Saat ini pesisir Teluk Jakarta telah berkembang menjadi kawasan multifungsi yakni sebagai kawasan pariwisata, perikanan, industri, perdagangan, hingga pelabuhan internasional yang memiliki frekuensi transportasi perkapalan tinggi. Kondisi ini berujung pada pembuangan limbah hasil kegiatan seluruh warga Jakarta dan sekitarnya melalui sungai-sungai yang mengelilinginya. Tiga sungai besar yaitu Sungai Angke, Sungai Sunter, dan Sungai Ciliwung telah lama dikenal sebagai pembawa limbah ke Teluk Jakarta. Hal ini menyebabkan mayoritas warga lokal yang berprofesi sebagai nelayan khususnya di Pulau Harapan mengalami penurunan penangkapan ikan setiap harinya. Maka dibutuhkan perancangan bisnis melalui implementasi social entrepreneurship yaitu bisnis BBM Plastik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi. Pengolahan data dilakukan perhitungan aspek organisasi dan manajemen, aspek biaya, aspek produksi, serta dilakukan analisis ekonomi berupa perhitungan R/C Rasio, ROI, Payback Periode, Keuntungan, serta BEP. Didapatkan hasil bahwa bisnis BBM Plastik menguntungkan dengan hasil R/C sebesar 4,17, menetapkan harga jual yang lebih rendah yaitu Rp. 6000/liter dengan keuntungan Rp. 146.983.600,-/tahun dengan memproduksi 100 liter solar/harinya dan pengembalian modal selama 0,09 tahun.
{"title":"Business Plan Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak Sebagai Implementasi Social Entrepreneurship di Pulau Harapan","authors":"Sesiyola Ramanda, Leola Dewiyani","doi":"10.24853/jisi.9.1.13-23","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/jisi.9.1.13-23","url":null,"abstract":"Saat ini pesisir Teluk Jakarta telah berkembang menjadi kawasan multifungsi yakni sebagai kawasan pariwisata, perikanan, industri, perdagangan, hingga pelabuhan internasional yang memiliki frekuensi transportasi perkapalan tinggi. Kondisi ini berujung pada pembuangan limbah hasil kegiatan seluruh warga Jakarta dan sekitarnya melalui sungai-sungai yang mengelilinginya. Tiga sungai besar yaitu Sungai Angke, Sungai Sunter, dan Sungai Ciliwung telah lama dikenal sebagai pembawa limbah ke Teluk Jakarta. Hal ini menyebabkan mayoritas warga lokal yang berprofesi sebagai nelayan khususnya di Pulau Harapan mengalami penurunan penangkapan ikan setiap harinya. Maka dibutuhkan perancangan bisnis melalui implementasi social entrepreneurship yaitu bisnis BBM Plastik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan observasi. Pengolahan data dilakukan perhitungan aspek organisasi dan manajemen, aspek biaya, aspek produksi, serta dilakukan analisis ekonomi berupa perhitungan R/C Rasio, ROI, Payback Periode, Keuntungan, serta BEP. Didapatkan hasil bahwa bisnis BBM Plastik menguntungkan dengan hasil R/C sebesar 4,17, menetapkan harga jual yang lebih rendah yaitu Rp. 6000/liter dengan keuntungan Rp. 146.983.600,-/tahun dengan memproduksi 100 liter solar/harinya dan pengembalian modal selama 0,09 tahun.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"41 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80822061","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dhiki Saputra, Renty Anugerah Mahaji Putri, Nelfiyanti Nelfiyanti
Persatuan Tenis Meja (PTM) Gading Nias Residence (GNR) merupakan suatu tempat perkumpulan organisasi yang memiliki minat yang sama pada kegiatan olahraga tenis meja. Selain itu PTM GNR juga terdapat pelatihan bola banyak yang ditujukan untuk menyalurkan bakat pemain yang dapat meningkatkan permainan bagi pemain. Pada saat proses latihan terdapat permasalahan yaitu berdasarkan hasil dari kuesioner dengan 4 pemain yang melakukan latihan di PTM GNR, proses pengumpulan bola tenis meja masih secara manual dan sederhana dengan kedua tangan sehingga pemain merasa tidak nyaman dan pegal pada proses pengumpulan bola. Waktu latihan untuk latihan bola banyak yaitu dalam satu kali latihan terdapat 4 sesi latihan bagi satu pemain, biasanya dalam 1 sesi latihan pemain menggunakan waktu 10-15 menit untuk latihan bola banyak. Biasanya dalam satu kali sesi latihan pemain mengumpulkan sebanyak 