Pub Date : 2022-08-31DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20343
Tati Barus, Rory Anthony Hutagalung, Dionysius Subali, Daru Seto Bagus Anugerah, Alfonsus Samuel Satya Pradipta, Jeanette Angelia Sutrisno
Tempe is a fermented food from Indonesia. However, certain people still have a limited understanding of tempeh as a healthy food. In addition, how to produce hygienic tempe and how the potential of tempe as a family business is still limited. Cibogo Village is a location in the District of Cisauk-Tangerang. In Cibogo there is no tempe production business, and the people's understanding of tempe food is still very limited. Therefore, this activity aims to increase public knowledge about tempe as healthy food and how to make it hygienic. This community service activity is carried out using counseling, demonstration, and mentoring methods. Monitoring was carried out to measure the success rate of participants in producing healthy tempeh. Participants' perceptions of tempeh were evaluated through a survey method, and the increase in knowledge was measured through tests (pretest and posttest). The counseling, demonstration, and mentoring results improved the participants' skills, as seen in their success in making tempeh. The survey results showed increased participants' knowledge about tempeh as a healthy food. The participants have also been able to produce healthy tempeh independently. The survey results also show that the activities carried out benefit them. The facilitator's ability to deliver the training materials was considered reasonable by the participants. Several participants are interested in increasing this activity to produce tempe for a business scale further ABSTRAK Tempe merupakan makanan fermentasi asal Indonesia. Namun, masyarakat tertentu masih terbatas pemahamannya tentang tempe sebagai makan yang sehat. Selain itu, bagaimana cara memproduksi tempe yang higienis dan bagaimana potensi tempe sebagai bisnis keluarga masih terbatas. Desa Cibogo merupakan satu lokasi yang berada di Kecamatan Cisauk-Tangerang. Di Cibogo belum ada usaha produksi tempe dan pemahaman tentang makanan tempe masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tempe sebagai makanan sehat dan cara pembuatannya higienis. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan. Monitoring dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta dalam memproduksi tempe sehat. Persepsi peserta tentang tempe diukur melalui metode survei dan peningkatan pengetahuan melalui tes (pretest dan posttest). Hasil penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan para peserta terlihat dari keberhasilan mereka dalam membuat tempe. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang tempe sebagai makanan sehat. Para peserta juga telah dapat memproduksi tempe sehat secara mandiri. Dari hasil survey juga menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat bagi mereka. kemampuan fasilitator dalam menyampaikan materi pelatihan yang dinilai baik oleh para peserta. Ada beberapa peserta yang berminat untuk men
丹贝是一种来自印度尼西亚的发酵食品。然而,有些人对豆豉作为一种健康食品的认识仍然有限。此外,如何生产卫生的豆豉以及如何将豆豉作为家族企业的潜力仍然有限。Cibogo村位于Cisauk-Tangerang区。在锡波哥市没有豆豉生产企业,人们对豆豉食品的了解还很有限。因此,这项活动旨在提高公众对豆豉作为健康食品以及如何使其卫生的认识。这项社区服务活动采用咨询、示范和指导的方法进行。进行了监测,以衡量参与者生产健康豆豉的成功率。通过调查方法评估参与者对豆豉的认知,并通过测试(前测和后测)测量知识的增加。咨询、示范和指导的结果提高了参与者的技能,从他们制作豆豉的成功中可以看出。调查结果显示,参与者对豆豉是一种健康食品的认识有所增加。参与者还能够独立制作健康的豆豉。调查结果还表明,开展的活动使他们受益。参与者认为引导者提供培训材料的能力是合理的。一些参与者有兴趣增加这一活动,以进一步为商业规模生产tempe merupakan makanan fermentasi asal Indonesia。Namun, masyarakat tertentu masih terbatas pemahamannya tentang tempe sebagai makan yang sehat。Selain itu, bagaimana cara memproduksi tempe yang higienis和bagaimana potential tempe sebagai bisnis keluarga masih terbatas。Desa Cibogo merupakan satu lokasi yang berada di Kecamatan Cisauk-Tangerang。Di Cibogo belum和usaha产品,即tempe和pemahaman, tentenmakanan tempe masih sangat terbatas。Oleh karena, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentpe tempe sebagai makanan sehat dan penbuatannya higienis。Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam menggunakan mede penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan。监测两家公司的生产情况,以确定两家公司的生产情况。Persepsi peserta tentang tempe diukur melalui method survey dan peningkatan pengetahuan melalui tes(前测和后测)。Hasil penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan和berhasil meningkatkan keterampilan para peserta terlihat dari keberhasilan mereka dalam成员tempe。Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentenpe sebagai makanan sehat。Para peserta juga telah dapat memproducksi tempe, secara mandiri。Dari hasil调查juga menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat bagi mereka。Kemampuan的帮主dalam menyampaikan的材料pelatihan Yang dinilai baik oleh para pererta。Ada beberapa peserta yang bermink untuk meningkatkan kegiatan ini untuk lebih lanjut memproducksi tempe untuk skala bisnis
{"title":"PEMBINAAN PRODUKSI DAN BISNIS TEMPE MASYARAKAT DESA CIBOGO, CISAUK-TANGERANG","authors":"Tati Barus, Rory Anthony Hutagalung, Dionysius Subali, Daru Seto Bagus Anugerah, Alfonsus Samuel Satya Pradipta, Jeanette Angelia Sutrisno","doi":"10.24912/jbmi.v5i2.20343","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i2.20343","url":null,"abstract":"Tempe is a fermented food from Indonesia. However, certain people still have a limited understanding of tempeh as a healthy food. In addition, how to produce hygienic tempe and how the potential of tempe as a family business is still limited. Cibogo Village is a location in the District of Cisauk-Tangerang. In Cibogo there is no tempe production business, and the people's understanding of tempe food is still very limited. Therefore, this activity aims to increase public knowledge about tempe as healthy food and how to make it hygienic. This community service activity is carried out using counseling, demonstration, and mentoring methods. Monitoring was carried out to measure the success rate of participants in producing healthy tempeh. Participants' perceptions of tempeh were evaluated through a survey method, and the increase in knowledge was measured through tests (pretest and posttest). The counseling, demonstration, and mentoring results improved the participants' skills, as seen in their success in making tempeh. The survey results showed increased participants' knowledge about tempeh as a healthy food. The participants have also been able to produce healthy tempeh independently. The survey results also show that the activities carried out benefit them. The facilitator's ability to deliver the training materials was considered reasonable by the participants. Several participants are interested in increasing this activity to produce tempe for a business scale further \u0000 \u0000ABSTRAK \u0000Tempe merupakan makanan fermentasi asal Indonesia. Namun, masyarakat tertentu masih terbatas pemahamannya tentang tempe sebagai makan yang sehat. Selain itu, bagaimana cara memproduksi tempe yang higienis dan bagaimana potensi tempe sebagai bisnis keluarga masih terbatas. Desa Cibogo merupakan satu lokasi yang berada di Kecamatan Cisauk-Tangerang. Di Cibogo belum ada usaha produksi tempe dan pemahaman tentang makanan tempe masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tempe sebagai makanan sehat dan cara pembuatannya higienis. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam menggunakan metode penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan. Monitoring dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta dalam memproduksi tempe sehat. Persepsi peserta tentang tempe diukur melalui metode survei dan peningkatan pengetahuan melalui tes (pretest dan posttest). Hasil penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan para peserta terlihat dari keberhasilan mereka dalam membuat tempe. Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang tempe sebagai makanan sehat. Para peserta juga telah dapat memproduksi tempe sehat secara mandiri. Dari hasil survey juga menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat bagi mereka. kemampuan fasilitator dalam menyampaikan materi pelatihan yang dinilai baik oleh para peserta. Ada beberapa peserta yang berminat untuk men","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121705492","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-31DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20350
Muhammad Rizki Purnama, Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, Nur Intania Sofianita
Diarrhea is a health problem due to infection in the gastrointestinal tract, which is characterized by changes in the consistency of feces to liquid and an increase in the frequency of stool disposal more than three times a day. Breast milk positively impacts the baby's immune system so that it can reduce the possibility of infection and the incidence of diarrhea. Giving complementary feeding (MP-ASI) at an early age (< 6 months) can cause infection in the baby's digestive system and lead to diarrhea. The prevalence of diarrhea in RW 09 mothers reached 76%, the application of maternal hygiene was 76.2%, the coverage of exclusive breastfeeding was 85.7%, and early complementary feeding was 52.4%. The activity was carried out on 4 – 30 September 2021. The material provided in the education includes understanding MP-ASI, the benefits of giving MP-ASI, the principle of giving MP-ASI, the impact of giving MP-ASI early, texture, frequency, and amount of MP-ASI. Community service that has been carried out is MP-ASI education using booklets and nutrition consultations. Univariate analysis was conducted to describe the incidence of diarrhea, hygiene behavior, exclusive breastfeeding, early complementary feeding, and the characteristics of mothers and babies. Bivariate analysis to determine changes in knowledge before being given education with after being given education. Bivariate analysis was processed using the Wilcoxon test. The results of the data analysis showed that the mother's level of knowledge regarding complementary feeding increased (p=0.000). The results of the nutrition consultation were obtained; namely, the lack of variety in the provision of complementary foods, babies were only given fruit puree and instant baby porridge, lack of knowledge of complementary foods recipes, and babies' difficulty accepting new foods ABSTRAK Diare merupakan masalah kesehatan akibat infeksi pada saluran cerna yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi cair serta peningkatan frekuensi pembuangan feses lebih dari tiga kali dalam satu hari. ASI memberikan dampak positif terhadap sistem imun bayi, sehingga dapat menurunkan kemungkinan infeksi dan kejadian diare. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada usia dini (< 6 bulan) dapat menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan berujung pada kejadian diare. Prevalensi diare ibu RW 09 mencapai 76%, penerapan hygiene Ibu sebesar 76.2%, cakupan ASI eksklusif sebesar 85.7% dan pemberian MP-ASI dini sebesar 52.4%. Kegiatan dilaksanakan pada 4 – 30 September 2021. Materi yang diberikan dalam edukasi meliputi pengertian MP-ASI, Manfaat pemberian MP-ASI, Prinsip pemberian MP-ASI, Dampak pemberian MP-ASI dini, Tekstur, frekuensi dan jumlah MP-ASI. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu edukasi MP-ASI menggunakan booklet dan konsultasi gizi. Analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran kejadian diare, perilaku hygiene, pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP-ASI dini serta karakteri
