首页 > 最新文献

Forum penelitian Agro Ekonomi最新文献

英文 中文
Impacts of Upsus Program on the Cost Efficiency and Competitiveness of Rice Production in Indonesia Upsus项目对印尼稻米生产成本效率和竞争力的影响
Pub Date : 2020-12-29 DOI: 10.21082/fae.v38n1.2020.29-52
A. Setiyanto, I. Pabuayon
Program Upsus adalah program nasional yang dirintis pada tahun 2014 dan mulai diterapkan secara besar-besaran pada tahun 2015. Dalam program ini, padi mendapatkan porsi terbesar dari anggaran pemerintah, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi beras melalui peningkatan luas areal panen dan produktivitas. Target yang ditetapkan adalah bahwa Indonesia akan mencapai swasembada beras lagi dalam tiga tahun. Setelah itu, targetnya adalah Indonesia dapat memelihara keberlanjutan swasembada beras, mencapai surplus untuk ekspor setelah 2017, dan dalam jangka panjang Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Saat ini, program tersebut telah dilaksanakan selama lima tahun dan analisis dampak dari penerapan program Upsus terhadap sisi efisiensi biaya dan daya saing produksi beras Indonesia ini penting untuk dikaji. Makalah ini bertujuan untuk membahas kerangka teoritis dan konseptual pengaruh program Upsus terhadap peningkatan efisiensi biaya dan daya saing produksi padi pada tingkat usaha tani. Alat analisis yang dapat digunakan untuk ini adalah perbandingan antara sebelum dan sesudah implementasi program Upsus yang terdiri dari regresi fungsi stochastic frontier cost (SFC), policy analysis matrix (PAM), analisis distribusi kepadatan kernel, dan model regresi berganda pengaruh peningkatan efisiensi biaya terhadap perubahan daya saing. Beberapa rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari pembahasan makalah ini berguna untuk lebih membantu meningkatkan strategi implementasi selanjutnya dari program Upsus pada padi.
Upsus项目是2014年启动的一个全国性项目,2015年开始大规模实施。在这个项目中,水稻占了政府预算的很大一部分,并希望通过增加产量和生产力来增加大米产量。设定的目标是印尼将在三年内再次实现大米自给自足。印尼后,目标是能够保持可持续性,自给自足,2017年达到盈余后出口大米和印尼从长远来看将于2045年成为世界粮仓的粮食。目前,该项目已经实施了5年,并分析了Upsus项目对印尼大米生产效率和竞争力方面的影响,这对改革至关重要。本文旨在讨论Upsus计划对提高价格价格和粮食生产效率和竞争力在农业生产水平上的影响的理论框架和概念。之间的可以用来分析工具是比较项目实施前后组成的Upsus stochastic边疆成本函数(SFC)回归分析、政策分析矩阵(PAM)内核密度分布,提高成本效率和回归模型乘数影响竞争力的变化。本文的讨论所产生的一些政策建议有助于进一步提高帕迪Upsus项目的实施策略。
{"title":"Impacts of Upsus Program on the Cost Efficiency and Competitiveness of Rice Production in Indonesia","authors":"A. Setiyanto, I. Pabuayon","doi":"10.21082/fae.v38n1.2020.29-52","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/fae.v38n1.2020.29-52","url":null,"abstract":"Program Upsus adalah program nasional yang dirintis pada tahun 2014 dan mulai diterapkan secara besar-besaran pada tahun 2015. Dalam program ini, padi mendapatkan porsi terbesar dari anggaran pemerintah, dan diharapkan dapat meningkatkan produksi beras melalui peningkatan luas areal panen dan produktivitas. Target yang ditetapkan adalah bahwa Indonesia akan mencapai swasembada beras lagi dalam tiga tahun. Setelah itu, targetnya adalah Indonesia dapat memelihara keberlanjutan swasembada beras, mencapai surplus untuk ekspor setelah 2017, dan dalam jangka panjang Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Saat ini, program tersebut telah dilaksanakan selama lima tahun dan analisis dampak dari penerapan program Upsus terhadap sisi efisiensi biaya dan daya saing produksi beras Indonesia ini penting untuk dikaji. Makalah ini bertujuan untuk membahas kerangka teoritis dan konseptual pengaruh program Upsus terhadap peningkatan efisiensi biaya dan daya saing produksi padi pada tingkat usaha tani. Alat analisis yang dapat digunakan untuk ini adalah perbandingan antara sebelum dan sesudah implementasi program Upsus yang terdiri dari regresi fungsi stochastic frontier cost (SFC), policy analysis matrix (PAM), analisis distribusi kepadatan kernel, dan model regresi berganda pengaruh peningkatan efisiensi biaya terhadap perubahan daya saing. Beberapa rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari pembahasan makalah ini berguna untuk lebih membantu meningkatkan strategi implementasi selanjutnya dari program Upsus pada padi.","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122813447","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
The Determinants of Sustainable Agricultural Technology Adoption 可持续农业技术采用的决定因素
Pub Date : 2020-12-29 DOI: 10.21082/fae.v38n1.2020.1-11
N. Ashari, H. Saliem, M. Maulana, E. Ariningsih, K. S. Septanti
Pertanian memiliki peran penting karena lebih dari 60% populasi dunia bergantung pada pertanian sebagai mata pencaharian. Salah satu faktor penyumbang  besar terhadap pertumbuhan produktivitas pertanian adalah penerapan teknologi baru.  Teknologi baru pertanian diharapkan berperan sebagai jalan penting untuk keluar dari kemiskinan di sebagian besar negara berkembang. Namun, realita menunjukkan tingkat adopsi teknologi pertanian dianggap masih relatif rendah. Makalah ini merupakan scientific review yang merangkum dan menganalisis hasil-hasil penelitian tentang adopsi teknologi pertanian. Tujuan makalah adalah untuk mengamati pengalaman di sejumlah negara terkait adopsi teknologi pertanian dan menentukan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi serta keberlanjutan suatu adopsi teknologi. Hasil studi mengungkapkan bahwa keputusan petani untuk mengadopsi teknologi baru bergantung pada interaksi dinamis antara karakteristik teknologi dan kondisi lingkungannya. Beberapa aspek yang memengaruhi adopsi teknologi pertanian antara lain aspek teknologi, ekonomi dan keuangan, sosial dan kelembagaan, serta usaha pertanian dan karakteristik rumah tangga petani. Namun, penentu adopsi teknologi pertanian tidak selalu tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa faktor sehingga untuk memacu adopsi teknologi harus memperhitungkan semua faktor penentunya. Pendekatan yang komprehensif menjadi pilihan terbaik untuk menyebarluaskan teknologi baru pertanian. Pemerintah dapat menjadi fasilitator untuk adopsi teknologi dan memastikan teknologi yang disebarkan bermanfaat bagi petani.