25 s/d 50 bola. Dengan hal tersebut menyebabkan dapat terjadinya kecelakaan atau keluhan Mukuloskeletal bagi pemain yang melakukan latihan bola banyak. Hasil dari perancangan produk prototype alat pengumpulan bola tenis meja menggunakan metode rasional berakhir dengan hasil yang baik karena keluhan muskuloskeletal yang dirasakan pemain yang melakukan latihan dapat dilihat dengan hasil dari kuesioner Nordic Body Map (NBM) dengan hasil kuesioner yang dominan pada skor sebesar 4 denga kriteria tidak nyeri, hasil tersebut menunjukan tidak adanya keluhan yang dirasakan pemain pada saat implementasi menggunakan alat pengumpulan bola tenis meja. Hasil perancangan juga menunjukan peningkatan waktu yang signifikan dengan total waktu rata-rata sebesar 12 menit setelah menggunakan alat pengumpulan bola tenis meja.
{"title":"Perancangan Prototype Alat Pengumpulan Bola Tenis Meja Untuk Alat Bantu Latihan Pemain Di PTM GNR Menggunakan Metode Rasional","authors":"Dhiki Saputra, Renty Anugerah Mahaji Putri, Nelfiyanti Nelfiyanti","doi":"10.24853/jisi.9.1.71-82","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/jisi.9.1.71-82","url":null,"abstract":"Persatuan Tenis Meja (PTM) Gading Nias Residence (GNR) merupakan suatu tempat perkumpulan organisasi yang memiliki minat yang sama pada kegiatan olahraga tenis meja. Selain itu PTM GNR juga terdapat pelatihan bola banyak yang ditujukan untuk menyalurkan bakat pemain yang dapat meningkatkan permainan bagi pemain. Pada saat proses latihan terdapat permasalahan yaitu berdasarkan hasil dari kuesioner dengan 4 pemain yang melakukan latihan di PTM GNR, proses pengumpulan bola tenis meja masih secara manual dan sederhana dengan kedua tangan sehingga pemain merasa tidak nyaman dan pegal pada proses pengumpulan bola. Waktu latihan untuk latihan bola banyak yaitu dalam satu kali latihan terdapat 4 sesi latihan bagi satu pemain, biasanya dalam 1 sesi latihan pemain menggunakan waktu 10-15 menit untuk latihan bola banyak. Biasanya dalam satu kali sesi latihan pemain mengumpulkan sebanyak 25 s/d 50 bola. Dengan hal tersebut menyebabkan dapat terjadinya kecelakaan atau keluhan Mukuloskeletal bagi pemain yang melakukan latihan bola banyak. Hasil dari perancangan produk prototype alat pengumpulan bola tenis meja menggunakan metode rasional berakhir dengan hasil yang baik karena keluhan muskuloskeletal yang dirasakan pemain yang melakukan latihan dapat dilihat dengan hasil dari kuesioner Nordic Body Map (NBM) dengan hasil kuesioner yang dominan pada skor sebesar 4 denga kriteria tidak nyeri, hasil tersebut menunjukan tidak adanya keluhan yang dirasakan pemain pada saat implementasi menggunakan alat pengumpulan bola tenis meja. Hasil perancangan juga menunjukan peningkatan waktu yang signifikan dengan total waktu rata-rata sebesar 12 menit setelah menggunakan alat pengumpulan bola tenis meja.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"86 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90727181","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Small and Medium Enterprise (SME) Taman Eden 100 or CV Andaliman Mangintir is a manufacturing company that produces various andaliman derivative products, including Andaliman Dried Seeds, Andaliman Powder, SikArsik, and Andaliman Seeds. Some of Andaliman's derivative products are already halal certified and some of them do not yet have a halal certificate but already have a PIRT DINKES permit. Thus, it is necessary to have a different room to produce halal products and products that have not been certified halal, so it is necessary to design a layout using the Systematic Layout Planning (SLP) method. The Systematic Layout Planning (SLP) method has several stages in making the layout, namely activity linkage analysis such as Activity Relationship Chart (ARC) analysis, Activity Relationship Diagram (ARD) analysis, and making proposed layouts based on the 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke). Based on the research conducted, it was found that the total travel time and distance of