Pub Date : 2023-02-13DOI: 10.24198/responsive.v5i4.40017
Eko Sunaryo, R. Sumadinata, M. Alexandri
Globalisasi memicu adanya perubahan perilaku kehidupan masyarakat, Perubahan ini menyertakan pola-pola kejahatan yang bergeser dari pola-pola kejahatan statis tradisional ke pola-pola kejahatan yang dinamis modern salah satunya kejahatan konvensional yang marak terjadi di Indonesia, termasuk wilayah Banjar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui latar kebutuhan, perencanaan, implementasi, dan hasil yang dicapai dari evaluasi kebijakan penegakan hukum kejahatan konvensional di POLRES Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian kualititatif deskriptif, data bersumber dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan mengacu pada UU No 8 tahun 1980 mengenai KUHAP dan Perkap No. 6 tahun 2019 tentang Penyidikan tindak pidana serta menggunakan model Context, Input, Processes dan Product (CIPP). Diperoleh hasil bahwa dalam tahap evaluasi latar kebutuhan (Content) wilayah Kabupaten Banjar dipengaruhioleh kondisi wilayah, kondisi masyarakat, tingkat kepadatan penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan masyarakat, pada tahap evaluasi perencanaan POLRES Banjar, masih kurang memadai karna keterbatasan seperti jumlah personel, aspek kompetensi dll. Pada tahap evaluasi implementasi terdapat faktor yang dinilai kurang optimal. Dan pada tahap evaluasi hasil capaian Output yang dicapai yaitu terwujudnya kesiapan Polres Banjar dalam melaksanakan penegakan hukum kejahatan konvesional, terwujudnya kepastian hukum, terwujudnya rasa keadilan dan terwujudnya kepercayaan masyarakat. Globalization triggers changes in the behavior of people's lives. This change includes crime patterns that shift from traditional static crime patterns to modern dynamic crime patterns, one of which is conventional crime that is rife in Indonesia, including the Banjar area. The purpose of this study was to determine the background of the needs, planning, implementation, and results achieved from the evaluation of conventional crime law enforcement policies at the Banjar POLRES. This research is a descriptive qualitative research, data sourced from primary data and secondary data collected by observation, interviews and literature study. The analytical technique used refers to Law No. 8 of 1980 concerning the Criminal Procedure Code and Perkap No. 6 of 2019 concerning the investigation of criminal acts and using the Context, Input, Processes and Product (CIPP) model. The results showed that in the evaluation stage the background needs (Content) of the Banjar Regency area was influenced by regional conditions, community conditions, population density levels, education levels and community income levels. etc. At the implementation evaluation stage there are factors that are considered less than optimal. And at the evaluation stage of the results, the output achieved is the realization of the readiness of the Banjar Police in carrying out conventional crime law enforcement, the realization of le
{"title":"EVALUASI KEBIJAKAN PENEGAKAN HUKUM KEJAHATAN KONVENSIONAL DI POLRES BANJAR POLDA KALIMANTAN SELATAN","authors":"Eko Sunaryo, R. Sumadinata, M. Alexandri","doi":"10.24198/responsive.v5i4.40017","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.40017","url":null,"abstract":"Globalisasi memicu adanya perubahan perilaku kehidupan masyarakat, Perubahan ini menyertakan pola-pola kejahatan yang bergeser dari pola-pola kejahatan statis tradisional ke pola-pola kejahatan yang dinamis modern salah satunya kejahatan konvensional yang marak terjadi di Indonesia, termasuk wilayah Banjar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui latar kebutuhan, perencanaan, implementasi, dan hasil yang dicapai dari evaluasi kebijakan penegakan hukum kejahatan konvensional di POLRES Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian kualititatif deskriptif, data bersumber dari data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan mengacu pada UU No 8 tahun 1980 mengenai KUHAP dan Perkap No. 6 tahun 2019 tentang Penyidikan tindak pidana serta menggunakan model Context, Input, Processes dan Product (CIPP). Diperoleh hasil bahwa dalam tahap evaluasi latar kebutuhan (Content) wilayah Kabupaten Banjar dipengaruhioleh kondisi wilayah, kondisi masyarakat, tingkat kepadatan penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan masyarakat, pada tahap evaluasi perencanaan POLRES Banjar, masih kurang memadai karna keterbatasan seperti jumlah personel, aspek kompetensi dll. Pada tahap evaluasi implementasi terdapat faktor yang dinilai kurang optimal. Dan pada tahap evaluasi hasil capaian Output yang dicapai yaitu terwujudnya kesiapan Polres Banjar dalam melaksanakan penegakan hukum kejahatan konvesional, terwujudnya kepastian hukum, terwujudnya rasa keadilan dan terwujudnya kepercayaan masyarakat. Globalization triggers changes in the behavior of people's lives. This change includes crime patterns that shift from traditional static crime patterns to modern dynamic crime patterns, one of which is conventional crime that is rife in Indonesia, including the Banjar area. The purpose of this study was to determine the background of the needs, planning, implementation, and results achieved from the evaluation of conventional crime law enforcement policies at the Banjar POLRES. This research is a descriptive qualitative research, data sourced from primary data and secondary data collected by observation, interviews and literature study. The analytical technique used refers to Law No. 8 of 1980 