Pub Date : 2022-08-22DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.7562
Piki Setri Pernantah, K. Khadijah, Mirza Hardian, B. Ibrahim, Masro Fatil Khasanah
In universities in the social sciences and education clusters, the social studies education course is one of the important compulsory courses to be taught. In the Social Studies Education course, it is hoped that it can contribute to growing student national awareness, social insight, social spirit, and social sensitivity so as to foster good social interaction in social life. In the learning process, social studies education must prioritize active learning. The case study learning method can make students better understand the material and master more contextual learning in accordance with the semester learning design that has been prepared. In addition, students will be more responsible for the problems given to be solved. This article aims to: 1) describe the importance of case study-based social studies courses; 2) design an example of a learning scenario with the case study method in the Social Studies Education course.
{"title":"Desain Pembelajaran Berbasis Case Study Pada Mata Kuliah Pendidikan IPS","authors":"Piki Setri Pernantah, K. Khadijah, Mirza Hardian, B. Ibrahim, Masro Fatil Khasanah","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.7562","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.7562","url":null,"abstract":"In universities in the social sciences and education clusters, the social studies education course is one of the important compulsory courses to be taught. In the Social Studies Education course, it is hoped that it can contribute to growing student national awareness, social insight, social spirit, and social sensitivity so as to foster good social interaction in social life. In the learning process, social studies education must prioritize active learning. The case study learning method can make students better understand the material and master more contextual learning in accordance with the semester learning design that has been prepared. In addition, students will be more responsible for the problems given to be solved. This article aims to: 1) describe the importance of case study-based social studies courses; 2) design an example of a learning scenario with the case study method in the Social Studies Education course.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129920058","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-31DOI: 10.29300/ijsse.v3i2.5366
Elfa Michellia Karima, F. Firza, Rahmuliani Fitriah
Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar berbentuk e-modul (2) menghasilkan bahan ajar yang mampu meningkatkan historical perspective pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan atau Research and development (R&D). Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner yang dibuat oleh peneliti yaitu berupa daftar pertanyaan mengenai pengembangan E-Modul berbasis historical perspective yang diberikan pada validator ahli dan uji kepraktisan pada mahasiswa. Berdasarkan data yang di dapat tersebut mahasiswa masih kurang memahami materi yang diberikan secara daring dalam bentuk handout. Bahan ajar berbetuk handout tersebut sulit di pahami oleh mahasiswa karena cenderung kaku dan handout ini sebenarnya memang diperuntukan bagi pembelajaran luring sehingga mahasiswa lebih memahami materi ketika mereka mengerjakan tugas karena dapat mengeksplor lebih banyak materi namun belum tentu learning outcome nya tercapai.
{"title":"Pengembangan E-Module Interaktif Berbasis Historical Perspective pada Mata Kuliah Sejarah Pendidikan","authors":"Elfa Michellia Karima, F. Firza, Rahmuliani Fitriah","doi":"10.29300/ijsse.v3i2.5366","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v3i2.5366","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan bahan ajar berbentuk e-modul (2) menghasilkan bahan ajar yang mampu meningkatkan historical perspective pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan atau Research and development (R&D). Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner yang dibuat oleh peneliti yaitu berupa daftar pertanyaan mengenai pengembangan E-Modul berbasis historical perspective yang diberikan pada validator ahli dan uji kepraktisan pada mahasiswa. Berdasarkan data yang di dapat tersebut mahasiswa masih kurang memahami materi yang diberikan secara daring dalam bentuk handout. Bahan ajar berbetuk handout tersebut sulit di pahami oleh mahasiswa karena cenderung kaku dan handout ini sebenarnya memang diperuntukan bagi pembelajaran luring sehingga mahasiswa lebih memahami materi ketika mereka mengerjakan tugas karena dapat mengeksplor lebih banyak materi namun belum tentu learning outcome nya tercapai.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131287214","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pernikahan yang sukses akan ditandai dengan kesediaan untuk mengambil tanggung jawab antara kedua belah pihak. Begitu mereka memutuskan untuk menikah, mereka siap menanggung semua beban yang dibawa oleh pernikahan, baik itu mata pencaharian, pengasuhan, atau perlindungan, pendidikan, dan hubungan yang baik, singkatnya: tanggung jawab fisik dan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui dampak perkawinan dibawah umur dan bagaimana keberlangsungan rumah tangganya. Metode penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Adapun hasil penelitiannya adalah dampak pertama yaitu terjadinya perceraian, kedua ego masing-masing, ketiga terjadi konflik dalam rumah tangga.
