Pengembangan Potensi Objek Dan Daya Tarik Wisata Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. Wisata alam atau ekowisata merupakan segala jenis wisata yang menawarkan alam dan lingkungan sebagai daya tarik utamanya. Destinasi andalan desa wisata Silalahi II terpusat di hamparan pantai yang indah dan perairan Danau Toba dengan kedalaman 905meter. Salah satu tempat di Sumatera Utara yang memiliki potensi di bidang pariwisata adalah Kabupaten Dairi. Salah satu desa wisata yang terdapat di kabupaten Dairi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah desa wisata Silalahi II Kecamatan Silahisabungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah potensi dan daya tarik di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, kendala dan hambatan yang dihadapi masyarakat dalam memasarkan dan mengembangkan objek wisata di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Dan upaya pengembangan Potensi Objek dan daya tarik Wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil tempat di Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi Kesimpulan Penelitian ini adalahPotensi dan daya tarik desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi merupakan salah satu desa wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam kepariwisataan Sumatera Utara desa Silalahi II memiliki potensi alam, budaya dan buatan yang dapat menarik minat wisatawan. Kendala atau hambatan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi adalah kualiatas kinerja sumber daya manusia yang masih rendah serta masyarakat masih kurang kreatif dalam menciptakan kegiatan pariwisata serta Upaya dalam pengembangan objek dan daya tarik wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi berkolaborasi dengan berbagai pihak (stakeholder). Saran dalam penelitin ini diharapkan pemerintah dan pihak yang terkait lainnya agar melakukan upaya pengembangan baik sarana maupun prasarana di kawasan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
达里摄政Silalahi II street - silahisabwal。自然旅游或生态旅游是任何一种以自然和环境为主要吸引力的旅游。Silalahi II的目的地集中在美丽的海滩和多巴湖的水中,水的水深为905米。苏门答腊北部有旅游潜力的地区之一是达利摄政。见于的县的旅游村庄之一将是研究的对象是Silalahi II街道Silahisabungan旅游村庄。公式问题对照研究中,这是村里的潜力和吸引力Silalahi II街道Silahisabungan,推广和发展中所面临的障碍和阻力,社会Silalahi II街道Silahisabungan村旅游景点,旅游开发潜力和吸引力的对象努力Silalahi II街道Silahisabungan村。本研究采用的方法是一种描述性的定性方法。这项研究代替Silalahi II街道Silahisabungan村,这个地区的研究结论adalahPotensi Silalahi II街道Silahisabungan村和吸引力的地区,是一个非常有潜力的旅游开发的村民kepariwisataan苏门答腊北部村庄Silalahi II有潜力的人工,文化和自然可以吸引游客。社会发展中所面临的障碍或障碍Silalahi II街道Silahisabungan,县的村庄是人力资源绩效kualiatas低和社区仍然缺乏创造力的发展旅游业创造活动和努力中物体Silalahi II街道Silahisabungan村旅游景点,用各种一方(利益相关者)地区的合作。penelitin中建议政府和其他相关的预期这样努力开发更好的工具和基础设施在农村地区Silalahi II街道Silahisabungan,的区。
{"title":"Development of Potential Objects and Tourist Attractions in Silalahi II Village, Silahisabung District, Dairi Regency","authors":"Dameria Girsang","doi":"10.36983/japm.v11i1.442","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.442","url":null,"abstract":"Pengembangan Potensi Objek Dan Daya Tarik Wisata Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. \u0000Wisata alam atau ekowisata merupakan segala jenis wisata yang menawarkan alam dan lingkungan sebagai daya tarik utamanya. Destinasi andalan desa wisata Silalahi II terpusat di hamparan pantai yang indah dan perairan Danau Toba dengan kedalaman 905meter. \u0000Salah satu tempat di Sumatera Utara yang memiliki potensi di bidang pariwisata adalah Kabupaten Dairi. Salah satu desa wisata yang terdapat di kabupaten Dairi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah desa wisata Silalahi II Kecamatan Silahisabungan. \u0000Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah potensi dan daya tarik di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, kendala dan hambatan yang dihadapi masyarakat dalam memasarkan dan mengembangkan objek wisata di desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Dan upaya pengembangan Potensi Objek dan daya tarik Wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan. \u0000Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil tempat di Desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi \u0000Kesimpulan Penelitian ini adalahPotensi dan daya tarik desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi merupakan salah satu desa wisata yang sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam kepariwisataan Sumatera Utara desa Silalahi II memiliki potensi alam, budaya dan buatan yang dapat menarik minat wisatawan. Kendala atau hambatan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi adalah kualiatas kinerja sumber daya manusia yang masih rendah serta masyarakat masih kurang kreatif dalam menciptakan kegiatan pariwisata serta Upaya dalam pengembangan