasiswa baru untuk mengikuti tes minat bakat melalui aplikasi PakBudi. Selama aplikasi dibuat dan digunakan, belum dilakukan pengukuran fungsi aplikasi terhadap harapan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja aplikasi PakBudi terhadap minat pendaftaran calon mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi kinerja aplikasi PakBudi adalah End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode EUCS memiliki 5 (lima) dimensi indikator, diantaranya Content, Accuracy, Format, Ease of Use dan Timeliness. Kelebihan dari metode EUCS yaitu lebih menekankan kepada tingkat kepuasan (satisfaction) pengguna dengan melakukan evaluasi pada sistem meliputi isi, keakuratan, tampilan atau format, kemudahan pengguna dan ketepatan waktu. Hasil penelitian yaitu aplikasi PakBudi memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna dan memiliki kemudahan dalam penggunaan dengan hasil sebesar 85%.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"57 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72834102","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nata de coco adalah makanan fungsional yang mengandung fiber. Nata de coco merupakan produk fermentasi bakteri Acetobacter xylinum yang ditumbuhkan pada media cair seperti air kelapa. Selain dari air kelapa, mikroba juga memerlukan nutrisi tambahan yaitu dari carbon dan nitroge untuk pertumbuhannya yang dilakukan dalam proses fermentasi. Selama ini penambahan sumber nitrogen dilakukan dengan menggunakan urea dan ZA yang juga digunakan untuk pupuk pertanian, sehingga sebagian orang meragukan keamanannya. Dalam penelitian ini mengkaji potensi dimetil amino phosphate (DAP) sebagai sumber nitrogen dalam fermentasi nata de coco. Nata dibuat dengan menggunakan 500 ml air kelapa yang telah disterilkan ditambah 17,5 g gula, 20 ml asam cuka, 60 ml starter Acetobacter xylinum serta ditambah variasi DAP (0, 0.05, 0.25, 0.5, 2.5 dan 3.4 g). Sedangkan sebagai kontrol yaitu nata dengan menggunakan sumber nitrogen urea dan ZA masing – masing sebanyak 3 g. Fermentasi dilakukan selama 10 hari dan setelahnya dilakukan analisis fisik (yield dan tebal nata), analisis kimia (kadar air dan kadar serat) dan uji organoletis (rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pada penambahan DAP yang rendah (0.05 g) memberikan karakteristik fisik yang significant sama (p>0.05) terhadap control. Sedangkan jumlah kadar air significant sama dengan control dan sample yang lain. Kadar serat menunjukkan hasil yang lebih besar dari pada control (3,9 %) dan semua sample nata menggunakan DAP rasa disukai oleh responden dengan tekstur kenyal seperti control. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa DAP dapat menggantikan urea dan ZA sebagai sumber nitrogen dalam pembuatan nata de coco.
Nata de coco是一种含有纤维的功能食品。Nata de coco是一种由像椰子汁一样生长在液态水中的乙酰杆菌的发酵产品。除了椰子汁,微生物还需要碳和硝基的额外营养来促进发酵过程。在这段时间里,使用同样用于农业肥料的尿素和ZA来增加氮源,这让一些人怀疑其安全性。本研究探讨了磷酸氨基酸(DAP)在nata de coco发酵中作为氮来源的潜力。Nata 500毫升水,用消毒过的椰子加17,5 g糖酸,20毫升醋,60毫升启动Acetobacter xylinum并加上DAP的变化(0,0。05,0。25,0。5,2。5和3 4 g)。而作为控制就是用尿素氮的来源和亚纳塔对方——多达3 g。发酵持续10天,然后进行物理分析(土壤和厚度),化学分析(水和纤维水平),有机测试(味道和质地)。研究结果表明,只有在较低的增生(0.05 g)上,才会提供相同的生理特征(p>0.05)来控制。然而,水的数量与控制和其他样本是相同的。纤维含量显示出比控制更大的结果(3.9%),所有nata样本都使用由具有海绵状纹理如控制的受访者喜欢的口味样本。从这项研究中可以得出结论,DAP可以取代尿素和ZA,在生产树冠时将其作为氮的来源。
{"title":"Potensi Dimetil Amino Phosphat (DAP) sebagai Sumber Nitrogen dalam Pembuatan Nata De Coco","authors":"Alwani Hamad, Desiana Pradiyanti, Endar Puspawiningtyas","doi":"10.30595/jrst.v6i1.14972","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.14972","url":null,"abstract":"Nata de coco adalah makanan fungsional yang mengandung fiber. Nata de coco merupakan produk fermentasi bakteri Acetobacter xylinum yang ditumbuhkan pada media cair seperti air kelapa. Selain dari air kelapa, mikroba juga memerlukan nutrisi tambahan yaitu dari carbon dan nitroge untuk pertumbuhannya yang dilakukan dalam proses fermentasi. Selama ini penambahan sumber nitrogen dilakukan dengan menggunakan urea dan ZA yang juga digunakan untuk pupuk pertanian, sehingga sebagian orang meragukan keamanannya. Dalam penelitian ini mengkaji potensi dimetil amino phosphate (DAP) sebagai sumber nitrogen dalam fermentasi nata de coco. Nata dibuat dengan menggunakan 500 ml air kelapa yang telah disterilkan ditambah 17,5 g gula, 20 ml asam cuka, 60 ml starter Acetobacter xylinum serta ditambah variasi DAP (0, 0.05, 0.25, 0.5, 2.5 dan 3.4 g). Sedangkan sebagai kontrol yaitu nata dengan menggunakan sumber nitrogen urea dan ZA masing – masing sebanyak 3 g. Fermentasi dilakukan selama 10 hari dan setelahnya dilakukan analisis fisik (yield dan tebal nata), analisis kimia (kadar air dan kadar serat) dan uji organoletis (rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya pada penambahan DAP yang rendah (0.05 g) memberikan karakteristik fisik yang significant sama (p>0.05) terhadap control. Sedangkan jumlah kadar air significant sama dengan control dan sample yang lain. Kadar serat menunjukkan hasil yang lebih besar dari pada control (3,9 %) dan semua sample nata menggunakan DAP rasa disukai oleh responden dengan tekstur kenyal seperti control. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa DAP dapat menggantikan urea dan ZA sebagai sumber nitrogen dalam pembuatan nata de coco.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"131 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85607823","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-11DOI: 10.30595/jrst.v6i1.11637
M. Y. Matdoan, Faraniena Yunaeni Risdiana, G. Haumahu
Maluku Province is still the 4th poorest province in Indonesia. This is due to the disparity in development between the provincial and district centers, cities and villages as well as government work programs that are not implemented evenly. To overcome and evaluate these problems, it is necessary to plan or study the classification of underdeveloped regions, namely by grouping districts/cities based on indicators of nderdeveloped areas. This research was conducted using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Maluku Province. The method used in this study is to use the K-Means Cluster analysis method. The results of the study indicate that there are 2 classifications of underdeveloped and undeveloped areas in Maluku Province. Cluster 1 consists of Tanimbar Islands Regency, Southeast Maluku Regency, Central Maluku Regency, Buru Regency, Aru Islands Regency, West Seram Regency, Eastern Seram Regency, Southwest Maluku Regency, South Buru Regency and Tual City. In Cluster 2 there is only one area, namely Ambon City.
{"title":"Application of the K-Means Cluster for the Classification of Disadvantaged Districts/Cities in Maluku Province","authors":"M. Y. Matdoan, Faraniena Yunaeni Risdiana, G. Haumahu","doi":"10.30595/jrst.v6i1.11637","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11637","url":null,"abstract":"Maluku Province is still the 4th poorest province in Indonesia. This is due to the disparity in development between the provincial and district centers, cities and villages as well as government work programs that are not implemented evenly. To overcome and evaluate these problems, it is necessary to plan or study the classification of underdeveloped regions, namely by grouping districts/cities based on indicators of nderdeveloped areas. This research was conducted using secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Maluku Province. The method used in this study is to use the K-Means Cluster analysis method. The results of the study indicate that there are 2 classifications of underdeveloped and undeveloped areas in Maluku Province. Cluster 1 consists of Tanimbar Islands Regency, Southeast Maluku Regency, Central Maluku Regency, Buru Regency, Aru Islands Regency, West Seram Regency, Eastern Seram Regency, Southwest Maluku Regency, South Buru Regency and Tual City. In Cluster 2 there is only one area, namely Ambon City.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"13 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79213395","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-11DOI: 10.30595/jrst.v6i1.11844
Reskiyanto Fauzi Duwingik, Sri Maryati, Ronal Hutagalung
Gorontalo merupakan wilayah yang berada di bagian tengah lengan utara sulawesi. Gorontalo memiliki keterdapatan batuan granit yang tersebar di beberapa tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenampakan mikroskopi mineral penyusun batuan granit di daerah pohe. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemetaan geologi yang digunakan pada saat observasi dan pengambilan data dilapangan serta metode analisis petrografi dengan menggunakan mikroskop polarisasi Olympus. Ada empat sampel batuan yang di ambil dari lokasi penelitian. Berdasarkan analisa petrografis pada stasiun EF 1, stasiun EF 2, stasiun EF 3, dan stasiun EF 4 menunjukan batuan granit dengan komposisi kuarsa diatas 30%, plagioklas diatas 20%, dan alkali feldspar diatas 15 %. Mineral sekunder yang hadir diseluruh batuan adalah biotit, klorit, dan serisit. Selain itu terdapat tekstur khas pada batuan beku yang ada pada seluruh sayatan berupa tekstur poikilitik sebagai penciri dari fraksionasi kristal. Tekstur mineral yang diamati yaitu tekstur myrmkite diinterpretasikan sebagai proses yang pembekuan magma yang pelan.