腹泻是由于胃肠道感染引起的一种健康问题,其特征是粪便变成液体的稠度发生变化,并且每天排便次数增加三次以上。母乳对婴儿的免疫系统有积极的影响,可以减少感染的可能性和腹泻的发生率。在婴儿早期(< 6个月)给予补充喂养(MP-ASI)会导致婴儿消化系统感染并导致腹泻。rw09母亲腹泻患病率为76%,孕产妇卫生应用覆盖率为76.2%,纯母乳喂养覆盖率为85.7%,早期补充喂养覆盖率为52.4%。该活动于2021年9月4日至30日进行。教育中提供的材料包括了解MP-ASI,给予MP-ASI的好处,给予MP-ASI的原则,早期给予MP-ASI的影响,MP-ASI的质地,频率和数量。已经开展的社区服务是利用小册子和营养咨询进行的儿童营养教育。对腹泻发生率、卫生行为、纯母乳喂养、早期补充喂养以及母婴特征进行单因素分析。用双变量分析来确定教育前和教育后的知识变化。采用Wilcoxon检验进行双变量分析。数据分析结果显示,母亲对补充喂养的知识水平有所提高(p=0.000)。获得营养咨询结果;即,辅食的提供缺乏多样性,婴儿只被给予水果泥和即食婴儿粥,缺乏辅食食谱知识,婴儿难以接受新食物。ASI成员danpak阳性免疫系统bayi, seinga dapat menurunkan kemungkinan infeksi和kejadian dii。Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada usia dini (< 6 bulan) dapat menyebabkan infeksi pada system penernaan bayi dan berujung pada kejadian diare。其中,普氏乳脂脂含量为rw09型乳脂76%,日本乳脂脂含量为76.2%,日本乳脂脂含量为85.7%,日本乳脂脂含量为52.4%。Kegiatan dilaksanakan pad2021年9月4 - 30日Materi yang diberikan dalam edukasi meliputi pengertian MP-ASI, Manfaat pemberian MP-ASI, Prinsip pemberian MP-ASI, Dampak pemberian MP-ASI dini, Tekstur, frekuensi dan jumlah MP-ASI。彭加甸masyarakat yang telah dilakukan yitu edukasi MP-ASI menggunakan小册子dan konsultasi gizi。分析单变量dilakukan untuk meliha gambaran kejadian diha, perakaku hygiene, pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP-ASI dini serta karakteristik Ibu dan Bayi。分析双变量untuk mengetahui perubahan pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan setelah diberikan edukasi。双变异双胞菌分析。Hasil分析数据menunjukkan tingkat pengetahuan Ibu mengenai pemberian MP-ASI meningkat (p= 000)。Hasil konsultasi gizi diperoleh yitu kurangnya variasi pemberian MP-ASI,八一汉雅diberi puree buah dan bubur bayi instan, kurangnya pengetahuan resep MP-ASI,八一sulit menerima makanan baru。
{"title":"EDUKASI DAN KONSULTASI MP-ASI UNTUK PENCEGAHAN DIARE ANAK DI LINGKUNGAN PUSKESMAS KEMIRI MUKA DEPOK","authors":"Muhammad Rizki Purnama, Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi, Nur Intania Sofianita","doi":"10.24912/jbmi.v5i2.20350","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i2.20350","url":null,"abstract":"Diarrhea is a health problem due to infection in the gastrointestinal tract, which is characterized by changes in the consistency of feces to liquid and an increase in the frequency of stool disposal more than three times a day. Breast milk positively impacts the baby's immune system so that it can reduce the possibility of infection and the incidence of diarrhea. Giving complementary feeding (MP-ASI) at an early age (< 6 months) can cause infection in the baby's digestive system and lead to diarrhea. The prevalence of diarrhea in RW 09 mothers reached 76%, the application of maternal hygiene was 76.2%, the coverage of exclusive breastfeeding was 85.7%, and early complementary feeding was 52.4%. The activity was carried out on 4 – 30 September 2021. The material provided in the education includes understanding MP-ASI, the benefits of giving MP-ASI, the principle of giving MP-ASI, the impact of giving MP-ASI early, texture, frequency, and amount of MP-ASI. Community service that has been carried out is MP-ASI education using booklets and nutrition consultations. Univariate analysis was conducted to describe the incidence of diarrhea, hygiene behavior, exclusive breastfeeding, early complementary feeding, and the characteristics of mothers and babies. Bivariate analysis to determine changes in knowledge before being given education with after being given education. Bivariate analysis was processed using the Wilcoxon test. The results of the data analysis showed that the mother's level of knowledge regarding complementary feeding increased (p=0.000). The results of the nutrition consultation were obtained; namely, the lack of variety in the provision of complementary foods, babies were only given fruit puree and instant baby porridge, lack of knowledge of complementary foods recipes, and babies' difficulty accepting new foods \u0000ABSTRAK \u0000Diare merupakan masalah kesehatan akibat infeksi pada saluran cerna yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi cair serta peningkatan frekuensi pembuangan feses lebih dari tiga kali dalam satu hari. ASI memberikan dampak positif terhadap sistem imun bayi, sehingga dapat menurunkan kemungkinan infeksi dan kejadian diare. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada usia dini (< 6 bulan) dapat menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan berujung pada kejadian diare. Prevalensi diare ibu RW 09 mencapai 76%, penerapan hygiene Ibu sebesar 76.2%, cakupan ASI eksklusif sebesar 85.7% dan pemberian MP-ASI dini sebesar 52.4%. Kegiatan dilaksanakan pada 4 – 30 September 2021. Materi yang diberikan dalam edukasi meliputi pengertian MP-ASI, Manfaat pemberian MP-ASI, Prinsip pemberian MP-ASI, Dampak pemberian MP-ASI dini, Tekstur, frekuensi dan jumlah MP-ASI. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu edukasi MP-ASI menggunakan booklet dan konsultasi gizi. Analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran kejadian diare, perilaku hygiene, pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP-ASI dini serta karakteri","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"75 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129021626","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-23DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18921
Bonar Hutapea
The use of technology involve internet connection has allegedly become like a 'double-edged sword’ namely as anextraordinary social and learning tool in supporting the development of the potential, talents, and interests ofchildren and adolescence include psychosocial maturity, and at the same time, full of potential dangers, including:is the overuse and risk of exposure to inappropriate digital media content. Without proper parental support andguidance, the chances of children being exposed to this danger increase. However, this can cause tension anddistress between parent and child. This intervention aims to encourage parents to increase positive parenting tosupport the use of digital technology to be more beneficial. The intervention method was designed and appliedbased on psychoeducation which emphasizes awareness, practical attention, exploring and finding alternativesolutions within a small community-based and andragogic participatory approach to 31 parents in an ethnic-basedreligious community in Bekasi. Results of quantitative and qualitative evaluations following the quasi-experimentalmodel found an increase in parenting digital skills in parents and also better parent-child relationships. In otherwords, parental support and guidance to children through digital parenting skills strengthens and reduces tension inparent-child relationships as another positive impact. The result and limitations of this intervention were discussed,in terms of implications and design modifications. ABSTRAK: Penggunaan teknologi termasuk koneksi internet telah menjadi seperti ‘pedang bermata dua’ yakni sebagaiperangkat sosial dan pembelajaran yang luar biasa dalam mendukung pengembangan potensi, bakat dan minat anakdan remaja termasuk kematangan psikososial, dan pada saat yang sama, penuh dengan potensi bahaya, di antaranyaadalah penggunaan yang berlebihan dan resiko terpapar konten media digital yang tak pantas. Tanpa dukungan danbimbingan orang tua yang tepat, kemungkinan anak-anak terkena bahaya ini meningkat. Namun hal ini dapatmenyebabkan ketegangan dan kesusahan antara orang tua dan anak. Tujuan intervensi ini adalah mendorong paraorang tua untuk meningkatkan pengasuhan positif demi mendukung penggunaan teknologi digital yang lebihbermanfaat. Metode intervensi dirancang berbasis psikoe-dukasi yang menekankan pada kesadaran, perhatianpraktis, mengeksplorasi dan menemukan alternatif solusi dengan pendekatan partisipatoris berbasis komunitas kecildan andragogik terhadap 31 orangtua dalam komunitas keagamaan berbasis kesukuan di Bekasi. Dari hasil evaluasisecara kuantitatif maupun kualitatif yang mengikuti model eksperimentasi kuasi ditemukan peningkatan kecakapanpengasuhan digital pada orang tua dan juga relasi orangtua-anak yang lebih baik. Dengan kata lain, dukungan danbimbingan orangtua kepada anak melalui keterampilan pengasuhan digital menguat dan berkurangnya ketegangandalam relasi orang tua-anak sebagai dampak positif lainnya. Hasil dan keterbatasan
据称,涉及互联网连接的技术的使用已成为一把“双刃剑”,即作为一种非凡的社交和学习工具,支持儿童和青少年的潜力、才能和兴趣的发展,包括心理社会的成熟,同时,充满了潜在的危险,包括:过度使用和暴露于不适当的数字媒体内容的风险。如果没有适当的父母支持和指导,孩子暴露于这种危险的机会就会增加。然而,这可能会导致父母和孩子之间的紧张和痛苦。这项干预措施旨在鼓励父母增加积极的育儿方式,以支持数字技术的使用更有益。干预方法的设计和应用基于心理教育,强调意识、实际关注、探索和寻找替代解决方案,在一个小型社区和基于种族的参与式方法中,对Bekasi一个以民族为基础的宗教社区的31名父母进行了干预。根据准实验模型进行的定量和定性评估结果发现,父母的育儿数字技能有所提高,亲子关系也有所改善。换句话说,父母通过数字育儿技能对孩子的支持和指导可以加强和减少亲子关系中的紧张关系,这是另一种积极影响。从影响和设计修改的角度讨论了这种干预的结果和局限性。摘要:Penggunaan technology termasuk koneksi internet telah menjadi seperti ' pedang bermata dua ' yakni sebagaiperangkat social dan pembelajan yang luar biam menduong, bakat danminat anakdan remaja termasuk kematangan psikososial, dan paada saat yang sama, penuh dengan potensi bahaya, di antaranyaadalah Penggunaan yang berlebihan dan resiko terpapar konten media digital yang tak pantas。Tanpa dukungan danbimbingan orang tua yang tepat, kemungkinan anak-anak terkena bahaya ini mengkat。Namun hal ini dapatmenyebabkan ketegangan dan kesusahan antara orang tua dananak。图万干预ini adalah mendorong parorang tua untuk meningkatkan pengasuhan阳性demi mendukung penggunaan技术数字杨lebihbermanfaat。3 .方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预,方法干预。达尔哈西评价:猩猩数量、数量、质量、杨孟吉库提模型、实验、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量、数量等。Dengan kata lain, dukungan danbimbingan orangtua kepada anak melalui keteampilan pengasuhan数字门,dan berkurangnya ketegangandalam发布,oranganak sebagai danpak积极的lainnya。Hasil dan keterbatasan pelaksanaan干预,indidibahas dalam rangka implikasi dan modifikasi ranganan。