农业发挥了重要作用,因为世界上60%以上的人口依赖农业作为生计。促成农业生产率增长的一个重要因素是新技术的应用。新的农业技术被认为是摆脱大多数发展中国家贫困的重要途径。然而,现实表明,农业技术的采用率仍然相对较低。这篇论文是对农业技术采用研究成果的科学回顾和分析。本文的目的是观察一些与农业技术相关的国家的经验,并确定影响技术采用和可持续性的因素。研究表明,农民采用新技术的决定取决于技术特征与环境条件之间的动态相互作用。影响采用农业技术的几个方面包括技术、经济和金融、社会和制度、农业努力和农民家庭的特征。然而,农业技术的推广决定因素并不总是单一的,而是多种因素的结合,因此,为了刺激技术采用,必须考虑所有的关键因素。一种综合的方法是广泛传播农业新技术的最佳选择。政府可以成为推广技术和确保技术造福农民的引导者。
{"title":"The Determinants of Sustainable Agricultural Technology Adoption","authors":"N. Ashari, H. Saliem, M. Maulana, E. Ariningsih, K. S. Septanti","doi":"10.21082/fae.v38n1.2020.1-11","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/fae.v38n1.2020.1-11","url":null,"abstract":"Pertanian memiliki peran penting karena lebih dari 60% populasi dunia bergantung pada pertanian sebagai mata pencaharian. Salah satu faktor penyumbang  besar terhadap pertumbuhan produktivitas pertanian adalah penerapan teknologi baru.  Teknologi baru pertanian diharapkan berperan sebagai jalan penting untuk keluar dari kemiskinan di sebagian besar negara berkembang. Namun, realita menunjukkan tingkat adopsi teknologi pertanian dianggap masih relatif rendah. Makalah ini merupakan scientific review yang merangkum dan menganalisis hasil-hasil penelitian tentang adopsi teknologi pertanian. Tujuan makalah adalah untuk mengamati pengalaman di sejumlah negara terkait adopsi teknologi pertanian dan menentukan faktor-faktor yang memengaruhi adopsi serta keberlanjutan suatu adopsi teknologi. Hasil studi mengungkapkan bahwa keputusan petani untuk mengadopsi teknologi baru bergantung pada interaksi dinamis antara karakteristik teknologi dan kondisi lingkungannya. Beberapa aspek yang memengaruhi adopsi teknologi pertanian antara lain aspek teknologi, ekonomi dan keuangan, sosial dan kelembagaan, serta usaha pertanian dan karakteristik rumah tangga petani. Namun, penentu adopsi teknologi pertanian tidak selalu tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa faktor sehingga untuk memacu adopsi teknologi harus memperhitungkan semua faktor penentunya. Pendekatan yang komprehensif menjadi pilihan terbaik untuk menyebarluaskan teknologi baru pertanian. Pemerintah dapat menjadi fasilitator untuk adopsi teknologi dan memastikan teknologi yang disebarkan bermanfaat bagi petani.","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"108 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124236933","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Mekanisasi Pertanian dan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) 农业机械与企业发展Alsintan服务(UPJA)
Pub Date : 2019-12-19 DOI: 10.21082/FAE.V36N2.2018.117-128
Herlina Tarigan
Agricultural Machinery Services Business (UPJA) is an institution based on the awareness of limited agricultural land, inadequate agricultural labor, fast planting time, and important agricultural modernization. UPJA is expected to overcome farming problems as well as being a factor of economic growth through capital accumulation and agricultural competitiveness. This paper is a critical review that aims to analyze agricultural mechanization and institutional development of UPJA as a rural economic institution for optimizing agricultural machinery. Results of the analysis show that the application of agricultural mechanization has been able to accelerate production process as well as to increase production and farming profits. The Special Effort (Upsus) program through agricultural machinery assistance has not run optimally. One way for optimizing the program is to grow and build UPJA as a manager of agricultural machinery. UPJA has the potential to spur the development of modern agriculture and at the same time it drives farmers’ economy in rural areas. Comprehensive and professional handling of UPJA is possible to develop this institution into a farmers’ corporation. AbstrakUsaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) adalah lembaga yang dibangun dari kesadaran bahwa lahan pertanian di Indonesia sudah relatif sempit, tenaga kerja pertanian makin terbatas, perlu mengejar waktu tanam, dan pentingnya modernisasi pertanian. UPJA diperkirakan mampu mengatasi masalah usaha tani sekaligus menjadi faktor pertumbuhan ekonomi melalui akumulasi modal dan daya saing pertanian. Tulisan ini merupakan review ilmiah (critical review) yang bertujuan menganalisis mekanisasi pertanian dan  pengembangan kelembagaan UPJA sebagai lembaga ekonomi desa dalam rangka optimalisasi alsintan. Hasil analisis menunjukkan penerapan mekanisasi pertanian telah mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan produksi, dan keuntungan usaha tani.  Program Upsus melalui bantuan alsintan belum berjalan secara optimal.  Salah satu bentuk upaya optimalisasi adalah dengan menumbuhkan dan membangun UPJA sebagai pengelola alsintan. UPJA potensial memacu berkembangnya pertanian modern sekaligus menggerakkan ekonomi petani di pedesaan.  Penanganan UPJA secara menyeluruh dan profesional berpotensi mengembangkan lembaga ini menjadi korporasi petani.
农机服务企业(UPJA)是基于有限的农业用地、不足的农业劳动力、快速的种植时间和重要的农业现代化意识的机构。UPJA有望克服农业问题,并通过资本积累和农业竞争力成为经济增长的一个因素。本文是一篇批判性的综述,旨在分析UPJA作为农业机械优化的农村经济机构的农业机械化和制度发展。分析结果表明,农业机械化的应用加快了生产进程,提高了产量和经营效益。通过农业机械援助的特别努力(Upsus)计划运行得并不理想。优化该计划的一种方法是将UPJA发展成为农业机械的管理者。UPJA具有促进现代农业发展的潜力,同时也带动了农村农民经济的发展。全面和专业地处理UPJA是将该机构发展成为农民公司的可能。摘要/ abstract摘要:usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) adalah lembaga yang dibangunn dari kesadaran bahwa lahan pertanian di Indonesia sudah relatifsempit, tenaga kerja pertanian makin terbatas, perlu mengejar waktu tanam, dan pentingnya modernisasi pertanian。UPJA perperkirakan mampu mengatasi masalah usaha tani sekaligus menjadi因子perperbuhan经济melalui akumulasi modal dan daya储蓄perperbuhan。【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】【关键评论】Hasil分析menunjukkan penerapan mekanisasi pertanian telah mampu mempercep感知加工产品,meningkatkan产品,dankeuntungan usaha tani。程序Upsus melalui bantuan alsintan belum berjalan secara优化。萨拉赫(Salah satu bentuk upaya)是最优的,是最优的,是最优的,是最优的。UPJA潜在memu berkembangnya pertanian现代sekaligus menggerakkan经济学petani di pedesaan。Penanganan UPJA secara menyeluruh和专业的berpotensi mengembangkan lembaga ini menjadi korporasi petani。