concerning the Criminal Procedure Code and Perkap No. 6 of 2019 concerning the investigation of criminal acts and using the Context, Input, Processes and Product (CIPP) model. The results showed that in the evaluation stage the background needs (Content) of the Banjar Regency area was influenced by regional conditions, community conditions, population density levels, education levels and community income levels. etc. At the implementation evaluation stage there are factors that are considered less than optimal. And at the evaluation stage of the results, the output achieved is the realization of the readiness of the Banjar Police in carrying out conventional crime law enforcement, the realization of le","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"11 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81951094","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-12DOI: 10.24198/responsive.v5i4.33370
Iyus Rustandi, Deasy Silvya Sari, Benny Alexandri
Implementasi Kebijakan tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dengan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil sebagai dasar hukumnya belum terlaksana secara optimal, terlihat dari adanya keterlambatan proses pada penerapan sanksi kepada pelaku pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang masuk kategori berat dikarenakan yang bersangkutan tidak masuk kerja bahkan sampai satu tahun. Disiplin merupakan aspek penting dalam kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi Kebijakan tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung telah mengimplementasikan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam implementasinya karena beberapa hambatan teknis. Hal-hal tersebut dikarenakan standarisasi pokok dan target-target kebijakan, pangkal pokok aturan/kebijakan, komunikasi antar organisasi dan aktivitas-aktivitas, ciri-ciri khusus lembaga pelaksana, keadaan nyata situasi ekonomi, sosial dan politik, serta kemungkinan terbesar arah pemikiran pelaksana, belum optimal.
{"title":"IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANDUNG","authors":"Iyus Rustandi, Deasy Silvya Sari, Benny Alexandri","doi":"10.24198/responsive.v5i4.33370","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.33370","url":null,"abstract":"Implementasi Kebijakan tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dengan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil sebagai dasar hukumnya belum terlaksana secara optimal, terlihat dari adanya keterlambatan proses pada penerapan sanksi kepada pelaku pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang masuk kategori berat dikarenakan yang bersangkutan tidak masuk kerja bahkan sampai satu tahun. Disiplin merupakan aspek penting dalam kinerja seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi Kebijakan tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung telah mengimplementasikan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin PNS. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan dalam implementasinya karena beberapa hambatan teknis. Hal-hal tersebut dikarenakan standarisasi pokok dan target-target kebijakan, pangkal pokok aturan/kebijakan, komunikasi antar organisasi dan aktivitas-aktivitas, ciri-ciri khusus lembaga pelaksana, keadaan nyata situasi ekonomi, sosial dan politik, serta kemungkinan terbesar arah pemikiran pelaksana, belum optimal.","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"19 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83416452","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-12DOI: 10.24198/responsive.v5i4.45326
B. Rajab, Dede - Mulyanto, Dede Tresna Wiyanti, Budiawati Supangkat
Tulisan ini ialah tentang bentuk-bentuk perilaku mistis di antara pedagang Jawa di pasar tradisional. Melalui pendekatan etnografis-kualitatif, perilaku-perilaku seperti melempar koin, pedagang sebagai pembeli pertama, menutup kios pada hari buruk, menepuk-nepukan uang ke barang dagangan, slametan, sukuran, dan solat berjamaah, bisa dianggap perilaku mistis karena di dalamnya ditemukan kepercayaan bahwa jika mereka melakukannya maka keuntungan akan datang dan kemalangan akan pergi. Meski di permukaan tampak irasional, pada dasarnya perilaku-perilaku tersebut ialah manifestasi dari rasionalitas tertentu. Secara teoritis, perilaku mistisnya pedagang bisa ditempatkan dalam situasi ‘irasionalitas rasional’, situasi yang di situ tindakan irasional dilakukan karena dianggap rasional secara instrumental meskipun secara epistemologis irasional. Konteks situasi ini ialah tuntutan kultural dan sosial dari dalam pengalaman sehari-hari pedagang sebagai anggota dari suatu semesta sosial tertentu. This paper is about forms of mysticl behavior among Javanese traders in a traditional marketplace. Through an ethnographic approach, behaviors such as tossing coins, buying their own product, closing kiosk on bad day, tapping money on merchandise, and others can be condidered as mystical behaviors because it is found in the belief that if they do then profit will come and misfortune will go away. Although on the surface they appear irrational, basically these behaviors are manifestation of a certain rationality. Theoritically, the traders’ mystical behavior can be placed in a situation of rational-irrationality, a situation in which irrational actions are carried out because they are considered, instrumentally, rational eventhough epistemologically irrational. The context of this situation is the cultural and social demands of the trader’s daily experience as a member of a particular social universe.