objek dan daya tarik wisata desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi berkolaborasi dengan berbagai pihak (stakeholder). \u0000Saran dalam penelitin ini diharapkan pemerintah dan pihak yang terkait lainnya agar melakukan upaya pengembangan baik sarana maupun prasarana di kawasan desa Silalahi II Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"263 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124286570","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pulau Sibandang atau sering disebut sebagai Lake Island adalah sebuah Pulau yang memiliki potensi yang sangat mendukung akan kepariwisataan dikarenakan Pulau ini masih satu – satunya Pulau yang hanya dapat dikunjungi dengan satu jalur saja yaitu jalur Danau. Potensi dari Pulau ini adalah keberagaman hayati seperti Pohon Mangga yang berkualitas dalam rasa akan buahnya yang tidak dapat di temukan di tempat lain. Melalui hal tersebut Pulau Sibandang menjadi sebuah destinasi wisata yang memenuhi prinsip 3S yaitu something to do, something to see, dan something to buy. Pada saat ini kegiatan Pariwisata melalui masyarakat dapat dilihat melalui fasilitas pendukung berupa camping ground dan penyediaan paket wisata bagi Wisatawan Pecinta Alam serta penyediaan amenitas berupa Café sebagai produk tangible dan panorama keindahan Danau Toba sebagai produk Inangible. Namun partisipasi masyarakat yang melakukan kegiatan kepariwisataan cukup minim adanya dan dikategorikan hanya beberapa masyarakat saja yang mengetahui potensi sadar wisata terhadap Pulau Sibandang, Jika dalam waktu mendatang beberapa Masyarakat tidak paham akan pentingnya penerapan sadar wisata di Pulau ini, akan berdampak cukup besar dalam pengembangan kepariwisataan berkelanjutan di masa mendatang
{"title":"Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Mendukung Kegiatan Pariwisata di Pulau Sibandang, Kecamatan Muara","authors":"Hasoloan Marpaung","doi":"10.36983/japm.v11i1.408","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.408","url":null,"abstract":"Pulau Sibandang atau sering disebut sebagai Lake Island adalah sebuah Pulau yang memiliki potensi yang sangat mendukung akan kepariwisataan dikarenakan Pulau ini masih satu – satunya Pulau yang hanya dapat dikunjungi dengan satu jalur saja yaitu jalur Danau. Potensi dari Pulau ini adalah keberagaman hayati seperti Pohon Mangga yang berkualitas dalam rasa akan buahnya yang tidak dapat di temukan di tempat lain. Melalui hal tersebut Pulau Sibandang menjadi sebuah destinasi wisata yang memenuhi prinsip 3S yaitu something to do, something to see, dan something to buy. Pada saat ini kegiatan Pariwisata melalui masyarakat dapat dilihat melalui fasilitas pendukung berupa camping ground dan penyediaan paket wisata bagi Wisatawan Pecinta Alam serta penyediaan amenitas berupa Café sebagai produk tangible dan panorama keindahan Danau Toba sebagai produk Inangible. Namun partisipasi masyarakat yang melakukan kegiatan kepariwisataan cukup minim adanya dan dikategorikan hanya beberapa masyarakat saja yang mengetahui potensi sadar wisata terhadap Pulau Sibandang, Jika dalam waktu mendatang beberapa Masyarakat tidak paham akan pentingnya penerapan sadar wisata di Pulau ini, akan berdampak cukup besar dalam pengembangan kepariwisataan berkelanjutan di masa mendatang","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116231497","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Masyarakat Indonesia sudah mulai peduli akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat, terbukti dari data kepuasan masyarakat terhadap kesehatan mereka yang terus meningkat. Salah satu metode menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi minuman jamu. Jamu di Indonesia sudah memiliki pasar yang cukup luas. Untuk menyediakan kebutuhan minuman jamu bagi masyarakat, kehadiran sebuah kedai yang diberi nama Kedai DjamoeLenial di Daerah Mampang Prapatan II, Jakarta Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui peluang dalam pembukaan usaha dilakukan studi kelayakan yang fokus pada aspek keuangan, berguna untuk menilai potensi bisnis yang akan dijalankan serta untuk mempermudah dalam pengawasan dan pengelolaan bisnis dari segi keuangan kedepannya. Hasil perhitungan dan analisis dari aspek keuangan menunjukkan usaha Kedai DjamoeLenial ini dikatakan layak dijalankan dengan umur proyek selama 5 tahun. Analisis kriteria kelayakan menghasilkan Payback Period (PP) selama 2 tahun 7 bulan, average rate of return 37%, nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 6.836.790,-, nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,1 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 20 %. Dengan demikian diperoleh hasil bahwa usaha ini layak dijalankan.