{"title":"Mekanisasi Pertanian dan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA)","authors":"Herlina Tarigan","doi":"10.21082/FAE.V36N2.2018.117-128","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/FAE.V36N2.2018.117-128","url":null,"abstract":"Agricultural Machinery Services Business (UPJA) is an institution based on the awareness of limited agricultural land, inadequate agricultural labor, fast planting time, and important agricultural modernization. UPJA is expected to overcome farming problems as well as being a factor of economic growth through capital accumulation and agricultural competitiveness. This paper is a critical review that aims to analyze agricultural mechanization and institutional development of UPJA as a rural economic institution for optimizing agricultural machinery. Results of the analysis show that the application of agricultural mechanization has been able to accelerate production process as well as to increase production and farming profits. The Special Effort (Upsus) program through agricultural machinery assistance has not run optimally. One way for optimizing the program is to grow and build UPJA as a manager of agricultural machinery. UPJA has the potential to spur the development of modern agriculture and at the same time it drives farmers’ economy in rural areas. Comprehensive and professional handling of UPJA is possible to develop this institution into a farmers’ corporation. AbstrakUsaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) adalah lembaga yang dibangun dari kesadaran bahwa lahan pertanian di Indonesia sudah relatif sempit, tenaga kerja pertanian makin terbatas, perlu mengejar waktu tanam, dan pentingnya modernisasi pertanian. UPJA diperkirakan mampu mengatasi masalah usaha tani sekaligus menjadi faktor pertumbuhan ekonomi melalui akumulasi modal dan daya saing pertanian. Tulisan ini merupakan review ilmiah (critical review) yang bertujuan menganalisis mekanisasi pertanian dan  pengembangan kelembagaan UPJA sebagai lembaga ekonomi desa dalam rangka optimalisasi alsintan. Hasil analisis menunjukkan penerapan mekanisasi pertanian telah mampu mempercepat proses produksi, meningkatkan produksi, dan keuntungan usaha tani.  Program Upsus melalui bantuan alsintan belum berjalan secara optimal.  Salah satu bentuk upaya optimalisasi adalah dengan menumbuhkan dan membangun UPJA sebagai pengelola alsintan. UPJA potensial memacu berkembangnya pertanian modern sekaligus menggerakkan ekonomi petani di pedesaan.  Penanganan UPJA secara menyeluruh dan profesional berpotensi mengembangkan lembaga ini menjadi korporasi petani.","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129422976","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Fenomena Global Akuisisi Lahan (Land Grabbing) dan Dampaknya bagi Kesejahteraan Petani Lokal 全球收购土地的现象及其对当地农民福利的影响
Pub Date : 2019-01-08 DOI: 10.21082/FAE.V36N1.2018.1-12
nFN Syahyuti
Massive land grabbing is a global phenomenon that takes place widely by involving cross-country and continental actors. However, this approach to agricultural development with this pattern is less in line with agrarian reform, because it produces inequality, conflict, and marginalization of small farmers. Various studies report the massive land grabbing especially in African countries, Latin America and also Asia. Until now, the phenomenon of land grabbing that has such serious impacts is not openly discussed by academics, and is often covered as an inter-state investment dynamic. This paper is a scientific review derived from various studies and reports, which are constructed into land grabbing character, its causal factors, the resulting impacts, and the urgency of solutions to suppress its spread. The results of the study show that in Indonesia this is also the case, and has begun to show the impacts that are less in line with the vision and mission of national agricultural development, especially the threat to the achievement of food security and farmers' welfare. In the future, the phenomenon of land grabbing should be used as an open agenda and find solutions by integrating with agrarian reform planning.AbstrakAkuisisi lahan secara besar-besaran merupakan sebuah fenomena global yang berlangsung secara luas dengan melibatkan aktor lintas negara dan benua. Namun demikian, pendekatan pembangunan pertanian dengan pola ini kurang sejalan dengan reforma agraria, karena menghasilkan ketimpangan, konflik, serta peminggiran petani kecil. Beragam studi melaporkan masifnya akuisisi lahan terutama di negara-negara Afrika, Amerika Latin dan juga Asia. Sampai saat ini, fenomena akuisisi lahan yang memiliki dampak serius tersebut tidak dibicarakan secara terbuka oleh kalangan akademisi, dan seringkali ditutupi sebagai sebuah dinamika investasi antar negara belaka. Tulisan ini merupakan sebuah review ilmiah yang berasal dari berbagai hasil studi dan laporan, yang dikontruksi menjadi karakteristik akuisisi lahan, faktor penyebabnya, dampak yang dihasilkan, serta urgensi solusi untuk menekan penyebarannya. Hasil kajian menunjukan bahwa di Indonesia hal ini juga berlangsung, dan telah mulai memperlihatkan berbagai dampak yang kurang sejalan dengan visi dan misi pembangunan pertanian nasional, terutama ancamannya terhadap pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Ke depan, semestinya fenomena akuisisi lahan harus dijadikan sebagai agenda terbuka dan dicarikan solusinya dengan mengintegrasikan dengan perencanaan reforma agraria.
大规模土地掠夺是一种全球现象,涉及跨国和大陆行动者,广泛发生。然而,这种模式的农业发展方式不太符合土地改革,因为它造成了小农的不平等、冲突和边缘化。各种研究报告了大规模的土地掠夺,特别是在非洲国家、拉丁美洲和亚洲。到目前为止,学术界还没有公开讨论具有如此严重影响的土地掠夺现象,而通常被视为州际投资动态。本文是一篇综合各种研究和报道的科学综述,从土地掠夺的特征、原因、影响以及抑制其蔓延的紧迫性等方面进行了构建。研究结果表明,在印度尼西亚也是如此,并且已经开始显示出与国家农业发展的愿景和使命不太相符的影响,特别是对实现粮食安全和农民福利的威胁。在未来,土地掠夺现象应该作为一个公开的议程,并结合土地改革规划寻找解决方案。[摘要]在全球范围内,对全球范围内的气候变化、气候变化、气候变化、气候变化等现象进行了研究。Namun demikian, pendekatan pembangunan pertanian dengan pola ini kurang sejalan dengan reforma agraria, karena menghasilkan ketimpangan, konflik, serta peminggiran petani kecil。Beragam studi melaporkan masifnya akuisisi lahan terutama di negara-negara非洲,美洲,拉丁和亚洲。Sampai saat ini,现象akuisisislahan yang memiliki danpak serius terseka,但dibicarakan secara terbuka oleh kalangan academy, dan seringkali ditututupi sebagai sebuah dinamika investasantarnegara belaka。tusisan ini merupakan sebuah review ilmiah yang dihasilkan dari berbagai hasil studi danlaporan, yang dihasilkan menjadi karakteristik akuisisi lahan, ftor penyebabnya, dampak yang dihasilkan, serta gengensi solusi untuk menubakan penyebarannya。我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人,我是印尼人。在农业改革中,农业改革是一项重要的改革措施,也是一项重要的改革措施。