{"title":"Studi Petrologi Batuan Granit Daerah Pohe, Kota Gorontalo","authors":"Reskiyanto Fauzi Duwingik, Sri Maryati, Ronal Hutagalung","doi":"10.30595/jrst.v6i1.11844","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11844","url":null,"abstract":"Gorontalo merupakan wilayah yang berada di bagian tengah lengan utara sulawesi. Gorontalo memiliki keterdapatan batuan granit yang tersebar di beberapa tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenampakan mikroskopi mineral penyusun batuan granit di daerah pohe. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemetaan geologi yang digunakan pada saat observasi dan pengambilan data dilapangan serta metode analisis petrografi dengan menggunakan mikroskop polarisasi Olympus. Ada empat sampel batuan yang di ambil dari lokasi penelitian. Berdasarkan analisa petrografis pada stasiun EF 1, stasiun EF 2, stasiun EF 3, dan stasiun EF 4 menunjukan batuan granit dengan komposisi kuarsa diatas 30%, plagioklas diatas 20%, dan alkali feldspar diatas 15 %. Mineral sekunder yang hadir diseluruh batuan adalah biotit, klorit, dan serisit. Selain itu terdapat tekstur khas pada batuan beku yang ada pada seluruh sayatan berupa tekstur poikilitik sebagai penciri dari fraksionasi kristal. Tekstur mineral yang diamati yaitu tekstur myrmkite diinterpretasikan sebagai proses yang pembekuan magma yang pelan.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"33 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87194616","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Zia Ayu Frakusya, Rista Hernandi Virgianto, Muhammad Elifant Yuggotomo
PM10 berkontribusi terhadap polusi udara pada saat kejadian kabut asap di musim kemarau dengan salah satu sumber utamanya adalah pembakaran biomassa. Pada saat musim kemarau, terdapat banyak kegiatan pembersihan lahan di Mempawah untuk persiapan masa tanam yang Sebagian besar dilakukan dengan pembakaran sisa tanaman. Sebagai salah satu polutan utama yang dapat memengaruhi kesehatan manusia, maka estimasi konsentrasi PM10 sangat penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan estimasi konsentrasi PM10 di Mempawah tahun 2019 menggunakan Support Vector Regression (SVR) berdasarkan data PM10 dan variabel meteorologi seperti curah hujan, kelembaban, suhu, tekanan permukaan laut dan kecepatan angin dari Stasiun Klimatologi Mempawah dengan periode latih tahun 2016 hingga 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa estimasi konsentrasi PM10 menggunakan SVR berdasarkan parameter cuaca dapat menggambarkan variabilitas konsentrasi harian PM10 di Mempawah dengan baik, terkecuali saat terjadi kenaikan konsentrasi yang sangat tinggi yang mungkin dipengaruhi oleh faktor antropogenik. Selain itu, berdasarkan verifikasi, RMSE yang dihasilkan model estimasi hampir sama dengan nilai standar deviasi observasinya.