Material Handling in the initial layout within 1 month was 3.720 seconds and 2.155 seconds for the time of Andaliman Powder and SikArsik; and 43,69 m and 88,03 m for the distances of Andaliman Powder and SikArsik. By using the Systematic Layout Planning (SLP) method, it is obtained that the total travel time and distance of Material Handling in the proposed layout within 1 month is 2.800 seconds and 1.465 seconds for the time of Andaliman proposed layout within 1 month is 2.800 seconds and 1.465 seconds for the time of Andaliman Powder and SikArsik; and 31,28 m and 74.32 m for the Andaliman powders and SikArsik, resulting in a reduction in Material Handling time and distance of 920 seconds and 12,41 m for Andaliman Powder products; and 690 seconds and 13,71 m for SikArsik products.
{"title":"Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada Rumah Produksi Taman Eden 100","authors":"Elsina Sihombing, Y. Manik, B. Siboro","doi":"10.24853/JISI.8.2.77-86","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.77-86","url":null,"abstract":"Small and Medium Enterprise (SME) Taman Eden 100 or CV Andaliman Mangintir is a manufacturing company that produces various andaliman derivative products, including Andaliman Dried Seeds, Andaliman Powder, SikArsik, and Andaliman Seeds. Some of Andaliman's derivative products are already halal certified and some of them do not yet have a halal certificate but already have a PIRT DINKES permit. Thus, it is necessary to have a different room to produce halal products and products that have not been certified halal, so it is necessary to design a layout using the Systematic Layout Planning (SLP) method. The Systematic Layout Planning (SLP) method has several stages in making the layout, namely activity linkage analysis such as Activity Relationship Chart (ARC) analysis, Activity Relationship Diagram (ARD) analysis, and making proposed layouts based on the 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke). Based on the research conducted, it was found that the total travel time and distance of Material Handling in the initial layout within 1 month was 3.720 seconds and 2.155 seconds for the time of Andaliman Powder and SikArsik; and 43,69 m and 88,03 m for the distances of Andaliman Powder and SikArsik. By using the Systematic Layout Planning (SLP) method, it is obtained that the total travel time and distance of Material Handling in the proposed layout within 1 month is 2.800 seconds and 1.465 seconds for the time of Andaliman proposed layout within 1 month is 2.800 seconds and 1.465 seconds for the time of Andaliman Powder and SikArsik; and 31,28 m and 74.32 m for the Andaliman powders and SikArsik, resulting in a reduction in Material Handling time and distance of 920 seconds and 12,41 m for Andaliman Powder products; and 690 seconds and 13,71 m for SikArsik products.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85809677","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
PT. X adalah manufaktur polimer terkemuka nasional yang berfokus pada produksi komponen sepeda motor. Di departemen produksi, akan ada target output yang harus dicapai per hari. Berdasarkan data, pada Oktober 2017, output aktual dari mesin hanya dapat memenuhi 85,09%, pada November 2017 adalah 83,97% dan pada Desember 2017 adalah 83,62% yang berarti terjadi penurunan pada saat itu. Faktor yang paling mempengaruhi proses produksi tidak dapat mencapai target adalah downtime. SMED dipilih sebagai topik utama yang termasuk dalam downtime yang direncanakan. Pengaturan saat ini dan waktu mold penyesuaian adalah satu jam lima puluh delapan menit empat puluh sembilan detik. Single Minute Exchange of Die (SMED) digunakan untuk mengurangi waktu pengaturan dan penyesuaian. Setelah perbaikan, waktu setup dan penyesuaian mold menjadi satu jam lima belas menit dan delapan belas detik. Ini berkurang 37% dari proses saat ini. Total biaya untuk perbaikan adalah IDR 734.680.000 dan penghematan setelah perbaikan adalah IDR 160.171.200. BEP adalah empat bulan dan 19 hari.