{"title":"Fenomena Global Akuisisi Lahan (Land Grabbing) dan Dampaknya bagi Kesejahteraan Petani Lokal","authors":"nFN Syahyuti","doi":"10.21082/FAE.V36N1.2018.1-12","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/FAE.V36N1.2018.1-12","url":null,"abstract":"Massive land grabbing is a global phenomenon that takes place widely by involving cross-country and continental actors. However, this approach to agricultural development with this pattern is less in line with agrarian reform, because it produces inequality, conflict, and marginalization of small farmers. Various studies report the massive land grabbing especially in African countries, Latin America and also Asia. Until now, the phenomenon of land grabbing that has such serious impacts is not openly discussed by academics, and is often covered as an inter-state investment dynamic. This paper is a scientific review derived from various studies and reports, which are constructed into land grabbing character, its causal factors, the resulting impacts, and the urgency of solutions to suppress its spread. The results of the study show that in Indonesia this is also the case, and has begun to show the impacts that are less in line with the vision and mission of national agricultural development, especially the threat to the achievement of food security and farmers' welfare. In the future, the phenomenon of land grabbing should be used as an open agenda and find solutions by integrating with agrarian reform planning.AbstrakAkuisisi lahan secara besar-besaran merupakan sebuah fenomena global yang berlangsung secara luas dengan melibatkan aktor lintas negara dan benua. Namun demikian, pendekatan pembangunan pertanian dengan pola ini kurang sejalan dengan reforma agraria, karena menghasilkan ketimpangan, konflik, serta peminggiran petani kecil. Beragam studi melaporkan masifnya akuisisi lahan terutama di negara-negara Afrika, Amerika Latin dan juga Asia. Sampai saat ini, fenomena akuisisi lahan yang memiliki dampak serius tersebut tidak dibicarakan secara terbuka oleh kalangan akademisi, dan seringkali ditutupi sebagai sebuah dinamika investasi antar negara belaka. Tulisan ini merupakan sebuah review ilmiah yang berasal dari berbagai hasil studi dan laporan, yang dikontruksi menjadi karakteristik akuisisi lahan, faktor penyebabnya, dampak yang dihasilkan, serta urgensi solusi untuk menekan penyebarannya. Hasil kajian menunjukan bahwa di Indonesia hal ini juga berlangsung, dan telah mulai memperlihatkan berbagai dampak yang kurang sejalan dengan visi dan misi pembangunan pertanian nasional, terutama ancamannya terhadap pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Ke depan, semestinya fenomena akuisisi lahan harus dijadikan sebagai agenda terbuka dan dicarikan solusinya dengan mengintegrasikan dengan perencanaan reforma agraria.","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134460597","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
Dinamika Kelembagaan Kemitraan Usaha Rantai Pasok Buah Tropika Berorientasi Ekspor 以出口为导向的热带水果供应链的经营机构动态
Pub Date : 2019-01-08 DOI: 10.21082/FAE.V36N1.2018.45-61
nFN Saptana, Atika Dyah Perwita, Valeriana Darwis, S. Suhartini
The main problem faced in the development of Indonesia's tropical fruits are the lack of variety, quantity, quality and continuity of supply that is in line with market demand dynamics and consumer preferences. The purpose of this paper is to examine the performance of export-oriented tropical fruit business partnership institutions. The method of analysis is carried out by reviewing various literature studies, especially primary scientific journals and other data and information. Indonesia's main tropical fruits are mango, pineapple, papaya, and avocado, constituting 75% of global tropical fruit production. National fruit production sequentially from the largest are banana of 6,189,052 tons, mango 2,376,339 tons, papaya 906,312 tons, durian 888,130 tons, and mangosteen 190,294 tons. Fruit consumption level in 2000 had reached 36 kg/capita/year, increasing in 2005 to 45 kg/capita/year, in 2007 it had reached 47 kg/capita/year, but in 2011 it decreased to 34.55 kg/capita/year, and in 2014 it increased again to 43.33 kg/capita/year. In the period January to March 2018 the volume of Indonesian fruit exports amounted to 325,236 tons, while in the same period in 2017, the volume of Indonesian fruit exports was recorded at 306,441 tons, an increase of 6.13%. Institutional performance of supply chain partnerships in tropical fruits, both carried out through general trade patterns and contract farming has not been fully efficient. The strategy of developing export-oriented tropical fruits in the future needs to be carried out through integrated supply chain business partnership institutions. Operationally can be done by using seeds/superior clone seeds, cultivation technology based on Standard Operational Procedure (SOP) and the application of Good Agricultural Practices (GAP), the application of Good Handling Practices (GHP), and integrated supply chain business partnerships. AbstrakPermasalahan pokok yang dihadapi dalam pengembangan buah tropika Indonesia adalah belum terwujudnya ragam, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan yang sesuai dengan dinamika permintaan pasar dan preferensi konsumen. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji kinerja kelembagan kemitraan usaha buah tropika berorientasi ekspor. Metode penulisan dengan melakukan review dari berbagai studi pustaka terutama jurnal ilmiah primer serta data dan informasi terkait. Buah tropika utama Indonesia adalah mangga, nenas, papaya, dan alpukat, merupakan 75% produksi buah tropika global. Produksi buah nasional secara berturut-turut adalah  pisang sebesar 6.189.052 ton, mangga 2.376.339 ton, pepaya 906.312 ton, durian 888.130 ton, dan manggis sebesar 190.294 ton. Tingkat konsumsi buah pada tahun 2000 sudah mencapai 36 kg/kapita/tahun, meningkat pada tahun 2005 menjadi 45 kg/kapita/tahun, tahun 2007 telah mencapai 47 kg/kapita/tahun, namun pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi sebesar 34,55 kg/kapita/tahun, dan tahun 2014 meningkat kembali mencapai 43.33 kg/kapita/tahun. Pada period
印度尼西亚热带水果发展面临的主要问题是缺乏品种、数量、质量和供应的连续性,不符合市场需求动态和消费者偏好。本文的目的是考察外向型热带水果经营伙伴机构的绩效。分析方法是通过回顾各种文献研究,特别是初级科学期刊和其他数据和信息来进行的。印度尼西亚的主要热带水果是芒果、菠萝、木瓜和鳄梨,占全球热带水果产量的75%。全国水果产量从大到小依次为香蕉6189052吨、芒果2376339吨、木瓜906312吨、榴莲888130吨、山竹190294吨。2000年水果消费水平达到36公斤/人/年,2005年上升到45公斤/人/年,2007年达到47公斤/人/年,2011年下降到34.55公斤/人/年,2014年再次上升到43.33公斤/人/年。2018年1月至3月期间,印度尼西亚水果出口量为325,236吨,而2017年同期,印度尼西亚水果出口量为306,441吨,增长6.13%。通过一般贸易模式和合同农业开展的热带水果供应链伙伴关系的制度绩效并不完全有效。未来发展以出口为导向的热带水果战略需要通过综合供应链业务伙伴机构来实施。操作上可以通过使用种子/优质克隆种子、基于标准操作程序(SOP)的栽培技术和良好农业规范(GAP)的应用、良好处理规范(GHP)的应用以及集成供应链业务伙伴关系来实现。【摘要】permasalahan pokok yang dihadapi dalam pengembangan buah tropika Indonesia adalah belum terwujudnya ragam, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan yang sesuai dengan dinamika permasalahan pasar dan preferensi konsumen。Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji kinerja kelembagan kemitraan usha bupika berorientasekspor。[j][中华医学杂志][文献资料与信息]。热带Buah tropika utama印度尼西亚adalah mangga, neenas,木瓜,dan alpukat, merupakan 75%产品热带Buah tropika global。生产品种为国家重点品种——乌拉果皮砂6.189.052吨,芒果2.376.339吨,木瓜906.312吨,榴莲888.130吨,丹芒果皮砂190.294吨。2005年孟家迪45公斤/kapita/tahun, 2007年孟家迪47公斤/kapita/tahun, 2011年孟家迪34公斤/kapita/tahun, 2014年孟家迪43.33公斤/kapita/tahun。2018年1月,马来西亚市场成交量为3252.236吨,2017年1月,马来西亚市场成交量为306.441吨,马来西亚市场成交量为6.13%。Kinerja kelembagaan kemitraan usaha rantai pasok pada buah tropika baik yang dilakukan melalui pola dagang umum maupun pertanian kontrak(合同农业)belum penuhnya efisen。我的战略是,我的战略是,我的战略是,我的战略是,我的战略是,我的战略是,我的战略是,我的战略是,我的战略是。香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学,香港特别大学