{"title":"IRASIONALITAS RASIONAL PERILAKU DAN KEPERCAYAAN MISTIS PEDAGANG PASAR TRADISIONAL: STUDI KASUS DI PASAR REBO DESA CIKEMBANG KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT","authors":"B. Rajab, Dede - Mulyanto, Dede Tresna Wiyanti, Budiawati Supangkat","doi":"10.24198/responsive.v5i4.45326","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.45326","url":null,"abstract":"Tulisan ini ialah tentang bentuk-bentuk perilaku mistis di antara pedagang Jawa di pasar tradisional. Melalui pendekatan etnografis-kualitatif, perilaku-perilaku seperti melempar koin, pedagang sebagai pembeli pertama, menutup kios pada hari buruk, menepuk-nepukan uang ke barang dagangan, slametan, sukuran, dan solat berjamaah, bisa dianggap perilaku mistis karena di dalamnya ditemukan kepercayaan bahwa jika mereka melakukannya maka keuntungan akan datang dan kemalangan akan pergi. Meski di permukaan tampak irasional, pada dasarnya perilaku-perilaku tersebut ialah manifestasi dari rasionalitas tertentu. Secara teoritis, perilaku mistisnya pedagang bisa ditempatkan dalam situasi ‘irasionalitas rasional’, situasi yang di situ tindakan irasional dilakukan karena dianggap rasional secara instrumental meskipun secara epistemologis irasional. Konteks situasi ini ialah tuntutan kultural dan sosial dari dalam pengalaman sehari-hari pedagang sebagai anggota dari suatu semesta sosial tertentu. This paper is about forms of mysticl behavior among Javanese traders in a traditional marketplace. Through an ethnographic approach, behaviors such as tossing coins, buying their own product, closing kiosk on bad day, tapping money on merchandise, and others can be condidered as mystical behaviors because it is found in the belief that if they do then profit will come and misfortune will go away. Although on the surface they appear irrational, basically these behaviors are manifestation of a certain rationality. Theoritically, the traders’ mystical behavior can be placed in a situation of rational-irrationality, a situation in which irrational actions are carried out because they are considered, instrumentally, rational eventhough epistemologically irrational. The context of this situation is the cultural and social demands of the trader’s daily experience as a member of a particular social universe.","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"86 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75824181","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-12DOI: 10.24198/responsive.v5i4.45327
Dede Tresna Wiyanti, Mutia Latifah, Hardian Eko Nurseto, Budiawati Supangkat
This research aims to describe women’s roles in managing the bubulak. Bubulak is one of the agricultural land near the forest. This research was conducted in Cisukadana Village, Kadugede Districts, Kuningan District, West Java. Cisukadana Village was chosen because women farmers in this village must adapt themselves with the changing of labor division in agriculture because of the absent of their husbands). The husbands have to work outtside the village as non-agriculture workers. The method that used in this research is qualitative with case study approach. Data collection is done by collecting secondary and primary data. The primary data collected by observations and interviews.The results showed the majority work in bubulak are done by women. Women managing bubulak by themselves or sometimes employing male farm laborer for some types of work, the husbands will help the work when they were home. Women choose type of plant that do not need intensive care/maintenance, so they can also work on another type of agricultural land and finished their domestic tasks. Based on the result, the lack of men worker and the dominant of women in manage the bubulak from the maintaining the crops, harvesting, and proccessing the harvest before consume, and also all of the knowledge about the technology, made bubulak as a women’s bubulak.