PT. X是一种国家领先的聚合物制造业,其重点是制造摩托车部件。在生产部门,每天都有一个输出目标。根据数据,到2017年10月,机器的实际产出只能达到85.09%,2017年11月是83.97%,2017年12月是83.62%,这意味着当时的下降。影响生产过程的最重要因素是停机时间。SMED被选为计划停机时间的主题。当前设置和模块调整时间为1小时55分49秒。一分钟的死亡交换被用来缩短时间安排和调整。修复后,设置时间和模式调整为1小时15分18秒。37%来自当前进程。总维修成本为IDR 73468万,维修后储蓄为IDR 160.171200。BEP是4个月19天。
{"title":"Implementasi Metode Single Minute Exchange Of Die Untuk Mengurangi Waktu Persiapan dan Penyesuaian Mold di Industri Polimer","authors":"Hery Hamdi Azwir, Nico Chandra Wijaya, Hirawati Oemar","doi":"10.24853/JISI.8.2.41-52","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.41-52","url":null,"abstract":"PT. X adalah manufaktur polimer terkemuka nasional yang berfokus pada produksi komponen sepeda motor. Di departemen produksi, akan ada target output yang harus dicapai per hari. Berdasarkan data, pada Oktober 2017, output aktual dari mesin hanya dapat memenuhi 85,09%, pada November 2017 adalah 83,97% dan pada Desember 2017 adalah 83,62% yang berarti terjadi penurunan pada saat itu. Faktor yang paling mempengaruhi proses produksi tidak dapat mencapai target adalah downtime. SMED dipilih sebagai topik utama yang termasuk dalam downtime yang direncanakan. Pengaturan saat ini dan waktu mold penyesuaian adalah satu jam lima puluh delapan menit empat puluh sembilan detik. Single Minute Exchange of Die (SMED) digunakan untuk mengurangi waktu pengaturan dan penyesuaian. Setelah perbaikan, waktu setup dan penyesuaian mold menjadi satu jam lima belas menit dan delapan belas detik. Ini berkurang 37% dari proses saat ini. Total biaya untuk perbaikan adalah IDR 734.680.000 dan penghematan setelah perbaikan adalah IDR 160.171.200. BEP adalah empat bulan dan 19 hari.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"67 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90780338","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
PT SIP adalah sebuah perusahan distribusi baru yang saat ini belum melakukan pengukuran kinerja rantai pasok secara menyeluruh melainkan hanya satu sisi saja yaitu dari variabel cost. Kendati performa perusahaan berdasarkan cost dikatakan baik (operational cost 4% dengan target 5% dari total penjualan). Sisi kinerja yang belum menjadi perhatian perusahaan antara lain kecepatan pengiriman, persentase pengiriman produk dan kecepatan pengembalian modal belanja. Penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) 3 level dengan 4 inti bisnis proses yaitu: plan, source, delivery, dan return. Selain itu penelitian ini juga mengunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot pada tiap-tiap metrik kinerja. Metrik kinerja yang didapatkan dari proses validasi oleh operational kemudian dilakukan perhitungan normalisasi Snorm guna menyamakan pencapaian kinerja saat ini dan menentukan pengukuran menggunakan metode traffic light system. Berdasarkan perhitungan dan analisis, disimpulkan bahwa untuk pencapaian kinerja rantai pasok PT SIP memiliki nilai sebesar 68.72 atau kondisi saat ini sudah cukup baik. Untuk mengoptimalkan kinerja rantai pasok, PT SIP perlu melakukan perbaikan pada metrik ketepatan waktu pengiriman Purchase Order (PO). Hasil brainstorming dengan operational manager menyimpulkan bahwa untuk peyebab tidak tercapainya metrik kinerja yang berwarna merah yaitu ketepatan perencanaan pengiriman.
