Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.7010
Musa Pelu, Isawati Isawati, Nur Fatah Abidin
This article reports history teachers’ attitudes towards inclusive education during pandemic times. The main question addressed in this study is about to what extent the transition of teachers’ attitudes caused by the adaptive learning framework during pandemic times. A qualitative descriptive based on the framework of Differentiated of Attitudes towards Inclusive Education was used as a research method. The research participants were history teachers in the Surakarta area. The data were collected through an online interview. The findings of the research show that the trained-experienced history teachers tend to believe that students with special needs can get more facilities and learning support in special education, especially during the distance and online learning processes. Meanwhile, untrained-inexperienced history teachers tend to doubt that students with special needs education can gain significant improvement in regular classrooms. To a certain degree, it can be perceived as a symptom of new exclusivism during the pandemic time that can be proved by the tendency of trained-experienced history teachers to exclude students with special education needs based on their needs and lack of inclusive learning sources.
{"title":"Comparative Analysis on History Teachers Attitudes towards Inclusive Education during Pandemic Times: A Survey of DATIS in Surakarta Senior High Schools","authors":"Musa Pelu, Isawati Isawati, Nur Fatah Abidin","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.7010","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.7010","url":null,"abstract":"This article reports history teachers’ attitudes towards inclusive education during pandemic times. The main question addressed in this study is about to what extent the transition of teachers’ attitudes caused by the adaptive learning framework during pandemic times. A qualitative descriptive based on the framework of Differentiated of Attitudes towards Inclusive Education was used as a research method. The research participants were history teachers in the Surakarta area. The data were collected through an online interview. The findings of the research show that the trained-experienced history teachers tend to believe that students with special needs can get more facilities and learning support in special education, especially during the distance and online learning processes. Meanwhile, untrained-inexperienced history teachers tend to doubt that students with special needs education can gain significant improvement in regular classrooms. To a certain degree, it can be perceived as a symptom of new exclusivism during the pandemic time that can be proved by the tendency of trained-experienced history teachers to exclude students with special education needs based on their needs and lack of inclusive learning sources.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125440695","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v3i2.5488
Meidia Gusti Saputri, H. F. Butar Butar
Tujuan dari penelitian untuk mengetahui strategi komunikasi dakwah yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Solok serta apa faktor pendorong dan penghambat dalam kegiatan dakwah. Melalui metode kualitatif dengan wawancara dan observasi dalam pengumpulan data, Teknik analisis data melalu tahapan reduksi, diperoleh hasil bahwa bentuk starategi komunikasi dakwah yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan adalah melalui strategi tilawah yaitu ceramah, strategi tazkiyah melalui dizikir dan mengaji bersama. Hasil yang diperoleh dari penelitian bentuk strategi komunikasi dakwah secara bertahap dengan metode dakwah lisan, dakwah tulisan dan dakwah tindakan. Melalui dakwah ini diharapkan warga binaan hijrah , sadar akan perbuatannya dan bersikap lebih baik, efek lanjutannya adalah berkurangnya jumlah residivis. Dampak dari pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual melalui komunikasi dakwah adalah adanya faktor yang mempengaruhi baik pendukung seperti dari pemberi materi (da’i) maupun penghambat seperti dari kurangnya sarana dan prasarana. Ini semua tidak terlepas dari semua peran sangat diperlukan agar tujuan dapat tercapai
{"title":"Pembinaan Mental dan Spiritual Bagi Narapidana: Studi terhadap Strategi Komunikasi Dakwah di Lapas Kelas IIB Solok","authors":"Meidia Gusti Saputri, H. F. Butar Butar","doi":"10.29300/ijsse.v3i2.5488","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v3i2.5488","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian untuk mengetahui strategi komunikasi dakwah yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Solok serta apa faktor pendorong dan penghambat dalam kegiatan dakwah. Melalui metode kualitatif dengan wawancara dan observasi dalam pengumpulan data, Teknik analisis data melalu tahapan reduksi, diperoleh hasil bahwa bentuk starategi komunikasi dakwah yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan adalah melalui strategi tilawah yaitu ceramah, strategi tazkiyah melalui dizikir dan mengaji bersama. Hasil yang diperoleh dari penelitian bentuk strategi komunikasi dakwah secara bertahap dengan metode dakwah lisan, dakwah tulisan dan dakwah tindakan. Melalui dakwah ini diharapkan warga binaan hijrah , sadar akan perbuatannya dan bersikap lebih baik, efek lanjutannya adalah berkurangnya jumlah residivis. Dampak dari pelaksanaan pembinaan mental dan spiritual melalui komunikasi dakwah adalah adanya faktor yang mempengaruhi baik pendukung seperti dari pemberi materi (da’i) maupun penghambat seperti dari kurangnya sarana dan prasarana. Ini semua tidak terlepas dari semua peran sangat diperlukan agar tujuan dapat tercapai ","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126412494","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.6903