{"title":"Dinamika Kelembagaan Kemitraan Usaha Rantai Pasok Buah Tropika Berorientasi Ekspor","authors":"nFN Saptana, Atika Dyah Perwita, Valeriana Darwis, S. Suhartini","doi":"10.21082/FAE.V36N1.2018.45-61","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/FAE.V36N1.2018.45-61","url":null,"abstract":"The main problem faced in the development of Indonesia's tropical fruits are the lack of variety, quantity, quality and continuity of supply that is in line with market demand dynamics and consumer preferences. The purpose of this paper is to examine the performance of export-oriented tropical fruit business partnership institutions. The method of analysis is carried out by reviewing various literature studies, especially primary scientific journals and other data and information. Indonesia's main tropical fruits are mango, pineapple, papaya, and avocado, constituting 75% of global tropical fruit production. National fruit production sequentially from the largest are banana of 6,189,052 tons, mango 2,376,339 tons, papaya 906,312 tons, durian 888,130 tons, and mangosteen 190,294 tons. Fruit consumption level in 2000 had reached 36 kg/capita/year, increasing in 2005 to 45 kg/capita/year, in 2007 it had reached 47 kg/capita/year, but in 2011 it decreased to 34.55 kg/capita/year, and in 2014 it increased again to 43.33 kg/capita/year. In the period January to March 2018 the volume of Indonesian fruit exports amounted to 325,236 tons, while in the same period in 2017, the volume of Indonesian fruit exports was recorded at 306,441 tons, an increase of 6.13%. Institutional performance of supply chain partnerships in tropical fruits, both carried out through general trade patterns and contract farming has not been fully efficient. The strategy of developing export-oriented tropical fruits in the future needs to be carried out through integrated supply chain business partnership institutions. Operationally can be done by using seeds/superior clone seeds, cultivation technology based on Standard Operational Procedure (SOP) and the application of Good Agricultural Practices (GAP), the application of Good Handling Practices (GHP), and integrated supply chain business partnerships. AbstrakPermasalahan pokok yang dihadapi dalam pengembangan buah tropika Indonesia adalah belum terwujudnya ragam, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan yang sesuai dengan dinamika permintaan pasar dan preferensi konsumen. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji kinerja kelembagan kemitraan usaha buah tropika berorientasi ekspor. Metode penulisan dengan melakukan review dari berbagai studi pustaka terutama jurnal ilmiah primer serta data dan informasi terkait. Buah tropika utama Indonesia adalah mangga, nenas, papaya, dan alpukat, merupakan 75% produksi buah tropika global. Produksi buah nasional secara berturut-turut adalah  pisang sebesar 6.189.052 ton, mangga 2.376.339 ton, pepaya 906.312 ton, durian 888.130 ton, dan manggis sebesar 190.294 ton. Tingkat konsumsi buah pada tahun 2000 sudah mencapai 36 kg/kapita/tahun, meningkat pada tahun 2005 menjadi 45 kg/kapita/tahun, tahun 2007 telah mencapai 47 kg/kapita/tahun, namun pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi sebesar 34,55 kg/kapita/tahun, dan tahun 2014 meningkat kembali mencapai 43.33 kg/kapita/tahun. Pada period","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127065969","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
Dinamika Perubahan Harga Padi Jagung Kedelai serta Implikasinya terhadap Pendapatan Usaha Tani 大豆水稻价格变动的动力以及其对农业收入的影响
Pub Date : 2019-01-08 DOI: 10.21082/FAE.V36N1.2018.23-44
Rizma Aldillah
Price changes affect all aspects of agricultural activities, especially on agricultural development.To increase the production of strategic commodities such as rice, maize, and soybean, needs special attention to the impact of price changes closely related to that trading, so it is expected that the implications for farming income will be better and can make farmers more prosperous in the future. Often the fact, the growth in food demand is faster than the growth of its supply, causing changes in the price of staple foodstuffs, and ultimately impacting at the farmers income whose are uncertain. This paper aims to analyze the impact of changes in rice,maize and soybean prices on that trading, and its implications for farm income. The determination of the Reference Price of Purchase which only considers the cost of farming to produce rice, corn and soybean has not provided optimal support for efforts to increase the income of pajale farming. Therefore, it is necessary to consider all cost components, as well as government intervention in helping to strengthen the bargaining position of farmers in the trading system of these three commodities in Indonesia, so that the supply chain from farmers to the hands of end consumers can be cut, in order to provide direct implications for increased farm revenues.AbstrakPerubahan harga memengaruhi seluruh aspek kegiatan pertanian, khususnya terhadap pembangunan pertanian. Untuk meningkatkan produksi komoditas pangan utama, seperti padi, jagung, dan kedelai diperlukan perhatian khusus terhadap dampak perubahan harga yang berkaitan erat dengan perdagangannya sehingga diharapkan pendapatan usaha tani menjadi lebih baik dan petani makin sejahtera kedepannya. Seringkali faktanya bahwa pertumbuhan permintaan pangan lebih cepat dari pertumbuhan penyediaannya yang menyebabkan perubahan harga pangan pokok sering bergejolak dan akhirnya berdampak pada pendapatan petani yang tidak menentu. Tulisan ini bertujuan menganalisis dampak perubahan harga padi, jagung dan kedelai terhadap perdagangannya, serta implikasinya terhadap pendapatan usaha tani. Penetapan harga acuan pembelian (HAP) yang hanya mempertimbangkan biaya usaha tani untuk memproduksi padi, jagung dan kedelai belum memberikan dukungan yang optimal bagi upaya peningkatan pendapatan usaha tani pajale. Untuk itu, perlunya mempertimbangkan semua komponen biaya serta intervensi pemerintah dalam membantu memperkuat posisi tawar petani dalam sistem perdagangan ketiga komoditas tersebut di Indonesia sehingga rantai pasok dari petani ke tangan konsumen akhir dapat dipangkas dengan tujuan dapat memberikan implikasi secara langsung terhadap peningkatan pendapatan usaha tani.