{"title":"BUBULAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN? KAJIAN TENTANG PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN AGROFORESTRI BUBULAK DI KUNINGAN, JAWA BARAT","authors":"Dede Tresna Wiyanti, Mutia Latifah, Hardian Eko Nurseto, Budiawati Supangkat","doi":"10.24198/responsive.v5i4.45327","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.45327","url":null,"abstract":"This research aims to describe women’s roles in managing the bubulak. Bubulak is one of the agricultural land near the forest. This research was conducted in Cisukadana Village, Kadugede Districts, Kuningan District, West Java. Cisukadana Village was chosen because women farmers in this village must adapt themselves with the changing of labor division in agriculture because of the absent of their husbands). The husbands have to work outtside the village as non-agriculture workers. The method that used in this research is qualitative with case study approach. Data collection is done by collecting secondary and primary data. The primary data collected by observations and interviews.The results showed the majority work in bubulak are done by women. Women managing bubulak by themselves or sometimes employing male farm laborer for some types of work, the husbands will help the work when they were home. Women choose type of plant that do not need intensive care/maintenance, so they can also work on another type of agricultural land and finished their domestic tasks. Based on the result, the lack of men worker and the dominant of women in manage the bubulak from the maintaining the crops, harvesting, and proccessing the harvest before consume, and also all of the knowledge about the technology, made bubulak as a women’s bubulak. ","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73780295","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-09DOI: 10.24198/responsive.v5i4.44441
Dea Varanida
Wabah penyakit corona virus (Covid-19) ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang telah meresahkan dan telah menyebar ke hampir seluruh negara termasuk Indonesia. Sektor pariwisaa menjadi salah satu bagian yang terkena dampak signifikan akan pandemi ini. Berbagai kebijakan serta himbauan telah diupayakan oleh pemerintah baik pusat hingga daerah. Maka dari itu peneliti mengkaji penerapan komunikasi pariwisata terhadap kebijakan pemerintah untuk pencegahan virus COVID-19 di Kota Singkawang. Konsep teori dalam penelitian ini adalah terkait implementasi kebijakan yang di dalamnya terdapat komunikasi sebagai kunci dari proses kebijakan tersebut. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dianggap dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai upaya akan sektor pariwisata di Kota Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi pariwisata terkait pengambilan keputusan kebijakan pasca pandemi Covid-19 di Kota Singkawang menerapkan strategi komunikasi publiknya yaitu mengedepankan pilar-pilar komunikasi dalam pariwisata, Upaya ini dibangun kesamaan pemahaman tentang berbagai hal yang berkaitan dengan berbagai bidang termasuk kesehatan. Berbagai penanganan telah diupayakan dalam bentuk macam-macam saluran komunikasi dalam pelaksanaan kebijakan publik. Persiapan komunikasi publik diikuti dengan penyampaian yang baik, secara langsung maupun melalui media sosial. Implementasi kegiatan pariwisata membutuhkan peran komunikasi dalam memnetukan kebijakan publik yaitu transmisi, konsistensi serta kejelasan agar menghasilkan komunikasi yang efektif.
{"title":"KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PENERAPAN KEBIJAKAN PUBLIK PASCA PANDEMI COVID-19 DI KOTA SINGKAWANG","authors":"Dea Varanida","doi":"10.24198/responsive.v5i4.44441","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.44441","url":null,"abstract":"Wabah penyakit corona virus (Covid-19) ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang telah meresahkan dan telah menyebar ke hampir seluruh negara termasuk Indonesia. Sektor pariwisaa menjadi salah satu bagian yang terkena dampak signifikan akan pandemi ini. Berbagai kebijakan serta himbauan telah diupayakan oleh pemerintah baik pusat hingga daerah. Maka dari itu peneliti mengkaji penerapan komunikasi pariwisata terhadap kebijakan pemerintah untuk pencegahan virus COVID-19 di Kota Singkawang. Konsep teori dalam penelitian ini adalah terkait implementasi kebijakan yang di dalamnya terdapat komunikasi sebagai kunci dari proses kebijakan tersebut. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dianggap dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai upaya akan sektor pariwisata di Kota Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi pariwisata terkait pengambilan keputusan kebijakan pasca pandemi Covid-19 di Kota Singkawang menerapkan strategi komunikasi publiknya yaitu mengedepankan pilar-pilar komunikasi dalam pariwisata, Upaya ini dibangun kesamaan pemahaman tentang berbagai hal yang berkaitan dengan berbagai bidang termasuk kesehatan. Berbagai penanganan telah diupayakan dalam bentuk macam-macam saluran komunikasi dalam pelaksanaan kebijakan publik. Persiapan komunikasi publik diikuti dengan penyampaian yang baik, secara langsung maupun melalui media sosial. Implementasi kegiatan pariwisata membutuhkan peran komunikasi dalam memnetukan kebijakan publik yaitu transmisi, konsistensi serta kejelasan agar menghasilkan komunikasi yang efektif.","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"52 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78115894","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-08DOI: 10.24198/responsive.v5i4.44557
Yoga Perdana, Suryana Suryana, Hari Mulyadi, Asep Miftahuddin, Teguh Sandjaya
Entrepreneurship merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tren dan perkembangan dalam bidang Entrepreneurship. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan tren dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia menggunakan pendekatan bibliometrik. Analisis bibliometrik menyediakan gambaran umum tentang perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan memungkinkan identifikasi tren, topik populer, dan kolaborasi ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Topik populer dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia adalah Entrepreneurship sosial, Entrepreneurship pemula, dan Entrepreneurship inovatif. Selain itu, juga ditemukan bahwa kolaborasi ilmiah dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia cukup tinggi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program Entrepreneurship di Indonesia dan untuk meningkatkan kolaborasi ilmiah dalam bidang Entrepreneurship. ABSTRACTEntrepreneurship is an important factor in job creation and economic growth. Therefore, it is important to know the trends and developments in the field of entrepreneurship. This research aims to analyze developments and trends in entrepreneurship in Indonesia using a bibliometric approach. Bibliometric analysis provides an overview of developments in the field of science and enables the identification of trends, popular topics, and scientific collaborations. The method used in this research is VOSviewer bibliometric analysis. The results showed that the number of publications in the field of entrepreneurship in Indonesia has increased from year to year. Popular topics in the field of entrepreneurship in Indonesia are social entrepreneurship, start-up entrepreneurship, and innovative entrepreneurship. In addition, it is also found that scientific collaboration in the field of entrepreneurship in Indonesia is quite high. The results of this study can be used as a basis to develop entrepreneurship programs in Indonesia and to increase scientific collaboration in the field of entrepreneurship.