Abdul Rahman, Andi Octamaya Tenriawaru, A. Ahmadin
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah menghantarkan manusia sebagai penguasa bumi, sehingga telah manjadi realitas bahwa bumi beserta segala sumber daya yang terdapat di dalamnya telah dieksploitasi demi memenuhi hasrat kepentingan materi dan mengejar pendapatan ekonomi. Akibatnya bumi mulai mengalami ketidakseimbangan yang ditandai dengan munculnya berbagai bencana alam. Realitas tersebut mendorong lingkungan pendidikan baik itu sekolah, keluarga dan masyarakat untuk kembali berusaha menjaga keseimbangan bumi dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekopedagogik. Atasa dasar hal itu, maka penelitian ini berupaya untuk mengelaborasi secara mendalam upaya petani di Desa Bulutellue dalam kegiatan pengarusutamaan ekopedagogik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat petani di Desa Bulutellue sebagai bagian yang masih peduli terhadap kelestarian lingkungan berupaya menerapkan ekopedagogik terhadap anak-anaknya dalam kehidupan sehar-hari baik di lingkungan rumah tangga maupun di lahan pertanian. Kegiatan yang bernuansa ekopedagogik terlihat ketika anak-anak dilibatkan dalam membersihkan halaman dan pekarangan rumah, pembuatan kompos dari sampah dapur dan kotoran ternak hingga pengurangan komsumsi makanan dan minuman kemasan. Praktik tersebut terbukti efektif karena anak-anak dari keluarga petani dapat menerapkan secara langsung pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah.
{"title":"Pengarusutamaan Ekopedagogik Pada Keluarga Petani di Desa Bulutellue Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai","authors":"Abdul Rahman, Andi Octamaya Tenriawaru, A. Ahmadin","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.6903","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.6903","url":null,"abstract":"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah menghantarkan manusia sebagai penguasa bumi, sehingga telah manjadi realitas bahwa bumi beserta segala sumber daya yang terdapat di dalamnya telah dieksploitasi demi memenuhi hasrat kepentingan materi dan mengejar pendapatan ekonomi. Akibatnya bumi mulai mengalami ketidakseimbangan yang ditandai dengan munculnya berbagai bencana alam. Realitas tersebut mendorong lingkungan pendidikan baik itu sekolah, keluarga dan masyarakat untuk kembali berusaha menjaga keseimbangan bumi dan kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekopedagogik. Atasa dasar hal itu, maka penelitian ini berupaya untuk mengelaborasi secara mendalam upaya petani di Desa Bulutellue dalam kegiatan pengarusutamaan ekopedagogik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat petani di Desa Bulutellue sebagai bagian yang masih peduli terhadap kelestarian lingkungan berupaya menerapkan ekopedagogik terhadap anak-anaknya dalam kehidupan sehar-hari baik di lingkungan rumah tangga maupun di lahan pertanian. Kegiatan yang bernuansa ekopedagogik terlihat ketika anak-anak dilibatkan dalam membersihkan halaman dan pekarangan rumah, pembuatan kompos dari sampah dapur dan kotoran ternak hingga pengurangan komsumsi makanan dan minuman kemasan. Praktik tersebut terbukti efektif karena anak-anak dari keluarga petani dapat menerapkan secara langsung pengetahuan yang mereka dapatkan di sekolah.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121542717","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-07-30DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.7410
I. Satria, Een Syaputra, Ririn Selvianti
This article aims to identify moral philosophy contained in Selimbur Caye oral tradition and analyze the relevance of the moral philosophy to character education in Indonesia. This research used qualitative descriptive method. Object of this study is Selimbur Caye oral tradition. The data was collected using in-depth interview, participatory observation, and documentation. They were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model of qualitative data analysis. Based on the analytical result, there are two main categories of moral philosophy contained in Selimbur Caye oral tradition; respect and responsibility. Later, in this study, the two main philosophies are derived into several foundation/supportive moral values such as sportsmanship, tolerance, democracy, discipline, honesty, fairness, wisdom, loyalty, professionalism, trustworthiness, social care, co-operation, social solidarity, and friendship. Another result found is that those philosophies are strongly relevant to the character education values developed by Indonesian ministry of education and culture: 1) fairness; 2) tolerance; 3) democracy; 4) friendly/communicative; 5) love peace; 6) social care, and 7) responsibility.