{"title":"PENGUATAN PENGASUHAN DIGITAL ORANG TUA DALAM KOMUNITAS BERBASIS KEAGAMAAN","authors":"Bonar Hutapea","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18921","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18921","url":null,"abstract":"The use of technology involve internet connection has allegedly become like a 'double-edged sword’ namely as anextraordinary social and learning tool in supporting the development of the potential, talents, and interests ofchildren and adolescence include psychosocial maturity, and at the same time, full of potential dangers, including:is the overuse and risk of exposure to inappropriate digital media content. Without proper parental support andguidance, the chances of children being exposed to this danger increase. However, this can cause tension anddistress between parent and child. This intervention aims to encourage parents to increase positive parenting tosupport the use of digital technology to be more beneficial. The intervention method was designed and appliedbased on psychoeducation which emphasizes awareness, practical attention, exploring and finding alternativesolutions within a small community-based and andragogic participatory approach to 31 parents in an ethnic-basedreligious community in Bekasi. Results of quantitative and qualitative evaluations following the quasi-experimentalmodel found an increase in parenting digital skills in parents and also better parent-child relationships. In otherwords, parental support and guidance to children through digital parenting skills strengthens and reduces tension inparent-child relationships as another positive impact. The result and limitations of this intervention were discussed,in terms of implications and design modifications.\u0000ABSTRAK:\u0000Penggunaan teknologi termasuk koneksi internet telah menjadi seperti ‘pedang bermata dua’ yakni sebagaiperangkat sosial dan pembelajaran yang luar biasa dalam mendukung pengembangan potensi, bakat dan minat anakdan remaja termasuk kematangan psikososial, dan pada saat yang sama, penuh dengan potensi bahaya, di antaranyaadalah penggunaan yang berlebihan dan resiko terpapar konten media digital yang tak pantas. Tanpa dukungan danbimbingan orang tua yang tepat, kemungkinan anak-anak terkena bahaya ini meningkat. Namun hal ini dapatmenyebabkan ketegangan dan kesusahan antara orang tua dan anak. Tujuan intervensi ini adalah mendorong paraorang tua untuk meningkatkan pengasuhan positif demi mendukung penggunaan teknologi digital yang lebihbermanfaat. Metode intervensi dirancang berbasis psikoe-dukasi yang menekankan pada kesadaran, perhatianpraktis, mengeksplorasi dan menemukan alternatif solusi dengan pendekatan partisipatoris berbasis komunitas kecildan andragogik terhadap 31 orangtua dalam komunitas keagamaan berbasis kesukuan di Bekasi. Dari hasil evaluasisecara kuantitatif maupun kualitatif yang mengikuti model eksperimentasi kuasi ditemukan peningkatan kecakapanpengasuhan digital pada orang tua dan juga relasi orangtua-anak yang lebih baik. Dengan kata lain, dukungan danbimbingan orangtua kepada anak melalui keterampilan pengasuhan digital menguat dan berkurangnya ketegangandalam relasi orang tua-anak sebagai dampak positif lainnya. Hasil dan keterbatasan ","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"44 10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125163020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-23DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18235
Urbanus Ura Weruin
Nowadays, it is increasingly realized that critical thinking skills are the basic capital to develop in science and in life.Minister of Education and Culture Nadiem Makarim on various occasions emphasized the importance of educationalinstitutions, especially primary and secondary education, to improve students' critical thinking skills. Improving criticalthinking skills starts with constantly reading whatever they like and learning to understand, analyze, evaluate, andformulate their own ideas. Realizing the importance of critical thinking for its students, SMA Bhinneka Tunggal IkaJakarta collaborated with Urbanus Ura Weruin as the executor. This article is a mandatory outcome of the series ofPKM activities. This PKM activity aims to provide an understanding of the meaning, relevance, and critical thinkingskills. Critical thinking skills can be improved by applying the 6D method (define, discover, dream, design, deliver,debrief) through zoom meetings. This PKM activity is able to stimulate students' awareness to think critically. As manyas 98% of students admit that learning to think critically must start from getting used to reading and understanding thecontent of the text and then analyzing and assessing the accuracy of the content. As many as 80% of Bhinneka TunggalIka High School students agree that our education emphasizes memorization more than understanding and discussing.As many as 96% of respondents agree that the ultimate goal of the educational process is not just to provide so muchinformation to students but to educate students how they should think. This PKM activity at least makes students awarethat in order to be successful in learning and in life, critical thinking is very necessary (96%). The students are alsodetermined to always develop a critical attitude, including always trying to find objective truth when dealing with hoaxnews on social media. ABSTRAK: Dewasa ini, semakin disadari bahwa, kemampuan berpikir kritis merupakan modal dasar untuk berkembang dalam ilmupengetahuan maupun dalam hidup. Mendikbud Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan menekankan kepentinganlembaga pendidikan terutama pendidikan dasar dan menengah meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siswa.Peningkatan kemampuan berpikir kritis dimulai dengan terus-menerus membaca apa pun yang mereka sukai sertabelajar memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan gagasan mereka sendiri. Menyadari pentingnyaberpikir kritis bagi para siswanya, SMA Bhinneka Tunggal Ika Jakarta bekerja sama dengan saya Urbanus Ura Weruinsebagai pelaksana. Artikel ini merupakan luaran wajib dari rangkaian kegiatan PKM tersebut. Kegiatan PKM inibertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna, relevansi, serta keterampilan berpikir kritis. Kemampuanberpikir kritis dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode 6D (define, discover, dream, design, deliver, debrief)melalui zoom meeting. Kegiatan PKM ini mampu menstimulasi kesadaran para siswa untuk berpikir kritis. Sebanyak98% pa
如今,人们越来越意识到批判性思维能力是在科学和生活中发展的基本资本。教育和文化部长纳迪姆·马卡里姆在各种场合强调教育机构的重要性,特别是中小学教育,以提高学生的批判性思维能力。提高批判性思维能力始于不断阅读他们喜欢的东西,并学习理解、分析、评估和形成自己的想法。意识到批判性思维对学生的重要性,SMA Bhinneka Tunggal IkaJakarta与Urbanus Ura werwin合作,担任执行者。本文是pkm系列活动的强制性成果。这个PKM活动旨在提供对意义、相关性和批判性思维技能的理解。批判性思维技能可以通过运用6D方法(定义、发现、梦想、设计、交付、汇报)来提高。这个PKM活动能够激发学生的批判性思维意识。多达98%的学生承认,学习批判性思考必须从习惯阅读和理解文本内容开始,然后分析和评估内容的准确性。多达80%的Bhinneka TunggalIka高中学生认为,我们的教育强调记忆多于理解和讨论。多达96%的受访者同意,教育过程的最终目标不仅仅是为学生提供如此多的信息,而是教育学生应该如何思考。这个PKM活动至少让学生意识到,为了在学习和生活中取得成功,批判性思维是非常必要的(96%)。学生们还决心始终培养一种批判的态度,包括在处理社交媒体上的虚假新闻时始终试图找到客观真理。摘要:Dewasa ini, semakin disadari bahwa, kemampuan berpikir kritis merupakan modal dasar untuk berkembang dalam ilmupengetahuan maupun dalam hidup。Mendikbud Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan menekkankan kepentinganlembaga pendidikan terutama pendidikan dasar danmenengah脑膜炎katkan kempikan berpikir kritis para siswa。Peningkatan kemampuan berpikir kritis dimuli - menmenus - menbaca appun yang mereka sukai sertabelajar memahami, menganalis, mengevaluasi, dan merumuskan gagasan mereka sendiri。Menyadari pentingnyaberpikir kritis bagi para siswanya, SMA Bhinneka tungal Ika雅加达bekerja sama dengan saya Urbanus Ura Weruinsebagai pelaksana。Artikel ini merupakan luaran wajib dari rangkaian kegiatan PKM tersebut。Kegiatan PKM inibertujuan untuk成员kan pemahaman tentang makna,关联,serta keterampilan berpikir kritis。6D(定义、发现、梦想、设计、交付、汇报)方法:Kegiatan PKM ini mampu menstimulasi kesadaran para siswa untuk berpikir kritis。塞尔维亚语98% para siswa mengakui bahwa belajar berpikir kritis harus dimulai dari pembiasaan diri untuk menbacan danmeumdian menanalis dan menilai keakuratan isinya。我的意思是,我的意思是我的意思是我的意思是我的意思是我的意思。塞尔维亚96%的应答者setuju bahwa tujuan akhir proses pendidikan bukan sekadar memberikan begitubanyak informasi kepada siswa melainkan mendidik siswa bagaimana seharusnya mereka berpikir。Kegiatan PKM ini,paling tidak成员,para siswa sadar bahwa agar berhasil dalam belajar dan dalam hidup, berpikir kritis sangatdiperlukan(96%)。Para siswa juga bertekka untuk selalu mengembangkan sikap kritis, termasuk selalu berupaya menencarikebenaran yang对象ketika berhapaan dengan berita hoax di media social。
