Anak tunagrahita sedang mengalami keterbatasan dalam aspek motorik halus diantaranya kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari misalnya kesulitan dalam meraih ataupun mengambil suatu benda, memegang benda dari mulai benda yang berukuran besar sampai terkecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis peningkatan konsentrasi dan kemampuan motorik halus dengan penggunaan permainan edukatif meronce pada anak tunagrahita sedang siswa kelas 1 Di SLB. Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian berjumlah 7 orang siswa yang terdiri atas 3 orang laki-laki dan 4 orang perempuan kelas I SLB. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes unjuk kerja. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsentrasi pada siklus 1 terdapat 4 orang siswa berada pada kategori sedang dan 3 orag pada kategori rendah. Pada siklus 2 terdapat 7 orang siswa pada kategori sedang. Hasil kemampuan motori terdapat 1 orang siswa berada pada kategori tinggi, 4 orang pada kategori sedang dan 2 orag pada kategori rendah. Pada siklus 2 terdaat 1 orang siswa pada kategori stinggi dan 6 orang pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan penggunaan permainan edukatif meronce mampu meningkatkan konsentrasi dan motori halus pada siswa kelas 1 di SLB.
{"title":"Upaya Meningkatkan Konsentrasi dan Kemampuan Motorik Halus dengan Penggunaan Permainan Edukatif Meronce Pada Anak Tunagrahita Sedang di Kelas I SLB","authors":"Ni Made Suriadi","doi":"10.23887/iji.v4i2.60572","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i2.60572","url":null,"abstract":"Anak tunagrahita sedang mengalami keterbatasan dalam aspek motorik halus diantaranya kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari misalnya kesulitan dalam meraih ataupun mengambil suatu benda, memegang benda dari mulai benda yang berukuran besar sampai terkecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menganalisis peningkatan konsentrasi dan kemampuan motorik halus dengan penggunaan permainan edukatif meronce pada anak tunagrahita sedang siswa kelas 1 Di SLB. Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian berjumlah 7 orang siswa yang terdiri atas 3 orang laki-laki dan 4 orang perempuan kelas I SLB. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes unjuk kerja. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsentrasi pada siklus 1 terdapat 4 orang siswa berada pada kategori sedang dan 3 orag pada kategori rendah. Pada siklus 2 terdapat 7 orang siswa pada kategori sedang. Hasil kemampuan motori terdapat 1 orang siswa berada pada kategori tinggi, 4 orang pada kategori sedang dan 2 orag pada kategori rendah. Pada siklus 2 terdaat 1 orang siswa pada kategori stinggi dan 6 orang pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan penggunaan permainan edukatif meronce mampu meningkatkan konsentrasi dan motori halus pada siswa kelas 1 di SLB.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87913308","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ni Komang Prasti Gayatri, N. W. Suniasih, I. W. Sujana
Siswa menunjukkan ekspresi tidak antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini kemungkinan menyebabkan suasana kelas yang tidak kondusif dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan mindfulness berbantuan media animasi terhadap kompetensi kemampuan IPS siswa kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V sekolah dasar. Metode pengumpulan data digunakan metode tes, yakni jenis tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat pilihan alternatif jawaban. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung sama dengan 2,25 kurang ttabel sama dengan 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk =sama denan 61. Rata-rata kompetensi pengetahuan IPS kelompok yang dibelajarkan melalui pendekatan mindfulness berbantuan media animasi 0,494 lebih 0,361 rata-rata kompetensi pengetahuan IPS kelompok yang dibelajarkan secara konvensional. Jadi, dapat disimpulkan pendekatan minfulness berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V sekolah dasar. Khususnya bagi guru kelas V sekolah dasar pendekatan minfulness berbantuan media animasi dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran materi IPS.