{"title":"Analisis Studi Kelayakan Kedai DjamoeLenial Ditinjau dari Aspek Finansial","authors":"Ridwan Iskandar","doi":"10.36983/japm.v11i1.421","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.421","url":null,"abstract":"Masyarakat Indonesia sudah mulai peduli akan pentingnya menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat, terbukti dari data kepuasan masyarakat terhadap kesehatan mereka yang terus meningkat. Salah satu metode menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi minuman jamu. Jamu di Indonesia sudah memiliki pasar yang cukup luas. Untuk menyediakan kebutuhan minuman jamu bagi masyarakat, kehadiran sebuah kedai yang diberi nama Kedai DjamoeLenial di Daerah Mampang Prapatan II, Jakarta Selatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui peluang dalam pembukaan usaha dilakukan studi kelayakan yang fokus pada aspek keuangan, berguna untuk menilai potensi bisnis yang akan dijalankan serta untuk mempermudah dalam pengawasan dan pengelolaan bisnis dari segi keuangan kedepannya. Hasil perhitungan dan analisis dari aspek keuangan menunjukkan usaha Kedai DjamoeLenial ini dikatakan layak dijalankan dengan umur proyek selama 5 tahun. Analisis kriteria kelayakan menghasilkan Payback Period (PP) selama 2 tahun 7 bulan, average rate of return 37%, nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 6.836.790,-, nilai Profitability Index (PI) sebesar 1,1 dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 20 %. Dengan demikian diperoleh hasil bahwa usaha ini layak dijalankan.","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128935391","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dalam memengaruhi keputusan pengunjung, pelayanan dan pendekatan pengelolaan homestay saling berkontribusi untuk membangun sistem hubungan timbal balik. Para pemilik homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara menyadari betapa pentingnya pelayanan pada homestay untuk membuat keputusan tamu berkunjung, yang pada gilirannya dapat meningkatkan taraf ekonomi bisnis mereka. Selain itu, para pemilik homestay belum sepenuhnya memahami pentingnya strategi pengelolaan homestay, yang juga akan membantu kemajuan mereka dalam mendatangkan tamu atau wisatawan dengan 5 kreter. Dengan demikian, implementasi nyata dari strategi pengelolaan dapat memengaruhi pilihan pengunjung yang menginap di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan. di mana data berupa angka diproses dan diperiksa untuk menghasilkan informasi ilmiah yang tersembunyi. Sebagaimana diamati secara parsial dari variabel independen dalam kesimpulan penelitian ini, pelayanan (X.1) berdampak positif dan signifikan terhadap variabel (Y) keputusan tamu untuk menginap di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Strategi pengelolaan (X2) juga berdampak positif dan signifikan terhadap variabel (Y) keputusan tamu untuk menginap di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Variabel (Y) Keputusan Tamu Berkunjung di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara dipengaruhi oleh variabel (X.1) Pelayanan dan variabel (X.2) Strategis Pengelolaan Bersama.