{"title":"STUDI JARINGAN DAN KOLABORASI ILMIAH DALAM ENTREPRENEURSHIP MENGGUNAKAN ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN VOSVIEWER","authors":"Yoga Perdana, Suryana Suryana, Hari Mulyadi, Asep Miftahuddin, Teguh Sandjaya","doi":"10.24198/responsive.v5i4.44557","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.44557","url":null,"abstract":"Entrepreneurship merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tren dan perkembangan dalam bidang Entrepreneurship. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dan tren dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia menggunakan pendekatan bibliometrik. Analisis bibliometrik menyediakan gambaran umum tentang perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan memungkinkan identifikasi tren, topik populer, dan kolaborasi ilmiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bibliometrik VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Topik populer dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia adalah Entrepreneurship sosial, Entrepreneurship pemula, dan Entrepreneurship inovatif. Selain itu, juga ditemukan bahwa kolaborasi ilmiah dalam bidang Entrepreneurship di Indonesia cukup tinggi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan program Entrepreneurship di Indonesia dan untuk meningkatkan kolaborasi ilmiah dalam bidang Entrepreneurship. ABSTRACTEntrepreneurship is an important factor in job creation and economic growth. Therefore, it is important to know the trends and developments in the field of entrepreneurship. This research aims to analyze developments and trends in entrepreneurship in Indonesia using a bibliometric approach. Bibliometric analysis provides an overview of developments in the field of science and enables the identification of trends, popular topics, and scientific collaborations. The method used in this research is VOSviewer bibliometric analysis. The results showed that the number of publications in the field of entrepreneurship in Indonesia has increased from year to year. Popular topics in the field of entrepreneurship in Indonesia are social entrepreneurship, start-up entrepreneurship, and innovative entrepreneurship. In addition, it is also found that scientific collaboration in the field of entrepreneurship in Indonesia is quite high. The results of this study can be used as a basis to develop entrepreneurship programs in Indonesia and to increase scientific collaboration in the field of entrepreneurship. ","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"33 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87978411","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-08DOI: 10.24198/responsive.v5i4.44555
Asep Miftahuddin, Y. Perdana, Suryana Suryana, Teguh Sandjaya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat yang diwakili oleh pengguna Twitter terkait industri halal setelah pandemi COVID-19. Metoda yang digunakan adalah Analisis Jaringan Sosial (SNA) dengan menggunakan Drone Emprit. Data diambil dari arsip atau dokumen tertulis, gambar, atau rekaman video yang diproduksi, didistribusikan, dan diterima oleh pengguna media sosial Twitter pada periode Maret 2022 hingga Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi yang berkembang di masyarakat memiliki sentimen positif terkait industri halal setelah pandemi. Narasi tersebut mencakup kebangkitan industri halal dan ajakan untuk menggunakan produk halal yang memiliki sertifikat halal dari MUI yang berasal dari akun-akun pemerintah dan influencer. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa akun yang mengekspresikan keprihatinan mereka terhadap perkembangan industri halal yang kurang pesat di Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim. This study aims to look at public sentiment represented by Twitter users related to the halal industry after the Covid 19 pandemic. halal industry after the covid 19 pandemic. Data was collected using Drone Emprit Academic, which is in the form of archives or written documents, images, or video recordings produced, distributed, and responded to by Twitter social media users from March 2022 to August 2022. The results showed that the narratives that developed in the community had positive sentiments. The developing narrative related to the topic of the halal industry in the post-pandemic period is the stretching of the halal industry as well as appeals and invitations to use halal products that have certificates from MUI from government accounts and other influencers. In addition, there are still accounts that are concerned about the slow development of the halal industry in Indonesia, where the majority of the population is Muslim.