{"title":"Pendekatan Mindfulness Berbantuan Media Animasi Berpengaruh Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS di Kelas V Sekolah Dasar","authors":"Ni Komang Prasti Gayatri, N. W. Suniasih, I. W. Sujana","doi":"10.23887/iji.v4i2.57738","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i2.57738","url":null,"abstract":"Siswa menunjukkan ekspresi tidak antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini kemungkinan menyebabkan suasana kelas yang tidak kondusif dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan mindfulness berbantuan media animasi terhadap kompetensi kemampuan IPS siswa kelas V sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V sekolah dasar. Metode pengumpulan data digunakan metode tes, yakni jenis tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat pilihan alternatif jawaban. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung sama dengan 2,25 kurang ttabel sama dengan 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk =sama denan 61. Rata-rata kompetensi pengetahuan IPS kelompok yang dibelajarkan melalui pendekatan mindfulness berbantuan media animasi 0,494 lebih 0,361 rata-rata kompetensi pengetahuan IPS kelompok yang dibelajarkan secara konvensional. Jadi, dapat disimpulkan pendekatan minfulness berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V sekolah dasar. Khususnya bagi guru kelas V sekolah dasar pendekatan minfulness berbantuan media animasi dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran materi IPS.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"2 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78874532","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Saat proses pembelajaran guru masih dengan pola lama yaitu memberikan ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar tematik melalui G-Meet pada siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD yang berjumlah 6 orang, terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas II SD. Hal ini dibuktikan dengan peningkatkan rata-rata hasil belajar 61,66 pada hasil belajar prasiklus menjadi 67,5 pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 75 pada siklus II. Sedangkan nilai daya serap siswa juga mengalami peningkatan dari 62% pada prasiklus meningkat menjadi 67% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 75% pada siklus II. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 33% pada hasil belajar prasiklus, naik menjadi 50% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 83% pada siklus II.
{"title":"Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Melalui Google Meet Pada Siswa Kelas II SD","authors":"Gede Karmada","doi":"10.23887/iji.v4i2.60573","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i2.60573","url":null,"abstract":"Saat proses pembelajaran guru masih dengan pola lama yaitu memberikan ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran kooperatif tipe make a match untuk meningkatkan hasil belajar tematik melalui G-Meet pada siswa kelas II SD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD yang berjumlah 6 orang, terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas II SD. Hal ini dibuktikan dengan peningkatkan rata-rata hasil belajar 61,66 pada hasil belajar prasiklus menjadi 67,5 pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 75 pada siklus II. Sedangkan nilai daya serap siswa juga mengalami peningkatan dari 62% pada prasiklus meningkat menjadi 67% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 75% pada siklus II. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 33% pada hasil belajar prasiklus, naik menjadi 50% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 83% pada siklus II.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78433700","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kendala yang dihadapi guru dalam merencanakan proses pembelajaran atau membuat RPP adalah guru belum mengerti membuat indikator menggunakan kata operasional, guru belum mengerti memilih metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikannya, guru belum mengerti dalam menyusun kegiatan pada tahapan proses pembelajaran, guru belum mengerti dalam membuat penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam menyusun RPP setelah mengikuti supervisi klinis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan adalah guru-guru SD yang jumlahnya 6 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh peningkatan kemampuan guru menyusun RPP dari prasiklus sebesar 65,22 yang tergolong cukup, meningkat pada siklus I menjadi 69,13 yang tergolong cukup, dan siklus II meningkat menjadi 76,52 yang tergolong baik. Dapat disimpulkan bahwa implementasi supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru SD dalam menyusun RPP. Implikasi penelitian ini diharapkan guru-guru termotivasi untuk melakukan perbaikan dan inovasi pembelajaran di kelasnya.