{"title":"Estimasi Konsentrasi PM10 Menggunakan Support Vector Regression","authors":"Zia Ayu Frakusya, Rista Hernandi Virgianto, Muhammad Elifant Yuggotomo","doi":"10.30595/jrst.v6i1.8977","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.8977","url":null,"abstract":"PM10 berkontribusi terhadap polusi udara pada saat kejadian kabut asap di musim kemarau dengan salah satu sumber utamanya adalah pembakaran biomassa. Pada saat musim kemarau, terdapat banyak kegiatan pembersihan lahan di Mempawah untuk persiapan masa tanam yang Sebagian besar dilakukan dengan pembakaran sisa tanaman. Sebagai salah satu polutan utama yang dapat memengaruhi kesehatan manusia, maka estimasi konsentrasi PM10 sangat penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan estimasi konsentrasi PM10 di Mempawah tahun 2019 menggunakan Support Vector Regression (SVR) berdasarkan data PM10 dan variabel meteorologi seperti curah hujan, kelembaban, suhu, tekanan permukaan laut dan kecepatan angin dari Stasiun Klimatologi Mempawah dengan periode latih tahun 2016 hingga 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa estimasi konsentrasi PM10 menggunakan SVR berdasarkan parameter cuaca dapat menggambarkan variabilitas konsentrasi harian PM10 di Mempawah dengan baik, terkecuali saat terjadi kenaikan konsentrasi yang sangat tinggi yang mungkin dipengaruhi oleh faktor antropogenik. Selain itu, berdasarkan verifikasi, RMSE yang dihasilkan model estimasi hampir sama dengan nilai standar deviasi observasinya. ","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"38 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85630906","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-11DOI: 10.30595/jrst.v6i1.10827
Suprianto Suprianto, I. M. Budiarsa, Fatmah Dhafir
Gen clock merupakan salah satu gen yang berperan penting dalam mengontrol ritme harian dan perilaku hewan. Beberapa jenis burung memiliki kerentanan terhadap kondisi fisik lingkungan yang berubah-ubah, seperti kelompok burung dari famili megapodiidae. Urutan nukleotida gen target diperoleh dari beberapa spesies Megapodiidae di GenBank dengan kode akses KY762758.1 (Megapodius eremite) dan KY762668.1 (Alectura lathami). Penelitian ini menggunakan metode komputasi, semua data yang diperoleh dihasilkan dari analisis secara in silico urutan nukleotida gen target. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa informasi penting, terkait filogenetik dan perkembangan database gen clock pada Megapodiidae di GenBank. Urutan nukleotida gen clock pada Megapodius eremite mempunyai panjang 530 bp, nilai identitas 100 % (530/530), Gaps 0 % (0/530), Strand Plus/Plus, Expect 0.0 dan Skor 961 bits (520). Urutan nukleotida gen clock pada Alectura lathami mempunyai panjang 522 bp, nilai identitas 97 % (514/530), Gaps 1 % (8/530), Strand Plus/Plus, Expect 0.0 dan Skor 894 bits (484). Hasil Run BLAST menggambarkan bahwa informasi sequence gen clock pada Megapodiidae masih sangat jarang dikaji dan diteliti, sehingga informasi dasar terkait gen clock dari sebagian besar spesies kelompok Megapodiidae belum terdaftar di GenBank sehingga hal ini sangat mempengaruhi studi lanjut terkait gen clock pada Megapodiidae yang sangat dibutuhkan untuk keperluan riset-riset selanjutnya dibidang molekuler atau bahkan konservasi.
{"title":"Studi In Silico: Hasil BLAST Gen Clock pada Megapodiidae","authors":"Suprianto Suprianto, I. M. Budiarsa, Fatmah Dhafir","doi":"10.30595/jrst.v6i1.10827","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.10827","url":null,"abstract":"Gen clock merupakan salah satu gen yang berperan penting dalam mengontrol ritme harian dan perilaku hewan. Beberapa jenis burung memiliki kerentanan terhadap kondisi fisik lingkungan yang berubah-ubah, seperti kelompok burung dari famili megapodiidae. Urutan nukleotida gen target diperoleh dari beberapa spesies Megapodiidae di GenBank dengan kode akses KY762758.1 (Megapodius eremite) dan KY762668.1 (Alectura lathami). Penelitian ini menggunakan metode komputasi, semua data yang diperoleh dihasilkan dari analisis secara in silico urutan nukleotida gen target. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa informasi penting, terkait filogenetik dan perkembangan database gen clock pada Megapodiidae di GenBank. Urutan nukleotida gen clock pada Megapodius eremite mempunyai panjang 530 bp, nilai identitas 100 % (530/530), Gaps 0 % (0/530), Strand Plus/Plus, Expect 0.0 dan Skor 961 bits (520). Urutan nukleotida gen clock pada Alectura lathami mempunyai panjang 522 bp, nilai identitas 97 % (514/530), Gaps 1 % (8/530), Strand Plus/Plus, Expect 0.0 dan Skor 894 bits (484). Hasil Run BLAST menggambarkan bahwa informasi sequence gen clock pada Megapodiidae masih sangat jarang dikaji dan diteliti, sehingga informasi dasar terkait gen clock dari sebagian besar spesies kelompok Megapodiidae belum terdaftar di GenBank sehingga hal ini sangat mempengaruhi studi lanjut terkait gen clock pada Megapodiidae yang sangat dibutuhkan untuk keperluan riset-riset selanjutnya dibidang molekuler atau bahkan konservasi.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"350 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76309476","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-11-11DOI: 10.30595/jrst.v6i1.11693