{"title":"Moral Philosophy of Selimbur Caye Oral Tradition and Its Relevance to Character Education in Indonesia","authors":"I. Satria, Een Syaputra, Ririn Selvianti","doi":"10.29300/ijsse.v4i2.7410","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i2.7410","url":null,"abstract":"This article aims to identify moral philosophy contained in Selimbur Caye oral tradition and analyze the relevance of the moral philosophy to character education in Indonesia. This research used qualitative descriptive method. Object of this study is Selimbur Caye oral tradition. The data was collected using in-depth interview, participatory observation, and documentation. They were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model of qualitative data analysis. Based on the analytical result, there are two main categories of moral philosophy contained in Selimbur Caye oral tradition; respect and responsibility. Later, in this study, the two main philosophies are derived into several foundation/supportive moral values such as sportsmanship, tolerance, democracy, discipline, honesty, fairness, wisdom, loyalty, professionalism, trustworthiness, social care, co-operation, social solidarity, and friendship. Another result found is that those philosophies are strongly relevant to the character education values developed by Indonesian ministry of education and culture: 1) fairness; 2) tolerance; 3) democracy; 4) friendly/communicative; 5) love peace; 6) social care, and 7) responsibility.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121864105","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-03-03DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.6191
Imran Hasyim, Anang Puji Utama, Bayu Setiawan
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha bela negara. Penerapan lima nilai dasar bela negara sebagai unsur penting dalam Pembinaan Kesadaran Bela Negara merupakan tolak ukur capaian pendidikan bela negara. Berkembangnya dinamika permasalahan di dunia pendidikan seperti perundungan, tawuran, dan narkoba sebagai salah satu ancaman pertahanan negara. Sehingga penelitian ini bertujuan pada pemaparan pendidikan bela negara dapan menjadi salah satu faktor pembentuk kecerdasan sosial bagi siswa, strategi dalam mengoptimalkan pendidikan bela negara. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dengan mendeskripsikan pengambilan data melalui studi literatur. Ikhtisar memperlihatkan bahwa pemahaman sikap dan perilaku peserta didik terhadap pendidikan bela negara dan pemahaman terhadap urgensi pendidikan bela negara sebagai upaya pertahanan negara. Kesimpulannya bahwa kurikulum pendidikan bela negara yang masuk kedalam mata pelajaran yang relevan memiliki lima nilai dasar, yaitu cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai ideologi negara, dan kemampuan bela negara baik secara fisik maupun non-fisik. Proses pendidikan yang baik akan menghasilkan peserta didik yang berkarakter dalam memaksimalkan potensi kecerdasan setiap peserta didik.