{"title":"PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TREN PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL DI MEDIA SOSIAL: ANALISIS RESPONS DI INDONESIA","authors":"Asep Miftahuddin, Y. Perdana, Suryana Suryana, Teguh Sandjaya","doi":"10.24198/responsive.v5i4.44555","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.44555","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat yang diwakili oleh pengguna Twitter terkait industri halal setelah pandemi COVID-19. Metoda yang digunakan adalah Analisis Jaringan Sosial (SNA) dengan menggunakan Drone Emprit. Data diambil dari arsip atau dokumen tertulis, gambar, atau rekaman video yang diproduksi, didistribusikan, dan diterima oleh pengguna media sosial Twitter pada periode Maret 2022 hingga Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi yang berkembang di masyarakat memiliki sentimen positif terkait industri halal setelah pandemi. Narasi tersebut mencakup kebangkitan industri halal dan ajakan untuk menggunakan produk halal yang memiliki sertifikat halal dari MUI yang berasal dari akun-akun pemerintah dan influencer. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa akun yang mengekspresikan keprihatinan mereka terhadap perkembangan industri halal yang kurang pesat di Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim. This study aims to look at public sentiment represented by Twitter users related to the halal industry after the Covid 19 pandemic. halal industry after the covid 19 pandemic. Data was collected using Drone Emprit Academic, which is in the form of archives or written documents, images, or video recordings produced, distributed, and responded to by Twitter social media users from March 2022 to August 2022. The results showed that the narratives that developed in the community had positive sentiments. The developing narrative related to the topic of the halal industry in the post-pandemic period is the stretching of the halal industry as well as appeals and invitations to use halal products that have certificates from MUI from government accounts and other influencers. In addition, there are still accounts that are concerned about the slow development of the halal industry in Indonesia, where the majority of the population is Muslim. ","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85813647","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-08DOI: 10.24198/responsive.v5i4.45213
Duriah Aliza, Astari Kintan, Ira Indrawardana, O. Suwartapradja
Pernikahan adalah bagian dari budaya, dalam sebuah tradisi pernikahan terdapat ritual yang berdasarkan adat istiadat sesuai dengan daerah asal pengantin dan dipercayai oleh masyarakatnya. Pada perkawinan adat Sunda, masyarakat akan melakukan acara ritual perkawinan dengan adat Sunda. Adanya kemajuan teknologi berdampak pada suatu pergeseran budaya dapat dengan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Perubahan pada prosesi kesenian perkawinan adat Sunda terjadi karena lebih memenetingkan efektifitas dibanding sakralitas. Marriage is part of culture, in a wedding tradition there are rituals based on customs according to the area of origin of the bride and groom and trusted by the community. In traditional Sundanese marriages, the community will carry out wedding rituals with Sundanese customs. The existence of technological advances has an impact on a cultural shift that can adapt to the needs of the times. Changes to the traditional Sundanese wedding art procession occurred because effectiveness was more important than sacredness.
{"title":"PERUBAHAN PROSESI KESENIAN DALAM PERNIKAHAN ADAT SUNDA","authors":"Duriah Aliza, Astari Kintan, Ira Indrawardana, O. Suwartapradja","doi":"10.24198/responsive.v5i4.45213","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.45213","url":null,"abstract":"Pernikahan adalah bagian dari budaya, dalam sebuah tradisi pernikahan terdapat ritual yang berdasarkan adat istiadat sesuai dengan daerah asal pengantin dan dipercayai oleh masyarakatnya. Pada perkawinan adat Sunda, masyarakat akan melakukan acara ritual perkawinan dengan adat Sunda. Adanya kemajuan teknologi berdampak pada suatu pergeseran budaya dapat dengan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Perubahan pada prosesi kesenian perkawinan adat Sunda terjadi karena lebih memenetingkan efektifitas dibanding sakralitas. Marriage is part of culture, in a wedding tradition there are rituals based on customs according to the area of origin of the bride and groom and trusted by the community. In traditional Sundanese marriages, the community will carry out wedding rituals with Sundanese customs. The existence of technological advances has an impact on a cultural shift that can adapt to the needs of the times. Changes to the traditional Sundanese wedding art procession occurred because effectiveness was more important than sacredness.","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"23 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81791157","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-07DOI: 10.24198/responsive.v6i1.44062
Agung Edi Rustanto, Aspizain Caniago
Penelitian ini terkait dengan kepuasan masyarakat mengenai pelayanan parkir alternatif yang ada di sekitar puskesmas di Jakarta Utara. Populasi dari penelitian ini jumlahnya tidak diketahui secara pasti karena sangat banyak jumlah pengunjung atau pasien puskesmas yang datang ke puskemas tanpa diketahui jumlahnya secara pasti. Dengan demikian sampel dihitung dengan rumus lemeshow, yang hasilnya yaitu sebanyak minimal 96 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kusioner dan ditambah dengan menggunakan hasil wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan teknik regresi sederhana.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis telah di terima karena hasil uji hipotesis yaitu positif dan signifikan. Dari hasil Uji Parsial atau Uji-t didapat bahwa nilai koefisien regresi atau t-tabel adalah sebesar 9.275 yang artinya lebih besar dari t-hitung yaitu 1,660 dengan demikiran dapat disebut bahwa ada pengaruh yang signifikan pelayanan parkir terhadap kepuasan masyarakat, dan didukung nilai signifikansinya yaitu 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil koefisien determinasi pada penelitian ini yaitu sebesar 0.439. Ini berarti bahwa pelayanan parkir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat sebesar 43,9%. This research is related to community satisfaction regarding alternative parking services around the puskesmas in North Jakarta. The population of this study is not known with certainty because there is a very large number of puskesmas visitors or patients who come to the puskesmas without knowing the exact number. Thus the sample is calculated using the Lemeshow formula, the result of which is a minimum of 96 respondents. The type of research used is quantitative research, with data collection techniques using questionnaires and coupled with the results of interviews. The data analysis technique used is using a simple regression technique. The results showed that all hypotheses had been accepted because the results of the hypothesis testing were positive and significant. From the results of the Partial Test or t-test, it is found that the value of the regression coefficient or t-table is 9,275, which means that it is greater than the t-count, namely 1,660, so it can be said that there is a significant effect of parking services on community satisfaction, and it is supported by its significance value, namely 0.000 <0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. The result of the coefficient of determination in this study is equal to 0.439. This means that parking services have a positive and significant effect on community satisfaction by 43.9%.