{"title":"Implementasi Supervisi Klinis untuk Meningkatkan Kemampuan Guru Menyusun RPP","authors":"Ni Luh Rika Suardani","doi":"10.23887/iji.v4i2.60857","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i2.60857","url":null,"abstract":"Kendala yang dihadapi guru dalam merencanakan proses pembelajaran atau membuat RPP adalah guru belum mengerti membuat indikator menggunakan kata operasional, guru belum mengerti memilih metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikannya, guru belum mengerti dalam menyusun kegiatan pada tahapan proses pembelajaran, guru belum mengerti dalam membuat penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam menyusun RPP setelah mengikuti supervisi klinis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan adalah guru-guru SD yang jumlahnya 6 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh peningkatan kemampuan guru menyusun RPP dari prasiklus sebesar 65,22 yang tergolong cukup, meningkat pada siklus I menjadi 69,13 yang tergolong cukup, dan siklus II meningkat menjadi 76,52 yang tergolong baik. Dapat disimpulkan bahwa implementasi supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru SD dalam menyusun RPP. Implikasi penelitian ini diharapkan guru-guru termotivasi untuk melakukan perbaikan dan inovasi pembelajaran di kelasnya.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"22 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75194763","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rata-rata hasil belajar muatan pelajaran Matematika masih tergolong kurang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius. Guru sebagai pelaku pendidikan harus bertanggung jawab untuk memperbaiki agar pembelajaran dapat mencapai tujuan dengan baik. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik (muatan Matematika) siswa kelas I SD melalui penerapan metode demonstrasi dan pemmberian tugas berbantuan media sederhana. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas I SD yang jumlahnya 28 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh hasil belajar siswa pada prasiklus sebesar 62,14% yang tergolong kurang, siklus I sebesar 68,93% yang tergolong cukup dan meningkat pada siklus II sebesar 77,86% yang tergolong baik. Simpulan bahwa penerapan metode demonstrasi dan pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan Matematika) siswa kelas I SD. Hal ini dilihat dari persentase Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi melalui metode demonstrasi dan penugasan, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
{"title":"Metode Demonstrasi dan Pemberian Tugas Berbantuan Media Sederhana untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tematik (Muatan Matematika) Siswa Kelas I","authors":"Ni Luh Sriastini","doi":"10.23887/iji.v4i2.60858","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i2.60858","url":null,"abstract":"Rata-rata hasil belajar muatan pelajaran Matematika masih tergolong kurang. Hal ini perlu mendapat perhatian serius. Guru sebagai pelaku pendidikan harus bertanggung jawab untuk memperbaiki agar pembelajaran dapat mencapai tujuan dengan baik. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik (muatan Matematika) siswa kelas I SD melalui penerapan metode demonstrasi dan pemmberian tugas berbantuan media sederhana. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Rancangan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas I SD yang jumlahnya 28 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data yang diperoleh hasil belajar siswa pada prasiklus sebesar 62,14% yang tergolong kurang, siklus I sebesar 68,93% yang tergolong cukup dan meningkat pada siklus II sebesar 77,86% yang tergolong baik. Simpulan bahwa penerapan metode demonstrasi dan pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar tematik (muatan Matematika) siswa kelas I SD. Hal ini dilihat dari persentase Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi melalui metode demonstrasi dan penugasan, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"48 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82242758","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kurang optimalnya pelaksakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik oleh guru berdampak terhadap pelaksanaan serta hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Pendekatan Sintifk Melalui Kegiatan Lesson Study dalam Pembelajaran K13. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS). Dengan subjek penelitian adalah guru-guru yang berjumlah 6 orang. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik melalui kegiatan lesson study dalam kurikulum 2013. Pendekatan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa sebagian besar guru belum bisa mengimplementasikan Pendekatan saintifik dalam pembelajaran kurikulum 2013 dengan optimal. Setelah melalui kegiatan Lesson Study, pada siklus I didapatkan hasil sebagai berikut. Kompetensi guru mengimplementasikan Pendekatan sintifik sebesar 63,3%, meningkat menjadi 78,3% pada siklus II. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian melalui kegiatan Lesson Study ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Pendekatan saintifik dalam pembelajaran kurikulum 2013.