Nada Febiola Nur Azizah, Herryawan Pujiharsono, Masarif A. Afandi
Dalam budidaya ikan lele ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti suhu air dan kadar pH. Pengecekan kondisi air biasanya dilakukan secara tradisional secara rutin dengan memperhatikan warna air dan bau, tetapi pada metode tersebut masih terdapat kekurangan untuk akurasi dan efisien waktu. Perkembangan teknologi sekarang juga sudah semakin meningkat, salah satunya yaitu teknologi Internet of Things (IoT) yang sudah banyak diimplementasikan dikehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan merancang sebuah alat yang berfungsi untuk memantau dan mengontrol kualitas suhu dan pH air kolam ikan lele. Sistem ini menggunakan sebuah alat monitoring, aplikasi android dan database menggunakan Google Firebase. Beberapa fitur yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah sensor pendeteksi suhu, sensor pendeteksi pH, pengontrolan heater dan pompa air. Akurasi sensor DS18B20 pada air es sebesar 99,36%, pada air kran sebesar 97,29% dan pada air panas sebesar 97,29%. Lalu akurasi pada sensor pH larutan buffer 4,00 sebesar 95,50% dan larutan buffer 6,86 sebesar 96,50%. Selain fitur sensor suhu dan sensor pH terdapat pompa air dan heater yang berfungsi untuk mengontrol kondisi air secara otomatis apabila nilai kondisi air melewati batas wajar bagi pertumbuhan lele tersebut, air dapat dikuras dan diganti air secara otomatis apabila kondisi air melewati batas wajar, dan heater akan menyala secara otomatis jika kondisi air melewati batas wajar bagi pertumbuhan lele. Tingkat keberhasilan yang didapatkan pada pengujian keseluruhan ini yaitu mendapatkan waktu yang cukup baik untuk kembali normal dengan kondisi lele yang cukup baik, karena pada kolam yang memiliki ukuran 60cm x 42cm x 34cm membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 jam untuk kembali normal dan Firebase sebesar 100%.
{"title":"Sistem Pengendali Suhu dan Kadar pH pada Kolam Ikan Lele Berbasis IoT pada Desa Kutaringin Kabupaten Banjarnegara","authors":"Nada Febiola Nur Azizah, Herryawan Pujiharsono, Masarif A. Afandi","doi":"10.30595/jrst.v6i1.11693","DOIUrl":"https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11693","url":null,"abstract":"Dalam budidaya ikan lele ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti suhu air dan kadar pH. Pengecekan kondisi air biasanya dilakukan secara tradisional secara rutin dengan memperhatikan warna air dan bau, tetapi pada metode tersebut masih terdapat kekurangan untuk akurasi dan efisien waktu. Perkembangan teknologi sekarang juga sudah semakin meningkat, salah satunya yaitu teknologi Internet of Things (IoT) yang sudah banyak diimplementasikan dikehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan merancang sebuah alat yang berfungsi untuk memantau dan mengontrol kualitas suhu dan pH air kolam ikan lele. Sistem ini menggunakan sebuah alat monitoring, aplikasi android dan database menggunakan Google Firebase. Beberapa fitur yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah sensor pendeteksi suhu, sensor pendeteksi pH, pengontrolan heater dan pompa air. Akurasi sensor DS18B20 pada air es sebesar 99,36%, pada air kran sebesar 97,29% dan pada air panas sebesar 97,29%. Lalu akurasi pada sensor pH larutan buffer 4,00 sebesar 95,50% dan larutan buffer 6,86 sebesar 96,50%. Selain fitur sensor suhu dan sensor pH terdapat pompa air dan heater yang berfungsi untuk mengontrol kondisi air secara otomatis apabila nilai kondisi air melewati batas wajar bagi pertumbuhan lele tersebut, air dapat dikuras dan diganti air secara otomatis apabila kondisi air melewati batas wajar, dan heater akan menyala secara otomatis jika kondisi air melewati batas wajar bagi pertumbuhan lele. Tingkat keberhasilan yang didapatkan pada pengujian keseluruhan ini yaitu mendapatkan waktu yang cukup baik untuk kembali normal dengan kondisi lele yang cukup baik, karena pada kolam yang memiliki ukuran 60cm x 42cm x 34cm membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 jam untuk kembali normal dan Firebase sebesar 100%.","PeriodicalId":31798,"journal":{"name":"JRST Jurnal Riset Sains dan Teknologi","volume":"23 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78054229","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}