{"title":"Perkawinan Dibawah Umur dan Keberlangsungan Rumah Tangga, Kubu Rokan Hilir","authors":"Jumili Arianto, Supentri Supentri, Separen Separen, Hariyanti Hariyanti","doi":"10.29300/ijsse.v3i2.5473","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v3i2.5473","url":null,"abstract":"Pernikahan yang sukses akan ditandai dengan kesediaan untuk mengambil tanggung jawab antara kedua belah pihak. Begitu mereka memutuskan untuk menikah, mereka siap menanggung semua beban yang dibawa oleh pernikahan, baik itu mata pencaharian, pengasuhan, atau perlindungan, pendidikan, dan hubungan yang baik, singkatnya: tanggung jawab fisik dan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui dampak perkawinan dibawah umur dan bagaimana keberlangsungan rumah tangganya. Metode penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Adapun hasil penelitiannya adalah dampak pertama yaitu terjadinya perceraian, kedua ego masing-masing, ketiga terjadi konflik dalam rumah tangga.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125213345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-31DOI: 10.29300/ijsse.v3i2.5939
Piki Setri Pernantah, Miftahur Rizka, B. Ibrahim, Amirul Syafiq
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membahas tentang tradisi Bara’an masyarakat Bengkalis dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS, khususnya untuk sumber penguatan karakter pada anak didik di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Data dikumpulkan dengan cara melakukan studi lapangan, studi literatur, dan wawancara yang kemudian dianalisis sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bara'an ini mirip dengan “halal bi halal” yang banyak dilakukan masyarakat Nusantara, tetapi khusus di Bengkalis dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda, yakni diawali dengan bersalaman dan saling memaafkan dengan tuan rumah, mencicipi hidangan yang disediakan, pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang disebut dengan “Marhaban” dan di akhiri dengan pembacaan doa selamat oleh seorang imam atau pemimpin rombongan. Nilai-nilai karakter yang muncul dari tradisi bara’an berupa nilai religus, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang direlevankan dengan upaya penguatan karakter oleh pemerintah Indonesia. Nilai-nilai karakter yang telah direkontruksi dari tradisi bara’an dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran IPS dengan desain pembelajaran IPS terpadu tematik berdasarkan topik yang tersedia.