{"title":"Pengaruh Pelayanan Dan Strategis Pengelolaan Homestay Terhadap Keputusan Tamu Berkunjung Di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara","authors":"Julianto Julianto","doi":"10.36983/japm.v11i1.436","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.436","url":null,"abstract":"Dalam memengaruhi keputusan pengunjung, pelayanan dan pendekatan pengelolaan homestay saling berkontribusi untuk membangun sistem hubungan timbal balik. Para pemilik homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara menyadari betapa pentingnya pelayanan pada homestay untuk membuat keputusan tamu berkunjung, yang pada gilirannya dapat meningkatkan taraf ekonomi bisnis mereka. Selain itu, para pemilik homestay belum sepenuhnya memahami pentingnya strategi pengelolaan homestay, yang juga akan membantu kemajuan mereka dalam mendatangkan tamu atau wisatawan dengan 5 kreter. Dengan demikian, implementasi nyata dari strategi pengelolaan dapat memengaruhi pilihan pengunjung yang menginap di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan. di mana data berupa angka diproses dan diperiksa untuk menghasilkan informasi ilmiah yang tersembunyi. Sebagaimana diamati secara parsial dari variabel independen dalam kesimpulan penelitian ini, pelayanan (X.1) berdampak positif dan signifikan terhadap variabel (Y) keputusan tamu untuk menginap di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Strategi pengelolaan (X2) juga berdampak positif dan signifikan terhadap variabel (Y) keputusan tamu untuk menginap di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara. Variabel (Y) Keputusan Tamu Berkunjung di homestay di Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara dipengaruhi oleh variabel (X.1) Pelayanan dan variabel (X.2) Strategis Pengelolaan Bersama. \u0000 ","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"186 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132208585","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kecamatan Merek adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karo, dimana kecamatan ini merupakan salah satua bagian utara dari danau Toba. Letaknya di daerah bekas letusan gunung volcano membuat daerah ini akan subur dengan pertaniannya. Kondisi geografis yang strategis menambah kekayaan alam yang luar biasa. Di Kecamatan ini terdapat salah satu ikon tujuan wisata di Sumatera Utara yaitu Air Terjun Sipisopiso. Potensi pertanian di kecamatan merupakan salah satu penghasi buah dan sayuran di Sumare Utara seperti : Jeruk, Markisa, Alpokat, Mangga, Cabai, Kentang, Tomat, Kol dan tanaman holtikulura lainnya yang tumbuh subur. Dengan ketinggian rata- rata diatas 1.500 meter diatas permukaan laut menambah semakin potensinya pertanian di daerah ini. Disamping pertanian di kecamatan ini juga banyak sekali tumbuh destinasi destinasi wisata baru seperti taman tema, resor dan atraksi alam. Kunjungan wisatawan cukup ramai setiap akhir pekan maupun hari libur. Kondisi ini belum dimanfaatkan secara maksimal khususnya di sector Agrowisata, dimana agrowisatab masih dikembangkan secara sederhana sebatas menjual hasil pertanian di pinggir jalan tanpa ada proses edukasi pertanian kepada wisatawan. Potensi Agrowisata yang dimiliki sangat terbuka untuk dikembangkan sebagai salah satu daerah agrowisata di kabupaten Karo. Minimnya Pendidikan dan pelatihan di bidang agrowisata kepada masyarakat sebagai salah satu penghambat utama. Dengan demikian perlu pemerintah daerah membuat suatu perencanaan pengembangan agrowisata di kecamatan ini untuk menambah pendapatan masyarakat local
{"title":"Potensi Agriwosata Buah dan Sayuran di Kecamatan Merek Kabupaten Karo","authors":"Osland Herijon","doi":"10.36983/japm.v11i1.338","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.338","url":null,"abstract":"Kecamatan Merek adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karo, dimana kecamatan ini merupakan salah satua bagian utara dari danau Toba. Letaknya di daerah bekas letusan gunung volcano membuat daerah ini akan subur dengan pertaniannya. Kondisi geografis yang strategis menambah kekayaan alam yang luar biasa. Di Kecamatan ini terdapat salah satu ikon tujuan wisata di Sumatera Utara yaitu Air Terjun Sipisopiso. Potensi pertanian di kecamatan merupakan salah satu penghasi buah dan sayuran di Sumare Utara seperti : Jeruk, Markisa, Alpokat, Mangga, Cabai, Kentang, Tomat, Kol dan tanaman holtikulura lainnya yang tumbuh subur. Dengan ketinggian rata- rata diatas 1.500 meter diatas permukaan laut menambah semakin potensinya pertanian di daerah ini. Disamping pertanian di kecamatan ini juga banyak sekali tumbuh destinasi destinasi wisata baru seperti taman tema, resor dan atraksi alam. Kunjungan wisatawan cukup ramai setiap