{"title":"Urgensi Pendidikan Bela Negara Dalam Membentuk Kecerdasan Sosial Peserta Didik Sebagai Daya Dukung Pertahanan Negara","authors":"Imran Hasyim, Anang Puji Utama, Bayu Setiawan","doi":"10.29300/ijsse.v4i1.6191","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i1.6191","url":null,"abstract":"Setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha bela negara. Penerapan lima nilai dasar bela negara sebagai unsur penting dalam Pembinaan Kesadaran Bela Negara merupakan tolak ukur capaian pendidikan bela negara. Berkembangnya dinamika permasalahan di dunia pendidikan seperti perundungan, tawuran, dan narkoba sebagai salah satu ancaman pertahanan negara. Sehingga penelitian ini bertujuan pada pemaparan pendidikan bela negara dapan menjadi salah satu faktor pembentuk kecerdasan sosial bagi siswa, strategi dalam mengoptimalkan pendidikan bela negara. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dengan mendeskripsikan pengambilan data melalui studi literatur. Ikhtisar memperlihatkan bahwa pemahaman sikap dan perilaku peserta didik terhadap pendidikan bela negara dan pemahaman terhadap urgensi pendidikan bela negara sebagai upaya pertahanan negara. Kesimpulannya bahwa kurikulum pendidikan bela negara yang masuk kedalam mata pelajaran yang relevan memiliki lima nilai dasar, yaitu cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai ideologi negara, dan kemampuan bela negara baik secara fisik maupun non-fisik. Proses pendidikan yang baik akan menghasilkan peserta didik yang berkarakter dalam memaksimalkan potensi kecerdasan setiap peserta didik. ","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"103 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121941592","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-31DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.6595
Desta Ayu Valentin, Umar Anwar
Balai pemasyarakatan mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan sebagian dari tugas pokok Direktoral Jendral Pemasyarakatan dalam menyelenggarakan pembimbingan klien pemasyarakatan di daerahnya. Bimbingan yang diberikan Balai Pemasyarakatan dapat berupa keterampilan kerja yang salah satunya ialah dengan berwirausaha. Salah satu klien di Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro memiliki kewirausahaan industri roti rumahan yang berdampak pada penghasilan dan masa depan klien. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bentuk/proses pembimbingan dan hasil kewirausahaan industri roti rumahan klien; dan 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses produksi roti rumahan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif tife studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi literature, wawancara, observasi dan sokumentasi dan di analisis dengan model interaktif Milles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) bentuk bimbingan yang dilakukan oleh Bapas ialah berupa bimbingan secara personal dan kelompok berupa pelatihan kewirausahaan untuk menghasilkan suatu produk berupa roti rumahan; 2) faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses produksi roti rumahan milik klien pemasyarakatan tersebut diantaranya ialah berupa peralatan, bahan baku dan tenaga kerja dan juga motivasi klien pemasyarakatan tersebut. Kata kunci : Faktor, Motivasi, Produksi
{"title":"Bimbingan Kewirausahaan bagi Industri Roti Rumahan Klien Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro","authors":"Desta Ayu Valentin, Umar Anwar","doi":"10.29300/ijsse.v4i1.6595","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i1.6595","url":null,"abstract":"Balai pemasyarakatan mempunyai fungsi dan tugas menyelenggarakan sebagian dari tugas pokok Direktoral Jendral Pemasyarakatan dalam menyelenggarakan pembimbingan klien pemasyarakatan di daerahnya. Bimbingan yang diberikan Balai Pemasyarakatan dapat berupa keterampilan kerja yang salah satunya ialah dengan berwirausaha. Salah satu klien di Balai Pemasyarakatan Kelas II Metro memiliki kewirausahaan industri roti rumahan yang berdampak pada penghasilan dan masa depan klien. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bentuk/proses pembimbingan dan hasil kewirausahaan industri roti rumahan klien; dan 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses produksi roti rumahan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif tife studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi literature, wawancara, observasi dan sokumentasi dan di analisis dengan model interaktif Milles & Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) bentuk bimbingan yang dilakukan oleh Bapas ialah berupa bimbingan secara personal dan kelompok berupa pelatihan kewirausahaan untuk menghasilkan suatu produk berupa roti rumahan; 2) faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses produksi roti rumahan milik klien pemasyarakatan tersebut diantaranya ialah berupa peralatan, bahan baku dan tenaga kerja dan juga motivasi klien pemasyarakatan tersebut. Kata kunci : Faktor, Motivasi, Produksi","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128266850","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Penelitian ini memanfaatkan media digital guna mendukung efektivitas pembelajaran di kelas. Media pembelajaran digital podcast dipilih karena dirasa mudah untuk diakses oleh peserta didik. Podcast merupakan sebuah distribusi rekaman audio yang dibuat melalui proses perekaman audio dan pengeditan yang kemudian disampaikan melalui internet. Dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif serta metode penelitian Research and Development, peneliti mengembangkan dan merevisi produk podcast berdasarkan hasil uji lapangan. Data kuantitatif diambil dari pertanyaan peneliti dan tanggapan atau validasi dari ahli dan peserta didik kelas VI mengenai produk yang dikembangkan. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui model pengembangan ADDIE yang terdiri dari analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Berdasarkan hasil uji lapangan diperoleh bahwa media pembelajaran podcast layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Hal ini dilihat dari hasil validasi ahli sebesar 98,75% dengan interpretasi sangat baik. Maka, diharapkan dengan adanya pengembangan media podcast pada materi IPS, pendidik dan peserta didik mampu memanfaatkan media digital guna mendukung efektivitas kegiatan pembelajaran.