这项研究与公众对雅加达北部puskesmas附近的替代停车服务感到满意有关。这项研究的人数是不确定的,因为游客或puskesmas患者的数量非常多,他们没有被确定的数量就进入了猫咪。然后用lemeshow公式对样本进行计算,结果是至少96名受访者。所使用的研究类型是定量研究,采用问卷调查技术收集数据,再加上采用访谈结果。所使用的数据分析技术是使用一种简单的回归技术。研究结果表明,整个假设都被接受了,因为它检测了一个具有积极意义的假设。部分或Uji-t测试得到的回归系数或t-tabel价值是大意味着更大的9.275 t-hitung即1,660占73.5%可以名正言顺地称为有显著的影响,对满足停车服务,支持社会价值意义即万< 0。05,Ho和哈拒绝接受。这项研究确定的系数结果是。439。这意味着停车场服务对社区满意度的积极和重要影响高达43.9%。这项研究与社区满意有关,考虑在雅加达北部的puskesmas附近的替代停车服务。这种研究的人口是不确定的,因为有大量的贵宾访问或耐心,他们不知道确切的数字就来到了厕所。通过使用公式公式进行样本分解,建议至少96个回答。使用的研究类型是定量研究,采用数据收集技术,采用提问和处理面试的结果。所使用的技术分析数据使用了一个简单的回归技术。结果表明,所有的假设都被接受,因为水落石出的结果是积极而有意义的。从results》部分测试或t-test价值》,它是发现这就是regression coefficient或t-table是9,275大比,这意味着这是《t-count, namely 1,660,所以它能成为说有浓厚,停车服务在社区satisfaction的效应,它是supported by its遗迹”价值,namely万< 0。05,然后Ho是rejected和Ha是公认的。这项研究的决心的结果是相等到0439。这意味着停车服务对社区满意度有积极的影响,43.9%。
{"title":"ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT MENGENAI PELAYANAN PARKIR PADA PUSKESMAS DI JAKARTA UTARA","authors":"Agung Edi Rustanto, Aspizain Caniago","doi":"10.24198/responsive.v6i1.44062","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v6i1.44062","url":null,"abstract":"Penelitian ini terkait dengan kepuasan masyarakat mengenai pelayanan parkir alternatif yang ada di sekitar puskesmas di Jakarta Utara. Populasi dari penelitian ini jumlahnya tidak diketahui secara pasti karena sangat banyak jumlah pengunjung atau pasien puskesmas yang datang ke puskemas tanpa diketahui jumlahnya secara pasti. Dengan demikian sampel dihitung dengan rumus lemeshow, yang hasilnya yaitu sebanyak minimal 96 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kusioner dan ditambah dengan menggunakan hasil wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan teknik regresi sederhana.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis telah di terima karena hasil uji hipotesis yaitu positif dan signifikan. Dari hasil Uji Parsial atau Uji-t didapat bahwa nilai koefisien regresi atau t-tabel adalah sebesar 9.275 yang artinya lebih besar dari t-hitung yaitu 1,660 dengan demikiran dapat disebut bahwa ada pengaruh yang signifikan pelayanan parkir terhadap kepuasan masyarakat, dan didukung nilai signifikansinya yaitu 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil koefisien determinasi pada penelitian ini yaitu sebesar 0.439. Ini berarti bahwa pelayanan parkir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat sebesar 43,9%. This research is related to community satisfaction regarding alternative parking services around the puskesmas in North Jakarta. The population of this study is not known with certainty because there is a very large number of puskesmas visitors or patients who come to the puskesmas without knowing the exact number. Thus the sample is calculated using the Lemeshow formula, the result of which is a minimum of 96 respondents. The type of research used is quantitative research, with data collection techniques using questionnaires and coupled with the results of interviews. The data analysis technique used is using a simple regression technique. The results showed that all hypotheses had been accepted because the results of the hypothesis testing were positive and significant. From the results of the Partial Test or t-test, it is found that the value of the regression coefficient or t-table is 9,275, which means that it is greater than the t-count, namely 1,660, so it can be said that there is a significant effect of parking services on community satisfaction, and it is supported by its significance value, namely 0.000 <0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. The result of the coefficient of determination in this study is equal to 0.439. This means that parking services have a positive and significant effect on community satisfaction by 43.9%.","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"93 3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77580177","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2023-02-05DOI: 10.24198/responsive.v5i4.44642
Ani Surtiani, Iin Kurniasih, Yuyun Mulyati, Teguh Sandjaya