akhir pekan maupun hari libur. Kondisi ini belum dimanfaatkan secara maksimal khususnya di sector Agrowisata, dimana agrowisatab masih dikembangkan secara sederhana sebatas menjual hasil pertanian di pinggir jalan tanpa ada proses edukasi pertanian kepada wisatawan. Potensi Agrowisata yang dimiliki sangat terbuka untuk dikembangkan sebagai salah satu daerah agrowisata di kabupaten Karo. Minimnya Pendidikan dan pelatihan di bidang agrowisata kepada masyarakat sebagai salah satu penghambat utama. Dengan demikian perlu pemerintah daerah membuat suatu perencanaan pengembangan agrowisata di kecamatan ini untuk menambah pendapatan masyarakat local","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"25 6","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114060033","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
ABSTRACT This study aims to implement the concept of entrepreneurship through product-based learning tools for students majoring in hospitality at the Medan Tourism Polytechnic. Qualitative methods are used in this study using data from various literature and published documents within the last 10 years. The focus of implementing this entrepreneurship is limited to the hospitality department of the Medan Tourism Polytechnic which consists of five study programs, namely hotel management, room division, culinary arts, dish layout, and patisserie processing arts. This study emphasizes the importance of introducing entrepreneurship material to students as part of vocational education at the Medan Tourism Polytechnic. The aim is to provide knowledge about start-up businesses as well as skills in producing products that can be used as a basis for entrepreneurship or establishing a start-up company. Entrepreneurship courses taught are tailored to the specific graduate learning outcomes (CPL) of each study program, so that the material taught can be in accordance with the expertise and practical lectures received by students. Entrepreneurship courses in the hospitality department are suggested to involve activities related to product-based entrepreneurship. The aim is to produce products that can be sold in accordance with the expertise and interests possessed by students. Thus, entrepreneurship lectures do not only study theory, but also produce entrepreneurship products that are in accordance with the knowledge and abilities of students. The implementation of the concept of entrepreneurship through product-based learning tools is expected to equip students with entrepreneurial skills that are practical and relevant to the hospitality industry. The Medan Tourism Polytechnic as a vocational education institution has an important role in producing graduates who are ready to become entrepreneurs and contribute to the development of the tourism and hospitality industry. In order to develop entrepreneurial skills, this research recommends close collaboration between the Medan Tourism Polytechnic and the local hospitality industry, as well as the use of supporting infrastructure and facilities for the development of entrepreneurial products and services by students. Thus, this research provides practical guidance in implementing the concept of entrepreneurship through product-based learning, particularly in the hospitality sector, and can serve as a reference for other educational institutions in developing entrepreneurship-oriented vocational education curricula. Keywords: entrepreneurship, learning tools, vocational education
{"title":"Implementation Of Entrepreneurship As A Product-Based Learning Device In Vocational Education (Case Study In Hospitality Department Of Medan Tourism Polytechnic)","authors":"Femmy Indriany Dalimunthe","doi":"10.36983/japm.v11i1.450","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.450","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000This study aims to implement the concept of entrepreneurship through product-based learning tools for students majoring in hospitality at the Medan Tourism Polytechnic. Qualitative methods are used in this study using data from various literature and published documents within the last 10 years. The focus of implementing this entrepreneurship is limited to the hospitality department of the Medan Tourism Polytechnic which consists of five study programs, namely hotel management, room division, culinary arts, dish layout, and patisserie processing arts. This study emphasizes the importance of introducing entrepreneurship material to students as part of vocational education at the Medan Tourism Polytechnic. The aim is to provide knowledge about start-up businesses as well as skills in producing products that can be used as a basis for entrepreneurship or establishing