{"title":"Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Pendekatan Saintifik Melalui Kegiatan Lesson Study dalam Kurikulum 2013","authors":"I. D. M. Mahayasa","doi":"10.23887/iji.v4i1.54409","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i1.54409","url":null,"abstract":"Kurang optimalnya pelaksakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik oleh guru berdampak terhadap pelaksanaan serta hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menerapkan Pendekatan Sintifk Melalui Kegiatan Lesson Study dalam Pembelajaran K13. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS). Dengan subjek penelitian adalah guru-guru yang berjumlah 6 orang. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah kompetensi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik melalui kegiatan lesson study dalam kurikulum 2013. Pendekatan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Berdasarkan hasil observasi awal, diketahui bahwa sebagian besar guru belum bisa mengimplementasikan Pendekatan saintifik dalam pembelajaran kurikulum 2013 dengan optimal. Setelah melalui kegiatan Lesson Study, pada siklus I didapatkan hasil sebagai berikut. Kompetensi guru mengimplementasikan Pendekatan sintifik sebesar 63,3%, meningkat menjadi 78,3% pada siklus II. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian melalui kegiatan Lesson Study ternyata dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Pendekatan saintifik dalam pembelajaran kurikulum 2013.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"691 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78700949","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Masih banyak siswa yang belum memahami betul materi pembelajaran yang dijelaskan oleh guru terutama materi Bahasa Indonesia, karena kurangnya ketrampilan menyimak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model storytelling berbantuan media powerpoint terhadap keterampilan menyimak pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini 2 sekolah dengan jumlah 33 yang telah dinyatakan setara terpilih 2 sekolah, untuk sampel penelitian dengan teknik random sampling. Kelompok eksperimen dengan jumlah 19 siswa, sedangkan kelompok kontrol dengan jumlah siswa 14 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrument test keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif dan pengujian hipotesis (uji-t) melalui program SPSS 25.0 for windows. Hasil dari penyajian data dan uji prasyarat menunjukkan perbedaan yang besar terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0.000. Hal ini berarti nilai signifikansi < 0.05, berarti H0 ditolak dan Ha diterima terdapat pengaruh model storytelling berbantuan media powerpoint terhadap keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V. Implikasi penelitian ini diharapkan melalui penerapan model bercerita keterampilan menyimak siswa dapat meningkat.
仍然有许多学生没有很好地理解老师解释的学习材料,尤其是印尼语材料,因为他们缺乏足够的注意力。本研究旨在分析媒体powerpoint对五年级英语学生的听力技能的反馈模式。该研究采用了post- Only Control Group Design的实验quasi。本研究的人口为2所学校,其中33所学校被认为相当于2所学校,用于研究样本和随机抽样技术。实验组有19名学生,控制组有14名学生。这项研究的数据收集使用工具测试技能在英语科目。本研究数据的分析使用SPSS 25.0项目的分析描述性统计和假设测试(uj -t)来分析研究数据。数据演示和先决条件测试的结果显示,实验类和控制类的显著结果为1万卢比。这意味着H0 < .05的重要性价值,意味着H0被拒绝和接受,这对媒体powerpoint课堂上的听力技能有影响。
{"title":"Model Storytelling Berbantuan Media Powerpoint dan Pengaruhnya terhadap Keterampilan Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia","authors":"Nanda Wulwidyasari, Gede Margunayasa","doi":"10.23887/iji.v4i1.53679","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i1.53679","url":null,"abstract":"Masih banyak siswa yang belum memahami betul materi pembelajaran yang dijelaskan oleh guru terutama materi Bahasa Indonesia, karena kurangnya ketrampilan menyimak siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model storytelling berbantuan media powerpoint terhadap keterampilan menyimak pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini 2 sekolah dengan jumlah 33 yang telah dinyatakan setara terpilih 2 sekolah, untuk sampel penelitian dengan teknik random sampling. Kelompok eksperimen dengan jumlah 19 siswa, sedangkan kelompok kontrol dengan jumlah siswa 14 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrument test keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis statistic deskriptif dan pengujian hipotesis (uji-t) melalui program SPSS 25.0 for windows. Hasil dari penyajian data dan uji prasyarat menunjukkan perbedaan yang besar terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0.000. Hal ini berarti nilai signifikansi < 0.05, berarti H0 ditolak dan Ha diterima terdapat pengaruh model storytelling berbantuan media powerpoint terhadap keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V. Implikasi penelitian ini diharapkan melalui penerapan model bercerita keterampilan menyimak siswa dapat meningkat.