{"title":"BELAJAR BERPIKIR KRITIS BERSAMA SISWA-SISWI SMA BHINNEKA TUNGGAL IKA JAKARTA","authors":"Urbanus Ura Weruin","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18235","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18235","url":null,"abstract":"Nowadays, it is increasingly realized that critical thinking skills are the basic capital to develop in science and in life.Minister of Education and Culture Nadiem Makarim on various occasions emphasized the importance of educationalinstitutions, especially primary and secondary education, to improve students' critical thinking skills. Improving criticalthinking skills starts with constantly reading whatever they like and learning to understand, analyze, evaluate, andformulate their own ideas. Realizing the importance of critical thinking for its students, SMA Bhinneka Tunggal IkaJakarta collaborated with Urbanus Ura Weruin as the executor. This article is a mandatory outcome of the series ofPKM activities. This PKM activity aims to provide an understanding of the meaning, relevance, and critical thinkingskills. Critical thinking skills can be improved by applying the 6D method (define, discover, dream, design, deliver,debrief) through zoom meetings. This PKM activity is able to stimulate students' awareness to think critically. As manyas 98% of students admit that learning to think critically must start from getting used to reading and understanding thecontent of the text and then analyzing and assessing the accuracy of the content. As many as 80% of Bhinneka TunggalIka High School students agree that our education emphasizes memorization more than understanding and discussing.As many as 96% of respondents agree that the ultimate goal of the educational process is not just to provide so muchinformation to students but to educate students how they should think. This PKM activity at least makes students awarethat in order to be successful in learning and in life, critical thinking is very necessary (96%). The students are alsodetermined to always develop a critical attitude, including always trying to find objective truth when dealing with hoaxnews on social media.\u0000ABSTRAK:\u0000Dewasa ini, semakin disadari bahwa, kemampuan berpikir kritis merupakan modal dasar untuk berkembang dalam ilmupengetahuan maupun dalam hidup. Mendikbud Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan menekankan kepentinganlembaga pendidikan terutama pendidikan dasar dan menengah meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siswa.Peningkatan kemampuan berpikir kritis dimulai dengan terus-menerus membaca apa pun yang mereka sukai sertabelajar memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan gagasan mereka sendiri. Menyadari pentingnyaberpikir kritis bagi para siswanya, SMA Bhinneka Tunggal Ika Jakarta bekerja sama dengan saya Urbanus Ura Weruinsebagai pelaksana. Artikel ini merupakan luaran wajib dari rangkaian kegiatan PKM tersebut. Kegiatan PKM inibertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna, relevansi, serta keterampilan berpikir kritis. Kemampuanberpikir kritis dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode 6D (define, discover, dream, design, deliver, debrief)melalui zoom meeting. Kegiatan PKM ini mampu menstimulasi kesadaran para siswa untuk berpikir kritis. Sebanyak98% pa","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116867963","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-23DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18353
Benny Djaja
One of the requirements for Public Notary appointment according to UUJN is the completion of a graduate studyprogram in notary education. The growing number of universities of ering the Notary Masters Study Program(MKn) gives rise to some problems: the absence of curriculum standards, the lack of competence of the teachingstaf s to produce professional Notaries, and the increasing number of graduates not in proportion to the availablequota for new appointments. Making available adequate legal instruments and professionals in accordance with thewritten regulations to respond to the needs of the community requires good cooperation between legal institutionsand education institutions, in this case particularly the MKn program. The elaborations in this writing aims tounderstand the responsibilities of notary as public of icer especially in light of the Professional OrganizationRegulation, as well as the necessity to incorporate practitioners as part of the lecturers board in the MKn StudyProgram, in line with the Government program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). MKn Program aimsto produce professional and competent Notary candidates pursuant to the Notary Association Regulation. Followingtheir graduation, ef orts to achieve said aims are resumed through the obligations of prospective notaries toparticipate in individual internship, communal internship, as well as seminars/ conferences and socializations.Hereunder, the authors describe a community service activity carried out in the form of empowerment andsocialization, targeted to improve the understanding of candidate notaries in an event called Special MembersSelection Briefing organized by the West Jakarta Regional Management of the Indonesian Notary Association.Following the dissemination of materials concerning Notaries as part of the legal profession and a public of icerpursuant to UUJN, Notaries as professional educator within Prodi MKn, and their responsibilities, these activitiesare wrapped up with a Q&A session and evaluation. The intended outcome of these activities are scientificpublications in an ISSN-registered journal and a selected mass media outlet. ABSTRAK: Persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Notaris sesuai dengan UUJN salah satunya yaitu telah menyelesaikanpendidikan spesialis Kenotariatan. Banyaknya Perguruan Tinggi penyelenggara program studi MagisterKenotariatan (Prodi MKn) menimbulkan permasalahan, antara lain tidak adanya standar kurikulum, kurangnyakompetensi pengajar untuk melahirkan Notaris yang profesional, dan meningkatnya jumlah lulusan pendidikanNotaris yang tidak seimbang dengan jumlah formasi pengangkatan Notaris. Untuk mendukung terciptanya perangkatatau profesi hukum yang sesuai dengan aturan tertulis dan menjawab kebutuhan masyarakat, diperlukan kerjasamayang harmonis antara institusi hukum dengan lembaga pendidikan hukum, yaitu Prodi MKn. Penelitian ini bertujuanuntuk memahami pertanggungjawaban Notaris sebagai pejabat publik, khususnya terkait Per
根据ujn,公证人任命的要求之一是完成公证教育的研究生学习计划。开设公证员硕士课程(MKn)的大学越来越多,这带来了一些问题:缺乏课程标准,教师缺乏培养专业公证员的能力,以及越来越多的毕业生与新任命的可用配额不成比例。根据书面规定,提供足够的法律文书和专业人员,以满足社区的需求,这需要法律机构和教育机构之间的良好合作,在这种情况下,特别是MKn计划。本文的阐述旨在理解公证员作为公职人员的责任,特别是根据专业组织条例,以及根据政府计划Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM),将从业者纳入MKn研究计划讲师委员会的必要性。MKn计划旨在根据公证协会条例培养专业和称职的公证员候选人。毕业后,未来的公证员通过参加个人实习、社区实习、研讨会/会议和社交活动的义务,继续努力实现上述目标。在此,作者描述了一项以赋权和社会化形式开展的社区服务活动,旨在提高对印度尼西亚公证协会西雅加达地区管理组织的“特别成员选拔简报会”中候选公证员的了解。根据ujn的规定,公证员作为法律职业的一部分,在公证员作为Prodi MKn的专业教育者,以及他们的职责方面,这些活动将以问答环节和评估结束。这些活动的预期结果是在issn注册的期刊和选定的大众媒体上发表科学出版物。摘要:Persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Notaris sesuai dengan ujn salah satunya yitu telah menyelesaikanpendidikan specialis kenotarian。Banyaknya perguran Tinggi penyelenggara program studi magisterkenotarian (Prodi MKn) menimbulkan permasalahan, antara lain tidak adanya standard kurikulum, kurangnyakompetensi pengajar untuk melahirkan noteris yang professional, dan meningkatnya jumlah lulusan pendidikantaris yang tidak seimbang dengan jumlah formasi pengangkatan noteris。Untuk mendukung terciptanya perangkatatau教授hukum yang sesuai dengan aturan tertuis dan menjawab kebutuhan masyarakat, diperlukan kerjasamayang harmonis antara institui hukum dengan lembaga pendidikan hukum, yitu Prodi MKn。Penelitian ini bertujuanuntuk meahami pertanggungjawaban公公化,khususnya terkait Peraturan perkumpulantaris, danpentingnya kehadiran praktisi公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化,公公化Prodi MKn bertujuan untuk membentuk calon noteris yang professional dan mempunyai kompetensi mumpunisesuai dengan Perkumpulan organisasi noteris, yitu Ikatan noteris Indonesia (INI)。Pasca kelulusan,tujuan tersebut dilanjutkan melalui kewajiban magang (perorangan), magang bersama, serta mengikutiseminar/penyuluhan hukum。我是说,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿,我的女儿中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:中文翻译:[2]中国科学院学报,中国科学院学报,中国科学院学报。
{"title":"PRAKTISI NOTARIS SEBAGAI PENGAJAR UNTUK MELAHIRKAN LULUSAN YANG MUMPUNI KAITANNYA DENGAN PROGRAM MBKM","authors":"Benny Djaja","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18353","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18353","url":null,"abstract":"One of the requirements for Public Notary appointment according to UUJN is the completion of a graduate studyprogram in notary education. The growing number of universities of ering the Notary Masters Study Program(MKn) gives rise to some problems: the absence of curriculum standards, the lack of competence of the teachingstaf s to produce professional Notaries, and the increasing number of graduates not in proportion to the availablequota for new appointments. Making available adequate legal instruments and professionals in accordance with thewritten regulations to respond to the needs of the community requires good cooperation between legal institutionsand education institutions, in this case particularly the MKn program. The elaborations in this writing aims tounderstand the responsibilities of notary as public of icer especially in light of the Professional OrganizationRegulation, as well as the necessity to incorporate practitioners as part of the lecturers board in the MKn StudyProgram, in line with the Government program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM). MKn Program aimsto produce professional and competent Notary candidates pursuant to the Notary Association Regulation. Followingtheir graduation, ef orts to achieve said aims are resumed through the obligations of prospective notaries toparticipate in individual internship, communal internship, as well as seminars/ conferences and socializations.Hereunder, the authors describe a community service activity carried out in the form of empowerment andsocialization, targeted to improve the understanding of candidate notaries in an event called Special MembersSelection Briefing organized by the West Jakarta Regional Management of the Indonesian Notary Association.Following the dissemination of materials concerning Notaries as part of the legal profession and a public of icerpursuant to UUJN, Notaries as professional educator within Prodi MKn, and their responsibilities, these activitiesare wrapped up with a Q&A session and evaluation. The intended outcome of these activities are scientificpublications in an ISSN-registered journal and a selected mass media outlet.\u0000 \u0000ABSTRAK:\u0000Persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Notaris sesuai dengan UUJN salah satunya yaitu telah menyelesaikanpendidikan spesialis Kenotariatan. Banyaknya Perguruan Tinggi penyelenggara program studi MagisterKenotariatan (Prodi MKn) menimbulkan permasalahan, antara lain tidak adanya standar kurikulum, kurangnyakompetensi pengajar untuk melahirkan Notaris yang profesional, dan meningkatnya jumlah lulusan pendidikanNotaris yang tidak seimbang dengan jumlah formasi pengangkatan Notaris. Untuk mendukung terciptanya perangkatatau profesi hukum yang sesuai dengan aturan tertulis dan menjawab kebutuhan masyarakat, diperlukan kerjasamayang harmonis antara institusi hukum dengan lembaga pendidikan hukum, yaitu Prodi MKn. Penelitian ini bertujuanuntuk memahami pertanggungjawaban Notaris sebagai pejabat publik, khususnya terkait Per","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"45 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129831180","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-23DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18462