a start-up company. Entrepreneurship courses taught are tailored to the specific graduate learning outcomes (CPL) of each study program, so that the material taught can be in accordance with the expertise and practical lectures received by students. \u0000Entrepreneurship courses in the hospitality department are suggested to involve activities related to product-based entrepreneurship. The aim is to produce products that can be sold in accordance with the expertise and interests possessed by students. Thus, entrepreneurship lectures do not only study theory, but also produce entrepreneurship products that are in accordance with the knowledge and abilities of students. The implementation of the concept of entrepreneurship through product-based learning tools is expected to equip students with entrepreneurial skills that are practical and relevant to the hospitality industry. The Medan Tourism Polytechnic as a vocational education institution has an important role in producing graduates who are ready to become entrepreneurs and contribute to the development of the tourism and hospitality industry. In order to develop entrepreneurial skills, this research recommends close collaboration between the Medan Tourism Polytechnic and the local hospitality industry, as well as the use of supporting infrastructure and facilities for the development of entrepreneurial products and services by students. Thus, this research provides practical guidance in implementing the concept of entrepreneurship through product-based learning, particularly in the hospitality sector, and can serve as a reference for other educational institutions in developing entrepreneurship-oriented vocational education curricula. \u0000Keywords: entrepreneurship, learning tools, vocational education","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116819311","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
This research is intended to review and characterize the French language training requirements for Nusa Penida tour operators to develop their foreign language skills. In Klungkung Regency, Nusa Penida Island which is located in the south of Bali Island is managed as a Regency. Dubbed “Bali Is Called Nusa Penida The Best Destination for Backpackers,” it ranks first out of 20 countries as the biggest destination for tourists worldwide, beating Vietnam, Madagascar, and other ASEAN countries, according to the New Dublin Based Online and Hostel-Booking Platform. Comparing the number of visitors from various European countries to Bali from 2016 to 2020, the number of French tourists occupies the top position. Likewise, the island of Nusa Penida sees many French visitors. The following questions were included in a questionnaire given to 50 respondents: What topic of French are you most interested in learning? What kind of French language education are you looking for? What French term or verb would you like to learn first? What kind of substance do you need? What learning method do you prefer? According to the responses, speaking and oral communication skills were cited by 70% of respondents as their top learning priority, followed by outreach by 50% of respondents and courses by 36%. 44% of respondents identified greetings as a function of the language they wanted to learn, while 24% chose greetings and giving information. 48% of respondents said they wanted travel information, and 26% said they wanted information about food. 34% of respondents chose reading and writing as their preferred learning method, while 28% chose to listen.
{"title":"Analysis of French Language Training Needs for Tourism Actors in Nusa Penida","authors":"Ratri Paramita, Muhammad Zulfan","doi":"10.36983/japm.v11i1.437","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.437","url":null,"abstract":"This research is intended to review and characterize the French language training requirements for Nusa Penida tour operators to develop their foreign language skills. In Klungkung Regency, Nusa Penida Island which is located in the south of Bali Island is managed as a Regency. Dubbed “Bali Is Called Nusa Penida The Best Destination for Backpackers,” it ranks first out of 20 countries as the biggest destination for tourists worldwide, beating Vietnam, Madagascar, and other ASEAN countries, according to the New Dublin Based Online and Hostel-Booking Platform. \u0000 Comparing the number of visitors from various European countries to Bali from 2016 to 2020, the number of French tourists occupies the top position. Likewise, the island of Nusa Penida sees many French visitors. The following questions were included in a questionnaire given to 50 respondents: What topic of French are you most interested in learning? What kind of French language education are you looking for? What French term or verb would you like to learn first? What kind of substance do you need? What learning method do you prefer? \u0000 According to the responses, speaking and oral communication skills were cited by 70% of respondents as their top learning priority, followed by outreach by 50% of respondents and courses by 36%. 