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"8 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84743199","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Paradigma pembelajaran yang lebih banyak masih berpusat pada guru berdampak pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar biologi peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning (DL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning (DL). Penelitian ini merupakan jenis penelian tindakan kelas (PTK) yang mengadaptasi model penelitian PTK dari Kemmis dan Taggart. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang peserta didik. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi dan rubrik penilaian, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi peserta didik pada siklus II, skor klasikal rata-rata aktivitas belajar sebesar 18,9 dengan kategori aktif, dan skor klasikal rata-rata hasil belajar sebesar 82,8 dengan kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning (DL) meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi peserta didik.
{"title":"Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Biologi sebagai Dampak Penerapan Model Discovery Learning","authors":"Ketut Subudi","doi":"10.23887/iji.v4i1.54410","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i1.54410","url":null,"abstract":"Paradigma pembelajaran yang lebih banyak masih berpusat pada guru berdampak pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar biologi peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning (DL). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning (DL). Penelitian ini merupakan jenis penelian tindakan kelas (PTK) yang mengadaptasi model penelitian PTK dari Kemmis dan Taggart. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 30 orang peserta didik. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan lembar observasi dan rubrik penilaian, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi peserta didik pada siklus II, skor klasikal rata-rata aktivitas belajar sebesar 18,9 dengan kategori aktif, dan skor klasikal rata-rata hasil belajar sebesar 82,8 dengan kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning (DL) meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi peserta didik.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84612067","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Permasalahan siswa belum terampil menulis teks anekdot. Serta kurangnya model dan media pembelajaran yang menarik, sehingga membuat siswa kesulitan dalam memahami dan menulis teks anekdot. Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot, hal ini disebabkan karena siswa merasa bosan dengan pembelajaran menulis teks anekdot, siswa juga masih sulit mengemukakan gagasan atau ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan. model problem-based instruction berbantuan audio visual terhadap keterampilan menulis teks teks anekdot siswa kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan model pembelajaran eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA yang berjumlah 26 orang. Data dalam penelitian ini adalah skor keterampilan menulis teks anekdot sebelum dan sesudah menggunakan model problem-based instruction berbantuan audio visual siswa kelas X SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat efektivitas penggunaan model problem-based instruction berbantuan audio visual terhadap keterampilan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA karena thitunglebih dari ttabel (2,71 lebih dari 1,71). Simpulan menunjukkan penggunaan model Problem Based Instruction Berbantuan Audio Visual efektif digunakan keterampilan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa.