Yunanto Kurniawan, Kunthi Tridewiyanti, Muhammad Soleh Bagja, Theo Andreas, Salwa Ummu Fazya, Annisa Fitri, Henri Christian Pattinaja
The problem of criminal law is a problem that does not escape people's lives, both rural and urban, including thepeople of Sukaharja Village, Bogor, West Java. They feel anxious because theft is rampant in their village area,children are addicted to playing gadgets causing unwanted consequences for parents such as trying drugs andvictims of cyberbullying, as well as the fear felt by witnesses, especially in buying and selling land. Therefore, theFaculty of Law, University of Pancasila in collaboration with Sukaharja Village held legal counseling which aims toprovide a way out for people who continue to experience problems related to criminal law, such as ensuring thatwitnesses will get legal protection who need not be afraid of things that are wrong with them. bad enough totraumatize them. In this activity, what is felt by the community in the field of criminal law is jointly discussed, thentried to provide a solution by lecturers in the field of criminal law. In overcoming gadget addiction to children,village heads can build shared playgrounds so that children can play outside the house with parental supervisionand the government can provide free tourist support so that children can learn from the natural environmentnaturally together with their parents. In addition, witnesses should be treated like humans who should not be chaseduntil they are traumatized when they become witnesses and not ask questions that intimidate witnesses, both in termsof buying and selling land and other cases. ABSTRAK: Problema hukum pidana merupakan masalah yang tidak luput dalam kehidupan masyarakat, baik desa maupun kota,tidak terkecuali masyarakat Desa Sukaharja, Bogor, Jawa Barat. Mereka merasa keresahan sebab pencurianmerajalela di daerah desa mereka, anak-anak yang kecanduan bermain gadget sehingga timbul akibat yang tidakdiinginkan oleh orang tua seperti mencoba narkoba dan korban cyberbullying, serta ketakutan yang dirasakan olehsaksi, terutama dalam jual beli tanah. Oleh karena itu, Fakultas Hukum Universitas Pancasila bekerja sama denganDesa Sukaharja mengadakan penyuluhan hukum yang bertujuan untuk memberikan pandangan jalan keluar bagimasyarakat yang terus mengalami permasalah terkait hukum pidana, seperti meyakinkan bahwa saksi akanmendapatkan perlindungan hukum yang tidak perlu takut akan hal- hal yang buruk sehingga timbul trauma bagimereka. Dalam kegiatan ini, apa yang dirasakan masyarakat di bidang hukum pidana secara bersama-samadidiskusikan, kemudian mencoba memberikan jalan keluarnya oleh para dosen bidang hukum pidana. Dalammengatasi kecanduan gadget terhadap anak, kepala desa dapat membangun taman bermain bersama agar anak-anakdapat bermain di luar rumah dengan pengawasan orang tua serta pemerintah dapat memberikan dukungan tempatwisata gratis agar anak-anak dapat belajar dari lingkungan alam secara alami bersama dengan orang tua. Di sampingitu, para saksi seharusnya dilakukan seperti manusia yang tidak sepatutnya sampai dikejar-kejar hingga me
刑法问题是一个无法逃避人们生活的问题,无论是农村还是城市,包括西爪哇茂物Sukaharja村的人们。他们感到焦虑,因为盗窃在他们的村庄地区很猖獗,孩子们沉迷于玩电子产品,给父母带来了意想不到的后果,比如吸毒和网络欺凌的受害者,以及目击者感到的恐惧,尤其是在买卖土地时。因此,潘卡西拉大学法学院与Sukaharja Village合作举办了法律咨询,旨在为那些继续遇到与刑法相关问题的人提供出路,例如确保证人得到法律保护,他们不必担心自己的错误。糟糕到足以让他们受到精神创伤。在这次活动中,共同讨论了刑法领域的社会感受,然后由刑法领域的讲师试图提供解决方案。为了克服孩子们对电子设备的沉迷,村长可以建立共享的游乐场,这样孩子们就可以在父母的监督下在屋外玩耍,政府可以提供免费的旅游支持,这样孩子们就可以和父母一起自然地从自然环境中学习。此外,证人应该像人一样被对待,当他们成为证人时,不应该被追逐,直到他们受到精神创伤,也不应该问恐吓证人的问题,无论是在买卖土地还是其他案件中。摘要:问题hukum pidana merupakan masalah yang tidak dalam kehidupan masyarakat, baik desa maupun kota,tidak terkecuali masyarakat desa Sukaharja,茂物,爪哇巴拉。merka merasa keresahan sebab pencurianmerajalela di daerah desa Mereka, anak-anak yang keecanduan bermain gadget seingga bubul akibat yang tiakingingkan oleh orang, serta ketakutan yang diasakan olehsaksi, terutama dalam jual beli tanah。我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说,我在这里是说。Dalam kegiatan ini, apa yang diasakan masyarakat di bidang hukum pidana secara bersama-samadidiskusikan, kemudian mencoba成员jalan keluarya oleh pardoang bidang hukum pidana。Dalammengatasi kecanduan gadget terhadandanak, kepala desa dapat memberbangunan taman bersama agar anak- anakdapan bersama bersama anak-anakdapa bersama bersama anak-anakdapa berajar dari lingkungan alam secara alami bersama dangan orang tua。disampingitu, para saksi seharusnya dilakukan perperti manusia yang tidak seppatutnya sampai dikejar-kejar hinga membuatrasa trauma ketika menjadi saksi serta tiak memberikan peranyaan yang menginidasassaksi, baik dalam hal jualbeli tanah maupun kasusnya。
{"title":"PENYELESAIAN MASALAH HUKUM PIDANA DI DESA SUKAHARJA , BOGOR, JAWA BARAT","authors":"Yunanto Kurniawan, Kunthi Tridewiyanti, Muhammad Soleh Bagja, Theo Andreas, Salwa Ummu Fazya, Annisa Fitri, Henri Christian Pattinaja","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18462","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18462","url":null,"abstract":"The problem of criminal law is a problem that does not escape people's lives, both rural and urban, including thepeople of Sukaharja Village, Bogor, West Java. They feel anxious because theft is rampant in their village area,children are addicted to playing gadgets causing unwanted consequences for parents such as trying drugs andvictims of cyberbullying, as well as the fear felt by witnesses, especially in buying and selling land. Therefore, theFaculty of Law, University of Pancasila in collaboration with Sukaharja Village held legal counseling which aims toprovide a way out for people who continue to experience problems related to criminal law, such as ensuring thatwitnesses will get legal protection who need not be afraid of things that are wrong with them. bad enough totraumatize them. In this activity, what is felt by the community in the field of criminal law is jointly discussed, thentried to provide a solution by lecturers in the field of criminal law. In overcoming gadget addiction to children,village heads can build shared playgrounds so that children can play outside the house with parental supervisionand the government can provide free tourist support so that children can learn from the natural environmentnaturally together with their parents. In addition, witnesses should be treated like humans who should not be chaseduntil they are traumatized when they become witnesses and not ask questions that intimidate witnesses, both in termsof buying and selling land and other cases.\u0000 \u0000ABSTRAK:\u0000Problema hukum pidana merupakan masalah yang tidak luput dalam kehidupan masyarakat, baik desa maupun kota,tidak terkecuali masyarakat Desa Sukaharja, Bogor, Jawa Barat. Mereka merasa keresahan sebab pencurianmerajalela di daerah desa mereka, anak-anak yang kecanduan bermain gadget sehingga timbul akibat yang tidakdiinginkan oleh orang tua seperti mencoba narkoba dan korban cyberbullying, serta ketakutan yang dirasakan olehsaksi, terutama dalam jual beli tanah. Oleh karena itu, Fakultas Hukum Universitas Pancasila bekerja sama denganDesa Sukaharja mengadakan penyuluhan hukum yang bertujuan untuk memberikan pandangan jalan keluar bagimasyarakat yang terus mengalami permasalah terkait hukum pidana, seperti meyakinkan bahwa saksi akanmendapatkan perlindungan hukum yang tidak perlu takut akan hal- hal yang buruk sehingga timbul trauma bagimereka. Dalam kegiatan ini, apa yang dirasakan masyarakat di bidang hukum pidana secara bersama-samadidiskusikan, kemudian mencoba memberikan jalan keluarnya oleh para dosen bidang hukum pidana. Dalammengatasi kecanduan gadget terhadap anak, kepala desa dapat membangun taman bermain bersama agar anak-anakdapat bermain di luar rumah dengan pengawasan orang tua serta pemerintah dapat memberikan dukungan tempatwisata gratis agar anak-anak dapat belajar dari lingkungan alam secara alami bersama dengan orang tua. Di sampingitu, para saksi seharusnya dilakukan seperti manusia yang tidak sepatutnya sampai dikejar-kejar hingga me","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128068788","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-23DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18372
Tundjung Herning Sitabuana, Dixon Sanjaya
The State of Indonesia guarantees the protection of all and the entire Indonesian nation based on the Preamble to1945 Constitution of Republic Indonesia. Children are one of the people who need to be protected as the nextgeneration of Indonesian. However, in fact, based on the KemenPPA Symphony data, until 2021 there are still10,332 cases of children related to sexual violence. Therefore, the community as a partner of the government toprovide protection to children from all forms of sexual violence, especially those that occur in online media today,needs to be given counseling related to good parenting. This PKM activity was carried out with the stages of survey,lecture, and Q&A to the community in RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, West Jakarta City. Thedevelopment of sexual crimes through online media is growing very rapidly with various forms such as chatting,direct massage, and videos to make seductions to threats to victims. The results achieved from this PKM activity arethat the community has an understanding of good parenting patterns, the community play an strategic role inbuilding democratic, warm, open, participatory communication with children. As a conclusion from this activity,parents have a central position to be able to guide, direct, educate, set an example, nurture, and mature children in asafe and conducive community environment to eradicate and avoid the dangers of predators of sexual crimes inonline media. Various forms of similar socialization activities need to be carried out consistently. ABSTRAK: Negara Indonesia menjamin dan memastikan perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan bangsa Indonesiasebagai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Anak merupakan salah satu yangperlu diberikan perlindungan sebagai insan generasi penerus bangsa Indonesia. Namun kenyataannya, berdasarkandata SIMFONI KemenPPA, sampai dengan tahun 2021 masih terdapat 10.332 kasus terkait anak yang berhubungandengan kekerasan seksual. Oleh karena itu, masyarakat sebagai mitra pemerintah untuk melakukan pencegahan danperlindungan hukum pada anak terhadap predator seksual yang terjadi di media daring dewasa ini perlu diberikanpenyuluhan terkait dengan pola pengasuhan yang baik (good parenting). Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengantahapan Survei, ceramah, dan Q&A kepada masyarakat RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, KotaJakarta Barat. Perkembangan kejahatan seksual melalui media daring berkembang dengan sangat pesat denganberbagai bentuk seperti chatting, direct massage, maupun video untuk melakukan rayuan hingga ancaman terhadapkorban. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini, meningkatkan dan menambah pemahaman masyarakat mengenaipola pengasuhan yang baik, masyarakat mau berperan aktif untuk membangun komunikasi yang demokratis,kehangatan, keterbukaan, dan partisipatif dengan anak. Sebagai kesimpulan dari kegiatan ini bahwa orang tuamemiliki posisi sentral untuk mampu membimbing, mengarahkan, mendidi