价格变化影响农业活动的各个方面,特别是农业发展。要增加大米、玉米和大豆等战略商品的生产,需要特别注意与这些贸易密切相关的价格变化的影响,因此预计对农业收入的影响将会更好,并能使农民在未来更加富裕。事实往往是,粮食需求的增长快于供应的增长,导致主食价格的变化,并最终影响到农民的不确定收入。本文旨在分析大米、玉米和大豆价格变化对贸易的影响及其对农业收入的影响。参考收购价的确定只考虑种植水稻、玉米和大豆的成本,并没有为增加帕贾莱农业收入的努力提供最优支持。因此,有必要考虑所有的成本组成部分,以及政府干预,以帮助加强农民在印度尼西亚这三种商品的贸易体系中的议价地位,以便从农民到最终消费者手中的供应链可以被切断,从而为增加农业收入提供直接影响。[摘要]秘鲁语的翻译是:秘鲁语的翻译是:秘鲁语的翻译是:秘鲁语。Untuk meningkatkan produksi komoditas pangan utama, seperti padi, jagung, dan kedelai diperlukan perhaka, khusus terhadap danpak perubahan harga yang berkaitan erdengan perdagangannya sehinga diharapkan pendapatan usaha tani menjadi lebih baik dan petani makin sejahtera kedepannya。我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。tuisan ini bertujuan menganalis danpak perubahan harga padi, jagung dan kedelai terhadap perdagangannya, serta implikasinya terhadap pendapatan usaha tani。Penetapan harga acuan penbelian (HAP)杨汉亚成员pertimbangkan biaya usaha tani untuk成员produksi padi, jagung dan kedelai belum成员dukungan yang最优bagi upaya peningkatan pendapatan usaha tani pajale。Untuk itu, perlunya成员,perpertimbangkan semua komponen biaya, serta, perpertimbangan, semua komponen, biaya, serta, perpertimbangan, semua komponen, biaya, serta,干预,perpertimbangan,成员,perdagangan, ketiga, komoditas,系统,perdagangan, ketiga, komoditas, teri,印度尼西亚,seingga, rantai, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, pask, panpanka, dengan, tujuan, dapat,成员,implikasi, secara, langang, peningkatan, pendapatan, usaha, tani。
{"title":"Dinamika Perubahan Harga Padi Jagung Kedelai serta Implikasinya terhadap Pendapatan Usaha Tani","authors":"Rizma Aldillah","doi":"10.21082/FAE.V36N1.2018.23-44","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/FAE.V36N1.2018.23-44","url":null,"abstract":"Price changes affect all aspects of agricultural activities, especially on agricultural development.To increase the production of strategic commodities such as rice, maize, and soybean, needs special attention to the impact of price changes closely related to that trading, so it is expected that the implications for farming income will be better and can make farmers more prosperous in the future. Often the fact, the growth in food demand is faster than the growth of its supply, causing changes in the price of staple foodstuffs, and ultimately impacting at the farmers income whose are uncertain. This paper aims to analyze the impact of changes in rice,maize and soybean prices on that trading, and its implications for farm income. The determination of the Reference Price of Purchase which only considers the cost of farming to produce rice, corn and soybean has not provided optimal support for efforts to increase the income of pajale farming. Therefore, it is necessary to consider all cost components, as well as government intervention in helping to strengthen the bargaining position of farmers in the trading system of these three commodities in Indonesia, so that the supply chain from farmers to the hands of end consumers can be cut, in order to provide direct implications for increased farm revenues.AbstrakPerubahan harga memengaruhi seluruh aspek kegiatan pertanian, khususnya terhadap pembangunan pertanian. Untuk meningkatkan produksi komoditas pangan utama, seperti padi, jagung, dan kedelai diperlukan perhatian khusus terhadap dampak perubahan harga yang berkaitan erat dengan perdagangannya sehingga diharapkan pendapatan usaha tani menjadi lebih baik dan petani makin sejahtera kedepannya. Seringkali faktanya bahwa pertumbuhan permintaan pangan lebih cepat dari pertumbuhan penyediaannya yang menyebabkan perubahan harga pangan pokok sering bergejolak dan akhirnya berdampak pada pendapatan petani yang tidak menentu. Tulisan ini bertujuan menganalisis dampak perubahan harga padi, jagung dan kedelai terhadap perdagangannya, serta implikasinya terhadap pendapatan usaha tani. Penetapan harga acuan pembelian (HAP) yang hanya mempertimbangkan biaya usaha tani untuk memproduksi padi, jagung dan kedelai belum memberikan dukungan yang optimal bagi upaya peningkatan pendapatan usaha tani pajale. Untuk itu, perlunya mempertimbangkan semua komponen biaya serta intervensi pemerintah dalam membantu memperkuat posisi tawar petani dalam sistem perdagangan ketiga komoditas tersebut di Indonesia sehingga rantai pasok dari petani ke tangan konsumen akhir dapat dipangkas dengan tujuan dapat memberikan implikasi secara langsung terhadap peningkatan pendapatan usaha tani.","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126212265","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Arah Kebijakan Kerja Sama Pertanian Indonesia di Kawasan Asia Pasifik
Pub Date : 2019-01-08 DOI: 10.21082/fae.v36n1.2018.63-79
nFN Hermanto
In the current globalization era, it can no longer be inevitable the importance of cooperation among countries to realize peace and mutual prosperity. One of the growing international collaborations in the Asia Pacific region is Association of South East Asian Nations (ASEAN) and Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). The idea of the agricultural cooperation importance is one of the efforts to respond to various challenges in free trade and globalization era where each country in the Asia Pacific region has its advantages and disadvantages. This paper aims to describe the readiness of Indonesia’s agriculture and reviewing several international cooperation that built in the Asia Pacific region. With the use of the analysis framework based on the theories of international cooperation, showed that Indonesian agricultural sector still requires effort to empowerment because dominated by the small-scale businesses with limited capital and innovative technology, respectively. Most of the agricultural export products are also still needs the exertion of increase of its competitiveness. The cooperation in the Asia-Pacific region is very prospective. Trade and investment cooperation are more open in the Asia Pacific region will open market opportunities for agricultural products Indonesia thereby potentially encourage high economic growth and to increase the standard of life of the people of Indonesia and other countries in the Asia Pacific region. To create new opportunities and new markets in the Asia Pacific region, needed the policy direction covering four interrelated matters, namely how to improve access of agricultural commodity markets, increase investment, develop technical cooperation and strengthen diplomacy function as a factor of facilitating Indonesia facilitators in facing many agriculture collaborations for today and the future.AbstrakDi era globalisasi seperti sekarang ini, tidak dapat lagi dielakkan pentingnya menjalin kerja sama antarnegara dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bersama. Salah satu kerja sama internasional yang berkembang saat ini di kawasan Asia Pasifik adalah Association of South East Asian Nations (ASEAN) dan Asia Pasific Economic Coorperation (APEC). Pemikiran akan pentingnya menjalin kerja sama, khususnya di bidang pertanian merupakan salah satu upaya merespon berbagai tantangan di era globalisasi dimana masing-masing negara di kawasan Asia Pasifik memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tulisan ini bertujuan menganalisis kesiapan pertanian Indonesia serta mereview beberapa kerja sama internasional yang dibangun di kawasan Asia Pasifik. Dengan kerangka analisis yang didasarkan pada teori-teori kerja sama internasional, diperoleh gambaran bahwa sektor pertanian Indonesia masih memerlukan upaya pembenahan/ dan pemberdayaan karena usaha pertanian saat ini masih didominasi oleh usaha dengan skala kecil, modal yang terbatas, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana. Sebagian besar produk ekspor pertan