44% of respondents identified greetings as a function of the language they wanted to learn, while 24% chose greetings and giving information. 48% of respondents said they wanted travel information, and 26% said they wanted information about food. 34% of respondents chose reading and writing as their preferred learning method, while 28% chose to listen.","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128329993","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggantian daging nabati dari daging hewan mempengaruhi pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan makanan pada tingkat tertentu, terutama mereka yang membutuhkan diet khusus. Untuk mendapatkan analisis sensori yang lebih disukai (favorable) berdasarkan kemiripan dengan daging sebenarnya, dilakukan penelitian dengan menggunakan uji organoleptik sebagai instrumen utama dan pola sensus pada populasi penderita diabetes (daging mentah). Pengujian dilakukan dengan menggunakan dua jenis produk olahan yang berbeda: f1 (halus) dan f2 (kasar), serta dua bumbu yang berbeda: b1 (pedas) dan b2 (manis) dengan konsentrasi yang sama dari campuran komponen utama jantung pisang (musa paradisiaca) dan pengikat. Setelah itu dilakukan investigasi menggunakan cross section; h1: f1(b1); h2: f1(b2) dan k1: f2(b1); k2: f2(b2). Pada sensus 28 responden didapatkan hasil bahwa k2: f2(b2) paling banyak diminati yaitu 86 persen, k2: f2(b1) sebesar 75 persen, k1: (f1b2) sebesar 50 persen dan yang terakhir k1: f1(b1) sebesar 43 persen. Analisis uji sensori menunjukkan bahwa produk olahan dengan tekstur kasar (f2) paling mirip dengan daging asli (raw meat).
{"title":"Pengembangan Daging Nabati Dari Jantung Pisang (Musa Paradisiaca l.) sebagai Substitusi Bahan Makanan Diatetika Tertentu","authors":"Pelliyezer Karo Karo","doi":"10.36983/japm.v11i1.355","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v11i1.355","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggantian daging nabati dari daging hewan mempengaruhi pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan makanan pada tingkat tertentu, terutama mereka yang membutuhkan diet khusus. Untuk mendapatkan analisis sensori yang lebih disukai (favorable) berdasarkan kemiripan dengan daging sebenarnya, dilakukan penelitian dengan menggunakan uji organoleptik sebagai instrumen utama dan pola sensus pada populasi penderita diabetes (daging mentah). Pengujian dilakukan dengan menggunakan dua jenis produk olahan yang berbeda: f1 (halus) dan f2 (kasar), serta dua bumbu yang berbeda: b1 (pedas) dan b2 (manis) dengan konsentrasi yang sama dari campuran komponen utama jantung pisang (musa paradisiaca) dan pengikat. Setelah itu dilakukan investigasi menggunakan cross section; h1: f1(b1); h2: f1(b2) dan k1: f2(b1); k2: f2(b2). Pada sensus 28 responden didapatkan hasil bahwa k2: f2(b2) paling banyak diminati yaitu 86 persen, k2: f2(b1) sebesar 75 persen, k1: (f1b2) sebesar 50 persen dan yang terakhir k1: f1(b1) sebesar 43 persen. Analisis uji sensori menunjukkan bahwa produk olahan dengan tekstur kasar (f2) paling mirip dengan daging asli (raw meat).","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130502044","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cita rasa, harga dan promosi melalui media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen kopi Lintong di Kabupaten Humbang Hasundutan, Metode Deskriptif Kuantitatif untuk menganalisa potensi dan masalah terkait cita rasa dan promosi kopi lintong di Kabupaten Humbang Hasundutan. Nilai konstanta sebesar 6.947 artinya jika nilai variabel bebas (X1 dan X2) nilainya 0, maka Keputusan pembeli adalah 6.947. Dimana nilai koifisien regeresi citra rasa adalah 0,887 dari variabel citra rasa (X1) dengan asumsi variabel promosi melalui media sosial (X2) konstanta (a) adalah 0 (nol), maka keputusan pembeli meningkat sebesar 0,887. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel citra rasa berdampak positif bagi keputusan pembeli, sehingga makin nikmat citra rasa kopi lintongdi Kabupaten Humbang Husudutan, maka makin meningkatpula keputusan pembeli. Hal tersebut menunjukan bahwa promosi melalui media sosial yang diberikan berdampak positif bagi keputusan pembeli, sehingga semakin banyak promosi melalui media sosial maka makin banyak pula minat konsumen untuk menumbuhkan keutusan pembelian.