{"title":"Pengembangan Media Pembelajaran Audio Berbasis Podcast pada Materi IPS di SD","authors":"Fadia Tri Ananda, Faradila Ayu Ramadhani, Zulfa Putri Fadilah, Safitri Ramadhani, Dadan Nugraha","doi":"10.29300/ijsse.v4i1.6678","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i1.6678","url":null,"abstract":"Penelitian ini memanfaatkan media digital guna mendukung efektivitas pembelajaran di kelas. Media pembelajaran digital podcast dipilih karena dirasa mudah untuk diakses oleh peserta didik. Podcast merupakan sebuah distribusi rekaman audio yang dibuat melalui proses perekaman audio dan pengeditan yang kemudian disampaikan melalui internet. Dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif serta metode penelitian Research and Development, peneliti mengembangkan dan merevisi produk podcast berdasarkan hasil uji lapangan. Data kuantitatif diambil dari pertanyaan peneliti dan tanggapan atau validasi dari ahli dan peserta didik kelas VI mengenai produk yang dikembangkan. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui model pengembangan ADDIE yang terdiri dari analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Berdasarkan hasil uji lapangan diperoleh bahwa media pembelajaran podcast layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Hal ini dilihat dari hasil validasi ahli sebesar 98,75% dengan interpretasi sangat baik. Maka, diharapkan dengan adanya pengembangan media podcast pada materi IPS, pendidik dan peserta didik mampu memanfaatkan media digital guna mendukung efektivitas kegiatan pembelajaran. ","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124019047","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-31DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.6629
K. Khaeruddin, Sri Indarwati Mansur, Feri Padli
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi semasa pembelajaran jarak jauh di daerah yang masih minim akses internet. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kondisi pembelajaran jarak jauh, tantangan yang dihadapi serta upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran dengan metode kombinasi daring dan luring di SDK Banua, salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran di SDK Banua menggunakan metode kombinasi daring dan luring dimana pada metode daring kegiatan belajar-mengajar dilakukan melalui Whatsapp. Sedangkan untuk metode luring dilakukan melalui kunjungan ke rumah siswa untuk dilakukan proses pembelajaran. Selain itu, siswa diperbolehkan ke sekolah hanya untuk mengambil dan mengumpulkan tugas. Semasa diterapkannya pembelajaran jarak jauh, siswa lebih banyak diberikan tugas untuk mendorong keaktifan siswa dalam belajar. Model pembelajaran ini digunakan karena akses internet di Dusun Banua belum merata dan masih ada orang tua siswa yang belum memiliki anroid.