{"title":"PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK PADA PT. SIP DENGAN PENDEKATAN SCOR DAN ANALYSIS HIERARCY PROCESS (AHP)","authors":"Umi Marfuah, Aditya Mulyana","doi":"10.24853/JISI.8.2.25-33","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.25-33","url":null,"abstract":"PT SIP adalah sebuah perusahan distribusi baru yang saat ini belum melakukan pengukuran kinerja rantai pasok secara menyeluruh melainkan hanya satu sisi saja yaitu dari variabel cost. Kendati performa perusahaan berdasarkan cost dikatakan baik (operational cost 4% dengan target 5% dari total penjualan). Sisi kinerja yang belum menjadi perhatian perusahaan antara lain kecepatan pengiriman, persentase pengiriman produk dan kecepatan pengembalian modal belanja. Penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) 3 level dengan 4 inti bisnis proses yaitu: plan, source, delivery, dan return. Selain itu penelitian ini juga mengunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot pada tiap-tiap metrik kinerja. Metrik kinerja yang didapatkan dari proses validasi oleh operational kemudian dilakukan perhitungan normalisasi Snorm guna menyamakan pencapaian kinerja saat ini dan menentukan pengukuran menggunakan metode traffic light system. Berdasarkan perhitungan dan analisis, disimpulkan bahwa untuk pencapaian kinerja rantai pasok PT SIP memiliki nilai sebesar 68.72 atau kondisi saat ini sudah cukup baik. Untuk mengoptimalkan kinerja rantai pasok, PT SIP perlu melakukan perbaikan pada metrik ketepatan waktu pengiriman Purchase Order (PO). Hasil brainstorming dengan operational manager menyimpulkan bahwa untuk peyebab tidak tercapainya metrik kinerja yang berwarna merah yaitu ketepatan perencanaan pengiriman.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"69 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90407114","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rahmad Inca Liperda, Nafi Riska Fatahayu, Elfira Vathia Khairunnisa, Muhammad Adib Logika, M. Hibatullah, Raina Fridayanti
Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia yang diperoleh dari proses belajar mengajar. Universitas Pertamina adalah perguruan tinggi swasta yang membutuhkan infrastruktur dalam mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Gedung Griya Legita adalah salah satu infrastruktur yang digunakan Universitas Pertamina untuk proses KBM, perkumpulan organisasi, UKM, dan kegiatan lainnya. Permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan gedung Griya Legita adalah terhambatnya kegiatan yang akan dilakukan akibat keterbatasan jumlah ruang kelas dan jadwal perkuliahan. Simulasi diskrit atau discrete event simulation (DES) dikembangkan untuk mencari alternatif solusi. Berdasarkan hasil pengembangan model simulasi, alternatif solusi optimal yang dihasilkan adalah dengan membangun 6 unit ruang kelas tambahan, sehingga variabel decline bernilai 0. Penambahan 6 unit ruang kelas mengakibatkan penurunan utilitas rata – rata ruang kelas menjadi 70,01%.