{"title":"Integrasi Nilai Tradisi Bara’an Melayu Bengkalis Sebagai Sumber Penguatan Karakter Dalam Pembelajaran IPS","authors":"Piki Setri Pernantah, Miftahur Rizka, B. Ibrahim, Amirul Syafiq","doi":"10.29300/ijsse.v3i2.5939","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v3i2.5939","url":null,"abstract":"Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membahas tentang tradisi Bara’an masyarakat Bengkalis dan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS, khususnya untuk sumber penguatan karakter pada anak didik di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif. Lokasi penelitian berada di Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Data dikumpulkan dengan cara melakukan studi lapangan, studi literatur, dan wawancara yang kemudian dianalisis sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bara'an ini mirip dengan “halal bi halal” yang banyak dilakukan masyarakat Nusantara, tetapi khusus di Bengkalis dilaksanakan dalam bentuk yang berbeda, yakni diawali dengan bersalaman dan saling memaafkan dengan tuan rumah, mencicipi hidangan yang disediakan, pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang disebut dengan “Marhaban” dan di akhiri dengan pembacaan doa selamat oleh seorang imam atau pemimpin rombongan. Nilai-nilai karakter yang muncul dari tradisi bara’an berupa nilai religus, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang direlevankan dengan upaya penguatan karakter oleh pemerintah Indonesia. Nilai-nilai karakter yang telah direkontruksi dari tradisi bara’an dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran IPS dengan desain pembelajaran IPS terpadu tematik berdasarkan topik yang tersedia.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130147525","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-31DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.8228
Tasmini Tasmini
Menyusun bahar ajar merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh semua guru, terlebih guru-guru yang telah mendapatkan sertifikasi. Namun realita di lapangan di SD negeri 117 Rejang Lebong, kemampuan guru dalam menyusun bahar ajar sangat rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogic guru, khususnya dalam menyusun bahan ajar berbasis kearifan lokal melalui Program In House Training yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Penelitian ini dilakukan menggunakan maetode Penelitian Tindakan Sekolah atau PTS dengan total dua siklus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa program In House Training yang dilakukan oleh Kepala Sekolah selama dua siklus terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar berbasis kearifan lokal di SD Negeri 117 Rejang Lebong. Adapun rincian hasilnnya ialah: 1) item kesesuaian tema dengan kompetensi dasar meningkat dari 72,85 menjadi 85; 2) item petunjuk penggunaan bahan ajar meningkat dari 75 menjadi 90; 3) item bahasa meningkat dari 60 menjadi 80; 4) itiem desain dan tampilan meningkat dai 69 menjadi 80; dan 5) item evaluasi meningkat dari 77 menjadi 90.
{"title":"Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Program In House Training Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal di SD Negeri 117 Rejang Lebong","authors":"Tasmini Tasmini","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.8228","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.8228","url":null,"abstract":"Menyusun bahar ajar merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh semua guru, terlebih guru-guru yang telah mendapatkan sertifikasi. Namun realita di lapangan di SD negeri 117 Rejang Lebong, kemampuan guru dalam menyusun bahar ajar sangat rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogic guru, khususnya dalam menyusun bahan ajar berbasis kearifan lokal melalui Program In House Training yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Penelitian ini dilakukan menggunakan maetode Penelitian Tindakan Sekolah atau PTS dengan total dua siklus. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa program In House Training yang dilakukan oleh Kepala Sekolah selama dua siklus terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar berbasis kearifan lokal di SD Negeri 117 Rejang Lebong. Adapun rincian hasilnnya ialah: 1) item kesesuaian tema dengan kompetensi dasar meningkat dari 72,85 menjadi 85; 2) item petunjuk penggunaan bahan ajar meningkat dari 75 menjadi 90; 3) item bahasa meningkat dari 60 menjadi 80; 4) itiem desain dan tampilan meningkat dai 69 menjadi 80; dan 5) item evaluasi meningkat dari 77 menjadi 90.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133713220","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.7413
Yushar Tanjung, Mhd Ihsan Syahaf Nasution, Hafnita Sari Dewi Lubis, Anju Nofarof Hasudungan, S. Nababan
Mata Pelajaran IPS dapat dijadikan sebagai mata pelajaran yang mampu meningkatkan kepekaan sosial siswa. Sehingga bukan saja kecerdasan kognitif saja yang meningkat tetapi sikap dan keterampilan pun turut meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan isu sosial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang masih relevan dan kontekstual dibahas hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan analisis dokumen. Analisis data mengadopsi dari model interaktif Miles dan Huberman. Materi pembelajaran IPS telah seharusnya mengkaji isu-isu social yang berkembang saat ini dalam konteks ini yakni, isu perdamaian dan pembangunan. Harapannya melalui pendekatan interdisipliner mampu membentuk siswa menjadi warga negara dan global yang baik dan bertanggung jawab. Membentuk agen perdamaian tidak harus hanya menyasar orang dewasa, melainkan sejak siswa dapat didik menjadi agen perdamaian dunia.