{"title":"Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SDK Banua Kabupaten Enrekang","authors":"K. Khaeruddin, Sri Indarwati Mansur, Feri Padli","doi":"10.29300/ijsse.v4i1.6629","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i1.6629","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi semasa pembelajaran jarak jauh di daerah yang masih minim akses internet. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kondisi pembelajaran jarak jauh, tantangan yang dihadapi serta upaya yang dilakukan untuk memaksimalkan proses pembelajaran dengan metode kombinasi daring dan luring di SDK Banua, salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran di SDK Banua menggunakan metode kombinasi daring dan luring dimana pada metode daring kegiatan belajar-mengajar dilakukan melalui Whatsapp. Sedangkan untuk metode luring dilakukan melalui kunjungan ke rumah siswa untuk dilakukan proses pembelajaran. Selain itu, siswa diperbolehkan ke sekolah hanya untuk mengambil dan mengumpulkan tugas. Semasa diterapkannya pembelajaran jarak jauh, siswa lebih banyak diberikan tugas untuk mendorong keaktifan siswa dalam belajar. Model pembelajaran ini digunakan karena akses internet di Dusun Banua belum merata dan masih ada orang tua siswa yang belum memiliki anroid.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"5 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125756975","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-31DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.5621
Faula Amelia Fajrin, Padmono Wibowo
Penelitan ini dilaksanakan agar melihat adanya pengaruh konformitas terhadap perilaku narapidana beragama islamdalam pembinaan kerohanian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto dengan menambil sampel sebanyak 87 responden dengan menyebar kuesioner secara random. Analisis penelitian ini dengan menggunakan IBM SPSS Statistik 21 sehingga dilakukan terhadap variabel konformitas (x) dan variabel perilaku narapidana (y). Dari hasil perhitungan yang dikukan uji t (signifikasi) diperoleh hasil bahwa nilai t hitung >t tabel (4,211 > 2,007) denganperbandingan signifikasi yaitu 0,000<0,05 atau dengan kata lain bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil menunjukkanprosentase pengaruh yang diberikan variabel Konformitas terhadap Perilaku Narapidana dilakukan uji determinasi dimana pada uji tersbut memperoleh angka R square sebesar 0,524. Ini memperlihatkan besarnya pengaruh yang ditimbulkan dari variabel Konformitas sebagai variabel bebas memiliki pengaruh sebesar 52,4% terhadap variabel Perilaku Narapidana sebagai variabel terikat, sisanya 47,6% tersebut merupakan factor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan kesrsh positif dan sangat signifikan antara Konformitas terhadap perilaku Narapidana di Lapas Kelas II A Purwokerto.Kata-kata Kunci: Konformitas, Narapidana
这项调查是为了在第二届Purwokerto监狱中,通过随机分发问卷,采集87名受访者的样本,以确定宗教囚犯在精神训练中的行为是否具有正统的影响。这项研究通过使用IBM SPSS统计分析21所以处置因循守旧变量(x)和可变的犯人(y)的行为。dikukan t (signifikasi)测试的计算结果,结果成绩表t数> t (4,211 > 2,007) denganperbandingan signifikasi即万< 0。05或换句话说豪拒绝接受和H1。结果表明,惯用变量对罪犯行为的影响有一定比例的测试,在测试中,R平方为0.524。这显示了随意性变量作为自由变量对囚犯行为变量的影响有52.4%,剩下的47.6%是研究人员没有研究的另一个因素。因此,可以得出结论,在Purwokerto II班的囚犯的行为中,kesrsh是积极和非常重要的。关键词:习惯,罪犯
{"title":"Pengaruh Konformitas terhadap sikap narapidana dalam pembinaan kerohanian agama islam","authors":"Faula Amelia Fajrin, Padmono Wibowo","doi":"10.29300/ijsse.v4i1.5621","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i1.5621","url":null,"abstract":"Penelitan ini dilaksanakan agar melihat adanya pengaruh konformitas terhadap perilaku narapidana beragama islamdalam pembinaan kerohanian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto dengan menambil sampel sebanyak 87 responden dengan menyebar kuesioner secara random. Analisis penelitian ini dengan menggunakan IBM SPSS Statistik 21 sehingga dilakukan terhadap variabel konformitas (x) dan variabel perilaku narapidana (y). Dari hasil perhitungan yang dikukan uji t (signifikasi) diperoleh hasil bahwa nilai t hitung >t tabel (4,211 > 2,007) denganperbandingan signifikasi yaitu 0,000<0,05 atau dengan kata lain bahwa H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil menunjukkanprosentase pengaruh yang diberikan variabel Konformitas terhadap Perilaku Narapidana dilakukan uji determinasi dimana pada uji tersbut memperoleh angka R square sebesar 0,524. Ini memperlihatkan besarnya pengaruh yang ditimbulkan dari variabel Konformitas sebagai variabel bebas memiliki pengaruh sebesar 52,4% terhadap variabel Perilaku Narapidana sebagai variabel terikat, sisanya 47,6% tersebut merupakan factor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan kesrsh positif dan sangat signifikan antara Konformitas terhadap perilaku Narapidana di Lapas Kelas II A Purwokerto.Kata-kata Kunci: Konformitas, Narapidana","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114472165","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pub Date : 2022-01-31DOI: 10.29300/ijsse.v4i1.7061