{"title":"Simulasi Sistem Penggunaan Ruangan di Gedung Griya Legita Universitas Pertamina","authors":"Rahmad Inca Liperda, Nafi Riska Fatahayu, Elfira Vathia Khairunnisa, Muhammad Adib Logika, M. Hibatullah, Raina Fridayanti","doi":"10.24853/JISI.8.2.65-75","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.65-75","url":null,"abstract":"Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas manusia yang diperoleh dari proses belajar mengajar. Universitas Pertamina adalah perguruan tinggi swasta yang membutuhkan infrastruktur dalam mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Gedung Griya Legita adalah salah satu infrastruktur yang digunakan Universitas Pertamina untuk proses KBM, perkumpulan organisasi, UKM, dan kegiatan lainnya. Permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan gedung Griya Legita adalah terhambatnya kegiatan yang akan dilakukan akibat keterbatasan jumlah ruang kelas dan jadwal perkuliahan. Simulasi diskrit atau discrete event simulation (DES) dikembangkan untuk mencari alternatif solusi. Berdasarkan hasil pengembangan model simulasi, alternatif solusi optimal yang dihasilkan adalah dengan membangun 6 unit ruang kelas tambahan, sehingga variabel decline bernilai 0. Penambahan 6 unit ruang kelas mengakibatkan penurunan utilitas rata – rata ruang kelas menjadi 70,01%.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90910586","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jamu Gunanty memiliki pangsa pasar yang cukup luas, namun tidak menutup kemungkinan ada kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama. Keberhasilan perusahaan dalam persaingan yang semakin kompetitif tergantung pada keunggulan bersaingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penentu keberhasilan, posisi bersaing, serta merumuskan alternatif strategi bersaing pada UMKM Jamu Gunanty. Analisis Strategi Persaingan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Competitive Profile Matrix (CPM), Internal External (IE), Grand Stratagy dan analisis Bowman Strategy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bobot matriks Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,75 (relatif sedang) dan External Factor Evaluation (EFE) 3,01 (posisi kuat). Pada matriks Internal External (IE) strategi yang harus dilakukan adalah growth and build. Pada matriks kompetitif Jamu Gunanty dengan menggunakan dua kompetitor berada pada posisi kedua atau tengah. Posisi bersaing berdasarkan matriks bowman strategy, Jamu Gunanty berada pada posisi hybrid (harga relatif murah, nilai produk standar).
{"title":"Strategi Persaingan Jamu Gunanty Menggunakan Matriks: Internal Eksternal, Bowman Strategy, Grand Strategy dan Profil Kompetitif","authors":"Puti Annisa Nowira, Rianita Puspa Sari","doi":"10.24853/JISI.8.2.53-64","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.53-64","url":null,"abstract":"Jamu Gunanty memiliki pangsa pasar yang cukup luas, namun tidak menutup kemungkinan ada kompetitor yang bergerak dalam bidang yang sama. Keberhasilan perusahaan dalam persaingan yang semakin kompetitif tergantung pada keunggulan bersaingnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penentu keberhasilan, posisi bersaing, serta merumuskan alternatif strategi bersaing pada UMKM Jamu Gunanty. Analisis Strategi Persaingan menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Competitive Profile Matrix (CPM), Internal External (IE), Grand Stratagy dan analisis Bowman Strategy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bobot matriks Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,75 (relatif sedang) dan External Factor Evaluation (EFE) 3,01 (posisi kuat). Pada matriks Internal External (IE) strategi yang harus dilakukan adalah growth and build. Pada matriks kompetitif Jamu Gunanty dengan menggunakan dua kompetitor berada pada posisi kedua atau tengah. Posisi bersaing berdasarkan matriks bowman strategy, Jamu Gunanty berada pada posisi hybrid (harga relatif murah, nilai produk standar).","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"114 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"90711146","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Upaya menstabilkan pemesanan dan omset perlu dilakukan perubahan kebijakan teknologi dengan melakukan penilaian teknologi eksisting pada IKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kontribusi komponen teknologi dalam proses produksi dan menghitung nilai technology contribution coefficient (TCC). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2020 di IKM Xpertees dan IKM Dewi yang berlokasi di Depok Jawa Barat. Teknik Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan dengan pengukuran kontribusi komponen teknologi menggunakan metode teknometrik. Hasil perhitungan nilai kontribusi teknologi komponen IKM Xpertees pada humanware 0,552 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan technoware 0,483 dan orgaware 0,422 sedangkan infoware 0.403 mempunyai kontribusi kurang penting. IKM Dewi pada humanware 0,723 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan orgaware 0,711 dan infoware 0,421 sedangkan technoware 0,386 mempunyai kontribusi kurang penting. Nilai technology contribution coefficient pada IKM Xpertees 0,47 dan IKM Dewi 0.60 dapat dinyatakan kontribusi komponen teknologi termasuk klasifikasi wajar dan penggunaan teknologi dalam kategori semi modern.