{"title":"Pengaruh Cita Rasa dan Promosi Kopi Lintong melalui Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Kabupaten Humbang Hasundutan","authors":"Yon Suprapto","doi":"10.36983/japm.v10i2.314","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v10i2.314","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cita rasa, harga dan promosi melalui media sosial terhadap keputusan pembelian konsumen kopi Lintong di Kabupaten Humbang Hasundutan, Metode Deskriptif Kuantitatif untuk menganalisa potensi dan masalah terkait cita rasa dan promosi kopi lintong di Kabupaten Humbang Hasundutan. Nilai konstanta sebesar 6.947 artinya jika nilai variabel bebas (X1 dan X2) nilainya 0, maka Keputusan pembeli adalah 6.947. Dimana nilai koifisien regeresi citra rasa adalah 0,887 dari variabel citra rasa (X1) dengan asumsi variabel promosi melalui media sosial (X2) konstanta (a) adalah 0 (nol), maka keputusan pembeli meningkat sebesar 0,887. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel citra rasa berdampak positif bagi keputusan pembeli, sehingga makin nikmat citra rasa kopi lintongdi Kabupaten Humbang Husudutan, maka makin meningkatpula keputusan pembeli. Hal tersebut menunjukan bahwa promosi melalui media sosial yang diberikan berdampak positif bagi keputusan pembeli, sehingga semakin banyak promosi melalui media sosial maka makin banyak pula minat konsumen untuk menumbuhkan keutusan pembelian.","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128637934","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini mengambil judul tentang Peran Dinas Pariwisata Badung Dalam Mempromosikan Daya Tarik Wisata Badung Di Era Pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran yang dilakukan oleh tim Dinas Pariwisata dalam mempromosikan daya tarik wisata di Kabupaten Badung Selma pandemic Covid-19 yang masih menimpa pariwisata Bali. jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Penelitian ini mengambil studi kasus pada peran Dinas Pariwisata Badung yakni di bidang pemasaran atau promosi pariwisata yang ada di Badung. Sumber data yang diperoleh yaitu melalui sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Dinas Pariwisata Badung telah melakukan berbagai cara untuk mempromosikan daya tarik wisata di Badung guna menarik kunjungan wisatawan ke Badung Bali salah satunya melakukan promosi pariwisata di dalam maupun luar negeri melalui sosial media dan meningkatkan SDM dengan melakukan pelatihan-pelatihan di bidang pariwisata.
{"title":"PERAN DINAS PARIWISATA BADUNG DALAM MEMPROMOSIKAN DAYA TARIK WISATA BADUNG DI ERA PANDEMI COVID-19","authors":"Purnami Rusadi","doi":"10.36983/japm.v10i2.313","DOIUrl":"https://doi.org/10.36983/japm.v10i2.313","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengambil judul tentang Peran Dinas Pariwisata Badung Dalam Mempromosikan Daya Tarik Wisata Badung Di Era Pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting peran yang dilakukan oleh tim Dinas Pariwisata dalam mempromosikan daya tarik wisata di Kabupaten Badung Selma pandemic Covid-19 yang masih menimpa pariwisata Bali. jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Penelitian ini mengambil studi kasus pada peran Dinas Pariwisata Badung yakni di bidang pemasaran atau promosi pariwisata yang ada di Badung. Sumber data yang diperoleh yaitu melalui sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Dinas Pariwisata Badung telah melakukan berbagai cara untuk mempromosikan daya tarik wisata di Badung guna menarik kunjungan wisatawan ke Badung Bali salah satunya melakukan promosi pariwisata di dalam maupun luar negeri melalui sosial media dan meningkatkan SDM dengan melakukan pelatihan-pelatihan di bidang pariwisata.","PeriodicalId":259511,"journal":{"name":"Jurnal Akademi Pariwisata Medan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114846493","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}