印度尼西亚国保证根据1945年印度尼西亚共和国宪法序言部分保护所有和整个印度尼西亚民族。作为印度尼西亚的下一代,儿童是需要受到保护的人群之一。然而,事实上,根据KemenPPA交响乐团的数据,直到2021年,仍有10332起儿童性暴力案件。因此,社区作为政府的合作伙伴,为儿童提供保护,使其免受各种形式的性暴力,特别是今天发生在网络媒体上的性暴力,需要得到与良好养育有关的咨询。本次PKM活动在RT 001/RW 006进行,分调研、讲座、社区答问三个阶段进行。Srengseng, Kec。西雅加达市的Kembangan。通过聊天、直接按摩、视频等多种形式对受害者进行引诱、威胁的网络媒体性犯罪发展迅速。这次亲子关系管理活动的结果是,社区了解了良好的育儿模式,社区在与儿童建立民主、温暖、开放和参与性的沟通方面发挥了战略作用。从这个活动中得出的结论是,父母的核心地位是能够在一个安全和有益的社区环境中引导、指导、教育、树立榜样、培育和成熟孩子,以消除和避免网络媒体中性犯罪的掠夺者的危险。各种形式的同类社会化活动需要统一开展。摘要:Negara Indonesia menjamin dan memastikan perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan bangsa Indonesia(印尼)为印尼共和国(Dasar Negara republic)。Anak merupakan salah satu yangperlu diberikan perlindungan sebagai在印度尼西亚的penpensa。Namun kenyataannya, berdasarkandata SIMFONI KemenPPA, sampai dengan tahun 2021 masih terdapat 10.332 kasus terkait anak yang berhubungandengan kekerasan seksual。Oleh karena itu, masyarakat sebagai mitra peremerintah untuk melakukan penegahan danperlindungan hukum pada anak terhadap捕食者seksual yang terjadi di媒体敢dewasa ini perlu diberikanpenyuluhan terkait dengan pola pengasuhan yang baik。Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengantahapan Survei,陶瓷,dan Q&A kepada masyarakat r001 / rw006, Kel。Srengseng, Kec。Kembangan, KotaJakarta Barat。Perkembangan kejahatan seksual melalis媒体大胆的berkembang dengan sangat pesat denganberbagai bentuk seperti聊天,直接按摩,maupun视频untuk melakukan rayuan hinga和aman terhadapkorban。Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini, mengkatkan dan menambah pemahaman masyarakat mengenaipola pengasuhan yang baik, masyarakat mau berperan aktif untuk成员,komunikasi yang民主派,kehangatan, keterbukaan, dan partisipatif dengan anak。Sebagai kesimpan dari kegiatan ini bahwa orang tuamemiliki posisi central untuk mampu memberbing, mengarahkan, mendidik, memberikan teladan, memelihara, hinga mendewasakan anak dalam lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif untuk memberantas danmenghindar dari bahaya predator kejahatan seksual di media daring。Oleh karena itu, berbagai bentuk kegiatansosialisasi serupa perlu untuk terus dilaksanakan secara consistent。
{"title":"PENYULUHAN GOOD PARENTING MELALUI MEDIA DARING DALAM UPAYA MENCEGAH ANAK DARI KEJAHATAN PREDATOR SEKSUAL","authors":"Tundjung Herning Sitabuana, Dixon Sanjaya","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18372","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18372","url":null,"abstract":"The State of Indonesia guarantees the protection of all and the entire Indonesian nation based on the Preamble to1945 Constitution of Republic Indonesia. Children are one of the people who need to be protected as the nextgeneration of Indonesian. However, in fact, based on the KemenPPA Symphony data, until 2021 there are still10,332 cases of children related to sexual violence. Therefore, the community as a partner of the government toprovide protection to children from all forms of sexual violence, especially those that occur in online media today,needs to be given counseling related to good parenting. This PKM activity was carried out with the stages of survey,lecture, and Q&A to the community in RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, West Jakarta City. Thedevelopment of sexual crimes through online media is growing very rapidly with various forms such as chatting,direct massage, and videos to make seductions to threats to victims. The results achieved from this PKM activity arethat the community has an understanding of good parenting patterns, the community play an strategic role inbuilding democratic, warm, open, participatory communication with children. As a conclusion from this activity,parents have a central position to be able to guide, direct, educate, set an example, nurture, and mature children in asafe and conducive community environment to eradicate and avoid the dangers of predators of sexual crimes inonline media. Various forms of similar socialization activities need to be carried out consistently.\u0000 \u0000ABSTRAK:\u0000Negara Indonesia menjamin dan memastikan perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan bangsa Indonesiasebagai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Anak merupakan salah satu yangperlu diberikan perlindungan sebagai insan generasi penerus bangsa Indonesia. Namun kenyataannya, berdasarkandata SIMFONI KemenPPA, sampai dengan tahun 2021 masih terdapat 10.332 kasus terkait anak yang berhubungandengan kekerasan seksual. Oleh karena itu, masyarakat sebagai mitra pemerintah untuk melakukan pencegahan danperlindungan hukum pada anak terhadap predator seksual yang terjadi di media daring dewasa ini perlu diberikanpenyuluhan terkait dengan pola pengasuhan yang baik (good parenting). Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengantahapan Survei, ceramah, dan Q&A kepada masyarakat RT 001/RW 006, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, KotaJakarta Barat. Perkembangan kejahatan seksual melalui media daring berkembang dengan sangat pesat denganberbagai bentuk seperti chatting, direct massage, maupun video untuk melakukan rayuan hingga ancaman terhadapkorban. Hasil yang dicapai dari kegiatan PKM ini, meningkatkan dan menambah pemahaman masyarakat mengenaipola pengasuhan yang baik, masyarakat mau berperan aktif untuk membangun komunikasi yang demokratis,kehangatan, keterbukaan, dan partisipatif dengan anak. Sebagai kesimpulan dari kegiatan ini bahwa orang tuamemiliki posisi sentral untuk mampu membimbing, mengarahkan, mendidi","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127299438","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-23DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18972
Agoes Dariyo, Maria Ivana Putri, Zhillan Faranihaq, Shekinah Glory Panjaitan, Agung Valerama
Bullying is behavior that is carried out by a person or group of people with the aim of hurting the heart, feelings, orphysically of another person. Bullying can be done by anyone who causes feelings of resentment, disappointment, orhurt to be felt in the victim of bullying which usually occurs due to appearance and family economic factors. Theperpetrators of bullying that occurred in the hamlets of Tegal Bedug, Tamansari, Lelea, Indramayu, West Java weremostly found in children and the victims of this bullying behavior were also children. In order to overcome theseproblems, psychological intervention ef orts were carried out 7 times meeting sessions for perpetrators and victimsof bullying which aim to provide basic knowledge about the meaning and causes of bullying, as well ascharacteristics and steps to overcome bullying behavior for perpetrators and victims of bullying Participants in thisactivity is a student of SD Negeri 02 Tamansari grade 5-6 aged 11-13 years who is a perpetrator and victim ofbullying behavior. The measuring instrument used to determine the ef ectiveness of the psychological interventionprogram is a questionnaire given before (pre-test) and after the activity (post-test). The results of the psychologicalintervention showed that the perpetrators of bullying were able to provide cognitive understanding and could reducetheir bullying behavior. Victims of bullying are also increasingly assertive in defending themselves, fighting back, orsaying the right thing to the bully. ABSTRAK: Perundungan merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan untukmenyakiti hati, perasaan, atau fisik orang lain. Perundungan dapat dilakukan oleh siapa pun yang menyebabkanmunculnya perasaan dendam, kecewa, atau sakit hati pada korban perundungan yang biasanya terjadi dikarenakanpenampilan dan faktor ekonomi keluarga. Pelaku perundungan yang terjadi di dusun Tegal Bedug, Tamansari, Lelea,Indramayu, Jawa Barat banyak ditemukan pada anak-anak dan korban dari perilaku perundungan tersebut pun jugaanak-anak. Ternyata anak-anak yang menjadi pelaku perundungan maupun korban perundungan adalah anak-anakyang orang tuanya meninggalkan dusunnya. Guna untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upayaintervensi psikologis 7 kali sesi pertemuan terhadap pelaku maupun korban perundungan yang bertujuan untukmemberikan pengetahuan dasar mengenai pengertian dan sebab perundungan, serta karakteristik danlangkah-langkah mengatasi perilaku perundungan untuk pelaku dan korban perundungan Partisipan dalam kegiatanini merupakan siswa SD Negeri 02 Tamansari kelas 5-6 yang berusia 11-13 tahun yang menjadi pelaku dan korbanperilaku perundungan. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui efektivitas program intervensi psikologis adalahkuesioner yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah kegiatan (post-test). Hasil intervensi psikologismenunjukkan bahwa pelaku perundungan mampu memberikan pemahaman kognitif dan dapat menurunkan