{"title":"Penerapan Metode Teknometrik untuk Mengukur Kontribusi Komponen Teknologi dalam Proses Produksi Industri Kecil dan Menengah","authors":"C. Casban, Umi Marfuah, Lita Silvianti Rosyadi","doi":"10.24853/JISI.8.2.1-12","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.1-12","url":null,"abstract":"Upaya menstabilkan pemesanan dan omset perlu dilakukan perubahan kebijakan teknologi dengan melakukan penilaian teknologi eksisting pada IKM. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kontribusi komponen teknologi dalam proses produksi dan menghitung nilai technology contribution coefficient (TCC). Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2020 di IKM Xpertees dan IKM Dewi yang berlokasi di Depok Jawa Barat. Teknik Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner dan studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan dengan pengukuran kontribusi komponen teknologi menggunakan metode teknometrik. Hasil perhitungan nilai kontribusi teknologi komponen IKM Xpertees pada humanware 0,552 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan technoware 0,483 dan orgaware 0,422 sedangkan infoware 0.403 mempunyai kontribusi kurang penting. IKM Dewi pada humanware 0,723 mempunyai kontribusi yang penting dibandingkan dengan orgaware 0,711 dan infoware 0,421 sedangkan technoware 0,386 mempunyai kontribusi kurang penting. Nilai technology contribution coefficient pada IKM Xpertees 0,47 dan IKM Dewi 0.60 dapat dinyatakan kontribusi komponen teknologi termasuk klasifikasi wajar dan penggunaan teknologi dalam kategori semi modern. ","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84281468","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dalam proses pengecekan visual suatu produk dalam suatu industri manufaktur, manusia sangat berperan penting terhadap kualitas produk sebelum dikirimkan ke konsumen khususnya untuk produk yang mengedepankan estetika. Apabila terdapat kualitas produk no good (NG) terkirim ke konsumen akan berdampak terhadap nama baik dari perusahaan yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap permintaan produk karena kesalahan dalam proses pengecekan. Agar hasil pengecekan visual yang dilakukan oleh operator cek sesuai dengan spesifikasi yang di tentukan oleh konsumen, diperlukan salah satu metode pengukuran untuk menjamin bahwa operator cek telah melakukan pengecekan dengan benar tidak mengirim produk no good ke konsumen ataupun sebaliknya me reject produk yang baik kualitas nya. Measurement system analysis menjadi salah satu cara untuk mengukur keakurasian (reproducibility) dan konsistensi (repeatability) operator pengecekan dalam menilai produk yang dihasilkan oleh lantai produksi. Penelitian ini ingin mengetahui akurasi dan konsistensi dari operator pengecekan menggunakan metode attribute agreement system. Hasil dari metode ini di ketahui bahwa operator pengecekan visual masih mempunyai kesalahan dalam melakukan pengecekan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan training untuk merefresh kembali pengetahuan operator pengecekan tentang kualitas produk di lantai produksi agar tidak menimbulkan kesalahan pengecekan.