{"title":"Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Instruction Berbantuan Audio Visual terhadap Keterampilan Menulis Teks Anekdot","authors":"Bayu Puspita Sari, Trisna Helda, Afrini Rahmi","doi":"10.23887/iji.v4i1.44565","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i1.44565","url":null,"abstract":"Permasalahan siswa belum terampil menulis teks anekdot. Serta kurangnya model dan media pembelajaran yang menarik, sehingga membuat siswa kesulitan dalam memahami dan menulis teks anekdot. Kurangnya minat siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot, hal ini disebabkan karena siswa merasa bosan dengan pembelajaran menulis teks anekdot, siswa juga masih sulit mengemukakan gagasan atau ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan. model problem-based instruction berbantuan audio visual terhadap keterampilan menulis teks teks anekdot siswa kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan model pembelajaran eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA yang berjumlah 26 orang. Data dalam penelitian ini adalah skor keterampilan menulis teks anekdot sebelum dan sesudah menggunakan model problem-based instruction berbantuan audio visual siswa kelas X SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat efektivitas penggunaan model problem-based instruction berbantuan audio visual terhadap keterampilan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA karena thitunglebih dari ttabel (2,71 lebih dari 1,71). Simpulan menunjukkan penggunaan model Problem Based Instruction Berbantuan Audio Visual efektif digunakan keterampilan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"07 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73432751","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
S. Dasar, I. K. M. Antika, N. T. Renda, I. N. L. Jayanta
Penggunaan buku dalam pembelajaran kurang dimodifikasi sehingga penggunaan media pembelajaran belum optimal. Sehingga membuat siswa cenderung bosan dan kurang tertarik pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media kartu domino modifikasi dengan pendekatan kontektual untuk siswa kelas III pada materi bilangan pecahan sederhana di sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE melalui tahapannya yaitu, analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek pada penelitian ini yaitu 2 orang ahli materi, 2 orang ahli media, 2 orang praktisi dan 12 orang respon siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode pemberian kuesioner dengan jenis instrument ratting scale. Teknik analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Adapun hasil validasi dari segi ahli materi menunjukkan rata-rata skor sebesar 4,7 dengan kualifikasi sangat valid. Segi ahli media memperoleh rata-rata skor sebesar 4,7 dengan kualifikasi sangat valid. Kepraktisan media kartu domino memperoleh hasil 95% dengan kualifikasi sangat baik. Sedangkan hasil respon siswa memperoleh hasil 98% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil menunjukkan media kartu domino modifikasi pendekatan kontekstual layak dan valid digunakan. Implikasi penelitian ini diharapkan media kartu domino modifikasi dengan pendekatan kontektual untuk siswa kelas III pada materi bilangan pecahan sederhana dapat membantu siswa dalam memahami materi.
{"title":"Media Kartu Domino Modifikasi dengan Pendekatan Kontekstual pada Muatan Pembelajaran Matematika Kelas III Sekolah Dasar","authors":"S. Dasar, I. K. M. Antika, N. T. Renda, I. N. L. Jayanta","doi":"10.23887/iji.v4i1.50936","DOIUrl":"https://doi.org/10.23887/iji.v4i1.50936","url":null,"abstract":"Penggunaan buku dalam pembelajaran kurang dimodifikasi sehingga penggunaan media pembelajaran belum optimal. Sehingga membuat siswa cenderung bosan dan kurang tertarik pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media kartu domino modifikasi dengan pendekatan kontektual untuk siswa kelas III pada materi bilangan pecahan sederhana di sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE melalui tahapannya yaitu, analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek pada penelitian ini yaitu 2 orang ahli materi, 2 orang ahli media, 2 orang praktisi dan 12 orang respon siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode pemberian kuesioner dengan jenis instrument ratting scale. Teknik analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Adapun hasil validasi dari segi ahli materi menunjukkan rata-rata skor sebesar 4,7 dengan kualifikasi sangat valid. Segi ahli media memperoleh rata-rata skor sebesar 4,7 dengan kualifikasi sangat valid. Kepraktisan media kartu domino memperoleh hasil 95% dengan kualifikasi sangat baik. Sedangkan hasil respon siswa memperoleh hasil 98% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil menunjukkan media kartu domino modifikasi pendekatan kontekstual layak dan valid digunakan. Implikasi penelitian ini diharapkan media kartu domino modifikasi dengan pendekatan kontektual untuk siswa kelas III pada materi bilangan pecahan sederhana dapat membantu siswa dalam memahami materi.","PeriodicalId":33696,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Learning and Instruction","volume":"24 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-01-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87399333","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}