{"title":"Integrasi Isu-Isu Sosial Kekinian dalam Pembelajaran IPS: Sebuah Analisis Relevansi","authors":"Yushar Tanjung, Mhd Ihsan Syahaf Nasution, Hafnita Sari Dewi Lubis, Anju Nofarof Hasudungan, S. Nababan","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.7413","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.7413","url":null,"abstract":"Mata Pelajaran IPS dapat dijadikan sebagai mata pelajaran yang mampu meningkatkan kepekaan sosial siswa. Sehingga bukan saja kecerdasan kognitif saja yang meningkat tetapi sikap dan keterampilan pun turut meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan isu sosial dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang masih relevan dan kontekstual dibahas hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan analisis dokumen. Analisis data mengadopsi dari model interaktif Miles dan Huberman. Materi pembelajaran IPS telah seharusnya mengkaji isu-isu social yang berkembang saat ini dalam konteks ini yakni, isu perdamaian dan pembangunan. Harapannya melalui pendekatan interdisipliner mampu membentuk siswa menjadi warga negara dan global yang baik dan bertanggung jawab. Membentuk agen perdamaian tidak harus hanya menyasar orang dewasa, melainkan sejak siswa dapat didik menjadi agen perdamaian dunia.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133464489","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran sejarah berbasis Pemikiran Soekarno untuk meningkatkan sikap kepemimpinan siswa. Soekarno dikenal sebagai bapak pendiri bangsa Indonesia yang kepemimpinan baik sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, dan ketika menjadi mahasiswa, politikus maupun menjadi presiden pertama Indonesia telah diakui baik dilevel nasional maupun internasional. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian pengembangan model pembelajaran (R&D) dari model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Dan Evaluate). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Hasil efektifitas model pembelajaran berbasis pemikiran Sukarno yang dipadukan dengan pendekatan dan model pembelajaran yang sudah ada, menunjukkan prestasi belajar kelas eksperimen memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji rerata untuk kelas kontrol yaitu pre tes 37,77 dan pos tes 65,92. Sedangkan Uji T sebesar 6,983 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,25, sedangkan hasil uji rerata untuk kelas eksperimen yaitu pre tes 33,66 dan pos tes 72,33. Sedangkan Uji T sebesar 122,058 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,25. Hasil uji rerata untuk kelas kontrol yaitu sebelum perlakuan 95,66 dan setelah perlakuan 98,85. Sedangkan Uji T sebesar 5,135 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,025, sedangkan hasil uji rerata untuk kelas eksperimen yaitu sebelum perlakuan 98,20 dan setelah perlakuan 1,003. Sedangkan Uji T sebesar 4,267 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,025.
{"title":"Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Pemikiran Soekarno untuk Meningkatkan Sikap Kepemimpinan Siswa di SMAN 11 Medan","authors":"Kurnia Akhirani Daulay, Rani Sulistiawati, Romian Sihite, Qoriatul Kahfi","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.7403","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.7403","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran sejarah berbasis Pemikiran Soekarno untuk meningkatkan sikap kepemimpinan siswa. Soekarno dikenal sebagai bapak pendiri bangsa Indonesia yang kepemimpinan baik sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, dan ketika menjadi mahasiswa, politikus maupun menjadi presiden pertama Indonesia telah diakui baik dilevel nasional maupun internasional. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian pengembangan model pembelajaran (R&D) dari model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Dan Evaluate). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Hasil efektifitas model pembelajaran berbasis pemikiran Sukarno yang dipadukan dengan pendekatan dan model pembelajaran yang sudah ada, menunjukkan prestasi belajar kelas eksperimen memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji rerata untuk kelas kontrol yaitu pre tes 37,77 dan pos tes 65,92. Sedangkan Uji T sebesar 6,983 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,25, sedangkan hasil uji rerata untuk kelas eksperimen yaitu pre tes 33,66 dan pos tes 72,33. Sedangkan Uji T sebesar 122,058 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,25. Hasil uji rerata untuk kelas kontrol yaitu sebelum perlakuan 95,66 dan setelah perlakuan 98,85. Sedangkan Uji T sebesar 5,135 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,025, sedangkan hasil uji rerata untuk kelas eksperimen yaitu sebelum perlakuan 98,20 dan setelah perlakuan 1,003. Sedangkan Uji T sebesar 4,267 dengan taraf signifikansi 0,000 < 0,025. ","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131533795","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.6825
Yenni Khairani Pane, Dian Ratna Puri, Yeni Saufina Siregar, A. Sinaga, Arif Rahman
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi antara peningkatan mutu dan sumber daya manusia melalui pembelajaran IPS yang berkualitas di MTs Nurul Iman, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Peningkatan mutu peserta didik dapat melalui pembelajaran IPS yang berkualitas dan hal tersebut dapat terwujud apabila sumber daya manusia di sekolah juga berkualitas. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasis, analisis dokumen dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat relevansi antara peningkatan mutu dan sumber daya manusia melalui pembelajaran IPS yang berkualitas. Apabila pembelajaran IPS yang berkualitas dapat tercipta, maka hal itu juga berpengaruh pada kualitas manusia dan mutu pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan, agar sekolah lebih fokus pada peningkatan sumber daya manusia baik kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha, setelah itu, baru menciptakan pembelajaran berkualitas.
{"title":"Peningkatan Mutu dan Sumber Daya Manusia melalui Pembelajaran IPS yang Berkualitas di MTs Nurul Iman","authors":"Yenni Khairani Pane, Dian Ratna Puri, Yeni Saufina Siregar, A. Sinaga, Arif Rahman","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.6825","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.6825","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi antara peningkatan mutu dan sumber daya manusia melalui pembelajaran IPS yang berkualitas di MTs Nurul Iman, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Peningkatan mutu peserta didik dapat melalui pembelajaran IPS yang berkualitas dan hal tersebut dapat terwujud apabila sumber daya manusia di sekolah juga berkualitas. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasis, analisis dokumen dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat relevansi antara peningkatan mutu dan sumber daya manusia melalui pembelajaran IPS yang berkualitas. Apabila pembelajaran IPS yang berkualitas dapat tercipta, maka hal itu juga berpengaruh pada kualitas manusia dan mutu pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan, agar sekolah lebih fokus pada peningkatan sumber daya manusia baik kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha, setelah itu, baru menciptakan pembelajaran berkualitas.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"68 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125880101","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.6866
Vivia Anggraini Wijaya, Adisel Adisel, Desy Eka Citra Dewi
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital dan mendeskripsikan hambatan guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital di SMP Negeri 12 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan verification. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital pada perencanaan pembelajaran oleh guru IPS sudah dilaksanakan dengan baik akan tetapi belum bisa dikatakan berhasil karena kurangnya pemahaman guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital dengan baik dan benar, hal ini dapat dilihat dari perencanaan yang dibuat oleh guru IPS sebagian belum memperhatikan indikator dari unsur perencanaan baik itu dari segi ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual konseptual, fleksibel dan menyeluruh. Hambatan guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital antara lain guru kurang mahir, sarana dan prasarana kurang memadai, kesulitan dalam merancang media dan bahan ajar berbasis digital dan keterampilan dan kreativitas guru IPS memang masih kurang baik.