在当今全球化时代,国家间合作对实现和平与共同繁荣的重要性已不再是必然的。东南亚国家联盟(ASEAN)和亚太经济合作组织(APEC)是亚太地区日益增长的国际合作之一。农业合作的重要性是应对自由贸易和全球化时代各种挑战的努力之一,亚太地区各国都有自己的优势和劣势。本文旨在描述印度尼西亚农业的准备情况,并回顾在亚太地区建立的几项国际合作。利用基于国际合作理论的分析框架,表明印度尼西亚农业部门仍然需要努力赋权,因为分别由资金有限和创新技术有限的小型企业主导。大部分农产品出口产品也仍需努力提高其竞争力。亚太地区合作前景广阔。亚太地区更加开放的贸易和投资合作将为印尼农产品打开市场机会,从而有可能鼓励经济高速增长,提高印尼和亚太地区其他国家人民的生活水平。为了在亚太地区创造新的机会和新的市场,需要政策方向涵盖四个相互关联的问题,即如何改善农产品市场准入,增加投资,发展技术合作和加强外交功能,作为促进印度尼西亚协调员面对当今和未来许多农业合作的因素。摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstract摘要/ abstractSalah satu kerja sama international yang berkembang saat di kawasan Asia - pacifik adala东南亚国家联盟(东盟)和亚太经济合作组织(APEC)。在这个世界上,世界上最伟大的国家是世界上最伟大的国家,世界上最伟大的国家是世界上最伟大的国家。印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,印度尼西亚,亚洲,太平洋。Dengan kerangka分析杨didasarkan篇teori-teori kerja央行所持,diperoleh gambaran bahwa上面pertanian印尼masih memerlukan方便pembenahan /丹”规划林嘉欣usaha pertanian种子ini masih didominasi oleh pokalchuk usaha Dengan斯卡拉kecil,模态杨terbatas,丹penggunaan各种杨·马西sederhana。塞尔维亚的besar产品是波兰的juga masih成员lukan upaya peningkatan daya储蓄。Meskipun demikian前景kerja sama di kawasan - Asia-Pasifik sangat menjanjikan。印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展,印尼经济发展与发展。Untuk menciptakan peluang baru serja pasa baru di kawasan Asia, dibutuhkan adanya strategi menkup empup empa yang saling, terkait yakni bagaimana meningkatkan akses pasar, meningkatkan investasi, mengembangkan kerja sama teknik(技术合作)sera penguin and funis外交,pertanan sebagai fancar Indonesia, dalam menghadapi berbagai kerja sama di bidang pertanian saat danke depan。
{"title":"Arah Kebijakan Kerja Sama Pertanian Indonesia di Kawasan Asia Pasifik","authors":"nFN Hermanto","doi":"10.21082/fae.v36n1.2018.63-79","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/fae.v36n1.2018.63-79","url":null,"abstract":"In the current globalization era, it can no longer be inevitable the importance of cooperation among countries to realize peace and mutual prosperity. One of the growing international collaborations in the Asia Pacific region is Association of South East Asian Nations (ASEAN) and Asia Pacific Economic Cooperation (APEC). The idea of the agricultural cooperation importance is one of the efforts to respond to various challenges in free trade and globalization era where each country in the Asia Pacific region has its advantages and disadvantages. This paper aims to describe the readiness of Indonesia’s agriculture and reviewing several international cooperation that built in the Asia Pacific region. With the use of the analysis framework based on the theories of international cooperation, showed that Indonesian agricultural sector still requires effort to empowerment because dominated by the small-scale businesses with limited capital and innovative technology, respectively. Most of the agricultural export products are also still needs the exertion of increase of its competitiveness. The cooperation in the Asia-Pacific region is very prospective. Trade and investment cooperation are more open in the Asia Pacific region will open market opportunities for agricultural products Indonesia thereby potentially encourage high economic growth and to increase the standard of life of the people of Indonesia and other countries in the Asia Pacific region. To create new opportunities and new markets in the Asia Pacific region, needed the policy direction covering four interrelated matters, namely how to improve access of agricultural commodity markets, increase investment, develop technical cooperation and strengthen diplomacy function as a factor of facilitating Indonesia facilitators in facing many agriculture collaborations for today and the future.AbstrakDi era globalisasi seperti sekarang ini, tidak dapat lagi dielakkan pentingnya menjalin kerja sama antarnegara dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bersama. Salah satu kerja sama internasional yang berkembang saat ini di kawasan Asia Pasifik adalah Association of South East Asian Nations (ASEAN) dan Asia Pasific Economic Coorperation (APEC). Pemikiran akan pentingnya menjalin kerja sama, khususnya di bidang pertanian merupakan salah satu upaya merespon berbagai tantangan di era globalisasi dimana masing-masing negara di kawasan Asia Pasifik memiliki kelebihan dan kekurangannya. Tulisan ini bertujuan menganalisis kesiapan pertanian Indonesia serta mereview beberapa kerja sama internasional yang dibangun di kawasan Asia Pasifik. Dengan kerangka analisis yang didasarkan pada teori-teori kerja sama internasional, diperoleh gambaran bahwa sektor pertanian Indonesia masih memerlukan upaya pembenahan/ dan pemberdayaan karena usaha pertanian saat ini masih didominasi oleh usaha dengan skala kecil, modal yang terbatas, dan penggunaan teknologi yang masih sederhana. Sebagian besar produk ekspor pertan","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131466986","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Evolusi Inovasi Pembangunan Pertanian di Badan Litbang Pertanian: Dari Transfer Teknologi ke Sistem Inovasi 农业开发创新的演变:从技术转移到创新系统
Pub Date : 2019-01-08 DOI: 10.21082/fae.v36n1.2018.13-22
Enti Sirnawati, nFN Syahyuti
Indonesia Agricultural Agency for Research and Development (IAARD) has more than four decades in supporting agricultural development. This support is indicated by its contribution to the creation of agricultural development models, field assistance, and technology dissemination. These activities are inseparable from its support for the Ministry of Agriculture’s program. The IAARD program follows the development of agricultural innovations. This paper aims to describe how the conception of innovation develops in the realm of science, as well as how the concept is implementing in IAARD, especiallyin relation to the down streaming of innovation inAgricultural Technology Assessment and Development (AIATs). This study also examines how IAARD should work according to the innovation concept, to make sustainable innovation. AbstrakBadan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) telah empat dasawarsa lebih berperan mendukung pembangunan pertanian. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap penciptaan model-model pembangunan pertanian, pendampingan, dan diseminasi teknologi di lapangan. Aktivitas yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian tersebut tidak terlepas dari dukungannya terhadap program-program Kementerian Pertanian. Di lain pihak, program yang dijalankan oleh Badan Litbang Pertanian tersebut mengikuti perkembangan konsep keilmuan yang ada, antara lain terkait dengan penciptaan inovasi pertanian. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsepsi inovasi berkembang di ranah keilmuan, serta bagaimana implikasinya terhadap penciptaan inovasi yang telah dan sedang berlangsung di Badan Litbang Pertanian, khususnya terkait dengan hilirisasi inovasi oleh BPTP. Telaahan juga akan mengulas bagaimana implikasi perkembangan keilmuan tentang konsepsi inovasi perdesaan tersebut terhadap  kiprah kelembagaan Litbang  untuk menciptakan inovasi berkelanjutan. 