{"title":"MEASURMENT SYSTEM ANALYSIS PADA OPERATOR PENGECEKAN VISUAL MENGGUNAKAN METODE ATTRIBUTE AGREEMENT SYSTEM DI INDUSTRI MANUFAKTUR","authors":"Helmi Huda, Nur Islahudin","doi":"10.24853/JISI.8.2.35-40","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.35-40","url":null,"abstract":"Dalam proses pengecekan visual suatu produk dalam suatu industri manufaktur, manusia sangat berperan penting terhadap kualitas produk sebelum dikirimkan ke konsumen khususnya untuk produk yang mengedepankan estetika. Apabila terdapat kualitas produk no good (NG) terkirim ke konsumen akan berdampak terhadap nama baik dari perusahaan yang secara tidak langsung dapat berpengaruh terhadap permintaan produk karena kesalahan dalam proses pengecekan. Agar hasil pengecekan visual yang dilakukan oleh operator cek sesuai dengan spesifikasi yang di tentukan oleh konsumen, diperlukan salah satu metode pengukuran untuk menjamin bahwa operator cek telah melakukan pengecekan dengan benar tidak mengirim produk no good ke konsumen ataupun sebaliknya me reject produk yang baik kualitas nya. Measurement system analysis menjadi salah satu cara untuk mengukur keakurasian (reproducibility) dan konsistensi (repeatability) operator pengecekan dalam menilai produk yang dihasilkan oleh lantai produksi. Penelitian ini ingin mengetahui akurasi dan konsistensi dari operator pengecekan menggunakan metode attribute agreement system. Hasil dari metode ini di ketahui bahwa operator pengecekan visual masih mempunyai kesalahan dalam melakukan pengecekan hasil produksi. Oleh karena itu diperlukan training untuk merefresh kembali pengetahuan operator pengecekan tentang kualitas produk di lantai produksi agar tidak menimbulkan kesalahan pengecekan.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"34 16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77238037","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
I. Sriwana, S. NurulHijrah, Arief Suwandi, Roesfiansjah Rasjidin
Supply chain performance measurement has an important role to play in formulating a strategy in running a company's business. UD Ananda is a company engaged in the production and sale of wooden furniture. UD. Ananda has never done a performance measurement in the supply chain that runs at the company. The purpose of this study is to determine the performance value and achievement of each company performance indicator. Performance measurement using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. This model includes a performance indicator / Key Performance Indicator (KPI) that has been validated using a questionnaire to then determine the weight of each performance indicator point using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and normalizing the score with Snorm De Boer. The traffic light system method is used to display performance indicators that are far from the company's target and become a priority for improvement, namely 7 indicators out of 17 validated indicators. The results of supply chain performance measurement at UD. Ananda was 71.43 for June and 79.37 for July. This value indicates that the supply chain performance value in the company is in a position of good performance.
供应链绩效评估在制定公司经营战略方面发挥着重要作用。UD Ananda是一家从事木制家具生产和销售的公司。UD。阿南达从未对公司的供应链进行过绩效评估。本研究的目的是确定各公司绩效指标的绩效价值和绩效成就。使用供应链操作参考(SCOR)模型进行绩效测量。该模型包括一个性能指标/关键性能指标(KPI),该指标已使用问卷进行验证,然后使用层次分析法(AHP)确定每个性能指标点的权重,并使用snom De Boer将分数规范化。采用红绿灯系统法,显示与公司目标相差较大、需要优先改进的绩效指标,即17项验证指标中的7项指标。UD的供应链绩效评估结果。阿南达6月为71.43,7月为79.37。该值表明该公司的供应链绩效值处于良好的绩效位置。
{"title":"PENGUKURAN KINERJA RANTAI PASOK MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) DI UD. ANANDA","authors":"I. Sriwana, S. NurulHijrah, Arief Suwandi, Roesfiansjah Rasjidin","doi":"10.24853/JISI.8.2.13-24","DOIUrl":"https://doi.org/10.24853/JISI.8.2.13-24","url":null,"abstract":"Supply chain performance measurement has an important role to play in formulating a strategy in running a company's business. UD Ananda is a company engaged in the production and sale of wooden furniture. UD. Ananda has never done a performance measurement in the supply chain that runs at the company. The purpose of this study is to determine the performance value and achievement of each company performance indicator. Performance measurement using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) model. This model includes a performance indicator / Key Performance Indicator (KPI) that has been validated using a questionnaire to then determine the weight of each performance indicator point using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and normalizing the score with Snorm De Boer. The traffic light system method is used to display performance indicators that are far from the company's target and become a priority for improvement, namely 7 indicators out of 17 validated indicators. The results of supply chain performance measurement at UD. Ananda was 71.43 for June and 79.37 for July. This value indicates that the supply chain performance value in the company is in a position of good performance.","PeriodicalId":32287,"journal":{"name":"JISI UMJ Jurnal Integrasi Sistem Industri","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84883662","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}