欺凌是由一个人或一群人实施的行为,目的是伤害另一个人的心、感情或身体。欺凌可以由任何让欺凌受害者感到怨恨、失望或伤害的人来实施,通常是由于外表和家庭经济因素。发生在Tegal Bedug、Tamansari、Lelea、Indramayu和西爪哇等村庄的欺凌行为的肇事者大多是儿童,这种欺凌行为的受害者也是儿童。为了克服这些问题,本研究对施暴者和受欺凌者进行了7次心理干预,旨在为施暴者和受欺凌者提供关于欺凌的含义、原因、特征和克服欺凌行为的步骤的基本知识。本次活动的参与者是SD Negeri 02 Tamansari 5-6年级的一名11-13岁的施暴者和受欺凌者。用于确定心理干预方案有效性的测量工具是在活动前(前测)和活动后(后测)给出的问卷。心理干预结果表明,施暴者能够提供认知理解,减少欺凌行为。欺凌的受害者也越来越自信地为自己辩护,反击,或者对欺凌者说正确的话。摘要:Perundungan merupakan perakaku yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan untukmenyakiti hati, perasaan, atau finisik oranglain。Perundungan dapat dilakukan oleh siapappun yang menyebabkanmunculnya perasaan dendam, kekeewa, atau sakit hati padi korban Perundungan yang biasanya terjadi dikarenakanpenampilan dan fakonomi keluarga。Pelaku perundungan yang terjadi di dusun Tegal Bedug, Tamansari, Lelea,Indramayu, Jawa Barat banyak ditemukan pada anak-anak dan korban dari perundungan tersebut pun jugaanak-anak。Ternyata anak-anakyang menjadi pelaku perundungan maupun korban perundungan adalah anak-anakyang oranganya meninggalkan dusunnya。【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】舒达karakteristik danlangkah-langkah mengatasi perilaku perundungan为她pelaku丹korban perundungan Partisipan dalam kegiatanini merupakan siswa SD Negeri 02 Tamansari克拉5 - 6杨berusia 11 - 13 tahun杨menjadi pelaku丹korbanperilaku perundungan。Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui有效活动程序干预心理学,Alat kukuer yang diberikan sebelum(前测)和sesudah kegiatan(后测)。Hasil干预心理学menunjukkan bahwa pelaku perundungan mampu成员kan pemahaman kognitif dan dapat menununkan perakuundungan。Korban perundungan juga似乎是perundungan的一种表现形式,它是由一种叫做melawan的东西组成的,它是由一种叫做perundungan的东西组成的。
{"title":"INTERVENSI PSIKOLOGIS UNTUK MENGATASI BULLYING DI DUSUN TEGAL BEDUG, TAMANSARI, LELEA, INDRAMAYU, JAWA BARAT","authors":"Agoes Dariyo, Maria Ivana Putri, Zhillan Faranihaq, Shekinah Glory Panjaitan, Agung Valerama","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18972","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18972","url":null,"abstract":"Bullying is behavior that is carried out by a person or group of people with the aim of hurting the heart, feelings, orphysically of another person. Bullying can be done by anyone who causes feelings of resentment, disappointment, orhurt to be felt in the victim of bullying which usually occurs due to appearance and family economic factors. Theperpetrators of bullying that occurred in the hamlets of Tegal Bedug, Tamansari, Lelea, Indramayu, West Java weremostly found in children and the victims of this bullying behavior were also children. In order to overcome theseproblems, psychological intervention ef orts were carried out 7 times meeting sessions for perpetrators and victimsof bullying which aim to provide basic knowledge about the meaning and causes of bullying, as well ascharacteristics and steps to overcome bullying behavior for perpetrators and victims of bullying Participants in thisactivity is a student of SD Negeri 02 Tamansari grade 5-6 aged 11-13 years who is a perpetrator and victim ofbullying behavior. The measuring instrument used to determine the ef ectiveness of the psychological interventionprogram is a questionnaire given before (pre-test) and after the activity (post-test). The results of the psychologicalintervention showed that the perpetrators of bullying were able to provide cognitive understanding and could reducetheir bullying behavior. Victims of bullying are also increasingly assertive in defending themselves, fighting back, orsaying the right thing to the bully.\u0000ABSTRAK:\u0000Perundungan merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan untukmenyakiti hati, perasaan, atau fisik orang lain. Perundungan dapat dilakukan oleh siapa pun yang menyebabkanmunculnya perasaan dendam, kecewa, atau sakit hati pada korban perundungan yang biasanya terjadi dikarenakanpenampilan dan faktor ekonomi keluarga. Pelaku perundungan yang terjadi di dusun Tegal Bedug, Tamansari, Lelea,Indramayu, Jawa Barat banyak ditemukan pada anak-anak dan korban dari perilaku perundungan tersebut pun jugaanak-anak. Ternyata anak-anak yang menjadi pelaku perundungan maupun korban perundungan adalah anak-anakyang orang tuanya meninggalkan dusunnya. Guna untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upayaintervensi psikologis 7 kali sesi pertemuan terhadap pelaku maupun korban perundungan yang bertujuan untukmemberikan pengetahuan dasar mengenai pengertian dan sebab perundungan, serta karakteristik danlangkah-langkah mengatasi perilaku perundungan untuk pelaku dan korban perundungan Partisipan dalam kegiatanini merupakan siswa SD Negeri 02 Tamansari kelas 5-6 yang berusia 11-13 tahun yang menjadi pelaku dan korbanperilaku perundungan. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui efektivitas program intervensi psikologis adalahkuesioner yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah kegiatan (post-test). Hasil intervensi psikologismenunjukkan bahwa pelaku perundungan mampu memberikan pemahaman kognitif dan dapat menurunkan ","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125965967","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-22DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18289
Margarita Ekadjaja, Tara Clarissa Djaja
The PKM team collaborated with Trinity Charcoal Indonesia which is a producer of charcoal briquettes in measuringperformance using the SWOT balanced scorecard method. The background of implementation of PKM activities is thepartner's expectation to increase profits to grow the company, because the increase in sales achieved by partner is notfollowed by the expected increase in profits. PKM activities help partners take advantage of their strengths, weaknesses,opportunities, and threats in determining business strategies so as to create a balance between various perspectives andthus partners can focus more on the target market to be served. The initial stage of implementing PKM was the teamconducted a webinar using the Zoom application with the topic of using the balanced scorecard for performancemeasurement. The success of the webinar implementation is evaluated through the partner's ability to create a balancedscorecard related to its business activities. The next step is the PKM team helps partners create a SWOT matrix.Information and data collection such as financial plans, marketing plans, operation plans, quality improvementprograms, and customer analysis related to partners is carried out by interviewing techniques through the WhatsAppapplication. Meanwhile, data collection of information related to partner industries is carried out through aquestionnaire technique distributed online through the google form. Based on the results of the measurement of the totalscore of the SWOT matrix, partners are in quadrant 1 position, which means partners can take advantage of the strengthsand opportunities of the products they produce. The results of the SWOT analysis prioritize partners' work plans in orderto improve their performance. The mandatory outputs for the implementation of PKM are published through the SERINAand Tarumanagara University online mass media. ABSTRAK Tim PKM bekerjasama dengan Trinity Charcoal Indonesia yang merupakan produsen briket arang dalam mengukurkinerja menggunakan metode SWOT balanced scorecard. Hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan PKM adalah mitraberkeinginan meningkatkan keuntungan sehingga perusahaannya dapat berkembang, namun peningkatan penjualanproduk mitra tidak diikuti dengan peningkatan keuntungan yang diharapkan. Kegiatan PKM membantu mitramemanfaatkan strengths, weaknesses, opportunities, dan threats yang dimiliki dalam penentuan strategi bisnis sehinggatercipta keseimbangan antar berbagai perspektif dan mitra dapat lebih memfokuskan target market yang akan dilayani.Tahap awal pelaksanaan PKM adalah tim melaksanakan webinar menggunakan aplikasi Zoom dengan topik pemanfaatanbalanced scorecard untuk pengukuran kinerja. Keberhasilan pelaksanaan webinar dievaluasi melalui kemampuan mitradalam membuat balanced scorecard terkait dengan kegiatan usahanya. Tahap selanjutnya, tim PKM membantu mitramembuat matriks SWOT. Pengumpulan data informasi seperti mengenai rencana keuangan, rencana pemasaran, rencanapengoperasi
PKM团队与印尼三一木炭公司(Trinity Charcoal Indonesia)合作,使用SWOT平衡计分卡方法来衡量绩效。三一木炭公司是一家木炭压块生产商。实施PKM活动的背景是合伙人希望通过增加利润来发展公司,因为合伙人实现的销售增长并没有带来预期的利润增长。PKM活动帮助合作伙伴利用他们的优势、劣势、机会和威胁来确定商业战略,从而在各种观点之间建立平衡,从而使合作伙伴能够更加专注于要服务的目标市场。实现PKM的初始阶段是团队使用Zoom应用程序进行网络研讨会,主题是使用平衡计分卡进行性能度量。通过合作伙伴创建与其业务活动相关的平衡计分卡的能力来评估网络研讨会实施的成功。下一步是PKM团队帮助合作伙伴创建SWOT矩阵。通过whatsapp进行与合作伙伴相关的财务计划、营销计划、运营计划、质量改进计划、客户分析等信息和数据的收集。同时,通过谷歌表格在线分发的问卷调查技术,对合作伙伴行业的相关信息进行数据收集。根据SWOT矩阵总分的测量结果,合作伙伴处于象限1的位置,这意味着合作伙伴可以利用他们生产的产品的优势和机会。SWOT分析的结果优先考虑合作伙伴的工作计划,以提高他们的绩效。实施PKM的强制性产出通过serina和Tarumanagara大学的在线大众媒体公布。【摘要】印尼三位一体木炭公司生产的煤球质量管理方法为SWOT平衡计分卡。halyyang mendasari pelaksanaan kegiatan PKM adalah mitberberkeingan meningkatkan keuntunan sehinga perusahaannya dapat berkembang, namun peningkatan penjualanprok mitra tidak diikuti dengan peningkatan keuntunan yang diharapkan。Kegiatan PKM membantu mitramemanfaatkan优势,劣势,机会,威胁丹杨dimiliki dalam penentuan strategi bisnis sehinggatercipta keseimbangan安塔尔berbagai perspektif丹mitra dapat lebih memfokuskan目标市场杨阿坎人dilayani。Tahap awal pelaksanaan和PKM adalah tim melaksanakan网络研讨会,menggunakan应用kasi Zoom登根主题,企鹅平衡计分卡,企鹅和kinerja。平衡计分卡是中国经济发展的重要组成部分。Tahap selanjutnya, tim PKM memmemurematrisswot。彭普兰的数据信息是独立的mengenai, rencanapenaran, rencanapenoperasian,程序peningkatan kualitas, dan analisapangan terkait dengan mitra dilakukan dengan teknikwawankara melalui应用于WhatsApp。Sedangkan pengumpulan数据信息是terkakadengan industry mitra dilakukanmelalui teknikkuesioner yang disbar secara在线melalui google表单。【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】这句话的意思是:“我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。”varan wajib pelaksanaan PKM dipublikasikan melalui SERINA sebagai wajib dan media massaonline Universitas Tarumanagara sebagai Luaran tambahan。