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sespim Lemdiklat Polri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama yang disebar kepada 62 responden dari total populasi 159 orang.Hasil penelitian menunjukan variabel kompetensi PNS di Sespim Lemdiklat Polri memperoleh skor sebesar 2046 dengan rata-rata 4,13 termasuk pada kategori baik. Variabel kinerja PNS di Sespim Lemdiklat Polri memperoleh skor sebesar 2602 dengan rata-rata 4,20 termasuk pada kategori baik. Dengan nilai R square sebesar 0,701, maka diperoleh KD sebesar 49,14% yang menunjukan besarnya pengaruh variabel (X) terhadap variabel (Y). Sedangkan 50,86% merupakan variabel lain yang berpengaruh tetapi tidak dikaji dalam penelitian ini. Dengan demikian kompetensi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Sespim Lemdiklat Polri. Saran penelitian ini adalah para pegawai perlu meningkatkan pengetahuan terkait peraturan yang dikeluarkan Kapolri, sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur dan menjalin komunikasi yang baik, selain itu setiap pimpinan pada unit organisasi harus mampu memberikan keleluasaan kepada para pegawai untuk berpartisipasi sehingga mendorong terwujudnya kinerja yang baik. The purpose of this study was to analyze the effect of competence on the performance of Civil Servants (PNS) in the Sespim Lemdiklat Polri. This research used a quantitative approach. The data collection technique used a questionnaire as the main instrument distributed to 62 respondents from a total population of 159 people. The results showed that the competency variables of civil servants obtained a score of 2046 with an average 4,13 belongs to the good category. The performance variable of civil obtained a score of 2602 with an average score 4,20 belongs to the good category. With an R square value of 0.701, a KD of 49.14% was obtained which shows the magnitude of the influence of the variable (X) on the variable (Y). Meanwhile, 50.86% is another variable that has an effect but was not studied in this study. Thus, competence affects the employees performance at the Sespim Lemdiklat Polri. The research recomendation are employees need to increase knowledge related to the regulations, be serious in completing work according to procedures and establish good communication, besides that leader must be able to provide flexibility to employees participate to the realization of good performance.
{"title":"PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI SESPIM LEMDIKLAT KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA","authors":"Ani Surtiani, Iin Kurniasih, Yuyun Mulyati, Teguh Sandjaya","doi":"10.24198/responsive.v5i4.44642","DOIUrl":"https://doi.org/10.24198/responsive.v5i4.44642","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sespim Lemdiklat Polri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama yang disebar kepada 62 responden dari total populasi 159 orang.Hasil penelitian menunjukan variabel kompetensi PNS di Sespim Lemdiklat Polri memperoleh skor sebesar 2046 dengan rata-rata 4,13 termasuk pada kategori baik. Variabel kinerja PNS di Sespim Lemdiklat Polri memperoleh skor sebesar 2602 dengan rata-rata 4,20 termasuk pada kategori baik. Dengan nilai R square sebesar 0,701, maka diperoleh KD sebesar 49,14% yang menunjukan besarnya pengaruh variabel (X) terhadap variabel (Y). Sedangkan 50,86% merupakan variabel lain yang berpengaruh tetapi tidak dikaji dalam penelitian ini. Dengan demikian kompetensi berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Sespim Lemdiklat Polri. Saran penelitian ini adalah para pegawai perlu meningkatkan pengetahuan terkait peraturan yang dikeluarkan Kapolri, sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur dan menjalin komunikasi yang baik, selain itu setiap pimpinan pada unit organisasi harus mampu memberikan keleluasaan kepada para pegawai untuk berpartisipasi sehingga mendorong terwujudnya kinerja yang baik. The purpose of this study was to analyze the effect of competence on the performance of Civil Servants (PNS) in the Sespim Lemdiklat Polri. This research used a quantitative approach. The data collection technique used a questionnaire as the main instrument distributed to 62 respondents from a total population of 159 people. The results showed that the competency variables of civil servants obtained a score of 2046 with an average 4,13 belongs to the good category. The performance variable of civil obtained a score of 2602 with an average score 4,20 belongs to the good category. With an R square value of 0.701, a KD of 49.14% was obtained which shows the magnitude of the influence of the variable (X) on the variable (Y). Meanwhile, 50.86% is another variable that has an effect but was not studied in this study. Thus, competence affects the employees performance at the Sespim Lemdiklat Polri. The research recomendation are employees need to increase knowledge related to the regulations, be serious in completing work according to procedures and establish good communication, besides that leader must be able to provide flexibility to employees participate to the realization of good performance. ","PeriodicalId":83248,"journal":{"name":"The Responsive community : rights and responsibilities","volume":"115 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89851317","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}