Maryam Maryam, Idi Warsah
Domain afekjtif merupakan salah satu kompetensi yang esensial dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah. Karena itu, kompetensi afektif harus masuk ke dalam tujuan pembelajaran, strategi dan juga penilaian. Namun karena kurangnya pengetahuan, keterampilan dan kesadaran, kompetensi afektif seringkali tidak mendapat perhatian serius dari para guru sehingga menjadi terabaikan dalam hal penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literature berkenaan dengan penilaian kompetensi afektuf falam pembelajaran sejarah. Adapun tiga focus utama dalam kajian ini adalah: 1) hakekat kompetensi afektif; 2) kompetensi afektif dalam pembelajaran sejarah; dan 3) instrument penilaian kompetensi afektif dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilakukan dengan matode kepustakaan. Langkah penelitian yang dilakukan adalah: 1) menyiapkan alat dan perlengkapan; 2) menyusunn bibliografi kerja; 3) mengatur waktu penelitian; 4) membaca dan membuat catatan peneltian; dan 5) menyimpulkan dan menganalisis hasil peneltian. Adapun hasil penelitian adalah: 1) kompetensi afektif merupakan satu dari tiga kompetensi utama yang ingin dicapai dalam pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah. Beberapa hal yang termasuk ke dalam kompetensi afektif ialah seperti sikap, minat, nilai dan moral; 2) kompetensi afektif adalam domain yang sangat esensial dalam pembelajaran sejarah. Dalam pembelajaran sejarah, kompetensi afektif secara spesifik merujuk pada beberapa hal seperti nasionalisme dan nilai-nilai kesejarahan seperti toleransi, kepedulian sopsia, cinta damai, peduli lingkungan, kejujuran, tanggung jawab dll; dan 3) penialian kompetensi sikap dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui beberapa cara, namun yang paling umum digunakan ialah dengan menggunakan skala sikap.
{"title":"Penilaian Kompetensi Sikap dalam Pembelajaran Sejarah: Sebuah Telaah Literatur","authors":"Maryam Maryam, Idi Warsah","doi":"10.29300/ijsse.v4i1.7061","DOIUrl":"https://doi.org/10.29300/ijsse.v4i1.7061","url":null,"abstract":"Domain afekjtif merupakan salah satu kompetensi yang esensial dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah. Karena itu, kompetensi afektif harus masuk ke dalam tujuan pembelajaran, strategi dan juga penilaian. Namun karena kurangnya pengetahuan, keterampilan dan kesadaran, kompetensi afektif seringkali tidak mendapat perhatian serius dari para guru sehingga menjadi terabaikan dalam hal penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literature berkenaan dengan penilaian kompetensi afektuf falam pembelajaran sejarah. Adapun tiga focus utama dalam kajian ini adalah: 1) hakekat kompetensi afektif; 2) kompetensi afektif dalam pembelajaran sejarah; dan 3) instrument penilaian kompetensi afektif dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini dilakukan dengan matode kepustakaan. Langkah penelitian yang dilakukan adalah: 1) menyiapkan alat dan perlengkapan; 2) menyusunn bibliografi kerja; 3) mengatur waktu penelitian; 4) membaca dan membuat catatan peneltian; dan 5) menyimpulkan dan menganalisis hasil peneltian. Adapun hasil penelitian adalah: 1) kompetensi afektif merupakan satu dari tiga kompetensi utama yang ingin dicapai dalam pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah. Beberapa hal yang termasuk ke dalam kompetensi afektif ialah seperti sikap, minat, nilai dan moral; 2) kompetensi afektif adalam domain yang sangat esensial dalam pembelajaran sejarah. Dalam pembelajaran sejarah, kompetensi afektif secara spesifik merujuk pada beberapa hal seperti nasionalisme dan nilai-nilai kesejarahan seperti toleransi, kepedulian sopsia, cinta damai, peduli lingkungan, kejujuran, tanggung jawab dll; dan 3) penialian kompetensi sikap dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan melalui beberapa cara, namun yang paling umum digunakan ialah dengan menggunakan skala sikap.","PeriodicalId":315105,"journal":{"name":"Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE)","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130322443","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}