{"title":"PELATIHAN SWOT BALANCED SCORECARD UNTUK PENGUKURAN KINERJA INDUSTRI BRIKET ARANG","authors":"Margarita Ekadjaja, Tara Clarissa Djaja","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18289","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18289","url":null,"abstract":"The PKM team collaborated with Trinity Charcoal Indonesia which is a producer of charcoal briquettes in measuringperformance using the SWOT balanced scorecard method. The background of implementation of PKM activities is thepartner's expectation to increase profits to grow the company, because the increase in sales achieved by partner is notfollowed by the expected increase in profits. PKM activities help partners take advantage of their strengths, weaknesses,opportunities, and threats in determining business strategies so as to create a balance between various perspectives andthus partners can focus more on the target market to be served. The initial stage of implementing PKM was the teamconducted a webinar using the Zoom application with the topic of using the balanced scorecard for performancemeasurement. The success of the webinar implementation is evaluated through the partner's ability to create a balancedscorecard related to its business activities. The next step is the PKM team helps partners create a SWOT matrix.Information and data collection such as financial plans, marketing plans, operation plans, quality improvementprograms, and customer analysis related to partners is carried out by interviewing techniques through the WhatsAppapplication. Meanwhile, data collection of information related to partner industries is carried out through aquestionnaire technique distributed online through the google form. Based on the results of the measurement of the totalscore of the SWOT matrix, partners are in quadrant 1 position, which means partners can take advantage of the strengthsand opportunities of the products they produce. The results of the SWOT analysis prioritize partners' work plans in orderto improve their performance. The mandatory outputs for the implementation of PKM are published through the SERINAand Tarumanagara University online mass media.\u0000ABSTRAK\u0000Tim PKM bekerjasama dengan Trinity Charcoal Indonesia yang merupakan produsen briket arang dalam mengukurkinerja menggunakan metode SWOT balanced scorecard. Hal yang mendasari pelaksanaan kegiatan PKM adalah mitraberkeinginan meningkatkan keuntungan sehingga perusahaannya dapat berkembang, namun peningkatan penjualanproduk mitra tidak diikuti dengan peningkatan keuntungan yang diharapkan. Kegiatan PKM membantu mitramemanfaatkan strengths, weaknesses, opportunities, dan threats yang dimiliki dalam penentuan strategi bisnis sehinggatercipta keseimbangan antar berbagai perspektif dan mitra dapat lebih memfokuskan target market yang akan dilayani.Tahap awal pelaksanaan PKM adalah tim melaksanakan webinar menggunakan aplikasi Zoom dengan topik pemanfaatanbalanced scorecard untuk pengukuran kinerja. Keberhasilan pelaksanaan webinar dievaluasi melalui kemampuan mitradalam membuat balanced scorecard terkait dengan kegiatan usahanya. Tahap selanjutnya, tim PKM membantu mitramembuat matriks SWOT. Pengumpulan data informasi seperti mengenai rencana keuangan, rencana pemasaran, rencanapengoperasi","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134013584","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-08-22DOI: 10.24912/jbmi.v5i1.18501
Debora Basaria, Lia Martha Indriana, Metta Dewi Satyagraha, Natha Nia
Teenagers in the digitalization era have become very close to the digital age, especially in the use of smartphones.Problems that can be found in teenagers are problems in an unhealthy relationship, dependence on gadgets,depression, and other mental health problems. One of the causes adolescents tend to have the potential to experienceor carry out negative behavior is detrimental to themselves, the lack of self-love. Self-love is an appreciation ofoneself that is dynamic and is grown from actions that support physical, psychological, and spiritual growth.Introduction and application of self-love to adolescents in Mino Martani Cilacap, Central Java, under the support ofthe YSBS (Yayasan Sosial Bina Sejahtera). The youth who take part in this PKM has an age range of 11-27 yearsand aims to help them to love themselves to avoid negative behavior that can damage them. The activity lasts for 2days on 6-7 November 2021 online via the Zoom platform. The application of self-love on the first day was carriedout in the form of providing psychoeducation containing material about self-love and training in metta meditationtechniques which were attended by 7 teenagers. On the second day, the application of self-love was carried out inthe form of screening the film Mulan and discussing the film as well as analyzing the individual condition using theSWOT technique which was attended by 5 teenagers. The post-test results were obtained from 10 teenagers. It isknown that the teenagers who are involved in this activity seem to love themselves, which is characterized byself-respect behavior, good self-confidence, and the desire to be able to control the desire to use smartphones. ABSTRAK Remaja pada era digitalisasi telah menjadi sangat dekat dengan dunia digital khususnya dalam penggunaansmartphone. Permasalahan yang sering ditemukan pada remaja saat ini diantaranya, permasalahan dalam hubunganpercintaan yang tidak sehat, ketergantungan pada gadget, depresi, hingga masalah gangguan kesehatan mentallainnya. Salah satu penyebab remaja cenderung berpotensi mengalami atau melakukan perilaku negatif yangmerugikan diri mereka adalah kurangnya self- love pada diri sendiri. Self-love adalah suatu apresiasi terhadap dirisendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, danspiritual. Pengenalan dan penerapan self- love pada remaja di Mino Martani Cilacap, Jawa Tengah di bawahdukungan YSBS (Yayasan Sosial Bina Sejahtera). Remaja yang mengikuti PKM ini memiliki rentang usia 11-27tahun dan bertujuan membantu para remaja untuk dapat mencintai diri mereka sendiri dan menghindari mereka dariperilaku negatif yang dapat merusak diri mereka sendiri. Kegiatan berlangsung selama 2 hari pada 6-7 November2021 secara daring melalui media platform zoom. Penerapan pengenalan self-love pada hari pertama dilakukandalam bentuk pemberian psikoedukasi berisikan materi tentang self- love dan pelatihan teknik meditasi metta yangdiikuti oleh 7 rema
数字化时代的青少年已经非常接近数字时代,尤其是在智能手机的使用上。在青少年身上可以发现的问题包括不健康的人际关系、对电子产品的依赖、抑郁和其他心理健康问题。青少年往往有可能经历或实施对自己有害的消极行为的原因之一,就是缺乏自爱。自爱是一种对自己的欣赏,它是动态的,是从支持身体、心理和精神成长的行动中成长起来的。在YSBS (Yayasan social Bina Sejahtera)的支持下,中爪哇Mino Martani Cilacap青少年自爱的介绍和应用。参加这个PKM的年轻人年龄在11-27岁之间,旨在帮助他们爱自己,避免可能伤害他们的消极行为。活动将于2021年11月6日至7日在Zoom平台线上举办,为期2天。在第一天,自爱的应用以提供心理教育的形式进行,其中包括自爱的材料和冥想技巧的训练,共有7名青少年参加。第二天,自爱的应用以电影《花木兰》的放映和电影讨论以及运用swot技术分析个体状况的形式进行,共有5名青少年参加。后测结果来自10名青少年。据了解,参与这项活动的青少年似乎是爱自己的,这是自我尊重的行为,良好的自信,并希望能够控制使用智能手机的欲望。摘要:印度手机数字化时代,印度手机数字化时代,印度手机数字化时代,印度手机数字化时代。Permasalahan yang sering ditemukan pada remaja saat ini diantaranya, Permasalahan dalam hubunganpercintaan yang tidak sehat, ketergantungan pada gadget, depresi, hinga masalah gangguan kesehatan mentallainnya。我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你,我爱你。自爱adalah suatu apresasi terhadap dirisendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan finisik,心理学,丹灵学。彭吉兰丹彭吉兰日本自爱的padremaja di Mino Martani Cilacap, Jawa Tengah di bawahdukungan YSBS (Yayasan社会Bina Sejahtera)。Remaja yang mengikuti PKM ini memoriliki rentang usia 11-27tahun dan bertujuan menbantu para Remaja untuk dapat menmenintai diri mereka sendiri danmenghindari mereka dariperaku negative yang dapat merusak diri mereka sendiri。Kegiatan berlangsung selama 2 hari pada 2021年11月6日至7日secara胆子melalui媒体平台缩放。Penerapan pengenalan self-love pada hari pertama dilakukandalam bentuk penberian psikoedukasi berisikan物质tententen self-love dan pelatihan teknik mediitasi metta yangdiikuti oleh 7 remaja。《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》,《花木兰》。Hasil后测试didapatkan dari 10 remaja diketahui bahwa remaja yang terliit dalam kegiatan ini terliit lebimenmenintai dididii yang didiandi dengan adanya peraku menghargai dii, kepercayaan didii yang baik dankeingingan untuk dapakan mengingan pgunaan智能手机。
{"title":"PENERAPAN SELF LOVE SEBAGAI BAGIAN DARI PENCEGAHAN REMAJA MENAMPILKAN PERILAKU NEGATIF DI LINGKUNGAN","authors":"Debora Basaria, Lia Martha Indriana, Metta Dewi Satyagraha, Natha Nia","doi":"10.24912/jbmi.v5i1.18501","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jbmi.v5i1.18501","url":null,"abstract":"Teenagers in the digitalization era have become very close to the digital age, especially in the use of smartphones.Problems that can be found in teenagers are problems in an unhealthy relationship, dependence on gadgets,depression, and other mental health problems. One of the causes adolescents tend to have the potential to experienceor carry out negative behavior is detrimental to themselves, the lack of self-love. Self-love is an appreciation ofoneself that is dynamic and is grown from actions that support physical, psychological, and spiritual growth.Introduction and application of self-love to adolescents in Mino Martani Cilacap, Central Java, under the support ofthe YSBS (Yayasan Sosial Bina Sejahtera). The youth who take part in this PKM has an age range of 11-27 yearsand aims to help them to love themselves to avoid negative behavior that can damage them. The activity lasts for 2days on 6-7 November 2021 online via the Zoom platform. The application of self-love on the first day was carriedout in the form of providing psychoeducation containing material about self-love and training in metta meditationtechniques which were attended by 7 teenagers. On the second day, the application of self-love was carried out inthe form of screening the film Mulan and discussing the film as well as analyzing the individual condition using theSWOT technique which was attended by 5 teenagers. The post-test results were obtained from 10 teenagers. It isknown that the teenagers who are involved in this activity seem to love themselves, which is characterized byself-respect behavior, good self-confidence, and the desire to be able to control the desire to use smartphones.\u0000ABSTRAK\u0000Remaja pada era digitalisasi telah menjadi sangat dekat dengan dunia digital khususnya dalam penggunaansmartphone. Permasalahan yang sering ditemukan pada remaja saat ini diantaranya, permasalahan dalam hubunganpercintaan yang tidak sehat, ketergantungan pada gadget, depresi, hingga masalah gangguan kesehatan mentallainnya. Salah satu penyebab remaja cenderung berpotensi mengalami atau melakukan perilaku negatif yangmerugikan diri mereka adalah kurangnya self- love pada diri sendiri. Self-love adalah suatu apresiasi terhadap dirisendiri yang bersifat dinamis, yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis, danspiritual. Pengenalan dan penerapan self- love pada remaja di Mino Martani Cilacap, Jawa Tengah di bawahdukungan YSBS (Yayasan Sosial Bina Sejahtera). Remaja yang mengikuti PKM ini memiliki rentang usia 11-27tahun dan bertujuan membantu para remaja untuk dapat mencintai diri mereka sendiri dan menghindari mereka dariperilaku negatif yang dapat merusak diri mereka sendiri. Kegiatan berlangsung selama 2 hari pada 6-7 November2021 secara daring melalui media platform zoom. Penerapan pengenalan self-love pada hari pertama dilakukandalam bentuk pemberian psikoedukasi berisikan materi tentang self- love dan pelatihan teknik meditasi metta yangdiikuti oleh 7 rema","PeriodicalId":127539,"journal":{"name":"Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125350415","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}