印度尼西亚农业研究与发展署(IAARD)在支持农业发展方面已有40多年的历史。这种支持体现在它对建立农业发展模式、实地援助和技术传播的贡献上。这些活动都离不开它对农业部项目的支持。IAARD项目跟踪农业创新的发展。本文旨在描述创新概念如何在科学领域发展,以及创新概念如何在农业技术评估与开发(AIATs)中实现,特别是与创新的下行流有关。本研究还探讨了IAARD应如何根据创新理念开展工作,以实现可持续创新。【摘要】巴丹立邦(Badan Litbang Pertanian),巴丹立邦(Badan Litbang Pertanian)。Hal ini ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap penptaan model-model pembangunan pertanian, pendampingan, and diseminasi technology di lapangan。Aktivitas yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian tersetiak terlepas dari dukungannya terhadap程序-程序Kementerian Pertanian。dilain pihak,程序yang dijalankan oleh Badan Litbang Pertanian,但mengikuti perkembangan konsep keilmuan yang ada, antara lain terkait dengan penciptaan inovasi Pertanian。tuisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsepsi inovasi berkembang di ranah keilmuan, serta bagaimana implikasinya terhadap penciptaan inovasi yang telah dandanlitbang Pertanian, khususnya terkait dengan hilirisasi inovasi oleh BPTP。telahan juga akan mengulas bagaimana implikasi perkembangan keilmuan tentanp konsepsi inovasi perdesaan and terhadap kiprah kelembagaan Litbang untuk menciptakan inovasi berkelanjutan。
{"title":"Evolusi Inovasi Pembangunan Pertanian di Badan Litbang Pertanian: Dari Transfer Teknologi ke Sistem Inovasi","authors":"Enti Sirnawati, nFN Syahyuti","doi":"10.21082/fae.v36n1.2018.13-22","DOIUrl":"https://doi.org/10.21082/fae.v36n1.2018.13-22","url":null,"abstract":"Indonesia Agricultural Agency for Research and Development (IAARD) has more than four decades in supporting agricultural development. This support is indicated by its contribution to the creation of agricultural development models, field assistance, and technology dissemination. These activities are inseparable from its support for the Ministry of Agriculture’s program. The IAARD program follows the development of agricultural innovations. This paper aims to describe how the conception of innovation develops in the realm of science, as well as how the concept is implementing in IAARD, especiallyin relation to the down streaming of innovation inAgricultural Technology Assessment and Development (AIATs). This study also examines how IAARD should work according to the innovation concept, to make sustainable innovation. AbstrakBadan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) telah empat dasawarsa lebih berperan mendukung pembangunan pertanian. Hal ini ditunjukkan oleh kontribusinya terhadap penciptaan model-model pembangunan pertanian, pendampingan, dan diseminasi teknologi di lapangan. Aktivitas yang dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian tersebut tidak terlepas dari dukungannya terhadap program-program Kementerian Pertanian. Di lain pihak, program yang dijalankan oleh Badan Litbang Pertanian tersebut mengikuti perkembangan konsep keilmuan yang ada, antara lain terkait dengan penciptaan inovasi pertanian. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsepsi inovasi berkembang di ranah keilmuan, serta bagaimana implikasinya terhadap penciptaan inovasi yang telah dan sedang berlangsung di Badan Litbang Pertanian, khususnya terkait dengan hilirisasi inovasi oleh BPTP. Telaahan juga akan mengulas bagaimana implikasi perkembangan keilmuan tentang konsepsi inovasi perdesaan tersebut terhadap  kiprah kelembagaan Litbang  untuk menciptakan inovasi berkelanjutan. ","PeriodicalId":339656,"journal":{"name":"Forum penelitian Agro Ekonomi","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116339901","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
期刊
Forum penelitian Agro Ekonomi
全部 Acc. Chem. Res. ACS Applied Bio Materials ACS Appl. Electron. Mater. ACS Appl. Energy Mater. ACS Appl. Mater. Interfaces ACS Appl. Nano Mater. ACS Appl. Polym. Mater. ACS BIOMATER-SCI ENG ACS Catal. ACS Cent. Sci. ACS Chem. Biol. ACS Chemical Health & Safety ACS Chem. Neurosci. ACS Comb. Sci. ACS Earth Space Chem. ACS Energy Lett. ACS Infect. Dis. ACS Macro Lett. ACS Mater. Lett. ACS Med. Chem. Lett. ACS Nano ACS Omega ACS Photonics ACS Sens. ACS Sustainable Chem. Eng. ACS Synth. Biol. Anal. Chem. BIOCHEMISTRY-US Bioconjugate Chem. BIOMACROMOLECULES Chem. Res. Toxicol. Chem. Rev. Chem. Mater. CRYST GROWTH DES ENERG FUEL Environ. Sci. Technol. Environ. Sci. Technol. Lett. Eur. J. Inorg. Chem. IND ENG CHEM RES Inorg. Chem. J. Agric. Food. Chem. J. Chem. Eng. Data J. Chem. Educ. J. Chem. Inf. Model. J. Chem. Theory Comput. J. Med. Chem. J. Nat. Prod. J PROTEOME RES J. Am. Chem. Soc. LANGMUIR MACROMOLECULES Mol. Pharmaceutics Nano Lett. Org. Lett. ORG PROCESS RES DEV ORGANOMETALLICS J. Org. Chem. J. Phys. Chem. J. Phys. Chem. A J. Phys. Chem. B J. Phys. Chem. C J. Phys. Chem. Lett. Analyst Anal. Methods Biomater. Sci. Catal. Sci. Technol. Chem. Commun. Chem. Soc. Rev. CHEM EDUC RES PRACT CRYSTENGCOMM Dalton Trans. Energy Environ. Sci. ENVIRON SCI-NANO ENVIRON SCI-PROC IMP ENVIRON SCI-WAT RES Faraday Discuss. Food Funct. Green Chem. Inorg. Chem. Front. Integr. Biol. J. Anal. At. Spectrom. J. Mater. Chem. A J. Mater. Chem. B J. Mater. Chem. C Lab Chip Mater. Chem. Front. Mater. Horiz. MEDCHEMCOMM Metallomics Mol. Biosyst. Mol. Syst. Des. Eng. Nanoscale Nanoscale Horiz. Nat. Prod. Rep. New J. Chem. Org. Biomol. Chem. Org. Chem. Front. PHOTOCH PHOTOBIO SCI PCCP Polym. Chem.
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
0
微信
客服QQ
Book学术公众号 扫码关注我们
反馈
×
意见反馈
请填写您的意见或建议
请填写您的手机或邮箱
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
现在去查看 取消
×
提示
确定
Book学术官方微信
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术
文献互助 智能选刊 最新文献 互助须知 联系我们:info@booksci.cn
Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。
Copyright © 2023 Book学术 All rights reserved.
ghs 京公网安备 11010802042870号 京ICP备2023020795号-1