{"title":"Perencanaan Guru IPS dalam Menggunakan Media dan Bahan Ajar Berbasis Digital: Studi Kasus di SMP Negeri 12 Kota Bengkulu","authors":"Vivia Anggraini Wijaya, Adisel Adisel, Desy Eka Citra Dewi","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.6866","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.6866","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital dan mendeskripsikan hambatan guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital di SMP Negeri 12 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reduction, data display, dan verification. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital pada perencanaan pembelajaran oleh guru IPS sudah dilaksanakan dengan baik akan tetapi belum bisa dikatakan berhasil karena kurangnya pemahaman guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital dengan baik dan benar, hal ini dapat dilihat dari perencanaan yang dibuat oleh guru IPS sebagian belum memperhatikan indikator dari unsur perencanaan baik itu dari segi ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai, aktual konseptual, fleksibel dan menyeluruh. Hambatan guru IPS dalam menggunakan media dan bahan ajar berbasis digital antara lain guru kurang mahir, sarana dan prasarana kurang memadai, kesulitan dalam merancang media dan bahan ajar berbasis digital dan keterampilan dan kreativitas guru IPS memang masih kurang baik.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131364037","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.6634
Michael Millendiannuary Rahardjo, Umar Anwar
Kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara yang padat terjadi kontradiktif dengan harapan memberikan keterampilan yang maksimal. Jumlah narapidana tidak sebanding dengan petugas dan potensi yang dimiliki Rutan. Sehingga dengan kondisi tersebut tidak memberikan pembinaan kemandirian yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya peningkatan Keterampilan Narapidana Sebagai Bentuk Pembinaan Kemandirian di Rutan Kelas IIB Banjarnegara. Metode yang digunakan dengan pendekatan fenomonelogi, melalui metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan studi pustaka dalam pengumpulan data, Teknik analisis data melalu tahapan reduksi, diperoleh hasil bahwa bentuk strategi peningkatan keterampilan narapidana yang dilakukan di Rutan Kelas IIB Banjarnegara adalah melalui strategi pembinaan kemandirian yang ada di Rutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan program Pengembangan Keterampilan Narapidana Sebagai Bentuk Pembinaan Kemandirian di Rutan Kelas IIB Banjarnegara saat ini tetap berjalan meskipun ditengah pandemi Covid-19, program pembinaan di Rutan Kelas IIB Banjarnegara terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Pembinaan Kepribadian dan Pembinaan Kemandirian. Pengembangan keterampilan melalui kegiatan pembinaan kemandirian diharapkan dapat mewujudkan warga binaan pemasyarakatan yang terampil dan mandiri.Kata Kunci: Pembinaan, Rutan, Sumber Daya Manusia
{"title":"Upaya Peningkatan Keterampilan Narapidana sebagai Bentuk Pembinaan Kemandirian di Rutan Kelas IIB Banjarnegara","authors":"Michael Millendiannuary Rahardjo, Umar Anwar","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.6634","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.6634","url":null,"abstract":"Kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara yang padat terjadi kontradiktif dengan harapan memberikan keterampilan yang maksimal. Jumlah narapidana tidak sebanding dengan petugas dan potensi yang dimiliki Rutan. Sehingga dengan kondisi tersebut tidak memberikan pembinaan kemandirian yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya peningkatan Keterampilan Narapidana Sebagai Bentuk Pembinaan Kemandirian di Rutan Kelas IIB Banjarnegara. Metode yang digunakan dengan pendekatan fenomonelogi, melalui metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan studi pustaka dalam pengumpulan data, Teknik analisis data melalu tahapan reduksi, diperoleh hasil bahwa bentuk strategi peningkatan keterampilan narapidana yang dilakukan di Rutan Kelas IIB Banjarnegara adalah melalui strategi pembinaan kemandirian yang ada di Rutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan program Pengembangan Keterampilan Narapidana Sebagai Bentuk Pembinaan Kemandirian di Rutan Kelas IIB Banjarnegara saat ini tetap berjalan meskipun ditengah pandemi Covid-19, program pembinaan di Rutan Kelas IIB Banjarnegara terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Pembinaan Kepribadian dan Pembinaan Kemandirian. Pengembangan keterampilan melalui kegiatan pembinaan kemandirian diharapkan dapat mewujudkan warga binaan pemasyarakatan yang terampil dan mandiri.Kata Kunci: Pembinaan, Rutan, Sumber Daya Manusia","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121976342","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}